JENIS-JENIS
KAYU UNTUK
KONSTRUKSI
BANGUNAN
By: Dina Dwi Hapsari X TKJIJ 1/13
DEFINISI KAYU
Kayu merupakan material bangunan yang berasal dari bilah-bilah pohon. Kayu banyak
digunakan sebagai bahan bangunan karena memiliki sifat yang mudah dibentuk
namun tetap kuat dan mudah didapatkan. Bahan bangunan tersebut sering digunakan
untuk elemen-elemen struktur dan arsitektur pada rumah tinggal seperti kuda-kuda,
reng, usuk, pintu kayu, jendela dan lainnya. Kendati mudah ditemukan, namun tidak
semua kayu tentu baik digunakan sebagai material bangunan. Kayu harus memenuhi
kriteria tertentu agar tidak berbahaya ketika nantinya bangunan digunakan.
APA FUNGSI KAYU? Kayu digunakan sebagai material yang terpasang, tetapi bukan
hanya itu.
Kayu juga menjadi material pendukung pekerjaan struktur pada
bangunan gedung seperti pada pembuatan bekisting balok, pelat
dan kolom. Beberapa material yang digunakan sebagai
pendukung pekerjaan struktur adalah Kayu Jati, Kayu Glugu,
Kayu Merbau, Kayu Ulin, Kayu Gelam dan lainnya.
.
JENIS JENIS KAYU UNTUK KONSTRUKSI
BANGUNAN
1. Jenis-Jenis Kayu untuk Konstruksi Bangunan – Kayu Jati
2. Jenis-Jenis Kayu untuk Konstruksi Bangunan – Kayu Kelapa (Glugu)
3. Jenis-Jenis Kayu untuk Konstruksi Bangunan – Kayu Merbau
4. Jenis-Jenis Kayu untuk Konstruksi Bangunan – Kayu Ulin
5. Jenis-Jenis Kayu untuk Konstruksi Bangunan – Kayu Gelam
1. Jenis-Jenis Kayu untuk
Konstruksi Bangunan – Kayu Jati
Kayu Jati memiliki kelebihan pada kekuatannya yang tinggi
dibandingkan kayu-kayu pada umumnya. Selain itu kayu ini
juga memiliki serat dan tekstur yang indah, tahan terhadap
serangan serangga dan jamur. Jenis kayu ini sering
digunakan untuk bahan dasar furniture seperti pintu, jendela
dan meja kursi. Masyarakat juga banyak yang menggunakan
Kayu Jati sebagai keperluan mebel interior.
2. Jenis-Jenis Kayu untuk
Konstruksi Bangunan –
Kayu Kelapa (Glugu)
Indonesia yang merupakan negara dengan wilayah hutan tropis
memang memiliki beragam jenis kayu yang cocok untuk dijadikan
bahan konstruksi bangunan. Salah satunya adalah Kayu Kelapa atau
Glugu. Kayu Glugu sering diaplikasikan dalam bangunan sebagai
pembuat kanopi teras hingga rangkap atap. Jenis kayu ini sering
digunakan untuk proyek gedung sebagai bekisting balok. Glugu
memiliki serat yang berbeda dengan serat kayu pada umumnya.
Ketika anda ingin menggunakan kayu Glugu sebagai rangka kanopi
lebih dahulu lapisi dengan cat akrilik agar seratnya tetap terlihat.
3. Jenis-Jenis Kayu untuk
Konstruksi Bangunan – Kayu Merbau
Kayu Merbau memiliki keunggulan dari ketahanannya terhadap
serangan serangga. Corak kayu merbau berwarna coklat
kemerahan dengan highlight kuning serta serat garis yang
terputus-putus. Pohon Merbau termasuk pohon hutan hujan
tropis. Kayu Merbau masuk dalam Kelas Awet I dan Kelas Kuat I.
Kayu merbau biasanya difinishing dengan menggunakan
melamin dengan warna gelap/tua. Hampir sama dengan Kayu
Glugu, Kayu Merbau juga memiliki serat garis yang terputus-
putus. Kayu jenis ini tumbuh subur di Pulau Irian.
4. Jenis-Jenis Kayu untuk
Konstruksi Bangunan –
Kayu Ulin
Kayu Ulin masuk dalam jajaran kayu yang kuat untuk
konstruksi. Pulau Ulin tumbuh subur di Pulau Kalimantan.
Material Alam ini banyak digunakan sebagai bahan bangunan
rumah, kantor dan lainnya. Kayu Ulin juga tahan terhdap air
laut sehingga kayu ini sering digunakan sebagai tiang
pancang hingga jembatan.
5. Jenis-Jenis Kayu untuk
Konstruksi Bangunan – Kayu Gelam
Kayu Gelam lebih terkenal sebagai kayu yang biasa
digunakan sebagai kerangka sementara kosntruksi.
Material ini sering duganakan sebagai stager atau
perancah dalam proyek bangunan. Pada beberapa
daerah kayu ini digunakan sebagai cerucuh
pembangunan jembatan.Itulah jenis-jenis kayu untuk
konstruksi bangunan yang umum ditemukan di Indonesia.
Walaupun saat ini sudah banyak inovasi-inovasi baru
dalam bidang pembangunan namun perminataan pasar
kayu masih sangat tinggi.
PAB • 2020
JADILAH SEPERTI POHON
YANG TUMBUH DAN BERBUAH
LEBAT. DILEMBARI BATU
TETAPI MEMBALASNYA
DENGAN BUAH ATAU KAYU
YANG DAPAT MEMBANGUN
SEBUAH RUMAH
dina dwi hapsari
DINA DWI HAPSSARI
X TKJIJ 1/13
Terima kasih telah membaca sampai
selesai, saya meminta maaf apabila
terdapat salah ketik.