The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buletin internal BPPAUD dan DIkmas Provinsi Sulawesi Selatan

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by irwantandofull, 2021-01-26 01:34:08

BULETIN AKSARA GUNA EDISI II 2020

Buletin internal BPPAUD dan DIkmas Provinsi Sulawesi Selatan

EDISI 02 / JULI - DESEMBER 2020

SSTTRRAATTEEGGII DDIIRREEKKTTOORRAATT PPAAUUDD
TTIINNGGKKAATTKKAANN KKOOMMPPEETTEENNSSII GGUURRUU

SSEELLAAMMAA BBDDRR

TK SEMENTARA UNTUK ANAK-ANAK
PENYINTAS BANJIR BANDANG
DI LUWU UTARA

PROVINSI SULAWESI SELATAN

Bagai memakan buah simalakama. Begitulah pengibaratan yang tepat bagi kita yang
hidup di masa pandemi Covid-19 saat ini. Berdiam diri di rumah tentu bukan pilihan
yang sepenuhnya aman. Mau hendak keluar rumah melakukan aktivitas kerja,
risikonya akan terpapar virus. Padahal hidup harus terus berjalan, show must go on.
Produktivitas kerja harus terus dilakukan. Apalagi bagi pimpinan dan staf BP-PAUD dan
Dikmas Provinsi Sulawesi Selatan, yang merupakan bagian dari penyelenggara negara,
instansi pemerintah, lembaga pelayanan publik, yang mengurusi salah satu hak asasi
terpenting: pendidikan.

Dalam situasi wabah, kinerja BP-PAUD dan Dikmas Provinsi Sulawesi Selatan memang tak
boleh kendor. Kreativitas dan inovasi harus dilakukan untuk tetap produktif. Kualitas
pelayanan untuk fasilitasi penyelenggaraan PAUD dan Dikmas bagi para pemangku
kepentingan harus tetap prima. Begitupun, ketentuan terkait disiplin mematuhi protokol
kesehatan juga harus tetap diterapkan. Jaga jarak, memakai masker, mencuci tangan dengan
sabun atau handsanitizer menjadi adaptasi kebiasaan baru. Kebijakan work from home dan
sistem shift juga sudah diberlakukan demi memutus mata rantai penyebaran virus tersebut.

Apa saja aktivitas yang dilakukan BP-PAUD dan Dikmas Provinsi Sulawesi Selatan, bisa
dibaca dalam AKSARA GUNA, edisi Juli-Desember 2020 ini. Salah satu yang penting adalah
penyelenggaraan Webinar Series Kelas Orang Tua Berbagi Sulawesi Selatan, yang dilakukan
sebanyak 10 sesi. Seminar virtual yang diadakan atas kerja sama Kemdikbud RI dan
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan ini menghadirkan sejumlah narasumber yang
kompeten, seperti Prof Dr Muhammad Jufri, S.Psi, M.Si, M.Psi, Psikolog (Kepala Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan), Ir Hj Liestiaty F. Nurdin, M.Fish
(Bunda PAUD Provinsi Sulawesi Selatan), Dr Muhammad Hasbi (Direktur PAUD
Kemdikbud RI), dan Drs Arman Agung, M.Pd (Kepala BP-PAUD dan Dikmas Provinsi
Sulawesi Selatan).

Dihadirkan juga narasumber ahli, para praktisi dan akademisi dari berbagai kampus
ternama di Malang, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, dan Makassar. Menariknya, kegiatan
yang berlangsung sejak awal September hingga Desember 2020 ini, juga mengundang
narasumber perwakilan orang tua peserta didik dari PAUD yang berada di Makassar, Bone,
Maros, Takalar, Tana Toraja, Sidrap, Pinrang, Sengkang, Soppeng, Luwu Timur, Barru,
Bulukumba, dan Sungguminasa, untuk berbagi pengalaman. Bukti bahwa penyelenggaraan
PAUD tak hanya harus dibebankan ke lembaga pendidikan tapi juga butuh dukungan orang
tua, terutama selama murid belajar dari rumah (BdR).

Dalam rubrik Artikel Utama, redaksi menampilkan Pengimbasan Hasil Bimbingan Teknis
(Bimtek) Belajar dari Rumah kepada guru-guru PAUD, yang harus diimplementasikan di
daerah masing-masing selama kurun waktu 10 hari, sejak Bimtek selesai dilakukan. Bimtek
tersebut menyasar 5.100 PTK PAUD, yang akan berimbas pada 102.000 guru PAUD lainnya
di seluruh Indonesia. Khusus untuk Sulawesi Selatan, Bimtek diikuti 150 PTK PAUD yang
diproyeksikan akan berimbas ke 30.000 guru PAUD se-Sulawesi Selatan. Pengalaman
pengimbasan yang dilakukan secara daring dan luring inilah yang redaksi bagikan dalam
edisi ini.(*)

AKSARA GUNA JULI - DESEMBER 2020 1 BP PAUD DAN DIKMAS PROVINSI SULAWESI SELATAN

ARTIKEL UTAMA

STRATEGI DIREKTORAT PAUD 3
TINGKATKAN KOMPETENSI GURU
SELAMA BDR

6Berbagi Cerita

Tentang Program Pengimbasan

Wawancara dengan 10

Hernawati Syam, S.Psi, MA.

Kasubbag Tata Usaha BP-PAUD dan Dikmas
Provinsi Sulawesi Selatan:

“Program

Pengimbasan Ini
Melebihi
Ekspektasi
Kami

KABAR 13 SERBASERBI 37

PAUD & DIKMAS G A L E R I 41

Drs. Arman Agung, M.Pd

Fotografer: Munir
Rusdy Embas

Kantor Sirkulasi
BP-PAUD dan DIKMAS Provinsi Sulawesi Selatan

ARTIKEL UTAMA

STRATEGI DIREKTORAT PAUD
TINGKATKAN KOMPETENSI GURU

SELAMA BDR

Mendikbud RI melalui Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan
Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease
(Covid-19), mewajibkan pelaksanaan kegiatan pembelajaran dilakukan di
rumah. Dengan begitu, kegiatan belajar tatap muka yang biasa dilakukan di dalam kelas tak
dimungkinkan lagi. Situasi pembelajaran mulai berubah, sejak medio Maret 2020. Tak ada
interaksi langsung antara guru dan peserta didik, melainkan melalui perangkat teknologi
informasi dan komunikasi (TIK). Kita kemudian mengenal istilah belajar dalam jaringan
(daring), dengan memanfaatkan gawai (laptop dan handphone android). Inilah adaptasi
kebiasaan baru dunia pendidikan selama masa pandemi Covid-19.

3AKSARA GUNA JULI - DESEMBER 2020 BP PAUD DAN DIKMAS PROVINSI SULAWESI SELATAN

Situasi ini menuntut guru harus memiliki didampingi oleh orang tua atau anggota
strategi yang tepat. Apalagi, hingga keluarga lainnya. Bukan cuma guru yang
memasuki tahun 2021, kegiatan Belajar harus memutar otak, keluhan juga datang
dari Rumah (BDR) ini belum diketahui dari orang tua. Orang tua yang tak siap
kapan akan berakhir. Upaya pemerintah 'menjadi guru' di rumah kesulitan
untuk mendukung pendidikan jarak jauh mendampingi anak belajar karena
(PJJ) masih terus dilakukan, antara lain belum/tidak paham caranya, tidak biasa
menyediakan materi belajar PJJ bagi menggunakan teknologi digital untuk
seluruh peserta didik di semua jenjang, pembelajaran anak, serta tidak
termasuk PAUD. Pemerintah memahami maksud pesan yang
menyediakan berbagai pilihan sebagai disampaikan guru.
sumber belajar daring, seperti Ruang
Guru PAUD, paudpedia, sahabat Pemerintah menyadari berbagai problema
keluarga, dan rumah belajar. Juga melalui tersebut, sehingga mengadakan
tayangan TVRI dan siaran RRI, maupun “Bimbingan Teknis dalam Jaringan bagi
media non daring lainnya. Meski sudah Guru, Mitra, dan Penilik PAUD dalam
difasilitasi, kenyataannya masih banyak Pelaksanaan Belajar dari Rumah”. Bimtek
ditemukan kendala di lapangan, baik daring BDR ini dilaksanakan oleh
dukungan teknologi maupun pada aspek Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia
SDM, khususnya para guru. Padahal, Dini (PAUD) Ditjen PAUD, Dikdas, dan
pemerintah menaruh harapan besar Dikmen Kemdikbud melalui Direktorat
terhadap peran guru dalam pembelajaran PAUD bekerja sama dengan BP-PAUD
daring ini. dan Dikmas Provinsi Sulawesi Selatan dan
28 PP/BP-PAUD dan Dikmas lainnya
Rupanya, banyak guru belum cukup sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT).
memahami teknis dan strategi belajar Kegiatan ini dimaksudkan untuk
daring, mulai dari mengoperasikan memaksimalkan potensi dan peran guru
komputer, mengakses jaringan internet serta orang tua dalam pertumbuhan dan
hingga kesulitan mengkomunikasikan perkembangan anak.
pesan kepada orang tua. Keterbatasan
pemahaman juga menjadi kendala bagi Setelah mengikuti Bimtek yang diadakan
guru untuk memberikan pilihan kegiatan mulai 28 Juni-7 Juli 2020, seluruh peserta
pembelajaran, menyusun perencanaan, kemudian pulang ke daerah masing-
serta penilaian pembelajaran yang masing. Mereka diminta melakukan
sederhana, tepat dan sesuai untuk “Pengimbasan Hasil Bimtek Pelaksanaan
diterapkan anak di rumah, baik ketika Belajar dari Rumah” kepada guru-guru
lainnya, dalam kurun waktu sepuluh hari

4AKSARA GUNA JULI - DESEMBER 2020 BP PAUD DAN DIKMAS PROVINSI SULAWESI SELATAN

sejak Bimtek selesai dilaksanakan. puluh) guru PAUD lainnya. Di Sulawesi
Pengimbasan dapat dilakukan secara Selatan, pelaksanaan Bimtek yang diikuti
daring dan luring, dengan catatan tetap oleh 150 PTK PAUD, akan mengimbas ke
mengikuti protokol pencegahan Covid-19. 30.000 guru PAUD. Suatu angka yang
Dr. Muhammad Hasbi, Direktur PAUD, terbilang besar, yang merupakan strategi
dalam sambutannya saat Bimtek berharap Direktorat PAUD dalam penyebarluasan
agar kegiatan pengimbasan ini pembelajaran tentang PAUD kepada guru-
disegerakan, supaya guru paham apa yang guru.
harus dilakukan dan peserta didik tidak
terlalu lama di rumah tanpa belajar yang Pola kerja pengimbasan ini, menciptakan
efektif. efek bola salju terhadap peningkatan
pengetahuan dan keterampilan guru PAUD
“Melihat kondisi terkini, satuan PAUD tentang metode Belajar dari Rumah
hampir pasti belum diperkenankan (BDR). Beberapa daerah telah
melakukan pembelajaran langsung dalam melaksanakan pengimbasan secara daring,
waktu dekat. Karena itu, kegiatan seperti Luwu Timur, Pinrang, Soppeng,
pengimbasan ini harus disegerakan,” dan Sinjai. Sedangkan daerah yang
begitu pesan Hasbi, yang pernah menjabat melakukan pengimbasan secara luring,
sebagai Kepala BP-PAUD dan Dikmas antara lain Sidrap, Takalar, Parepare,
Provinsi Sulawesi Selatan. Barru, Bantaeng, Selayar, dan Palopo.
Tentu saja, pengalaman implementasi
Direktorat PAUD memproyeksikan, pengimbasan itu akan berbeda antara satu
kegiatan Bimtek yang menyasar 5.100 kabupaten/kota dan lainnya, yang akan
penelitian tindakan kelas (PTK) PAUD ini menjadi pembelajaran dalam membenahi
akan berimbas pada 102.000 guru PAUD strategi Direktorat PAUD ini untuk
lainnya di seluruh Indonesia. Estimasi ini meningkatkan kualitas pendidikan anak
didasarkan pada hitung-hitungan 1 (satu) usia dini ke depan.(*)
PTK akan mengimbaskan ke 20 (dua

5AKSARA GUNA JULI - DESEMBER 2020 BP PAUD DAN DIKMAS PROVINSI SULAWESI SELATAN

ARTIKEL UTAMA

Berbagi Cerita

Tentang Program Pengimbasan

Program pengimbasan sudah Kegiatan yang dilakukan oleh Isnawati,
dilakukan oleh guru-guru PAUD, antara lain, tentang media daring,
penilik dan pengawas sekolah, pengasuhan positif, dukungan psikologi
setelah mereka kembali ke daerah asalnya. awal, dan komunikasi efektif. Sedangkan
“Hasil Bimtek Pelaksanaan Belajar dari materi yang diberikan terkait hal itu adalah
Rumah” itu punya banyak cerita dari guru- WhatsApp, Webex, Zoom, PPT, video maker,
guru, penilik dan pengawas, baik yang pengasuhan positif, dukungan psikologi
berasal dari Kota Makassar, maupun awal, dan komunikasi efektif dengan orang
kabupaten/kota lainnya. Pengalaman tua. Dari kegiatan itu, menurut Isnawati,
mereka dibuat dalam Laporan Kegiatan respons peserta pada umumnya positif.
Pengimbasan Bimbingan Teknis dalam Mereka juga antusias karena merupakan
Jaringan bagi Guru dan Penilik PAUD sesuatu yang baru dan berbeda dari
dalam Rangka Implementasi Kebijakan biasanya. Diakui bahwa banyak yang
Belajar dari Rumah 2020. Beberapa kisah kesulitan dan belum tahu tentang media
yang dibagikan dalam Artikel Utama ini daring. Sehingga, masih harus banyak
dinukilkan dari laporan itu. belajar tentang metode penilaian BDR.

Isnawati Zainuddin, SE (Guru PAUD di “Komunikasi dengan orang tua peserta
IGABA, Makassar) didik harus lebih intens lagi di masa BDR,”
Isnawati Zainuddin, SE, guru PAUD di tulis Isnawati dalam laporannya.
IGABA, Makassar, melakukan “Hasil
Bimtek Pelaksanaan Belajar dari Rumah”, Dia menarik kesimpulan dari kegiatan
pada Selasa, 30 Juni 2020 dan Rabu-Jumat, pengimbasan yang dilakukan bahwa
1-3 Juli 2020. Dia melakukan kegiatan tenaga kependidikan belum tahu tentang
secara luring karena peserta lebih pemanfaatan dan pembelajaran daring dan
menginginkan metode tersebut. Meski tidak siap untuk berubah. BDR bagi PTK
begitu, kegiatan dilaksanakan dengan hanya dianggap merupakan perubahan
mematuhi protokol kesehatan. Caranya, tempat belajar, tapi tidak dibarengi dengan
dia membagi peserta atas 2 kelompok, di perubahan proses belajar. Tidak heran bila
mana setiap kelompok terdiri dari 20-an banyak lembaga dan PTK masih
orang. menggunakan pola proses belajar di dalam

6AKSARA GUNA JULI - DESEMBER 2020 BP PAUD DAN DIKMAS PROVINSI SULAWESI SELATAN

ruang kelas. Akibatnya, banyak orang tua mencarikan solusinya. Harus diakui,
murid merasa kesulitan karena harus tinggal di daerah dengan kontur
membimbing anaknya denga metode perbukitan membuat dia dan peserta
belajar di kelas. Isnawati menyarankan mengalami kendala teknologi. Dalam
untuk melakukan perbaikan kegiatan laporannya, dia mengungkapkan soal
Bimtek dan pengimbasan ini. jaringan internet yang tidak stabil di
sebagian wilayah Kecamatan Maiwa.
“Perubahan metode luring menjadi daring, Sehingga, diputuskan agar kegiatan
harus diikuti dengan perubahan pola pikir pengimbasan dilakukan secara tatap
dan kemampuan menggunakan teknologi muka dengan menggunakan protokol
untuk PTK,” usulnya. kesehatan. Terkait kendala cuaca yang
tidak mendukung, maka solusinya adalah
Army Pararra, S.Pd, M.Pd (Guru di TK pelaksanaan kegiatan dilakukan hingga
Pertiwi Maroangin/PKG, Enrekang) sore hari. Kendala lain, yakni tiadanya
Pengalaman lain dibagikan oleh Army anggaran untuk melaksanakan kegiatan
Pararra, S.Pd., M.Pd, guru di TK Pertiwi pengimbasan ini, namun beruntung dia
Maroangin/PKG, Kabupaten Enrekang. kemudian menjalin kerja sama dengan
Sebanyak 12 kegiatan/materi/topik yang IGTKI.
dilakukannya selama 3 hari, Selasa-Kamis,
7-9 Juli 2020. Yakni, antara lain, tips “Kami melakukan kerja sama dengan
menyusun rencana pelaksanaan IGTKI untuk membantu pendanaan
pembelajaran (RPP) dengan materi berupa kegiatan. Selain itu, kami juga memungut
pengertian RPP, mengetahui apa, biaya dari peserta untuk keperluan
mengapa, siapa, kapan, dan bagaimana konsumsi,” papar Army.
RPP disusun, serta RPP guru dan orang
tua. Kegiatan lain berupa metode/cara Dari kegiatan yang dilakukan, dia
penilaian yang tepat untuk anak usia dini menyimpulkan bahwa materi
selama berkegiatan di rumah, dan tips pengimbasan menambah wawasan dan
menggunakan media daring. Materinya pengalaman belajar bagi guru dalam
yang disampaikan adalah pengertian kelas melaksanakan kegiatan BDR. Katanya,
maya/kelas virtual untuk mendukung rekan-rekan guru lebih memahami
BDR. Juga jenis-jenis perangkat dan/atau langkah-langkah dan metode serta
aplikasi pendukung BDR, keunggulan dan strategi yang tepat dan sesuai dalam
kekurangan BDR melalui daring, serta tips mengatasi proses kegiatan BDR. Guru
cara memilih perangkat dan/atau aplikasi. mampu menentukan dan memilih proses
pembelajaran yang tepat sesuai dengan
Selama kegiatan, Army menghadapi kondisi geogras dan lingkungan sosial
beberapa kendali, namun dia segera anak didiknya. Mereka juga bisa
menemukan solusi dalam mengatasi
berbagai keterbatasan anak didiknya.
Walau begitu, untuk perbaikan kegiatan
pengimbasan, dia mengusulkan agar
dilakukan dengan menggunakan metode
luring atau tatap muka karena dianggap
lebih efektif.

“Saya berharap sekiranya pemerintah
memberikan anggaran dalam
pelaksanaan kegiatan ini, terutama
transportasi dan komsumsi,” kata Army,
yang juga berharap dukungan pemerintah

7AKSARA GUNA JULI - DESEMBER 2020 BP PAUD DAN DIKMAS PROVINSI SULAWESI SELATAN

pusat dan daerah untuk memberikan lain yang paling dikeluhkan adalah
fasilitas seperti penyemprotan disinfektan interaksi antara guru PAUD dengan
dan alat pelindung diri (APD) lainnya murid, yang tidak bisa dilakukan secara
guna mendukung penerapan protokol langsung, tapi harus melalui orang
kesehatan selama kegiatan pengimbasan tuanya. Status Sinjai yang masuk zona
berlangsung. merah pandemi Covid-19, juga jadi
kendala sehingga pengimbasan tidak bisa
Haeriyanti HS, S.Pd (Pengawas di dilakukan secara tatap muka. Pemerintah
Kabupaten Sinjai) Kabupaten Sinjai menginstruksikan untuk
Cerita lainnya disampaikan oleh tidak melakukan kegiatan yang
Haeriyanti HS, S.Pd, pengawas pada mengumpulkan orang. Pilihan
Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai. melakukan pengimbasan secara daring,
Haeriyanti melakukan pengimbasan juga tetap memunculkan persoalan.
“Hasil Bimtek Pelaksanaan Belajar dari Keterbatasn pengetahuan IT sebagian
Rumah”, pada Senin dan Selasa, 6-7 Juli besar guru PAUD dan kendala jaringan,
2020, mulai pukul 07.30-17.00 Wita. mengakibatkan kegiatan secara daring
tidak maksimal dilakukan.
Ada beberapa kegiatan dilakukan dengan
topik/materi yang sudah tersusun baik, di Diakui oleh Haeriyanti, program
antaranya bermain bahasa, yang pengimbasan ini memberikan banyak
materinya mencakup mendongeng, pembelajaran, meski baru pertama kali
bercerita, bernyanyi, menyimak dan dilakukan. Kendala-kendala lapangan
mendengar. Juga dilakukan kegiatan segera dicarikan pemecahan masalahnya.
tentang pentingnya bermain bagi anak, Misalnya, terkait kendala jaringan,
dengan materi berupa alat-alat bermain, solusinya dengan cara menambah
mengapa alat bermain penting bagi anak, intensitas komunikasi/ membuka forum
manfaat alat bermain. Untuk kegiatan komunikasi via WA grup dan video call
bermain matematika, materinya seputar secara berkelompok dengan para guru
mengenal konsep matematika, PAUD. Untuk kegiatan yang sifatnya
mencocokkan bentuk, mengelompokkan, praktik, seperti bermain, membuat karya
mengurutkan benda, dan bilangan seni, menari, dan kegiatan yang
bentuk. Sedangkan kegiatan bermain melibatkan aktivitas sik, diakui sulit
musik, materinya membahas membekali dipraktikkan secara daring. Solusinya,
anak tentang apa, mengapa, siapa, kapan, yakni peserta diminta memvideokan
di mana dan bagaimana melaksanakan kegiatan yang dilakukan, seperti menari,
kegiatan bermain musik dan gerak di bermain, membuat seni kriya, dan lain-
rumah lain, kemudian hasil videonya dikirim ke
narasumber.
“Alhamdulillah, dengan segala
keterbatasan dan minimnya pengetahuan “Berdasarkan pengalaman melakukan
tentang pembelajaran secara online, kegiatan ini, maka perlu ada pelatihan
pengimbasan tetap dapat dilakukan bagi guru-guru PAUD, terutama
dengan, baik,” ungkap Haeriyanti. pembelajaran berbasis aplikasi daring.
Pemerintah perlu juga menyediakan
Namun begitu, ada beberapa kendala jaringan internet yang murah di sekolah-
yang dihadapi. Faktor geogras adalah sekolah untuk digunakan bersama, bukan
salah satu di antaranya. Maklum, sebaran menggunakan perangkat sendiri,” begitu
lokasi peserta, yang berada di gunung saran Haeriyanti.
sampai pesisir cukup menyulitkan. Hal

8AKSARA GUNA JULI - DESEMBER 2020 BP PAUD DAN DIKMAS PROVINSI SULAWESI SELATAN

St. Rachmatiah, S.Pd, M.Pd (Penilik dengan teman yang punya laptop, dan
asal Kabupaten Gowa) meminta mereka saling membantu
St. Rachmatiah, S.Pd.,M.Pd, penilik manakala ada yang belum paham
pada Dinas Pendidikan Kabupaten teknologi.
Gowa, juga berbagi pengalaman setelah
melakukan kegiatan pengimbasan “Bahkan, ada juga yang saya telepon
selama lima hari, yakni pada tanggal 2, langsung ke yang bersangkutan,” jelas
6-9 Juli 2020. Kegiatan yang Rachmatiah tentang caranya
dilakukannya secara luring di beberapa mengatasi kendala.
sekolah PAUD, yakni di TK Aisyiyah I
dan TK Aisyiyah I, Cabang Demi untuk perbaikan kegiatan
Sungguminasa, TK Melati Binaan PKK Bimtek dan pengimbasan ini, dia
Kabupaten Gowa, TK Kartika XX-34, mengusulkan agar waktu pelaksanaan
dan TK Pertiwi, Sungguminasa. kegiatan lebih diperpanjang lagi,
terutama pada materi media daring.
Ada 13 materi yang disajikan kepada Karena, menurutnya, materi tersebut
peserta, mulai dari kebijakan Direktorat lebih banyak digunakan pada
PAUD, pentingnya bermain bagi anak implementasi kegiatan BDR.
usia dini, bermain sains, bermain
matematika, bermain bahasa, bermain “Bila perlu diprogramkan kursus atau
seni kriya serta bermain musik dan pelatihan gratis cara mengoperasikan
gerak yang menyenangkan di rumah. laptop bagi PTK yang gaptek alias
Selain itu, materi tentang menyusun gagap teknologi,” sarannya.(*)
RPP sederhana, menilai hasil belajar
anak, model daring/Google Form,
pengasuhan positif, komunikasi efektif
dengan orang tua, dan dukungan
psikologi awal.

Dari kegiatan yang dilakukan,
ditemukan beberapa kendala, seperti
masih ada guru PAUD yang tidak
punya HP Android dan laptop, dan
penguasaan tekonologi yang minim.
Masalah ini dicarikan solusinya dengan
melakukan kegiatan tatap muka,
meminta peserta duduk berdampingan

9AKSARA GUNA JULI - DESEMBER 2020 BP PAUD DAN DIKMAS PROVINSI SULAWESI SELATAN

WAWANCARA

“Program

Pengimbasan Ini
Melebihi
Ekspektasi
Kami

Wawancara dengan

Hernawati Syam, S.Psi, MA.

Kasubbag Tata Usaha BP-PAUD dan Dikmas
Provinsi Sulawesi Selatan:

10AKSARA GUNA JULI - DESEMBER 2020 BP PAUD DAN DIKMAS PROVINSI SULAWESI SELATAN

Selama masa pandemi Covid-19, Hernawati Syam: Jika kami sebagai
sekolah tak bisa dilakukan secara panitia, evaluasi kami sebenarnya
tatap muka, melainkan melalui berharap ada anggaran yang diberikan
daring. Pemerintah kemudian membuat kepada peserta untuk melaksanakan
kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR), pengimbasan. Karena dalam
sehingga seluruh proses pembelajaran pengimbasan pasti ada biaya yang
dilakukan secara virtual. Untuk dikeluarkan oleh peserta. Apalagi yang
mendukung pembelajaran daring berada di lokasi geogras yang sulit.
tersebut, Direktorat PAUD, Kemdikbud Sementara kita sama paham bahwa
RI, membuat strategi pengimbasan agar kondisi honor guru PAUD masih sangat
semakin banyak guru memiliki minim.
kompetensi yang memadai dalam proses
belajar mengajar secara daring. Aksara Guna: Apa saja kendala yang
dihadapi oleh teman-teman di lapangan?
Bagaimana pelaksanaan program
pengimbasan ini di Sulawesi Selatan? Hernawati Syam: Tidak ada kendala
Apa kendala, harapan, dan pembelajaran yang berarti. Hanya saja, di beberapa
yang diperoleh setelah program kabupaten dengan medan yang sulit,
dilakukan? Berikut ini wawancara seperti Tana Toraja atau Toraja Utara
Aksara Guna melalui WhatsApp dengan harus melaksanakan secara tatap muka.
Kasubbag Tata Usaha BP-PAUD dan Karena koneksi internet kurang
Dikmas Provinsi Sulawesi Selatan, mendukung. Padahal, untuk
Hernawaty Syam, S.Psi, MA. melaksanakan secara tatap muka, harus
berhadapan dengan medan yang cukup
Aksara Guna: Bagaimana ibu melihat sulit.
pelaksanaan Program Pengimbasan?
Apakah sudah berjalan sesuai target yang Aksara Guna: Bagaimana peran BP-
ingin dicapai? PAUD dan Dikmas Provinsi Sulsel dalam
mengatasi masalah program
Hernawati Syam: Awalnya, kami pengimbasan tersebut?
sebagai panitia cukup pesimis
membayangkan pelaksanaan program Hernawati Syam: Tidak banyak yang
pengimbasan ini. Ditambah tidak ada bisa kami lakukan. Kami hanya memberi
anggaran yang diberikan oleh pihak alternatif kegiatan jika memang sulit
pelaksana, dalam hal ini, Direktorat melakukan secara tatap muka maka
PAUD untuk pelaksanaan kegiatan boleh secara daring, namun jika kedua
pengimbasan tersebut. Namun, ternyata metode itu cukup sulit boleh menelepon
peserta cukup antusias melaksanakan atau via chat satu per satu peserta
pengimbasan ke PTK PAUD lainnya. pengimbasan menjelaskan materi yang
Beberapa peserta melaksanakan secara diberikan selama Bimtek BDR.
tatap muka dan ada juga yang
melaksanakan secara daring. Dalam Aksara Guna: Dukungan apa yang,
beberapa kegiatan pengimbasan, malah menurut ibu, diperlukan bagi teman-
ada yang mengundang Kepala Dinas teman penyelenggara PAUD guna
Pendidikan setempat atau Kepala Bidang mengefektifkan program pengimbasan?
PAUD dalam kegiatan pengimbasannya.
Ini melebihi ekspektasi kami. Hernawati Syam: Dukungan anggaran
terutama, dan seleksi peserta yang harus
Aksara Guna: Apakah ada evaluasi yang diperketat. Kegiatan pengimbasan ini
sudah dilakukan terhadap progres butuh passion yang cukup kuat, bukan
program tersebut? sekadar mengikuti diklat dan
mendapatkan sertikat setelahnya.

11AKSARA GUNA JULI - DESEMBER 2020 BP PAUD DAN DIKMAS PROVINSI SULAWESI SELATAN

memperbaharui informasi yang dimiliki
setiap saat, dan itu hanya dapat dicapai oleh
guru-guru yang memiliki motivasi belajar
yang tinggi.

Aksara Guna: Bagaimana ibu melihat
renspons dan partisipasi orang tua dalam
mendukung pembelajaran anaknya selama
BDR?

Hanya orang-orang dengan passion kuat, Hernawati Syam: Harus diakui banyak
yang bersedia melakukan kegiatan orang tua yang tidak siap mendampingi
pengimbasan seperti ini. anak dalam melaksanakan belajar dari
rumah. Hal tersebut diperparah dengan
Aksara Guna: Dari sisi geogras, masing- metode yang digunakan oleh guru.
masing penyelenggara Paud yang berada Kebanyakan guru hanya memberikan tugas
di kota dan kabupaten, atau di pesisir dan dan dititipkan kepada orang tua. Tugas
pegunungan, tentu punya tantangan tersebut pada akhirnya dikerjakan oleh
berbeda. Bagaimana strategi BP-PAUD dan orang tua. Kalau begini, tentu proses
Dikmas Provinsi Sulsel menyiasati kondisi pembelajaran yang terjadi sangat minim.
ini?
Aksara Guna: Apa saja harapan kepada
Hernawati Syam: Terutama pada kondisi penyelenggara PAUD dan guru-guru
geogras pegunungan, seperti Enrekang, PAUD agar mereka memaksimalkan
Tana Toraja, dan Toraja Utara, ditambah kegiatan BDR?
sinyal yang tidak bagus atau daerah-daerah
yang masih sulit koneksi internet seperti di Hernawati Syam: Lebih menguasai
Luwu Timur. Kami hanya memberikan penggunaan media daring, memiliki
alternatif kegiatan, yang penting materi inisiatif, dan kreativitas untuk
yang diberikan selama Bimtek BDR mengembangkan metode pembelajaran
disebarkan ke-20 orang PTK PAUD di selama masa pandemi.
sekitarnya.
Aksara Guna: Apa pembelajaran yang
Aksara Guna: Bagaimana dengan SDM didapat oleh BP-PAUD dan Dikmas
guru-guru PAUD, apa kompetensi yang Provinsi Sulsel dari pelaksanaan program
diperlukan untuk meningkatkan kapasitas pengimbasan ini?
mereka agar lebih efektif melakukan BDR?
Hernawati Syam: Guru-guru PAUD kita
Hernawati Syam: Kompetensi dalam hal adalah orang-orang yang memiliki motivasi
penggunaan media daring dan motivasi dan semangat yang tinggi. Sehingga, perlu
untuk terus belajar dari berbagai sumber, didukung oleh anggaran dan kebijakan
terutama dalam masa pandemi. Karena yang berpihak pada mereka.
banyak perubahan dalam kurikulum yang
digunakan. Sehingga, guru-guru perlu Aksara Guna: Apa rencana program tahun
depan yang dilakukan untuk memperkuat
program pengimbasan ini?

Hernawati Syam: Tahun depan, jika masih
ada program seperti ini maka kami berharap
dapat memanaje kegiatan ini dengan lebih
baik.(*)

12AKSARA GUNA JULI - DESEMBER 2020 BP PAUD DAN DIKMAS PROVINSI SULAWESI SELATAN

Profil PAUD Ceria, Selama pandemi Covid-19, kata Hj Sitti Halmiah,
Unggul dengan dilakukan sistem piket agar layanan sekolah tetap
diberikan bagi orang tua. Bunda-bunda dijadwalkan
Program Parenting bergantian ke sekolah. Setiap hari bertugas 2 orang,
dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
Ditambahkan, pihak sekolah membuat kebijakan
agar paling tidak ada guru yang piket untuk
melayani orang tua saat akan mendaftarkan
anaknya di PAUD Ceria dan mengambil baju
seragam. Termasuk untuk keperluan peminjaman
alat peraga edukatif dari Pustaka Mainan yang
terletak di tengah-tengah gedung sekolah.

Sejak Desember 2018, Dra Hj Sitti Halmiah Hj Sitti Halmiah membeberkan, perbedaan PAUD
Z, M.Pd, punya tanggung jawab baru, Ceria dengan sekolah sejenis. Yakni, selain
yakni sebagai Ketua Penyelenggara prasarananya yang terbilang lengkap, juga karena
PAUD Ceria. Sebagai Ketua Penyelenggara sekolah ini punya program parenting yang
PAUD Ceria, beliau membawahi TK, KB dan memberikan pemahaman tentang pengasuhan anak
TPA (Taman Penitipan Anak), yang masing- bagi orang tua murid. Program parenting itu
masing memiliki kepala sekolah berbeda. Kepala mendorong peran serta orang tua dalam kegiatan-
Sekolah TK, Bunda Asriani, S.Pd, Kepala Sekolah kegiatan sekolah. Misalnya, pada saat penamatan
KB, Bunda Rahmawaty, S.Pd, sedangkan Kepala atau kelulusan, serta saat perayaan hari-hari besar
Sekolah TPA adalah Bunda Salsiah. keagamaaan. Semua kegiatan itu paguyuban orang
tua yang sepenuhnya tangani. Bahkan ada Kelas
PAUD Ceria ini berada di sisi utara dari area Inspirasi yang menghadirkan orang tua dari latar
Kantor BP-PAUD dan Dikmas Provinsi Sulawesi profesi berbeda tampil di depan kelas bercerita
Selatan, di Jalan Adiyaksa Nomor 2 Makassar. tentang pengalamannya.
Letaknya yang strategis menjadi salah satu daya
tarik orang tua menyekolahkan anaknya di situ. "Di sini ada program parenting yang diajarkan ke
Hal ini juga disampaikan oleh Kepala Sekolah orang tua sehingga mereka selalu berpartisipasi
TK, Bunda Asriani, S.Pd. Menurut ibu guru yang setiap ada kegiatan sekolah. Pihak sekolah terbuka
akrab disapa Bu Ani ini, banyak orang tua yang mendengar apa yang jadi kebutuhan orang tua
tertarik menyekolahkan anaknya ke sini karena terkait pendidikan anaknya," jelas alumni
lingkungan sekolah luas, juga alat permainan Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Universitas Negeri
yang mendukung pembelajaran. Makassar (UNM) yang pernah jadi guru SMA itu.
“Orang tua menganggap sekolah ini aman dan
nyaman bagi anaknya. Juga karena akses yang Parenting itu merupakan salah satu model yang
terjangkau dari lokasi tempat kerja orang dikembangkan di PAUD Ceria. Model ini disusun
tuanya," papar Bu Ani. oleh Kelompok Kerja (Pokja) PAUD pada BP-PAUD
dan Dikmas Provinsi Sulawesi Selatan. Selain itu,
model lain yang dibuat dan diujicobakan ke anak-
anak adalah model permainan tradisional, dan
model pemanfaatan bahan habis pakai. Sekolah ini
tak hanya jadi tempat uji coba pengembangan model
tapi juga lokasi studi banding bagi PAUD dari
sejumlah daerah di Sulsel.

"Model-model PAUD ini sudah dipraktikkan di
binaan kita, termasuk di daerah," pungkas Hj Sitti
Halmiah menutup pembicaraan.(*)

13AKSARA GUNA JULI - DESEMBER 2020 BP PAUD DAN DIKMAS PROVINSI SULAWESI SELATAN

BP-PAUD dan Dikmas Provinsi Sulawesi Selatan

Peduli Korban
Banjir Bandang Masamba

Luwu Utara berduka. Begitu tagar yang beredar di media sosial ketika banjir bandang
melanda wilayah Masamba dan sekitarnya di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, pada
Senin malam (13/Juli/2020). Intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan kapasitas Sungai
Masamba, Rongkang, dan Meli tidak mampu menampung air yang tercurah dari langit hingga
menyebabkan banjir dengan ketinggian 1 meter.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), update 17 Juli 2020, pukul
22.00 WIB via twitter BNPB, banjir bandang di Luwu Utara ini mengakibatkan 4.202 rumah
warga terdampak di 36 desa yang tersebar di 6 kecamatan. Korban banjir 36 orang meninggal
dunia, 67 orang hilang, 58 orang luka-luka, dan 2.949 warga menderita, serta 76 titik pengungsi
tersebar di 3 kecamatan, yakni Kecamatan Sabbang, Kecamatan Baebunta, dan Kecamatan
Masamba.

14AKSARA GUNA JULI - DESEMBER 2020 BP PAUD DAN DIKMAS PROVINSI SULAWESI SELATAN

BNPB juga mengidentikasi sejumlah Sebagai bentuk dukungan moral, Plt.
infrastruktur yang mengalami kerusakan. Di Kepala BP-PAUD dan Dikmas Provinsi
antaranya sekolah, rumah ibadah, jalan, Sulawesi Selatan, Pria Gunawan,
jembatan, lahan, sawah, pasar tradisional, menyampaikan harapannya kepada tim
bendungan irigasi, pipa air bersih, serta tanggap bencana agar senantiasa berhati-
fasilitas kesehatan. Banjir juga merusak akses hati, baik selama perjalanan maupun
jalan di Kecamatan Sabbang menuju Desa setelah tiba di lokasi. Pria Gunawan juga
Malimbu, di mana sepanjang jalan itu mengingatkan tim agar selalu
tertimbun lumpur dan hanya bisa dilalui memperhatikan protokol kesehatan.
kendaraan roda dua.
Tergerak oleh kondisi korban banjir yang Setelah menempuh perjalanan lebih dari
memprihatinkan, BP-PAUD dan Dikmas 300 km atau sekira 8 jam, tim tanggap
Provinsi Sulawesi Selatan kemudian bencana BP-PAUD dan Dikmas Provinsi
menggalang bantuan dan donasi sebagai Sulawesi Selatan Bantuan akhirnya tiba di
bentuk kepedulian, berupa uang maupun lokasi. Bantuan untuk korban banjir
barang. Penggalangan bantuan berlangsung bandang itu kemudian diserahkan
sejak Kamis, 16 Juli 2020. Bahkan dibuka langsung oleh tim kepada petugas di Posko
kesempatan berpartisiasi kepada karyawan Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Utara
Balai maupun masyarakat umum untuk yang berlokasi di SMPN 4 Masamba, pada
bersama-sama menjadi bagian dari tim Sabtu malam harinya.(*)
kemanusiaan guna membantu masyarakat
yang terdampak banjir bandang.
Kasubag Tata Usaha BP-PAUD dan Dikmas
Provinsi Sulawesi Selatan, Saprullah,
menjelaskan bahwa untuk tahap pertama tim
yang berangkat berjumlah 6 orang,
menggunakan 2 unit mobil, dan membawa
sejumlah bantuan. Tim tanggap bencana BP-
PAUD dan Dikmas Provinsi Sulawesi Selatan
berangkat ke Masamba pada Sabtu pagi, 18
Juli 2020.

“Kita berkoordinasi dengan Dinas
Pendidikan Luwu Utara," jelas Saprullah.
Selama dalam perjalanan, tim tanggap
bencana senantiasa menginformasikan
keadaan mereka. Setelah tiba, mereka
mengirimkan foto sejumlah lokasi
terdampak melalui WhatsApp Group Balai.
Anwar, salah seorang tim yang berangkat ke
Masamba, paling aktif menyampaikan
informasi. Ketika Tim bergerak menuju
Masamba, dia memohon dukungan dan doa
semoga tim tiba dengan selamat. Begitupun
ketika tim beristirahat di rumah seorang
penilik, di kompleks BTN Griya Cendana,
yang ikut terdampak bencana, Anwar
menyampaikan perkembangan situasi
mereka.

15AKSARA GUNA JULI - DESEMBER 2020 BP PAUD DAN DIKMAS PROVINSI SULAWESI SELATAN

13 Draft Model PAUD dan Dikmas
Tuntas Divalidasi

BP-PAUD dan Dikmas Provinsi Sulawesi saran dan masukan selama kegiatan FGD
Selatan kembali menggelar kegiatan Focus yang membahas dan mengulik 13 draft
Group Discussion (FGD) Validasi Draft model PAUD dan Dikmas. Kegiatan FGD
Model PAUD dan Dikmas Tahun 2020 ini berlangsung dengan baik dan lancar,
selama empat hari secara virtual sejak sehingga rancangan yang ada tuntas
tanggal 27-30 Juli 2020. FGD yang divalidasi.
dilakukan dengan menggunakan aplikasi Berikut daftar ke-13 draft model PAUD dan
Zoom meeting itu merupakan tindak lanjut Dikmas yang telah dibahas tersebut:
tahapan studi pendahuluan yang telah
dilaksanakan sebelumnya. 1. Model penataan lingkungan dan
alat permainan edukatif di satuan
FGD ini menghadirkan Direktur pendidikan anak usia dini,
Pembinaan PAUD Direktorat Jenderal didampingi akademisi Prof Dr
PAUD Dikdasmen, Muhammad Hasbi, Hamzah Upu;
dan beberapa narasumber lain dari
Direktorat PAUD, di antaranya Nurjannah, 2. Model penggunaan alat permaian
RR. Lestari Koesoemawardani, Khairullah, edukatif lepasan/loose parts,
Maryana, dan Johan Winarni. Dalam FGD didampingi akademisi Eva Meizara
tersebut, Muhammad Hasbi memberi arah Puspita Dewi, S.Psi, M.Psi,
agar pengembangan model PAUD dan Psokolog;
Dikmas tetap fokus dan selaras dengan
kebijakan Kementerian Pendidikan dan 3. M o d e l e v a l u a s i p r o g r a m
Kebudayaan. pendidikan sadar berlalulintas
Untuk mematangkan konsep yang dibuat, pada satuan PAUD, didampingi
sejumlah akademisi, pakar, birokrat, akademisi Dr Kamaluddin Tadjibu;
praktisi pendidikan, dan partisipan yang
mewakili satuan pendidikan juga terlibat. 4. Model penyelenggaraan PAUD
Mereka berkonstibusi aktif memberikan marjinal pada masyarakat
pemulung berbasis kemitraan,
didampingi akademisi Dr Rudi
Amir, M.Pd;

5. Model klinik PAUD jaminan mutu

16AKSARA GUNA JULI - DESEMBER 2020 BP PAUD DAN DIKMAS PROVINSI SULAWESI SELATAN

pada masyarakat marjinal (KP- Pengelolaan PAUD Ceria
Jamupedes), didampingi akademisi Selama Masa Pandemi
Herman, S.Pd, M.Pd;
6. Model penyelenggaraan pendidikan Rabu, 5 Agustus 2020. Bunda
anak usia dini pada komunitas adat Asriani, S.Pd, Kepala Taman
terpencil, didampingi akademisi Kanak-Kanak (TK) di
Muhammad Asri, S.Pd, M.Pd; Pendidikan Anak Usia Dini
7. M o d e l m u l t i s e n s o r i b e r b a s i s (PAUD) Ceria, tak
karakter dalam keaksaraan awal mendengar tawa renyah
anak usia dini pada satuan PAUD, murid-muridnya, seperti
didampingi akademisi Dr Thamrin, biasanya jika hari sekolah.
M.Pd; Sejak Maret 2020, anak-anak
8. M o d e l p s i k o e d u k a s i u n t u k memang dirumahkan,
mendukung kesiapan bersekolah sehingga praktis tak ada
anak usia 5-6 tahun melalui pelibatan aktivitas belajar-mengajar di
orang tua, didampingi akademisi Dr sekolah yang terletak di Jalan
Muhammad Musi, M.Pd; Adiyaksa Nomor 2 Makassar
9. Model penguatan penyelenggaraan itu.
layanan UKS pada satuan PAUD,
didampingi akademisi Dra Hj Andi Pagi itu, sekolah memang tampak lengang.
Besse Marda, M.Pd; Kursi-kursi yang biasa dipakai anak-anak di
10. Model penguatan program kesiapan sekitar Pustaka Mainan diletakkan terbalik. Tak
bersekolah anak usia 5-6 tahun ada anak-anak di halaman sekolah bermain
melalui pelibatan orang tua, perosotan, ayunan, jungkit-jungkitan atau
didampingi akademisi Dr Abdul berkejaran dengan suara riuh. Hanya ada seekor
Saman, M.Si.Kons; kucing tiduran di selasar. Meski begitu, ruang
11. M o d e l e v a l u a s i a u t e n t i k dan lantai sekolah terlihat rapi bersih. Ridwan,
perkembangan karakter anak pada cleaning service yang ditemui pagi itu
satuan PAUD, didampingi mengatakan, sekalipun tidak ada aktivitas,
akademisi Dr Parwoto; sekolah tetap dibersihkan.
12. Model pemberdayaan Krida Dikmas
Saka WBB pada pembelajaran Biasanya, sejak pukul 07.00 para bunda sudah
keaksaraan dasar, didampingi bersiap menyambut lebih seratusan muridnya
akademisi Dr Lu'mu Taris, M.Pd; karena waktu belajar dimulai pukul 07.30 untuk
13. M o d e l p e l i b a t a n o r a n g t u a Kelompoak Bermain (KB) dan Taman Kanak-
membangun gizi pencegah stunting Kanak (TK). Mereka nanti pulang saat jarum jam
lanjutan anak SMP di Sulawesi menunjuk tepat pukul 11.00 wita. Bunda
Selatan didampingi akademisi Prof merupakan sebutan untuk guru yang mengajar
Dr H Syamsul Bahri Gaffar, M.Si; di PAUD Ceria.

Plt Kepala BP-PAUD dan Dikmas Provinsi Meski begitu, ibu satu anak yang akrab disapa
Sulawesi Selatan, Pria Gunawan, saat Bunda Ani itu, tetap terlihat semangat. Apalagi
menutup kegiatan FGD berharap kepada ketika dia diajak bercerita tentang
tim pengembang dan akademisi pengalamannya menyelenggarakan
pendamping untuk mengawal lahirnya pendidikan selama merebaknya wabah Covid-
model-model unggul yang memenuhi 19. Katanya, minat orang tua memasukkan
kriteria kebaruan, inovatif, dan adaptif anaknya di PAUD Ceria cukup banyak. Lokasi
dengan situasi terkini dengan tetap yang strategis, halaman yang luas, lingkungan
berpedoman pada Perdirjen Nomor 02 yang aman dan nyaman, serta fasilitas yang
Tahun 2016.(*)

17AKSARA GUNA JULI - DESEMBER 2020 BP PAUD DAN DIKMAS PROVINSI SULAWESI SELATAN

lengkap, menjadi alasan orang tua memilih setiap guru dituntut menguasai semua sentra.
TK ini. Belum lagi, sekolah dengan akreditasi Setiap tahun sekolah mengadakan outing
A untuk TK dan KB ini, merupakan tempat uji class. Guru juga memanfaatkan fasilitas
coba pengembangan model yang dilakukan sekitar seperti kolam ikan dan kandang
oleh BP-PAUD dan Dikmas Provinsi Sulawsi burung sebagai arena pembelajaran.
Selatan. Untuk tahun ajaran 2020-2021, ada 30 murid
baru dan 30-an murid lama. Selama
"Penyelenggaraan PAUD kini semakin pendaftaran murid baru dilakukan secara
diperhatikan, tidak seperti dulu. Karena online, tapi ada juga yang langsung ke
PAUD disadari menjadi dasar bagi sekolah. Alasannya karena ada orang tua
pendidikan anak ke depan," kata Bunda yang ingin melihat-lihat calon sekolah
Asriani, S.Pd, saat ditemui di ruang kerjanya. anaknya.
"Saat anak diantar mendaftar dan mengambil
Menyadari pentingnya menjamin tumbuh baju seragam, ada yang sempat main-main di
kembang anak dalam usia emas, pemerintah halaman dan melihat-lihat ruangan
berkomitmen menyediakan layanan PAUD kelasnya," kata Bunda Ani.
tetap optimal meski di masa pandemi Covid- Semua murid ikut masa pengenalan
19. Hal itu karena sejak lahir hingga usia 8 lingkungan sekolah (MPLS) karena selain
tahun merupakan fase pembentukan perkenalan anak, guru dan pengurus, juga
kemampuan dasar anak, mulai dari penyampaian program serta informasi
kemampuan motorik, kemampuan kognitif, terbaru dari sekolah dan yayasan. MPLS
hingga kemampuan sosial emosional. Fase dilakukan tanggal 25-26 Juli 2020 lewat
usia emas inilah yang ditumbuh- aplikasi Zoom.
kembangkan agar si anak dapat mencapai MPLS diadakan Sabtu-Ahad, mulai pukul 9
kemampuan terbaiknya di masa mendatang. pagi sampai 12 siang, menggunakan akun
Misalnya dengan memberikan mainan kantor. Menariknya, pada hari pertama
edukatif yang aman dan menyenangkan. semua orang tua bergabung dalam MPLS
daring itu, tapi pada hari kedua jumlahnya
Bunda Ani kemudian menunjuk Pustaka berkurang, mungkin karena weekend.
Mainan yang berada tepat di tengah gedung "Menarik dilihat sewaktu anak ikut MPLS.
sekolah. Pustaka Mainan ini merupakan Ada yang jungkir balik, ada yang baring di
bantuan Kemdikbud RI. Dikatakan, sofa, ada yang kelihatan bosan. Anak-anak
permainan edukatif yang mereka miliki kan fokusnya cuma sebentar. Anak belum
sangat mendukung. Alat permainan luar mengerti, beda kalau pengenalan lingkungan
sekolah ini rencana mau diperbarui dan sekolah dilakukan secara langsung," kisah
ditambahkan. Selama anak-anak Bunda Ani sambil senyum.
dirumahkan, permainan itu dipinjamkan Selama masa pandemi Covid-19, ada
untuk digunakan di rumah, tapi dicatat dulu, kebijakan yang berubah. Uang masuk
layaknya peminjaman buku. Di Pustaka sekolah yang biasanya 3 juta dikurangi
Mainan itu terdapat alat pertukangan, balok, menjadi hanya 1 juta rupiah per anak.
puzzle, merangkai huruf, peraga baca, 25 Nabi Keluhan orang tua soal SPP selama belajar
dan Mujizatnya, bentuk-bentuk hewan, dan dari rumah (BDR) juga direspons. Bila
lain-lain. biasanya mereka membayar tiap bulan
Bu Ani bercerita, dia menjadi Kepala Sekolah sebesar Rp350.000 maka selama pandemi ada
TK sejak Februari 2018. Di sekolah dua lantai potongan Rp100.000. Selama BDR, waktu
dengan 7 ruang kelas ini, terdapat enam belajar anak juga tidak dipatok pada jam
sentra pembelajaran. Yakni, Sentra Imtak, tertentu tapi mengikuti waktu orang tua
Sentra Sains, Sentra Peran, Sentra Balok, sehingga lebih eksibel.
Sentra Seni dan Kreativitas, serta Sentra "Tujuan keringanan dan kemudahan ini
Persiapan. Ditambahkan, untuk anak TK, saat dilakukan agar semua anak terlayani
pembelajaran, mereka bergerak dan pendidikan usia dininya," kunci Bu Ani.(*)
berpindah dari satu sentra ke sentra
berikutnya. Begitupun dengan gurunya. Jadi

18AKSARA GUNA JULI - DESEMBER 2020 BP PAUD DAN DIKMAS PROVINSI SULAWESI SELATAN

BP-PAUD dan Dikmas Provinsi Sulsel

Berganti Nakhoda

Jabatan merupakan amanah yang bisa Sulawesi Selatan. Jika sebelumnya dijabat
berganti, sesuai mekanisme dan oleh Drs Saprullah, M.Si, maka sejak hari
kebutuhan organisasi. Apalagi untuk itu digantikan oleh Hernawati Syam, S.Psi,
jabatan di lingkup pemerintahan. Karena MA, yang sebelumnya merupakan Kepala
sejak awal, seorang aparatur sipil negara Seksi Pengembangan Sumber Daya.
(ASN) telah berkomitmen, siap Saprullah selanjutnya dipromosi ke
ditempatkan di mana saja. Meski Sulawesi Tengah sebagai Kepala Balai
kepemimpinan berganti, namun roda mengisi posisi yang ditinggalkan Arman
organisasi harus terus berjalan. Ibarat kapal Agung.
yang berganti nakhoda, akan terus berlayar
sesuai tujuan pelayarannya. Saprullah, ketika menyampaikan kata
perpisahan, mengenang kembali
Begitulah yang terjadi di BP-PAUD dan perjalanan kariernya hingga dipercaya
Dikmas Provinsi Sulawesi Selatan. Pria menjadi Kepala Balai di Sulawesi Tengah.
Gunawan, SH, M.Si, yang menjabat sebagai Tak lupa, dia mengucapkan terima kasih
Kepala BP-PAUD dan Dikmas Provinsi kepada Pak Piyu, sapaan akrab Pria
Sulawesi Selatan sejak Januari 2016, pada Gunawan, atas bimbingan dan arahannya,
Kamis, 13 Agustus 2020, menyerahkan selama dirinya menjadi Kasubbag Umum.
jabatan yang diembannya itu kepada Drs. Dia juga menyapa kolega-koleganya
Arman Agung, M.Pd. Arman Agung sesama pajabat lingkup BP-PAUD dan
sebelumnya merupakan Kepala BP-PAUD Dikmas Provinsi Sulawesi Selatan, para
dan Dikmas Provinsi Sulawesi Tengah, kepala seksi, yang dinilainya sebagai mitra
sedangkan Pria Gunawan dimutasi ke Bali. kerja yang luar biasa dalam membangun
BP-PAUD dan Dikmas Provinsi Sulawesi
Pergantian juga terjadi pada Kasubbag Selatan. Ucapan terima kasih juga
Umum BP-PAUD dan Dikmas Provinsi disampaikan kepada jajaran staf Subbag

19AKSARA GUNA JULI - DESEMBER 2020 BP PAUD DAN DIKMAS PROVINSI SULAWESI SELATAN

“Orang Sulawesi Selatan itu ramah, bersahabat, dan penuh
kekeluargaan. Tidak suka berbasa-basi di semua level, membuat saya

merasa seperti keluarga sendiri," katanya.

Umum yang tak kenal lelah menyelesaikan "Kalimat Pak Piyu justru menjadi motivasi
tugas. Bahkan terkadang harus masuk agar saya segera menyelesaikan
kantor di luar jam kerja. Ucapan terima pendidikan saya," ungkap Hernawati
kasih secara khusus disampaikan kepada Syam.
semua tenaga kerja non-PNS yang telah
bekerja keras hingga balai ini mendapat Dia juga memuji Saprullah yang
penghargaan secara nasional. dipromosikan menjadi Kepala BP-PAUD
dan Dikmas Provinsi Sulawesi Tengah
Acara lepas sambut ini berlangsung sebagai gur berpengalaman mengelola
dengan tetap memperhatikan protokol Subbagian Umum.
kesehatan Covid-19. Peserta yang hadir di
Aula Anging Mammiri hanya 50-an orang "Kinerja Pak Saprullah akan dijadikan
dan mengenakan masker. Padahal, aula ini sebagai standar kerja," katanya.
berkapasitas 300-an orang. Pegawai lain Tentang gur Arman Agung, sebagai
yang work form home (WFH) menyaksikan nakhoda baru BP-PAUD dan Dikmas
acara lepas sambut tersebut melalui Provinsi Sulawesi Selatan, dianggap
aplikasi Zoom di kediaman masing-masing. merupakan pribadi yang menyenangkan.
Menurut Hernawati Syam, sejak masih staf
Begitu diminta memberikan kata-kata hingga menjadi pimpinan, Pak Arman
perpisahan, Pria Gunawan menyampaikan selalu menyapa duluan jika bertemu
ucapan terima kasih kepada pegawai BP- dengannya.
PAUD dan Dikmas Provinsi Sulawesi
Selatan yang telah memberi dukungan “Pak Arman merupakan pribadi yang
terhadapnya selama bertugas di Makassar. ramah,” puji Hernawati Syam.
Dia mengaku sangat berkesan selama
berada di Sulawesi Selatan. Sementara Kepala Balai BP-PAUD dan
“Orang Sulawesi Selatan itu ramah, Dikmas Provinsi Sulawesi Selatan, Arman
bersahabat, dan penuh kekeluargaan. Agung, menilai Pria Gunawan sebagai
Tidak suka berbasa-basi di semua level, pemimpin bertangan dingin.
membuat saya merasa seperti keluarga "Di masa kepemimpinan Pak Piyu ada tiga
sendiri," katanya. pegawai BP-PAUD dan Dikmas Provinsi
Sulawesi Selatan yang dipromosi menjadi
Sementara Kasubbag Hernawati Syam kepala balai," katanya.
mengenang Pria Gunawan sebagai
motivator yang terus menyemangati Tiga kepala Balai yang dimaksud adalah,
dirinya hingga menyelesaikan studi S2-nya Arman Agung sebagai Kepala BP-PAUD
di Yogyakarta. Saat itu, kisah Hernawati dan Dikmas Provinsi Sulawesi Tengah,
Syam, Pak Piyu mengatakan bahwa sekarang menjadi Kepala BP-PAUD dan
dirinya telah merugikan negara karena Dikmas Provinsi Sulawesi Selatan.
studinya tidak selesai sesuai target. Meski Berikutnya, yang kedua adalah Kasi
dia tidak lagi menggunakan uang negara Program, Harisman, yang dipromosi
guna melanjutkan studi, namun negara sebagai Kepala Balai di Sulawesi Teggara,
rugi karena waktu yang seharusnya dan yang ketiga adalah Saprullah, dari
digunakan bekerja di balai habis untuk Kasubbag Umum naik pangkat menjadi
studi. Kepala Balai di Sulawesi Tengah.(*)

20AKSARA GUNA JULI - DESEMBER 2020 BP PAUD DAN DIKMAS PROVINSI SULAWESI SELATAN

Webinar
Kelas Orang Tua Berbagi
Sulawesi Selatan
Sesi 1

“Orang tua perlu mengambil peran yang lebih aktif
dalam pendampingan Belajar dari Rumah (BDR),
agar anak dapat berkembang dan bertumbuh
aspek-aspek kognitifnya,” begitu pesan Kepala
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi
Sulawesi Selatan, Prof Dr Muhammad Jufri, S.Psi,
M.Si, M.Psi, Psikolog, saat hadir sebagai keynote
speaker Webinar Kelas Orang Tua Berbagi Sulawesi
Selatan Sesi 1, Rabu, 9 September 2020.

Kelas orang tua berbagi merupakan pandemi– maka pembelajaran secara daring
program nasional Kemdikbud RI itu akan berlanjut atau diperpanjang.
yang diinisiasi oleh Direktorat "Hampir semua wilayah di Sulawesi
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Tujuan Selatan, kecuali Toraja Utara, melaporkan
program ini untuk membangun kesadaran belum ada sekolah yang siap untuk
orang tua/wali bahwa mereka sangat melakukan pembelajaran tatap muka di
penting terlibat dalam pendidikan anak- sekolah," jelas Prof. Jufri.
anaknya, temasuk mengembangkan Kelas Orang Tua Berbagi Sesi I ini
lingkungan belajar yang aman, nyaman, mengusung tema Pelibatan Anak Usia Dini
dan menyenangkan bagi anak. dalam Pekerjaan Rumah Tangga. Tampil
sebagai narasumber orang tua, yaitu
Webinar Kelas Orang Tua Berbagi Sulawesi Hadasiah, yang merupakan orang tua pada
Selatan Sesi 1 dikemas dalam bentuk PAUD Plus Al Qurthuba, Makassar, dan Ika
talkshow online di mana orang tua hadir Hardiyanti, orang tua pada TK
untuk sharing pengalaman selama Polesumange, Bone. Webinar juga
pembelajaran di masa pandemi. Prof menghadirkan Ari Pratiwi, dosen Fakultas
Muhammad Jufri berharap, para peserta Psikologi Universitas Brawijaya, Malang,
webinar sukses memainkan perannya sebagai narasumber ahli. Kegiatan yang
sebagai orang tua yang menyenangkan dan berlangsung selama 3 jam dan diikuti 130-an
dicintai anak-anaknya. Karena itu, orang tua partisipan ini, dipandu moderator Firman
mesti jadi teladan, dengan senantiasa Rusliawan, analis PAUD PNF pada BP-
memberi motivasi bagi anak-anaknya agar PAUD dan Dikmas Provinsi Sulawesi
tak patah semangat selama mengikuti Selatan.
pembelajaran di rumah.
Dalam arahannya, ketika membuka Kasubbag Tata Usaha BP-PAUD dan
webinar ini, Prof Jufri menyampaikan Dikmas Provinsi Sulawesi Selatan,
kebijakan Dinas Pendidikan dan Hernawati Syam, menyampaikan bahwa
Kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan kegiatan ini akan berlangsung setiap dua
bahwa, sesuai SK Gubernur Sulsel, kegiatan minggu sekali sebanyak 8 kali. Kegiatan
Belajar dari Rumah dilaksanakan hingga dimulai pada awal September dan akan
tanggal 19 September 2020. Namun, jika berakhir pada awal Desember 2020
diperlukan –yang didasarkan pada kondisi mendatang.(*)

21AKSARA GUNA JULI - DESEMBER 2020 BP PAUD DAN DIKMAS PROVINSI SULAWESI SELATAN

750 Lembaga
Jadi Target Pemetaan Mutu

BP-PAUD dan Dikmas
Provinsi Sulsel

Kepala BP-PAUD dan Dikmas Provinsi Menurut Koordinator Informasi dan
Sulawesi Selatan, Drs Arman Agung, Kemitraan, Darmawangsa, ada
M.Pd, menekankan pentingnya hasil penambahan utusan peserta Ortek
pemetaan mutu karena akan Pemetaan Mutu satuan PAUD dan Dikmas
ditindaklanjuti dengan kegiatan supervisi. untuk kabupaten/kota dibanding tahun-
Arman Agung menyampaikan hal itu di tahun sebelumnya. Ditambahkan, pada
hadapan lebih 100 peserta Orintasi Teknis dasarnya kegiatan ini banyak melibatkan
(Ortek) Pemetaan Mutu Satuan PAUD dan peserta untuk mengikuti Ortek pemetaan
Dikmas Provinsi Sulsel, yang dilakukan mutu agar lebih baik lagi, apalagi ini di
secara virtual melalui aplikasi Zoom. Ortek masa pandemi.
dilakukan selama dua hari, yakni Selasa
dan Kamis, 8 dan 10 September 2020. "Waktunya singkat dengan target 750
lembaga untuk dipetakan, dari target awal
“Data-data yang kita dapatkan itu nantinya yang hanya menyasar 550 lembaga,"
akan menjadi bahan yang harus katanya.
diperhatikan dalam melaksanakan
kebijakan BP-PAUD dan Dikmas Provinsi Kegiatan orientasi teknis ini akan
Sulawesi Selatan,” jelas Arman Agung. ditindaklanjuti dengan pelaksaanan
pemetaan mutu yang akan memberikan
Dalam sambutannya, Arman Agung gambaran, kebijakan, dan pedoman bagi
menyampaikan bahwa kegiatan Ortek BP-PAUD dan Dikmas Provinsi Sulsel.
Pemetaan Mutu Satuan PAUD dan Dikmas Seluruh hasil pemetaan akan dianalisis dan
ini memiliki arti, tujuan, dan fungsi yang diramu menjadi kebijakan dan program
begitu penting. Karena akan digunakan yang dilaksanakan untuk peningkatan
dalam rangka meningkatkan mutu satuan mutu pendidikan di Indonesia pada
pendidikan yang ada di wilyah kerja BP- umumnya, dan khususnya di Sulawesi
PAUD dan Dikmas Provinsi Sulawesi Selatan.
Selatan.
Ada banyak hal yang dibahas dalam
Sebanyak 106 orang mengikuti Ortek kegiatan orientasi teknis pemetaan mutu
Pemetaan Mutu tersebut, termasuk Kepala ini, di antaranya memberikan pembekalan
Subbagian Tata Usaha, Hernawati Syam, dan pemahaman bagi semua peserta terkait
Koordinator Informasi dan Kemitraan, bagaimana mekanisme, arahan, dan tujuan
Darmawangsa, serta Koordinator Pamong kegiatan ini dilaksanakan. Karena itu,
Belajar, Fardus A. Angka. Selain itu, Arman Agung berpesan agar seluruh
kegiatan diikuti oleh peserta utusan 24 peserta mengikuti kegiatan sebaik-baiknya
kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, agar mendapatkan manfaat yang sebesar-
terdiri dari unsur Kepala Bidang PAUD besarnya, bukan hanya bagi diri sendiri
dan Dikmas, Koordinator Pengawas tapi juga demi kemajuan BP-PAUD dan
PAUD, Koordinator Penilik PLS, Operator Dikmas Provinsi Sulawesi Selatan.(*)
Dapodik, dan perwakilan lembaga sasaran
pemetaan mutu tahun 2020.

22AKSARA GUNA JULI - DESEMBER 2020 BP PAUD DAN DIKMAS PROVINSI SULAWESI SELATAN

Perlu
Komunikasi Efektif
Orang Tua dan Guru
Selama Masa BdR

Dalam masa pandemi ini, berlangsung sekira 3 jam lamanya, namun
komunikasi antara guru dan orang peserta yang berjumlah 207 orang antusias
tua menjadi sangat penting untuk mengikuti kegiatan.
mengetahui kemajuan belajar anak, dan
untuk menemukan cara memecahkan Untuk memberikan pengayaan wawasan,
masalah secara bersama antara orang tua panitia menghadirkan narasumber ahli,
dan guru. Demikian dikemukakan Naomi yakni Eva Meizara Puspita Dewi, S.Psi, M.Si,
Oktarina, istri Wakil Gubernur Provinsi Psikolog, dosen pada Fakultas Psikologi
Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaeman. Universitas Negeri Makassar (UNM),
Naomi Oktarina, tampil sebagai keynote sekaligus Ketua Asosiasi Psikologi
speaker mewakili Bunda PAUD Provinsi Pendidikan Indonesia (APPI) Wilayah
Sulsel, dalam webinar Kelas Orang Tua Sulawesi. Sementara sebagai narasumber
Berbagi Sulawesi Selatan Sesi 2, melalui orang tua, hadir berbagi pengalaman adalah
aplikasi Zoom, Rabu, 23 September 2020. Mardiwati, orang tua pada TK Kemala
Bhayangkari 14, Takalar, dan Hasrida
“Komunikasi ki' sesering mungkin dengan Muhajir, orang tua yang anaknya masih
guru kelas anak ta'. Pilih media komunikasi duduk di bangku TK di Parepare.
yang cocok dan nyaman untuk semua. Mardiwati dan Hasrida Muhajir, saat
Saling menghargai dan mengapresiasi berbagi pengalaman mengemukakan
peran serta dan keterlibatan masing-masing kendala yang mereka hadapi selama kurang
dalam pendidikan anak. Juga tidak lebih enam bulan masa BDR, dan cara
membuat asumsi dan kesimpulan sendiri, mereka mengatasi situasi tersebut.
sebelum mengetahui duduk persoalannya," Dikatakan, keterbatasan orang tua maupun
papar Naomi Oktarina, berbagi tips kepada guru dalam mengakses fasilitas teknologi,
peserta bagaimana membangun
komunikasi yang efektif antara orang tua
dan guru.

Kelas Orang Tua Berbagi Sulawesi Selatan
Sesi 2 ini digelar oleh BP-PAUD dan Dikmas
Provinsi Sulawesi Selatan. Webinar series
kali ini mengusung tema "Komunikasi
Efektif Orang Tua dan Guru Kelas Selama
Masa Belajar dari Rumah (BDR) di Sulawesi
Selatan." Kelas Orang Tua Berbagi
merupakan program nasional Kemdikbud
yang diprakarsai oleh Direktorat PAUD.
Moderator sesi 2 ini adalah Rusdiana,
Pamong Belajar Madya pada BP-PAUD dan
Dikmas Provinsi Sulawesi Selatan. Meski

23AKSARA GUNA JULI - DESEMBER 2020 BP PAUD DAN DIKMAS PROVINSI SULAWESI SELATAN

Tidak mudah menjadi orang tua sekaligus guru dalam masa
pandemi. Selama ini, orang tua dan guru berbagi peran terhadap
proses pembelajaran anaknya. Peran guru banyak dilakukan di

sekolah, sedangkan ketika sudah di rumah, orang tua ikut
mendampingi anaknya belajar.

seperti internet dan smartphone, sangat kecanduan gadget di masa BdR. Itu karena
mempengaruhi keberlangsungan BDR. ada pelonggaran mereka memegang dan
Jadi, akses dan dukungan teknologi ini menggunakan gawai dengan alasan untuk
yang paling dirasakan oleh orang tua. belajar daring. Karena itu, anak butuh
Sebagai narasumber ahli, Eva Meizara, dukungan psikologis untuk berkembang,
mengakui bahwa tidak mudah menjadi secara emosional dan sosial. Harus diakui,
orang tua sekaligus guru dalam masa tidak semua orang tua mampu
pandemi. Selama ini, orang tua dan guru mendampingi anak-anak mereka dengan
berbagi peran terhadap proses baik. Di sinilah diperlukan sinergi yang
pembelajaran anaknya. Peran guru banyak baik antara rumah dan sekolah agar
dilakukan di sekolah, sedangkan ketika berdampak positif bagi siswa, guru, dan
sudah di rumah, orang tua ikut orang tua.
mendampingi anaknya belajar. Namun, "Untuk orang tua, pastikan anak sudah
selama masa pandemi Covid-19, proses mandi dan makan. Dampingi anak, dan
belajar yang biasanya dilakukan di sekolah ciptakan kondisi yang nyaman. Siapkan
beralih ke rumah, dengan orang tua peralatan dan fasilitas, serta terapkan
sebagai pendamping sekaligus disiplin, dan nikmati prosesnya bersama
memainkan peran sebagai guru. anak,” jelas Eva Meizara berbagi tips
kepada orang tua.
"Posisi orang tua yang paling berat. Banyak
beban kuota, fasilitas gawai, dan material Sedangkan untuk guru, Eva Meizara
yang terkait teknologi jadi masalah. Orang berbagi kiat, yakni dengan menekankan
tua pusing membagi waktu work from home pentingnya kerjasama dengan orang tua.
(WFH) dan studying from home (SFH), Kemudian munculkan semangat belajar
sehingga membuat mereka jenuh dan anak-anak, serta berikan ruang kreativitas,
lelah," ungkap Eva. dan umpan balik untuk melihat
perkembangan pembelajaran selama BdR.
Dikatakan, peran guru tidak dapat Eva Meizara mengunci materinya dengan
digantikan oleh media sosial. Bahkan menyatakan bahwa kondisi BdR telah
karakter anak di rumah dan di sekolah bisa menyadarkan kita semua. Pendidikan
muncul berbeda. Hasil pembelajaran ofine anak itu bukan hanya tanggung jawab
dan online tentu tidak bisa sama. Penelitian guru tapi juga orang tua. Selain itu,
menunjukkan bahwa BdR kurang efektif menuntut kreativitas guru dalam
atau tidak optimal dalam pencapaian merancang pembelajaran yang menarik
standar belajar anak. agar tercapai tujuan pendidikan
sebagaimana idealnya. Tentu saja, realitas
"Data LBH APIK menunjukkan pandemi menguji kesungguhan pada
peningkatan KDRT di masa Covid. Bahkan siswa dalam mengikuti dan
ada anak yang meninggal akibat menyelesaiakan tugas-tugas yang
mengalami kekerasan dari orang tuanya diberikan gurunya.
selama mendampingi anak belajar di
rumah," kata Eva Meizara. “Kunci kesuksesan pendidikan anak-anak
kita adalah kerja sama antara orang tua dan
Lebih lanjut, Eva Meizara guru," demikian Eva Meizara mengakhiri
mengungkapkan bahwa anak-anak mulai pemaparannya.(*)

24AKSARA GUNA JULI - DESEMBER 2020 BP PAUD DAN DIKMAS PROVINSI SULAWESI SELATAN

Rakor Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Bidang PAUD
Se-Sulawesi Selatan

BP-PAUD dan Dikmas Provinsi Sulawesi berolahraga dan bercanda. Mengenai
Selatan mengadakan Rapat Koordinasi kebutuhan pendidikan, orang tua harus
(Rakor) Kabupaten/Kota Tahun 2020, yang bersinergi dengan anak dan satuan
diikuti Kepala Dinas Pendidikan dan pendidikan. Memberikan stimulasi yang
Kepala Bidang PAUD se-Sulawesi Selatan, tepat sesuai dengan tumbuh kembang
di Aula Anging Mammiri BP-PAUD dan anak. Itu penting untuk perkembangan
Dikmas Provinsi Sulawesi Selatan, kognitif, psikomotorik, dan psikologis
Makassar, Rabu malam, 23 September 2020. anak.
Rakor yang berlangsung selama tiga hari
ini dibuka secara virtual oleh Sekretaris Dalam hal pengasuhan, orang tua mesti
Direktorat Jenderal PAUD, Dikdas, dan memperhatikan pemenuhan kebutuhan
Dikmen Kemdikbud RI, Dr Sutanto SH, esensial yang diberikan sebelumnya.
MH. Orang tua hendaknya memberikan pola
asuh yang efektif dan positif. Kebutuhan
Saat membuka rakor, Dr Sutanto esensial keempat, yang berkaitan dengan
mengatakan, ada empat kebutuhan perlindungan, juga tak kalah pentingnya.
esensial anak usia dini yang harus Karena orang tua harus bisa mengelola
diperhatikan oleh orang tua. Empat emosinya agar tidak berdampak pada anak
kebutuhan esensial anak yang dimaksud dan menghindarkan mereka dari dampak
adalah kesehatan, pendidikan, kekerasan dalam rumah tangga.
pengasuhan, dan perlindungan.
“Di sini, sikap orang tua itu juga secara
“Keempat hal itu harus menjadi perhatian tidak langsung mengajarkan anak untuk
dalam mempersiapkan anak memasuki mengelola emosinya,” jelas Sutanto.
usia sekolah,” tegasnya. Kepala BP-PAUD dan Dikmas Provinsi
Sulawesi Selatan, Drs Arman Agung, M.Pd
Kebutuhan kesehatan anak dimaksud, mengatakan, sebelum memutuskan
yakni orang tua selalu memberi makanan melaksanakan kegiatan ini secara tatap
bergizi yang seimbang, bernutrisi, serta muka, telah dipertimbangkan
menciptakan lingkungan yang bersih dan perkembangan terkini kondisi dan aturan
sehat. Termasuk mengajak anak yang diberlakukan terkait protokol

25AKSARA GUNA JULI - DESEMBER 2020 BP PAUD DAN DIKMAS PROVINSI SULAWESI SELATAN

kesehatan. Menurutnya, ada banyak hal membuat UPT PP/BP-PAUD dan Dikmas
yang perlu dikoordinasikan terkait se-Indonesia berubah induk dari
pelaksanaan program dan kegiatan PAUD Direktorat Jenderal PAUD dan Dikmas ke
dan Dikmas di Sulsel. Direktorat Jenderal PAUD Dikdas dan
Dikmen.
"Setelah menimbang dan memperhatikan
berbagai hal, termasuk fasilitas asrama "Akibat restrukturisasi tersebut, untuk
dan aula kami yang memungkinkan tetap beberapa saat kami mengalami cut off
terjaganya ketatalaksanaan protokol anggaran, sehingga sebagian besar
kesehatan Covid-19, maka kami putuskan kegiatan BP-PAUD dan Dikmas Provinsi
mengundang peserta secara terbatas Sulsel harus kami agendakan ulang,
dengan skala prioritas,” jelas Arman termasuk di antaranya rakor ini," katanya.
Agung. Fenomena itu, menurutnya, menjadi
tantangan dan hambatan dalam
Disampaikan, banyak kendala dalam pelaksanaan program PAUD dan Dikmas
pelaksanaan pembelajaran selama masa Provinsi Sulsel, sehingga dalam rentang
pandemi Covid-19. Berbagai keluhan juga September-Desember 2020, BP-PAUD dan
datang dari para orang tua dan guru Dikmas Provinsi Sulsel harus betul-betul
karena sulitnya melaksanakan bekerja keras dan berjibaku mengejar
pembelajaran di masa pandemi. ketertinggalan pada bulan-bulan
Dilaporkan bahwa Balai baru saja sebelumnya.
melaksanakan webinar "Kelas Orang Tua
Berbagi Sulsel Sesi 2" kerja sama Direktorat “Kehadiran peserta dalam rakor ini kami
PAUD dengan BP-PAUD dan Dikmas yakini akan memberi nilai substansi yang
Provinsi Sulsel. Dalam kegiatan tersebut, besar dan penting dalam menjawab
banyak sharing dari orang tua murid yang tantangan dan permasalahan PAUD di
menyampaikan kesulitan mereka wilayah kerjanya masing-masing," kata
mendampingi anak-anaknya belajar di Arman Agung.
rumah. Selaku pemangku kebijakan dan
kepentingan, sharing dari orang tua murid Karena rakor ini diselenggarakan dalam
itu, harus dicarikan solusi terbaik agar masa pandemi Covid-19, maka panitia
pendidikan generasi penerus bangsa ini menerapkan protokol kesehatan secara
tetap dilaksanakan apapun caranya. ketat, mulai dari menjaga jarak,
menggunakan masker, hingga pengaturan
Dikatakan pula, tahun ini merupakan kamar peserta, di mana tiap kamar
momentum perubahan yang berdampak diperuntukkan bagi satu orang peserta.(*)
langsung terhadap berbagai aspek.
Terjadinya restrukturisasi organisasi

AKSARA GUNA, JULI - DESEMBER 2020 26

Arman Agung: Model Pelibatan Pramuka
dalam Pengentasan Buta Aksara
Bisa Jadi Andalan Nasional

Kepala BP-PAUD dan Dikmas PAUD dan Dikmas Provinsi Sulawesi
Provinsi Sulawesi Selatan, Drs Selatan dengan Saka Widya Budaya Bakti
Arman Agung, M.Pd, memuji ide Kabupaten Gowa.
pamong belajar yang menjalin kerja sama
dengan Pramuka dalam upaya Ada tiga narasumber yang tampil, yakni
mengentaskan buta aksara di Sulawesi Pamong Belajar BP-PAUD dan Dikmas
Selatan. Dia menyarankan, agar ke depan, Provinsi Sulawesi Selatan, Dra Ridawati
kerja sama dengan Pramuka ini bisa M.Pd, dan Ady Wijaya S.Kom, M.Pd, serta
dilakukan dalam skala yang lebih besar. Pamong Saka SWBB Kabupaten Gowa,
Termasuk melibatkan peserta se-wilayah Sabri, M.Pd. Pelatihan ini diikuti 20 anggota
kerja BP-PAUD dan Dikmas Provinsi Saka Widya Budaya Bakti Gowa dan
Sulawesi Selatan. sejumlah Pamong Belajar BP-PAUD dan
Dikmas Provinsi Sulawesi Selatan.
"Ke depan, mungkin bisa melibatkan Sedangkan moderator pelatihan secara
peserta yang lebih banyak se-wilayah kerja daring yang berlangsung selama 3 jam ini
BP-PAUD dan Dikmas Provinsi Sulsel. Ini adalah Arman Tauk.
sebagai pembuka jalan untuk menjadi yang
lebih baik," katanya. Kepala Balai mengatakan, model ini
sebagai pilihan tepat bagi jiwa
Hal itu disampaikan Arman Agung, ketika kepramukaan dan berharap gagasan ini
membuka Pelatihan Daring Teknik bisa menular ke seluruh Indonesia. Bisa
Keaksaraan bagi Krida Dikmas Saka Widya digaungkan agar bisa dicontoh oleh BP-
Budaya Bakti (SWBB), yang berlangsung PAUD dan Dikmas daerah lain. Bahkan,
secara virtual, Selasa, 22 September 2020. model yang dikembangkan ini dapat
Pelatihan ini terlaksana atas kerja sama BP- menjadi andalan nasional, sehingga

27AKSARA GUNA JULI - DESEMBER 2020 BP PAUD DAN DIKMAS PROVINSI SULAWESI SELATAN

"Masih tingginya angka buta aksara di Sulawesi
Selatan, menjadi tugas kita bersama untuk
menuntaskannya atau menguranginya,"
ajak Ridawati

benar bisa dilakukan optimal dengan Sulawesi Selatan. Ketika tampil
melibatkan sanggar Pramuka," katanya membawakan materi Konsep Pendidikan
memberi apresiasi. Keaksaraan, Ridawati, menyebut bahwa
angka buta aksara di Sulawesi Selatan
Ditambahkan, jiwa kepramukaan yang masih sangat tinggi, bahkan bisa disebut
merupakan manusia serba guna, seperti berada di zona merah. Jumlahnya,
dilambangkan tunas kelapa, mengandung mencapai 250.769 (4,49%) dari jumlah
banyak loso bagi gerakan Pramuka. penduduk daerah ini. Di atas rata-rata
Salah satunya adalah tunas nyiur, yang nasional yang hanya 3,4 persen. Angka
menunjukkan Pramuka itu manusia serba buta aksara secara nasional yang dirilis
guna yang membaktikan diri kepada Direktorat Dikmas Kementerian
bangsa dan tanah air. Termasuk di Pendidikan Nasional, tahun 2018,
dalamnya pemberantasan buta aksara. Hal sebanyak 3,4 juta (2,068%) dari total jumlah
ini selaras dengan loso popromoku yang penduduk negeri ini, sedangkan Sulawesi
dikemukakan Sultan Hamengkubuwono, Selatan 4,49%.
yang berarti pasukan terdepan dalam
perang. Filoso kepramukaan itu yang "Masih tingginya angka buta aksara di
menjadi semangat dalam pemberantasan Sulawesi Selatan, menjadi tugas kita
buta aksara, sehingga dapat disukseskan di bersama untuk menuntaskannya atau
Gowa, kemudian nanti se-Sulsel, bahkan menguranginya," ajak Ridawati.
seluruh Indonesia. Itu karena dia yakin
bahwa Sanggar Widya Bakti Budaya bisa Ridawati juga membeberkan sejumlah
dijadikan garda terdepan dalam kabupaten di Sulawesi Selatan dengan
pemberantasan buta aksara. angka buta aksara yang masih cukup
tinggi. Toraja Utara merupakan kabupaten
“Kemampuan pemateri yang luar biasa tertinggi angka buta aksaranya di Sulsel
akan memberi pengetahuan lebih baik bagi yakni 27,9%, menyusul Bantaeng (18,5%),
peserta. Dan semoga menghasilkan Takalar (7,3%), Wajo (7,2%), Pangkep
militansi pejuang pemberantasan buta (6,3%), Maros (5,9%), dan Kabupaten Bone
aksara dari Krida Dikmas," katanya, 5,0%.
sembari berharap optimalisasi penuntasan
buta aksara melalui model pelibatan Ada sejumlah alasan sehingga banyak
sanggar Pramuka ini dapat digaungkan warga yang buta aksara, di antaranya,
secara nasional. karena biaya untuk ke sekolah tinggi. Bisa
juga dari sisi ekonomi mereka berpikir
Masih Tinggi lebih baik bekerja dibandingkan harus ikut
Optimalisasi penuntasan buta aksara pendidikan. Karena itu, dia berharap,
memang harus segera dilakukan, jika kita model keaksaraan melalui pemberadayaan
merujuk pada data-data yang Krida Dikmas dapat membantu
diungkapkan Dra Ridawati M.Pd, Pamong mengurangi buta aksara, khususnya di
Belajar BP-PAUD dan Dikmas Provinsi Sulawesi Selatan.

28AKSARA GUNA JULI - DESEMBER 2020 BP PAUD DAN DIKMAS PROVINSI SULAWESI SELATAN

“Salah satu tantangan yang dihadapi dalam memberantas buta
aksara adalah calon peserta umumnya enggan mengikuti
pembelajaran calistung yang ditawarkan kepada mereka.

Sabri M.Pd,

Pamong Saka Widya Budaya Bakti (SWBB) Kabupaten Gowa

Pendidikan keaksaraan, menurut semudah yang dibayangkan.” katanya.
Ridawati, merupakan layanan Pendidikan, Untuk mendapatkan peserta ajar pada
bertujuan agar yang belum bisa membaca, pendidikan formal, lanjut Sabri, lebih
menulis, dan berhitung (calistung) bisa mudah dibandingkan dengan
memiliki kemampuan dan keterampilan mendapatkan peserta ajar pada program
dalam bahasa Indonesia. Sasaran pemberantasan buta aksara ini. Itu karena
pemberantasan buta aksara adalah mereka pada pendidikan keaksaraan, motivasi
yang berusia 15-59 tahun yang non- belajarnya tidak sebesar dibandingkan
calistung, tidak sekolah atau putus sekolah pendidikan formal. Sebab orang dewasa
kelas 1-3 yang tak bisa calistung. yang menjadi sasaran peserta belajar
umumnya tidak mau diajar lagi. Sehingga
“Setelah mengikuti pendidikan dan perlu strategi khusus agar bisa masuk
dinyatakan lulus, mereka akan diberi dalam komunitas mereka menjalankan
Sukma atau Surat Keterangan Melek program pemberantasan buta aksara.
Aksara,” pungkasnya.
Sabri kemudian menceritakan temuan
Tantangan lapangan sebagai contohnya. Ada tiga
Pamong Saka Widya Budaya Bakti (SWBB) orang dilibatkan dalam tiga model. Saat
Kabupaten Gowa, Sabri M.Pd, diminta ikut pembelajaran, tidak ada yang
mengatakan, salah satu tantangan yang bersedia. Mereka hanya mau ikut kalo ada
dihadapi dalam memberantas buta aksara imbalannya. Mengapa? Karena program
adalah calon peserta umumnya enggan selalu diidentikkan dengan dana, dengan
mengikuti pembelajaran calistung yang uang.
ditawarkan kepada mereka. Pengalaman
yang dihadapi anggota Krida Saka Widya “Mereka umumnya menganggap kalau
Budaya Bakti Kabupaten Gowa, ketika ada kegiatan ada dananya. Ini
melakukan pendataan warga buta aksara, tantangannnya," kata Sabri.
merupakan tantangan yang menarik untuk
dicarikan solusinya. Berdasarkan fakta lapangan tersebut, dia
Sabri mengungkapkan, karena target menyarankan perlu kiat khusus agar bisa
program buta aksara adalah warga yang membelajarkan mereka yang masih buta
umumnya sudah berumur dan punya aksara. Setidaknya bisa mengetahui tiga
kesibukan dalam memenuhi kebutuhan, kata saja, atau bisa berhitung dari 1 sampai
maka beragam alasan mereka kemukakan 1000, sudah menjadi awal yang baik.
untuk menolak. Mereka yang diajak ikut Sarannya yang lain, yakni bisa juga
dalam program, biasanya menanyakan meminta bantuan kepala desa atau kepala
honor yang akan diterima. dusun untuk menggugah warga. Karena
bantuan yang ada dananya biasanya
“Mewujudkan program tersebut tidak melalui perangkat desa.(*)

29AKSARA GUNA JULI - DESEMBER 2020 BP PAUD DAN DIKMAS PROVINSI SULAWESI SELATAN

Bimbingan Teknis Pamong Belajar Tahun 2020

Revitalisasi Unit Pelaksana Teknis fungsinya tetap terlaksana dengan baik.
(UPT) Ditjen PAUD, Dikdas, dan
Dikmen Kemdikbud RI, khususnya “Saya pun mengalami proses ini. Sebelum
Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan jabatan fungsional saya sekarang, saya
(LPMP) dan BP-PAUD dan Dikmas bakal adalah pejabat dengan banyak fasilitas.
dilebur menjadi satu UPT yang baru. Begitu beralih, saya harus beradaptasi dan
Analis Kebijakan Madya Setditjen PAUD, melepaskan fasilitas-fasilitas sebelumnya,”
Dikdas, dan Dikmen, Dr Suhartono Arham, kisahnya memberi konkret.
M.Si menyampaikan bahwa sebagai ASN,
harus mampu beradaptasi dengan Dijelaskan, tenaga fungsional, baik
perubahan yang terjadi, baik perubahan Pamong Belajar maupun Widyaiswara,
tugas dan fungsi (tour of duty) maupun semuanya akan diusulkan secara kolektif
perubahan tempat (tour of area). untuk beralih menjadi Widyaprada. Jadi
nantinya, Widyaprada tidak lagi
“BP-PAUD dan Dikmas akan dilebur mengurusi model pembelajaran, tetapi
dengan LPMP, yang mulai berlaku efektif tugas utamanya adalah mengadvokasi
awal tahun 2021. Rencananya akan menjadi kepentingan pemerintah pusat dengan
Balai Besar Peningkatan Mutu Pendidikan pemerintah daerah. Beberapa peserta
(B2PMP),” ungkap Suhartono pada kemudian bertanya, di antaranya Pamong
kegiatan Bimtek Pamong Belajar, di BP- Belajar dari SKB yang mempertanyakan
PAUD dan Dikmas Provinsi Sulawesi kemungkinan peralihan yang sama
Selatan, Makassar, Selasa, 29 September menjadi Widyaprada.
2020. Kegiatan yang diikuti oleh utusan
SKB kabupaten/kota yang ada di Sulawesi “Kemungkinan itu ada. Tapi karena tugas
Selatan ini dilaksanakan sampai tanggal 2 dan fungsi SKB berbeda dengan BP-PAUD,
Oktober 2020. maka Pamong Belajar dari SKB harus
pindah dulu menjadi Pamong Belajar BP-
Suhartono mengingatkan peserta bahwa PAUD untuk kemudian diusulkan
semua ASN harus siap menerima bersama menjadi Widyaprada,” jawab
perubahan tersebut. Sebagai ASN di Suhartono.
lingkup Kemdikbud, katanya, harus
menerima perubahan yang terjadi dan Sedangkan terkait peralihan aset BP-PAUD
mampu beradaptasi agar tugas dan berupa gedung, bangunan, serta SDM

30AKSARA GUNA JULI - DESEMBER 2020 BP PAUD DAN DIKMAS PROVINSI SULAWESI SELATAN

Ada dua tujuan utama kegiatan ini dilaksanakan. Pertama, untuk
memberikan pemahaman lebih jauh tentang peralihan jabatan

Pamong Belajar menjadi Widyaprada. Kedua, untuk meningkatkan
keterampilan Pamong Belajar dalam menulis karya ilmiah terkait

pelaksanaan fungsinya.

lainnya, sejauh ini belum dibicarakan. diundang merupakan ahli di bidangnya.
Dikatakan, perubahan dalam bentuk Yakni, seorang analis kebijakan dari
revitalisasi organisasi ini tidak dapat Kemdikbud terkait materi peralihan
dielakkan. Bahkan harus menjadi media Pamong Belajar menjadi Widyaprada.
yang baru untuk memberikan pengabdian Sedangkan akademisi dari Universitas
kepada negara. Negeri Makassar (UNM) dan Universitas
Hasanuddin (Unhas) untuk materi-materi
Firman Rusliawan, selaku Panitia yang bertalian dengan penulisan karya
Pelaksana Bimtek Pamong Belajar ini tulis ilmiah. Disampaikan, materi terkait
mengatakan, ada dua tujuan utama karya tulis ilmiah dititikberatkan pada tata
kegiatan ini dilaksanakan. Pertama, untuk bahasa yang baku, penulisan menurut
memberikan pemahaman lebih jauh Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia
tentang peralihan jabatan Pamong Belajar (PUEBI), plagiarisme dan paraphrase. Juga
menjadi Widyaprada. Kedua, untuk ada materi tentang penulisan artikel pada
meningkatkan keterampilan Pamong jurnal ilmiah nasional dan internasional.
Belajar dalam menulis karya ilmiah terkait
pelaksanaan fungsinya. Dengan terlaksanakanya kegiatan ini,
diharapkan karya tulis ilmiah yang
Untuk memberikan materi yang dihasilkan Pamong Belajar mengalami
berkualitas, maka narasumber yang peningkatan dari sisi kualitas penulisan.(*)

31AKSARA GUNA JULI - DESEMBER 2020 BP PAUD DAN DIKMAS PROVINSI SULAWESI SELATAN

Dr Muhammad Hasbi:
Kurikulum di Masa Pandemi Harus Tepat

Direktur Pendidikan Anak Usia Dini Akibatnya, waktu belajar anak berkurang
(PAUD) Ditjen PAUD, Dikdas, dan sangat drastis. Karena itu, perlu ditemukan
Dikmen Kemdikbud RI, Dr. Muhammad cara terbaik sebagai solusinya. Dia
Hasbi, membuka Bimbingan Teknis berpesan agar guru membiasakan diri
(Bimtek) Pendidik dan Tenaga memberi pujian atau apreasi kepada anak
Kependidikan PAUD Angkatan III di Aula didiknya, sekecil apapun capaian atau
Anging Mammiri BP-PAUD dan Dikmas kemajuan mereka selama penerapan
Provinsi Sulawesi Selatan, Makassar, pembelajaran dari rumah.
Selasa, 6 Oktober 2020.
Diingatkan pula untuk melakukan
Dalam arahannya, sebelum membuka komunikasi dengan orang tua anak agar
Bimtek secara resmi, Muhammad Hasbi tetap ada umpan balik sejak anak belajar di
mengingatkan pentingnya melakukan rumah. Saat ini, menurut amatannya,
sistem pembelajaran yang tepat di masa orang tua tidak merasakan "kehadiran"
pandemi Covid-19. Di era ini, katanya, guru di rumah selama proses belajar di
seorang guru idealnya tidak lagi rumah itu berlangsung. Penting juga
tergantung pada metode yang membangun komunikasi antara guru
mengandalkan petunjuk bagaimana PAUD dan guru SD karena ada persamaan
melakukan pembelajaarn yang biasanya pembelajaran, khususnya bagi guru kelas
dimuat sebagai lampiran di buku satu hingga kelas tiga.
kurikulum. Tapi, guru harus berinovasi
menemukan cara terbaik untuk mencapai “Hal itu perlu dilakukan agar ada
target pembelajaran. transformasi dari PAUD ke SD sebelum
anak masuk SD,” kuncinya.
“Jadi, membuat kurikulum Covid-19 itu
tidak lagi sekadar memindahkan sekolah Sementara itu, Kepala BP-PAUD dan
ke rumah seperti yang terjadi saat ini," Dikmas Provinsi Sulawesi Selatan, Drs
katanya. Arman Agung, M.Pd, mengatakan, guru
PAUD penting untuk tetap meng-update
Menurutnya, sistem pembelajaran yang kemampuannya. Apalagi, yang dihadapi
dilakukan saat ini, terkesan hanya anak-anak yang harus dipersiapkan untuk
memindahkan sekolah ke rumah. memasuki usia sekolah. Sebagai pendidik,

32AKSARA GUNA JULI - DESEMBER 2020 BP PAUD DAN DIKMAS PROVINSI SULAWESI SELATAN

guru PAUD perlu berinovasi agar tetap bisa level itu saja masih banyak yang
melakukan pembelajaran di masa pandemi kesulitan menggunakan aplikasi
karena situasinya sangat berbeda. teknologi informasi dan komunikasi
(TIK), apalagi dengan pendidikan anak
Ditambahkan, kita tengah berada dalam new usia dini. Belum lagi, latar belakang dan
normal Pandemi Covid-19 yang istilahnya telah strata sosial masyarakat kita yang sangat
diperbarui menjadi adaptasi kebiasaan baru. majemuk, sehingga ikut menambah
Istilah new normal diganti karena diksinya bisa peliknya persoalan.
disalah-artikan oleh publik yang biasanya lebih “Di sinilah, peran pendidik dan tenaga
cenderung fokus kepada kata normal saja. kependidikan yang dituntut kreatif agar
Adaptasi kebiasaan baru ini mengharuskan mampu menyelenggarakan pendidikan
setiap orang untuk disiplin menerapkan PAUD secara efektif,” kata Arman
protokol kesehatan Covid-19 dalam berbagai Agung.
aspek kehidupan. Salah satu materi yang dibahas dalam
“Termasuk dalam pelaksanaan Bimtek ini, wajib Bimtek kali ini adalah, bagaimana
memberlakukan protokol kesehatan,” tegasnya. melakukan pembelajaran dari rumah
terhadap anak usia dini di masa
Contoh adaptasi kebiasaan baru pada jenjang pandemi, agar pembelajaran tetap
pendidikan yang lebih tinggi. Menurutnya, pada berlangsung. Itulah yang jadi alasan
peserta Bimtek PTK dan PAUD
Angkatan III ini berbeda dibandingkan
dengan dua angkatan sebelumnya.
Peserta yang diundang Bimtek pada
angkatan ini merupakan guru-guru yang
lembaganya sudah terakreditasi A atau
B.

“Harapannya, selama pelatihan mereka
tidak lagi berbicara soal kurikulum,
tetapi lebih fokus kepada pengayaan
kurikulum tersebut,” kata Kepala
Subbagian Tata Usaha BP-PAUD dan
Dikmas Provinsi Sulawesi Selatan,
Hernawati Syam, S.Psi, MA.

Bimtek PTK dan PAUD Angkatan III
berlangsung selama empat hari. Selama
kegiatan, penyelenggara
memberlakukan protokol kesehatan
secara ketat, baik terhadap peserta
maupun panitia. Selain mengenakan
masker secara benar, panitia juga
mengatur tempat duduk peserta dengan
memperhatikan jarak aman. Satu meja
yang biasanya di masa normal diisi tiga
peserta, hanya ditempati satu orang saja.
Bahkan, di asrama tempat menginap
peserta pun, panitia menyiapkan satu
kamar untuk seorang peserta.(*)

33AKSARA GUNA JULI - DESEMBER 2020 BP PAUD DAN DIKMAS PROVINSI SULAWESI SELATAN

Pendekatan Baru Penjaminan Mutu Pendidikan

Kegiatan Orientasi Teknis Supervisi pemetaan mutu itu harus baik karena akan
Satuan PAUD Tahun 2020 yang digunakan sebagai bahan pengambilan
diselenggarakan di BP-PAUD dan keputusan strategis nantinya.
Dikmas Provinsi Sulawesi Selatan selama tiga "Data yang disaring baik dari kegiatan
hari, 12-14 Oktober 2020, menekankan pemetaan mutu maupun supervisi harus
pentingnya kemampuan adaptasi sebagai memenuhi unsur cepat, lengkap,
konsekuensi adanya kebijakan baru. Sejak mutakhir, akurat, dan akuntabel,"
Maret 2020, misalnya, Kemdikbud RI ungkapnya.
melakukan penyesuaian kebijakan terkait
pandemi Covid-19. Di antaranya kebijakan Dia juga menyampaikan soal revitalisasi
Belajar dari Rumah (BdR) untuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemdikbud,
pelajar/mahasiswa dan Bekerja dari Rumah dalam hal ini perubahan kedudukan UPT
(work from home/WFH) untuk pegawai di Pusat yang ada di daerah. Tujuan
lingkungan Kemdikbud. perubahan ini, menurutnya, untuk
meningkatkan tugas, peran, dan fungsi
Kegiatan Orientasi Teknis ini diikuti oleh UPT serta memperkuat koordinasi antara
Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas pemerintah pusat dengan pemerintah
Pendidikan kabupaten/kota di Sulawesi daerah. Dengan begitu, ke depan
Selatan dan didampingi Pengawas dibutuhkan koordinasi atau kemitraan
PAUD/Penilik. Kepada peserta, Katman, yang lebih baik dengan pemerintah
S.Pd, M.A, dari Setditjen PAUD, Dikdas, dan daerah, baik pemerintah kabupaten/kota
Dikmen, menjelaskan, "Kebijakan utama dari maupun provinsi.
Kemdikbud saat ini adalah program Merdeka
Belajar. Program ini diperuntukkan bagi “Karena itu, institusi baru nantinya akan
semua jenjang, disesuaikan dengan minat berfokus pada tiga pendekatan yaitu
peserta didik, dan berkolaborasi atau pendekatan khusus, pendekatan
terhubung dengan jaringan dunia industri komunikatif, dan pendekatan
dan/atau penggiat di bidang terkait." penghargaan berbasis prestasi,” tegas
Kasman.(*)
Katman menambahkan, terkait kegiatan
pemetaan mutu dan supervisi yang
dilaksanakan di masing-masing provinsi,
belum ada aturan baru dan perangkat yang
mengatur, sehingga masih menggunakan
kebijakan sebelumnya, termasuk indikator 8
Standar Nasional PAUD (SNP) dan
aplikasinya. Kedelapan SNP itu meliputi
standar tingkat pencapaian perkembangan
anak, standar isi, standar proses, standar
penilaian, standar pendidik dan tenaga
kependidikan, standar sarana dan prasarana,
standar pengelolaan, standar pembiayaan.
Diingatkan pula bahwa kualitas data hasil

34AKSARA GUNA JULI - DESEMBER 2020 BP PAUD DAN DIKMAS PROVINSI SULAWESI SELATAN

TK Sementara
untuk Anak-anak
Penyintas Banjir Bandang
di Luwu Utara

“Apapun yang terjadi, pendidikan anak-anak kita tidak
bisa dihentikan. Pendidikan harus tetap jadi concern
utama, meski kita berada pada kondisi bencana
sekalipun,” jelas Drs Arman Agung, M.Pd, Kepala BP-
PAUD dan Dikmas Provinsi Sulawesi Selatan, saat
peresmian Taman Kanak-kanak Sementara di Luwu
Utara, Kamis, 3 Desember 2020.

Karena itu, dia berharap ada dukungan dari pemerintah
agar TK sementara tersebut akan menjadi cikal bakal
pendirian kelas untuk anak-anak pengungsi usia dini
atau PAUD di lokasi penyintas lainnya. TK sementara
yang merupakan program kemitraan BP-PAUD dan
Dikmas Provinsi Sulawesi Selatan dengan Dinas
Pendidikan Kabupaten Luwu Utara itu, diperuntukkan
bagi anak-anak korban banjir bandang yang berada di
Dusun Panampung, Desa Radda, Kecamatan Baebunta.
PAUD darurat yang dibangun sejak 18 November 2020
itu, membina 20-an anak

Arman Agung menjelaskan, pihaknya memberikan
beberapa bantuan, seperti bangunan, mebel, dan alat
permainan edukatif (APE), juga makanan tambahan
untuk anak-anak. Selain itu, juga memberikan bantuan
pengganti uang transpor untuk guru-guru. Itu karena
mereka mau mendedikasikan dirinya bagi anak-anak
pengungsi korban bencana banjir Luwu Utara tersebut.

Pjs Bupati Luwu Utara, Muhammad Iqbal Suhaeb, dalam
sambutannya sebelum peresmian, mengatakan usia dini
merupakan masa anak-anak untuk mendapatkan
pendidikan. Terlebih bagi anak-anak penyintas banjir
yang tidak lagi punya banyak kesempatan untuk
bersosialisasi akibat banjir yang menghantam
pemukiman mereka. Kondisi ini tentu menyisakan
trauma. Ditambah lagi dengan kondisi pandemi Covid-
19 yang mengharuskan anak-anak tidak intens
berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

35AKSARA GUNA JULI - DESEMBER 2020 BP PAUD DAN DIKMAS PROVINSI SULAWESI SELATAN

“TK sementara ini membuat anak-anak (rombongan belajar), yang akan diatur
bisa tetap bermain dan menghilangkan melalui sistem shift jika murid-muridnya
trauma mereka,” lanjut Iqbal, yang pernah bertambah.
menjadi Penjabat (Pj) Walikota Makassar “Sasaran kita sebenarnya adalah anak-anak
selama setahun itu. di sekitar Panampung dan anak-anak yang
masih mengungsi,” kata Jasrum
Dia meminta orang tua dan masyarakat
bisa memanfaatkan dengan baik apa yang Setelah peresmian, berupa pengguntingan
sudah diberikan oleh pemerintah. Karena pita oleh Pjs Bupati Luwu Utara, Iqbal
pendidikan merupakan pondasi untuk Suhaeb, didampingi Kepala BP-PAUD dan
menciptakan generasi yang baik. Walau Dikmas Provinsi Sulawesi Selatan, Arman
bersifat sementara, namun Iqbal Suhaeb Agung, dan Kepala Dinas Pendidikan
berharap, melalui bimbingan guru-guru, Kabupaten Luwu Utara, Jasrum, ketiga
anak-anak bisa kembali ceria, dan yang pejabat bersama tamu undangan masuk ke
terpenting kebutuhan dasar terkait ruang kelas. Di ruang kelas, anak-anak
pendidikannya tetap terpenuhi. menyambut dengan bernyanyi sambil
bertepuk tangan, yang dibimbing oleh
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan gurunya.
Luwu Utara, Jasrum, mengungkapkan,
alasan pemilihan lokasi PAUD darurat di “Selamat datang bapak-bapak kami
Dusun Panampung, karena masih banyak ucapkan. Salam dari kami yang ingin
anak-anak penyintas bencana yang tinggal maju,” begitu suara riang anak-anak
di tenda-tenda pengungsian. PAUD bernyanyi sambil bertepuk tangan.(*)
darurat itu terdiri dari satu rombel

36AKSARA GUNA JULI - DESEMBER 2020 BP PAUD DAN DIKMAS PROVINSI SULAWESI SELATAN

GALERI

Model Belajar

41AKSARA GUNA JULI - DESEMBER 2020 BP PAUD DAN DIKMAS PROVINSI SULAWESI SELATAN

42AKSARA GUNA JULI - DESEMBER 2020 BP PAUD DAN DIKMAS PROVINSI SULAWESI SELATAN

43AKSARA GUNA JULI - DESEMBER 2020 BP PAUD DAN DIKMAS PROVINSI SULAWESI SELATAN

44AKSARA GUNA JULI - DESEMBER 2020 BP PAUD DAN DIKMAS PROVINSI SULAWESI SELATAN

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

ASRAMA PAUD CERIA

BP PAUD DAN DIKMAS PROVINSI SULAWESI SELATAN


Click to View FlipBook Version