PENANDAAN
Penandaan adalah suatu proses pemindahan
ukuran-ukuran:
1. Dari gambar ke gambar
2. Menurut suatu benda kerja
3. Menurut petunjuk ke petunjuk
Untuk dikerjakan di mesin dan atau secara manual
(kikir, gergaji) dengan tanda garis-garis atau titik-titik.
Garis-garis yang digariskan pada permukaan
benda kerja dilakukan oleh suatu alat yang
bernama penggores, dengan diarahkan :
1 Sepanjang garis besi
2 Sepanjang penyiku
3 Atau sepanjang plat yang telah dibentuk.
ALAT-ALAT PENANDA
1. PENGGORES
Penggores adalah suatu alat yang sederhana dan digunakan sebagai alat
tulis untuk menggores permukaan benda kerja yang keras. Penggores
terbuat dari bahan yang keras, dan bahan tersebut haruslah lebih keras
daripada bahan pada benda kerja yang akan digores, serta alat ini dibuat
dengan ujung yang runcing dan tajam. Ujung penggores umumnya
mempunyai sudut 20º – 25º.
Macam-macam penggores yang sering digunakan di bengkel antara lain:
1. Penggores sederhana
2. Penggores dengan salah satu ujungnya bengkok
3. Penggores dengan ujung yang dapat diganti-ganti.
2. PENITIK
Penitik adalah suatu alat yang digunakan untuk membuat tanda berupa
titik pusat atau titik-titik garis. Penitikan adalah suatu proses penandaan
dengan jalan menekan pada bagian yang diinginkan di benda kerja.
Penekanan ini dilakukan terhadap benda kerja yang lebih lunak dibanding
dengan kekerasan dari penitik itu sendiri. Penitik ini terbuat dari bahan
baja yang memiliki ujung yang runcing dengan membentuk sudut sekitar
60º sampai 90º.
Tujuan dari penitikan adalah:
1. Menentukan pusat – pusat lingkaran atau lubang pada perpotongan
garis untuk memusatkan awal dari pengeboran.
2. Untuk menjelaskan garis hingga di mana bagian yang dikerjakan.
3. Untuk menjelaskan garis-garis goresan.
3. Cap (stamp)
Stempel digunakan untuk memberikan tanda dipermukaan benda kerja
berupa huruf, angka, dan tanda/simbol. Stempel berbentuk batang
persegi dan dibuat dari baja perkakas. Setiap batang memuat satu tanda
huruf, angka, atau simbol pada salah satu penampang ujungnya,
sedangkan ujung yang lain rata. Stempel yang memuat huruf disebut
stempel huruf (Letter Stamping), stempel yang memuat angka disebut
stempel angka (Number Stamping).
PENGGUNAAN PENANDA
1. MENGGORES
Menggores adalah kegiatan menandai permukaan benda kerja dengan
menggunakan penggores. Hasil penandaan berupa garis lurus atau
lengkung sebagai batas ukuran pengerjaan selanjutnya. Pekerjaan
menggores harus dilakukan dengan benar, terutama bagaimana
mengarahkan penggores yang benar. Kesalahan mengarahkan penggores
dapat berakibat pada ketidaklurusan hasil goresan dan ketidaktepatan
ukuran yang diinginkan. Sudut 30º saat menggores sebagai sudut yang
benar karena ujung penitik memiliki sudut ketajaman 20º-25º .Sebagai
pengarah untuk menarik garis lurus, dapat menggunakan mistar baja atau
siku-siku. Mistar atau siku-siku ditekan pada benda kerja dengan kuat
(jangan sampai bergeser ketika menggores) dan penggores diposisikan
sedemikian rupa kemudian ketika menarik garis, penggores dimiringkan
kearah gerakan penggoresan dan dilakukan hanya sekali saja dengan
mantap.
Langkah menggunakan penggores secara singkat :
1.Gunakan penggores bersama-sama dengan penggaris atau siku.
2.Tekan penggaris dengan kuat pada benda kerja.
3.Posisikan penggores dengan posisi miring ke arah dimana penggores
akan digerakkan.
4.Tekan dan goreslah benda kerja dengan sekali goresan.
2. MENITIK
Menitik adalah kegiatan memberi tanda pada permukaan benda kerja
menggunakan penitik. Hasil kegiatan ini adalah berupa titik cekung
berbentuk kerucut. Kegiatan menitik harus dilakukan dengan seksama,
karena jika dilakukan serampangan akan menghasilkan titikan yang tidak
sempurna dan akan mengakibatkan ketidaktepatan ukuran pada
pekerjaan selanjutnya.
Cara menggunakan penitik
1. Pegang penitik di tangan kiri (yang bukan kidal)
2. Miringkan penitik dan geser sepanjang garis hingga tepat pada garis
potong, di mana tempat pusat titik akan dititik. Dimiringkan ini
dimaksudkan agar presisi penitikan sesuai garis yang telah dibuat dan
agar garis alur terlihat.
3. Penitik harus tegak lurus terhadap benda kerja
4. Penitik dipukul satu kali dengan pukulan ringan dan periksa posisinya.
Jika sudah tepat, pukul lebih keras.
3. MENGECAP
Stempel tidak boleh digunakan pada bidang yang telah dikeraskan atau
bahan kasar (raw), jika digunakan untuk itu, maka stempel tersebut akan
cepat rusak. Penandaan dengan batang stempel (cap) harus dilakukan
dengan seksama dan teliti demi memperoleh hasil penyetempelan yang
teratur dan rapi. Oleh karena itu sebelum melakukan penyetempelan
maka batang stempel yang akan digunakan diatur lebih dulu sedemikian
rupa sesuai dengan urutan atau bacaan tanda yang akan dibuat untuk
mempercepat pekerjaan dan menghindari kesalahan.
Terima Kasih
TUGAS SIMDIG E-BOOK
Nama: Adrianata Firdaus Wicaksono
Kelas: X-TTL 2
No.Absen: 03