The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ningsihputri2211, 2021-03-24 08:01:42

MODUL TUGAS 4 KURNIATI NINGSIH

MODUL TUGAS 4 KURNIATI NINGSIH

SOSIOLOGI

BAHAN AJAR
PENDEKATAN INTERAKSI SOSIAL

Santuan Pendidikan : SMA Negeri 1 Pasir Penyu
Mata Pelajaran : Sosiologi
Kelas / Semester : X IPS/Ganjil
Materi Pokok : Individu, Kelompok, dan Hubungan Sosial di Masyarakat
Alokasi Waktu : 3 x 45 menit

A. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

Kompetensi Dasar (KD)

3.2 Mengenali dan mengidentifikasi 4.2 Mengolah realitas individu,
realitas individu, kelompok, dan kelompok, dan hubungan sosial
hubungan sosial di masyarakat. sehingga mandiri dalam memposisikan
diri dalam pergaulan sosial di
masyarakat.

Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

3.2.4 Mendeskripsikan Pendekatan Interaksi Sosial (interaksionisme Simbolik Herbert
Blumer, Impression Management Irving Goffman)

B. Tujuan Pembelajaran

Melalui pendekatan saintifik dengan menggunakan model Discovery Learning
dengan metode mengamati, membangun konsep, diskusi, tanya jawab dan
penugasan. Peserta didik mampu Mendeskripsikan materi tentang Pendekatan
Interaksi Sosial (Interaksionisme Simbolik dan Impression Management) dan
dapat Menjelaskan dengan disiplin, penuh tanggung jawab, kerja keras, religius
dan berwawasan lingkungan sebagai karakter positif, serta dapat
mengembangkan kemampuan penelitian yang cerdas dan kompetitif, budaya
literasi, kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, berkolaborasi, dan berkreasi.
(4C)

PETA KONSEP

Pendekatan
Interaksi Sosial

Interaksionisme Impression
Simbolik (Herbert Management
(Irving Goffman)
Blumer)

ANALISIS MATERI AJAR

KOMPONEN KONSEP FAKTA PRINSIP

Pendekatan Interaksionisme  Dalam perspektif
Interaksi Sosial : Simbolik
Interaksionisme (Herbert Blumer) Interaksionis adalah
Simbolik (Herbert
Blumer) interaksionisme
Impression
Management simbolik. Kata
(Irving Goffman)
Impression “simbolik” mengacu
Managemen
(Irving Goffman) pada sesuatu yang

diberi nilai dan makna

oleh penggunanya.

Pendekatan ini

bersumber dari

pemikiran Gerger

Herber Mead dan

dikembangkan oleh

Herbert Blumer.

 Berkaitan dengan

identitas, cara pandang

tentang diri, pandangan

dualistic tentang diri,

manajemen identitas,

dan dramaturgi. Semua

itu dilakukan agar

individu ataupun

organisasi yang

melakukannya dapat

disukai, dapat

dipercaya, memaklumi

kesalahan, mendapat

pertolongan,

menyembunyikan

kesalahan, dan

mendapatkan pengikut.

PENDEKATAN INTERAKSI SOSIAL
Interaksi sosial merupakan salah satu kajian penting dalam sosiologi. Beberapa
sosiologi mengkhususkan diri dalam studi terhadap interaksi sosial. Pendekatan
yang dikelan dengan Perspektif Interaksionis (interaction perpective) dan
Perspektif Impression.

Interaksionisme Simbolik (Herbert Blumer)
Dalam perspektif Interaksionis adalah interaksionisme simbolik. Kata “simbolik”
mengacu pada sesuatu yang diberi nilai dan makna oleh penggunanya. Pendekatan
ini bersumber dari pemikiran Gerger Herber Mead dan dikembangkan oleh
Herbert Blumer.
Menurut Blumer pokok pikiran Interaksionisme Simbolik ada tiga, yaitu :

1. Manusi bertindak terhadap sesuatu atas dasar makna yang dipunyai
sesuatu tersebut.

2. Makna yang dipunyai sesuatu tersebut muncul dari interaksi sosial antara
seseorang dengan sesamanya.

3. Makna yang diubah melalui suatu proses penafsiran (Interpretayive
process) yang akan digunakan orang dalam menghadapi sesuatu yang
dijumpainya. Jadi makna yang muncul dari interaksi tersebut tidak begitu
saja diterima oleh seseorang melainkan ditafsirkan terlebih dahulu, apakah
akan menanggapinya dengan baik atau tidak. hal tersebut tergantung pada
penafsiran si penerima pesan.

Mead membagi interaksi sosial menjadi dua yaitu interaksi non simbolis dan
interaksi simbolis. Interaksi non simbolis berarti bahwa manusia merespon secara
langsung terhadap tindakan atau isyarat orang lain, sedangkan interaksi simbolis
berarti bahwa manusia menginterpretasikan masing – masing tindakan dan isyarat
orang lain tersebuth berdasarkan arti yang dihasilkan dari interpretasi yang
dilakukan.

Mead hanya tertarik dengan pendekatan interaksi simbolis dan ada beberapa hal
yang penting yang terdapat dalam interaksi simbolis, yaitu :

1. Interaksi simbolis adalah proses – proses formatif dalam haknya sendiri.
2. Karena hal tersebut, yaitu proses pengembangan penyesuaian tingkah laku.

Dan yang demikian ini dilakukan melalui proses dualisme, definisi, dan
interpretasi.
3. Dalam pembuatan proses interpretasi dan definisi dari tindakan satu orang
ke orang lain berpusat dalam diri manusia, interaksi simbolis mengjangkau
bentuk – bentuk umum hubungan manusia secara luas.
Interaksi simbolis merujuk pada karakter interaksi khusus yang terjadi antar
manusia. Sifat khusus ini terdapat pada kenyataan bahwa manusia
menginterpretasikan dan mendefinisikan antara tindakan yang satu dengan
yang lainnya. Dan hal inilah yang telah meresap dalam pemikiran dan tulisan
para tokoh tentang tingkah laku manusia dalam kelompok mereka.

Hal terpenting bagi Mead adalah melakukan modifikasi terhadap diri manusia
sendiri. Modifikasi ini terletak pada dua hal utama :
1. Untuk mengindikasikan sesuatu, berarti ia harus melepaskan diri dari

settingnya, memisahkan dan menjadikannya obyek. Obyek ini merupakan
hasil dari aturan individu untuk bertidak dan dia akan membentuk obyek
tersebut dari aktivitas yang bersifat berkesinambungan. Proses yang
demikian inilah yang dinamakan sebagai interpretasi atau tindakan yang
berdasarkan simbol.
2. Realitas bahwa manusia membuat indikasi terhadap dirinya adalah bahwa
tindakan tersebut merupakan sesuatu yang dibentuk, bukan sekedar
sebagai pelepasan. Tindakan itu sendiri dilakukan melalui beberapa
tahapan dan proses.

Impression Managemen (Irving Goffman)
Teori ini berkaitan dengan identitas, cara pandang tentang diri, pandangan
dualistic tentang diri, manajemen identitas, dan dramaturgi. Semua itu dilakukan

agar individu ataupun organisasi yang melakukannya dapat disukai, dapat
dipercaya, memaklumi kesalahan, mendapat pertolongan, menyembunyikan
kesalahan, dan mendapatkan pengikut.
Gagasan teori ini masuk ke dalam perspektif obyektif karena teori ini cenderung
melihat manusia sebagai makhluk pasif. Meskipun pada awal ingin memasuki
peran tertentu manusia memiliki kemampuan untuk menjadi subyektif namun
pada saat menjalankan peran tersebut manusia berlaku obyektif, berlaku natural,
mengikuti alur. Tujuan seseorang merupakan faktor dalam mengatur cara dan
strategi impression management. Hal ini mengacu pada isi suatu pernyataan, yang
juga mengarah pada cara penyajian aspek diri yang berbeda.

DAFTAR PUSTAKA
Suryawati Juju, Kun maryati. 2013. Sosiologi Kelompok Peminatan Ilmu
Pengetahuan Sosial. Jakarta : PT. Gelora Aksara Pratama


Click to View FlipBook Version