The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by olfahmegasari, 2021-12-13 08:26:12

budaya positif

budaya positif

Fasilitator: Rukmana, S.Pd., M.Pd.

BUDAYA POSITIF
Ruang Kolaborasi - Studi Kasus
Kelompok B1

SYARIFATUNNISA NUR ENDY OLFAH MEGASARI

KASUS 1

Ibu Eni Fifi

Ibu Santi Natali

KASUS 1 Fifi dan Natali bersikap tidak sopan terhadap Ibu Eni.
Ibu Eni mencoba mendekati kedua murid perempuan tersebut
dan menegur mereka dengan halus, namun tetap tidak sopan.
Ibu Santi memanggil Fifi dan Natali serta menanyakan tentang

laporan Ibu Eni. Ibu Santi menanyakan apakah mereka mau
melakukan restitusi?

Mereka siap minta maaf. Ibu Santi memperbolehkannya jika
mereka mau dan menanyakan kembali apa yang bisa

dilakukan dengan restitusi? Mereka mengakui bahwa yang
dilakukan tidak sesuai dengan keyakinan kelas dan mereka
mengusulkan untuk musyawarah dengan teman sekelasnya
bagaimana seharusnya keyakinan kelas dijalankan. Kemudian
mereka usul untuk mengirim email kepada Ibu Eni tentang
keputusan mereka, bahkan akan mengusulkan kepada kepala

sekolah agar Ibu Eni mengajar mereka lagi di lain waktu.

KASUS 1 Rkeessatiltauhsainb, unkaamnununutnutkukmebneelabjaurs dari Dalam penerapan
Restitusi kasus di atas,
kesalahan
Restitusi tawaran bukan paksaan sikap-sikap restitusi
Restitusi memperbaiki hubungan apa saja yang sudah

dijalankan oleh Ibu
Santi?

Restitusi menguatkan
Rdaelasmtitudsiri imenuntun untuk melihat ke

KASUS 1 Apakah restitusi yang
diusulkan Fifi dan Natali sudah
Rkeessatiltauhsainyyaannggmmeerreekkaaubsuulakta. n telah sesuai dengan sesuai dengan kesalahan yang

UdLislaaunklgMumkkeaeanhrng-ealadkkniasugeikttbeauarhjuhkirwaoeiatlsethptiitrnuBdosausi keFSasianfrni mtedis.aetnriteuNksaai tyataliid:nagkaskeasnuai telah dibuat? Bagaimana
dengan solusi yang diusulkan
keduanya, langkah-langkah
restitusi apa saja yang sudah

dilakukan?

dMtMktAeeeekeemnnynangtaaggnaankuinnr-msigtnimukeaelmmeknneyuaeakmannmnekjauimlnsiaiknlteseakkaklnaaehemknpalausaasskidalikafamanguppudsaryiydsuaaakwnuBBgsauuirlebaEEbehninhriikstseaealmnantsataunng

Dalam kasus di atas, Posisi Ibu Eni dalam menangani kasus
posisi apakah yang telah Fifi dan Natali adalah Sebagai
diambil oleh Ibu Eni dalam
pembuat orang merasa bersalah
menangani Fifi dan dengan alasan Ibu eni menegur
Natali? mereka secara halus dan
melaporkan ke Ibu santi atas
KASUS 1 tindakan Fifi dan Natali di kelas

Sabrina KASUS 2

Sepatu Pak Lukman

Sabrina terlambat datang ke sekolah dan salah mengenakan KASUS 2
sepatu. Sabrina berusaha menjelaskan bahwa dia terburu-buru

dan salah mengenakan sepatu kepada Pak Lukman.
Pak Lukman menanyakan Sabrina terkait peraturan seragam
dan sepatu sekolah. Sabrina menjawab bahwa ia mengetahuinya,

namun ia terburu-buru dan tidak mungkin pulang kembali
karena rumahnya jauh.

Pak Lukman tetap bersikukuh dengan peraturan sekolah dan
meminta Sabrina melepas sepatu seharian di sekolah. Sabrina
meminta maaf dan memohon kepada pak Lukman agar dapat
tetap mengenakan sepatunya dan berjanji tidak akan mengulang

kesalahannya. Namun Pak Lukman tidak mau tahu.
Sabrina pun dengan berat hati mencopot sepatunya dan
memberikannya kepada pak Lukman. Seharian dia tidak berani
berkeliling sekolah karena malu, dan lebih banyak berdiam diri

di kelas tanpa alas sepatu.

Kebutuhan apa Cinta dan Kasih Sayang (Kebutuhan untuk diterima)
yang dibutuhkan



oleh Sabrina?
Sabrina berharap Pak Lukman memaklumi dan
KASUS 2 memaafkan kesalahannya.

Sabrina juga telah berusaha menjelaskan alasan dari
kesalahannya dan berjanji tidak akan mengulanginya,

sehingga ia berharap tetap diijinkan mengenakan
sepatu di hari itu.

KASUS 2 Keyakinan Sekolah
apa yang dituju dengan
SkKeeEkbRaoAjliakPhaIAnbNea, rtKatEuujTukEaenRyTmaIkBeinAneaNrn. aKpOkManITnMilaEi N,
bersepatu warna
hitam?

Spkeearkraoatklauthrearbnetryauaasntagthedaramhpaaedtnaempreaanptgukeramannb,atnegrktaibn,
dan rapi.

Bila Bapak Lukman Menanyakan alasan Sabrina kenapa terlambat dan tidak memakai sepatu hitam:
mengambil posisi "Sabrina, kenapa hari ini kamu terlihat terburu-buru dan datang terlambat? Apakah ada
seorang Manajer, masalah di rumah?"
"Karena terburu-buru, Sabrina lupa tidak memakai sepatu warna hitam ya?"
kira-kira apa yang Menanyakan Sabrina terkait keyakinan sekolah/kelas yang telah disepakati:
akan dikatakannya "Oh ya, Sabrina masih ingat dengan keyakinan yang telah kita yakini terkait jam masuk
dan warna sepatu?"
dan bagaimana Menerima alasan Sabrina, menanyakan tentang rencana untuk memperbaiki hal tersebut:
sikapnya serta apa "Tidak apa-apa, semua orang pasti pernah mengalami kondisi terburu-buru dan lupa,
termasuk Sabrina"
yang akan "Kira-kira setelah hari ini apa yang akan Sabrina lakukan?"
ditawarkan ke

Sabrina?

Kemudian mempersilahkan Sabrina mengikuti pelajaran dan menawarkan apakah perlu menghubungi orangtuanya untuk
mengantarkan sepatu warna hitam atau tetap memakai sepatu tersebut:
"Apakah Pak Guru perlu menghubungi orangtuamu untuk mengantarkan sepatu warna hitam atau Sabrina tetap ingin
memakai sepatu itu saja hari ini?"
"Sekarang silakan Sabrina masuk kelas dan mengikuti pelajaran dengan teman-teman lain"

KASUS 2

Ibu Dani KASUS 3 Fajar

Pelajaran
Bahasa
Inggris

KASUS 3 Fajar tidur-tiduran dan acuh tak acuh dalam pelajaran
Bahasa Inggris Bu Dani. Kemudian Bu Dani meminta
Fajar maju ke depan kelas untuk mengerjakan soal.
Fajar maju dengan malas-malasan dan hanya diam

terpaku di depan kelas sambil memainkan spidol karena
tidak bisa.

Bu Dani memarahi Fajar karena sikapnya tersebut.
Fajar selalu bertindak seperti itu dalam pelajaran

Bahasa Inggris, hingga nilainya juga tidak terlalu bagus.
Saat ditegur dan dinasihati Bu Dani, fajar hanya
menjawab "Tidak bisa Bu" dan diam membisu.

KASUS 3 Posisi kontrol apa yang
diambil oleh Ibu Dani dalam
MmPtideeeannnkggyheumurrkejuaumhkmpaFnearjsahoraatmli,kpaajanudpakehealaldjaserupadananhkjeellaass untuk
Fajar pendekatannya kepada
Fajar?

“PAkeyamoli bpFueaarjtahroatrmikaanakgnampneyelaarjaajasrnaagnba! enSrutsiddaaulahrh-stiadnuar,adnu, dlauink
kembali ..."

T“GeIkbmimaumaaynnuaa., NIsbgiuhgasFkuadjkaarahs, ickaanapmseuakm-tciadaaspkaeykkaa”msieanngsaajamrakan

Kebutuhan apa Kebebasan (Kebutuhan akan pilihan)
yang diperlukan


oleh Fajar? Fajar tidak terlalu terpengaruh orang lain dan
mungkin merasa bosan saat Pelajaran Bahasa Inggris

sedang berlangsung.

KASUS 3

KASUS 3 Bilamana Ibu Dani
mengambil posisi
I"pbFppeuaeerjrDamaartabut,neurialraapaanjkaankrakanadenhilbakskseee:raldamtasaunnsgytaaaabhtteuernlbatanaggnasgiumnagn?a" Pemantau, apa yang
akan dilakukan atau
dikatakan olehnya?

I"kbKktouaaenmkDtsiukeaankactiuaukaehhkanumsaskinauakamntteidelapkunseorg:mn-intsbgideeaukltarukjaaeanrsnaindnya?an", acuh

KASUS 4

Anto Kepala Dino
Sekolah

Bertengkar

Anto dan Dino terlibat adu mulut di lapangan basket sekolahan. KASUS 4
Hingga Dino emosi dan menarik kemeja Anto dengan kasar,

sampai 3 kancingnya terlepas. Guru piket melerai mereka dan
membawanya ke ruang kepala sekolah, Ibu Suti.

Ibu Suti menanyakan Dino tentang Keyakinan Sekolah yang
telah disepakati, yaitu tentang sikap saling menghormati. Ibu Suti
melanjutkan bertanya apakah Dino mau memperbaiki kesalahan

yang telah dilakukan terhadap Anto? Dino pun mengangguk.
Kemudian Ibu Suti bertanya kepada Anto terkait apa yang
dibutuhkannya. Anto memerlukan kancing bajunya diperbaiki.
Ibu Suti kembali bertanya ke Dino apakah dia mau menjahitkan
kembali ketiga kancing Anto tersebut? Dengan kesal Dino

menjawab bahwa dirinya tidak bisa menjahit. Ibu Suti
menawarkan kepada Dino untuk belajar menjahit bersama Pak
Irfan dan ia menyanggupinya. Setelah itu Anto dan Dino menjadi

akur kembali.

Nilai kebutuhan Dino memerlukan kebutuhan Penguasaan
apa yang (Kebutuhan Pengakuan atas Kemampuan)

diperlukan oleh

Dino? Dino berusaha menunjukkan kepada Anto
bahwa dirinya tidak boleh dilawan, hingga ia
KASUS 4 berani menarik baju Anto. Dino juga berani
menjawab pertanyaan Ibu Suti dengan ekspresi

kesal.

KASUS 4 Posisi kontrol apa
yang telah
Pseobsaisgi aki oMnatrnoagl eyrang dipraktikkan oleh kepala sekolah, Ibu Suti adalah
dipraktikkan oleh
-H-- aBMsBal-ateeehalrirannstlggtaaayknmnjaeuyyneksaaganakglnkamhehetoepaparnnaawamnddryaaaairaktD,aAi nitdnniadtokoraekti tepteriamnrkddekaaamaiktDiataikknnaesopIaybaanaupykyaSaiankunaatgnihmdsiiaebekunmotuualrahuuhktbatkeenrnadttmaaairnnaggi dgpsaueilnkarghaisj:patwiwaab kepala sekolah Ibu,
Suti? Hal-hal apa saja
yang dilakukannya

sehingga Anda
berkesimpulan

demikian?

- MtMkeeeerbnmsugebtabuejuuhrktaikanannAtnastwooluaasrtiaaknsekpkeaepdsaaadlaDahinaDoninnotyearapkaakitabheilaajamraumemnejamheitnduihisekolah
-

Intinya, Ibu dSiruitmi mereemkbaersieknadnirbi imbingan kepada Dino dan Anto untuk
mengatur

Dalam kasus Yang dikuatkan adalah Dino dan Anto
tersebut di atas Dino: Saling menghormati, tanggung jawab, keterampilan, persahabatan
Anto: Kebutuhan, keberanian, percaya diri, persahabatan
siapa yang Yang mengaitkan ke keyakinan yang lebih tinggi adalah Dino
dikuatkan, siapa Nilai keyakinan saling menghormati dan tanggung jawab Dino semakin
yang mengaitkan kuat, nilai
persahabatan dalam dirinya juga semakin tinggi
ke keyakinan Yang dipuaskan adalah Anto
yang lebih tinggi, Anto merasa puas karena kebutuhannya akan keselamatan,
serta siapa yang keamanan, dan keberanian dirinya telah terpenuhi dari hasil restitusi
tersebut
dipuaskan?

KASUS 4

TERIMAKASIH

Mohon tanggapan, kritik, dan sarannya yang membangun


Click to View FlipBook Version