INDONESIA - PAKISTANPreferential Trade Agreement( IP-PTA)INDONESIA - PAKISTANPreferential Trade Agreement( IP-PTA)EKSPOR MENGGUNAKAN PEMANFAATANPERJANJIAN PERDAGANGAN PREFERENSIALINDONESIA - PAKISTAN ( IP-PTA)EKSPOR MENGGUNAKAN PEMANFAATANPERJANJIAN PERDAGANGAN PREFERENSIALINDONESIA - PAKISTAN ( IP-PTA)
DAFTAR ISIPENDAHULUAN 01STATISTIK PERDAGANGAN: INDONESIA-PAKISTAN 02INDONESIA-PAKISTAN PREFERENTIAL TRADE AGREEMENT (IP-PTA) SECARA RINGKAS 03APA YANG DAPAT DIHARAPKAN EKSPORTIR INDONESIA DARI IP-PTA? 04PERSYARATAN ASAL UNTUK PARA EKSPORTIR 05TARIF PREFERENSIAL 06ALAT UNTUK MEMERIKSA: PERLAKUAN TARIF TENTANG IMPOR DI PAKISTAN 07PERSYARATAN UNTUK IMPORTIR PAKISTAN UNTUK MENDAPATKAN KEUNTUNGAN DARITARIF PREFERENSIAL MENGGUNAKAN IP-PTA09MEMENUHI ATURAN ASAL RULES OF ORIGIN (ROO) 10MENILAI APAKAH PRODUK SESUAI DENGAN ROO 11
CONTOH STUDI KASUS: ROO UNTUK EKSPOR PRODUK PERHIASAN DARI INDONESIA KEPAKISTAN12MENGGUNAKAN ALAT UNTUK MEMERIKSA ASAL PREFERENSIAL 15PENERBITAN BUKTI DARI ASAL PREFERENSIAL IP-PTA 16PERNYATAAN TENTANG ASAL USUL 17PENGETAHUAN IMPORTIR 18DEKLARASI PEMASOK 19APLIKASI UNTUK MENJADI EKSPORTIR TERDAFTAR (REX) 2021DAFTAR PUSTAKA 22SUMBER INFORMASI 23HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL (HKI)
1PENDAHULUAN1.0BAGIANPanduan ini mendukung persyaratan Perjanjian Perdagangan Preferensial IndonesiaPakistan (IP-PTA) untuk menyediakan informasi yang diperlukan bagi pelaku usahadan eksportir agar dapat mengakses dan menyalurkan perdagangan ke luar negeri.Tujuan dari panduan ini adalah untuk memberikan penjelasan sederhana mengenaiPerjanjian Perdagangan Preferensial Indonesia-Pakistan (IP-PTA) agar setiap pelaku usahadapat mengetahui, memahami, dan memanfaatkan peluang yang diciptakan oleh IP-PTA.Panduan ini akan berfokus pada ekspor barang-barang Indonesia ke Pakistan yangkemudian akan menggunakan IP-PTA. Panduan ini akan memberikan informasi mengenaipersyaratan ekspor barang termasuk prosedur bea cukai dan peraturan lain yang mengaturekspor dari Indonesia ke Pakistan.
22.0BAGIANSTATISTIK PERDAGANGAN:INDONESIA DAN PAKISTANEkspor Indonesia ke Pakistan didominasi oleh Lemak dan minyakhewani, nabati atau mikroba dan produk pembelahannya; lemakolahan yang dapat dimakan (HS Code 15). Sedangkan impor dariPakistan ke Indonesia didominasi oleh Sereal.Salah satu mitra dagang Indonesia terbesar.https://www.trademap.org
SECARA RINGKASBAGIAN3IP-PTA akan meningkatkan perdagangan antara kedua negara dengan:Menghapus atau mengurangi tarif bea masuk pada berbagai produk dengan rentangpengurangan 5% hingga 100%, sehingga menurunkan hambatan tarif ekspor Indonesia kepasar Pakistan maupun sebaliknya.Memberikan akses preferensial pada komoditas utama seperti kopi, teh, minyak sawit,produk perikanan, rempah, tekstil, dan produk kayu.Memastikan kepastian aturan asal barang melalui Rules of Origin (Form–IP) agar eksportirdan importir mudah memanfaatkan fasilitas preferensial.Menjadi landasan menuju Free Trade Agreement (FTA), memperluas akses ke pasar AsiaSelatan.IP-PTA:Menurunkan tarif bea masuk rata-rata 5–10%, bahkan hingga nol tarifuntuk produk tertentu.Membuka akses pasar baru bagi ratusan produk unggulan seperti kopi,teh, sawit, perikanan, rempah, dan tekstil.Menciptakan iklim usaha kondusif serta mendorong investasi dan promosibisnis bersama.Mengurangi hambatan perdagangan kedua negara dengan tujuan akhiruntuk menciptakan Free Trade Agreement.Perjanjian PerdaganganPreferensial Indonesia–Pakistan(IP-PTA) adalah perjanjianperdagangan bilateral yangditandatangani pada tanggal 3Februari 2012 dan mulai berlakupada 1 September 2013.KESIMPULAN :INDONESIA-PAKISTAN PREFERENTIAL TRADEAGREEMENT (IP-PTA)SECARA RINGKAS3.0BAGIANPerjanjian IP-PTA menjadi langkah strategis Indonesia dalam memperluas akses pasar danmeningkatkan daya saing produk nasional di Asia Selatan, khususnya Pakistan. Melaluipenghapusan dan penurunan tarif bea masuk, kepastian aturan asal barang (Rules of Origin), sertapenyediaan akses preferensial bagi ratusan produk unggulan, IP-PTA berpotensi mendorongpeningkatan signifikan nilai perdagangan bilateral sekaligus membuka jalan menuju pembentukanFree Trade Agreement (FTA) yang lebih komprehensif di masa depan.
SECARA RINGKASBAGIAN4Akses pasar yang lebih baik ke Pakistan melalui pengurangan ataupenghapusan tarif bea masukPenghematan biaya ekspor akibat perlakuan tarif preferensialKeunggulan kompetitif di pasar Pakistan dibanding produk dari negara nonmitraPeningkatan volume perdagangan dan perluasan jaringan distribusi di PakistanAPA YANG DAPAT DIHARAPKANEKSPORTIR INDONESIA DARIIP-PTA?4.0BAGIANJika bukti asal preferensial untuk barang yang diekspor dapat dibuktikan, paraeksportir bisa mendapatkan:
IDENTIFIKASIPRODUK & HS CODECukup Cek empat Langkah:1.Apakah sepenuhnya dari Indonesia (WO)?2.Kalau tidak, apakah CTC?3.Kalau tidak, apakah RVC ≥ 40% FOB atau ≥ 35% EXW?4.Kalau tidak, apakah memenuhi Produced Exclusively?Kalau semua tidak, tidak bisa dapat tarif preferensial IP-PTA.Penjelasan:WO (Wholly Obtained): Barang sepenuhnya diperoleh/diproduksi di Indonesia, misal hasil pertanian,perikanan, tambang, hewan lahir & dibesarkan di Indonesia, limbah/sisa produksi.CTH (Change in Tariff Classification) : Semua bahan-bahan non-originating yang digunakan dalamproduksi barang telah melalui perubahan tarif klasifikasi tarif, misalnya perubahan HS Code.RVC (Regional Value Content): Jika memakai bahan bukan asal, tetap dianggap asal Indonesia jikakandungan nilai lokal (RVC) minimal 40% dari nilai FOB atau minimal 35% dari nilai EXW.Produced Exclusively: Jika tidak memenuhi QVC, cek apakah barang diproduksi seluruhnya di dalamwilayah Pihak tersebut secara eksklusif dari bahan-bahan originating.Jika tidak memenuhi syarat di atas: Barang bukan asal Indonesia dan tidak berhak atas tarifpreferensial IUAE-CEPA.5SECARA RINGKASBAGIANPERSYARATAN ASALUNTUK PARA EKSPORTIR4.1BAGIANWholly Obtained(WO)Not WhollyObtainedBarang dariIndonesia (WO) CTC RVC?ProducedExclusivelyJika memenuhi salah satupersyaratan di atas maka berhakmendapatkan tarif preferensialIP-PTA, jika tidak maka tidakmendapatkan tarif preferensialIP-PTAMemenuhipersyaratanmendapatkan TarifPreferensial IP-PTA
SECARA RINGKASBAGIAN6TARIF PREFERENSIAL4.2BAGIANUntuk memeriksa apakah tarif preferensial berlaku untuk impor di Pakistan, langkah-langkah berikut dapatdilakukan:Cek Perjanjian Perdagangan Preferensial yang BerlakuPakistan dan Indonesia memiliki perjanjian perdagangan preferensial bernama Indonesia-Pakistan PreferentialTrade Agreement (IP-PTA) yang mulai berlaku sejak 1 September 2013. Perjanjian ini memberikan penurunan tarifbea masuk untuk sekitar 552 post tarif dari kedua negara.Periksa Daftar Produk dan Tarif PreferensialTarif preferensial untuk produk impor dari Pakistan tercantum dalam lampiran Peraturan Menteri Keuangan (PMK)No.52/PMK.010/2022 . Lampiran ini menjelaskan pos tarif, uraian barang, dan tarif bea masuk preferensial yangdikenakan tergantung jenis barangnya.Untuk dapat menggunakan Tarif Preferensial,Importir wajib:Menyerahkan SKA Form IP-PTA (sesuai PMK 70tahun 2021).Mencantumkan kode fasilitas persetujuan IP-PTApada Pemberitahuan Impor Barang (PIB) secarabenarMencantumkan nomor referensi dan tanggal SKAForm IUAE pada Pemberitahuan Impor Barang (PIB)secara benar.Pengisian Pemberitahuan Impor Barang (BC 2.0):Dalam hal dokumen PIB hanya menggunakan skema IP-PTA, kode 59, nomor referensi dan tanggal SKA FormIP-PTA, wajib dicantumkan secara benar pada Kolom 19 dan/atau Kolom 33 dokumen PIB;Dalam hal dokumen PIB menggunakan skema IP-PTA dan fasilitas lainnya:1.Kode fasilitas 59 wajib dicantumkan secara benar pada dokumen PIB, serta diisi “Nomor referensi dantanggal SKA Form IP-PTA, lihat lembar lanjutan”; dan2.kode fasilitas 59 wajib dicantumkan secara benar pada PIB, sedangkan nomor referensi dan tanggal SKAForm IP-PTA, wajib dicantumkan secara benar pada Lembar Lanjutan Dokumen dan PemenuhanPersyaratan/Fasilitas Impor dokumen PIB.
SECARA RINGKASBAGIAN7ALAT UNTUK MEMERIKSAPERLAKUAN TARIF IMPORDI PAKISTAN4.3BAGIANLANGKAH 1:Situs web : Rules of Origin FacilitatorBuka halaman utama portal di https://findrulesoforigin.org/LANGKAH 2:Masukan negara Indonesia dalam kolom Export dan negara Pakistan pada kolom impor, lalumasukan HS Code untuk mengecek apakah komoditi tersebut termasuk ke dalam perjanjian
SECARA RINGKASBAGIAN8ALAT UNTUK MEMERIKSA:PERLAKUAN TARIF IMPORDI UEA4.3BAGIANLANGKAH 3:Hasil akan menunjukan bahwa komoditi yang dicari masuk ke dalam perjanjian atau tidak.https://findrulesoforigin.org
SECARA RINGKASBAGIAN9PERSYARATAN IMPORTIR PAKISTANUNTUK MENDAPATKAN KEUNTUNGAN DARITARIF PREFERENSIAL MENGGUNAKAN IP-PTA5.0BAGIANUntuk importir Pakistan agar dapat memperoleh keuntungan dari tarif preferensialmenggunakan Indonesia–Pakistan Preferential Trade Agreement (IP-PTA), terdapatbeberapa persyaratan yang harus dipenuhi berdasarkan peraturan yang berlaku,yaitu:1. Menyerahkan SKA Form IP-PTA (sesuai PMK 70 tahun 2021).2. Mencantumkan kode fasilitas persetujuan IP-PTA pada Pemberitahuan ImporBarang (PIB) secara benar3. Mencantumkan nomor referensi dan tanggal SKA Form IP-PTA pada PemberitahuanImpor Barang (PIB) secara benar.
SECARA RINGKASBAGIANMEMENUHI ATURAN ASALRULES OF ORIGIN (ROO)5.1BAGIANROO Dasar adalah ketentuan yangmenentukan apakah produk yangAnda ekspor benar-benar “asalIndonesia” dan berhakmendapatkan tarif preferensialsesuai IP-PTABerlaku untuk produk pertanian, ikan, mineral, limbah, dan barang bekas.Produk yang dihasilkan dari produk yang sepenuhnya diperoleh di Indonesia.Hanya Indonesia yang terlibat dalam produksi atau pembuatan produk.PRODUK YANG SEPENUHNYA DIPEROLEH ATAU DIPRODUKSIJika menggunakan bahan non-asal, jika kandungan nilai lokal (QVC) minimal40% dari nilai FOB atau minimal 35% dari nilai EXW.dan/atau telah melalui perubahan tarif klasifikasi HS CodePRODUK YANG DIPRODUKSI MENGGUNAKAN BAHAN NON-ASALDENGAN MEMENUHI REGIONAL VALUE CONTENT (RVC) DAN CHANGE IN TARIFFCLASSIFICATION (CTC)10Semua bahan diproduksi seluruhnya di dalam wilayah Pihak tersebut secaraeksklusif dari bahan-bahan originating.PRODUK YANG DIPRODUKSI SECARA EKSKLUSIF DARI BAHAN ASAL INDONESIA
SECARA RINGKASBAGIAN11MENILAI APAKAH PRODUKSESUAI DENGAN ROO5.2BAGIANCatatanCTC (Change in Tariff Classification): Semua bahan-bahan non-originating yang digunakan dalam produksibarang telah melalui perubahan tarif klasifikasi pada tingkat empat digitRVC (Regional Value Content): Nilai kandungan lokal minimal 40% dari nilai FOB produk atau minimal 35%dari nilai EXWProduced Exclusively: Barang diproduksi seluruhnya di dalam wilayah pihak tersebut secara eksklusif daribahan-bahan originatingApakah produksepenuhnyadiperoleh ataudiproduksi diIndonesia?Apakah semua bahannon-originating yangdigunakan dalamproduksi barang telahmelalui perubahanklasifikasi tarif padatingkat empat digit?Apakah produkmemenuhi salah satukriteria berikut?(RVC ≥ 40% nilai FOB,≥ 35% nilai EXW)Memenuhi Syaratuntuk mendapatkanmanfaat dari IP-PTAApakah barangdiproduksiseluruhnya di wilayahtersebut secaraeksklusif dari bahanoriginating?Tidak MemenuhiSyaratTidak Tidak Ya Ya Penjelasan Singkat Setiap Tahap (Sesuai Flowchart):Tahap 1: Jika produk sepenuhnya diperoleh/ diproduksi di Indonesia ATAUtidak menggunakan bahan impor, langsung memenuhi syarat IP-PTA.Tahap 2: Jika tidak, cek apakah semua bahan non-originating yangdigunakan dalam produksi barang telah melalui perubahan klasifikasi tarifdan HS Code?Tahap 3: Jika tidak, cek apakah produk memenuhi salah satu kriteria: RVC ≥40%, nilai FOB, ≥ 35% nilai EXWTahap 4: Jika tidak, cek apakah barang diproduksi seluruhnya di wilayahtersebut secara eksklusif dari bahan originating?Jika semua tidak, maka tidak bisa mendapatkan tarif preferensial IP-PTAYa Tidak Tidak Ya
12SECARA RINGKAS CONTOH STUDI KASUSBAGIAN5.3BAGIANROO UNTUK EKSPOR PRODUK DARI INDONESIA KEPAKISTANKode Tarif Viscose: 550410Artificial staple fibres, not carded, combed orotherwise processed for spinning : Of viscoserayonl,Tarif Bea Masuk Pakistan (Tanpa IP-PTA):Tarif MFN 5%PPN Pakistan 5%Analisis Studi Kasus:Skenario: PT X Indonesia ingin mengekspor Viscose (HS 550410) senilai USD 500,000 FOB kePakistan.Tanpa IP-PTA:Bea masuk: 5% × USD 500,000 = USD 25,000PPN: 17% x USD 500,000 = USD 85,000Additional VAT: 3% x USD 500,000 = USD 15,000Total biaya bea dan pajak: USD 125,000Dengan IP-PTA:Berdasarkan Lampiran IP-PTA, Viscose (HS 550410) mendapat eliminasi tarif 100%Bea masuk: 0% (USD 0)PPN : 17% x USD 500,000 = USD 85,000Additional VAT: 3% x USD 500,000 = USD 15,000Total biaya bea dan pajak: USD 100,000Penghematan dengan IP-PTA: USD 625,000 - 600,000 = USD 25,000 (4% lebih murah)Apakah ada keuntungan fiskal bagi importir Pakistan?Ya, ada keuntungan fiskal signifikan jika viscose Indonesiamemenuhi syarat asal IP-PTA, yaitu penggunaan tarifpreferensial menjadi 0%
13SECARA RINGKASBAGIANCONTOH STUDI KASUS5.3BAGIANROO UNTUK EKSPOR PRODUK VISCOSE DARI INDONESIAKE PAKISTANPersyaratan NonTarifPenjelasanSertifikasi kualitasProduk viscose harus memenuhi standar mutu dan kualitas yangdiakui Pakistan, misalnya uji laboratorium dan standar tekstilinternasional.Kemasan Kemasan harus sesuai regulasi Pakistan: kuat, tahan transportasijauh, dan mencantumkan informasi produk dengan jelas.SKA Form IP-PTA dariIndonesiaDokumen asal barang yang menunjukkan produk berasal dariIndonesia. Dengan Form IP-PTA, produk viscose bisa menikmatitarif preferensial di Pakistan.LabelingLabel harus berbahasa Inggris (atau Urdu), mencantumkan namaproduk, asal negara, komposisi, berat/ukuran, serta instruksipenanganan.Sertifikasi PelakuUsahaEksportir harus memiliki legalitas usaha yang sah (NIB, NPWP, izinusaha tekstil), dan teregistrasi di sistem perdaganganinternasional seperti INATRADE/PSW.Persyaratan Non-Tarif di Pakistan (2024):Catatan:Harga produk harus ditampilkan secara terbuka dalam mata uang lokal Pakistan (PKR) padadokumen perdagangan dan label harga.Jika produk terbukti cacat, eksportir wajib melakukan penarikan (recall) dan menggantikerugian tanpa membebani konsumen, termasuk biaya transportasi maupun perbaikan.Barang impor wajib memenuhi standar mutu Pakistan, seperti standar kualitas tekstil, sertamemiliki dokumen asal yang sah (SKA Form IP-PTA) untuk mendapatkan tarif preferensial.Kesesuaian label dan kemasan dengan regulasi Pakistan sangat penting agar barang tidakditolak di pelabuhan.
14SECARA RINGKASBAGIANCONTOH STUDI KASUS5.3BAGIANROO UNTUK EKSPOR PRODUK VISCOSE DARI INDONESIAKE PAKISTANKriteria untuk Viscose(HS 550410)PenjelasanRVC ≥ 40% dari nilaiFOB dan ≥ 35% EXWProduk viscose dianggap originating jika nilai kandungan lokalIndonesia minimal 40% dari FOB atau minimal 35% dari EXW.Artinya, meski memakai bahan baku impor, selama nilaitambah di Indonesia mencapai ambang batas ini, tetap berhakatas preferensi tarif.Perubahan klasifikasi tarif(CTC)Jika menggunakan bahan non-asal, maka pada prosesproduksi harus terjadi perubahan klasifikasi tarif di level 4 digitHS (misalnya dari HS bahan baku ke HS 550410 untukviscose). Tanpa perubahan HS, produk tidak bisa klaimpreferensi.Produced Exclusively Semua bahan diproduksi seluruhnya di dalam wilayah Pihaktersebut secara eksklusif dari bahan-bahan originating.Aturan Khusus Produk (Product Specific Rules/PSR) untuk Viscose (HS 550410):Catatan:Jika bahan non-asal digunakan, pastikan nilai RVC tetap ≥40% dari FOB, atau ≥35% darinilai EXW atau pastikan barang tetap CTC dan Produced ExclusivelyAturan ini wajib dipenuhi agar viscose Indonesia bisa klaim tarif preferensi di Pakistan.
15SECARA RINGKASBAGIANMENGGUNAKAN ALAT UNTUKMEMERIKSA ASAL PREFERENSIAL5.3.1BAGIANPersyaratanNon-Tarif diPakistanAlat bantu ini adalah situs web Market Acces Map: https://www.macmap.org/https://www.macmap.org/
SECARA RINGKASBAGIAN16PERNYATAAN TENTANG ASAL USULPENERBITAN BUKTIDARI ASAL PREFERENSIAL IP-PTA5.4BAGIANPemberlakuan Tarif Preferensi dalam kerangka IP-PTA (Indonesia-PakistanPreferential Trade Agreement) dapat diakui di Pakistan maupun Indonesia,berdasarkan asal preferensial yang dibuktikan dengan dokumen resmi. Berikuttata cara dan ketentuan penerbitan bukti asal preferensial IP-PTA:Pernyataan ini merupakan teks yang digunakan oleh eksportir atau produsen untukmenyatakan status asal produk.Teks pernyataan dicantumkan pada dokumen komersial seperti faktur, kemasan, ataudaftar pengiriman.Pernyataan ini berlaku untuk pengiriman tunggal atau produk identik yang dikirimkanberkali-kali dalam periode tertentu, sesuai ketentuan dalam perjanjian preferensi yangberlaku.CATATAN PERNYATAAN TENTANG ASAL USULEksportir atau produsen wajib menyimpan salinan pernyataan asal usul selama minimal4 tahun.Importir juga diwajibkan menyimpan dokumen pendukung klaim asal usul selamaminimal 4 tahun.Pengetahuan importir: importir harus menyimpan catatan yang membuktikan klaimtarif preferensi selama minimal 4 tahun sejak tanggal dikeluarkan.
SECARA RINGKASBAGIAN17PERNYATAAN TENTANG ASAL USUL5.4.1BAGIANSurat Keterangan Asal (SKA) Form IP-PTA adalah dokumen pelengkap pabeanyang diterbitkan oleh instansi penerbit surat keterangan asal yang akan digunakansebagai dasar pemberian Tarif Preferensi.Contoh SKA Form IP-PTA:
SECARA RINGKASBAGIAN18PENGETAHUAN IMPORTIR5.4.2BAGIANAgar importir dapatmemanfaatkan fasilitas tarifpreferensi IP-PTA Importir dalamkerangka IP-PTA (IndonesiaPakistan Preferential TradeAgreement) perlu memahamiketentuan dan prosedur yangberlaku agar dapatmemanfaatkan tarif preferensisecara optimal.Berikut adalah aspek pengetahuan impor yang perlu diperhatikan:Eksportir wajib memberikan akses atau informasi yang diperlukan kepada importirIndonesia/Pakistan agar importir dapat memperoleh data yang dibutuhkan untukmembuktikan asal preferensial barang sesuai dengan ketentuan IP-PTA.Importir harus memastikan seluruh dokumen pendukung dan informasi darieksportir telah lengkap untuk menghindari penolakan fasilitas preferensi olehotoritas bea cukai.Jika diperlukan, eksportir dapat diminta memberikan akses kepada dokumenproduksi, invoice, atau data lain yang relevan untuk mendukung klaim asal barang.
SECARA RINGKASBAGIAN19PERNYATAAN EKSPORTIR6.0BAGIANBagian ini adalah pernyataan tertulis dari eksportir yang menyatakan kebenaran data dan asal barangyang diekspor. Berikut penjelasan tiap unsur dalam bagian tersebut:PERNYATAAN KEBENARANEksportir menegaskan bahwa semua rincian dan pernyataan yang telah diisi sebelumnya adalah benar.NEGARA PRODUKSIEksportir harus mencantumkan negara tempat barang tersebut diproduksi. Kolom ini diisi dengan nama negara asal barang.PERSYARATAN ASAL BARANGEksportir menyatakan bahwa barang yang diekspor telah memenuhi persyaratan asal barang sesuai dengan Ketentuan AsalBarang dalam Indonesia-Pakistan PTA (Preferential Trade Agreement). Artinya, barang tersebut benar-benar berasal darinegara yang disebutkan dan memenuhi aturan asal barang untuk mendapatkan fasilitas preferensi tarif.NEGARA IMPORTIRKolom ini diisi dengan nama negara tujuan ekspor (negara importir).TEMPAT, TANGGAL, DAN TANDA TANGANEksportir harus mengisi tempat dan tanggal pembuatan pernyataan, lalu menandatangani sebagai pihak yang berwenang.
SECARA RINGKASBAGIANAPLIKASI UNTUK MENJADIEKSPORTIR TERDAFTAR (REX)7.0BAGIAN20LANGKAH 1: DAFTARKAN PERUSAHAANRegistrasi badan usaha ke SECP (Securities and Exchange Commission of Pakistan)LANGKAH 2: URUS NOMOR PAJAKAjukan National Tax Number (NTN) ke FBR (Federal Board of Revenue).Jika importir, wajib juga Sales Tax Registration Number (STRN).LANGKAH 3:LANGKAH 4: GABUNG KE KAMAR DAGANG (CHAMBER OF COMMERCE)LANGKAH 5:LANGKAH 6:LANGKAH 7:BUKA REKENING BANK BISNISREGISTRASI DI SISTEM BEA CUKAIAJUKAN LISENSI/IZIN KHUSUS (JIKA DIPERLUKAN)SIAPKAN DOKUMEN EKSPOR-IMPORRekening atas nama perusahaan untuk transaksi ekspor-impor. Membership di kamar dagang lokal (Karachi, Lahore, Islamabad, dll.)Daftar akun di WeBOC (Web Based One Customs) atau Pakistan Single Window (PSW)Untuk produk tertentu (farmasi, pangan, pertanian).Invoice komersial, packing list, Bill of Lading/Airway Bill, Form E/I, sertifikat asal, dll.
SECARA RINGKASBAGIANAPLIKASI UNTUK MENJADIEKSPORTIR TERDAFTAR (REX)7.0BAGIAN201. Importir/Eksportir mempersiapkan dokumen legal perusahaan, termasykCNIC, National Tax Number (NTN), dan jika berlaku Sales Tax Registration(STRN) melalui portal FBR (IRIS)Pakistan ⟶ https://www.added.gov.ae/en2. Melengkapi dokumen pendukung usaha seperti bukti alamat kantor, tagihanutilitas terbaru, sertifikat bank (bank account maintenance), serta rekeningkoran minimal 6 bulan terakhir3. Mengisi Formulir Registrasi WeBOC External User yang dapat diunduhmelalui situs resmi FBR4. Mengajukan permohonan secara fisik ke Collectorate Customs (bagian UserID Section) dengan membawa formulir yang telah diisi dan seluruh dokumenpendukung5. Pemohon wajib hadir langsung untuk proses biometrik (sidik jari dan foto),serta verifikasi data oleh petugas bea cukai6. Otoritas Customs melakukan pemeriksaan dokumen dan jika lolos verifikasi,pemohon diberikan WeBOC User-ID dan password melalui email resmi yangdidaftarkan7. Setelah akun aktif, Importir/Eksportir dapat menggunakan WeBOC untukmengajukan dokumen impor/ekspor, clearance barang, serta pembayaran beacukai secara elektronik.
SECARA RINGKASBAGIANHAK KEKAYAAN INTELEKTUAL(HKI)8.0BAGIAN21Hak Kekayaan Intelektual (HKI) adalah hak yangdiberikan kepada pemilik karya intelektualsebagai bentuk perlindungan hukum atas hasilolah pikir manusia dalam menciptakan produk,jasa, atau proses yang bermanfaat bagimasyarakat.Dalam konteks Perjanjian Perdagangan PreferensialIndonesia–Pakistan (IP-PTA) yang merupakanperjanjian perdagangan bilateral yangditandatangani pada tanggal 3 Februari 2012 danmulai berlaku pada 1 September 2013. HKI jugamenjadi bagian penting dalam pengaturanperdagangan dan investasi antara kedua negara.CONTOH JENIS HKI YANG DICAKUP PAKISTANHAK CIPTA MEREK DAGANG PATENMelindungi karya intelektualseperti yang dilindungi oleh undang-undang hak cipta agartidak disalin atau digunakantanpa izin.Melindungi nama, kata, tandatangan, huruf, angka, grafik,logo, judul, tanda pengenal,segel, gambar, pola,pengumuman, kemasan, ataumerek atau kelompok mereklainnya agar tidak dipalsukanatau disalahgunakan olehpihak lain.Melindungi penemuan, langkahkreatif dan penerapan industriagar pemilik paten memiliki hakeksklusif untuk memproduksi,menggunakan, dan menjualpenemuan tersebut.https://www.fbr.gov.pk/directorategeneral-ipre-law-rules/174003?utm_source
SECARA RINGKASBAGIANDAFTAR PUSTAKA9.0BAGIAN22Dokumen Perjanjian IP-PTAhttps://ftacenter.codeart.id/cfind/source/files/ippta/doc-perjanjianindonesia-pakistan-preferential-trade-agreement-ip-pta-v.1.pdfPakistan Customshttps://fbr.gov.pk/Rules of Origin Facilitatorhttps://findrulesoforigin.orINSW (Indonesia National Single Window)https://insw.go.id/intr
SECARA RINGKASBAGIANSUMBER INFORMASI10.0BAGIANKEMENTERIAN PERDAGANGAN RIAlamat:Jl. M. I. Ridwan Rais, No. 5, Jakarta Pusat, 10110Email:[email protected] PAKISTANAlamat:Diplomatic Enclave I Street 5, Ramna G-5/4,Islamabad 44000, Pakistan (P.O.BOX 1019)Email:[email protected] SUPPORT CENTERFTA CENTER JAKARTAKementerian Perdagangan, Gedung 1 (Satu) Lantai 4, Jl. M.I Ridwan Rais, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10110https://ftacenter.kemendag.go.id/FTA CENTER BANDUNGGedung Bale Motekar, Jl. Banda No.40 Lt. 3, Kota Bandung, Jawa Barat [email protected] CENTER SEMARANG:Jl. Pahlawan No.4, Pleburan, Kota Semarang, Jawa Tengah [email protected]