1 KETENTUAN TENTANG ATRIBUT JALASENASTRI PENDAHULUAN. 1. Atribut organisasi adalah identitas dan kelengkapan organisasi, merupakan wujud nyata, keluhuran, cita-cita dan kesetiaan tiap anggota terhadap organisasi, yang senantiasa harus dijaga, dipelihara, dipertahankan dan dijunjung tinggi. 2. Untuk keseragaman dan ketertiban dalam penggunaannya serta menyesuaikan dengan induk Organisasi istri TNI AL perlu dikeluarkan ketentuan tentang Atribut. DASAR. Keputusan Musyawarah Pusat IX Jalasenastri 2018. PENGGOLONGAN. Atribut Jalasenastri terdiri dari : 1. Lambang 2. Pataka 3. Vandel 4. Lencana 5. Seragam Organisasi 6. Bendera 7. Badge 8. Hymne dan Mars 9. Cap Organisasi 10. Papan Nama Kantor 11. Tanda Penghargaan 12. Kenang-kenangan / PENJELASAN ..... JALASENASTRI PENGURUS PUSAT 1
2 2 PENJELASAN. 1. LAMBANG JALASENASTRI. a. Maksud Lambang Jalasenastri. 1). Lambang Jalasenastri menggambarkan perwujudan rasa persatuan dan kesatuan istri anggota TNI AL. 2). Lambang Jalasenastri mencerminkan ciri khas organisasi istri anggota TNI AL. b. Pencipta lambang Ny. Dr. Soewardjo (anggota Jalasenastri) diciptakan pada tahun 1958. c. Isi, Bentuk dan Arti Lambang. 1) Bunga Melati. a) Berkelopak 5 (lima) buah berwarna putih melambangkan : (1) Asas Pancasila (2) Kesetiaan dan Kejujuran (3) Istri pendamping suami yang dengan tulus dan ikhlas mendorong semangat dalam pengabdian serta menjaga nama baik TNI AL. b) Putik dan benang sari berwarna kuning berjumlah 3 (tiga) buah melambangkan : (1) Kejujuran, kesetiaan dan keberanian. (2) Trisila TNI Angkatan Laut. 2) Jangkar dan Rantai. a) Jangkar berwarna biru tua dilingkari rantai, melambangkan Angkatan Laut tempat pengabdian suami dalam TNI AL. b) Rantai berwarna kuning emas dengan 8 (delapan) buah mata rantai melambangkan bulan lahirnya organisasi Jalasenastri. 3) Padi dan Kapas a) Padi dan kapas beserta tangkainya, keduanya melingkar ke atas dan masing-masing ujungnya bertemu arah,melambangkan kesejahteraan lahir batin serta semangat Proklamasi 17 Agustus 1945. / b) Padi …. 2
3 3 b) Padi berwarna kuning emas melambangkan keagungan dan kebijaksanaan. c) Kapas berwarna putih melambangkan kejujuran dan kesucian. Tangkai kapas berwarna hijau melambangkan harapan. d) Padi berjumlah 46 (empat puluh enam) buah melambangkan tahun terbentuknya organisasi istri anggota TNI Angkatan Laut. e) Kapas dan tangkai berjumlah 27 (dua puluh tujuh) buah melambangkan tanggal lahirnya Organisasi Jalasenastri. f) Pita berwarna putih di bawah jalinan padi dan kapas, menjadi dasar tulisan : JALASENASTRI. Catatan : Tulisan ”JALASENASTRI” berwarna biru tua sama dengan warna jangkar 4) Arti Jalasenastri. Jalasenastri berasal dari kata : a) Jala, berarti Laut b) Sena, berarti prajurit. c) Istri, berarti istri. Jalasenastri berarti Istri Prajurit Laut 5) Bentuk Lambang. Lonjong, dengan warna dasar biru tua dan gambar lambang ada di dalamnya, terdapat garis pinggir berwarna biru tua yang menggambarkan warna laut, melambangkan pengabdian dan kesetiaan. 6) Penggunaan. Lambang Jalasenastri digunakan pada : a) Pataka. b) Vandel. c) Lencana. d) Bendera. e) Tanda Penghargaan. f) Pada semua jenis tulisan organisasi, sesuai Jukminu Dharma Pertiwi. g) Pada kulit luar/dalam tulisan organisasi, sampul surat. h) Majalah/buletin Jalasenastri. j) Kartu Tanda anggota. k) Papan Nama Kantor. l) Mimbar. m) Seragam Olah raga. n) Buku Agenda dan Kalender. / Catatan : 3
4 4 Catatan : a) Lambang Jalasenastri berwarna, digunakan pada : Pataka, Vandel, Lencana, Bendera, Papan Nama Kantor, Badge dan Piagam. b) Lambang Jalasenastri tidak berwarna digunakan pada Amplop, Piring Penghargaan, dan semua Bentuk Surat. 7) Bentuk keseluruhan (lihat lampiran ”A” halaman 23). 2. PATAKA. a. Merupakan lambang Jalasenastri tingkat pusat. b. Pataka diberikan oleh KASAL selaku Pembina Utama Jalasenastri. c. Penyerahan dilakukan oleh Pembina Utama. d. Pengadaan Pataka oleh Dinas TNI AL. e. Penggunaan, dihadirkan pada : 1) Serah terima jabatan Ketua Umum Jalasenastri. 2) Musyawarah Pusat. 3) Upacara perayaan HUT Jalasenastri Tingkat Pusat. 4) Rapat Paripurna Serah Terima Ketua Umum f. Tinggi tiang Pataka 220 Cm. g. Bentuk keseluruhan (Iihat lampiran ”B” halaman 24). 3. VANDEL. a. Vandel Jalasenastri. Berada di semua tingkat kepengurusan. b. Bentuk, warna dan batang vandel. 1) Bentuk vandel segi lima panjang, terbuat dari kain beludru, di bagian belakang dilapisi dengan kain sutera dan diberi pengeras di dalamnya. a) Pada bagian depan tertera lambang Jalasenastri. Di bawah lambang Jalasenastri, diberi pengenal tingkat kepengurusan yang bersangkutan. / b) Pusat ...... 4
5 5 b) Pusat lambang terletak pada titik temu garis diagonal. c) Vandel dilengkapi tali vandel dengan warna kuning emas. 2) Warna vandel biru muda, dikelilingi rumbai berwarna kuning emas. 3) Pada bagian atas terdapat batang vandel yang terbuat dari logam/kayu berbentuk silinder dengan garis tengah penampang 2 cm. Panjang disesuaikan dengan ukuran vandel, pada kedua ujungnya berbentuk ekor api : a) Untuk Vandel Pusat panjang 5 cm. b) Untuk Vandel daerah/Gabungan/Cabang BS/Korcab panjang 4 cm. c) Untuk Vandel Cabang dan Ranting panjang 3 cm. 4) Pada ekor api terdapat rumbai berwarna kuning emas. c. Tiang. 1) Dibuat dari kayu berpolitur warna coklat tua, berbentuk silinder Garis tengah penampang tiang vandel Pusat/Daerah/Gabungan/Cabang BS/Korcab, 5 cm, sedangkan Tingkat Kepengurusan yang lain 3 cm. 2) Tinggi tiang untuk vandel. a) Tinggi tiang pusat : 205 cm. b) Tingkat Daerah, Gabungan/Cabang BS/Korcab : 195 cm c) Tingkat Cabang : 185 cm. d) Tingkat Ranting dan Anak Ranting: 175 cm. 3) Pada ujung tiang vandel terdapat mahkota yang disebut "MASTAKA" Untuk tingkat pusat terbuat dari kuningan, sedangkan untuk tingkat kepengurusan yang lain terbuat dari kayu. tinggi Mastaka untuk tingkat pusat 10 cm, untuk tingkat kepengurusan lain 7 cm. (lihat lampiran “C-1” halaman 25) d. Ukuran. 1) Vandel tingkat Pusat : Lebar : 57 cm Panjang sisi : 68 cm Panjang tengah : 82 cm Bentuk keseluruhan (Iihat lampiran ”C-2” halaman 26). 2) Vandel tingkat Daerah/Gabungan/Cabang BS/Korcab : Lebar : 52 cm Panjang sisi : 60 cm Panjang tengah : 72 cm Bentuk keseluruhan (Iihat lampiran ”C-3” halaman 27). / 3) Vandel ..... 5
6 6 3) Vandel tingkat Cabang : Lebar : 47 cm Panjang sisi : 55 cm Panjang tengah : 65 cm Bentuk keseluruhan (Iihat lampiran ”C-4” halaman 28). 4) Vandel tingkat Ranting/Anak Ranting: Lebar : 42 cm panjang sisi : 48 cm Panjang tengah : 58 cm Bentuk keseluruhan (Iihat lampiran ”C-5” halaman 29). e. Selubung. Dibuat dari kain berwarna biru sesuai warna vandel dengan ukuran 7 cm lebih besar dari ukuran vandel. f. Letak Vandel pada Tiang 1) Jarak dari dasar Mastaka ke batang vandel adalah ¼ dari panjang tengah vandel. 2) Panjang rumbai pada kiri dan kanan vandel ¼ dari panjang sisi vandel. g Penyerahan Vandel. 1) Vandel diserahkan secara phisik apabila terjadi : a) Pembentukan/pembubaran tingkat kepengurusan. b) Perubahan vandel secara keseluruhan. 2) Pelaksanaan penyerahan vandel untuk pembentukan tingkat kepengurusan : Vandel Daerah/Gabungan/Cabang BS./Korcab/Cabang Ranting oleh Ketua tingkat kepengurusan setingkat di atasnya. 3) Pelaksanaan penyerahan vandel untuk pembubaran tingkat kepengurusan : Vandel diserahkan kepada Pengurus Pusat oleh Ketua Daerah/ Gabungan/Cabang BS. h. Pembuatan Vandel dan Mastaka oleh Pengurus Pusat Jalasenastri. 4. LENCANA. a. Lencana terbuat dari logam, berbentuk lonjong dengan gambar lambang Jalasenastri, berukuran 3 x 4 cm. b. Lencana merupakan kelengkapan seragam organisasi. c. Pembuatan lencana oleh Pengurus Pusat Jalasenastri. / d. Penggunaan. 6
7 7 d. Penggunaan. Lencana digunakan pada : 1) Seragam Jalasenastri sebagai tanda pengenal organisasi. 2) Disematkan tegak lurus pada : a) Seragam resmi : dilipatan kebaya sebelah kiri setinggi kutu baru. b) Seragam kerja : dikerah bawah sebelah kiri, juga pada saat memakai pakaian seragam upacara . e. Bentuk keseluruhan (lihat lampiran ”D” halaman 31). 5. SERAGAM ORGANISASI. a. PAKAIAN SERAGAM RESMI (PSR) 1) Terdiri dari kain lurik berwiron warna merah kecoklatan. 2) Kebaya pendek warna biru muda. 3) Panjang kebaya 25 cm s.d. 35 cm dari pinggang (sesuaikan bentuk tubuh). 4) Lengan panjang. 5) Kutu baru segitiga (Model Tata). 6) Panjang kutu baru 15 cm s.d. 20 cm. 7) Memakai vuring. 8) Tas dan Selop warna hitam polos (model sesuai contoh). 9) Tinggi hak selop 3 cm s.d 7 cm (bagi yang tidak dapat memakai hak, tinggi Selop menyesuaikan, tapi model tetap sama). 10) Sanggul model Jawa (bukan sanggul Tekuk). 11) Tidak boleh memakai jambul. 12) Tusuk konde penyu warna hitam. / 13) Pemakaian ... 7
8 8 13) Pemakaian Lencana Jalasenastri pada lipatan Kebaya sebelah kiri, setinggi kutu baru. (lihat contoh gambar lampiran ”E-1” halaman 32) 14) Untuk yang memakai Jilbab: a) Panjang kebaya 10 cm di atas lutut (disesuaikan bentuk tubuh). b) Jilbab sewarna kebaya. c) Jilbab sesuai yang diturunkan oleh Pengurus Pusat. d) Pemakaian jilbab dimasukkan ke dalam kebaya sehingga Lencana Jalasenastri terlihat jelas. (lihat contoh gambar lampiran “E-2” halaman 33) 15) Seragam Resmi digunakan pada : a) Kegiatan ke dalam : (1) Pada acara serah terima jabatan Ketua Umum Jalasenastri, Ketua Umum Dharma Pertiwi dan Ketua Umum Organisasi anggota Dharma Pertiwi lainnya. (2) Pada HUT Jalasenastri, Dharma Pertiwi dan organisasi anggota Dharma Pertiwi lainnya. b) Kegiatan ke luar : Menghadiri upacara diluar Jalasenastri, sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam undangan dan menyesuaikan dengan Dharma Pertiwi. b. PAKAIAN SERAGAM KERJA 1) Terdiri atas dua bagian, dibuat dari bahan polos berwarna biru. 2) Panjang blouse menyesuaikan bentuk badan (20 cm s.d 25 cm dibawah pinggang). 3) Model rok A line, Ploi hadap dengan tindasan,lebar kanan kiri masingmasing 9 cm, diatas lipatan tampak jahitan. 4) Panjang rok 10 cm dibawah lutut. 5) Model garis depan lurus, belakang kupnat, pada kerah jahitan tampak ½ Cm 6) Besar kancing ukuran 28 (2 cm) jumlah kancing 4 buah, lubang kancing bentuk biasa. / 7) Panjang ... 8
9 9 7) Panjang lengan 3 cm diatas siku. 8) Pemakaian Lencana dikerah sebelah kiri bagian bawah. 9) Tas berwarna hitam polos sesuai yang diturunkan oleh Pengurus Pusat. 10) Sepatu hitam polos tertutup sesuai yang diturunkan oleh Pengurus Pusat. 11) Tinggi hak sepatu 3 cm s.d 7 cm, (bagi yang tidak dapat memakai hak, tinggi hak sepatu menyesuaikan, tapi model tetap sama). (lihat contoh gambar lampiran ”E-3” halaman 34) 12) Untuk Anggota Jalasenastri yang berjilbab : a) Model blus lengan panjang. Panjang blus menutupi pinggul. b) Panjang rok sampai mata kaki,model rok A line, ploi hadap dengan tindasan. c) Jilbab sewarna baju. d) Jilbab sesuai dengan yang diturunkan oleh Pengurus Pusat. e) Pemakaian jilbab dimasukkan kedalam kerah baju sehingga Lencana Jalasenastri terlihat jelas. f) Pemakaian Lencana di kerah sebelah kiri bawah. g) Panjang Blus menutupi pinggul kedua (lihat contoh gambar lampiran “E-4” halaman 35). 13) Seragam Kerja digunakan pada : a) Kegiatan ke dalam : (1) Pada acara pengesahan Program Kerja. (2) Pada acara Pelaksanaan Program Kerja. (3) Pada acara Rapat Paripurna dalam rangka serah terima Jabatan Ketua Umum dan Ketua semua tingkat kepengurusan. (4) Pada acara Rapat Musyawarah Pusat Jalasenastri, Rapat Kerja dan Rapat Koordinasi. (5) Pada acara-acara kegiatan dalam rangka peringatan HUT Jalasenastri. / (6) Pada .... 9
10 10 (6) Pada saat menerima kunjungan (untuk anggota Jalasenastri di Daerah). (7) Pada saat melaksanakan kegiatan dengan taruna AAL, Ibu Taruna AAL dan Ibu Asuh Taruna AAL memakai Medali. (8) Pada saat menghadiri acara dengan Kowal, Ibu Catraratnanggadi Jalakanya Sena memakai Pin. b) Kegiatan ke luar : (1) Menghadiri kegiatan lain yang ditentukan oleh Pimpinan. (2) Pada acara kegiatan-kegiatan pelaksanaan Program Kerja Dharma Pertiwi / kegiatan-kegiatan dalam rangka peringatan HUT Dharma Pertiwi. c. PAKAIAN SERAGAM UPACARA (PSU) 1) Terdiri atas Seragam Kerja dengan jas organisasi. 2) Jas berwarna abu-abu muda. 3) Panjang jas harus lebih panjang dari Seragam Kerja. 4) Model Jas Princess dengan jumlah garis potongan 9. 5) Pada Kerah jahitan tampak ± ½ cm. 6) Princess depan, garis diatas puncak payudara. 7) Besar kancing ukuran 38 (+ 2,5 cm), jumlah kancing 2 buah, lubang kancing bentuk bobok. 8) belakang model princess, garis tengah lurus, bawah tertutup tanpa belahan, garis lengan dengan princess belakang meyambung. 9) Saku tanpa tutup. 10) Lengan tanpa hiasan kancing. 11) Tas dan sepatu tertutup warna hitam polos, sesuai dengan yang diturunkan oleh Pengurus Pusat. 12) Tinggi hak sepatu 3 cm s.d 7 cm, (bagi yang tidak dapat memakai hak, tinggi menyesuaikan, tapi model tetap sama). (lihat contoh gambar lampiran ”E-6” halaman 37) / 13) Seragam ..... 10
11 11 13) Seragam Upacara digunakan pada : a) Kegiatan ke dalam : (1) Pada acara serah terima jabatan pengurus di semua tingkat kepengurusan kecuali serah terima Ketua Umum. (2) Pada acara pembukaan dan penutupan : (a) Musyawarah Pusat. (b) Rapat Kerja Daerah/Gabungan/CabangB.S/ Korcab. (c) Rapat Koordinasi Daerah/Gabungan/Cabang B.S/ Korcab. (3) Pada upacara ziarah ke Taman Makam Pahlawan dan upacara Tabur Bunga di laut. (4) Upacara pembentukan, pembubaran dan perubahan tingkat kepengurusan. b) Kegiatan ke luar : Upacara ziarah ke Taman Makam Pahlawan dan Upacara Tabur Bunga di laut serta kegiatan lain sesuai undangan. d. SERAGAM OLAH RAGA 1) Terdiri dari celana training warna sama dengan seragam kerja. 2) Kaos bermotif batik dengan badge Jalasenastri di dada sebelah kiri. 3) Untuk yang memakai jilbab : menggunakan Jilbab Seragam Kerja (biru Seragam Kerja). 4) Seragam Olah raga digunakan pada : a) Acara Olah raga di dalam maupun di luar Jalasenastri. b) Pemakaian Seragam Olah raga harus sesuai dengan ketentuan atribut. (lihat contoh gambar lampiran ”E-9” halaman 40) / e PAKAIAN ... 11
12 12 e. PAKAIAN SERAGAM LAPANGAN (PSL) Pakaian Seragam Lapangan, terdiri dari dua potong yaitu : Blus adalah merupakan seragam kerja sedangkan bawahan celana panjang pipa lurus, tidak boleh sempit, bahan Seragam Kerja. Pakaian Seragam Lapangan digunakan pada : 1. Acara Kunjungan Kerja ke Daerah 2. Mendampingi suami menghadiri acara pembaretan (Dinas) marinir atau di KRI (mengingat kegiatan naik tank atau KRI) kecuali acara HUT dan Tabur Bunga di KRI tetap menggunakan PSU. (lihat contoh gambar lampiran ”E-7” halaman 38) f. PAKAIAN SERAGAM KERJA HAMIL 1) Sama dengan Seragam Kerja. 2) Model blus sama, tetapi Ploi depan kanan kiri pecah dibawah payudara. 3) Rok ”A” Line, Ploi hadap dengan tindasan. (lihat gambar lampiran “E-5” halaman 36) g. BLAZER BATIK Blazer Batik dapat digunakan pada saat memakai Pakaian Seragam Kerja (didalam atau di luar ruangan) dan Pakaian Seragam Lapangan sesuai kondisi setempat. (lihat gambar lampiran ”E-8” halaman 39). 6. KELENGKAPAN DALAM PEMAKAIAN SERAGAM. a. Rambut : 1) Boleh dicat warna hitam atau campuran warna hitam dan warna gelap lainnya. 2) Jika melewati bahu harus diikat rapi sebatas tengkuk. 3) Aksesoris rambut harus berwarna hitam polos. b. Giwang : Mutiara putih bulat polos dengan diameter maksimal 1 cm. / c. Wig : 12
13 13 c. Wig : 1) Untuk PSR boleh memakai Wig sanggul. 2) Untuk Pakaian Seragam Kerja tidak boleh memakai Wig. d. Sanggul : Memakai sanggul jawa tidak memakai jambul, dengan tusuk konde dari penyu warna hitam. e. Lencana : Terbuat dari bahan logam berbentuk bulat lonjong. f. Tas : 1) Tas hitam bentuk persegi empat dipakai pada saat memakai Pakaian Seragam Kerja dan PSR. (lihat contoh gambar lampiran ”E-10” halaman 41). 2) Ukuran tas disesuaikan dengan keinginan tanpa mengubah bentuk. g. Sepatu : 1) Sesuai Juklak, tinggi 3 cm s.d 7 cm, selop untuk pemakaian PSR tinggi hak 3 cm s.d 7 cm. 2) Sepatu sesuai ketentuan, tidak boleh terbuat dari bahan yang mengkilap. (lihat contoh gambar ”E-10” halaman 41) h. Perhiasan : 1) Hanya boleh memakai 1 (satu) cincin sederhana. 2) Tidak boleh menggunakan kalung maupun gelang saat memakai Pakaian Seragam Kerja, Pakaian Seragam Resmi, Pakaian Seragam Upacara, Pakaian Seragam Lapangan dan Pakaian Seragam Olahraga. 3) Jam Tangan dengan tali berwarna hitam, tidak boleh rantai. 4) Diperbolehkan memakai kacamata hitam dengan bingkai warna hitam polos disesuaikan dengan situasi dan kondisi. i. Cat Kuku : Diperbolehkan memakai Cat Kuku dengan warna yang tidak mencolok. / j. Jilbab : 13
14 14 j. Jilbab : 1) Warna Jilbab biru Seragam Kerja, pada saat memakai Seragam Kerja. 2) Jilbab, sesuai dengan yang diturunkan oleh Pengurus Pusat. 3) Ciput atau Kerpus berwarna hitam tidak menutupi dahi. 4) Jilbab untuk Pakaian Olahraga sama dengan jilbab Seragam Kerja. 5) Jilbab harus dimasukkan kedalam kerah baju. 6) Warna jilbab biru PSR, pada saat memakai PSR. 7) Khusus di Daerah Istimewa Aceh, seluruh anggota wajib memakai Jilbab. k. Lengan baju Seragam Kerja bagi yang berjilbab pada lengan bawah diberikan restleting tutup ukuran 10 cm di ujung lengan bawah agar mudah jika hendak ambil Wudhu. Catatan. a. Seragam Organisasi Jalasenastri tidak dibenarkan digunakan di luar keperluan organisasi. b. Baju seragam, harus dimiliki oleh seluruh anggota Jalasenastri di seluruh tingkat kepengurusan. c. Aksesoris yang boleh dipakai pada waktu menggunakan seragam organisasi adalah jam tangan dengan tali jam kulit warna hitam , tas dan sepatu warna hitam sesuai ketentuan , boleh memakai kaos kaki tipis polos sesuai dengan warna kulit, 1(satu) cincin dan sepasang giwang mutiara ,rias muka boleh menggunakan bulu mata natural dan sederhana ,dan tatanan rambut sederhana tanpa hiasan rambut. d. Bagi anggota yang sedang hamil dapat memakai seragam kerja sesuai model yang tergambar pada gambar terlampir. e. Untuk penulisan Pakaian Seragam Kerja tidak boleh disingkat PSK, harus lengkap Pakaian Seragam Kerja. f. Bagi Anggota Jalasenastri yang suaminya bertugas di luar TNI AL (Mabes TNI, BIN, Kemhan, dan lain-lain) apabila menghadiri / mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh Jalasenastri, maka yang dikenakan Pakaian Seragam IKKT. Begitu juga apabila mendampingi suami menghadiri acara pembaretan (dinas) Marinir atau di KRI, maka yang dikenakan adalah Pakaian Seragam Lapangan IKKT. g. Bagi Anggota IKKT Pragati Wira Anggini unsur Jalasenastri, apabila menghadiri undangan mendampingi suami sesuai Jabatan suami, maka anggota Jalasenastri tersebut memakai seragam IKKT Pragati Wira Anggini. / h. Seragam ... 14
15 15 h. Seragam upacara dan seragam kerja dapat dipakai menghadiri undangan dinas. i. Untuk situasi tertentu, misalnya ruangan ber-AC Pakaian Seragam Kerja dapat digunakan dengan blazer motif batik warna sesuai ketentuan dari Pengurus Pusat. 7. BENDERA a. Bendera Jalasenastri. Bentuk, warna dan ukuran : 1) Bendera Jalasenastri berbentuk 4 (empat) persegi panjang, dibuat dari kain yang kuat tidak kaku dan tidak luntur, terdiri atas 2 (dua) muka. 2) Warna bendera biru sama dengan warna dasar lambang. 3) Lambang terletak pada titik temu garis diagonal. 4) Ukuran bendera sebagai berikut : Tingkat Pusat : 150 x 100 cm Tingkat Kepengurusan lainnya : 135 x 90 cm 5) Pembuatan oleh Pengurus Pusat Jalasenastri. 6) Penggunaan Bendera Jalasenastri digunakan pada kegiatan yang dilaksanakan bersama dengan organisasi lainnya atau disesuaikan keperluan. 7) Bentuk keseluruhan (lihat lampiran ”F-1” halaman 42). b. Bendera Olah Raga. 1) Bentuk, warna dan ukuran : a) Bendera olah raga berbentuk 4 (empat ) persegi panjang, dibuat dari kain yang kuat tidak kaku dan tidak luntur terdiri atas 2 (dua) muka. b) Warna bendera biru, sama dengan warna dasar lambang. c) Di sudut kiri atas bendera tertera lambang Jalasenastri. d) Di bawah lambang olah raga tertulis tulisan pengenal tingkat kepengurusan. e) Lambang olah raga digambarkan oleh 3 (tiga) lingkaran berkait, dengan nyala api di atas obor berukir dan berkelopak 5 (lima). f) Di atas obor tertera tulisan Jalasenastri. / 2) Ukuran ... 15
16 16 2) Ukuran bendera adalah sebagai berikut : Tingkat Pusat : 150 x 100 cm Bentuk keseluruhan (lihat lampiran ”F-2” halaman 43) Tingkat Kepengurusan lainnya : 135 x 90 cm Bentuk keseluruhan (lihat lampiran ”F-3”, ”F-4” dan ”F-5” halaman 44, 45 dan 46) 3) Penggunaan : Bendera olah raga digunakan pada pertandingan di lingkungan Jalasenastri dengan organisasi perkumpulan lainnya. c. Tiang 1) Tinggi tiang bendera di lapangan disesuaikan dengan keadaan setempat. 2) Ukuran tiang bendera untuk defile: 2 meter. d. Arti makna lambang. 1) Nyala api berwarna merah di atas obor menggambarkan gelora semangat dan kebulatan tekad yang tidak kunjung padam. 2) Lingkaran berjumlah 3 (tiga) berwarna hitam melambangkan semangat persatuan yang teguh dalam bidang olah raga. e. Pembuatan oleh Pengurus Pusat Jalasenastri. 8. BADGE a. Bentuk segi lima panjang, terbuat dari kain putih dengan lambang Jalasenastri di tengahnya. b. Penggunaan : Badge digunakan sebagai kelengkapan seragam olah raga dipasang di dada sebelah kiri. c. Bentuk keseluruhan (lihat lampiran ”G” halaman 47). 9. HYMNE DAN MARS a. Pengertian. 1) Hymne adalah lagu pujian. 2) Mars adalah lagu untuk membangkitkan semangat persatuan. / b. Hymne ... 16
17 17 b. Hymne Jalasenastri. 1) Lagu dan syair gubahan : dr. Abdoes Saleh. Digubah pada tahun 1950 dipersembahkan kepada Jalasenastri pada HUT Jalasenastri di Surabaya tahun 1959 dan diperdengarkan untuk pertama kali pada Kongres I Jalasenastri tahun 1959 di surabaya. 2) Dinyanyikan pada acara : a) Upacara HUT Jalasenastri b) Serah terima jabatan kecuali Serah terima Jabatan Ketua Umum c) Pembentukan, penghapusan dan perubahan d) Musyawarah Pusat e) Rapat Kerja 3) Birama : 4/4 Maestoso. Tempo : Maestoso 4) Lagu selengkapnya (lihat lampiran ”H-1” halaman 48). c. Mars Jalasenastri. 1) Lagu dan syair gubahan : R. Dirman Sasmokoadi. 2) Nama lagu : "SUMPAH JALASENASTRI". Digubah pada tahun 1958 dan diperdengarkan untuk pertama kali pada Kongres I Jalasenastri tahun 1959 di surabaya. 3) Birama : 4/4 Marcia. Tempo : Marcia 4) Mars dinyanyikan pada acara : a) Upacara HUT Jalasenastri b) Serah terima Jabatan kecuali Serah terima Jabatan Ketua Umum. c) Pembentukan, penghapusan, perubahan kepengurusan Jalasenastri d) Musyawarah Pusat e) Rapat kerja 5) Lagu selengkapnya (lihat lampiran ”H-2” halaman 49). / 10.CAP ORGANISASI... 17
18 18 10. CAP ORGANISASI Cap organisasi merupakan tanda pengesahan tulisan organisasi dan harus memenuhi ketentuan sebagai berikut : a. Bentuk bulat dengan mencantumkan nama organisasi tingkat kepengurusan yang bersangkutan dan gambar jangkar pada ujung kiri dan kanan. b. Ukuran cap organisasi untuk : 1) Tingkat Pusat / Daerah/Gabungan/Cabang B.S. a) Lingkaran pertama : 40 mm b) Lingkaran kedua : 39 mm c) Lingkaran ketiga : 28 mm d) Bergaris vertikal dilingkaran ketiga sebanyak tujuh belas. 2) Tingkat Korcab/Cabang/Ranting/Anak Ranting a) Lingkaran pertama : 40 mm b) Lingkaran kedua : 39 mm c) Lingkaran ketiga : 28 mm d) Di dalam lingkaran ketiga dibuat dua garis mendatar selebar 5 mm, untuk menulis nama tingkat kepengurusan. 3) Sekretaris seluruh tingkat kepengurusan berbentuk bulat telur (oval) dengan ukuran a) Lingkaran pertama : Horisontal : 50 mm : Vertikal : 30 mm b) Lingkaran kedua : Horisontal : 48 mm : Vertikal : 28 mm c) Lingkaran ketiga : Horisontal : 40 mm : Vertikal : 20 mm d) Di dalam lingkaran ketiga dibuat dua garis mendatar selebar 5 mm, untuk menulis kata SEKRETARIS. e) Bergaris vertikal dilingkaran ketiga sebanyak tujuh belas. 4) Bentuk keseluruhan (lihat lampiran ”I-1”, ”I-2” dan ”I-3” halaman 50, 51 dan 52). 5) Pengadaan cap oleh masing-masing tingkat kepengurusan disesuaikan peraturan yang ada. c. Tulisan ditulis dengan huruf cetak balok. / d. Tinta...... 18
19 19 d. Tinta cap berwarna ungu e. Cap untuk keperluan lain, bentuknya sama dengan cap organisasi, tetapi ukurannya yang lebih kecil. 1) Diameter Lingkaran I : 25 mm 2) Diameter Lingkaran II : 24 mm 3) Diameter Lingkaran III : 16 mm 4) Lebar tempat tulisan yang menunjukkan nama lingkungan kepengurusan adalah 3 mm (lihat contoh gambar lampiran ”J-1” halaman 53). f. Cap organisasi digunakan : 1) Sebagai tanda pengesahan semua tulisan organisasi dan tanda pembayaran/ kwitansi. 2) Pada Kartu Tanda Anggota Jalasenastri 3) Pada kulit luar/ dalam tulisan organisasi. 4) Pada sampul surat yang berhubungan dengan kepentingan Jalasenastri. 11. PAPAN NAMA KANTOR a. Bentuk, Warna dan Ukuran 1) Bentuk : empat persegi panjang dengan perbandingan panjang dan lebar 4 (empat) berbanding 3 (tiga) sesuai peraturan Menteri Dalam Negeri No.5 Tahun 1986, dengan memperhatikan besarnya gedung dan tidak melebihi ukuran papan nama kantor dinas. Papan nama kantor memuat : a) Lambang organisasi berwarna diletakkan di tengah bagian atas, dengan jarak dari tepi atas papan 1/6 lebar papan. b) Nama organisasi disertai Tingkat Kepengurusan, alamat, nomor telepon dan nomor kode pos. c) Tulisan pada papan nama kantor menggunakan huruf cetak balok yang seluruhnya dengan huruf kapital (huruf besar). Huruf cetak balok yang digunakan untuk menulis nama organisasi berukuran lebih besar dari huruf cetak balok yang digunakan untuk tulisan lainnya. d) Nama organisasi, tingkat kepengurusan dan alamat disusun sedemikian rupa sehingga tidak melebihi 5 baris. / 3) Warna.... 19
20 20 3) Warna dasar papan : Putih. Warna huruf : Hitam. Warna lambang : Sesuai Ketentuan. 4) Ukuran maksimum. a) Papan nama kantor : (1) Tingkat Pusat Panjang : 200 cm Lebar : 150 cm (2) Tingkat Daerah/Gabungan/Cabang BS Panjang : 180 cm Lebar : 135 cm (3) Tingkat Korcab Panjang : 160 cm Lebar : 120 cm (4) Tingkat Cabang Panjang : 140 cm Lebar : 105 cm (5) Tingkat Ranting/Anak Ranting Panjang : 120 cm Lebar : 90 cm b Lambang. 1) Tingkat Pusat Garis Tengah lebar lambang 46 cm. 2) Tingkat Daerah Garis Tengah lebar lambang 44 cm. 3) Tingkat Korcab Garis Tengah lebar lambang 42 cm. 4) Tingkat Cabang Garis Tengah lebar lambang 40 cm. 5) Tingkat Ranting/Anak Ranting: Garis Tengah lebar lambang 38 cm Garis tengah panjang lambang 1⅓ kali garis tengah lebar lambang (lihat lampiran ”J-1”, ”J-2”, ”J-3”, ”J-4” halaman 53, 54, 55, 56). / c. Pemasangan ..... 20
21 21 c. Pemasangan Papan Nama Kantor. 1) Ditempatkan pada alamat tingkat kepengurusan yang bersangkutan. 2) Dapat menggunakan tiang yang dipancangkan, ditempelkan atau digantungkan pada tempat yang mudah dilihat. 3) Harus mengindahkan ketentuan pemerintah daerah tentang pemasangan papan nama yang berlaku dalam daerah yang bersangkutan. 4) Apabila terdapat lebih dari 1 (satu) tingkat kepengurusan yang sama tingkatnya dalam 1 (satu) kepengurusan Daerah/Gabungan/Cabang BS/Korcab/Cabang/Ranting dapat ditulis dalam 1 (satu) papan nama. (Bentuk keseluruhan lihat lampiran “J-3” halaman 55). 5) Pembuatan oleh masing-masing Tingkat Kepengurusan 6) Penggunaan. Digunakan sebagai tanda pengenal kantor organisasi apabila berada di lingkungan Kantor Dinas TNI AL, jarak antara papan nama organisasi dengan papan nama kantor dinas agar disesuaikan dengan keadaan setempat. 12. TANDA PENGHARGAAN a. Tanda penghargaan terdiri dari : 1) Lencana penghargaan. a) Lencana penghargaan diberikan kepada mantan Ketua Umum yang dianggap berjasa bagi organisasi Jalasenastri. b) Lencana disematkan di dada sebelah kiri. c) Wewenang pembuatan lencana penghargaan dibuat oleh Pengurus Pusat. 2) Plakat Penghargaan. Diperkenankan memberikan plakat Jalasenastri yang bertuliskan kenang-kenangan dari ……….. (Cabang) 3) Piagam Penghargaan. 4) Piring penghargaan. 5) Bentuk lain sesuai kebijaksanaan Pemimpin Pusat Jalasenastri. / b. Tanda.... 21
22 22 b. Tanda penghargaan diatur dalam petunjuk pelaksanaan Nomor: Juklak/04/ IV/2018. 12. KENANG-KENANGAN Kenang-kenangan terdiri dari : piring kenang-kenangan dan piagam yang diberikan sebagai ungkapan terima kasih. Piring kenang-kenangan. Dapat diberikan kepada anggota Jalasenastri, perorangan yang bukan anggota Jalasenastri dan lembaga di luar Jalasenastri. 1) Bentuk, warna dan ukuran. a) Berbentuk bulat atau lonjong. b) Warna, ukuran dan bahan diserahkan kepada tingkat kepengurusan masing-masing. 2) Lambang Jalasenastri dicantumkan pada piring. 3) Pembuatan piring kenangan di buat oleh semua tingkat kepengurusan. PENUTUP 1. Dengan dikeluarkannya ketentuan tentang Atribut Jalasenastri ini maka Ketentuan Tentang Atribut Jalasenastri yang dikeluarkan pada tahun 2015 tidak berlaku lagi. 2. Ketentuan lain yang belum tercantum dalam ketentuan ini, akan diatur kemudian dalam petunjuk lebih lanjut. 3. Ketentuan ini berlaku sejak tanggal dikeluarkan. Dikeluarkan di : Jakarta Pada tanggal : April 2018 Ketua Umum Ny. Endah Ade Supandi
23 23 Lampiran ”A” LAMBANG JALASENASTRI Keterangan : 1. Bunga Melati berwana putih berkelopak 5 buah 2. Putik dan Benang sari berwarna kuning berjumlah 3 buah 3. Jangkar berwarna biru (warna PSK) 4. Rantai berwarna kuning emas berjumlah 8 buah mata rantai 5. Padi berwarna kuning emas berjumlah 46 buah 6. Kapas berjumlah 27 buah 7. Pita berwarna putih 8. Tulisan “JALASENASTRI” berwarna biru tua sama dengan warna jangkar 9. Warna dasar logo biru muda (warna PSR) 23
24
25
26
27
28
29
30
31 31 Lampiran “D” LENCANA JALASENASTRI 4 Cm 3 Cm 31
32 32 Keterangan : 1. Lebar bef/kutu baru 5-7 Cm 2. Panjang bef/kutu baru 15-20 Cm 3. Panjang Kebaya menyesuaikan bentuk tubuh 4. Bawahan lurik dengan wiron di tengah depan PSR PAKAIAN SERAGAM RESMI Lampiran “E-1”
33 33 Keterangan : 1. Lebar Bef / Kutu Baru 5 – 7 cm 2. Panjang Bef / Kutu Baru 15 – 20 cm 3. Panjang Kebaya disesuaikan bentuk tubuh 4. Bawahan lurik dengan wiron di tengah depan 5. Lengan bawah diberikan retsleting tutup ukuran 10 cm ujung lengan bawah PSR MUSLIM BERJILBAB PAKAIAN SERAGAM RESMI MUSLIM BERJILBAB Lampiran “E-2”
34 34 Keterangan : 1. Pada kerah terdapat setik jahitan + ½ Cm dari tepi kerah 2. Jumlah kancing 4 buah 3. Ukuran kancing bungkus 28 (+ 2 Cm) 4. Panjang lengan + 3 Cm di atas siku 5. Panjang rok 5 sampai dengan 10 Cm di bawah lutut (sesuai bentuk tubuh) 6. Rok depan terdapat ploi lipit hadap 7. Retsliting terdapat dibagian belakang rok PAKAIAN SERAGAM KERJA Lampiran “E-3”
35 35 Keterangan : 1. Panjang Blus menyesuaikan bentuk tubuh 2. Rok terdapat ploi lipit hadap di tengah depan 3. Pada kerah terdapat setik jahitan + ½ cm dari tepi kerah 4. Jumlah kancing 4 buah 5. Ukuran kancing bungkus 28 (+ 2 cm) 6. Retsliting terdapat dibagian belakang rok 7. Lengan bawah diberikan retsliting tutup ukuran 10 cm ujung lengan bawah. PAKAIAN SERAGAM KERJA MUSLIM BERJILBAB Lampiran “E-4” TAMPAK BELAKANG 35
36 36 PAKAIAN SERAGAM KERJA HAMIL Lampiran “E-5”
37 37 Keterangan : 1. Dipakai diatas Pakaian Seragam Kerja 2. Jumlah garis potongan pada PSU 9 buah garis 3. Jumlah kancing 2 buah 4. Ukuran kancing 38 (+ 2,5 Cm) 5. Lubang kancing bentuk bobok 6. Panjang jas lebih panjang dari pada Blus Pakaian Seragam Kerja 7. Tinggi hak sepatu 3 s.d. 7 Cm. PSU PAKAIAN SERAGAM UPACARA Lampiran “E-6” TAMPAK DEPAN TAMPAK BELAKANG 2 4 3 1 5 6 7 8 9
38 38 Keterangan : 1. Pada kerah terdapat setik jahitan + ½ cm dari tepi kerah 2. Jumlah kancing 4 buah 3. Ukuran kancing bungkus 28 (+ 2 cm) 4. Panjang lengan + 3 cm di atas siku 5. Celana tidak boleh sempit (ketat) 6. Retsliting terdapat dibagian depan celana PAKAIAN SERAGAM LAPANGAN Lampiran “E-7” TAMPAK BELAKANG TAMPAK DEPAN KANTONG
39 39 Keterangan : 1. Bagian tepi muka Blazer dan tepi tutup saku terdapat bisban isi polos warna biru 2. Jumlah kancing 2 buah ukuran 38 (+ 2,5 cm) Lampiran “E-8” BLAZER BATIK TAMPAK DEPAN TAMPAK BELAKANG TAMPAK DEPAN TAMPAK BELAKANG 39
40 40 Catatan : - Tas dan sepatu bebas Lampiran “E-9” PAKAIAN SERAGAM OLAHRAGA 40
41 41 TAS DAN SEPATU SERAGAM Catatan : Bagi Anggota Jalasenastri yang hamil dapat memakai sepatu seragam dengan tinggi tumit bebas 5 Cm s.d 7 Cm 3 Cm s.d 7 Cm Lampiran “E-10” Catatan : Tas untuk Pakaian Seragam Lapangan Catatan : Tas untuk Pakaian : - Seragam Kerja - Seragam Upacara - Seragam Resmi Selop dipakai untuk pakaian seragam Resmi Sepatu dipakai untuk pakaian Seragam Kerja, Seragam upcara dan Seragam Lapangan 41
42
43 43
44 44
45 45
46 46
47
48
49
50 ASENAS L TR A I J STEMPEL KETUA UMUM JALASENASTRI STEMPEL UNTUK KTA STEMPEL KETUA DAERAH JALASENASTRI ARMADA I STEMPEL KETUA DAERAH JALASENASTRI ARMADA II STEMPEL KETUA GABUNGAN JALASENASTRI MABESAL STEMPEL KETUA GABUNGAN JALASENASTRI KOLINLANMIL STEMPEL SEKRETARIS UMUM JALASENASTRI STEMPEL SEKRETARIS DAERAH JALASENASTRI ARMADA I SEKRETARIS UMUM STEMPEL SEKRETARIS DAERAH JALASENASTRI ARMADA II STEMPEL SEKRETARIS GABUNGAN JALASENASTRI MABESAL STEMPEL SEKRETARIS GABUNGAN JALASENASTRI KOLINLANMIL S E K R E T A R I S S E K R E T A R I S S E K R E T A R I S S E K R E T A R I S 50 Lampiran “I-1” CONTOH STEMPEL KETUA DAN SEKRETARIS STEMPEL SEKRETARIS UMUM JALASENASTRI STEMPEL KETUA DAERAH JALASENASTRI ARMADA BARAT STEMPEL KETUA DAERAH JALASENASTRI ARMADA TIMUR STEMPEL KETUA GABUNGAN JALASENASTRI MABESAL STEMPEL UNTUK KTA STEMPEL KETUA UMUM JALASENASTRI STEMPEL SEKRETARIS DAERAH JALASENASTRI ARMADA TIMUR STEMPEL SEKRETARIS GABUNGAN JALASENASTRI MABESAL STEMPEL SEKRETARIS DAERAH JALASENASTRI ARMADA BARAT STEMPEL KETUA GABUNGAN JALASENASTRI KOLINLAMIL STEMPEL SEKRETARIS GABUNGAN JALASENASTRI KOLINLAMIL 50 ASENAS L TR A I J STEMPEL KETUA UMUM JALASENASTRI STEMPEL UNTUK KTA STEMPEL KETUA DAERAH JALASENASTRI ARMADA I STEMPEL KETUA DAERAH JALASENASTRI ARMADA II STEMPEL KETUA GABUNGAN JALASENASTRI MABESAL STEMPEL KETUA GABUNGAN JALASENASTRI KOLINLANMIL STEMPEL SEKRETARIS UMUM JALASENASTRI STEMPEL SEKRETARIS DAERAH JALASENASTRI ARMADA I SEKRETARIS UMUM STEMPEL SEKRETARIS DAERAH JALASENASTRI ARMADA II STEMPEL SEKRETARIS GABUNGAN JALASENASTRI MABESAL STEMPEL SEKRETARIS GABUNGAN JALASENASTRI KOLINLANMIL S E K R E T A R I S S E K R E T A R I S S E K R E T A R I S S E K R E T A R I S