1. Mengapa PJJ
Indonesia merupakan suatu negara kepulauan yang cukup luas menjadikan pemerataan pendidikan
menjadi kurang efektif dan efisien. Dikarenakan banyak daerah pelosok yang tidak dapat dijangkau
oleh tenaga pendidik (guru) untuk mengabdi disana. selain itu waktu bagi guru yang ada tidaklah
cukup, dikarenakan mereka harus mengabdikan dirinya sebagai tenaga dosen. Oleh karena itu salah
satu cara untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan adanya PJJ. Dengan adanya PJJ
dimaksudkan agar dapat memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk meningkatkan kualitasnya,
sambil tetap menjalankan tugas mereka sehari-hari. Dan adapun manfaat dari PJJ itu sendiri adalah :
Menjangkau target yang telah ditentukan. Cara ini sangat menguntungkan karena memberikan
kesempatan yang luas bagi generasi muda yang ingin belajar sesuai dengan minat dan keinginan
Tidak membutuhkan ruangan kelas khusus
Tidak memerlukan guru khusus yang bertugas mengajar secara berkesinambungan
Bahan belajar dapat berupa modul, materi yang dimasukan kedalam CD, interaksi melalui internet,
dan komunitas bermedia komputer.
Memberikan kesempatan yang luas kepada peserta didik untuk belajar mandiri dan secara aktif,
sehingga mereka lebih dalam pemahamannya melalui kegiatan internal , diskusi dan pemantapan
mandiri
Lebih efisien dan ekonomis, karena waktu belajar tidak terstruktur
2. Pengertian PJJ
PJJ adalah sekumpulan metode pengajaran dimana aktivitas dosenan dilaksanakan secara terpisah
dari aktivitas belajar. Pemisahan kedua kegiatan tersebut dapat berupa jarak fisik, misalnya karena
peserta ajar bertempat tinggal jauh dari lokasi institusi pendidikan. Pemisahan dapat pula jarak non-
fisik yaitu berupa keadaan yang memaksa seseorang yang tempat tinggalnya dekat dari lokasi
institusi pendidikan namun tidak dapat mengikuti kegiatan pembelajaran di institusi tersebut.
Sistem pendidikan jarak jauh merupakan suatu alternatif pemerataan kesempatan dalam bidang
pendidikan. Sistem ini dapat mengatasi beberapa masalah yang ditimbulkan akibat keterbatasan
tenaga pengajar yang berkualitas. Pada sistem pendidikan pelatihan ini tenaga pengajar dan peserta
didik tidak harus berada dalam lingkungan geografi yang sama.
3. Teori dan filosofi PJJ
PPJ digunakan bukan hanya untuk penyampaian materi saja dari pengajar ke peserta didik. Akan
tetapi peserta didik juga dituntut agar dapat mengembangkan informasi yang telah didapatnya
tersebut menjadi sesuatu yang baru yang dapat dimanfaatkan oleh orang banyak. Dalam sistem PJJ
siswa dituntut mandiri untuk selalu berusaha mengembangkan informasi yang telah diberikan oleh
pengajar, tanpa harus tergantung pada pengajarnya. Ibarat seorang anak balita yang harus mampu
belajar makan sendiri tanpa harus selalu disuapi oleh ibunya.
Konsep PJJ itu sendiri dilakukan dengan penyampaian materi yang disampaikan melalui sebuah
media. Dan peserta didik diharapkan mampu menerima, merekam, dan menyimpan informasi
tersebut.
PJJ memerlukan interaksi yang tinggi antara pengajar dan peserta didik, sekalipun di wilayah
terpencil. Manfaat interaksi ini adalah: PJJ memperbolehkan peserta didik untuk mendengar dan
mungkin melihat pengajarnya, sebagaimana keharusan dosen untuk menjawab pertanyaan atau
komentar dari peserta didiknya
4. Karakteristik PJJ
Menurut Keegan sistem PJJ memiliki karakteristik sebagai berikut:
terpisahnya pengajar dan peserta didik yang membedakan PJJ dengan pengajar tatap muka;
ada pengaruh dari suatu organisasi pendidikan yang membedakannya dengan belajar sendiri di
rumah (home study);
penggunaan beragam media-cetak, audio, video, komputer, atau multimedia untuk mempersatukan
pengajar dan peserta didik dalam suatu interaksi pembelajaran;
penyediaan komunikasi dua arah sehingga peserta didik dapat menarik manfaat darinya, dan bahkan
mengambil inisiatif dialog;
kemungkinan pertemuan sekali-sekali untuk keperluan pembelajaran dan sosialisasi (pembelajaran
diarahkan kepada individu bukan kepada kelompok);dan
proses pendidikan yang memiliki bentuk hampir sama dengan proses industri.
5. Prinsip PJJ
Prinsip yang menjadi landasan dalam PJJ, yakni :
1. Kemandirian
Peserta didik dituntut untuk mencari dan mengembangkan sendiri informasi yang telah didapatinya,
karena pengajar disini hanya bersifat sebagai fasilitator.
2. Keluwesan
Tidak terikat pada jadwal. Pembelajaran dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Peserta didik
juga dapat belajar sambil bekerja.
3. Keterkinian
Materi pembelajaran harus yang terbaru dan pemanfaatan teknologi yang berguna untuk
mempercepat dan mempermudah dalam memperoleh informasi.
4. Kesesuaian
Terkait langsung dengan kebutuhan pribadi, maupun tuntutan lapangan kerja atau kemajuan
masyarakat.
5. Mobilitas
Perpindahan antar satuan pendidikan yang setara maupun lintas jenjang berdasar kemampuan.
6. Pembelajaran PJJ
Proses pembelajaran menjadi patokan akan kualitas proses pembelajaran itu sendiri. Beberapa
langkah proses pembelajaran antara lain:
Pemilihan program berdasarkan kebutuhan.
Pengaturan waktu belajar, waktu tes, dll.
Mengikuti tutorial.
Memanfaatkan bimbingan dan konseling bila ada masalah.
Agar program PJJ dapat berjalan dengan baik, kita harus mengetahui terlebih dahulu kondisi-kondisi
yang akan mempengaruhi jalannya program tersebut dengan efektif. Adapun kondisi-kondisi yang
perlu diperhatikan dalam program pendidikan jarak jauh, antara lain:
Logistik
Persyaratan teknis
Jadwalkan diri anda sendiri dan bertahanlah pada jadwal yang telah ditetapkan
Jadwalkan diri anda setiap hari/minggu untuk komunikasi umpan balik dengan instruktur melalui
tutorial.
Konsep E-Learning
E-Learning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung
belajar mengajar dengan media Internet, jaringan komputer,maupun komputer standalone. Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa e-Learning merupakan suatu kegiatan belajar mengajar yang
memanfaatkan perangkat elektronik sebagai media. E-learning sebenarnya sudah mulai
dipopulerkan sejak tahun 1960, ketika ditemukannya program Computer Based Training pertama
(CBT program). Materi-materi pembelajaran tersebut di tahun 1994, muncul dalam bentuk paket-
paket yang lebih menarik dan kemudian diproduksi secara massal. ...22 Mar 2018.
A. e-Learning
1. Definisi e-Learning
Koran dalam Rusman (2013:316) menyatakan bahwa e-Learning adalah pembelajaran yang
menggunakan peratalatan elektronik jaringan (LAN, WAN, atau internet) untuk menyampaikan
materi pembelajaran, interaksi, maupun bimbingan. Sedangkan LearnFrame.Com dalam Glossary of
eLearning Terms [Glossary, 2001] mengungkapkan bahwa . eLearning adalah sistem pendidikan yang
menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media Internet,
jaringan komputer,maupun komputer standalone. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa e-
Learning merupakan suatu kegiatan belajar mengajar yang memanfaatkan perangkat elektronik
sebagai media pendukung prosesnya.
E-learning dalam arti luas bisa mencakup pembelajaran yang dilakukan di media elektronik (internet)
baik secara formal maupun informal. E-learning secara formal misalnya adalah pembelajaran dengan
kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang
telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-learning dan pembelajar sendiri). Pembelajaran
seperti ini biasanya tingkat interaksinya tinggi dan diwajibkan oleh perusahaan pada karyawannya
atau pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh universitas dan perusahaan-perusahaan (biasanya
perusahaan konsultan) yang memang bergerak dibidang penyediaan jasa e-learning untuk umum. E-
learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui
sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin
mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas
(biasanya tanpa memungut biaya).
E-learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya
melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin
mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas
(biasanya tanpa memungut biaya).
Pembelajaran dengan e-Learning dapat disampaikan secara synchrounous yaitu dimana
pembelajaran dilakukan pada saat itu juga, atau asynchronous, yakni pembelajaran dilakukan pada
saat yang berbeda. Contoh e-Learning secara synchronous adalah pembelajaran melalui webcam
antara guru dan siswa secara live pada saat itu juga. Sedangkan contoh penyampaian secara
asynchronous adalah guru membuat materi atau video pembelajaran terlebih dahulu, kemudian
materi atau video tersebut diunggah sebelum pembelajaran akan dilangsungkan.
Materi pembelajaran yang disajika dalam e-Learning berupa teks, grafik, animasi, simulasi, audio,
dan video. E-Learning juga harus memiliki fitur untuk diskusi misalnya chatting.