LKPD
“SHORT VIDEO OF MAKING A
STANDARD SOLUTION”
DESKRIPSI SINGKAT :
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) ini disusun berdasarkan model pembelajaran
Problrm Based Learning (PBL) berbasis Science Tecnology Engineering, Art, &
Mathematics (STEAM).
Capaian Pembelajaran untuk Mata pelajaran Dasa-dasar Kimia Analis adalah “Pada
akhir fase E, peserta didik mampu memahami konsentrasi larutan, jenis-jenis larutan
standar primer dan sekunder, macam-macam indikator, pembuatan label, teknik
menyimpan bahan kimia dengan aman sesuai dengan tanda bahaya atau piktogram. “
TUJUAN PEMBELAJARAN :
Pada pembelajaran Pembuatan Larutan Standar menggunakan model PBL
berbasis STEAM, dan melalui diskusi kelompok dan eksperimen, diharapkan peserta didik
mampu untuk:
1. Membedakan prosedur pembuatan larutan baku standar primer dan sekunder
dengan benar.
2. Merencanakan pembuatan larutan baku primer dan sekunder secara kreatif dan
kolaboratif.
3. Membuat larutan baku baik itu larutan baku primer ataupun sekunder secara
sistematis.
4. Menganalisis normalitas dan molaritas larutan secara mandiri.
“Anak-anakku yang super..... Ingat ya ....!
“Kalian harus pintar mengatur waktu agar eksperimen yang kalian lakukan
berhasil, belajarlah berkomunikasi dengan baik dalam kelompok belajarnya,
jangan takut untuk menyampaikan ide-ide yang kalian miliki, tingkatkan
kerjasama agar eksperimen bisa berhasil dan kalian bisa memahami materi ini”
Kalian tau ga???
Konsep pembuatan larutan standar ini merupakan materi prasyarat untuk
titrasi yang pasti akan selalu kalian aplikasikan di sekolah dan/ di dunia
industri kelak. Apalagi bagi seorang ANALIS KIMIA, Jika kalian tidak
faham konsepnya maka akan berpengaruh pada hasil analisis titrasi yang
didapatkan. Dan akan mempengaruhi kinerja kalian nantinya.
Selamat berekspresi dan bereksperimen ^^
PERTEMUAN KE 1: (2 X 45 MENIT)
Mind mapping
Fase 1. Orientasi Masalah 10 menit
... Scan me ...
“Yuk kalian amati video pembuatan larutan di link ini
https://youtube.com/user/evanialestari
atau kalian bisa pindai barcode ini menggunakan
smartphone kalian.
PERTANYAAN PEMANTIK:
“Apakah perbedaan prosedur pembuatan larutan dalam video? dan menurut kalian
manakah yang merupakan larutan baku primer dan mana yang merupakan larutan
baku sekunder?”
Tuliskan hipotesis (jawaban sementara) kelompok mu di sini, beserta alasannya!
Sebelum mengerjakan bereksperimen.... Yuk kita membaca.... ^^
Untuk membaca keseluruhan materi secara lengkap ....
buka smartphone kalian lalu pindai barcode disamping
Fase 2. Mengorganisasi Siswa 25 menit
Anak-anakku sekarang kita mulai diskusi terhadap
masalah dari masing-masing kelompok ya .... ^^
PERATURAN:
1. Peserta didik harus membuat short video dengan durasi maksimal 60 detik yang
menjelaskan proses pembuatan larutan lalu diupload di IG kelas atau IG ketua
kelompok.
2. Sebelum praktikum di pertemuan selanjutnya, kelompok peserta didik harus
mendiskusikan prosedur yang akan dikerjakan dengan guru.
3. Peserta didik harus dapat menentukan jenis larutan tersebut (apakah larutan baku
primer atau larutan baku sekunder) dan alasannya.
4. Video dengan “like” terbanyak menjadi kelompok terbaik dan guru akan
memberikan apresiasi terhadap kelompok tersebut.
Tulis desain perencaan pembuatan larutan kelompok kalian disini!
Tentukan apakah lautan berupa larutan baku primer atau sekunder, dan alasannya!
Lakukan analisis kebutuhan zat yang kalian butuhkan disini (perhitungan)!
Uraikan sifat fisik dan sifat kimia (lihat MSDS) agar kalian mengetahui cara memperlakukan
zat tersebut!
Fase 3. Membimbing Siswa 30 menit
Silahkan kalian susun rencana eksperimen dan tulis di sini! Fungsi
Alat-alat yang digunakan: Volume Jumlah Fungsi
No. Nama Alat
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
Bahan yang digunakan: Jumlah
No. Nama Bahan
1.
2.
3.
4.
Reaksi yang terjadi saat pelarutan :
Rencana Kerja : Waktu (menit) Hari/Tgl
Kegiatan
Prosedur Pembuatan (Gambar/Bagan Alir):
PERTEMUAN KE 2: (2 X 45 MENIT)
Fase 4. Menganalisis dan Mengevaluasi Masalah 65 menit
Silahkan lakukan diskusi dan tanya jawab dengan guru untuk mengetahui pemahaman
kalian tentang konsep pembuatan larutan yang akan kalian lakukan (bisa dilakukan
diluar pembelajaran). Jika rencana kerja dan prosedur sudah sesuai silahkan lakukan
eksperimen secara berkelompok lalu rekam untuk dijadikan short video.
Keterampilan yang diperlukan saat pembuatan larutan :
1. Mengenakan Alat Pelindung Diri dan mengetahui MSDS zat,
2. Membuat larutan sesuai prosedur,
3. Membuat label berisi nama larutan, konsentrasi, kelompok pembuat dan tanggal
pembuatan.
4. Membersihkan peralatan yang telah digunakan, dan
5. Menyimpan peralatan yang sudah digunakan.
Sikap kerja yang diperlukan saat pembuatan larutan:
Harus bersikap secara :
1. Disiplin, teliti dan benar dalam mengenakan Alat Pelindung Diri
2. Teliti, cermat dan benar dalam menghitung kebutuhan bahan kimia (konsentrasi
larutan), memilih peralatan dan menentukan tanda tera peralatan untuk membuat
larutan
3. Teliti dan hati-hati dalam membersihkan peralatan yang sudah digunakan sesuai
prosedur.
4. Cermat dan teliti dalam penyimpanan larutan dan peralatan dan taat pada azas atau
panduan.
Hitung perhitungan hasil eksperimen kalian di sini!
Apa saja yang harus diperhatikan saat kalian melakukan eksperimen ini?
Apakah kesimpulan yang dapat kalian peroleh setelah melakukan project ini? apakah
sudah sesuai dengan hipotesis kelompok kalian?
KELOMPOK 1: PEMBUATAN LARUTAN KALIUM DIKROMAT 0,1 N SEBANYAK 250 ML
“Kalium dikromat K2Cr2O7 (nama IUPAC Kalium dikromat(VI)) adalah suatu
pereaksi kimia anorganik yang umum, yang biasa digunakan sebagai agen
pengoksidasi dalam berbagai aplikasi laboratorium dan industri. Seperti halnya
seluruh senyawa kromium heksavalensi, senyawa ini akut dan secara kronis
berbahaya bagi kesehatan. Senyawa ini adalah kristal padat ionik dengan warna
merah-jingga yang sangat terang. Zat ini bersifat stabil dalam penyimpanan
ataupun penimbangan dan memiliki kemurnian yang tinggi. Diketahui Ar K = 39,
Cr= 52, O= 16. Dan persamaan reaksi reduksi yang terjadi adalah :
Cr2O72-+ 14H+ + 6e - 2Cr3++ 7H2O “
Berdasarkan pernyataan tersebut maka diketahui bahwa K2Cr2O7 merupakan
larutan baku ___________________. Karena :
Tulis perhitungan disini ya .... (BM, BE dan Massa)
KELOMPOK 2: LARUTAN NaOH 0,1 N SEBANYAK 250 ML
“Natrium hidroksida, juga dikenal sebagai soda kaustik atau soda api, adalah suatu
senyawa anorganik dengan rumus kimia NaOH. Senyawa ini merupakan senyawa
ionik berbentuk padatan putih yang tersusun dari kation natrium Na+ dan anion
hidroksida OH−. Natrium hidroksida merupakan basa dan alkali yang sangat
kaustik, mampu menguraikan protein pada suhu lingkungan biasa dan dapat
menyebabkan luka bakar bila terpapar. Senyawa ini sangat larut dalam air, dan
dengan mudah menyerap kelembaban dan karbon dioksida dari udara. Senyawa ini
membentuk hidrat dengan rumus NaOH·nH2O. Senyawa monohidratnya NaOH·H2O
mengkristal dari larutan berair pada rentang suhu antara 12,3 hingga 61,8 °C.
"Natrium hidroksida" yang tersedia secara komersial sering kali merupakan
senyawa monohidrat ini, dan data yang dipublikasikan mungkin merujuk pada
senyawa ini dan bukan senyawa anhidratnya. Diketahui Ar Na adalah 23, O 16 dan
H 1.”
Berdasarkan pernyataan tersebut maka diketahui bahwa NaOH merupakan
larutan baku ___________________. Karena :
Silahkan tulis perhitungan BM, BE dan massa di sini ya ....
KELOMPOK 3: LARUTAN CuSO4 0,1 M SEBANYAK 250 mL
“Tembaga(II) sulfat, juga dikenal dengan cupri sulfat, adalah sebuah senyawa kimia
dengan rumus molekul CuSO4. Senyawa garam ini eksis di bumi dengan kederajatan
hidrasi yang berbeda-beda. Bentuk anhidratnya berbentuk bubuk hijau pucat atau
abu-abu putih, sedangkan bentuk penta hidratnya (CuSO4·5H2O), berwarna biru
terang. CuSO4·5H2O bersifat stabil, dan larut dalam larutan asam kuat. Jika
CuSO4·5H2O dilarutkan dalam aquadest maka akan terjadi reaksi hidrolisis dimana
Cu akan mengendap sebagai Cu(OH)2. Adapun Ar Cu= 64, S = 32, O= 16, H=1 serta
memiliki eqivalen sebesar 1 jika dilihat dari jumlah elektron yang berperan dalam
reaksinya (Iodometri).”
Berdasarkan pernyataan tersebut maka diketahui bahwa CuSO4 merupakan
larutan baku ___________________. Karena :
Silahkan hitung BM, BE dan massa dari CuSO4·5H2O yang harus ditimbang!
KELOMPOK 4: LARUTAN HCl 0,1 N SEBANYAK 250 ML
“Asam klorida adalah larutan akuatik dari gas hidrogen klorida (HCl). Ia adalah
asam kuat, dan merupakan komponen utama dalam asam lambung. Senyawa ini
juga digunakan secara luas dalam industri. Asam klorida harus ditangani dengan
mewanti keselamatan yang tepat karena merupakan cairan yang sangat korosif.
Asam klorida pernah menjadi zat yang sangat penting dan sering digunakan dalam
awal sejarahnya. Ia ditemukan oleh alkimiawan Persia Abu Musa Jabir bin Hayyan
sekitar tahun 800. Sejak Revolusi Industri, senyawa ini menjadi sangat penting
dan digunakan untuk berbagai tujuan, meliputi sebagai pereaksi dalam produksi
massal senyawa kimia organik seperti vinil klorida untuk plastik PVC dan
MDI/TDI untuk poliuretana. Kegunaan kecil lainnya meliputi penggunaan dalam
pembersih rumah, produksi gelatin, aditif makanan, dan pengolahan kulit. Adapun
Ar Cl = 35,5 dan Ar H = 1. Asam klorida bersifat tidak stabil dan kemurniannya
rendah. Untuk membuat larutan HCl maka dilakukan proses pengenceran”.
Berdasarkan pernyataan tersebut maka diketahui bahwa HCl merupakan larutan
larutan baku ___________________. Karena :
Silahkan hitung volume HCl 2 N dan aquadest yang akan digunakan untuk membuat
larutan HCl 0,1 N sebanyak 250 mL! Gunakan Rumus pengenceran (V1.N1= V2.N2)
Tentukan vol HCl dan Aquadest yang digunakan
KELOMPOK 5: LARUTAN NaOH 1% (%b/v) SEBANYAK 250 ML
“Natrium hidroksida, juga dikenal sebagai soda kaustik atau soda api, adalah suatu
senyawa anorganik dengan rumus kimia NaOH. Senyawa ini merupakan senyawa
ionik berbentuk padatan putih yang tersusun dari kation natrium Na+ dan anion
hidroksida OH−. Natrium hidroksida merupakan basa dan alkali yang sangat
kaustik, mampu menguraikan protein pada suhu lingkungan biasa dan dapat
menyebabkan luka bakar bila terpapar. Senyawa ini sangat larut dalam air, dan
dengan mudah menyerap kelembaban dan karbon dioksida dari udara. Senyawa ini
membentuk hidrat dengan rumus NaOH·nH2O. Senyawa monohidratnya NaOH·H2O
mengkristal dari larutan berair pada rentang suhu antara 12,3 hingga 61,8 °C.
"Natrium hidroksida" yang tersedia secara komersial sering kali merupakan
senyawa monohidrat ini, dan data yang dipublikasikan mungkin merujuk pada
senyawa ini dan bukan senyawa anhidratnya.
Berdasarkan pernyataan tersebut maka diketahui bahwa NaOH merupakan larutan
baku ___________________. Karena :
Silahkan hitung massa NaOH yang digunakan untuk membuat larutan NaOH 1 %
sebanyak 250 mL!
KELOMPOK 6: LARUTAN CUKA 5% (%V/V) SEBANYAK 250 ML
“Asam asetat, asam etanoat atau asam cuka adalah salah satu senyawa organik
yang berada dalam golongan asam alkanoat.[10] Asam asetat pekat (disebut asam
asetat glasial) adalah cairan higroskopis tak berwarna, dan memiliki titik beku
16,7°C. Asam asetat adalah komponen utama cuka (3–9%) selain air. Asam asetat
berasa asam dan berbau menyengat. Selain diproduksi untuk cuka konsumsi
rumah tangga, asam asetat juga diproduksi sebagai prekursor untuk senyawa lain
seperti polivinil asetat dan selulosa asetat. Meskipun digolongkan sebagai asam
lemah, asam asetat pekat bersifat korosif dan dapat menyebabkan iritasi pada
kulit. Asam asetat merupakan salah satu asam karboksilat paling sederhana,
setelah asam format. Larutan asam asetat dalam air merupakan sebuah asam
lemah, artinya hanya terdisosiasi sebagian menjadi ion H+ dan CH–. Asam asetat
merupakan pereaksi kimia dan bahan baku industri yang penting. Asam asetat
digunakan dalam produksi polimer seperti polietilena tereftalat, selulosa asetat,
dan polivinil asetat, maupun berbagai macam serat dan kain”.
Berdasarkan pernyataan tersebut maka diketahui bahwa asam asetat merupakan
larutan baku ___________________. Karena :
Silahkan hitung volume asam asetat yang digunakan untuk membuat larutan asam
asetat 5 % sebanyak 250 mL! Jika diketahui rumus % v/v adalah sebagai berikut:
DAFTAR PUSTAKA
Dian Nurdiani, 2016. Pengelolaan Laboratorium, PPPPTK Pertanian, Cianjur.
Lestari, Evania. 2022. "Pembuatan Larutan Baku Primer dan Sekunder". Bandung : SMKN 5
Bandung. Diakses melalui : https://youtube.com/user/evanialestari.
Roosmalisa Dewi, Mia. “Kelebihan dan Kekurangan Problem based Learning untuk Penguatan
Profil Pelajar Pancasila Kurikulum Merdeka”. Inovasi Kurikulum e- ISSN 2798-1363 Vol.
19 No. 2 (2022): 213-226. Diakses melalui https://ejournal. upi.edu/index.php/JIK.
Teni Rodiani,2016. Teknik Dasar Pekerjaan Laboratorium Kimia (K3 Laboratorium), PPPPTK
Pertanian, Cianjur.