SetengahAbaddalamSunyiSetengahAbaddalamSunyi1 0 . 5 C l a s s
K a t a P e n g a n t a r2Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmatdan karunia-Nya, buku puisi bertema romantis ini dapat terselesaikan denganbaik. Buku ini merupakan hasil karya bersama teman-teman sekelas yangdituangkan melalui kumpulan puisi penuh makna tentang cinta, rasa kagum,rindu, harapan, dan berbagai perasaan yang sering hadir dalam kehidupanremaja.Pembuatan buku ini tidak hanya menjadi tugas atau karya semata, tetapi jugamenjadi wadah bagi kami untuk mengekspresikan perasaan, imajinasi, dankreativitas melalui untaian kata-kata indah. Setiap puisi di dalam buku inimemiliki cerita dan sudut pandang yang berbeda, sehingga menjadikan karyaini lebih berwarna dan penuh makna.Kami menyadari bahwa buku puisi ini masih memiliki kekurangan. Oleh karenaitu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar dapatmenjadi pembelajaran untuk berkarya lebih baik lagi di masa mendatang.Kami mengucapkan terima kasih kepada guru pembimbing, teman-temansekelas, serta semua pihak yang telah mendukung proses pembuatan bukupuisi ini hingga selesai. Semoga buku ini dapat menghibur, menginspirasi, danmenyampaikan perasaan yang mungkin pernah dirasakan oleh para pembaca.Akhir kata, selamat membaca dan semoga setiap bait dalam buku ini dapatmemberikan kesan yang mendalam
D a f t a r I s iKata Pengantar............................................................................................. 21.Manusia Favoritku................................................................................. 42.Dermaga Terakhir.................................................................................. 53.Semesta Dalam Genggaman................................................................. 64.Frekuensi Yang Sama............................................................................ 75.Dirimu................................................................................................... 86.Kerinduanku Pada Sang Ibu................................................................. 97.Muara Segala Rindu.............................................................................108.Peluk Paling Tenang.............................................................................119.Takdir Yang Mengikhlaskan................................................................1210.Sulitkah Rasa Ini..................................................................................1311.Setengah Abad Dalam Sunyi................................................................1412.Surat Yang Tak Pernah Usai.................................................................1513.Antara Logika Dan Rasa.......................................................................1614.Indah Yang Menakutkan.....................................................................1715.Tatapanmu..........................................................................................1816.Kembali Pulang...................................................................................1917.Ruang Tunggu..................................................................................... 2018.Sahabatku........................................................................................... 2119.Ini Abadi.............................................................................................. 2220.Dimana Dia Berada?........................................................................... 2321.Rindu Di Sore Hari............................................................................... 2422.Diujung Senja...................................................................................... 2523.Berdua di Bawah Lampu Kota............................................................. 2624.Catatan yang Tertinggal..................................................................... 2725.Asmaraloka Yang Fana....................................................................... 2826.Asa yang Telah Sirna........................................................................... 2927.Diantara Ruang Dan Waktu................................................................ 3028.Diantara Rindu Dan Sunyi................................................................... 3129.Sebuah Janji........................................................................................ 3230.Ragamu............................................................................................... 3331.Senantiasa Menunggu........................................................................ 3432.Cinta Sendiri........................................................................................ 3533.Malam Membawa Cerita..................................................................... 3634.Senja Rindu yang Berlayar.................................................................. 3735.Jejak Yang Meneukan Arti................................................................... 3836.Frekuensi Seirama.............................................................................. 3937.Labuh yang Pasti................................................................................. 4038.Tentangmu...........................................................................................4139.Jingga.................................................................................................. 423
Bagiku, kamu adalah donat kejupengembali moodku saat hari terasaabuAtau mungkin secangkir kopi latteyang menjaga waraskusaat hari terasa capekKamu adalah makanan yang palingkusukaWarna favorit dari sekian banyakpilihanBunga yang paling mencuripandanganJuga seperti lagu indie, yangkudengarkan berulang-ulangtanpa pernah benar-benar bosanSebab segala hal yang kusukasegala bentuk yang kucintaseolah menjelma menjadi kamudalam versi manusiaOleh : Adhyasta Yudhistira Al FikriManusia Favoritku4
Di bawah naungan rembulan yang kianmenua,Dua jemari tertaut dalam janji yang takbersuara,Mengeja rindu yang luruh di sela deru napas,Cinta ini sauh yang menghujam begitukandas,Pada palung hatimu aku menemukandermaga,Tempat segala lelah akhirnya menemuisurga.Oleh : Akbar Kenzie MaulanaDermagaTerakhir5
Tatapmu tenang meneduhkan gaduh di kepalaSatu pesan darimu cukup cerahkan hariBercerita hal kecil hingga lupa waktuDalam tawamu, aku temukan rumahSaling menjaga tanpa perlu banyak janjiCukup kita, hari ini, dan selamanya.Oleh : Aliyah AddibaSEMESTA DALAM GENGGAMAN6
7
Dunia bising, tapi suaramu adalah hening yangpaling tepatDering di layar, alasan sederhana untuk akutersenyum kembaliMembahas mimpi hingga hal-hal yang tidakpenting sama sekaliDi dekatmu, aku tidak perlu lagi berpura-puramenjadi siapa punKita adalah dua tenang yang menolak untuksaling melepaskanTanpa perlu banyak kata, hanya ada aku,kamu, dan waktu yang berhenti.FREKUENSI YANG SAMAOleh : Aliyah Addiba8
setiap tidur ku hanya ingin melihatmukau adalah malam yang kuimpimenyapu dingin malam yang bersembunyikulit sawo matang mu menghangatkan kumenyulam kisah kita dalam harmonidi pelukan mu,dunia terasa damaimelihatmu seperti coklat manis yang di seduhkedua matamu yang meneduhkan hatikutak ada yang bisa mengalihkan pandangankuwangi kecil mu memutari jiwakuhati yang tak tertahan rindusifat lembutmu yang membuatku syahduOleh : Almira Hanum SafitriDirimu9
Di bawah langit surabaya yang senduAku terdiam memikirkanmuAngin berbisik membawa rindumenyentuh hati yang pilu.Tatapmu hangat bagai cahaya baru,menghapus gelap dalam kalbu,dan setiap detik bersamamu,aku selalu cinta padamu ibu.Kerinduanku pada Sang IbuOleh : Ammar Dzulfikar A. N.10
Seperti tinta yang jatuh di atas kertas putih,namamu tertulis abadi tanpa rasa letih,mengubah sunyi yang dulu terasa perih,menjadi melodi indah yang takkan beralih,Kini detak jantungku adalah rima yang kaupimpin,menuju rumah tempat segala rinduberlabuh dan bermukim.Oleh : Anugerah HamdaniMuara Segala Rindu11
Kau adalah rintik hujan yang jatuh ditanah gersang,membasuh lara hingga kuncup harapankembali datang,biarkan kita tumbuh dalam peluk yangpaling tenang,sebelum senja benar-benar pulang,Di bawah langit yang mulai melukiskanrona jingga,kita adalah doa yang akhirnya men ukanmuaranya.Peluk PalingTenangOleh : Anugerah Hamdani12
aku pernah menjadi orang yang selalu menunggu mu,seperti hujan yang menunggu langit pulang, diam diam iajatuh meski tak pernah dapat.aku pernah menyebut nama mu dalam doa ku yang palingtulus,berharap semesta akan menyatukan kita di versi terbaiknyatapi cinta itu lucu.ia tidak datang dengan versi terbaik tetapi terkadangtakdir hanya untuk singgah,dan belajar untuk merelakan.dan benar,aku tak pernah masuk kedalam prioritas itu.aku sempat hancur seperti kaca yang tak sengaja pecah,pecah dengan seribu serpihan yang sulit untuk di pulihkan.aku berusaha merakit serpihan itu dengan senyuman,meski sesak yang ada di dada yang aku rasakan.aku pulih hingga akhir nya seseorang datang tak hanyamembawa janji,tetapi membuat ku belajar akan banyak hal.ia hadir seperti rumah yang nyaman, tenang, aman yangmembuat ku berfikir bahwa ternyata ada orang yang bisamencintai ku.Oleh : Aquiza Tsaniafeli WindianiTakdir Yang Mengikhlaskan13
14
Sulitkah rasa ini untuk ku rasa?degup kencang, tetapi lidahku dingin seketikaaku berdiri di ambang bingung yang takberujungmembawa rindu berat, tapi tak berani kupajang.mungkin bagimu sederhanaTapi bagiku, perasaan ini bagaikan tanpapetaIngin mendekat, tapi takut kau menjauhIngin menetap, tapi takut hati ini runtuhIngin bicara, tapi takut suaraku hanya menjadiriuhSulitkah Rasa IniOleh : Aridryl Natasya Saputra15
Bagimu, sepuluh tahun hanyalah kedipan matayang sunyi,sedangkan bagiku, itu seluruh sisa hidup yangkuberi.Kupetik bunga biru, kusimpan dalam ingatanmuyang abadi,agar di sela langkah panjangmu, kau tahu: akupernah mencintai.Kini di bawah langit malam, kau menyusurikembali jalan kita,mengeja arti senyumku yang dulu gagal kau baca.Waktu yang kau miliki terlalu luas untukmemahami rasa,sementara aku telah habis sebelum kau sempatmerasa.aku mungkin telah tiada, namun cintaku engganjadi abu sia-sia,ia hidup di setiap langkahmu, dalam sepi yang kaujaga.Perlahan kau belajar arti kehilangan dan maknamanusia,di antara kenangan kita yang tak pernah benarbenar samaOleh : Ataya Rafi Putra SetiawanSetengah Abad dalam Sunyi16
Di antara denting mesin ketik yang beradu,Kucari arti satu kata di ujung napasmu.Bukan lagi tentang peluru atau deru seru,Hanya \"Aku mencintaimu\" yang terasa baru.Warna zamrud di matamu kini kusemat,Pada bros perak yang mendekap erat.Meski sisa perang masih terasa berat,Namamu adalah doa yang paling khidmat.Aku adalah alat yang belajar menjadi manusia,Menyusun rindu di atas lembar-lembar hampa.Menunggu kepulangan yang mungkin sia-sia,Namun setia ini takkan pernah menemui jeda.Kini mengerti aku mengapa langit membiru,Sebab kasihmu mengalir di setiap nadiku.Tak perlu lagi ada perintah yang membelenggu,Cukup namaku kau panggil dalam heningmu.Surat yangTak Pernah UsaiOleh : Ataya Rafi Putra Setiawan17
Di bawah langit senja, namamu terukir padacahaya fanaDetak jantungku terukur, namun rasanya takterdefinisi logikaKita berjalan berdampingan, nyata namun bagaiilusi semestaSentuhanmu sederhana, tapi menggema sepertirahasia rasaWaktu mencatat tiap detik, denotasi yang takmampu jelaskan cintaDan aku tetap memilihmu, dalam makna yangpaling hakiki selamanyaOleh : Brian Alvino SuyantoAntara Logika dan Rasa18
19
hadirmu adalah cahaya fajar bagikuMembuat mataku silau namun tenangTetapi aku sangat takut jika cahaya itu hilangdarikuMenghapus Bahagia yang baru saja datangIngin sekali kurengkuh dirimu dalam dekapankusetiap hariMenjagamu tetap di sini agar kau tak pergiMenjadikanmu satu-satunya telinga untuk ceritalucukuNamun hatiku bergetar setiap kali kau mulaimenjauh darikuDunia ini sangat riuh, tetapi cintamu adalah salahsatu sunyi yang kusyukuriItulah mengapa aku benar benar menginginkanmuKarena hanya dengan pelukanmu,Hatiku benar-benar bisa merasa tenangIndah yang MenakutkanOleh : Damara Larasati20
Tatapanmu bagai bintang malam,Menenangkan hati yang kelam,Senyummu hadir membawa cahaya,membuat hariku penuh bahagia.Jika rindu mulai menyapa,Namamu selalu hadir di jiwa,Cinta ini sederhana adanya,namun tulus untuk selamanya.Oleh : Fachri Wildan AlfarabyTatapanmu21
Rumah adalah tempat ternyamanTempat pulang setelah pertempuranPertempuran dengan dunia yang diAnggap angin laluku terjebak di titik terendahKehilangan arah, seketika suaraItu tiba datang dan menyapaMemanggil namakuNak, jika kau merasa sepiKembalilah kepadaku menantiSebelum waktu menuntut kuUntuk matiIndah suaranya memintaku pulangTak ada tempat seindah sanaAku mencari, terus mencari arahKembali pulangKembali PulangOleh : Geovaldo Titanio A. P.22
Kita adalah dua orang yang enggan terburuDuduk bersandar pada hening yang kakuBukan janji manis yang kita pertukarkanMelainkan kesediaan untuk saling mendengarkanSebab cinta tak selalu berupa kembang apiKadang ia hanyalah hadir yang tak mau pergiOleh : Jihan ZalfaniaRuangTunggu23
24
Sahabatku..Kau selalu berada di sisiku saat akumenderitaKau menyinar sekeliling dari kegelapanKau menunjukkan jalan saat aku hilangjarakSahabatku..Saat kita bersama, aku selalu merasasenangSaat di sebelahmu, hatiku selalu tenangDan semoga kita berdua tetap bersamaSahabatkuOleh : Magani Hemas Z.25
Kita pernah jadi satu dalam waktu,Mengira hari tidak akan pernah berubah,Tawa kita mengisi ruang yang sama,Meski kini langkah kita tak lagi searah,Kini yg tersisa bukan hanya sekedar cerita,Aelainkan rasa yang enggan pudar,Karna didalamnya, Kita masih tetap abadi,Oleh : M. Arfan AlfaniIni Abadi26
Dimana Dia Berada?Oleh : M. Irfan Islami27Andai aku bisa bertemu dirimusuaramu terdengar di kepalakupadahal hanya ada aku dan bayangankuteringat saatku menulis ceritamuku tulis luka yang tak pernah kau mauku buat duniamu tak seperti yang lalu
Melihat tamanku di sore hariBunganya layu terkena sepiKupu-kupu tak datang lagiHanya angin yang menemaniAku terduduk sendiri disanaMenjaga rindu yang tak bernamaDaun runtuh di ujung senjaBunga melati menunduk senduHujan gerimis temani rinduOleh : M. Althaf AldimarRindu di Sore Hari28
Senja melayangkan sapaanlirih ke relung hati yang sunyiIa hadir bagaikan bayang samar yang tak tersentuhberjalan perlahan di dinginnya malamWanginya bak hujan di malam haritanah basah hanya kita mengerti maknanyaDetik bagai detak jantung yang selarasDua hati terikat dalam senyap di bawah remangDi Ujung SenjaOleh : M. Althaf Aldimar29
30
Dibawah lampu kota yang mulai redup,Kita masih mengelilingi kota dengan motor tua,Berbincang dan tertawa diatasnya,Namun waktu terus menyita stiap perjalanan kita,Angin malam membawa banyak cerita,Tentang rindu yang tau sempat berkata,Kau menggenggam tanganku dengan hangat,Seakan dunia terhenti sesaat,Jika esok waktu memisahkan kita,Biarkan kenangan ini tetap merendah,Sebab dibawah lampu kota yang temasamAku pernah menemukan cinta teraasam,Langkah kecil kita terdengar perlahan,Menembus jalanan bersama kenangan,Tatapanmu jatuh seperti cahayaMenghangatkan hati yang lama terlukaOleh : M. Farel SantosoBerdua di Bawah Lampu Kota31
Semula hanya perlintasan yang nyaris tak berartiDua sunyi bersinggungan tanpa rencana pastiEntah sejak jeda mana mulai terasa berbedaTumbuh diam dibalik percakapan sederhanaHari terasa lebih panjang dari sekadar ufuk danrembulanSeakan waktu sengaja melambat di sekitar sanubariAku mulai mengenali arti dari fana yang tak berartiSebuah rasa yang memilih tinggal tanpa dimintaNamun jarak dengan caranya yang tak bisa ditawarDatang seperti goresan yang memisahkan tanpasuaraAku belajar merapihkan langkah tanpa menolehterlalu lamaWalau ada penggalan yang tertinggal di tempatyang tak lagi samaKini tersisa hanya gema yang sesekali kembaliMenyusup lewat ingatan dengan angan yang telahusaiMeski aku melanjutkan arah yang berbedaAda yang diam-diam tetap menetap tanpa pernahpergiCatatan yangTertinggalOleh : M. Rasya O.32
Engkau seperti akasha yang jauh dari basundharaTenang seperti sagara indah seperti cakrawalaDunia tau aku renjanaAku seperti fatamorga yang slalu ekaItu hanya ksana tetapi bukan amertaDitulis dalam katha yang hilangOleh : M. Shirot Maksum?????????? ???? ????33
34
Varsha turun menutupi arunikaDisitulah ksana baru yang ugahariDirimu seperti sandyakala menerangi buanaKalbuku tau aku memiliki asaTetapi semua itu hanya bisa aksara namamu dalamatmakuHatiku lara dan sirna asa setelah mengungkapkan??? ???? ????? ?????Oleh : M. Shirot Maksum35
Kita adalah dua detakYg belajar menyatu dlmIrama yg sama.Matamu adalah petaTempatku menemukan rumah,Tempatku pulang.Jarak hanyalah ujianbagi rindu yg sabar,Menunggu saat bertemu.Cintaku tak perlu kata kataCukup hadir,Dan dunia menjadi hening.Oleh : M. Sultan Arya ZidanDi antara ruang danwaktu36
Di senja yang meneteskan warna jingga,aku menyebut namamu dalam diam yang panjang,seperti angin yang memeluk daun tanpa suara,namun meninggalkan getar yang tak terjelaskan.Matamu adalah langit yang enggan usai,tempat aku belajar tentang luasnya rasa,meski tak pernah kugapai batas cakrawala,aku tetap tinggal dalam teduh pandangnya.Jika rindu adalah hujan yang tak bertanya,biarlah aku menjadi tanah yang setia menanti,menyerap setiap jatuhnya tanpa keluh,meski tahu tak semua genangan menjadi arti.Dan bila waktu memilih jalannya sendiri,aku akan menyimpanmu dalam sunyi yang utuh,seperti puisi yang tak pernah selesai dibaca,namun selalu hidup di antara jeda dan rindu.Di Antara Rindu dan SunyiOleh : M. Zidan Fallah Al-Ghifari37
38
Aku mencintaimuselama bumi masih berputarBerdansa mengelilingi bintangUntuk setiap malamyang akan bertemu fajarKau menjadi satu-satunya yangabadiDan ketika langit berhenti bersinarDan waktu memudarKesetiaanku tetap hidupSebuah janji yangdiucapkan dengan lembutDan ketikabintang-bintang cahayanyaAku berjanji untuk tetapbersamamuHingga akhir malamyang tak berujungDan waktu itu sendiriyang bagaikan pedangOleh : Narayan Naufal NabighSebuah Janji39
meski duniaku terasa seperti tidak berpenghuniragamu adalah hal yang sering ingin ku hampirihadirmu sungguh mewarnai harikubiarlah hatiku terasa hancur setiap haridan biarlah lara menghampiriku setiap hariasal tetap ada ragamu disampingku untukmenemanikuRagamuOleh : Nashwa Anindytha Zahira A.40
Terang rembulan malam yang menyelimuti.Menanti akan hadirnya bayanganmu di kesunyianhati.Di jauh sana, kedatanganmu buat detak yang takberaturan ini terus bergema.Bagai indahnya melodi yang tak henti menyapa.Dua sorot netra indah yang menatap.Membuat pikiranku akan dunia sekitar perlahanlenyap.Aku ingin kau merasakan kehangatan dari duniayang fana namun indah ini.Seperti saat dekapanku yang memelukmuberdenyut dengan tulus di nadi.Oleh : Neysira Anggera Putri AdiSenantiasa Menunggu41
Aku menyayangimu dengan sederhanaSeperti padang tandus yang renjana akan hujanAku mencintaimu tanpa merapalKu kubur dalam hati ku ku dekap erat dalam hatiAku masih di tempat yang samaWaktu terus berlari namun aku tetap di siniBelajar menerima tanpa memilikiTak ada pinta yang kuselipkan dalam doaHanya bahagiamu yang ku titipkan padanyaCinta SendiriOleh : Nurul Faya Alysiah42
43
Di bawah langit berwarna jingga,Aku menemukan tenang dimatamu.Senyummu hadir seperti cahaya,Menghapus sepi di dalam kalbu.Angin malam membawa cerita,Tentang rasa yang tumbuhperlahan.Bersamamu waktu terasa indah,Seakan dunia hanya milik kitaberdua.Bila nanti bintang mulai redup,Jangan biarkan tangan ini lepas.Karena namamu telah tertulis,Di hati yang selalu ikhlas.Oleh : Pahlevi AlifMalam Membawa Cerita44
Dalam senyap malam, rinduku berlayarNamamu terukir di langit yang piluHatiku jatuh, tak lagi bertepi sabarPada cahaya kasih yang memeluk kalbuKau hadir bagai fajar yang berpendarMenyulam harap di relung waktuSenja RinduYang BerlayarOleh : Rakha Alvaro N.45
Oleh : Regan Ghali SarjanaJejak Yang Menemukan Arti46aku pernah menjadi seseorang yang selalu berlariseperti napas yang mengejar waktu, meski terkadang lelah tak terperi.aku pernah menitipkan harap pada mimpi yang paling tinggiberharap semesta akan membuka pintu di waktu yang tepat bagi ku.tapi impian itu punya caranya sendiri.ia tidak datang dengan jalan yang selalu rataterkadang ia memintaku untuk berhenti, menata diri, dan belajar untukmengerti.dan benar,aku tak pernah tahu seberapa jauh aku harus menapak.aku sempat goyah seperti dahan yang tertiup badaitumbang dengan rasa ragu yang sulit untuk kutepiskan.aku mencoba menopang diriku dengan tekadmeski sunyi yang ada di jiwa yang aku rasakan.aku bangkit hingga akhir nya kesempatan datang tak hanya membawatantangantetapi membuatku belajar akan banyak hal.ia hadir seperti cahaya yang menuntun, tenang, terang, yangmembuatku berfikirbahwa ternyata ada potensi yang bisa kukembangkan.kini aku paham,usaha yang belum berhasil bukan akhir, tapi awal dari kisah yang lebihmatangseperti malam yang gelap, yang akan melahirkan fajar di ujungnya.untuk mimpi yang belum kugapai, terima kasih sudah menjadipengingat untuk terusberjuang meskipun aku sempat terjatuh.untuk masa depan yang menantiku sekarang, terima kasih karenasudah memberikukekuatan untuk terus melangkah.
Di antara riuh notifikasi dan pendar layar yang biru,Aku menemukanmu dalam sunyi yang paling fasih.Bukan tentang seberapa sering aksara bertukarsapa,Namun tentang bagaimana namamu menetaptanpa jeda.Kita adalah dua frekuensi yang akhirnya seirama,Menolak jarak, melipat ruang yang tak kasat mata.Sederhana saja; seperti kopi yang menemukan pagi,Kehadiranmu adalah rumah yang tak perlu kucarilagi.Frekuensi SeiramaOleh : Richardo Kaka47
Kita bukan lagi badai yang mencari arah,Namun dermaga tempat segala gelisah luruh danpunah.Tak ada tanya yang menggantung di ambangragu,Sebab setiamu adalah jawaban yang paling akutahu.Di genggammu, langkahku tak lagi sekadarmencoba,Kita adalah ketetapan, melampaui segala godadan masa.Labuh yang PastiOleh : Richardo Kaka48
Tangan saling menggenggam, mata saling lihat.Bulan menjadi saksi janji yang seharusnya terjadi.Waktu berlalu, tapi janji itu tak terjadi.Seperti sungai, mengalir ke lautan tak bertepi.Terus menunggu tanpa tau apa yang terjadiselanjutnya.Cinta ini, api yang tak pernah padam.Janji di Bawah BulanOleh : Thalita Dewanty Putri W.49
wahai sang bayu yang menembus pintudengan teduhmu engkau menyapakala sepoi menjadi silir awalmenanam renjana di palung atmaengkaulah sang bayu yang ingin kudekapsejukmu yang abadi ingin kutangkapdidera gerimis asmara karenanyabagi kalbu yang andewi dalam warsaengkau hadir sebagai bisikan langitdengan asmaraloka yang kini merekahharapnya semesta pahambahwa engkau sungguh tiada taranyabagi sang kalbu yang mendekap eratsurgawi yang terbentang dalam jagatengkau membelai relung semestamenyatu sang kalbu yang mengagungimuTentangmuOleh : Zahradafinka Gracilla B. N.50