The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by dwiprastanti.f, 2022-11-18 05:22:22

Rangkuman Materi Seni Budaya

rxmh_merged

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEK N OLOG I Unit
R E P U B L I K I N D O N E S I A , 2021
Buku Panduan Guru Seni Rupa 1
untuk S M A / S M K Kelas X

Penulis: Monika Irayati, Saraswati Dewi, Mira Balya Amriasih

IS BN 978-602-244-355-1 (jil.1)

Pengenalan Seni Rupa
di Sekitar Kita

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari Unit 1, diharapkan
siswa dapat:

1. Mendefinisikan seni rupa dan
eksistensinya dalam kehidupan
manusia.

2. Menganalisis fungsi seni rupa dalam
kehidupan manusia.

3. Pengelompokan perkembangan
seni rupa berdasarkan masa
perkembangannya (tradisional,
modern, kontemporer).

4. Memberi contoh karya-karya
seni rupa berdasarkan masa
perkembangannya.

Unit 1 | Pengenalan Seni Rupa D i Sekitar Kita | 65

Prosedur Kegiatan Pembelajaran

1. Pokok-pokok Materi

a. Definisi Seni Rupa

Seni sudah menjadi salah satu bagian dalam kehidupan manusia dari
zaman ke zaman, dari masa pra sejarah hingga sekarang, keberadaan seni
sangat melekat dalam setiap sendi kehidupan dan jiwa manusia sehingga
tidak dapat terpisahkan sampai saat ini. Seni rupa sangat dekat dengan
kehidupan kita sehari-hari. Kita bisa menyaksikan seni rupa sejak
kita bangun dari tidur, melihat ornamen pakaian yang kita kenakan,
lukisan yang terpajang di rumah, desain cangkir yang kita gunakan
untuk minum, gambar yang kita lihat di layar telepon seluler, tayangan
di televisi, gedung-gedung di perkotaan, alam yang penuh warna dan
semua yang tampak dalam kehidupan manusia. Dari berbagai benda
seni rupa tersebut dapat membuat perasaan kita tergugah, hampir semua
benda, bangunan, pakaian dan berbagai peralatan dirancang dengan
mempertimbangkan nilai-nilai estetika.

b. Fungsi Seni Rupa dalam Kehidupan Manusia

Fungsi seni rupa sangat beragam, tergantung kepada latar belakang
terciptanya karya seni rupa. Misalnya seni rupa terapan memiliki fungsi
untuk memenuhi nilai guna atau fungsi praktis dalam kehidupan sehari-
hari, dan seni murni memiliki fungsi sebagai sarana kepuasan batin
akan keindahan. Secara umum, seni memiliki banyak fungsi seperti
merangsang masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidupnya, sebagai
proses pembelajaran masyarakat terhadap segala sesuatu, baik nilai-
nilai maupun fenomena alam, sebagai penyadaran terhadap peristiwa,
baik sejarah, sosial, politik dan budaya, seni mampu mengisi dan
mempengaruhi zamannya, dan seni sebagai penjaga nilai keindahan dan
kemanusiaan dalam kehidupan masyarakat.

Keberadaan seni rupa menurut Feldman (1967) memiliki 3 fungsi
dalam kehidupan manusia, yaitu:

Unit 1 | Pengenalan Seni Rupa D i Sekitar Kita | 67

1. Fungsi Individual, seni digunakan untuk mengungkapan rasa/
emosi dengan cara memberi tanggapan dan penghayatan seseorang
terhadap lingkungannya.

2. Fungsi sosial kemasyarakatan, seni digunakan untuk kepentingan
masyarakat luas seperti untuk penerangan, pendidikan, kesehatan,
agama dan sebagainya.

3. Fungsi fisik kebendaan, seni digunakan untuk keindahan di berbagai
benda keperluan manusia: arsitektur, interior bangunan, furnitur,
serta benda-benda pakai lainnya.

c. Klasifikasi Karya Seni Rupa Berdasarkan Waktu Perkembangannya
Seni Rupa Tradisional berkaitan erat dengan khazanah lokal budaya di
daerah tertentu. Sehingga berbagai daerah biasanya memiliki karya Seni
Rupa Tradisional yang unik dan beragam. Karya Seni Rupa Traditional
umumnya diwarnai dengan pelambangan (simbolis), baik dalam bentuk
metafora binatang, tumbuhan, bangunan, atau figur manusia. Simbol
tersebut banyak ditemui di candi-candi, motif hias kain tenun, bahkan
perabotan sehari-hari, biasanya bersifat spiritual, religius, dan mitologis.

Seni Rupa Modern mulai menanggalkan pakem-pakem suatu
tradisi, dan mengutamakan eksperimen demi kemajuan seni, yang
tergolong dalam Seni Rupa Modern yaitu Seni Murni (Fine Art) dengan
mengutamakan sifat estetikanya. Seni Rupa Murni terdiri dari Seni
Lukis, Seni Patung dan Seni Grafis.

Seni Rupa Kontemporer berkembang pada masa kini, merespons
dan mempresentasikan situasi sosial dan budaya kekinian. Seni Rupa
Kontemporer berorientasi bebas dengan medium yang tidak terbatas,
dan dapat menggabungkan nilai-nilai tradisional dan modernitas. Karya
Seni Rupa Kontemporer berkaitan dengan perkembangan teknologi yang
berkembang di masa kini.

68 | Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk S M A / S M K Kelas X

d. Contoh Karya Seni Rupa Berdasarkan Waktu Perkembangannya
Seni Rupa Tradisional:

Gambar 1.1. Ragam Hias Toraja yang diterapkan di kain tenun.

Sumber: Berita Sastra Budaya/Melayu Online (2014)

Gambar 1.2. Anyaman Purun dari Kalimantan sebagai peralatan tradisional.

Sumber: Tokopedia/Native Borneo (2015)

Seni Rupa Modern:

Gambar 1.3. Lukisan Pemandangan karya Wakidi.

Sumber: Indoartnow/Wakidi (1954)

Unit 1 | Pengenalan Seni Rupa D i Sekitar Kita | 69

Gambar 1.4. Lukisan Abstrak karya Achmad Sadali.

Sumber: Galeri Nasional Indonesia/Achmad Sadali (1980)

Seni Rupa Kontemporer:

Gambar 1.5. Karya Video Art oleh Krisna Murti.

Sumber: Galeri Nasional Indonesia/Krisna Murti (1996)

Gambar 1.6. Karya Performance Art oleh F X . Harsono.

Sumber: Desain Grafis Indonesia/FX Harsono (2009)

70 | Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk S M A / S M K Kelas X

Langkah-Langkah Kegiatan:

1. Sebelum mengisi lembar kerja di bawah ini, bacalah terlebih dahulupenjelasan
tentang Klasifikasi Seni Rupa Berdasarkan Waktu Perkembangannya

K L A S I F I K A S I S E N I RUPA B E R D A SA R K A N WAK T U
P E R K E M B A N G A N N YA
Memilah seni rupaditinjau dari masaperkembangannya menjadi Seni Rupa
Tradisional, Seni Rupa Modern, dan Seni Rupa Kontemporer. Ketiga jenis
seni rupatersebutmemiliki ciri khas tersendiri dari penciptanya, sosial budaya
yang melatarbelakanginya, lokasi penciptaannya, serta contoh-contoh karyanya.

A. Seni Rupa Tradisional
Seni Rupa Tradisional berkaitan erat dengan khazanah lokal budaya
di daerah tertentu. Sehingga berbagai daerah biasanya memiliki karya
seni rupa tradisional yang unik dan beragam. Karya seni traditional
umumnya diwarnai dengan pelambangan (simbolis), baik dalam bentuk
metafora binatang, tumbuhan, bangunan, atau figur manusia. Simbol
tersebut banyak ditemui di candi-candi, ragam hias kain tenun, bahkan
perabotan sehari-hari, biasanya bersifat spiritual, religius, dan mitologis.

B. Seni Rupa Modern
Seni Rupa Modern mulai menanggalkan pakem-pakem suatu tradisi, dan
mengutamakan eksperimen demi kemajuan seni, yang tergolong dalam Seni
Rupa Modern yaitu Seni Murni (Fine Art) dengan mengutamakan sifat
estetikanya. Seni Murni terdiri dari Seni Lukis, Seni Patung dan Seni Grafis.

C. Seni Rupa Kontemporer
Seni Rupa Kontemporer berkembang pada masa kini, merespons
dan mempresentasikan situasi sosial dan budaya kekinian. Seni Rupa
Kontemporer berorientasi bebas dengan medium yang tidak terbatas,
dan dapat menggabungkan nilai-nilai tradisional dan modernitas.
Karya Seni Rupa Kontemporer berkaitan dengan perkembangan
teknologi yang berkembang di masa kini.

Unit 1 | Pengenalan Seni Rupa D i Sekitar Kita | 75

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEK N OLOG I Unit
R E P U B L I K I N D O N E S I A , 2021
Buku Panduan Guru Seni Rupa 3
untuk S M A / S M K Kelas X

Penulis: Monika Irayati, Saraswati Dewi, Mira Balya Amriasih

IS BN 978-602-244-355-1 (jil.1)

Pengenalan Bahan
dan Aneka Teknik

Berkarya

Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari Unit 3, diharapkan
siswa dapat:

1. Mendefinisikan fungsi, unsur dan
ragam karya dua dimensi.

2. Mengenal bahan dan teknik dalam
pembuatan karya dua dimensi.

3. Menganalisis potensi bahan dari
sekitar yang bisa digunakan untuk
membuat karya dua dimensi.

4. Membuat karya percobaan
menggunakan bahan dari sekitar.

5. Mengevaluasi hasil karya percobaan.

Unit 3 | Pengenalan Bahan dan Aneka Teknik Berkarya | 93

Guru menjelaskan definisi, fungsi, unsur dan ragam karya dua
dimensi dengan alat peraga yang berisi:

1. Definisi Karya Dua Dimensi
Karya seni rupa dua dimensi adalah karya seni yang memiliki dua
ukuran atau dua sisi. Karya seni ini hanya memiliki panjang dan
lebar saja, tanpa dimensi ketiga yaitu ruang.

2. Fungsi Karya Dua Dimensi
Fungsi karya dua dimensi yaitu sebagai elemen estetik pada
permukaan datar. Sebagai bentuk rupa yang mudah dibuat dari
segi media dan teknis karena hanya perlu mengisi bidang panjang
dan lebar saja.

3. Unsur Fisik Seni Rupa Dua Dimensi
Seni rupa dua dimensi berasal dari berbagai unsur pembentuk
kesatuan yang diolah sedemikian rupa oleh perupa atau desainer.
Unsur tersebut adalah:
• Garis
• Bidang
• Ruang
• Tekstur
• Gelap-Terang
• Warna
• Ragam Teknik Berkarya Dua Dimensi

Beberapa macam teknik dalam membuat karya dua dimensi
diantaranya:

• Teknik gambar
• Teknik cetak/grafis
• Teknik lukis

96 | Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk S M A / S M K Kelas X

• Teknik kolase
• Teknik fotografi
• Teknik media campuran (mixed media)
• Teknik ragam hias

Gambar 3.1. Teknik Gambar

Gambar 3.2. Teknik cetak/grafis

Gambar 3.3. Teknik lukis

Gambar 3.4. Teknik kolase

Karya koleksi www.ganara.art (2020)

Unit 3 | Pengenalan Bahan dan Aneka Teknik Berkarya | 97

Gambar 3.5. Teknik fotografi

Gambar 3.6. Teknik media campuran
(mixed media)

Gambar 3.7. Teknik ragam hias

Karya koleksi www.ganara.art (2020)

98 | Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk S M A / S M K Kelas X

Guru dapat melampirkan contoh teknik tersebut dalam pemaparan.
Jika guru ingin mencoba salah satu teknik tersebut untuk dipraktekkan
bersama siswa, maka guru perlu mencari tahu variasi teknik dan detail
cara menggunakannya. Sebagai contoh, jika ingin coba mempraktikkan
teknik lukis, maka siswa diajak untuk mengenal paling tidak dua teknik
lukis, seperti teknik Opaque dan teknik Aquarel. Guru dapat mencari
tahu wawasan mengenai teknis lukis tersebut dari internet dengan kata
kunci yang berkaitan. Setelah itu guru perlu memilih teknik yang paling
nyaman bagi guru untuk dibahas bersama siswa.

Teknik Opaque atau teknik plakat merupakan teknik yang
menggunakan sapuan dan paduan warna yang tebal atau menutup latar
belakang obyeknya.

Gambar 3.8. Lukisan dengan teknik Opaque

Karya koleksi www.ganara.art (2020)

Teknik Aquarel atau teknik transparan merupakan teknik yang
digunakan baik dalam menggambar maupun melukis dengan sapuan dan
paduan warna yang tipis, transparan, dan tembus pandang.

Unit 3 | Pengenalan Bahan dan Aneka Teknik Berkarya | 99

Gambar 3.9. Lukisan dengan teknik Aquarel

Karya koleksi www.ganara.art (2020)

b. Bahan dan Alat Dalam Karya Dua Dimensi
1. Bahan yang digunakan dalam karya dua dimensi:
Bahan terdiri dari dua kriteria yaitu bahan utama atau disebut medium,
dan ke dua yaitu bahan penunjang yakni bahan yang mendukung
medium utamanya. Sebagai contoh, dalam karya seni lukis, kanvas dan
cat merupakan bahan utama pada lukisan, kemudian kayu dan paku
sebagai bahan penunjang. Kayu digunakan sebagai bingkai yang mengikat
bentang kanvas atau biasa disebut dengan spanram (stretch board).

Bahan untuk berkarya dua dimensi dikategorikan menjadi bahan
alami dan bahan sintetis:

100 |Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk S M A / S M K Kelas X

• Bahan baku alami merupakan material yang bahan dasarnya berasal
dari alam dan diolah tanpa proses kimiawi, contohnya adalah
pewarna alami.

• Bahan sintetis adalah bahan alam yang telah diolah melalui proses
industri atau pabrikasi tertentu sehingga menjadi bahan baru yang
memiliki sifat dan karakter khusus, contohnya adalah cat.
Bahan untuk berkarya dua dimensi juga dikategorikan berdasarkan

sifat materialnya bahan lunak, bahan cair dan bahan padat.
b.2. Peralatan Dalam Karya Dua Dimensi
Peralatan yang digunakan dalam karya dua dimensi dikenal dengan
beberapa kategori yaitu alat untuk menggambar, membentuk, mewarnai,
mencetak (melipatgandakan), memotong, mengukur, dan sebagainya.

Unit 3 | Pengenalan Bahan dan Aneka Teknik Berkarya | 101

d i g i t a l Z i n e vol 2

January

VISUAL

ART

VISUAL ART
BERKARYA SENI RUPA 2 DIMENSI DARI RUMAH.
Pengertian Seni Rupa, Seni Visual, Seni yang dapat dipandang dilihat diraba dan dirasakan
menggunakan Indera penglihatan yang memiliki keindahan tersendiri.
Perbedaan seni rupa 2 dan 3 dimensi, adalah
1.Dua dimensi
Karya seni rupa yang mempunyai panjang dan lebar, dapat dilihat dari satu arah saja, contohnya lukisan,
photo, gambar dinding dsb.
2.Tiga dimensi
Karya seni rupa yang mempunyai panjang, lebar dan tinggi, atau mempunyai volume, dapat dilihat dari
segala arah, contohnya patung, candi, arca, gedung, dsb.
Dari berbagai cabang Seni Rupa yang ada kita akan mengeksplorasi karya seni lukis 2 dimensi dengan
media sederhana dan dapat dilakukan dimana saja. Lukis untuk pemula lebih sederhana hanya pengenalan
ornament dan bentuk dalam unsur seni rupa dan permainan warna-warna dasar dengan bermain teknik standar
sebagai karya permulaan. Dengan hasil karya gambar yang pertama nanti diharapkan bisa menjadi dasar untuk
melangkah gambar berikutnya masih berkutat pada bentuk dan warna-warna dasar. Media untuk berkarya seni
rupa mudah untuk dibeli, hanya buku gambar, kuas, cat poster dan palet lukis. Materi gambar dipraktekkan
setelah semua selesai karena ada proses untuk menuju menggambar. Untuk media yang digunakan bisa dicari
dan dibeli ditoko-toko buku dan alat tulis yang sudah tersedia, Harapannya peserta didik bisa memiliki secara
mandiri tanpa harus dengan media yang mahal yang penting punya medianya dan bisa merdeka dalam
berkarya. Maka dari itu pesan dari saya SILAHKAN DIPERSIAPKAN DARI SEKARANG SUPAYA TIDAK
TIMBUL MASALAH KETIKA NANTI SUDAH MULAI PRATIK MENGGAMBAR.
SELAMAT MENIKMATI PROSES BERKARYA DARI RUMAH

d i g i t a l Z i n e vol 2

februari

BERKARYA
SENI RUPA
2 DIMENSI

VISUAL

ART

VISUAL ART

BERKARYA SENI RUPA 2 DIMENSI
Warna monokromatik merupakan perpaduan beberapa warna

yang bersumber dari satu warna dengan nilai dan intensitas yang
berbeda. Satu warna yang semakin mendekat atau menjauh ketitik
pusat pada lingkaran warna. Misal : warna biru yang
dikombinasikan warna putih dengan intensitas yang berbeda.

Warna Analogus merupakan perpaduan beberapa warna yang
saling bersebelahan / berdampingan pada lingkaran warna. Misal :
warna merah, merah jingga, orange, dan kuning.

SELAMAT MENIKMATI PROSES BERKARYA DARI RUMAH

VISUAL ART

Warna Komplementer adalah dua warna yang saling
berseberangan (memiliki sudut 180°) di lingkaran warna. Dua warna
dengan posisi kontras komplementer menghasilkan hubungan kontras
paling kuat. Misalnya Merah dengan hijau

SELAMAT MENIKMATI PROSES BERKARYA DARI RUMAH

VISUAL ART
Aplikasi Bentuk/Raut dengan warna

Roda Warna, adalah Bentuk percampuran warna-warna primer
yang memutar menjadikan bertambahnya warna-warna lain.

MERAH (WARNA PRIMER)
ADA 12 WARNA

KUNING (WARNA PRIMER)

BIRU
(WARNA PRIMER)

Bentuk/Raut Organis dengan mengunakan warna-warna
Analogus contohnya,

RAUT ORGANIS TIDAK
MEMILIKI SUDUT

Warna analogus warna-warna
yang berdekatan antara warna
kuning dan orange

SELAMAT MENIKMATI PROSES BERKARYA DARI RUMAH

VISUAL ART

MENGGAMBAR RAUT DAN KOMBINASI WARNA

4 Tugas Menggambar dari Rumah, Silahkan di Kerjakan
sesuai waktu yang sudah ditentukan.

1. Membuat Roda Warna, dengan Diameter
15cm, pada buku gambar A3 dan Cat Poster.

15cm.

2. Membuat Contoh Warna Monokromatis dengan 3 warna
bentuk Lingkaran dengan diameter 5cm dan spasi antar
lingkaran 1cm.

5cm. 1cm. 5cm. 1cm. 5cm.

3. Membuat Raut Geometris dengan warna-warna Analogus
pada latar persegi ukuran 20cm x 20cm.

20cm.

20cm.

SELAMAT MENIKMATI PROSES BERKARYA DARI RUMAH

VISUAL ART

MENGGAMBAR RAUT DAN KOMBINASI WARNA
4 Tugas Menggambar dari Rumah, Silahkan di Kerjakan
sesuai waktu yang sudah ditentukan.

4. Membuat Raut Organis dengan warna-warna Komplementer
pada latar persegi ukuran 20cm x 20cm.

SELAMAT MENIKMATI PROSES BERKARYA DARI RUMAH

d i g i t a l Z i n e vol 2

January

VISUAL UNSUR-UNSUR
SENI RUPA

ART

VISUAL ART
Unsur-unsur Dasar Seni Rupa

Unsur-unsur seni rupa bisa dibilang adalah pondasi dan hal-hal yang
menjadi panduan dasar dalam membentuk sebuah karya seni rupa. Unsur-
unsur ini selalu ada dalam setiap karya seni rupa dengan kadar yang
berbeda-beda.

Karya seni rupa terbentuk dari beberapa elemen yang mulanya terbentuk
dari unsur dasar seni rupa yang saling berkaitan satu sama lain sehingga
membentuk karya yang utuh. Tanpa menggunakan salah satu atau beberapa
diantaranya, maka tidak mungkin tercipta sebuah karya seni rupa, baik itu
karya sederhana maupun mahakarya. Memahami mengenai penggunaan
unsur-unsur seni rupa merupakan dasar penting dalam mempelajari karya
seni rupa. Semakin baik seseorang mengenal unsur-unsur seni rupa, maka
akan semakin baik juga pengamatan seseorang terhadap apresiasi
terhadap nilai karya seni rupa yang dilihatnya.

Unsur-unsur ini antara lain adalah :
a. Titik / dot
b. Garis / line
c. Raut atau Bidang / shape
d. Ruang atau kedalaman / form
e. Warna / color
f. Tekstur / texture
g. Gelap Terang / value

SELAMAT MENIKMATI PROSES BERKARYA DARI RUMAH

VISUAL ART

CONTOH UNSUR SENI RUPA PADA KARYA

TITIK

GARIS

BIDANG / RAUT
1. RAUT ORGANIS

TIDAK MEMILIKI SUDUT HANYA ADA LENGKUNGAN

2. RAUT GEOMETRIS

RAUT YANG HANYA MEMILIKI SUDUT

SELAMAT MENIKMATI PROSES BERKARYA DARI RUMAH

VISUAL ART

CONTOH UNSUR SENI RUPA PADA KARYA

RUANG

WARNA

PRIMER

WARNA ASLI

SKUNDER

CAMPURAN DARI WARNA PRIMER

TERSIER

CAMPURAN DARI WARNA PRIMER DAN SKUNDER

TEKSTUR

SELAMAT MENIKMATI PROSES BERKARYA DARI RUMAH

VISUAL ART

CONTOH UNSUR SENI RUPA PADA KARYA

GELAP TERANG

SELAMAT MENIKMATI PROSES BERKARYA DARI RUMAH

Prisip Seni Rupa

Prisip Seni Rupa

Prinsip Seni Rupa merupakan metode untuk mengolah,
mengorganisasikan unsur-unsur rupa dan mengombinasikannya
dengan aturan dan kaidah tertentu dalam menciptakan bentuk karya
seni rupa.

Pada dasarnya, terdapat 6 prinsip Seni Rupa yang perlu dipahami
untuk menciptakan karya seni rupa. Ketujuh prinsip desain tersebut
mencakup:

a. Keseimbangan (balance)
b. Penekanan / Dominasi (emphasis)
c. Keselarasan(harmony)
d. Ritme / Irama (rhythm)

e. Kesebandingan / Skala (proportion)
f. Kesatuan (unity)

Prisip Seni Rupa

KESEIMBANGAN

Keseimbangan merupakan prinsip desain berkaitan dengan
pengaturan bobot dari setiap elemen dalam sebuah desain. Elemen-
elemen tersebut bisa berupa warna, ukuran, tekstur dan bentuk-bentuk
yang digunakan dalam karya dan letak kedudukan bagian-bagiannya,
sehingga susunan tersebut dalam keadaan seimbang.

Penempatan elemen-elemen seni secara sembarangan seperti
menempatkan setiap elemen di satu titik saja dan mengabaikan ruang-
ruang kosong yang lain akan menjadikan karya tampak berat sebelah.

Terdapat tiga pendekatan dasar dalam prinsip keseimbangan desain,
yakni keseimbangan simetris, keseimbangan asimetris, dan
keseimbangan radial / memancar. Perbedaan keduanya adalah sebagai
berikut

SIMETRIS ASIMETRIS RADIAL

Prisip Seni Rupa

PENEKANAN / DOMINASI (EMPASHIS)

Dominasi adalah pengaturan peran atau penonjolan bagian atas
bagian lainnya dalam suatu keseluruhan. Adanya peran yang menonjol
atas suatu bagian, maka hal itu akan menjadi pusat perhatian (center of
interest) dan merupakan tekanan (emphasis), karena itu menjadi bagian
yang penting dan diutamakan.

Tujuan utama dalam pemberian emphasis adalah untuk
mengarahkan pandangan pembaca pada suatu yang ditonjolkan.
Emphasis dapat dicapai misalnya mengganti ukuran, bentuk, irama, dan
arah.

Prisip Seni Rupa

KESELARASAN

Keselarasan adalah prinsip guna menyatukan unsur yang ada di
dalam seni rupa dari berbagai bentuk berbeda. Keselarasan muncul
dengan adanya kesesuaian, kesamaan, kemiripan, variasi, dan tidak
bertentangan. Misalnya, ketika kita menggambar dengan tema halaman
rumah, tentunya objek-objek yang kita imajinasikan adalah objek
seperti sapu, tong sampah, rumput, daun kering, dan yang berkaitan
dengan halaman.

Keselarasan bisa dimunculkan dengan cara mengatur warna,
pencahayaan, bentuk dengan rapi atau tidak terlalu mencolok satu sama
lain. Tujuan prinsip harmoni ini untuk menciptakan perpaduan yang
selaras.

Prisip Seni Rupa

RITME / IRAMA (RHYTHM)

Irama merupakan pengaturan unsur atau unsur-unsur rupa secara
berulang dan berkelanjutan, sehingga bentuk yang tercipta memiliki
kesatuan arah dan gerak yang membangkitkan keterpaduan bagian-
bagiannya. Sedangkan yang dimaksud irama dalam gambar adalah

Prisip Seni Rupa

KESEBANDINGAN / PROPORTION

Kesebandingan atau proporsi berarti hubungan suatu nilai yang
memiliki harga tetap dan melekat pada suatu objek untuk dapat
digunakan sebagai pembanding dengan objek yang lain. Pengaturan
hubungan yang dimaksud bertalian dengan ukuran, yaitu besar kecilnya
bagian, luas sempitnya bagian, panjang pendeknya bagian, atau tinggi
rendahnya bagian. Contohnya adalah ukuran bola tenis dapat dikatakan
lebih besar jika dibandingkan dengan kelereng, namun dikatakan lebih
kecil jika dibandingkan dengan ukuran bola basket.

Selain itu, kesebandingan juga menunjukkan pertautan ukuran

Prisip Seni Rupa

KESATUAN / UNITY

Kesatuan merupakan prinsip desain yang berperan paling menentukan
terciptanya karya seni rupa yang utuh, sebagai prinsip yang mengorganisasikan
prinsip-prinsip lainnya agar menyatu. Tidak adanya kesatuan dalam suatu tatanan
mengakibatkan kekacauan, keruwetan, atau cerai-berai tak terkoordinasi. Tujuan
akhir dari penerapan prinsip-prinsip yang lain seperti keseimbangan,
kesebandingan, irama, dominasi, dan lainnya adalah untuk mewujudkan kesatuan
yang padu.

Perpaduan berbagai unsur-unsur pembentuk seperti garis, raut, warna, tekstur,

RAGAM HIAS MOTIF KAWUNG

Batik Kawung adalah motif batik yang bentuknya berupa bulatan mirip buah
kawung (sejenis kelapa atau kadang juga dianggap sebagai aren atau kolang-kaling)
yang ditata rapi secara geometris. Kadang, motif ini juga ditafsirkan sebagai gambar
bunga lotus (teratai) dengan empat lembar mahkota bunga yang merekah.

Asal kata

Terdapat beberapa pendapat mengenai asal kata kawung, di antaranya sebagai
berikut:

 Kawung dalam bahasa Jawa berarti buah pohon aren/kolang-kaling.
 Kawung dalam bahasa Jawa berarti daun pohon aren, umumnya digunakan

untuk melinting rokok.
 Kawung berasal dari kata bahasa Jawa, kwangwung atau dalam bahasa

Indonesia dikenal sebagai kumbang tanduk.
 Salah satu pendapat kata kawung berasal pada kata bahasa Jawa suwung,

yang artinya kosong

Jenis

Biasanya motif-motif Kawung diberi nama berdasarkan besar-kecilnya bentuk bulat-
lonjong yang terdapat dalam suatu motif tertentu dan/atau kombinasi dengan motif
batik lain.

Berdasarkan Ukuran

Berdasarkan ukuran, beberapa motif kawung dinamai dengan nama-nama koin yang
beredar pada zaman penjajahan Belanda. Urutan berikut agaknya diragukan karena
koin picis bernilai 10 sen menduduki ukuran motif terkecil, sementara bribil yang
bernilai setengah sen berukuran lebih besar. Beberapa sumber tidak sepakat tentang
nilai dan besar koin-koin yang digunakan untuk membagi ukuran batik motif kawung
ini. Sementara, sumber lain tidak membaginya berdasarkan ukuran semata,
melainkankan desainnya.

A. CONTOH MOTIF KAWUNG PADA KAIN BATIK

1. KAWUNG PICIS
Kawung Picis adalah motif kawung yang tersusun oleh bentuk bulatan yang
kecil. Picis adalah mata uang senilai 10 sen yang bentuknya kecil. Meskipun
disebut berasal dari bentuk uang koin bernilai 10 sen, sumber lain menyatakan
bahwa kata picis dimaknai sebagai sekadar sesuatu yang kecil.

2. KAWUNG BRIBIL
Kawung Bribil adalah motif-motif kawung yang tersusun oleh bentuk yang lebih
besar daripada kawung Picis. Hal ini sesuai dengan nama bribil, mata uang
yang bentuknya lebih besar daripada picis. Bribil berarti setengah sen dalam
kamus bahasa Jawa. Sumber lain menyatakan motif bribil atau gidril adalah
nama mata uang yang terbuat dari nekel, nilainya sama dengan lima sen.

3. KAWUNG SEN
Kawung Sen adalah kawung yang bentuknya bulat-lonjong lebih besar daripada
Kawung Bribil, sesuai dengan koin satu sen yang zaman kolonial yang lebih
besar dari bribil. Meskipun demikian, sumber lain menyatakan bahwa Kawung
Sen, Kawung Bribil dan Kawung Gidril adalah motif kawung yang sama, dan
disebut tirinspirasi dari koin sen, sementara motif kawung Picis tidak.

4. KAWUNG KEMPLONG
Kawung Kemplong adalah jenis motif kawung yang terbesar.

5. KAWUNG SEKAR AGENG
Terdiri dari unsur ornamen utama berbentuk empat bulatan lonjong yang
telah mengalami perubahan menjadi bentuk agak persegi atau bujur
sangkar. Pada setiap ornamen utamanya terdapat tiga buah garis (sawut)
serta diikuti tiga buah titik (cecek). Bentuk tersebut dalam istilah batik
sering disebut dengan istilah cecek sawut. Unsur motif kawung ini juga
terdapat isen motif berupa empat bentuk belah ketupat kecil sebagai variasi
dalam komposisi bentuk visualnya. Sedangkan komposisi warna terdiri dari
warna putih, putih kekuningan sebagai warna pada ornamen utama, merah
soga untuk memberi warna kontur motif dan isen motif, serta warna hitam
merupakan latar pada motif Kawung SekarAgeng.

B. UNSUR RUPA PADA MOTIF KAWUNG

Unsur-unsur yang terdapat pada Motif kawung merupakan motif Geometris
yang tersusun secara simetris yang terdiri dari :

 Garis yang membentuk lingkaran secara memotong sehingga menjadi
bentuk Oval

 Ruang yang mengisi bentuk lingkaran dan bentuk oval.

 Bidang bentuk dari sususan lingkarang dan oval

C. PRINSIP RUPA PADA MOTIF KAWUNG

 Keseimbangan belahan yang membentuk oval seimbang besar
kesilnya sama.

 Penekanan terwujud pada penggunaan warna yang membedaan
bentuk oval satu dengan oval lainnya.

 Keselarasan selaras pada belahan lingkaran dengan bentuk oval yang
saling berdampingan.

 Irama saling berdampingan dengan pola melintang.

D. BAHAN DAN TEKNIK BERKARYA MOTIF KAWUNG

 Bahan dan Alat yang digunakan untuk membuat motif kawung yang
akan dikerjakan oleh peserta didik, yaitu :
a. Buku Gambar ukuran A3
b. Cat Poster (warna primer)
c. Penghapus
d. Penggaris
e. Pensil
f. Jangka (trekpen)
g. Palet lukis
h. Kuas kecil ukuran No. 2, 3, dan 4

 Teknik berkarya motif Kawung menggunakan metode kombinasi,
peserta didik dituntut untuk mampu membuat motif kawung sebagai
latar secara mandiri kemudian di kombinasikan dengan motif flora
sebagai objek atau isian motif kawung.

E. PENERAPAN KARYA KOMBINASI DENGAN MOTIF KAWUNG

a. Penggunaan kain sebagai sarung bantal dengan motif Kawung.

b. Dekorasi diding hotel dengan menggunakan motif kawung.

c. Dekorasi Sketsel atau penyekat ruang dengan media logam,
lempengan seng yang dibentuk dengan motif kawung pada loby hotel.

d. Karya lukis dengan ukuran 1 x 1 meter dengan latar motif kawung
dengan gaya PopArt, karya milik Johan Arinda Mukti. Guru Seni
Budaya SMP.


Click to View FlipBook Version