BEST PRACTICE
MELALUI SUPERVISI VIRTUAL DAN
MODA ZOHO UNTUK MENINGKATKAN
MOTIVASI KERJA GURU DALAM
PEMBELAJARAN JARAK JAUH DI
SEKOLAH BINAAN TAHUN 2021
Oleh
I Nyoman Sudana, S.Pd.,M.M
NIP: 19660101 199802 1 008
NUPTK 1433744648200012
Dinas Pendidikan
DINAS PENDIDIKAN
KABUPATEN KLUNGKUNG
PROVINSI BALI
TAHUN 2021
i
KATA PENGANTAR
Om Swastyastu, Om Awignamastu, saya panjatkan Pujisyukur kehadirat Ida Sangyang
Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa, oleh karena atas segala limpahan rahmat dan
karuniaNya jualah sehingga penyelesaian Penyusunan Praktek Baik yang berjudul
“Melalui supervisi virtual dan moda zoho untuk meningkatkan motivasi
Kerja Guru dalam pembelajaran Jarak Jauh di Sekolah Binaan tahun 2021”
ini dapat berjalan sebagaimana yang kami harapkan.
Namun demikian, penulis menyadari bahwa apa yang telah dihasilan oleh peneliti
berupa hasil penulisan yang ada ditangan pembaca ini mungkin cukup jauh dari
kesempurnaan. Oleh karena itu, peneliti membuka ruang yang luas bagi siapapun yang
memiliki kritik, saran, serta sumbangsih pikiran yang konstruktif dan inovatif guna
penyempurnaan hasil tulisan ini.
Akhirnya, segala sesuatu datangnya dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan
Yang Maha Esa dan akan kembali kepadaNya, semoga hasil jerih payah penulis dapat
membawa manfaat bagi kita semua, Svaha.
Nusa Penida, Nopembr 2021
Penulis
ii
ABSTRAK
MELALUI SUPERVISI VIRTUAL DAN MODA ZOHO UNTUK
MENINGKATKAN MOTIVASI KERJA GURU DALAM PEMBELAJARAN
JARAK JAUH DI SEKOLAH BINAAN TAHUN 2021 KECAMATAN NUSA
PENIDA KABUPATEN KLUNGKUNG
Oleh :
I Nyoman Sudana
Kata kunci : Supervisi, Virtual, , Motivasi kerja, Pembelajaran Jarak Jauh.
Hasil pelaksanaan Supervisi guru berupaya untuk meningkatkan kapasitasnya
dalam penggunaan IT terutama media virtual seperti Zoom Meeting, Google Meet
yang sebalumnya menggunakan WhattsApp Group. Guru-guru sebelum
dilaksanakan Supervisi menggunakan Media Virtual hanya menggunakan
WhatsApp group dan cendrung pembelajaran luring hanya waktu pengiriman
bahan ajar atau tugas saja dengan moda daring, setelah dilaksanakan supervise
Virtual guru-guru termotivasi untuk meningkatkan keterampilan penggunaan
Information Teknologi (IT).
Diharapkan melalui Supervisi Virtual guru dapat meningkatkan
kemampuannya dalam memotivasi kerjanya guna tercapainya tujuan pendidikan
nasional. Serta guru agar selalu berusaha meningkatkan kinerjanya dalam usaha
meningkatkan kemajuan pendidikan di Kabupaten Klungkung
,.
iii
DAFTAR ISI
Halaman
Halaman Judul .................................................................................................... i.
Kata Pengantar ....................................................................................................... ii.
Abstrak ....................................................................................................................... iii.
Daftar Isi ............................................................................................................ vi.
Daftar Tabel .................................................................................................... v.
Daftar Gambar .................................................................................................. vi.
Daftar Lampiran ................................................................................................ vii.
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................. 1.
A. Latar Belakang ...................................................................................... 1.
B. Rumusan Masalah ............................................................................... 2.
C. Tujuan ................................................................................................. 2.
D. Manfaat ............................................................................................. 2.
BAB II KAJIAN PUSTAKA ............................................................................... 3.
A. Supervisi ............................................................................................. 3.
B. Vitual ............................................................................................... 5.
C. Zoho ................................................................................................. 5.
D. Motivasi Kerja ........................................................................................ 6.
E. Pembelajaran Jarak Jauh ......................................................................... 9.
F. Proses Pembelaran ............................................................................... 10.
BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN ............................................................... 11.
A. Metode dan Pelaksanaan ......................................................................... 11..
B. Hasil dan Pembahasan Masalah ............................................................ 16.
BAB IV SIMPULAN DAN REKOMENDASI ................................................... 18.
A. Simpulan ...............................................................................................` 18.
B. Rekomendasi ..................................................................................... 18.
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
iv
DAFTAR TABEL
Tabel 1 Format Supervisi ............................................................................ 12.
v
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Alur share link virtual ............................................................. 15.
Gambar 2 Alur share laporan ............................................................. 15.
vi
DAFTAR LAMPIRAN
1. Link data pendukung
2. Foto-foto pelaksanaan supervisi
3. Sampel lembar observasi yang sudah lengkap
vii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Dari berbagai macam pandangan tentang supervisi akademik, Kemendiknas
(2007), merumuskan tiga tujuan supervisi akademik. Supervisi akademik
perlu di laksanakan untuk: (1). Membantu guru meningkatkan kemampuan
profesionalnya, yang mencakup pengetahuan akademik, pengelolaan kelas,
keterampilan proses pembelajaran, dan dapat menggunakan semua
kemampuannya ini untuk memberikan pengalaman belajar yang berkualitas
bagi peserta didik; (2). Memeriksa atau memastikan proses pembelajaran di
sekolah berjalan sesuai ketentuan dan tujuan yang di tetapkan. Kegiatan
pengawasan ini dapat di lakukan melalui kunjungan ke kelas-kelas di saat
guru sedang mengajar, percakapan pribadi dengan guru, teman sejawatnya,
maupun dengan peserta didik; (3). Mendorong guru meningkatkan
kompetensinya, melaksanakan tugas mengajarnya dengan lebih baik dengan
menerapkan pengetahuan dan keterampilannya, dan memiliki perhatian yang
sungguh-sungguh (commitment) terhadap tugas dan tanggung jawabnya
sebagai guru.
Dalam melakukan supervisi, baik kepala sekolah ataupun pengawas sekolah
perlu untuk memahami prinsip-prinsip supervisi akademik. Dalam
Kemendiknas (2010), prinsip supervisi akademik sebagai berikut:
a) Praktis, artinya sesuai kondisi sekolah sehingga mudah di lakukan,
b) Sistematis. artinya di kembangkan sesuai perencanaan program
supervisi yang matang dan tujuan pembelajaran,
c) Objektif, artinya masukan sesuai aspek-aspek instrumen,
d) Realistis, artinya berdasarkan kenyataan sebenarnya,
e) Antisipatif, artinya mampu menghadapi masalah-masalah yang
memungkinkan terjadi,
f) Konstruktif, artinya mengembangkan kreativitas dan inovasi guru
dalam mengembangkan proses pembelajaran,
1
g) Kooperatif, artinya ada kerja sama yang baik antara kepala sekolah dan
guru dalam mengembangkan pembelajaran,
h) Kekeluargaan, artinya mempertimbangkan saling asah, asih, dan asuh
dalam mengembangkan pembelajaran,
i) Demokratis, artinya kepala sekolah tidak boleh mendominasi
pelaksanaan supervisi akademik,
j) Aktif artinya guru dan kepala sekolah harus aktif berpartisipasi,
k) Humanis, artinya mampu menciptakan hubungan kemanusiaan yang
harmonis, terbuka, jujur, ajeg, sabar, antusias, dan penuh humor, dan
l) Berkesinambungan, artinya supervisi akademik di lakukan secara
teratur dan berkelanjutan.
B. Rumusan Masalah
Bertolak dari tiga rumusan Kemdiknas, Membantu guru meningkatkan
kemampuan profesionalnya; Memastikan proses pembelajaran di sekolah
berjalan sesuai ketentuan dan tujuan yang di tetapkan; memastikan
proses pembelajaran, maka dapat di rumuskan permasalahannya
sebagai berikut: form Zoho
“Apakah dengan Supervisi Virtual dan Laporan melalui
dapat: Memastikan proses pembelajaran”.
C. Tujuan Penelitian
Melalui Supervisi Virtual dan Laporan melalui form Zoho. dapat
Meningkatkan, Memastikan dan mendorong guru dalam proses pelayanan
guru dalam pembelajaran di masa pandeni Covid-19.
D. Manfaat Penelitian
Badi Guru: Memotivasi guru untuk meningkatkan kemampuan
pengembangan profesionalnya,
Bagi Pengawas sekolah: Dapat meningkatkan konpetenasinya dalam
melakukan pendampingan terhadap kepala sekolah, guru dan tenaga
kependidikan.
Bagi Sekolah: Dapat menyiapkan pelatihan bagi guru-guru untuk
meningkatkan konpetensi guru di bidang IT guna dalam pelayanan
pembelajaran dalam jaringan (daring)
2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Supervisi,
Menurut Ross L. (1980), Supervisi ialah sebuah pelayanan kepada guru-guru
yang mempunyai tujuan untuk dapat menghasilkan perbaikan di dalam
pengajaran, pembelajaran dan juga kurikulum. Ross L. Juga memandang
supervisi merupakan sebuah pelayanan kepada guru-guru dengan tujuan
untuk menhasilkan perbaikan.
Supervisi sesungguhnya bisa untuk dilaksanakan oleh kepala sekolah yang
juga berperan sebagai seorang supervisor, akan tetapi di dalam sebuah sistem
organisasi modern yang diperlukan suupervisor yang khusus dan lebih
independent, serta bisa meningkatkan sebuah obyektivitas di dalam
pembinaan dan juga pelaksanaan tugas. (Mulyasa 2006).
Supervisi merupakan sebuah aktivitas dari pembinaan yang juga
direncanakan agar dapat membantu para guru dan juga pegawai sekolah di
dalam melakukan sebuah pekerjaan secara efektif. (Purwanto, 1987).
Jadi Supervisi dapat disimpulkan adalah sebuah pelayanan, aktivitas
pembinaan kepada guru-guru yang mempunyai tujuan untuk dapat
menghasilkan perbaikan didalam pembelajarn.
a) Tipe-tipe Supervisi
a) Tipe Inspeksi:
Tipe seperti ini biasanya dalam adminstrasi dan model
kepemimpinan yang otokratis mengutamakan pada upaya mencari
kesalahan orang lain. Bertindak sebagai inspektur yang bertugas
mengawasi pekerjaan guru. Supervisi ini dijalankan terutama untuk
3
mengawasi, meneliti dan mencermati apakah guru dan petugasdi
sekolah sudah melaksanakan tugas yang diperintahkan serta
ditentukan oleh atasannya.
b) Tipe Laisses Faire
Tipe ini kebalikan dari tipe sebelumnya. Dalam tipe ini para pegawai
dibiarkan saja bekerja sekehendaknya tanpa diberi petunjuk yang
benar.
c) Tipe Coersive
Tipe ini sifatnya memaksakan kehendaknya. Apa yang
diperkirakannya sebagai sesuatu yang baik, meskipun tidak cocok
dengan kondisi atau kemampuan pihak yang disupervisi tetap saja
dipaksakan berlakunya. Supervisi ini mungkin masih bisa diterapkan
secara tepat untuk hal-hal yang bersifat awal
d) Tipe Training dan Guidance
Tipe ini diartikan memberikan latihan dan bimbingan. Hal yang
positif dari supervisi ini yaitu guru dan staf tata usaha selalu
mendapatkan latihan dan bimbingan dari kepala sekolah. Sedangkan
dari sisi negatifnya kurang adanya kepercayaan pada guru dan
karyawan bahwa mereka mampu mengembangkan diri tanpa selalu
diawasi, dilatih dan dibimbing oleh atasannya.
e) Tipe Demokratis
Selain kepemimpinan yang bersifat demokratis, tipe ini juga
memerlukan kondisi dan situasi yang khusus. Tanggung jawab
bukan hanya seorang pemimpin saya yang memegangnya, tetapi
didistribusikan atau didelegasikan kepada para anggota atau warga
sekolah sesuai dengan kemampuan dan keahlian masing-masing.
4
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa dalam rangka untuk lebih
meningkatkan peran guru maka diperlukan supervisi. Dengan supervisi maka
kesulitan yang dialami guru akan bisa teratasi. Supervisor yang memberikan
bantuan menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh guru. Yang bertindak
sebagai supervisi terhadap guru bisa kepala sekolah mapupun pengawas
sekolah. Oleh sebab itu maka supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah
maupun pengawas sekolah hendaknya bisa membantu guru mencari solusi
atas masalah yang dihadapi, bukan mencari kesalahan dari guru semata.
B. Virtual,
Kamu Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menjelaskan kata virtual atau vir.tu.al
adalah sebagai berikut: (1). a (secara) nyata: demokrasi dalam arti — (2). a
mirip atau sangat mirip dengan sesuatu yang dijelaskan: monopoli — (3). a
tampil atau hadir dengan menggunakan perangkat lunak komputer, misalnya
di internet: perpustakaan –
Dapat digaris bawahi dari yang dijelaskan di KBBI diatas adalah kata secara
yang artinya mirip atau sangat mirip. Bahkan akhir-akhir ini kata virtual
sering digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang berhubungan dengan
penggunaan perangkat lunak computer, seperti misal internet.
Dalan praktek baik ini media yang digunakan oleh guru adalah sesuai pilihan
guru, tetapi dalam kegiatan supervise pembelajaran Jarak Jauh ini guru-guru
dominan menggunakan google meet, dan sebagian kecil menggunakan zoom
meeting dan yang di gunakan oleh pengawas untuk menerima laporan dari
guru-guru setelah pembelajaran adalah menggunakan zoho.
C. Zoho Forms
Zoho Forms adalah form builder alias pembuat formulir keren yang
dilengkapi dengan sejumlah fitur solid tanpa mengorbankan kemudahan
5
penggunaan. Paket gratisnya memberi Anda akses ke sebagian besar fitur
utamanya dan bahkan mengizinkan Anda untuk menerima pembayaran.
Zoho atau Zoho Mail adalah sebuah layanan email yang mana target
pemasaran mereka adalah untuk keperluan bisnis maupun pengguna
professional. Sekilas untuk model email yang diberikan oleh Zoho ini mirip
seperti Gmail, dimana mereka menyediakan kotak masuk email yang bebas
dari gangguan iklan didalamnya.
Selain itu, Zoho ini juga memiliki tampilan yang minimalis namun powerfull,
sehingga akan memudahkan para pengguna nantinya. Tidak hanya
menyediakan layanan email saja, namun Zoho ini juga memiliki layanan lain
seperti Zoho CRM, Project, Creator, Zoho Docs, hingga kalender yang sudah
terintegrasi langsung dengan email.
Dengan layanan yang diberikan tersebut, tentunya akan memudahkan sebagai
pengguna untuk melakukan koordinasi maupun kolaborasi bareng tim guna
meningkatkan efektivitas urusan bisnis anda nantinya. Jelas hal ini
membuatnya tak beda jauh dengan menggunakan sosial media sebagai
keperluan bisnis.
D. Motivasi kerja
Motivasi kerja adalah kekuatan dalam diri yang dapat membangkitkan,
mengarahkan dan mempengaruhi seseorang untuk memiliki intensitas dan
ketekunan perilaku sukarela dalam melakukan suatu pekerjaan. Motivasi
kerja merupakan sekumpulan kekuatan atau energi baik dari dalam maupun di
luar pekerjaan, dimulai dari usaha yang berkaitan dengan pekerjaan,
mempertimbangkan arah, intensitas dan ketekunannya.
Motivasi kerja merupakan suatu dorongan secara psikologis kepada seseorang
yang menentukan arah dari perilaku (direction of behavior) dalam organisasi,
tingkat usaha (level of effort) dan tingkat kegigihan atau ketahanan di dalam
6
menghadapi suatu halangan atau masalah (level of persistence). Motivasi
kerja adalah penggerak atau pendorong dalam diri seseorang untuk mau
berperilaku dan bekerja dengan giat dan baik sesuai dengan tugas dan
kewajiban yang telah diberikan kepadanya.
Berikut definisi dan pengertian motivasi kerja dari beberapa sumber buku:
1) Menurut Uno (2012), motivasi kerja adalah kekuatan dalam diri orang
yang mempengaruhi arah, intensitas dan ketekunan perilaku sukarela
seseorang untuk melakukan pekerjaan.
2) Menurut Wibowo (2014), motivasi kerja adalah proses psikologis yang
membangkitkan, mengarahkan dan ketekunan dalam melakukan tindakan
secara sukarela yang diarahkan pada pencapaian tujuan.
3) Menurut Miftahun dan Sugiyanto (2010), motivasi kerja adalah suatu
usaha yang dapat menimbulkan suatu perilaku, mengarahkan perilaku, dan
memelihara atau mempertahankan perilaku yang sesuai dengan lingkungan
kerja dalam organisasi.
4) Menurut Robbins dan Judge (2013), motivasi kerja adalah kesediaan untuk
mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi kearah tujuan-tujuan organisasi,
yang dikondisikan oleh kemampuan upaya tersebut untuk memenuhi suatu
kebutuhan individu.
5) Menurut Pinder (2013), motivasi kerja adalah seperangkat kekuatan baik
yang berasal dari dalam diri maupun dari luar diri seseorang yang
mendorong untuk memulai berperilaku kerja, sesuai dengan format, arah,
intensitas dan jangka waktu tertentu.
1. Jenis-jenis Motivasi Kerja
Menurut Hasibuan (2013), terdapat dua jenis motivasi kerja, yaitu:
a) Motivasi positif. Dalam motivasi positif pimpinan memotivasi
(merangsang) bawahan dengan memberikan hadiah kepada
mereka yang berprestasi di atas prestasi standar, dengan motivasi
7
positif ini semangat kerja bawahan akan meningkat. Insentif yang
diberikan kepada karyawan di atas standar dapat berupa uang,
fasilitas, barang, dan lain-lain.
b) Motivasi negatif. Dalam motivasi negatif, pimpinan memotivasi
dengan memberikan hukuman bagi mereka yang bekerja di bawah
standar yang ditentukan. Dengan motivasi negatif semangat
bawahan dalam jangka waktu pendek akan meningkat karena
takut dihukum, tetapi untuk jangka waktu yang panjang dapat
berakibat kurang baik.
Menurut Wibiasuri (2014), terdapat tiga jenis bentuk motivasi kerja,
yaitu:
a) Materiil insentif. Alat motivasi yang diberikan itu berupa uang
atau barang yang memiliki nilai pasar, jadi memberikan
kebutuhan ekonomis. Misal: kendaraan, rumah dan lain-lainnya.
b) Non-materiil insentif. Alat motivasi yang diberikan berupa
barang/benda yang tidak ternilai, jadi hanya memberikan
kepuasan/kebanggaan rohani saja, Misalnya: medali, piagam,
bintang jasa dan lain-lainnya.
c) Kombinasi materiil dan non materiil insentif. Alat motivasi
yang diberikan itu berupa materiil (uang atau barang) dan non
materiil /medali dan piagam) jadi memenuhi kebutuhan ekonomis
dan kepuasan/kebanggaan rohani.
2. Aspek-aspek Motivasi Kerja
Menurut Winardi (2001), terdapat tiga aspek utama yang menjadi
pendorong motivasi kerja seorang karyawan, yaitu:
a) Keinginan, ketika seseorang memiliki keinginan maka
motivasinya terpacu untuk melakukan suatu pekerjaan agar
tercapai sesuai yang diinginkannya.
8
b) Kebutuhan, seseorang memiliki motivasi yang tinggi bila
seseorang butuh. Ketika seseorang membutuhkan sesuatu
misalnya gaji, kompensasi maka pekerjaan akan terpacu untuk
melakukan pekerjaannya dengan baik.
c) Rasa aman, seseorang akan berusaha melakukan sesuatu juga
disebabkan ketakutan saat orang tersebut tidak melakukan sesuatu
sehingga alasan motivasi muncul karena ketika seseorang
melakukan sesuatu dirinya merasa aman.
E. Pembelajaran Jarak Jauh
Pendidikan jarak jauh (bahasa Inggris: distance education)
adalah pendidikan formal berbasis lembaga yang peserta didik dan
instrukturnya berada di lokasi terpisah sehingga memerlukan
sistem telekomunikasi interaktif untuk menghubungkan keduanya dan
berbagai sumber daya yang diperlukan di dalamnya. Pembelajaran
elektronik (e-learning) atau pembelajaran daring (online) merupakan
bagian dari pendidikan jarak jauh yang secara khusus menggabungkan
teknologi elektronika dan teknologi berbasis internet.
Kemajuan yang terjadi dalam dunia teknologi komunikasi dan informasi
memunculkan peluang maupun tantangan baru dalam dunia pendidikan.
Peluang baru yang muncul termasuk akses yang lebih luas terhadap
konten multimedia yang lebih kaya, dan berkembangnya metode
pembelajaran baru yang tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Di sisi
lain kemajuan teknologi dengan beragam inovasi digital yang terus
berkembang juga menghadirkan tantangan baru bagi penyelenggara
pendidikan untuk terus menyesuaikan infrastruktur pendidikan dengan
teknologi baru tersebut.
Pendidikan jarak jauh bukan metode baru dalam sistem pendidikan.
Metode pembelajaran ini telah digunakan di Amerika Serikat sejak tahun
9
1892 ketika Universitas Chicago meluncurkan program pembelajaran
jarak jauh pertamanya untuk tingkat pendidikan tinggi. Metode
pembelajaran jarak jauh terus berkembang dengan menggunakan beragam
teknologi komunikasi dan informasi termasuk radio, televisi, satelit,
dan internet.[3] Meluasnya penggunaan internet oleh publik di berbagai
negara pada tahun 1996 menjadi suatu fenomena yang berkembang dan
diikuti oleh kemunculan beragam konten digital di dalamnya.[4] Pada tahun
yang sama, John Bourne mengembangkan Asychronous Learning
Network Web yang merujuk kepada kemampuan untuk memberikan
pendidikan kapan saja dan di mana saja melalui internet.
F. Memastikan proses pembelajaran
Melalui supervisi di masa PPKM ini diharapkan dapat memotivasi guru-
guru dalam pendampingan peserta didik berproses dan memastikan guru
melaksanakan tugasnya dengan baik dan bertanggungjawab.
10
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
1) Prosedur
Prosedur adalah sebuah rangkaian aksi yang jelas atau dikatakan juga
sebuah tindakan yang musti dilakukan dengan cara atau teknik yang sama
dengan yang tertera pada sebuah teks prosedur, agar dapat menghasilkan
hal yang sama. sebuah prosedur bisa juga sebagai rangkaian kegiatan
atau tahap-tahap yang musti dijalankan agar dapat menghasilkan sesuatu
yang di inginkan. misalnya prosedur menerima karyawan, prosedur
kenaikan jabatan karyawan. dan lain lain.
Dalam pelaksanaan superviai disusun rencana kegiatan sebagai berikut:
1) Pelaksanaan Supervisi
Pelaksanaan Supervisi online ini dilaksanakan pada masa pendemi
Covid-19, melalui media yang digunakan guru-guru dalam
melaksanakan pembelajaran Agustus dan September 2021
2) Menyusun jadwal pelaksanaan Supervisi
Jadwal pelaksanaan supervisi dalam kegiatan ini adalah sesuai
dengan jadwal guru-guru di sekolahnya masing pengawas sekolah
atau pelaksana kegiatan yang menyesuaikan jadwalnya guru-guru.
Namun tetap pengawas sekolah atau pelaksana kegiatan supervisi
yang menyusun penentuan guru-guru yang akan di supervisi
disetiap sekolah.
3) Kata cara Pelaksanaan Supervisi Virtual
a) Guru yang akan disupervisi adalah 1 (satu) guru setiap minggu
11
persekolah.
b) Supervisi dilakukan setiap hari 1(satu) orang guru
c) Guru yang dapat jadwal di supervisi mengirim link
pembelajarannya kepada pengawas sehari sebelum pelaksanan
supervisi atau minimal 2 (dua) jam sebelum pelaksanaan
pembelajaran di mulai
d) Pembelajaran dimulai setelah pengawas masuk ke ruang zoom
meeting atau google meeting.
e) Setelah pembelajaran selesai guru yang di supervisi wajib
mengirim laporan melalu link zoho forms yang di buat oleh
pengawas sekolah paling lambat sehari setelah kegiatan
supervisi selesai di laksanakan.
4) Perangkat atau instrumen
Perangkat yang digunakan adalah perangkat pelaksanaan
pembelajaran dalam jaringan seperti: Wifi, laptop, aplikasi google
meet dan zoom. Dan instruman yang digunakan adalah link zoho
forms dan lembar format supervisi pembelajaran
Tabel 1: Istrumen Supervisi:
INSTRUMEN PENGAMATAN PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN : ………………………………………….
: ………………………………………….
Nama sekolah : ………………………………………….
Nama Guru
Mata Pelajaran : ………………………………………….
Kelas : ………………………………………….
Materi Pokok : ………………………………………….
Alokasi Waktu : ………………………………………….
Tanggal pengamatan
No Aspek Yang Diamati Hasil Catatan
Ya Tidak
A Kegiatan Pendahuluan
1 Membangun sikap religius sesuai dengan
ajaran agama yang dianutnya
2 Membangun motivasi peserta didik untuk
belajar
3 Memberikan apersepsi dengan cara
menghubungkan materi pembelajaran
12
No Aspek Yang Diamati Hasil Catatan
Ya Tidak
dengan pengalaman peserta didik
4 Menyampaikan tujuan pembelajaran, dan
kompetensi yang harus dicapai oleh peserta
didik
5 Menyampaikan langkah-langkah kegiatan
pembelajaran dan kompetensi yang akan
dinilai
B Kegiatan Inti
B1 Penguasaan Materi Pembelajaran
6 Kemampuan menyesuaikan materi
pembelajaran dengan tujuan pembelajaran
7 Kemampuan mengkaitkan materi
pembelajaran dengan pengetahuan lain yang
relevan dengan kehidupan sehari-hari.
8 Menyajikan pembahasan materi
pembelajaran dengan tepat dan lengkap
sesuai dengan konsep yang benar.
9 Menyajikan materi secara sistematis (dari
materi mudah ke yang sulit, dari materi
sederhana ke yang kompleks, dari materi
konkrit ke abstrak atau sebaliknya) sesuai
dengan kompetensi yang akan dicapai
peserta didik.
B2 Implementasi Pembelajaran
10 Melaksanakan pembelajaran mengikuti
kerangka RPP.
11 Pembelajaran yang dilaksanakan bersifat
interaktif yang mendorong munculnya
interaksi multi-arah, yaitu antarpeserta
didik, peserta didik dengan guru, dan
peserta didik dengan sumber belajar, serta
peserta didik dengan lingkungan belajar
sehingga memiliki kemampuan komunikatif
dan kerjasama yag baik
12 Pembelajaran yang dilaksanakan bersifat
inspiratif dan multifaset (variasi proses
berpikir C1-C6) untuk memunculkan
kebiasaan positip peserta didik yaitu
terbangunnya karakter dan berkembangnya
Higher Order Thinking Skills (HOTs) atau
Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi
(KeBiTT) peserta didik.
13 Pembelajaran yang dilaksanakan menarik,
menyenangkan, dan membelajarkan lebih
lanjut
14 Pembelajaran yang dilaksanakan menantang
sehingga memunculkan kemampuan
berpikir kritis.
15 Pembelajaran yang dilaksanakan
memotivasi pesertadidik untuk
berpartisipasi aktif dan bermakna
(meaningfull)
16 Pembelajaran yang dilaksanakan
memberikan ruang yang cukup bagi
prakarsa sesuai dengan bakat, minat, dan
perkembangan fisik serta psikologis peserta
didik.
17 Pembelajaran yang dilaksanakan
13
No Aspek Yang Diamati Hasil Catatan
Ya Tidak
menumbuhkan kreativitas sesuai dengan
bakat, minat, dan perkembangan fisik serta
psikologis peserta didik
18 Pembelajaran yang dilaksanakan
menumbuhkan kemandirian berpikir dan
bertindak sesuai dengan bakat, minat, dan
perkembangan fisik serta psikologis peserta
didik.
19 Pembelajaran yang dilaksanakan
menumbuhkan dan memperkuat budaya
literasi
20 Guru menerapkan teknik bertanya dengan
tidak memunculkan jawaban serempak
(chorus answer) dari peserta didik
21 Guru memberikan pertanyaan kepada
peserta didik dengan pertanyaan pelacak
(probing question) untuk mendorong
kemampuan bernalar (berpikir kritis, logis
dan sistematis)
22 Guru mendorong peserta didik untuk
mengembangkan keterampilan bertanya
untuk membangun kebiasaan mencari tahu
(inquisiveness)
B3 Pemanfaatan Media dan Sumber Belajar
23 Mengakomodasi perkembangan teknologi
pembelajaran sesuai dengan konsep dan
prinsip Techno-Pedagogical Content
Knowledge (TPACK)
24 Menunjukkan keterampilan dalam
menggunakan media pembelajaran
25 Menunjukkan keterampilan dalam
penggunaan sumber belajar
26 Melibatkan peserta didik dalam
pemanfaatan media pembelajaran
27 Melibatkan peserta didik dalam
pemanfaatan sumber belajar
28 Media dan sumber belajar yang digunakan
mampu menghasilkan pesan yang menarik
dan mengesankan,
B4 Interaksi dengan peserta didik
29 Guru menumbuhkan partisipasi aktif peserta
didik melalui interaksi antarpeserta didik,
peserta didik dengan guru, peserta didik
dengan media dan sumber belajar
30 Guru memberikan respon positif terhadap
partisipasi peserta didik
31 Guru menunjukkan sikap terbuka terhadap
respons peserta didik
32 Guru menunjukkan hubungan pribadi yang
kondusif dan konstruktif
33 Menumbuhkan keceriaan dan antusiasme
peserta didik dalam pembelajaran
B5 Penggunaan Bahasa yang Benar dan
Tepat dalam pembelajaran
34 Menggunakan bahasa Indonesia yang baik,
benar, dan kontekstual
35 Menggunakan pilihan kata yang mudah
dipahami oleh peserta didik
14
No Aspek Yang Diamati Hasil Catatan
Ya Tidak
C Kegiatan Penutup
36 Membuat rangkuman dan/atau kesimpulan
dengan melibatkan peserta didik
37 Melaksanakan penilaian pembelajaran
(secara lisan/tertulis)
38 Mengumpulkan hasil kerja peserta didik
sebagai bahan portofolio
39 Memberikan tindak lanjut hasil penilaian
(remediasi/pengayaan)
40 Melakukan refleksi pembelajaran
(kebermaknaan pembelajaran untuk
perkembangan pribadi peserta didik)
JUMLAH
Keterangan:
1. Nilai Pelaksanaan Pembelajaran = Jumlah Jawanan Ya /40 x 100
2. Predikat Predikat Keterangan
Nilai C Perlu Pembinaan
N < 70 B Dapat digunakan untuk model bagi guru lain dengan
perbaikan pada bagian-bagian tertentu
71 ≤ N ≤80 A Dapat digunakan untuk model bagi guru lain
N > 80 Klungkung, ……………………….
Pengamat
………………………………………
………………………………………
Gambag 1: Alur supervise: Gambag 2: Alur Share Laporan
5) Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan tindakan yang di lakukan oleh pengawas sekolah atau
supervisor dalam mengamati guru dalam melaksanakan tugas
pembelajaran selama proses pembelajaran yang dilaksanakan guru
sesuai jadwal pelajaran.
15
B. Hasil Supervisi
Melalaui Supervisi Virtual dan pelaporan moda Zoho ternate dapat
meningkatkan motivasi kerja guru-guru dalam pembelajaran Jarah Jauh ini
terbukti dengan:
1. Guru berupaya untuk meningkatkan kapasitasnya dalam penggunaan
Information Teknologi (IT) terutama media virtual seperti Zoom
Meeting, Google Meet yang sebalumnya menggunakan WhattsApp
Group.
2. Guru-guru sebelum dicoba di Supervisi menggunakan Media Virtual
hanya menggunakan WhatsApp group dan cendrung pembelajaran
luring hanya waktu pengiriman bahan ajar atau tugas saja dengan
moda daring.
C. Pembahasan Hasil Supervisi
Dari paparan hasil supervisi di atas dapat di jelaskan beberapa hal dalam
pelaksanaan supervisi dimaksud adalah:
1. Guru termotivasi untuk melaksanakan pembelajaran melalui media
virtual yaitu dengan menggunakan goolge meet, zoom meeting dan
WhatsApp Group.
2. Guru-guru yang sebelumnya hanya menggunakan media whatsApp
melalui gorup berbasis kelas dan dengan di motivasi untuk sekali-
sekali menggunakan media virtual maka dengan dilaksanakan
supervisi virtual kemampuan guru menggunakan media informatin
teknolodi (IT) mulai termotivasi.
3. Disamping guru-guru mulai mencoba menggunakan media virtual
dalam prosesnya terdapat kendala seperti parisisipasi siswa kurang
karena beberapa faktor seperti:
a) Persediaan paket internet siswa terbatas
b) Signal di beberapa lokasi tidak stabil
16
c) Terpengaruh pada partisipasi siswa karena terbatasnya signal
dan paket internet.
17
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Melalui supervisi virtual dapat memotivasi guru untuk meningkatkan
kapasitasnya untuk peningkatan keterampilam di bidang information
teknologi (IT), dengan termotivasunya guru-guru untuk memningkatkan
kemampuan di bidang information teknologi akan terpengaruh terhadap
proese pembelajaran jarak jauh dalam jaringan.
B. Rekomendasi
Kepada rekan-rekan guru, kepala sekolah, pengawas sekolah senantiasa
melakukan kreativitas dan inovasi dalam pelaksanaan pembelajaran dan
pengawasan bagi pengawas untuk selalu mengiktui perkembangan
informatin teknoligi (IT) untuk membantu kelancaran tugas-tugas kita.
18
DAFTAR PUSTAKA
https://www.studinews.co.id/supervisi-adalah/
https://fevrier11.blogspot.com/2016/08/jenis-jenis-supervisi-pendidikan-menurut-para-
ahli.html
https://search.yahoo.com/search?fr=mcafee&type=E210US91215G91577&p=zoho+adala
h
https://jagad.id/zoho/
https://www.kajianpustaka.com/2020/08/motivasi-kerja.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan_jarak_jauh
https://pengajar.co.id/prosedur-adalah/
19
LAMPIRAN
Lapiran 1.
BIODATA PESERTA
BEST PRACTICE TAHUN 2021
1. Nama Lengkap : I Nyoman Sudana, S.Pd.,M.M
2. NIP. :
3. NUPTK : 196601011998021008
4. Pangkat / Gol. Ruang :
5. Jabatan : 1433 7446 4820 0012
6. Tempat dan Tanggal Lahir :
7. Jenis kelamin : Pembina Utama Muda/ Ivc
8. Agama :
9. Masa Kerja Pengawas Sekolah : Pengawas Madya
10. Judul Laporan Bset Practice :
Ped, 1 Januari 1966
Laki-laki
Hindu
7 Tahun, 8 Bulan
Melalui supervisi virtual dan
moda zoho untuk
meningkatkan motivasi Kerja
Guru dalam pembelajaran
Jarak Jauh di Sekolah Binaan
tahun 2021
11. Pendidikan Terkahir : Strata 2 (S2)
12. No. KTA Apsi Pusat :
13. Unit Kerja : 196630080302104871
:
a. Nama Instansi Dinas Pendidikan Kabupaten
Klungkung :
Jln. Ngurah Rai, Semarapura.
b. Alamat Telp. (0366) 21197
Email
:
[email protected]
14. Alamat Rumah : Jln. Ngurah Rai, Semarapura.
Telp. (0366) 21197
Email : [email protected]
Klungkung, 5 Nopember 2021
Peserta
I Nyoman Sudana, S.Pd.,M.M
NIP. 196601011998021008
a
Lapiran 2
PERNYATAAN
Yang bertanda tangan dibawah ini:
1. Nama : I Nyoman Sudana, S.Pd.,M.M
2. NIP : 19660101 199802 1 008
3. NUPTK : 1433 7446 4820 0012
4. Jabatan : Pengawas Madya
5. Judul Laporan : Melalui supervisi virtual dan
moda zoho untuk meningkatkan
motivasi Kerja Guru dalam
pembelajaran Jarak Jauh di
Sekolah Binaan tahun 2021
menyatakan bahwa Best Practice yang disusun seluruhnya adalah asli hasil
kerja sendiri dan bukan plagiat.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan apabila di
kemudian hari terbukti tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Klungkung, 5 Nopember
2021
Yang membuat pernyataan,
Materai 10.000
I Nyoman Sudana, S.Pd.,M.M
NIP.19660101 199802 1 008
b
Lapiran 3
LEMBAR PENGESAHAN/PERSETUJUAN
Judul Penelitian : Melalui supervisi virtual dan moda zoho untuk
meningkatkan motivasi Kerja Guru dalam
pembelajaran Jarak Jauh di Sekolah Binaan tahun
2021
Nama Peneliti : I Nyoman Sudana, S.Pd.,MM
NIP : 196601011998021008
Jejang Jabatan : Pengawas Madya
Pangkat/Golongan : Pembina Utama Muda / IV.c
Lama Penelitian : 3 (tiga) Bulan
Lokasi Penelitian : Sekolah Binaan
Mengetahui Klungkung, 5 Desember 2021
Kepala Dinas Penididikan Koordinator Pengawas
Kabupaten Klungkung Dinas Pendidikan Kab. Klungkung,
Drs. I Ketut Sujana,M.Pd.H Drs. I Gede Satria Wibawa
Pembina Utama Muda NIP. 19622205 1981111002
NIP. 196712101994121007
c
Data Pendukung
https://drive.google.com/drive/folders/1F1RP3mf97LaKV-
j1NZdf3nvwA_NgpSeJ
Foto-foto saat Supervisi
d
e
INSTRUMEN PENGAMATAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Nama sekolah : SMPN 6 Nusa Penida
Nama Guru : I Gusti Ayu Suci Widyastuti, S.Pd
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas :
Materi Pokok : Struktur Teks Laporan Percobaan
Alokasi Waktu :
Tanggal pengamatan : 5 Agustus 2021
Hasil
No Aspek yang diamati Ya Tid Catatan
ak
A Kegiatan Pendahuluan
1 Membangun sikap religius sesuai √ Berdoa
dengan ajaran agama yang dianutnya
2 Membangun motivasi peserta didik √
untuk belajar
3 Memberikan apersepsi dengan cara
menghubungkan materi pembelajaran √
dengan pengalaman peserta didik
4 Menyampaikan tujuan pembelajaran,
dan kompetensi yang harus dicapai √
oleh peserta didik
5 Menyampaikan langkah-langkah √
kegiatan pembelajaran dan
kompetensi yang akan dinilai
B Kegiatan Inti
B1 Penguasaan Materi Pembelajaran
6 Kemampuan menyesuaikan materi √
pembelajaran dengan tujuan
pembelajaran
7 Kemampuan mengkaitkan materi
pembelajaran dengan pengetahuan √
lain yang relevan dengan kehidupan
sehari-hari.
8 Menyajikan pembahasan materi
pembelajaran dengan tepat dan √
lengkap sesuai dengan konsep yang
benar.
9 Menyajikan materi secara sistematis
(dari materi mudah ke yang sulit, dari
materi sederhana ke yang kompleks, √
dari materi konkrit ke abstrak atau
sebaliknya) sesuai dengan
kompetensi yang akan dicapai
peserta didik.
f
Hasil Catatan
No Aspek yang diamati Ya Tid
ak
B2 Implementasi Pembelajaran
10 Melaksanakan pembelajaran RPP Belum cek RPP
mengikuti kerangka RPP.
11 Pembelajaran yang dilaksanakan bersifat
interaktif yang mendorong munculnya
interaksi multi-arah, yaitu antarpeserta
didik, peserta didik dengan guru, dan √
peserta didik dengan sumber belajar,
serta peserta didik dengan lingkungan
belajar sehingga memiliki kemampuan
komunikatif dan kerjasama yag baik
12 Pembelajaran yang dilaksanakan bersifat
inspiratif dan multifaset (variasi proses
berpikir C1-C6) untuk memunculkan
kebiasaan positip peserta didik yaitu √
terbangunnya karakter dan
berkembangnya Higher Order Thinking
Skills (HOTs) atau Keterampilan Berpikir
Tingkat Tinggi (KeBiTT) peserta didik.
13 Pembelajaran yang dilaksanakan Siswa terlihat respon
menarik, menyenangkan, dan
√ dengan baik dan
membelajarkan lebih lanjut semangat melakukan
tanya jawab
14 Pembelajaran yang dilaksanakan √ Ada kegiatan percobaan
menantang sehingga memunculkan buat laporan
kemampuan berpikir kritis.
15 Pembelajaran yang dilaksanakan
memotivasi pesertadidik untuk √
berpartisipasi aktif dan bermakna
(meaningfull)
16 Pembelajaran yang dilaksanakan √ Keterbatasan perangkat
memberikan ruang yang cukup bagi dan dan dilakukan
prakarsa sesuai dengan bakat, minat, melalui PJJ penyebab
dan perkembangan fisik serta psikologis belum maksimal terlihat
peserta didik.
17 Pembelajaran yang dilaksanakan Kegiatan percobaan
menumbuhkan kreativitas sesuai dengan √ akan berpengaruh
bakat, minat, dan perkembangan fisik terhadap
serta psikologis peserta didik perkembangan
psikologis peserta didik
18 Pembelajaran yang dilaksanakan √ Kerja mandiri dalam
menumbuhkan kemandirian berpikir dan proses percobaan
bertindak sesuai dengan bakat, minat,
dan perkembangan fisik serta psikologis
peserta didik.
19 Pembelajaran yang dilaksanakan √ Persiapan percobaan
g
menumbuhkan dan memperkuat budaya dibutuhkan banyak
literasi membaca dan olah
piker dan pengkajian
20 Guru menerapkan teknik bertanya data
dengan tidak memunculkan jawaban √*) Masih terdengar
serempak (chorus answer) dari √ beberapa pertanyaan ke
peserta didik semua siswa
Hasil Catatan
No Aspek yang diamati Ya Tid
ak
21 Guru memberikan pertanyaan kepada Masih pertanyaan
peserta didik dengan pertanyaan √ bersifat klasikal,
pelacak (probing question) untuk jawaban peserta didik,
mendorong kemampuan bernalar guru minta alasan
(berpikir kritis, logis dan sistematis) jawabnnya
22 Guru mendorong peserta didik untuk √ Melakukan stimulus
mengembangkan keterampilan agar peserta didik mau
bertanya untuk membangun bertanya walau belum
kebiasaan mencari tahu maksimal berhasil
(inquisiveness)
B2 Pemanfaatan Media dan Sumber
Belajar
23 Mengakomodasi perkembangan Guru mengenalkan
teknologi pembelajaran sesuai dengan √ aplikasi padlet, tapi
konsep dan prinsip Techno-Pedagogical belum kegunannya
Content Knowledge (TPACK) kepada peserta didik
24 Menunjukkan keterampilan dalam √ Menampilkan padlet
menggunakan media pembelajaran
25 Menunjukkan keterampilan dalam √ Membentuk
penggunaan sumber belajar keterampilam melalui
kegitan kuis padlet
26 Melibatkan peserta didik dalam Partisipasi dalam
pemanfaatan media pembelajaran √ mengikuti cara
menggunakan program
sudah siap digunakan
27 Melibatkan peserta didik dalam √
pemanfaatan sumber belajar
28 Media dan sumber belajar yang Baru pengenalan peserta
digunakan mampu menghasilkan √*) √ didik masih lambat
pesan yang menarik dan
mengesankan, menerimanya
B3 Interaksi dengan peserta didik
29 Guru menumbuhkan partisipasi aktif
peserta didik melalui interaksi √
antarpeserta didik, peserta didik
dengan guru, peserta didik dengan
media dan sumber belajar
h
30 Guru memberikan respon positif √ Belum nampak
terhadap partisipasi peserta didik √ maksimal,
√
31 Guru menunjukkan sikap terbuka √
terhadap respons peserta didik
√
32 Guru menunjukkan hubungan pribadi √
yang kondusif dan konstruktif
33 Menumbuhkan keceriaan dan
antusiasme peserta didik dalam
pembelajaran
B4 Penggunaan Bahasa yang Benar
dan Tepat dalam pembelajaran
34 Menggunakan bahasa Indonesia yang
baik, benar, dan kontekstual
35 Menggunakan pilihan kata yang
mudah dipahami oleh peserta didik
No Aspek yang diamati Hasil Catatan
Ti
C Kegiatan Penutup
36 Membuat rangkuman dan/atau Ya da
k
kesimpulan dengan melibatkan
peserta didik √
37 Melaksanakan penilaian
pembelajaran (secara lisan/tertulis) √ Melaui kuis padlet
38 Mengumpulkan hasil kerja peserta
didik sebagai bahan portofolio √ Dikumpulkan melalui
39 Memberikan tindak lanjut hasil padlet
penilaian (remediasi/pengayaan)
40 Melakukan refleksi pembelajaran √ Belum nampak
(kebermaknaan pembelajaran untuk
perkembangan pribadi peserta didik) Kesimpulan
pembelajran,
JUMLAH menhampaikam
√ pertanyaan kesan
pembelajaran, peserta
didik masih belum
semangat untuk
menjawab
37 37/40 = 92.50
Keterangan:
1. Nilai Pelaksanaan Pembelajaran = Jumlah jawaban “ya” X 100
40
2. Predikat
Nilai Predikat Perlu pembinaan
N < 70 C
i
71≤N≤80 B Dapat digunakan untuk model bagi guru lain
N>80 dengan perbaikan pada bagian-bagian tertentu
A Dapat digunakan untuk model bagi guru lain
Klungkung, 5 Agustus 2021
Pengamat
I Nyoman Sudana, S.Pd.,MM
NIP. 196601011998021008
j