The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by dyaaaahsa09, 2023-08-26 04:30:24

MPK 1 RENCANA KERJA

MPK 1 RENCANA KERJA

i LAPORAN KEGIATAN MPK-RENCANA KERJA RENCANA KERJA PELAKSANAAN PEKERJAAN PONDASI PILECAP PEMBANGUNAN GEDUNG WORKSHOP TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAWA TIMUR MIROTUS SAKDIAH 20050534006 DOSEN PENGAMPU MPK: HENDRA WAHYU CAHYAKA, ST., MT. PRODI S1 PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA JUNI, 2023


KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan kegiatan Magang Praktik Kerja-Rencana Kerja dengan judul “Rencana Kerja Pelaksanaan Pekerjaan Pondasi Pilecap Pembangunan Gedung Workshop Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur”. Berkat pertolongan-Nya, penulis dapat mengatasi kendala dan rintangan selama penulisan laporan ini. Keberhasilan dalam penyusunan laporan ini tidak terlepas dari peran berbagai pihak yang telah memberikan saran, masukan serta dukungan pada penulis. Untuk itu penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada: 1. Dr. Ir. Maroeto, M.P., selaku Kepala Unit Pengelola Pengadaan Barang dan Jasa (UPPBJ) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur yang telah merekomendasikan penulis pada PT. Santosa Shafanara Graha untuk melakukan kegiatan magang praktik kerja. 2. Dian Eka Saputra, S.T., selaku site manager PT. Santosa Shafanara Graha dan sebagai pembimbing magang industri yang telah memberikan kesempatan pada penulis untuk melakukan kegiatan Magang Praktik Kerja di proyek yang sedang dilaksanakan dan memberikan penilaian. 3. Muhammad Husein Habibullah, S.PWK., selaku pembimbing lapangan yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk membimbing dan membagikan wawasan ilmu yang berkaitan dengan teknis lapangan. 4. Dr. Gde Agus Yudha Prawira Adistana, S.T., M.T., selaku dosen pembimbing MPK yang telah memberikan pengarahan dalam penyusunan Laporan Magang Praktik Kerja. 5. Hendra Wahyu Cahyaka, S. T., M. T., selaku dosen pengampu MPK-Rencana Kerja yang telah memberikan masukan dan koreksi dalam penilaian Laporan Magang Praktik Kerja. 6. Dr. Gde Agus Yudha Prawira Adistana, S.T., M.T., selaku koordinator Magang Praktik Kerja Jurusan Teknik Sipil Prodi S-1 Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Negeri Surabaya. 7. Dr. Agus Wiyono, S. Pd., M. T., selaku Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya. 8. Ayah dan Ibu yang telah memberikan doa serta dukungan. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran dari pembaca akan sangat berarti bagi penulis. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.


ii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .......................................................................................... i DAFTAR ISI ....................................................................................................... ii DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... iii DAFTAR TABEL .............................................................................................. iv BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 1 1.1 Latar Belakang ........................................................................................... 1 1.2 Tujuan ........................................................................................................ 2 1.2.1 Tujuan Umum ................................................................................... 2 1.2.2 Tujuan Khusus ................................................................................... 2 1.3 Manfaat ...................................................................................................... 2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA .......................................................................... 3 2.1 Perencanaan Waktu .................................................................................... 3 2.1.1 Bar Chart .......................................................................................... 3 2.1.2 Kurva S ............................................................................................. 3 2.2 Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) ..................................................... 5 BAB III PEMBAHASAN .................................................................................... 7 3.1 Jadwal Pelaksanaan .................................................................................... 7 3.1.1 Bar Chart .......................................................................................... 7 3.1.2 Kurva S ............................................................................................. 9 3.2 Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) ................................................... 10 3.3 Hasil Kerja ............................................................................................... 11 BAB IV PENUTUP ........................................................................................... 15 4.1 Kesimpulan............................................................................................... 15 4.2 Saran ........................................................................................................ 16 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 17


iii DAFTAR GAMBAR Gambar 2. 1 Kurva S ........................................................................................... 5 Gambar 3. 1 Bar Chart Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Gedung Workshop Teknik Mesin UPN “Veteran” Jawa Timur .......................................................... 7 Gambar 3. 2 Kurva S Pembangunan Gedung Workshop Teknik Mesin UPN “Veteran” Jawa Timur ......................................................................................... 9 Gambar 3. 3 Rencana Pondasi Pilecap ............................................................... 11 Gambar 3. 4 Pemasangan Bekisting Pilecap ...................................................... 12 Gambar 3. 5 Pekerjaan Lantai Kerja Pondasi Pilecap ......................................... 12 Gambar 3. 6 Pemasangan Tulangan Utama Pondasi Pilecap Bagian Bawah ....... 13 Gambar 3. 7 Pemasangan Tulangan Utama Pondasi Pilecap Bagian Atas .......... 13 Gambar 3. 8 Pemasangan Tulangan Utama Kolom Pedestal ............................... 13 Gambar 3. 9 Proses Pengecoran Pilecap ............................................................ 14 Gambar 3. 10 Hasil Pengecoran Pilecap ............................................................ 14


iv DAFTAR TABEL Tabel 2. 1 Contoh Gantt Chart ............................................................................. 3 Tabel 3. 1 Perencanaan Durasi Penyelesaian Proyek ............................................ 8 Tabel 3. 2 Rencana dan Realisasi Bobot Pekerjaan ............................................... 8


BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Proyek konstruksi merupakan suatu rangkaian kegiatan pekerjaan yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, operasional hingga pemeliharaan yang hanya satu kali dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu. Dalam pelaksanaan siklus kegiatan tersebut, diperlukan manajemen sumber daya (resource management) yang meliputi manajemen tenaga kerja (man), manajemen biaya dan waktu (money), manajemen supply material (material), manajemen peralatan (machine) dan metode (methode) untuk mewujudkan bangunan yang berkualitas, sesuai mutu, tepat waktu dengan biaya yang optimal. Sebelum diterapkannya manajemen sumber daya, diperlukan perencanaan yang matang untuk mencapai tujuan proyek yang terdiri dari perencanaan tenaga kerja, perencanaan standar, perencanaan hasil, perencanaan anggaran biaya serta perencanaan jadwal yang mana hasil akhir dari perencanaan tersebut digunakan sebagai dasar atau acuan penyusunan resource management. Perencanaan dalam penyusunan manajemen sumber daya tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk estimasi biaya bangunan dan perencanaan waktu yang mengacu pada gambar rencana dan RKS (Renana Kerja dan Syarat-Syarat). Perencanaan untuk menyusun manajemen sumber daya diawali dengan penyelesaian gambar kerja atau gambar rencana yang memuat bentuk serta dimensi sebuah proyek yang terdiri dari gambar struktural, arsitektural dan Mechanical Electrical Plumbing (MEP). Setelah penyelesaian gambar kerja yang dilengkapi dengan spesifikasi teknis, maka disusunlah dokumen RKS yang akan merincikan lingkup pekerjaan, spesifikasi bahan dan material serta prosedur pelaksanaan pekerjaan. Setelah penyusunan kedua aspek tersebut, barulah disusun estimasi biaya atau Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang akan menunjukkan hasil perhitungan perencanaan kebutuhan bahan, kebutuhan tenaga kerja, kebutuhan material dan kebutuhan peralatan yang mana hasil perhitungan tersebut dapat dijadikan acuan dalam penyusunan manajemen sumber daya. Selain menentukan anggaran biaya, bagian terpenting dari perencanaan adalah perencanaan waktu atau Time Schedule dalam bentuk kurva S yang dibuat setelah penyusunan RAB untuk menunjukkan rencana penyelesaian setiap uraian pekerjaan, realisasi dan deviasi. Bentuk upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan proyek, PT. Santosa Shafanara Graha sebagai kontraktor pelaksana pada proyek pembangunan Gedung Workshop Mesin Fakultas Teknik Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur juga menyusun perencanaan untuk memanajemen sumber daya yang dimanfaatkan pada setiap pekerjaan


2 khususnya pada pekerjaan pondasi Borepile dan Pilecap. Perencanaan pada proyek tersebut dapat dilihat dari gambar kerja, RKS, RAB dan Time Schedule dalam bentuk curva S. Dalam laporan ini, penulis mengambil judul “Pengamatan Pelaksanan Pekerjaan Pondasi Pilecap Pembangunan Gedung Workshop Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur” yang akan membahas penyusunan perencanaan sumber daya pada proyek sesuai data yang diporelah selama pelaksanaan magang praktik kerja. 1.2 Tujuan 1.2.1 Tujuan Umum Tujuan umum dari kegiatan MPK ini adalah sebagai berikut: a) Menambah pengalaman dan pelatihan kerja sesuai bidang Teknik Sipil. b) Meningkatkan kemampuan dalam mengaplikasikan teori Teknik Sipil dari perkuliahan dalam pelaksanaan proyek di lapangan. 1.2.2 Tujuan Khusus Tujuan khusus dari kegiatan MPK ini adalah sebagai berikut: a) Mengetahui perencanaan waktu atau Schedule serta rencana metode dalam pelaksanaan pekerjaan pondasi Pilecap pembangunan gedung Workshop Teknik Mesin UPN “Veteran” Jawa Timur. b) Mengidentifikasi permasalahan penyebab ketidak sesuaian antara rencana kerja dan realisasi dalam pelaksanaan pekerjaan pondasi Pilecap pembangunan gedung Workshop Teknik Mesin UPN “Veteran” Jawa Timur. 1.3 Manfaat Manfaat dari kegiatan MPK ini adalah sebagai berikut: a) Mahasiswa mampu menyusun perencanaan waktu atau Schedule dalam pelaksanaan pekerjaan proyek pembangunan gedung. b) Mahasiswa mampu memahami langkah-langkah pekerjaan dalam pelaksanaan pekerjaan pondasi Pilecap.


3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Perencanaan Waktu Mahapatni (2019) menjelaskan bahwa perencanaan waktu merupakan penentuan jadwal proyek dan durasi proyek pada setiap item pekerjaan dari awal proyek hingga proyek selesai denga tujuan untuk memudahkan pengontrolan untuk menghindari keterlambatan proyek. Menurut Fauza dan Kartika (2020), perencanaan waktu atau penjadwalan adalah rencana alokasi waktu untuk menyelesaikan pekerjaan proyek secara kesuluruhan yang dapat dibuat dalam bentuk kurva S, Bar Chart, network planning dan Schedule harian, mingguan, bulanan, tahunan atau waktu tertentu. 2.1.1 Bar Chart Menurut L. Gantt dalam Suparno (2015), Bar Chart merupakan penggambaran kegiatan dengan balok horizontal yang menyatakan durasi pekerjaan dalam skala waktu tertentu. Penggunaan Bar Chart hanya terfokus pada jadwal sehingga penyediaan informasi lainnya seperti penggunaan sumber daya, tahapan pra pelaksanaan di lapangan dan detail kemajuan pekerjaan dinilai lemah. Bar Chart atau yang disebut Gantt Chart adalah diagram yang menunjukkan hubungan antara aktivitas dan waktu pengerjaannya (Mahapatni, 2019). Gantt Chart tidak dapat memperlihatkan hubungan antar aktivitas satu dan lainnya yang saling mempengaruhi jika terjadi pengurangan atau penambahan waktu. Meskipun demikian, barchart atau Gantt Chart mudah dipahami dan masih digunakan secara luas baik diri sendiri maupun bergabung dengan kurva S. Tabel 2. 1 Contoh Gantt Chart 2.1.2 Kurva S Sutrisna dan Kholiq (2016), menjelaskan bahwa kurva S adalah kurva yang menyajikan presentase pekerjaan yang harus diselesaikan sesuai waktu yang ditentukan dalam satuan bobot persen yang terbagi menjadi dua macam, yaitu: Aktivitas Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Minggu 4 A B C D


4 a. Bobot persen yang menunjukkan perbandingan harga pekerjaan terhadap harga total. Bobot persen jenis ini menyatakan hubungan harga kumulatif dengan waktu. b. Bobot persen yang menunjukkan perbandingan bobot suatu pekerjaan dan seluruh pekerjaan. bobot persen jenis ini menyatakan hubungan presentase kumulatif pekerjaan dengan waktu yang juga dapat menunjukkan presentase pekerjaan yang harus diselesaikan. Dalam pelaksanaan proyek, kurva S memiliki fungsi pengontrolan sebagai berikut: a. Mengontrol pelaksanaan pekerjaan dengan membandingkan bobot persen realisasi sehingga perubahan yang terjadi dalam pelaksanaan tidak mempengaruhi waktu penyelesaian pekerjaan secara keseluruhan. b. Mengetahui waktu pembayaran angsuran berdasarkan volume pekerjaan yang telah diselesaikan. Dalam pelaksanaannya, kurva S harus tetap dikontrol untuk penyesuaian dengan perubahan yang terjadi di lapangan yang mana jika terjadi keterlambatan pada suatu pekerjaan maka harus ada upaya percepatan pada pekerjaan lain untuk memenuhi persyaratan teknis dan ekonomis. Pembuatan kurva S dibagi menjadi dua tahap yaitu kurva rencana dan realisasi, untuk pembuatan kurva S rencana harus melalui langkah-langkah sebagai berikut: a. Menuliskan seluruh item pekerjaan b. Menghitung bobot persen setiap item pekerjaan berdasar rincian harga dan harga total semua pekerjaan. c. Membagi persen bobot pekerjaan sesuai durasi penyelesaian pekerjaan. d. Menjumlahkan bobot persen pekerjaan persatuan waktu. e. Membuat tabel kumulatif dari persen pekerjaan persatuan waktu hingga waktu berakhirnya proyek. f. Memplot grafik. Sedangkan untuk pembuatan kurva S realisasi, didasarkan dengan pekerjaan yang telah diselesaikan kontraktor lapangan dengan tahaptahap sebagai berikut: a. Mengeplot pekerjaan yang telah diselesaikan kontraktor dalam Time Schedule persatuan waktu. b. Menjumlahkan seluruh item pekerjaan yang diselesaikan dalam persatuan waktu. c. Membuat tabel kumulatif dari pekerjaan yang diselesaikan sampai dengan waktu terbaru.


5 d. Mengeplot grafik hubungan antara kumulatif dan prestasi kerja dengan waktu. Kurva S merupakan hasil plot sebuah barchart yang bertujuan untuk mempermudah memantau kegiatan yang masuk dalam satu jangka waktu (Sari dan Suranata, 2018). Langkah-langkah yang dilakukan dalam membuat kurva S adalah sebagai berikut: a. Menghitung bobot biaya setiap pekerjaan dalam % dengan membandingkan pekerjaan siap dan keseluruhan pekerjaan siap. b. Membagi % bobot setiap pekerjaan yang telah dihitung dengan durasi pekerjaan dan meletakkannya pada Bar Chart. c. Menjumlahkan % bobot biaya pekerjaan disetiap lajur waktu dan diletakkan pada bagian bawah Bar Chart. d. Mengkumulatifkan bobot biaya setiap periode untuk mengetahui progress biaya proyek. e. Membuat kurva S sesuai % kumulatif bobot biaya. Menurut Suparno (2015), kurva S adalah sebuah grafik yang dibuat berdasar besar proyek dari awal hingga akhir yang dapat menunjukkan kemajuan proyek berdasarkan kegiatan, waktu dan bobot pekerjaan yang dipresentasikan sebagai presentase kumulatif dari seluruh kegiatan proyek. Visualisasi kurva S menginformasikan kemajuan proyek dan dapat diketahui apabila terjadi keterlambatan atau percepatan jadwal proyek sehingga dapat segera melakukan tindakan koreksi dalam proses pengendalian jadwal. Kurva S dapat terbentuk karena volume kegiatan pada awal pelaksanaan cenderung sedikit, bertambah banyak pada pertengahan pelaksanaan dan kembali mengecil pada akhir kegiatan. 2.2 Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) adalah bagian dari dokumen kontrak sebagai pedoman penting dalam melaksanakan proyek yang dibuat lengkap dan rinci oleh konsultan. RKS terdiri dari tiga bagian, yaitu umum, administrasi, dan teknis (Akbar, 2020). RKS memuat nama proyek, jenis Gambar 2. 1 Kurva S


6 dan besaran lokasi proyek, serta tata cara pelaksnaan, syarat-syarat pekerjaan, syarat mutu pekerjaan dan keterangan lain yang hanya dapat djelaskan dalam bentuk tulisan. RKS diberikan bersamaan dengan gambar yang menjelaskan mengenai proyek yang akan dilaksanakan. RKS tersusun oleh bagian-bagian sebagai berikut: a) BAB I Syarat-Syarat Umum Syarat-syarat umum ini berisi keterangan atau penjelasan tentang: 1. Pemberi Tugas / Pemilik Proyek (Bouwheer). 2. Mengenai Perencana, Pengawas, Pemborong/ Kontraktor. 3. Mengenai Syarat Peserta Lelang. 4. Mengenai Prosedur pengadaan/pelelangan mulai dari bentuk Surat Penawaran dan cara penyampaiannya. b) BAB II Syarat-Syarat Administrasi Syarat administrasi berisi keterangan atau penjelasan tentang: 1. Peraturan- peraturan pelaksanaan. 2. Rencana kerja. 3. Jangka Waktu Pelaksanaan Pekerjaan. 4. Tanggal Waktu Penyerahan. 5. Syarat Pembayaran. 6. Denda Atas Keterlambatan. 7. Besar Jaminan Penawaran. 8. Besar Jaminan Pelaksanaan. 9. Penandatanganan Surat Perjanjian Pemborongan (kontrak). 10. Pekerjaan tambah/ kurang. 11. Buku harian, laporan-laporan (harian, mingguan) 12. Pemberian pekerjaan kepada pihak ketiga. 13. Perselisihan. 14. Risiko. 15. Aturan pembayaran; dan lain-lain c) BAB III Syarat-Syarat Teknis Syarat teknis berisi keterangan atau penjelasan tentang: 1. Jenis dan Uraian Pekerjaan. 2. Jenis dan Mutu Bahan yang digunakan. 3. Cara Pelaksanaan Pekerjaan mulai dari bagian pekerjaan persiapan sampai dengan pekerjaan penyelesaian 4. Merk Material atau Bahan


7 BAB III PEMBAHASAN 3.1 Jadwal Pelaksanaan 3.1.1 Bar Chart Perencanaan Schedule atau jadwal pelaksanaan item pekerjaan untuk pekerjaan pondasi Pilecap dalam proyek ini dilakukan dengan membuat Bar Chart yang dibuat oleh PT. Santoso Shafanara Graha selau kontraktor. Dalam Bar Chart tersebut menunjukkan bobot pekerjaan yang harus tercapai dan rencana biaya yang diperlukan disetiap minggu untuk masing-masing uraian pekerjaan. Proyek pembangunan gedung dimulai dari tanggal 7 Oktober 2022 dan direncanakan selesai pada 4 Mei 2023. Pekerjaan pondasi berupa Borepile dan Pilecap ditunjukkan dalam kategori pekerjaan struktur yang direncanakan dimulai pada minggu ke-2 hingga minggu ke-14 dengan total bobot 15,93%. Kemudian, dilanjutkan dengan pekerjaan galian tanah Pilecap hingga pengurugan direncanakan pada minggu ke-4 hingga minggu ke-14 dengan total bobot 0,70%. Artinya, pekerjaan pondasi direncanakan dimulai dengan pekerjaan Borepile dari minggu ke-2 hingga minggu Gambar 3. 1 Bar Chart Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Gedung Workshop Teknik Mesin UPN “Veteran” Jawa Timur


8 ke-3 dan dilanjutkan dengan mengerjakan Pilecap pada minggu ke-4 hingga ke-14 bersamaan dengan pekerjaan galian dan urugan. Tabel 3. 1 Perencanaan Durasi Penyelesaian Proyek No. Item Pekerjaan Bobot (%) Perencanaan Mulai minggu keSelesai minggu keDurasi (mingg u) 1. Pekerjaan galian dan urugan 0,70 4 (30 Oktober 2022) 14 (14 Januari 2023) 11 2. Pekerjaan pondasi 15,93 2 (16 Oktober 2022) 14 (14 Januari 2023) 13 Dalam realisasinya, target bobot pekerjaaan yang harus dicapai setiap minggunya tidak mampu tercapai sesuai dengan perencanaan. Hal tersebut ditunjukkan dalam laporan mingguan perusahaan yang menunjukkan selisih bobot realisasi dan rencana pekerjaan bernilai negatif. Sesuai hasil wawancara yang dilakukan kepada pelaksana proyek, bahwa tidak tercapainya target tersebut dikarenakan adanya permasalahan dalam metode pekerjaan pondasi Borepile yang juga turut mempengaruhi mulainya pekerjaan Pilecap yang dilaksanakan lebih lambat dari perencanaan serta terjadi keterlambatan pengiriman material karena kesalahan dalam perhitungan kebutuhan material Pilecap sehingga diperlukan waktu lebih untuk pengiriman material yang kurang. Tabel 3. 2 Rencana dan Realisasi Bobot Pekerjaan No. Item Pekerjaan Min ggu keBobot (%) Rencana Realisasi Selisih 1. Pekerjaan galian dan urugan 4 0,07 0.00 -0,07 5 0,07 0.00 -0,07 6 0,07 0.00 -0,07 7 0,07 0.00 -0,07 8 0,07 0.00 -0,07 9 0,07 0.00 -0,07 10 0,07 0.00 -0,07 11 0,07 0,074 0,004


9 No. Item Pekerjaan Min ggu keBobot (%) Rencana Realisasi Selisih 12 0,07 0,007 -0.063 13 0,03 0,022 -0.008 14 0,03 0,038 0,008 2. Pekerjaan pondasi 2 0,40 0,416 0,016 3 0,80 1,809 1,009 4 1,59 1,250 -0,34 5 1,59 1,371 -0,219 6 1,59 2,583 0,993 7 1,59 1,987 0,397 8 1,59 2,782 1,192 2. Pekerjaan pondasi 9 1,59 2,186 3.776 10 1,59 0,991 -0,599 11 1,59 0,276 -1,314 12 0,80 0,000 -0,80 13 0,80 0,000 -0,80 14 0,40 0,206 -0,194 3.1.2 Kurva S Perencanaan Schedule juga dibuat dalam bentuk kurva S yang menunjukkan rencana peningkatan progress pekerjaan sesuai data dalam Bar Chart. Gambar 3. 2 Kurva S Pembangunan Gedung Workshop Teknik Mesin UPN “Veteran” Jawa Timur


10 Terdapat dua macam kurva S yaitu kurva dengan warna biru muda yang merupakan kurva rencana dan kurva dengan warna merah yang menunjukkan realisasi progres. Kurva warna merah yang berada diatas kurva biru muda atau perencanaan, bermakna bahwa progress pekerjaan mampu mencapai target rencana dengan selisisih prosentase bobot rencana dan realisasi bernilai positif. Namun, jika garis kurva realisasi berada dibawah kurva rencana artinya progres pekerjaan yang terselesaikan tidak sesuai tidak mencapai target dengan nilai selisih negatif. Ketidak sesuaian tersebut mulai ditunjukkan pada minggu ke-11 hingga minggu ke-14 sesuai dengan nilai barchart. 3.2 Rencana Kerja dan Syarat-Syarat (RKS) Penyusunan RKS proyek ini dibuat oleh konsultan perencana PT. Elcentro yang harus dipahami oleh kontraktor pelaksana. Pembuatan RKS disesuaikan dengan gambar perencanaan. Pelaksanaan pekerjaan harus disesuaikan dengan RKS untuk mendapat mutu pekerjaan yang baik. RKS tersebut memuat persyaratan sebagai berikut: a) Lingkup pekerjaan Menjelaskan bahwa kontraktor pelaksana harus menyediakan tenaga kerja, material, alat kerja untuk melaksanakan pekerjaan sesuai gambar untuk mencapai hasil yang baik dan sempurna. b) Spesifikasi material, yang terdiri dari: 1. Beton Disyaratkan menggunakan beton ready mix mutu f’c 28 MPa dengan semen produksi dalam negeri yang hanya terdiri dari satu merk dalam satu adukan yang penggunaannya sesuai kedatangan truck ready mix di lokasi pekerjaan. Semen juga juga disyaratkan memiliki nilai slump sebesar 10±2. 2. Baja tulangan Tulangan yang dipakai harus dalam kualitas terbaik dan tidak berkarat serta harus disimpan pada gudang kedap air untuk mencegah korosi dan karat dan tidak diperbolehkan menggunakan besi label BJKU dalam pelaksanaan pekerjaan. Sebelum baja digunakan, baja harus melalui uji tarik minimal 3 buah benda uji yang kmeudian disetujui konsultan MK. Kawat pengikat besi atau bendrat juga ditentukan yaitu harus terbuat dari baja lunak yang tidak disepuh dengan diameter minimal 0,40 mm. 3. Panjang sambungan Ditentukan panjang sambungan adalah 40 kali diameter pokok atau mengikuti peraturan baru. 4. Jenis bekisting Material bekisiting yang digunakan yaitu pasangan batako. c) Pelaksanaan pekerjaan besi


11 Mensyaratkan tentang penggunaan besi stek yang harus dalam kondisi bersih. Untuk penggunaan besi baru harus dengan kualitas tinggi dan diameter yang sesuai gambar kerja. Syarat pemotongan dan pembengkokan besi harus dalam keadaan dingin dan tidak diperbolehkan meluruskan kembali besi yang sudah dibengkokkan. Pada tahap pemasangan, besi harus diikat dengan kawat beton yang dikaitkan dan tegak lurus dengn dudukan beton decking. Untuk sambungan besi, dilakukan dengan las sesuai persetujuan MK. d) Pelaksanaan pekerjaan Pilecap: 1. Pile harus dipotong sesuai elevasi Pilecap setelah dilakukan penggalian tanah. 2. Penggalian tanah hingga membentuk Pilecap yang telah direncanakan. 3. Dilakukan pembobokan pada Pile hinga tersisa tulangan sebagai stek pondasi yang mengikat Pilecap. 4. Pemasangan bekisting dari batako mengelilingi Pile yang nantinya akan ditimbun bersama saat pengecoran. 5. Dibuat lantai kerja dengan tebal 10 cm sebagai landasan Pilecap. 6. Pemasagan tulangan Pilecap yang meliputi tulangan utama atas dan bawah, stek pondasi, tulangan kaki ayam, beton decking, dan stek tulangan penghubung kolom. 7. Penimbunan tanah disekitar bekisitng untuk menahan beban pengecoran. 8. Pengecoran dapat dilakukan jika semua pekerjaan diatas telah terpenuhi. 3.3 Hasil Kerja Metode atau cara pelaksanaan pekerjaan yang telah tertulis dalam RKS kemudian diimplementasikan disetiap uraian pekerjaan sebagai berikut: a) Penggalian tanah, dilakukan hingga membentuk Pilecap sesuai gambar rencana yang menunjukkan bahwa dalam pekerjaan ini telah sesuai dengan syarat yang tertulis dalam RKS. Gambar 3. 3 Rencana Pondasi Pilecap


12 b) Pemasangan bekisitng batako, dipasang mengelilingi Pile dan sesuai dengan gambar rencana. c) Pembuatan lantai kerja, dibuat dengan material beton non-struktur yang dituangkan pada permukaan galian sebelum tulangan dipasang. Dalam implementasinya, tebal lantai kerja tidak tepat 10 cm sesuai RKS karena pekerja hanya memperkirakan tebal tersebut tanpa mengukur tebal beton yang dituangkan. d) Pemasangan tulangan, diawali dengan peletakan beton decking dan pemasangan tulagan utama bagian bawah, tulangan kaki ayam, tulangan utama atas dan pemasangan tulangan utama kolom pedestal. Gambar 3. 4 Pemasangan Bekisting Pilecap Gambar 3. 5 Pekerjaan Lantai Kerja Pondasi Pilecap


13 e) Pengecoran, dilakukan pada titik Pilecap yang telah terpasang tulangan dan telah dilakukan penimbunan tanah di sekitar bekisting. Setelah pengecoran selesai, tanah galian ditimbun kembali dan diratakan seperti kondisi semula. Gambar 3. 6 Pemasangan Tulangan Utama Pondasi Pilecap Bagian Bawah Gambar 3. 7 Pemasangan Tulangan Utama Pondasi Pilecap Bagian Atas Gambar 3. 8 Pemasangan Tulangan Utama Kolom Pedestal


14 Gambar 3. 9 Proses Pengecoran Pilecap Gambar 3. 10 Hasil Pengecoran Pilecap


15 BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan Rencana kerja berupa perencanaan waktu atau Schedule dalam pelaksanaan pekerjaan pondasi Pilecap pada proyek pembangunan gedung Workshop Teknik Mesin UPN “Veteran” Jawa Timur melalui metode sebagai berikut: a) Pembuatan Bar Chart, menunjukkan bobot total pada pekerjaan pondasi dan galian tanah serta prosentase bobot rencana yang harus dicapai setiap minggunya. Dari perencanaan capaian bobot tersebut, didapat pula hasil rencana waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek tersebut yang juga menunjukkan jadwal pelaksanaan pekerjaan pondasi yaitu dimulai pada minggu ke-2 hingga ke-14 dan minggu ke-4 hingga minggu ke-14 untuk pekerjaan galian dan urugan yang direncanakan selesai pada 14 Januari 2023. b) Pembuatan kurva S, dibuat sesuai data dalam Bar Chart yang menunjukkan peningkatan progress rencana dan realisasi. Dengan membuat kurva S, maka dapat segera diketahui jika rencana pencapaian bobot pekerjaan tidak tercapai. Hal tersebut dapat diketahui jika garis kurva realisasi berada dibawah garis kurva rencana. Dengan demikian, permasalahan dapat segera terselesaikan dan waktu dapat dikendalikan. Perencanaan pelaksanaan pekerjaan atau metode kerja juga dibuat oleh konsultan perencana agar hasil pekerjaan memiliki mutu tinggi yang dituangkan dalam RKS yang berisi sebagai berikut: a) Pile harus dipotong sesuai elevasi Pilecap setelah dilakukan penggalian tanah. b) Penggalian tanah hingga membentuk Pilecap yang telah direncanakan. c) Dilakukan pembobokan pada Pile hinga tersisa tulangan sebagai stek pondasi yang mengikat Pilecap. d) Pemasangan bekisting dari batako mengelilingi Pile yang nantinya akan ditimbun bersama saat pengecoran. e) Dibuat lantai kerja dengan tebal 10 cm sebagai landasan Pilecap. f) Pemasagan tulangan Pilecap yang meliputi tulangan utama atas dan bawah, stek pondasi, tulangan kaki ayam, beton decking, dan stek tulangan penghubung kolom. g) Penimbunan tanah disekitar bekisitng untuk menahan beban pengecoran. h) Pengecoran dapat dilakukan jika semua pekerjaan diatas telah terpenuhi. Dalam proses realisasi rencana, ditemukan beberapa hambatan yang menyebabkan ketidak sesuaian dengan rencana. Khususnya dalam perencanaan waktu atau Schedule yang menunjukkan keterlamabatan karena tidak tercapainya prosentase bobot seperti yang direncanakan. Hal tersebut terjadi karena kesalahan metode pada pekerjaan Borepile sehingga


16 memperlambat mulainya pekerjaan Pilecap. Selaian itu, keterlambatan material Pilecap juga menjadi penyebab ketidak sesuaian tersebut. 4.2 Saran Pemilihan metode pelaksanaan untuk rangkaian pekerjaan pondasi baik Borepile atau Pilecap lebih diperhatikan agar tidak terjadi kekeliruan yang dapat menghambat pekerjaan dan menyebabkan keterlambatan. Selain itu, perhitungan kebutuhan material harus dilakukan lebih teliti agar tidak terjadi kekurangan material sehingga pekerjaan dapat segera diselesaikan.


17 DAFTAR PUSTAKA Fauza, M. & Kartika, N., 2020. Analisis Pengendalian Proyek Menggunakan Kurva-S dan Metode Earned Value pada Proyek Pembangunan Trotoar di Ruas Jalan Cisaat Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi. Jurnal Ilmah SANTIKA. Vol. 10 No.1 PP. 37-48. Mahapatni, I. A. P. S. 2019. Metode Perencanaan Dan Pengendalian Proyek Konstruksi. Denpasar: UNHI Press. Sari, G. A. S. D. N. & Suranata, P. G., 2018. Perencanaan Pelaksanaan Proyek Pembangunan Sudarma Condotel di Jalan Mahendradatta Denpasar. PADURAKSA. Vol. 7 No.2 PP. 219-229. Suparno, 2015. Perencanaan Dan Penjadwalan Proyek Pada Pembangunan Gedung. Bangun Rekaprima: Majalah Ilmiah Pengembangan Rekayasa, Sosial, dan Humaniora. Vol. 1 No.2 PP. 56-67. Sutrisna, E. & Kholiq, A., 2016. Analisis Time Schedule Proyek Pembangunan Gedung VIP RSUD Cideres Kabupaten Majalengka. Seminar Teknologi Majalengka 3.0. PP. 399-408.


Click to View FlipBook Version