PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA SD ISLAMIC CENTER SAMARINDA MODUL AJAR FARIKHA ULYNUHA & SITI KHOLILLAH 2023/2024 TEMA: GAYA HIDUP BERKELANJUTAN
MODUL P5 Latar Belakang 02 Pentingnya mendukung dan mengembangkan gaya hidup berkelanjutan di kalangan anak-anak sekolah dasar tidak bisa diabaikan. Lingkungan pendidikan, khususnya di SD Islamic Center Samarinda, memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai keberlanjutan kepada peserta didik. Berbagai perubahan iklim, peningkatan limbah, dan berkurangnya sumber daya alam menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi oleh generasi masa depan. Melalui modul ajar ini, kami berusaha mengintegrasikan konsep gaya hidup berkelanjutan ke dalam kurikulum pendidikan. Serta diharapkan peserta didik tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual tentang gaya hidup berkelanjutan, tetapi juga dapat mengimplementasikannya dalam tindakan nyata melalui pembentukan sikap dan perilaku yang bertanggung jawab terhadap lingkungan di sekitar mereka. Dengan demikian, SD Islamic Center Samarinda berperan dalam menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif dan mendidik, memberikan landasan bagi generasi yang peduli terhadap masa depan bumi dan umat manusia. Dengan memahami konsep ini sejak dini, diharapkan peserta didik dapat menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya. Dengan keyakinan bahwa upaya kecil dari setiap individu dapat memberikan dampak besar, SD Islamic Center Samarinda bersama-sama membangun pemahaman dan implementasi gaya hidup berkelanjutan sebagai bagian integral dari pendidikan agama dan moral di sekolah dasar. Semoga melalui langkah ini, kita dapat bersama-sama merawat dan menjaga keberlanjutan alam semesta sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT.
03 Mengenal Gaya Hidup Berkelanjutan MODUL P5 A. Apa Itu Gaya Hidup Berkelanjutan? Gaya hidup berkelanjutan merujuk pada pola hidup dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan, sosial, dan ekonomi secara jangka panjang. Ini mencakup kesadaran akan konsumsi yang bertanggung jawab terhadap sumber daya alam, pemilihan produk ramah lingkungan, pengurangan limbah, serta peningkatan keterlibatan dalam aktivitas sosial dan komunitas. Gaya hidup berkelanjutan juga mencakup penggunaan energi terbarukan, transportasi ramah lingkungan, dan edukasi terus-menerus tentang cara menjalani hidup yang lebih seimbang dengan alam. Dengan mengadopsi gaya hidup berkelanjutan, diharapkan siswa dapat berusaha menciptakan perubahan positif dalam dunia dengan melestarikan lingkungan, meningkatkan kesejahteraan sosial, dan menjaga keseimbangan ekonomi untuk generasi yang akan datang.
04 Mengenal Gaya Hidup Berkelanjutan MODUL P5 B. Contoh Gaya Hidup Berkelanjutan Ada banyak cara di mana siswa dapat mengadopsi gaya hidup berkelanjutan. Berikut adalah beberapa contoh konkret: Mengurangi Penggunaan Plastik: Menggunakan produk-produk ramah lingkungan, seperti tas belanja kain dan botol minum berulang, untuk mengurangi limbah plastik. Transportasi Ramah Lingkungan: Memilih sepeda, berjalan kaki, atau menggunakan transportasi umum, serta mengurangi penggunaan mobil pribadi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Partisipasi dalam Penanaman Pohon dan Proyek Hijau: Mengambil bagian dalam kegiatan penanaman pohon dan mendukung proyek-proyek hijau yang bertujuan untuk meningkatkan vegetasi dan membersihkan udara di perkotaan. Dengan menerapkan langkah-langkah ini, siswa dapat berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan dan membantu melindungi planet untuk generasi yang akan datang.
05 Cara Seru Membagi Kelompok Sebagai Diferensiasi Proses Warna Warni Heboh Asosiasi Hewan atau Benda Kartu Karakteristik Nomor atau Huruf Setiap siswa mendapatkan kartu atau stiker warna. Siswa dengan warna yang sama membentuk kelompok. Kelompok-kelompok ini dapat digunakan untuk berbagai kegiatan, seperti diskusi, proyek kelompok, atau permainan kelas. Siswa memilih atau diberikan kartu dengan gambar hewan atau benda. Siswa dengan gambar yang sama membentuk kelompok. Proses ini memberikan elemen kreatif dan kesenangan dalam pembagian kelompok. Setiap siswa mendapatkan kartu yang berisi karakteristik atau kemampuan khusus. Siswa dengan karakteristik yang mirip membentuk kelompok. Ini dapat membantu menciptakan kelompok yang seimbang dengan keahlian yang beragam. Setiap siswa diberikan nomor atau huruf. Siswa dengan nomor atau huruf yang sama membentuk kelompok. Variasi dapat dilakukan dengan memberikan tantangan kepada kelompok untuk menyusun nomor atau huruf mereka dalam urutan tertentu. MODUL P5
06 Bingo Manusia Puzzle Kelompok Cara Seru Membagi Kelompok Sebagai Diferensiasi Proses Kelompok Minat Dadu Kelompok Buat kartu bingo manusia dengan berbagai ciri atau kegiatan. Siswa mencari orang-orang yang memiliki kesamaan dengan kartu bingo mereka. Setelah menemukan kesamaan, mereka membentuk kelompok. Pisahkan gambar puzzle menjadi beberapa bagian. Bagikan satu potongan puzzle kepada setiap siswa. Siswa harus mencari siswa lain yang memiliki potongan puzzle yang saling berhubungan untuk membentuk gambar lengkap. Minta siswa untuk menyatakan minat atau hobi mereka. Bentuk kelompok berdasarkan minat yang sama, sehingga siswa dapat terlibat dalam proyek atau penelitian yang sesuai dengan minat mereka. Letakkan dadu kelompok di meja dengan nomor yang berbeda. Siswa menggulung dadu untuk menentukan kelompoknya. Ini memberikan unsur keberuntungan dan kejutan dalam pembagian kelompok. MODUL P5
07 TOPIK 1 PENGELOLAAN SAMPAH KELAS BAWAH FASE A MODUL P5
08 Dimensi dan Elemen Profil Pelajar Pancasila MODUL P5 Dimensi Elemen Sub Elemen Target Pencapaian Aktivitas Terkait Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia Akhlak kepada alam Memahami keterhubungan ekosistem bumi Memahami konsep sebab-akibat di antara berbagai ciptaan Tuhan dan mengidentifikasi berbagai sebab yang mempunyai dampak baik atau buruk, langsung maupun tidak langsung, terhadap alam semesta Menjaga lingkungan alam sekitar Mewujudkan rasa syukur dengan berinisiatif untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan alam sekitarnya dengan mengajukan alternatif solusi dan mulai menerapkan solusi tersebut Kreatif Memiliki keluwesan berpikir dalam mencarialternatif solusi permasalahan Memiliki keluwesan berpikir dalam mencarialternatif solusi permasalahan Berupaya mencari solusi alternatif saat pendekatan yang diambil tidak berhasil berdasarkan identifikasi terhadap situasi Bergotong Royong Kolaborasi Kerja sama Menampilkan tindakan yang sesuai dengan harapan dan tujuan kelompok
09 Referensi - Perkembangan Sub-elemen antarfase MODUL P5 Dimensi: Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia Elemen: Akhlak kepada alam Sub Elemen Mulai Berkembang Berkembang Berkembang Sesuai Harapan Sangat Berkembang Memahami keterhubungan ekosistem bumi Mengenal berbagai ciptaan dan makhluk Tuhan Mengidentifikasi berbagai ciptaan dan makhluk Tuhan Memahami adanya hubungan antara ciptaan Tuhan satu sama lain Memahami dan mengidentifikasi adanya hubungan harmonis yang saling ketergantungan antar ciptaan Tuhan Menjaga lingkungan alam sekitar Mulai membiasakan untuk bersyukur atas karunia alam sekitar dengan berlatih untuk menjaga kebersihan dan merawat lingkungan alam sekitarnya. Terbiasa memahami tindakan-tindakan yang ramah dan tidak ramah lingkungan serta membiasakan diri untuk berperilaku ramah lingkungan. Terbiasa berperilaku ramah lingkungan dengan konsisten dan memahami akibat perbuatan tidak ramah lingkungan. Mewujudkan rasa syukur dengan berinisiatif untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan alam sekitarnya dengan mengajukan alternatif solusi dan mulai menerapkan solusi tersebut.
10 Referensi - Perkembangan Sub-elemen antarfase MODUL P5 Sub Elemen Mulai Berkembang Berkembang Berkembang Sesuai Harapan Sangat Berkembang Memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan Mengidentifikasi gagasan-gagasan kreatif untuk menghadapi situasi dan permasalahan Membandingkan gagasan-gagasan kreatif untuk menghadapi situasi dan permasalahan. Berupaya mencari solusi alternatif saat pendekatan yang diambil tidak berhasil berdasarkan identifikasi terhadap situasi. Menghasilkan solusi alternatif dengan mengadaptasi berbagai gagasan dan umpan balik untuk menghadapi situasi dan permasalahan. Dimensi: Kreatif
11 Referensi - Perkembangan Sub-elemen antarfase MODUL P5 Dimensi: Bergotong Royong Elemen: Kolaborasi Sub Elemen Mulai Berkembang Berkembang Berkembang Sesuai Harapan Sangat Berkembang Kerja sama Menerima dan melaksanakan tugas serta peran yang diberikan kelompok dalam sebuah kegiatan bersama Menampilkan tindakan yang sesuai dengan harapan dan tujuan kelompok Menunjukkan ekspektasi (harapan) positif kepada orang lain dalam rangka mencapai tujuan kelompok di lingkungan sekitar (sekolah dan rumah) Menyelaraskan tindakan sendiri dengan tindakan orang lain untuk melaksanakan kegiatan dan mencapai tujuan kelompok di lingkungan sekitar, serta memberi semangat kepada orang lain untuk bekerja efektif dan mencapai tujuan bersama
12 Alur Tahapan Proyek MODUL P5 Pengenalan 1. Trash Walk 2. Apa yang Aku Ketahui Tentang Sampah? 3. Asal Sampah Kontekstualisasi 4 . Sampah Stop 5. Dunia Tanpa Sampah 6. Kunjungan ke Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) Aksi 7. Tantangan nol sampah 8. Reduce: Mindful Eating(Makan dengan Penuh Kesadaran) 9. Recycle: Membuat Ecoenzyme 10. Reuse: Membuat Ecobrick 11. Aksi Nyata 12. Pameran Aksi “Perjalanan Menyelamatkan Sampah” 13. Refleksi & Tindak lanjut
TOPIK 1: PENGELOLAAN SAMPAH 13 PENGERTIAN Sampah merupakan segala jenis bahan atau zat sisa yang tidak diinginkan dan tidak memiliki nilai ekonomi yang langsung. Sampah dapat berupa material padat, cair, atau gas yang dihasilkan dari aktivitas manusia, industri, atau proses alam. MODUL P5 JENIS Sampah Organik: Merupakan sampah yang berasal dari bahan-bahan yang dapat terurai secara alami, seperti sisa makanan, daun, dan bahan organik lainnya. Sampah Anorganik: Merupakan sampah yang sulit terurai secara alami, seperti plastik, kertas, logam, dan kaca. Sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun): Mengandung zat-zat yang dapat membahayakan lingkungan dan kesehatan manusia, seperti baterai bekas, cat, obat-obatan, dan limbah industri berbahaya. Sampah Elektronik (E-waste): Merupakan sampah yang berasal dari barang-barang elektronik yang sudah tidak terpakai, seperti komputer, telepon genggam, dan perangkat elektronik lainnya.
14 BAHAYA SAMPAH Pencemaran Lingkungan: Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat mencemari air, udara, dan tanah, mengakibatkan kerusakan ekosistem dan menyebabkan penyakit. Ancaman Kesehatan: Sampah dapat menjadi sarang penyakit, terutama jika mengandung bakteri atau bahan berbahaya. Pembuangan sampah sembarangan juga dapat menimbulkan risiko penularan penyakit. Kerusakan Ekosistem: Sampah plastik, misalnya, dapat mencemari laut dan mengancam kehidupan biota laut. Sampah juga dapat merusak habitat alami hewan dan tumbuhan. Kebakaran Sampah: Pembakaran sampah yang tidak terkendali dapat menyebabkan polusi udara dan merusak lingkungan sekitar. Perubahan Iklim: Beberapa metode pengelolaan sampah, seperti pembakaran, dapat menghasilkan emisi gas rumah kaca yang dapat berkontribusi pada perubahan iklim global MODUL P5 PENGELOLAAN Pengurangan Sampah: Mendorong pengurangan penggunaan barang sekali pakai dan praktik konsumsi yang berlebihan. Daur Ulang: Memisahkan sampah sesuai jenisnya untuk proses daur ulang. Misalnya, kertas, plastik, logam, dan kaca dapat didaur ulang menjadi produk baru. Pengomposan: Mengolah sampah organik menjadi kompos yang dapat digunakan sebagai pupuk tanaman. Pembuangan TPA (Tempat Pembuangan Akhir): Merupakan tempat pembuangan akhir yang dirancang secara khusus untuk menangani sampah yang tidak dapat diolah melalui pengurangan, daur ulang, atau pengomposan. Edukasi Masyarakat: Mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan penerapan gaya hidup berkelanjutan.
Persiapan: Pendidik melakukan survey lingkungan sekolah dan sekitarnya sebagai lokasi trash walk. Pastikan lokasi aman dan mudah diakses oleh peserta. Deskripsi Kegiatan: Pendidik bersama siswa melakukan aktivitas jalan santai di sekitar sekolah Kegiatan Pemantik 1.Pendidik mengenalkan topik bahasan hari ini adalah sampah. Berikan beberapa pertanyaan pemantik: a. Menurutmu apa itu sampah? b. Di mana biasanya kamu menemukan sampah? c. Apakah kamu senang melihat sampah? Mengapa? d. Mengapa kita harus peduli pada sampah? Dengarkan jawaban murid tanpa mengoreksi. Untuk menggali jawaban lebih dalam silahkan ajak atau tunjuk lebih banyak peserta untuk merespon pertanyaan. Kegiatan Utama 2. Pendidik memberitahukan bahwa hari ini peserta akan berjalan-jalan di sekitar sekolah untuk mengamati dan mengambil sampah yang ditemukan sepanjang perjalanan. 3. Bagilah peserta dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok dilengkapi dengan capit, sarung tangan, masker dan kantong untuk mengumpulkan sampah. 4. Ajaklah peserta untuk mulai berjalan dan memungut sampah sesuai dengan lokasi dan durasi yang ditentukan. 5. Setelah mengumpulkan sampah, mintalah setiap kelompok untuk mengkategorikan sampah-sampah tersebut tanpa koreksi pendidik. Mintalah mereka memilah, menamakan sendiri klasifikasi sampahnya serta menyertakan alasan klasifikasi sampah tersebut 6. Mintalah setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil klasifikasi sampahnya pada kelompok lain. Tidak ada nilai benar salah di sini Kegiatan Refleksi 7. Setelah kegiatan, mintalah peserta didik untuk menuliskan refleksi kegiatan dalam lembar refleksi. Siswa mampu menjelaskan tentang pengertian sampah, mengasah kepekaan tentang masalah di lingkungan sekitar. 2JP/60 Menit Tujuan Waktu Capitan untuk mengambil sampah, sarung tangan, masker, kantong sampah. Alat/Bahan 1 Trash Walk KEGIATAN 1 Pelaksanaan
Persiapan: Sampah yang dikumpulkan dari trash walk Deskripsi Kegiatan: Pendidik memantik diskusi untuk menggali refleksi siswa setelah melakukan trash walk Kegiatan Pemantik 1.Pendidik meletakkan beberapa jenis sampah di atas sebuah alas besar 2.Pendidik mengajak siswa melihat dengan seksama selama beberapa detik untuk mengingat jenis sampah yang ada Kemudian pendidik meminta siswa menutup mata atau membalikkan badan. Saat itu, pendidik mengganti atau menghilangkan satu atau beberapa jenis sampah 3. 4.Setelah itu pendidik mengajak siswa melihat kembali sampah di atas alas dan bertanya jenis sampah yang hilang atau diganti Kegiatan Utama 1.Pendidik memberikan pertanyaan berikut sebagai pemantik diskusi: a. Benda seperti apa yang kita sebut sampah? b. Di manakah tempat yang paling banyak ditemukan sampah? c. Apa yang terjadi jika sampah dibiarkan? d. Apa yang terjadi jika sampah dibakar? e. Apabila kamu menemukan orang yang membakar sampah, apa yang kamu lakukan? f. Apa yang seharusnya dilakukan ketika melihat banyaknya tumpukan sampah? Kegiatan Refleksi 1. Setelah kegiatan, mintalah peserta didik untuk melengkapi refleksi kegiatan dalam lembar refleksi. Siswa mampu menjelaskan tentang pengertian sampah, mengasah kepekaan tentang masalah di lingkungan sekitar. 2JP/60 Menit Tujuan Waktu Sampah organik dan anorganik. Alat/Bahan 2 Apa Yang Aku Ketahui Tentang Sampah? KEGIATAN 2 Pelaksanaan
R E F L E K S I P E R JALANAN BE LAJAR HAR I INI Hari ini aku merasa.. Nama: Kelas: Karena Hari ini aku menemukan .... Aku baru tahu, kalau .... Aku juga melihat .... Aku ingin bertanya tentang .... R E F L E K S I P E R JALANAN BE LAJAR HAR I INI Hari ini aku merasa.. Nama: Kelas: Karena Hari ini aku menemukan .... Aku baru tahu, kalau .... Aku juga melihat .... Aku ingin bertanya tentang ....
Persiapan: Pendidik mencetak gambar sampah dan dipotong menjadi puzzle, Deskripsi Kegiatan: Pendidik mengajak siswa untuk berefleksi tentang asal sampah dan mewawancarai warga sekolah mengenai sampah Kegiatan Pemantik Pendidik membagikan potongan puzzle gambar sampah ke masing-masing siswa secara acak, kemudian meminta siswa untuk mencari teman yang memiliki potongan puzzle yang cocok agar dapat menyusun gambar yang utuh dan terbentuk kelompok 1. Setelah semua puzzle terbentuk, pendidik meminta tiap kelompok siswa untuk menjelaskan gambar sampah yang ada, dengan pertanyaan: 2. “Sampah kelompok kami berupa ...”, “Sampah ini berasal dari...” , “Sampah ini bisa dikurangi dengan cara ...” Kegiatan Utama 1.Pendidik menjelaskan bahwa hari ini siswa bertugas mewawancarai narasumber, yaitu: Orang tua siswa, staf sekolah, guru 2.Setiap kelompok berpencar untuk mewawancarai narasumber dengan menggunakan pertanyaan berikut: a. Apa pendapat Anda mengenai sampah di sekolah kita? b. Sampah jenis apa yang paling sering Anda hasilkan? c. Apa yang seharusnya kita lakukan agar sampah di sekolah kita berkurang? Kegiatan Refleksi 1. Setelah melakukan wawancara, mintalah setiap kelompok untuk melengkapi kanvas hasil wawancara sebagai asesmen formatif Siswa mampu memahami dari mana asal sampah berasal dan setiap orang harus bertanggung jawab atas sampah yang ia hasilkan 2JP/60 Menit Tujuan Waktu Gambar sampah yang dipotong jadi puzzle, kanvas wawancara Alat/Bahan 3 Asal Sampah KEGIATAN 3 Pelaksanaan
Contoh Gambar Sampah botol plastik (Anorganik) Sampah baterai (B3) Sampah organik Sampah kertas (anorganik)
HASIL WAWANCARAKU Nama: Kelas: Kegiatan yang paling aku sukai hari ini adalah: Aku menemukan informasi bahwa ... Aku berjanji akan .... Aku ingin bertanya mengenai .... “Bagaimana hasil wawancaramu? Ayo ceritakan apa yang kamu pelajari dari hasil wawancaramu di kanvas berikut ini
Persiapan: Pendidik menyiapkan sampah bermacam-macam jenis seperti anorganik (plastik, kertas, multi layered-sachet, kaleng) dan organik (kulit buah). Letakkan sampah di lantai kelas. 1. 2.Pendidik menyiapkan beberapa kontainer/kardus yang diberi label jenis sampah. Deskripsi Kegiatan: Pendidik mengajak siswa untuk bermain memasukkan sampah sesuai dengan kategorinya Kegiatan Pemantik Pendidik dan siswa melakukan gerak pemanasan yang menyenangkan (Seperti: Mari meniru ayah menyapu!, Mari meniru kakak mengepel!, Mari meniru Ibu mencuci piring!, Mari meniru adik membuang sampah!) 1. 2.Pendidik bertanya, “Di mana kita meletakkan sampah?” dan menjelaskan hari ini kita akan bermain sampah stop Kegiatan Utama 1.Pendidik mengajak peserta untuk melakukan permainan Sampah Stop. Bagilah kelas dalam beberapa kelompok. 2.Setiap kelompok menunjuk satu orang untuk sebagai perwakilan. 3.Pendidik meminta perwakilan kelompok untuk berdiri di depan kelas mengitari sampah yangsudah diletakkan di lantai. Pendidik memberi instruksi untuk setiap perwakilan kelompok berjalan mengelilingi sampah selama musik diputar dan berhenti, lalu mengambil sampah yang disebutkan pendidik ketika musik berhenti. 4. Pendidik bisa memberi instruksi berupa, “ambil sampah yang bisa didaur ulang”, “ambilsampah yang mudah busuk”, “ambil sampah yang butuh waktu puluhan tahun untuk terurai”,“ambil sampah yang bisa dipakai ulang” 5. Pendidik mengajak setiap kelompok untuk mengecek bersama-sama apakah benda yangdiambil pemain sudah sesuai dengan instruksi. Apabila ada perbedaan pendapat mintalah peserta untuk mengemukakan alasannya. 6. Setelah permainan selesai, ajaklah setiap kelompok untuk memasukkan setiap sampah pada kontainer/kardus yang telah diberi label. 7. Kegiatan Refleksi 1. Setelah melakukan permainan, mintalah siswa untuk refleksi kegiatan dalam lembar refleksi. Siswa mampu memahami kategori sampah berdasarkan jenis dan perlakuan yang tepat dalam mengolahnya 2JP/60 Menit Tujuan Waktu Beberapa sampah bermacam jenis, kertas,spidol, label, wadah kontainer besar atau kardus, speaker Alat/Bahan 4 Sampah Stop KEGIATAN 4 Pelaksanaan
Hari ini aku merasa: karena ... Lembar Refleksi Nama: Kelas: Kegiatan yang aku sukai hari ini adalah .... Kegiatan yang paling sulit hari ini adalah .... Aku baru tahu kalau .... Besok aku ingin lebih baik dalam hal .... Aku ingin tahu lebih banyak tentang ....
Persiapan: Pendidik menyiapkan perangkat untuk menampilkan buku cerita digital. Deskripsi Kegiatan: Pendidik mengajak siswa untuk bermain memasukkan sampah sesuai dengan kategorinya Kegiatan Pemantik Pendidik mengajak peserta untuk menyimak sebuah cerita dengan membacakan nyaring di depan kelas. Buku ini bisa dibacakan langsung menggunakan proyektor atau dicetak di kertas besar 1. (https://repositori.kemdikbud.go.id/17713/1/Sukini-Terdampar%20di%20Dunia%20Plastik.pdf) Kegiatan Utama 1.Setelah menyimak cerita, ajaklah peserta untuk berdiskusi: a. Apa yang kamu rasakan setelah menyimak cerita tadi? b. Siapa tokoh utama dalam cerita tersebut? c. Peristiwa apa yang dialami oleh tokoh cerita? d. Apa yang menyebabkan peristiwa itu terjadi? e. Apa pesan yang bisa kamu ambil dari cerita itu? 2. Setelah berdiskusi ajaklah setiap peserta untuk menggambarkan dunia jika tidak ada sampah. Bagikan selembar kertas dan peserta bebas menggambar dengan berbagai media pensil warna/spidol/krayon. 3. Mintalah peserta untuk menunjukkan gambarnya di depan kelas dan menceritakan tentang gambarnya. Kegiatan Refleksi 1. .Berilah pertanyaan refleksi “Jika ingin dunia tidak ada masalah sampah, apa yang bisa kamu lakukan untuk mewujudkannya? Siswa mampu memahami pentingnya upaya menjaga lingkungan dari sampah 2JP/60 Menit Tujuan Waktu Lembar kertas gambar,pensil warna/spidol/krayon Alat/Bahan 5 Dunia Tanpa Sampah KEGIATAN 5 Pelaksanaan
Persiapan: Pendidik bersama pihak sekolah mengatur kunjungan ke TPS wilayah setempat. Deskripsi Kegiatan: Pendidik mengajak siswa untuk berkunjung ke tempat pengolahan sampah Kegiatan Pemantik Pendidik memberi tahu kepada siswa beberapa hari sebelum kunjungan bahwa akan ada kegiatan jalan-jalan ke tempat pengelolaan sampah. 1. 2.Pendidik memandu diskusi persiapan keberangkatan dengan pertanyaan pemantik berikut: Apa saja perlengkapan yang diperlukan? Kunjungan nati ada di lingkungan yang tidak kita kenal. Apa yang harus dilakukan agar kita tetap aman? Apa yang perlu dilakukan agar kita bisa mendapat banyak pelajaran tentang sampah? Dari diskusi ini dibuat kesepakatan kunjungan yang harus dipatuhi oleh semua siswa Kegiatan Utama Pendidik membagikan lembar kerja berisi pertanyaan tentang hal-hal yang ingin diketahui ketika di sana. Pendidik boleh meminta setiap siswa memilih topik tertentu yang ingin diketahui saat kunjungan dengan mewawancara petugasTPS. 1. 2.Sebelum berangkat pendidik mengingatkan kembali kesepakatan kunjunganyang sudah dibuat. 3.Alur kegiatan bisa disepakati dengan pihak TPS. Kegiatan Refleksi 1.Pendidik dapat meminta siswa untuk mengisi lembar kerja di lokasi kegiatan Siswa mampu melihat dan belajar secara langsung tentang prosesvpengelolaan sampah 2JP/60 Menit Tujuan Waktu Buku, Pulpen, tandapengenal, masker. Alat/Bahan 6 Kunjungan ke TPS KEGIATAN 6 Pelaksanaan
SEBE L UM L a p o r a n Ke r j a Ku n j u n g a n k e TPS SES U D A H Silahkan ceritakan apa yang kamu pikirkan sebelum berkunjung ke TPS dan sesudah kunjungan dilakukan Aku ingin tahu tentang ... Aku tidak sabar ingin melihat ... Ketika di sana aku akan melakukan.... Hal baik yang sudah aku lakukan... Hal yang paling aku suka dari kunjungan ini.... Hal baru yang aku pelajari.... Nama: Kelas:
Persiapan: Pendidik menyediakan lembar berisi ceklis aktivitas yang bisa dilakukan untuk mengurangi sampah melalui pola konsumsi sehari-hari. Deskripsi Kegiatan: Pendidik mengajak siswa untuk mengurangi sampah melalui pola konsumsi sehari-hari Kegiatan Pemantik Pendidik mengajak siswa bernyanyi lagu Jangan Membuang Sampah Cipt AT Mahmud ( https://www.youtube.com/watch? v=i7fE1aoWMZw&pp=ygUWamFuZ2FuIG1lbWJ1YW5nIHNhbXBhaA%3D%3D ) 1. 2.Pendidik memantik diskusi kelas dengan pertanyaan berikut: Apa yang kamu bayangkan saat menyanyikan lagu tersebut? Lingkungan seperti apa yang indah dan sehat? Seperti apa dunia tanpa sampah? Kegiatan Utama 1.Pendidik membahas kembali tentang banyaknya sampah yang bisa kita temui di sekitar kita. 2.Ajaklah peserta didik untuk melakukan aksi nyata mengurangi sampah selama 6 hari. Mintalah peserta didik untuk menandai aktivitas nol sampah yang berhasil dilakukannya selama periode tersebut dalam sebuah kertas. 3. Kegiatan Refleksi 1. Setelah menyetorkan hasil tantangan 6 hari, mintalah peserta untuk melakukan refleksi atas progres nol sampah yang sudah dilakukan Siswa mampu membiasakan untuk melakukan pengurangan sisa konsumsi melalui kegiatan sehari-hari 2JP/60 Menit Tujuan Waktu Kertas, alat tulis Alat/Bahan 7 Tantangan Nol Sampah KEGIATAN 7 Pelaksanaan
KEGIATAN SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT SABTU JUMLAH Pergi sekolah membawa botol minum sendiri (bukan botol plastik sekali pakai) Menghabiskan makanan Mengurangi pemakaian tisu, lebih banyak memakai lap kain Membawa kantong kain daripada kresek untuk membawa barang yang dibeli TIdak makan wafer/ makanan ringan dalam kemasan plastik Nama: Kelas: Tantangan Nol Sampah
Persiapan: 1.Pendidik menyiapkan source mengenai topik perilaku reduce ( https://bit.ly/makananjangandibuang ) 2.Koordinasi dengan orang tua, tentang tujuan dan langkah-langkahnya Menyiapkan siswa untuk membawa bekal makanan dengan kriteria (minim sampah, pasti habis, dan menyiapkan bekalnya sendiri didampingi orangtua (kanvas tersedia) 3. Deskripsi Kegiatan: Pendidik mengajak siswa untuk membawa bekal makanan minim sampah dan menghindari perilaku food waste Kegiatan Pemantik 1.Pendidik memantik diskusi kelas dengan pertanyaan berikut: Bekal makanan/ makan siang apa yang biasanya tidak kamu habiskan? Mengapa? Apa kira-kira yang terjadi pada sisa makanan tersebut? Apa yang perlu kita lakukan agar tidak banyak makanan yang tersisa? Kegiatan Utama Pendidik membagi siswa menjadi beberapa kelompok (berisikan maks 5 siswa). Tiap kelompok mencuci tangan secara bergantian 1. Pendidik mempersilakan siswa duduk dalam kelompok, lalu bergantian bercerita; (Makanan yang kubawa adalah ..., Makanan ini tidak/hanya sedikit menghasilkan sampah karena menggunakan ....) 2. 3.Mintalah peserta didik untuk membaca doa makan dan makan bersama dengan tenang dan penuh rasa syukur Kegiatan Refleksi 1. Setelah selesai makan dan bersih-bersih, pendidik bertanya Apa perasaanmu saat membawa bekal minim sampah? Apa tantangan menyiapkan bekal minim sampah? Lihat kembali bekal makanan yang kamu bawa. Apakah ada makanan yang tetap bersisa (misal kulit buah)? Apa yang akan kita lakukan pada sisa makanan yang tidak bisa dikonsumsi? Siswa mampu membiasakan untuk melakukan pengurangan sisa konsumsi melalui kegiatan sehari-hari 2JP/60 Menit Tujuan Waktu Kertas, alat tulis Alat/Bahan 8 Reduce: Mindful Eating (Makan dengan Penuh Kesadaran) KEGIATAN 8 Pelaksanaan
5 Aku Makan Dengan Lahap Makanan favoritku adalah ... Ayo gambar makanan favorit yang ingin kamu bawa ke sekolah! Makanan sehat mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan tubuh Berdiskusilah dengan orang tua: Apakah makanan favoritmu adalah makanan sehat? Kriteria Makanan Minim Sampah Menggunakan kotak bekal Membawa makanan secukupnya Sendok-Garpu Stainless Menghindari penggunaan plastik Menggunakan tumbler
Persiapan: Pendidik menyiapkan alat dan bahan untuk membuat ecoenzyme. Pendidik dapat meminta peserta untuk ikut mengumpulkan bahan organik untuk digunakan sebagai bahan ecoenzyme. 1. 2.Pendidik menyiapkan perangkat untuk memutar video. Deskripsi Kegiatan: Pendidik mengajak siswa untuk membuat ecoenzyme dari sampah organik yang ada Kegiatan Pemantik 1.Pendidik mengajak siswa untuk memanfaatkan sisa organik dengan membuat ecoenzyme. Ajaklah peserta untuk menyimak sebuah video tentang ecoenzyme terlebih dahulu. (https://www.youtube.com/watch? v=pDAjcWnohvA) 2. Kegiatan Utama Setelah menonton video, ajaklah siswa untuk mempraktikkan pembuatan ecoenzyme. Mintalah siswa mengumpulkan bahan organik dalam satu wadah. 1. Pendidik membagi siswa dalam beberapa kelompok. Bagilah tugas setiap kelompok untuk menimbang bahan organik, menimbang takaran air dan gula merah. Perbandingan gula, bahan organik dan air adalah 1:3:10. Bahan organik sisa buah/sayur harus dalam kondisi segar (tidak busuk dan bukan yang sudah dimasak). 2. 3.Setelah ditimbang, masukkan semua bahan ke dalam wadah kedap udara, aduk semua bahan dengan sendok. Tulislah tanggal pembuatan ecoenzyme, tanggal panen (tiga bulan dari waktu pembuatan) dan jenis bahan organik yang dimasukkan. 4. 5.Biarkan wadah di tempat sejuk dan kering selama tiga bulan. Kegiatan Refleksi Setelah membuat ecoenzyme, bahaslah bersama rencana pemanfaatan ecoenzyme ketika sudah dipanen tiga bulan nanti. Berikan pemantik, “Ecoenzyme bisa digunakan untuk berbagai keperluanterutama sebagai bahan permbesih alami. Apa saja kegiatan yang akan kamu lakukan denganmenggunakan ecoenzyme ketika sudah panen nanti?” 1. 2.Ajaklah peserta untuk sama-sama merefleksi kegiatan hari ini dengan bertanya, Bagaimana perasaanmu ketika membuat ecoenzyme? Apa yang bisa kamu lakukan untuk memanfaatkan sisa organik di rumah? Siswa mampu memraktikkan pengelolaan sampah dengan membuat ecoenzyme 2JP/60 Menit Tujuan Waktu Kulit buah (jeruk, pisang, dll.) gula merah, air, wadah kedap udara, timbangan, sendok pengaduk, pulpen,label, proyektor, laptop Alat/Bahan 9 Recycle: Membuat Ecoenzyme KEGIATAN 9 Pelaksanaan
Persiapan: Pendidik menyiapkan alat dan bahan untuk membuat ecobrick. Pendidik dapat meminta peserta untuk ikut mengumpulkan plastik dan botol untuk digunakan sebagai bahan ecobrick. 1. 2.Pendidik menyiapkan perangkat untuk memutar video. Deskripsi Kegiatan: Pendidik mengajak siswa untuk membuat ecoenzyme dari sampah organik yang ada Kegiatan Pemantik 1.Pendidik mengajak siswa untuk memanfaatkan sisa anorganik agar tidak sia-sia berakhir di TPA, dengan membuat ecobrick Ajaklah peserta untuk menyimak sebuah video tentang ecobrick terlebih dahulu. (https://www.youtube.com/watch? v=pDAjcWnohvA) dan source untuk pendidik: https://econusa.id/id/ecodefender/ini-dia-manfaat-dan-cara-membuatecobricks/ 2. Kegiatan Utama Setelah menonton video, ajaklah siswa untuk mempraktikkan pembuatan ecobrick. Mintalah siswa mengumpulkan botol dan plastik 1. Pendidik membagi siswa dalam beberapa kelompok. Bagilah tugas setiap kelompok untuk memotong plastik lembut dan plastik keras 2. 3.Masukkan plastik yang sudah dicampur ke dalam botol, plastik lembut untuk menekan/mengunci. Setelah terisi separuh, cek beratnya dengan ditimbang. Berat minimal 0.33% dari ukuran botol.Jadi botol 600ml berat minimalnya adalah 200gr. Jika berat sudah sesuai, lanjutkan mengisiplastiknya. Setelah terisi penuh, timbang kembali untuk mengetahui beratnya. 4. Isi plastiknya jangan sampai penuh, kurangi 1-2cm dari ujung botol agar isi tidak terlalu penuhsehingga isi botol tidak akan terbuka. 5. Kegiatan Refleksi 1.Ajaklah peserta untuk sama-sama merefleksi kegiatan hari ini dengan bertanya, Bagaimana perasaanmu ketika membuat ecobrick? Selain membuat ecobrick, apa lagi yang bisa dimanfaatkan dari plastik bekas? Siswa mampu memraktikkan pengelolaan sampah dengan membuat ecobrick 2JP/60 Menit Tujuan Waktu Botol, plastik lembut (kresek bening) dan plastik keras(kemasan), gunting,kayu,timbangan. Alat/Bahan 10 Reuse: Membuat Ecobrick KEGIATAN 10 Pelaksanaan
Persiapan: Pendidik bekerja sama dengan pendidik lain untuk mendampingi siswa melakukan aksi. Pendamping siswa perlu memahami tugas masing-masing sehingga perlu dilakukan koordinasi dengan pendidik 1. 2.Pendidik memandu tiap kelompok mengisi kanvas persiapan aksi nyata Deskripsi Kegiatan: Pendidik mengajak siswa untuk melakukan aksi nyata Sadar Sampah Kegiatan Pemantik 1.Pendidik memandu tiap kelompok mengisi kanvas persiapan aksi nyata Kegiatan Utama 1.Pendidik mengingatkan siswa tentang kesepakatan saat kunjungan ke luar kelas 2.Siswa melakukan aksi nyata berupa kampanye Sadar Sampah, berpanduan pada kanvas yang telah dibuat 3.Setiap kelompok didampingi orang dewasa yang ditunjuk sekolah Kegiatan Refleksi 1.Ajaklah peserta untuk duduk dan bercerita mengenai: Hal apa yang berjalan lancar? Hal apa yang menjadi tantangan? Pelajaran apa yang bisa diambil Siswa mampu menyampaikan ide mengenai sadar sampah kepada orang lain dengan percaya diri 2JP/60 Menit Tujuan Waktu Kanvas, Alat Tulis Alat/Bahan 11 Aksi Nyata KEGIATAN 11 Pelaksanaan
Panduan Untuk Pendamping Pendamping berperan untuk menjaga keselamatan. Bacalah rencana aksi nyata yang dibuat oleh siswa. Biarkan siswa melakukan kampanye dengan mandiri sesuai rencana yang mereka buat. Jangan mengambil alih peran mereka Pastikan orang tua atau wali siswa mengetahui dan menyetujui kegiatan ini Lakukan peninjauan lokasi kampanye terlebih dahulu untuk mengidentifikasi potensi risiko atau bahaya yang perlu diatasi Pastikan semua siswa dalam keadaan sehat sebelum kampanye dimulai Ajari siswa tentang pentingnya komunikasi yang jelas selama kampanye
MERANCANG AKSI NYATA Ceritakan rancangan aksi nyatamu melalui GRASPS di bawah ini G - Goal (Tujuan), R- Role (Peran), A - Audience (Sasaran), S - Situation (Situasi), P - Product (Produk), S - Standards (Standar) Apa TUJUAN dari aksi nyata yang akan dilakukan? Apa PERANMU dari aksi nyata ini? Seperti apa RESPONS AUDIENS yang kamu harapkan? Bagaimana kesadaran SITUASI sekitar lingkunganmu tentang sampah? Aksi nyatamu dikatakan SUDAH BAIK, jika ... Apa Produk, Jasa atau Ide yang akan kamu buat?
Persiapan: 1.Pendidik bekerja sama dengan pendidik lain dan orang tua untuk mendampingi siswa melakukan pameran aksi 2.Pendidik memandu tiap kelompok mengisi kanvas persiapan aksi nyata Deskripsi Kegiatan: Pendidik mengajak siswa untuk melakukan aksi nyata Sadar Sampah Kegiatan Utama 1.Pendidik mengajak murid untuk melakukan pameran aksi pahlawan sampah yang sudah dilakukan. Pendidik dapat berkoordinasi dengan guru lain maupun orang tua terkait kegiatan ini sehingga bersama-sama membentuk kepanitiaan yang mengundang kakak dan adik kelas serta orang tua. 2. Peserta mempersiapkan stan pameran dan presentasi yang akan dibawakan. Sebelum kegiatan ini, ajaklah peserta untuk melakukan latihan presentasi. 3. Peserta dapat menceritakan pengalaman mereka melakukan aksi menyelamatkan lingkungan dari bahaya sampah dan pendapat mereka tentang pentingnya melakukan aksi nyata bijak mengelola sampah. 4. Kegiatan Refleksi 1.Ajaklah peserta untuk duduk dan bercerita mengenai: Hal apa yang berjalan lancar? Hal apa yang menjadi tantangan? Pelajaran apa yang bisa diambil Membagikan pengalaman dan pandangan tentang aksi menjagalingkungan dari sampah 2JP/60 Menit Tujuan Waktu Stan pameran, poster,dokumentasi Alat/Bahan 12 Pameran Aksi “Perjalanan Menyelamatkan Sampah” KEGIATAN 12 Pelaksanaan
AKSI NYATA Nama Kelompok: 5 hal yang akan kami lakukan adalah ...
Kegiatan Pemantik Pendidik mengusahakan lingkungan yang nyaman untuk relaksasi . Sedapat mungkin ruangan dibuat sejuk, tenang, dan tidak terlalu terang. Musik lembut bisa diperdengarkan jika memungkinkan 1. 2.Jika situasi telah kondusif, siswa diminta untuk berkumpul 3.Pendidik memandu siswa melakukan teknik pernapasan yang membantu relaksasi. Misalnya: Mari hirup napas dalam-dalam melalui hidung Tahan sejenak Embuskan perlahan melalui mulut Alternatif lain, pendidik memandu siswa melakukan peregangan ringan Kegiatan Utama 1.Pendidik memberi siswa waktu untuk menuliskan kesan, harapan dan rencana tindak lanjut dari projek yang sudah dilakukan. Pendidik mengajak siswa untuk membahas perubahan apa saja yang terjadi pada dirinya setelah melaksanakan rangkaian tahapan projek. 2. 3.Pendidik memberi siswa waktu untuk menuliskan rencana yang akan dilakukan setelah projek. 4.Pendidik dapat memberikan opsi rencana tindak lanjut bagi siswa dan juga membolehkan peserta untuk membuatnya sendiri. Tips: Bentuk tindak lanjut dapat berupa kegiatan kampanye lewat poster, membuat gerakan monitoring nol sampah, mengajak peserta dari kelas lain, keluarga atau tetangga untuk ikut serta dalam kegiatan mengelola sampah dengan kampanye refuse, reduce, reuse, recycle. Siswa mampu merangkum hasil pembelajaranselama mengerjakan projek danmeneruskan praktik baik yangsudah dilakukan setelah projek 2JP/60 Menit Tujuan Waktu Buku, Pulpen. Alat/Bahan 13 Refleksi & Tindak lanjut KEGIATAN 13 Pelaksanaan
Nama: Kelas: Kegiatan yang paling aku sukai hari ini adalah: Aku baru tahu kalau ... Besok aku ingin lebih baik dalam hal: AKu ingin tahu lebih banyak tentang: L e m b a r Re fl e k s i
Lembar Observasi Capaian Peserta Didik Sub Elemen Kriteria Penilaian MB B BSH SB Memahami Keterhubungan Ekosistem Bumi Mampu mengidentifikasi dampak sampah pada kehidupan sehari-hari. Memahami faktor-faktor yang dapat menyebabkan adanya masalah sampah. Mampu menceritakan proses terjadinya dekomposisi. Mampu menceritakan bagaimana dampak limbah sampah pada makhluk hidup. Mampu menceritakan hubungan meningkatnya pola konsumsi dengan kondisi lingkungan. Dimensi: Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia Elemen: Akhlak kepada alam Rubrik ini dapat digunakan pada Asesmen Formatif maupun Asesmen Sumatif. Bentuk asesmen dapat disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan sekolah. Selain itu, penilaian berfokus pada observasi perilaku peserta didik yang muncul secara natural.
Sub Elemen Kriteria Penilaian MB B BSH SB Menjaga Lingkungan Alam Sekitar Menyadari pentingnya untuk menjaga kelestarian lingkungan Terlibat dalam gerakan minim sampah. Mampu melakukan guna ulang barang (reuse). Mampu menjaga kondisi kelas atau ruangan agar bersih dari sampah. Mengembangkan rencana aksi berkelanjutan untuk mengurangi sampah.. Dimensi: Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia Elemen: Akhlak kepada alam Lembar Observasi Capaian Peserta Didik
Sub Elemen Kriteria Penilaian MB B BSH SB Memiliki keluwesanberpikir dalammencari alternatifsolusiper masalahan Mampu melihat beberapa cara atau solusi yang berbeda untukmenyelesaikan suatu masalah. Mampu beradaptasi dan mengubah pendekatan mereka jika solusi awaltidak berhasil. Menggunakan sumber daya yang ada di sekitarnya dengan kreatif untuk membantu menyelesaikan masalah. Menunjukkan minat dan semangat dalam menyelesaikan masalah. Aktif terlibat dalam mengembangkan ide-ide. Dimensi: Kreatif Lembar Observasi Capaian Peserta Didik
Sub Elemen Kriteria Penilaian MB B BSH SB Kerjasama Mampu berpartisipasi aktif dalam kegiatan kelompok. Mengambil peran ketika bekerja dalam kelompok. Dapat bekerja sama sesuai dengan pembagian peran di kelompok. Membantu teman kelompok jika menemui kesulitan. Menunjukkan usaha untuk membantu teman dalam mencapai tujuankelompok. Dimensi: Bergotong royong Elemen: Kolaborasi Lembar Observasi Capaian Peserta Didik Kriteria: Muncul 2 kriteria = MB (Mulai Berkembang) Muncul 3 kriteria = B (Berkembang) Muncul 4 kriteria = BSH (Berkembang Sesuai Harapan) Muncul 5 kriteria = SB (Sangat Berkembang) Jika hanya muncul 1 kriteria pada peserta didik, maka direkomendasikan untuk Pendidik melakukan penguatan kembali.
DAFTAR PUSTAKA Dinora, Aloysius Germia dkk (2023). Modul Pendidikan Gaya Hidup Berkelanjutan Tingkat Sekolah Dasar. Denpasar : Teach4Future Kemendikbud Ristek. (2022). Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Jakarta: Kemendikbud Ristek. Primadonna, Marsaria dkk (2023). Buku Kerja Guru-Sukses Projek Penguatan Profil PelajarPancasila. Jakarta: Kampus Guru Cikal