MASA DEMOKRASI
PARLEMENTER (1950-1959)
SITI LAELA S.Pd (SMPN 8 BANDUNG)
KOMPETENSI DASAR
Menganalisis kronologi, perubahan dan
kesinambungan ruang (geografis, politik, ekonomi,
pendidikan, sosial, budaya) dari awal kemerdekaan
sampai awal reformasi
INDIKATOR
1.Menyebutkan alasan kembali ke Negara Kesatuan
2.Menganalisis sebab-sebab sering berganti kabinet pada
masa demokrasi parlementer
MASA DEMOKRASI PARLEMENTER
PERKEMBANGAN SISTEM
POLITIK PEMERINTAHAN
PERKEMBANGAN SISTEM
EKONOMI KEPARTAIAN
KEHIDUPAN PEMILU 1955
MASYARAKAT
GANGGUAN
KEAMANAN
KAA DAN
DELKARASI JUANDA
GUNTING
SYAFRUDDIN
GERAKAN
BENTENG
NASIONALISASI
FINANSIAL
EKONOMI
RPLT
KEHIDUPAN SOSIAL
PENDIDIKAN
KESENIAN
PERKEMBANGAN POLITIK
MASA PARLEMENTER
SISTEM PEMERINTAHAN
Pada masa Parlementer undang-undang yang
dipakai adalah UUDS 1950,kabinet disusun
berdasarkan kekuatan partai,Presiden hanya
sebagai lambang kesatuan saja.Sistem demokrasi
Parlementer disebut juga dengan sistem
Demokrasi Liberal. Di Indonesia memiliki ciri
banyaknya partai politik yang saling berebut
pengaruh untuk memegang kekuasaan
SISTEM KEPARTAIAN
Sistem yang dianut adalah sistem multi partai ,
sehingga muncul banyak partai politik yang
cenderung memperjuangkan kepentingan
golongan, , saling menjatuhkan sehingga
menyebabkan sering terjadi pergantian kabinet
PEMILU 1955
Pemilihan umum 1955 dillakukan dalam 2 tahap
Tahap pertama dilaksanakan pada tanggal 29
September 1955 untuk memilih anggota DPR
berjumlah 250 orang
Pemilihan umum tahap kedua tanggal 15
Desember 1955 memilih anggota Dewan
Konstituante
GANGGUAN KEAMANAN
Sering terjadinya pergantian kabinet
mengakibatkan keadaan politik dan
keamanan menjadi tidak stabil, hal ini
muncul berbagai pergolakan yang mengarah
pada gerakan pergolakan ,antara lain
Pemberontakan Angkatan Perang Ratu
Adil
Pemberontakan Republik Maluku Selatan
Pemberontakan Andi Azis
Pemberontakan PRRI dan Permesta
KONFERENSI ASIA AFRIKA DAN
DEKLARASI JUANDA
KAA diselenggarakan pada tanggal 18-24 April 1955 di
Bandung menghasilkan Dasasila Bandung serta
membawa keuntungan bagi Indonesia, pamor sebagai
negara yang baru merdeka naik karena
menyelenggarakan konferensi tingkat internasional
Kabinet Juanda mendeklarasikan hukum laut
teritorial dan ditetapkan oleh PBB tahun
1982,menyebabkan luas wilayah Indonesia meluas
hingga 2,5 kali
PERKEMBANGAN EKONOMI
MASA PARLEMENTER
GUNTING SYAFRUDIN
Dalam rangka mengurangi jumlah uang yang beredar
dan untuk mengatasi defisit anggaran, Pada tanggal
20 Maret 1950, Menteri keuangan Syafrudin
Prawiranegara mengambil kebijakan memotong
semua uang bernilai Rp.2,50 ke atas hingga nilainya
tinggal setengahnya
SISTEM EKONOMI GERAKAN BENTENG
Sistem Ekonomi Brnteng merupakan usaha
pemerintah untuk mengubah struktur ekonomi
kolonial menjadi ekonomi nasional. Agar
menumbuhkan kelas pengusaha di kalangan bangsa
Indonesia, diberikan bantuan kredit, tetapi program
ini mengakibatkan beban keuangan pemerintah
semakin besar .
NASIONALISASI PERUSAHAAN ASING
Nasionalisasi perusahaan asing dilakukan dengan
pencabutan hak milik Belanda atau Asing yang
kemudian diambil alih atau ditetapkan statusnya
sebagai milik pemerintah Indonesia
FINANSIAL EKONOMI ( FINEK)
Pemerintah Indonesia secara sepihak
melaksanakan rancangan fineknya dengan
membubarkan Uni Indonesia Belanda dengan
tujuan melepaskan diri dari ikatan ekonomi
Belanda. Dampak Finek ini, banyak pengusaha
Belanda yang menjual perusahannya sedangkan
pengusaha pribumi belum mapu mengambil alih
perusahaan Belanda tersebut.
RENCANA PEMBANGUNAN LIMA TAHUN
(RPLT)
Pada masa kaninet Ali Sastroamijoyo II, pemerintah
menyusun rencana pembangunan lima tahun (1956-1961)
rencana ini tidak berjalan dengan baik karena Depresi
ekonomo di Amerika dan Eropa Barat, perjuangan
pembebasan Irian Barat dengan melakukan nasionalisasi
perusahaan-perusahaan belanda dan karena adanya
ketengan antara pusat dengan daerah sehingga banyak
daerah yang melaksanakan kebijakan ekonomi masing-
masing
KEHIDUPAN MASYARAKAT
INDONESIA PADA MASA
DEMOKRASI PARLEMENTER
KEHIDUPAN SOSIAL
Karena gejolak politik menyebabkan munculnya
gangguan keamanan di berbagai tempat, dan upaya
perbaikan ekonomi yang tidak berjalan lancar
menyebabkan meningkatnya angka kemiskinan dan
pengangguran
PENDIDIKAN
Konsep pendidikan di Indonesia saat itu
dititikberatkan kepada spesialisasi. Pada masa
Demokrasi Parlementer didirikan beberapa
universitas baru diantaranya Universitas Andalas,
Universitas Sumatra Utara, Universitas Indonesia,
Universitas Padjajaran, Universitas Airlangga dan
Universitas Hasanuddin
KESENIAN
Dalam bidang kesenian muncul berbagai organisasi
seni lukis
AYO KERJAKAN SOAL BERIKUT INI
AKALIAN BISA MENG SCAN BARCODE A
TAU DENGAN MENEKAN TOMBOL
DIBAWAH INI
kllik di sini