HENDRIYUSUF
MODULPRAKTIKUM
RANDAI
PROGRAM STUDIPENDIDIKAN TARI
JURUSAN SENDRATASIK
FAKULTASBAHASA DAN SENI
UNIVERSITASNEGERIPADANG
2020
MODUL PRAKTIKUM
RANDAI
Disusun Oleh :
HENDRI YUSUF S.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TARI
JURUSAN SENDRATASIK
FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2020
KATA PENGANTAR
Modul praktikum ini dibuat sebagai panduan yang digunakan dalam matakuliah
Praktik randai
Tujuan pembuatan modul ini adalah:
1. Program praktikum dapat dikelola dengan efisien dan efektif.
2. Terwujudnya standarisasi yang berkesinambungan pada matakuliah Praktik
Randai
3. Terwujudnya proses belajar mengajar secara bertahap dengan baik dan benar
sesuai dengan tujuan program bidang studi.
4. Mengoptimalkan waktu dalam proses belajar mengajar.
Semoga modul praktikum ini dapat bermanfaat sesuai dengan tujuan dan
sasaran pendidikan.
Padang, Juni 2020
Penyusun
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ......................................................................................................... i
Daftar Isi ................................................................................................................... ii
A. Tujuan Instruksional .......................................................................................... iii
B. Sasaran Pembelajaran......................................................................................... iv
C. Alat dan Kelengkapan........................................................................................ v
D. Materi Praktikum
1. Pratikum Pertemuan I.................................................................................. 2
2. Pratikum Pertemuan II ................................................................................ 7
3. Pratikum Pertemuan III, IV, V................................................................... 12
4. Pratikum Pertemuan VI, VII ....................................................................... 17
5. Pratikum Pertemuan VIII ............................................................................ 19
6. Pratikum Pertemuan X ................................................................................ 22
7. Pratikum Pertemuan XI,XII,XIII................................................................. 25
8. Pratikum Pertemuan XIV,XV ..................................................................... 37
9. Pratikum Pertemuan XVI ............................................................................ 35
A. Kompetensi umum
1. Mahasiswa mampu menjelaskan randai
2. Mahasiswa mampu menampilkan gerak Randai
3. Mahasiswa mampu menampilkan gerak randai yang diiringi dendang
4. Mahasiswa mampu menampilkan penokohan dalam Randai
5. Mahasiswa mampu menampilkan musik pengiring randai
B. Kompetensi Khusus
1. Mampu menjelaskan pengertian randai
2. Mampu menjelaskan unsur – unsur pokok dalam randai
3. Mampu menampilkan motif – motif gerak dasar randai individu dan
berpasangan
4. Mampu menampilkan struktur / susunan gerak randai setiap legaran
5. Mampu menampilkan dendang pengiring gerak randai
6. Mampu memainkan musik pengiring randai
7. Mampu menampilkan penokohan / dialog tokoh dalam cerita randai
C. Uraian Materi
1. Pengertian Randai
2. Unsur – unsur pokok dalam Randai
3. Gerak dasar Randai tunggal dan berpasangan
4. Struktu gerak Randai setiap legaran
5. Dendang pengiring gerak Randai
6. Musik pengiring Randai.
7. Penokohan /dialog Randai.
D. Alat dan kelengkapan
1. Pakaian praktik
2. Properti tokoh
3. Kostum pemain galombang Randai
4. Kostum tokoh Randai
5. Alat musik pengiring Randai
PRATIKUM PERTEMUAN I dan II
A. Kompetensi Khusus
1. Mampu menjelaskan pengertian Randai
2. Mampu menjelaskan pengertian Randai secara umum berdasarkan pendapat
para ahli
3. Mampu menjelaskan sejarah Randai
4. Mampu menjelaskan bentuk pertunjukan Randai
5. Mampu menjelaskan karakteristik Randai
6. Mampu menjelaskan unsur-unsur Randai
7. Mampu menjelaskan fungsi Randai
8. Mampu menjelaskan falsafah Randai
B. Uraian Materi
1. Pengertian Randai
2. Randai menurut ahli
3. Sejarah perkembangan Randai
4. Bentuk struktur pertunjukan Randai
5. Unsur-unsur seni dalam Randai
6. Funsi Randai
7. Falsafah Randai
C. Prosedur
1. Melakukan Persiapan
Persiapan perkuliahan sangat penting dilakukan. Kegiatan tersebut bermanfaat
untuk peserta kuliah agar faham dan mengerti arah dan tujuan yang dicapai
dalam perkuliahan tersebut.
2. Pengambilan Absen atau Cek Kehadiran.
Kegiatan pengambilan absen perlu dilakukan agar setiap pertemuan
perkuliahan dapat terdokumentasi dengan baik.
3. Penyampaian Materi Perkuliahan
Materi perkuliahan yang disampaikan disajikan dengan terstruktur, mangingat
pada mata kuliah Randai pertemuan I dan II merupakan materi berupa teori -
teori tentang Randai maka materi pertemuan dapat disajikan dengan
menggunakan media bacaan atau buku.
a. Pengertian Randai
Randai adalah permainan anak nagari di Minangkabau. Randai
merupakan kesenian taradisional yang berkembang di seluruh
wilayah minangkabau atau sumatera barat saat ini. Penampilan
pertunjukan randai ditampilkan dalam berbagai kegiatan acara
masyarakat, seperti dalam acara baralek nikah kawin, Batagak Pangulu,
ataupun aktifitas-aktifitas sosial lainya.
Randai menurut ahli
Menurut (Abd Latiff & Jonathan, 2014) randai randai terbagi ke
dalam 3 jenis yaitu Randai ilau, randai luambek, randai simarantang.
Randai ilau adalah randai yang pertunjukanya memiliki Unsur Randai
ilau yaitu dendang dan gerak tanpa adanya cerita ataupun drama. Randai
luambek adalah randai yang pertunjukan memiliki unsur tari. Randai
simarantang adalah randai yang unsur pertunjukanya terdir gerak, musik,
cerita,seni rupa.
(Wendy HS, 2014) dalam jurnal kajian seni yang berjudul
Dramaturgi Teater Rakyat Minangkabau mengatakan bahwa; Randai
merupakan teater tradisional rakyat Minangkabau sebagai tatanan adaik
salingka nagari yang berlaku pada masing-masing nagari di Minangkabau.
Pertunjukan randai memiliki beberapa unsur seni tradisional
Minangkabau seperti seni gerak, seni musik, seni teater, seni sastra, dan
seni rupa. Semua unsur tersebut bersatu dan saling terkait ditampilkan
oleh para pelaku randai atau pemain randai dalam satu paket
pertunjukan.
Unsur-Unsur Seni Pertunjukan Dalam Randai
1. Gerak dalam randai (Silek dan pencak silat Minangkabau)
Silek atau silat merupakan teknik gerak-gerak bekal dan pertahan
yang bertolak dari pengetahuan kepekaan tubuh menempatkan tubuh
atau diri dalam situasi dan kondisi disekitarnya. Pencak silat merupakan
serangkaian gerak-gerak pertahanan diri yang disusun dan dirancang
sedemikian rupa sehingga terlihat in dah dan menarik yang tujuanya
adalah untuk menghibur penonton. Dalam pertunjukan randai silat yang
dipakai dalam adalah silat Minangkabau. Tampilan gerak randai dapat
dalam bentuk jurus mupun gerak yang berpaangan. Aplikasi pencak silat
dalam pertunjukan randai terbagi 3 bagian bentuk penyajian garak silek.
a. Silek pembukaan yaitu pola pola langkah/gerak silek yang di
pertunjukan pada waktu akan memulai pertunjukan randai
b. Silek dalam galombang yaitu pola pola langkah/gerak silek yang di
pertunjukan oleh pemain randai ketika melingkar
c. Silek dalam curitto yaitu pola pola langkah/gerak silek yang di
pertunjukan pada waktu adanya penokohan atau dialog
d. Silek dalam pacakakan pola pola langkah/gerak silek yang di
pertunjukan pada waktu pertunjukan perkelehian, perperangan dan
sebagainya.
2. Sastra
a. sastra dalam randai berbentuk pakolahan atau pasambahan. Naskah
randai berbasis tambo yang merupakan bekal dan pertahanan
komunikasi yang berdasarkan pada pengetahuan bahasa dan
kesejaeahan suku, kaum, nagari dan alam minangkabau. Bahasa
dalam randai yaitu bahasa minangkabau. A.A Navis mengatakan
tatanan kato jo baso yang merujuk pada pola percakapan keseharian
dan pola pecakapan formal berdasarkan konsensual perilaku
b. naskah randai berangkat dai cerita cerita klasik ataupun cerita baru
yang berkembang di wilayah Minangkabau.
3. Musik
Seni musik dalam randai terdiri dari beberapa jenis dan fungsi.
Dalam randai musik terdiri dari :
a. Dendang
Dendang atau nyanyian lagu tradisional daerah minangkabau dalam
randai berfungsi untuk mengiringi gerakan galombang randai.
Dalam randai beberapa dendang yang wajib dan dendang pengiring
gerak ada yaitu:
1. Dendang dayang daini berfungsi untuk mengiring gerakan
pasambahan randai
2. Dendang simarantang randah berfungsi untuk mengiringi gerak
pembukaan legaran randai
3. Dendang saluang klasik berfungsi untuk mengiringi gerakan
setiap legaran randai, seperti Dendang Lubuak Sao, Singgalang,
Pariaman, Situjuah, Suayan Dll
4. Dendang simarantang tinggi berfunsi sebgai pengiring gerak
penutup randai
b. Musik instrument
Musik instrumen yang terdapat dalam pertunjukan randai adalah alat
musik tradisonal Minangkabau seprti Talempong, Gandang Ketindik,
Saluang, Bansi,Serunai, Rebab Dll.
Fungsi musik instrumen tersebut dalam randai yaitu:
1. Sebagai musik pembukaan sebelum randai dimulai
2. Sebagai musik pengiring dendang
3. Senagai musik transisi antar legaran
4. Sebagai musik ilustrasi penokohan randai
5. Sebagai musik penutup pertunjukan randai
c. Pola Ritmis Tubuh Yang Menghasilkan Bunyi
Pola ritmis atau bunyi yang dimunculkan dari tepukan tangan,
rentakan kaki, pukulan tangan pada celana galembong.
Seni teater Bagan Unsur-Unsur
Skenario cerita RANDAI
Sastra randai
penokohan Seni gerak
intonasi
Desain lantai Gerak buka randai
Gerak pasambahan randai
Gerak legaran randai
Gerak penokohan
Teknik galembong
Gerak packak-an randai
Seni Dalam Randai
Seni musik Seni rupa
Dendang wajib properti
Dendang saluang klasik Kostum dan tata rias
Musik pembuka randai
Musik intrumen pengiring Desain lantai
Musik ilustrasi
4. Penutup perkuliahan
sebelum penutup perkuliahan dapat dapat dilakukan beberapa hal,
seperti merangkum dan menyimpulkan hasil pembahasan materi
pertemuan, ataupun melakukan kuis tanya jawab tentang seputar
perkuliahan yang dilaksanakan.
PRATIKUM PERTEMUAN III, IV dan V
A. Kompetensi khusus
1. Mampu menapilkan gerak dasar randai tunggal dengan karakternya
2. Mampu menampikan gerak dasar randai berpasangan dengan karakternya
3. Mampu menampilkan gerak randai dalam pasambahan randai
4. Mampu menanpilkan gerak randai dengan memukul celana galembong
( kostum bawahan dalam randai)
B. Uraian materi
1. gerak dasar randai tunggal
2. gerak dasar randai berpasangan
3. gerak pasambahan randai
4. menepuk/memukul celana galembong
C. Prosedur praktikum
1. Melakukan Persiapan
Persiapan perkuliahan sangat penting dilakukan. Kegiatan tersebut bermanfaat
untuk peserta kuliah agar faham dan mengerti arah dan tujuan yang dicapai dalam
perkuliahan tersebut. Kegiatan ini meliputi mengumpulkan peserta kuliah.
2. Pengambilan absen atau cek kehadiran.
Kegiatan pengambilan absen perlu dilakukan agar setiap pertemuan
perkuliahan dapat terdokumentasi dengan baik.
3. Materi perkuliahan
a. Pemanasan
Pemanasan adalah hal yang penting untuk dilakukan, namun kerap kali
dilupakan, sebelum menari. Sebagian penari seringkali melewatkan pemanasan
karena dianggap tidak terlalu penting dan remeh, padahal pemanasan sangat
penting dilakukan sebelum melakukan kegiatan fisik seperti menari. Berikut
beberapa alasan penting mengapa pemanasan perlu dilakukan sebelum menari:1)
Meningkatkan suhu otot,2) Meregangkan dan melenturkan otot, 3) Melebarkan
pembuluh darah,4) Meningkatkan temperatur darah, 5) Persiapan mental. 6)
Perubahan hormonal.
b. Materi pokok pertemuan
Materi perkuliahan yang disampaikan disajikan dengan terstruktur, mangingat
pada mata kuliah randai pertemuan III dan IV , dan V merupakan materi berupa
praktek tentang gerak dasar randai, gerak berpasangan dan teknik memukul
galembong, selalain pertemuan tatap muka dalamperkuliahan maka dapat juga
disajikan dengan menggunakan media foto maupun vidio untuk membantu
kemudahan pemahan materi .
4. Penutup perkuliahan
sebelum penutup perkuliahan dapat dapat dilakukan beberapa hal, seperti
merangkum dan menyimpulkan hasil pembahasan materi pertemuan, ataupun
melakukan kuis tanya jawab tentang seputar perkuliahan yang dilaksanakan.
Melatih Gerak Dasar Randai Tunggal
a. Tagak Alif
N0 Sikap balabek ( sikap kuda-kuda pencak silat minangkabau)
Kaki tangan torso kepala Gambar
Kanan dan kiri Disamping Tegak lurus, Fokus ke
merapat jarak satu badan bahu datar depan
kepal ujung jari
kanan dan kiri
mengarah diagonal .
kaki turun dua
Gambar 1. Posisi tagak alif Gambar 2. Tapuk ( tepuk)
b. Sikap Balabek Langkah Runciang
N0 Sikap Balabek Langkah Runcing
Kaki tangan torso kepala Gambar
Kanan dan kiri Salah satu Posisi torso condong Fokus
dibuka selebar tangan ( ke depan, bahu ke
bahu dengan kiri atau lurus . depan
posisi satu di kanan
depan dan satu lurus
kiki di kedepan
belakang. Kaki sedangkan
kanan dan kiri tangan
di tekuk turun yang lain
level 2 . telapak di dada
kaki yang
didepan lurus,
dan kaki yang
dibelangan
diagonal
Gambar 3. Posisi balabek lurus kedepan
c. Langkah Ampang
Sikap Balabek Langkah Ampang
Kaki tangan torso kepala Keterangan /Gambar
Posisi kaki yang di
Kanan dan kiri Salah satu Posisi torso agak Fokus depan mesti
berlawanan dengan
dibuka selebar tangan ( condong ke depan, ke posisi tangan .
artinya jika kaki yang
bahu dengan kiri atau posisi bahu lurus . depan didepan adalah kaki
kiri maka tangan
posisi satu di kanan yang di depan adalah
tangan kanan. Begitu
depan dan satu )lurus juga sebaliknya
kiki di kedepan
belakang. Kaki sedangkan
kanan dan kiri tangan
di tekuk turun yang lain
level 2 . telapak di dada,
kaki yang posisi jari
didepan lurus, tangan
dan kaki yang depan
dibelakang tegak agak
diagonal condong
Gambar 4. posisi balabek ampang kiri Gambar 5. Balabek ampang kanan
d. Langkah Papek
Sikap Balabek Langkah Papek
Kaki tangan torso kepala Keteran /Gambar
Posisi kaki dan
Kanan dan kiri Salah satu Posisi torso lurus Fokus tangan sama, artinya
apabila kaki yang
dibuka selebar tangan ( kiri agak condong ke didepan adalah kaki
kanan maka tangan
bahu dengan atau kanan kedepan bahu lurus depan yang didepan
adalah tangan kanan
posisi satu di lurus posisi menyamping,
depan dan satu kedepan jika dilhat dari
kiki di sedangkan depan kelihatan
belakang. Kaki tangan yang hanya satu posisi
kanan dan kiri lain di dada bahu yang nampak .
di tekuk turun
level 2 . telapak
kaki yang
didepa dan
belakakang
searah.
Gambar 6. Posisi awal tagak papek Gambar 7. Posisi kuda-kuda langkah papek
e. Langkah Guntiang Atau Silang
Sikap Balabek Langkah Silang/ Gunting
Kaki tangan torso kepala Keterangan
/Gambar
Kanan dan kiri Kedua tangan Posisi torso Fokus ke Jika kaki kanan
dibuka selebar bahu dibentangkan tegak lurus depan yang didepa
dengan posisi satu depan dan hadap ke searah maka tangan
di depan dan satu belakang samping. , bahu torso kikri yang di
kaki di belakang degan posisi datar . posisi depan, begitu
degan posisi setinggi bahu, pinggang juga sebaliknya.
membentuk huruf pada bagian diputar Posisi tersebut
X. Kaki kanan dan siku agak berlawanan dapat
kiri di tekuk turun ditekuk. arah dengan dilakukakan dari
level 2 . telapak kaki Kedua talapak posisi kaki semua level turun
yang didepan posisi dan jari tangan 1,2 dan 3
membuka ( posisi tegak
ampang) , dan kaki vertikal.
yang dibelakang
posisi bertumpu
pada bagian depan
kaki sementara
tumit tidak
menyentuh lantai
Gambar 8. Langkah silang samping gambar 9. Langah silang depan
f. Langkah Simpie
Sikap Balabek Langkah Simpie
Kaki tangan torso Kepala Gambar
Kanan dan kiri Salah satu Posisi torso Fokus ke Jika kaki kanan yang
dibuka selebar tangan ( condong ke depan, arah didepa maka tangan
bahu dengan kiri atau bahu lurus . posisi belakang kikri yang di depan,
posisi satu di kanan pinggang diputar menghadap begitu juga sebaliknya.
depan dan satu lurus berlawanan arah ke ujung Posisi tersebut dapat
kaki di kebelakan dengan posisi kaki jari dilakukakan dari
belakang sedangkan belakang semua level turun 1,2
degan posisi tangan dan 3
membentuk yang lain
huruf X. Kaki di dada.
kanan dan kiri Selain itu
di tekuk turun posisi
level 2 . telapak tangan bisa
kaki yang berbagai
didepan posisi varian
membuka (
ampang) , dan
kaki yang
dibelakang
posisi
bertumpu pada
bagian depan
kaki sementara
tumit tidak
menyentuh
lantai
Gamabr 10. Posisi kaki tampak depan gambar 11. Posisi kaki tampak belakang
Gambar 12. Posisi dari belakang gambar 13. Posisi dari samping
g. Langkah Gantuang
Sikap Balabek Langkah Gantuang
Kaki tangan torso kepala Gambar
Kaki dan tangan yang di
Salah satu kaki Salah satu Posisi torso lurus . Fokus depan harus
berlawanan, artinya jika
bertumpu tangan ( kedua bahu sam tinggi ke kai yang digantung
adalah kaki kanan maka
menahan badan kiri atau depan tangan yang lurus
kadepan adalah tangan
dan kaki yang kanan
lain dilipat/ kedepan
digantung sedangkan
setinggi lutut, tangan
posisisi yang lain kiri
tungakai tegak di dada
lurus atau di
paha
Gambar 14. Posisi kaki gambar 15 posisi utuh
Melatih Gerak Transisi Dalam Gerak Randai
a. Gerak Gelek
Sikap Gerak Gelek
Kaki tangan torso kepala Keterangan
/Gambar
Kanan dan kiri Salah satu Posisi torso condong Fokus Gelek merupakan
dibuka selebar tangan ( ke depan, bahu lurus . ke gerakan mengganti
bahu dengan kiri atau arah hadap tanpa
posisi satu di kanan depan melangkah,
depan dan satu lurus melainkan memutar
kiki di kedepan badan 180 derajat
belakang. Kaki sedangkan
kanan dan kiri tangan
di tekuk turun yang lain
level 2 . telapak di dada.
kaki yang Tangan
didepan lurus, mengikuti
dan kaki yang posisi kaki
dibelakang
diagonal
Gambar 16 gambar 17 gambar 18
16. posis awal
17. posisi tengah
18. posisi akir
Gerak transisi adalah gerak-gerak yang berfunsi untuk peralihan dari satu posisi
keposisi lain, dari satu arah kearah yang lain maupun dari satu motif gerak kegerak lain .
Gerak transisi dalam randai sangat dibutuhkan untuk menopang perjalanan sebuah
rangkain gerak. Gerak gerak transisi dalam randai diantaranya:
a. Langkah maju
1. maju kiri kanan lurus
2. Langkah mundur kiri dan kanan
3. Gelek kiri dan kanan
4. Maju serong kiri dan kanan
5. Mundur serong kiri dan kanan
6. Buka langkah arah samping kiri dan kanan
a. Gerak transisi pada tangan
1. Dorongan tangan kiri dan kanan maupun dua tangan
2. Tarikan tangan kiri dan kanan
3. Motif gerak sintak
b. Gerakan transisi pada badan dan tungkai
1. Posisi turunan level atas tengah dan bawah
2. Posisi naik
3. Berputar setengah dan penuh
Melatih Gerak Randai Berpasangan
a. Tendangan dan Tangkapan
Gerak berpasaangan ten
Pemain 1 Pemain 2 Pemain 1 Pemain 2 Pema
Kaki kaki tangan tangan Torso
Salah satu Posisi kaki Salah satu Kedua Posisi
kaki dibuka badan
menedang selebar tangan tangan tegak,
beradadi dada. memegang
ke arah bahu. Tangan yang kaki lawan di kedua
lawan. Kaki Dengan lain menempel depan perut meng
yang lain sikap kuda di paha (pusar) posisi ke dep
sebagai kuda posisi tangan satu
tumpuan turun 2 diatas dan
tubuh satu
dengan dibawah,
posisi turun telapak
1 tangan satu
telungkup
dan satu
telentang
ndangan dan tangkapan
ain 1 Pemain 2 Pemain 1 Pemain 2 keterangan
o torso kepala kepala
i Posisi lurus Lurus Posisi ini bisa
n badan kedepan kedepan dilakukan
, tegak, menghadap menghadap dengan kaki
a bahu posisi bahu lawan lawan kanan atau kiri,
ghadap seperti dan dalam
pan langkah berbagai bentuk
varian jenis arah
papek tendangan dan
posisi tangkapan.
Gambar 19. Posisi tendangan tangkapan Gambar 20. Posisi meme
Gambar 22. Posis tangakapan belakang Gambar 23. Posisi tanga
egang tangan Gambar 21. Posisi pengang pada kaki dan paha
akapan arah luaa Gambar 24. Posisi tangakapan tumit dan betis
b. Gerak Berpasangan Pukulan Dan Tangkisan
Gerak Berpasanga
Pemain 1 Pemain 2 Pemain 1 Pemain 2 Pem
Kaki kaki tangan tangan Tors
Posisi awal Posisi awal tegak Salah satu Salah satu Pos
bad
berdidiri lurus atau tagak tangan posisi tangan
lurus alif, kemudian memukul menangkis con
kemudian salah satu kaki kearah serangan ked
salah satu maju lawan, lawan, sala
kaki maju kedepan/mundur sementara sementara bag
kedepan tagan yang bah
dengan kebelakang tangan yang lain miri
posisi menempel kear
lain
menempel
kuda-kuda pada dada di dada law
turunan kem
satu ters
dite
oleh
tang
yan
mem
an Pukulan dan Tangkisan
main 1 Pemain 2 Pemain 1 Pemain 2 keterangan
so torso kepala kepala
sisi Posisi badan lurus Lurus Gerak pukulan
dan agak menghadap menghadap dan tangkisan
ndong condong kearah kearah dapat
depan, kedepan, lawan lawan dilakukan
ah satu salah satu dalam
gian posisi bahu berbagai
hu agak menyamping bentik varian.
kearah Diataranya
ing lawan, pukulan
rah
wan, kemiringan dengan
miringan tersebut tankapan
sebut ditentukan sambil
entukan oleh tangan mundur,
h yang pukulan dan
gan menangkis tangkapan
ng sambil maju,
mukul tamparan dan
tangkisan.
Gambar 25. Pukulan dengan tangan dikepal Gambar 26. Pukulan deng
Gamabr 28. Pukulan dan tangkisan
gan dinding tangan Gambar 27. Tamparan
Gambar 29. Pukulan dengan dengan dua tangan
c. Gerak Berpasangan Tusukan, Sikuan Elakan Dan Tangkapan
Gerak Berpasangan Tusuka
Pemain 1 Pemain 2 Pemain 1 Pemain 2 P
Kaki kaki tangan tangan T
Posisi awal Posisi awal Salah satu Salah satu P
berdidiri tegak lurus tangan posisi tangan b
lurus atau tagak menusuk lurus menepis/ c
kemudian alif, kearah lawan menangkap k
salah satu kemudian sementara tangan lawan s
kaki maju salah satu tangan yang yang b
kedepan kaki maju lain menempel melakukan b
dengan kedepan/mu pada dada atau serangan , m
posisi kuda- ndur bahu tangan sementara k
kuda kebelakang. yang tagan yang la
turunan satu melakukan lain menempel k
serangan tusus di dada, n
kan. Posisi ataupun d
telapak tangan tangan yang n
menghadap satunya t
kebawah. Jari memegang y
lurus kedepan bagian siku m
an, Sikuan Elakan Dan Tangkapan
Pemain 1 Pemain 2 Pemain 1 Pemain 2 keterangan
Torso torso kepala kepala Gerak pukulan
dan tangkisan
Posisi Posisi lurus Lurus dapat dilakukan
badan dalam berbagai
badan agak menghad menghada bentik varian.
Diataranya
condong condong ap p kearah pukulan dengan
kedepan, kedepan, kearah lawan tankapan sambil
mundur,
salah satu salah satu lawan pukulan dan
tangkapan
bagian posisi bahu sambil maju,
bahu agak menyampin tamparan dan
miring g kearah tangkisan.
kearah lawan,
awan, kemiringan
kemiringa tersebut
n tersebut ditentukan
ditentuka oleh tangan
n oleh yang
tangan menangkis
yang
memukul
gambar 30. Tusukan tangan ( siduk) Gambar 31. Prodes tusu
Gambar 33. Tangkapan dan sikuan
ukan Gambar 32. Tusukan dan tangkapan
Gambar 34. Varian gerakan tangkapan dan sikuan
Melatih Teknik Memukul Celana Galembong
a. Teknik Satu Memukul Celana Galembong
Sikap balabek langka
Kaki tangan torso kepala Gambar
Kedua Tangan Posisi badan Fokus
kaki di memukul membungkuk datar menghadap
buka celana condong ke depan, ke lantai
selebar galembong bahu lurus .
bahu, dengan satu
posisi tangan
tungkai seacara
agak berbgantian
ditekuk
Gambar 35. Teknik galembong satu Gambar 36. Teknik galembong satu
b. Teknik Dua Memukul Celana Galembong
Teknik dua memukul celana galembong
Kaki Tangan Torso Kepala Gambar
Salah satu kaki Salah satu Posisi badan Fokus
diangkat arah tangan membungkuk datar menghadap
samping, kaki memukul condong ke depan, ke lantai
yang lain celana bahu lurus .
bertumpumenahan galembong
tubuh ,tangan
yang laing
pada posisi
dada, atau
bisa juga
posisi
diakat lurus
secara
vertikal
Gambar 37.Teknik galembong dua Gambar 38. Teknik galembong dua
c. Teknik tiga memukul celana galembong
Teknik tiga memukul celana galembong
Kaki tangan torso kepala Gambar
Salah satu kaki Kedua tangan Posisi torso Fokus ke
diangkat arah memukul condong ke depan,
samping, kaki celama depan, bahu wajah
yang lain galembong lurus . menghadap
bertumpumenahan degan posisi ke lantai
tubuh silang, salah
satu tangan
dibagian
belakan dan
tangan yang
lain posisi di
depan
Gambar 39.Teknik galembong tiga Gambar 40. Teknik galembong tiga
Gambar 41.Teknik galembong tiga Gambar 42. Teknik galembong tiga
PRATIKUM PERTEMUAN VI,VII dan VIII
A. Kompetensi khusus
1. Mampu menampilkan rangakain gerakan pembuka dan pasambhan randai
2. Mampu menampilkan rangakain gerakan tunggal maupun berpasangan
dalam pembuka dan pasambahan randai
3. Mampu menampilkan rangakain gerakan sekapur sirih
4. Mampu menampilkan rangkaian gerakan pengantar tokoh legaran randai
B. Uraian Materi
1. Rangakain gerakan pembuka dan pasambahan randai Bentuk-bentuk
pertunjukan randai
2. Rangakain gerakan tunggal maupun berpasangan dalam pembuka dan
pasambahan randai
3. Rangakain gerakan sekapur sirih
4. Rangkaian gerakan pengantar tokoh legaran randai
C. Prosedur
1. Melakukan Persiapan
Persiapan perkuliahan sangat penting dilakukan. Kegiatan tersebut bermanfaat
untuk peserta kuliah agar faham dan mengerti arah dan tujuan yang dicapai
dalam perkuliahan tersebut. Kegiatan ini meliputi mengumpulkan peserta
kuliah.
2. Pengambilan Absen atau Cek Kehadiran.
Kegiatan pengambilan absen perlu dilakukan agar setiap pertemuan perkuliahan
dapat terdokumentasi dengan baik.
3. Penyampaian Materi Perkuliahan
a. Pemanasan
Pemanasan adalah hal yang penting untuk dilakukan, namun kerap kali
dilupakan, sebelum menari. Sebagian penari seringkali melewatkan pemanasan
karena dianggap tidak terlalu penting dan remeh, padahal pemanasan sangat
penting dilakukan sebelum melakukan kegiatan fisik seperti menari. Berikut
beberapa alasan penting mengapa pemanasan perlu dilakukan sebelum
menari:1) Meningkatkan suhu otot,2) Meregangkan dan melenturkan otot, 3)
Melebarkan pembuluh darah,4) Meningkatkan temperatur darah, 5) Persiapan
mental. 6) Perubahan hormonal.
b. Materi pokok perkuliahan
Materi perkuliahan yang disampaikan disajikan dengan terstruktur,
mangingat pada mata kuliah randai pertemuan VI dan VII , dan VIII
merupakan materi berupa praktek tentang gerak awal masuk randai,
pasambahan randai gerak sekapur sirih, dan pengantar tokoh maka materi
pertemuan selalain tatap muka maka dapat juga disajikan dengan
menggunakan media foto maupun vidio untuk membantu kemudahan
pemahan materi .
c. Penutup perkuliahan
sebelum penutup perkuliahan dapat dapat dilakukan beberapa hal, seperti
merangkum dan menyimpulkan hasil pembahasan materi pertemuan,
ataupun melakukan kuis tanya jawab tentang seputar perkuliahan yang
dilaksanakan.
Melatih Gerakan pembuka dan Pasambahan Randai
Gerak pasambahan merupakan gerakan untuk memulai pertunjukan randai. Gerakan
tersebut merupakan sebuah rangkaian gerak yang disusun dari berbgai macam gerak
yang terdapat padak gerak dasar randai dan gerakan berpasangan. Akan tetapi
karakter khusus gerak tersebut adalah menampilkan gerak sambah. Gerakan
pasambahan diawali dari masuknya pemain dari satu sudut secara berbaris banjar,
semua pemain randai melakukan gerkan tepukan tangan selama proses berjalan
masuk ketempat pertunjukan. Desain lantai masuk tersebut boleh bervariasi, bisa
lurus maupun diagonal. Gerakan sambah dapat disajikan dalam beberapa varian
(model) diataranya searah ( rampak) maupun belawanan arah
Gerakan Awal Pembuka Pasambahan
Gambar 43. Masuk awal randai Gambar 44. Gerakan langkah runcing
Gambar 45. Langkah serong lawan arah Gambar 46 langkah gantuang searah
g
Desain Lantai Gerak Awal Masuk Randai
Posisi berbaris lurus ke depan
Posisi diagonal searah desain lantai posisi diagonal saling berhadapan
diagonan
Posisi diagonal dari empat sudut
Gerakan Sambah Dasar Searah berlawanan arah
Gambar 47. Sambah ke bumi Gambar 48. Sambah ke langit
Gambar 49. Sambah ke penonton Gambar 50. Sambah berhadapan dua level
Gambar 51. Sambah lawan arah satu level Gambar 52. Sambah berhadapan dua level
Desain Lantai Gerak pasambahan
Posisi berbaris lurus ke depan
Posisi diagonal searah desain lantai
diagonan
Melatih Rangkaian Gerak Sekapur Sirih
Gerakan pengantar sekapur sirih merupakan gerakan yang silakukan pemain
gelombang randai setelah memasuki arena dan telah membuat pola lingkaran, motifdari
gerakan tersebut adalah gabungan dari motif motif gerakan dasar randai, gerakan transisi.
Fungsi dari gerakan pengantar sekapur sirih adalah untuk mengantarkan seorang orator
pembaca pasambahan randai ketengah-tengah lingkaran pemain randai.
Susunan Rangkaian Gerakan Pengantar Sekapur Sirih Dan Pengantar Tokoh
1. Tagak alif (berdiri lurus)
2. Buka langkah balabek (kaki kanan mundur
3. Maju - gantuang (kaki kanan digantuang)
4. Maju – balabek simpie (kaki kiri simpie)
5. Maju kaki kiri- tangan kanan lurus kedepan
6. Maju kaki kanan- tangan kiri lurus kedepan
7. Maju balabek
8. Gelek
9. Maju balabek
10. Gelek
11. Gantung kanan
12. Buka langkah kanan ( arah dalam lingkaran)
13. Maju menyamping Simpie kiri
14. Gelek
15. Tepukan
16. Gelek
17. Maju kaki kiri
18. Gantuang kaki kanan arah lingaran
19. Maju sambil memukul celana galembong dengan teknik dua
20. Duduk jongkok (kaki kanan posisi belakang)
Gambar 53. Tagak alif ( berdiri lurus) Gambar 54. Buka balabek awal
Gambar 55. Gantung Gambar 56. Buka samping kanan (papek)
Gambar 57. Tepukan ditengah lingkaran Gambar 58. Duduk jongkok
Desain Lantai Gerak Membuat Lingkaran
Proses desain lantai membuat lingkaran pemain gelombang membentuk lingkaran
setelah pasambahan
Arena lingkaran
Randai
Daftar Rujukan
Abd Latiff, Z., & Jonathan, D. A. D. (2014). To Randai or not to Randai. Asian Theatre Journal.
https://doi.org/10.1353/atj.2014.0037
DRAMATURGI TEATER RAKYAT RANDAI DI MINANGKABAU. (2014). Jurnal Kajian Seni.
https://doi.org/10.22146/art.5874