The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Materi Teks Biografi kelas 10

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Ayundapriwahyuni, 2022-12-10 21:10:39

Teks Biografi

Materi Teks Biografi kelas 10

Keywords: Membaca

Teks Biografi

1. PENGERTIAN TEKS BIOGRAFI

Teks biografi adalah suatu bentuk teks yang berisi mengenai kisah atau cerita suatu tokoh dalam
mengarungi kehidupannya, entah itu berupa kelebihan, masalah atau kekurangan yang ditulis
oleh seseorang agar tokoh tersebut bisa menjadi teladan untuk orang banyak Selain biografi,
ada juga yang namanya Autobiografi. Autobiografi merupakan suatu riwayat hidup yang ditulis
sendiri oleh tokoh tesebut. Untuk itu, antara biografi dan autobiografi sangatlah berbeda.
Perbedaan tersebut dapat ditinjau dari penulisnya, apakah riwayat tersebut ditulis sendiri atau
orang lain yang menulisnya.

2. CIRI CIRI TEKS BIOGRAFI
o Teks biografi harus memuat informasi berdasarkan fakta pada toko yang diceritakan dalam
bentuk narasi.
o Memuat sebuah fakta pengalaman hidup suatu tokoh dalam memecahkan masalah-masalah
sampai pada akhirnya sukses, sehingga patut menjadi teladan
o Teks biografi memiliki struktur yang jelas

3. JENIS-JENIS BIOGRAFI
o BERDASARKAN SISI PENULIS
1) Autobiografi, Suatu riwayat hidup yang ditulis sendiri oleh tokoh tesebut.
2) Biografi, Suatu bentuk teks yang berisi mengenai kisah atau cerita suatu tokoh dalam
mengarungi kehidupannya, entah itu berupa kelebihan, masalah atau kekurangan yang
ditulis oleh orang lain. Biografi berdasarkan izin penulisan dibagi menjadi dua:
3) Authorized biography, sebuah biografi yang penulisannya mendapatkan izin atau
sepengetahuan tokoh yang akan di tulis cerita hidupnya.
4) Unauthorized biography, biografi yang penulisannya tanpa seizing dan sepengetahuan
tokoh yang akan di tulis kisah hidupnya. Biasanya penulisan unauthorized biography terjadi
karena tokoh tersebut telah wafat.
o BERDASARKAN ISINYA
1) Biografi perjalanan hidup, berisi sebuah perjalanan hidup lengkap seorang tokoh atau
diambil dari bagian-bagian yang dianggap mempunyai kesan.
2) Biografi perjalanan karir, berisi sebuah perjalanan karir seorang tokoh mulai dari awal
hingga karir yang dilakukan saat ini atau bisa juga perjalanan karir dalam mencapai sebuah
kesuksesan tertentu.
o BERDASARKAN PERSOALAN YANG DIBAHAS
1) Biografi politik, penulisan cerita hidup tokoh suatu Negara dilihat dari sudut pandang
politik. Biografi semacam ini mendapatkan bahan dari kumpulan berbagai riset. Akan
tetapi, biografi politik biasanya tidak lepas atau sarat akan kepentingan penulis atau tokoh
yang minta untuk ditulis.
2) Biografi intelektual, biografi ini hampir sama dengan biografi politik, persamaannya yaitu
kumpulan bahannya yang didapatkan dari berbagai riset. Namun, penulisannya dituangkan
dalam gaya Bahasa ilmiah.
3) Berdasarkan jurnalistik, sebuah biografi yang penulisannya didapatkan dari hasil
wawancara dengan tokoh yang akan ditulis atau tokoh yang menjadi rujukan sebagai bahan
pendukung cerita.
o BERDASARKAN PENERBIT
1) Buku sendiri, sebuah biografi tokoh yang dijadikan buku oleh penerbit dengan biaya
produksi mulai dari penulisan, percetakan dan pemasaran ditanggung sendiri. Penulisan
biografi ini bertujuan untuk laku dijual dipasaran atau mendapatkan perhatian publik.


2) Buku subsidi, penulisan biografi tokoh yang biaya produksinya ditanggung oleh sponsor.
Biasanya biografi seperti jika dilihat dari segi komersil tidak akan laku ataupun jika laku
harga jualnya terlalu tinggi sehingga tidak terjangkau.

4. STRUKTUR TEKS BIOGRAFI
A. ORIENTASI

Tahap ini adalah bagian pengenalan suatu tokoh, berisi gambaran awal tentang tokoh
tersebut di dalam teks biografi.

B. PERISTIWA DAN MASALAH

Tahap ini adalah bagian kejadian atau peristiwa yang dialami oleh tokoh. Berisi penjelasan
suatu cerita baik itu berupa pemecahan masalah, proses berkarir, peristiwa menyenangkan,
menegangkan, menyedihkan hingga mengesankan yang pernah dialami oleh tokoh hingga
mengantarkannya meraih mimpi, cita-cita dan kesuksesan. Semua kejadian tersebut diurai
disini.

C. REORIENTASI

Tahap ini adalah bagian penutup. Berisi mengenai pandangan penulis kepada tokoh yang
dikisahkan. Reorentasi ini bersifat opsional semata, jadi boleh ada maupun tidak ada.

5. UNSUR KEBAHASAAN / KAIDAH KEBAHASAAN TEKS BIOGRAFI
1) KATA HUBUNG

Kata hubung adalah kata yang berfungsi sebagai penyambung antara satu kata dengan kata
yang lain dalam sebuah kalimat dan juga kata hubung antara satu kalimat dengan kalimat yang
lain. Apabila kata hubung tersebut berfungsi sebagai penyambung kata dalam sebuah kalimat,
kata hubung itu dinamakan konjungsi intrakalimat. Contoh : dan , tetapi, lalu, kemudian.

2) RUJUKAN KATA

Rujukan kata yaitu kata yang merujuk pada kata lain yang sudah diungkapkan sebelumnya.

Kata rujukan dikatagorikan menjadi beberapa bagian, antara lain:

Kata rujuk benda atau hal. Contoh : ini, itu, tersebut.

Kata rujuk tempat. Contoh : disini, disana, disitu.

Kata rujuk orang. Contoh : dia, ia, beliau, mereka, -nya.

3) PERISTIWA, WAKTU DAN TEMPAT

Dalam teks biografi, terdapat kata yang berfungsi menunjukkan peristiwa, waktu dan
tempat yang dialami oleh tokoh.

4) KATA KERJA

Kata kerja atau verba adalah suatu kelompok kata yang menjelaskan sesuatu hal yang
dilakukan oleh tokoh. Kata kerja dibagi menjadi dua, yakni berdasarkan bentuk dan
berdasarkan jenis.


Contoh Teks Biografi

R.A Kartini

Raden Adjeng Kartini adalah pahlawan nasional Indonesia yang lahir di Jepara, Hindia Belanda,
pada tanggal 21 April 1879 dan meninggal di Rembang, Hindia Belanda, pada tanggal 17 September
1904 pada usia yang masih muda yaitu 25 tahun. Nama lainnya biasa disebut dengan Raden Ayu
Kartini. Tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia yang berasal dari tanah Jawa ini dikenal sebagai
pelopor kebangkitan wanita pribumi atau disebut dengan feminisme.

Raden Ajeng Kartini merupakan seorang wanita yang berasal dari kelas bangsawan Jawa. Nama
ayah Kartini adalah Ario Sosroningrat. Saat itu, Ario Sosroningrat adalah seorang patih yang diangkat
menjadi bupati Jepara segera ketika Kartini lahir. Ibunda dari Kartini adalah putri dari istri pertama
sang bangsawan, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, anak dari Kyai Haji
Madirono dan Nyai Haji Siti Aminah. Keduanya adalah tokoh agama di Telukawur, Jepara. Silsilah
Kartini bisa ditelusuri hingga Hamengkubuwono VI. Lebih dari itu, Garis kebangsawanan Bupati
Sosroningrat dapat dilacak kembali ke para bangsawan dari istana Kerajaan Majapahit. Sejak Pangeran
Dangirin menjabat sebagai bupati di Surabaya pada abad ke-18, leluhur Sosroningrat menjabat banyak
posisi berpengaruh di Pangreh Praja.

Ayah Kartini dulunya adalah seorang wedana di Mayong. Peraturan Hindia Belanda waktu itu
mewajibkan seorang bupati agar beristrikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah tidak memiliki
garis bangsawan tinggi, maka ayah Kartini menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan yang
merupakam keturunan langsung dari Raja Madura. Setelah pernikahan itu, maka ayah Kartini berhasil
menjadi bupati di Jepara. Menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan yang bernama R.A.A.
Tjitrowikromo.

Kartini adalah anak kelima dari sebelas bersaudara kandung dan tiri. Dari semua saudara
sekandung, Kartini merupakan kakak perempuan tertua. Kakek dari Kartini yang bernama Pangeran
Ario Tjondronegoro IV, diangkat menjadi bupati ketika usia 25 tahun dan terkenal pada pertengahan
abad ke-19 sebagai salah satu bupati yang memberi pendidikan khas Barat kepada anak-anaknya. Kakak
Kartini yang bernama Sosrokartono adalah seorang yang pandai dalam berbahasa. Sampai usia dua
belas tahun, Kartini mengenyam pendidikan di ELS (Europese Lagere School). Salah satu pelajaran
yang dipelajari oleh Kartini adalah bahasa Belanda. Tetapi setelah usia dua belas tahun, Kartini dilarang
meninggalkan rumah karena sudah bisa dipingit.

Karena Kartini fasih dalam Bahasa Belanda, maka di hari-hari pingitnya, ia mulai belajar sendiri
dan mengirim surat kepada teman-teman korespondensinya yang berasal dari Belanda. Salah satu
sahabatnya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Dari koran, buku-buku dan majalah
Eropa, Kartini mulai tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa atau feminisme modern. Timbul
cita-citanya untuk memajukan pemikiran perempuan pribumi, karena menurutnya, perempuan pribumi
di era Hindia Belanda berada pada status sosial yang cukup rendah.

Pada tahun 1903 saat Kartini berusia sekitar 24 tahun, impian untuk meneruskan studi menjadi
guru di tanah Betawi pun sudah sirna. Dalam sebuah surat kepada Nyonya Abendanon, Kartini berkata
bahwa dirinya tidak berniat lagi untuk meneruskan studi karena ia sudah akan menikah. Padahal waktu
itu pihak departemen pendidikan di Belanda sudah membuka peluang untuk Kartini dan Rukmini agar
bisa belajar di Betawi.

Saat menjelang hari pernikahannya, penilaian Kartini terhadap nilai-nilai di adat Jawa mulai
melunak dan menjadi lebih toleran. Ia berpendapat bahwa pernikahan akan memberikan berkah
tersendiri agar bisa mewujudkan impian untuk mendirikan sekolah bagi para perempuan pribumi di era


Hindia Belanda. Dalam suratnya, Kartini menceritakan bahwa suaminya tidak hanya mendukung
keinginannya untuk memajukan ukiran khas Jepara dan sekolah bagi perempuan pribumi saja, tetapi
juga menceritakan agar Kartini bisa menulis sebuah buku yang menarik.


Click to View FlipBook Version