The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Ebook Andragogy Education (Oleh Asri & Hilma)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by asririskawati696, 2021-07-16 04:02:16

Ebook Andragogy Education (Oleh Asri & Hilma)

Ebook Andragogy Education (Oleh Asri & Hilma)

A. Pengertian Evaluasi Pendidikan Orang Dewasa

Evaluasi pendidikan orang dewasa adalah proses menentukan kekuatan atau nilai pekerjaan
pendidik atau pembimbing pendidikan orang dewasa. Evaluasi adalah suatu cara mengukur hasil
kegiatan pendidikan.

B. Jenis dan manfaat Evaluasi Pendidikan Oraang Dewasa.

Berdasarkkan tingkat formalitas dan ketepatannya,ialah :

1. Evaluasi Informal adalah penilaian tentang masalah yang sederhana tanpa menggunakan banyak
pertimbangan prinsip - prinsip evaluasi
2. Evaluasi Semi Formal
3. Evaluasi Formal menggunakan prosedur riset yang canggih.

Berdasarkan tujuannya :

1. Evaluasi Sumatif adalah suatu proses evaluasi versi final untuk menentukan efisiensi, dan
efektivitas satuan acara pengajaran.

2. Evaluasi Formatif yaitu berusaha mengidentifikasikan dan memperbaiki kekurangan selama
masa pengembangan program, dalam pengajaran evaluasi ini digunakan untuk memperoleh data
yang akan digunakan untuk memperbaiki dan membuat seefektif mungkin materi pengajaran.

Adapun manfaat dari evaluasi pendidikan orang dewasa menurut Flores,Bueno, dan
lapastora (1983), ialah :

(1) Menentukan patokan awal yang dapat dipakai sebagai dasar perbandingan tindakan baru,
(2) Menentukan pengarahan kembali (redirection) atau perbaikan suatu
aktivitas,
(3) Menumbuhkan rasa aman kepada teknisi. Ketidakpastian akan menimbulkan rasa tidak
nyaman, evaluasi menghilangkan ketidakpastian tersebut dengan cara menunjukan keberhasilan
atau alasan ketidakberhasilan

 Manfaat evaluasi secara umum :

1. Menentukan patokan awal

2. Mengetahui keberhasilan suatu kegiatan

3. Mencek secara periodik efektivitas suatu program

4. Memberikan rasa aman kepada pelaksana tugas

5.Memberi bukti konkret kepada pihak yang terkait

6. Meningkatkan sikap profesional kepada penerima evaluasi

C. Tujuan Evaluasi Pendidikan Orang Dewasa

Tujuan utama evaluasi dapat diringkas sebagai berikut (Morgan, et al., 1976).

a) Untuk menentukan seberapa dekat peserta didik secara individual dan keseluruhan kelas telah
mencapai tujuan umum yang telah ditentukan.

b) Untuk mengukur tingkat perkembangan yang telah dicapai oleh peserta didik dalam waktu
tertentu.

c) Untuk menentukan efektivitas bahan, metode, dan kegiatan pengajaran.

d) Untuk memberikan informasi yang bermanfaat bagi peserta didik, instruktur, dan masyarakat.

D. Prinsip Evaluasi Pendidikan Orang Dewasa

Banyak yang dapat ditulis tentang prinsip evaluasi, sebab prinsip evaluasi ini sering di
gunakan dalam mengepaluasi bidang pendidikan dan psikologi.dalam bab ini,hanya akan
dijelaskan secara singkat beberapa prinsip penting,yang bisa dijadikan bekal oleh para pendidik
orang dewasa tentang hal-hal pokok yang dapat di gunakan untuk dapat menyusun program
evaluasi yang praktis.kebanyakan pendidik orang dewasa sudah mengetahui dengan baik prinsip
umum pendidikan psikologi(morgan et-al 1976).

a. Mempunyai tujuan yang pasti

Evaluasi harus dilakukan hanya untuk mencapai tujuan yang pasti. Evaluasi tidak dilakukan
hanya karena “merupakan sesuatu yang harus dikerjakan”. Penemuan dari hasil evaluasi harus
dapat digunakan untuk memecahkan beberapa masalah pendidikan. Sebagai contoh, seorang guru
bahasa spanyol mungkin ingin mengevaluasi muridnya untuk berbicara dalam bahasa itu smpai
dapat dimengerti oleh orang spanyol. Jika ia mendapatkan muridnya sangat lemah dalam hal itu,
maka ia harus mencoba metode mengajar lain. Dengan menilai hasil metode baru ini dan
membandingkan dengan hasil lama yang telah dicapai, ia dapat meningkatkan metode
mengajarnya.

b. Menggunakan tujuan perilaku yang terjangkau dan pasti

Perencanaan evaluasi apa pun harus menggunakan tujuan yang pasti. Dalam merencanakan
kursus, pendidikan orang dewasa harus menentukan tujuan performansi atau perilaku agar ia dapat
mengetahui ke mana ia dan kelasnya akan menuju. Dibawah ini adalah contoh tujuan yang pasti
dan dapat diukur serta tujuan yang tidak pasti dan sulit diukur.

c. Bukti tentang perubahan dalam diri individu

Evaluasi sangat berhubungan dengan mendapatkan bukti tentang tingkat perubahan yang
terjadi dalam diri individu. Hal yang penting adalah mengukur seberapa jauh orang bergerak dari
tempat ketika program dimulai ke tempat ketika program berakhir. Apa yang berubah dalam
perilaku mereka? Praktik apa yang mereka tingkatkan? Keterampilan apa yang mereka peroleh ?
Seberapa banyak bertambah “kaya”-nya mereka sekarang? Ada beberapa perubahan penting yang
terjadi dalam diri orang.

d. Menggunakan instrument yang tepat dalam evaluasi

Instumen untuk mengevaluasi pendidikan tidak akan seteliti seperti instumen ilmu fisika,
tetapi instrument tersebut akan memberikan data yang jauh lebih baik daripada sekadar perkiraan.
Sejumlah instrument yang dapat digunakan dalam evaluasi hasil pendidikan orang dewasa adalah
tes, skala, lembar penilaian, inventori, survey, kartu penilaian, koesioner, studi kasus, catatan,
laporan, dan keputusan ahli.

e. Kerja sama antara peneliti dengan orang yang dinilai kemajuannya

Harus ada saling pengertian dan kerja sama antara orang yang melakukan penilaian dan
orang yang dinilai kemajuannya. Ini penting untuk memperoleh informasi yang lengkap dan
akurat. Sebagai tambahan, peserta didik akan memperoleh kemajuan yang lebih banyak dalam
belajar jika ia mengetahui apa tujuannya, apa yang dapat ia lakukan untuk membantu dirinya
sendiri menuju kesuksesan.

f. Tidak perlu mengevaluasi semua hasil pembelajaran

Tidak perlu atau bahkan tidak dianjurkan untuk mengevaluasi semua hasil pembelajaran
khusus dalam pendidikan orang dewasa. Biasanya akan lebih baik untuk mengonsentrasikan pada
salah satu atau dua hasil utama yang paling ditekankan, sesuai dengan tujuannya. Sebagai contoh,
sebuah kota kecil mempunyai masalah serius yang disebabkan tidak adanya system pembuangan

kotoran yang memadai. Air sungai di tempat itu telah tercemar dan sebagai akibatnya timbul
wabah penyakit menular. Sebuah kursus dalam bidang kesehatan masyarakat dilaksanakan bagi
orang dewasa dan masyarakat. Pekerjaan yang berhubungan dengan sanitasi. Oleh karena itu,
kursus dievaluasi berdasarkan pengaruhnya pada pemungutan suara bagi bangunan pembuangan
kotoran di kota itu.

g. Evaluasi harus berkesinambungan

Evaluasi harus merupakan proses yang berkesinambungan. Tujuan yang sama tidak perlu
dievaluasi pada setiap saat kursus diberikan, tetapi pendidik/pembimbing harus secara kontinu
mempelajari isi kursus, metode yang digunakan , hasil yang peserta didik peroleh. Ia bahkan harus
setiap kali mengevaluasi metode yang ia gunakan dalam mengevaluasi pekerjaannya.

E. Prosedur Evaluasi

Banyak pengarang yang menulis tentang prosedur evaluasi. Prosedur evaluasi tersebut
berbeda-beda tergantung penekanan dan kepentingan para pengarangnya. Sebagai contoh,
prosedur evaluasi yang ditulis oleh Ibrahim (2003) dan soedarmanto(2005) antara lain :

1) Menentukan tujuan atau kebutuhan

2) Menentukan criteria atau standar
3) Melakukan observasi atau pengumpulan data
4) Melakukan analisis data
5) Melakukan pertimbangan hasil dengan standar
6) Membuat penilaian atau pertimbangan

Sementara itu, menurut Chitambar, 1961 (mardikanto, 1992), tahapan evaluasi secara ilmiah
antara lain :

1. Perumusan tujuan evaluasi
2. Perumusan indicator/parameter
3. Pengukuran indicator/parameter
4. Penetapan metode yang terdiri atas :

a. Perencanaan evaluasi

b. Perumusan populasi dan contoh

c. Perincian data yang diperlukan

d. Teknik pengumpulan data

e. Perumusan instrument

f. Uji instrument

g. Teknik analisis data

5. Pelaporan

Frutchey (1973) menjelaskan garis besar evaluasi secara ilmiah antara lain :

1) Menentukan kebutuhan evaluasi
2) Menentukan maksud/tujuan evaluasi
3) Menentukan pertanyaan-pertanyaan yang perlu dijawab melalui kegiatan evaluasi
4) Menentukan sumber informasi
5) Menentukan metode pengumpulan informasi
6) Memilih atau menyusun formulir observasi
7) Melakukan analisis dan tabulasi data
8) Melakukan interpretasi, menyusun laporan, dan penggunaan hasil

Sedangkan Seeperesad & Henderson (1984) menulis prosedur evaluasi antara lain:

1) Susun rencana evaluasi
2) Pertimbangkan kebutuhan akan evaluasi
3) Daftar alasan perlunya mengevaluasi program

4) Daftar auden (pihak-pihak) yang akan diberi laporan
5) Tentukan criteria untuk mengevaluasi program
6) Daftar fakta yang diperlukan
7) Desain studi evaluasi
8) Pelaksanaan evaluasi yang mencakup :

a. Analisis data

b. Laporan hasil

Morgan, et al (1976) berpendapat bahwa prosedur evaluasi pendidikan orang dewasa dapat
dibagi menjadi lebih kurang tujuh langkah. Ketujuh langkah ini tidak selalu harus diterapkan
dalam setiap mengevaluasi metode mengajar, unit mata pelajaran, atau pencapaian peserta didik.
Khusus untuk langkah pertama berlaku umum bagi semua kasus. Prosedur itu adalah :

1) Mengecek tujuan
2) Memeriksa apa yang dilakukan untuk mencapai tujuan
3) Mengumpulkan bukti
4) Menentukan sumber bukti
5) Menentukan alat untuk memperoleh bukti
6) Menganalisis bukti
7) Menggunakan hasil

Jika diamati, dari semua prosedur evaluasi yang dikemukakan oleh para penulis tersebut
diatas, terdapat unsure yang selalu ada, yakni ; tujuan, criteria, instrument, pengumpulan data dan
analisis data. Namun masih ada satu hal yang belum disebutkan, yaitu unsure kesimpulan yang
perlu dinyatakan secara eksplisit. Sehingga prosedur evaluasi menjadi :

1) Penentuan tujuan atau kebutuhan evaluasi
2) Penentuan criteria atau standar evaluasi
3) Melakukan pengumpulan data atau informasi
4) Melakukan analisis data atau informasi
5) Membuat kesimpulan

Untuk memperoleh gambaran secara rinci tentang prosedur evaluasi pendidikan orang
dewasa, berikut ini akan diuraikan prosedur evaluasi menurut Morgan, et al. (1976).

1. Mengecek tujuan

Dalam daftar prinsip evaluasi, dinyatakan bahwa semua evaluasi harus berdasarkan pada
objektif perilaku yang pasti. Oleh karena itu, langkah pertama adalah memeriksa tujuan
performansi atau perilaku dari setiap kegiatan yang dievaluasi. Jika tujuan tersebut tidak
dinyatakan sedemikian rupa sehingga tingkat pencapaian dapat ditentukan, maka objektif itu harus
dirumuskan kembali sehingga dapat diukur.

2. Memeriksa apa yang dilakukan untuk mencapai tujuan

Langkah ini penting ketika mengevaluasi metode mengajar atau isi mata pelajaran. Langkah
ini dapat dilewati jika tujuannya hanya untuk mengevaluasi pencapaian peserta didik. Dalam
melakukan tahap ini, ada baiknya jika dibawah setiap tujuan ditulis materi yang diajarkan dan
metode yang digunakan untuk mengajarkan materi tersebut dalam dua paralel. Apa yang diajarkan
sebaiknya ditulis secara rinci dan berurutan di kolom sebelah kiri. Di kolom sebelah kanan setiap
item materi ditulis metode yang digunakan untuk mengajar setiap item materi tersebut.

Sebagai contoh : andaikata salah satu tujuan performansi mata pelajaran kesehatan bagi
orang dewasa adalah agar peserta didik melakukan checkup kesehatan per tahun, maka materi
yang diajarkan dan metode yang digunakan untuk mengajarkannya dapat dilihat dalam table
berikut.

3. Mengumpulkan bukti

Pendidik yang terlatih dalam bidang hukum member komentar bahwa setiap orang terdidik
harus dilatih mengenai “bukti”. Suatu keputusan harus diambil berdasarkan bukti yang lengkap
dan valid. Semua orang sering membuat keputusan berdasarkan bukti yang sangat sedkit dan
salah. Bukti atau informasi sangat penting untuk evaluasi program, metode, dan hasil pendidikan
orang dewasa. Ada tiga waktu dalam pengemgangan kegiatan pendidikan orang dewasa utnuk
mengumpulkan bukti.

1) Sebelum kegiatan dimulai. Hal ini membentuk apa yang disebut dengan “patokan” dan
menunjukan posisi kemampuan pesert didik pada awal kegiatan. Sehingga di kemudian hari akan
dapat ditentukan seberapa jauh kemajuan mereka.

2) Saat kegiatan berlangsung. Bukti perlu dikumpu;kam setelah kegiatan dimulai tetapi beelum
berakhir, untuk menentukan tingkat kecepatan kemajuan. Jika kemajuan kurang memuaskan,
perubahan dapat dilakukan sebelum waktu yang terbuang sia-sia lebih banyak.

3) Akhir kegiatan. Bukti yang dikumpulkan pada akhirnya kegiatan harus menunjukan seberapa
jauh perubahan yang terjadi dalam diri peserta didik, atau tingkat pencapaian tujuan yang telah
ditetapkan sebelumnya.

Evaluator harus membuat daftar bukti yang dianggap perlu. Setiap bukti diteliti, kemudian
diterima atau ditolak dengan berdasarkan pada criteria berikut ini.

1) Apakah bukti menunjukan perubahan penting pada perilaku peserta didik?

2) Apakah bukti merupakan hasil/akibat program pendidikan atau Sesuatu yang terjadi begitu
saja atau karena akibat kegiatan lain?

3) Apakah waktunya cukup, sehingga bukti dapat dihasilkan oleh program pendidikan?

4) Apakah bukti mempunyai hubungan langsung dengan hal yang dievaluasi?

5) Apakah reliabilitasnya tidak dipertanyakan? Apakah bebas dari bias, prasangka, dan
kepentingan pribadi?

6) Jika prosedur pengambilan sampel diterapkan, apakah sampel sudah benar-benar mewakili
populasi?

7) Apakah blangko isian untuk mengumpulkan informasi telah disusun sedemikian rupa
sehingga data sesuai dengan rencana tabulasi?

4. Menentukan sumber bukti

Langkah ini berhubungan dengan dari mana informasi diperoleh. Tujuan evaluasi adalah
untuk mengungkap perubahan yang terjadi pada perilaku peserta didik. Oleh karena itu peserta
didik merupakan sumber informasi yang terpenting.

Jika peserta didik yang bisa memberikan informasi hanya sedikit, yang terbaik adalah
menghubungi semua peserta didik. Sebaliknya, jika jumlahnya banyak sekali, maka dianjurkan
untuk memilih sampel yang mewakili populasi.

Penggunaan sampel untuk mendapatkan informasi yang reliable merupakan proses yang
rumit. Hal ini mudah menyebabkan orang membuat kesimpulan yang salah kecuali pengambilan
sampel dilakukan dengan baik. Perhatikan prinsip pengambilan sampel berikut.

1) Sampel tidak harus merupakan persentase yang tetap dari populasi. Besarnya tergantung
pada ketelitian yang diinginkan, biaya, dan bagaimana informasi akan dianalisis. Sampel harus
cukup besar dan mencakup semua factor yang mempengaruhi, tetapi ukuran semata-mata
belum menunjukan sampel yang baik. Bagaimanapun, jika prosedur pengambilan sampel
diikuti dengan baik maka semakin besar sampelnya, semakin teliti hasilnya.

2) Sampel dapat ditarik secara acak. Ini berarti setiap orang mempunyai kesempatan yang sama
untuk dipilih.

3) Jika pendidik orang dewasa tidak menguasai metode pengambilan sampel, akan lebih baik
jika menyerahkannya kepada ahli satatistik pendidikan.

5. Menentukan alat untuk memperoleh bukti

Ada sejumlah alat yang dapat digunakan untuk memperoleh bukti untuk keperluan evaluasi.
Seperti yang telah disebutkan dimuka, alat khusus yang digunakan akan tergantung pada sifat
masalah. Alat yang biasa digunakan untuk memperoleh informasi sebagai berikut.

1) Kuesioner sering digunakan untuk memperoleh informasi. Cara ini agak mudah dan murah,
tetapi jika kuesioner tidak diisi dengan baik hasilnya kurang reliable. Jika kuesioner tidak
terlalu panjang dan pertanyaannya dinyatakan dengan jelas, maka pengambilannya akan lebih
memuaskan.

2) Lembar cek digunakan untuk mengumpulkan informasi yang cukup banyak dan dapat
digunakan untuk mencatat wawancara pribadi. Orang yang melakukan wawancara harus
benar-benar bertemu dengan orang pemberi informasi dan harus hati-hati dalam mencatat
informasi yang diperlukannya. Rencana pengumpulan data dengan teknik ini dianggap lebih
reliable dari pada kuesioner.

3) Instrument pengukur sangat penting dalam evaluasi. Ini biasanya dalam tes, inventori dan
skala. Alat ini digunakan untuk mengukur sikap, keterampilan, kemampuan manual,
kemampuan mental, dan pengetahuan.

4) Catatan dan laporan yang ada di kantor dapat dijadikan sumber informasi untuk evaluasi.
Untuk menggunakan sumber informasi ini harus mengikuti prosedur perizinan tarlebih
dahulu.

5) Sejarah suatu kasus akan melengkapi bagaimana orang memecahkan masalah tahap demi
tahap. Sejarah semacam itu mungkin sangat berguna bagi pendidikan orang dewasa.

6) Percobaan adalah cara yang sangat baik dalam memperoleh informasi untuk evaluasi.
Percobaan harus didisain dengan cermat agar dapat memberikan informasi yang terpercaya.
Percobaan dalam pendidikan orang dewasa jauh lebih sulit dari pada dalam ilmu fisika karena
banyak variable yang harus dikontrol.

6. Menganalisis bukti

Telah dijelaskan dimuka bahwa terdapat tiga jenis evaluasi, yaitu evaluasi informal,
semiformal, dan formal. Evaluasi formal biasanya memerlukan analisis statistic yang sungguh-
sungguh terhadap data yang telah dikumpulkan. Untuk informasi analisis statistic ini, pendidikan
orang dewasa menunjuk kepada beberapa buku statistic pendidikan yang relevan. Sebagian besar
evaluasi informal dan semiformal hanya memerlukan proses yang sederhana seperti perhitungan
total, rata-rata, nilai tengah, median, jarak jangkau, persentase,dan distribusi.

Setelah fakta dikumpulkan dan dianalisis, fakta tersebut perlu dipertimbangkan kepentingan
relatifnya. Buang fakta yang tidak berhubungan dengan masalah dan fakta yang realibilitasnya
meragukan. Dalam mempertimbangkan fakta, hindari bias prasangka, keberpihakan dan
kepentingan pribadi. Ikuti ke mana fakta mengarah walaupun mengacaukan pendirian atau
rencana yang telah ditetapkan sebelumnya.

7. Menggunakan hasil

Banyak manfaat yang dapat diperoleh pendidik orang dewasa dari pelaksanaan setiap
langkah evaluasi. Manfaat terakhir “menggunakan hasil” inilah yang paling berguna. Ini adalah
sesuatu yang dapat dimanfaatkan oleh orang lain. Hasil ini harus tidak sekedar dipandang sebagai
sesuatu yang baik dimiliki dan disimpan saja melainkan mereka harus digunakan untuk
meningkatkan program pendidikan orang dewasa dengan cara yang memungkinkan.

Pendidik orang dewasa harus memeriksa hasil evaluasi bersama dengan peserta didik,
supervisor, dan komite penasehat. Kelompok ini dapat membantu menentukan kegunaan hasil ini
bagi masyarakat dan bagaimana menggunakannya untuk meningkatkan program pendidikan orang
dewasa. Hasil evaluasi dapat digunakan melalui cara-cara berikut ini.

1) Menggunakannya sebagai dasar perencanaan program dan metode.

2) Menggunakannya dalam pembicaraan dan diskusi pada pertemuan masyarakat.

3) Menerbitkannya di surat kabar local

4) Menerbitkannya di majalah pendidikan

5) Menggunakannya untuk laporan tahunan

6) Mengarsipkan kopiannya untuk catatan historis

7) Mengirimkan kopiannya untuk supervisor pendidikan orang dewasadan untuk orang-orang
perguruan tinggi yang tertarik pada penelitian pendidikan orang dewasa.

F. Ilustrasi Evaluasi
Ilustrasi evaluasi pada kegiatan seminar.

A. Materi
1. Bagaimana tanggapan anda tentang materi Loka Karya ini secara keseluruhan?

a. Sangat Menarik b. Menarik c. Kurang Menarik d. Tidak Menarik
e. Sangat Tidak Menarik
2. Jika menarik/tidak menarik sebutkan pada sesi/materi apa?
Sesi/materi…………………………………………….……………………………………
Alasan…...……………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
3. Apakah materi yang diberikan secara keseluruhan telah sesuai dengan tema Loka Karya ini,
yaitu meningkatkan kompetensi penelitian dan pengembangan SDM APTIKA, IKP?
a. Sangat Sesuai b. Sesuai c. Kurang Sesuai d. Tidak Sesuai
e. Sangat Tidak Sesuai
4. Menurut anda, topik apa yang relevan untuk penyelenggaraan kegiatan Lokakarya tahun depan,
yang sesuai dengan Tupoksi Puslitbang APTIKA, IKP ?
a. …….
b. …….
c. …….
dst…
B. Narasumber dan moderator
1. Bagaimana tanggapan anda tentang nara sumber dalam menyampaikan materinya?

Narasumber Sangat Menarik Kurang Tidak Sangat Tidak
Menarik Menarik Menarik Menarik

2. Bagaimana tanggapan anda tentang moderator?

Moderator Sangat Menarik Kurang Tidak Sangat Tidak
Menarik Menarik Menarik Menarik

C. Akomodasi

1. Apakah anda puas dengan hidangan/komsumsi yang disajikan?

a. Sangat Puas b. Puas c. Tidak Puas d. Sangat Tidak Puas

2. Apakah anda puas dengan kamar/ruangan tidur?

a. Sangat Puas b. Puas c. Tidak Puas d. Sangat Tidak Puas

3. Apakah anda puas dengan pelayanan panitia loka karya ini?

a. Sangat Puas b. Puas c. Tidak Puas d. Sangat Tidak Puas

D. Kritik dan saran

Tolong berikan kritikan dan saran anda atas penyelenggaraan loka karya ini supaya menjadi
lebih baik lagi

a. Perlu ditingkatkan Kualitas Nara Sumber dan Moderator

b. Perlu ditingkatkan pelayanan panitia

c. Perlu ditingkatkan Akomodasi

d. Sudah cukup baik semuanya

e. Lainnya (sebutkan).................................................................................................

...............................................................................................................................

...............................................................................................................................

Andragogy Education
Teori Belajar Adragogi dapat diterapkan apabila diyakini bahwa peserta didik (siswa-

mahasiswa-peserta) adalah pribadi-pribadi yang matang, dapat mengarahkan diri mereka
sendiri, mengerti diri sendiri, dapat mengambil keputusan untuk sesuatu yang menyangkut
dirinya. Andragogi tidak akan mungkin berkembang apabila meninggalkan ideal dasar orang
dewasa sebagai pribadi yang mengarahkan diri sendiri. Yang menjadi tolok ukur sebuah
kedewasaan bukanlah umur, namun sikap dan perilaku, sebab tidak jarang orang yang sudah
berumur, namun belum dewasa. Memang, menjadi tua adalah suatu keharusan dan menjadi
dewasa adalah sebuah pilihan yang tidak setiap individu memilihnya seiring dengan semakin
lanjut usianya.

“Education is learning to grow, learning
what to grow toward, learning what is good

and bad, learning what is desirable and
undesirable, learning what to choose and

what not to choose.”~Abraham H.Maslow

~Thank you~

DAFTAR PUSTAKA
Abdul. (2017). Tugas dan Fungsi Guru sebagai Pendidik. Artikel

https://www.kompasiana.com/abdul_latip/595996bb577b61e820b5d130/tugas-dan-
fungsi-guru-sebagai-pendidik. Diakses pada 22 April 2021.
Aeby, T.C. & Aeby, V.G. (2013). Application of Andragogy to Instruction in an MSW
Practice Class. Journal of Instructional Psychology. Vol. 40 ( 1), pp. 03-13.
Andragogi - Pembelajaran Orang Dewasa. STUDILMU Users By STUDiLMU Editor. URL:
https://www.studilmu.com/blogs/details/andragogi-pembelajaran-orang
dewasa.WaahyAndragogy , pp. 1-19.
Arif, Z. (1994). Andragogi. Bandung: Angkasa.
Artikel Prinsip-Prinsip Pendidikan Orang Dewasa URL: https://www.silabus.web.id/prinsip-
prinsip-pendidikan-orang-dewasa/.
Dick, Walter and Robert A.Reiser. 1990. Planning Effective Instruction. Education Sudjana.
2005. Strategi Pembelajaran. Bandung: Falah Production
Dr. Ir. H. Suprijanto. PENDIDIKAN ORANG DEWASA Dari Teori Hingga Aplikasi. PT
Bumi Aksara.
Hasan, Muhammad dkk. (2017). Sikap Utama Guru Sebagai Figure Bagi Peserta Didik.
Artikel https://greenpendidikan.blogspot.com/2017/03/normal-0-false-false-false-in-
x-none-ar.html?m=. Diakses pada 22 April 2021.
Hernawan. (2017, Desember Friday). Pendidikan Orang Dewasa. Andragogy , pp. 1-19.
Kartono, K. &. (1992). Pengantar Ilmu Pendidikan Teoritis: Apakah Pendidikan Masih
Diperlukan? Bandung: Mandar Maju.
Katarina. (2018). Pengertian Pendidik dan faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan
mengajar guru. Artikel https://butew.com/2018/03/30/pengertian-pendidik-dan-
faktor-faktor-yang-mempengaruhi-kemampuan-mengajar-guru/. Diakses pada 22
April 2021.
Knowles, M. S. (1970). Modern Practice of Adult Education. New York: Asosiation Press.
Knowles, M.S, Holton III, E.F., Swanson, R.A. (2005). The Adult Learner: The Deffinitive
Classic in Adult Education And Human Resource Development. USA: Elsevier.
Lunandi, A. (1987). Pendidikan Orang Dewasa. Jakarta : Gramedia

Maslow, A. H. (1996). Toward a Psychology of Being. New Jersey: Van Nostrand.
Maya Elsa.(2016).Evaluasi Pembelajaran Orang Dewasa.Teknologi Pendidikan.Universitas

Negeri Yogyakarta.Hal.4-6
Piaget, J. (1959) . The Growth of Logical Thinking from Childhood Adolescence. New York:

Basic Book.
Rici Kardo, Yuzarion. (2017). Sikap Guru Terhadap Peserta Didik Dalam Belajar. Jurnal

Ilmu Pendidikan. Vol.2. No.2. Hal.189-195.
Sujarwo. (2015). Strategi Pembelajaran Partisipatif Bagi Belajar Orang Dewasa(Pendekatan

Andragogi). Majalah Ilmiah Pembelajaran
Suprijanto. 2007. Pendidikan Orang Dewasa. Jakarta: PT Bumi Aksara.Jurnal Penelitian Ilmu

Pendidikan : Vol. 11, No. 1, Maret 2018
Suprijanto, H. (2005). Pendidikan Orang Dewasa Dari Teori Hingga Aplikasi. Jakarta: PT

Bumi Aksara.
Sopian, Ahmad. (2016). Tugas, Peran, Dan Fungsi Guru Dalam Pendidikan. Jurnal Tarbiyah

Islamiyah. Vol.1. No.1.
Suptijanto.(2017).Pendidikan Orang Dewasa.Bumi Aksara.Jakarta.Hal.213-228
Wahyu Marthila.(2019).Pendidikan Orang Dewasa.Universitas Negeri Padang.Hal.4-6

Created By :

A.H.


Click to View FlipBook Version