MODUL
PEMBELAJARAN
HUKUM HOOKE DAN SUSUNAN PEGAS
Disusun oleh :
KHALISATUN HUSNA
XI MIA 2
MA LABORATORIUM UIN SU
TP 2020/2021
HUKUM HOOKE
• 1.PENGERTIAN HUKUM HOOKE
• Hukum Hooke dan elastisitas adalah dua istilah yang saling berkaitan. Untuk memahami arti kata elastisitas, banyak
orang menganalogikan istilah tersebut dengan benda-benda yang terbuat dari karet, walaupun pada dasarnya tidak
semua benda dengan bahan dasar karet bersifat elastis.
Hukum Hooke adalah gagasan yang diperkenalkan oleh Robert Hooke yang
menyelidiki hubungan antar gaya yang bekerja pada sebuah pegas/benda
elastis lainnya supaya benda tersebut dapat kembali ke bentuk semua atau
tidak melampaui batas elastisitasnya
• Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Hukum Hooke mengkaji jumlah gaya maksimum yang dapat diberikan
pada sebuah benda yang sifatnya elastis (seringnya pegas) agar tidak melewati batas elastisnya dan menghilangkan
sifat elastis benda tersebut.
2.Bunyi Hukum Hooke
Hukum Hooke berbunyi bahwa besarnya gaya yang bekerja pada benda sebanding dengan pertambahan panjang
bendanya. Tentu hal ini berlaku padan beda yang elastis (dapat merenggang).
F=K.X
Keterangan :
F = gaya yang bekerja pada pegas (N)
k = konstanta pegas (N/m)
x = pertambahan panjang pegas (m)
SUSUNAN PEGAS
Berdasarkan susunannya, pegas dapat dibedakan menjadi 3 yaitu: susunan pegas seri, susunan pegas paralel, dan
susunan pegas seri-paralel.
1.Susunan Pegas Seri
Apabila pegas disusun secara seri maka:
1.Gaya pengganti susunan paralel sama besarnya dengan gaya susunan seri (F1 + F2 = F3).
2.Perubahan panjang pegas (x = ŕ + x3 ) atau (x = x2 + x3)
3.Konstanta pegas pengganti yaitu:
2.Susunan Pegas paralel
Jika pegas disusun secara paralel maka:
1.Gaya pengganti sama dengan jumlah gaya yang menarik masing – masing pegas (F = F1 + F2).
2.Perubahan panjang pegas sama besarnya (x = x1 = x2).
3.Konstanta pegas pengganti pada susunan paralel merupakan jumlah setiap konstanta pegas (Kp = K1 + K2 + ….).
3.Susunan Pegas Seri – Paralel
Apabila pegas disusun secara seri dan paralel maka berlaku:
1. Gaya pengganti susunan paralel sama besarnya dengan gaya susunan seri (F1 + F2 = F3). 2. Perubahan panjang
pegas (x = x1 + x3 ) atau (x = x2 + x3)
3. Konstanta pegas pengganti yaitu:
Contoh Soal Hukum Hooke
1.Suatu pegas memiliki suatu pertambahan panjang 0,25 meter sesudah diberikan gaya. Bila pada pegas bertuliskan 400 N/m.
Berapakah gaya yang dikerjakan ada pegas tersebut?
diketahui : x = 0,25 m k = 400 N/m ditanya F….? Jawab
F=k.x
F = 400 N/m x 0,25 m F = 100 N
Jadi gaya yang diberikan pada pegas tersebut adalah 100 Newton.
2.Sebuah pegas yang bersifat elastis memiliki luas penampang 100 m2. Jika pegas ditarik dengan gaya 150 Newton.
Tentukan tegangan yang dialami pegas !
Diketahui :
A : 100 m2
F : 150 N Ditanya :
σ...?
Jawab
σ : F / A σ : 150 N / 100 m2 σ : 1.5 N/m2