The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Sumber Sejarah Fase E-Ganjil

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by sukmawati.dian0, 2023-08-25 13:42:50

Bahan Ajar

Sumber Sejarah Fase E-Ganjil

Keywords: Sejarah

PETA KONSEP


SAJIAN MATERI Sumber:https://id.wikipedia.org/wiki/Gerakan_propaganda_Jepang_3A Pada periode pendudukan Jepang (1941-1945), poster atau reklame dijadikan sebagai salah satu alat propaganda Jepang dalam menarik simpati rakyat Indonesia. Contohnya adalah poster gerakan 3A mengklaim bahwa Jepang mengobarkan perang Asia Timur Raya untuk membebaskan seluruh Asia dari penjajahan bangsa Barat. Poster termasuk sumber sejarah sezaman atau less-strict primary sources. Mengapa demikian? Lalu, apa saja sebenarnya kriteria sumber sejarah? Bagaiamana cara mengetahui kriteria dari sumber sejarah? Apa saja tahapan dalam metode penelitian sejarah? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, mari kita pelajari bab berikut. A. Pengertian Sumber Sejarah Sejarawan R.Moh. Ali dalam bukunya Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia (2005) mendefinisikan sumber sejarah sebagai suatu yang berwujud dan tidak berwujud yang berguna bagi penelitain sejarah Indonesia sejak zaman purba sampai sekarang. Adapun Muhammad Yamin berpendapat sumber sejarah merupakan kumpulan benda kebudayaan untuk membuktikan sejarah. Berdasarkan dua pendapat sejarawan tersebut, dapat disimpulkan bahwa sumber sejarah adalah benda-benda yang dapat digunakan sejarawan dalam rangka meneliti peristiwa sejarah. B. Jenis-Jenis Sumber Sejarah a. Berdasarkan Bentuknya Sumber sejarah berdasarkan bentuknya dibedakan menjadi empat yaitu sumber tertulis, sumber lisan, sumber benda, serta sumber visual dan sumber audio visual. 1) Sumber tertulis (Dokumenter) Sumber: https://www.ruangguru.com/


Sumber tertulis adalah keterangan tertulis yang berkaitan dengan peritiwa sejarah. Sumber tertulis memberikan informasi secara tertulis mengenai aspek-aspek yang akan diteliti,seperti aspek politik, ekonomi, sosial dan budaya. Contoh sumber tertulis yang dapat dijadikan sumber penelitian sejarah sebagai berikut: a) Laporan Laporan dapat memberikan berbagai informasi penting dalam penelitian sejarah. Baik laporan resmi yang dikeluarkan pemerintah maupun laporan yang dikeluarkan pihak swasta dapat digunakan sebagai sumber penelitian sejarah. Contoh laporan yang dikeluarkan pihak swasta adalah laporan keuangan tahunan perusahaan dan laporan data karyawan yang keluar masuk perusahaan selama satu tahun tersebut. Berdasarkan laporan tahunan tersebut, dapat diketahui perkembangan perusahaan selama periode tertentu. Ada juga laporan yang berisi penjelasan perkembangan yang terjadi disuatu daerah. Laporan seperti ini dapat kita lihat dalam laporan pertanggung jawaban pejabat pada masa kolonial belanda. Pada masa kolonial Belanda setiap pejabat pemerintah (terutama residen) yang purna tugas harus membuat sebuah laporan berisi pertanggung jawaban pejabat tersebut. Selain berisi angka-angka laporan pertanggung jawaban residen disertai penggambaran keadaan wilayah yang mereka pimpin. Laporan pertanggung jawaban ini disebut memori serah terima jabatan (memorie van overgave). Laporan terkadang tidak sesuai kenyataan. Ketidaksesuaian tersebut terjadi karena ada data yang tercecer, hilang, atau kurang lengkap data tersebut disusun. Oleh sebab itu sejarawan perlu bersikap kritis dan teliti ketika menggunakan laporan sebagai sumber penelitian. Sejarawan juga perlu melakukan cek silang dengan sumber-sumber lain. Agar mendapatkan informasi yang lebih valid dan kredibel. b) Surat Kutipan salah satu surat Kartini Sumber: https://www.forestdigest.com/detail/1138/surat-kartini-perempuan-masa-kini Jika anda mengirim surat, apa saja yang anda tulis dalam surat tersebut? Dalam surat biasanya tercantum nama, alamat, dan isi surat. Surat dapat menjadi sumber berharga bagi peneliti sejarah. Dikatakan demikian, karena isisurat dapat memberikan informasi penting mengenai situasi yang terjadi pada saat itu. Berdasarkan sifatnya, surat dibedakan menjadi surat pribadi dan surat resmi. Surat pribadi yang berisi informasi pribadi yang dicurahkan pengirim kepada penerima. Contoh surat peribadi adalah surat-surat R.A. Kartini yang ditunjukkan kepada


Ny. J.H. Abendanon. Surat tersebut diterbitkan menjadi sebuah buku yang berjudul Door Duisternis Tot Licht (Habis Gelap Terbitlah Terang). Selain surat peribadi, surat-surat yang dapat diguanakan sebagai sumber sejarah adalah surat resmi dikeluarkan oleh instusi atau lembaga resmi pemerintah atau swasta. Contoh surat resmi yang dikeluarkan sebuah instusi atau lembaga antara lain surat keputusan,surat tugas, dan surat pemerintah. c) Surat Kabar Surat Kabar membuat informasi mengenai peristiwa-peristiwa aktual yang terjadi dalam masyarakat. Informasi dalam surat kabar dapat menjadi sumber berharga bagi sejarawan. Informasi yang disampaikan surat kabar terkadang berbeda-beda. Perbedaan ini dipengaruhi oleh hasil analisis dan interpretasi redakturnya. Perbedaaan inilah yang harus di cermati oleh sejarawan ketika mengolah informasi tersebut. Selain itu, dalam menggunakan surat kabar sebagai sumber sejarah, hendaknya sejarawan harus berhati-hati dalam membedakan fakta dan opini Sumber: https://www.harapanrakyat.com/2022/12/koran-bintang-timoer-revolusioner-dan-ramah-pki/ Salah satu surat kabar yang memuat berita tentang PKI d) Catatan Harian Buku harian merupakan salah satu contoh catatan harian yang bersifat pribadi. Catatan harian dibuat seseorang yang dianggap penting. Informasi yang dicatat bukan hanya peristiwa yang terjadi pada dirinya, tetapi juga pengalaman orang lain yang dilihatnya melalui catatan peribadi. Kita dapat Sumber: https://www.kompasiana.com/ menemukan informasi-infirmasi yang tidak diketahui oleh publik secara luas. Contoh catatan yang ditulis oleh tokoh ternama adalah catatan hatian Muh.Hatta dan catatan harian Soe Hok Gie. Selain catatan harian yang bersifat pribadi, ada pula catatan harian yang bersifat umum. Catatan harian ini ditulis oleh lembaga/instansi resmi. Catatan harian ini menguraikan banyak hal berdasarkan peristiwa yang terjadi. Sebagai contoh Dagh Register dan Militaire Jornalen. Dagh Regsiter merupakan catatan yang dibuat oleh kongsi dagang VOC di Batavia. Adapaun Mulitiaire Jornalen merupakan catatan harian yang dibuat oleh pihak militer.


e) Autobiografi Apakah autobiografi sama dengan biografi?. Autobiografi adalah riwayat hidup pribadi yang ditulis oleh orang yang bersangkutan. Sedangkan biografi adalah sebuah jenis karya sastra yang berisikan riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain. Autobiografi memuat informasi mengenai nilai sosial, proses sosial, situasi sosial, serta perubahan sosial yang isinya empiris dan nyata pada zamannya. Selain itu, autobiografi mengisahkan Sumber: https://mizanstore.com/ kehidupan pribadi seseorang secara detail. Oleh karena itu, autobiografi dapat memberikan data objektif sebagai sumber sejarah. Sebagai contoh, autobiografi Muhammad Natsir karya Yusuf Abdullah Puar. 2) Sumber Lisan Sumber lisan merupakan informasi yang disampaikan secata lisan oleh pelaku atau saksi seajrah. Sumber lisan dapat dikumpukan melalui wawancara dengan menggunakan metode oral history (sejarah lisan). Sumber lisan berberda dengan foklore, legenda, fabel, dan mitos atau rumor.Sumber lisan yang digunakan dalam sumber sejarah adalah ingatan yang ada dalam memori informan, baik sebagai saksi langsung maupun tidak langsung. Sumber lisan dapat dibedakan menjadi dua yaitu, Sumber: https://www.sejarahpedia.com/ sumber lisan primer dan sumber lisan sekunder. Sebagai contoh, anda dapat menulis pertempuran Lima Hari di Semarang pada 1945. Untuk menulis peristiwa tersebut, anda perlu mewawancarai orang yang terlibat langsung dalam peristiwa tersebut, misalnya seorang veteran yang dulu ikut bertempur. Veteran yang anda wawancarai tersebut bisa dikatakan sebagaisumber lisan primer. Apabila anda mewawancarai anak veteran tersebut yang tidak terlibat dalam peristiwa, tetapi mengetahui cerita ayahnya, anak veteran tersebut merupakan sumber lisan sekunder. Kebeneran sumber lisan tergantung pada pengisahkan atau penuturan informan yang diwawancarai. Oleh karena itu sumber lisan dianggap lebih manusiawi karena mampu menyajikan peristiwa secara utuh. Sumber lisan juga mampu memberikan informasi tambahan terkait peristiwa sejarah. Dari informasi tersebut, kita dapat mengetahui watak sosial atau suasana zaman ketika para saksi dan pelaku melakuni perannya dalam peristiwa sejarah. Untuk mendapatkan informasi dari narasumber, sejarawan harus memiliki kemampuan dan teknik-teknik wawancara. Selain itu sejarawan harus mempersiapkan segala sesuatu yang digunakan dalam kegiatan wawancara. Dengan persiapan matang, sejarawan dapat menggali informasi dari nara sumber secara maksimal.


3) Sumber Benda Sumber: https://www.ruangguru.com/ Jika anda berkunjung kemuseum, anda akan menemukan banyak benda bersejarah. Benda-benda yang dipamerkan dalam museum merupakan sumber benda. Beberapa benda seperti bangunan, fosil, arca, patung, candi, menara, dan kereta kencana dapat dijadikan sebagai sumber benda dalam penelitian sejarah. Sumber benda berfungsi menunjukkan perkemabngan kebudayaan dari waktu kewaktu. Sejarawan hatusmenelitidan menganalisis sumber tersebutdengan cermat. Oleh karena itu, sejarawan harus menggunakan ilmu bantu agarinformasi dan data terpercaya (kredibel). Ilmu bantu dapat digunakan sejarawan untukmenguji kredibilitas sumber benda antara epigrafi, arkeologi, numismatik, filologi,paloeantropologi, dan ikonografi. 4) Sumber visual Sumber: https://www.ruangguru.com/ Keberadaan sumber visual dalam ilmu sejarah sebenarnya hal baru. Gilbert J. Garraghan (1957), secara eksplisit menempatkan sumber visual sebagai salah satu sumber penting dalam sejarah. Sumber visual dapat berupafoto, sketsa, ornamen, gambar, dan lukisan. Adapun, sumber audio visual merujuk pada sumber berupa suara (audio) dan komponen gambar (visual) seperti film dokumenter mengenai peristiwa bersejarah yang ditayangkan televisi atau diunggah di youtobe, serta video dokumentasi peristiwa bersejarah Kedudukan sumber visual dan audia visual setara dengan sumber tertulis maupun sumber lisan. Meskipun demikian, sejarawan atau para penulis sejarah menggunakan sumber tersebut. Mayoritas sejarawan lebih tertarik menggunakan sumber tertulis sebagai media rekonstruksi sejarah dibandingkan sumber audio visual.


Sejarawan haruslah berhati-hati dalam melakukan pengumpulan sumber sejarah. Agar mendapatkan bukti dan fakta sejarah yang benar, seorang peneliti harus memperhatikan segi terpercayanya sumber (reliability), kuatnya sumber (credibility), dan sahihnya sumber (validity). b. Beradasarkan Urutan Penyampaiannya. Sumber sejarah berdasarkan urutan penyampaiannya dibedakan menjadi sumber primer, sumber sekunder, dan sumber tersier. Ketiga jenis sumber tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut. 1) Sumber Primer Sumber primer disebut juga sumber utama atau sumber asli. Sumber primer adalah sumber yang menunjukkan kesaksian langsung para pelaku peristiwa sejarah. Sumber primer berisi materi mentah yang dihasilkan sezaman dengan peristiwa sejarah. Oleh karena itu, sumber primer menjadi sangat berarti bagi sejarawan. sumber primer dapat berupa kesaksian langsung dari pelaku sejarah (sumber lisan), naskah perjanjian, arsip, dokumen pemerintah, data statistik, foto, bangunan sejarah, dan benda arkeologi. 2) Sumber Sekunder Sumber sekunder adalah kesaksian dari seseorang yang tidak terlibat langsung dalam peristiwa sejarah. Sumber sekunder berisi informasi atau keterangan dari orang yang tidak hadir dalam peristiwa yang dikisahkan. Ia hanya mengetahui jalannya cerita tersebut. Sumber sekunder juga dapat berupa buku ynag ditulis sejarawan. contoh sumber sekunder adalah laporan penelitian dan terjemahan kitabkitab kuno. 3) Sumber Tersier Sumber berupa buku-buku sejarah yang disusun berdasarkan penelitian para ahli sejarah tanpa melakukan penelitian langsung. Jadi, penulis buku sejarah tersebut menghimpun penelitian sejarawan-sejarawan lainnya. Contoh sumber tersier adalah buku Sejarah Nasional Indonesia jilid 1-VI, Indonesia dalam Arus Sejarah Jilid I-IX, Sejarah Indonesia Modern 1200-2008, dan Nusa Silang Budaya Jilid I-III. No Sumber Sejarah Kelebihan Kekurangan 1. Visual Dapat dengan mudah diamati dan disentuh Untuk sumber sejarah yang berwujud candi maupun bangunan gedung, dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus menjadi aset warisan budaya bangsa Rentan mengalami kerusakan, bahkan dapat dipalsukan dengan replika sehingga diperlukan penyimpangan dan perawatan yang baik yang umumnya membutuhkan biaya besar 2. Audiovisual Dapat menarik minat dan mengembangkan daya Karena sebagian besar memanfaatkan media elektronik Tabel Kelebihan dan Kekurangan Sumber Sejarah


imajinasi sejarawan Dapat membuat sejarawan seolah-olah merasakan suasana saat terjadinya peristiwa sejarah secara langsung untuk menyimpan maupun menampilkan data, sumber ini rentan mengalami kerusakan maupuan hilang 3. Lisan Menempati posisi sangat penting manakala peristiwa sejarah tidak menyisakan sama sekali sumber tulisan Dapat melengkapi kekurangan data atau informasi yang belum termuat dalam sumber tulisan maupun dokumen Cenderung bersifat subjektif karena terpengaruh dengan emosi dan perasaan penutur Terbatasnya daya ingat seorang penutur sejarah dapat membuat kisah sejarah yang dituturkan tidak valid 4. Tulisan Dapat menjadi catatan peristiwa yang terjadi berdasarkan yang dialami pada saat berlangsungnya peristiwa. Selain itu dapat mempermudah pengumpulan referensi. Hanya memuat informasi yang dianggap penting untuk dicatat. Selain itu, sumber tulisan yang menggunakan media kertas atau daun-daun tertentu tidak akan tahan perubahan kondisi cuaca dan zaman. 5. Kebendaan Artefak dapat dipindahpindahkan (moveable) dengan relatif mudah, tanpa harus merusak atau menghancurkannya terlebih dahulu Melalui fosil dan artefak, kita dapat menentukan umur bumi, perkembangan flora dan fauna serta kehidupan manusia. Persebaran geografis fosil memungkinkan para ahli geologi untuk mencocokkan susunan batuan dari bagianbagian lain di dunia Artefak atau fosil dikwatirkan sudah tidak utuh dan mengalami kerusakan bagian ketika penggalian sehingga dapat mengurangi objektifitas sejarah. C. Fakta Sejarah Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/ Soekarno membacakan naskah Proklamasi Kemerdekaan RI Perhatikan gambar diatas! Kemukakan pendapat anda terkait peristiwa pada gambar! Peristiwa pada gambar terjadi pada 17agutus 1945. Adapun tempat peaksanaanya di Jalan


Pegangsaan Timur No 56, Jakarta. Dalam peristiwa tersebut terdapat banyak fakta sejarah. Apa itu fakta sejarah? Fakta sejarah merupakan fakta-fakta yang berhubungan langsung dengan peristiwa sejarah. Louis Gottschalk berpendapat bahwa fakta sejarah adalah suatu unsur yang dijabarkan secara langsung atau tidak langsung dari sumber sejarah yang kredibel. Fakta sejarah bersifat subjektif karena merupakan hasil proses mental sejarawan. oleh karena itu, fakta dapat bersifat relatif atau dapat berubah. Fakta dapat berubah jika ditemukan data dan sumber baru yang lebih dapat dipercaya. Berdasarkan sifatnya, fakta sejarah dikategorikan sebagai berikut: a. Fakta Keras (Hard Fact) Pada 17 Agustus 1945 Soekarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Fakta tersbut sudah diketahui danditerima secaraumum. Faktaseperti itulah yang disebut fakta keras. Informasi yang diperoleh dari fakta keras tegas, pasti, dan tidak perlu diperdebatkan lagi. b. Fakta Lunak (Soft Fact) Fakta lunak kebalikan dari fakta keras. Fakta lunakterbuka diperdebatkan kebenarannya. Agar fakta lunak diyakini kebenarannya sejarawan memerlukan bukti lebih kuat lagi, misalnya lokasi pusat kerajaan Sriwijaya sampai saat ini masih belum dapat dipastikan dengan benar. c. Inferensi Inferensi adalah ide atau gagasan sebagai benang merah yang menjembataniantara fakat satu dengan fakta yang lain. Fakta yang etrdapat dalam inferensi berdasarkan pertimbangan logis semata, misalnya pada masa revolusi Kemerdekaan Sri Sultan Hamengkubuono IX adalah penguasa tertinggi Kesultanan Yogyakarta. Sri Sultan mempunyai wewenang mengatur perlawanan saat agresi militer II di Yogyakarta. Dari dua fakta tersebut sejarawan membuat inferensi bahwa Sri Sultan sebagai penggas serangan umum 1 Maret 1945 di yogyakarta. d. Opini Opini adalah pikiran, pendirian, atau pendapat peribadi yang tidak didasarkan pendapat umum. Opini dapat berupa tulisan dalam buku, suratkabar, atau pernyataan lisan. Contoh opini yaitu pernyataan bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan puncak perjuangan bangsa Indonesia. Berdasarkan bentuknya, fakta sejarah dapat dikategorikan menjadi: a. Fakta Sosial Fakta sosial menggambarkan keadaan sosial, suasana zaman, dan sistem kemasyarakatan pada masa lalu. Dengan kata lain fakta sosial berkenaan dengan kehidupan suatu masyarakat, kelompok masyarakat atau suatu negara yang menumbuhkan hubungan sosial yang harmonis serta komunikasi sosial yang terjaga baik. Misalnya bangunan arsitektur Eropa di Kota Lama Semarang.kondisi ini menandakan bahwa kota Semarang pernah di tempati oleh sekelompok masyarakat Eropa. b. Fakta Mental Fakta mental merupakan kondisi yang menggambarkan suasana pikiran, kerohanian, perasaan bantin, dan sikap yang mendasari suatu karya cipta. Jadi fakta metal berhubungan dengan perilaku ataupun pendidikan moral manusia. Peristiwa yang terjadi pada masa lampau dapat mempengaruhi mental kehidupan seseorang pada masa kini


bahkan pada masa depan. Fakta mental memiliki hubungan erat dengan sebuah peristiwa kerena perkembangan bantin suatu masyarakat dapat menyebabkan terjadinya suatu peristiwa. Fakta mental yang menarik yang dapat diambil surat pribadi, catatan harian, memoar, atau autobiografi seorang tokoh. Misalnya catatan harian Soe Hok Gie yang dibukukan dengan judul Catatan Seorang Demonstran. c. Artefak Artefak adalah benda-benda peninggalan masa lampau. Artefak dapat berupa bangunan dan benda-benda arkeologi seperti patung, candi, dan perkakas. Benda-benda tersebut dapat menjadi bukti tingginya tingkat kehidupan masyarakat pada masa itu. Selain itu, keberadaan benda tersebut dapat memberikan gambaran hubungan sosial suasana alam pikiran dan kepercayaan suatu masyarakat. Sebagai contoh, penemuan artefak berupa keramik Tiongkok pada masa Dinasti Ming di Keraton Majapahit menggambarkan telah terjadi hubungan dagang dan hubungan diplomati antara Majapahit dan etnik Tionghoa D. Kesimpulan Sumber sejarah adalah benda-benda yang dapat digunakan sejarawan dalam rangka meneliti peristiwa sejarah. Sumber sejarah berdasarkan bentuknya dibedakan menjadi empat yaitu sumber tertulis, sumber lisan, sumber benda, serta sumber visual dan sumber audio visual. Adapun Sumber sejarah berdasarkan urutan penyampaiannya dibedakan menjadi sumber primer, sumber sekunder, dan sumber tersier. Fakta sejarah merupakan fakta-fakta yang berhubungan langsung dengan peristiwa sejarah. Louis Gottschalk berpendapat bahwa fakta sejarah adalah suatu unsur yang dijabarkan secara langsung atau tidak langsung dari sumber sejarah yang kredibel. Fakta sejarah bersifat subjektif karena merupakan hasil proses mental sejarawan. oleh karena itu, fakta dapat bersifat relatif atau dapat berubah. Fakta dapat berubah jika ditemukan data dan sumber baru yang lebih dapat dipercaya. Berdasarkan sifatnya, fakta sejarah dapat dibedakan menjadi fakta keras, fakta lunak, iferensi, dan opini. Seangkan berdasarkan bentuknya fakta sejarah dibedakan menjadi fakta mental, fakta sosial dan artefak. PENUGASAN Pada tabel berikut, terdapat sejumlah pernyataan. Tugas anda adalah menentukan jenis-jenis sumber sejarah dari pernyataan tersebut beserta kelebihan dan kelemahannya! No Tahapan Penelitian Sejarah Sumber sejarah berdasarkan Kelemahan Kelebihan Bentukny a Sifatnya 1. Seorang anggota kepolisian bernama Sukiman berhasil lolos dari peristiwa tragis G30S/PKI 1965. Ia selamat dan dapat menunjukkan lokasi sumur tempat tubuh para jenderal yang menjadi korban pembunuhan


2. Dalam kompleks situs di Gunung Padang, JawaBarat, terdapat sejumlah bangunan berciri megalitik. 3. Borobudur merupakan bangunan suci tempat beribadah pemeluk agama Buddha 4. Bangunan ini merupakan tempat tinggal raja atau ratu sehingga sering disebut sebagai keraton. Bangunan sejenis ini banyak dijumpai di berbagai wilayah di Indonesia. 5. Dalam kegiatan ekskavansinya, von Koenigswald menemukan berbagai fragmen tulang-belulang 6. Pada prasasti Ciaruteun, terdapat gambar telapak kaki Raja Purnawarman 7. Kitab Nagarakretagama berisi tentang silsilah raja-raja, sistem pemerintahan, serta sistem hukum dan perundang-undangan dari kerajaan Majapahit 8. Dua orang bersaudaraRoder dan Galis banyak menemukan lukisan gua di abris sous roche di wilayah Papua 9. Hikayat Raja-Raja Pasai berisikan kisah tentang biografi raja-raja yang pernah memerintah Pasai 10. Seseorang bercerita kepada kita bahwa almarhum ayahnya merupakan seorang tokoh yang dahulu mengetik naskah proklamasi kemerdekaan UJI KOMPETENSI A. Pilihan Ganda Pilihlah Jawaban yang Tepat! 1. Berikut ini yang bukan merupakan sumber tertulis adalah …. a. Dokumen b. Babad c. Kronik d. Relief e. Surat kabar 2. Berikut ini yang bukan merupakan bahan-bahan dokumenter …. a. Arsip b. Laporan c. Artefak d. Naskah-naskah kuno


e. Piagam penghargaan 3. Perhatikan gambar berikut! Sumber: https://geotimes.id/ Dokumen tersebut termasuk sumber sejarah ….. a. Tersier b. Primer c. Sekunder d. Fakta mental e. Transkrip sejarah lisan 4. Sumber sejarah memiliki kedudukan penting dalam penelitian sejarah. Bagi sejarawan, sumber sejarah memiliki kedudukan penting karena menjadi …. a. Pelengkap sumber dalam penelitian sejarah b. Penunjuk bukti keberadaan peristiwa sejarah c. Penguat data dalam membuat analisis sejarah d. Pegangan utama untuk merekonstruksi peristiwa sejarah e. Pengisah dalam kegiatan penelitian dan penulisan sejarah 5. Sumber visual memberikan informasi tambahan bagi peneliti sejarah. Meskipun demikian, beberapa peneliti lebih memilih menggunakan sumber tertulis daripada sumber visual karena …. a. Sumber visual sering dimanipulasi b. Sumber tertulis lebih mudah diakses c. Informasi dalam sumber visual multitafsir d. Kantor arsip belum menyediakan sumber visual e. Fakta dalam sumber tertulis lebih mudah diinterpretasikan 6. Berdasarkan urutan penyampaiannya, sumber sejarah dibedakan menjadi sumber primer, sumber sekunder, sumber tersier. Sumber sejarah dapat disebut sumber primer apabila …. a. Ditulis oleh sejarawan dari hasil penelitian secara langsung b. Dikisahkan oleh informan yang mendapat informasi dari pelaku sejarah c. Disampaikan oleh tokoh yang menyaksikan peristiwa sejarah secara langsung d. Diungkapkan oleh seajrawan dalam sebuah pemaparan umum secara langsung e. Diceritakan oleh peneliti sejarah yang melakukan penelitian secara langsung 7. Metode yang digunakan sumber lisan dalam memperoleh informasi yaitu …. a. Teknik wawancara b. Observasi c. Penelitian d. Pencatatan data e. Pengumpulan data


8. Bahan-bahan yang dapat digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang peristiwa yang terjadi pada masa lampau disebut.... a. Sumber sejarah b. Sumber lisan c. Sumber tertulis d. Sumber rekaman 9. Berikut ini yang bukan termasuk sumber benda, yaitu.... a. Candi b. Masjid c. Rekaman d. Makam e. Kereta Kencana 10. Sumber sejarah beraneka ragam, salah satunya adalah prasasti. Prasasti termasuk.... a. Sumber lisan b. Sumber tertulis c. Sumber benda d. Sumber kuno E. Sumber rekaman B. Kerjakanlah soal-soal berikut! 1. Informasi yang disampaikan surat kabar satu berdeda dengan surat kabar lain. Bagaimana cara sejarawan menyingkapi perbedaan tersebut ketika akanmenggunakan surat kabar sebagai sumber sejarah? 2. Laporan dapat digunakan sebagai sumber sejarah. Bagaimana cara sejarawan menyingkapi laporan yang terkadang tidak sesuai dengan kenyataan? 3. Kebenaran sumber lisan bergantung pada penuturan informan yang diwawancarai. Jelaskan cara mendapatkan kesaksian yang benar (realible) dalam sumber lisan? 4. Bagaimana kedudukan sumber visual terhadap sumber tertulis dan sumber lisan dalam sumber sejarah? 5. Menurut Louis Gottschalk,fakta sejarah adalah unsur yang dijabarkan langsung atua tidaklangsung darisumber yang kredibel. Meskipun demikian, fakta sejarah mengandung unsur subjektivitas. Mengapa demikian? PEMBAHASAN SOAL Pilihan Ganda 1. D. relief 6. C. Disampaikan oleh tokoh yang menyaksikan peristiwa sejarah secara langsung 2. C. Artefak 7. A. Teknik wawancara 3. B. Primer 8. A. Sumber sejarah 4. C.Pegangan utama untuk merekonstruksi peristiwa sejarah 9. C. Rekaman 5. B. Sumber tertulis lebih 10 C. Sumber tertulis


mudah diakses Uraian 1. Perbedaan informasi yang ada pada surat kabar sangat dipengaruhi oleh hasil analisis dan interpretasiredakturnya. Oleh karena itu, sejarawan harus bersikap kritis dan teliti dalam menganalisis dan menginterpretasikan informasi dalam surat kabar. Selain itu, sejarwan harus berhati-hati dalam membedakan antarafakta dan opini yang terdapat dalam surat kabar. Fakta adalah kenyataan yang sesungguhnya terjadi. Opinimerupakan pandangan yang disanpiakan informan (penulis artikel) mengenai fakta sebuah peristiwa. 2. Laporan memberikan berbagai informasi penting bagi penelitian sejarah. Akan tetapi, laporan kadang tidak sesuai dengan kenyataan. Ketidaksesuaian tersebut terjadi akrena adanya data yang tercecer, hilang, atau kurang lengkap ketika data tersebut disusun. Oleh karena itu, sejarawan perlu memiliki sikap kristis dan teliti dalam menggunakan laporan sebagaisumberpenelitian.Sejarawan juga perku melakukan cek silang dengan sumbersumber lain agar mendapatkan informasi yang lebih valid dan kredibel. 3. Untuk mendapatkankesaksian narasumber sejarah yang benar (reliable), peneliti harus memperhatikan empat syarat tersebut: a. Saksi primer mampu menyampaikan informasi berdasarkan fakta b. Saksi primer mampu menyampaikan informasi secara terperinci dan akurat c. Adanya dukungan secara bebas mengenai perincian yang sdengan diteliti d. Suatu informasi harus berasal dari dua kesaksian bebas atau lebih yang tidaksaling mempengaruhi. 4. Keberadaan sumber visual dalam studi sejarah bukan halbaru. Gilbert J. Garraghan secara eksplisit menempatkan sumber visual (picture atau figure) sebagai salah satu sumber penting dalan sejarah. Olehkarena itu, sumber visual memiliki kedudukan yang sama penting dengan suber tertulis dan sumber lisan.kedudukan penting sumber visual sebagaisumber sejarah justru masih kurang dilirik peneliti. Sebagian besar penelitilebih tertarik memggunakan sumber tertulis sebagai bahan rekonstruksi sejarah karena keberadaannya melimpah. 5. Fakta sejarah merupakan rumusan atau kesimpulan yang diambil dari sumber sejarah atau dokumen. Fakta merupakan produk dari proses mental seorang sejarawan atau memorisasi sehingga memuat unsur subjektivitas. Oleh karena itu, fakta sejarah bersifat subjektif dan bersifat relatif atau bisa berubah. Fakta bisa berubah jika ditemukan data dan sumber baru yang lebih dapat dipercaya. REFERANSI M.Adil dan Hafsari, ratna. 2022. IPS Sejarah untuk SMA/MA Kelas X Kurikulum Merdeka. Jakarta : Erlangga. Muchlis,Muhammad. Dkk. 2019. Pegangan Guru Sejarah UntukSMA/MA Peminatan Imu-Ilmu Sosial Kelas X semester 1. Yogyakarta: Intan Pariwara Oktafiana, Sari.Dkk. 2021. Ilmu Pengetahuan Sosial SMA Kelas X. Jakarta: Kemedikbud


Click to View FlipBook Version