BAHAN AJAR
MUATAN BAHASA INDONESIA
Untuk Kelas 4 SD
Semester II
Berdasar Kurikulum 2013
Revisi 2018
Disusun Oleh
Yani Heryani, S.Pd
PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG
DINAS PENDIDIKAN
KORWILBID PENDIDIKAN TK, SD & NF KECAMATAN CILEUNYI
SEKOLAH DASAR NEGERI PERCOBAAN
Jl. SMU No. 42 Desa Cibiru Wetan Kec. Cileunyi Kab. Bandung Tlp. (022)7830379
BAHAN AJAR
Kelas : IV
Muatan Pelajaran : Bahasa Indonesia
Semester : II
TEMA : 6_CITA-CITAKU
A. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
Sub Tema : 1_Aku dan Cita-Citaku
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) PB
1
3.6 Menggali isi dan Mengidentifikasikan ciri-ciri puisi. 2
3
amanat puisi yang Mengidentifikasi ciri-ciri puisi yang berkaitan dengan akhir baris 4
5
disajikan secara pada bait. 6
1
lisan dan tulis Menjelaskan ciri-ciri puisi berdasar pengamatan. 2
dengan tujuan Menjelaskan makna puisi “Tanah Airku, Tanah yang Beragam”. 3
untuk kesenangan Menjelaskan makna yang terkandung dalam puisi “Cita-citaku”. 4
Menjelaskan makna yang terkandung dalam puisi dari cuplikan 5
syair lagu. 6
4.6 Melisankan puisi Menyajikan hasil pengamatan tentang ciri-ciri puisi.
hasil karya pribadi Menjelaskan ciri-ciri puisi yang berkaitan dengan akhir baris pada
dengan lafal, bait.
intonasi, dan Membuat puisi sendiri menggunakan ciri-ciri puisi sesuai hasil
ekspresi yang pengamatan.
tepat sebagai Mengungkapkan makna yang terkandung dalam puisi “Tanah
bentuk ungkapan Airku, Tanah yang Beragam”.
diri Mengungkapkan makna yang terkandung dalam puisi “Cita-
citaku”, secara lisan maupun tulisan.
Mengungkapkan makna yang terkandung dalam puisi dari
cuplikan syair lagu.
Sub Tema : 2_ Hebatnya Cita-Citaku
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) PB
1
3.6 Menggali isi dan Menjelaskan cara membuat puisi. 2
3
amanat puisi yang Menjelaskan cara membuat puisi. 4
5
disajikan secara Menjelaskan isi puisi
lisan dan tulis 6
Memahami makna puisi “Kawan Sejatiku”.
dengan tujuan 1
untuk kesenangan Menulis puisi dengan menggunakan kata-kata dengan rima yang
hampir sama. 2
Menulis puisi dengan menggunaka gagasan/ ide sesuai gambar 3
4
(tugas mulia) 5
6
4.6 Melisankan puisi Membuat sebuah puisi dengan menggunakan kata-kata dengan
hasil karya pribadi rima yang hampir sama.
dengan lafal, Membuat sebuah puisi dengan menggunakan kata-kata dengan
intonasi, dan rima yang hampir sama.
ekspresi yang Membuat sebuah puisi dengan menggunakan kata-kata sesuai
tepat sebagai bacaan.
bentuk ungkapan Melengkapi puisi “Kawan Sejatiku”.
diri Membacakan puisi hasil karyanya sendiri.
Mengomunikasikan puisi hasil karyanya sendiri.
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 1
Sub Tema : 3_ Giat Berusaha Meraih Cita-Cita
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) PB
1
3.6 Menggali isi dan Mengungkapkan teknik mendeklamasikan puisi 2
3
amanat puisi yang Menjelaskan penggunaan jeda dalam mendeklamasikan puisi. 4
disajikan secara
lisan dan tulis Menjelaskan penggunaan ekspresi dalam mendeklamasikan puisi. 5
dengan tujuan Menuliskan makna puisi “Laskar Pelangi”.
untuk kesenangan 6
Menjelaskan penggunaan ekspresi wajah dalam 1
mendeklamasikan puisi.
2
Menjelaskan cara mendeklamasikan puisi yang baik.
3
4.6 Melisankan puisi Mendeklamasikan puisi dengan lafal, intonasi, dan ekspresi. 4
5
hasil karya pribadi Mendeklamasikan puisi dengan memperhatikan penggunaan
dengan lafal, jeda. 6
intonasi, dan
ekspresi yang tepat Mendeklamasikan puisi dengan lafal, intonasi, dan ekspresi
sebagai bentuk Mendeklamasikan puisi “Laskar Pelangi”.
ungkapan diri Mendeklamasikan puisi dengan lafal, intonasi, dan ekspresi
Mendeklamasikan puisi yang dipilih sendiri dengan pelafalan dan
intonasi, serta ekspresi.
B. MATERI
1. Pengertian Puisi
Secara Etimologis (Bahasa) istilah Puisi berasal dari Bahasa Yunani, yaitu Poesis yang
memiliki arti Membangun, Membentuk, Membuat, atau Menciptakan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia istilah Puisi memiliki arti Salah satu bentuk
Karya Sastra yang bahasanya terikat oleh irama, rima, matra, serta penyusunan bait dan
larik.
Sedangkan Puisi secara umum adalah Suatu Karya Sastra yang dibentuk atau dibuat oleh
Seorang Penyair dalam menyampaikan sebuah pesan melalui pola tertulis dan diksi.
Puisi merupakan karya seni berupa tulisan yang menggunakan kualitas estetika
(keindahan bahasa) sehingga berfokus pada bunyi, irama, dan penggunaan diksi.
2. Struktur Puisi
Dalam pembentukan sebuah Karya Sastra Puisi memiliki struktur-struktur yang terdapat
didalamnya, agar pembentukannya menjadi tersusun dengan baik, secara singkat struktur-
struktur Puisi terbentuk sebagai berikut :
1) Kata
Kata merupakan struktur pertama pada pembentukan sebuah Puisi, karena pemilihan Kata
(Diksi) yang tepat dalam pembentukan sebuah Puisi, sangat menentukan suatu kesatuan
dan keutuhan pada struktur-struktur yang lainnya dalam sebuah Puisi, kata-kata ini akan
ditentukan lalu kemudian diformulasikan menjadi sebuah larik.
2) Larik
Larik merupakan kalimat Prosa dalam sebuah Puisi yang memiliki beraneka ragam
bentuknya. Larik pada Puisi bisa berupa Satu Kata saja, bisa berupa Frase, atau bisa pula
terbentuk dalam sebuah kalimat.
3) Bait
Bait merupakan kumpulan dari sebuah Larik yang tersusun secara harmonis. Bait pada
Puisi inilah yang biasanya memiliki suatu Kesatuan Makna.
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 2
4) Bunyi
Bunyi pada sebuah Puisi terbentuk oleh Rima dan Irama.
Rima merupakan suatu persajakan yang terdapat didalam sebuah Karya Sastra Puisi
berupa nada-nada yang disebabkan oleh kalimat atau kata-kata dalam Larik dan Bait.
Irama merupakan pergantian tinggi atau rendah, panjang atau pendek, dan keras atau
lembut pengucapan pada sebuah Puisi. Irama ini disebabkan karena terjadinya
perulangan pengucapan secara berturut-turut dan bervariasi (Contohnya karena adanya
sebuah Rima, Perulangan Kata, Perulangan Bait).
5) Makna
Makna merupakan unsur-unsur tujuan dari pemilihan sebuah Kata dan pembentukan
antara Larik dan Bait. Makna bisa diartikan sebagai isi atau pesan dari Puisi. Melalui
makna inilah tujuan dari Seorang Penyair Puisi tersampaikan.
3. Struktur Fisik Puisi
1) Tipografi:
Tipografi merupakan bentuk puisi yang dipenuhi dengan kata, tepi kiri kanan, dan tidak
memiliki pengaturan baris hingga pada baris puisi yang tidak selalu diawali huruf besar
(kapital) dan diakhiri dengan tanda titik. Namun hal semacam ini dapat menentukan
pemaknaan dari suatu puisi.
2) Diksi:
Diksi adalah pemilihat kata yang digunakan oleh sang penyair didalam puisinya. Karena
puisi bersifat memiliki bahasa yang padat maka pemilihan kata yang sesuai dan
mengandung makna harus dilakukan. Pemiilihan kata dilakukan dengan
mempertimbangkan irama, nada, dan estetika (keindahan bahasa).
3) Imaji:
Imaji atau yang lebih kerap disebut dengan imajinasi merupakan unsur yang melibatkan
penggunaan indra manusia, seperti imaji penglihatan, imaji suara dan lain sebagainya.
Penggunaan imaji bertujuan agar pembaca maupun pendengar dapat berimajinasi atau
membayangkan bahkan merasakan apa yang dirasakan oleh penyair.
4) Kata Konkret:
Kata konkret adalah kata yang memungkinkan terjadinya imaji, Kata konkret seperti
permata senja dapat berati pantai atau tempat yang sesuai untuk melihat datangnya
senja. Kata konkret bersifat imajinatif sehingga memunculkan imaji.
5) Gaya Bahasa:
Gaya bahasa merupakan penggunaan bahasa yang bersifat seolah olah menghidupkan dan
menimbulkan makna konotasi dengan menggunakan bahasa figuratif. Umumnya gaya
bahasa yang digunakan pada puisi berbentuk majas seperti majas metafora, simile, anafora,
paradoks dan lain sebagainya.
6) Irama/Rima:
Irama atau rima adalah persamaan bunyi di awal, tengah maupun akhir puisi.
4. Struktur Batin Puisi
a. Tema:
Tema merupakan unsur utama pada puisi karena tema berkaitan erat dengan makna yang
dihasilkan dari suatu puisi. Tanpa tema yang jelas tentunya akan menghasilkan puisi yang
tidak jelas maknanya.
b. Nada:
Nada berkaitan dengan sikap penyair terhadap pembacanya. Umumnya nada yang
digunakan akan bervariasi seperti nada sombong, nada tinggi, nada rendah dan lain
sebagainya.
c. Amanat:
Amanat merupakan pesan yang terkandung didalam sebuah puisi. Amanat dapat ditemukan
dengan memaknai puisi tersebut secara langsung.
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 3
5. Ciri-ciri Puisi
Puisi terdiri atas bagian-bagian yang merupakan kumpulan kata-kata yang disebut baris puisi.
Baris-baris puisi terkumpul menjadi bagian-bagian yang disebut bait puisi.
Anganku melayang ke masa depan ---------- baris puisi bait puisi
Aku ingin menjadi seorang guru ---------- baris puisi
Guru adalah pejuang ilmu di garis depan ---------- baris puisi
Guru tanpa pamrih berbagi ilmu ---------- baris puisi
Perhatikan kembali puisi "Cita-Citaku" dengan saksama. Amatilah bunyi vokal
setiap kata terakhir pada setiap baris puisi!
Bunyi vokal akhir pada baris-baris puisi disebut rima.
Ada jenis puisi yang memiliki rima teratur, misalnya:
a
i
a
i
atau lebih dikenal dengan a–b–a–b
Rima tersebut biasa terdapat pada jenis puisi lama, seperti pantun.
Pantun adalah sebuah bentuk puisi yang terdiri atas empat baris dengan rima akhir a-b-a-b.
Setiap baris terdiri atas 4 atau 5 kata.
Perhatikan contoh berikut!
Suara indah alat music ------------------------------ i rima: a-b-a-b
Alunannya tenang mendayu ------------------------ u
Seakan selalu berbisik ------------------------------ i
Aku selalu ada untukmu -------------------------- u
Aku suka alat musik itu ---------------------------- u rima: a-b-a-b
Karena itu aku ingin menjadi pemainnya --------- a
Inilah cita-citaku ------------------------------------ u
Menjadi pemain biola ------------------------------- a
Langkah-langkah kujalani -------------------------- i rima: a-a-b-b
Semua cobaan kulewati ---------------------------- i
Untuk mendapatkan apa yang kuinginkan -------- a
Semua akan kuperjuangkan ----------------------- a
Pada Karya Sastra Puisi ini memiliki 3 macam bentuk, yaitu Puisi Umum, Puisi Lama, dan
Puisi Baru, yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut ini :
a. Ciri-Ciri Puisi Umum
Penggunaan Bait dalam sebuah Puisi memiliki bentuk yang terdiri dari baris-baris.
Penggunaan Diksi dalam sebuah Puisi memiliki bentuk yang bersifat Kiasan
(Imajinatif), Padat dan Indah.
Penggunaan Majas dalam sebuah Puisi memiliki bentuk yang sangat dominan dalam
penggunaan Gaya Bahasa.
Penggunaan Diksi dalam sebuah Puisi mempertimbangkan adanya Rima dan
Persajakan dalam bentuknya.
Penggunaan Setting, Alur, dan Tokoh dalam sebuah Puisi tidak begitu ditonjolkan
dalam pengungkapannya.
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 4
b. Ciri-Ciri Puisi Lama
Tidak diketahui Nama Pengarang pada sebuah Puisi (Anonim).
Pada pembentukan Puisi terikat pada Jumlah Baris, Irama, Rima, Diksi, Intonasi, dan
Lainnya.
Puisi memiliki bentuk Gaya Bahasa yang tetap (Statis) dan Klise.
Dalam pembentukan Puisi memiliki Isi yang cenderung Fantastis dan Istanasentris.
Puisi merupakan Karya Sastra lisan yang disampaikan dan diajarkan dari mulut ke
mulut.
c. Ciri-Ciri Puisi Baru
Nama Pengarang pada sebuah Puisi diketahui.
Pada pembentukan Puisi tidak terikat pada Jumlah Baris, Irama dan Rima.
Puisi memiliki Gaya Bahasa yang berubah-ubah (Dinamis).
Dalam pembentukan Puisi memiliki Isi yang cenderung bersifat Simetris.
Pada pengucapan Puisi lebih menggunakan Sajak Syair atau Pola Pantun.
Pada pembentukan Puisi biasanya tersusun dengan Empat Seuntai.
Pada pembentukan Puisi terdiri dari Kesatuan Sintaksis atau Gatra yang memiliki 4
sampai 5 Suku Kata.
Pada penulisan Isi Puisi mengenai tentang Kehidupan yang terjadi pada umumnya
6. Membaca Puisi
1) Aspek yang harus diperhatikan dalam membaca puisi.
a. Ekspresi
Ekspresi adalah mimic wajah yang dibuat sesuai dengan bait tertentu, dimana
tergantung kepada isi dan nada puisi yang akan disampaikan.
Puisi yang mengisahkan sebuah kesedihan maka ekspresi wajah harus sendu,
demikian pula bila puisi mengisahkan suka cita maka ekspresi wajah harus terlihat
gembira.
b. Tekanan
Dalam membaca puisi perlu diperhatikan tekanan dari kuat lemahnya nada pada kata
tertentu.
Setiap kata terkadang memiliki tekanan yang berbeda, biasanya semakin penting
kata tersebut maka semakin kuat penekanannya.
c. Lafal
Lafal adalah kejelasan dalam mengucapkan setiap kata dan hurufnya.
Dalam membaca puisi artikulasi harus jelas, apabila kurang fasih dalam
penyampaian tiap kata maka puisi tidak dapat ditangkap oleh pendengar secara
maksimal.
d. Intonasi
Intonasi merupakan naik turunnya nada dalam pembacaan puisi.
Dengan intonasi dapat menunjukkan bagaimana perasaan pembaca terhadap puisi
dan akan memberikan keindahan pada puisi yang dibaca.
2) Teknik Membaca/ Mendeklamasikan Puisi yang Baik
Membaca puisi membutuhkan teknik membaca puisi yang baik. Tanpa teknik yang
membaca puisi yang baik, puisi dapat kelihatan maknanya.
a. Hakikat Membaca Puisi
Membaca puisi adalah perbuatan menyampaikan hasil-hasil sastra (puisi) dengan
bahasa lisan (Aftarudin, 1984: 24). Membaca puisi sering diartikan sama dengan
deklamasi. Ya, meski secara praktik, ada yang menganggap keduanya berbeda,
membaca puisi dan deklamasi mengacu pada satu pengertian yang sama, yakni
mengomunikasikan puisi kepada para pendengarnya. Suharianto (dalam Mulyana,
1997:34) membatasi bahwa hakikat membaca puisi tidaklah berbeda dengan
deklamasi, yaitu menyampaikan puisi kepada penikmatnya dengan setepat-tepatnya
agar nilai-nilai puisi tersebut sesuai dengan maksud penyairnya.
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 5
b. Penghayatan
Membaca adalah suatu proses memahami menginterpretasikan isi bacaan (Gani,
2014: 38) membaca bertujuan untuk dapat memahami gagasan pokok dan gagasan
penjelas. Pemahaman terhadap isi bacaan akan memudahkan seseorang menarik
suatu simpulan. Pada akhirnya simpulan yang diperoleh tersebut akan memudahkan
pembaca menginformasikan kembali materi bacaannya. Begitu juga dalam hal
membaca dan membacakan puisi.
Membaca atau membacakan puisi adalah suatu kegiatan menjiwai puisi untuk
selanjutnya dibacakan dengan kriteria-kriteria tertentu.
Bacalah berulang-ulang naskah puisi yang akan kamu bawakan.
Carilah setiap kata yang sulit dari puisimu untuk diingat dan difasihkan.
Puisi akan terasa energik apabila kamu dapat menghayati setiap isi puisi
tersebut.
Fahami keseluruhan isi puisi, maka secara tidak langsung itu akan terbawa
dengan suara yang keluar dari mulutmu dalam pembawaan puisi.
Penghayatan yang bagus, akan seolah-olah mengajak pendengar mengikuti
cerita dari isi puisi. Misalnya puisi tentang kesedihan, maka penghayatannya
juga sedih, begitu pula sebaliknya.
c. Vokal dan Intonasi
Vokal adalah pengucapan bunyi bahasa yang sesuai alat ucap yang digerakkan.
Dalam membaca puisi, usahakan pengucapan huruf “a, i, u, e, o” yang kamu
keluarkan jelas.
Intonasi adalah perubahan nada saat berbicara. Dalam membaca puisi, sebaiknya
digunakan nada atau intonasi yang sesuai dengan kata dalam puisi. Intonasi sangat
berpengaruh pada arti sebuah kata dari puisi. Puisi tentunya akan terdengar
mengalun-alun apabila adanya tekanan puisi. Intonasi sangat berpengaruh pada arti
sebuah kata dari puisi.
d. Jeda dan Tempo
Kalimat puisi yang diucapkan mestinya bisa dimengerti dari kata yang satu maupun
ke bagian kata yang selanjutnya. Kamu harus mengatur tempat singgah pembacaan
atau jeda yang tepat pada suatu kalimat. Sehingga tidak memotong kalimat tersebut
di bagian kata yang sifatnya satu pengertian, yang nantinya malah terdengar janggal
di telinga pendengar.
Selain jeda, penghentian cepat-lambatnya tempo juga mempengaruhi isi suatu
kalimat. Tempo salah satu sentuhan awal untuk memberikan alunan suatu puisi.
Kalimat-kalimat puisi yang dialunkan akan terasa merdu apabila pemberian
temponya diperhatikan.
e. Ekspresi Gerak Mimik
Membaca puisi umumnya dilakukan dengan membaca nyaring atau dengan
mendeklamasikannya. Deklamasi adalah pembacaan puisi yang disertai gerak dan
mimik yang sesuai.
Dalam berpuisi, berdeklamasi, pembaca tidak sekedar membunyikan kata-kata,
lebih dari itu ia pun bertugas mengekspresikan perasaan dan pesan penyair dalam
puisinya. Untuk itu pembaca hendaknya:
(1) memaknai puisi secara utuh,
(2) memerhatikan lafal, tekanan, dan intonasi dalam menyampaikannya, sesuai
dengan struktur fisik dan struktur batin puisi itu.
Deklamasi juga menekankan kepada ketepatan pemahaman, keindahan vokal dan
ekspresi wajah. Akan tetapi, deklamasi acapkali disertai dengan gerak-gerik tubuh
yang lebih bebas dan ekspresi wajah yang lebih kuat dibandingkan membaca indah
(Kosasih, 2012: 119)
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 6
Sebuah puisi yang bertema kesedihan akan terasa aneh apabila si pembaca
membawakannya dengan ekspresi (raut muka) bahagia. Ekspresi yang diungkapkan
haruslah sesuai dengan isi puisi tersebut, entah itu sedih,bahagia,gelisah,maupun
murka. Pendengar akan tertarik pula dengan ekspresi yang diungkapkan melalui
bahasa tubuh (gerakan). Baik itu tangan, kepala, maupun gerakan kecil lainnya.
Cobalah membaca puisi di depan cermin untuk memudahkanmu menentukan serta
melihat ekspresi wajah dan gerak-gerik yang kamu lakukan.
f. Manfaat dan Tujuan Membaca Puisi
Belajar membaca merupakan usaha yang terus menerus, dan anak-anak yang melihat
tingginya nilai (value) membaca dalam kegiatan pribadinya akan lebih giat belajar
dibandingkan dengan anak-anak yang tidak menemukan keuntungan dari kegiatan
membaca. Membaca semakin penting dalam kehidupan masyarakat yang semakin
kompleks. Setiap aspek kehidupan melibatkan kegiatan membaca. Di samping itu,
kemampuan membaca merupakan tuntutan realitas kehidupan sehari-hari (Rahim,
2005:2).
Dikutip dari https://catatanpringadi.com/teknik-membaca-puisi-yang-baik/
7. Cara Membuat Puisi
a. Tentukan Tema dan Judul
Pilihlah tema terlebih dahulu, satu tema yang diinginkan sebagai acuan dalam membuat
puisi agar puisi lebih menarik. Tema puisi ada banyak sekali. Maka, sebisa mungkin
pilihlah tema yang sangat menarik. Setelah menentukan tema, langkah selanjutnya yaitu
menentukan judul yang berpacu pada tema. Misalnya saja menentukan temanya, yaitu
tentang cinta negara
b. Menentukan Kata Kunci
Setelah menentukan tema, kemudian langkah-langkah menulis puisi selanjutnya yaitu
menentukan kata kunci dan mengembangkan kata tersebut. Jika telah menemukan tema,
misalnya tadi cinta negara, maka selanjutnya yaitu menemukan kata kunci yang berkaitan
dengan keabadian tersebut. Apabila sudah cukup untuk memulai membuat puisi, maka
tinggal mengembangkannya pada sebuah kalimat atau larik puisi. Misalnya satu kata kunci
dipakai untuk satu larik. Atau bisa saja, satu kata kunci lalu dikembangkan menjadi satu
bait.
c. Menggunakan Gaya Bahasa
Langkah menulis puisi yang selanjutnya yaitu dengan menggunakan gaya bahasa. Salah
satunya merupakan dengan majas misalnya majas perbandingan atau majas metafora
contohnya.
Majas metafora adalah gaya bahasa yang menggunakan kata pembanding untuk mewakili
hal lain atau bukan yang sebenarnya mulai dari bandingan benda fisik, sifat, ide, atau
perbuatan lain.
Contoh Majas Metafora beserta artinya yaitu:
1. “Dewi malam telah keluar dari balik awan”
Artinya: “Dewi malam” merupakan bulan.
2. “Rama merupakan anak mas Pak Mahmud, seorang lurah di desa Sokaraja”
Artinya: “Anak mas” merupakan anak kesayangan.
3. “Ibu tersebut murung karena si buah hati sakit”
Artinya: “Buah hati” merupakan anak.
4. “Sifat lapang dada harus selalu kita tanamkan dalam diri kita”
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 7
Artinya: “Lapang dada” merupakan sabar.
5. “Rinaldy merupakan bintang kelas di kelasnya”
Artinya: “Bintang kelas” merupakan murid pintar.
6. “Demi kebutuhan keluarga, dia rela membanting tulang setiap hari”
Artinya: “Membanting tulang” merupakan bekerja keras.
7. “Jundi selalu cari muka di hadapan guru”
Artinya: “Cari muka” merupakan berbuat baik cuma ingin dinilai baik karena ada
maksud tertentu.
8. “Raja siang sudah menampakkan diri”
Artinya: “Raja siang” merupakan matahari.
d. Kembangkan Puisi Seindah Mungkin
Selanjutnya yaitu mengembangkan semua langkah di atas menjadi puisi yang indah. Susun
kata-kata, larik-larik puisi menjadi sebuah bait-bait. Kembangkanlah menjadi satu puisi
yang utuh serta bermakna. Kamu harus ingat bahwa puisi bukanlah sebuah artikel. Tulisan
yang dibuat untuk puisi harus ringkas, padat, dan indah. Pilihlah kata yang sesuai yang
mewakili unsur keindahan sekaligus makna yang padat.
Ingatlah tiga hal yang berkaitan dengan kata dan juga larik pada menulis puisi, yaitu:
Kata merupakan satuan rangkaian bunyi yang ritmis atau indah dan merdu
Makna kata bisa menimbulkan berbagai tafsir
Mengandung imajinasi mendalam tentang hal yang dibicarakan
8. Contoh-Contoh Puisi Sesuai Macamnya.
Setelah kita mengetahui segala macam struktur-struktur yang terkait pada pembentukan,
sebuah Karya Sastra Puisi. Selanjutnya ada beberapa contoh-contoh dari Puisi Umum, Puisi
Lama, dan Puisi Baru, pada dibawah ini :
a. Contoh Puisi Umum
Sekolah Ku
Sekolah ku….
Engkau adalah tempat dimana aku menimba ilmu
Tempat mendapatkan teman baru dalam hidup ku
Dan tempat mencari jati diri dari kehidupan ku
Sekolah ku….
Tiada tujuan lain ku untuk menghampiri dirimu
Tiada maksud lain ku untuk mendatangi dirimu
Selain menimba ilmu yang belum aku miliki
Demi menggapai semua cita-cita yang aku miliki
Sekolah ku…..
Ruangan mu yang membuat ku nyaman
Halaman mu yang membuat ku menawan
Guru-guru mu yang dermawan
Membuat diriku lebih semangat untuk belajar
Sekolah ku….
Kalau aku lulus suatu hari nanti
Aku tidak akan pernah melupakan dirimu
Hingga jantung ku tak berdenyut lagi
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 8
b. Contoh Puisi Lama
Barang siapa yang tidak memegang Agama sebagai pedoman hidup,
Tidak bisa disebut sebagai Manusia sejati
Barang siapa telah mengenal yang empat,
Maka mereka itulah Manusia yang berma’rifat
Barang siapa yang telah mengenal Allah,
Ketetapan dan Takdir yang diberikan tidak akan mengeluh.
Barang siapa yang telah mengenal diri,
Maka mereka telah mengenal akan Tuhan yang Bahri.
Barang siapa telah mengenal dunia,
Maka mereka mengetahui barang yang terpedaya.
Barang siapa telah mengenal akhirat,
Maka mereka mengetahui Dunia mudarat.
c. Contoh Puisi Baru
Tuhan
Dalam bisu aku selalu menyebut nama Mu
Benar sungguh aku takut akan amarah murka Mu
Aku harap Tuhan
Akan selalu sayang pada diriku
Karena kehendak Mu
Aku menjadi ada
Demi akan ke Ridhoan Mu
Aku hanya bisa
Berharap dan berdoa
Pada Keagungan diri Mu
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 9
TEKS PUISI (Dari Buku Tema 6)
Cita-Citaku
Anganku melayang ke masa depan
Aku ingin menjadi seorang guru
Guru adalah pejuang ilmu di garis depan
Guru tanpa pamrih berbagi ilmu
Aku akan berusaha mencapai cita-cita
Tak kan lelah aku mencari ilmu
Tak kan aku berpangku tangan saja
Demi tercapainya cita-citaku
Cita-Citaku
Ciptaan: Angelica
Suara indah alat musik
Alunannya tenang mendayu
Seakan selalu berbisik
Aku selalu ada untukmu
Aku suka alat musik itu
Karena itu aku ingin menjadi pemainnya
Inilah cita-citaku
Menjadi pemain biola
Langkah-langkah kujalani
Semua cobaan kulewati
Untuk mendapatkan apa yang kuinginkan
Semua akan kuperjuangkan
Hidupku Penuh Warna
Karya: D. Karitas
Bukit-bukit itu membiru dari jauh
Laut itu pun membiru dari jauh
Mereka terlihat sama
Walaupun berbeda
Keduanya indah
Keduanya memesona
Walaupun berbeda
Keduanya tak terpisah
Aku, kamu, dan kalian
Cita-cita kita mungkin berbeda
Bukan siapa yang berlebihan
Tapi kita akan bersama meraihnya
Hidupku penuh warna
Seperti pelangi di bawah langit
Berbeda itu indah
Yang membuat kita bersyukur pada Ilahi
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 10
Tanah Airku, Tanah yang Beragam
Karya: D. Karitas
Kamu menyebut dirimu orang Toraja
Dia menyebut dirinya orang Papua
Aku menyebut diriku orang Madura
Kami menyebut diri kami, orang Indonesia
Kamu bersyukur dilahirkan di tanah para raja
Dia berterima kasih bergelar Mutiara Hitam
Aku bangga disebut sebagai Punggawa
Kami bersujud dikenal sebagai Nusantara
Tanah airku, tanah titipan para dewa
Tanah airku, tanah pusaka
Tanah airku, tanah yang beragam
Segalanya ada untuk manusia Indonesia
Mari kita rawat ibu pertiwi ini
Mari kita sayangi jagad Nusantara ini
Mari kita pelihara pusaka ini
Demi kita, bangsa Indonesia
Aku Ingin Jadi Penerbang
Lagu dan Syair ciptaan: AT Mahmud
Aku ingin menjadi penerbang
Langit biru tempat bermain
Melayang-melayang
Terbang setinggi mungkin
Tangkas berani laksana elang
Jauh terbangku di ruang angkasa
Melayang-melayang
Antara bintang-bintang
Menari Kupu-Kupu
Karya: Aisy Asma Nadia
Gadis kecil berselendang warna-warni
Dengan bibir yang mungil menari-nari
Parasmu nan ayu
Jemari lentikmu mendayu
Ikuti irama kupu-kupu
Yang menari-nari indah
Di tepian panggung, tepuk tangan pun terdengar meriah
Cita-Citaku
Karya: M. Ridwan Hafidz
Cita-citaku ingin menjadi dokter
Agar dapat menyembuhkan orang yang sakit
Cita-citaku ingin menjadi dokter
Agar anak-anak menjadi sehat
Aku harus belajar dengan sungguh-sungguh
Agar dapat menggapai cita-citaku itu
Aku harus belajar dengan sungguh-sungguh
Agar menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 11
Puisi Penari
Karya: Hascahya Trilion Laksono
Anggunnya gerak tubuhmu
Lentiknya jemari-jemari berpadu indah
Derap langkah gemulai
Hentakan irama mengalun syahdu
Lirikan mata yang tajam
Berubah sekejap menjadi indah
Kibasan selendang emas bergoyang perlahan
Liukan leher mengundang kekaguman
Menari dan terus menari
Dengan senyum dan ketulusan
Gerakanmu sungguh indah
Karena engkau menari dengan hatimu.
Maha Patih Gajah Mada
Karya: D. Karitas
Wahai Maha Patih Gajah Mada
Sejarah telah mengukir nama besarmu
Sejarah telah mengakui kepemimpinanmu
Sejarah telah mencatat keberanianmu
Maha Patih Gajah Mada
Tak akan hilang dari benak kami para pemuda bangsa
Kisah kepahlawananmu
Semangat pantang menyerahmu
Dan usaha keras untuk mewujudkan cita-citamu
Maha Patih Gajah Mada,
Kami akan terus membangun bangsa ini
Kami akan terus menjaga persatuan dan kesatuan negara ini
Dan kami akan terus menghormatimu, pahlawan kami
Kawan Sejatiku
Karya: Lani
Untuk Beni, Made, dan Siti
Wahai, .......... sejatiku,
Kamu selalu bermain bersamaku
Selalu menemaniku mengerjakan .......... sekolahku
Selalu .......... saat aku pilu
Wahai, kawan sejati
Walau kita .......... suku dan agama
Kau selalu mengingatkanku untuk ..........
Dan mengucapkan .......... saat hari raya
Wahai, kawanku
Tak akan pernah kulupa ..........
Kita akan selalu bersama-sama
Untuk meraih ..........
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 12
Penjaga Alamku
Karya: D. Karitas
Kau tidak pernah lelah
Kau tidak pernah putus asa
Kau tidak pernah menyerah
Mencintai alam di mana kau dibesarkan
Angin dan badai adalah sahabatmu
Hujan dan panas adalah penolongmu
Air sungai adalah kehidupanmu
Alammu adalah ibumu
Maka engkau menjaganya
Maka engkau memeliharanya
Maka engkau merawatnya
Karena alam adalah ibumu
Sahabatku Seorang Pemulung
Ciptaan: D. Karitas
Tangan-tangan kecilmu begitu lincah
Mengais dan memilah sampah rumah
Kamu mencari plastik
Bahkan kertas dan kardus
Berbekal karung dan tongkat kecil
Kamu mencari dan menemukan
Barang-barang yang telah dibuang pemiliknya
Untuk ditukarkan kepada para pengepul
Aku mengagumimu, sahabatku
Kamu tidak pernah menyerah
Kamu tidak pernah mengeluh
Kamu selalu bersemangat
Semoga kamu dapat mencapai cita-citamu
Seperti aku pun berjuang untuk itu
Mari kita saling mendukung
Untuk menjadi yang kita mau
Laskar Pelangi
Karya: Nidji
Mimpi adalah kunci
Untuk kita menaklukkan dunia
Berlarilah tanpa lelah
Sampai engkau meraihnya
Laskar pelangi takkan terikat waktu
Bebaskan mimpimu di angkasa
Warnai bintang di jiwa
Menarilah dan terus tertawa
Walau dunia tak seindah surga
Bersyukurlah pada yang kuasa
Cinta kita di dunia, selamanya
Cinta kepada hidup
Memberikan senyuman abadi
Walau hidup kadang tak adil
Tapi cinta lengkapi kita
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 13
CONTOH PUISI ANAK
1. Puisi Anak Tentang Keluarga
Keluarga Pelindungku
Aku sayang ayah
Aku sayang ibu
Aku juga sayang kakak dan adikku
Merekalah milikku, keluargaku seutuhnya
Betapa bahagianya memiliki mereka
Selalu ada dalam suka maupun duka
Jangan pisahkan kami, Tuhan
Karena kami saling melengkapi
Ibu yang selalu membangunkaku pagi hari
Ayah yang tidak kenal lelah dalam bekerja
Kakak yang selalu membimbingku, dan
Adik yang selalu bergembira
Ya Tuhan, lindungilah mereka
Ibu, ayah, kakak juga adikku
Rukunkanlah kami selalu
Amin
Ibuku Ayahku
Ibuku selalu bangun pagi Betapa besar jasamu
Menyiapkan makan pagi Tiada kenal lelah bekerja
Untuk makan seluruh keluarga Membanting tulang demi keluarga
Agar badan sehat semua Demi anak dan istrimu
Ibuku tidak pernah marah Terima kasih ayahku
Ibuku sayang padaku Engkau selalu membimbingku
Ibuku selalu membimbingku Semoga Tuhan selalu melindungimu
Agar aku cepat dewasa Menghantarkan langkahku
Menuju masa depan yang gemilang
Adikku Manis Keluargaku
Adikku yang manis Tawa canda kami
Janganlah engkau menangis Di bawah atap kebahagiaan
Mari kita bergembira Dengan seribu benteng
Bernyanyi bersuka ria Ku dilindungi
Adikku sayang Ku disayangi
Jangan ragu janganlah bimbang Takada masalah
Katakana sejujurnya Tak ada ketakutan
Apa gerangan penyebab duka Itulah di rumah
Adik manis adikku sayang Penuh kasih sayang dan kebahagiaan
Tiada guna bersedih hati Bagaikan di surga
Kurus badan penyakit datang Ku cinta keluargaku
Lebih baik mari bernyanyi
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 14
Kasih Ibu Ibuku Seorang yang Hebat
Oleh Sitti Atika
Ibuku seorang ibu rumah tangga
Penuh kasih engkau nina bobokan aku Pekerjaan beliau sehari-hari adalah merawat
Penuh cinta engkau suapi aku seisi keluarga
Tangisku, rintihanku dan rengekanku Beliau dengan sabar selalu menghibur ayah
Tetap membuatmu tersenyum tulus Jika sedang terkena masalah
Kasihmu seluas samudera Beliau juga selalu menyayangiku dan
Cintamu sedalam lautan memelukku
Sayangmu setinggi gunung Ketika aku sedang sedih
Dengan apa aku harus membalasmu Rumah tempat kamu tinggal
Ibu Dirawat dengan baik oleh kami semua
Di dunia ini tiada banding kasihmu Namun orang yang paling berjasa adalah ibu
Dalam deritamu Beliau yang mengatur kami
Engkau tetap tabah mengasuh dan Agar selalu saling menyayangi dan
mendidikku Selalu menajaga kebersihan rumah
Ibu Ayah, ibu, aku sayang kalian
Engkau adalah matahariku
Engkau adalah rembulanku
Doaku bersamamu selalu
Semoga rahmat Allah atasmu
2. Puisi Anak Tentang Alam
Pelangi Alam Kehijauan
Oleh Ni Kadek Utariasih Oleh Ni Putu Nia Aprilia
Pelangi engkau sangat indah Alangkah indahmu
Di langit yang biru Membuat aku terpesona
Seandainya aku bisa terbang Sehingga aku merasa bermimpi
Aku akan menemui pelangi Ada di dunia ini
Oh Tuhan, pertemukan aku Kau adalah alam yang ku cinta
Kepada pelangi Terhias oleh pohon-pohonan
Aku ingin bertemu Bunga-bunga harum dan indah
Hingga menjadi alam kehijauan
Di mataku dan di mata orang lain
Petir Malam
Oleh Ni Kadek Utariasih Oleh Ni Kadek Ari Karismayani
Suatu hari yang gelap Malam sangat indah
Ada petir menuju rumahku Dihiasi bintang dan rembulan
Aku takut sekali Aku suka dengan malam
Semua warga ketakutan Malam yang sangat indah
Melihat petir Kadang ada bintang jatuh
Oh, Tuhan Yang Maha Esa Di malam hari bintang bertebaran
Di dunia ini Oh, malam
Pergikanlah petir itu! Engkau sangat indah
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 15
Pelangi Keindahan Alam Ini
Oleh Raihan Muhammad Rifqi Oleh Rini Sita
Pelangi Betapa indahnya alam ini’
Pelangi kau begitu indah Laut berombak-ombak
Warnamu begitu indah Awan berarak-arak
Merah, kuning dan hijau Uadara segar bertiup-tiup
Warnamu membuat orang tersanjung Aku berdiri di bawah langit
Pelangi Untuk melihat keindahan alam ini
Tuhan yang telah menciptakanmu dan keindahanmu Keindahan dunia
Saat kau ada kau membuatku senang Aku mempertaruhkan nyawa
Saat kau pergi aku sedih Bertahan di atas gunung
Aku menanti kedatanganmu kembali Demi melihat keindahan alam
Keindahan ciptaan Tuhan
Matahari Hujan
Oleh Uswatun Hasanah Oleh Nurul
Setiap pagi membuka mata Langit tampak mendung
Aku melihat senyummu Awan berwarna kelabu
Tersenyum lebar Karena hujan mau turun
Cerah ceria Hujan yang deras
Kau pancarkan keindahan Menyirami semua
Kau hiasi langit biru dengan sinarmu Yang ada di bumi
Bersama dengan kicauan burung Dengan rintik-rintik
Menambah cerianya pagi hari Menjadi air bergelombang
Kau pergi di kala senja Hujan yang turun di langit
Memberikan tanda bahwa hari kan berganti malam Adalah anugerah Sang Tuhan
Ku yakin esok kau kan tersenyum lagi Yang diturunkan
Wahai matahari dunia Untuk kehidupan
Sungai Laut
Oleh Ahmad Satriamulya Oleh Arita Anandari
Oh, sungaiku Laut begitu indah
Engkaulah bagian dari hidupku Laut begitu mempesona
Andaikan saja kau bersih Lautlah yang memberikan manusia kehidupan
Air yang mengalir membuatku ingin bermain Tapi
Bersama ikan-ikan yang hidup di sana Mengapa kau rusak laut
Oh, sungaiku Mengapa engkau cemari laut yang indah ini
Andaikan saja kau bersih Wahai mausia, sadarlah
Kau akan membuat kota ini menjadi indah Wahai manusia, jagalah
Keindahan laut janganlah engkau rusak
Agar suatu saat nanti
Anak cucu kita masih melihat indahnya laut
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 16
3. Puisi Anak Tentang Teman
Intan Sahabatku
Aku punya seorang teman
Intan namanya
Anaknya periang
Suka bercanda
Pemberani
Dan sangat peduli padaku
Wajahnya manis
Apalagi jika sedang tersenyum
Rambutnya dihias dengan pita warna warni
Ibunya sangat perhatian terhadap Intan
Setiap pagi, ibu Intan mengantar ke sekolah
Sambil membawakan sekotak nasi untuk makan siang
Kami satu kelas sejak duduk di bangku kelas 1 SD
Namun pertemanan kami meningkat
menjadi persahabatan setelah kami naik ke kelas 3 SD
Itu terjadi ketika pada suatu hari
Aku dikerjai teman laki-laki
Mereka menempel permen karet di bangkuku
Sehingga rokku menjadi kotor
Saat aku sedang menangis
Intan datang membelaku
Sejak itu, hampir setiap saat kami bersama
Hingga sekarang kami sudah duduk di kelas 6
Di kelas
Di kantin
Di perpustakaan
Bahkan kami berdua sering belajar kelompok
Namun
Hari ini aku sangat sedih
Karena Intan akan pindah dari sekolahku
Ia harus ikut orang tuanya
Pergi ke luar pulau
Demi tugas negara
Selamat tinggal Intan, aku akan merindukanmu
Sahabat Terbaik
Sahabat adalah dia yang selalu
Memberikan motivasi saat kita sedang tidak bersemangat
Sahabat adalah dia yang selalu
Menemani saat kita sedang merasa sendiri
Sahabat adala dia yang mau
Menerima keluh kesah kita
Dia yang mendengarkan dengan seksama dan
Berusaha memberi solusi
Sahabat adalah dia yang mau
Berbagi duka berbagi suka pada kita
Sahabat adalah dia
Yang senantiasa mengingatkan jika kita salah
Sahabat adalah dia yang menerima saran
Ketika dia salah
Jadilah sahabat terbaik bagi kawan-kawanmu
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 17
4. Puisi Anak Tentang Hewan
Kucing Manisku Kucing
Kau amat cantik Aku punya seekor kucing
Bulu halus putih kehitaman Dia lincah dan juga gesit
Serta sorot matamu yang tajam Menerkam mangsa dengan kuku-kuku runcing
Semakin menambah kharismamu Mengunyah tulang dengan gigi tajamnya
Kucing manisku Hingga lumat dan tak tersisa
Menggeliat manja di pergelangan kaki Hai kucing
Mengelus-elus dan mengeong Betapa bahagianya hidupmu
Alangkah lucunya Begitu juga aku setiap selalu di dekatmu
Kucing manisku ini Terkadang betapa lelah dan letihnya hari
Tertidur pulas di siang hari Kau hadir sebagai pengobat dan penenang hati
Terjaga di malam hari Kau punya bulu putih yang bersinar
Bercakar dan kuku tajam Selalu kuelus dan kusisir rapi
Tetapi engkau begitu jinak Kala pulasnya engkau tertidur
Kucing manisku Dengan suara yang mendengkur
Ketika kupulang sekolah Membuat aku semakin terhibur
Kau sambut diriku dengan erangan manja Kucingku
Kau ajak aku bermain denganmu Aku menyanyangimu
Dengan sedikit tingkat polah anehmu Jangan pernah pergi dari sisiku
Kucing manisku Karena kaulah salah satu penyemangat hidupku
Sungguh aku menyayangimu Setiap waktu
Burung Merpati Kelinci
Namanya burung merpati Hai kelinci putih nan lucu
Kesetiaan tiada tara Kemarilah duduk di sampingku
Jinaknya menyejukkan raga Entah kenapa setiap berada di dekatmu
Melebihi burung-burung lainnya Letih lenyap bagai angin hembuskan debu
Merpati putih Bulumu yang putih dan halus
Terbang sekitaran rumah Begitu lembut ketika dielus
Memamerkan bulunya yang putih Membuat hari-hariku menjadi terhibur
Yang melambangkan cinta dan kasih Sebab keceriaanmu tak pernah lebur
Kurawat, kulindungi dan kujaga Kelinciku sayang
Teman terbaik kala raga tersandung Telingamu yang lucu dan menggemaskan
gelisah Menajdi bahan bagiku untuk bermain
Kawan terhebat kala hati sedang lelah Dan kau tak pernah galak atau marah
Sahabar ramah saat jiwa dirundung Selalu pasrah karena kay tahu
amarah Aku menyayangimu
Hai merpati Tetaplah bersamaku
Burung cantik ciptaan Tuhan Jangan pergi dariku
Setiap hari tebarkan hiburan Kurawat dan kujaga sepenuh hati
Untuk seluruh insan di bumi Oh kelinciku yang lucu
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 18
TEMA : 7_ INDAHNYA KERAGAMAN DI NEGERIKU
A. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
Sub Tema : 1_ Keragaman Suku Bangsa dan Agama di Negeriku
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) PB
1
3.7 Menggali Menuliskan kata sulit dalam bacaan dan menjelaskan artinya. 2
3
pengetahuan Menuliskan pengetahuan yang sudah diketahui dan pengetahuan yang 4
5
baru yang baru diperoleh dari bacaan 6
1
terdapat pada Menuliskan informasi baru tentang keragaman suku bangsa yang ada 2
teks nonfiksi 3
di Indonesia. 4
Menuliskan informasi baru dari teks “Bahasa Daerah di Indonesia 5
6
Terancam Punah”.
Menyebutkan, gagasan pokok dan pengetahuan baru dari teks bacaan
“Keragaman Agama Di Indonesia”.
Menyebutkan kata sulit, gagasan pokok dalam setiap paragraf, dan
informasi baru dalam teks bacaan “Karnaval Mini Di Sintang”.
4.7 Menjelaskan pokok pikiran setiap paragraf dalam bacaan.
Menyampaika Membacakan pengetahuan yang sudah diketahui dan pengetahuan
n pengetahuan yang baru diperoleh dari bacaan
baru dari teks Menyajikan informasi baru tentang nama-nama suku bangsa yang ada
nonfiksi ke di Indonesia.
dalam tulisan
dengan bahasa Menyajikan informasi baru dari teks “Bahasa Daerah di Indonesia
sendiri Terancam Punah”.
Mengomunikasikan gagasan pokok dan pengetahuan baru dari teks
bacaan “Keragaman Agama Di Indonesia”.
Mempresentasikan kata sulit, gagasan pokok dalam setiap paragraf,
dan informasi baru dalam teks bacaan “Karnaval Mini Di Sintang”.
Sub Tema : 2_ Indahnya Keragaman Budaya Negeriku
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) PB
3.7 Menggali Menyebutkan informasi baru dari teks tentang Urang Kanekes, si 1
pengetahuan Suku Baduy. 2
baru yang 3
terdapat pada Menyebutkan kata-kata sulit yang ada dalam teks. 4
teks nonfiksi 5
Menemukan informasi baru dari teks bacaan. 6
1
Menemukan informasi baru dari teks tentang rumah adat suku 2
Manggarai. 3
4
Mencermati gagasan pokok dari teks tentang “Keunikan Pakaian Adat 5
Wanita Minangkabau”. 6
Menemukan informasi baru dari teks tentang “Keragaman Kesenian
Daerah di Indonesia”.
Mengidentifikasi ide pokok dan informasi baru dari teks bacaan “Alat
Musik Garantung dari Sumatra Utara”.
4.7 Menyampaikan Menjelaskan arti kata-kata sulit yang ditemukan dalam teks bacaan
pengetahuan Menuliskan gagasan pokok setiap paragraf dalam teks.
baru dari teks
nonfiksi ke Menuliskan pengetahuan baru dari teks tentang rumah adat suku
dalam tulisan Manggarai.
dengan bahasa
sendiri Menuliskan gagasan pokok dari teks tentang “Keunikan Pakaian Adat
Wanita Minangkabau”.
Menuliskan informasi baru dari teks tentang “Keunikan Pakaian Adat
Wanita Minangkabau”.
Menuliskan gagasan pokok setiap paragraf dalam teks.
Menjelaskan arti kata sulit dalam teks.
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 19
Sub Tema : 3_ Indahnya Persatuan dan Kesatuan Negeriku
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) PB
1
3.7 Menggali Membuat daftar kata sulit dari teks bacaan “Supaya Tetap Rukun, 2
3
pengetahuan baru Mari Lakukan Sikap Ini” 4
5
yang terdapat Mengidentifikasi pokok pikiran dalam setiap paragraf dalam teks 6
pada teks nonfiksi bacaan “Supaya Tetap Rukun, Mari Lakukan Sikap Ini”. 1
Mendapatkan pengetahuan baru yang diperoleh dari teks, 2
‘Percantik Dekorasi Ruang Tamu dengan Seni Mozaik”. 3
4
Menuliskan informasi-informasi penting dari teks “Arti Penting 5
Memahami Keragaman dalam Masyarakat Indonesia”. 6
Menuliskan informasi-informasi penting dalam teks Sikap
Toleransi terhadap Keragaman.
Menjelaskan informasi penting dari teks melaksanakan sikap
toleransi
4.7 Menyampaikan Menuliskan kata sulit beserta artinya dari teks Ki Hajar Dewantara
pengetahuan baru
dari teks nonfiksi Bapak Pendidikan Indonesia
ke dalam tulisan
dengan bahasa Menuliskan gagasan pokok dalam setiap paragraf dari teks Ki
sendiri
Hajar Dewantara Bapak Pendidikan Indonesia
Menuliskan arti kata sulit dari teks bacaan “Supaya Tetap Rukun,
Mari Lakukan Sikap Ini” dalam tabel
Menuliskan pokok pikiran dalam setiap paragraf dalam teks
bacaan “Supaya Tetap Rukun, Mari Lakukan Sikap Ini”.
Mempresntasikan hasil diskusi dari pengetahuan baru yang
diperoleh dari teks, ‘Percantik Dekorasi Ruang Tamu dengan Seni
Mozaik”, di depan kelas.
Menjelaskan pengetahuan baru yang dapat diperoleh dari teks
bacaan “Arti Penting Memahami Keragaman dalam Masyarakat
Indonesia”.
Mempresentasikan tentang informasi-informasi penting dalam teks
Sikap Toleransi terhadap Keragaman
Membuat peta konsep informasi penting dari teks Melaksanakan
Sikap Toleransi
Menyusun informasi penting dari teks Ki Hajar Dewantara Bapak
Pendidikan Indonesia.
Membuat laporan hasil diskusi secara tertulis tentang teks Ki
Hajar Dewantara Bapak Pendidikan Indonesia
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 20
B. MATERI
1. Cerita Nonfiksi
a. Pengertian Nonfiksi
Nonfiksi adalah karangan yang dibuat berdasarkan kenyataan atau fakta yang ada
dalam kehidupan nyata. Akan tetapi, penulis boleh mengembangkan data nonfiksi
sesuai dengan imajinasi penulis.
Biasanya nonfiksi disebut juga dengan cerita yang sebenarnya atau sesuai fakta.
Dalam cerita nonfiksi aspek yang dilihat yakni sebuah kejadian atau suatu momen
penting dan menarik, kemudian diangkat lagi dengan menonjolkan nilai-nilai penting
di dalamnya. Cerita-cerita tersebut berkembang menjadi beberapa jenis.
Fiksi ataupun nonfiksi perbedaannya terletak pada fakta dalam sebuah karangan,
imajinasi atau tidak, dan gaya bahasa yang digunakan. Pada cerita nonfiksi, penulis
juga boleh menggunakan bahasa kiasan atau mendayu agar pembaca tidak bosan.
Cerita nonfiksi berisi kejadian-kejadian yang sebenarnya ada dan bersifat informatif.
Cerita atau isi yang ada di dalamnya memerlukan pengamatan dan data dalam
membuatnya, sebab itu cerita nonfiksi dapat dipertanggung jawabkan isinya dan
biasanya digunakan sebagai bahan rujukan informasi atau sumber bagi pembacanya.
Nonfiksi dapat disajikan baik subjektif maupun objektif.
Karena ceritanya yang faktual, jelas, dan akurat, kaidah kebahasaan yang digunakan
dalam nonfiksi lebih ketat dibandingkan dengan cerita fiksi. Bahasa yang digunakan
harus logis dan diterima oleh akal sehat pembaca.
b. Jenis Nonfiksi
Nonfiksi memiliki beberapa jenis. Namun, secara garis besar, nonfiksi terbagi menjadi
dua. Berikut dua jenis non fiksi yaitu:
1. Nonfiksi murni : Berisi pengembangan yang berlandaskan data otentik.
2. Nonfiksi kreatif : Sebuah data yang berkembang berdasarkan imajinasi penulis. Hal
ini dilakukan agar tulisan tersebut dapat menyentuh nalar atau pikiran pembaca, serta
emosi pembaca dan mendapatkan gambaran yang lebih spesifik. Seperti novel, puisi,
dan prosa.
Baik nonfiksi murni maupun kreatif, perbedaan keduanya hanya terletak pada cara
penyajiannya. Namun, nonfiksi murni dan kreatif terbagi lagi menjadi beberapa jenis.
Berikut jenis-jenis karya sastra yang termasuk cerita nonfiksi, yakni :
Karangan opini : Opini merupakan suatu pendapat seseorang yang dikarang
berdasarkan isu yang sedang terjadi.
Esai yang membahas seni atau sastra : Karangan yang membahas suatu permasalahan
secara sepintas dari sudut pandang pribadi penulisnya.
Biografi : Riwayat hidup seseorang namun ditulis oleh orang lain.
Memoar : Karangan sejarah atau peristiwa masa lampau yang dibuat untuk menekan
pendapat, kesan, dan tanggapan penulis atas peristiwa yang dialami dan tokoh yang
berhubungan dengannya.
Karangan jurnalisme
Eksposisi : Suatu karangan yang bertujuan untuk menjelaskan maksud dan tujuan
tertentu.
Argumentasi : Berisi karangan yang dibuat untuk menolak suatu pendapat, pendirian,
atau gagasan secara logis.
Fungsional, dan tulisan-tulisan sejarah, ilmiah, ataupun ekonomi.
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 21
c. Ciri-Ciri Nonfiksi
Ciri-ciri cerita nonfiksi:
1. Menggunakan Bahasa Denotatif
Bahasa denotatif kebalikan dari konotatif. Jika konotatif memiliki arti bukan makna
sebenarnya, maka bahasa denotatif memiliki arti yang sebenarnya. Artinya, bahasa
tersebut terbatas dan tidak bermakna ganda (ambiguitas). Hal ini dilakukan agar
pembaca dapat menafsirkan sesuai dengan makna yang ingin disampaikan oleh
penulis.
2. Bahasa Formal
Dalam cerita nonfiksi, biasanya menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah
kebahasaan Indonesia (KBBI) ataupun PUEBI. Namun, ada juga yang
menggunakannya dengan gaya bahasa santai atau bahasa sastrawi. Baik bahasa santai
maupun sastrawi, informasi yang disampaikan pembaca harus sesuai dengan
kenyataan atau valid.
3. Disusun Berdasarkan Fakta yang Ada
Teks nonfiksi disusun dengan berlandaskan pengamatan dan data yang sebenarnya.
Sebab itu, buku nonfiksi seringkali dijadikan sumber informasi bagi pembacanya.
Nonfiksi dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya oleh penulis. Tak heran, jika
nonfiksi memerlukan waktu lama dalam pengambilan data.
4. Memiliki Ide yang Ditulis Secara Sistematis dan Jelas Serta Logis
Biasanya nih, cerita nonfiksi itu memiliki kaidah atau tatanan sistem yang harus
ditaati. Dan sebab ia berlandaskan pada sebuah fakta, maka nonfiksi harus jelas dan
masuk akal (logis).
5. Penyempurnaan dari Temuan Sebelumnya atau Penemuan Baru
Cerita nonfiksi dapat berupa cerita yang sudah ada sebelumnya atau cerita yang akan
dibuat berdasarkan data yang ditemukan.
6. Terdapat Interpretasi Intelektual dan Analisis
Dalam nonfiksi, harus sesuai dengan tafsiran yang berlandaskan ilmu pengetahuan
dan analisis.
7. Sebisa Mungkin Menjadi Objektivitas yang Tinggi
Hal ini dilakukan agar fakta dan data yang disampaikan ke pembaca sesuai dengan
kebenarannya dan tidak dipengaruhi oleh subjektivitas penulis.
d. Jenis-Jenis Buku Nonfiksi
Berikut ini beberapa jenis-jenis buku nonfiksi.
1. Buku biografi
2. Buku literatur
3. Buku motivasi
4. Buku pendamping
e. Struktur Teks Cerita Nonfiksi
Nonfiksi memiliki struktur-struktur sebagai berikut:
1. Orientasi : Bagian ini mengenalkan sebuah pembahasan yang akan dikaji dalam
sebuah cerita nonfiksi. Orientasi berisi tentang pengenalan tokoh yang terlibat dalam
cerita dan awal dari sebuah cerita.
2. Urutan peristiwa : Menjelaskan tentang urutan peristiwa atau kejadian yang terjadi
mulai dari awal hingga permasalahan berakhir.
3. Reorientasi : Berisi tentang kesimpulan suatu cerita dan penutup cerita. Umumnya
berisi amat atau pesan moral yang dapat diambil.
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 22
f. Unsur-Unsur Nonfiksi
Untuk membangun keutuhan antar ceritanya, nonfiksi memiliki unsur-unsur atau landasan
yang dijadikan acuan dalam menulisnya. Berikut unsur-unsur cerita nonfiksi.
1. Cover Buku
Cover buku menjadi salah satu unsur penting dalam nonfiksi. Sebab lewat cover buku
dapat menarik minat pembaca. Misalnya saja nih, kamu pergi ke sebuah toko buku,
selain judul, hal yang menarik perhatianmu lainnya tentu covernya bukan?
2. Rincian Sub Bab Buku
Sub bab berfungsi agar pembaca dapat mengetahui keseluruhan isi buku secara
mendetail.
3. Judul Sub Bab
Paparkan sub bab serinci dan semenarik mungkin. Dalam pemilihan sub bab, gunakan
pilihan kata (diksi) yang menarik agar mengigit.
4. Tokoh dan Penokohan
5. Tema Cerita
6. Bahasa yang Digunakan
Nonfiksi menggunakan bahasa yang disesuaikan dengan topik buku tersebut.
Misalnya saja, buku motivasi, maka bahasa yang digunakan harus membangun dan
membangkitkan semangat serta motivasi.
Sebaliknya, jika buku tersebut bersifat bahan ajar maka bahasa yang digunakan
akademik dan ilmiah.
7. Penyajian Alur Cerita
Alur yang menarik dalam nonfiksi akan membuat pembaca nyaman membacanya.
Penyajian alur harus komunikatif dan mudah dipahami oleh pembaca awam
sekalipun.
2. Contoh Cerita Nonfiksi
1. Contoh Nonfiksi Singkat
Saat itu, bulan April 2017 unit kegiatan mahasiswa (UKM) karate Inkai
Universitas Negeri Yogyakarta merayakan hari jadi yang ke- 42. Oleh karena itu, UKM
tersebut mengadakan kegiatan longmarch. Kegiatan tersebut merupakan napak
tilas berdirinya ukm karate dan merupakan rangkaian perayaan hari jadi ukm tersebut.
Konon, dahulu beberapa pendiri ukm tersebut berjalan kaki dari kampus menuju
parangtritis untuk mencari suasana tempat latihan dengan konsep alam.
Acara tersebut diadakan selama dua hari yang berlangsung pada hari Sabtu –
Minggu, 22-23 April 2017. Jumlah peserta yang mendaftar terbilang banyak, sekitar 70
orang lebih. Peserta yang ikut tidak hanya anggota ukm karate UNY saja, tetapi juga dari
berbagai tempat latihan dan beberapa perguruan tinggi di daerah Yogyakarta. Peserta di
dominasi oleh anak-anak kecil. Kegiatan tersebut terdapat lima pos pemberhentian.
Peserta diberangkatkan dari Student Center pukul 16.30 WIB. Sore itu langit tidak
bersahabat, mendung. Namun, tidak menghalangi niat untuk berangkat menuju
parangtritis dengan berjalan kaki. Rute yang dilewati dimulai dari daerah Samirono,
kemudian melewati stasiun Lempuyangan, Jogja Tronik, hingga berhenti di pos
pemberhentian pertama yaitu di masjid Sayidan.
Pukul 18.20 WIB peserta sampai pada pos pemberhentian pertama. Di pos
pemberhentian pertama, peserta hanya diberi waktu sekitar empat puluh menit saja untuk
melaksanakan sholat maghrib, makan malam, dan sholat isya’ berjamaah. Sekitar pukul
19.00 WIB melanjutkan perjalanan menuju pos pemberhentian kedua.
Pos pemberhentian kedua menghabiskan waktu sekitar satu jam setengah. Namun,
dengan semangat dan langkah kaki yang tidak letih, kurang dari satu jam peserta sudah
banyak yang sampai di pos pemberhentian kedua. Pos pemberhentian kedua berada di
sebuah komplek derah Bantul.
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 23
2. Contoh Cerita Nonfiksi Tentang Pendidikan
Budaya membaca di Indonesia merupakan pekerjaan tersulit dan harus melalui
jalan yang berliku untuk menempuhnya. Hal ini dibuktikan berdasarkan survei bahwa
minat baca masyarakat Indonesia baru 0,001 persen. Artinya, dalam seribu masyarakat
hanya ada satu masyarakat yang memiliki minat baca. Rendahnya minat baca
menandakan rendahnya budaya membaca pada masyarakat secara umum.
Hal ini akan berakibat pada kurangnya daya saing disebabkan penguasaan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang rendah, dan mengalami keterasingan terhadap diri dan
lingkungannya. Oleh sebab itu tahun 2015 pemerintah memberlakukan aturan untuk para
siswa. Yaitu membaca selama lima belas menit sebelum kegiatan belajar mengajar
dimulai.
Di era sekarang anak-anak lebih tertarik dengan korea serta gadget mereka.
Pembicara pernah membuktikan hal ini. Ketika beliau sedang mengajar disebuah desa,
ketika ditanya apa itu laos, mereka tidak mengetahuinya. Hal ini disebabkan karena minat
baca yang rendah dan rasa ingin tahu yang kurang.
3. Cerita Nonfiksi Pendek Singkat
Sebagian masyarakat meyakini bahwa mandi di malam hari berbahaya untuk
kesehatan. Mereka beranggapan mandi pada malam hari dapat menyebabkan berbagai
macam penyakit seperti reumatik, paru-paru basah, asam urat, dan demam. Namun,
pernyataan itu belum terbukti sepenuhnya karena belum ada studi ilmiah yang tepat
menjelaskan tentang bahaya mandi malam. Tetapi, bukan berarti mandi malam bebas
dilakukan oleh siapa saja, terutama bagi anak bayi.
Para ahli berpendapat penyebab reumatik adalah tingginya kadar asam
urat. Asam urat dihasilkan dari kerusakan alami sel tubuh dan dari makanan yang
dimakan. Kadar asam urat tinggi umumnya disebabkan oleh terlalu banyak mengonsumsi
makanan yang mengandung purin, terutama daging merah, jeroan, alkohol, dan seafood.
Mandi malam tidak menyebabkan nyeri reumatik, tetapi mandi malam akan memperberat
keluhan nyeri reumatik. Bagi penderita reumatik, tidak dianjurkan untuk mandi pada
malam hari.
https://tambahpinter.com/contoh-cerita-nonfiksi/
3. Manfaat Membaca Cerita Nonfiksi
Membaca cerita nonfiksi itu banyak banget manfaatnya, diantaranya:
Berguna untuk mengisi waktu luang kita.
Kalau punya waktu luang, membaca cerita ini tidak kalah mengasyikkannya dengan
membaca cerita fiksi.
Memperluas wawasan kita.
Karena cerita ini ditulis berdasarkan informasi atau data faktual, jelas, dan akurat, kita
mendapatkan banyak pengetahuan baru saat membaca buku-buku nonfiksi.
Dapat mengembangkan diri kita.
Saat kita membaca buku nonfiksi, bukan hanya pengetahuan kita saja yang bertambah,
tetapi kita juga bisa jadi mengikuti cara hidup yang lebih sehat, yang turut memengaruhi
psikologis dan jasmani kita, setelah membaca buku nonfiksi.
Melatih konsentrasi kita menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Karena buku-buku nonfiksi dibangun berdasarkan logika yang ketat karena harus
memberikan kebenaran yang sesuai dengan fakta dan data, logika kita juga jadi ikut terlatih
berpikir lebih baik lagi.
Melatih ingatan kita agar tidak cepat lupa atau pikun.
Karena kita jadi terlatih mengingat informasi-informasi faktual yang terdapat dalam buku
nonfiksi yang kita baca, yang bermanfaat bagi kehidupan kita.
Jadi terlatih untuk berkomunikasi lebih baik.
Karena, baik disadari atau tidak, kita jadi lebih paham bagaimana menulis dan
menyampaikan ide dalam sebuah tulisan atau dalam percakapan sehari-hari.
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 24
4. Kosakata Atau Perbendaharaan Kata
Kosakata atau perbendaharaan kata (bahasa Inggris: vocabulary) adalah himpunan kata
yang dimiliki oleh seseorang atau entitas lain, atau merupakan bagian dari suatu bahasa
tertentu. Kosakata seseorang didefinisikan sebagai himpunan semua kata-kata yang dimengerti
oleh orang tersebut atau semua kata-kata yang kemungkinan akan digunakan oleh orang
tersebut untuk menyusun kalimat baru.
5. Istilah
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, istilah diartikan sebagai kata atau gabungan kata yang
mengungkapkan konsep, proses, keadaan, atau sifat khas dari bidang tertentu. Istilah ini dapat
digunakan dalam segala keadaan untuk menyampaikan suatu informasi.
Dalam Bahasa Indonesia, terdapat dua jenis istilah yang dikenal dalam pemakaiannya yaitu
istilah umum dan istilah khusus. Setiap jenis istilah ini mempunyai makna tersendiri, dan
biasanya lebih dikenal dengan makna istilah.
Untuk lebih memahami jenis-jenis istilah dalam Bahasa Indonesia, berikut adalah penjelasan
mengenai istilah umum dan istilah khusus disertai dengan contohnya.
a. Istilah Umum
Jenis istilah yang pertama adalah istilah umum. Istilah umum adalah kata yang sudah
menjadi bahasa umum, atau sudah sering digunakan dan dipahami orang mengenai
maknanya. Istilah umum bisa digunakan siapa saja karena tidak memerlukan pengetahuan
khusus untuk mengartikannya. Jenis istilah ini juga dapat digunakan di segala bidang.
Berikut adalah contoh kata yang termasuk dalam istilah umum beserta aplikasinya dalam
kalimat:
1. Seorang pemimpin yang diktator pasti tidak akan disenangi dan didukung
pemerintahannya oleh rakyat.
(diktator = cara memimpin dengan kekuasaan tidak terbatas)
2. Bang Firman kini menjadi seorang teknisi yang handal dan dipercaya oleh orang
banyak, padahal ia hanya belajar secara otodidak.
(otodidak = belajar sendiri tanpa bantuan orang lain)
3. Pemerintah selalu mempersilakan rakyat menyuarakan aspirasinya, akan tetapi ketika
rakyat berdemo selalu dihadapi dengan cara yang anarkis oleh aparat.
(aspirasi = keinginan atau kehendak untuk mendapatkan sesuatu)
4. Di desa ini Riko terkenal piawai memainkan segala jenis alat musik, sehingga ia
dipercaya untuk melatih musik semua anak-anak di desa.
(piawai = pandai)
5. Pak Sugeng adalah pengumpul barang-barang antik dari berbagai daerah di nusantara.
(antik = kuno dan berharga)
6. Kecerdasan emosional dan spiritual kini sedang digalakkan untuk dikembangkan oleh
para pendidik di lingkungan sekolah.
(kecerdasan = sesuatu yang tentang cerdas)
7. Budaya Indonesia terkenal di manca negara, banyak negara yang kagum dengan
keragaman dan kerukunan masyarakat di Indonesia.
(budaya = hasil pikiran dan akal budi masyarakat)
8. Cita-cita ayah dan ibu untuk melihat anak-anaknya sukses akhirnya dapat tercapai.
(cita -cita = keinginan seseorang tentang suatu hal)
9. Koruptor patut dihukum seberat-beratnya karena telah menyelewengkan uang rakyat.
(koruptor = orang yang menyelewengkan uang negara)
10. Kita harus bisa membuat prioritas dalam melakukan setiap kegiatan.
(prioritas = hal yang diutamakan untuk dikerjakan)
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 25
b. Istilah Khusus
Istilah khusus adalah kata yang penggunaannya terbatas pada bidang-bidang tertentu saja.
Jenis istilah ini tidak semua orang dapat mengetahui artinya. Oleh karena itu perlu dicari
terlebih dahulu untuk menggunakannya.
Berikut adalah contoh kata yang termasuk dalam istilah khusus beserta aplikasinya
dalam kalimat:
1. Ayah selalu mengemukakan maksud dan keinginannya dengan cara analogi agar lebih
mudah dipahami oleh orang lain.
(analogi = persamaan antara dua hal yang berlainan)
2. Eksekusi kepada para terpidana mati tertunda di menit-menit terakhir karena perintah
dari Presiden.
(eksekusi = proses pelaksanaan putusan dari hakim)
3. Sekarang ini, para elite politik sering ribut satu sama lain di depan media.
(elite = orang golongan atas)
4. Seorang filsuf memiliki jalan pemikiran yang berbeda dengan orang pada umumnya.
(filsuf = orang yang berpikir secara filsafat)
5. Pengamat politik itu mempunyai retorika yang baik ketika berdiskusi dengan lawan
bicaranya.
(retorika = kepandaian dalam berbicara)
6. Proses rekonstruksi kejadian pembunuhan dibatalkan karena emosi masyarakat sekitar
yang susah dikendalikan.
(rekonstruksi = reka ulang)
7. Recovery kesehatan bibi dari penyakit kanker berkembang dengan pesat. (recovery =
pemulihan)
8. Probabilitas nyamuk hilang setelah proses fogging tidak mencapai 90%, oleh karena
itu kegiatan 3M masih terus digalakkan untuk mencegah penyebaran penyakit DBD.
(probabilitas = kemungkinan/ peluang)
9. Tanaman kentang berkembang biak dengan menggunakan umbi batang.
(umbi batang = cara berkembang biak dalam umbi)
10. Proses rekonsiliasi dua kelompok masyarakat berjalan dengan lancar karena kerjasama
semua pihak.
(rekonsiliasi = perdamaian)
11. Masyarakat masih berpegangan pada paradigma bahwa belajar haruslah di sekolah.
(paradigma = cara seseorang berpikir)
12. Pemimpin perusahaan selalu mencari calon pekerjaan yang mempunyai loyalitas
(loyalitas = kesungguhan dalam bekerja)
13. Tingkat laba perusahaan dipresentasikan kepada para klien dalam bentuk diagram.
(diagram = representasi sebuah informasi dalam bentuk geometri dua dimensi)
14. Materi integral dan diferensial adalah materi matematika yang sangat disenangi oleh
Riko.
(integral, diferensial = salah satu materi dalam matematika)
15. Bulan September ini digalakkan pemberian vaksin Measless Rubella secara gratis
kepada anak usia 9 bulan hingga 15 tahun.
(vaksin = bahan yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan tubuh)
16. Setelah merasakan gangguan di mata sejak lama, ayah baru mengetahui bahwa ada
sedikit kerusakan pada kornea
(kornea = bagian depan yang menembus mata)
17. Mengkonsumsi buah yang banyak mengandung antioksidan sangat berkhasiat untuk
pencegahan pertumbuhan sel kanker.
(antioksidan = zat yang dapat menunda reaksi oksidasi)
18. Kesehatan ibu Melda dapat semakin membaik jika telah dilakukan transplantasi.
(transplantasi = pemindahan dari satu tempat ke tempat lain, biasanya untuk
pemindahan organ)
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 26
6. Langkah-Langkah Atau Cara-Cara Menemukan Kata Dalam Kamus:
Saat membaca teks cerita nonfiksi banyak terdapat kata-kata istilah yang kita memahami dari
arti kata yang dimaksud, sehingga kita membutuhkan kamus untuk mengetahui arti dari kata
tersebut.
Beikut langkah-langkah atau cara mencari arti kata pada kamus:
1. Kenali atau cermati dengan seksama ejaan penulisan kata yang akan dicari artinya
kemudian pastikan bahwa penulisan katanya sudah benar.
2. Identifikasi huruf-huruf pertama kata yang akan dicari artinya itu dan ingat baik-baik.
3. Siapkan engkaus yang akan digunakan. Lebih direkomendasikan memakai engkaus yang
dilengkapi label alfabetis di tepi kanan halaman yang mengatakan letak entri.
4. melaluiataubersamaini panduan label alfabet is atau berdasarkan asumsi silahkan buka
engkaus pada halaman di mana kate yang dicari berada. Sesudah alamatnya ditemukan,
bacalah dengan metode scanning secara vertikal atau dengan sepintas kilas dari barisan
paling atas sebelah kiri terus ke bawah dan seterusnya hingga kata yang dicari temukan.
5. Sesudah kata yang dimaksud ditemukan, bacalah secara horisontal atau sepintas sekilas
dari kiri ke kanan deretan uraian artis hingga ditemukan arti kata yang sesuai dengan
konteks kalimat yang diinginkan.
Setelah memahami arti kata kata sulit yang sudah dipelajari, kata-kata sulit tersebut bisa
dimasukankan untuk membuat karangan. Namun, sebelum mulai menerapkannya dalam
karangan (cerita nonfiksi), sebaiknya terlebih dulu gunakan kata tersebut dalam kalimat.
Sesudah itu, buatlah kalimat-kalimat yang mendukung kalimat tadi. Rangkailah hingga
kalimat-kalimat itu menjadi sebuah karangan atau paragraf. Agar kalimat-kalimat yang
dibentuk itu saling berhubungan dan sesuai dengan prinsip kohesi dan koherensi, menentukan
tema dan topik paragraf sebaiknya dilakukan terlebih dulu.
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 27
TEMA : 8_ DAERAH TEMPAT TINGGALKU
A. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
Sub Tema : 1_ Lingkungan Tempat Tinggalku
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) PB
1
3.9 Mencermati Mengidentifikasi ciri-ciri cerita fiksi. 2
3
tokoh-tokoh yang Menyebutkan tokoh-tokoh pada teks cerita “Asal Mula Telaga 4
terdapat pada teks Warna”. 5
fiksi Mencermati tokoh-tokoh dalam cerita “Kasuari dan Dara Makota”. 6
Menyebutkan contoh-contoh cerita fiksi berdasar jenisnya. 1
2
Menjelaskan pengertian dan peranan tokoh dalam cerita fiksi.
Menyebutkan tokoh-tokoh dalam cerita fiksi “Asal Mula Bukit 3
Catu” sesuai perannya. 4
5
Menjelaskan pengertian tokoh utama dan tokoh tambahan dalam 6
cerita fiksi.
Menjelaskan pengertian tokoh protagonis dan antagonis dalam
cerita fiksi.
Mencontohkan tokoh protagonis dan antagonis dalam cerita “kisah
putri tangguk”.
Menyebutkan contoh cerita rakyat di suatu daerah.
Menjelaskan ciri-ciri dari cerita rakyat.
Menyebutkan tokoh-tokoh dalam cerita “Si Pitung” sesuai
peranannya.
4.9 Menyampaikan Menjelaskan secara lisan pengertian dan ciri-ciri cerita fiksi.
hasil identifikasi Bercerita Asal Mula Telaga Warna dengan artikulasi jelas,
tentang yang ingin ekspresif, intonasi tepat.
diperjuang-kan Menceritakan tokoh-tokoh pada teks cerita fiksi “Kasuari dan Dara
atau Makota”.
dipertentangkan
antartokoh pada Menjelaskan pengertian jenis-jenis teks cerita fiksi
cerita fiksi Menjelaskan peranan tokoh dalam cerita fiksi “Asal Mula Bukit
Catu”.
Menjelaskan nilai pesan moral dalam cerita fiksi “Asal Mula Bukit
Catu”.
Menjelaskan peranan tokoh utama dan tokoh tambahan dalam
cerita fiksi
Menjelaskan alasan peranan sebagai tokoh utama dan tokoh
tambahan dalam cerita fiksi “Asal Mula Bukit Catu”.
Menceritakan karakter tokoh protagonis dan antagonis dalam
cerita “kisah putri tangguk”.
Menjelaskan alasan cerita “Si Pitung” termasuk cerita rakyat.
Menjelaskan sifat tokoh-tokoh dalam cerita fiksi “si pitung”.
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 28
Sub Tema : 2_ Keunikan Daerah Tempat Tinggalku
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) PB
1
3.9 Mencermati Menyebutkan tokoh-tokoh dalam cerita “Roro Jonggrang” 2
3
tokoh-tokoh Menuliskan tokoh-tokoh dalam cerita fiksi “Terjadinya Selat Bali” 4
yang terdapat Menyebutkan tokoh-tokoh pada teks cerita fiksi “Kali Gajah Wong” 5
pada teks fiksi
Menyebutkan tokoh-tokoh pada cerita fiksi kota Tangerang. 6
Menyebutkan tokoh protagonist dan antagonis dari cerita rakyat 1
“Caadara”.
2
Menuliskan tokoh-tokoh cerita fiksi “Asal-usul Burung
Cendrawasih”. 3
4
Menuliskan isi teks cerita fiksi “Asal-usul Burung Cendrawasih”. 5
4.9 Menyampaikan Menjelaskan peran tokoh protagonist dan antagonis dalam cerita 6
hasil identifikasi fiksi “Roro Jonggrang”
tentang yang Menuliskan tokoh protagonis dan tokoh antagonis dalam cerita fiksi
ingin “Terjadinya Selat Bali”
diperjuang-kan
atau Menuliskan tokoh-tokoh protagonis dan tokoh antagonis pada teks
dipertentangkan cerita fiksi “Kali Gajah Wong”
antartokoh pada
cerita fiksi Menceritakan isi dan makna cerita fiksi kota Tangerang.
Menjelaskan peran tokoh protagonist dan antagonis cerita rakyat
“Caadara”.
Menjelaskan makna yang terdapat pada cerita fiksi “Asal-usul
Burung Cendrawasih”
Sub Tema : 3_ Aku Bangga dengan Daerah Tempat Tinggalku
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) PB
1
3.9 Mencermati Menuliskan pesan moral dalam sebuah cerita fiksi “Angsa dan 2
3
tokoh-tokoh yang Telur Emas”. 4
5
terdapat pada teks Menentukan tokoh dan sifat tokoh dalam cerita fiksi “Aladin dan 6
fiksi Lampu Ajaib”. 1
2
Menyebutkan peran tokoh dan hikmah dari cerita “Nelayan dan
Ikan Mas”. 3
4
Menyebutkan tokoh-tokoh cerita ”Cindelaras”. 5
6
Menuliskan tokoh-tokoh dalam sebuah cerita “Kendi Emas Dan
Ular”.
Menyebutkan sifat tokoh dalam cerita fiksi “Taman Rumah
Pohon”.
4.9 Menyampaikan Menuliskan tokoh-tokoh dan sifatnya dalam cerita fiksi “Angsa
hasil identifikasi dan Telur Emas”.
tentang yang ingin Menjelaskan sifat tokoh cerita “Aladin dan Lampu Ajaib” berdasar
diperjuangkan ciri-cirinya.
atau Menjelaskan tokoh utama, tokoh pembantu/tambahan, tokoh
dipertentangkan protagonis, dan tokoh antagonis dari cerita fiksi “Nelayan dan Ikan
antartokoh pada
Mas”.
cerita fiksi
Menjelaskan peranan tokoh-tokoh pada cerita fiksi ”Cindelaras”.
Mnjelaskan sifat tokoh-tokoh dalam sebuah cerita fiksi “Kendi
Emas dan Ular”.
Menirukan peran tokoh dalam cerita “Taman Rumah Pohon”.
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 29
B. MATERI
1. Teks Cerita Fiksi
a. Pengertian Cerita Fiksi
Teks cerita fiksi adalah karya sastra yang berisi cerita rekaan atau didasari dengan
angan-angan (fantasi) dan bukan berdasarkan kejadian nyata, hanya berdasarkan
imajinasi pengarang.
Imajinasi pengarang diolah berdasarkan pengalaman, wawasan, pandangan, tafsiran,
kecendikiaan, penilaian nya terhadap berbagai peristiwa, baik peristiwa nyata maupun
peristiwa hasil rekaan semata.
b. Ciri-Ciri Cerita Fiksi
Cerita fiksi adalah karangan atau imajinasi yang muncul dari sang penulis. Dari pengertian
tersebut, kita dapat mengenali cerita fiksi melalui beberapa ciri-ciri.
Ciri-ciri cerita fiksi adalah:
1) Sifatnya rekaan atau imajinasi dari pengarang
2) Terdapat kebenaran yang relatif atau tidak mutlak
3) Umumnya menggunakan bahasa yang bersifat konotatif atau bukan sebenarnya
4) Tidak memiliki sistematika yang baku
5) Umumnya karya fiksi menyasar emosi atau perasaan pembaca, bukan logika
6) Terdapat pesan moral atau amanat tertentu
c. Jenis-Jenis Cerita Fiksi dan Contohnya
Cerita fiksi dibedakan menjadi beberapa jenis antara lain :
1) Dongeng
Dongeng merupakan cerita fiksi yang bersifat khayalan dan menceritakan hal ajaib
yang disampaikan dari mulut kemulut, serta dari generasi ke generasi.
Cerita ini bertujuan menghibur pembacanya, tetapi memiliki pesan-pesan nilai moral
yang mendalam.
Dongeng di bedakan menjadi beberapa jenis antara lain :
a. Sage (Saga)
Sage adalah jenis dongeng, yang menjadikan peristiwa masa lalu yang
berhubungan dengan sejarah sebagai alur ceritanya.
Contoh :
Lutung Kasarung, dan Calong Arang.
b. Mite
Mite adalah jenis dongeng, yang berhubungan dengan kepercayaan masyarakat
setempat terhadap benda gaib, dewa, dewi maupun roh yang dipercayai memiliki
kekuatan ghaib.
Contoh ;
Dewi Sri Sebagai Dewi Padi, Putri Tunjung Buih, dan Putri dari Bambu.
c. Legenda
Legenda adalah jenis dongeng yang menceritakan asal-usul terjadinya suatu
tempat baik itu wilayah, daerah maupun tempat yang kini dijadikan sebagai objek
pariwisata.
Selain itu juga menceritakan kejadian alam maupun terjadinya suatu benda
dengan cerita khayalan yang mengandung keajaiban.
Contoh :
Legenda danau Toba, Terjadinya Gunung Tangkuban Perahu, Telaga Warna,
Batu Gantung, dan Malin Kundang.
d. Fabel
Fabel adalah jenis dongeng, yang menceritakan kehidupan binatang dengan
tingkah laku dan bermasyarakat seperti manusia.
Dalam cerita fabel para binatang dijadikan sebagai tokoh dalam cerita.
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 30
Contoh :
Si Kancil dengan Buaya, Kasuari dengan Mara Mahkota dan Burung Bangau.
e. Dongeng Lucu (Cerita Jenaka)
Dongeng lucu adalah dongeng humor yang menceritakan tentang seorang tokoh.
Cerita ini berisi kebodohan atau kecerdikan tokohnya dengan cara yang dapat
membuat pembacanya tertawa.
Contoh :
Abu Nawas, Si Kabayan, Pak Pandir, Pak Belalang, dan Lebay Malang.
2) Novel
Novel adalah cerita fiksi, yang menceritakan sebahagian kisah hidup seseorang.
Cerita ini akan menceritakan secara panjang hubungan tokoh dengan orang
sekitarnya, lengkap dengan penggambaran wataknya.
Didalam novel alur cerita dibuat dengan pro dan kontra, serta memiliki klimaks pada
ending.
Contoh :
Koala Kumal, Laskar Pelangi, Dilan, Siti Nurbaya, Ketika Cinta Bertasbih dan
Tenggelamnya Kapal Van der Wirjck.
3) Cerita Pendek (CERPEN)
Cerpen adalah cerita fiksi, yang berisi cerita pendek tentang kehidupan seseorang dan
dapat selesai baca dalam sekali duduk.
Contoh :
Kembalinya Putra Durhaka, Malas Belajar, Keledai dan Penjual Garam, Dilarang
Memukul Teman, Kisah Dua Sahabat dan Beruang, Sebuah Tongkat dan Nilai Moral,
Pelajaran Paku dan Pagar, Filosofi Kopi Telur dan Kentang, Kehidupan Dua Tikus
Berbeda, dll.
4) Roman
Roman adalah cerita fiksi dengan tema percintaan dan asmara.
Roman juga berisi cerita dengan pesan moral dan bersifat klasik.
Contoh :
Katak Hendak Jadi Lembu, Gadis Empat Zaman, Si Dul Anak Jakarta, Neraka Dunia
dan Mencari Pencuri Anak Perawan.
d. Unsur-Unsur Teks Cerita Fiksi
Unsur-unsur teks cerita fiksi, terdiri atas:
a) Unsur-Unsur Intrinsik Teks Cerita Fiksi
Berikut ini unsur intrinsik yang membangun cerita fiksi dimana unsur ini ada di dalam
cerita fiksi.
1) Tema, yaitu gagasan dasar umum yang menopang sebuah karya sastra dan yang
terkandung di dalam teks.
2) Tokoh, yaitu pelaku dalam karya sastra. Karya sastra dari segi peranan dibagi
menjadi 2, yakni tokoh utama dan tokoh tambahan.
Tokoh utama adalah tokoh yang memiliki peranan penting dalam suatu
cerita. Tokoh utama paling banyak diceritakan, baik sebagai pelaku kejadian
maupun yang dikenai kejadian.Bahkan dalam novel-novel tertentu, tokoh
utama senantiasa hadir dalam setiap kejadian dan dapat ditemui dalam tiap
halaman novel yang bersangkutan.
Tokoh tambahan (pembantu) adalah tokoh yang memiliki peranan tidak
penting.
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 31
Tokoh juga dapat dibedakan berdasarkan peran tokoh dalam sebuah cerita yaitu
tokoh protagonis dan antagonis.
Tokoh protagonis adalah tokoh yang memiliki watak baik sehingga
disenangi dan dikagumi pembaca. Protagonis adalah pelaku yang memiliki
watak yang baik sehingga disenangi pembaca.
Tokoh antagonis adalah tokoh yang tidak disenangi pembaca karena
perannya tidak sesuai yang didambakan pembaca. Tokoh antagonis ini
menjadi penyebab timbulnya konflik dan ketegangan yang dialami oleh
tokoh protagonis.
3) Alur/Plot, yaitu cerita yang berisi urutan kejadian, namun tiap kejadian itu hanya
dihubungkan secara sebab akibat, peristiwa yang satu disebabkan atau
menyebabkan peristiwa yang lain.
4) Konflik, yaitu kejadian yang tergolong penting, merupakan sebuah unsur yang
sangat.diperlukan dalam mengembangkan plot.
5) Klimaks, yaitu saat sebuah konflik telah mencapai tingkat intensitas tertinggi, dan
saat itu merupakan sebuah yang tidak dapat dihindari.
6) Latar, yaitu tempat, waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-
peristiwa yang diceritakan.
Latar tempat : Gambaran tempat atau lokasi sebuah peristiwa terjadi dalam
cerita;
Latar waktu : Menceritakan tentang kapan peristiwa tersebut berlangsung;
Latar suasana : Menggambarkan bagaimana keadaan lingkungan penceritaan
sebagai reaksi dan peristiwa dalam cerita. Misalnya: sedih,
gembira, cemas, penuh harap, dan lainnya.
7) Amanat, yaitu pemecahan yang diberikan pengarang terhadap persoalan di dalam
sebuah karya sastra.
Amanat merupakan nilai positif yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca
yang dapat dijadikan contoh dalam kehidupan. Misalnya dalam cerita Si Kancil
amanat atau pesan yang dapat diambil adalah jangan berbohong atau hidup harus
selalu jujur.
8) Sudut pandang, yaitu cara pandang pengarang sebagai sarana untuk menyajikan
tokoh, tindakan, latar, dan berbagai peristiwa yang membentuk cerita dalam
sebuah karya fiksi kepada pembaca.
9) Penokohan, yaitu teknik atau cara-cara menampilkan tokoh.
10) Kesatuan
11) Logika
12) Penafsiran
13) Gaya
b) Unsur Ekstrinsik Teks Cerita Fiksi
Unsur ekstrinsik yang membentuk karya sastra dari luar sastra itu sendiri, berikut ini.
1) Keadaan subjektivitas individu pengarang yang memiliki sikap.
2) Keyakinan.
3) Pandangan hidup yang keseluruhan itu akan mempengaruhi karya yang
ditulisnya.
4) Psikologi, baik yang berupa psikologi pengarang seperti ekonomi, politik, dan
sosial juga akan mempengaruhi karya sastra.
5) Pandangan hidup suatu bangsa.
6) Berbagai karya seni yang lain, dan sebagainya.
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 32
e. Struktur Teks Cerita Fiksi
Jika kamu mengetahui struktur cerpen, maka itu tidak jauh berbeda dengan struktur
penyusun teks cerita fiksi. Dimana struktur cerita fiksi terdiri 6 unsur berikut:
Abstrak, bagian ini adalah opsional atau boleh ada maupun tidak ada. Bagian ini
menjadi inti dari sebuah teks cerita fiksi.
Orientasi, berisi tentang pengenalan tema, latar belakang tema serta tokoh-tokoh
didalam novel. Terletak pada bagian awal dan menjadi penjelasan dari teks cerita fiksi
dalam novel.
Komplikasi, merupakan klimaks dari teks cerita fiksi karena pada bagian ini mulai
muncul berbagai permasalahan, biasanya komplikasi disebuah novel menjadi daya tarik
tersendiri bagi pembaca.
Evaluasi, bagian dalam teks naskah novel yang berisi munculnya pembahasan
pemecahan atau pun penyelesaian masalah.
Resolusi, merupakan bagian yang berisi inti pemecahan masalah dari masalah-masalah
yang dialami tokoh utama.
Koda (reorientasi), berisi amanat dan juga pesan moral positif yang bisa dipetik dari
sebuah naskah teks cerita fiksi.
Namun, tidak menutup kemungkinan teks cerita fiksi di novel hanya mempunyai struktur
berupa evaluasi, orientasi, resolusi dan komplikasi.
f. Kaidah Kebahasaan
1. Metafora, merupakan perumpamaan yang sering digunakan untuk membandingkan
sebuah benda atau menggambarkan secara langsung atas dasar sifat yang sama.
2. Metonimia, merupakan gaya bahasa yang digunakan, kata-kata tertentu dipakai sebagai
pengganti kata yang sebenarnya, namun penggunaannya hanya pada kata yang
memiliki pertalian yang begitu dekat.
3. Simile (persamaan), digunakan sebagai perbanding yang bersifat eksplisit dengan
maksud menyatakan sesuatu hal dengan hal lainnya. Misalnya: seumpama, selayaknya,
laksana.
2. Cerita Rakyat
a. Pengertian
Di Indonesia setiap Daerah selalu ada sebuah Cerita rakyat, yang merupakan cerita yang
berasal dari daerah atau karangan seseorang pada jaman dahulu. biasanya cerita ini di
peruntukkan untuk anak-anak.
Cerita rakyat adalah cerita yang berkembang di tengah masyarakat tradisional dari jaman
dahulu kala. Cerita rakyat ini sebenarnya adalah sebuah karya sastra. Seseorang bisa
mengetahui sebuah cerita rakyat dari cerita orang lain.
Cerita rakyat ini terus menyebar dari orang yang satu ke orang yang lain. Disebarkan
secara luas dari mulut ke mulut. Kita tidak akan pernah mengetahui siapakah yang
membuat sebuah cerita rakyat. Cerita rakyat dikarang oleh anonim atau tidak diketahui
siapa pengarangnya.
Ada lagi pengertian cerita rakyat, yakni sebuah cerita yang awal mulanya berasal dari
masyarakat, artinya diciptakan sendiri oleh masyarakat atau rakyat selanjutnya ceritanya
berkembang sampai pada akhirnya diketahui oleh lebih banyak orang atau rakyat.
Sebuah cerita rakyat biasanya disampaikan secara turun temurun. Contohnya dari jaman
nenek buyut kita cerita rakyatnya sudah ada, hingga buyutnya sendiri mengetahuinya
secara lisan. Karena penyampaiannya dengan cara lisan itulah cerita rakyat masuk dalam
kategori karya sastra lisan.
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 33
b. Ciri-Ciri Dari Cerita Rakyat
Cerita rakyat yang berkembang luas di Indonesia melahirkan contoh-contoh cerita rakyat
singkat, yang berasal dari hampir seluruh wilayah yang ada di bumi nusantara tercinta ini.
Tiap-tiap daerah yang ada di Indonesia memiliki cerita rakyat. Cerita rakyat yang dipunyai
oleh suatu daerah biasanya juga dikenal oleh masyarakat daerah lain karena begitu
populernya.
Arti atau maksud dari cerita rakyat sudah dijelaskan secara singkat di atas namun agar
lebih memahami lagi pengertiannya, supaya lebih jelas, kita harus mengetahui terlebih
dahulu beberapa ciri dari cerita rakyat, sebagai berikut :
Penyampaiannya secara turun temurun, berawal dari nenek moyang sampai dengan
saat ini.
Pengarangnya anonim.
Banyak nilai luhur yang bisa diambil dari cerita rakyat yang bersangkutan.
Memiliki sifat menghibur banyak orang dan juga bersifat tradisional.
Versi dan variasi ceritanya lebih dari satu, banyak sekali.
Pengungkapan alur ceritanya diwujudkan secara klise.
Penyebaran secara luasnya dari mulut ke mulut.
3. Contoh Legenda Atau Cerita Rakyat Dari Tiap Daerah
No. Daerah/Provinsi Contoh Legenda
1 Aceh Kisah Tujuh Anak Pria
Putra Mahkota Amat Mude
2 Sumatera Utara Kisah Sultan Mughayat Syah dan Putri Hijau
Nai Manggale
3 Sumatera Barat Kelana Sakti
4 Riau Asal Usul Danau Toba Dan Pulau Samosir
Malin Kundang
5 Jambi Aji Bonar
6 Sumatera Selatan Putri Pandan Berduri
Bawang Putih Dan Bawang Merah
7 Bengkulu Puti Kusumba
8 Lampung Asal Mula Pulo Kemaro
Kisah Raden Alit dan Dayang Bulan
9 Kepulauan Bangka Belitung Kisah Pengorbanan Putri Kemarau
10 Kepulauan Riau Legenda dan Sejarah Asal Mula Nama Palembang
11 DKI Jakarta Putri Sedaro Putih | Asal Pohon Enau
Kisah Sidang Belawang
12 Jawa Barat Kisah Ratu Melinting dan Ratu Darah Putih
Kisah Si Bungsu Tujuh Bersaudara
13 Jawa Tengah
Sepasang Pendekar Kemayoran
Si Pitung
Putri Keong Mas
Murtado Macan Kemayoran
Si Jampang Dan Pangeran Sarif
Si Loreng
Dongeng Si Kabayan
Lutung Kasarung
Gunung Slamet
Asal Mula Baturaden
Jaka Tarub Dan 7 Bidadari
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 34
No. Daerah/Provinsi Contoh Legenda
14 D.I. Yogyakarta Legenda dari Candi Prambanan
Legenda Asal Mula Tombak Nyai Plered
15 Jawa Timur Asal Mula Gunung Merapi
Legenda Retna Lestari
16 Banten Kisah Joko Kendil dan Si Gundul
17 Bali
18 Nusa Tenggara Barat Tengger (Gunung Bromo)
Asal Mula Gunung Kelud
19 Nusa Tenggara Timur Asal Mula Banyuwangi
Jaka Tarub Dan Nawang Wulan
20 Kalimantan Barat Asal Mula Kota Surabaya
21 Kalimantan Tengah Kebo Iwa
22 Kalimantan Selatan Manik Angkeran (Legenda Asal Mula Selat Bali)
23 Kalimantan Timur Putri Mandalika (Legenda Bau Nyale)
24 Kalimantan Utara Sepasang Sandal Yang Serakah
25 Sulawesi Utara Kisah Sari Bulan
Batu Golog
26 Sulawesi Tengah Asal Kota Ampenan
La Golo
27 Sulawesi Selatan Cerita Dari Pulau Roti
Watu Maladong
28 Sulawesi Tenggara Tampe Ruma Sani
Bete Dou
Asal Mula Sungai Landak
Kisah Nelayan Yang Serakah
Asal Mula Sungai Landak
Kisah Bujang Beji
Batu Menangis
Asal Usul Danau Malawen
Mandin Tangkaramin
Ratu Bidara Putih
Legenda Danau Lipan
Wafatnya Raja Bunu
Legenda Aki Arut dan Batu Tenebang
Legenda Naga Erau dan Putri Karang Melenu
Legenda Danau Tondano
Dongeng Gunung Lokon dan Gunung Kelabat
Kisah Sigarlaki dan Limbat
Kisah Lawongo dan Asal Mula Pulau Napombalu
Batu Bagga
Legenda Asal Usul Sungai Palu
Pak Daesal dan Ikan Payol
Asal Usul Kampung Sipayol
Legenda Sawerigading
Kisah Penakluk Rajawali
Laurang Sang Manusia Udang
Legenda Asal Mula Nama Kota Makasar
Kisah Nenek Pakande
Kisah Putri Tandampalik
Kera Dan Ayam
Gunung Mekongga
La Moelu
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 35
No. Daerah/Provinsi Contoh Legenda
29 Gorontalo Limonu yang Perkasa
Lahilote dan Tujuh Bidadari
30 Sulawesi Barat
31 Maluku Kisah Petualangan Empat Kapiten
Asal Mula Patasiwa dan Patalima
32 Maluku Utara Asal Mula Nama Sirimau
33 Papua
34 Papua Barat Asal Mula Penduduk Merem Papua
4. Dongeng
a. Komponen-komponen Dalam Dongeng
Dongeng termasuk kedalam cerita narative, maka dari itu susunan penulisanya atau
penyampaianya dan bentuknya sama dengan cerita-cerita narative, hanya ada beberapa
saja yang berbeda tapi pada dasarnya semuanya sama.
Didalam dongeng juga ada pelaku, tema, dan ciri-cirinya seperti berikut :
1) Pelaku atau Tokoh dalam Dongeng
a. Dewa dan dewi, ibu dan saudara tiri yang jahat, raja dan ratu, pangeran dan putri,
ahli nujum.
b. peri, wanita penyihir, raksasa, orang kerdil, putri duyung, monster, naga.
c. binatang, misalnya ikan ajaib dan kancil.
d. kastil, hutan yang memikat, negeri ajaib.
e. benda ajaib, misalnya lampu ajaib, cincin, permadani, dan cermin, dll.
2) Tema Dongeng :
a. Moral tentang kebaikan yang selalu menang melawan kejahatan.
b. Kejadian yang terjadi di masa lampau, di suatu tempat yang jauh sekali .
c. Tugas yang tak mungkin dilaksanakan.
d. Mantra ajaib, misalnya mantra untuk mengubah orang menjadi binatang.
e. Daya tarik yang timbul melalui kebaikan dan cinta.
f. Pertolongan yang diberikan kepada orang baik oleh makhluk dengan kekuatan
ajaib.
g. keberhasilan anak ketiga atau anak bungsu ketika sang kakak gagal.
h. Kecantikan dan keluhuran anak ketiga atau anak bungsu.
i. Kecemburuan saudara kandung yang lebih tua.
j. Kejahatan ibu tiri.
3) Ciri-ciri Dongeng :
a. Menggunakan alur sederhana.
b. Cerita singkat dan bergerak cepat.
c. Karakter tokoh tidak diuraikan secara rinci.
d. Ditulis dengan gaya penceritaan secara lisan.
e. Terkadang pesan atau tema dituliskan dalam cerita.
f. Biasanya, pendahuluan sangat singkat dan langsung.
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 36
b. Cara Mendongeng
Dalam mendongeng atau menceritakan dongeng, beberapa hal yang perlu diperhatikan,
diantaranya:
1) Kuasailah Materi
Materi dongeng yang akan kita sampaikan hendaklah terkuasai sehingga kita
dapat berimprovisasi dengan baik. Menguasai materi cerita berbeda dengan
menghafal. Kalau kita menghafal akan sangat sulit seandainya di tengah jalan
ternyata ada anak yang bertanya atau menyampaikan suatu kesan. Sangat
mungkin seorang yang menghafal sebuah cerita tiba-tiba lupa dan berhenti di
tengah-tengah sehingga sangat mengganggu jalannya cerita. Penguasaan di sini
lebih di titik beratkan pada penguasaan unsur-unsur pembangun dalam cerita
seperti tokoh, seting, alur, dan juga konflik.
Memahami karakter tokoh dalam cerita sangat perlu karena dari tokohlah kita
dapat membangun alur dan konflik. Tokoh harus kita bedakan antara yang
antagonis dan protagonis sehingga anak dapat membedakan perwatakan masing-
masing tokoh.
Seting ini sangat berperan dalam membangun suasana cerita sehingga
pendongeng dapat membayangkan dimana dan sedang berbuat apa para tokoh
dalam cerita.
Alur adalah sesuatu yang sangat vital dalam cerita. Kita harus tahu benar kapan
mulai terjadi konflik, hingga klimaks konfliks dan akhirnya penyelesaian. Hal ini
dapat membuat cerita kita menjadi hidup dan menarik. Penciptaan konflik yang
dramatis akan membuat sebuah cerita tetap berkesan di alam imajinasi anak.
Sehingga seorang pendongeng haruslah cermat dalam penciptaan konflik.
2) Hidupkan Tokoh
“Bibi…. Aku tidak boleh ikut main sama teman-teman”
“lho….. mengapa demikian?”
“katanya aku berbeda dengan mereka”
Sepenggal percakapan tadi tidak akan menarik seandainya kita hanya membaca
dengan biasa tetapi cobalah eksplorasi ekspresi emosi apa yang muncul ketika seorang
anak sedang berkata kepada bibinya. Memberi ekspresi emosi inilah yang disebut
menghidupkan tokoh apalagi disertai ekspresi mimik pendongeng yang pas. Secara
audio pun seorang pendongeng akan dapat mengimajinasikan keadaan tokoh-tokoh
dalam cerita.
Kemampuan ini perlu dilatihkan secara struktural, tetapi ada juga yang memang
mempunyai bakat. Latihan secara struktural itu sebenarnya telah anda lakukan tiap
hari yaitu mengamati kehidupan sosial yang ada di kehidupan kita atau melihat
pengalaman hidup yang pernah kita rasakan. Bagaimana rasanya ketika kita sedih,
bagaimana rasanya ketika kita marah, bagaimana rasanya ketika kita senang, dan lain-
lain.
3) Menghidupkan Kata-kata
Menghidupkan kata dapat dilakukan dengan cara memberi sifat pada kata-kata
tersebut.
“tiba-tiba harimau itu menyambar Gurka dengan kukunya yang tajam, dan….. bettt,
dada Gurka terobek hingga mengeluarkan darah yang merah.”
“air yang sejuk di pegunungan itu gemericik menambah sejuknya suasana”
Dari dua contoh kalimat tersebut, kita akan melihat betapa sebuah kata akan memiliki
“roh” yang berbeda dengan kata yang lain.
Mengucapkan kata merah, darah akan sangat berbeda dengan air, sejuk. Coba fahami
perbedaannya. Kata merah dan darah bersifat mengerikan, menakutkan, dan lain
sebagainya, sedangkan kata air dan sejuk mempunyai sifat damai, tentram, dan lain
sebagainya. Itulah yang dinamakan menghidupkan kata kata.
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 37
4) Ikhlaslah dalam Mendongeng
Sedapat mungkin kita harus ikhlas ketika kita mendongeng. Suasana hati akan sangat
berpengaruh ketika kita menyampaikan sebuah dongeng. Seandainya kita
mendongeng sementara perasaan kita sedang marah dan kesal, sedangkan kita akan
mendongengkan sebuah cerita bahagia. Jadi buatlah suasana hati yang segar dan
tenang ketika hendak mendongeng.
5) Teknik Mengawali dan Mengakhiri Cerita
Awalilah sebuah cerita dengan appersepsi yang menarik. Banyak sekali tehnik-tehnik
muncul yang dapat kita gunakan. Buatlah beberapa improvisasi lewat lagu, suara yang
beranekaragam, atau menggunakan alat peraga.
Akhirilah sebuah cerita dengan ending yang terbuka sehingga akan memancing
penyimak untuk ingin tahu cerita selanjutnya. Ini juga akan membuat penyimak
menanti cerita kita yang selanjutnya.
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 38
TEMA : 9_ KAYANYA NEGERIKU
A. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
Sub Tema : 1_ Kekayaan Sumber Energi di Indonesia
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) PB
1
3.3 Menggali Menuliskan informasi tentang hubungan manusia dengan 3
4
informasi dari lingkungan 6
1
seorang tokoh Menceritakan kondisi lingkungan sekitar tempat tinggal. 3
4
melalui Menuliskan hasil obervasi contoh perilaku yang menunjukkan 6
wawancara pelaksanaan hak dan kewajiban dalam kehidupan sehari-hari
menggunakan
daftar pertanyaan Menuliskan hasil pengamatan tentang contoh konservasi yang ada
di daerah tempat tinggalnya.
4.3 Melaporkan hasil Membuat peta pikiran, hubungan manusia dengan lingkungan
wawancara Melakukan wawancara tentang kondisi lingkungan sekitar tempat
menggunakan tinggal
kosakata baku dan
kalimat efektif Melakukan wawancara, tentang akibat jika manusia tidak
dalam bentuk teks melaksanakan kewajiban terhadap lingkungan.
tulis
Melakukan wawancara tentang bentuk-bentuk konservasi yang ada
di daerah tempat tinggalnya
Sub Tema : 2_ Pemanfaatan Kekayaan Alam di Indonesia
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) PB
1
3.3 Menggali Melakukan diskusi, tentang pemanfaatan sumber daya alam di 3
informasi dari Indonesia.
4
seorang tokoh Mendeskripsikan gambar tentang sumber energi.
melalui 6
wawancara Membuat pertanyaan wawancara tentang perilaku-perilaku yang 1
menggunakan menunjukkan pelaksanaan hak dan kewajiban dalam kehidupan 3
daftar pertanyaan sehari-hari terhadap sumber daya alam. 4
Menyusun pertanyaan wawancara tentang bentuk-bentuk konsersi 6
yang ada di daerah tempat tinggalnya.
4.3 Melaporkan hasil Melakukan wawancara tentang sumber daya alam di sekitarnya.
wawancara
menggunakan Menceritakan sumber energi sesuai gambar.
kosakata baku dan Melakukan wAlokasi Waktuancara tentang perilaku-perilaku yang
menunjukkan pelaksanaan hak dan kewajiban dalam kehidupan
kalimat efektif
dalam bentuk teks sehari-hari terhadap sumber daya alam.
tulis Melakukan wAlokasi Waktuancara tentang bentuk-bentuk
konsersi yang ada di daerah tempat tinggalnya.
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 39
Sub Tema : 3_ Pelestarian Kekayaan Sumber Daya Alam di Indonesia
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) PB
1
3.3 Menggali Menyusun daftar wawancara tentang usaha pelestarian kekayan 3
4
informasi dari hayati hewan dan tumbuhan. 6
1
seorang tokoh Mendeskripsikan gambar tentang usaha-usaha pelestarian 3
melalui lingkungan hidup 4
wawancara Menyusun daftar pertanyaan wawancara tentang bentuk-bentuk 6
menggunakan usaha pelestarian lingkungan alam
daftar pertanyaan Membuat laporan wawancara tentang usaha pelestarian kekayan
hayati hewan dan tumbuhan.
4.3 Melaporkan hasil Memprentasikan hasil mendeskripsikan gambar tentang usaha-
wawancara usaha pelestarian lingkungan hidup
menggunakan Membuat laporan wawancara tentang bentuk-bentuk usaha
kosakata baku dan pelestarian lingkungan alam
kalimat efektif Melakukan wAlokasi Waktuancara tentang perilaku-perilaku yang
dalam bentuk teks menunjukkan pelaksanaan hak dan kewajiban dalam kehidupan
tulis sehari-hari terhadap sumber daya alam.
Melakukan wAlokasi Waktuancara tentang bentuk-bentuk
konsersi yang ada di daerah tempat tinggalnya.
B. MATERI
1. Jenis-Jenis Teks
Setiap bacaan memiliki ciri-ciri tersendiri. Ciri-ciri bacaan tersebut mengelompokkan bacaan ke
dalam jenis-jenis teks. Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, jenis-jenis teks yang dikenal meliputi
teks narasi, deskripsi, eksposisi, eksplanasi, persuasi, dan argumentasi. Masing jenis-jenis teks
memiliki manfaat dan tujuan yang berbeda.
1) Teks Narasi
a. Pengertian
Teks narasi adalah bacaan berupa karangan yang menceritakan atau menjelaskan suatu
peristiwa secara detail berdasarkan urutan waktu. Dalam teks narasi, cerita atau
karangan yang dibuat bisa berupa kejadian yang benar terjadi atau bisa juga hanya
berupa imajinasi. Biasanya, teks narasi dibuat untuk menghibur pembacanya melalui
cerita, baik cerita fiksi atau nonfiksi.
Teks narasi yang berupa kejadian nyata dapat berupa runtutan suatu peristiwa atau
kejadian yang benar terjadi. Bisa kejadian yang dialami oleh pencerita atau bisa juga
kejadian yang diamati oleh pencerita. Sedangkan cerita yang berupa imajinasi bersifat
fiksi. Contoh teks narasi yang bersifat fiksi diantaranya adalah roman, novel, cerpen,
drama, dan biografi.
b. Ciri-Ciri Teks Narasi
Setiap jenis teks atau bacaan dapat diketahui jenisnya melalui bacaan atau teks yang
disusun. Begitu juga dengan jenis teks narasi. Untuk mengetahui sebuah bacaan
termasuk dalam jenis teks narasi atau bukan dapat dilihat dari ciri-ciri teks yang
diberikan. Berikut ini adalah ciri-ciri teks narasi.
Isi teks atau karangan berisi tentang cerita, kisah, atau peristiwa tertentu.
Dibentuk dari beberapa susunan paragrraf dengan gaya bahasa naratif.
Memiliki kronologi atau urutan cerita yang jelas.
Terdapat suatu peristiwa maupun konflik.
Memiliki unsur-unsur pembentuk (tema, latar, setting, karakter).
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 40
2) Teks Deskripsi
a. Pengertian
Teks deskripsi adalah teks atau bacaan yang disusun dengan cara menggambarkan
benda, objek, tempat, atau peristiwa secara jelas. Topik atau tema yang digambarkan
melalui teks deskripsi dilakukan dengan memanfaatkan panca indra yang dimiliki oleh
penulis. Melalui teks deskripsi, pembaca seperti dapat merasakan sendiri secara
langsung apa yang diberikan dalam teks.
Misalnya kalimat: Selimut yang baru saja saya beli memiliki permukaan yang sangat
halus. Kalimat tersebut memberikan bayangan kepada pembacanya bahwa selimut
tersebut jika disentuh (indra peraba) memiliki permukaan yang halus.
b. Ciri – Ciri Teks Deskripsi
Ciri umum yang dapat digunakan untuk mengetahui bahwa sebuah bacaan termasuk
dalam teks deskripsi adalah adanya fungsi pancaindra untuk membuat teks. Misalnya,
sebuah benda dideskripsikan memiliki ukuran besar dan berwarna hitam. Pancaindra
yang berperan untuk merangkai kalimat tersebut adalah indra penglihatan atau mata.
Contoh lain, sebuah objek dideskripsikan memiliki permukaan halus. Untuk merangkai
kalimat tersebut digunakan indra peraba atau kulit.
Selain ciri umum teks deskripsi yang telah disebutkan di atas, ada beberapa ciri lain
yang dapat digunakan untuk mengenali bacaan yang termasuk dalam teks deskripsi.
Berikut ini adalah ciri-ciri teks deskripsi yang dapat sobat idschool gunakan untuk
mengenali suatu bacaan yang termasuk dalam teks deskripsi.
Melibatkan pancaindra, seperti: mata (penglihatan), telinga (pendengaran), lidah
(pengecapan), hidung (penciuman), dan kulit (perabaan).
Secara umum menggambarkan suatu objek atau benda.
Memaparkan ciri-ciri fisik dan sifat suatu objek atau benda, seperti: ukuran, bentuk,
warna.
3) Teks Eksposisi
a. Pengertian
Teks eksposisi adalah teks atau bacaan yang menyajikan gagasan/pendapat penulis
melalui pendapat dan fakta yang disertai dengan alasan-alasan logis. Kejadian
sebenarnya disajikan dalam kalimat fakta. Sedangkan alasan-alasan logis disajikan
dalam kalimat opini/pendapat. Alasan-alasan logis dari gagasan opini penulis, dapat
digunakan untuk mengevaluasi, mengklarifikasi, atau membuktikan kebenaran dari
suatu permasalahan.
Berdasarkan definisi pengertian teks eksposisi yang telah diberikan di atas, teks
eksposisi disusun dari dua unsur utama. Kedua unsur utama penyusun teks eksposisi
tersebut adalah pendapat dan fakta.
Gagasan adalah pernyataan berupa ide atau pendapat yang menyatakan komentar
pribadi, penilaian, saran, dorongan, atau bujukan. Contoh kalimat yang merupakan
pendapat atau opini adalah Nilai tukar rupiah akann semakin naik jika pemerintah
tidak membatasi kegiatan impor barang.
Fakta adalah pernyataan yang memberikan keterangan tentang kejadian yang
sebenarnya terjadi. Dalam teks eksposisi, kalimat fakta digunakan untuk
memperkuat opini atau pendapat. Tujuannya agar pembaca percaya dengan pendapat
atau opini yang disampaikan. Contoh kalimat fakta adalah Presiden pertama
Indonesia adalah Soekarno.
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 41
b. Ciri-Ciri Teks Eksposisi
Bacaan atau teks eksposisi dapat dikenali melalui ciri-ciri teks eksposisi. Ciri – ciri yang
paling terlihat adalah bacaan yang terdiri dari dua jenis pernyataan, berupa pernyataan
fakta dan pendapat. Bacaan dibuat sesuai dengan objek, netral, dan memuat informasi
pengetahuan. Gaya bahasa yang digunakan adalah bentuk baku, sesuai dengan kaidah
penulisan Bahasa Indonesia yang benar.
Secara ringkas, ciri – ciri teks eksposisi dirangkum dalam ringkasan berikut.
Memuat fakta dan pendapat.
Bersifat informatif.
Memuat informasi pengetahuan.
Netral dan objektif.
Terdapat penilaian dan ada upaya membujuk
Disampaikan dalam bentuk baku.
4) Teks Eksplanasi
a. Pengertian
Teks eksplanasi sering digunakan untuk menuliskan bacaan yang bersifat ilmiah.
Contoh karya tulis yang disajikan dalam bentuk eksplanasi adalah bacaan yang
menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena alam atau fenomena sosial.
Ringkasnya, teks eksplanasi dapat diartikan sebagai teks yang berisi penjelasan-
penjelasan tentang proses mengapa dan bagaimana dari suatu topik yang berhubungan
dengan fenomena alam maupun sosial yang terjadi di kehidupan kita setiap harinya.
Contoh teks eksplanasi berupa fenomena alam misalnya adalah proses turunnya hujan,
terjadinya banjir, dan proses gunung meletus.
Contoh teks eksplanasi berupa fenomena sosial misalnya tidak meratanya kualitas
pendidikan di Indonesia, kurangnya kesadaran masyarakat akan bahaya membuang
sampah di sungai, dan dampak dari kenaikan nilai dolar.
Jenis teks eksplanasi sering digunakan untuk menuliskan bacaan yang bersifat ilmiah.
Sebuah bacaan yang menjelaskan proses terjaadinya suatu fenomena alam atau
fenomena sosial.
Secara umum, teks eksplanasi adalah teks yang berisi penjelasan-penjelasan tentang
proses mengapa dan bagaimana dari suatu topik yang berhubungan dengan fenomena
alam maupun sosial yang terjadi di kehidupan kita setiap harinya.
b. Ciri-Ciri Teks Eksplanasi
Jenis teks eksplanasi dapat dikenali dari ciri-ciri bacaan yang diberikan. Secara umum,
ada 5 (lima) cara yang dapat digunakan untuk mengenali jenis teks eksplanasi. Kelima
cara tersebut terdapat pada ciri-ciri teks eksplanasi. Berikut ini adalah ciri-ciri teks
eksplanasi untuk mengenali bacaan yang termasuk dalam jenis teks eksplanasi.
Memuat informasi berdasarkan fakta (faktual).
Berisi informasi yang bersifat keilmuan.
Menje;laskan proses terjadinya fenomena alam atau social.
Bersifat informatif, tida ada unsur memengaruhi pembaca terhadap hal yang dibahas.
Terdiri dari pernyataan umum, urutan sebab akibat, dan interpretasi.
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 42
5) Teks Persuasi
a. Pengertian
Teks persuasi merupakan bacaan yang terdiri atas kumpulan paragraf berisi bujukan
atau ajakan untuk pembacanya. Penulis membuat teks persuasi untuk meyakinkan
pembaca agar terpengaruh bacaan sehingga memiliki pemikiran yang sama.
Harapannya, pembaca akan mengikuti dan melakukan apa yang sudah dituliskan oleh
penulis didalam teks persuasi.
Dalam kalimat yang lebih ringkas, perngertian teks persuasi adalah bacaan atau teks yg
isinya berupa ajakan atau bujukan kepada pembacanya agar melakukan atau mengikuti
isi dalam teks persuasi yang telah dibuat.
Biasanya, isi tulisan pada teks persuasi bersifat subjektif. Isi bacaan dibuat dari sudut
pandang pribadi penulisnya. Untuk meyakinkan pembaca, bisanya di dalam bacaan
juga disertakan data-data pendukung lain. Hal ini dimaksudkan untuk lebih meyakinkan
pembaca akan kebenaran isi tulisan teks persuasi yang dibuat.
Dalam membuat teks persuasi, ada beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan.
Ketentuan tersebut meliputi pemilihan kata, kemampuan mengolah emosi, dan
data/bukti.
Pemilihan kata: kata-kata yang digunakan untuk menyusun paragraf dalam teks
persuasi haruslah menarik. Kalimat yang disusun dengan menarik akan lebih
meninggalkan kesan yang baik untuk pembacanya.
Kemampuan mengolah emosi: pemilihan kata yang menarik pada poin di atas dapat
digunakan . Rangkaian kata untuk menyusun teks persuasi sebaiknya dibuat dengan
baik sehingga emosi dapat tersampaikan kepada pembaca.
Sertakan data, bukti, dan fakta: Menambahkan bukti-bukti atau fakta untuk
memperkuat gagasan yang kalian tulis dalam teks persuasi.
b. Ciri-Ciri Teks Persuasi
Sebuah paragraf biasanya disusun berdasarkan tujuan pembuatan teks dan keinginan
penulis. Sehingga, pembaca akan mengenali jenis teks yang sedang dibaca melalui
bacaan yang sedang dibaca. Begitu juga dengan teks pesuasi. Terdapat ciri khusus yang
membedakan teks persuasi dengan jenis teks lainnya. Hal umum yang sering dikenali
dari teks persuasi adalah adanya kalimat bujukan, pengaruh, atau himbauan dalam
paragraf yang disusun.
Dalam paragraf persuai terdapat kata yang sering muncul di dalamnya. Contoh kata
yang sering digunakan untuk menyusun paragraf persuasi adalah ayo, mari, lakukanlah,
dan lain sebagainya. Kata tersebut mengindikasikan ajakan untuk mengikuti apa yang
tercantum dalam bacaan.
Selain beberapa ciri-ciri umum yang telah diulas sedikit pada dua paragraf di atas, ada
ciri-ciri lain yang dapat digunakan untuk mengenali jenis teks persuasi. Setidaknya ada
5 (ciri-ciri) teks persuasi yang dapat digunakan untuk menggolongkan sebuah bacaan
ke dalam teks persuasi. Berikut ini adalah ciri-ciri teks persuasi.
Adanya bujukan, pengaruh, atau himbauan kepada pembaca.
Pragraf disusun oleh kalimat yang menyertakan alasan yang kuat disertai data dan
fakta.
Isi paragraf digunakan untuk meyakinkan pembacanya atau mempercayai yang
ditulis oleh penulis.
Banyak menggunakan kata-kata ajakan, contoh; mari, ayo, lakukanlah, dsb.
Biasanya menghindari konflik, agar kepercayaan pembaca tidak hilang.
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 43
6) Teks Argumentasi
a. Pengertian
Teks argumentasi adalah bacaan yang bertujuan untuk meyakinkan atau membujuk
pembaca agar memiliki pemikiran yang sama dengan penulis. Penulisan teks
argumentasi dapat berupa ide, gagasan, pendapat dengan disertai analogi, contoh,
penjelasan argumen yang kuat sehingga membuat pembaca terpengaruh dengan isi
yang ada dalam bacaan.
Ide pokok paragraf argumentasi berupa pendapat atau gagasan penulis. Kemudian ide
pokok tersebut diperluas dengan menyertakan ulasan pendapat yang dilengkapi
dengan alasan logis.
Paragraf argumentasi atau teks argumentasi memiliki 3 struktur utama yang harus ada.
Ketiga struktur tersebut adalah pendahuluan, tubuh argumen, dan kesimpulan.
b. Ciri-Ciri Teks Argumentasi:
Memuat ide, gagasan, pandangan, atau pendapat penulis
Disertai alasan logis, data, dan fakta
Disampaikan secara analisis dan analogi
Berakhir dengan kesimpulan
2. Cara Menemukan Informasi Penting dalam Teks Bacaan.
1. Bacalah teks dengan seksama.
2. Pahamilah makna setiap kalimat yang ada pada teks.
3. Temukanlah kalimat utama atau gagasan pokok dalam setiap paragraf.
Gagasan pokok merupakan inti dalam sebuah paragraf, artinya gagasan pokok mengandung
informasi penting dalam sebuah paragraf tersebut. Gagasan pokok merupakan inti dalam
sebuah paragraf, artinya gagasan pokok mengandung informasi penting dalam sebuah
paragraf tersebut.
4. Tandailah kata atau kalimat yang mengandung kata kunci.
5. Kita dapat mengenali kata kunci berdasarkan judul teks dan objek pembahasan.
6. Buatlah beberapa pertanyaan yang mengandung unsur 5W+1H, kemudian cobalah jawab
pertanyaan tersebut agar mendapatkan informasi penting.
Apa (What); berkaitan dengan peristiwa apa yang sedang terjadi.
Dimana (Where); berkaitan dengan tempat peristiwa itu terjadi.
Kapan (When); berkaitan dengan waktu dari suatu kejadian atau peristiwa yang terjadi.
Siapa (Who); berkaitan dengan orang/pihak yang terlibat dalam peristiwa.
Mengapa (Why); berkaitan dengan alasan atau latar belakang peristiwa.
Bagaimana (How); berkaitan dengan proses terjadinya peristiwa tersebut
3. Wawancara
a. Pengertian
Wawancara merupakan percakapan antara dua orang atau lebih dan berlangsung antara
narasumber dan pewawancara.
Tujuan dari wawancara adalah untuk mendapatkan informasi yang tepat dari narasumber
yang terpercaya.
Wawancara dilakukan dengan cara penyampaian sejumlah pertanyaan dari pewawancara
kepada narasumber.
Sebagian orang melakukan wawancara dengan asal bertanya, sehingga hasil wawancaranya
pun tidak sesuai dengan topik yang ingin dibahas. Selain itu, banyak orang yang melakukan
kegiatan wawancara tanpa berlatih, sehingga keterampilan dan sikapnya terlihat kurang
baik.
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 44
b. Daftar Pertanyaan Untuk Wawancara
Pertanyaan yang diajukan harus berisi satu permasalahan agar narasumber menjadi
lebih fokus;
Pertanyaan yang diajukan tidak terlalu panjang;
Bentuk pertanyaan harus jelas dan mudah dipahami;
Pertanyaan yang diajukan tidak menyinggung perasaan yang diwawancarai;
Pertanyaan bukan mengarah pada SARA.
SARA (Suku Ras Agama dan Antar golongan)
SARA adalah berbagai pandangan dan tindakan yang didasarkan pada sentimen
identitas yang menyangkut keturunan, agama, kebangsaan atau kesukuan dan golongan.
Setiap tindakan yang melibatkan kekerasan, diskriminasi dan pelecehan yang
didasarkan pada identitas diri dan golongan dapat dikatakan sebagai tidakan SARA.
Tindakan ini mengebiri dan melecehkan kemerdekaan dan segala hak-hak dasar yang
melekat pada manusia.
Untuk menyusun daftar pertanyaan, digunakan rumus sakti, yakni 5W + 1H.
What adalah kata tanya apa.
Who adalah kata tanya siapa.
Why adalah kata tanya mengapa.
Where adalah kata tanya di mana.
When adalah kata tanya kapan.
How adalah kata tanya bagaimana
c. Etika Wawancara
Agar hasil wawancara maksimal, maka pewawancara perlu memperhatikan hal-hal penting
berikut, baik sebelum melakukan wawancara, ketika melakukan wawancara, maupun
setelah melakukan wawancara.
1. Etika sebelum wawancara
1) Buat janji dan minta kesediaan narasumber untuk diwawancarai.
2) Tunjukkan kesan yang baik, misalnya datang tepat waktu.
3) Berpakaian dengan sopan.
4) Berbicara dan bersikap sopan.
5) Menyiapkan daftar pertanyaan yang sesuai dengan pokok permasalahan.
6) Pertanyaan yang baik mengandung unsur ADIK SIMBA (Apa, Di mana, Kapan,
Siapa, Mengapa, dan Bagaimana).
7) Berlatih agar tidak selalu membaca pertanyaan yang telah disusun.
2. Etika Ketika Sedang Melakukan Wawancara
1) Perkenalkan diri sebelum wawancara.
2) Sampaikan tujuan wawancara.
3) Mulai wawancara dengan pertanyaan yang ringan.
4) Cairkan suasana dengan menanyakan tentang kegemaran tokoh.
5) Jika suasana sudah cair, baru hubungkan dengan persoalan yang menjadi topik
wawancara.
6) Sebutkan nama narasumber secara lengkap.
7) Bawa buku catatan, alat tulis, atau alat perekam saat melakukan wawancara.
8) Dengarkan pendapat dan informasi dari narasumber secara saksama.
9) Hindari menyela agar keterangan tidak terputus.
10) Hindari minta pengulangan jawaban dari narasumber.
11) Hindari pertanyaan yang berbelit-belit.
12) Hormati petunjuk narasumber.
13) Hindari pertanyaan yang menyinggung dan menyudutkan narasumber.
14) Mampu mengambil kesimpulan dan tidak semua jawaban dicatat.
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 45
3. Etika Setelah Melakukan Wawancara
1) Mohon diri.
2) Ucapkan terima kasih.
3) Sampaikan permohonan maaf jika selama wawancara ada hal yang kurang berkenan.
d. Format Laporan Hasil Wawancara
1. Latar Belakang
Menulis alasan melakukan wawancara.
Contoh :
Saya siswa kelas 4 mendapat tugas untuk melakukan wawancara tentang upaya-upaya
pelestarian lingkungan (hewan dan tumbuhan).
2. Maksud dan Tujuan
Menuliskan maksud dan tujuan dilakukan wawancara.
Contoh :
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan
memperdalam pemahaman saya tentang kegiatan yang dilakukan oleh warga masyarakat
sekitar dalam upayanya untuk kelestraian lingkungan.
3. Topik Wawancara
Menulis topik wawancara
Contoh : Melestarikan Hewan dan Tumbuhan Sekitar Kita
4. Waktu dan Tempat Kegiatan
Menulis waktu dan tempat wawancara.
Contoh :
Wawancara dilaksanakan pada :
Hari / tanggal : Kamis, 15 November 2017
Waktu : 10.30 – 11.00
Tempat : Lingkungan Sekolah
5. Laporan Hasil Wawancara
Menuliskan narasumber, pewawancara dan hasil wawancara.
Contoh :
Narasumber : Bapak ________________
Pewawancara : 1. _____________________
: 2. _____________________
6. Kesimpulan
Menuliskan kesimpulan hasil dari wawancara
7. Pertanyaan wawancara dengan narasumber
Tuliskan pertanyaan diajukan dan jawaban dari narasumbar
BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA KELAS_4 SMT II_ 46