The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Program Kerja Sama, 2025-12-15 22:49:30

Newsletter Indonesia-Pakistan

Newsletter Indonesia-Pakistan

FTA-SC NEWSLETTERINDONESIA-PAKISTAN PREFERENTIAL TRADE AGREEMENTSTATUS TERKINIRENEGOSIASI IP-PTASejak 2018, Indonesia dan Pakistantelah sepakat untuk memperluascakupan IPPTA menjadi Indonesia–Pakistan Trade in Goods Agreement(IP-TIGA). Perjanjian ini bertujuanuntuk mencakup seluruh pos tarifdan memperdalam kerja sama diberbagai bidang, termasuk:Perdagangan Barang (Trade inGoods), Aturan Asal Barang (Rules ofOrigin), Prosedur Kepabeanan &Fasilitasi Perdagangan, Sanitasi danFitosanitari (SPS), Hambatan TeknisPerdagangan (TBT), Isu Hukum danKelembagaan. Pertemuan pertamaJoint Negotiating Committee (JNC)IP-TIGA telah dilaksanakan diIslamabad pada Agustus 2019, dimana kedua pihak menyepakatiTerms of Reference (TOR) sebagaipedoman perundingan selanjutnya.RINGKASAN HASILPERUNDINGAN TERAKHIRHasil perundingan terakhir dalam kerangkapeninjauan Indonesia–Pakistan PreferentialTrade Agreement (IP-PTA) menunjukkankemajuan signifikan menuju perluasan danpendalaman kerja sama perdaganganantara kedua negara.PROTOKOL PERUBAHAN IP-PTA (2018)Pada 27 Januari 2018, Indonesia dan Pakistanmenandatangani Protokol Perubahan IP-PTA diIslamabad. Protokol ini memperluas cakupankonsesi tarif menjadi 279 pos tarif Indonesia dan320 pos tarif Pakistan. Protokol tersebut diratifikasimelalui Peraturan Presiden No. 114/2018 dan mulaidiimplementasikan pada 1 Maret 2019.SEKILAS TENTANG IP-PTAIPPTA (Indonesia–Pakistan Preferential Trade Agreement) merupakan perjanjiandagang antara Indonesia dan Pakistan yang mulai berlaku sejak 2013. IPPTAmemberikan tarif preferensial (potongan tarif bea masuk) bagi sejumlah produk asalkedua negara yang memenuhi Aturan Asal Barang (Rules of Origin/RoO).


Sejak implementasi IP-PTA, nilai perdagangan bilateral meningkat dari USD 1,6 miliarpada 2012 menjadi USD 4 miliar pada 2024, mencerminkan pertumbuhan sebesar 7,92%dalam lima tahun terakhir. Peningkatan ini menunjukkan efektivitas perjanjian dalammendorong perdagangan antara kedua negara.Kedua negara juga sepakat untuk memperluas perjanjian menjadi Trade in GoodsAgreement (IP-TIGA), yang mencakup keseluruhan pos tarif Indonesia dan Pakistan,guna memberikan manfaat maksimal bagi kedua negara. Dengan perkembangan ini,Indonesia dan Pakistan menunjukkan komitmen kuat untuk memperdalam kerja samaekonomi dan perdagangan, yang diharapkan dapat memberikan manfaat lebih besarbagi kedua negara di masa mendatang.Statistik Perdagangan Indonesia–Pakistan (2024); Ekspor Indonesia ke Pakistan: USD 2,9miliar, Impor Indonesia dari Pakistan: USD 315 juta, Neraca perdagangan: Surplus untukIndonesia. Produk unggulan ekspor: Minyak kelapa sawit, kertas, batu bara, sabun,rempah-rempah. Sejak implementasi IP-PTA, nilai perdagangan bilateral meningkatdari USD 1,6 miliar pada 2012 menjadi USD 4 miliar pada 2024, mencerminkanpertumbuhan sebesar 7,92% dalam lima tahun terakhir. Peningkatan ini menunjukkanefektivitas perjanjian dalam mendorong perdagangan antara kedua negara.Kedua negara juga sepakat untuk memperluas perjanjian menjadi Trade in GoodsAgreement (IP-TIGA), yang mencakup keseluruhan pos tarif Indonesia dan Pakistan,guna memberikan manfaat maksimal bagi kedua negara. Dengan perkembangan ini,Indonesia dan Pakistan menunjukkan komitmen kuat untuk memperdalam kerja samaekonomi dan perdagangan, yang diharapkan dapat memberikan manfaat lebih besarbagi kedua negara di masa mendatang.DAMPAK DAN PROSPEKPELUANG BAGI EKSPORTIR INDONESIA MELALUI IPPTA1. Tarif Lebih Rendah untuk Produk StrategisMisalnya, minyak sawit mentah (CPO) dan turunannya mendapatpotongan tarif bea masuk di Pakistan.2. Akses Pasar Lebih Besar untuk Produk FMCG dan Industri RinganProduk seperti sabun, kertas, makanan olahan, dan tekstil Indonesiamemiliki keunggulan harga dibanding pesaing global.3. Potensi Diversifikasi Pasar Non-TradisionalIPPTA membuka peluang ekspor ke pasar Asia Selatan yang masih belumdimaksimalkan oleh eksportir Indonesia.4. Dukungan Pemerintah dan Perluasan Produk yang DicakupKedua negara tengah dalam proses renegosiasi IPPTA untuk memperluasdaftar produk preferensial.


DAMPAK BAGI EKSPORTIRINDONESIAPerluasan perjanjian ini diharapkan dapatmemberikan manfaat bagi eksportir Indonesia,antara lain:LANGKAH STRATEGIS UNTUK EKSPORTIRTANTANGAN BAGI EKSPORTIR INDONESIA1. Persaingan Ketat dari Negara Lain (India, China)Pakistan juga memiliki perjanjian preferensial dengan negara lain, seperti Chinadan Malaysia.2. Ketatnya Persyaratan Dokumentasi dan Sertifikasi HalalProduk pangan harus memiliki sertifikasi halal yang diakui Pakistan.3. Biaya Logistik dan Akses PelabuhanAkses langsung ke pelabuhan di Karachi masih terbatas. Perlu optimalisasi rutepelayaran.4. Minimnya Informasi dan Edukasi IPPTA bagi UMKMBanyak pelaku usaha kecil belum memanfaatkan skema IPPTA karena kurangnyainformasi praktis.Akses pasar yang lebih luas ke Pakistanuntuk berbagai produk Indonesia.Pengurangan atau penghapusan tarif beamasuk bagi produk tertentu.Peningkatan daya saing produk Indonesia dipasar Pakistan.1. Gunakan Formulir SKA IPPTA (Surat Keterangan Asal)Diperoleh dari Dinas Perdagangan/Instansi Penerbit SKA yangditunjuk2. Cek Pos Tarif dan Preferensi di Pakistan Customs Tariff BookPastikan produk Anda termasuk dalam daftar produk yangmendapat preferensi3. Konsultasi dengan FTA Support Center & Atase PerdaganganDapatkan informasi terbaru dan bantuan teknis ekspor? Kontak:FTA Support Center - Kementerian PerdaganganEmail: [email protected]: 1500 225Website: www.kemendag.go.id


Click to View FlipBook Version