The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by NandaZul Fahmi, 2023-09-02 11:31:46

Jumpstart SMR Group

Jumpstart SMR Group

JUMPSTART SME &MICRO RISK GROUP NAMA : ………………………………………… NIP : ………………………………………… UNIT KERJA : …………………………………………


Preface Jumpstart ini disusun untuk memberikan pemahaman awal bagi pegawai baru SME & Micro Risk Group atas proses bisnis kredit segmen SME dan Micro. Jumpstart ini menjelasakan hal-hal penting yang perlu diketahui mengenai: 1) Struktur Organisasi; 2) Fungsi,Tugas dan Tanggung Jawab; 3) Framework Proses Pemberian Kredit Segmen SME dan Micro termasuk key pointnya. Semoga dengan disusunnya Jumpstart ini pemahaman para pegawai baru SME & Micro Risk Group atas proses bisnis kredit segmen SME dapat terakselarasi, sehingga dapat segera mendukung pencapaian targetGroup. Terima Kasih SME & Micro Risk Group


01 STRUKTUR ORGANISASI SME & MICRO RISK UNIT 3 JUMPSTART 02 Proses Pemberian Kredit Segmen SME 03 KREDIT SEGMEN SME Fungsi, Tugas danTanggung Jawab BU, SME Risk Kantor Pusat & SMRM Proses Monitoring Kredit Segmen SME Fungsi, Tugas danTanggung Jawab CCO SME KREDIT SEGMEN MICRO Proses Pemberian dan Monitoring Kredit Segmen Micro Fungsi, Tugas danTanggung Jawab Micro Risk Kantor Pusat & CCO Micro CONTENTS


01 STRUKTUR ORGANISASI SME & MICRO RISK UNIT 4 JUMPSTART 02 Proses Pemberian Kredit Segmen SME 03 KREDIT SEGMEN SME Fungsi, Tugas danTanggung Jawab BU, SME Risk Kantor Pusat & SMRM Proses Monitoring Kredit Segmen SME Fungsi, Tugas danTanggung Jawab CCO SME KREDIT SEGMEN MICRO Proses Pemberian dan Monitoring Kredit Segmen Micro Fungsi, Tugas danTanggung Jawab Micro Risk Kantor Pusat & CCO Micro


Struktur Organisasi SME & Micro Risk Unit


Three Line of Defenses dalam Mengelola Risiko Kredit 6 Unit bisnis/operasional yang merupakan risk owner dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan control pada setiap kegiatan pengelolaan risiko dalam pelaksanaan bisnis sehari-hari. Unit kerja yang bertanggung jawab membuat framework, kebijakan (Inc Limit), dan prosedur pengelolaan risiko serta yang menjalankan. Unit kerja yang melakukan Independent Assurance atas efektivitas pengelolaan dan pengendalian risiko di unit bisnis dan unit kerja. a. Initiator b. Reviewer c. Pengusul Kredit d. Pemutus Kredit a. KP - SME b. KP- SME & MICRO RISK c. Credit Control Officer a. SOR/RBC b. Internal Audit 1 st Line Risk Owner 2 nd Line Oversight Function 3 rd Line Independent Assurance adalah sebagai berikut………….


01 STRUKTUR ORGANISASI SME & MICRO RISK UNIT 7 JUMPSTART 02 Proses Pemberian Kredit Segmen SME 03 KREDIT SEGMEN SME Fungsi, Tugas danTanggung Jawab BU, SME Risk Kantor Pusat & SMRM Proses Monitoring Kredit Segmen SME Fungsi, Tugas danTanggung Jawab CCO SME KREDIT SEGMEN MICRO Proses Pemberian dan Monitoring Kredit Segmen Micro Fungsi, Tugas danTanggung Jawab Micro Risk Kantor Pusat & CCO Micro


Framework Proses Pemberian Kredit Segmen SME 8 1. Inisiasi Penetapan Source Pipeline OTS & Collect Dokumen BI Checking & DHN Penentuan Cab. Booking Penetapan SektorUsaha 2. Verifikasi Cek kesesuaian: RAC Source Pipeline Lokasi Usaha Nasabah >< Cab. Booking Ketentuan Kota Tumbuh SektorUsaha Nasabah 3. Approval Approval oleh RCEO 1. Inisiasi Pemenuhan Doc. Calon Debitur Trade Checking Pembuatan NAK & Spread Sheet Initial Data Entry IPS Scoring/ Rating 2. Verifikasi OTS kondisi usaha & agunan Verifikasi : Dokumen legalitas calon debitur NAK >< dokumen pendukung Informasi di IPS >< NAK & Spread Sheet 3. Credit Proposal Finalisasi Nota Analisa Kredit (NAK), termasuk Struktur Kredit. 4. Credit Approval AFAS Checking Approval Business Unit Only Komite Kredit (Bisnis Unit & Risk) 5. Disbursement Generate SPPK Compliance review & Cek syarat kredit Legal Documentation Disbursement Monitoring Perpanjangan Kredit – Disiplin 3,2,1 Balance & mutasi kreditCASA Covenant Kredit Debitur watch list Periodic call OTS progress usaha/ project Collection Penagihan debitur kol. 2A-2C Restrukturisasi Pipeline Process Underwriting Monitoring & Collection adalah sebagai berikut…………. Framework Kebijakan Kredit SME 1. Kebijakan Manajemen Risiko Bank Mandiri (KMRBM) 2. Kebijakan Perkreditan (KPKD) 3. Standar Prosedur Kredit (SPK) SME / Manual Produk / Memorandum Prosedur 4. Petunjuk Teknis Operasional (PTO)


DO’s & DONT’s dalam Proses Pemberian Kredit SME 9 Pipeline Process a. Pemilihan source pipeline dikaitkan dengan kebijakan booking mix b. Cabang booking sama dengan lokasi usaha serta ketentuan kota tumbuh untuk memastikan efektivitas monitoring kredit c. Mengajukan ijin prinsip jika sektor usaha calon debitur selektif dan ijin switching limit jika limit sektor usaha melibihi threshold. a. Pemilihan source pipeline tidak mempertimbangkan kebijakan booking mix b. Pengisian sektor usaha debitur tidak tepat, untuk menghindari sector selektif Underwriting a. OTS focus pada kondisi usaha debitur, proses produksi/proyek, sarana/prasarana, dan stock/persediaan b. Proses rating/scoring didasarkan kepada data/informasi yang valid c. NAK dan Spread sheet disusun berdasarkan dokumen /informasi debitur yang lengkap, akurat dan valid d. Memastikan agunan marketable dan sesuai SPK/Manual Produk/Memorandum Prosedur e. Struktur kredit sesuai pola usaha dan tujuan kredit debitur f. Syarat kredit & covenant dapat memitigasi risiko yang mungkin terjadi a. Proses underwriting dilakukan sebelum approval pipeline b. OTS hanya fokus kepada wawancara dengan debitur/pengurus c. Penyusunan Spread Sheet hanya didasarkan pada hasil wawancara & asumsi yang tidak valid d. Proses analisa dan pemutusan kredit tidak sesuai ketentuan kredit SME (SPK/MP/Mempro) Monitoring & Collection Monitoring a. Disiplin memonitor : Proses pengikatan agunan, Penarikan kredit (untuk kredit transaksional), Pemenuhan covenant, Balance dan aktivitas transaksi debitur di rek.CASA secara periodic, Disiplin 3-2-1 dalam perpanjangan kredit b. Disiplin melakukan periodic call atau OTS untuk melihat perkembangan usaha debitur Collection a. Disiplin menagih untuk debitur kol. 2A-2C dan debitur kol. 1 dengan indikasi keterlambatan pembayaran kewajiban b. Menyusun account strategy untuk debitur watchlist c. Melakukan early restru untuk debitur kol 1 dan 2A Monitoring a. Tidak melaksanakan monitoring usaha debitur pasca disbursement b. Perpanjangan kredit dilaksanakan lewat jatuh tempo/tidak melaksanakan disiplin 3-2-1 Collection a. Pelaksanaan penagihan kepada debitur hanya di tanggal jatuh tempo b. Terlambat melakukan tindakan preventif atas gejala/indikasi keterlambatan pembayaran kewajiban debitur DO’s………… DONT’s…..


Dalam SPO Segmentasi Nasabah Tahun 2020, Small Medium Enterprise (SME) diijinkan mengelola kredit dalam situasi khusus secara case by case, antara lain mengelola nasabah trade dengan limit dibawah Rp. 500 juta, mengelola debitur dengan limit di atas Rp. 25 miliar dengan persetujuan Commercial Unit dan kasus khusus lainnya. Target market sesuai dengan SPO segmentasi dan SPK SME. Segmentasi Kredit Sme Target Market 01 Boundary 02 Exit Clause Segmentasi Kredit SME mengacu pada Standar Pedoman Operasional (SPO) Segmentasi Nasabah yang berlaku. 01 Boundary Dalam hal terdapat usulan penyaluran kredit di luar target market yang telah ditentukan, maka dapat diusulkan melalui mekanisme Produk Program atau Cluster. 02 Exit Clause


Alur Pipeline Approval System (PAS) Inisiasi RM Pipeline Approval System Offline Pipeline Approved RM isi Form Approval Pipeline Approval Area Head (a) (b) Keterangan a. RM akan mengajukan permohonan persetujuan pipeline secara offline kepada Area Head berupa form persetujuan. b. Setelah disetujui oleh Area Head, RM memulai inisiasi pipeline pada PAS dan akan secara otomatis disetujui. Pipeline NTB & ETB wajib mendapat approval dari GH SME Banking dan GH SME & Micro Risk dalam bentuk usulanCluster atau Product Program. Kriteria PRIMA..... Average CASA ≥Rp.50 Juta per bulan ≥Rp.50 Juta per bulan ≥Rp. 150 Juta per bulan ≥Rp.50 Juta per bulan ≥Rp.50 Juta per bulan Mutasi Kredit ≥Rp.100 Juta per bulan ≥Rp.100 Juta per bulan - ≥Rp.100 Juta per bulan AVG ≥Rp.100 Juta per bulan Ending Balance CASA ≥Rp.50 Juta per bulan - - - - Frekuensi transaksi CASA ≥20x per bulan (debit + kredit) - - - - Selama 4 bulan terakhir Selama 4 bulan terakhir Selama 12 bulan terakhir Kriteria Existing PRIMA Nasional PRIMA Region PRIMA CASA PRIMA Retail PRIMA Kontraktor Baru


12 Trade Checking Supplier Trade Checking Buyer Community Checking Histori hubungan dagang/usaha Jenis barang yang dibeli Rata-rata pembelian barang Metode pembayaran kepada Supplier Pemenuhan pembayaran kepada supplier Rata-rata Nilai barang yang dibeli dari supplier Reputasi debitur/pengurus/key person Harga barang/ jasa dikomparasikan dengan harga jual dari barang/ jasa sejenis Marketability dari barang/ jasa yang ditawarkan Pangsa pasar produk debitur di masyarakat Untuk lebih mengenal character dan capacity debitur, maka perlu dilakukan proses checking sebagai berikut : Histori hubungan dagang/ usaha Kualitas barang/jasa debitur Rata-rata Nilai barang/jasa yang dijual/ dikerjakan Metode pembayaran kepada debitur Proses Checking Debitur


Business Unit wajib melaksanakan OTS untuk seluruh calon debitur/debitur existing, sementara SME Risk Unit melakukan OTS berdasarkan strategy bisnis / strategy pertumbuhan SME sebagai berikut: JENIS OTS PRIMA VALUE CHAIN KOPERASI ETB / NTB OTS PIPELINE BU BU BU BU OTS UNDERWRITING • BU • Risk (optional) • BU • Risk (optional) • BU • Risk (optional) BU + Risk OTS MONITORING BU BU BU BU + Risk OTS COLLECTION BU BU BU BU Keterangan: 1. SME Risk Unit wajib melakukan OTS untuk Proses underwriting Value Chain kecuali Account Receivable Financing (ARF)/KRETA yang telah mendapatkan rekomendasi dari Principle. 2. Pelaksanaan OTS dalam proses underwriting dan monitoring untuk target market ETB/NTB tetap dilakukan oleh Business Unit dan SME Risk Unit. 3. SME Risk Unit tidak wajib melakukan OTS untuk target market yang ditetapkan hanya dilakukan oleh Business Unit. On The Spot / Kunjungan (Calon) Debitur 13


OnThe Spot (OTS) –Tahap Pipeline 14 Critical point proses OTS di tahap inisiasi pipeline, ditekankan pada pendekatan kepada calon debitur dan pengumpulan data/dokumen: Pendekatan kepada calon debitur Pahami kebutuhan calon debitur Pahami pola usaha calon debitur Penawaran produk yang tepat dengan kondisi/pola usaha calon debitur 1. Pendekatan kepada Calon Debitur Pemenuhan dokumen identitas/legalitas calon debitur dengan tujuan untuk : Pemenuhan dokumen mandatory BI checking / SLIK Memeriksa usaha calon debitur secara yuridis Cek penanggungjawab/pengurus badan usaha Cek lama usaha calon debitur 2. Collecting Document


OnThe Spot (OTS) -Tahap Underwriting 15 Critical point/Fokus OTS di tahap underwriting lebih ditekankan kepada verifikasi karakter, kondisi/kapasitas usaha, dan agunan calon debitur Tempat Usaha Pahami pola usaha calon debitur secara menyeluruh Teknis produksi dan pemasaran barang/jasa Kondisi finansial usaha dalam mendukung repayment capacity Cek stock/babrang persediaan serta sarana dan prasarana usaha Lingkungan sekitar usaha calon debitur Agunan Cek kesesuaian agunan dengan yang tercantum pada sertifikat Cek kondisi agunan calon debitur Akses ke lokasi agunan dan kondisi lingkungan di sekitar agunan Cek kesesuaian luas bangunan dengan yang tercantum pada IMB (jika ada) 15


Contoh Dokumentasi OTS Debitur 16 Dokumentasi OTS yang benar, memperlihatkan kondisi usaha/proyek debitur, proses produksi, stock/persediaan (icld bahan baku), sarana/prasarana usaha , dan kondisi lingkungan di sekitar usaha debitur Dokumentasi OTS yang benar Dokumentasi OTS yang salah


Limit Kredit Alur Pemutusan Kredit Area Reguler… Pemutusan Kredit s.d Rp 1 M Limit > Rp. 1 M sd. Rp. 2 M ARR RM - - - - ARR RM NA NA - Untuk Kredit Non Revolving - angsuran: ASMEH (serendah – rendahnya Pemegang Kewenangan Kategori D di Business Unit) + Scoring. - Untuk kredit Revolving: ASMEH + SSRM (Komite Kredit serendah – rendahnya Kategori D) Limit > Rp 2 M sd. Rp 5 M RM - SMRM RM + SMRM NA ASMEH + SSRM (Komite Kredit serendah – rendahnya Kategori D) Limit > Rp 5 M s.d Rp 10 M RM / SRM* - SMRM ASMEH + SSRM NA Komite Kredit serendah – rendahnya Kategori C Limit > Rp 10 M s.d Rp 25 M SRM / RM* ASMEH SSRM SMEH / EBO C + SMRH / ECO C NA Komite Kredit serendah – rendahnya Kategori B1 Limit > Rp 25 M s.d Rp 50 M SRM / RM* SMEH / EBO C SMRH / ECO C EBO B / RCBDH + ECO B / DH dengan kewenangan kategori B NA Komite Kredit serendah – rendahnya Kategori B2 Catatan: Untuk pemutusan kredit limit > Rp 25 M s.d Rp 50 M RCEO wajib menandatangani risalah dan daftar hadir Rapat Komite Kredit sebagai non voting member.. Limit > Rp 50 M SRM / RM* SMEH / EBO C SMRH / ECO C EBO B / RCBDH + ECO B/ DH dengan kewenangan kategori B GH SME Banking/GH Alternate /EBO B2 dan RCEO + GH SME & Micro Risk/GH Alternate /ECO B2 Komite Kredit KategoriA Pembuat Nota Analisis Kredit Inisiator Reviewer Business Reviewer Risk Pengusul Komite Recommending


Limit Kredit Alur Pemutusan Kredit Area Kewenangan Cabang SME... Pemutusan Kredit s.d Rp 1 M Limit > Rp. 1 M sd. Rp. 2 M ARR RM - - - - ARR RM NA NA - Untuk Kredit Non Revolving - angsuran: BM (serendah – rendahnya Pemegang Kewenangan Kategori D) + Scoring. - Untuk kredit Revolving: BM + SSRM (Komite Kredit serendah – rendahnya Kategori D) Limit > Rp 2 M sd. Rp 5 M RM - SMRM BM + SMRM NA (Komite Kredit serendah – rendahnya Kategori D) Limit > Rp 5 M s.d Rp 10 M RM / SRM* BM SMRM AH + SSRM NA Komite Kredit serendah – rendahnya Kategori C Limit > Rp 10 M s.d Rp 25 M SRM / RM* AH SSRM SMEH / EBO C + SMRH / ECO C NA Komite Kredit serendah – rendahnya Kategori B1 Limit > Rp 25 M s.d Rp 50 M SRM / RM* SMEH / EBO C SMRH / ECO C EBO B / RCBDH + ECO B / DH dengan kewenangan kategori B NA Komite Kredit serendah – rendahnya Kategori B2 Catatan: Untuk pemutusan kredit limit > Rp 25 M s.d Rp 50 M RCEO wajib menandatangani risalah dan daftar hadir Rapat Komite Kredit sebagai non voting member.. Limit > Rp 50 M SRM / RM* SMEH / EBO C SMRH / ECO C EBO B / RCBDH + ECO B/ DH dengan kewenangan kategori B GH SME Banking/GH Alternate /EBO B2 dan RCEO + GH SME & Micro Risk/GH Alternate /ECO B2 Komite Kredit KategoriA Pembuat Nota Analisis Kredit Inisiator Reviewer Business Reviewer Risk Pengusul Komite Recommending


Limit Kredit Alur Pemutusan Kredit Area Tanpa Cabang Kewenangan SME... Pemutusan Kredit s.d Rp 1 M Limit > Rp. 1 M sd. Rp. 2 M ARR RM - - - - ARR RM NA NA - Untuk Kredit Non Revolving - angsuran: ASMEH (serendah – rendahnya Pemegang Kewenangan Kategori D) + Scoring. - Untuk kredit Revolving: ASMEH + SSRM (Komite Kredit serendah – rendahnya Kategori D) Limit > Rp 2 M sd. Rp 5 M RM - SMRM ASMEH + SMRM NA (Komite Kredit serendah – rendahnya Kategori D) Limit > Rp 5 M s.d Rp 10 M RM / SRM* ASMEH SMRM AH + SSRM NA Komite Kredit serendah – rendahnya Kategori C Limit > Rp 10 M s.d Rp 25 M SRM / RM* AH SSRM SMEH / EBO C + SMRH / ECO C NA Komite Kredit serendah – rendahnya Kategori B1 Limit > Rp 25 M s.d Rp 50 M SRM / RM* SMEH / EBO C SMRH / ECO C EBO B / RCBDH + ECO B / DH dengan kewenangan kategori B NA Komite Kredit serendah – rendahnya Kategori B2 Catatan: Untuk pemutusan kredit limit > Rp 25 M s.d Rp 50 M RCEO wajib menandatangani risalah dan daftar hadir Rapat Komite Kredit sebagai non voting member.. Limit > Rp 50 M SRM / RM* SMEH / EBO C SMRH / ECO C EBO B / RCBDH + ECO B/ DH dengan kewenangan kategori B GH SME Banking/GH Alternate /EBO B2 dan RCEO + GH SME & Micro Risk/GH Alternate /ECO B2 Komite Kredit KategoriA Pembuat Nota Analisis Kredit Inisiator Reviewer Business Reviewer Risk Pengusul Komite Recommending


Alur Pemutusan Kredit Koperasi Plasma danValue Chain Kantor Pusat….. Limit Kredit Pembuat Nota Analisis Kredit Pengusul Komite Recommending Pemutusan Kredit Limit s.d Rp 25 M RM /Officer/ Professional Staff SME Banking KP + Officer/ Professional Staff SME Risk KP SMEM/ Team Leader Business Team leader Risk DH Business + DH Risk NA Komite Kredit serendah – rendahnya Kategori B1 Limit > Rp 25 M s.d Rp 50 M SMEM/ Team Leader Business Team leader Risk DH Business/ EBO B + DH Risk / ECO B NA Komite Kredit serendah – rendahnya Kategori B2 Koperasi Plasma limit > Rp 50 M s.d Rp 100 M dengan terdapat avalist line RM + Officer/ Professional Staff SME Risk KP SMEM/ Team Leader Business Team leader Risk DH Business/ EBO B + DH Risk / ECO B NA Komite Kredit serendah – rendahnya Kategori B2 Limit > Rp 50 M dan Koperasi plasma limit > Rp 100 M dengan avalist line RM /Officer/ Professional Staff SME Banking KP + Officer/ Professional Staff SME Risk KP SMEM/ Team Leader Business Team leader Risk DH Business/ EBO B + DH Risk / ECO B GH SME Banking + GH SME & Micro Risk Komite Kredit KategoriA Inisiator Reviewer Business Reviewer Risk


5 Role Dalam Alur Pemutusan Kredit (1/3) a. Melakukan pengumpulan data/dokumen untuk proses kredit sesuai dengan ketentuan yang berlaku. b. Melakukan OTS yang diperlukan. c. Melakukan pengecekan berikut: trade checking kepada supplier dan buyer, community checking, dan bank checking sesuai ketentuan. d. Menyusun Nota Analisis Kredit (NAK) sesuai dengan ketentuan yang berlaku. e. Inisiator bertanggung jawab atas kelengkapan, validitas dan akurasi: • data/dokumen yang dikumpulkan termasuk LKN atas OTS yang dilakukan; • trade checking, community checking dan bank checking yang dilakukan; • NAK yang dibuat/disusun. 1. Inisiator a. Mereview kesesuaian NAK dengan data/dokumen yang diperoleh dari (calon) debitur. b. Mereview kelengkapan, validitas dan akurasi informasi yang disampaikan dalam NAK. c. Melakukan OTS yang diperlukan. d. Melakukan pemeriksaan hasil trade checking, community checking dan bank checking. e. Melakukan review kelayakan aspek-aspek yang dituangkan dalam NAK: • Informasi debitur dan group, • Review atas fasilitas terdahulu (jika ada), • Legalitas dan manajemen, • Aspek pembelian/produksi, • Pemasaran/penjualan, • Analisis keuangan, • Agunan & coverage, • Struktur pembiayaan dan perhitungan kredit, • Pemenuhan covenant dalam hal perpanjangan atau tambahan (top up), • Rekomendasi. f. Dalam hal kredit sudah diputus, memeriksa kesesuaian isi NAK dengan hasil putusan pemegang kewenangan atau komite kredit. g. Melakukan konfirmasi terkait Laporan Keuangan Audited oleh KAP bahwa benar diterbitkan oleh KAP dimaksud dan isi laporan sesuai dengan arsip KAP dimaksud. h. Reviewer fungsi Business bertanggung jawab atas kelengkapan, validitas dan akurasi: • data/dokumen yang dikumpulkan (termasuk LKN atas OTS yang dilakukan); • hasil trade checking, community checking dan bank checking; • NAK yang dibuat/direview terutama pada aspek yang dicakup point e. 2A. Reviewer Bisnis


5 Role Dalam Alur Pemutusan Kredit (2/3) 2B. Reviewer Risk a. Melakukan review terhadap aspek-aspek yang dituangkan dalam NAK terkait: • Kewenangan memutus, • Review atas fasilitas terdahulu (jika ada), • Portfolio guideline, • Rating atau scoring, • RAC, • Review 3 pilar, • Analisis keuangan, • Struktur pembiayaan dan perhitungan kredit, • Analisis risiko dan mitigasi, • Pemenuhan covenant dalam hal perpanjangan atau tambahan (top up), • Rekomendasi (ketentuan, syarat tanda tangan, syarat efektif, syarat penarikan/pencairan dan syarat lain-lain). b. Melakukan risk assessment dan mitigasi risiko atas pemberian kredit yang dituangkan dalam covenant/ syarat kredit berdasarkan data dan informasi dari Business Unit yang tertuang dalam NAK. c. Melakukan OTS jika diperlukan sesuai dengan strategy OTS. d. Dalam hal kredit sudah diputus, memeriksa kesesuaian isi NAK dengan hasil putusan pemegang kewenangan atau komite kredit. e. Reviewer fungsi Risk bertanggung jawab atas kelengkapan, validitas dan akurasi: • data/dokumen yang dikumpulkan (termasuk LKN atas OTS yang dilakukan); • hasil trade checking, community checking dan bank checking; • NAK yang dibuat/direview terutama pada aspek yang dicakup point a. a. Melakukan OTS yang diperlukan. b. Mengusulkan NAK (yang telah disepakati secara bulat) kepada Pemegang kewenangan / Komite Kredit sesuai limit kewenangan. c. Usulan hanya dapat diajukan kepada Pemutus Kredit jika usulan telah disepakati dan tidak diperkenankan adanya perbedaan pendapat (dissenting opinion). d. Sebagai presenter dalam RKK. e. Pengusul bertanggung jawab atas rekomendasi usulan kredit sebagaimana yang dituangkan dalam bab/section/bagian Rekomendasi di NAK. 3. Pengusul


Lengkap Set dokumen perkreditan dikatakan lengkap apabila telah memenuhi seluruh jenis dokumen yang dipersyaratkan/diperlukan dalam penyusunan NAK sesuai dengan SPK SME, Manual Produk, atau kebijakan perkreditan lainnya. Valid Suatu dokumen dikatakan valid apabila dikeluarkan oleh instansi atau diperoleh dari pihak yang berwenang sesuai dengan ketentuan/peraturan/perundang-undangan yang berlaku dan masih berlaku pada saat proses kredit. Dalam hal masa laku dokumen telah jatuh tempo, dapat dituangkan dalam perjanjian kredit sebagai persyaratan kredit/covenants. Akurat Menggambarkan kondisi (calon) debitur dengan wajar berdasarkan data dan informasi sehingga dapat diambil kesimpulan. 5 Role Dalam Alur Pemutusan Kredit (3/3) 4. Komite Recommending a. Melakukan OTS jika diperlukan b. Mengusulkan NAK (yang telah disepakati secara bulat) kepada Pemegang kewenangan/ Komite Kredit sesuai limit kewenangan kategori A. c. Usulan hanya dapat diajukan kepada Pemutus Kredit jika usulan telah disepakati dan tidak diperkenankan adanya perbedaan pendapat (dissenting opinion). d. Komite Recommending bertanggung jawab atas rekomendasi usulan kredit sebagaimana yang dituangkan dalam bab/section/bagian Rekomendasi di NAK. a. Melakukan OTS jika diperlukan. b. Melakukan pemutusan kredit sesuai dengan kewenangan dengan mempertimbangkan peraturan, ketentuan, dan perundang-undangan yang berlaku. c. Pemutus Kredit/ Komite Kredit bertanggung jawab atas putusan kredit sebagaimana yang dituangkan dalam risalah keputusan kredit berdasarkan NAK yang diusulkan. 5. Pemutus Kredit Definisi……….


PEMUTUSAN KREDIT (1/2) Kategori Limit Kredit A1 s.d BMPK A2 s.d Rp 2 T A3 s.d Rp 1 T A4 s.d Rp 250 M B2 s.d Rp 50 M B1 s.d Rp 25 M C s.d Rp 10 M D s.d Rp 5 M Kategori Pemutusan Kredit Pengecualian Pemutusan Kredit Secara One Obligor/Total Eksposur Kategori Limit Kredit Kredit Koperasi Non Karyawan dan Plasma Komite Kredit minimal kategori B1 Kantor Pusat Kredit Koperasi Karyawan Komite Kredit minimal kategori C Kredit kepada Kelompok Debitur (Cluster) Komite Kredit minimal kategori B1 Perpanjangan Good Account Komite Kredit kategori B2 Kantor Pusat Kewenangan Pemutusan Kredit Pengecualian pemutusan kredit secara one obligor/total eksposur kepada debitur anggota group/non group yang merupakan kewenangan Komite Kredit Kategori A, dapat dilakukan oleh pemegang kewenangan memutus kredit sebagai berikut : a) Komite Kredit Kategori B1, untuk tambahan/kredit baru/perpanjangan berikut perubahan syarat dan ketentuan dengan total eksposur maksimum Rp 25 Miliar per debitur atau per group dalam periode 1 tahun sejakkewenangan tersebut digunakan dalam pemutusan kredit untuk debitur/group tersebut (tanggal pemutusan kredit). b) Komite Kredit Kategori B2, untuk tambahan/kredit baru/perpanjangan berikut perubahan syarat dan ketentuan dengan total eksposur maksimum Rp 50 Miliar per debitur atau per group dalam periode 1 tahun sejak kewenangan tersebut digunakan dalam pemutusan kredit untuk debitur/group tersebut (tanggal pemutusan kredit). Pengecualian di atas berlaku sepanjang seluruh ketentuan dalam SPK SME dipenuhi (kecuali diatur lain dalam ketentuan tersendiri), dan keputusan wajib dilaporkan kepada GAM.


a. ITB adalah pemutusan kredit dengan kondisi dimana dalam sebuah usulan kredit terdapat ketentuan yang berbeda dengan ketentuan internal (SPK SME, Manual Produk, dan Memorandum Prosedur) namun debitur diyakini layak secara kredit. Dalam hal ini kredit dapat diputus sesuai limit kewenangan (tanpa naik 1 tingkat) dengan menuangkan pertimbangan mengapa debitur diyakini layak secara kredit berikut mitigasi risikonya dalam NAK, sepanjang tidak bertentangan dengan undang-undang perbankan, peraturan pemerintah dan ketentuan regulator (BI & OJK) yang berlaku. b. Usulan dan putusan kredit dengan kondisi ITB harus dilakukan secara bulat tanpa dissenting opinion antara inisiator, reviewer, pengusul dan pemutus kredit. c. ITB hanya berlaku untuk fasilitas kredit dengan kewenangan memutus komite kredit serendah-rendahnya kategori C (SME Head/EBO Kat C dan SMR Head/ECO KatC). d. Kuota pelaksanaan ITB untuk kuartal berjalan diatur sebesar 20% dari total booking (gross ekspansi) per region kuartal sebelumnya dan selanjutnya akan direview oleh SME Risk Kantor Pusat secara periodik yang penyampaiannya dalam bentuk surat. e. Jenis permohonan kredit yang tidak mengurangi kuota ITB : • Permohonan kredit yang tidak menambah exposure • Proses kredit yang dilakukan oleh unit bisnis Kantor Pusat f. Perhitungan pengurangan kuota ITB dihitung pada saat kredit diputus oleh Pemegang Kewenangan, bukan dihitung dari proses pencairan (disbursement). Sehingga kuota ITB yang telah dipakai untuk pemutusan kredit, namun dilakukan pembatalan permohonan, maka tidak dapat dijadikan refill terhadap kuota ITB eksisting. g. Pengurangan kuota ITB dihitung berdasarkan total limit eksposur per CIF pengajuan . PEMUTUSAN KREDIT (2/2) a. Pemutusan kredit limit sampai dengan Rp 5 M, dengan kondisi terdapat ketentuan internal yang tidak dapat dipenuhi. b. Pemutusan kredit limit > Rp 5 M, dengan kondisi terdapat ketentuan internal yang tidak terpenuhi ketika threshold ITB telah terlampaui. Atas ketentuan tersebut di atas tidak dapat diputus menggunakan mekanisme ITB. Pemutusan kredit oleh kategori A dilakukan sesuai limit kewenangannya tanpa menggunakan mekanisme naik 1 (satu) tingkat dan dapat mengoverride ketentuan internal (SPK SME, Manual Produk, dan Memorandum Prosedur) sepanjang tidak bertentangan dengan undangundang perbankan, peraturan pemerintah dan ketentuan regulator (BI & OJK) yang berlaku. Ketentuan In The Course Of Business Ketentuan Pemutusan Kredit Naik 1 Tingkat


Merupakan RAC yang berlaku untuk kredit umum Adalah RAC yang diatur khusus di dalam Program, Manual Produk dan Memorandum Prosedur. RAC Perkreditan Segmen SME 01 RACGENERAL 03 RAC SPESIFIK 02 RACTOPUP Adalah RAC untuk penambahan limit dalam 1 rekening atau penambahan fasilitas kredit baru (Non KAD) kepada debitur existing dalam 1 CIF yang menambah total eksposur kredit dalam CIF tersebut. Sebagaimana diatur dalam Memorandum Prosedur Penyesuaian Proses Bisnis Segmen SME


Merupakan RAC yang berlaku umum untuk semua (calon) debitur SME kecuali diatur lain dalam RAC Spesifik : a. Untuk calon debitur perorangan usia minimal 21 tahun; b. Memiliki pengalaman usaha minimal 3 (tiga) tahun di bidang usaha sejenis; c. Tidak terdapat informasi negatif mengenai (calon) debitur dibuktikan dengan hasil: 1) trade checking, 2) community checking, dan 3) bank checking: Calon) debitur/pasangan/perusahaan/pengurus/pemilik di dalam SLIK memiliki kolektibilitas lancar dalam 12 bulan terakhir atau tidak tercatat, kecuali yang disebabkan oleh tunggakan kredit kendaraan bermotor (KKB) dengan hari tunggakan maksimal 30 hari dan/atau tunggakan kartu kredit yang sudah dilunasi, dibuktikan dengan surat keterangan lunas tunggakan/penarikan SLIK terakhir/bukti pembayaran tunggakan; Calon debitur/perusahaan/pengurus/pemilik tidak masuk dalam Daftar Hitam Nasional (DHN) selama dalam 12 bulan terakhir; (Calon) debitur (termasuk CIF related) memiliki saldo rata-rata CASA per bulan selama 4 bulan terakhir di Bank Mandiri meng-cover minimal 2 kali total proyeksi kewajiban per bulan kepada Bank Mandiri. Khusus untuk (calon) debitur dengan usaha kontraktor, saldo rata-rata CASA dihitung rata-rata selama 4 bulan terakhir. Adalah RAC yang diatur khusus di dalam Program, Manual Produk dan Memorandum Prosedur. RAC Perkreditan Segmen SME (1/2) 1 RAC GENERAL 2 RAC SPESIFIK


a. Tidak termasuk debitur watchlist b. Periode terhadap pemberian kredit baru atauTopUp terakhir minimal 6 bulan dari pemberian kredit terakhir. Untuk skema pembiayaan Value Chain (Distributor Financing, Kontraktor, dan skema khusus lainnya) dikecualikan dari ketentuan periode top up sepanjang dibuktikan dengan underlying yang menunjukkan adanya rencana penambahan limit tersebut. c. Average ratio DPK CIF Related terhadap total Fasilitas Cash Loan debitur (total dalam satu CIF) sebelum Top Up minimal 5% selama 4 bulan terakhir, dengan catatan : 1) Untuk deposito yang diperhitungkan dalam DPK adalah yang tidak dijadikan agunan KASB sisa nilai deposito yang tidak diikat sebagai agunan KASB. 2) Perhitungan berdasarkan rata-rata selama 4 bulan terakhir. 3) Total Fasilitas Kredit Cash Loan merupakan total perhitungan Kredit Revolving berdasarkan average bade fasilitas kredit dan Kredit Non Revolving berdasarkan baki debet. d. Average mutasi kredit di rekening operasional Bank Mandiri terhadap total sales per bulan sebelum Top Up (termasuk CIF Related) minimal 20% selama 4 bulan terakhir. Khusus untuk debitur dengan usaha kontraktor, average mutasi kredit dihitung rata-rata selama 4 bulan terakhir. e. Kolektibilitas kredit sebelum Top Up termasuk pada bank lain berdasarkan SLIK dalam 12 (dua belas) bulan terakhir, memiliki kolektibilitas lancar dan tidak masuk Daftar Hitam Nasional (DHN) Penarik Cek dan/atau BilyetGiro Kosong selama 12 bulan terakhir. Dapat dikecualikan untuk tunggakan kredit kendaraan bermotor (KKB) dengan hari tunggakan maksimal 30 hari dan/atau tunggakan kartu kredit yang sudah dilunasi dibuktikan dengan surat keterangan lunas tunggakan/penarikan SLIK terakhir/bukti pembayaran tunggakan. f. Pembayaran kewajiban pokok dan/atau bunga yang melewati tanggal jatuh tempo (pada Bank Mandiri) hanya diperkenankan maksimal 3x dalam 12 bulan terakhir. g. Maksimal limit kredit setelah top up merupakan akumulasi dari: Revolving : 200% dari ratas baki debet 12 bulan terakhir sebelum topup,dan Non Revolving : 200% dari limit sebelum top up. Top up dapat > 200% dari limit dan/atau baki debet jika average CASA selama 3 bulan terakhir minimal 5% dari limit kredit setelah top up. RAC Perkreditan Segmen SME (2/2) 3 RACTOP UP


Scoring System - Limit s.d Rp 1 M 29 Scoring Kecukupan Agunan Kredit Investasi Kredit Modal Kerja Non Tanah & Bangunan Tanah/Tanah & Bangunan Tanah/Tanah & Bangunan 1. Accept 1 143% 120% 100% 2. Accept 2 167% 140% 110% 3. Accept 3 200% 165% 125% 4. Decline Credit Ditolak/Rejected Hasil Scoring Digunakan untuk menetapkan kecukupan agunan sebagai berikut … Jenis Pengajuan Scoring Result Action Accept Reject Baru/Top up Pengajuan dapat diproses lebih lanjut Baru/Top up Pengajuan ditolak (reject) Non Baru/Top up (Perpanjangan, turun limit, perubahan syarat, dll.) Pengajuan dapat diproses lebih lanjut Non Baru/Top up (Perpanjangan, turun limit, perubahan syarat, dll.) Pengajuan dapat diproses lebih lanjut, namun pemutusan kredit naik 1 tingkat Berdasarkan scoring yang dihasilkan, berikut action atas pengajuan kredit (calon) debitur :


Rating System - limit > Rp 1 M 30 Proses Rating adalah sebagai berikut… Keterangan: Overlay hanya dilakukan apabila diperlukan perubahan hasil Rating by System berdasarkan pertimbangan tertentu yang dinilai kurang sesuai dengan kondisi debitur atau akan berdampak signifikan pada kinerja usaha debitur Maksimum usulan overlay upgrade sebanyak 2 notch. Overlay downgrade tidak dibatasi Final rating ditentukan oleh Pemutus Kredit pada saat Rapat Komite Kredit. Rating disusun oleh Business Unit dan di-review oleh Credit RiskTakingUnit Pemutusan Rating dilakukan oleh: a. Kolektif : Minimal oleh 2 (dua) Pemegang Kewenangan Memutus Kredit Kategori B2 unit pengelola account + 3 (tiga) PKMK Kategori B2 Credit RiskTakingUnit. b. Individual/Periodic Rating/Update Rating : Komite Kredit sesuai limit kewenangan, setinggi-tingginya Komite Kredit Kategori B2. Rating by System Rating yang dihasilkan bersifat tunggal (tidak ada customer rating, financial rating, atau facility rating) Rating overlay Overlay merupakan usulan penyesuaian rating yang dihasilkan oleh system Final Rating Atas overlay yang diusulkan, kemudian dilakukan pemutusan final rating oleh Komite Pemutus Kredit AAA AA+ AA AA- A+ A A- BBB+ BBB BBB- BB+ BB BB- B+ B B- C+ C CD (Default) Rating minimum yang dapat diaksep. Jika rating < BB-, maka pemutusan kredit dilakukan oleh Pemutus Kredit 1 tingkat lebih tinggi. Untuk debitur restrukturisasi Kol 1 dan 2 dilakukan rating assignment dengan hasil C (Kolektibilitas 1) dan C- (Kolektibilitas 2). Rating Scale Bank Mandiri…


Scoring System NICE Hasil Scoring Jenis Scoring Preliminary Scoring Final Scoring 1. PASS Kredit diproses lebih lanjut Kredit diproses lebih lanjut 2. NOT PASS Credit Ditolak/Rejected Credit Ditolak/Rejected Khusus NICE, proses kredit menggunakan scoring system untuk semua tier limit, dengan ketentuan sebagai berikut : 31 1. Dalam hal hasil preliminary score “Not Pass”, berdasarkan pertimbangan tertentu dapat di-override melalui persetujuan SME Head. 2. Untuk hasil final score berlaku ketentuan sebagai berikut: a. Permohonan baru/top up dengan hasil final score “Not Pass”, berdasarkan pertimbangan tertentu dapat dilakukan override melalui mekanisme LSOR dengan pemutusan kredit minimal oleh Komite Kredit Kategori B1 dan menggunakan NAK Tipe C. b. Untuk permohonan selain baru/top up dengan hasil final score “Not Pass”, maka proses kredit dapat dilanjutkan dengan pemutusan kredit oleh Komite Kredit sesuai limit kewenangan dengan menggunakan NAK Tipe C.


Anti Fraud Application System (AFAS) 32 AFAS melakukan deteksi awal adanya indikasi fraud dengan cara melakukan analisa terhadap aplikasi kredit yang diajukan oleh calon debitur. AFAS diimplementasikan pada proses kredit SME sejak Q1 2018 New Application Anti Fraud App. System Application Database History Criminal Database CLEAN REVIEW Reviewed by Analist TERINDIKASI TIDAK TERINDIKASI INVESTIGASI Result by System Hasil Review by Fraud Analyst Fraud result by system akan muncul dalam IPS Pemutus Kredit, untuk kemudian direview oleh Fraud Analyst selama maks. 1 hari kerja Final fraud result by Fraud Analyst akan muncul dalam IPS Pemutus Kredit setelah direview oleh Fraud Analyst Flow process AFAS pada kredit SME :


Untuk model pembiayaan tertentu dapat diatur secara customize di luar ketentuan internal yang ada sepanjang tidak bertentangan dengan undangundang perbankan, peraturan pemerintah dan ketentuan regulator (BI & OJK) yang berlaku melalui mekanisme “PROGRAM” Business Unit Kantor Pusat melakukan kajian Program yang minimum meliputi : KETENTUAN KHUSUS Hasil kajian dituangkan dalam konsep Program dan selanjutnya disampaikan kepada SME Risk Unit Kantor Pusat untuk dimintakan tanggapan/masukan. Business Unit Kantor Pusat memintakan persetujuan Program kepada Direktur Retail Banking dan Direktur Manajemen Risiko/SEVP Retail Risk. Setelah Program disetujui, Business Unit Kantor Pusat melakukan sosialisasi Program kepada Unit Kerja Terkait. a. Cost & Benefit, b. Kebutuhan nasabah, c. Ketersediaan pasar/target market, d. Ketersediaan infrastruktur dan perangkat operasional, e. Aspek legal, compliance dan manajemen risiko, f. Scheme, fitur dan ketentuan khusus, g. Proyeksi dan target pencapaian Program, h. Parameter keberhasilan program dan action plan. PROSEDUR PENGAJUAN PROGRAM


01 STRUKTUR ORGANISASI SME & MICRO RISK UNIT 34 JUMPSTART 02 Proses Pemberian Kredit Segmen SME 03 KREDIT SEGMEN SME Fungsi, Tugas danTanggung Jawab BU, SME Risk Kantor Pusat & SMRM Proses Monitoring Kredit Segmen SME Fungsi, Tugas danTanggung Jawab CCO SME KREDIT SEGMEN MICRO Proses Pemberian dan Monitoring Kredit Segmen Micro Fungsi, Tugas danTanggung Jawab Micro Risk Kantor Pusat & CCO Micro


Fungsi, Tugas & Tanggung Jawab Business Unit 1. Melakukan pengembangan pasar dan produk. 2. Mengembangkan kebijakan dan proses. 4. Melakukan proses kredit sesuai kewenangannya. 5. Mengelola dan memantau kualitas kredit yang dapat dilakukan baik secara portfolio maupun per individu. 6. Melakukan pengembangan kompetensi pegawai yang terlibat dengan pengelolaan segmen SME bersama dengan unit terkait. 7. Mensosialisasikan secara reguler strategy, kebijakan, produk, proses dan ketentuan lainnya kepada unit terkait. 8. Menyusun estimasi cashflow untuk account yang dikelola oleh Kantor Pusat, dalam pembentukan CKPN. 9. Memonitor efektivitas scoring dan rating dan mengusulkan perubahan yang diperlukan kepada unit terkait. 10.Memonitor penyusunan estimasi cashflow oleh Business Unit di wilayah. 11.Melakukan penugasan-penugasan lain yang diberikan kepadanya. 1. Melakukan pengembangan pasar di wilayahnya. 2. Melakukan pengembangan Cluster berdasarkan profil wilayah sesuai kewenangannya. 3. Melakukan proses kredit sesuai kewenangannya. 4. Melakukan aktivitas monitoring kredit secara individu maupun portfolio di wilayah atau area kelolaannya. 5. Menyusun estimasi cashflow dalam pembentukan CKPN. 6. Melakukan pengembangan kompetensi pegawai yang terlibat dengan pengelolaan segmen SME bersama dengan unit terkait. 7. Melakukan penugasan-penugasan lain yang diberikan kepadanya. SMEUnit Kantor Pusat VS SMEUnit Regional


Fungsi, Tugas & Tanggung Jawab SME Risk Unit 1. Melakukan risk assessment terhadap aspek pengembangan pasar, produk, proses dan system serta policy. 2. Melakukan proses kredit sesuai kewenangannya 3. Mengelola dan memantau kualitas kredit yang dapat dilakukan baik secara portfolio maupun per individu. 4. Melakukan pengembangan kompetensi pegawai SME Risk. 5. Mensosialisasikan secara reguler strategy, kebijakan, produk, proses dan ketentuan lainnya kepada unit terkait. 6. Memonitor efektivitas scoring dan rating dan mengusulkan perubahan yang diperlukan kepada unit terkait. 7. Mereview dan menyetujui pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) baik individual maupun kolektif sesuai ketentuan dan kewenangannya. 8. Melakukan penugasan-penugasan lain yang diberikan kepadanya. 1. Melakukan risk assessment terhadap pengembangan Cluster di wilayahnya. 2. Melakukan proses kredit sesuai kewenangannya. 3. Pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) 4. Mengelola dan memantau kualitas kredit yang dapat dilakukan baik secara portfolio maupun per individu di wilayahnya. 5. Melakukan pengembangan kompetensi pegawai SME Risk. 6. Melakukan penugasan-penugasan lain yang diberikan kepadanya. SME RiskUnit Kantor Pusat VS SME RiskUnit Regional


Fungsi, Tugas & Tanggung Jawab SMRM 1. Sebagai reviewer dan/atau pengusul kredit segmen SME baik untuk permohonan baru, top up, perpanjangan, dan usulan kredit dengan perubahan syarat/covenant dengan melakukan review terhadap kelengkapan usulan kredit dengan ketentuan kredit yang dituangkan dalam Nota Analisa Kredit serta menyampaikan risk assessment dan risk mitigation dengan fokus pada analisa kuantitatif / keuangan dan mengusulkan covenant serta syarat kredit. 2. Dapat melakukan kunjungan kepada calon debitur untuk mengetahui kualitas, kemampuan dan kelayakan calon debitur untuk pemberian kredit segmen SME maupun kunjungan dalam rangka evaluasi serta monitoring kondisi debitur sesuai strategy akuisisi segmen SME. 3. Melakukan pengecekan terhadap kesesuaian NAK revisi dengan pembahasan dalam Rapat Komite Kredit, konsistensi informasi antara NAK dengan data yang di input dalam system dan menerbitkan risalah kredit 4. Mengelola portfolio sesuai area kelolaan dengan melakukan monitoring kualitas kredit, jatuh tempo kredit, pelaksanaan review 3 pilar, pelaksanaan annual rating, pelaksanaan watchlist, pemenuhan syarat kredit dan covenant serta memberikan saran perbaikan dan/atau action plan terhadap debitur. 5. Menyusun laporan perkembangan portfolio sesuai area kelolaan, termasuk review penyebab debitur downgrade serta usulan perbaikan dan penangangan debitur secara periodik. 6. Membantu SME & Micro Risk Head dalam menyiapkan dan mengusulkan ukuran kinerja, sasaran tahunan serta strategi pencapaiannya dan memonitor pencapaian target-target Unit Kerja. 7. Melakukan optimalisasi produktivitas kerja dan pengembangan kapabilitas Pegawai. 8. Melaksanakan manajemen risiko operasional untuk setiap bisnis proses yang dilakukan yaitu melakukan identifikasi, penilaian, pemantauan, pengendalian & mitigasi risiko operasional termasuk kualitas data dan pelaporan dimana terjadinya risk event sesuai dengan ketentuan yang berlaku di bank.


01 STRUKTUR ORGANISASI SME & MICRO RISK UNIT 38 JUMPSTART 02 Proses Pemberian Kredit Segmen SME 03 KREDIT SEGMEN SME Fungsi, Tugas danTanggung Jawab BU, SME Risk Kantor Pusat & SMRM Proses Monitoring Kredit Segmen SME Fungsi, Tugas danTanggung Jawab CCO SME KREDIT SEGMEN MICRO Proses Pemberian dan Monitoring Kredit Segmen Micro Fungsi, Tugas danTanggung Jawab Micro Risk Kantor Pusat & CCO Micro


Proses Monitoring - Watch list Segmen SME Monitoring Debitur Watch list (Bulanan) SME Risk Unit Kantor Pusat: a. Menetapkan parameter debitur watch list. b. Menetapkan debitur yang masuk ke dalam kategori watch list . c. Mendistribusikan daftar debitur watch list kepada masing-masing Region. SME Risk Region: a. CCO melakukan monitoring debitur watch list. b. Menyampaikan hasil monitoring kepada SME Risk KP. Debitur downgrade tanpa melalui proses watch list Business Unit dan SME Risk Unit di Region wajib melaporkan ke Business Unit dan SME Risk Unit Kantor Pusat mengapa hal tersebut terjadi besarta action plan yang akan dilakukan. Selanjutnya, khusus untuk debitur downgrade ke Kol 2 tersebut wajib dimasukkan ke dalam watch list. Penetapan Account Strategy dan Action Plan (Triwulanan) a. SME Risk Unit dan Bisnis Unit di Region melakukan analisis watch list dengan pendekatan 3 pilar yaitu prospek usaha, kinerja (performance) debitur dan kemampuan bayar. b. SME Risk Unit dan Business Unit di Region dapat mengusulkan untuk mengeluarkan atau menambahkan debitur watch list berdasarkan hasil analisis 3 pilar dan pertimbangan lainnya. c. SMEH dan SMRH menyampaikan usulan account strategy (maintain, exit), action plan dan batas waktu pelaksanaan action plan ke Business Unit dan SME Risk Unit Kantor Pusat untuk mendapatkan persetujuan GHs. d. CCO melakukan monitoring atas pelaksanaan account strategy dan action plan debitur watch list.


Bertujuan untuk memantau/menganalisis dan melaporkan perkembangan fasilitas kredit yang telah diberikan apakah masih feasible / on track dengan fokus review sbb: 1. Fasilitas kredit digunakan sesuai dengan tujuan penggunaannya 2. Nilai proyek/objek yang dibiayai sesuai dengan pembiayaan fasilitas kredit 3. Realisasi cashflow sesuai dengan proyeksi 4. Kemampuan debitur dalam memenuhi kewajiban keuangan kepada Bank telah terealisasi 5. Kondisi usaha debitur masih prospektif 6. Persyaratan kredit/covenant telah dipenuhi oleh debitur. Annual Review untuk Kredit yang JatuhTempo lebih dari 1 Tahun Prosedur pelaksanaan review adalah sebagai berikut : 1. Dilakukan oleh Business Unit pada setiap tanggal PK. Pelaksanaan review dilakukan sepanjang baki debet > 25% limit awal (limit awal fasilitas kredit atau limit setelah top up) 2. Hasil review oleh Business Unit direview oleh SME Risk Unit khusus untuk kredit yang diputus secara komite 3. Untuk debitur yang juga memiliki fasilitas modal kerja, maka review fasilitas kredit dimaksud dilakukan bersamaan dengan annual review; 4. Apabila bersadarkan hasil review terdapat indikasi penurunan kondisi debitur secara financial atau pelambatan proyek yang cukup signifikan, maka Business Unit mengajukan usulan mengenai account strategy kepada pemegang kewenangan memutus kredit/Komite Kredit sesuai limit kewenangan. Tujuan & Fokus Review Prosedur Pelaksanaan REPEAT


Tujuan Menjaga agar kualitas debitur pasca pemberian kredit baru dan debitur top up tetap lancar (dan tidak menjadi debitur watch list) dan agar CCO dapat mendeteksi lebih dini jika terdapat potensi pemburukan kolektibilitas kredit Pendekatan Monitoring dilaksanakan secara berkesinambungan selama 18 bulan, terhadap debitur baru dan debitur top up yang telah direview satu bulan sebelumnya Kriteria Debitur yang dimonitor adalah debitur baru (ETB dan NTB), serta seluruh debitur top up yang telah dilakukan review pada bulan sebelumnya. Fokus Monitoring Memonitor pemenuhan covenant, Memonitor Utilisasi kredit, Memonitor kolektibilitas dan Memonitor jatuh tempo kredit Continous Credit Monitoring oleh CCO Debitur Baru dan Debitur Top Up Debitur Watchlist Memastikan kualitas debitur watch list membaik dan action plan yang telah ditetapkan, dapat berjalan dengan baik. Monitoring dilaksanakan secara berkesinambungan selama debitur tersebut termasuk dalam daftar debitur watch list Debitur yang dimonitor adalah debitur watch list Memonitor pelaksanaan action plan watchlist, Memonitor kolektibilitas, dan Memonitor jatuh tempo kredit OBJECTIVE MONITORING


Monitoring Tools Indicator Proses monitoring pada kredit SME menggunakan parameter untuk mendeteksi adanya pergerakan portfolio serta memprediksi kualitas portfolio INDICATOR AKUN PARAMETER KETERANGAN Leading Akun baru Early Kol 2 Debitur jatuh ke KOL 2 kurang dari 6 bulan setelah booking Early NPL Debitur jatuh ke NPL kurang dari 12 bulan setelah booking Ever DPD30+ Debitur pernah DPD30+ Watchlist - FPD Menunggak pada angsuran pertama DPD 30+ MOB Baki debet rekening debitur menjadi kolektibilitas 2B dalam X bulan dari waktu pencairan kreditnya Vintage Komparasi performance portfolio per bulan/tahun/periode akuisisi (booking month) untuk mengetahui trend perubahan (shifting trend) kualitas kredit. Vintage analysis memprediksi performance kualitas kredit ke depan dan dapat memprediksi kualitas kredit di booking baru dengan lebih spesific. Lagging Akun bermasalah DPD30+ Baki debet rekening debitur menjadi kolektibilitas 2B Kol 2 Jumlah hari tunggakan 1 – 90 hari NPL Jumlah hari tunggakan > 90 hari Flowrate Perpindahan account dari bucket yang lebih muda ke bucket yang lebih tua Was Is Analysis Analisa untuk melihat kondisi portfolio sebelum periode tertentu (was) dibandingkan dengan kondisi sekarang (is) dilihat per bucket dengan menghilangkan faktor new booking dan pelunasan Parameter portfolio ditampilkan dalam: 1. Portfolio Quality Report (Monthly), Daily Report SME (Daily) 2. Forum RTTA (Risk, Threshold,Trigger,Action/ Monthly)


01 STRUKTUR ORGANISASI SME & MICRO RISK UNIT 43 JUMPSTART 02 Proses Pemberian Kredit Segmen SME 03 KREDIT SEGMEN SME Fungsi, Tugas danTanggung Jawab BU, SME Risk Kantor Pusat & SMRM Proses Monitoring Kredit Segmen SME Fungsi, Tugas danTanggung Jawab CCO SME KREDIT SEGMEN MICRO Proses Pemberian dan Monitoring Kredit Segmen Micro Fungsi, Tugas danTanggung Jawab Micro Risk Kantor Pusat & CCO Micro


Fungsi, Tugas & Tanggung Jawab CCO SME 1. Menjalankan fungsi Credit Assurance atas proses pemberian kredit dengan melakukan on desk review maupun on site review atas debitur baru dan top up yang dibooking di bulan sebelumnya. 2. Melaksanakan review secara on desk/on site dan menganalisa issue/ permasalahan debitur yang termasuk dalam Early Warning System (EWS)/Early Detection System (EDS) dan debitur Early Downgrade untuk mengidentifikasi indikasi penyimpangan. 3. Melaksanakan monitoring secara intensif dan berkelanjutan (continuous monitoring) atas debitur baru, top up dan watch list serta menetapkan action plan untuk menjaga kualitas debitur, termasuk mengidentifikasi/menetapkan debitur watch list. 4. Melaksanakan review 3 pilar secara periodik triwulanan sesuai ketentuan Regulator dan mengusulkan kolektibilitas debitur berdasarkan review yang dilakukan. 5. Menindaklanjuti alert dari system deteksi dan analisa SME & Micro Risk Group dan menyusun laporan tindak lanjut untuk disampaikan kepada BisnisUnit dan Kantor Pusat SMR. 6. Menyusun Laporan Hasil Review dan Laporan Monitoring progress tindak lanjut untuk dilaporkan kepada Bisnis Unit dan Kantor Pusat SMR serta mengevaluasi tindak lanjut BisnisUnit atas rekomendasi pada Laporan Hasil Review dan Laporan Monitoring tersebut. 7. Menyusun Laporan indikasi fraud apabila dalam pelaksanaan on desk / on site review ditemukan indikasi fraud. 8. Melakukan investigasi bersama RBC (JoinTeam) sesuai prosedur investigasi RBC. 9. MensupervisiAsisten CCO dalam pelaksanaan review dan monitoring. 10. Melaksanakan manajemen risiko operasional untuk setiap bisnis proses yang dilakukan yaitu melakukan identifikasi, penilaian, pemantauan, pengendalian & mitigasi risiko operasional termasuk kualitas data dan pelaporan dimana terjadinya risk event sesuai dengan ketentuan yang berlaku di bank.


01 STRUKTUR ORGANISASI SME & MICRO RISK UNIT 45 JUMPSTART 02 Proses Pemberian Kredit Segmen SME 03 KREDIT SEGMEN SME Fungsi, Tugas danTanggung Jawab BU, SME Risk Kantor Pusat & SMRM Proses Monitoring Kredit Segmen SME Fungsi, Tugas danTanggung Jawab CCO SME KREDIT SEGMEN MICRO Proses Pemberian dan Monitoring Kredit Segmen Micro Fungsi, Tugas danTanggung Jawab CCO Micro


Proses Pemberian dan Monitoring Kredit Segmen Mikro 46 1. Inisiasi (MKS) Sales & Marketing oleh Business Unit dengan target market usaha yang potensial dan mempunyai prospek yang baik sesuai RAC 1. Inisiasi (MKS) Pengisian Aplikasi Kredit Menyerahkan Dokumen Pendukung 2. Verifikasi (MKS) OTS KondisiUsaha danAgunan Verifikasi (MKA): Verifikasi data debitur, penghasilan dan agunan yang disampaikan Verifikasi SLIK 3. Analysis (MKA) Input Scoring dan LOS Penyusunan NAK dan Rekomendasi 4. Credit Approval Pemutusan kredit sesuai limit kewenangan (MBM, MBH,MBCM, 5. Disbursement Legal Documentation Disbursement Monitoring Periodic call EarlyWarning Signal OTS usaha Debitur Collection Penagihan debitur kol. 2A-2C Restrukturisasi Pipeline Process Underwriting Monitoring & Collection adalah sebagai berikut…………. Fungsi monitoring dilakukan oleh : • Atasan langsung Mengontrol aktivitas bawahannya sebagai upaya dalam mengambil tindakan pencegahan (preventif) atas terjadinya penyimpangan. Contoh : MBM mengontrol MKS, Micro Banking Cluster Manager mengontrol MBM, Micro Banking Head (MBH) mengontrol Micro Banking Cluster Manager. • Credit Control Officer (CCO) CCO melakukan pengawasan terhadap sales dan transaksi yang terjadi dalam jaringan distribusi Micro Business. Apabila terdapat penyimpangan, CCO melaporkan hasil review-nya kepada SME &Micro Risk Head & Regional Business Control (RBC), serta ditembuskan ke unit kerja Micro terkait di Region maupun Micro Banking Group Kantor Pusat.


01 STRUKTUR ORGANISASI SME & MICRO RISK UNIT 47 JUMPSTART 02 Proses Pemberian Kredit Segmen SME 03 KREDIT SEGMEN SME Fungsi, Tugas danTanggung Jawab BU, SME Risk Kantor Pusat & SMRM Proses Monitoring Kredit Segmen SME Fungsi, Tugas danTanggung Jawab CCO SME KREDIT SEGMEN MICRO Proses Pemberian dan Monitoring Kredit Segmen Micro Fungsi, Tugas danTanggung Jawab Micro Risk Kantor Pusat & CCO Micro


Fungsi, Tugas & Tanggung Jawab Mikro Risk Unit 1. Melakukan review dan usulan penyesuaian kebijakankan kredit (SPK dan Manual Produk) Segmen Mikro untuk KUM/ KUR 2. Melakukan review dan usulan product program/program marketing/pilot project terkait penetapan target market, RAC, fitur/skema kredit dan analisa aspek risiko serta mitigasinya. 2. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap implementasi product program/program marketing/pilot project baik secara on site maupun on desk.. 4. Melakukan review usulan dan inisiasi penyesuaian/pengembangan fitur dan parameter Loan Origination System (LOS) dan eMas sesuai dengan perubahan kebijakan dan perkembangan 5. Menyusun dan mereview Portfolio Quality Report dan disampaikan secara rutin (bulanan) kepada Manajemen. 6. Menyusun dan menentukan parameter dan threshold RTTA berkala bersama dengan bisnis unit di wilayah dan kantor pusat dalam rangka review kualitas portfolio. Dst. 1. Melakukan risk assessment terhadap pengembangan Cluster di wilayahnya. 2. Mengelola dan memantau kualitas kredit yang dapat dilakukan baik secara portfolio maupun per individu di wilayahnya. 3. Melakukan pengembangan kompetensi pegawai SME Risk 4. .Melakukan penugasan-penugasan lain yang diberikan kepadanya. Mikro RiskUnit Kantor Pusat VS Mikro RiskUnit Regional


Fungsi, Tugas & Tanggung Jawab CCO Mikro 1. Melaksanakan review on desk bulanan terhadap 50% dari booking KUM/KUR di bulan sebelumnya atau minimal 100 rekening per bulan. 2. Melaksanakan review on site Unit/Cabang dengan kategori High Risk yang ditentukan oleh SME & Micro Risk Group. 3. Menindaklanjuti debitur terindikasi fraud berdasarkan request dari Retail Product Delivery & Fraud Risk Group (RPF) dan SME & Micro Risk Group berdasarkan hasil Early Detection System (EDS) dan Early Warning System (EWS) dengan melakukan kunjungan on site. 4. Melaksanakan Review Tematik terhadap program marketing atau concern tertentu dari SMR Group (supervisi Adhoc). 5. Melaporkan hasil review on desk, supervisi onsite cabang/unit mikro dan supervisi Adhoc kepada pihak-pihak terkait. 6. Melakukan monitoring dan reminder komitmen tindak lanjut unit terhadap hasil supervisi. 7. Melakukan edukasi kepada Mikro Kredit Analis (MKA) untuk meningkatkan risk awareness dan disiplin proses kredit melalui forum MKA secara berkala. 8. Melakukan optimalisasi produktivitas kerja dan pengembangan kapabilitas Pegawai. 9. Melaksanakan manajemen risiko operasional untuk setiap bisnis proses yang dilakukan yaitu melakukan identifikasi, penilaian, pemantauan, pengendalian & mitigasi risiko operasional termasuk kualitas data dan pelaporan dimana terjadinya risk event sesuai dengan ketentuan yang berlaku di bank.


50 Thanks!


Click to View FlipBook Version