The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Izah Abima, 2023-07-21 04:17:06

RTL-BAROZAH.NEE

RTL-BAROZAH.NEE

Menggunakan Metode STAR (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil dan Dampak) Terkait pengalaman Mengatasi Permasalahan Peserta didik Dalam Pembelajaran BAROZAH, S.Pd 239016495016 PROGRAM STUDI SOSIOLOGI PPG DALAM JABATAN KATEGORI 1 GELOMBANG 1 UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR 2023


Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak) Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Peserta didik Dalam Pembelajaran BEST PRACTICES Menggunakan Metode STAR (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil dan Dampak) Terkait pengalaman Mengatasi Permasalahan Peserta didik Dalam Pembelajaran. Lokasi : MA RIBATUL MUTA’ALLIMIN Lingkup Pendidikan : Madrasah Aliyah (MA) Penulis : Barozah, S.Pd PENDIDIKAN PROFESI GURU PROGRAM STUDI SOSIOLOGI UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR


NAMA MAHASISWA : BAROZAH, S. Pd NPM : 2 3 9 0 1 6 4 9 5 0 1 6 KELAS/ KELOMPOK : 001/SOSIOLOGI/ B REFLEKSI DAN RENCANA TINDAK LANJUT PASCA PRAKTIK PEMBELAJARAN INOVATIF (PPI) Pendahuluan Alhamdulillah Puji dan Syukur atas Kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala Rahmat, dan Anugerah - Nya. Terimakasih ya Allah atas kesempatan yang Engkau berikan hingga saat ini, penulis masih bisa belajar, bertatap muka dengan orang - orang inspiratif dan bisa menyelesaikan refleksi dan rencana tindak lanjut Pasca Praktik Pembelajaran Inovatif (PPI) . Terima kasih penulis ucapkan kepada Ibu Dr. Andi Octamaya Tenri Mawaru, S.Pd, M.Pd. selaku Dosen Pembimbing yang dengan sabar membimbing kami untuk kembali kepada jalan yang benar menjadi guru yang baik yang bisa memberikan dampak positif khususnya kepada peserta didik, Bapak Muhammad Ardy, S. Sos. M. M. selaku Guru Pamong yang dengan setia menemani kami berproses menjadi lebih baik, Ibu Syamsinar Munir, S. Pd. M. Pd selaku Admin kelas 001 Sosiologi yang menemani sampai akhir PPG ini, rekan - rekan seperjuangan PPG Dalam jabatan Universitas Negeri Makassar Kategori 1 Angkatan ke - 1 Tahun 2023 yang selalu memberikan semangat dan suportnya, kepala madrasah dan dewan guru yang telah memberikan ijin dan dukungannya untuk belajar selama di PPG ini, anak - anak kelas XI. IPS yang bersedia untuk belajar bersama, serta keluarga tercinta yang tak hentinya memberikan do’a, pengertian dan dukungannya. Setelah pre test PPG yang ke 2 kalinya Alhamdulillah penulis akhirnya berkesempatan untuk belajar menjadi guru yang lebih baik dan profesional. Masih teringat saat membaca pengumuman LPTK tempat ber PPG di Universitas Negeri Makassar kuucapkan rasa syukurku karena mendapatkan kampus negeri yang memiliki pengalaman yang luar biasa dalam mencetak guru-guru profesional. Selama lebih dari 3 bulan ini kita belajar bersama dan digembleng melalui zoom meeting untuk kembali menjadi guru yang sesungguhnya, nantinya kita bukan hanya mendapat Gelar dan Ijazah yang sah yang berujung pada kesejahteraan tapi sebuah tanggung jawab yang lebih dalam mendidik dan mengajar. Dulu sempat berfikir buat apa sih ada PPG? bukankah kita sudah mengajar puluhan tahun? bukankah yang dipelajari mengenai pembelajaran di kelas saja? Ternyata pikiran penulis salah, setelah belajar berproses selama di PPG ini kita seperti diingatkan kembali ayo mendidik dan mengajar dengan hati, dengan ikhlas bukan hanya sekedar menggugurkan kewajiban, bhaktikan dirimu untuk negeri. Semoga apa yang kita pelajari dapat bermanfaat untuk sesama, bisa istiqomah mendidik dan mengajar dengan baik. Penulis menyadari hati manusia kadang fluktuatif. Ingatlah kita mempunyai keturunan apakah rela anak - anak kita diajar seadanya, tidak dengan sepenuh hati. Kembali ke diri kita. Ikhlas Bhakti Bina Bangsa Berbudi Bawa Laksana. Semoga Allah Meridhoi.


LK 3.1 Menyusun Best Practices Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil dan Dampak) Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran Lokasi MA RIBATUL MUTA’ALLIMIN Lingkup Pendidikan Madrasah Aliyah Tujuan yang ingin dicapai AKSI 1 Penerapan model pembelajaran inovatif Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan minat belajar peserta didik di kelas XI. IPS pada materi Permasalahan Sosial pertemuan 1 sub bab definisi, ukuran sosiologis, klasifikasi permasalahan social dan partikularisme kelompok dan pertemuan 2 sub Ragam, dampak dan Upaya penanganan permasalahan social. AKSI 2 Penerapan model pembelajaran Problem Based learning (PBL) dan metode diskusi untuk mengatasi model pembelajaran guru yang kurang inovatif pada Materi Kelompok Sosial pertemuan 1 sub bab Konsep Dasar Kelompok Sosial, Dasar Pembentukan dan Jenis kelompok Sosial. dan pertemuan 2 sub Dasar Pembentukan Kelompok Sosial/Karakteristik khusus atau patrikularisme dan ekslusifisme, Pola Hubungan Antar Kelompok, Dinamika kelompok. Penulis Barozah, S. Pd Tanggal Aksi 1 Pertemuan 1, Jum’at 16 Juni 2023 dan Pertemuan 2, Selasa, 20 Juni 2023. Aksi 2 Pertemuan 1, Rabu, 5 Juli 2023, dan Pertemuan 2, Jum’at, 7 Juli 2023 Situasi: Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini. Kondisi yang menjadi latar belakang masalah pada praktik pembelajaran Aksi 1 adalah 1. Kurangnya minat atau motivasi peserta didik terhadap materi pelajaran. 2. Peserta didik kurang aktif dalam proses pembelajaran. 3. Pembelajaran kurang menarik dan menganggap mata pelajaran Sosiologi sulit. 4. Jenuh dan bosan karena waktu belajar peserta didik sebagian besar digunakan untuk mengerjakan tugas mendengarkan guru ceramah dan mengisi soal latihan.


5. Penggunaan model pembelajaran yang konvensional. Kondisi yang menjadi latar belakang masalah pada praktik pembelajaran Aksi 2 adalah 1. Dalam metode diskusi peserta didik masih memerlukan bimbingan secara langsung. 2. Beberapa peserta didik yang masih kurang aktif pada pertemuan 1 dan rasa kurang percaya diri terhadap kemampuannya sehingga cenderung pasif dalam pembelajaran sehingga guru perlu menumbuhkan minat dan semangat peserta didik dalam pembelajaran. 3. Lingkungan keluarga dan pondok pesantren kurang mendukung saat pelaksanaan kegiatan PPL di madrasah dikarenakan waktu liburan dan saat proses kedatangan santri ke pondok pesantren. 4. Proses rekaman video yang kurang cerah karena cuaca yang kurang mendukung (hujan) pada saat pelaksanaan Pertemuan 2 (Jum’at, 7 Juli 2023). Mengapa praktik ini penting untuk dibagikan? Praktik ini penting dibagikan mengingat ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan oleh: 1. Bagi Peserta didik : 1. Praktik pembelajaran ini bisa meningkatkan minat belajar peserta didik. 2. Praktik pembelajaran ini bisa meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran. 3. Praktik pembelajaran ini bisa membuat pembelajaran lebih bervariasi dan inovatif. 4. Praktik pembelajaran ini bisa meningkatkan partisipasi belajar peserta didik. 5. Sebagai alternatif solusi mengatasi permasalahan dalam pembelajaran. 6. Praktik pembelajaran ini bisa membuat peserta didik lebih percaya diri. 2. Bagi Guru 1. Praktik pembelajaran ini bisa meningkatkan semangat guru dalam prosesbelajar mengajar disekolah. 2. Praktik pembelajaran ini bisa meningkatkan minat guru untuk lebih bervariasi dalam kegiatan belajar mengajar. 3. Praktik pembelajaran ini bisa dijadikan referensi guru lain dalam memecahkan masalah pembelajaran.


4. Praktik pembelajaran ini diharapkan bisa mengatasi permasalahan (solusi) yang sama yang dihadapi oleh guru lain. 5. Praktik pembelajaran ini memberi pengalaman baru bagi saya pribadi Peran dan tanggung jawab saya dalam praktik pembelajaran ini adalah sebagai guru dan fasilitator yang bertanggung jawab dalam mendesain pembelajaran yang menarik, menantang dan menyenangkan menggunakan model, metode, dan media pembelajaran yang tepat dan inovatif sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai seperti apa yang diharapkan. Peran dan tanggung jawab Adapun peran dan tanggung jawab saya dalam praktik pembelajaran ini adalah: 1. Mendesain rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang inovatif 2. Membuat media pembelajaran audio visual 3. Penggunaan Model-Model pembelajaran inovatif 4. Menerapkan metode diskusi, tanya jawab dalam pembelajaran 5. Membuat soal kategori HOTS (high order thinking skill) 6. Melakukan penilaian secara komprehensif. 7. Melakukan refleksi secara menyeluruh. Tantangan : Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat, Setelah di lakukan analisis terhadap hasil kajian literatur dan hasil kajian wawancara, serta di konfirmasi melalui observasi dapat di ketahui bahwa penyebab munculnya masalah rendahnya minat belajar siswa rendah dan media pembelajaran yang kurang inovatif pada materi mata pelajaran Permasalahan sosial (AKSI 1) dan kelompok sosial (AKSI 2) adalah: 1. Media pembelajaran yang digunakan guru kurang inovatif. 2. Guru kesulitan dalam menentukan model, metode serat pendekatan yang akan di terapkan dalam pembelajaran. 3. Model pembelajaran yang diterapkan guru kurang tepat. 4. Mendatangkan siswa yang agak sulit baik melalui grup Whats’App (WA) (bagi anak non-pondok) ataupun yang di pondok pesantren. Karena pada saat pelaksanaan PPL Aksi 2 pertemuan 1 dan pertemuan 2 bertepatan dengan liburan sekolah dan daatangnya santri baru di pondok pesantren sehingga banyak santri yang membantu


penerimaan santri baru. Siswa yang hadir saat pertemuan 1 hanya 16 siswa, dan pada pertemua 2 hanya 11 siswa. 5. Rendahnya minat peserta didik dalam membaca dan belajar (masih menunggu guru memberi arahan) 6. Peserta didik cukup lama dalam mengerjakan soal yang ada di LKPD karena harus disesuaikan dengan pendapat masing-masing anggota kelompok diskusi. A. Berdasarkan penyebab dari permasalahan di atas, tantangan yang dihadapi guru dalam menerapkan praktik ini adalah: 1. Penggunaan media pembelajaran yang tepat dan inovatif, dalam hal ini media audio visual yang sesuai dengan tema pembelajaran mampu meningkatkan motivasi belajar dan pemahaman peserta didik. 2. Penggunaan model pembelajaran yang tepat dan inovatif, dalam hal ini PBL (Problem Based Learning) dan metode diskusi yang sesuai dengan tema materi pembelajaran mampu meningkatkan partisipasi dan kerjasama peserta didik dalam pembelajaran. B. Berdasarkan dari dua tantangan diatas, bisa diambil kesimpulan bahwa tantangan yang dihadapi akan melibatkan peran guru dalam hal ini kompetensi yang harus dimiliki guru yaitu: kompetensi pedagogik. Sementara ditinjau dari sisi peserta didik adalah kemampuan peserta didik dalam meningkatkan minat belajarnya, mendatangkan siswa saat pelaksanaan PPL Aksi 1 dan Aksi 2 Selain guru, pihak yang terlibat adalah Kepala Sekolah dan peserta didik kelas XI. IPS, Observer dan Kameramen. Aksi : Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/strategi apa yang digunakan/bagaima na prosesnya, siapa saja yang terlibat /Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan Langkan_langkah yang harus di lakukan oleh guru sesuai tantangan yang dihadapi antara lain: 1. Pemilihan media pembelajaran yang inovatif a. Berdasarkan kajian literatur dan hasil wawancara, maka media yang digunakan adalah media audio visual. b. Strategi yang dilakukan guru dalam pemilihan media pembelajaran adalah dengan memilih media pembelajaran yang dirasa tepat dan sesuai dengan materi pelajaran juga sesuai karakteristik siswa, selain itu guru juga bisa memilih media pembelajaran yang dikuasainya baik dalam pembuatan dan juga pengoprasian. Disini guru memilih media


untuk melaksanakan strategi ini pembelajaran berupa video yang memuat materi pembelajaran yang dibuat dengan menggunakan Aplikasi Screencast omatic. c. Proses pembuatan media audio visual dilakukan oleh guru sendiri, dimulai dengan membuat video dalam aplikasi Screencast Omatic dengan menyunting video yang kan disisipkan dalam tempelate yang telah tersedia dalam aplikasi. d. Sumber daya yang diperlukan untuk membuat media pembelajaran ini antara lain pengetahuan guru dalam menggunakan aplikasi Screencast Omatic dan juga alat seperti komputer/laptop dan jaringan internet. 2. Pemilihan Model Pembelajaran yang inovatif a. Strategi yang dilakukan guru dalam pemilihan model pembelajaran adalah dengan memahami karakteristirk peserta didik dan karakteristik materi. Disini guru memilih model pembelajaran yang akan digunakan yaitu model Problem Based Learning (PBL), dengan metode Diskusi. b. Proses pemilihan model ini pertama guru mempelajari dan memahami sintak-sintak dalam model dalam pembelajaran, lalu memahami karakteristik peserta didik dengan melihat kemampuan dasar dan kebiasaan siswa. Lalu melihat karakteristik materi dengan mempelajari materi pembelajaran yang terdapat di buku tema guru dan buku tema peserta didik. c. Sumber daya yang diperlukan dalam pemilihan model ini antara lain pemahaman/kompetensi guru akan sintak- sintak dari model-model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan juga pemahaman guru akan materi pembelajaran. 3. Meningkatkan keaktifan peserta didik a. Strategi yang dilakukan untuk meningkatkan minat peserta didik dalam proses pembelajaran yaitu merancang pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan mengembangkan RPP, diskusi dan Lembar Kerja (LKPD) denganpendekatan saintifik b. Proses pengembangan RPP yang berpusat pada peserta didik dengan menentukan kegiatan pembelajaran apa saja yang bisa membangkitkam minat peserta didik dan berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian proses pembelajaran. c. Sumber daya yang diperlukan adalah kompetensi dan kreatifitas dalam mengembangkan RPP, Praktikum dan LKPD yang berpusat pada peserta didik.


Refleksi Hasil dan dampak Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif? Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut REFLEKSI HASIL DAN DAMPAK A. Dampak dari aksi dari langkah-langkah yang dilakukan: 1. Aksi 1 Pertemuan 1 dan 2 Pada pertemuan ini dampak yang dirasakan dari langkahlangkah yang sudah dilakukan adalah sebagai berikut: Kegiatan membuka pelajaran yang sudah terlaksana dapat mengarahkan dan mempersiapkan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran Peserta didik mulai memahami bagaimana menggunakan bahan ajar dengan baik. Peserta didik antusias terhadap media audio visual yang digunakan. Peserta didik senang dengan rancangan pembelajaran yang di laksanakan. Peserta didik merasa senang dengan metode diskusi yang digunakan untukmemecahkan masalah menguasai materi pembelajaran, yang di buktikan dengan hasil penilaian LKPD. Saya mendapat masukan - masukan dari Dosen Pembimbing, Guru Pamong, Observer dan Guru yang senior pada saat akan melakukan proses pembelajaran hal ini menjadi perbaikan yang positif dalam kegiatan belajar selanjutnya. Nilai sikap, ketrampilan dan pengetahuan peserta didik bisa dikatakan sebagianbesar peserta didik telah memenuhi KKM kelas. Faktor keberhasilan pembelajaran ini ditentukan oleh kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran terutama dalam hal pemilihan media dan model pembelajaran yang inovatif. peserta didik menjadi lebih bersemangat, lebih aktif serta kemampuan berpikir kritis peserta didik juga mengalami peningkatan, hal ini terlihat dari kemampuan peserta didik mampu berdiskusi untuk merumuskan masalah, membuat hipotesis, menguji hipotesis serta mampu mempresentasikan. Faktor yang menjadi ukuran ketidakberhasilan dari model yang digunakan adalah, ada beberapa peserta didik yang masih belum aktif dalam proses pembelajaran. Seperti pada saat diskusi kelompok atau pada saat presentasi hasil diskusi beberapa peserta didik masih ada yang mengganggu


teman lain, dan ada yang ngobrol saat teman mempresentasikan hasil diskusi. Berdasarkan proses dan aktifitas pembelajaran yang telah saya laksanakan, pembelajaran yang bisa diambil adalah saya harus lebih kreatif dan inovatif memilih model dan media pembelajaran agar pembelajaran menjadi mudah dipahami, asyik, seru, menantang dan menyenangkan sehingga berdampak pada minat dan keaktifan belajar Sosiologi peserta didik. Aksi 1 Ada peningkatan minat belajar peserta didik diperoleh dari angket minat belajar yang diisi oleh peserta didik dari peretmuan 1 pencapaian terendah 2,88 artinya Baik (B) dan pertemuan ke 2 pencapaian terendah 3,36 yang artinya (SB). Tabel Hasil angket motivasi pertemuan 1 Tabel Hasil angket motivasi pertemuan 2


Aksi 2 Berdasarkan Hasil penilaian dari pertemuan 1 dan pertemuan 2 dari siswa untuk media pembelajaran guru yang kurang inovatif menggunakan TPACK dengan model PBL dan metode diskusi maka dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan 38% . HASIL PENILAIAN AKSI 2 PERTEMUAN 1 DAN PERTEMUAN 2 (Rabu, 5 Juli 2023 dan Jum'at, 7 Juli 2023) NO NAMA Nilai Pertemuan 1 Nilai Pertemuan 2 Persentase kenaikan 1 Ahmad Najib 40 60 50% 2 Bintang Andriyatama 60 80 33% 3 Cindi Dwi Ramadhani 80 100 25% 4 Fadia Hanimatuz Zahra 60 100 67% 5 M. Luthfi Al-Mahri 60 80 33% 6 M. Ridho Assyakur 60 100 67% 7 Moh Khozinul Anwar 60 100 67% 8 Muchram Saleh 80 100 25% 10 Nadia Kamalia 80 100 25% 11 Rahadatul Aisy 80 100 25% 12 Syafa Alfianah 80 100 25% TOTAL 740 1020 38% Berdasarkan hasil penilaian dari pertemuan 1 dan pertemuan 2, maka dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan siswa sebesar 38 %.


REFLEKSI DAN RENCANA TINDAK LANJUT PASCA PRAKTIK PEMBELAJARAN INOVATIF (PPI) A. LATAR BELAKANG Setiap siswa tentunya memiliki minat pada tiap-tiap mata pelajaran yang ada di sekolahnya. Minat belajar menjadi hal yang penting untuk siswa agar mau melakukan aktivitas dalam pembelajaran. Minat belajar terdiri dari suku kata yaitu minat dan belajar. minat adalah perasaan ingin tahu, mempelajari, mengagumi atau memiliki sesuatu. Seorang siswa hendaknya memilki minat yang timbul dari dalam diri pribadi untuk belajar sedangkan Belajar adalah sesuatu yang terjadi secara alami untuk mendapatkan pengetahuan atau keterampilan dengan melalui kegiatan belajar mengajar. Jadi Minat belajar adalah dorongan dari dalam diri seseorang yang menimbulkan rasa suka atau ketertarikan pada aktivitas belajar yang dipilihnya dan pada akhirnya akan menimbulkan rasa senang yang sangat berpengaruh pada perubahan tingkah laku seseorang baik berupa pengetahuan, sikap maupun keterampilan tanpa ada perintah dari orang lain. indikator minat belajar yaitu rasa suka atau senang, pernyataan lebih menyukai, adanya rasa ketertarikan adanya kesadaran untuk belajar tanpa di suruh, berpartisipasi dalam aktivitas belajar, memberikan perhatian. Hubungan antara minat dan pembelajaran sangat erat, semakin menarik minat seorang siswa dalam suatu topik tertentu, semakin ingin dia belajar tentang topik itu, Untuk membangkitkan minat belajar guru harus menginventasikan sebagian besar usaha, usaha yang harus dilakukan misalnya menetapkan tujuan tugas yang jelas, menggunakan beragam topik dan tugas, menggunakan visual menyediakan hiburan serta menggunakan simulasi. Melihat kenyataan yang ada di MA Ribatul Muta’allimin, kelas XI IPS ditemukan bahwa siswa cenderung memiliki minat belajar yang rendah. Siswa pada umumnya kurangnya minat siswa dalam belajar karena metode guru yang kurang menyenangkan, membosankan dan kurang menarik. kurang menumbuhkan minat belajar siswa. Sehingga guru perlu meningkatkan minat belajar siswa yang rendah dengan menggunakan metode diskusi dan model pembelejaran Problem Based learning (PBL) dengan harapan menggunakan metode diskusi sangat tepat digunakan untuk menarik minat siswa dan mengembangkan kemampuan siswa dalam bekerja sama untuk memecahkan masalah serta melatih siswa untuk mengeluarkan pendapat secara lisan. Dengan demikian, metode pembelajaran ini memberikan kesempatan kepada siswa agar melakukan aktivitas belajar yang berpotensi sehingga membuatnya berpartisipasi aktif, kreatif dan lebih tertarik dalam belajar. Sedangkan dengan model PBL berbantuan audio-visual ini dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sosiologi. model problem based learning menyiapkan kondisi untuk meningkatkan keterampilan berfikir kritis dan analitis serta memecahkan masalah kompleks dalam kehidupan nyata. Sehingga akan memunculkan “budaya berfikir” pada diri siswa.


Dampak dari aksi dan langkah-langkah yang dilakukan hasilnya efektif hal ini dapat dilihat pemilihan dan penggunaan model pembelajaran inovatif PBL dapat meningkatkan minat dan motivasi membaca siswa dalam pembelajaran bahkan kemampuan berpikir analisis siswa kelas XI.IPS pada mata pelajaran Sosiologi materi Permasalahan Sosial pada Aksi 1 dan Kelompok Sosial pada Aksi 2. Penggunaan media powerpoint dan gambar dan video pembelajaran baik dari you tube ataupun aplikasi screencast omatic sangat membantu meningkatkan partisipasi belajar peserta didik akan materi pembelajaran terlihat dari antusiasnya mereka dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Respon peserta didik terhadap kegiatan pembelajaran ini sangat baik, dapat dilihat saat kegiatan refleksi akhir pembelajaran semua peserta didik memberikan refleksi bahwa pembelajaran menyenangkan, peserta didik lebih aktif, serta kemampuan menyelesaikan permasalahan juga meningkat. B. DESKRIPSI AKSI NYATA 1. TAHAP PERSIAPAN 1) Berkoordinasi dengan Kepala sekolah, Rekan Guru, wali murid dan Peserta didik sebelum pelaksanaan PPL aksi 1 dan 2 serta pertemuan 1 dan 2 berlangsung. 2) Berkoordinasi dengan Kameramen tentang tehnik pengambilan video agar bisa maksimal saat pengambilan video. 3) Mempersiapkan RPP, bahan ajar, media pembelajaran, LKPD, dan instrumen penilaian. Selain itu, membuat lembar observasi, angket motivasi, soal pretest, soal postest, spanduk, menyiapkan ruang kelas. 4) Menyiapkan perangkat perekaman seperti Laptop, Hp, Ruang Kelas, Speker dan LCD. 5) Mempersiapkan kehadiran peserta didik. 2. TAHAP PELAKSANAAN 1) Pelaksanaan PPL berlokasi di MA Ribatul Muta’allimin Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah. PPL ini terbagi menjadi 2 aksi, yaitu Aksi 1 pertemuan 1 pada hari Jum’at 16 Juni 2023 dan Pertemuan 2, Selasa, 20 Juni 2023. Sedangkan Aksi 2 pertemuan 1 Pertemuan 1, Rabu, 5 Juli 2023, dan Pertemuan 2, Jum’at, 7 Juli 2023.. Materi Aksi 1 yaitu Permasalahan Sosial pertemuan 1 sub bab Faktor penyebab permasalahan sosial dan pertemuan 2 sub bab dampak permasalahan sosial dan upaya penyelesaiannya dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Dan Materi yang di ajarkan pada aksi 2 yaitu Kelompok Sosial pertemuan 1 sub bab bentuk-


bentuk kelompok sosial dan pertemuan 2 sub bab Pola hubungan kelompok sosial dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan metode diskusi. 2) Peserta didik melaksanakan pembelajaran dengan berdiskusi kelompok di lanjutkan dengan mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas bersama kelompoknya. 3) Peserta didik mengerjakan pretest, pretes ini digunakan pada saat akan berlangsungnya penyampaian materi dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan awal peserta mengenai pelajaran yang disampaikan. 4) Peserta didik mengerjakan postest, postest ini dilakukan setelah siswa mengikuti pembelajaran dengan tujuan untuk mengukur sejauh mana peserta memahami materi setelah mengalami pembelajaran. Hasil postest dapat menjadi tolak ukur bagi guru untuk mengevaluasi efektivitas metode pengajaran yang digunakan dan memperbaikinya untuk meningkatkan hasil belajar peserta. 3. TAHAP REFLEKSI/UPAYA PERBAIKAN Pada tahap ini saya melakukan refleksi terhadap apa yang sudah dilakukan pada aksi 1 dan 2. Pada aksi 1 saya melakukan refleksi mengenai peralatan yang tidak maksimal pada pertemuan 1 yaitu speaker yang belum ada karena belum dipersiapkan dari sebelumnya. Begitu juga dengan zoom meeting yang tidak begitu baik sebagai sit in dosen dan guru pamong Karena laptop yang dipakai untuk zoom tidak ada kamera nya sehingga saya dan cameramen memasang kamera eksternal. Sedangkan pada langkah-langkah dalam pembelajaran masih terdapat kekurangan yaitu tidak menyampaikan penilaian dalam pembelajaran, namun pada pertemuan 2 sudah diperbaiki dan dilaksanakan. Dan catatan dari observer untuk penampilan PPT dan video pembelajaran kurang besar sehingga kurang jelas dilihat peserta didik, namun pada pertemuan 2 sudah diperbaiki dengan infokus center jadi terlihat jelas, besar dan lebih menarik. Tabel 1. Hasil refleksi Pertemuan 1 aksi 1 No Kekurangan Rencana tindakan pada pertemuan 2 1 Speaker belum dipersiapkan dengan baik jadi suara video kurang terdengar oleh peserta didik. Sudah disiapkan dan video pembelajaran dapat diputar dengan suara yang jelas dan menarik peserta didik. 2 Laptop yang dipakai Zoom meeting sebagai sit in dosen dan guru pamong tidak ada kamera Menambah kamera eksternal dan gambar lebih jelas. 3 Tidak menyampaikan penilaian dalam pembelajaran Menyampaikan penilaian dalam pembelajaran 4 Penialaian observer tentang penampilan LCD untuk video pembelajaran dan PPT. Mengatur Infokus LCD supaya lebih jelas dan menarik peserta didik.


Pada aksi 2 saya melakukan refleksi mengenai langkah-langkah pembelajaran yang masih terlewat yaitu penyampaian penilaian pembelajaran dan posttest. Selain itu juga, dalam mendatangkan siswa pada aksi 2 yang bertepatan dengan liburan sangat susah, pada pertemuan 1 hanya 16 peserta didik, dan pertemuan 2 hanya 11 peserta didik. Tabel 2. Hasil refleksi Pertemuan 1 aksi 2 No Kekurangan Rencana tindakan pada pertemuan 2 1 Menyampaian penialaian pembelajaran dan posttest. (setelah selesai kegiatan PPL baru disampaikan ke peserta didik). Menyampaikan penilaian pembelajaran dan posttest. 2 Kesuliatan mendatangkan peserta didik dan hanya 16 peserta didik yaang datang. Sudah berusaha semaksimal mungkin dan hanya 12 peserta didik yang datang. C. PEMBELAJARAN 1. KEBERHASILAN YANG DIDAPAT Indikator partisipasi belajar yang telah dicapai peserta didik antara lain peserta didik memperhatikan dan mendengarkan penjelasan guru, menjawab pertanyaan guru, mengajukan pertanyaan kepada guru dan sesama peserta didik lain, mencatat penjelasan guru dan hasil diskusi, membaca materi, memberikan pendapat ketika diskusi, mendengarkan pendapat teman, memberikan tanggapan, berlatih menyelesaikan latihan soal, dan mempresentasikan hasil diskusi. Ada peningkatan minat belajar peserta didik diperoleh dari angket minat belajar Aksi 1 yang diisi oleh peserta didik dari pertemuan 1 pencapaian terendah 2,88 artinya Baik (B) dan nilai terendah 3,84 (SB) dan pertemuan ke 2 pencapaian terendah 3,36 yang artinya (SB) dan nilai tertinggi 3,94 (SB). Tabel 3. Hasil angket motivasi pertemuan 1


Tabel 4. Hasil angket motivasi pertemuan 2 Hampir sebagian peserta didik mencapai nilai KKM sehingga penerapan model PBL dapat mengatasi masalah yang berkaitan dengan siswa kurang memahami materi sosiologi. Keberhasilan sehingga masalah pembelajaran terselesaikan disebabkan karena memakai model pembelajaran yang inovatif sehingga peserta didik lebih termotivasi mengikuti pembelajaran dan berpengaruh terhadap hasil belajarnya. Tabel 5. Hasil pertemuan 1 dan 2


Dan Berdasarkan Hasil penilaian dari pertemuan 1 dan pertemuan 2 dari siswa untuk model pembelajaran guru yang kurang inovatif menggunakan TPACK dengan model PBL dan metode diskusi maka dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan 38% . 2. KEGAGALAN YANG DIDAPAT Pada PPL baik aksi 1 merasa gagal dalam melaksanakan langkah-langkah pembelajaran yang lengkap sesuai dengan Modul ajar yaitu tidak tersampaikannya penilaian dalam pembelajaran pada siswa. Begitu juga pada aksi 2 lupa menyampaikan posttest walaupun akhirnya diberikan saat selesai kegiatan pembelajaran. D. RENCANA PERBAIKAN Setelah menyelesaikan kegiatan pendalaman materi dan PPL saya sangat tergugah untuk memperbaiki pembelajaran saya mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga penilaian yang saya sesuaikan dengan ilmu yang saya peroleh dari kegiatan pendalaman materi dan PPL ini termasuk memperhatikan arahan, kritik dan saran dari teman sejawat sesama mahasiswa ppg, guru pamong serta dosen pembimbing untuk tahapan PPG dalam jabatan berikutnya yaitu PPL pada khususnya dan memperbaiki kinerja saya sebagai seorang guru ideal seperti yang diatur dalam Undang-undang. Kedepannya perlu juga dilaksanakan Rencana Tindak Lanjut (RTL) demi keberlanjutan rencana suatu program pembelajaran. Dengan adanya Rencana Tindak Lanjut akan lebih mudah dalam mengimplementasikan program kedepannya. Rencana Tindak Lanjut yang baik dapat disusun sesuai rencana program berdasarkan hasil refleksi dan analisis dari pengalaman aksi sebelumnya. Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, beberapa rencana tindak lanjut yang akan dilaksanakan setelah melakukan refleksi akhir PPL Aksi 1 dan 2 adalah : 1) Membagikan pengalaman selama melaksanakan Aksi 1 dan 2 kepada teman sejawat yangmungkin dapat menginspirasi mereka dalam mengajar dan agar memperoleh kritik sertamasukan yang membangun. 2) Lebih mengoptimalkan kembali penggunaan metode diskusi dalam pembelajaran selanjutnya di sekolah. 3) Melakukan refleksi pembelajaran berkelanjutan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan pembelajaran yang telah dilaksanakan. 4) Mengembangkan media pembelajaran yang inovatif dengan menggunakan aplikasi maupun website untuk meningkatkan minat dan keaktifan belajar peserta didik. 5) Selalu meng-update dan meng-upgrade ilmu pengetahuan baik dari segi profesional maupun pedagogik sehingga mampu bersaing dan mengimbangi perkembangan zaman. 6) Mencoba hal-hal lain yang mengkin dapat meningkatkan motivasi belajar siswa seperti penggunaan yel-yel, ice breaking atau sejenisnya. Demikian rencana tindak lanjut yang akan dilaksanakan kedepannya. Pelaksanaan rencana program tersebut tentunya akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi di sekolah. Koordinasi dan kolabarosi bersama teman sejawat dan Kepala Madrasah juga diperlukan agar semua rencana program tindak lanjut dapat dilaksanakan dengan baik


E. PENUTUP Saya berusaha maksimal melakukan persiapan pembelajaran apapun nanti hasilnya. Evaluasi adalah bagian dari ihtiar untuk terus berbenah tanpa mengurangi substansi keberhasilan. Saya bertekad dan berusaha untuk menjadi seorang guru yang baik dan bisa membuat suatu perubahan, memberikan pembelajaran yang bermakna bagi mereka. Pembelajaran ini tentunya tidak berhenti hanya sampai PPG selesai, tetapi terus menerus berkelanjutan. Saya sangat bersyukur bisa mengikuti PPG ini karena banyak ilmu yang diperoleh dan dipertemukan, diperkenalkan dengan dosen pembimbing dan guru pamong yang sabar mengajar dan mendidik kami serta teman- teman seperjungan berbagi keluh kesah. Rencana perbaikan yang akan dilaksanakan adalah merancang media pembelajaran yang kekinian dan RPP yang di dalamnya terdapat unsur TPACK agar meningkatkan minat, motivasi belajar dan pemahaman peserta didik terhadap materi sosiologi.


Click to View FlipBook Version