The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Rinanoversani Rinanoversani, 2023-01-23 21:57:40

REFLEKSI DIRI (1)

REFLEKSI DIRI (1)

Refleksi Pengembangan Diri REFLEKSI DIRI Nama : Rinanoversani, S.Pd. Unit Kerja : SMP Negeri 2 Dobri Donri Jabatan : Guru Bahasa Indonesia Kurikulum 2013 merupakan sebuah kurikulum yang terintegrasi, yaitu sebuah kurikulum yang mengintegrasikan Skill, Theme, Concepts, And Topic baik dalam bentuk Within Sigle disciplines, Acrous several disciplines and Within and Acrous Learners. dengan kata lain bahwa kurikulum 2013 ialah kurikulum yang terpadu sebagai suatu konsep dapat dikatakan sebagai sebuah sistem atau pendekatan pembelajaran yang melibatkan beberapa disiplin ilmu untuk memberikan pengalaman yang bermakna dan luas kepada peserta didik. Salah satu bentuk transformasi teknologi pendidikan yang guru lakukan di UPTD SMP Negeri 2 Donri Donri adalah dengan mengamati kebiasaan pembelajaran yang dilakukan kemudian melakukan perbaikan pembelajaran melalui penggunaan teknologi untuk meningkatkan hasil capaian belajar peserta didik dan menyiapkan mereka menghadapi perkembangan zaman yang serba menggunakan teknologi. Salah satu upaya yang guru lakukan adalah melakukan pembelajaran Iklan, slogan, dan poster yang biasanya hanya praktik di depan kelas diubah siswa membuat konten video tutorial. Selain penggunaan teknologi yang dominan dalam pembelajaran juga upaya untuk menyiapkan peserta didik cakap berdigital. Selain berbasis digital guru juga menggunakan model Project Based Learning yang mengutamakan peserta didik untuk aktif menghasilkan produk nyata dalam pembelajaran. Berikut ini merupakan tabel refleksi diri dari kegiatan yang telah dilakukan. KEGIATAN REFLEKSI Permasalahan Pembelajaran bahasa Indonesia untuk praktik Iklan, slogan, dan poster tahun-tahun sebelumnya (2019, 2020) dilakukan dengan praktik membuat atau melakukan sesuatu di depan kelas. Hal tersebut saat ini dirasa kurang efektif dan kekinian. Selain kurang efektif, Peserta didik mengharapkan pembelajaran yang berbasis digital dan


Refleksi Pengembangan Diri terpublikasi di media sosial. Tuntutan mereka bukan tanpa alasan, mereka sangat sering menggunakan teknologi terutama media sosial. Atas dasar tersebut, maka perlu adanya pembelajaran yang menggunakan media sosial untuk menarik minat belajar peserta didik. Berdasarkan permasalahan tersebut guru membuat pembelajaran Iklan, slogan, dan poster melalui project based learning membuat video tutorial pada tahun ajaran 2021/2022 untuk siswa kelas VII. Video tutorial merupakan bentuk modern dari Iklan, slogan, dan poster. Perencanaan Kelebihan Pembelajaran Iklan, slogan, dan poster menggunakan project based learning untuk membuat mind mapping sangat menarik minat peserta didik. Mereka merasa tertantang atas hal baru dan sangat kekinian. Terlebih jika kegiatan proyek ini dikompetisikan untuk menghasilkan video tutorial dengan jumalan viewer atau penonton terbanyak. Tentunya mereka akan sangat antusias untuk menghasilkan produk. Selain berfokus pada materi Iklan, slogan, dan poster, pembelajaran ini juga mengasah kemampuan berdigital peserta didik seperti teknikperekaman, editing video, teknik publikasi di dunia maya, dan kecakapan digital lainnya. Kekurangan Kegiatan pembelajaran ini sangat membutuhkan pembimbingan yang intensif. Selain itu guru harus juga memiliki kecakapan digital yang baik untuk memfasilitasi peserta didik menghasilkan produk. Penyiapan perangkat ajar yang didalam Kurikulum 2013 juga memerlukan waktu lebih dalam penyusunan karena komponennya yang begitu banyak.


Refleksi Pengembangan Diri Solusi Memberikan waktu proyek yang lebih karena banyak aspek yang perlu dipelajari oleh peserta didik. Guru memberikan pendampingan berbasis kelompok untuk menyiapkan mereka menyelesaikan proyek. Guru berlatih digital dengan rekan yang memiliki penguasaan digital baik. Menyusun RPP Inovatif sebaik mungkin agar dapat dijadikan panduan yang baik ketika melaksanakan proyek. Pelaksanaan Kelebihan Peserta didik diberikan informasi terkait kegiatan pembelajaran Iklan, slogan, dan poster dilakukan menggunakan model Project Based Learning dengan membuat mind mapping yangakan dipresentasikan di depan kelas. Kegiatan proyek tersebut dilakukan berbasis kelompok. Kemudian setiap pertemuan dilakukan pembimbingan dan juga persiapan. Selain memberikan materi Iklan, slogan, dan poster guru juga memberikan materi teknik/ lamgkah-langkah membuat dan menyusun iklan, slogan dan poster. Kekurangan Keterampilan tampil di depan kamera sangat sulit dikuasai oleh peserta didik. Meskipun guru sudah berupaya memberikan kesempatan mereka untuk berlatih namun saat pelaksanaan perekaman masih saja terjadi kesalahan beberapa kali. Ada beberapa kelompok yang dominan, artinya persiapan mereka sangat matang, dan ada kelompok yang persiapan kurang baik. Hal itu terjadi karena dalam pembimbingan yang guru lakukan mungkin kurang maksimal. Solusi Saat presentasi beberapa kali dan menggunakan teks yang ditempel untuk mengingatkan


Refleksi Pengembangan Diri mereka saat tampil di depan kamera. Guru juga harus memberikan pendampingan mereka lebih intensif. Evaluasi Kelebihan Guru menggunakan penilaian berbasis produk dan juga penilaian proses yang tidak hanya memberikan penilaian secara teoretis saja. Kekurangan Karena fokus pada kegiatan proyek penguasaan materi Iklan, slogan, dan poster peserta didik kurang maksimal. Ketika dilakukan ujian sumatif (kenaikan kelas) mereka cenderung susah menjawab pertanyaan yang berupa teori. Solusi Selain melakukan proyek pembelajaran juga perlu diberikan materi konseptual teks prosedur untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik.


Refleksi Pengembangan Diri Dokumentasi


Refleksi Pengembangan Diri


Click to View FlipBook Version