KWARTIR DAERAH Daerah Istimewa Yogyakarta pramukadiy.or.id | kwarda_diy
Daftar Isi 1 Pengantar Ketua Kwarda DIY...................................................................................... Kwarda DIY dalam Angka............................................................................................... Sejarah......................................................................................................................................... Linimasa .................................................................................................................................... Visi dan Misi.............................................................................................................................. Program dan Kegiatan..................................................................................................... Struktur Organisasi............................................................................................................. Kepengurusan Kwarda..................................................................................................... Kepengurusan Kwacab.................................................................................................... Brand Guideline.................................................................................................................... 2 3 5 7 9 10 12 13 19 23
Pengantar Ketua Kwarda DIY 2 GKR Mangkubumi Ketua Kwarda DIY 2020-2025 Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Salam Pramuka, Puji syukur marilah kita panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas terbitnya buku “Profil Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta 2020-2025”. Buku ini menyajikan berbagai informasi penting mengenai Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang dilengkapi dengan sekilas sejarah, program dan kegiatan, profil pengurus, serta sejumlah data yang berkaitan dengan Gerakan Pramuka di DIY. Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras dalam proses penyusunan buku ini hingga akhirnya dapat terbit pada waktunya. Melalui data-data yang tersaji secara lengkap, akan diperoleh gambaran representatif mengenai sejauh mana kemajuan perkembangan Gerakan Pramuka, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Bagi para pemangku kepentingan, buku ini dapat digunakan sebagai perencanaan, monitoring, dan evaluasi kebijakan. Sedangkan bagi institusi/organisasi lain, baik swasta atau masyarakat umum, data-data di dalam buku ini juga dapat digunakan sebagai rujukan informasi yang terpercaya tentang Kwarda DIY. Untuk itu, saya berharap kehadiran buku ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh semua pihak, sehingga peran Gerakan Pramuka dalam pembangunan nasional dapat tepat sasaran dan pada akhirnya dapat menumbuhkan karakter serta membawa generasi muda ke arah yang lebih baik. Sekian dan terima kasih. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Kabupaten Sleman Kabupaten Gunungkidul Kabupaten Bantul Kabupaten Kulon Progo Kota Yogyakarta Kwarda DIY dalam Angka (per 2021) Kwarda DIY membawahi 5 kwarcab: Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Sleman, dan Kota Yogyakarta. Secara persentase, jumlah peserta didik kategori penggalang menjadi komposisi terbanyak dengan jumlah 77.298 orang atau 43,16% dari seluruh peserta didik Kwarda DIY. Per 2021, terdapat 3.154 Gugus Depan (gudep) di bawah naungan Kwarda DIY. Kwarcab Gunungkidul menjadi kwarcab dengan jumlah gudep terbanyak dengan persentase 41%. 1201 1202 1203 1204 1205 Jumlah Gudep 41% 17% 13% 15% 14% Kwarcab Sleman Kwarcab Kulon Progo Kwarcab Bantul Kwarcab Kota Yogyakarta Kwarcab Gunungkidul Pandega (0,26%) Penegak (17,81%) Siaga (38,77%) Penggalang (43,16%) 180.551 peserta didik 3.154 gugus depan 3.905 pelatih & pembina 3 Peserta Didik
Kwarcab Kota Yogyakarta Kwarcab Sleman Kwarcab Gunungkidul Kwarcab Bantul Kwarcab Kulon Progo 0% 20% 40% 60% 80% 100% 10.972 16.173 10.766 25.253 21.676 16.504 10.663 26.670 24.505 17.369 Anggota Dewasa Pramuka Garuda 156 Pelatih Pembina Andalan Mabi Pinsaka 188 618 4000 3500 3000 2500 2000 1500 1000 500 0 3.749 240 3 Pandega Garuda 31 108 0 20 40 60 80 100 120 Penegak Garuda Penggalang Garuda 59 Siaga Garuda Secara umum, jumlah peserta didik Kwarda DIY berimbang antara anggota putri dengan persentase. Per 2021, anggota putra berjumlah 90.179 orang, sedangkan anggota putri berjumlah 90.372 orang. Kabupaten Gunungkidul menjadi Kwarcab dengan jumlah peserta didik terbanyak dengan total anggota 51.923 orang. 3.749 orang pembina menjadi jumlah terbanyak dari kategori anggota dewasa Kwarda DIY. Sedangkan jumlah pelatih hanya 156 orang. Dari total 201 orang Pramuka Garuda Kwarda DIY, kelompok Penggalang Garuda menjadi jumlah yang terbanyak dengan 108 anggota. Jumlah peserta didik per Kwarcab 4 Pramuka Garuda
Sejarah Gerakan kepanduan sudah berkembang di Tanah Air sejak masa Hindia-Belanda. Saat itu, selain kepanduan dengan anggota keturunan Belanda, tahun 1916 berdiri kepanduan yang sepenuhnya beranggotakan pandu-pandu bumiputera. Hingga pada masa penjajahan Jepang organisasi kepanduan dilarang dan diganti dengan gerakan Seinendan (organisasi pemuda). Setelah masa kemerdekaan, dibentuk Pandu Rakyat Indonesia di Surakarta pada 28 Desember 1945 menjadi wadah organisasi kepanduan se-Indonesia. Namun, dasar persatuan dan kesatuan dalam gerakan kepanduan tidak dapat lama dipertahankan. Sampai tahun 1961, terdapat hampir 100 organisasi kepanduan di seluruh wilayah Indonesia. Melihat kenyataan tersebut Presiden Soekarno bersama Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang saat itu merupakan Pandu Agung, menggagas peleburuan organisasi kepanduan. Tanggal 9 Maret 1961, di Senayan, Jakarta Presiden Soekarno melebur seluruh organisasi kepanduan menjadi Gerakan Pramuka. 5
Setelah peleburan tersebut, atas inisiatif Kak RM Sutanto, SH. dari Pandu Rakyat Indonesia akhir Maret 1961 diadakan perkemahan perpisahan oleh organisasi kepanduan di Padokan, Ambarbinangun, Kasihan, Bantul. Kemudian, diadakan upacara peleburan organisasi kepanduan di halaman Gedung Agung Istana Negara Yogyakarta dengan disertai acara pawai Pada awal bulan April 1961, Sri Paduka Paku Alam VIII, Wakil Gubernur DIY, bersama tokoh-tokoh organisasi kepanduan di Yogyakarta, bertempat di Puro Pakualaman membentuk susunan personalia anggota Kwartir Daerah IX Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta. Ketua Kwarda DIY dijabat oleh Kak Sutarto. Setelah itu, pada 14 Agustus 1961, Gerakan Pramuka diperkenalkan secara resmi kepada masyarakat melalui upacara di halaman Istana Negara. Ditandai dengan penyerahan Panji Gerakan Pramuka dari Presiden Soekarno kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang juga menjadi Ketua pertama Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. 6
7 Pada tahun 1963 diadakan pergantian kepengurusan Kwarda DIY karena kepindahan Kak Sutarto ke Jakarta. Ketuanya digantikan oleh Kak Mochamad Mawardi dengan 15 anggota. Panitia Pembimbing Daerah diketuai oleh Sri Paduka Paku Alam VIII. Akhir tahun 1965, Sri Paduka Paku Alam VIII memberi tugas kepada Kak Hertog, anggota Mabida, untuk membuat rencana susunan personalia Kwarda IX D.I.Y yang baru. Pengurus Kwarda IX D.I.Y dilantik oleh Sekjen Kwarnas Gerakan Pramuka, Kak Azis Saleh, 17 Mei 1966 di Bangsal Kepatihan. 1961 1965 - 1965 1966 - Kepengurusan Kwarda D.I.Y secara bergantian diketuai oleh Kak Kusumo Atmoko, Kak Hadi Kusumo, dan Kak Poeger Lahir satuan karya pramuka, antara lain Saka Bhayangkara, Saka Dirgantara, dan Saka Tarunabumi. 1970 1999 - 1976 1979 Terbentuk kepengurusan Kwarda D.I.Y masa bakti 1976-1979 dengan diketuai oleh Kak Drs. H. Abdulrachim. Diselenggarakan Musyawarah Daerah. Formatur berhasil membentuk susunan pengurus Kwarda D.I.Y masa bakti 1979-1983 diketuai oleh Kak Yacob Mardjadi. Linimasa Kwarda DIY menjadi tuan rumah pelaksanaan Apel Besar Hari Pramuka tingkat nasional sekaligus peresmian Bumi Perkemahan Taman Tunas Wiguna Babarsari oleh Presiden Soeharto. Pada masa bakti 1983-1988, Kwarda DIY berubah dari Kwarda IX menjadi Kwarda XII. 1971 1975 - 1981 1994 -
2000 1994 2003 2005 - 2005 - 2015 Diselenggarakan Musyawarah Daerah dan kemudian tersusun kepengurusan Kwarda XII Gerakan Pramuka D.I. Yogyakarta yang diketuai oleh Kak KGPAA Paku Alam IX masa bakti 2005-2010. Kak KGPAA Paku Alam IX kembali terpilih sebagai Ketua Kwarda DIY periode 2010-2015. Kepengurusan Kwarda XII DIY yang diketuai oleh Kak Drs. Sudjatmo. Tahun berikutnya yaitu 2001, Kwarda XII Gerakan Pramuka DIY menempati kantor di Langensari, Pengok, Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Kwarda XII Gerakan Pramuka DIY berhasil melaksanakan Raimuna Nasional VIII 2003 di Bumi Perkemahan Rama Shinta Prambanan, Sleman. Kwarda XII Gerakan Pramuka DIY berhasil melaksanakan Raimuna Nasional VIII 2003 di Bumi Perkemahan Rama Shinta Prambanan, Sleman. 2015 Musyawarah Daerah memutuskan kepengurusan Kwarda XII Gerakan Pramuka D.I. Yogyakarta diketuai oleh Kak GKR Mangkubumi untuk periode 2015-2020. 2020 GKR Mangkubumi kembali terpilih sebagai Ketua Kwarda DIY periode 2020-2025. Pelantikan kepengurusan ini dilaksanakan di Bangsal Kepatihan pada 28 November 2020. 8
Visi Misi Visi Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta 2020-2025 adalah: “Terwujudnya Pramuka Istimewa sebagai Generasi Unggul” Untuk mewujudkan visi tersebut, ditetapkan 3 (tiga) misi Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta 2020-2025 yaitu: Mewujudkan Anggota Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta yang berkarakter, berbudaya, dan mampu menjadi aktor perubahan dalam pembangunan nasional/internasional. Mewujudkan organisasi yang modern dan dinamis. Meningkatkan peran Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta dalam pengabdian pada masyarakat melalui pengembangan kehumasan yang memanfaatkan 1 2 3 9
10 1 2 3 Program dan Kegiatan Menyelenggarakan Pendidikan kepramukaan yang menarik, menantang sesuai kepentingan dan kebutuhan peserta didik serta situasi, kondisi, bermanfaat, dan taat asas yang berdampak positif terhadap peningkatan semangat bela negara dan patriot pembangunan dengan menerapkan sistem among, prinsip dasar kepramukaan, metode kepramukaan, dan kode kehormatan. Meningkatkan jumlah, kapasitas (kompetensi), tata kelola, dan proporsi persebaran anggota dewasa Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta. Mewujudkan proses perencanaan, pengembangan dan kerja sama program yang berkualitas, sistematis, partisipatif, dan terkendali. Meningkatkan kapasitas, koordinasi, efektivitas kelembagaan dan efektivitas pengelolaannya dengan sistem manajemen kelembagaan yang fleksibel dan mudah diterapkan di jajaran Gerakan Pramuka. Meningkatkan kemandirian pendanaan minimum dengan menggerakkan sumber-sumber pendanaan yang wajib, produktif, dan berkelanjutan serta menegakkan tata kelola keuangan yang modern dan berintegritas. Meningkatkan kehumasan/komunikasi publik. Meningkatkan kepedulian dan peran serta Gerakan Pramuka dalam pengabdian masyarakat. 4 5 6 7
Tujuan kita adalah menyelenggarakan pendidikan bagi anak-anak dan pemuda-pemuda Indonesia untuk menjadi warga negara yang baik dan menjadi tenaga-tenaga pembangunan bagi negara dan bangsanya. Kita harus tetap konsekuen untuk berdiri di atas prinsip itu. Setiap gerak dan usaha kita harus dinilai dengan norma-norma pendidikan dan untuk tujuan pendidikan. Sambutan Kak Sri Sultan HB IX dalam Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka 1978 di Bukit Tinggi Sumatera Barat 11
12 Keterangan : Pimpinan Kolektif Struktur Organisasi ANDU HUMAS & INFORMASI ANDU KERJASAMA ANDU TEKNOLOGI, DATA, & SISTEM INFORMASI ANDU PENGABDIAN MASYARAKAT ANDU PENANGGULANGAN BENCANA ANDU PRAMUKA PEDULI ANDU LINGKUNGAN HIDUP ANDU PEMBINAAN ANGGOTA DEWASA ANDU KEROHANIAN ANDU PENDIDIKAN & PELATIHAN ANDU PEMBINAAN KOMPETENSI & SERTIFIKASI ANDU BINA KARAKTER & BELA NEGARA ANDU PERCEPATAN PRAMUKA GARUDA & ISTIMEWA ANDU SATUAN KARYA PRAMUKA ANDU PRAMUKA BERKEBUTUHAN KHUSUS ANDU SATUAN KOMUNITAS & GUGUS DARMA ANDU BINA MUDA, KOMPETISI, & DAYA SAING DEWAN KEHORMATAN SATUAN PENGAWAS INTERNAL DEWAN KERJA DAERAH STAF KWARTIR DAERAH ANDU KEUANGAN ANDU USAHA ANDU ASET ANDU KELOLA SARANA & PRASARANA MUSDA KETUA BENDAHARA SEKRETARIS Lembaga Pemeriksaan Keuangan WAKA/KABID KEBUDAYAAN & PENGEMBANGAN KEARIFAN LOKAL WAKA/KABID ORGANISASI MANAGEMEN & HUKUM WAKA/KABID PEMBINAAN ANGGOTA DEWASA WAKA/KABID PEMBINAAN ANGGOTA MUDA WAKA/KABID KEUANGAN & USAHA WAKA/KABID SARANA & PRASARANA WAKA/KABID HUMAS, TIK, & KERJASAMA WAKA/KABID ABDIMAS, GANA, & LINGKUNGAN HIDUP ANDU PENDIDIKAN MENTAL & BUDI PEKERTI ANDU SENI & BUDAYA ANDU BINA & KEMBANG KREASI & INOVASI ANDU OLAHRAGA TRADISIONAL ANDU PENGEMBANGAN KEARIFAN LOKAL PUSDIKLAT DAERAH SAKA, SAKO, GUGUS DARMA ANDU HUKUM & ADVOKASI ANDU SENI ORGANISASI & MANAJEMEN ANDU RENCANA & PROGRAM ORGANISASI ANDU STANDARDISASI & AKREDITASI ANDU PENELITIAN & PENGEMBANGAN PUSLITBANG DAERAH PUSBANG JURNALISTIK & SISTIM INFORMASI BADAN USAHA BADAN PENGELOLA BUMI PERKEMAHAN PUSAT ABDIMAS & PP SANGGAR SENI BUDAYA SATUAN PROTOKOL
13 Kepengurusan Kwarda GKR Mangkubumi Ketua Kwarda DIY drh. Sri Budoyo Sekretaris I Kwarda DIY Kak GKR Mangkubumi lahir di Bogor pada Februari 1972. Saat ini menjadi Ketua Kwarda DIY. Kak GKR Mangkubumi meraih penghargaan Lencana Darma Bakti dari Kwarnas Gerakan Pramuka tahun 2016 lalu. Sebelumnya, pada tahun 2013 GKR Mangkubumi juga pernah meraih penghargaan Aditya Karya Mahatua Yodha Award, serta tahun 2018 mendapatkan penghargaan Women Empowerment Award di Singapura. Alumnus Griffith University Brisbane, Queensland, Australia ini mampu bersinergi dengan seluruh pengurus Kwarnas lainnya untuk Komitmen, Konsekuen, dan Konsisten dalam memajukan Gerakan Pramuka. Kak Sri Budoyo bekerja sebagai ASN sedangkan jabatannya di kepramukaan adalah Sekretaris 1 Kwarda DIY. Lahir di Yogyakarta, 23 November 1960 dan berdomisili di Karangasem, Depok, Sleman, Yogyakarta. Kursus Kepramukaan yang pernah diikuti antara lain KMD pada tahun 1982, KML, pada tahun 1984, KPD pada tahun 1992, dan Training of Trainer (TOT) Pendidikan Bela Negara dalam Gerakan Pramuka pada 2019.
14 Drs. Wisnu Sanjaya, M. Eng Sekretaris II Kwarda DIY Chatarina Aprikastuti, A.Md. Bendahara Kwarda DIY Kak Wisnu bergabung menjadi salah satu pimpinan Kwarda DIY usai purna dari Aparatur Sipil Negara di Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Yogyakarta. Selain di Pramuka, Kak Wisnu juga aktif di Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Daerah Yogyakarta sebagai Ketua 1 dengan Callsign JZ12ACH. Kakak kelahiran 7 September 1962 ini punya hobby bersepeda. Dari pengalamannya mendidik Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), hingga saat ini, Kak Wisnu juga masih dipercaya untuk menyeleksi, melatih, serta memberikan pembekalan terhadap Paskibraka, khususnya di Kota Yogyakarta. Kak Catharina Aprikastuti biasa disapa dengan nama Kak Rina. Perempuan yang memiliki cita-cita masa kecil menjadi Pramugari ini sekarang bekerja sebagai pegawai swasta dan memiliki usaha homestay dan kos-kosan. Kak Rina tinggal di Perum Alam Citra No F10 Jalan Parangtritis km 7 Sewon, Bantul. Motto hidupnya selalu bersyukur. Kegiatan yang disukainya adalah yang berhubungan dengan alam dan kearifan lokal.
15 Prof. Suwarsih Madya, M.A., Ph.D. Wakil Ketua Bidang Kebudayaan dan Pengembangan Kearifan Lokal Drs. Edy Heri Suasana, M.G., M.Pd. Wakil Ketua Bidang Organisasi, Manajemen, dan Hukum Prof. Suwarsih Madya, M.A., Ph.D. lahir di Sleman, 15 Juli 1952 dan bekerja sebagai Dosen di Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Yogyakarta. Kak Suwarsih mendapatkan penghargaan Satyalancana Karya Satya 20 Tahun dari Presiden Megawati Soekarnoputri (2003), Satyalancana Karya Satya 25 tahun dari Presiden SBY (2009), dan Lencana Melati dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka (2014). Drs. Edy Heri Suasana, M.G., M.Pd lahir di Yogyakarta, 5 Juni 1961. Kak Edy berdomisili di Perumahan Griya Purwoasri C 201, Purwomartani, Kalasan, Sleman. Kak Edy telah menyelesaikan tugas pengabdiannya sebagai PNS dan saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Kwarda DIY Bidang Organisasi, Manajemen, dan Hukum.
16 Suraji Widarta, S.Pd. Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Dewasa Drs. Arifin Budiharjo Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Muda Kak Suraji Widarta bekerja sebagai Kepala Sekolah/guru SD panembahan. Pria yang lahir di Bantul, 13 Mei 1964 ini memiliki motto hidup “hidup bermanfaat bagi sesama”. Domisili Kak Raji saat ini di Krapyak Kulon RT 11 Panggungharjo, Sewon, Bantul. Kak Raji menggemari touring dan suka berorganisasi. Kak Arifin Budiharjo sejak lama telah berkecimpung di dunia Pendidikan. Kak Arifin pernah menjadi guru dan Kepala Sekolah SMK PIRI 3 Yogyakarta. Pria yang kini menjabat sebagai Waka Binamuda Kwarda DIY ini lahir di Pekalongan, 26 April 1960 dan tinggal di Dusun Banyon RT 71, Pendowoharjo, Sewon, Bantul. Kak Arifin telah aktif di kepramukaan sejak tahun 1978 di Kwarcab Kota Pekalongan kemudian pindah ke Yogyakarta tahun 1981.
Ir. Srie Nurkyatsiwi, M.MA. Wakil Ketua Bidang Keuangan dan Usaha Ir. Edy Wahyudi, M.Pd. Wakil Ketua Bidang Sarana dan Prasarana Ir. Srie Nurkyatsiwi, M.MA atau biasa dipanggil Kak Siwi ini didapuk menjadi Wakil Ketua Bidang Keuangan dan Usaha. Lahir di Sleman, 12 Juni 1966. Saat ini Kak Siwi menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Pemda DIY dengan pendidikan terakhirnya saat ini adalah S2 Magister Manajemen Agribisnis. Domisili saat ini di Jl. Mrican Baru No. 10 Yogyakarta dan berkantor di Jl. Hos Cokroaminoto No. 162 Yogyakarta. Kak Edy ini lahir di Sleman, 13 Juli 1964, dan kini tinggal di Jl. Kebonagung Km. 8,5 Mriyan, Margimulyo, Seyegan ini memiliki cita-cita menjadi pengusaha. Selain bekerja sebagai ASN, Kak Edy juga memiliki usaha kuliner. Hobinya adalah jalan-jalan dan memiliki beberapa hewan peliharaan. Motto hidup Kak Edy adalah hari ini lebih baik dari kemarin dan bermanfaat untuk orang lain. 17
GKR Hayu Wakil Ketua Bidang Humas, Teknologi Informatika, dan Kerjasama Drs. Krido Suprayitno, S.E., M.Si. Wakil Ketua Kwarda DIY Bidang Pengabdian Masyarakat, Penanggulangan Bencana, dan Lingkungan Hidup Kak GKR Hayu menamatkan sarjana di Bournemouth University Dorset, United Kingdom jurusan Business Information System & Management dan melanjutkan pendidikan master pada jurusan Master of Business Administration di Fordham University, New York, USA. Selain sebagai Waka Bidang Humas, Teknologi Informatika, dan Kerjasama Kwarda DIY, saat ini GKR Hayu juga menjadi Ketua Karang Taruna Daerah Istimewa Yogyakarta. Drs. Krido Suprayitno, S.E., M.Si yang biasa dipanggil Kak Krido pernah menjabat sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah DIY, sebelum kini menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY. Pria kelahiran Purworejo, 29 Desember 1963 ini dikenal mempunyai komitmen yang tinggi dalam pelestarian lingkungan. Salah satu penghargaan yang ia dapatkan adalah dari Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati) berupa KEHATI Award 2012 dalam kategori Pendorong Lestari Kehati. Kak GKR Hayu menamatkan sarjana di Bournemouth University Business Information System & dan melanjutkan pendidikan master pada jurusan di Fordham University, New York, USA. Selain sebagai Waka Bidang Humas, Teknologi Informatika, dan Kerjasama Kwarda DIY, saat ini GKR Hayu juga menjadi Ketua Karang Taruna Daerah Istimewa Yogyakarta. 18
19 Arif Prastowo, S.Sos.,M.Si. Ketua Kwarcab Kulon Progo Kak Arif Prastowo, S.Sos., M.Si. merupakan Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kulon Progo masa bakti 2021-2025. Pria kelahiran Bantul 14 Mei 1970 ini juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kulon Progo. Kak Arif tinggal di Terbah, 003/003, Wates, Wates, Kulon Progo. Emi Masruroh, S.Pd. Ketua Kwarcab Bantul Kak Emi, panggilan akrab dari Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Bantul masa bakti 2021-2026 yang memiliki nama lengkap Emi Masruroh, S.Pd. Ia adalah seorang guru sekaligus istri Bupati Bantul Kak H. Abdul Halim Muslih. Berdomisili di Singosaren RT 04, Wukirsari, Imogiri, Bantul, Kak Emi yang lahir di bulan September tahun 1977 tersebut merupakan lulusan S1 Universitas Negeri Yogyakarta. Saat ini, Kak Emi sedang menempuh program Magister di Universitas Negeri Yogyakarta. Kak Emi saat ini masih aktif mengajar sebagai guru akuntansi di Madrasah Aliyah (MA) Nurul Ummah Kotagede. Kak Emi juga aktif sebagai pengurus PC Muslimat NU Bantul, serta jabatan-jabatan khusus berkenaan dengan istri Bupati. Kepengurusan Kwarcab
20 Drs. Ery Widaryana, M.M. Ketua Kwarcab Sleman Bahron Rasyid, S.Pd., M.M. Ketua Kwarcab Gunungkidul Kak Drs. Ery Widaryana, MM lahir di Sleman, 10 Januari 1965. Kak Ery saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Sleman. Kak Ery menempuh Pendidikan terakhir di S-2 Ekonomi Magister Managemen UMY. Kak Bahron Rasyid, S.Pd., M.M. adalah Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Gunungkidul. Pria kelahiran Gunungkidul, 26 November 1960 tersebut pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul. Kak Bahron juga menjadi Ketua Pengurus Daerah (PD) Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Gunungkidul masa bakti 2020-2025. Saat ini, Kak Bahron masih aktif sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Kejuruan Keterampilan (YPKK) Gunungkidul.
Drs. Heroe Poerwadi, M.A. Ketua Kwarcab Yogyakarta Kak Heroe lahir di Gunungkidul, 17 Januari 1966. Setelah SMA, Kak Heroe mengenyam pendidikan S1 jurusan Fisipol di Universitas Gajah Mada tahun 1984-1991. Selanjutnya, Kak Heroe melanjutkan pendidikan S2 Komunikasi di Universitas yang sama pada tahun 2008-2011. Sebelum menjadi Wakil Wali Kota Yogyakarta (2017-2022), Kak Heroe dikenal sebagai wartawan senior yang telah bekerja di bidang jurnalistik lebih dari 17 tahun. Kak Heroe juga pernah menjadi dosen di Akademi Komunikasi Indonesia (AKINDO). 21
22
Brand Guideline Prawacama Kwartir Daerah XII DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) merupakan Gerakan Pramuka yang berkedudukan di bumi Mataram. Bumi Mataram bagi rakyat DIY merupakan wasiat peninggalan Pangeran Mangkubumi (pendiri Yogyakarta). Sejarah mengatakan bahwa berdirinya D.I. Yogyakarta merupakan hasil dari perjuangan rakyat dengan pemimpinnya/kawula beserta gustinya di atas segala pengorbanan selama melawan musuh. Anggota Pramuka se-DIY sebagai pewaris bertekad pula akan mempertahankan, memelihara, memupuk, serta menauladani jiwa Pangeran Mangkubumi sebagai pemimpin dan pembangun Yogyakarta yang sekarang tidak terpisahkan dari Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal inilah yang digunakan untuk bekal di dalam ikut serta menjalankan kewajiban membangun negara menuju kemuliaan dan kebahagiaan bagi seluruh bangsa dan tanah air Indonesia sebagai ketetapan hati segenap anggota pramuka Kwarda XII yang terlukis pada lambangnya. 23
Arti Lambang Keseluruhan Perisai Bentuk dua bunga “padma” (segitiga melengkung di bagian atas) Tugu Berwujud Tugu Yogyakarta. Badan atap dan puncak tugu berdiri di atas alas bersusun lima sesuai jumlah sila dari ideologi dan dasar negara kita Pancasila Sayap garuda mengembang Letaknya di kanan kiri tugu. Sikapnya mendukung tugu. Bulu sayap terdiri dari tiga susunan berjumlah 15 buah (2-3-10) Pita Terletak di bawah tugu mendukung sayap. Tulisan Berbunyi “MANGKUBUMI” Makna Lambang Perisai berwarna biru merupakan alat bertahan. Bentuk dua bunga “PADMA” (bunga teratai) adalah lambang kepribadian bangsa timur umumnya. Warna biru sebagai dasar yang berarti tetap setia. Tetap setia adalah akan mempertahankan keagungan Pancasila, UUD 45, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Kepribadian Nasional. Tugu dengan alas bertingkat 5 berwarna hitam mengandung makna bercita-cita tinggi menjulang ke awan berdasarkan Pancasila, menuju kekeluhuran yang bersifat kekal dan abadi. Dua sayap Garuda berwarna kuning, kedua sayap tersebut yang berada di kanan dan kiri tugu melukiskan adanya putra dan putri di dalam Gerakan Pramuka dengan kedudukan yang sederajat. Sayap yang mengembang adalah tanda siap-siap dari tiap-tiap Pramuka dalam menghadapi kewajibannya, diharapkan dengan gerak langkah yang dinamis, tanpa meninggalkan susila dan wirama. Pita Putih sebagai lambang pengikat seluruh gugus depan se-DIY berdasarkan kesucian dan keluhuran budi. Tulisan MANGKUBUMI berwarna merah dimaksudkan untuk mengabadikan nama pendiri Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat ialah Pangeran Mangkubumi (Sultan Hamengku Buwono I). Warna merah melambangkan sifat-sifat Pangeran Mangkubumi yang luar biasa sebagai prajurit, panglima perang, pelindung rakyat, kepala pemerintah, manusia yang ber-Tuhan, ahli pikir, budayawan, seniman, dan patriot. Kata Sakti arti lambang ini jika diringkas, maka dapat diucapkan atau dibaca seperti bunyi kata-kata sakti dibawah ini: “WIRA PRASETYA PRAJA BHAKTI” Wirawan yang setia berbakti kepada Praja (Negara) 24
Palet Warna Warna Utama Warna Sekunder C : 82% | M : 72% | Y : 0% | K : 0% R: 63 | G : 84 | B : 199 #3F54C7 C : 33% | M : 68% | Y : 72% | K : 23% R: 143 | G : 86 | B : 68 #8F5644 C : 4%| M : 0%| Y : 92%| K : 0% R: 255 | G : 242 | B : 18 #FFF212 C : 75%| M : 68%| Y : 67%| K : 90% R: 0 | G : 0 | B : 0 #000000 C : 1%| M : 94%| Y : 83%| K : 0% R: 237 | G : 50 | B : 55 #ED3237 Warna utama yang dapat digunakan dalam berbagai publikasi Kwarda DIY adalah warna ungu dan cokelat. Sedangkan warna sekunder sebagai elemen desain dapat menggunakan warna kuning, hitam, dan merah. Warna utama maupun warna sekunder tersebut adalah turunan dari warna yang terdapat dalam logo Kwarda DIY. logo resmi Kwarda DIY bisa diunduh melalui website pramukadiy.or.id 25
Ada dua jenis font utama yang digunakan dalam berbagai media yang digunakan Kwarda DIY yaitu sansita dan montserrat. Sansita merupakan jenis font sanserif yang dinamis atau tidak kaku. Font ini mengandung unsur etnik, dengan shape (bentuk) yang memiliki karakternya kuat. Unsur tersebut sesuai dengan Gerakan Pramuka DIY yang selalu bisa mengikuti perkembangan zaman, tetapi tetap dengan karakter yang tangguh dan kuat. Montserrat merupakan font dengan karakter yang sederhana namun tetap elegan. Font ini cocok digunakan sebagai body (isian/badan) tulisan dengan karakter panjang karena mudah dibaca. Font ini juga biasa digunakan untuk hal-hal yang resmi namun tetap tampak modern. Tipografi Sansita Montserrat 26
Supergraphic Supergraphic yang digunakan sebagai ciri khas dalam berbagai media Kwarda DIY periode ini didominasi dengan elemen-elemen yang mengandung berbagai makna, diantararanya: Falsafah Hidup Hamemayu Hayuning Bawana Bentuk grafis mengilustrasikan landasan pendidikan khas ke-Jogja-an: Hamemayu Hayuning Bawana, yang intinya memuat harmoni hubungan ‘trimatra’ antara Tuhan, alam semesta dan manusia. Kegiatan pramuka Elemen yang lekat dengan aneka kegiatan kepramukaan. Seperti tenda, bendera semaphore, dan tali temali. Alam beserta filosofinya Bentuk (shape) menyerupai biji dan daun melambangkan filosofi Cokro Manggilingan; Wiji Wutuh, Wutah Pecah, Pecah Tuwuh, Dadi Wiji, yang akan menjadi pedoman untuk program-program kepramukaan yang lestari dan selaras dengan alam untuk lingkungan hidup yang lebih baik. 27
Elemen-elemen supergraphic seperti di atas dapat diaplikasikan dalam berbagai materi publikasi sesuai dengan kebutuhan dan media yang digunakan. Berbagai shape tersebut dapat diubah dengan tetap menyesuaikan pedoman warna dan komposisi atau layout desain yang akan menunjukkan ciri khas branding Kwarda DIY. 28
Aplikasi Logo & Supergraphic stationary 29
Publikasi Digital thumbnail youtube instagram post instagram story 30
31 Pelaksanaan Event Backdrop Spanduk Umbul-umbul Name tag
Media luar ruang Baliho Roll Banner 32
Souvenir dan apparel Tumbler Kalender Dinding Topi 33
Pramuka kita harus jadi pewarta, mereka harus dilatih juga, supaya kata-kata pada waktu menulis di media sosial atau media massa bisa lebih baik GKR Mangkubumi #SetiapPramukaAdalahPewarta 34
pramukadiy.or.id