MODUL PEGANGAN PESERTA DIDIK
KISAH TELADAN FATIMAH AZAHRA DAN UWAIS AL QARNI
UNTUK KELAS XI IPA
Penyusun
Mansur, S.Pd.I
KEMENTERIAN AGAMA RI
MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) 1 BEKASI
JL KI HAJAR DEWANTRA NO. 42B DESA. KARANGASIH, CIKARANG UTARA,
BEKASI
TAHUN 2021
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah swt karena dapat terselesaikannya modul Akidah
Akhlak untuk MA kelas XI. Modul ini bertujuan untuk membantu PESERTA DIDIK MA dalam
memahami penggunaan dan pengembangan konsep – konsep keteladanan Fatimah Azzahra dan
Uwais Al Qarni agar lebih mudah dan terarah. Kami berharap bahwa modul ini juga dapat
menambah referensi bagi PESERTA DIDIK dalam pembelajaran Akidah Akhlak. Dalam modul
ini memuat tentang pokok bahasan Kisah Teladan Fatimah Azzahra dan Uwais Al Qarni. Selain
itu untuk memudahkan pemahaman juga terdapat rangkuman, evaluasi dan umpan balik. Semoga
dapat memberikan andil dalam kemajuan PESERTA DIDIK untuk mempelajari Akidah Akhlak
khususnya, pengembangan keterampilan literasi dan berpikir kritis. Kami menyadari bahwa
masih banyak kekurangan dalam penyusunan modul ini. Untuk itu, kritik dan saran bagi
kesempurnaan modul ini sangat kami harapkan. Semoga modul ini dapat memberikan manfaat
bagi peningkatan kompetensi dan hasil belajar PESERTA DIDIK pada mata pelajaran Akidah
Akhlak dan penerapannya dalam kehidupan sehari – hari.
Bekasi, Nopmber 2021
Penulis
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ......................................................................................................i
DAFTAR ISI .................................................................................................................... ii
BAB I. PENDAHULUAN ............................................................................................... 1
A. LATAR BELAKANG ................................................................................................ 1
B. DESKRIPSI SINGKAT .............................................................................................. 1
C. TUJUAN ..................................................................................................................... 1
D. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN .................................. 1
E. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL .................................................................... 2
BAB II. KISAH TELADAN FATIMAH AZZAHRA ................................................... 3
A. URAIAN MATERI ..................................................................................................... 3
B. LKPD .......................................................................................................................... 5
BAB III KISAH TELADAN UWAIS AL QARNI ......................................................... 6
A. URAIAN MATERI ..................................................................................................... 6
B. LKPD .......................................................................................................................... 7
BAB IV EVALUASI ....................................................................................................... 8
A. TES FORMATIF ........................................................................................................ 8
B. UMPAN BALIK ........................................................................................................ 10
C. KUNCI JAWABAN ................................................................................................... 10
GLOSARIUM ................................................................................................................. 11
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................... xii
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Keteladanan merupakan salah satu hal penting untuk membentuk karakter peserta didik.
Teladan yang baik akan membentuk karakter baik bagi peserta didik, sebaliknya teladan
yang tidak baik akan membentuk karakter tidak baik pula bagi peserta didik. Modul ini
dibuat untuk memudahkan para peserta didik dalam mempelajari keteladanan yang baik
dari dua tokoh muslim yaitu Fatimatuzzahra ra dan Uwais al Qarni dengan harapan
setelah mempelajari materi yang ada pada modul ini akan terbentuk karakter baik dari
para peserta didik.
B. DESKRIPSI SINGKAT
Modul ini dapat digunakan sebagai bahan ajar mata pelajaran akidah akhlak kelas XI
yang berisi tentang materi Kisah Teladan Fatimah Azzahra dan Uwais Al qarni. Adapun
pokok bahasan yang diuraikan dalam modul ini meliputi biografi , keutamaan dan
keteladanan yang dapat diambil dari kedua tokoh tersebut. Dalam setiap bab tersedia
uraian materi, tes formatif dan umpan balik. Modul ini ditutup dengan evaluasi untuk
mengukur pengetahuan PESERTA DIDIK tentang keteladanan Fatimah Azzahra dan
Uwais Al Qarni disertai penilaian diri dan umpan balik.
C. TUJUAN
Setelah mempelajari modul ini diharapkan para peserta didik dapat menjelaskan biografi,
keutamaan dan kisah teladan Fatimah Azzahra dan Uwais Al Qarni, serta mengetahui
cara mengimplementasikan keteladanan kedua tokoh tersebut dalam kehidupan seharri-
hari.
D. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
1. KOMPETENSI DASAR
3.5 Menganalisis sifat-sifat utama Putri Rasulullah, Fatimatuzzahra ra. Dan Uways al-
Qarni
4.5 Mengkomunikasikan contoh implementasi keteladanan Fatimatuzzahra ra. dan Uways
al-Qarni dalam kehidupan sehari-hari
2. IPK
1. Menelaah profil Putri Rasulullah, Fatimatuzzahra ra. Dan Uways al-Qarni
2. Mengaitkan sifat utama Putri Rasulullah, Fatimatuzzahra ra. dan Uways al-Qarni
dengan kehidupan sehari-hari
1
3. Mendemonstrasikan implementasi keteladanan Fatimatuzzahra ra. dan Uways al-
Qarni dalam bentuk narasi singkat
E. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
Agar Anda berhasil dengan baik dalam mempelajari dan mempraktikkan modul ini,
ikutilah petunjuk belajar sebagai berikut:
1) Bacalah dengan cermat bagian pendahuluan sampai Anda memahami benar tujuan
mempelajari modul ini.
2) Pelajarilah dengan seksama bagian target kompetensi sehingga Anda benar-benar
memahami target kompetensi yang harus dicapai.
3) Ujilah capaian kompetensi Anda dengan mengerjakan soal tes formatif, kemudian
cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban yang tersedia di bagian akhir modul.
4) Lakukan penilaian mandiri sebagai refleksi ketercapaian target kompetensi.
F. PETA KOMPETENSI
Teladan
Utama
Fatimah Uwais Al
Azzahra Qarni
Rendah Taat Suami Bersahaja Jujur Sederhana Mandiri
hati
2
BAB II
KISAH TELADAN FATIMAH AZZAHRA
A. URAIAN MATERI
1. Biografi Singkat
Nama dan nasabnya adalah Fatimah binti Muhammad bin Abdullah bin Abdul
MuṬālib. Ia puteri Nabi Muhammad Saw. Ibunya adalah Khadijah binti Khuwailid.
Mengenai kelahirannya, para ulama berbeda pendapat. Ada yang mengatakan bahwa
Fatimah lahir ketika Nabi Muhammad berusia 41 tahun. Ada juga yang mengatakan
bahwa semua putera-puteri Nabi Muhammad selain Ibrahim lahir sebelum kenabian.
Ada juga yang mengatakan bahwa ia lahir 5 tahun sebelum kenabian, yaitu ketika
Baitullah direnovasi, saat itu Nabi Muhammad Saw. Berusia 35 tahun. Ada juga yang
mengatakan bahwa ia lahir 1 tahun sebelum kenabian dan ia lebih tua dari Aisyah
sekitar 5 tahun. Ia diberi julukan dengan nama ibu ayahnya, yaitu Ummu Aminah.
Fatimah merupakan perempuan yang terlahir dengan kecantikan serta kecerdasan
mengesankan. Juga mempunyai kepribadian yang penuh dengan kesabaran, taat
kepada orang tua dan mandiri. Sejak usianya yang masih belia, ia harus menggantikan
peran ibunya mengurus kebutuhan Rasulullah. Pada saat dakwah periode Makkah,
Fatimah sering melihat sang ayah ditentang oleh kaum kafir Quraisy. Meskipun
demikian, tidak membuatnya kecil hati dan patah semangat apalagi membenci sang
ayah. Ia menjadi penyejuk hati dan pendukung untuk dakwah sang ayah. Fatimah terus
tumbuh menjadi perempuan yang kuat, tegar dan penuh kesabaran. Ia juga tumbuh
menjadi perempuan mulia yang sangat menjaga harga dirinya.
Keistimewaan Fatimah ditandai dengan julukan-julukan yang diberikan
kepadanya. Julukannya yang utama adalah az-Zuhra (yang cemerlang), Batul
(perawan), Kaniz (terpelihara), at-Thahirah (yang suci), umm al-A‟immah (ibu para
imam), Sayyidah (pemuka yang mulia, penghulu), Nisa‟ al-„Alamin (wanita sejagat)
dan banyak lagi julukan.
Menurut Kitab Nur adh-Dhalam (syarah „aqidatul awam) karangan Syaikh
nawawi al-Bantani, pada usia 15 tahun lebih 5 bulan Fatimah menikah dengan Ali bin
Abi Ṭālib yang berusia 21 tahun lebih 5 bulan setelah perang Badar. Dalam
pernikahannya dengan Ali bin Abi Ṭālib lahirlah tiga putra; Hasan, Husain dan
Muhassin (meninggal masih kecil). Adapun putri yang lahir dari pernikahannya
dengan Ali bin Abi Ṭālib adalah Zaynab dan Ummi Kultsum. Menurut al-Laits bin
Sa‟ad, anak putrinya ada tiga, yaitu ditambah Ruqayyah.
Fatimah sangat terkenal di dunia Islam, karena hidupnya paling dekat dan paling
lama dengan Rasulullah Saw. Rasulullah sendiri sangat menyayanginya. Dari dialah
keturunan Nabi Muhammad Saw. berkembang dan tersebar di hampir seluruh negeri.
Mengenai wafatnya juga terjadi perbedaan pendapat, ada yang mengatakan pada 3
3
Jumadil Akhir 11 H pada usia yang masih sangat muda, 18 tahun 2 bulan, tetapi
pendapat mayoritas mengatakan bahwa ia meninggal pada malam Selasa, 3 Ramadan
tahun 11 H dalam usia 28 tahun setelah sakit keras selama 40 malam. Merasa ajal
sudah dekat, ia membersihkan dirinya, memakai wewangian dibantu oleh iparnya,
yaitu Asma bin Abi Ṭālib. Ia meninggal dengan satu pesan bahwa hanya Ali bin Abi
Thalib yang boleh menyentuh tubuhnya. Untuk itu yang memandikan dan mengkafani
Fatimah sewaktu meninggal dunia adalah Ali bin Abi Ṭālib, dan Ali pula yang
mengkuburkannya bersama Hasan dan Husain pada tengah malam dan dimakamkan di
pemakaman al-Baqi‟.
2. Keutamaan Fatimah az-Zahrah
1) Rasulullah Saw.bersabda: “Fatimah adalah sebagian daripadaku, barangsiapa ragu
terhadapnya, berarti ragu terhadapku, dan membohonginya adalah
membohongiku”. (HR. Bukhari).
2) Rasulullah Saw.bersabda kepada Fatimah : “Tidakkah engkau senang jika engkau
menjadi penghulu bagi wanita seluruh alam”. (HR. Bukhari).
3) Rasulullah bersabda: “Wahai Fatimah , tidakkah anda puas menjadi sayyidah dari
wanita sedunia (atau) menjadi wanita tertinggi dari semua wanita umat ini atau
wanita mukmin”. (HR. Bukhari-Muslim)
4) Rasulullah bersabda: “Tokoh penghuni surga adalah Khadijah binti Khuwailid,
Fatimah binti Muhammad, Maryam binti Imran, dan Asiyah binti Mazahim istri
Fir‟aun”. (HR. Ahmad)
3. Teladan yang dapat diambil dari Fatimah az-Zahrah
Kehidupan rumah tangga Fatimah sangatlah sederhana, bahkan sering mengalami
kekurangan, sehingga beberapa kali harus menggadaikan barang-barang rumah tangga
untuk membeli makanan. Suatu saat kerudung Fatimah pernah digadaikan kepada
orang Yahudi Madinah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka. Namun
demikian, keluarganya tetap bahagia, lestari sebagai suami istri sampai akhir hayat.
Nabi Muhammad Saw. sangat sayang kepada Fatimah. Sewaktu Nabi Muhammad
Saw. sakit keras menjelang wafatnya, Fatimah tiada henti menangis. Nabi Muhammad
Saw. memanggilnya dan berbisik kepadanya sehingga tangisannya semakin
bertambah. Kemudian Nabi Saw. berbisik lagi, dan ia pun tersenyum. Kemudian hal
tersebut ditanyakan kepada Fatimah. Dia manjawab bahwa dia menangis karena
ayahnya memberitahu kepadanya bahwa tak lama lagi ayahnya akan meninggal, tetapi
kemudian ia tersenyum karena dialah keluarga Nabi yang pertama akan menjumpainya
di surga nanti .
Fatimah adalah seorang wanita yang agung, seorang ahli hukum Islam. Dari
Fatimah inilah banyak diriwayatkan hadiś. Dialah tokoh perempuan dalam bidang
kemasyarakatan. Orangnya sangat sabar dan bersahaja, akhlaknya sangat mulia.
4
Fatimah az-Zahrah adalah seorang wanita yang selalu mendukung perjuangan ayahnya
dan suaminya. Walaupun anak seorang yang sangat disegani namun, Fatimah tidak
pernah sombong. Ia adalah seorang istri yang sangat sederhana hidupnya tanpa banyak
menuntut pada suaminya.
B. LKPD
Tujuan
Menganalisis keteladanan Fatimatuzzahra ra
Indikator
Peserta didik dapat menjelaskan hubungan baik antara Fatimatuzzahra ra dengan orang
tua dan rahasia kebahagiaan rumah tangga Fatimatuzaahra ra dengan suaminya Ali bin
Abi Thalib
Soal uraian
1) Bahtera rumah tangga yang dibangun Sayyidah Fatimah dengan Sayyidina Ali bin Abi
Ṭalib merupakan salah satu contoh kehidupan rumah tangga yang menjadi idama
setiap muslim. Walaupun hidup dalam kebersahajaan, namun mereka merasa bahagia
sehingga keluarganya langgeng. Mengapa demikian?
2) Sayyidah Fatimah adalah salah satu contoh figur anak yang dapat membahagiakan
orang tua, sehingga sangat disayangi Nabi Muhammad Saw. Jelaskan hubungan emosi
antara Sayyidah Fatimah dengan Nabi Muhammad Saw!
5
BAB III
KISAH TELADAN UWAIS AL QARNI
A. URAIAN MATERI
1. Biografi Singkat
Uwais al-Qarni adalah penduduk Yaman, daerah Qarn dari kabilah Murad. Hidup
sebagian ak yatim, membuatnya sangat mencintai dan berbakti kepada ibunya. Uwais
al-Qarni pernah mengidap penyakit kusta, lalu berdoa kepada Allah Swt. sehingga
diberi kesembuhan, tetapi masih ada bekas sebesar dirham di kedua lengannya.
Menurut keterangan, Nabi Muhammad Saw. pernah menyampaikan bahwa Uwais al-
Qarni adalah pemimpin para tabi‟in. Suatu ketika Nabi Muhammad Saw. berkata
kepada Umar bin Khattab, “Jika kamu bisa meminta kepadanya untuk memohonkan
ampun kepada Allah Swt. untukmu, maka lakukanlah!” Ketika Umar bin Khattab
menjadi Amirul Mukminin, dia bertanya kepada para jamaah haji dari Yaman di
Baitullah pada musim haji, “Apakah di antara warga kalian ada yang bernama Uwais
al-Qarni?” Mereka menjawab, “ada”. Umar kemudian bertanya lagi, “Bagaimana
keadaannya ketika kalian meninggalkannya?” Mereka menjawab tanpa mengetahui
derajat Uwais, “Kami meninggalkannya dalam keadaan miskin harta benda dan
pakaiannya usang.” Umar bin Khattab berkata kepada mereka, “Celakalah kalian.
Sungguh, Rasulullah Saw.pernah bercerita tentangnya. Kalau dia bisa memohonkan
ampun untuk kalian, lakukanlah!” Dan setiap tahun Umar bin Khattan selalu menanti
Uwais. Suatu ketika dia datang bersama jamaah haji dari Yaman, lalu Umar
menemuinya. Dia hendak memastikannya terlebih dahulu, makanya dia bertanya,
“Siapa namamu?” Orang itu menjawab, “namaku Uwais.” Umar melanjutkan
pertanyaannya, “Di Yaman daerah mana?” Dia menjawab, “Dari Qarn.” Umar
bertanya lagi, “dari kabilah mana?” Dia menjawab, “Dari kabilah Murad.” Umar bin
Khattab bertanya lagi, “Bagaimana ayahmu?” “Ayahku telah meninggal dunia. Saya
hidup bersama ibuku,” jawabnya. Umar melanjutkan, “Bagaimana keadaanmu
bersama ibumu?” Uwais berkata, “Saya berharap dapat berbakti kepadanya.” Lalu
Umar bertanya lagi, “Apakah engkau pernah sakit sebelumnya?” Uwais menjawab,
benar, saya pernah terkena penyakit kusta, lalu saya berdoa kepada Allah Swt. dan
saya diberi kesembuhan.” Umar bertanya lagi, “Apakah masih ada bekas dari penyakit
tersebut?” Dia menjawab, “di lenganku masih ada bekas sebesar dirham.” Dia
memperlihatkan lengannya kepada Umar. Ketika Umar bin Khattab melihat hal
tersebut, maka dia langsung memeluknya seraya berkata, “Engkaulah orang yang
diceritakan oleh Rasulullah Saw. mohonkanlah ampun kepada Allah Swt. untukku!”
Uwais berkata, “Masa saya memohonkan ampun untukmu wahai Amirul Mukminin?”
Umar bin Khattab menjawab, “ya, benar.” Khalifah Umar meminta kepadanya
sehingga Uwais memohonkan ampun untuknya. Selanjutnya Umar bertanya
6
kepadanya mengenai tujuannya setelah musim haji. Dia menjawab, “Saya akan pergi
ke kabilah Murad dari penduduk Yaman ke Irak.” Umar berkata, “Saya akan kirim
surat ke walikota Irak mengenai kamu?” Uwais berkata, “Saya bersumpah kepada
Anda wahai Amriul Mukminin agar engkau tidak melakukannya. Biarkanlah saya
berjalan di tengah lalu lalang banyak orang tanpa dipedulikan orang.
2. Teladan Yang Bisa Diambil Dari Uwais Al-Qarni
Uwais al-Qarni sosok pribadi yang sangat sederhana. Hidupnya tidak bergelimang
dengan harta. Ujian hidup yang dialami diterima dengan ikhlas dan tetap tidak
meninggalkan usaha serta kerja keras untuk keluar dari ujian itu. Termasuk ketika diuji
penyakit kusta oleh Allah Swt Uwais al-Qarni juga figur yang sangat hormat dan taat
kepada ibunya. Sebagian hidupnya digunakan untuk merawat dan mendampingi ibu
yang sangat disayangi. Walaupun ia mendapat perhatian sang penguasa waktu itu yaitu
Umar bin Khattab, tetapi Uwais al-Qarni tidak memanfaatkan fasilitas dan kesempatan
tersebut untuk bersenang-senang. Justru Uwais al-Qarni tidak mau diperlakukan
istimewa, justru sebaliknya dia ingin diperlakukan sama dengan rakyat yang lain.
B. LKPD
Tujuan
Menganalisis keteladanan Uwais al Qarni
Indikator
Peserta didik dapat menjelaskan latar belakang Uwais al Qarni sehingga memiliki akhlak
yang baik dan menunjukkan kemandirian dan kejujuran Uwais al Qarni jika dikaitkan
dengan perilaku seseorang dalam kehidupan sehari-hari.
Soal uraian
1) Hidup sebagian ak yatim, miskin, dan harus merawat orang tua/ibu, tidak menjadikan
Uwais al-Qarni menjadi pemuda yang pemalas dan patah semangat. Justru keadaan
yang demikian ini menjadikannya semakin rajin bekerja dan tetap menyayangi ibunya.
Akhlaknya yang demikian ini menjadikannya sebagai salah satu orang yang mulia,
sehingga do‟anya didengar oleh Allah Swt. Bagaimana Uwais al-Qarni dapat memiliki
akhlak yang mulia tersebut?
2) Saran apa yang dapat Saudara sampaikan kepada remaja yang tidak mandiri apabila
dikaitkan dengan kisah Uwais al-Qarni?
3) Kritisilah perilaku orang yang tidak jujur apabila dikaitkan dengan kisah Uwais al-
Qarni!
7
BAB IV
EVALUASI
A. TES FORMATIF
1. Fatimatuzzahra ra adalah putri Rasulullah saw yang merupakan buah dari
pernikahannya dengan seorang wanita mulia yaitu …
a. Aisyah binti Abu Bakar as-Shiddiq
b. Khodijah binti Khuwailid
c. Hafshah binti Umar ibn Khattab
d. Ummu Salamah
e. Zainab ninti Khujaimah
2. Menurut syaikh Nawawi al Bantani dalam kitabnya Nur adzh-Dzhalam,
Fatimatuzzahra ra menikah dengan Ali bin Abi Thalib ra pada usia …
a. 15 tahun 5 bulan
b. 16 tahun 6 bulan
c. 15 tahun 6 bulan
d. 16 tahun 5 bulan
e. 18 tahun
3. Berikut ini yang tidak termasuk julukan yang disandang oleh Fatimatuzzahra ra
adalah …
a. al Batuul
b. az Zuhra
c. al Kaniz
d. Nisa‟ al amiin
e. Nisa‟ al‟aalamiin
4. Fatimatuzzahra adalah pigur teladan seorang istri yang sabar dan terbiasa hidup
dalam kesederhanaan bahkan kekurangan finansial. Salah satu bukti kesabaran dan
kesederhanaannya sebagai seorang istri adalah …
a. pernah bekerja sebagai pelayan pasar di kota Mekkah
b. pernh berdagang
c. pernah menggadaikan kerudung kepada seorang Yahudi Madinah
d. pernah menggadaikan perhiasan emas kepada tetangga
e. pernah bekerja sebagai penggembala kambing
5. Berikut ini perilaku seorang anak yang tidak sesuai dengan akhlak Fatimatuzzahra
ra adalah …
8
a. menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda
b. tidak menuntut banyak kepada orangtua
c. senang hidup berdampingan dengan orang lain tanpa membedakan latar belakang
d. selalu melakukan pekerjaan rumah yang menjadi tanggungjawabnya
e. taat kepada orang tua meski harus melawan hukum
6. Uwais al Qarni adalah seorang remaja yatim yang sederhana yang berasal dari
negara Yaman, tepatnya daerah …
a. Qarn
b. Qarun
c. Murad
d. Ya‟la
e. Yamamah
7. Salah satu keistimewaan Uwais al Qarni yang dikabarkan oleh Rasulullah saw
adalah …
a. Orang yang sangat sholeh sehingga do‟anya mustajabah
b. Uwais al Qarni adalah pemimpin para tabi‟in
c. Selalu menang dalam peperangan di antaranya perang Siffin
d. Calon pemimpin ummat masa depan
e. Pemberi syafa‟at layaknya para Rasul
8. Salah satu kisah mengharukan dari Uwais al Qarni adalah ia pernah menggendong
ibunya untuk …
a. melaksanakan shalat
b. melakukan aktifitas sehari-hari
c. mengunjungi rumah kerabat
d. menunaikan ibadah haji ke Mekkah
e. membantunya mencari nafkah
9. Uwais al Qarni sebagai seorang anak yatim yang sederhana dan sangat berbakti
kepada ibunya yang lumpuh sehingga ia dijuluki sebagai …
a. pedang Allah yang terhunus
b. penduduk surga
c. pemegang kunci surga karena berbakti kepada orang tua
d. pemuda kuat dan tangguh
e. penduduk langit yang tinggal di bumi
10. Berikut ini perilaku seorang anak yang tidak sesuai dengan akhlak Uwais al Qarni
adalah …
a. selalu mengerjakan tugas dengan mandiri
9
b. ikut meringankan beban orang tua
c. memanfaatkan kebaikan orang lain untuk memenuhi kebutuhan orang tua
d. berjualan online untuk biaya hidup dan sekolah
e. mengerjakan soal-soal ujian dengan kemampuan sendiri
B. UMPAN BALIK
Anda telah menyelesaikan bab ini dengan memberikan jawaban pada soal evaluasi.
Cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban di akhir modul. Hitung dengan benar dan
gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap isi bab ini.
Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban yang benar x 100 %
Jumlah soal
Arti tingkat penguasaan:
90 – 100% = baik sekali
80 – 89% = baik
70 – 79% = cukup
< 70% = kurang
Jika penguasaan Anda mencapai skor 80 % atau lebih, maka Anda dapat melanjutkan
pembelajaran ke bab berikutnya. Jika masih belum mencapai angka tersebut sebaiknya
mengulang kembali pembelajaran pada bab ini. Pahami indikator keberhasilan, pelajari
kembali rangkuman yang ada dan sesuaikan dengan jawaban yang Anda berikan.
C. KUNCI JAWABAN26 6. A
7. B
1. B 8. D
2. A 9. E
3. D 10. C
4. C
5. E
10
GLOSARIUM
Bersahaja Sederhana, mandiri
Al Kaaniz Terpelihara
Az-Zuhra Yang cemerlang
Batul Perawan
At-Thahirah Wanita yang suci
Ummu al-A‟immah Ibu para imam
Sayyidah Wanita pemuka yang mulia
Nisa‟ al-„Aalamiin Wanita sejagat
11
DAFTAR PUSTAKA
Milahudin, S. (2019). AKIDAH AKHLAK. JAKARTA: KEMENTRIAN AGAMA.
xii