The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by evanialestari.2022, 2023-02-05 01:48:20

2. BAHAN AJAR IODIMETRI_UKIN_EVANIA

2. BAHAN AJAR IODIMETRI_UKIN_EVANIA

PETA KONSEP terdiri dari terdiri dari terjadi dalam dapat ditentukan kadar/konsentrasinya melalui terdiri dari TITRASI IODOMETRI REDUKTOMETRI TITRASI IODATOMETRI TITRAT TITRAN TITIK EKUIVALEN PERUBAHAN WARNA INDIKATOR ditandai dengan TITIK AKHIR TITRASI terdapat REDUKTOR OKSIDATOR REDOKS REAKSI REDOKS TITRASI REDOKS OKSIDOMETRI TITRASI PERMANGANOMETRI TITRASI DIKROMATOMETRI TITRASI IODIMETRI TITRASI BROMATOMETRI


GLOSARIUM Bobot ekivalen : Bobot satu ekivalen suatu zat dalam gram. Bobot molekul : Bobot 1 mol suatu zat dalam gram. Ekivalen : Banyaknya suatu zat yang memberikan atau bereaksi dengan 1 mol H+ (asam basa), 1 mol elektron (redoks), atau 1 mol kation bervalensi satu (pengendapan dan pembentukan kompleks) Indikator : Suatu zat yang menunjukkan warna yang berlainan dengan kehadiran analit atau titran secara berlebih Konsentrasi analit : Banyaknya mol zat terlarut per liter tanpa memperdulikan reaksi apa saja yang mungkin terjadi bila zat terlarut itu dilarutkan Larutan standar : Suatu larutan yang konsentrasinya telah ditetapkan dengan akurat Mol : Banyaknya suatu zat yang mengandung entitas sebanyak atom dalam 12 g nuklida karbon 12 Molaritas : Banyaknya mol zat terlarut per liter larutan Normalitas : Banyaknya ekuivalen zat terlarut per liter larutan Oksidator : Zat yang meoksidasi zat lain tetapi zat tersebut mengalami reduksi. Reduktor : Zat yang mereduksi zat lain tetapi zat tersebut mengalami oksidasi. Standarisasi : Proses dengan mana konsentrasi suatu larutan ditetapkan dengan akurat Standar primer : Suatu zat yang tersedia dalam bentuk murni atau keadaan dengan kemurnian yang diketahui, yang digunakan untuk menstandarkan suatu larutan. Titrimetri : Analisa kuantitatif dengan mereaksikan suatu zat yang dianalisis dengan Larutan Standar (standar) yang telah diketahui konsentrasinya secara teliti Titik akhir titrasi : Suatu keadaan dalam titrasi pada saat indikator berubah warna Titik ekivalen : Titik dalam suatu titrasi dimana jumlah ekuivalen titran sama dengan jumlah ekuivalen analit. Titran : Reagensia (suatu larutan standar) yang ditambahkan dari dalam sebuah buret untuk bereaksi dengan analitnya.


Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 3.9 Menerapkan titrasi redoks iodimetri IPK Pendukung: 3.9.1 Menjelaskan prinsip titrasi redoks iodimetri. 3.9.2 Meramalkan perubahan warna pada titik akhir titrasi iodimetri. IPK Kunci: 3.9.3 Menerapkan titrasi redoks iodimetri. IPK Pengayaan: 3.9.4 Merancang penentuan kadar sampel menggunakan titrasi iodimetri. 3.9.5 Menganalisis kadar sampel berdasarkan data hasil titrasi iodimetri. 4.9 Melaksanakan titrasi redoks iodimetri IPK Pendukung: 4.9.1 Menuliskan persamaan reaksi yang terjadi pada titrasi iodimetri. 4.9.2 Menunjukkan indikator yang digunakan pada titrasi iodimetri. IPK Kunci: 4.9.3 Melaksanakan tahapan titrasi iodimetri. IPK Pengayaan: 4.9.4 Menunjukkan perubahan warna pada titik akhir titrasi iodimetri. 4.9.5 Menentukan kadar sampel berdasarkan data hasil titrasi iodimetri. Satuan Pendidikan : SMK NEGERI 5 BANDUNG Mata Pelajaran : Analisis Titrimetri dan Gravimetri Kelas/Semester : XI / Ganjil Judul Modul : Titrasi Redoks - Iodimetri Alokasi Waktu : 4 JP * 45 menit ( 2 kali Pertemuan) Penulis : Evania Lestari, S.Si. IDENTITAS MODUL


PERTEMUAN KE 1: Setelah berdiskusi dan menggali informasi secara berkelompok melalui model pembelajaran discovery learning, peserta didik dapat : 1. Menjelaskan prinsip titrasi redoks iodimetri dengan mengedepankan kemampuan berfikir kritis, comunicatif dan colaboratif . 2. Meramalkan perubahan warna pada titik akhir titrasi iodimetri dengan mengedepankan kemampuan berfikir kritis dan colaboratif. 3. Menuliskan persamaan reaksi yang terjadi pada titrasi iodimetri dengan mengedepankan perilaku jujur dan kemampuan berfikir kritis. 4. Menunjukkan indikator yang digunakan pada titrasi iodimetri dengan mengedepankan kemampuan berfikir kritis, comunicatif dan colaboratif . PERTEMUAN KE 2: Setelah berdiskusi, menggali informasi dan melakukan eksperimen terbimbing secara berkelompok melalui model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) , peserta didik dapat : 1. Merancang penentuan kadar sampel menggunakan titrasi iodimetri dengan mengedepankan kemampuan berfikir kritis, jujur, kreatif, comunicatif dan colaboratif . 2. Menerapkan titrasi redoks iodimetri dengan mengedepankan kemampuan berfikir kritis, comunicatif dan colaboratif . 3. Melaksanakan tahapan titrasi iodimetri secara colaboratif dan kreatif dengan mengedepankan kemampuan berfikir kritis. 4. Menunjukkan perubahan warna pada titik akhir titrasi iodimetri secara jujur dengan mengedepankan kemampuan berfikir kritis. 5. Menganalisis kadar sampel berdasarkan data hasil titrasi iodimetri secara jujur dan kreatif dengan mengedepankan kemampuan berfikir kritis. 6. Menentukan kadar sampel berdasarkan data hasil titrasi iodimetri secara jujur, kreatif dan komunikati dengan mengedepankan kemampuan berfikir kritis. TUJUAN PEMBELAJARAN :


Anak-anakku yang Super.... Titrasi redoks ini merupakan prasyarat untuk mata pelajaran produktif lainnya yang akan kalian jumpai juga di dunia usaha/ dunia industi kelak. Apalagi bagi seorang ANALIS, jika kalian tidak paham konsepnya maka akan mempengaruhi kinerja kalian di masa mendatang. Prinsip titrasi redoks- iodimetri, Indikator titrasi redoks- iodimetri, Perubahan warna pada titik akhir akhir titrasi redoks- iodimetri, Prosedur titrasi redoks- iodimetri, Persamaan reaksi pada titrasi redoks- iodimetri, Perhitungn titrasi redoks- iodimetri, MATERI PEMBELAJARAN Persyaratan untuk menggunakan modul ini adalah peserta didik harus sudah memahami konsep-konsep pada materi mata pelajaran Analisis Titrimetri Gravimetri pada kelas XI mengenai konsep dan prinsip titrasi redoks secara umum dan materi pada pembelajaran pertemuan sebelumnya (KD 3.7 dan 3.8). PRASYARAT


Sebelum memulai pembelajaran, yuk kita cek kemampuan awal kalian .... Silahkan kalian beri tanda ceklish (√) pada pertanyaan berikut: NO CEK KEMAMPUAN AWAL YA TIDAK 1. Apakah kamu bisa membedakan reaksi reduksi dan reaksi oksidasi? 2. Apakah kamu mengetahui prinsip dasar titrasi redoks secara umum? 3. Apakah kamu mengetahui perbedaan titrasi reduktometri dan oksidometri? 4. Apakah kamu bisa menyebutkan perbedaan oksidator dan reduktor? 5. Apakah kamu bisa menyebutkan jenis-jenis larutan yang termasuk larutan oksidator dan larutan reduktor? 6. Apakah kamu bisa menghitung biloks? 7. Apakah kamu bisa menyebutkan prinsip dasar titrasi iodimetri? 8. Apakah kamu dapat menjabarkan prosedur dari titrasi iodimetri saat standarisasi iodium? 9. Apakah kamu tahu teknik titrasi pada titrasi iodimetri? 10 Apakah kamu tahu jenis titrasi pada titrasi iodimetri? 11 Apakah kamu tahu jenis indikator yang digunakan pada titrasi iodimetri? 12 Apakah kamu bisa menuliskan persamaan reaksi pada titrasi iodimetri? 13 Apakah kamu bisa menentukan titik akhir saat titrasi iodimetri? 14 Apakah kamu bisa menjelaskan mekanisme terjadinya titik akhir saat titrasi iodimetri? 15 Apakah kamu bisa menganalisis kadar suatu sampel menggunakan titrasi iodimetri? CEK KEMAMPUAN AWAL


hmm...... Masih banyak yang belum kalian fahami ya? Yuk.... sekarang pelajari materi ini agar dapat meningkatkan pemahaman kalian terhadap konsep titrasi iodimetri Tapi.... jangan lupa berdoa dulu ya ..... نِ ْي ِم َن ْه ًما َوا ْجَعلْ نِ ْي فَ زقْ ُ ًما َوا ْر ْدنِي ِعلْ ِ ب ز ِّ َر صالِ ِحْي َن ال َّ


Titrasi iodimetri merupakan titrasi langsung dengan menggunakan baku iodin (2) dan digunakan untuk analisis kuantitatif senyawasenyawa yang mempunyai potensial oksidasi lebih kecil daripada system iodium-iodida yang digunakan untuk senyawa- senyawa yang bersifat reduktor yang cukup kuat seperti Vitamin C. Titik ekuivalen dalam titrasi ini ditandai dengan perubahan warna larutan menjadi ungu kehitaman, yang menandakan reduktor telah habis bereaksi dengan iodin, dan kemudian iodin bereaksi dengan larutan amilum atau pati sebagai indikator sehingga menghasilkan warna ungu kehitaman. Istilah oksidasi mengacu pada setiap perubahan kimia dimana terjadi kenaikan bilangan oksidasi, sedangkan reduksi digunakan untuk setiap penurunan bilangan oksidasi. Berarti proses oksidasi disertai hilangnya elektron sedangkan reduksi memperoleh elektron. Oksidator adalah senyawa di mana atom yang terkandung mengalami penurunan bilangan oksidasi. Sebaliknya pada reduktor, atom yang terkandung mengalami kenaikan bilangan oksidasi. Oksidasi-reduksi harus selalu berlangsung bersama dan saling menkompensasi satu sama lain. Istilah oksidator reduktor mengacu kepada suatu senyawa, tidak kepada atomnya saja. Titrasi iodimetri secara kuantitatif ini digunakan untuk mendeteksi senyawa-senyawa yang bersifat reduktor yang cukup kuat seperti Vitamin C, tiosulfat, arsenit, sulfide, sulfit, stibum (III), timah (II), dan ferosianida. PRINSIP TITRASI IODIMETRI


Untuk lebih jelas ... yuk lihat video ini... SCAN ME Koswara (2009) dalam Henny.A.P.,dkk (2015) menyatakan bahwa pati atau amilum adalah karbohidrat kompleks berwujud bubuk putih, tawar dan tidak berbau. Umumnya amilum terdiri dari amilopektin dan amilosa. Komposisi amilopektin sebagai penyusun amilum pada umumnya berkisar antara 70–85%. Amilosa merupakan komponen amilum yang mempunyai rantai lurus dan larut dalam air. Umumnya amilosa menyusun amilum (pati) 17-20%, terdiri dari satuan glukosa yang bergabung melalui ikatan α-(1,4) D-glukosa. Amilosa juga mempunyaisifat kompresibilitas, sehingga dapat digunakan sebagai formulasi tablet cetak langsung. Sementara amilopektin merupakan komponen amilum yang mempunyai rantai cabang, terdiri dari satuan glukosa yang bergabung melalui ikatan α -(1,4) D-glukosa dan α -(1,6) D-glukosa. Amilopektintidak larut dalam air tetapi larut dalam butanol dan bersifat kohesif sehingga sifat alir dan daya kompresibilitasnya kurang baik. Amilum merupakan indikator spesifik yang dapat bereaksi khas dengan satu senyawa saja yaitu iodium(I2), sehingga pada titrasi iodometri dan iodimetri indikator yang digunakan adalah amilum yang dapat membentuk kompleks I2-amilum yang berwarna biru. AMILUM


Jika amilum tidak tersedia, maka indikator yang dapat digunakan untuk titrasi iodimetri adalah natrium glikolat. Dimana jika natrium glikolat ini bereaksi dengan iodium maka akan menghasilkan larutan berwarna hijau. Natrium glikolat ini lebih stabil dibandingkan amilum karena jika natrium glikolat bereaksi dengan iodium maka tidak akan membentuk kompleks yang mudah larut, tidak higroskopis dan mudah larut dalam air. Sedangkan amilum bersifat sukar larut dalam air dan tidak stabil karena mudah terhidrolisis menjadi dekstrin-dekstrinnya. Iodin atau Iodium (bahasa Yunani: Iodes - ungu), adalah unsur kimia pada tabel periodik yang memiliki simbol I dan nomor atom 53. Iodin ditemukan pada tahun 1811 oleh Courtois. Iodin merupakan sebuah anion monovalen. IODIUM


anion monovalen. Iodin adalah halogen yang reaktivitasnya paling rendah dan paling bersifat elektropositif. Iodin adalah suatu unsur bukan logam yang termasuk golongan halogenida. Iodin terutama digunakan dalam medis, fotografi, dan sebagai pewarna. Seperti halnya semua unsur halogen lain, iodin ditemukan dalam bentuk molekul diatomik. Iodin merupakan padatan kristalin abu tua dengan uap ungu dengan titik leleh sebesar 114°C. Iodin sedikit larut dalam air tetapi larut dengan sangat leluasa dalam pelarut organik. Iodin adalah padatan berkilauan berwarna hitam kebiru-biruan, menguap pada suhu kamar menjadi gas ungu biru dengan bau menyengat. Iodin membentuk senyawa dengan banyak unsur, tapi tidak sereaktif halogen lainnya, yang kemudian menggeser iodida. Iodin mudah larut dalam kloroform, karbon tetraklorida, atau karbon disulfida yang kemudian membentuk larutan berwarna ungu. Iodin digunakan untuk menguji apakah suatu makanan mengandung karbohidrat atau tidak. Iodin digunakan sebagai reagen test kit Vitamin C karena dapat membentuk reaksi perubahan warna dengan amilum. Jika warna biru kompleks iodin dan amilum ditambahkan asam askorbat maka akan terjadi perubahan warna dari biru menjadi tidak berwarna. Hal ini karenasemua iodin sebagai oksidator telah habis bereaksi dengan Vitamin C dan didalam larutan terdapat kelebihan vitamin C sehingga warna larutan menjadi bening.


Di antara sekian banyak contoh teknik atau cara dalam analisis kuantitatif terdapat dua cara melakukan analisis dengan menggunakan senyawa pereduksi iodium yaitu secara langsung dan tidak langsung. Cara langsung disebut iodimetri (digunakan larutan iodium untuk mengoksidasi reduktor-reduktor yang dapat dioksidasi secara kuantitatif pada titik ekivalennya). Namun, metode iodimetri ini jarang dilakukan mengingat iodium sendiri merupakan oksidator yang lemah. Sedangkan cara tidak langsung disebut iodometri (oksidator yang dianalisis kemudian direaksikan dengan ion iodida berlebih dalam keadaan yang sesuai yang selanjutnya iodium dibebaskan secara kuantitatif dan dititrasi dengan larutan natrium thiosilfat standar atau asam arsenit). Berikut perbedaan iodo dan iodimetri: NOTES:


Dalam kebanyakan titrasi langsung dengan iod (iodimetri), digunakan suatu larutan iodium dalam kalium iodida dan karena itu spesi reaktifnya adalah ion triiodida (I3⁻). Untuk tepatnya semua persamaan yang melibatkan reaksi-reaksi iodium seharusnya ditulis dengan I3⁻ dan bukan I2 ,misalnya : I3⁻ + 2S2O3 2⁻ 3I⁻ + S₄O6 2⁻ Reaksi diatas lebih akurat dari pada : I2 + 2S2O3 2⁻ 2I⁻ + S₄O6 2⁻ namun demi kesederhanaan untuk selanjutnya penulisan larutan iodium dengan menggunakan I2 bukan dengan I3. Iodimetri merupakan titrasi langsung dengan baku iodium terhadap senyawa dengan potensial oksidasi yang lebih rendah, satu tetes larutan iodium 0,1 N dalam 100 ml air memberikan warna kuning pucat. Untuk menaikkan kepekaan titik akhir dapat digunakan indikator kanji. Iodium dilihat dengan kadar iodium 2 x 10-4 M dan iodida 4 x 10-4 M. Penyusun utama kanji adalah amilosa dan amilopektin. Amilosa dengan iodium membentuk warna biru, sedangkan amilopektin membentuk warna merah. Adanya iodium dalam lapisan organik menimbulkan warna ungu. Pada metode iodimetri, larutan harus dijaga supaya pH larutan lebih kecil dari 8 karena dalam larutan alkali iodium bereaksi dengan hidroksida (OH-) menghasilkan ion hipoiodit yang pada akhirnya menghasilkan ion iodat menurut reaksi : I2 + OH- HI + IO3IO- IO3 - + 2IAdanya iodat (IO3 -) dapat mengoksidasi I- menjadi I2 kembali dalam larutan. NOTES:


1. Pembuatan Larutan Iodium 0,1 N Sebanyak ..... gram iodium (I2) ditimbang dan dilarutkan dengan penambahan 2 gram KI bebas iodat, kemudian ditambahkan aquadest sebanyak 100 mL. Lalu dihomogenkan dan dimasukkan ke dalam botol gelap. Persamaan reaksi : I2 + 2 e 2I- ; E0 = +0,5345 V 3I- I3 -+ 2e ; E0 = +0,5355 V I2 + 3I- 2I- I3 - Perhitungan massa yang ditimbang: massa = BE x N x V 1000 2. Standarisasi Larutan I2 0,1N Sebanyak 25 mL lautan Na2S2O3 standar dipipet secara kuantitatif ke dalam labu erlenmeyer dan ditambahkan 4 mL asam sulfat 4N dan 1 mL indikator amylum. Kemudian larutan dititrasi menggunakan larutan iodium menggunakan buret amberglass sampai terjadi perubahan warna menjadi ungu. Persamaan reaksi : I2 + 2 e 2I- 2S2O3 2- S4O6 2- + 2e I2 + 2S2O3 2- 2I- + S4O6 2- (coklat) (tidak berwarna) Saat semua Na2S2O3 habis teroksidasi menjadi S4O6 2- oleh iodium, maka iodium yang menetes ke dalam labu erlenmeyer akan bereaksi dengan amylum membentuk senyawa iod-amilum(I2-amylum) yang berwarna ungu. Sesuai persamaan reaksi: I2 + amylum I2 - amylum Standarisasi Iodium


Perhatikan gambar-gambar berikut: Silahkan diskusikan dalam kelompok : Jika kamu diminta untuk membuktikan kadar vitamin C dari salah satu produk di atas, apa yang akan kamu lakukan? dan apakah kadar yang diperoleh melalui analisis kalian akan sesuai dengan kadar pada label produk? Aktivitas Pembelajaran


Petunjuk : Orang yang ingin mencapai kesuksesan harus melewati berbagai kesulitan. Jika kalian menganggap soal-soal ini sebagai kesulitan dan berusaha untuk mengerjakannya dengan jujur, kelak kalian akan sukses! 1. Jelaskan prinsip dasar titrasi iodimetri? 2. Termasuk jenis indikator apakah amylum? 3. Mengapa amylum sukar larut dalam air tetapi bisa membentuk warna ungu/biru dengan iodium? 4. Tuliskan persamaan reaksi yang terjadi ketika iodium distandarisasi oleh larutan natrium thiosulfat standar! 5. Apakah jenis dan teknik titrasi yang digunakan pada titrasi iodimetri? 6. Jika kamu sedang melakukan standarisasi iodium menggunakan 25 mL larutan natrium thiosulfat 0,0955 N dan diperoleh volume peniter 25,10 mL; dan 25,11 mL. Maka berapa konsentrasi dari larutan iodium tersebut? 7. Mengapa titrasi iodimetri dilakukan pada suasan pH larutan asam? 8. Mengapa iodium harus ditempatkan pada buret amberglass saat titrasi? 9. Sebutkan senyawa-senyawa yang dapat ditetapkan menggunakan titrasi iodimetri! 10. Apabila kamu menimbang 10 gram sampel nutrisari dan melarutkannya secara teliti dalam labu ukur 100 mL, dan memipet larutan tersebut sebanyak 10 mL dan dititrasi menggunakan larutan iodium 0,1011N. Sehingga volume peniter yang keluar sebanyak 2,00 mL dan 2,02 mL. Maka berapa kadar vitamin C dalam sampel nutrisari tersebut?(BE asam askorbat/vitamin C = 88,065) LATIHAN SOAL


Petunjuk : Cocokkanlah jawaban kalian dengan Kunci Jawaban. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Ananda terhadap materi Kegiatan Pembelajaran ini.: Nilai = ℎ ℎ x 100 % ℎ Konversi tingkat penguasaan: 90 - 100% = baik sekali 80 - 89% = baik 70 - 79% = cukup < 70% = kurang Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, kalian dapat meneruskan dengan Kegiatan Pembelajaran lainnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%, kalian harus mengulangi materi Kegiatan Pembelajaran ini, terutama bagian yang belum dikuasai. Kunci Jawaban 1. Prinsip dari titrasi iodimetri adalah reduksi analat oleh I2 menjadi I - . Iod merupakan oksidator yang tidak terlalu kuat, sehingga hanya zat-zat yang merupakan reduktor yang cukup kuat yang dapat dititrasi 2. Amilum merupakan indikator spesifik yang dapat bereaksi khas dengan satu senyawa saja yaitu iodium(I2), sehingga pada titrasi iodometri dan iodimetri indikator yang digunakan adalah amilum yang dapat membentuk kompleks I2-amilum yang berwarna biru. 3. Amilosa dengan iodium membentuk warna biru, sedangkan amilopektin membentuk warna merah. Komposisi amilopektin yang mempunyai rantai bercabang sebagai penyusun amilum pada umumnya berkisar antara 70–85% dan menyebabkan amilum sukar larut dalam air. 4. Persamaan reaksi : I2 + 2 e 2I- 2S2O3 2- S4O6 2- + 2e I2 + 2S2O3 2- 2I- + S4O6 2- Saat TA : I2 + amylum I2 - amylum KUNCI JAWABAN


5. Teknik titrasi langsung, karena sampel langsung dititrasi oleh larutan iodium dari buret. Dan jenis titrasi adalah titrasi oksidometri karena larutan peniter bersifat oksidator. 6. (V.N)I2 = (V.N) thiosulfat 25,105 mL . N I2 = 25 mL . 0,0955 N N I2 = 0,0951 N 7. Untuk mempercepat dan menyempurnakan reaksi, serta mencegah adanya reaksi samping: I2 + OH- HI + IO3IO- IO3 -+ 2IAdanya iodat (IO3 -) dapat mengoksidasi I- menjadi I2 kembali dalam larutan 8. Karena iodium bersifat reduksi fotokimia. 9. Titrasi iodimetri secara kuantitatif dapat digunakan untuk mendeteksi senyawa-senyawa yang bersifat reduktor yang cukup kuat seperti Vitamin C, tiosulfat, arsenit, sulfide, sulfit, stibum (III), timah (II), dan ferosianida. 10. Perhitungan kadar vitamin C atau asam askorbat: % C6H8O6 = Fp . (VN)I2 . BE C6H8O6 . 100% mg sampel = 100/10. (2,01 mL. 0,1011N) 88,065 . 100% 10 . 1000 mg = 17,89 % dalam 10 gram sampel nutrisari


Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jujur dan bertanggung jawab! NO PERTANYAAN JAWABAN YA TIDAK 1 Saya bisa menyebutkan prinsip dasar titrasi iodimetri? 2 Saya dapat menjabarkan prosedur dari titrasi iodimetri saat standarisasi iodium? 3 Saya tahu teknik titrasi pada titrasi iodimetri? 4 Saya tahu jenis titrasi pada titrasi iodimetri? 5 Saya tahu jenis indikator yang digunakan pada titrasi iodimetri? 6 Saya bisa menuliskan persamaan reaksi pada titrasi iodimetri? 7 Saya bisa menentukan titik akhir saat titrasi iodimetri? 8 Saya bisa menjelaskan mekanisme terjadinya titik akhir saat titrasi iodimetri? 9 Saya bisa menganalisis kadar suatu sampel menggunakan titrasi iodimetri? Catatan : Bila ada jawaban "Tidak", maka segera lakukan review pembelajaran, terutama pada bagian yang masih "Tidak". Bila semua jawaban "Ya", maka kalian dapat melanjutkan ke pembelajaran berikutnya. PENILAIAN DIRI


DAFTAR PUSTAKA F.G Winarno. (1986). Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta : PT Gramedia. W. Harjadi. (1990). Ilmu Kimia Analitik Dasar. Jakarta : PT. Gramedia. J. Bassett et al. (1985). Buku Ajar Vogel : Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik, EdisiIV, diterjemahkan oleh: Setiono & Pudjaatmaka. Jakarta : PT Kalman Media Pustaka. Dewi Roosmalisa. (2022). “Kelebihan dan Kekurangan Problem based Learning untuk Penguatan Profil Pelajar Pancasila Kurikulum Merdeka”. Inovasi Kurikulum e- ISSN 2798-1363 Vol. 19 No. 2 Hlm. 213-226. Diakses melalui https://ejournal.upi.edu/index.php/JIK.


Click to View FlipBook Version