The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by evieberlianti, 2023-06-30 00:51:15

MODUL AJAR STRUKTUR ATOM -FASE E-IPA KIMIA

STRUKTUR ATOM SIAP

KONSEP STRUKTUR ATOM pada BAHASAN NANOMATERIAL 1. INFORMASI UMUM A. IDENTITAS Nama Guru : EVIE BERLIANTI HERMINA, S.Pd Satuan Pendidikan : SMAN 1 Sepang Tahun Ajaran : 2023/2024 Fase : E Kelas : X Alokasi Waktu : 2 x 45 menit Pertemuan : 7 B. KOMPETENSI AWAL Peserta didik sudah mampu menganalisis kecenderungan jari-jari atom sebagai sifat keperiodikan unsur yang sudah di sampaikan pada pertemuan sebelumnya. C. PPP ➢ Kreatif ➢ Bergotong-royong ➢ Mandiri ➢ Bernalar kritis D. SARANA DAN PRASARANA ➢ HP / Komputer / Laptop ➢ Jaringan internet, Buku Paket Peserta Didik, Alat Tulis dan Bahan Ajar E. TARGET PESERTA DIDIK Peserta didik yang menjadi target yaitu : ➢ Peserta didik regular / tipikal : umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar. ➢ Peserta didik dengan kesulitan belajar : memiliki gaya belajar terbatas hanya satu gaya. ➢ Peserta didik dengan pencapaian tinggi : mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir tingkat tinggi (HOTS), dan memilki kemampuan memimpin.


F. MODEL PEMBELAJARAN Pembelajaran tatap muka dengan model discovery learning 2. KOMPONEN INTI A. TUJUAN PEMBELAJARAN Peserta didik mampu menghubungkan konsep struktur atom pada bahasan nanomaterial. B. ASESMEN Pengetahuan: Tes Keterampilan: Presentasi, Unjuk Kerja Sikap (Profil Pelajar Pancasila): Observasi, Penilaian Diri, Penilaian Sebaya Terlampir C. PEMAHAMAN BERMAKNA Informasi tentang manfaat yang akan peserta didik peroleh setelah mengikuti proses pembelajaran. Manfaat tersebut nantinya dapat peserta didik terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik dapat menghubungkan konsep struktur atom pada bahasan nanomaterial. D. PERTANYAAN PEMANTIK Bagaimana hubungan konsep struktur atom pada bahasan nanomaterial? E. KEGIATAN PEMBELAJARAN Aktivitas Guru Aktivitas Peserta Didik Pembukaan (10 menit) Menyapa peserta didik dan menanyakan kabar lalu dibuka dengan doa dan mengecek kehadiran siswa. Peserta didik berdoa dipimpin oleh ketua kelas. Guru menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan Peserta didik merespon guru Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan langkah pembelajaran Peserta didik merespon guru Kegiatan Inti (70 menit)


Guru mengajak peserta didik melakukan aktivitas 5.4 yang terdapat pada buku paket halaman 119 sesuai kelompoknya dan mengkomunikasikan hasilnya dalam diskusi kelas Peserta didik melakukan aktivitas 5.4 yang terdapat pada buku paket halaman 119 dan menyampaikan hasilnya dalam diskusi kelas, Penutup (10 menit) Guru dan peserta didik kelompok A, B, dan C memberikan kesimpulan tentang materi hari ini Peserta didik kelompok A, B, dan C bersama guru menyimpulkan materi hari ini Guru memberikan asesmen formatif proses pembelajaran akhir yaitu formatif akhir secara lisan (classpoint.com) atau menggunakan kertas. Formatif akhir ini dianalisis datanya sebagai bahan refleksi perbaikan proses pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Peserta didik kelompok A, B, dan C memberi tanggapan terhadap formatif akhir hari ini secara lisan (classpoint.com) atau menggunakan kertas. Guru menyampaikan materi pembelajaran pada pertemuan berikutnya pengertian dan pentingnya nanoteknologi. Peserta didik kelompok A, B, dan c merespon guru Mengajak peserta didik berdoa dan mengucapkan salam Peserta didik berdoa dipimpin oleh ketua kelas, menjawab salam dan mengucapkan terima kasih kepada guru. F. REFLEKSI PESERTA DIDIK DAN PENDIDIK Melalui asesmen formatif awal, formatif akhir Guru memberikan asesmen formatif dan sumatif bisa berupa lisan atau tertulis (disampaikan di classpoint.com) atau berupa lembar kertas. 3. LAMPIRAN A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK Terlampir


B. PENGAYAAN DAN REMEDIAL Soal Pengayaan untuk peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran. Terlampir Soal Remedial untuk peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran. Terlampir C. HAND OUT MATERI AJAR STRUKTUR ATOM-KEUNGGULAN NANOMATERIAL Terlampir D. GLOSARIUM Etsa : Proses dengan menggunakan asam kuat untuk mengikis bagian permukaan logam yang tak terlindungi untuk menciptakan desain pada logam. Kristalografi : Sains eksperimental yang bertujuan menentukan susunan atom dalam zat padat. Litografi : Sebuah metode untuk percetakan di atas permukaan licin. Metode bottom-up : Proses sintesis nanopartikel secara kimia dengan melibatkan reaksi kimia dari sejumlah material awal sehingga dihasilkan material lain yang berukuran nanometer. Metode top-down : Sintesis nanomaterial secara fisika. Nanomaterial : Aplikasi nanoteknologi yang dipengaruhi oleh ukuran partikel yaitu atom maupun molekul penyusunnya. Substrat : Spesies kimia yang diamati dalam suatu reaksi kimia, yang secara alami adalah organik dan bereaksi dengan pereaksi menghasilkan suatu produk. E. DAFTAR PUSTAKA Puspaningsih, R. Ayuk. Tjahjadarmawan, Elizabeth. Krisdianti, R. Niken. (2021). Ilmu Pengetahuan Alam SMA Kelas X. Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.


Tim Penyusun. Buku Kimia Kelas X. Jawa Tengah: PT. Intan Pariwara Sepang Simin, Juli 2023 Mengetahui. Kepala SMAN 1 Sepang Guru Mata Pelajaran, SUYONO, S.Pd., M.Pd EVIE BERLIANTI HERMINA, S.Pd NIP. 19720612 199801 1 001 NIP. 19830531 201001 2 013


LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK KONSEP STRUKTUR ATOM pada BAHASAN NANOMATERIAL FASE E-KELAS X SMAN 1 SEPANG KABUPATEN GUNUNG MAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH TAHUN AJARAN 2023/2024


TUJUAN PEMBELAJARAN Peserta didik mampu menghubungkan konsep struktur atom pada bahasan nanomaterial. Tulis nama, kelas, dan no absen pada kolom yang telah disediakan Bacalah LKPD dengan cermat Kerjakan semua soal dengan instruksi yang diberikan, dan tanyakan pada guru apabila ada yang kurang jelas 1. 2. 3. PETUNJUK PENGGUNAAN


NAMA : ............................................................................................................................. NO ABSEN : ...................................................................................................................... KELAS : ............................................................................................................................. AAKKTTIIVVIITTAASS


ASESMEN FORMATIF AKHIR Nama : .............................................................................. Bagaimana perasaan kalian pada proses pembelajaran hari ini Kelas : .............................................................................. No. Absen : ...................................................................... Hari, Tanggal : .................................................................. Apakah kalian merasa nyaman untuk belajar Bagian materi mana yang sudah kalian pahami Bagian materi mana yang paling diingat Bagian materi mana yang belum kalian pahami Bagian materi mana yang paling sulit Berikan masukan hal-hal apa saja yang membuat kalian lebih paham dan nyaman dalam belajar


PENGERTIAN dan PENTINGNYA NANOTEKNOLOGI 1. INFORMASI UMUM A. IDENTITAS Nama Guru : EVIE BERLIANTI HERMINA, S.Pd Satuan Pendidikan : SMAN 1 Sepang Tahun Ajaran : 2023/2024 Fase : E Kelas : X Alokasi Waktu : 2 x 45 menit Pertemuan : 8 B. KOMPETENSI AWAL Peserta didik sudah mampu menghubungkan konsep struktur atom pada bahasan nanomaterial yang sudah di sampaikan pada pertemuan sebelumnya. C. PPP ➢ Kreatif ➢ Bergotong-royong ➢ Mandiri ➢ Bernalar kritis D. SARANA DAN PRASARANA ➢ HP / Komputer / Laptop ➢ Jaringan internet, Buku Paket Peserta Didik, Alat Tulis dan Bahan Ajar E. TARGET PESERTA DIDIK Peserta didik yang menjadi target yaitu : ➢ Peserta didik regular / tipikal : umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar. ➢ Peserta didik dengan kesulitan belajar : memiliki gaya belajar terbatas hanya satu gaya. ➢ Peserta didik dengan pencapaian tinggi : mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir tingkat tinggi (HOTS), dan memilki kemampuan memimpin.


F. MODEL PEMBELAJARAN Pembelajaran tatap muka dengan model discovery learning 2. KOMPONEN INTI A. TUJUAN PEMBELAJARAN Peserta didik mampu mendeskripsikan pengertian dan pentingnya nanoteknologi. B. ASESMEN Pengetahuan: Tes Keterampilan: Presentasi, Unjuk Kerja Sikap (Profil Pelajar Pancasila): Observasi, Penilaian Diri, Penilaian Sebaya Terlampir C. PEMAHAMAN BERMAKNA Informasi tentang manfaat yang akan peserta didik peroleh setelah mengikuti proses pembelajaran. Manfaat tersebut nantinya dapat peserta didik terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik dapat mendeskripsikan pengertian dan pentingnya nanoteknologi. PERTANYAAN PEMANTIK Bagaimana hubungan konsep struktur atom pada bahasan nanomaterial? D. KEGIATAN PEMBELAJARAN Aktivitas Guru Aktivitas Peserta Didik Pembukaan (10 menit) Menyapa peserta didik dan menanyakan kabar lalu dibuka dengan doa dan mengecek kehadiran siswa. Peserta didik berdoa dipimpin oleh ketua kelas. Guru menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan Peserta didik merespon guru Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan langkah pembelajaran Peserta didik merespon guru Kegiatan Inti (70 menit)


Guru mengajak peserta didik melakukan aktivitas 5.1 yang terdapat pada buku paket halaman 108 sesuai kelompoknya dan mengkomunikasikan hasilnya dalam diskusi kelas Peserta didik melakukan aktivitas 5.14 yang terdapat pada buku paket halaman 108 dan menyampaikan hasilnya dalam diskusi kelas, Penutup (10 menit) Guru dan peserta didik kelompok A, B, dan C memberikan kesimpulan tentang materi hari ini Peserta didik kelompok A, B, dan C bersama guru menyimpulkan materi hari ini Guru memberikan asesmen formatif proses pembelajaran akhir yaitu formatif akhir secara lisan (classpoint.com) atau menggunakan kertas. Formatif akhir ini dianalisis datanya sebagai bahan refleksi perbaikan proses pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Peserta didik kelompok A, B, dan C memberi tanggapan terhadap formatif akhir hari ini secara lisan (classpoint.com) atau menggunakan kertas. Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya melalukan kerja proyek Peserta didik kelompok A, B, dan c merespon guru Mengajak peserta didik berdoa dan mengucapkan salam Peserta didik berdoa dipimpin oleh ketua kelas, menjawab salam dan mengucapkan terima kasih kepada guru. E. REFLEKSI PESERTA DIDIK DAN PENDIDIK Melalui asesmen formatif awal, formatif akhir Guru memberikan asesmen formatif dan sumatif bisa berupa lisan atau tertulis (disampaikan di classpoint.com) atau berupa lembar kertas. 3. LAMPIRAN A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK Terlampir


B. PENGAYAAN DAN REMEDIAL Soal Pengayaan untuk peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran. Terlampir Soal Remedial untuk peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran. Terlampir C. HAND OUT MATERI AJAR STRUKTUR ATOM-KEUNGGULAN NANOMATERIAL Terlampir D. GLOSARIUM Bauksit : Mineral yang tersusun dari oksida aluminium yang ditemui dalam tiga bentuk mineral yaitu buhmit, diaspor, dan mineral gibsit. Geologi : Salah satu cabang ilmu kebumian yang mempelajari tentang Bumi dan segala isi di dalamnya. Mineral : Padatan senyawa kimia homogen, non-organik, yang memiliki bentuk teratur dan terbentuk secara alami. Nanoteknologi : Bidang sains terapan terutama pada bidang kimia dan fisika yang menekankan pada struktur, sintesis kimia, karakterisasi, dan penggunaan bahan-bahan dan perantiperanti pada skala (molekuler) nanometer, atau sepermilyar meter. E. DAFTAR PUSTAKA Puspaningsih, R. Ayuk. Tjahjadarmawan, Elizabeth. Krisdianti, R. Niken. (2021). Ilmu Pengetahuan Alam SMA Kelas X. Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Tim Penyusun. Buku Kimia Kelas X. Jawa Tengah: PT. Intan Pariwara Sepang Simin, Juli 2023 Mengetahui. Kepala SMAN 1 Sepang Guru Mata Pelajaran,


SUYONO, S.Pd., M.Pd EVIE BERLIANTI HERMINA, S.Pd NIP. 19720612 199801 1 001 NIP. 19830531 201001 2 013


LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK PENGERTIAN DAN PENTINGNYA NANOTEKNOLOGI FASE E-KELAS X SMAN 1 SEPANG KABUPATEN GUNUNG MAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH TAHUN AJARAN 2023/2024


TUJUAN PEMBELAJARAN Peserta didik mampu mendeskripsikan pengertian dan pentingnya nanoteknologi. Tulis nama, kelas, dan no absen pada kolom yang telah disediakan Bacalah LKPD dengan cermat Kerjakan semua soal dengan instruksi yang diberikan, dan tanyakan pada guru apabila ada yang kurang jelas 1. 2. 3. PETUNJUK PENGGUNAAN


NAMA : ............................................................................................................................. NO ABSEN : ...................................................................................................................... KELAS : ............................................................................................................................. AAKKTTIIVVIITTAASS


ASESMEN FORMATIF AKHIR Nama : .............................................................................. Bagaimana perasaan kalian pada proses pembelajaran hari ini Kelas : .............................................................................. No. Absen : ...................................................................... Hari, Tanggal : .................................................................. Apakah kalian merasa nyaman untuk belajar Bagian materi mana yang sudah kalian pahami Bagian materi mana yang paling diingat Bagian materi mana yang belum kalian pahami Bagian materi mana yang paling sulit Berikan masukan hal-hal apa saja yang membuat kalian lebih paham dan nyaman dalam belajar


PROYEK STRUKTUR ATOM-KEUNGGULAN NANOTEKNOLOGI 1. INFORMASI UMUM A. IDENTITAS Nama Guru : EVIE BERLIANTI HERMINA, S.Pd Satuan Pendidikan : SMAN 1 Sepang Tahun Ajaran : 2023/2024 Fase : E Kelas : X Alokasi Waktu : 2 x 45 menit Pertemuan : 9 B. KOMPETENSI AWAL Peserta didik mampu mendeskripsikan struktur atom, menganalisis konfigurasi elektron menurut teori model atom Bohr, menganalisis kecenderungan jari-jari atom sebagai sifat keperiodikan unsur, menghubungkan konsep struktur atom pada bahasan nanomaterial, mendeskripsikan pengertian dan pentingnya nanoteknologi. C. PPP ➢ Mandiri ➢ Kreatif ➢ Gotong royong ➢ Bernalar kritis D. SARANA DAN PRASARANA ➢ HP / Komputer / Laptop ➢ Jaringan internet, Buku Paket Peserta Didik, Alat Tulis dan Bahan Ajar E. TARGET PESERTA DIDIK Peserta didik yang menjadi target yaitu : ➢ Peserta didik regular / tipikal : umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar. ➢ Peserta didik dengan kesulitan belajar : memiliki gaya belajar terbatas hanya satu gaya.


➢ Peserta didik dengan pencapaian tinggi : mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir tingkat tinggi (HOTS), dan memilki kemampuan memimpin. F. MODEL PEMBELAJARAN Pembelajaran tatap muka dengan model Proyek 2. KOMPONEN INTI A. TUJUAN PEMBELAJARAN Peserta didik mampu membuat media tentang struktur atom-keunggulan nanoteknologi. B. ASESMEN Pengetahuan: - Keterampilan: Presentasi, Unjuk Kerja Sikap (Profil Pelajar Pancasila): Observasi, Penilaian Diri, Penilaian Sebaya Terlampir C. PEMAHAMAN BERMAKNA Informasi tentang manfaat yang akan peserta didik peroleh setelah mengikuti proses pembelajaran. Manfaat tersebut nantinya dapat peserta didik terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik dapat membuat media tentang struktur atom-keunggulan nanoteknologi. D. PERTANYAAN PEMANTIK Bagaimana cara membuat media tentang struktur ato-keunggulan nanoteknologi? E. KEGIATAN PEMBELAJARAN Aktivitas Guru Aktivitas Peserta Didik Pembukaan (10 menit) Menyapa peserta didik dan menanyakan kabar lalu dibuka dengan doa dan mengecek kehadiran siswa. Peserta didik berdoa dipimpin oleh ketua kelas. Guru menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan Peserta didik merespon guru


Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan langkah pembelajaran Peserta didik merespon guru Kegiatan Inti (70 menit) Guru mengajak peserta didik melakukan aktivitas Proyek yang terdapat pada buku paket halaman 121 sesuai kelompoknya dan mengkomunikasikan hasilnya dalam diskusi kelas Peserta didik melakukan aktivitas Proyek yang terdapat pada buku paket halaman 121 dan menyampaikan hasilnya dalam diskusi kelas, Penutup (10 menit) Guru menyampaikan materi pembelajaran pada pertemuan berikutnya yaitu Kimia Hijau Peserta didik kelompok A, B, dan c merespon guru Mengajak peserta didik berdoa dan mengucapkan salam Peserta didik berdoa dipimpin oleh ketua kelas, menjawab salam dan mengucapkan terima kasih kepada guru. F. REFLEKSI PESERTA DIDIK DAN PENDIDIK Melalui asesmen formatif awal, formatif akhir Guru memberikan asesmen formatif dan sumatif bisa berupa lisan atau tertulis (disampaikan di classpoint.com) atau berupa lembar kertas. 3. LAMPIRAN A. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK Terlampir B. PENGAYAAN DAN REMEDIAL Soal Pengayaan untuk peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran. Terlampir Soal Remedial untuk peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran. Terlampir


C. HAND OUT MATERI AJAR STRUKTUR ATOM-KEUNGGULAN NANOMATERIAL Terlampir D. GLOSARIUM - E. DAFTAR PUSTAKA Puspaningsih, R. Ayuk. Tjahjadarmawan, Elizabeth. Krisdianti, R. Niken. (2021). Ilmu Pengetahuan Alam SMA Kelas X. Jakarta : Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Tim Penyusun. Buku Kimia Kelas X. Jawa Tengah: PT. Intan Pariwara Sepang Simin, Juli 2023 Mengetahui. Kepala SMAN 1 Sepang Guru Mata Pelajaran, SUYONO, S.Pd., M.Pd EVIE BERLIANTI HERMINA, S.Pd NIP. 19720612 199801 1 001 NIP. 19830531 201001 2 013


LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK PROYEK STRUKTUR ATOM-KEUNGGULAN NANOTEKNOLOGI FASE E-KELAS X SMAN 1 SEPANG KABUPATEN GUNUNG MAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH TAHUN AJARAN 2023/2024


TUJUAN PEMBELAJARAN Peserta didik mampu membuat media tentang struktur atom-keunggulan nanoteknologi. Tulis nama, kelas, dan no absen pada kolom yang telah disediakan Bacalah LKPD dengan cermat Kerjakan semua soal dengan instruksi yang diberikan, dan tanyakan pada guru apabila ada yang kurang jelas 1. 2. 3. PETUNJUK PENGGUNAAN


NAMA : ............................................................................................................................. NO ABSEN : ...................................................................................................................... KELAS : ............................................................................................................................. AAKKTTIIVVIITTAASS


ASESMEN FORMATIF AKHIR Nama : .............................................................................. Bagaimana perasaan kalian pada proses pembelajaran hari ini Kelas : .............................................................................. No. Absen : ...................................................................... Hari, Tanggal : .................................................................. Apakah kalian merasa nyaman untuk belajar Bagian materi mana yang sudah kalian pahami Bagian materi mana yang paling diingat Bagian materi mana yang belum kalian pahami Bagian materi mana yang paling sulit Berikan masukan hal-hal apa saja yang membuat kalian lebih paham dan nyaman dalam belajar


A. ASESMEN 1. PENGETAHUAN AKTIVITAS 5.2 Skor total = 50 (Lambang unsur = 3, jumlah neutron = 3) Konversi Nilai Penguasaan : 90 - 100 = Baik Sekali 80 - 89 = Baik 70 - 79 = Cukup < 70 = Kurang AYO BERLATIH Skor total = 16 Konversi Nilai Penguasaan : 90 - 100 = Baik Sekali 80 - 89 = Baik 70 - 79 = Cukup < 70 = Kurang Nilai = ℎ x 100 Nilai = ℎ x 100


AKTIVITAS 5.3 Kecenderungan jari-jari atom dalam satu periode dari kiri ke kanan adalah makin mengecil sebab meskipun jumlah kulit sama namun bertambahnya nomor atom adalah bertambahnya massa atom (proton) yang bermuatan positif. Dengan demikian terjadi gaya tarik-menarik yang lebih kuat antara inti atom yang bermuatan positif terhadap elektron valensi yang bermuatan negatif sehingga jari-jari atom memendek. Unsur dengan jari-jari atom terpendek adalah unsur He. Kecenderungan jari-jari atom dalam satu golongan dari atas ke bawah adalah makin membesar sebab bertambahnya jumlah kulit atom menambah panjang jarak dari inti atom ke elektron valensi. Gaya tarikmenarik antara inti atom dan elektron valensi pun melemah dengan semakin bertambahnya kulit atom. Hal ini akan membuat elektron valensi mudah lepas. Unsur dengan jari-jari atom terpanjang adalah unsur Fr. Skor total = 20 Konversi Nilai Penguasaan : 90 - 100 = Baik Sekali 80 - 89 = Baik 70 - 79 = Cukup < 70 = Kurang AKTIVITAS 5.4 Potongan kertas yang makin kecil menunjukkan sisi aktif dari material yang siap bereaksi dengan material lain sehingga menambah efektifitas reaksi kimia. Skor total = 20 Konversi Nilai Penguasaan : 90 - 100 = Baik Sekali 80 - 89 = Baik 70 - 79 = Cukup < 70 = Kurang AKTIVITAS 5.1 Kegiatan ini merupakan proses inkuiri peserat didik sehingga jawaban peserta didik ditampung tanpa menyalahkan sehingga kreativitas peserta didik muncul kemudia guru memberikan arahan terhadap jawaban yang benar PROYEK Peserta didik diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi tugas proyeknya baik secara individu maupun kelompok kemudian guru memberikan feedback positif. Nilai = ℎ x 100 Nilai = ℎ x 100


2. KETERAMPILAN RUBRIK PENILAIAN UNJUK KERJA ASPEK INDIKATOR NILAI Kesesuaian respon dengan pertanyaan Penggunaan tata bahasa baik dan benar 100 Jawaban yang relevan dengan pertanyaan 100 Menjawab sesuai dengan materi 100 Mengaitkan jawaban dengan kehidupan seharihari 100 TOTAL 400 Aktivitas diskusi Keterlibatan anggota kelompok 100 Aktif bertanya dan menanggapi 100 Mencatat hasil diskusi dengan sistematis 100 Memperhatikan dengan seksama saat berdiskusi 100 TOTAL 400 Kemampuan Presentasi Dipresentasikan dengan percaya diri 100 Dapat mengemukakan ide dan berargumen dengan baik 100 Manajemen waktu presentasi dengan baik 100 Seluruh anggota kelompok berpartisipasi presentasi 100 TOTAL 400 Kerjasama dalam kelompok Bersedia membantu orang lain dalam satu kelompok 100 Kesediaan melakukan tugas sesuai dengan kesepakatan 100 Terlibat aktif dalam bekerja kelompok 100 TOTAL 300 SKOR TOTAL 1500


CATATAN : Kode nilai / predikat : 75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB) 50,01 – 75,00 = Baik (B) 25,01 – 50,00 = Cukup (C) 00,00 – 25,00 = Kurang (K) 3. SIKAP(PROFIL PELAJAR PANCASILA) LEMBAR OBSERVASI No Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian Instrumen 1 Kreatif Pengamatan Proses dan Tugas Lembar Observasi 2 Bergotong royong Pengamatan Proses dan Tugas Lembar Observasi 3 Kritis Pengamatan Proses Lembar Observasi 4 Mandiri Pengamatan Tugas Lembar Observasi No Nama Peserta Didik Aspek sikap yang di nilai Jumlah Skor Skor Sikap Kode Nilai Kreatif Bergotong royong Kritis Mandiri 1 NEHEMIA 2 YEREMIA RUBRIK PENILAIAN SIKAP ASPEK INDIKATOR NILAI Kreatif Peserta didik memiliki rasa ingin tahu 25 Peserta didik tertarik dalam mengerjalan tugas 25 Peserta didik berani dalam mengambil resiko 25 Peserta didik tidak mudah putus asa 25 Total 100 Bergotong royong Peserta didik terlibat aktif dalam bekerja kelompok 25 Peserta didik bersedia melaksanakan tugas sesuai kesepakatan 25 Peserta didik bersedia membantu temannya dalam satu kelompok yang mengalami kesulitan 25 Peserta didik menghargai hasil kerja anggota kelompok 25 Total 100 Kritis Peserta didik mampu memecahkan masalah 25 Nilai = ℎ x 100


Peserta didik tidak lari atau menghindari masalah 25 Peserta didik mampu mengambil keputusan 25 Peserta didik bertanggung jawab 25 Total 100 Mandiri Peserta didik mampu merumuskan pokok-pokok permasalahan 25 Peserta didik mampu mengungkap fakta yang dibutuhkan dalam menyelesaikan suatu masalah 25 Peserta didik mampu memilih argumen logis, relevan, dan akurat 25 Peserta didik dapat mempertimbangkan kredibilitas (kepercayaan) sumber informasi yang diperoleh. 25 Total 100 Skor Total 400 CATATAN : Kode nilai / predikat : 75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB) 50,01 – 75,00 = Baik (B) 25,01 – 50,00 = Cukup (C) 00,00 – 25,00 = Kurang (K) LEMBAR PENILAIAN DIRI Penilaian tetap bersifat objektif, maka guru hendaknya menjelaskan terlebih dahulu tujuan dari penilaian diri ini, menentukan kompetensi yang akan dinilai, kemudian menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan, dan merumuskan format penilaiannya Jadi, singkatnya format penilaiannya disiapkan oleh guru terlebih dahulu. No Pernyataan Ya Tidak Jumlah Skor Skor Sikap Kode Nilai 1 Selama diskusi, saya ikut serta mengusulkan ide / gagasan 100 2 250 83,33 SB Ketika kami berdiskusi, setiap anggota mendapatkan kesempatan untuk berbicara 100 3 Saya ikut serta dalam membuat kesimpulan hasil diskusi kelompok. 50 Nilai = ℎ x 100


CATATAN : 1. Skor penilaian Ya = 100 dan Tidak = 50 2. Skor maksimal = jumlah pernyataan dikalikan jumlah kriteria = 3 x 100 = 300 3. Skor sikap = (jumlah skor dibagi skor maksimal dikali 100) = (250 : 300) x 100 = 83,33 4. Kode nilai / predikat : 75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB) 50,01 – 75,00 = Baik (B) 25,01 – 50,00 = Cukup (C) 00,00 – 25,00 = Kurang (K) LEMBAR PENILAIAN TEMAN SEBAYA Penilaian ini dilakukan dengan meminta peserta didik untuk menilai temannya sendiri. Sama halnya dengan penilaian hendaknya guru telah menjelaskan maksud dan tujuan penilaian, membuat kriteria penilaian, dan juga menentukan format penilaiannya. Nama teman yang diamati : ........................................................................... Pengamat : ........................................................................... No Pernyataan Ya Tidak Jumlah Skor Skor Sikap Kode Nilai 1 Mau menerima pendapat teman. 100 350 87,5 SB 2 Memberikan solusi terhadap permasalahan. 100 3 Memaksakan pendapat sendiri kepada anggota kelompok. 50 4 Marah saat diberi kritik. 100


CATATAN : 1. Skor penilaian Ya = 100 dan Tidak = 50 untuk pernyataan yang positif, sedangkan untuk pernyataan yang negatif, Ya = 50 dan Tidak = 100 2. Skor maksimal = jumlah pernyataan dikalikan jumlah kriteria = (3 x 100) + (1 x 50) = 350 3. Skor sikap = (jumlah skor dibagi skor maksimal dikali 100) = (350 : 400) x 100 = 87,5 4. Kode nilai / predikat : 75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB) 50,01 – 75,00 = Baik (B) 25,01 – 50,00 = Cukup (C) 00,00 – 25,00 = Kurang (K) B. PENGAYAAN Peserta didik dilatih untuk berliterasi dengan bebas memilih salah satu bidang pemanfaatan nanomaterial lalu mencari berbagai sumber informasi terkait bidang itu. Analisis hasil informasi ditulis dengan kalimatnya sendiri. Guru memberikan feedback positif dan dorongan untuk terus membiasakan diri berliterasi. C. REMEDIAL Remedial dapat dilakukan dengan pemberian tugas atau pembelajaran ulang yang diakhiri dengan tes. Tes remedial yang disusun disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang belum tuntas pada masing-masing peserta didik.


1 EVIE BERLIANTI HERMINA, S.Pd Selasa, 27 Juni 2023 HAND OUT MATERI AJAR STRUKTUR ATOM-KEUNGGULAN NANOMATERIAL Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan potensi kandungan logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth yang berasal dari lumpur Lapindo Sidoarjo, Jawa Timur. Hal ini dikemukakan oleh Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Rabu 20 Januari 2021. Logam tanah jarang merupakan salah satu mineral yang jadi perhatian dunia karena dibutuhkan dalam pengembangan kendaraan listrik. Selain itu logam tanah jarang merupakan komoditas mineral berkualitas tinggi yang menjadi bahan baku dalam industri pertahanan sebagai bahan pembuatan peralatan militer, mesin jet, satelit, dan laser. Merujuk yang disampaikan oleh Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM, ada tiga sumber potensi LTJ yang telah diidentifikasi. Pertama, dari pertambangan timah yang menghasilkan campuran unsur La, Ce, Nd, dan lainnya. Kedua, dari tambang bauksit yang menghasilkan itrium (Y). Ketiga, dari nikel yang masih dalam kajian memiliki potensi skandium (Sc). Jenis yang pertama paling memungkinkan untuk dikembangkan dan sudah banyak studi yang tersedia sementara yang kedua dan ketiga relatif baru dan kemungkinan keekonomisannya masih merupakan tantangan. (Sumber : https://money.kompas.com/read/2020/07/20/060700826/seperti-apakeberadaan-logam-tanah-jarang-diindonesia-ini-kata-esdm?page=all ) Artikel tersebut tentu menimbulkan rasa ingin tahu Kalian sekaligus rasa bangga sebagai bangsa yang kaya sumberdaya mineralnya bukan ? Salah satu mineral tersebut adalah logam tanah jarang atau LTJ. Apakah yang dimaksud dengan LTJ? Di manakah posisi LTJ pada tabel sistem periodik unsur ? Apa hubungannya dengan


2 EVIE BERLIANTI HERMINA, S.Pd Selasa, 27 Juni 2023 nanomaterial ? Apa hubungannya dengan struktur atom ? Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan terjawab setelah mempelajari materi-materi pada bab ini. 1. PARTIKEL DASAR ATOM A. PENEMUAN ELEKTRON Penemuan elektron bermula dengan ditemukannya tabung sinar katode oleh Karl Ferdinan Braun. Tabung sinar katode berupa tabung hampa dari kaca yang dialiri arus listrik searah dari kutub positif dan dari kutub negatif. Bila tabung tersebut dialiri arus listrik yang cukup kuat, akan terjadi aliran radiasi yang tidak tampak dari kutub negatif menuju kutub positif. Sinar ini yang disebut sinar katode. Sifat-sifat sinar katode dapat diketahui setelah penyempurnaan tabung sinar katode yang dilakukan Sir William Crookes pada tahun 1879. Sifat-sifat sinar katode tersebut adalah sebagai berikut : Merambat dalam garis lurus dari kutub negatif (katode) menuju ke kutub positif (anode) Dibelokan oleh medan magnet dan medan listrik menuju ke kutub positif Sifat sinar katode tiidak dipengaruhi oleh jenis kawat elektrode yang dipakai, jenis gas dalam tabung , dan bahan yang digunakan untuk menghasilkan arus listrik. Pada tahun 1897 Joseph John Thomson melakukan suatu percobaan dengan mengamati dua pelat elektrode dalam tabung vakum (gas pada tekanan normal bukanlah penghantar panas). Ketika dua alat elektrode dihubungkan dengan sumber tegangan tinggi, dari elektrode negatif (katode) dijalankan sinar menuju ke elektrode positif (anode). Sinar katode yang dibelokkan oleh muatan listrik ke arah kutub positif adalah partikel yang bermuatan positif adalah partikel yang bermuatan listrik negatif. Pada penelitiannya, Thomson mendapati bahwa sinar katode sebenarnya adalah materi yang ukurannya sangat kecil karena dapat memutar balingbaling yang dipasang diantara anode dan katode. Dari penelitiannya tersebut, J. J. Thomson dapat menentukan muatan elektron, yaitu sebesar 1,76 x 108 Coulomb/gram.


3 EVIE BERLIANTI HERMINA, S.Pd Selasa, 27 Juni 2023 Gambar 1. Eksperimen J. J. Thomson Pada tahun 1911, Robert Andrew Millikan, melakukan percobaan tetes minyak. Dari percobaannya, Millikan berhasil menemukan muatan setiap tetes minyak. Muatan-muatan tersebut merupakan kelipatan dari bilangan yang sangat kecil, yaitu 1,6022 x 10-19 Coulomb (bermuatan negatif). Percobaan tetes minyak dilakukan sebagai berikut : 1) Dengan menggunakan alat penyemprot, minyak disemprotkan sehingga membentuk tetesan-tetesan kecil. Sebagian tetes minyak akan melewati lubang pada pelat atas dan jatuh karena tarikan gravitasi 2) Dengan menggunakan teropong, diameter tetes minyak dapat ditentukan, sehingga massa tetes minyak dapat diketahui. 3) Radiasi sinar X akan mengionkan gas di dalam silinder. Ionisasi akan menghasilkan elektron. Elektron tersebut akan melekat pada tetes minyak, sehingga tetes-tetes minyak menjadi bermuatan listrik negatif. Ada yang menyerap satu, dua atau lebih elektron. Jika pelat logam tidak diberi beda potensial, tetes-tetes minyak tetap jatuh karena pengaruh gravitasi.


4 EVIE BERLIANTI HERMINA, S.Pd Selasa, 27 Juni 2023 4) Jika pelat logam diberi beda potensial dengan pelat bawah sebagai kutub negatif akan mengalami gaya tolak listrik. Sesuai dengan hukum Coulomb, tetes minyak yang mengikat lebih banyak elektron akan tertolak lebih kuat. Pergerakan tetes minyak dapat diamati menggunakan teropong. Dengan mengatur beda potensial, tetes minyakdibuat mengambang. Dalam keadaan seperti itu berarti gaya tarik gravitasi sama dengan gaya tolak listrik. 5) Dengan mengetahui massa tetes minyak dan beda potensial yang digunakan, maka muatan tetes minyak dapat ditentukan. Berdasarkan percobaan Millikan, disimpulkan bahwa muatan satu elektron adalah 1, 6022 x 10-19 Coulomb. Dari nilai muatan tersebut dapat dihitung massa dan massa satu elektron sebagai berikut. Dari hasil percobaannya, J. J. Thomson berkesimpulan bahwa sinar katode merupakan partikel penyusun atom (partikel sub-atom) yang bermuatan negatif (-1,6022 x 10-19 C ) dan mempunyai massa 9,10 x 10-28 gram dan selanjutnya oleh Stoney diusulkan nama elektron. Dari hasil percobaan Milikan dan Thomson diperoleh muatan elektron –1 dan massa elektron 0, sehingga elektron dapat dilambangkan dengan −1 0


5 EVIE BERLIANTI HERMINA, S.Pd Selasa, 27 Juni 2023 B. PENEMUAN PROTON Pada tahun 1886 Eugene Goldstein melakukan percobaan dengan memodifikasi tabung sinar katode yang ditemukan oleh William Crookes dengan cara melubangi lempeng katode. Dari percobaan ini, ditemukan sinar yang arahnya berlawanan disebut sinar kanal (karena menembus sinar lubang kanal pada katode). Pada tahun 1898, Wilhelm Wien menunjukkan bahwa sinar kanal merupakan partikel yang bermuatan positif (sinar terusan) dan selanjutnya disebut dengan proton. Sifat proton tergantung pada gas yang disikan pada tabung katode. Dari penelitiannya terhadap atom hidrogen, dapat ditentukan bahwa massa proton adalah 1837 kali masa elektron. Dari percobaan ini ditemukan bahwa gas yang berada di belakang katode menjadi berpijar. Hal ini berarti radiasi dari anode menembus lempengan katode melalui lubang yang sebelumnya telah dibuat. 1) Sifat sinar anode ini merupakan radiasi partikel karena mampu memutar baling-baling yang bermuatan positif. 2) Radiasi ini bila dibelokkan menggunakan medan magnet, maka akan menuju ke kutub magnet negatif. Itu artinya radiasi sinar ini bermuatan positif (itulah sebabkan kemudian dinamakan anode yang kemudian dinamakan proton). 3) Partikel sinar anode bergantung pada jenis gas yang ada di dalam tabung. Pada saat terbentuk elektron yang menuju anode, terbentuk pula sinar positif yang menuju arah berlawan melewati lubang pada katoda. Setelah berbagai gas dicoba dalam tabung, ternyata gas hidrogenlah yang menghasilkan sinar muatan positif yang paling kecil. Berdasarkan percobaan tersebut massa proton terkecil diperoleh pada atom Hidrogen yaitu Massa 1 proton = 1 sma = 1,66 × 10-24 gram dengan muatan 1 proton = +1 = 1,6 ×


6 EVIE BERLIANTI HERMINA, S.Pd Selasa, 27 Juni 2023 10-19 C. Penemuan proton oleh Goldstein ini menimbulkan pertanyaan, bagaimanakah kedudukan masing-masing partikel tersebut di dalam atom. Pada tahun 1919, Rutherford menemukan proton terbentuk ketika partikel alfa ditembakan pada inti atom hidrogen. Untuk mengetahui kedudukan partikel-partikel tersebut, Ernest Rutherford bersama asistennya, Hans Geiger dan ernest Marsden, melakukan percobaan yang dikenal dengan hamburan sinar alfa terhadap lempeng tipis emas. Sebelumnya, telah ditemukan adanya partikel alfa, yaitu partikel yang bermuatan positif dan bergerak lurus, serta daya tembusnya besar sehingga dapat menembus lembaran tipis kertas. Dari pengamatan, didapat fakta bahwa jika partikel alfa ditembakkan pada lempeng emas yang sangat tipis, sebagian besar partikel partikel alfa diteruskan (ada penyimpangan sudut kurang dari 1o ). Dari pengamatan Marsden juga diperoleh fakta bahwa satu diantara 20000 partikel alfa akan membelok dengan sudut 90o . C. PENEMUAN INTI ATOM Setelah penemuan proton dan elektron, Ernest Rutherford melakukan penelitian penembakan lempeng tipis emas. Jika atom terdiri dari partikel yang bermuatan positif dan negatif maka sinar alfa yang ditembakkan seharusnya tidak ada yang diteruskan / menembus lempeng sehingga muncullah istilah inti atom. Ernest Rutherford dibantu oleh Hans Geiger dan Ernest Marsden (1911) menemukan konsep inti atom didukung oleh penemuan sinar X oleh WC. Rontgen (1895) dan penemuan zat radioaktif (1896). D. PENEMUAN NEUTRON Setelah ditemukan adanya proton di dalam inti atom, didapati bahwa ternyata massa inti atom selalu lebih besar daripada proton. Dari sinilah kemudian para peneliti berpendapat bahwa ada partikel lain di dalam inti


7 EVIE BERLIANTI HERMINA, S.Pd Selasa, 27 Juni 2023 (selain proton) yang muatannya netral. W. Bothe dan H. Becker pada tahun 1930 melakukan penembakan menggunakan partikel alpha (α) ke inti atom berilium. Ditemukan adanya radiasi partikel yang memiliki daya tembus besar. Dua tahun sesudahnya yaitu tahun 1932, James Chadwick melakukan penelitian lebih lanjut dimana ditemukan bahwa partikel tersebut bermuatan netral dan memiliki massa hampir sama dengan partikel proton (bermuatan positif). Partikel ini kemudian dinamakan sebagai neutron. Prediksi dari Rutherford memacu W. Bothe dan H. Becker pada tahun 1930 melakukan eksperimen penembakan partikel alfa pada inti atom berilium (Be) dan dihasilkan radiasi partikel berdaya tembus tinggi. Eksperimen ini dilanjutkan oleh James Chadwick pada tahun 1932. Tabel 1. Partikel Penyusun Atom Partikel Simbol Massa (g dan sma) Muatan (C) Lokasi Proton p = 1,67262 x 10-24 g = 1,00073 sma +1,6022 x 10-19 Inti Atom Neutron n = 1,67262 x 10-24 g = 1,00087 sma 0 Inti Atom Elektron e = 9,10939 x 10-28 g = 0,0006 sma -1,6022 x 10-19 Sekitar Inti Atom


8 EVIE BERLIANTI HERMINA, S.Pd Selasa, 27 Juni 2023 E. MENGHITUNG JUMLAH PROTON, ELEKTRON, DAN NEUTRON SUATU ATOM Jumlah proton dalam suatu atom disebut nomor atom atau nomor proton. Jumlah proton khas bagi setiap unsur. Artinya, atom-atom dari unsur yang sama mempunyai jumlah proton yang sama tetapi berbeda dari atom unsur lain. Jumlah proton dengan neutron dalam suatu atom disebut nomor massa. Oleh karena A = p + n, sedangkan p = Z, maka A = Z + n atau n = A – Z. Jadi, jumlah neutron dalam suatu atom sama dengan selisih nomor massa dengan nomor atom. Tabel 2. Contoh Penulisan Notasi Unsur 2. ISOTOP, ISOBAR, DAN ISOTON A. ISOTOP Isotop adalah atom-atom dari unsur yang sama (mempunyai nomor atom yang sama) tetapi berbeda nomor massanya. Isotop terjadi karena perbedaan jumlah neutron dalam inti atom. Contoh : (1) Hidrogen memiliki 3 isotop


9 EVIE BERLIANTI HERMINA, S.Pd Selasa, 27 Juni 2023 Semua isotop hidrogen mempunyai 1 proton dan 1 elektron, tetapi mempunyai jumlah neutron yang berbeda. H-2 mempunyai 1 neutron dan H-3 mempunyai 2 neutron. (2) Karbon mempunyai isotop : 6C 12 ; 6C 13 ; 6C 14 Semua isotop karbon mempunyai 6 proton dan 6 elektron, tetapi mempunyai jumlah neutron yang berbeda. C-12 mempunyai 6 neutron, C-13 mempunyai 7 neutron, dan C-14 mempunyai 8 neutron. Tabel 3. Isotop-isotop umum dari beberapa unsur Setiap isotop mempunyai massa yang berbeda oleh karena itu harga massa atom setiap unsur merupakan rata-rata dari massa isotopnya. Berikut contoh penentuan massa atom relatif (Ar ) atom berdasarkan kelimpahan isotop dan massa atom semua atom.


10 EVIE BERLIANTI HERMINA, S.Pd Selasa, 27 Juni 2023 B. ISOBAR Adalah atom-atom dari unsur yang berbeda (mempunyai nomor atom berbeda) tetapi mempunyai nomor massa yang sama. Contoh : 6 14 dengan 7 14 C. ISOTON Isoton adalah atom-atom dari unsur yang berbeda (mempunyai nomor atom berbeda) tetapi mempunyai jumlah neutron yang sama. Atom Nitrogen dan Karbon mempunyai jumlah elektron dan jumlah proton yang berbeda, tetapi memiliki jumlah neutron yang sama yaitu Nitrogen memiliki 7 neutron dan karbon memiliki 7 neutron. CONTOH SOAL Dari 6 pasangan atom-atom berikut ini, tentukan pasangan yang merupakan isotop, isobar, dan isoton.


11 EVIE BERLIANTI HERMINA, S.Pd Selasa, 27 Juni 2023


12 EVIE BERLIANTI HERMINA, S.Pd Selasa, 27 Juni 2023 3. KONFIGURASI ELEKTRON MODEL ATOM BOHR Setelah Kalian memahami posisi proton dan neutron dalam inti atom lalu di manakah posisi elektron? Elektron berada di luar inti atom namun pada bagian manakah? Bagaimana susunan elektron pada atom? Pada bab ini dibahas singkat dua teori model atom yang mendasari konigurasi elektron yaitu teori model atom Niels Bohr dan mekanika kuantum. Persamaan kedua teori ini adalah menjelaskan posisi dan susunan elektron pada suatu lokasi di luar nukleus. Apakah perbedaan kedua teori tersebut? Ayo cermati Tabel berikut. a. KONFIGURASI ELEKTRON Tabel 1. Perbedaan Teori Model Atom Bohr terhadap Teori Model Atom Mekanika Kuantum Aspek Teori Model atom Bohr Teori Model Atom Mekanika Kuantum Pencetus Niels Bohr (1885-1962) Louis de Broglie Heisenberg Erwin Schrodinger Tahun 1913 Dimulai tahun 1900 Keberadaan Elektron Elektron berada pada kulit atom / orbit / lintasan yang merupakan tingkat energi elektron. Lintasan elektron diasumsikan mirip sistem tata surya Kulit atom yang paling dekat nukleus (kulit K) mempunyai energi electron paling rendah. Makin jauh dari nukleus tingkat energi membesar. Elektron yang bermuatan negatif bergerak mengelilingi nucleus yang bermuatan positif. Selama Elektron berada dalam d a e r a h p a l i n g memungkinkan terdapat elektron (disebut orbital). Posisi elektron lebih akurat


13 EVIE BERLIANTI HERMINA, S.Pd Selasa, 27 Juni 2023 bergerak pada lintasannya, maka elektron tidak menyerap / memancarkan energi. Elektron yang berpindah dari tingkat energi tinggi ke tingkat energi rendah akan memancarkan energi dari gelombang elektromagnetik. Demikian pula hal sebaliknya. Posisi elektron tidak akurat Bentuk orbit / Lintasan elektron Dikemukakan berbentuk elips namun tidak dideskripsikan dengan jelas. Selain berbentuk bola, ada juga bentuk spesiik lainnya yang dapat dideskripsikan dengan jelas. Perilaku Elektron Sebagai partikel saja Sebagai partikel sekaligus gelombang (dualisme gelombang partikel) Efek Elektromagnetik Tidak dapat menjelaskan efek medan magnet (Zeeman efect) maupun efek medan listrik (Stark efect) Mampu menjelaskan kedua efek tersebut dengan teliti Bilangan Kuantum Tidak dapat menjelaskan bilangan kuantum. Bisa menjelaskan ke -4 bilangan kuantum sebagai ciriciri elektron yang spesifik. Aplikasi Hanya pada atom Hidrogen namun tidak pada atom berukuran besar. Pada semua ukuran atom baik kecil, besar, maupun kompleks. b. KONFIGURASI ELEKTRON Model atom Bohr telah memperkenalkan konsep bilangan kuantum n = 1, 2, 3, ….. yang menyatakan orbit. Orbit ini disebut juga kulit atom. Suatu kulit atom dapat mengandung lebih dari 1 elektron. Susunan elektron dalam


14 EVIE BERLIANTI HERMINA, S.Pd Selasa, 27 Juni 2023 kulit-kulit atom dikenal sebagai konfigurasi elektron. Disini kita akan menyimak konfigurasi elektron untuk atom unsur Z = 3, Z = 11, dan Z = 19. Kulit atom n = 1, n = 2, n = 3, ….. dinamakan kulit K, L, M, …… Secara umum, konfigurasi elektron untuk atom unsur-unsur Z ≤ 20 mengikuti aturan berikut : a) Jumlah maksimum elektron dalam kulit ke-n sama dengan 2n 2 (n = nomor kulit atau bilangan kuantum kulit yang bersangkutan). Kulit K (n = 1) maksimum 2 x 1 2 = 2 elektron Kulit L (n = 2) maksimum 2 x 2 2 = 8 elektron Kulit M (n = 3) maksimum 2 x 3 2 = 18 elektron Kulit N (n = 4) maksimum 2 x 4 2 = 32 elektron Kulit O (n = 5) maksimum 2 x 5 2 = 50 elektron Kulit P (n = 6) maksimum 2 x 6 2 = 72 elektron dst Catatan : Meskipun kulit O, P, dan seterusnya dapat menampung lebih dari 32 elektron, kulit-kulit tersebut belum pernah terisi penuh. b) Pengisian elektron dimulai dari kulit K, kemudian kulit L, kulit M, dan seterusnya. c) Jumlah maksimum elektron pada kulit terluar adalah 8. d) Untuk unsur golongan utama, konfigurasi elektronnya dapat ditentukan sebagai berikut. 1) Isi penuh sebanyak mungkin kulit. 2) Tentukan jumlah elektron yang tersisa.


15 EVIE BERLIANTI HERMINA, S.Pd Selasa, 27 Juni 2023 3) Jika jumlah elektron yang tersisa > 32, kulit berikutnya diisi dengan 32 elektron. Jika jumlah elektron yang tersisa < 32, kulit berikutnya diisi dengan 18 elektron Jika jumlah elektron yang tersisa < 18, kulit berikutnya diisi dengan 8 elektron Jika jumlah elektron yang tersisa < 8, tempatkan semua elektron tersisa pada kulit berikutnya. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh berikut. CONTOH SOAL Menuliskan konfigurasi elektron K (Z = 19) Kulit K dan kulit L dapat terisi penuh, masing-masing dengan 2 dan 8 elektron. Jumlah elektron yang tersisa : 19 – (2 + 8) = 9 elektron. Karena jumlah elektron yang tersisa < 18, maka kulit berikutnya, yaitu kulit M akan berisi 8 elektron. Kini, jumlah elektron yang tersisa : 9 – 8 = 1 elektron. Karena jumlah elektron yang tersisa < 8, maka semua elektron tersisa ditempatkan pada kulit berikutnya, yaitu kulit N. Dengan demikian, konfigurasi elektron kalium adalah : 19K : 2 8 8 1 CONTOH SOAL Menuliskan konfigurasi elektron At (Z = 85) Kulit K, L, M, dan N dapat terisi penuh, masing-masing dengan 2, 8, 18, dan 32 elektron. Jumlah elektron yang tersisa : 85 – (2 + 8 + 18 + 32) = 25 elektron. Karena jumlah elektron yang tersisa < 32, maka kulit berikutnya, yaitu kulit O akan berisi 18 elektron. Kini, jumlah elektron yang tersisa : 25 – 18 = 7 elektron. Karena jumlah elektron yang tersisa < 8, maka semua elektron tersisa ditempatkan pada kulit berikutnya, yaitu kulit P. Dengan demikian, konfigurasi elektron astatin adalah : 85At : 2 8 18 32 18 7 Konfigurasi elektron unsur-unsur transisi mengikuti pola atau aturan yang lebih rumit dan akan dibahas pada kelas 11. Perhatikan konfigurasi elektron beberapa unsur pada tabel berikut.


16 EVIE BERLIANTI HERMINA, S.Pd Selasa, 27 Juni 2023 Tabel 1. Notasi singkat konfigurasi elektron dari unsur dengan Z = 1 sampai Z = 20. Atom Unsur Lambang Unsur Nomor Atom (Z) Jumlah elektron pada kulit atom Elektron Valensi K L M N O Hidrogen H 1 1 1 Helium He 2 2 2 Litium Li 3 2 1 1 Berilium Be 4 2 2 2 Boron B 5 2 3 3 Karbon C 6 2 4 4 Nitrogen N 7 2 5 5 Oksigen O 8 2 6 6 Fluorin F 9 2 7 7 Neon Ne 10 2 8 8 Natrium Na 11 2 8 1 1 Magnesium Mg 12 2 8 2 2 Aluminium Al 13 2 8 3 3 Silikon Si 14 2 8 4 4 Fosfor P 15 2 8 5 5 Belerang S 16 2 8 6 6 Klorin Cl 17 2 8 7 7 Argon Ar 18 2 8 8 8 Kalium K 19 2 8 8 1 1 Kalsium Ca 20 2 8 8 2 2 Galium Ga 31 2 8 18 3 3 Kripton Kr 36 2 8 18 8 8 Rubidium Rb 37 2 8 18 8 1 1 Indium In 49 2 8 18 18 3 3 Catatan : Angka yang dicetak tebal menunjukkan jumlah elektron pada kulit terluar atau disebut elektron valensi. c. ELEKTRON VALENSI Konfigurasi elektron pada kulit atom terluar paling berperan dalam menentukan sifat kimia unsur. Elektron pada kulit atom terluar disebut juga


17 EVIE BERLIANTI HERMINA, S.Pd Selasa, 27 Juni 2023 elektron valensi. Unsur-unsur dengan jumlah elektron valensi yang sama mempunyai kemiripan sifat kimia. Simak contoh berikut. Tabel 2. Hubungan kesamaan elektron valensi dengan kemiripan sifat kimia Atom Unsur Notasi singkat konfigurasi elektron Elektron Valensi Sifat kimia F Cl (2.7) (2.8.7) 7 7 Unsur F dan Cl sangat reaktif sehingga di alam hanya ditemukan dalam bentuk senyawanya Ne Ar (2.8) (2.8.8) 8 8 Untuk Ne dan Ar tidak reaktif sehingga di alam berada sebagai unsur (berupa atom tunggal). Elektron valensi dari atom unsur-unsur Z ≤ 20 dapat disimak pada tabel 1 d. MENDESKRIPSIKAN BAGIAN SISTEM PERIODIK MODERN Sistem periodik unsur adalah suatu daftar unsur-unsur yang disusun dengan aturan tertentu. Semua unsur yang sudah dikenal ada dalam daftar tersebut. Apakah dasar penyusunan sistem periodik ? Mengapa kotak pertama dalam daftar itu ditempati oleh hidrogen ? Mengapa juga litium ditempatkan di bawah hidrogen ? Sistem periodik modern disusun berdasarkan nomor atom dan kemiripan sifat. Lajurlajur horizontal disusun berdasarkan kenaikan nomor atom, sedangkan kolom kolom vertikal disusun berdasarkan kemiripan sifat. Itulah sebabnya daftar dimulai dengan hidrogen, sebab hidrogen mempunyai nomor atom 1. Litium ditempatkan di bawah hidrogen karena mempunyai kemiripan sifat dengan hidrogen. Sebagaimana tampak dalam gambar, hidrogen diikuti oleh unsur nomor atom 2, kemudian nomor atom 3, dan seterusnya. Unsur-unsur dalam satu kolom vertical mempunyai kemiripan sifat satu dengan yang lain. i. PERIODE Lajur-lajur horizontal dalam sistem periodik disebut periode. sistem periodik modern terdiri atas 7 periode. Jumlah unsur pada setiap periode sebagai berikut


Click to View FlipBook Version