The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Program Kerja Sama, 2025-12-15 22:11:21

Buku Pedoman ATIGA

Buku Pedoman ATIGA

AASSEEAANN TTRRAADDEE IINN GGOOOODDSS AAGGRREEEEMMEENNTT ((AATTIIGGAA))


DAFTAR ISIPENDAHULUAN 01STATISTIK PERDAGANGAN: NEGARA ASEAN 02ASEAN TRADE IN GOODS (ATIGA) SECARA RINGKAS 03APA YANG DAPAT DIHARAPKAN EKSPORTIR INDONESIA DARI ATIGA? 04PERSYARATAN ASAL UNTUK PARA EKSPORTIR 05TARIF PREFERENSIAL 06ALAT UNTUK MEMERIKSA: PERLAKUAN TARIF TENTANG IMPOR DI ASEAN 07PERSYARATAN UNTUK IMPORTIR ASEAN UNTUK MENDAPATKAN KEUNTUNGAN DARITARIF PREFERENSIAL MENGGUNAKAN ATIGA09MEMENUHI ATURAN ASAL RULES OF ORIGIN (ROO) 10MENILAI APAKAH PRODUK SESUAI DENGAN ROO 11


12CONTOH STUDI KASUS: ROO UNTUK EKSPOR PRODUK TEMBAKAU KE THAILAND 13MENGGUNAKAN ALAT UNTUK MEMERIKSA ASAL PREFERENSIAL 15PENERBITAN BUKTI DARI ASAL PREFERENSIAL ATIGA 16PERNYATAAN TENTANG ASAL USUL 17PENGETAHUAN IMPORTIR 18PERNYATAAN EKSPORTIR 1920DAFTAR PUSTAKA 21SUMBER INFORMASI 22HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL (HKI)CONTOH STUDI KASUS EKSPOR PRODUK TEMBAKAU DARI INDONESIA KE THAILAND


PENDAHULUAN 1.0BAGIAN1Panduan ini disusun untuk mendukung implementasi ASEAN Trade in GoodsAgreement (ATIGA) sebagai bagian dari komitmen Indonesia dalam mewujudkanintegrasi ekonomi kawasan Asia Tenggara. ATIGA merupakan perjanjian utama yangmengatur perdagangan barang antar negara anggota ASEAN, dan menjadi fondasipenting dalam penciptaan pasar tunggal ASEAN.Tujuan dari panduan ini adalah memberikan penjelasan yang sederhana dan mudahdipahami mengenai ATIGA, sehingga pelaku usaha dan eksportir dapat mengetahui,memahami, dan memanfaatkan berbagai peluang yang ditawarkan, seperti penghapusanhambatan tarif dan non-tarif serta akses pasar yang lebih luas antar negara ASEAN.Panduan ini akan berfokus pada pemanfaatan fasilitas perdagangan dalam kerangka ATIGA,termasuk penjelasan mengenai aturan asal barang (Rules of Origin), mekanisme sertifikasiasal, serta prosedur ekspor-impor yang relevan. Melalui panduan ini, diharapkan pelakuusaha dapat menjalankan kegiatan perdagangan lintas negara ASEAN secara lebih efisien,kompetitif, dan berkelanjutan.


2Grafik tersebut menunjukan perkembangan neraca perdagangan Indonesiadengan empat negara ASEAN : Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Singapura daritahun 2010 sampai tahun 2024. Neraca perdagangan Indonesia terhadapThailand dan Singapura secara konsisten menunjukkan defisit sepanjangperiode tersebut, dengan defisit terbesar terhadap Singapura yang bahkanmencapai lebih dari -9 juta pada tahun 2018 dan 2023.Neraca perdagangan Indonesia dengan Vietnam dan Malaysia menunjukkankinerja yang lebih positif. Hubungan perdagangan dengan Vietnam sejak tahun2014 menunjukkan tren surplus yang konsisten, dengan puncaknya terjadisekitar tahun 20212.0BAGIAN STATISTIK PERDAGANGAN:NEGARA ASEAN


SECARA RINGKASBAGIAN3Tujuan Utama ATIGA:Mewujudkan arus bebas barang di kawasan ASEANsebagai bagian dari upaya membentuk pasartunggal dan basis produksi ASEAN.Mengurangi atau menghapus tarif bea masuk padahampir seluruh produk yang diperdagangkan antarnegara anggota.Meningkatkan kerja sama ekonomi dan integrasiregional melalui pengurangan hambatan tarif dannon-tarif.Manfaat ATIGA bagi Indonesia dan ASEAN:Akses pasar yang lebih luas di kawasan ASEAN, meningkatkan daya saing produk nasional.Biaya bisnis yang lebih rendah dan efisiensi perdagangan yang lebih tinggi.Peningkatan volume perdagangan intra-ASEAN, yang mencapai US$ 710 miliar pada 2021dengan pertumbuhan rata-rata 7,3% per tahun (2017–2021).Mendorong investasi dan integrasi rantai pasok regional.Perjanjian Perdagangan Barang ASEAN(ASEAN Trade in GoodsAgreement/ATIGA) adalah perjanjianutama dalam kerangka KomunitasEkonomi ASEAN yang ditandatanganipada 26 Februari 2009 dan mulaiberlaku pada 17 Mei 2010. ATIGAbertujuan untuk mewujudkan arusbebas barang di kawasan ASEAN,mengurangi hambatan perdagangan,dan memperdalam integrasi ekonomiantar negara anggota ASEAN.Kesimpulan:ATIGA adalah fondasi utama integrasi ekonomi ASEAN yang memberikan manfaat nyata berupapenghapusan tarif, kemudahan perdagangan, dan peningkatan daya saing produk di kawasan.Perjanjian ini menjadi gerbang utama produk Indonesia dan negara ASEAN lain untuk memperluaspasar serta memperkuat posisi di rantai pasok regional dan global.ASEAN TRADE IN GOODS (ATIGA)SECARA RINGKAS 3.0BAGIAN


Dengan ATIGA, eksportir Indonesia dapat menikmati manfaat berikut:ATIGA memberikan akses pasar yang luas ke seluruh negara ASEAN dengan tarif bea masuk 0%,sehingga produk Indonesia lebih kompetitif.Penghapusan tarif dan penyederhanaan prosedur ekspor-impor menurunkan biaya ekspor,membuat produk Indonesia lebih unggul di pasar ASEAN.Harmonisasi regulasi dan dokumen asal barang di kawasan ASEAN membuat proses ekspor-imporlebih efisien dan transparan.Eksportir Indonesia dapat memperoleh bahan baku dan teknologi dari negara ASEAN lain denganharga lebih kompetitif, menurunkan biaya produksi.ATIGA membuka peluang ekspor baru untuk berbagai sektor, mendorong eksportir melakukandiversifikasi produk dan memperluas pasar.Proses pengajuan tarif preferensi lebih mudah berkat aturan asal barang dan dokumenpendukung yang diakui bersama di ASEAN.Pertumbuhan ekspor ke negara ASEAN berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional danpenciptaan lapangan kerja baru.SECARA RINGKASBAGIAN4Kesimpulan:Eksportir Indonesia yang memanfaatkan ATIGA akan memperoleh peluang pasar baru di ASEAN, tarif eksporrendah, akses bahan baku dan teknologi lebih luas, serta peningkatan daya saing dan pertumbuhan ekspornasional secara berkelanjutan.APA YANG DAPAT DIHARAPKANEKSPORTIR INDONESIA DARI ATIGA? 4.0BAGIAN


BARANG DARIINDONESIAAPAKAH BARANG TERSEBUTMEMENUHI SYARAT ASAL?ASEAN VALUE CONTENT(AVC) ≥ 40%BARANG ASAL BARANG NON ASALWhollyObtained(WO)Perubahan HeadingTarifMemenuhi Ketentuan Produk Spesifik(PSR)Cukup Cek tiga Langkah:1.Apakah sepenuhnya dari Indonesia (WO)?2.Kalau tidak, apakah AVC ≥ 40%?3.Kalau tidak, apakah memenuhi PSR?Kalau semua tidak, tidak bisa dapat tarif preferensial ATIGA.Penjelasan:WO (Wholly Obtained): Barang sepenuhnya diperoleh/diproduksi di Indonesia, misal hasil pertanian, perikanan,tambang, hewan lahir & dibesarkan di Indonesia, limbah/sisa produksi.AVC (ASEAN Value Content): Jika memakai bahan bukan asal, tetap dianggap asal Indonesia jika kandungan nilailokal (AVC) minimal 40% dari nilai FOB.PSR (Product Specific Rules): Aturan asal spesifik produk dengan beberapa pilihan, eksportir dapat memilihmetode penentuan status asal barang; mengikuti formula pada pasal 29 (perhitungan AVC) jika menetapkansyarat AVC tertentu, dan hanya berlaku untuk bahan non asal jika mengalami CTC.Jika tidak memenuhi syarat di atas: Barang bukan asal Indonesia dan tidak berhak atas tarif preferensial ATIGA.5SECARA RINGKASBAGIANPERSYARATAN ASALUNTUK PARA EKSPORTIR 4.1BAGIAN


SECARA RINGKASBAGIAN6TARIF PREFERENSIAL 4.2BAGIANUntuk memeriksa apakah tarif preferensial berlaku untuk impor ke negara ATIGA, langkah-langkah berikutdapat dilakukan:Periksa Kode HS Produk dan Jadwal Tarif ATIGAMemastikan bahwa produk yang diimpor tercantum dalam ASEAN Harmonized Tariff Nomenclature (AHTN) dantermasuk dalam salah satu jadwal liberalisasi tarif (Jadwal A–G) dalam ATIGA. Periksa apakah negara asal barangtermasuk dalam ASEAN-6 (dengan tarif dihapus sejak 2010) atau CLMV (dengan jadwal bertahap hingga 2018).Apabila tarif impor untuk produk tersebut telah ditetapkan 0% dalam jadwal tersebut.Verifikasi Status Asal Barang dan Dokumen PendukungPastikan bahwa barang memenuhi kriteria asal ASEAN (Rules of Origin), baik melalui metode Wholly Obtained, nilaikandungan regional (RVC ≥ 40%), perubahan klasifikasi tarif (CTC), atau ketentuan spesifik produk (PSR). Importirwajib mengajukan Formulir D (Sertifikat Asal) yang diterbitkan oleh otoritas berwenang di negara pengeksporsebagai bukti klaim atas tarif preferensial.Untuk dapat menggunakan Tarif Preferensial,Importir wajib:Menyerahkan Sertifikat Asal Form D (diterbitkanoleh otoritas resmi negara pengekspor)Memastikan Pengiriman Langsung (tanpamengalami pengolahan atau perdagangan dinegara ketiga)Menggunakan Dokumen Pelengkap yang Sah(dokumen yang diwajibkan oleh otoritas bea cukai)Pengisian Pemberitahuan Impor Barang (BC 2.0):Importir wajib mencantumkan informasi Sertifikat Asal Form D dalam dokumen pemberitahuan impor kepadabea cukai. Form D ini menjadi bukti bahwa barang yang diimpor memenuhi ketentuan Rules of Origin (ROO)ATIGA.Dalam hal dokumen PIB menggunakan skema IMPTA dan fasilitas lainnya:1.Importir harus mencantumkan kode skema \"ATIGA\" pada kolom fasilitas untuk mengklaim tarifpreferensial. Kode ini menunjukkan bahwa barang diimpor dengan mengacu pada perjanjian perdaganganintra-ASEAN dan akan menggunakan tarif preferensial sesuai ATIGA, dan;2.PIB harus dilengkapi dengan Form D asli sebagai bukti asal barang.


SECARA RINGKASBAGIAN7ALAT UNTUK MEMERIKSA:PERLAKUAN TARIF TENTANG IMPORDI ASEAN 4.3BAGIANLANGKAH 1:Masuk ke Situs Portal ASEAN Trade RepositoryBuka halaman utama portal di https://atr.asean.org/links/search/LANGKAH 2:Pilih Menu “ATR”Di portal tersebut terdapat menu khusus, menu ini menyediakan database tarif bea cukai, aturanasal barang, dan regulasi perdagangan. Pengguna dapat mencari tarif impor berdasarkan kode HSdan melihat tarif preferensial ATIGA serta ketentuan ekspor-impor lainnya.


SECARA RINGKASBAGIAN8ALAT UNTUK MEMERIKSA:PERLAKUAN TARIF TENTANG IMPORDI ASEAN 4.3BAGIANLANGKAH 3:Isi Kolom PencarianMasukkan kode HS produk yang ingin dicari. Jika tidak tahu kode HS, gunakan fitur import simulator.Lalu pilih menu “MFN Tariffs”, pilih negara asal produk, dan masukkan kata kunci produk.LANGKAH 4:Lihat Tarif yang Berlaku:Sistem akan menampilkan tarif bea masuk yang berlaku, baik tarif umum (MFN) maupun tarifpreferensial (jika ada), dalam bentuk tarif ad valorem atau tarif spesifik.


SECARA RINGKASBAGIAN9PERSYARATAN UNTUK IMPORTIR ASEANUNTUK MENDAPATKAN KEUNTUNGAN DARITARIF PREFERENSIAL MENGGUNAKAN ATIGA 5.0BAGIANUntuk importir ATIGA agar dapat memperoleh keuntungan dari tarif preferensial menggunakan ASEAN Trade In GoodsAgreement , terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi berdasarkan peraturan yang berlaku, yaitu:1. Penyerahan Surat Keterangan Asal (SKA) Form DImportir wajib menyerahkan lembar asli SKA Form D yang sesuai dengan ketentuan dalam PMK 04 Tahun 2022 sebagai bukti asal baranguntuk dapat menggunakan tarif preferensial ATIGA.2. Pengisian Dokumen Impor (PIB) Sesuai Skema ATIGAPemberitahuan Impor Barang (PIB), importir harus mencantumkan kode fasilitas ATIGA serta melampirkan dokumen pendukung sepertiForm D, invoice, packing list, dan dokumen lain sesuai jenis barang.3. Barang Harus Memenuhi Kriteria Asal (Rules of Origin/ROO)Importir akan memperoleh tarif preferensial jika barang memenuhi kriteria seperti : Wholly Obtained (WO), memiliki nilai RVC 40%.4. Barang Harus Dikirim Langsung dari Negara Anggota ASEANBarang harus melalui jalur pengiriman langsung (direct consignment) dari negara asal ke negara tujuan. Meski barang boleh transit dinegara ketiga, syaratnya tidak boleh mengalami proses produksi, konsumsi, atau pergantian kepemilikan selama transit, yang sesuaidengan pasal 32.


SECARA RINGKASBAGIAN10MEMENUHI ATURAN ASALRULES OF ORIGIN (ROO) 5.1BAGIANROO (Rules of Origin) adalah ketentuanyang menentukan apakah produk darinegara ASEAN benar-benar berasal darinegara tersebut (originating goods) danberhak mendapatkan tarif preferensialberdasarkan perjanjian ATIGA.Barang sepenuhnya diperoleh atau diproduksi di Indonesia.hasil pertanian, perikanan, tambang, hewan lahir di Indonesia, limbah/sisaproduksi.PRODUK YANG SEPENUHNYA DIPEROLEH ATAU DIPRODUKSIPRODUK YANG DIPRODUKSI MENGGUNAKAN BAHAN NON-ASALNAMUN MEMENUHI SALAH SATU DARI BERIKUT:ASEAN Value Content (AVC) ≥ 40% (Barang mengandung minimal 40%komponen lokal ASEAN)Perubahan Heading Tarif (CTH), bahan non-asal mengalami perubahan pada 4digit kode HS setelah proses produksi.Memenuhi Ketentuan PSR (Product Specific Rules), produk tertentu yangmemiliki aturan asal khusus. Eksportir dapat memilih metode RVC, CTH, ataugabungan sesuai ketentuan masing-masing produk.


SECARA RINGKASBAGIAN11Apakah produksepenuhnyadiperoleh ataudiproduksi diIndonesia?Apakah menggunakanbahan Non asal?Memenuhi Syaratuntuk mendapatkanmanfaat dari ATIGAApakah produkmemenuhi salah satukriteria berikut?(AVC ≥ 40% nilai FOB,PSR, de minimis, atauakumulasi)Tidak MemenuhiSyaratTidakYaYaTidakMENILAI APAKAH PRODUKSESUAI DENGAN ROO 5.2BAGIANPenjelasan Singkat Setiap Tahap (Sesuai Flowchart):Tahap 1: Jika produk sepenuhnya diperoleh/ diproduksi di Indonesia ATAUtidak menggunakan bahan impor, langsung memenuhi syarat ATIGA.Tahap 2: Jika menggunakan bahan impor, cek apakah proses produksinyalebih dari sekadar operasi sederhana.Tahap 3: Jika ya, cek apakah produk memenuhi salah satu kriteria : AVC ≥40%, PSR, de minimis, atau akumulasi.Jika tidak memenuhi salah satu kriteria di atas, produk tidak memenuhisyarat ATIGA.CatatanAVC (ASEAN Value Content): Nilai kandungan lokal minimal 40% dari nilai FOB produkPSR (Product Specific Rules): Memenuhi aturan khusus produk, seperti perubahan kode HS atau prosesproduksi tertentuDe Minimis: Bahan non-asal yang tidak memenuhi PSR nilainya maksimal 10% dari nilai FOBAkumulasi: Bahan asal ASEAN lainnya, selain Indonesia dihitung sebagai bahan asal ASEANApakah prosesproduksi di Indonesiamelebihi operasisederhana (pekerjaantidak memadai)?YaTidak


12SECARA RINGKAS CONTOH STUDI KASUS BAGIAN5.3BAGIANSTUDI KASUS EKSPOR TEMBAKAU KE NEGARA THAILANDMENGGUNAKAN ATIGAHS Code Tembakau: 240220Tembakau yang seluruhnya atausebagian telah dikupasTarif Bea Masuk & Pajak tanpa Memanfaatkan ATIGATarif bea masuk MFN (tanpa ATIGA) untuk kode HS 240220 di Thailandsekitar 60%PPN Thailand (7%)Analisis Studi Kasus:PT Nanin Abadi mengekspor tembakau senilai USD 100.000 FOB ke Thailand, negara anggotaASEANTanpa ATIGA:Bea masuk: 60% x USD 100.000 = USD 60.000PPN Thailand : 7% x (USD 100.000 x USD 60.000) = USD 11.200Total biaya bea dan pajak: USD 71.200Dengan ATIGA:Berdasarkan Lampiran ATIGA, Tembakau (HS 240220) mendapat eliminasi tarif 100%Bea masuk: 0% x USD 100.000 = USD 0IVA: 7% × USD 100,000 = USD 7000Total biaya bea dan pajak: USD 7000Penghematan dengan ATIGA: USD 71.200 - USD 7.000 = USD 64.200 (sekitar 90% lebih murah).Apakah ada keuntungan fiskal bagi importir Thailand?Importir Thailand mendapat penghematan bea masuk signifikan dengan menggunakanATIGA, yaitu 0% dengan catatan produk memenuhi syarat Rules of Origin dan dilengkapiSurat Keterangan Asal (Form D).


13SECARA RINGKASBAGIANCONTOH STUDI KASUS5.3BAGIANROO UNTUK EKSPOR PRODUK TEMBAKAU KE THAILANDMENGGUNAKAN ATIGAPersyaratan NonTarif PenjelasanSertifikasi kualitas Wajib sertifikat mutu dari lembaga yang diakui Thailand (TFDA &MoPH)Untuk melindungikesehatan manusiaTidak boleh mengandung Dichloro Diphenyl Trichloroethane (DDT)(yaitu, pestisida berbahaya yang dilarang penggunaannya)LabelingHarus sesuai dengan standar dari Ministry of Public Health (MoPH).Seperti: Larangan penggunaan kata atau klaim yang menyesatkan,mencantumkan pesan peringatan kesehatan, informasi kandunganracun dan karsinogen.Persyaratanpendaftaran/persetujuanprodukRokok dan cerutu wajib didaftarkan ke Departemen Layanan MedisThailand setiap 3 tahun sekali atau setiap kali ada perubahankarakteristik produk.SKA Form D dariIndonesiaSurat Keterangan Asal (Form D) yang valid untuk klaim tarifpreferensi ATIGAKemasanKemasan wajib polos (plain packaging), tanpa logo/merek, warnastandar, wajib peringatan kesehatan, kandungan zat berbahaya,informasi produksi dan distribusi.Pemantauan impor,pengawasan, dantindakan perizinanImportir dan produsen rokok wajib melaporkan setiap tahun kepadaKomite Nasional Produk Tembakau mengenai: jumlah impor,pendapatan, biaya pemasaran, seluruh biaya lain yang ditentukan,serta neraca keuangan dan laporan tahunan perusahaan.Persyaratan Non-Tarif di ASEAN (Thailand) (2024):


14SECARA RINGKASBAGIANCONTOH STUDI KASUS5.3BAGIANROO UNTUK EKSPOR PRODUK SABUN DARI INDONESIAKE MOZAMBIKKriteria PSR untukTembakau (HS 240220) PenjelasanAVC ≥ 40% dari nilai FOB Jika menggunakan bahan bukan asal Indonesia, nilaikandungan lokal minimal 40% dari nilai FOBPerubahan klasifikasi tarif(CTC)Dianggap sebagai barang asal jika bahan non-asalnyamengalami perubahan klasifikasi tarif (misalnya dari HS code 2digit, 4 digit, atau 6 digit)Proses manufakturtertentuProses distilasi, perakitan, pencampuran khusus, dsb.Bahan Non-Asal yangPerlu Diperhatikan PenjelasanBahan kimia impor Perisa, pengawet, humectant produksi dari luar IndonesiaKemasan impor Kemasan produk rokok (karton, plastik, atau foil) yangberasal dari luarAturan Khusus Produk (Product Specific Rules/PSR) untuk Tembakau (HS 240220):Catatan:Jika bahan non-asal digunakan, pastikan nilai AVC tetap ≥ 40% dari FOB, atau prosesproduksi memenuhi perubahan klasifikasi tarif sesuai PSR ATIGAAturan PSR ini wajib dipenuhi agar produk tembakau Indonesia bisa klaim tarifpreferensi di ASEAN (Thailand).


15SECARA RINGKASBAGIANMENGGUNAKAN ALAT UNTUKMEMERIKSA ASAL PREFERENSIAL 5.3.1BAGIANPersyaratanNon-Tarif diASEAN (2010)Alat bantu ini adalah situs web Market Acces Map: https://www.macmap.org/


SECARA RINGKASBAGIAN16Barang impor dari negara anggota ASEAN lainnya bisa dianggap sebagai barang asal (originating goods)jika memenuhi salah satu dari dua syarat utama.Harus memenuhi: Barang dianggap berasal dari negara anggota ASEAN jika memenuhi salah satu dariketentuan berikut:Wholly Onbtained (WO): Barang sepenuhnya diperoleh atau diproduksi di negara pengekspor (contoh:tanaman, hewan hidup, mineral dan zat alam, produk ikan laut, limbah)Not Wholly Obtained: Barang dianggap berasal dari negara anggota di mana barang tersebut diprosesatau dikerjakan jika:AVC minimal 40%Perubahan heading tarif: Semua bahan non-asal yang digunakan dalam produksi telah mengalamiperubahan dalam klasifikasi tarif pada tingkat empat digit dalam Sistem HarmonisasiProduct specific rule (PSR): Aturan asal spesifik produk dengan beberapa pilihan, eksportir dapatmemilih metode penentuan status asal barang; mengikuti formula pada pasal 29 (perhitungan RVC)jika menetapkan syarat RVC tertentu, dan hanya berlaku untuk bahan non-asal jika mengalami CTC.CATATAN PERNYATAAN TENTANG ASAL USULEksportir atau produsen wajib menyimpan salinan pernyataan asal usul selama minimal 3 tahun sejaktanggal penerbitan.Importir juga diwajibkan menyimpan dokumen pendukung klaim asal usul selama minimal 3 tahun.Pengetahuan importir: importir harus menyimpan catatan yang membuktikan klaim tarif preferensiselama minimal 3 tahun.PENERBITAN BUKTIDARI ASAL PREFERENSIAL ATIGA 5.4BAGIANPemberlakuan Tarif Preferensi dalam kerangka ATIGA (ASEAN Trade in GoodsAgreement) dapat diakui di negara-negara ASEAN, berdasarkan asal preferensialyang dibuktikan dengan dokumen resmi. Berikut tata cara dan ketentuan penerbitanbukti asal preferensial ATIGA:PERNYATAAN TENTANG ASAL USUL


SECARA RINGKASBAGIAN17PERNYATAAN TENTANG ASAL USUL 5.4.1BAGIANSurat Keterangan Asal (SKA) Form ATIGA adalah dokumen pelengkap pabean yangditerbitkan oleh instansi penerbit surat keterangan asal yang akan digunakansebagai dasar pemberian Tarif Preferensi.Contoh SKA Form ATIGA:


SECARA RINGKASBAGIAN18PENGETAHUAN IMPORTIR 5.4.2BAGIANAgar importir dapat memanfaatkanfasilitas tarif preferensi ATIGA (ASEANTrade in Goods Agreement), importir perlumemahami ketentuan dan proseduryang berlaku sehingga bisamemanfaatkan tarif preferensi secaraoptimal.Berikut beberapa aspek penting terkait impor dalam skema ATIGA:Eksportir wajib memberikan akses atau informasi yang diperlukan kepada importirIndonesia/negara ASEAN lain supaya importir dapat memperoleh data yang dibutuhkanuntuk membuktikan asal preferensial barang sesuai dengan ketentuan ATIGA.Importir harus memastikan seluruh dokumen pendukung dan informasi darieksportir telah lengkap dan dapat dibuktikan keasliannya agar dapat menghindaripenolakan fasilitas preferensi oleh otoritas bea cukai.Jika diperlukan, eksportir dapat diminta memberikan akses kepada dokumentambahan seperti bukti asal bahan baku, produksi, atau data lain yang relevan untukmendukung klaim asal barang di bawah ketentuan ATIGA.


SECARA RINGKASBAGIAN19PERNYATAAN EKSPORTIR 6.0BAGIANBagian ini adalah pernyataan tertulis dari eksportir yang menyatakan kebenaran data dan asal barangyang diekspor. Berikut penjelasan tiap unsur dalam bagian tersebut:PERNYATAAN KEBENARANEksportir menegaskan bahwa semua rincian dan pernyataan yang telah diisi sebelumnya adalah benar.NEGARA PRODUKSIEksportir harus mencantumkan negara tempat barang tersebut diproduksi. Kolom ini diisi dengan nama negara asal barang.PERSYARATAN ASAL BARANGEksportir menyatakan bahwa barang yang diekspor telah memenuhi persyaratan asal barang sesuai dengan Ketentuan AsalBarang dalam ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA). Artinya, barang tersebut benar-benar berasal dari negara yangdisebutkan dan memenuhi aturan asal barang untuk mendapatkan fasilitas preferensi tarif.NEGARA IMPORTIRKolom ini diisi dengan nama negara tujuan ekspor (negara importir).TEMPAT, TANGGAL, DAN TANDA TANGANEksportir harus mengisi tempat dan tanggal pembuatan pernyataan, lalu menandatangani sebagai pihak yang berwenang.


SECARA RINGKASBAGIANHAK KEKAYAAN INTELEKTUAL(HKI) 8.0BAGIANHak Kekayaan Intelektual (HKI) adalah hak yangdiberikan kepada pemilik karya intelektualsebagai bentuk perlindungan hukum atas hasilolah pikir manusia dalam menciptakan produk,jasa, atau proses yang bermanfaat bagimasyarakat.Dalam konteks Perjanjian Perdagangan PreferensialASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA), yangmerupakan perjanjian regional antara negaranegara ASEAN dan mulai berlaku sejak Mei 2010,HKI juga menjadi bagian penting dalam pengaturanperdagangan dan investasi antara negara.CONTOH JENIS HKI YANG DICAKUP ATIGAHAK CIPTA MEREK DAGANG PATENMelindungi karya-karya kreatifseperti karya sastra, musik,seni, dan perangkat lunak agartidak disalin atau digunakantanpa izin.Melindungi tanda, logo, atausimbol yang membedakanproduk atau jasa agar tidakdipalsukan ataudisalahgunakan oleh pihaklain.Melindungi penemuan daninovasi teknologi agar pemilikpaten memiliki hak eksklusifuntuk memproduksi,menggunakan, dan menjualpenemuan tersebut.20


SECARA RINGKASBAGIANDAFTAR PUSTAKA 9.0BAGIAN21


SECARA RINGKASBAGIANSUMBER INFORMASI10.0BAGIANKEMENTERIAN PERDAGANGAN RIAlamat:Jl. M. I. Ridwan Rais, No. 5, Jakarta Pusat, 10110Email:[email protected] MAPUTO MOZAMBIKAlamat:Rua de Dar Es Salaam No. 141 Sommerschield1102 Maputo, MozambikEmail:[email protected] SUPPORT CENTERFTA CENTER JAKARTAKementerian Perdagangan, Gedung 1 (Satu) Lantai 4, Jl. M.I Ridwan Rais, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10110https://ftacenter.kemendag.go.id/FTA CENTER BANDUNGGedung Bale Motekar, Jl. Banda No.40 Lt. 3, Kota Bandung, Jawa Barat [email protected] CENTER SEMARANG:Jl. Pahlawan No.4, Pleburan, Kota Semarang, Jawa Tengah [email protected]


Click to View FlipBook Version