NIM (2110116220008) FAHIMAH 2023 KELASXPada dasarnya kita semua adalah negosiator. BELAJAR MENJADI BAB IV NEGOSIATOR ULUNG
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan E-Book Bab IV Belajar Menjadi Negosiator Ulung ini tepat pada waktunya. Tujuan dari penyusunan E-Book ini adalah untuk memenuhi tugas dari Bapak Ahsani Taqwiem, M.Pd. pada mata kuliah Media Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Selain itu, E-Book ini juga bertujuan untuk menambah wawasan pembaca tentang negosiasi. Tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Ahsani Taqwiem, M.Pd. selaku dosen pengampu mata kuliah Media Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang saya tekuni. Serta kepada seluruh pihak yang telah membantu saya dalam pembuatan E-Book ini. Saya menyadari dalam penyusunan E-Book ini masih jauh dari kata sempurna disebabkan terbatasnya pengalaman dan pengetahuan yang saya miliki. Oleh sebab itu, saya mengharapkan segala bentuk kritik dan saran dari berbagai pihak. Saya berharap semoga E-Book ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Banjarmasin, 9 Oktober 2023 Penyusun KATA PENGANTAR ii
Halaman KATA PENGANTAR...........................................................................................................ii DAFTAR ISI...........................................................................................................................iii A. Pengertian Negosiasi..................................................................................................1 B. Ciri-Ciri Negosiasi.........................................................................................................2 C. Struktur Teks Negosiasi............................................................................................3 D. Kaidah Kebahasaan Teks Negosiasi.....................................................................4 DAFTAR PUSTAKA............................................................................................................6 DAFTAR ISI iii
BAB IV BELAJAR MENJADI NEGOSIATOR ULUNG Negosiasi merupakan sebagian besar kegiatan kita sepanjang hari sejak kita bangun pagi sampai menjelang tidur pada malam hari. Kita melakukan tawar menawar dengan orang tua kita, teman-teman, pelanggan, penjual, dan lain sebagainya. Negosiasi tersebut dilakukan di mana saja, baik di rumah, di sekolah, atau di pasar. A. Pengertian Negosiasi Sumber: Dok. Pribadi Gambar 4.1 Negosiasi antara siswa dalam memilih bacaan Negosiasi berasal dari bahasa Inggris negotiate yang berarti merundingkan. Hartman dalam Djohan (2018: 6) mengungkapkan negosiasi sebagai suatu proses komunikasi antara dua pihak dengan tujuan dan sudut pandang yang berbeda. Namun, keduanya berusaha mencapai kesepakatan yang memuaskan atas masalah yang sama. Djohan (2018: 6) memberikan simpulan terkait negosiasi sebagai berikut. Untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, negosiasi merupakan cara yang efektif. Adanya kepentingan yang bertentangan. Adanya permasalahan yang sama. Kedua pihak mau berkomunikasi. Untuk menyelesaikan konflik, negosiasi juga merupakan cara yang efektif. Terciptanya kondisi menang-menang bagi kedua pihak. 1
2 Proses untuk mencapai kesepakatan bersama, yakni pihak-pihak yang terlibat dalam negosiasi memiliki kecenderungan yang berbeda disebut juga negosiasi. Negosiasi juga diartikan sebagai proses dalam mencapai kesepakatan yang dapat diterima kedua pihak yang terlibat dan menyetujui tindakan yang akan dilakukan selanjutnya. Tak jauh berbeda, Setiasih (2013: 1) menuturkan negosiasi adalah proses yang muncul karena terdapat perbedaan kepentingan dan keinginan untuk berunding antara dua pihak. Setiasih (2013: 1-2) juga memberikan simpulan tentang negosiasi, yaitu: Menurut Santoso (2019: 22) negosiasi adalah kegiatan yang timbul akibat keinginan untuk memenangkan kepentingan diri karena terhalang oleh kepentingan pihak lain dan pendapat yang bertentangan. Jadi, dapat disimpulkan negosiasi adalah proses komunikasi antara dua pihak akibat perbedaan kepentingan. Namun, keduanya berunding untuk mencapai kesepakatan yang memuaskan kedua belah pihak. B. Ciri-Ciri Negosiasi Sumber: Pexels Gambar 4.2 Kesepakatan harga apel di pasar
C. Struktur Teks Negosiasi Adanya partisipan yang memiliki kepentingan masing-masing. Adanya perbedaan kepentingan dari kedua pihak. Dalam negosiasi kedua kepentingan dari partisipan tersebut saling bertolak belakang. Keadaan inilah yang menyebabkan perbedaan kedua pihak, tetapi dalam permasalahan yang sama. Adanya pengajuan dan penawaran. Dalam negosiasi pengajuan dan penawaran dilakukan dengan menyampaikan argumen yang kuat, pihak yang mempunyai argumen lebih kuat memiliki peluang lebih besar untuk memenangkan negosiasi. Hasil negosiasi adalah kesepakatan. Santoso (2019: 23-24) mengungkapkan ciri-ciri negosiasi sebagai berikut. Sumber: Dok. Pribadi Gambar 4.3 Bagan struktur teks negosiasi 3
4 Orientasi adalah pemunculan masalah atau topik di antara kedua Pengajuan adalah ketika pihak pertama memberikan pernyataan yang isinya meminta atau membujuk pihak kedua untuk menanggapi tuntutannya. Penawaran adalah ketika pihak kedua memberikan pernyataan yang isinya meminta pihak pertama untuk melakukan tawar-menawar atas penolakan kedua belah pihak. Kesepakatan adalah hasil dari tawar-menawar antara kedua pihak. Serupa dengan teks lainnya, teks negosiasi juga memiliki struktur teks khusus, yakni: pihak yang bertentangan. D. Kaidah Kebahasaan Teks Negosiasi Sumber: Dok. Pribadi Gambar 4.4 Kaidah kebahasaan teks negosiasi
Tuturan persuasif adalah tuturan yang sifatnya memengaruhi, membujuk, dan meyakinkan lawan bicara. Tuturan persuasif sangat perlu dimiliki seorang negosiator. Negosiator dapat menggunakan tuturan persuasif dalam pengajuan dan penawaran saat bernegosiasi. Agar negosiasi dapat menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan, kedua belah pihak harus bernegosiasi dengan tuturan yang santun. Teks negosiasi memuat pronomina. Pronomina adalah kata ganti orang. Kalimat langsung termuat dalam teks negosiasi berbentuk dialog. Kalimat yang ditandai tanda kutip dan langsung disampaikan penutur melalui dialog adalah pengertian kalimat langsung. Kalimat deklaratif adalah kalimat dalam teks negosiasi yang berupa pernyataan yang mengungkapkan suatu informasi. Dalam teks negosiasi juga ditemukan kalimat interogatif. Kalimat yang menanyakan sesuatu merupakan pengertian kalimat tersebut. Tak berbeda jauh dengan teks lainnya, teks negosiasi juga menggunakan kata penghubung atau konjungsi, seperti meskipun, kalau, walaupun, begitu, dan lain sebagainya. Tuturan pasangan adalah bentuk tanya jawab antara pihak pertama dan kedua dalam negosiasi. Semua teks memiliki kaidah kebahasaan masing-masing, tak terkecuali teks negosiasi. Berikut kaidah kebahasaan teks tersebut. 5
Aulia, F. T., & Gumilar, S. I. (2021). Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA/SMK Kelas X. Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Djohan, A. J. (2018). Negosiasi dan Komunikasi. MNC Publishing. Santoso, A. D. (2019). Diskusi, Negosiasi, dan Ceramah. PT Aksarra Sinergi Media. Setiasih, I. (2013). Terampil Melakukan Negosiasi. Multi Kreasi Satudelapan. Suherli, dkk. (2017). Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAK Kelas X. Pusat Kurikulum dan perbukuan, Balitbang, Kemendikbud. DAFTAR PUSTAKA 6