The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Newsletter FTA SC Jakarta Edisi _ 104_FTASCJ_2025

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Program Kerja Sama, 2025-12-15 23:47:55

Newsletter FTA SC Jakarta Edisi _ 104_FTASCJ_2025

Newsletter FTA SC Jakarta Edisi _ 104_FTASCJ_2025

Blog Saleftacenter.kemendag.go.id [email protected] ftasupportcenter_jkt @ftascenter_jkt FTA Support Center Jakarta @ftasupportcenterjakartaJakarta MenyapaFTA Support Center Jakarta kembali menyapa #kawaniagamelalui edisi 104/FTASCJ/2025 Newsletter FTA Support CenterJakarta. Pada edisi kali ini, kami menghadirkan informasimengenai tren dan peluang ekspor ke Australia yangdiharapkan dapat membantu UMKM dalam memanfaatkanperjanjian perdagangan serta memahami prosedur ekspor danketentuan biosecurity di Australia.Selamat membaca, #kawaniaga!Salam ekspor!NEWSLETPojok UpdateEDISI : 104/FTASCJ/2025NOVEMBER, 2025TREN & PELUANG EKSPORKE JEPANGTREN & PELUANG EKSPORKE JEPANGTren Ekspor Indonesia danJepangAlur Prosedur Ekspor keJepangPojok EdukasiDaftar IsiUpdate Perjanjian Perdagangan ..........01 Update KegiatanJanuari -November 2025Pojok Berita ..........02 ..........03 Pojok Ekspor ...........04 Glosarium Pojok Alur Aturan tentang Pajak dan Tata KelolaEkspor Kelapa SawitTren Ekspor Indonesia dan Jepang Tahapan Penghapusan Tarif Jepanguntuk Produk Indonesia dalam SkemaIJEPAProsedur Ekspor ke JepangSertifikasi Produk Jepang (JAS)......05-09 .......10-11 ..........12


POJOK UPDATEPP No. 36 th 2008 PP No. 98 th 2012 PP No. 11 th 2019Indonesia-Australia CEPA(IACEPA)PP No. 1 th 2020 PP No. 25 th 2022PP No. 1 th 2021Preferential Trade AgreementD8 (PTA-D8)PP No. 54 th 2011ASEAN Trade in GoodsAgreement (ATIGA)PP No. 84 th 2020Indonesia-United Arab Emirates(IUAECEPA)PP No. 43 th 2023PP No. 54 th 2014PP No. 50 th 2009PP No. 40 th 2010PP No. 34 th 2020PP No. 108 th 201812 TNC MeetingthOn going reviewIndonesia-EU CEPAsubstansial conclusions:23 September 2025Indonesia-Tunisia PTA*Selesai secara substansialIndonesia-EAEU FTA*Selesai secara substansialIndonesia-GCC FTA2nd roundASEAN-Canada FTA Indonesia-Turkey FTA>PTARenegotiation (on-going)Indonesia-Mercosur CEPAPreleminary MeetingIndonesia-Pakistan TIGA2nd roundIndonesia-Sri Langka PTA2nd roundIndonesia-Bangladesh PTA4th TNC MeetingIndonesia-Mauritius PTA4th roundReviu ASEAN-India FTAIMPLEMENTASIPROSES PERUNDINGANftacenter.kemendag.go.id [email protected] ftasupportcenter_jkt @ftascenter_jkt FTA Support Center Jakarta @ftasupportcenterjakartaPP No. 65 th 2025EFTAIndonesia-Mozambique PTA(IMPTA)PP No. 90 th 2021PP No. 70 th 2025Indonesia-Japan EPA (IJEPA)Form IJEPAIndonesia-Pakistan PTAForm IPIndonesia-Chile CEPA (ICCEPA)(TIG)Form ICCEPA Form IMForm IAIndonesia-Korea CEPA (IKCEPA)Form IKIndonesia-EFTA CEPA (IECEPA)Form IEForm D8Form D Form IUAEASEAN-China FTA (ACFTA)Form ACIndonesia-Iran PTA (IIPTA)Form IIASEAN-Japan CEP (AJCEP)Form AJASEAN-India FTA (AIFTA)Form AIASEAN-Hong Kong, China FTA&Investment AgreementForm AHKFTAASEAN-Australia-New ZealandFTA (AANZFTA)Form AANZFTARegional ComprehensiveEconomic Partnership (RCEP)Form RCEPASEAN-Korea FTA (AKFTA)Form AKIndonesia-Malaysia BTAProses penertapan R-Perpres diPresidenAsia Pacific CoconutCommunityProses penetapan R-Perpres diPresidenInternational CoffeeAgreementProses penertapan R-Perpres diPresidenInternational CoconutCommunityProses penertapan R-Perpres diPresidenProtokol Perubahan AANZFTAProses harmonisasi diKementerian HukumProtokol Perubahan IndonesiaJapan EPAProses harmonisasi di KementerianHukumProtokol Perubahan ASEANMNPProses pra-harmonisasiProtokol Perubahan ASEANHong Kong FTAProses pra-harmonisasiASEAN MRA for BCMProses pra-ratifikasiAFSRFAProses pra-ratifikasiIndonesia-Peru CEPAProses pra-ratifikasiIndonesia-Canada CEPAProses pra-ratifikasiFTA Support Center Jakarta I 01PPEERRJJAANNJJIIAANN PPEERRDDAAGGAANNGGAANNUUppddaattee ssaammppaaii ddeennggaann DDeesseemmbbeerr 22002255PROSES RATIFIKASIUU No 24 th 2022 PP No. 111 2018Indonesia-Chile CEPA (ICCEPA)(TIS)ASEAN Trade in ServicesAgreement (ATISA)PP No.3 th 2023Second Protokol to AmendATIGAProses Pra-Ratifikasi3.0 Upgrading Protocol ACFTAProses Pra-Ratifikasi


POJOK BERITAftacenter.kemendag.go.id [email protected] ftasupportcenter_jkt @ftascenter_jkt FTA Support Center Jakarta @ftasupportcenterjakartaPenambahan Negara Mitra Dagang Indonesia melalui FTA dan PTATimor Leste resmi menjadi anggota ASEAN dengan penandatanganan Declaration on theAdmission of Timor-Leste into ASEAN dalam KTT ASEAN ke-47. Proses keanggotaan TimorLeste sebagai anggota ASEAN dimulai pada tahun 2011. Ekspor Timor Leste ke ASEAN dalam2020-2024 berkisar antara USD 45 juta – USD 161 juta dimana porsinya kurang dari 1% imporASEAN. Meskipun demikian, ASEAN merupakan pasar ekspor yang penting bagi Timor Leste.Ekspor Timor Leste ke ASEAN yaitu 24%-53% dari total nilai ekspor. Jenis produk utamaTimor Leste yang diekspor ke ASEAN relatif terbatas di antaranya dari kelompok sayur danbuah, kopi, teh dan rempah, serta barang tambang dan mineral.Timor LestePeru merupakan negara di bagian barat Amerika Selatan yang masuk dalam kategori negaraberpendapatan menengah dengan pendapatan perkapita per tahun sebesar USD 8.800.Indonesia dan Peru menandatangani dokumen kerja sama perjanjian kemitraan ekonomikomprehensif dalam Indonesia-Peru Comprehensive Economic Partnership Agreement (IPCEPA) pada November 2025. Mitra dagang utama Peru, yaitu Tiongkok, Amerika Serikat,India, Kanada, dan Jepang dimana 40% perdagangannya yaitu dengan Tiongkok.PeruPeru terlibat dalam sekitar 21 kerja sama barang dan jasa yang telah diimplementasikan baik secara bilateral, regional, maupunmultilateral. Peru memiliki beberapa negara mitra kerja sama yang sama dengan Indonesia, di antaranya adalah Singapura, KoreaSelatan, Tiongkok, Chile, Jepang, EU, EFTA, dan Kanada. Nilai ekspor Indonesia ke Peru pada 2020 adalah USD 172,78 yangtercatat tumbuh rata-rata 24,05% per tahun dan mencapai USD 329,42 juta pada 2024. Neraca perdagangan Indonesia denganPeru konsisten surplus sepanjang tahun 2020-2024. Dalam periode ini, ekspor utama Indonesia ke Peru adalah produk mesin, alatangkut, dan perlengkapan dari HS87 dan HS84, serta produk alas kaki dari HS 64. Indonesia masih mempunyai peluangdiversifikasi ekspor produk HS 84 ke Peru terutama untuk mesin data processing HS 847130, HS847150, dan HS 847170sedangkan untuk HS.Trade Policy Review (TPR) 2020 dari WTO untuk Peru menyebutkan prosedur impor umum Peru mengikuti General Customs Law.Menurut Undang-Undang ini, impor dibagi menjadi impor untuk konsumsi, impor ulang di negara yang sama dan reekspor,sedangkan pabean ditentukan berdasarkan saat deklarasi impor.Indonesia dan Tunisia menyepakati rancangan kesepakatan PTA bilateral pada November 2025.Tunisia memiliki 10 kerja sama bilateral, regional maupun multilateral yang efektif berjalan. Di antaranegara mitra kerja sama Indonesia yang juga mitra Tunisia yaitu Turki, Uni Eropa, dan EFTAsedangkan kerja sama lainnya yaitu Tunisia dalam African Continental Free Trade Area (AfCTA),Common Market for Eastern and Southern Africa (COMESA), Pan Arab Free Trade Area (PAFTA),dan Protocol on Trade Negotiation (PTN), dan GSTP. Tunisia juga mempunyai kerja samaperdagangan bilateral dengan Inggris dalam UK-Tunisia FTA.TunisiaTrade Policy Review (TPR) 2025 oleh WTO untuk Tunisia menyebutkan bahwa Tunisia sedangmengalami masa transisi menuju perekonomian jasa yang terbuka. Nilai indeks keterbukaan--mengukur proporsi ekspor dan impor terhadap PDB-B di atas 100% dan di atas rata-rata indeksketerbukaan negara-negara di Afrika Utara.Dalam 2020-2024, rata-rata 64% nilai ekspor total Indonesia ke Tunisia merupakan HS15 dimana yang berbasis sawit yaituHS151190 dan HS 151329, berbasis kelapa yaitu HS 151319, sedangkan yang lainnya yaitu HS151790 dan HS151620. Produk HS15yang masih berpotensi untuk diversifikasi ke pasar Tunisia yaitu HS 150710. Selain produk-produk dari HS15, ekspor Indonesia keTunisia masih fluktuatif dari kontinuitas. Produk manufaktur HS84 masih berpotensi tinggi untuk diversifikasi ekspor seperti HS847130, HS847170, dan HS 847150. Potensi diversifikasi ekspor HS85 juga tersedia meskipun nilainya tidak sebesar produkproduk HS 84.Sumber:FTA Support Center Jakarta I 02


Januari Februari MaretAprilMeiJuniJuli Agustus September Okt02040608010019 18 18510 11 14 11 12POJOK UPDATEBaliBantenDKI JakartaJambiJawa BaratJawa TengahJawa TimurKalimantan Tengah1.2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.Kalimantan TimurLampungMaluku UtaraRiauSulawesi SelatanSulawesi BaratSumatera SelatanSumatera Utara9.10.11.12.13.14.15.16.12 345 689107111213141516ftacenter.kemendag.go.id [email protected] ftasupportcenter_jkt @ftascenter_jkt FTA Support Center Jakarta @ftasupportcenterjakartaKKEEGGIIAATTAANN TTEERRBBAARRUU FFTTAA SSUUPPPPOORRTT CCEENNTTEERR JJAAKKAARRTTAABaru 183 Lanjutan 36Kelompok HS Produk EksporNegara Tujuan Ekspor Cakupan Wilayah Pelaku UsahaTotal Nilai EksporUSD 127,675,751Berhasil EksporEkspor HS 29054400 ke Indi Ekspor HS 09109910 ke Jepa Ekspor HS 21069099 ke Aust Jumlah Pelaku UsahaPengguna Layanan Konsultasi Januari-November 2025FTA Support Center Jakarta I 03Layanan Edukasi Januari-November 2025Ekspor HS 30029000 ke Viet EXPORTEkspor HS 2915.70 ; 2915.90 3823.70 ; 2905.45 ke ASEAN menggunakan Form AK, D, FTA Clinic Sumatera UtaraKolaborasi dengan Kawasan Industri Me Perdagangan dan ESDM Suma pada 17-20 NovembeTrade Expo Indonesia (TEI)Konsultasi Publik di Booth CEPA-FTA B pada 15-19 Oktober


POJOK EKSPORftacenter.kemendag.go.id [email protected] ftasupportcenter_jkt @ftascenter_jkt FTA Support Center Jakarta @ftasupportcenterjakartaTTrreenn EEkkssppoorr IInnddoonneessiiaa ddaann JJeeppaannggIndonesia dan Jepang mempunyai hubungan kerja sama ekonomi dalam Indonesia–Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) yang ditandatangani pada tahun 2007dan efektif implementasi pada tahun 2008. Setelah beberapa tahun berjalan, Indonesiadan Jepang melakukan reviu atas implementasi IJEPA dan pada tahun 2025. ProtokolHasil Reviu dalam tahap ratifikasi dan belum resmi diberlakukan. Dengan demikian,ketentuan perdagangan pada tahun 2025 ini masih mengacu pada IJEPA sebelum hasilReviu. Indonesia dan Jepang juga merupakan mitra dalam Regional ComprehensiveEconomic Partnership (RCEP) yang efektif implementasi pada 2023.FTA Support Center Jakarta I 04Selama periode 2020–2024, ekspor Indonesia ke Jepang menunjukkan pola berfluktuasi.Pada tahun 2020, nilai ekspor Indonesia yaitu USD 13,6 miliar meningkat menjadi USD24,4 miliar pada 2022. Peningkatan ini turun pada kisaran USD 20,7 miliar pada 2023–2024. Berdasarkan kelompok produk, HS 27-Mineral fuels, mineral oils, HS 85-Electricalmachinery, dan HS 75-Nickel and articles merupakan penyumbang ekspor terbesar. Nilaiekspor HS 27 yaitu sekitar USD 8,8 miliar pada 2022 maupun 2023–2024. Nilai eksporHS 85 menunjukkan tren positif, meningkat dari sekitar USD 1,3 miliar pada 2020menjadi lebih dari USD 1,7 miliar pada 2024. Sebaliknya, nilai ekspor HS 75 menurun darisekitar USD 771 juta pada 2020 menjadi hanya USD 405 juta pada 2024.Selain kinerja aktual ekspor, terdapat juga produk dengan potensi besar untuk memasukipasar Jepang. Nilai potensi ekspor Indonesia ke Jepang yang utama selain produkmineral meliputi HS 151190-Palm oil & fractions, processed; HS 0304Xd Fish fillets,frozen n.e.s.; HS 03XXX Aquatic invertebrates & edible meals, n.e.s.; HS 8703XX Motorvehicles for the transport of <10 persons; HS 85XXX LED lamps, electrical machines,apparatus & parts, n.e.s.; HS 0306Xa Shrimps & prawns, frozen; HS 140490 Vegetableproducts, n.e.s.; serta HS 1605Xa Shrimps & prawns, prepared/preserved. Potensiekspor ini ditunjukkan pada Gambar 1.Gambar 1. Nilai Potensi Ekspor untuk 10 (Sepuluh) Produk Utama Indonesia ke JepangSumber: Trademap diolah, 2025


POJOK ALURKategori Perlakuan Tarif Bea MasukA Dihapuskan langsung sejak tanggal mulai berlaku perjanjianB3 Dihapuskan dalam 4 tahap tahunan yang sama dari tarif dasarB5 Dihapuskan dalam 6 tahap tahunan yang sama dari tarif dasarB7 Dihapuskan dalam 8 tahap tahunan yang sama dari tarif dasarB10 Dihapuskan dalam 11 tahap tahunan yang sama dari tarif dasarB15 Dihapuskan dalam 16 tahap tahunan yang sama dari tarif dasarPDiberlakukan sesuai dengan syarat dan ketentuan sesuai catatan padakolom 5 tarrif schedule masing-masing negara (bisa karena aturantambahan, pengecualian, dll)QDiberlakukan sesuai dengan syarat dan ketentuan sesuai catatan padakolom 5 masing-masing tariff schedule (ditentukan dengan catatankhusus di tariff schedule Jepang/hanya di Jepang saja)RDiberlakukan sesuai dengan syarat dan ketentuan sesuai catatan padakolom 5 masing-masing tariff schedule (belum final, masih harusdinegosiasikan lagi)XDikecualikan dari setiap komitmen pengurangan atau penghapusanbea masuk dan komitmen negosiasi (tidak ada kewajiban hapus ataukurangi tarif dan tidak wajib masuk ke negosiasi).ftacenter.kemendag.go.id [email protected] ftasupportcenter_jkt @ftascenter_jkt FTA Support Center Jakarta @ftasupportcenterjakartaTahapan Penghapusan Tarif Jepang untuk ProdukIndonesia dalam Skema Perjanjian Indonesia-Jepang(IJEPA)Tahapan Penghapusan Tarif Jepang untuk ProdukIndonesia dalam Skema Perjanjian Indonesia-Jepang(IJEPA)Komitmen Jepang dalam Jepang untuk untuk ekspor barang dari Indonesia dibagi ke dalamkategori penghapusan secara bertahap dan syarat tertentu seperti seperti pada Tabel 1.Grafik 1. Nilai Ekspor Indonesia ke Australia, 2020-2024FTA Support Center Jakarta I 05Tabel 1. Kategori Komitmen Tarif Bea Masuk dari Jepang untuk Ekspor Indonesia dalamIJEPA Sebelum Reviu


POJOK ALURFTA Support Center Jakarta I 06Sebagai contoh, HS 0307.31-Mussels termasuk kategori R sehingga tarifnya belum final danmasih menunggu negosiasi.Sementara HS 0202-Daging sapi beku berada pada kategori X, sehingga tetap dikenakan tarifnormal tanpa penghapusan atau pengurangan meskipun dalam kerangka IJEPA sebelum hasilreviuHS 1905.32-Waffles dan wafers dalam kategori P sehingga tarif preferensi hanya berlaku jikamemenuhi syarat tambahan di tariff schedule.Catatan tambahan yang dicantumkan sebagai “notes” merupakan bagian yang penting dalamprosedur ekspor ke Jepang dan tariff schedule. Catatan ini menjelaskan ketentuan khususbagi beberapa produk ekspor Indonesia.Pada kolom 5 tariff schedule ditampilkan “Note” yang merujuk pada syarat dan ketentuanyang berlaku untuk kode HS, dan khusus untuk komitmen yang diberikan Jepang kepadaIndonesia, angka Note tersebut merujuk ke penjelasan di bagian Notes for Schedule of Japan(Part 2 Section 1).Sebagai contoh, pada Gambar 2, kolom 5 tertulis angka 1, yang artinya merujuk pada Notesfor Schedule of Japan – Part 2 Section 1, Note 1. Produk HS 0302.34 (Bigeye tunas) dariIndonesia ke Jepang mengacu pada Note 1, yaitu skema tariff rate quota dengan kuota 1.000ton per tahun bebas bea selama lima tahun pertama; selebihnya dikenakan tarif normal.Gambar 2. Contoh notes pada kolom 5 schedule of tariff.Ketentuan Tambahan dalam Jadwal TarifJepang : Kolom NoteKetentuan Tambahan dalam Jadwal TarifJepang : Kolom Noteftacenter.kemendag.go.id [email protected] ftasupportcenter_jkt @ftascenter_jkt FTA Support Center Jakarta @ftasupportcenterjakarta


POJOK ALURftacenter.kemendag.go.id [email protected] ftasupportcenter_jkt @ftascenter_jkt FTA Support Center Jakarta @ftasupportcenterjakartaAAlluurr PPrroosseedduurr EEkkssppoorr kkee JJeeppaannggBerbeda dengan banyak negara lain, Jepang memiliki mekanisme impor yang menempatkantanggung jawab utama pada importir, bukan eksportir. Di Jepang, eksportir tidak diwajibkanmelakukan registrasi namun importir wajib terdaftar dan mengajukan deklarasi impormelalui Japan Customs via customs.go.jp. Setelah proses ini selesai, barang impor akanmengikuti prosedur kementerian teknis yang berwenang sesuai kategori produknya.Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries (MAFF) berfokus pada produksi danmutu di bidang pertanian, kehutanan, perikanan, serta pakan. Untuk impor produkpertanian, kehutanan, dan perikanan mentah, MAFF melalui plant protection stationatau animal quarantine service melakukan pemeriksaan karantina. MAFF jugamenetapkan Japanese Agricultural Standards (JAS), yaitu standar nasional Jepanguntuk produk pangan, kehutanan, dan perikanan.Ministry of Health, Labour and Welfare (MHLW) berfokus pada keamanan pangan,kesehatan, obat, kosmetik, dan suplemen. Semua makanan (baik impor maupun lokal)wajib mematuhi Food Sanitation Act (FSA), yang mengatur:1.Batas residu pestisida, logam berat, kontaminan2.Batas penggunaan food additives3.Standar higienitas & keamanan produksi makananMinistry of Economy, Trade and Industry (METI) mengawasi produk industri danmanufaktur, seperti mesin, kendaraan, peralatan listrik, elektronik, dan bahan kimia.METI menetapkan standar teknis dan keselamatan melalui Japanese IndustrialStandards (JIS) serta Product Safety Electrical Appliance & Materials (PSE) untukproduk listrik/elektronik. Standar JIS dikelola oleh Japanese Standards Association(JSA), dan produk yang memenuhinya dapat disertifikasi oleh lembaga terakreditasiMETI, seperti Japan Quality Assurance Organization (JQA) yang menerbitkan sertifikatJIS Mark melalui audit pabrik dan uji produk.Ministry of the Environment (MOE) berperan dalam regulasi yang berkaitan denganlingkungan, limbah, daur ulang, serta pengelolaan bahan kimia berbahaya. Produkyang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan, termasuk baterai, plastik, danbahan kimia tertentu, wajib mematuhi peraturan MOE agar dapat dipasarkan diJepang. Selain itu, MOE bekerja sama dengan METI dan MHLW dalam penerapanChemical Substances Control Law (CSCL) untuk memastikan bahan kimia impor amandan sesuai dengan standar Jepang.FTA Support Center Jakarta I 07Selengkapnya : maff.go.jp/e/Selengkapnya : mhlw.go.jp/english/Selengkapnya : meti.go.jp/english/Selengkapnya : env.go.jp/en/


POJOK ALURSSeerrttiiffiikkaassii PPrroodduukk JJeeppaannggJapanese Agricultural Standards (JAS) merupakan standar nasional Jepang yangditerapkan untuk produk pertanian, kehutanan, dan perikanan, termasuk produk olahannya.Sertifikasi JAS diberikan kepada produk yang telah memenuhi kriteria penilaian tertentu,seperti kualitas bahan baku, metode produksi, pengemasan, hingga pelabelan. Penilaiandilakukan oleh lembaga sertifikasi yang diakui oleh Ministry of Agriculture, Forestry andFisheries (MAFF) Jepang. Produk yang telah tersertifikasi berhak menggunakan label JASmark, yang menjadi jaminan mutu di mata konsumen dan meningkatkan daya saing produkdi pasar Jepang.JAS tidak bersifat wajib sehingga hanya produk yang ingin menggunakan label/logo JASyang harus sertifikasi. Jenis standar JAS mencakup:Kualitas/Spesifikasi ProdukStandar untuk produk dengan kandungan/komponen tertentu, sebagaicontoh apel dengan label JAS harus seragam ukurannya, bebas daripestisida terlarang, dan memiliki kadar kemanisan minimum.Proses Produksi/Distribusi ProdukStandar untuk produk yang dihasilkan dengan metode produksi ataubudidaya tertentu, sebagai contoh beras organik bersertifikat JASdiproduksi tanpa pupuk dan pestisida sintetis, serta distribusinya diawasiagar tidak tercampur dengan beras non-organik.Metode Pengujian ProdukStandar metode pengujian kandungan dan keamanan produk, sebagaicontoh uji DNA kedelai untuk memastikan produk non-GMO (NonGenetically Modified Organism) sebelum diberi label JAS.Metode Penanganan Produk oleh Pelaku UsahaStandar pengendalian dan manajemen dalam penanganan produk, sebagaicontoh ikan segar harus dijaga pada suhu tertentu sepanjang rantaidistribusi agar kualitasnya terjamin.Metode Pengelolaan Usaha oleh Pelaku UsahaStandar terkait manajemen usaha, termasuk tenaga kerja dan pencatatan,sebagai contoh petani teh yang ingin mendapat JAS harus memilikipencatatan lengkap mengenai proses budidaya dan manajemen tenagakerja.Terminologi terkait (1)–(5)Standar definisi istilah terkait poin (1)–(5). Definisi resmi “organik” atau“bebas pestisida” digunakan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dipasar.ftacenter.kemendag.go.id [email protected] ftasupportcenter_jkt @ftascenter_jkt FTA Support Center Jakarta @ftasupportcenterjakartaFTA Support Center Jakarta I 08


POJOK ALURJapan Agricultural Standards (JAS) untuk produk organik memiliki perjanjian kesetaraan(equivalency) dengan beberapa negara. Misalnya, sejak 1 Januari 2014, Jepang danAmerika Serikat saling mengakui standar organik masing-masing (JAS dan USDA NOP),sehingga produk organik bersertifikat bisa dipasarkan langsung tanpa sertifikasi ulang,asalkan memenuhi ketentuan dalam kesepakatan.ftacenter.kemendag.go.id [email protected] ftasupportcenter_jkt @ftascenter_jkt FTA Support Center Jakarta @ftasupportcenterjakartaGeneral JAS Organic JAS Specific JASSelain itu, Kanada dan Jepang juga memiliki perjanjian kesetaraan mutual untuk produkorganik tanaman dan produk olahan organik. Produk yang bersertifikat sesuai standarorganik Kanada atau JAS dapat dijual dan dilabeli sebagai organik di kedua negara selamamemenuhi aturan pelabelan dan persyaratan lainnya.Kategori logo JAS antara lain:Selengkapnya: maff.go.jp.For YourInformationFor YourInformationuntuk kualitasproduk (grade,komposisi,spesifikasi).untuk produk organik(wajib sertifikasi jikaingin menggunakanklaim/label “organic”).untuk produkpangan yangdibuat denganmetode produksikhususNamun demikian, kesetaraan ini tidak berlaku otomatis untuk semua negara. Jikasebuah negara belum menjalin perjanjian kesetaraan dengan Jepang, produk organikdari negara tersebut tetap harus disertifikasi langsung sesuai standar JAS apabilaingin menggunakan label JAS di pasar Jepang.FTA Support Center Jakarta I 09Selengkapnya: ams.usda.govSelengkapnya: maff.go.jpinspection.canad


POJOK EDUKASIftacenter.kemendag.go.id [email protected] ftasupportcenter_jkt @ftascenter_jkt FTA Support Center Jakarta @ftasupportcenterjakartaDasar hukum pungutan eksporkelapa sawit yang berlaku saat inidiatur dalam Peraturan MenteriKeuangan Republik IndonesiaNomor 69 Tahun 2025 tentang TarifLayanan Badan Layanan UmumBPDPKS untuk Ekspor Kelapa Sawit,CPO, dan/atau Produk Turunannya.FTA Support Center Jakarta I 10Aturan tentang Pajak dan Tata Kelola EksporKelapa Sawit serta Produk Turunannya diIndonesiaAturan tentang Pajak dan Tata Kelola EksporKelapa Sawit serta Produk Turunannya diIndonesiaKebijakan ekspor kelapa sawit dan produk turunannya di Indonesia diatur melalui sejumlahregulasi lintas kementerian, yang mencakup pengenaan pungutan ekspor, tata kelola izinekspor, hingga mekanisme pelaporan dan pengawasan.Regulasi utama diterbitkan oleh Kementerian Keuangan dan Kementerian Perdagangan,dengan koordinasi bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).Pungutan dan Bea Keluar Ekspor Tata Kelola Ekspor Produk TurunanKelapa SawitKetentuan mengenai tata kelola eksporproduk turunan kelapa sawit ditetapkandalam Peraturan Menteri PerdaganganRepublik Indonesia Nomor 26 Tahun 2024tentang Ketentuan Ekspor Produk TurunanKelapa Sawit, yang kemudian diperbaruimelalui Permendag Nomor 2 Tahun 2025.Point Pembaruan :Produk tertentu seperti Used Cooking Oil(UCO), POME, HAPOR, residu sawit, danfatty matter tertentu kini memerlukanmekanisme tambahan berupa pembahasandan persetujuan melalui Rapat KoordinasiAntarkementerian Bidang Pangan sebelumPersetujuan Ekspor (PE) dapat diterbitkan.Melalui PMK 69/2025, pemerintahmenetapkan bahwa tarif pungutanekspor mengacu pada struktur tarifresmi yang tercantum dalamLampiran PMK, yang berbeda-bedaberdasarkan jenis produk dan hargareferensi CPO yang diumumkansecara berkala oleh KementerianPerdagangan.


POJOK EDUKASIftacenter.kemendag.go.id [email protected] ftasupportcenter_jkt @ftascenter_jkt FTA Support Center Jakarta @ftasupportcenterjakartaPajak ekspor disebut juga bea keluar dan menurut UU No. 10 Tahun 1995tentang Kepabeanan (sebagaimana diubah dengan UU No. 17 Tahun 2006)Pasal 1 angka 14 Bea Keluar didefinisikan sebagai: “pungutan negara yangdikenakan terhadap barang ekspor.”Mengenal Pajak EksporApa ItuPajakEkspor?Apa ItuPajakEkspor?Siapa dan KapanPajak EksporDibayarkan?Siapa dan KapanPajak EksporDibayarkan?Eksportir adalah pihak yang wajib membayar pajak ekspor saatpengajuan Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) keluar.BBaarraanngg AAppaa SSaajjaa yyaanngg KKeennaa PPaajjaakk EEkkssppoorr??Menurut PMK 68 Tahun 2025, berikut barang yang dikenakan pajak ekspor:1.Kulit dan kayu;2.Biji kakao;3.Kelapa sawit, Crude Palm Oil (CPO), dan produk turunannya;4.Produk hasil pengolahan mineral logam;5.Produk mineral logam dengan kriteria tertentu; dan6.Getah pinus. PMK 68 Tahun 2025JJeenniiss PPaajjaakk EEkkssppoorr ddaann LLaannggkkaahh PPeerrhhiittuunnggaannBea Keluar (BK)1.Tentukan HS Code2.Tentukan Harga Referensi3.Cari Tarif Bea Keluar dalam Tabel (Lampiran PMK 68/2025)4.Tentukan Jumlah Volume Ekspor5.Hitung Bea Keluar dalam USD6.Konversi ke Rupiah (jika diperlukan)Bea Keluar adalah pungutan negara berdasarkan Undang-UndangKepabeanan yang dikenakan terhadap barang ekspor (PMK 38 Tahun2024). Berikut langkah perhitungan bea keluar:Pungutan Ekspor Sawit (BPDPKS/Dana Perkebunan)PPh Badan TahunanPungutan Ekspor Sawit merupakan tarif yang diberikan pada saatmelakukan ekspor untuk komoditas sawit dan dibayarkan ke BPDPKS.PPh Badan Tahunan adalah kewajiban pajak tahunan bagi entitas usaha berbentukbadan, seperti: PT, CV, firma, koperasi, yayasan, BUMN, dan sebagainya.1.Tentukan HS Code2.Cek Tarif Pungutan Ekspor di PMK3.Cek Harga Referensi CPO (diterapkan oleh Kementerian Perdagangan per bulan)4.Hitung Pungutan Ekspor per Meteric Ton (MT)5.Tentukan Volume Ekspor6.Hitung Total Punguntan Ekspor (PE) (rumus: Total PE = PE per MT x volume)1.Laba kotor= omset-HPP2.Laba usaha = laba kotor-biaya operasional3.PKP= Laba usaha+koreksi fiskal4.PPH terhutang (22%) = 22% x PKP5.PPH kurang bayar (PPH29) = PPH terhutang-kredit pajakJadi, PPh badan tahunan adalah hasil dari PPh kurang bayar.FTA Support Center Jakarta I 11


ftacenter.kemendag.go.id [email protected] ftasupportcenter_jkt @ftascenter_jkt FTA Support Center Jakarta @ftasupportcenterjakartaFun Fun sectionSekilas InfoFTASCSekilas InfoFTASCinternasional/FTA kepada masyarakat atau pelaku usaha dan memberikan dukungananalisis kepada pemangku kebijakan untuk mengoptimalkan pemanfaatan perjanjianperdagangan internasional (FTA-Related Policy Improvment).FTA Support Center sebagai pusat informasi perjanjian perdaganganGGlloossaarriiuummDokumen resmi agar barang ekspor mendapat nomor pendaftaran,dan menjadi dasar untuk pemeriksaan dan pengeluaran barang dariKawasan Pabean.PemberitahuanEkspor Barang(PEB):Dokumen ini disusun semata-mata untuk tujuan informatif dan tidak memberikan jaminan atas keakuratanmaupun kelengkapan informasi yang disajikan. Segala kerugian yang muncul akibat tindakan yang didasarkanpada dokumen ini bukan merupakan tanggung jawab penyusun.PersetujuanEkspor (PE)Izin atau persetujuan resmi di bidang ekspor, syarat bagi eksportiruntuk dapat mengekspor barang tertentu:Perjanjian Bilateral : Perjanjian internasional yang dibuat antara dua negaraFTA Support Center Jakarta I 12FFiillll iinn tthhee BBllaannkkLengkapi kalimat berikut dengan istilah yang tepat!1.______________ adalah standar nasional Jepang untuk produk pangan, kehutanan, danperikanan.2.Produk listrik dan elektronik tertentu harus memenuhi standar ____________ dan PSE.3.Proses ekspor ke Jepang dimulai dari pemeriksaan oleh ____________ sebelum diarahkan kekementerian teknis terkait.4.Lembaga yang berwenang melakukan sertifikasi JIS Mark adalah ____________.Bea Keluar (BK) Pungutan negara berdasarkan Undang-Undang Kepabeanan yangdikenakan terhadap barang ekspor:Pungutan Ekspor Tarif yang diberikan pada saat melakukan ekspor untuk komoditassawit dan dibayarkan ke BPDPKS.:PPh BadanTahunanKewajiban pajak tahunan bagi entitas usaha berbentuk badan, seperti:PT, CV, firma, koperasi, yayasan, BUMN, dan sebagainya.:


Click to View FlipBook Version