LAPORAN PELAKSANAAN PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) PROYEK 1 Semester Gasal - Tahun Ajaran 2022/2023 TEMA : “KEARIFAN LOKAL” TOPIK: “MELESTARIKAN BUDAYA TARI BAPANG MALANGAN” SMP KRISTEN PELITA KASIH Jl. Monginsidi 4 Lawang Telp. 0341- 428487 NSS : 202051827011 , NPSN : 69772578 JUDUL: “TARI BAPANG MALANGAN MEDIA KONSTRUKSI KARAKTER PEMIMPIN”
LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN PELAKSANAAN PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA Untuk meningkatkan efektivitas Pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan menanamkan pendidikan karakter kepada peserta didik di SMP Kristen Pelita Kasih, serta menjadi dasar evaluasi, disahkan Laporan Pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Fase D Tema Kearifan Lokal dengan Topik Melestarikan Budaya Tari Bapang Malangan dengan judul Tari Bapang Malangan Media Konstruksi Karakter Pemimpin. Ketua Tim Fasilitasi P5 Lawang, 13 Februari 2023 Koordinator Proyek 1 Jahja Dian Istanto, S.T Duri Handoyo ITHW, S.Pd NIY. 69772578 201407 1 029 NIY. 69772578201707 1 034 Mengetahui, Kepala Sekolah Herawati Dewiani, S.Pd, M.M NIY. 69772578 201507 2 008
Identitas Sekolah 1. Nama Sekolah : SMP Kristen Pelita Kasih Lawang 2. Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) : 69772578 3. Nomor Statistik Sekolah (NSS) : 202051827011 4. Jenjang Akreditasi : A 5. Status : Swasta 6. Nama Yayasan : Yayasan Kristen Abdiel 7. Alamat Jalan : Jl. Monginsidi 4 Lawang Kelurahan, : Lawang Kecamatan, : Lawang Kabupaten : Malang Propinsi : Jawa Timur Telepon : 0341- 428487 Email : [email protected] Web : https://www.pelitakasih.sch.id 8. Tanggal dan nomor akte pendirian : 07 Agustus 2011, No.16 9. Tanggal Pendirian Sekolah : 01 Juli 2013 10. SK Pendirian Sekolah : 20200587 11. Kepala Sekolah : Herawati Dewiani, S.Pd, M.M 12. Ketua Komite Sekolah : Johanda Widodo, S.Pd
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Tari tradisional itu kuno, norak, gak jaman, apalagi?. Penilaian generasi masa kini sebagian besar selalu seperti itu, semoga anak didik kita tidak seperti itu. Tari Bapang yang lengkapnya tarian dengan menggunakan topeng bapang merupakan maskot kabupaten Malang. Bapang merupakan salah satu tokoh dalam kisah Panji. Karakter prajurit yang gagah perkasa, sakti mandraguna, dan setia pada bangsa dan negaranya. Meskipun Bapang adalah tokoh antagonis dalam cerita legenda Panji, namun tidak berarti dia buruk. Pemakaian jamang atau mahkota dengan posisi hadap terbalik merupakan simbol ketidaksetujuan Bapang dengan karakter pemimpinnya, Prabu Klana Swandana yang berusaha mengganggu hubungan Panji Asmorobangun dan Dewi Sekartaji. Tetapi kesetiaannya pada negara mewajibkannya harus berhadapan fisik dengan Panji Asmorobangun. Melalui pendekatan budaya lokal, SMP Kristen Pelita Kasih berkolaborasi dengan Gerakan Pramuka gudep Malang 27145-27146, mencoba sebuah konstruksi karakter pemimpin dengan menyuguhkan tari topeng Bapang atau mengangkat tari Bapang Malangan sebagai bagian gelar karya proyek P5. Tampil sebagai instruktur sebaya Yessin dan Glindjela. Anggota muda golongan penggalang yang saat ini menduduki kelas IX merupakan talen tari yang luar biasa. Glindjela pernah menjadi finalis peraih juara III lomba tari tradisional di SMAN 1 Lawang membawakan tari Remo Gaya Jombangan. Tidak semua orang suka dan bisa menari. Namun, kesungguhan untuk mau mencoba dan berlatih peserta didik khususnya kelas 7, dan secara keselurahan kelas 8, 9, serta para penggalang SMP Kristen Pelita Kasih patut diberi apresiasi. Dengan kesulitan memadukan dan mengingat gerakan, peserta didik kelas 7, 8, 9, dan para penggalang SMP Kristen Pelita Kasih mengikuti sesi latihan hingga berminggu-minggu. Hasil dari latihan ini pun tidak mengecewakan. Pasalnya, pada LT III Kwarcab Malang tahun 2022 di bulan September lalu, regu Laba-laba dari SMP Kristen Pelita Kasih yang diwakili Nathan, Steven, Junior, dan Nando berhasil memperoleh prestasi terbaik pada mata lomba tari Jawa Timur dengan mementaskan Tari Bapang Malangan.
Karakter patriotik seorang Bapang Joyo Sentiko, proses latihan secara beregu, dan pementasan yang dilombakan merupakan langkah strategis dalam membangun karakter pemimpin yang mengenal jati dirinya sebagai makhluk ciptaan Tuhan, warga negara yang berbudaya, dan siswa yang haus pengetahuan. A. Dasar Hukum 1. Pasal 17 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301); 3. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587), sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan UndangUndang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679); 4. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 87, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6676) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 14, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4762); 5. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5105), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5157);
6. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2018 Tentang Standar Teknis Pelayanan Minimal Pendidikan 7. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 194, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4941); Sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2017 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru; 8. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2022 Tentang Evaluasi Sistem Pendidikan Oleh Pemerintah Pusat Dan Pemerintah Daerah Terhadap Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Dan Pendidikan Menengah; 9. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2022 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah; 10. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2022 Tentang Standar Isi Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah; 11. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2022 Tentang Standar Proses pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah; 12. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2022 Tentang Standar Penilaian Pendidikan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah 13. Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 262/M/2022 Tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Nomor 56/M/2022 Tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran; 14. Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, Dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Nomor 009/H/Kr/2022 Tentang Dimensi, Elemen, Dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila Pada Kurikulum Merdeka;
B. Maksud Dan Tujuan Adapun maksud dan tujuan dari Laporan Pelaksanaan Proyek-1 Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMP Kristen Pelita Kasih antara lain: 1. Sebagai bahan evaluasi dan perbaikan pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMP Kristen Pelita Kasih. 2. Menanamkan karakter Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berahlak Mulia kepada peserta didik SMP Kristen Pelita Kasih. 3. Menanamkan karakter Berkebhinekaan Global kepada peserta didik SMP Kristen Pelita Kasih. 4. Menanamkan karakter Bergotong Royong kepada peserta didik SMP Kristen Pelita Kasih. 5. Menenamkan karakter Mandiri kepada peserta didik SMP Kristen Pelita Kasih. 6. Menanamkan karakter Bernalar Kritis kepada peserta didik SMP Kristen Pelita Kasih. 7. Menanamkan karakter kreatif kepada peserta didik SMP Kristen Pelita Kasih.
BAB II PELAKSANAAN A. Koordinator dan Fasilitator Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Dalam melaksanakan P5 SMP Kristen Pelita Kasih membentuk Tim pelaksana P5 yang terdiri dari satu orang koordinator dan lima orang fasilitator. 1. Tugas Koordinator P5 Tugas koordinator proyek penguatan profil pelajar Pancasila adalah: a. Mengembangkan kemampuan, kepemimpinan, dalam mengelola proyek penguatan profil pelajar Pancasila di satuan pendidikan; b. Mengelola sistem yang dibutuhkan oleh pendidik sebagai fasilitator proyek penguatan profil pelajar Pancasila dan peserta didik untuk menyelesaikan proyek penguatan profil pelajar Pancasila dengan sukses, dengan dukungan dan kolaborasi dari koordinator dan pimpinan satuan pendidikan; c. Memastikan kolaborasi pembelajaran terjadi di antara para pendidik dari berbagai mata pelajaran; dan d. Memastikan tujuan dan asesmen pembelajaran yang diberikan sesuai dengan capaian profil pelajar Pancasila dan kriteria kesuksesan yang sudah ditetapkan. 2. Tugas Fasilitator P5 Tugas fasilitator proyek penguatan profil pelajar Pancasila adalah: a. Melakukan kordinasi dengan Koordinator P5 selama pelaksanaan P5. b. Membimbing kelompok peserta didik dalam pelaksanaan proyek, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi/asesmen. c. Melaporkan perkembangan peserta didik selama pelaksanaan proyek. B. Pemilihan Tema dan Topik Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Di SMP Kristen Pelita Kasih Berdasarkan KEPDIKMENRISTEK No.262/M/2022 Tentang Perubahan atas Keputusan Mendikbudristek No.56/M/2022 Tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam rangka Pemulihan Pembelajaran, proyek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan kegiatan
kokurikuler berbasis proyek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan. Pelaksanaan proyek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan. Proyek penguatan profil pelajar Pancasila dirancang terpisah dari intrakurikuler. Tujuan, muatan, dan kegiatan pembelajaran proyek tidak harus dikaitkan dengan tujuan dan materi pelajaran intrakurikuler. Satuan pendidikan dapat melibatkan masyarakat dan/atau dunia kerja untuk merancang dan menyelenggarakan proyek penguatan profil pelajar Pancasila. Berdasarkan karakteristik SMP Kristen Pelita Kasih dan keputusan bersama dewan pendidik, SMP Kristen Pelita Kasih memilih tema proyek yaitu Kearifan Lokal. Tema tersebut kemudian dikembangkan menjadi proyek “Tari Bapang Media Konstruksi Karakter Pemimpin”. C. Alokasi Waktu Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Di SMP Kristen Pelita Kasih Alokasi waktu proyek penguatan profil pelajar Pancasila yaitu: 1. Semua peserta didik wajib mengikuti proyek dalam satu tahun ajaran. 2. Proyek dilaksanakan setiap hari Jumat dalam program Outing class dalam bentuk kolaborasi kegiatan Pramuka dan life skill, setelah istirahat pertama sampai jam pulang sekolah. D. Asesmen Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Di SMP Kristen Pelita Kasih Asesmen Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Di SMP Kristen Pelita Kasih dibagi menjadi dua kategori yaitu; asesmen selama proses pelaksanaan proyek dan asesmen hasil proyek yang dilaksanakan oleh peserta didik. Untuk asesmen proses dilakukan oleh fasilitator proyek (guru pembimbing), sedangkan asesmen hasil proyek dilakukan oleh guru penguji. Asesmen di tahap proses pelaksanaan proyek terdiri dari dua hal yaitu kolaborasi peserta didik dan komunikasi peserta didik. Fasilitator proyek melakukan pengamatan kepada peserta didik selama melaksanakan proyek. Instrumen pengamatan disediakan oleh koordinator proyek. Asesmen hasil proyek dilakukan oleh penguji. Instrumen asesmen disesuaikan dengan dimensi profil pelajar Pancasila yang sudah ditentukan sebelumnya. Ada 4 kategori nilai peserta didik yaitu:
BB (Belum Berkembang). Peserta didik membutuhkan bimbingan dalam mengembangkan kemampuan. MB (Mulai Berkembang). Peserta didik mulai mengembangkan kemampuan namun masih belum sesuai harapan. BSH (Berkembang Sesuai Harapan). Peserta didik telah mengembangkan kemampuan hingga berada dalam tahap sesuai harapan. SB (Sangat Berkembang). Peserta didik mengembangkan kemampuannya melampaui harapan. E. Rapor Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Di SMP Kristen Pelita Kasih Peserta didik yang telah mengikuti seluruh kegiatan proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila akan mendapatkan rapor proyek. Rapor dibagikan setelah peserta didik menuntaskan proyek. Rapor proyek berbeda dengan rapor capaian hasil belajar peserta didik. Contoh rapor dapat dilihat di lampiran. F. Keterkaitan Antara Tema, Topik, Dimensi, Elemen, Subelemen Dan Fase Profil Pelajar Pancasila TEMA PROYE K TOPIK PROYEK DIMENSI PROFIL PELAJAR PANCASILA ELEMEN PROFIL PELAJAR PANCASILA SUB ELEMEN FASE PROFIL Kearifan lokal Melestarikan Budaya Tari Bapang Malangan Berkebinekaan Global Mengenal dan menghargai budaya Mendalami budaya dan identitas budaya Menganalisis pengaruh keanggotaan kelompok lokal, regional, nasional, dan global terhadap pembentukan identitas, termasuk identitas dirinya. Mulai menginternalisasi identitas diri sebagai bagian dari budaya bangsa. Mengeksplorasi dan membandingkan pengetahuan budaya, kepercayaan, serta Menganalisis dinamika budaya yang mencakup pemahaman, kepercayaan, dan praktik keseharian dalam
TEMA PROYE K TOPIK PROYEK DIMENSI PROFIL PELAJAR PANCASILA ELEMEN PROFIL PELAJAR PANCASILA SUB ELEMEN FASE PROFIL praktiknya rentang waktu yang panjang dan konteks yangluas Menumbuhkan rasa menghormati terhadap keanekaragaman budaya Mempromosikan pertukaran budaya dan kolaborasi dalam dunia yang saling terhubung serta menunjukkannya dalam Mempertimbangkan dan menumbuhkan berbagai perspektif Menyajikan pandangan yang seimbang mengenai permasalahan yang dapat menimbulkan pertentangan pendapat. Memosisikan orang lain dan budaya yang berbeda darinya secara setara, serta bersedia memberikan pertolongan ketika orang lain berada dalam situasi sulit. Refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan Refleksi terhadap pengalaman kebinekaan. Merefleksikan secara kritis dampak dari pengalaman hidup di lingkungan yang beragam terkait dengan perilaku, kepercayaan serta tindakannya terhadap orang lain. Menghilangkan stereotip dan prasangka. Mengkritik dan menolak stereotip serta prasangka tentang gambaran identitas kelompok dan suku bangsa serta berinisiatif mengajak orang lain untuk menolak stereotip dan prasangka. Menyelaraskan perbedaan budaya Mengetahui tantangan dan keuntungan hidup dalam lingkungan dengan budaya yang beragam, serta memahami pentingnya kerukunan antar budaya dalam kehidupan bersama yang harmonis.
BAB III EVALUASI Evaluasi pada pelaksanaan Proyek-1 Penguatan Profil Pelajar Pancasila sebagai dasar perbaikan untuk pelaksanaan proyek selanjutnya. No Pelaksanaan P5 Evaluasi Rekomendasi 1 Tahap Perencanaan / Penyusunan Program Perencanaan dilakukan oleh koordinator, tim kurikulum dan perwakilan fasilitator. Fasilitator belum sepenuhnya mengetahui alur dari pelaksanaan P5. Perencanaan melibatkan Tim Kurikulum, Koordinator, Fasilitator dan peserta didik. Program P5 disosialisakan kepada seluruh warga sekolah dan orang tua peserta didik. 2 Koordinator dan Fasilitator Koordinator merangkap tugas sebagai fasilitator. Pembagian fasilitator didasarkan kepada keterkaitan mata pelajar dengan tema proyek. Skema pembagian tugas antara Koordinator dan Fasilitator belum jelas. Koordinator melaksanakan tugas sesuai dengan KEPMENDIKBUDRISTEK Nomor 262/M/2022 Tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Nomor 56/M/2022 Tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran Kordinator tidak menjadi fasilitator. Kordinasi antara kordinator dengan fasilitator harus ditingkatkan, baik di tahap perencaan, pelaksanaan dan evaluasi P5. Adanya skema atau kerangka pembagian tugas antara fasilitator dan kordinator. 3 Tahap pelaksanaan P5 Pelaksanaan P5 dibagi menjadi tiga kegiatan utama yaitu perencanaan (peserta didik membuat Kegiatan P5 terdiri dari perencanaan/ persiapan, pelaksanaan, refleksi dan asesmen.
No Pelaksanaan P5 Evaluasi Rekomendasi proposal), pelaksanaan dan asesmen. Format proposal dan laporan yang dibuat oleh peserta didik berbeda antar satu kelompok dengan kelompok lainnya. Pelaksanaan P5 lebih banyak dilakukan oleh peserta didik di luar jam proyek. Proses bimbingan fasilitator yang belum optimal. Ada peserta didik yang tidak mengikuti kegiatan proyek Kordinator membuat format penulisan proposal dan laporan. 95% pelaksanaan P5 dilakukan sesuai jam proyek. Membuat lembar bimbingan yang dapat merekam perkembangan peserta didik dalam melaksankan P5. Membuat daftar hadir khusus pelaksanaan P5. 4 Asesmen P5 Ada peserta didik yang tidak mengikuti pekan Asesmen proyek. Penguji tidak sepenuhnya memahami instrumen penilaian P5. Membuat peraturan tertulis mengenai kewajiban peserta didik mengikuti Pekan Asesmen Proyek. Mengadakan sosialisasi kepada penguji mengenai Pekan Asesmen Proyek, khususnya instrumen penilaian. 5 Ketuntasan Peserta Didik Pada proyek-1, diikuti oleh 20 peserta didik kelas 7 sebagai peserta wajib P5, sebagai Implementasi Kurikulum Merdeka Kelas 8 dengan 29 peserta didik dan kelas 9 dengan 28 peserta didik, sebagai penilaian life skillkepramukaan Ketuntasan peserta didik: 25% SB - Tuntas >50% BSH - Tuntas 25% MB - Perlu bimbingan Membuat peraturan tertulis mengenai kriteria ketuntusan P5. Memberikan bimbingan khusus kepada peserta didik yang belum tuntas. Membuat instrumen penilian keaktifan peserta didik selama proses pelakasanaan P5.
BAB IV PENUTUP Demikian Laporan Pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Fase D Tema Kearifan Lokal dengan Topik Melestarikan Budaya Tari Bapang Malangan dengan judul Tari Bapang Malangan Media Konstruksi Karakter Pemimpin ini kami susun. Ada pun hal-hal yang belum tercantum atau kurang sempurna dalam penyusunan laporan ini akan kami jadikan dasar perbaikan di kemudian hari. Kami menyadari dalam penyusunan laporan ini masih sangat sederhana dan perlu pengembangan dan perbaikan kearah penyempurnaan. Oleh karena itu kami berharap masukan, kritikan dan saran dari : 1. Ibu Indah Sulistyowati Rahayu, M.Pd. selaku pengawas Dinas Pendidikan Kabupaten Malang; 2. Ibu Herawati Dewiani, S.Pd., M.M selalu Kepala Sekolah; 3. Pengurus Yayasan Abdiel Lawang dan Komite Sekolah/ Paguyuban Orangtua/wali siswa SMP Kristen Pelita Kasih Lawang; 4. Rekan-rekan guru SMP Kristen Peita Kasih Lawang. Sehingga perencanaan dan pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P-5) berikutnya akan semakin baik dan membawa para peserta didik sebagai generasi muda bangsa memiliki karakter pelajar Pancasila sebagaimana yang diharapkan. Terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang terlibat dalam penyusunan laporan ini.
LAMPIRAN 1 SMP KRISTEN PELITA KASIH TERAKREDITASI “A” JL. MONGINSIDI 4 LAWANG . TELP: 0341- 428487 NSS : 202051827011 , NPSN : 69772578 e-mail: [email protected] KEPUTUSAN KEPALA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA SMP KRISTEN PELITA KASIH NOMOR : / SMPKPK/VII/2022 Tentang TIM FASILITASI PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA SMP KRISTEN PELITA KASIH TAHUN AJARAN 2022/2023 Kepala SMP Kristen Pelita Kasih Lawang Menimbang : 1. Bahwa demi kelancaran pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila maka perlu disusun Tim Fasilitasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila SMP Kristen Pelita Kasih Lawang Tahun Ajaran 2022/2023. Memperhatikan : 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 430 2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 57 Tahun 2021 Tentang Standar Nasional Pendidikan. 3. Permendikbud Ristek Nomor 5 Tahun 2022 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah 4. Permendikbud Ristek Nomor 7 Tahun 2022 Tentang Standar Isi Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah 5. Permendikbud Ristek Nomor 16 Tahun 2022 Tentang Standar Proses Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, Dan Jenjang Pendidikan Menengah. 6. Permendikbudristek Nomor 21 Tahun 2022 Tentang Standar Penilaian Pendidikan TK PAUD SD SMP SMA SMK Sederajat (PAUD Dikdasmen)
7. Kepmendikbudristek Nomor 56/M/2022 tentang pedoman penerapan kurikulum dalam rangka pemulihan pembelajaran. 8. Keputusan kepala BSKAP Kemendikbudristek NO 009/H/KR/2022 tentang dimensi, Elemen dan subelemen profil pelajar pancasila pada kurikulum merdeka. Mengingat : Saran dan usul peserta rapat kerja penyusunan KOSP dan pembentukan Tim Fasilitasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila SMP Kristen Pelita Kasih Lawang tanggal 20-24 Juni 2022 M E M U T U S K A N Menetapkan : Pertama : Membentuk Tim Fasilitasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila SMP Kristen Pelita Kasih Lawang, sebagaimana terdapat pada lampiran Surat Keputusan ini. Kedua : Segala biaya yang timbul akibat keputusan ini dibebankan kepada anggaran yang sesuai. Ketiga : Apabila ternyata dikemudian hari terdapat kekeliruan pada keputusan ini, akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya. Keempat : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkannya. Ditetapkan di : Lawang Pada tanggal : Juli 2022 Kepala Sekolah, Herawati Dewiani, S.Pd, M.M NIY. 69772578 201507 2 008 Tembusan Yth: 1. Ketua Yayasan Kristen Abdiel 2. Arsip Sekolah 3.
Lampiran 1 Tentang : Tim Fasilitasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Nomor : / SMPKPK/VII/2022 Tanggal : Juli 2022 TIM FASILITASI PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA SMP KRISTEN PELITA KASIH TAHUN AJARAN 2022/2023 Penanggung jawab : Herawati Dewiani, S.Pd, M.M Ketua : Jahja Dian Istanto, S.T Sekretaris : Stephanie Finda Lestari, S.S Bendahara : Christina Retna Ningrum Koordinator Proyek 1 : Duri Handoyo , S.Pd Koordinator Proyek 2 : Valeriana Rasweda , S.Pd , M.Pd Koordinator Proyek 3 : Stephanie Finda Lestari, S.S Fasilitator : 1. Rina Agus Wahyuni , S.Pd 2. Femi Nastiti, S,Pd 3. Shem Seehan Widodo, S.Kom 4. Jana Yudhistira, S.Pd 5. Cornelius 6. Adenina Ditetapkan di : Lawang Pada tanggal : Juli 2022 Kepala Sekolah, Herawati Dewiani, S.Pd, M.M NIY. 69772578 201507 2 008
Lampiran 2 Tentang : Tim Fasilitasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Nomor : / SMPKPK/VII/2022 Tanggal : Juli 2022 TUGAS POKOK KORDINATOR PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA 1. Mengembangkan kemampuan kepemimpinan dalam mengelola proyek penguatan profil pelajar Pancasila di SMP Kristen Pelita Kasih Lawang. 2. Mengelola sistem yang dibutuhkan tim pendidik/fasilitator dan peserta didik agar dapat menyelesaikan proyek penguatan profil pelajar Pancasila dengan sukses. 3. Memastikan kolaborasi pengajaran terjadi di antara para pendidik yang tergabung di dalam tim fasilitator proyek penguatan profil pelajar Pancasila. 4. Memastikan alur proyek penguatan profil pelajar Pancasila memiliki aktivitas yang kaya dan beragam untuk mengoptimalkan prinsip eksploratif. 5. Memastikan rancangan asesmen yang dilakukan sesuai dengan kriteria kesuksesan yang sudah ditetapkan. Lawang, Juli 2022 Kepala Sekolah, Herawati Dewiani, S.Pd, M.M NIY. 69772578 201507 2 008
Lampiran 3 Tentang : Tim Fasilitasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Nomor : / SMPKPK/VII/2022 Tanggal : Juli 2022 TUGAS POKOK FASILITATOR PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA 1. Memperhatikan kebutuhan dan minat belajar setiap peserta didik agar dapat memberikan stimulan atau tantangan yang beragam (berdiferensiasi), sesuai dengan gaya belajar, daya imajinasi, kreasi dan inovasi, serta peminatan terhadap tema proyek penguatan profil pelajar Pancasila. 2. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat dalam perencanaan dan pengembangan proyek penguatan profil pelajar Pancasila, dengan menyesuaikan kesiapan peserta didik dalam tingkat keterlibatan. 3. Memberikan ruang bagi peserta didik untuk mendalami isu atau topik pembelajaran yang kontekstual dengan tema proyek penguatan profil pelajar Pancasila sesuai dengan minat masing-masing peserta didik. 4. Berkolaborasi dengan seluruh pihak terkait proyek penguatan profil pelajar Pancasila (orang tua, mitra, lingkungan satuan pendidikan, dll. ) dalam mencapai tujuan pembelajaran dari setiap tema proyek penguatan profil pelajar Pancasila. 5. Melakukan penilaian yang mengacu pada prinsip asesmen yang sudah ditentukan dalam memonitor perkembangan profil pelajar Pancasila yang menjadi fokus sasaran. 6. Menyediakan sumber belajar yang dibutuhkan oleh peserta didik secara proporsional. 7. Contoh dalam tahapan belajarnya, peserta didik perlu dibantu dalam penyediaan hal berikut: 1) Buku, surat kabar, majalah, jurnal, dan sumber-sumber pembelajaran lain yang berhubungan dengan projek profil. 2) Narasumber yang dapat memperkaya proses pelaksanaan projek profil. 8. Mengajarkan keterampilan proses inkuiri peserta didik dan mendampingi peserta didik untuk mencari referensi sumber pembelajaran yang dibutuhkan, seperti buku, artikel, tulisan pada surat kabar/ majalah, praktisi atau ahli bidang tertentu, dan sumber belajar lainnya. 9. Memfasilitasi akses untuk proses riset dan bukti. 1) Menyiapkan surat pengantar yang dibutuhkan untuk menghubungi sumber pembelajaran 2) Mencari kontak dan menghubungi narasumber 10. Membuka diri untuk memberi dan menerima masukan serta kritik, mulai dari awal hingga akhir pelaksanaan proyek penguatan profil pelajar Pancasila.
11. Mendampingi peserta didik untuk merencanakan dan menyelenggarakan setiap tahapan kegiatan proyek penguatan profil pelajar Pancasila yang menjadi ruang lingkup belajar peserta didik. 12. Memberi ruang peserta didik untuk berpendapat, membuat pilihan, dan mempresentasikan proyek penguatan profil pelajar Pancasila. 13. Mengelola beban kerja mengajar dengan seimbang antara intrakurikuler dan proyek penguatan profil pelajar Pancasila. Lawang, Juli 2022 Kepala Sekolah, Herawati Dewiani, S.Pd, M.M NIY. 69772578 201507 2 008
LAMPIRAN 2 MODUL PROYEK : KEARIFAN LOKAL INFORMASI UMUM Nama Penyusun : Duri Handoyo ITHW, S.Pd. Satminkal : SMP Kristen Pelita Kasih Tahun Ajaran : 2022/2023 Kelas : VII (Tujuh)/ Fase D Tema Proyek-1 : Kearifan Lokal (Semester 1/Gasal) Topik Proyek : Melestarikan Budaya Tari Bapang Malangan Mapel terintegrasi : Seni Budaya, Bahasa Jawa, IPS, Informatika Alokasi Waktu : 12 JP (6 kali pertemuan) Tujuan Umum : 1. Mengenalkan ragam budaya asli daerah Malang : 2. Menumbuhkan rasa bangga terhadapbudaya lokal sebagai aset nasional. Tujuan Khusus : 1. Ditampilkan pada LT-3 Pramuka Kabupaten Malang, mewakili kecamatan Lawang (3-6 September 2022) : 2. Sebagai materi Live In di Blitar (6-9 Desember 2022) : 3. Festival Tari sebagai salah satu mata lomba LT-1 Pramuka (18-20 Januari 2023) : 4. Sebagai flashmob tarian pembuka pentas seni HUT Sekolah (11 Februari 2023) DESKRIPSI PROYEK Proyek ini adalah proyek penguatan profil pelajar Pancasila yang dilaksanakan di kelas VII. Proyek ini diharapkan dapat mengembangkan seluruh dimensi Profil Pelajar Pancasila khususnya dimensi Berkebhinekaan Global. Proyek ini mengangkat tema 1 yaitu “Kearifan Lokal” dengan topik yang diangkat adalah Melestarikan Budaya Tari Bapang Malangan. Peserta didik ditantang untuk kembali melestarikan tari daerah sebagai kearifan lokal sekaligus aset nasional yang mulai tergerus oleh berbagai bentuk tarian modern atau tarian manca negara. Peserta didik harus menyusun rencana, melaksanakan, dan membuat laporan proyek dalam bentuk makalah, atau berbagai media kreatif lainnya serta mampu mempraktekannya. Seluruh proses dan hasil pengerjaan
proyek didampingi oleh fasilitator. Selain itu, di akhir proyek, peserta didik diharuskan mempresentasikan kepada penguji baik dalam presentasi atau dalam kegiatan praktek/unjuk kerja. DIMENSI DAN ELEMEN YANG DIKEMBANGKAN Dimensi yang dikhususkan untuk proyek ini seperti telah disebutkan adalah berkebhinekaan global dan bergotong royong. Secara lebih lengkap dipaparkan pada tabel berikut. Elemen Dimensi Berkebhinekaan Global Bergotong Royong Mengenal dan menghargai budaya Kolaborasi Komunikasi dan interaksi antar budaya Kepedulian Refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebhinekaan Berbagi Berkeadilan sosial TUJUAN PROYEK Setelah kegiatan proyek pada topik ini, peserta didik diharapkan mampu menari dan melestraikan tari (topeng) bapang malangan yang menjadi warisan dan kekayaan budaya bangsanya serta mengambil makna dan pembentukan karakter yang terkandung dari tarian tersebut. Selain itu, peserta didik diharapkan mendapatkan penguatan Profil Pelajar Pancasila khususnya berkebhinekaan global. ALUR KEGIATAN Kegiatan proyek akan dilaksanakan berdasarkan alur sebagai berikut. No. Alur Deskripsi Kegiatan 1 Sosialisasi Penjelasan proyek di tema dan topik tertentu oleh koordinator atau tim. Membahas seluruh teknis dan aturan dalam pelaksanaan proyek 2 Studi Pendahuluan Studi awal yang dilakukan oleh peserta didik didampingi oleh fasilitator masing-masing untuk menemukan masalah dan landasan teori penunjang proyek.
3 Merumuskan Masalah Tahapan peserta didik menyimpulkan permasalahan yang akan dipilih untuk ditemukan solusi atau diselesaikan. 4 Merencanakan Proyek Membuat perencanaan tahapan penyelesaian proyek. 5 Melaksanakan Proyek Melaksanakan rencana yang telah disusun. 6 Menyusun Presentasi Proyek Membuat tampilan dari hasil pelaksanaan proyek dalam bentuk yang sudah disepakati dan ditentukan. 7 Pengujian Proyek Proses penilaian proyek yang dilakukan oleh tim fasilitator pada jadwal yang ditentukan secarfa bersamaan bersama dengan proyek di tema dan topik yang lain. ASESMEN PROYEK Proyek yang dilaksanakan kemudian dinilai melalui asesmen penilaian Profil Pelajar Pancasila pada elemen dan subelemen yang telah diatur. Penilaian dilakukan oleh fasilitator pada saat proses bimbingan dan pengujian proyek. JADWAL KEGIATAN Kegiatan 1 : Orientasi Proyek Hari : Jumat Tanggal : 29 Juli 2022 Tujuan : 1. Dengan melaksanakan proyek dalam sebuah kelompok, peserta didik dapat mengembangkan sikap gotong royong dan mengendalikan diri. 2. Dengan mengetahui tujuan dan tata laksana proyek, peserta didik dapat berdiskusi untuk merencanakan pelaksanaan tugas. Kegiatan 2 Latihan Tari Bapang Hari : Jumat Tanggal : 19, 26, 31 Agustus, 2, 9 Sepetember 2022 Tujuan :
1. Dengan mengikuti tahapan latihan, peserta didik dapat mengingat gerakan sesuai irama musik iringan. 2. Dengan bekerjasama antar anggota yang berbeda kelas dan tingkatan, peserta didik dapat menumbuhkan sikap toleransi dan saling menghargai. Catatan: Pada awalnya direncanakan pembuatan video dokumentasi tentang pembuatan dan pementasan tari bapang, karena tidak bisa mendapatkan topeng setengah jadi yang mencukupi, akhirnya proyek dialihkan untuk latihan tari topeng bersama. Sehingga output proyek ini menjadi festival tari bapang tanpa topeng dan kostum. Kegiatan 3 Festival Tari Bapang Hari : Jumat Tanggal : 16 September 2022 Tujuan : 1. Melalui kegiatan fetsival, peserta didik dapat mengembangkan sikap percaya diri untuk tampil dihadapan orang banyak. 2. Dengan menyelesaikan pementasan kelompoknya, peserta didik dapat mengembangkan sikap bertanggung jawab. Kegiatan 4 Unjuk/Gelar Karya Tari Bapang pada event-event khusus 1. Ditampilkan pada Lomba Tingkat/LT-3 Pramuka Kabupaten Malang, mewakili kecamatan Lawang (3-6 September 2022) 2. Sebagai materi Live In di Blitar (6-9 Desember 2022) 3. Festival Tari sebagai salah satu mata lomba Lomba Tingkat/LT-1 Pramuka Gudep 27145-27146 - SMP Kristen Pelita Kasih Lawang (18-20 Januari 2023) 4. Sebagai flashmob tarian pembuka pentas seni HUT Sekolah (11 Februari 2023)
Rubrik Asesmen Nama/Kelas : NIS/NISN : No Indikator Yang Diamati Deskripsi Hasil Penilaian BB MB BSH SB 1. Perencanaan 1. Peserta didik mampu mendapatkan informasi, tutorial, dan makna tarian (topeng) bapang malangan melalui berbagai sumber resmi dan media visual yang tepat 2. Peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai macam/ urutan gerakan tarian (topeng) bapang malangan 3. Pesertadidik mampu membuat perencanaan pelaksanaan proyek 2. Pelaksanaan 1. Setiap kelompok melaksanakan persiapan dan belajar langsung dengan instruktur sebaya yang ditentukan 2. Peserta didik dapat mengerjakan proyek sesuai langkah yang sudah direncanakan. 3. Peserta didik melaksanakan proyek dalam bentuk keaktifan dan keseriuan dalam berlatih gerakan maupun ekspresi tarian 4. Peserta didik dapat menyelesaikan proyek tepat waktu. 3. Hasil 1. Peserta didik bersama kelompoknya mampu memainkan/ menarikan tarian bapang secara benar dan ekspresif. 2. Peserta didik mendokumentasikan setiap proses tahapan proyek sampai mengaktualisasikannya dalam bentuk tarian bapang yang lengkap dan benar 3. Peserta didik mampu membuat laporan proyek.
LAMPIRAN 3 DOKUMENTASI KEGIATAN 1. Orientasi dan Sosialisasi Proyek Kepada peserta didik (Jumat, 29 Juli 2022) 2. Latihan per-kelompok (19, 26, 31 Agustus, 2, 9 Sepetember 2022)
4. Unjuk/ Gelar Karya Proyek Festival tari Bapang- per kelompok (Jumat, 16 September 2022) 3. Ditampilkan pada Lomba Tingkat/LT-3 Pramuka Kabupaten Malang, mewakili kecamatan Lawang (3-6 September 2022)
5. Sebagai materi Live In di Blitar (6-9 Desember 2022) (SDN Panggungrejo-Blitar)
6. Festival Tari sebagai salah satu mata lomba Lomba Tingkat/LT-1Pramuka Gudep 27145-27146 - SMP Kristen Pelita Kasih Lawang (18-20 Januari 2023)
7. Sebagai flashmob tarian pembuka pentas seni HUT Sekolah (11 Februari 2023), dan Pentas seni HUT Sekolah (11 Februari 2023)