01Da ar IsiHalaman 24Halaman 47Halaman 15Halaman 39Halaman 03Halaman 07Halaman 22Halaman 30Halaman 29Halaman 19Halaman 34Halaman 36Halaman 26Halaman 02Halaman 41Halaman 43Halaman 45Halaman 49Memetakan Jalan Menuju Transisi Energi“Salam Redaksi”Artificial Intelligence Meningkatkan Produktivitas Para InovatorsPLTS Terapung Cirata Tekan Emisi Karbon 200 Ribu Ton/TahunDirgahayu 25 Tahun Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI)25 Tahun MKI “Reshaping, Refocusing and Empowering MKI for The Next Journey”Digitalisasi Tingkatkan Kualitas Manajemen AsetKisah Kelahiran Organisasi MKISuroso Isnandar Direktur Manajemen Risiko PLNPerlunya Regulasi Khusus tentang Pembangkit ListrikHibridaMKI dan ITPLN Selenggarakan Lomba Menulis EssayPLN Produksi Green Hydrogen 100 Persen Dari EBTMKI Sumbar Dukung Penuh Program Energi HijauMKI Jateng & DIY Gelar Seminar Nasional Transisi Energi Pengembang Swasta Dukung Program Ekonomi HijauCEC Ajak MKI Dukung CEPSI Ke-24Eksplorasi Teknologi Energi BersihHLN ke-78 dan Enlit Asia 2023 Siap Digelar
SALAM REDAKSI02Selama 25 tahun, MKI yang merupakan mitra Pemerintah untuk memberikan masukan dan pandangan mencakup aspek teknologi, bisnis, dan regulasi di sektor ketenagalistrikan, telah berkontribusi dalam memberi masukan kepada Pemerintah Indonesia dalam penyusunan kerangka pembangunan ketenagalistrikan di Indonesia.Selain membina pendayagunaan dan sinergi potensi pemangku kepentingan di sub sektor ketenagalistrikan, MKI juga telah membangun jaringan internasional untuk mengembangkan potensi nasional melalui kerjasama, aliansi maupun a l ih t e kno l o g i da l am rang k a penyempurnaan sistem ketenagalistrikan nasional guna mengantisipasi era perekonomian global.HUT MKI ini menjadi tonggak dasar kembali dimana titik penting MKI mengambil peran dalam hal memberikan masukan dari seluruh stakeholder yang ada. Dengan dinamika sektor ke t ena g ali s t r i kan saat ini, MKI pe r lu menyesuaikan perannya dengan tantangan yang berkembang di sektor ketenagalistrikan.Kepengurusan MKI saat ini tengah menjalankan program-program yang ada khususnya program yang terkait dengan transisi energi. Isu transisi energi merupakan tantangan ketenagalistrikan yang saat ini sedang menjadi puncak pembicaraan baik dalam ligkup nasional maupun internasional. MKI perlu dukungan dan masukan seluruh stakeholder terkait untuk programprogram MKI yang sedang berjalan.Halo Sahabat MKI..!Salam,Akhir kata, kami ucapkan selamat ulang tahun perak MKI. Semoga MKI dapat terus menjadi wadah sekaligus hub dan katalis dari diskusi, kajian serta perumusan inisiatif-inisiatif untuk mendukung Pemerintah mencapai target-target strategisnya yang semakin baik. Eman Priyono Wasito AdiKoordinatorWassalamualaikum Wr WbBillahi Taufiq wal Hidayah, Salam Sejahtera untuk kita semuaAssalamualaikum Wr WbHalo Sahabat MKI..! Buletin “MKI News” edisi OKTOBER 2023 hadir untuk mengabarkan beberapa kegiatan MKI selama beberapa bulan terakhir ini. Fokus utama laporan kali ini adalah Peringatan HUT MKI yang ke-25 ini dihadiri para pendiri MKI, Dewan Kehormatan MKI, Dewan pengawas MKI, para ketua asosiasi, seluruh char ter member, pemangku kepentingan sektor ketenagalistrikan, serta para pengurus MKI Pusat dan Wilayah.Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia atau MKI telah genap berusia 25 tahun. MKI yang didirikan pada tanggal 3 September 1998 di Jakarta merupakan organisasi stakeholder yang bergerak dalam kegiatan pembentukan forum untuk menghasilkan pemikiran guna menumbuhkembangkan industri ketenagalistrikan di Indonesia.Pada hari Minggu, 3 September 2023, MKI merayakan ulang tahun peraknya di Auditorium PLN Kantor Pusat, Jakarta, yang juga menjadi tempat kelahiran organisasi ini 25 tahun silam. Perayaan HUT MKI ke-25 ini sangat menarik dengan digelarnya acara Talk Show yang mengusung tema \"Reshaping, Refocusing and Empowering MKI for The Next Journey\".
0325 TAHUN MKI “RESHAPING, REFOCUSING AND EMPOWERING MKI FOR THE NEXT JOURNEY”Keanggotaan MKI mencakup semua unsur yang bergerak dan terkait secara langsung dengan kegiatan ketenagalistrikan Indonesia baik Tanpa terasa, Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia atau MKI telah genap berusia 25 tahun. MKI yang dibentuk dan didirikan pada tanggal 3 September 1998 di Jakarta merupakan organisasi stakeholder yang bergerak dalam k e g i a t a n p e m b e n t u k a n f o r u m u n t u k menghasilkan pemikiran guna menumbuhkembangkan industri ketenagalistrikan di Indonesia, baik dalam ligkup nasional maupun internasional. nasional maupun internasional. Organsasi nirlaba ini berupaya mengembangkan suatu landasan yang luas dan terpadu dari rancangan umum ketenagalistrikan nasional melalui masukan, pendapat dan pandangan dari masyarakat dan industri kepada Pemerintah Indonesia.Minggu, 3 September 2023, MKI merayakan ulang tahun peraknya di Auditorium PLN Kantor Pusat, Jakarta, yang juga menjadi tempat kelahiran organisas ini 25 tahun silam. Peringatan HUT MKI yang ke-25 ini dihadiri para pendiri MKI, Dewan Kehormatan MKI, Dewan pengawas MKI, para ketua asosiasi, seluruh charter member, pemangku kepentingan sektor ketenagalistrikan, serta para pengurus MKI Pusat dan Wilayah.Ke tua Umum MKI Ev y Har yadi dalam sambutannya menyampaikan bahwa para pendiri membentuk MKI untuk menjawab kebutuhan dari amanat Pasal 5 Undang-undang Nomor 15 Tahun Sejak didirikan MKI telah memainkan perannya sebagai mitra pemerintah dalam memberikan masukan dan pandangan secara luas. Kedepan, MKI akan berkontribusi lebih aktif dan memperkuat kolaborasi dengan semua pihak untuk mencapai keberlanjutan energi yang lebih baik di Indonesia.BERITAUTAMA
041985 tentang Ketenagalistrikan, dimana dalam upaya mengembangkan suatu landasan yang luas dan terpadu dari rancangan umum ketenagalist r ikan nasional, Pemer intah Indonesia perlu memperoleh masukan serta pendapat dan pandangan dari masyarakat dan industri.“Sejak didirikan MKI telah menjadi mitra pemerintah yang aktif memberikan masukan dan pandangan luas mencakup teknologi, bisnis, hingga regulasi ketenagalistrikan,” ujarnya.Evy mengatakan, sektor ketenagalistrikan menghadapi tantangan besar ke depan. Selain t a n t a n g a n t r a n s f o r m a s i t e k n o l o g i ketenagalistrikan di era digital, tantangan besar lainnya ke depan adalah transisi energi yang menjadi tuntutan global, dimana kita dituntut melakukan pengurangan emisi gas rumah kaca global yang cepat, mendalam, dan berkelanjutan.Dalam menghadapi tantangan tersebut, Pemerintah juga sudah menetapkan target porsi EBT dalam bauran energi sebesar 23 persen pada 2025. Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) Perusahaan Listrik Negara Tahun 2021-2030 juga dirancang lebih hijau dibanding RUPTL di kurun tahun sebelumnya. Targetnya, pembangkit listrik berbasis EBT mencapai 51,6%, sementara sisanya adalah pembangkit listrik berbasis bahan bakar fosil (48,4%).Terobosan-terobosan progresif pemerintah itu, kata Evy, menjadi tantangan tak ringan yang harus disikapi MKI dalam memberikan andil pengembangan EBT di Indonesia lebih atraktifdan target energi hijau dapat tercapai tepat waktu, juga menekan emisi karbon.“Maka penting bagi MKI mengambil peran dalam hal memberi masukan-masukan terkait transisi energi kepada pemer intah. Kami per lu mengembangkan organisasi MKI untuk memberikan masukan kepada pemerintah, bagaimana kita bisa menjawab tantangan transisi energi kedepan,\" ujarnya lagi.Evy mengatakan, DPP MKI periode 2022 -2025 tengah menyelesaikan program kerja yang ditetapkan pada awal masa kepengurusannya. Diharapkan MKI dapat berperan dalam mengawal transisi energi dengan tetap memastikan ketersediaan dan keandalan pasokan energi listrik. Beberapa program yang selaras dengan arahan tersebut juga telah mulai diinisiasi MKI melalui kegiatan Coffee Morning dan Round Table Discussion dan berbagai kegiatan lainnya.
Perayaan HUT MKI ke-25 ini sangat menarik dengan digelarnya acara Talk Show yang mengusung tema \"Reshaping, Refocusing and Empowering MKI for The Next Journey\". Pada Talk Show menampilkan 4 panelis yaitu Luluk Sumiarso (Pendiri MKI), Darmawan Prasodjo (Direktur Utama PLN yang juga Ketua Dewan Pengarah MKI), Ida Nuryatin Finahari (Sekertaris Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM), dan Lawrence Wu (Charter Member MKI/Huawei).Talk Show diawali dengan pemaparan Luluk Sumiarso sebagai pendiri MKI yang mengisahkan sejarah dan lika-liku seputar pembentukan MKI. Sebagai pendiri dan saksi sejarah berdirinya organisasi ini, Luluk menceritakan proses kelahiran MKI mulai dari ide pembentukannya sampai dengan organisasi ini dibentuk. Sesuai dengan tema talk show, Luluk mendukung MKI untuk melakukan Reshaping dan Refocusing. “Dengan dinamika perkembangan sektor ke t ena g a l i s t r i k an s a a t ini, MKI pe r lu menyesuaikan perannya. Dengan tantangan yang berkembang, MKI harus lebih fokus untuk memberi masukan-masukan terkait transisi energi kepada pemerintah,” ujar Luluk.Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama PT PLN yang juga selaku Ketua Dewan Pengawas MKI Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa dalam mengejar transisi energi tidak bisa dijalani sendiri, harus kolaborasi. Ia menyampaikan Darmawan mengatakan, transisi energi kini semakin dimungkinkan karena tarif listrik dari energi baru terbarukan (EBT) semakin murah. Namun, kendala terbesar transisi energi adalah di sektor pembiayaan. Mengingat karakter pembangkit EBT yang membutuhkan investasi capital expenditure besar di awal, meski ongkos operasionalnya relatif lebih murah.“Untuk itu, PLN terus memperkuat kolaborasi dengan komunitas energi guna memastikan ke t ahanan ene rgi na s iona l, t e r ma suk memperkua kolaborasi dengan MKI,” ucapnya.Menurut Darmawan, dalam mengejar transisi energi bukan hanya sekedar mengejar target namun demi masa depan yang lebih baik. \"Kita harus mampu mengurangi emisi gas rumah kaca, kita harus berbicara bagaimana anak cucu kita nanti kedepan. Why are we doing this? Because we do really care, karena masa depan harus punya yang lebih baik daripada kita saat ini. Disinilah MKI punya peranan yang sangat penting,\" ujarnya lagi.\"Untuk menjalankan komitmen ini, kita tidak bisa berjalan sendiri. Memang tantangannya sangat besar, tetapi dengan adanya kolaborasi memberi kita keyakinan, apapun tantangannya, kita akan terus melangkah maju bersama-sama,\" ungkapnya.pentingnya sebuah kolaborasi untuk bisa menghadapi tantangan bersama. 05
06Dalam 2 tahun terakhir, PLN telah menjalankan berbagai upaya transisi energi. Diantaranya adalah membatalkan rencana pembangunan 13,3 Gigawatt (GW) pembangkit batubara, mengganti 1,1 GW pembangkit batubara dengan EBT, serta menetapkan 51,6 persen penambahan pembangkit berbasis EBT.Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berharap MKI Darmawan menyebutkan bahwa tantangan utama dari transisi energi adalah mengeluarkan modal besar di awal. Untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) misalnya, diperlukan biaya sekitar US$ 2 miliar untuk 1 Giga Watt (GW). Lalu, US$ 500 juta untuk setiap 1 GW Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG), US$ 2,7 miliar untuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP)/ Geothermal.Namun di sisi lain, dia mengakui bahwa biaya operasional untuk pembangkit berbasis energi hijau ini rendah. “Oleh karena itu, kolaborasi diharapkan bisa terwujud, baik dari sisi inovasi, teknologi, dan juga investasi, khususnya untuk pembiayaan energi baru terbarukan ini,” pungkasnya.Seme n t a ra it u Ida Nu r ya ti n F i n a h a r i mengatakan, Kementerian ESDM percaya dengan kerjasama dan komitmen bersama dapat mencapai keberlanjutan energi yang lebih baik di Indonesia.\"Secara global kita dituntut untuk semuanya menuju Net Zero Emission, ini merupakan tanggung jawab dan konsekuensi global menjalankan transisi energi kedepannya. Komitmen pemerintah dalam transisi energi ini adalah melalui kolaborasi, point-nya kolaborasi,\" jelas Ida.dapat berkontribusi secara aktif dalam menjalankan transisi energi.\"Kementerian ESDM mengharapkan agar MKI sebagai wadah stakeholder ketenagalistrikan Indonesia berkontribusi secara aktif melalui pemikiran, keahlian, dan keterampilannya dalam menjalankan transisi energi yang sangat krusial ini,\" ungkap Ida.Kementerian ESDM percaya dengan kerjasama dan komitmen bersama dapat mencapai keberlanjutan energi yang lebih baik di Indonesia.Lebih lanjut Ida menjelaskan bahwa dalam mencapai target transisi energi, pemerintah membutuhkan kolaborasi antara semua pihak.\"Dengan kerjasama yang kuat dan komitmen bersama, kita dapat mencapai pencapaian yang luar biasa dalam menjaga lingkungan, mempromosikan keberlanjutan, dan mencapai tujuan nasional kita demi membentuk masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan untuk Indonesia,\" tutup Ida.***
KISAH KELAHIRANORGANISASI MKI Bersama reka-rekan lainnya yang tergabung dalam tim kecil (Ir. Indradjid Kartowiyono, Ir. Puguh Sugiharto MSc, Ir. Anton S. Wahjosoedibjo, Ir. Syahril Anwar, Ir. Tri Mumpuni, Ir. Djoko Winarno, Ir. Muljadi Oetji, Ir Waluyo Nugroho, dll.), mereka kemudian berjuang \"membidani\" lahirnya organisasi yang dinamakan MKI.Pada buku “10 Tahun MKI Berkiprah” yang diterbitkan pada 2008, LULUK SUMIARSO telah mengisahkan sejarah dan lika-liku pendirian MKI secara gamblang. Berikut petikannya:Adalah Dr. Ir. Luluk Sumiarso (kala itu Direktur Teknik Ketenagalistrikan , Ditjen LPE) dan Ir. Eddie Widiono MSc (Direktur Pemasaran PT PLN) yang mengumpulkan momen dan memfasilitasi pembentukan \"masyarakat ketenagalistrikan\".rganisasi non-pemerintah di negeri ini yang Omenangani masalah ketenagalistrikan jumlahnya cukup banyak. Ada produsen listrik utama, yaitu PT PLN Persero dengan dua anak perusahaannya, yaitu PLN - PJB I dan PLN - PJB II. Ada banyak perusahaan listrik swasta yang lebih dikenal dengan Independent Power Producers, atau IPP.Di sisi lain, ada ratusan kontraktor listrik yang bergabung dalam Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI).Masih ada lagi Asosiasi Produsen Kabel (Apkabel), Asosiasi Produsen Peralatan Listrik Indonesia (APPI) , dan Asosiasi Produsen Isolator Listrik (APILI). Belum lagi berbagai perguruan tinggi yang mempunyai jurusan elektroteknik. Masih ada lagi para insinyur listrik yang tergabung dalam Persatuan Insinyur Indonesia, Badan Kejuruan Listrik (BKLPII). 07
Sayangnya, sampai pada tahun 1998, meminjam judul sebuah sinetron, mereka itu ibaratnya bagaikan \"serpihan mutiara retak\". Banyak tetapi tidak bersinergi. Mereka ini ibaratnya seperti komet yang berseliweran di jagat raya sektor ketenagalistrikan, tanpa terikat dalam suatu sistem tata surya. Padahal, Pemerintah sangat memerlukan adanya semacam mitra untuk ikut menangani sektor ketenagalistrikan ini. Kalau kita amati, seharusnya berbagai organisasi i n i m e n c e r m i n k a n p i l a r - p i l a r s e k t o r ketenagalistrikan, yaitu kelompok usaha inti, usaha penunjang, industri penunjang, dan kelompok profesi di bidang ketenagalistrikan. Kenyataannya, masing-masing pilarpun seakan berdiri sendiri dan berjalan sendiri tanpa struktur, tanpa konteks, dan tanpa suatu koordinasi, apalagi bersinergi. Padahal, banyak hal yang harus dikomunikasikan dengan mereka, dan banyak hal yang memerlukan masukan dari mereka. Ambil saja contoh, ketika Pemerintah akan menetapkan Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional, atau RUKN pada tahun 1994. Sebagaimana yang diamanatkan dalam Pasal 4 Undang-Undang Nomor 15 tahun 1985 tentang Ke t e n a g a l i s t r i k a n , Pe m e r i n t a h w a j i b memperhatikan pandangan yang hidup dalam masyarakat. Karena tiadanya perwakilan “ma s y a r a k a t ke t e n a g a l i s t r i k a n ” y a n g memberikan pendapat atau pandangan kepada rancangan RUKN, maka RUKN Tahun itu yang ditetapkan dengan Keputusan Mentamben sebetulnya tidak memenuhi ketentuan pasal ini. Masalahnya, siapakah yang kala itu dapat dianggap sebagai “mewakili masyarakat”, dan bagaimana mekanisme untuk menjaring pandangan masyarakat tersebut. Saya berpikir, kalau saja ada suatu “masyarakat ketenagalistrikan”, kebingungan seperti itu tentunya tidak perlu terjadi. Untuk itulah, maka mereka perlu dihimpun dalam suatu jaringan sektor ketenagalistrikan, atau suatu \"masyarakat ketenagalistrikan\". Melalui organisasi ini , akan dapat lebih mudah menjaring berbagai input dari masyarakat ketenagalistrikan untuk menyusun b e r b a g a i k e b i j a k a n d a n p e r a t u r a n pelaksanaannya. Melalui organisasi ini pula, maka akan lebih mudah upaya-upaya untuk 08
melakukan sosialisasi berbagai kebijakan yang dibuat. Karena waktu itu tugas saya tidak menangani masalah listrik, maka pemikiran seperti itu segera kutanggalkan.Persatuan Insinyur Indonesia (PII) adalah organisasi tempat para insinyur di Indonesia bergabung. Dalam organisasi ini, ada badanbadan kejuruan yang mewakili berbagai disiplin ilmu, antara lain Badan Kejuruan Mesin, Badan Kejuruan Sipil, Badan Kejuruan Kimia, dan Badan Kejuruan Listrik, atau BKL-PII. (kelak, pada tanggal 8 Agustus 2005, dibentuk Badan Kejuruan Perminyakan). Pada tahun 1994, Pak Zuhal yang kala itu menjabat sebagai Dirut PLN, terpilih sebagai Ketua BKL-PII periode 1994-1997. Saya diminta duduk dalam kepengurusan BKL-PII sebagai Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat. Sebetulnya telah sejak lama ada pemikiran untuk membentuk sua tu w adah yang dapa t menampung semua unsur yang mewakili para pelaku sektor ketenagalistrikan. Namun keinginan untuk membentuk wadah tersebut tidak pernah mengkristal, dan belum pernah ada upaya nyata, sehingga wadah tersebut tidak kunjung terwujud. Pihak Pemerintahpun, dalam hal ini Departemen Pertambangan dan Energi cq Ditjen Listrik, kala itu belum pernah berupaya untuk melakukan fasilitasi. Konon, ada kekhawatiran waktu itu bahwa organisasi seperti ini dapat menjadi semacarn \"pressure group\" bagi Pemerintah.Mumpung sebagian besar orang- orang listrik akan berkumpul, bagaimana kalau untuk \"sementara\" mereka ini kita anggap saja sebagai \"masyarakat” sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 Undang-Undang 15/1985. Tentunya masih akan lebih baik daripada tidak ada masukan sama sekali. Semuanya setuju usul ini.Dalam perkembangannya, BKL-PII kemudian lebih dikenal dengan nama PII Elektro. Saya kebetulan menjadi Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat. Dalam program kerja yang kami siapkan, salah satunya adalah penyelenggaraan seminar ketenagalist r ikan. Ketika akan menyelenggarakan kegiatan, segera kami kontak Ketua BKL-PII. Kusampaikan harapan saya agar seminar ini dapat sekaligus dipakai sebagai alat untuk menjaring pendapat masyarakat. Saya pun menghubungi Dirjen LEB Pak Arismunandar yang kebetulan saya kenal baik.Segera saya kumpulkan beberapa temanku di BKL-PII, ditambah dengan teman yang lain, antara lain Sonny Purnara (swasta), Eddie Widiono (PLN), Risargati (Indosat), Totty Mukardiono (swasta), John. Welly (Kawitel PT Telkom Jakarta) dan Berbudi Bowoleksono (swasta). Mereka memilih saya sebagai Ketua Penyelenggara. Rapat-rapat diselenggarakan di ruang kerjaku di lantai 6 jalan Merdeka Selatan 18, Jakarta, dan sekali waktu pernah di kantor PT Telkom di Jalan Gatot Subroto.09
10Judul seminarpun telah kami rumuskan dan kami putuskan sendiri, yaitu \"Peranan Listrik dalam Pembangunan”, mirip-mirp dengan judul karya tulis saya waktu di mahasiswa dulu. Tempat penyelenggaraanpun kami pilih, yaitu di Ball Room Hotel Sahid Jaya. Sebagai \"event organizer\" adalah PT. Pamerindo Buana Abadi. Dengan mudah kami dapat mengumpulkan dana dalam jumlah yang cukup besar dari berbagai pe rus aha an yang be rge ra k di bidang ketenagalistrikan.Acara seminar yang diselenggarakan tanggal 3 Nopember 1994, dibuka oleh Mentamben I.B. Sudjana. Sebagai Ketua Penyelenggara, saya melaporkan kepada Mentamben. Seperti yang kami rancang, seminar ini dalam salah satu mata- acaranya kami \"sisipi\" untuk membahas Rancangan Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional yang telah disiapkan oleh Ditjen Listrik dan Energi Baru (LEB). Rancangan itu dipapar kan ol eh di r j ennya, yaitu Pak Arismunandar.Seminar berlangsung dengan sukses. Jumlah dana yang tersisapun cukup banyak. Di antaranya kami pakai untuk membeli seperangkat komputer lengkap untuk kesekretariatan PIIElektro. Karena waktu itu semangatnya adalah pengembangan Kawasan Timur Indonesia (KTI), maka kami usulkan untuk memberikan beasiswa. Sebagian lagi dipergunakan untuk memberi beasiswa kepada 10 mahasiswa elektro ITB dan 10 mahasiswa elektro Universitas Indonesia yang berasal dari KTI. Dari UI terkumpul 10 mahasiswa, tetapi ternyata tidak mudah untuk mendapatkan mahasiswa ITB yang dari KTI, sehingga yang didapat kurang dari 5 orang.Selesai seminar, kami usulkan ke Pak Arismunandar agar pembahasan ini dianggap saja sebagai pemenuhan Pasal 4 Undang-undang nomor 15 tahun 1985. Hal ini cukup beralasan, karena \"masyarakat listrik\" berkumpul, dan mereka menyampaikan pendapatnya untuk menanggapi RUKN yang dipaparkan oleh Pemerintah. la menyetujui usulku. Akhirnya, pada tanggal 22 Desember 1994, keluar Keputusan Menteri Per tambangan dan Energi nomor 2353.K/41/M/M.PE/1994 tentang Penjabaran RUKN.
Keadaan silih berganti. Menteripun berganti. Pada bulan Mei tahun 1998, Mentamben Kuntoro Mangkusubroto mengadakan acara \"coffee morning\" di lobby kantor departemen tersebut. Banyak anggota dari berbagai asosiasi di bidang pertambangan dan energi yang hadir, termasuk bidang ketenagalistrikan. Saya sebagai salah satu direktur di Ditjen Listrik juga ikut hadir. Menangkap MomentumKeinginan untuk mewujudkan adanya suatu \"masyarakat ketenagalistrikan\" ternyata tidak pernah pudar. Konon, ide untuk membentuk semacam masyarakat ketenagalist r ikan sebetulnya pernah juga dilontarkan, antara lain oleh Ir. Ketut Kontra (almarhum), yang kala itu adalah sebagai Direktur Pusat Penyelidikan Masalah Kelistrikan (PPMK)-PLN yang juga menjabat sebagai Sekretaris Komite Nasional Indonesia World Energy Conference (KNI- WEC). Namun keinginan tersebut tidak pernah ditindaklanjuti, dan kemudian hilang tak berbekas.Dalam kesempatan tanya-jawab, salah satu dari yang hadir, saya tidak ingat siapa namanya, menyampaikan usulan tentang perlunya ada suatu forum komunikasi di antara stakeholders pertambangan dan energi dengan menteri. Maksudnya agar kalau ada aspirasi atau sarans a r a n , m e r e k a d a p a t d e n g a n mu d a h menyampaikannya kepada Menteri. Padal dasarnya, Menteri Kuntoro setuju setuju saja.Pucuk dicinta ulam tiba. Momentum ini harus dimanfaatkan. Inilah kesempatan bagi saya untuk mewujudkan adanya suatu \"masyarakat ketenagalistrikan. Bola yang dilempar dalam acara \"coffee morning\" tersebut, langsung saja saya tangkap, dan harus segera ditindaklanjuti. Kebetulan saya telah kembali menjadi \"orang listrik\". Dalam kapasitas saya sebagai Direktur Teknik Ketenagalistrikan, sebetulnya tidak relevan bagi saya untuk menindaklanjuti hal tersebut, karena memang bukan tugas saya. Padahal ini merupakan suatu momentum yang bagus. Kalau tidak diambil sekarang, belum tentu ada kesempatan lagi. Saya tidak ingat persis, kekuatan apa yang m e n d o r o n g s a y a s a a t it u . Wa l a u p u n pembentukan forum seper ti ini bukanlah merupakan tugas saya, tapi saya memberanikan diri untuk mengundang beberapa tokoh-tokoh di bidang ketenagalistrikan. Yang saya undang adalah individu dan mereka yang mewakili o r g a n i s a s i a t a u a s o s i a s i d i b i d a n g ketenagalistrikan. Satu-satunya justifikasi waktu itu, yang agak terkesan mengada-ada, adalah bahwa saya mempunyai Sub-Di re k torat Ke r jasama Ketenagalistrikan, yang kala itu dijabat oleh Kansman Hutabarat. Anggap saja bahwa untuk melaksanakan tugas di bidang ketenagalistrikan, perlu kerjasama dengan stakeholders, sehingga perlu dibentuk organisasi yang mewadahi stakeholders ini. Dan memang Kansman-lah yang akhirnya saya tugasi untuk mempersiapkan segalanya, bersama teman-teman di luar Ditjen LPE.11
12Di luar dugaan, sambutan \"masyarakat listrik\" ternyata luar biasa. Per temuan per tama berlangsung di ruang Rapat lantai IV Kantor Ditjen LPE tanggal 28 Mei 1998, dihadiri berbagai pihak terkait untuk membentuk wadah tersebut, yang dihadiri sekitar 50 wakil dari berbagi instansi atau organisasi seperti PT PLN (Persero), PT PLN PJB-1, PT PLN PJB-2, Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia, wakil-wakil dari perguruan tinggi seperi ITB dan UI.Dalam pertemuan pertama ini, yang merupakan acara curah pendapat (brainstorming), kami baru menjajagi perlu tidaknya ada suatu wadah untuk orang-orang list r ik menyuarakan aspirasinya. Hampir semua peser ta rapat sepakat mengenai perlunya suatu forum komunikasi di antara stakeholders sektor ketenagalistrikan, atau suatu wadah untuk menampung orang-orang list r ik. Hanya bentuknya seperti apa. Ada yang mengusulkan cukup suatu forum saja, sehingga masingmasing organisasi yang telah ada masih tetap memiliki kedaulatannya. Tetapi banyak yang mengusulkan agar dibentuk saja suatu wadah yang permanen.Proses pembentukan organisasi ini tidak semulus yang diduga. Dalam rapat-rapat selanjutnya, peserta terpecah menjadi dua \"kubu\". Kubu yang pertama adalah mereka yang mengendaki agar bentuknya hanya sebagai \"forum komunikasi\" saja, tidak perlu ada Sebetulnya saya hanya memfasilitasi saja pertemuan ini, tapi semua yang hadir memintaku sebagai ketua Tim Pengarah. Alasannya, supaya bisa mengawal pembentukan organisasi ini. Kesepakatan tersebut akhirnya dituangkan dalam Keputusan Direktur Jenderal LPE Nomor No. 48- 12/40/600.4/1998 tertanggal 4 Agustus 1998, yang ditandatangani oleh Dirjen LPE Endro Utomo.Melalui beberapa kali rapat yang intensif, yang diselenggarakan di Kantor PLN Distribusi Jakarta Tangerang dan PLN Pusat, akhirnya dapat dirumuskan suatu konsep anggaran dasar dan prog ram ker ja MKI. Sedangkan untuk m e n g g a l a n g m i n a t c a l o n a n g g o t a , diselenggarakan pertemuan dengan berbagai perusahaan listrik di Ruang Madukara, Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Sambutannya ternyata luar biasa. Ketika ditawarkan kesediaan untuk menjadi charter member, artinya anggota yang akan ikut menandatangani dokumen pembentukan MKI, dengan membayar Rp. 100 juta, ternyata banyak sekali yang berminat. Kalau organisasi baru. Kubu yang lain adalah mereka yang menganggap perlunya ada suatu organisasi, yang dapat memayungi semua organisasi yang ada, tetapi tanpa harus membubarkan organisasi tersebut. Rapat sepakat membentuk Tim Kecil atau Tim Pengarah yang ditugasi untuk menyusun anggaran dasar organisasi dan mempersiapkan munas.
tidak salah, mencapai 28 perusahaan. Tentu saja PLN dengan berbagai anak perusahaan dan unitunitnya, menyatakan minat juga sebagai charter member.Sehari menjelang Munas, diadakan Rapat Panitia Pengarah, untuk menyusun skenario dan membahas strategi dalam menyukseskan munas. Tempatnya di ruang rapat Eddie Widiono, yang kala itu sudah menjabat sebagai Direktur Pemasaran dan Distribusi PLN, di gedung baru PLN. Pembuatan skenario ini perlu, karena dalam forum munas yang akan dihadiri begitu banyak orang, dapat saja terjadi hal-hal yang diluar dugaan dan bahkan di luar kendali. Salah satu agenda rapat adalah mempersiapkan siapa-siapa yang akan jadi formatur besok, karena kalau tidak direncanakan, bisa-bisa menjadi bola liar. Sejak awal saya meminta agar nama saya tidak usah dimasukkan dalam formatur, sehingga tidak akan ada kesan behawa organisasi ini adalah bentukan Pemerintah.Pada waktu rapat sedang berlangsung, ada sesorang memberitahu bahwa ada delegasi Pengurus AKLI yang baru saja terbentuk, berkeinginan menemui saya. Segera saya keluar ruangan rapat, dan menemui mereka di luar ruangan, di kursi yang berada di dekat lift. Mereka baru saja menghadap Dirjen LPE Endro Utomo, dan diminta menemui saya. Intinya, mereka meminta agar jangan sampai AKLI ditinggalkan di dalam MKI. Kami sampaikan sekaligus memberikan jaminan bahwa sebagai u n s u r u t a m a d a l a m \" m a s y a r a k a t ketenagalistrikan\", mana mungkin AKLI ditinggalkan. Setelah mereka puas, saya masuk kembali ke ruang rapat dan melanjutkan mempimpin rapat.Pada tanggal 3 September 1998 berhasil diselenggarakan suatu Musyawarah Nasional di Gedung PLN Pusat, yang dibuka oleh Menteri Kuntoro. Sesuai skenario, saya yang memimpin sidang yang pertama. Sesi selanjutnya, dipimpin oleh Dr. Ir. Aryono Abdulkadir. Semua skenario berjalan lancar. Seperti yang direncanakan, Ketua sesi ini bertugas membentuk formatur seperti yang di rencanakan dalam rapat sehar i sebelumnya. Dan seperti yang direncanakan dalam skenario, saya tidak ikut dalam formatur. Pada waktu pembentukan formatur, tiba-tiba ada yang berkembang di luar skenario. Ada beberapa orang yang ingin turut sebagai anggota formatur. Namun hal ini bisa diatasi, artinya mereka ini tidak disetujui. Dirjen Endro Utomo mengusulkan ada wakil dari Lembaga Swadaya Masyarakat, namanya Tri Mumpuni, yang juga duduk di dalam formatur. Usul ini disetujui.D a r i M u n a s i n i , l a h i r l a h M a s y a r a k a t Ketenagalistrikan Indonesia, disingkat MKI. Pakta Pendirian MKI yang semula hanya akan ditandatangani oleh charter members saja, akhirnya diputuskan bahwa sesuai semangat kebersamaan, semua yang hadir dalam Munas ini dianggap sebagai pendiri MKI dan turut menandatangani dokumen pendirian MKI, sehingga daftarnya menjadi sangat panjang. Pengurus terdiri dari satu Ketua Umum, yaitu Adhi Satriya yang Dirut PLN dan delapan Ketua, mewakili unsur-unsur produsen listrik, kontraktor listrik, dan perguruan tinggi.Dengan terbentuknya MKI, tugas saya untuk memfasilitasi dan membidani kelahiran MKI telah selesai. Tanpa melupakan bantuan temanteman yang lain yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu, untuk melaksanakan tugas ini aku dibantu sepenuhnya oleh Eddie Widiono, 13
Selengkapnya adalah, Ketua Adhi Satriya, dengan Sekretaris Djoko Winarno, dan anggota Eddie Widono, Indradjid Kartowijono, Puguh Sugiharto, Syahril Djoko Darwanto, dan Tri Mumpuni. Dan sesuai yang diinginkan, Mulyadi Oetji yang baru saja terpilih sebagai Ketua AKLI, masuk dalam pengurus MKI, sehingga semuanya berjumlah sembilan orang. Dan sesuai keinginan saya agar MKI independen dan mandiri, tidak ada wakil Pemerintah yang duduk di dalam eksekutif MKI, termasuk saya pun tidak duduk di dalam kepengurusan MKI.Saya sampaikan bahwa kami konsisten berkeinginan agar MKI menjadi suatu organisasi independen di luar Pemerintah. Kami sadar betul, bahwa suatu saat nanti, dapat saja MKI berbeda pendapat dengan Pemerintah, atau Rapat Pleno MKI yang pertama diselenggarakan di Kantor Amoseas di jalan Budi Kemuliaan, Jakarta. Dari MKI hadir lengkap pengurus inti sebanyak 9 orang. Aku diundang untuk hadir dalam rapat tersebut. Kebetulan saya juga diminta untuk mewakili Dirjen Endro Utomo yang tidak dapat hadir pada rapat pertama tersebut. Ketika aku diminta memberikan sambutan, saya sebut Pengurus MKI ini sebagai Walisongo (karena jumlahnya 9 orang).Indradjid Kartowiyono, Puguh Sugiharto, Anton S. Wahjosoedibjo, dan terakhir, tetapi tidak kalah penting adalah staf saya, Kansman Hutabarat beserta pasukannya, yang telah bekerja keras mempersiapkan. Empat yang disebut pertama tersebut akhirnya menjadi pengurus inti MKI.Dalam Munas MKI tanggal 3 September 2002 di Auditorium PLN untuk memperingati kelahiran MKI yang ke-4, diberikan penghargaan kepada saya dan kepada pendahulu saya sebagai Dirjen LPE, yaitu pak Endro Utomo. Banyak para peserta Munas, yang nota-bene adalah para anggota MKI, bertanya- tanya mengapa saya juga diberi penghargaan, padahal MKI dilahirkan sewaktu LPE dalam Pak Endro Utomo. Pertanyaan seperti ini tentunya bisa dimengerti, karena memang nama saya sama sekali tidak tercantum dalam dokumen resmi, termasuk brosur-brosur, yang diterbitkan oleh MKI tentang kronologi pembentukan MKI.bahkan mungkin berseberangan. Namun, ini adalah bagian dari suatu proses demokrasi. Mereka menyambut baik.Selamat ulang tahun perak MKI. Semoga kiprahmu dalam kancah ketenagalistrikan Indonesia dapat semakin banyak memberikan manfaat besar bagi ibu pertiwi. ***Menjelang acara selesai, tidak tahu ada yang memperhatikan atau tidak, akhirnya salah seorang pengurus MKI mengumumkan bahwa saya diberi penghargaan karena \"membidani kelahiran MKI\", itu istilah dia. Dalam Rapat Pleno MKI pertama tersebut dipilih secara aklamasi Anton Wahjosoedibjo sebagai Direktur Eksekutif MKI, sesuai dengan ketentuan dalam Anggaran Dasar MKI, sebagai nahkoda penggerak kegiatan sehari-hari MKI.14
DIRGAHAYU 25 TAHUNMASYARAKAT KETENAGALISTRIKAN INDONESIA (MKI)Anton S. Wahjosoedibjo *ahun ini, tepatnya 3 September 2023, TMasyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) menginjak usia dewasa, 25 (dua puluh lima) tahun, sejak didirikan melalui Musyawarah Nas ional (MUNAS) MKI Per tama yang diselenggarakan di auditorium PT Perusahaan Listrik Negara Tbk (PLN) Pusat. Dirgahayu MKI. Semoga peran dan dukungannya sebagai mitra Pemerintah, Badan Legislatif, dan Industri Ketenagalistrikan Indonesia semakin berkembang, proaktif dan nyata dirasakan, menuju tercapainya perkembangan sistem ketenagalistrikan Indonesia sebagaimana tersirat dalam moto MKI: terang (berkecukupan dan berkelanjutan), gemilang (handal dan efisien), murah (biaya terjangkau dan efektif) dan merata (mencakup seluruh pelosok tanah air), dan sebagaimana diamanahkan dalam Transisi Energi Nasional menuju pencapaian Emisi Bersih Nol (Net Zero Emission) pada tahun 2050-2060.Karena anggota MKI mencakup berbagai organisasi terkait ketenagalistrikan yang sudah ada, antara lain namun tidak terbatas pada PLN dan anak-anak perusahaannya, Asosiasi Kontraktor Listrik and Mekanikal Indonesia (AKLI), industri penunjang ketenagalistirkan, listrik swasta, kalangan akademis, dan pemangku kepentingan berlatar belakang ketenagalistrikan, termasuk nasional maupun internasional, maka MKI dibentuk sebagai forum komunikasi antar pemangku kepentingan ketenagalistrikan yang terorganisir. MKI dikelola di bawah kepemimpinan Dewan Pimpinan Harian (DPH) sebagai satu tim sebanyak 7 (tujuh) sampai 9 (sembilan) orang yang dibentuk oleh formatur yang dipilih dalam MUNAS MKI. DPH pertama MKI dipimpin oleh Bapak Ir. Adhi Satria, MSc. Karena masingmasing anggota DPH MKI mempunyai tugas kegiatan sehari-hari, maka DPH MKI menunjuk 15
Direktur Eksekutip (DE) MKI untuk memimpin kegiatan direktorat sehari-hari, dibantu oleh stafpelaksana harian, yang mencakup kegiatan administrasi, keuangan, umum dan pesuruh kantor. DE dan staf mendapat imbalan untuk jasa-jasa yang diberikan.Struktur organisasi MKI berbeda dengan organisasi politik. Pada awalnya, MKI tidak mempunyai sekretar is jendral sebagai pendamping Ketua Umum. Sekretaris DPH MKI hanya berwenang dalam kesekretariatan DPH. Semua keputusan DPH MKI dilaksanakan oleh DE dan staf. Setiap anggota DPH dilengkapi dengan satu tim yang saling bekerjasama untuk merancang dan melaksanakan kegiatannya. Dalam pelaksanaannya mereka dibantu oleh DE dan staf.MKI hanya mempunyai Anggaran Dasar yang diputuskan dalam MUNAS. Tidak ada Anggaran Rumah Tangga (ART). Sebagai ganti ART, MKI membua t keputus an- keputus an untuk dilaksanakan dalam bentuk Standar Operating Procedure (SOP) yang diusulkan oleh sedikitnya tiga anggota DPH termasuk DE. Hal ini akan mempercepat pelsaksanaan keputusankeputusan yang diambil DPH atau petunjuk pelaksanan oleh DE dan staf. Tidak perlu menunggu keputusan MUNAS jika diperlukan petunjuk pelaksaan keputusan DPH segera. Dalam Sidang Pertama DPH MKI di kantor Amoseas Indonesia Inc., saya ditunjuk DPH MKI masa bakti 1998-2001 sebagai Direktur Eksekutip pertama MKI. Saya menyetujui asal Dua tahun sesudah pembentukan MKI, saya mendapat Sekretaris Eksekutip baru, Bpk Ir Paul Ratumbanua. Beliau sangat membantu karena fasih Bahasa Inggris dan mempunyai latar belakang Teknik ketenagalistrikan. Pada tahun 2008, sesudah 10 tahun menjabat DE MKI saya mengajukan permohonan pengunduran diri sebagai DE MKI karena usia. Bapak Andri Doni Dipl Ing ditunjuk menggantikan saya oleh DPH MKI waktu itu, dibawah Ketua Umum Bpak Dr Ir. Ali Herman Ibrahim. MKI mulai beroperasi dengan menyusun SOP yang penting-penting seper ti antara lain pengelolaan dana MKI, otoritas pengeluaran dana MKI, manual korespondensi, penyisihan masukan hasil kegiatan MKI sampai 20% untuk anggota panitia pelaksana. Selain itu juga membantu pembuatan charter Tim Adhoc MKI untuk Bisnis Ketenagalstrikan, Pembangkit L i s t r i k , I n d u s t r i Pe n u n j a n g M KI d a n merencanakan membentuk Tim Pengembang Listrik Desa. Charter tersebut ditanda-tangani di depan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Dr. Purnomo Yusgiantoro.atasan saya di Amoseas Indonesia menyetujui bahwa saya akan memberikan 20% waktu kerja saya untuk membantu kegiatan MKI. Hal ini disetujui dan saya minta MKI menyetujui penunjukan Sekretar is Eksekutip untuk membantu kegiatan saya sehari-hari di kantor Direktorat MKI. Bapak Waluyo Nugroho memperbantukan seorang Staf Administrasi dari PT Pembangkit Jawa Bali I (sekarang PT Indonesia Power). 16
17§ Melakukan pelatihan Team Building, Effective Meeting, dan management tools lainnya untuk anggota Dewan Pengurus MKI agar mereka bisa bekerjasama secara tim;§ Berinvestasi untuk Majalah Listrik, bersama Yayasan Pensiunan PLN, namun gagal berkembang karena kurangnya dukungan dari advertensi;§ Mendaftarkan MKI sebagai associate member AESIAP (2000) untuk dapat menjadi tuan rumah Conference on Electrical Product dan Sevices Internatioanl (CEPSI) sejak tahun 2006, tetapi baru berhasikpada tahun 2012 di Bali;§ Menyiapkan web-site MKI dan menerbitkan MKI Bulettin News secara bekala:Pada tahun 2012, posisi Direktur Eksekutip diganti dengan Sekretaris Jendral dengan merubah Anggaran Dasar MKI. Untuk kegiatan harian sekretariat MKI, dijalankan oleh Sekretaris Eksekutip. § M e ny i apk a n S O P s eba g a i pe t u n j u k operasional MKI termasuk aspek keuangan, korespondensi, pengambilan keputusan, sistem imbalan, dan insentif untuk pelaksana program-program MKI. SOP ini hendaknya dibukukan dan menjadi pedoman pengurus MKI selanjutnya;§ Membuat berbagai seminar, workshop dan focus group discussion tentang usaha ketenagalistrikan;§ Membuat buku petunjuk usaha dan peraturan perundangan ketenagalistrikan;Selama 10 tahun pertama sejak berdirinya MKI, beberpa kegiatan penting berhasil dilaksanakan, antara lain:§ Membuat positon paper MKI atas penerbitan Buku Putih Pemerintah tentang restrukturisis sektor ketenagalistrikan, sebagai akibat krisis ekonmi dan moneter 1997/1998;§ Membuat review draft UU No. 20/2002 tentang ketenagalistrikan yang akhirnya dibatalkan Mahkamah Konstotusi;§ M e n g o rg a n i s i r p e ny u s u n a n m a t r i k k o m p e t e n s i n a s i o n a l a h l i t e k n i k ketengalistrikan bersama Direktorat Jendral Listrik dan Pemanfaatan Energi. Standard matriks tersebut disetujui dalam konperensi § Mengangkat Anggota Kehormatan MKI pada 2014 sebagai penghargaan atas jasa-jasanya terhadap MKI kepada Bapak-bapak Endro Utomo Notodiruyo, Luluk Sumiarso, Adhi Satriya, Indrajid Kartowijono (alm), Syahrir Anwar, dan Anton Wahjosoedibjo;§ Membantuk MKI Wilayah di Batam, Jawa Tengah – Jogjakarta, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Timur. dan mengusahakan pembentukan MKI wilayah daerah-daerah lain.§ MKI semakin berkembang. Setelah melewati usia 10 tahun., berikut keberhasilankeberhasilan yang perlu dicatat, antara lain:§ Melaksanakan konggres AESIAP di Manado pada 2011 dan CEPSI di Bali 2012, yang diakui sebagai CEPSI terbaik yang pernah dilakukan. Hasil penyelenggaraan CEPSI menjadi kantor Sekretariat MKI di Office 18 sekarang;§ Menyelenggarakan Peringatan Hari Listrik N a s i o n a l u n t u k D i r e k t o r a t J e n d a l Ketenagalistrikan;§ M e ny ampa i k a n u s u l a n M KI kepada Pemerintah di depan Presiden Megawati Soekarnopoet r i dan delapan Menter i Kabinetnyadi Bali;nasional untuk pembangkit, tansmisi, distribui dan industri pinunjang dan pemanfaat listrik;§ Membantu pembentukan Ikatan Ahli Teknik Ketenagalistrikan (IATKI) sebagai Chapter Member MKI. IATKI kemudian merancang dan meleksanakan uji sertifikasi ahli teknik ketenagalistrikan dan melakukan pelatihanpelatihan professional ketenagalsitrikan;§ Membentuk MKI Wilayah yang aktif di Kalimantan Barat, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung dan lain-lain;§ Meningkatkan Kerjasama dengan industri k e t e n a g a l i t r i k a n u n t u k m e m b u a t seminar/workshop yang disponsor i perusahaan seperti dengan Shell, General Electric, Power Engineering, Enlit, dan lainlain;§ Meningkatkan Anggota Utama MKI menjadi lebih dari 35 perusaahaan;
Ÿ Badan Re gulator Bi sni s Indus t r i Ketenagalistrikan;Ÿ Digitalisasi KetenagaistrikanUntuk Membangun Si s t em Ene rgi yang Terkoneksi, Efisien, Cerdas, Andal dan Bekelanjutan§ Membuat 3 position papers: 2014 tentang Multi Buyers, Mukti Sellers; 2022 tentang Badan Regulator dan Kesehatan Keuangan PLN; dan 2023 tentang Ÿ Strategi Pengusahaan Pembangkit Listrik;Ÿ Memfasilitasi Perusahaan Pengguna Energi Terbarukan (RE 100)Untuk Meningkatkan \\ Daya Tarik Investasi di Indoneisa;Ÿ Pemanfaatan Bahan Bakar Alternatif Pembangkit Listrik;Ÿ Transparansi Tarif Untuk Keberlanjutan Sektor KetenagalistrikanŸ Transisi Energi Nasional: Sianergi Prubahan Pembang k it Fo s i l dan Pembangkit Energi Terbarukan;Ÿ M e n i n g k a t k a n P r o s u m e r d a n Mengintegrasikan Samrtgrid Untuk Masa Depan Ketanagalistrikan;Ÿ Fasiltas Infrastruktur Charging Untuk Mendukung Transisi Energi.§ Menyelenggarakan peringatan ulang tahun MKI ke 25 pada tanggal 3 September 2023.Ÿ Kawasan Ekonomi Mandiri Dengan Model Pembanguan REBID dan REBED;Dengan semakin matangnya organisasi MKI, yang selama ini kelihatan solid, sebagai mitra Pemerintah dalam perkembangan dunia ketenagalistrikan di Indonesia, kita berharap orgnisasi MKI semakin dapat mempererat hubungan kemitraannya dengan Pemerintah, Badan Legislatif dan Industri maupun kalangan akademisi ketenagalistrikan dengan berbagi pengalaman, pengetahuan dan pemikiran yang lebih cerdas, nyata dan dapat dilaksankan bagi p e r k e m b a n g a n m a s a d e p a n s i s t e m ketenagalsitrik Indonesia yang berkelanjutan, aman, handal, berkecukupan, bersih lingkungan dan merata di seluruh Nusantara.Ÿ Memper tajam Upaya Dekarboniasi Ketenagalistrikan;Para pakar MKI perlu dihimpun untuk berbagi kepakaranya melalui journal penerbitan berkala, MKI perlu memutakhirkan web-site secara berkala untuk para pembaca dari dalam maupun luar negeri. Ada baiknya MKI Direkorat/Skretariat menerbitkan kembali Bulletin News quarterly dan Journal Ilmiah setiap semester, sebagai sarana komunikasi dengan para anggota, terutama “yang rajin membayar iuran”. Setiap tahun, MKI turut menyelenggarakan perayaan Hari Listrik Nasional bersama Dirjen Gatrik dengan pusat kegiatan bukan saja di ibukota negara, tetapi bisa berpindah pindah ke ibukota propinsi seperti di Papua, Aceh, Manado, Kupang, Surabaya dan sebagainya. Keberadaan MKI perlu dirasakan secara merata di seluruh Nusantara. penyelenggaraan convensi skala nasional (setiap tahun) maupun international (dua – tiga tahun sekali), kalau perlu bekerjasama dengan event organizer. Konvensi ini dapat dilakukan berpindah-pindah untuk memberi kesempatan MKI Wilayah aktif berkarya. Sudah waktunya MKI/PLN menjadi tuan rumah CEPSI sebelum 2030, katakan CEPSI di Jogjakar ta dan conferensi AESIAP setahun sebelumnya di Danau Toba.Bagi anggota kepengurusan MKI yang aktifdiusahakan dukungan dana untuk mereka menulis dan memaparkan karya tulisnya dalam konperensi internasional dengan dukungan dana dari para sponsor MKI. Setiap Pengurus pada Masa Baktinya diwajibkan menulis position paper terhadap isu-isu penting yang muncul saat masa baktinya. Bisa digabung dengan paper dari para professional.Demikianlah sekedar kenangan 25 tahun MKI. Kelihatanya banyak sekali saran-saran yang sulit untuk dapat dilaksanakan. Tetapi untuk masa depan oganisasi MKI, semua itu dapat dilakukan bersama, sebagai satu team yang solid, berkinerja tinggi dan semakin professional, sesuai dengan kemajuan teknologi informasi.Sekali lagi DIRGAHAYU 25 TAHUN MKI !!! *) Mantan Direkur Eksekutip MKI 1998-2008, Anggota Kehormatan MKI 2014, Anggota Dewan Pakar MKI 2019-2025)18
19“Tantangan saat ini adalah regulasi yang cepat berubah dan komitmen internasional pada NZE 2060 harus cepat diantisipasi sehingga secara financial tetap affordable. Dan asset management pasti akan bisa menemukan solusi terbaiknya.”Evy mengatakan, perjalanan asset management (AM) Indonesia diawali dari pembangkitan listrik pada awal tahun 2000-an dapat ditelusuri jejaknya dengan tata kelola yang lebih terstruktur dan hasil kinerja yang sangat meningkat. Dapat dilihat di PLTU fast track program (FTP) 1 yang semula kinerjanya sangat rendah, kini telah setara dengan pembangkit lain bahkan memiliki merit system yang lebih baik dibanding pembangkit lainnya. emikian dikatakan Ketua Umum MKI Evy DHaryadi yang memberikan opening speech pada seminar “Tantangan dan Peluang Digitalisasi Asset Management Kelistrikan Pada Era Transisi Menuju Net Zero Emission (NZE) 2060”. Seminar yang digagas oleh Institut Teknologi PLN (ITPLN), MKI dan Himpunan Ahli Pembangkitan Tenaga Listrik Indonesia (Hakit) ini berlangsung di Ra Suite Simatupang Jakarta, 27 September 2023.Menurut Evy, PLN punya komitmen tinggi dalam menerapkan ESG dan manajemen asset menjadi salah satu alat efektif dalam mendorong semua asset PLN dg nilai terbesar diantara BUMN harus Produktif dan dampak pada lingkungan dan sosial yg baik.“Era digitalisasi dan Transisi Energi pengelolaan asset2 PLN harus mampu adaptif dan up date teknologi dan manajemennya sehingga seminar ini sangat penting,” ujarnya.“Diawali sosialisasi dan perubahan mindset sitem tata kelola dengan sertifikasi PAS 55 lalu SNI ISO 5500 menjadi enterprise asset management (EAM) yang dilanjutkan program digitalisasi pembangkit menjadikan pembangkit listrik Indonesia berkinerja tingkat dunia,” tuturnya.DIGITALISASI TINGKATKAN KUALITAS MANAJEMEN ASET
Ia menambahkan, kinerja korporasi yg ditopang realibility dan efisiensi di Sub Holding IP dan NP terus meningkat seiring penerapan digital asset management terintegrasi yang hasilnya kinerja pembangkitan yang membaik. Dan best practice ini perlu dishare dan diperkuat kedepannya.Pada kesempatan yang sama, Direktur Keuangan PLN Shintya Roesly yang juga memberikan keynote speech-nya mengatakan, digitalisasi dan integrasi data aset adalalah kunci sukses manajemen aset. Digitalisasi dan integrasi data aset baik data operasional maupun finansial akan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dalam manajemen aset. “Apalagi bagi perusahaan besar seperti PLN yang memiliki aset sebesar Rp 1.646 triliun maka manajemen aset menjadi kunci keberlangsungan Tantangan saat ini, imbuh evy, adalah regulasi yg cepat berubah dan komitmen internasional pada NZE 2060 harus cepat diantisipasi sehingga secara financial tetap affordable. Dan asset management pasti akan bisa menemukan solusi terbaiknya.“Saya sebagai Ketua umum MKI sangat mendukung seminar dan program penguatan asset management yang makin strategis dan integratif dengan digitalasi yang lebih advance bertukar pengalaman dengan expert nasional dan global,” pungkasnya.Sementara Rektor ITPLN Iwa Karniwa mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tri darma perguruan tinggi. ITPLN sangat concern dalam menghadapi era digitalisasi dengan menyiapkan lulusan yang mandiri, dan unggul di bidang energi dan penerapan teknologi berwawasan lingkungan, seperti visinya. “Bila perlu kami siap membuka program studi Magister Manajemen Aset,” katanya.perusahaan,” kata Shintya pada seminar yang juga dalam memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-78 tahun 2023 tersebut..Seminar menampilkan para ahli dan praktisi dalam dan luar negeri yang berdiskusi mengenai aset manajemen sektor energi di Indonesia. Te rdapa t bebe rapa s e s i di s kus i yang berlangsung, salah satunya diskusi mengenai “The Leadership Integrated EAM in Digital 4.0 and Transition Energy become Net Zero Emi s s ions ” , yang menampilkan pakar internasional IAN Wayne Morgan-USA, dan juga Bagyo Riawan ekspert di bidang Pembangkitan Tenaga Listrik.Juga dilaksanakan diskusi mengenai “Asset Management Leadership Sustaining Electric World Class Company” oleh Kepala Rektorat ITPLN, Ahsin Sidqi dengan Michael Patterson (Regional Director of AMCL).20
21Diskusi “The Fundamental Asset Management and The Development for Digital Era 4.0”, telah dilakukan oleh Grahame Fogel Gaussisan-South Africa, dan juga Iwan Supangkat (Ketua Umum MKI 2015-2019). Dilanjutkan oleh Winda Nur Cahyo yang membawakan tema \"The Great Prospect of Asset Management Practitioner”.Pemanfaatan asset management yang sudah bagus di pembangkit juga sudah merambah berkembang pada transimi dan distribusi. Selain itu Perusahaan diluar PLN juga sudah mulai mengimplementasikannya, seperti ada usulan untuk bisa dimanfaatkan di sektor lain seperti pariwisata dan lainnya.Diskusi ditutup oleh panel dengan narasumber yaitu Edwin Nugraha Putra, Dirut PT PLN Indonesia Power, Dr. Buyung Sofiarto Munir, Vice President T&D PLN Enjiniring, Jakfar Sadiq, Head of Technolog y Development and Asset Management PT PLN Nusantara Power, dan Herry Nugraha, EVP Asset Manajemen PLN (Persero).S e m i n a r i n i j u g a t u r u t m e n d u k u n g pengembangan kurikulum perguruan tinggi, dimana dosen para mahasiswa bisa belajar langsung dengan para ahli dan praktisi sehingga mendapatkan gambaran langsung tentang isuisu yang sedang terjadi dalam dunia energi khsusnya ketenagalistrikan PLN telah menunjukkan komitmen yang tinggi dalam membangun Asset management yang kuat dengan mengintegrasikan sistem teknikal, keuangan dan SDM yang menjadikan Perusahaan sustain dalam menjalani transisi energi Sebagai upaya untuk terus meningkatkan gerakan perubahan dan perbaikan secara terus menerus di bidang asset management, maka dalam seminar juga telah dibentuk Komunitas PT PLN dan sub-holdingnya seper ti PLN Indonesia Power, PLN Nusantara Power, PLNE telah menunjukkan arah praktek asset management beyond IS0 55001 dengan berba g ai terobosan digitali sas i as set management seperti mengembangkan artificial intelligent serta machine learning sehingga kinerja terus meningkat dan sangat antisipatifdengan transisi energi. KMAI sendiri adalah wadah para praktisi Manajemen Aset berkumpul untuk memastikan prinsip dasar dan metoda manajemen aset terimplementasi serta manfaat diperoleh, baik secara individu, institusi maupun masyarakat luas khususnya di Indonesia. Di dalam komunitas ini nanti tidak hanya mendapatkan knowledge tentang manajemen aset saja, namun bagaimana kombinasi knowledge, coaching, dan mentoring bisa didapatkan dalam keanggotaan. Sehingga memperbesar peluang dalam ser tifikasi kompetensi managemen aset juga secara paralel, KMAI mengupayakan terbentuknya IAM Chapter Indonesia sebagai salah satu tujuan dari komunitas ini.***Manajemen Aset Indonesia (KMAI) yang diinisiasi oleh para ahli di bidang asset management.
Wakil Ketua Bidang IV EV dan Digitalisas MKI, Suroso Isnandar, telah diangkat sebagai Direktur Manajemen Risiko PT PLN (Persero). Pengangkatannya ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham PT PLN (Persero) yang dilaksanakan pada Rabu (20/9).Dalam RUPS tersebut, pemegang saham menyepakati pengangkatan Suroso Isnandar s eb a g a i D i r e k t u r M a n a j e m e n Ri s i k o . Sebelumnya, Ia menempati jabatan Kepala Satuan Digital dan Teknologi Informasi PLN.enteri Badan Usaha Milik Negara, Erick MThohir selaku Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT PLN (Persero) memutuskan mengubah susunan Komisaris dan Direksi perseroan. Terdapat dua komisaris dan satu Direksi yang diangkat dalam RUPS tersebut.Pe m e g a n g s a h a m j u g a m e n y e p a k a ti pemberhentian dengan hormat Amien Sunaryadi sebagai Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen dan Alex Iskandar Munaf sebagai Komisaris Independen.“PLN ini jantungnya Indonesia. PLN memiliki peran vital dalam transisi energi, untuk itu kami ingin melanjutkan dan memperkuat transformasi agar PLN bisa semakin lincah dalam melakukan transisi energi,” ucap Tedi.Tedi juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi yang telah diberikan oleh Amien Sunaryadi sebagai Komisaris Utama.Menteri BUMN, Erick Thohir diwakili Deputi Bidang Sumber Daya Manusia, Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN, Tedi Bharata menyampaikan bahwa pergantian susunan Komisaris dan Direksi ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja perusahaan, khususnya dalam menjalankan transisi energi.Selanjutnya, RUPS mengangkat Agus Dermawan Wintarto Martowardojo sebagai Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen. RUPS ini juga mengangkat Arcandra Tahar sebagai Komisaris Independen.“Di masa jabatannya, Pak Amien sebagai Komisaris Utama telah mampu memberikan banyak masukan strategis kepada jajaran Direksi, yang membuat transformasi PLN berjalan baik dengan kondisi keuangan yang semakin kokoh. Ke depan, dengan hadirnya Pak Agus, kami di Kementerian BUMN berharap dapat mengawal kinerja agar terus semakin tumbuh dan mampu menjawab tantangan ke depan,” kata Tedi.RubrikPakar BerbagiSuroso IsnandarDirektur Manajemen Risiko PLN22
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo juga menyampaikan terima kasih atas dedikasi yang diberikan oleh Amien Sunaryadi sebagai Komisaris Utama PLN dan Alex Iskandar Munafsebagai Komisaris Indenpenden.“Tantangan ke depan semakin besar, khususnya di era transisi energi. Bagaimana menyiapkan ketahanan energi dan menyiapkan langkah yang bersifat global. PLN harus bisa menjadi institusi yang semakin bisa diandalkan dan terus membaik,” tegas Agus.Komisaris Utama PLN Agus Dermawan Wintarto Martowardojo menjelaskan PLN selama ini memiliki laju pertumbuhan kinerja yang baik. Proses transformasi dan digitalisasi yang dilakukan perusahaan membuahkan banyak prestasi dan apresiasi.Dengan perubahan di atas maka susunan Dewan Direksi dan Komisaris PLN menjadi sebagai berikut:Dewan Komisaris: Komisaris Utama dan Komisaris Independen: Agus Dermawan Wintarto Martowardojo, Wakil Komisaris Utama: Suahasil Nazara, Komisaris: Mohamad Ikhsan, Komisaris: Dadan Kusdiana, Komisaris: Dudy Purwagandhi, Komisaris: Eko Sulistyo, Komisaris: Tedi Bharata, Komisaris: Susiwijono Moegiarso, Komisaris Independen: Charles Sitorus, Komisaris Independen: Arcandra TaharDewan Direksi: Direktur Utama: Darmawan Prasodjo, Direktur Keuangan: Sinthya Roesly, Direktur Legal dan Manajemen Human Capital: Yusuf Didi Setiarto, Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem: Evy Haryadi, Direktur Retail dan Nia g a: Edi Sr imul yanti, Di re k tur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis: Hartanto Wibowo, Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan: Wiluyo K u s d w i h a r t o , D i r e k t u r M a n a j e m e n Pembangkitan: Adi Lumakso, Direktur Distribusi: Adi Priyanto, Direktur Manajemen Risiko: Suroso Isnandar.“Keluarga Besar PLN mengucapkan selamat ber tugas kepada Bapak Agus Dermawan Wintarto Martowardojo sebagai Komisaris Utama PLN dan Komisaris Independen, Bapak Arcandra Tahar selaku Komisaris Independen, serta Bapak Suroso Isnandar sebagai Direktur Manajemen Risiko. Kami juga menyampaikan terima kasih atas dedikasi yang telah diberikan oleh Bapak Amien Sunaryadi dan Bapak Alex Iskandar Munaf,” ujar Darmawan.Darmawan menegaskan, PLN berkomitmen untuk terus memberikan layanan terbaik bagi pelanggan dan menjalankan transisi energi demi memastikan kehidupan yang lebih baik.“PLN terus berkomitmen untuk melakukan transformasi guna memberikan pelayanan yang terbaik dan prima bagi seluruh pelanggan di Tanah Air. Dengan hadirnya Komisaris dan Direksi baru, kami yakin akan meningkatkan kinerja kami, khususnya dalam melakukan transisi energi untuk mencapai target Net Zero Emissions (NZE) pada tahun 2060,” tutup Darmawan. (Sumber PLN) ***23“PLN ini jantungnya Indonesia. PLN memiliki peran vital dalam transisi energi, untuk itu kami ingin melanjutkan dan memperkuat transformasi agar PLN bisa semakin lincah dalam melakukan transisi energi,” ucap Tedi.
PERLUNYA REGULASI KHUSUSTENTANG PEMBANGKIT LISTRIK HIBRIDA“Hingga saat ini belum ada Peraturan Menteri ESDM yang secara khusus mengatur tentang hibridisasi pembangkit listrik energi terbarukan di Indonesia. Baik dari aspek teknis, ekonomis, finansial, dan pengelolaan limbahnya”.Seprti diketahui, Pembangkit listrik hibrida menerapkan sistem yang memanfaatkan lebih dar i satu sumber energi utama untuk menghasilkan beban listrik. Pengembangan pembangkit-pembangkit listrik tersebut menjamin tingkat produksi yang lebih stabil dengan memastikan tingkat produksi yang lebih konstan. Selain itu, penggunaan pembangkit listrik hibrida akan meningkatkan efisiensi dan kelayakan ekonomi.U n t u k me n g u ra n g i emi s i k a rbo n da n meningkatkan bauran energi ramah lingkungan, una mendukung transisi energi, MENTARI Gtelah melaksanakan berbagai kegiatan kajian dengan temuan rekomendasi kebijakan selama tahun 2020-2023. Untuk mendiseminasi hasil tersebut, MENTARI bersama Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) mengadakan diskusi kelompok terarah dengan tema “Regulasi dan Tata Kelola Pembangit EBT Hibrida”, di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, (18/9).PT PLN melakukan program de-dieselisasi dengan mengkonversi sekitar 5.200 pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang masih beroperasi di beberapa wilayah, terutama yang terpencil. Konversi PLTD tersebut akan dilakukan dengan pembangunan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan (RE), pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), PLTS hybrid, PLTD hybrid dengan PLTS atau pembangkit listrik tenaga angin (PLTB), perluasan kapasitas baterai-PLTS, serta peningkatan kapasitas PLTS terpasang. Program ini ditargetkan selesai pada tahun 2026.Pe m e r i n t a h I n d o n e s i a m e n t a r g e t k a n pengembangan energi baru terbarukan (EBT) mencapai cakupan bauran energi minimal 23% pada tahun 2025 dan 31% pada tahun 2030. Dalam Rencana Usaha Ketenagalistrikan (RUPTL) PLN 2021-2030 EBT Pembangkit diperkirakan akan mendominasi penambahan kapasitas pembangkit sebesar 20,9 Gigawatt (GW) atau 51,6% dari total proyek pembangkit baru.24
Pembangkit EBT intermiten akan dimanfaatkan secara masif. Dengan terputusnya pembangkit EBT tersebut, diperlukan fleksibilitas sistem yang lebih baik. Hal ini disebabkan karena penetrasi pembangkit EBT yang bersifat intermiten yang akan berdampak pada peningkatan ramp up dan ramp down sistemKementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) belum mengeluarkan Peraturan Menteri (Permen) yang secara khusus mengatur hibridisasi pembangkit energi terbarukan, dalam segala aspek: mulai dari teknis, ekonomi, finansial, hingga seluk-beluk pengelolaan limbah. Permen ESDM No.10/2017, Permen ESDM No.49/2017, dan Permen ESDM No.10/2018 tentang Pokok-pokok Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) hanya mengatur satu teknologi energi terbarukan. Apalagi Peraturan Presiden (Perpres) 12/2022 yang mengatur soal tarif EBT belum memperhitungkan kemungkinan hibridisasi pembangkit EBT. Hibridisasi pembangkit EBT tidak hanya memperhatikan aspek teknologinya saja, namun juga pendekatan pengelolaan jaringan yang memperhatikan karakteristik komponenkomponennya. Terdapat beberapa perbedaan antara teknologi tunggal (non-hibrida) dan hibrida, seperti harga listrik, kinerja, aset, kendali pengiriman, permasalahan berbasis proyek, dan perubahan peraturan.Hingga saat ini, belum ada Peraturan Menteri ESDM yang secara khusus mengatur tentang hibridisasi pembangkit listrik energi terbarukan di Indonesia. Baik dari aspek teknis, ekonomis, finansial, dan pengelolaan limbahnya.Untuk mengantisipasi kekosongan regulasi, MENTARI tengah melakukan kajian hukum mengenai pembangkit Listrik hibrida. Untuk itu, MENTARI bersama MKI mengadakan diskusi kelompok terarah yang membahas temuan kajian UK MENTARI mengenai pembangkit listrik hbrida tersebut. Dari diskusi ini diharapkan menghasilkan di seminas i kajian MENTARI mengenai pembangkit listrik hbrida, dan pemahaman peserta mengenai perlunya latar belakang hukum untuk mendukung pengembangan pembangkit listrik hibrida.3. Gabungan Opsi (1) dan (2). Opsi ini memungkinkan pemilahan materi muatan dalam tingkat peraturan yang berbeda seperti UU, PP, Perpres dan Peraturan Menteri s e r t a s a t u p e r a t u r a n t e k n i s y a n g komprehensif mengenai PLT EBT Hibrida.2. Menjadi materi muatan satu peraturan tersendiri mengenai PLT EBT Hibrida sebagai lex specialis dari peraturan yang ada di bidang energi terbarukan. Opsi ini memungkinkan pengaturan PLT EBT Hibrida yang lebih komprehensif dalam satu peraturan tersendiri sehingga lebih mudah dipelajari untuk implementasinya.M E N TA R I j u g a m e n y a r a n k a n b a h w a pengembangan peraturan PLT EBT Hibrida hendaknya menjadi prioritas yang sejalan dengan pengembangan regulasi energi terbarukan di I n d o n e s i a . D a n u n t u k m e n d u k u n g penyempurnaan hasil kajian hukum ini perlu dilakukan kegiatan pendukung seperti rapatrapat pembahasan dan Focus Group Discussion (FGD). ***1. Menjadi materi muatan beberapa peraturan perundang-undangan yang relevan. Opsi ini memungkinkan pengaturan topik yang berbeda dalam peraturan yang berbeda serta pemilahan materi muatan dalam tingkat peraturan yang berbeda seperti UU, PP, Perpres dan Peraturan MenteriTerkait hasil kajian hukum ini, saran MENTARI adalah setidaknya ada “Tiga Pilihan Pengaturan” yang dapat dilakukan yang berkaitan dengan aspek teknis dan ekonomi komersial untuk PLT EBT Hibrida yaitu: Selain memprentasikan Kajian Kebijakan tentang Pembangkit Listrik EBT Hibrida oleh Tim Pilar Kebijakan UK-MENTARI, hadir pula beberapa narasumber dar i Di rektorat Manjemen Pembangkitan PLN, Divisi Aneka Energi Baru Terbarukan PLN, dan Direkorat Aneka Energi Baru dan Terbarukan ESDM.25
Memetakan Jalan Menuju Transisi EnergiBanyak yang akan mewarnai berbagai alternatif peta jalan Transisi Energi. Namun penting untuk dipertimbangkan pilihan yang realistis dengan tetap menjaga keseimbangan prinsip-prinsip trilemma energi, yaitu security, sustainability dan affordability.Selain itu ada berbagai dokumen lainnya yang merupakan updating dari dokumen Transisi Energi sejalan dengan perkembangan pemikiran dan diskusi serta komitmen dalam G-20 Bali Ke tua Umum MKI Ev y Har yadi dalam sambutannya mengatakan, roadmap transisi energi menuju Net Zero Emission sudah menjadi “concern” berbagai Institusi terkait dan kebijakan tersebut telah dituangkan dalam beberapa dukumen, antara lain : Indonesia LongTerm Strategy for Low Carbon and Climate Resilience 2050 (LTS-LCCR) – KLHK, Low Carbon Development: A Paradigm Shift Towards Green Economy in Indonesia – BAPPENAS, Grand Strategy Energy Nasional – KESDM, dan Strategi PLN Menuju Carbon Neutral - PLN.KI menggelar Webinar Series Transisi MEnergi #1 dengan mengusung tema “Roadmap Transisi Energi Dalam Rangka Enhanced NDC 2030 dan NZE 2060” yang berlangsung secara Online melalui platform Zoom dan Live-Streaming Youtube MKI IEPS, pada 6 Oktober 2023.termasuk program Just Energy Transition Partnership (JETP), integrasi kebijakan Transisi Energi dalam penyusunan Ddraft RPJMN 2025-2030, Ddraft Kebijakan Energi Nasional - KEN dan Ddraft RUPTL PLN- 2024-2033.Menurut Evy, perbedaan asumsi dan proyeksi kondisi masa depan dalam berbagai “roadmap” transisi energi, perlu reality check atas potensi sumber EBT, pertimbangan kondisi kelistrikan, skenario & asumsi per tumbuhan ekonomi nasional juga akan mewarnai berbagai alternatifpeta jalan Transisi Energi, namun penting untuk dipertimbangkan pilihan yang realistis dengan tetap menjaga keseimbangan prinsip-prinsip trilemma energi.Hal mendesak yang perlu menjadi perhatian adalah strategi pencapaian target jangka pendek menuju 23% EBT tahun 2025 dan sasaran penurunan emisi GRK sesuai target “Enhanced” NDC - 2030 yang akan masuk dalam rentang waktu perencanaan RUPTL PLN 2024-2033 untuk dikaji secara cermat guna memastikan strategi implementasinya.26
Pembicara yang membawakan materi dalam webinar transisi energi #1 tersebut adalah Ir. Dedi Rustandi (Energ y Planning and Policy, Bappenas), Dr. Gigih Udi Atmo (Direktur Konservasi Energi, Ditjen EBTKE, KESDM), Kamia Handayani (EVP of Energy Transision and Sustainability PLN), dan Dr. Ir. Nanang Hariyanto (Dewan Pakar MKI/ITB).“Penggunaan battery energy storage system juga merupakan strategi kunci untuk mendukung operasi PLT EBT serta menjaga keandalan sistem jaringan ketenagalistrikan. Kebutuhan kapasitas BESS diperkirakan lebih dari 500 GW di tahun 2060,” ujarnya. “Efisiensi energi dapat meningkatkan ketahanan energi nasional sebagai buah dari upaya konservasi sumber daya energi. Selain itu, efisiensi energi dapat mengurangi kebutuhan investasi akibat menurunnya kebutuhan pembangunan infrastruktur penyediaan energi seperti pembangkit listrik,” jelasnya.Menurut Dedi Rustandi, pengembangan PLT EBT memegang peran kunci dalam transisi energi. Pada tahun 2045, share kapasitas terpasang pembangkit EBT diproyeksikan mencapai 80% dan akan mendekati 100% di tahun 2060. Proyeksi total kapasitas terpasang PLT EBT di tahun 2060 adalah sekitar 2.800 GW. “Memperhatikan hal tersebut, Webinar series ini diharapkan akan memberikan sumbangan pemikiran sebagai masukan dalam menetapkan arah kebijakan dan peta jalan Transisi Energi yang realistis & menjadi acuan bersama dalam implementasinya,” ujar Evy. Di sisi lain, Efisiensi energi sektor demand perlu terus ditingkatkan. Efisiensi energi adalah “first fuel” dalam upaya transisi energi, artinya strategi ini dapat memberikan dampak pengurangan energi fosil serta pengurangan emisi CO2 secara cepat.Dedi mengatakan, diproyeksikan laju efisiensi di sektor demand adalah sekitar 3%/tahun, sehingga dapat menurunkan proyeksi demand dan intensitas energi final dibandingkan dengan skenario BAU.Berbicara mengenai penurunan emisi GRK sektor energi, Dedi mengatakan bahwa pada skenario Penurunan emisi GRK sektor energi sangat dipengaruhi oleh peralihan dari PLTU batubara ke PLT EBT. Kebijakan phase-out PLTU batubara merupakan salah satu kebijakan kunci.“Selain itu, aplikasi teknologi CCS/CCUS di sektor industri dan pembangkit listrik adalah kebijakan antara yang efektif untuk mengurangi emisi GRK. Potensi puncak emisi karbon yang dapat diserap diperkirakan berada di sekitar 700 juta ton di tahun 2048,” ujarnya lagi.Dalam transisi energi, pengembangan PLT EBT memegang peran kunci penting. Pada tahun 2045, share kapasitas terpasang pembangkit EBT diproyeksikan mencapai 80% dan akan mendekati 100% di tahun 2060. Proyeksi total kapasitas terpasang PLT EBT di tahun 2060 adalah sekitar 2.800 GW.Menurutnya, penggunaan battery energy storage system juga merupakan strategi kunci untuk mendukung operasi PLT EBT serta menjaga keandalan sistem jaringan ketenagalistrikan. Kebutuhan kapasitas BESS diperkirakan lebih dari 500 GW di tahun 2060.NZE, puncak emisi sektor energi diperkirakan terjadi di tahun 2037 sebesar 844 juta ton CO2 dan akan berkurang hingga 92 juta ton CO2 di 2060. Sementara itu Direktur Konservasi Energi Gigih Udi Atmo mengatakan bahwa pada strategi transisi energi menuju NZE 2060, dperlukan pengurangan emisi NZE yaitu 93% dari BaU melalui optimalisasi suplai dengan EBT dan demand dengan menerapkan efisiensi energi.Strategi untuk mencapai NZE dilakukan melalui Elektrifikasi (EV, kompor induksi, elektrifikasi pertanian, dll), pengembangan EBT (offgrid, ongrid & BBN), moratorium PLTU & pensiun dini PLTU yang sudah ada, CCS/CCUS, pemanfaatan sumber energi baru (hidrogen and amonia), dan penerapan efisiensi energi.Gigih kemudian memaparkan Roadmap NZE 2060. Pada periode 2021-2025: Pengembangan PLT EBT sesuai RUPTL 2021-2030, dan cofiring PLTU Batu Bara. Per iode 2026-2030: Pengembangan PLT EBT sesuai RUPTL 2021-27
2030, dan pump storage mulai 2025. Periode 2031-2035: Produksi EBT Green Hydrogen mulai 2031 untuk transportasi, dan BESS tahun 2034. Upaya- upaya dekarbonisasi pembangkit listrik berbahan bakar fosil diantaranya Pembatalan 13,3 GW PLTU baru yang sebelumnya direncanakan dalam RUPTL 2019-2028; Pembatalan PPA 1,3 GW PLTU dalam pipeline the greenest RUPTL (2021-2030); Mengganti 1,1 GW PLTU dengan pembangkit EBT; Mengganti 800 MW PLTU dengan pembangkit gas; Co-Firing Biomassa pada 41 PLTU dan akan mencapai 52 PLTU pada 2025; Program Dedieselisasi 1 GW; Implementasi carbon trading di 26 PLTU.M e n u r u t G i g i h , b e s a r n y a i n v e s t a s i pengembangan EBT yang ingin diwujudkan Indonesia NZE 2060 memerlukan dukungan besar dari para pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta & pihak internasional. “Kebutuhan investasi pembangkit: 994,6 milliar USD dan transmisi: 113,4 milliar USD, sehingga total investasi mencapi 1.108 miliar USD atau 28,5 miliar USD tiap tahun”, jelasnya.Selanjutnya pada Per iode 2036-2040: Pemanfatan nuklir mulai 2039, dan PLTSEVP of Energy Transision and Sustainability PLN, Dr. Kamia Handayani, mengatakan bahwa pada KTT G20 di Bali, Indonesia bersama International Partners Group (IPG) melakukan joint statement Just Energy Transition Partnership (JETP) untuk memobilisasi USD 20 Milyar dari negara-negara IPG dalam rangka mendukung akselerasi transisi energi di Indonesia. Rencana investasi akan dituangkan dalam Comprehensive Investment and Policy Plan.Sebelum ada JETP, imbuh Kamia, secara voluntary PLN telah melakukan upaya heroik melalui RUPTL Paling Hijau, menekankan upaya dekarbonisasi pembangkit listrik berbasis bahan bakar fosil dan pengembangan EBT.secara massif serta PLTB onshore dan offshore. Periode 2041-2050: Produksi EBT Green Hydrogen untuk subtitusi gas alam, bauran energi didominasi EBT. Periode 2051-2060: Semua listrik dihasilkan dari PLT EBT dan emisi tersisa sebesar 129 juta ton Co2.“PLN telah merancang 5 skenario. Dari kelima skenario tersebut, Accelerated Renewable Energy with coal phase down merupakan skenario ambisius dengan penambahan EBT 75% dan gas 25%, yang akan memastikan pengurangan emisi beyond NDC dengan tetap menjaga keandalan sistem” ujarnya lagi..“PLN juga merencanakan dan Mengembangkan 21 GW Pembangkit EBT dalam The Greenest R U P T L , d a n m e r e n c a n a k a n d a n mengembangkan 21 GW pembangkit EBT dalam The Greenest RUPTL dengan total kumulatifemissions reduction /avoidance 3,7 Miliar ton CO2,” tutur Kamia.PLN bekerja sama dengan IEA untuk membangun perencanaan transisi energi yang kredibel, yang mempertimbangkan sustainability, affordability, dan reliability. Kolaborasi strategis ini telah membangun kepercayaan dan dukungan lembaga internasional pada arah pelaksanaan transisi energi di Indonesia.Kamia mengatakan, penyusunan skenario transisi energi dibangun secara kredibel dan rasional menggunakan metodologi, asumsi, dan tools sesuai international best practices. PLN dan IEA bersama-sama memodelkan skenario transisi energi. PLN juga bekerja sama dengan ADB dan PwC untuk membuat assessment kondisi financial sustainability PLN pada skenario yang dimodelkan.Melalui Skenario Accelerated RE with Coal Phase Down, PLN melakukan scale up EBT dimana kapasitas EBT akan mencapai 75% dan 25% gas. Total tambahan EBT baseload sebesar 31 GW dan Wind & Solar (VRE) sebesar 28 GW. Investasi Smart Grid menjadi pre-requisite. PLN telah membentuk Tim Transisi Energi dan Project Management Office yang bekerja sama dengan 4 kelompok kerja Sekretariat JETP dalam penyusunan JETP Comprehensive Investment and Policy Plan.“Total kebutuhan investasi hijau 2023-2040 mencapai USD ~157 Miliar. PLN membangun ekosistem yang kondusif yang berbasis pada kolaborasi dengan mengundang partisipasi IPP,” tutupnya.***28
MKI dan ITPLN Selenggarakan Lomba Menulis Essayda kabar baik bagi siswa-siswi SMA. AMenyambut Hari Listrik Nasional ke 78 tahun Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) bersama Institut Teknologi PLN (ITPLN) dan didukung majalah ETECHNO menyelenggarakan lomba menulis essay bagi pelajar SMA/SMK/ sederajat se Indonesia. Lomba yang dikemas dengan tajuk AMPERE (Ajang Menulis Pengembangan Teknologi dan Energi) ini mengambil tema Pemanfaatan Teknologi Informasi Untuk Penggunaan Listrik.Sementara itu Rektor ITPLN Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa M K, M.T., mengatakan bahwa lomba menulis ini sangat bagus untuk membangun komunitas yang peduli pada teknologi dan energi yang ramah lingkungan. ”Para juara lomba ini juga diberikan kesempatan melanjutkan kuliah di ITPLN, kampus yang dikenal berwawasan lingkungan, dengan beasiswa partial yang menarik” kata Prof. Iwa. ***Di rektur Eksekutif MKI Eman Pr iyono mengatakan bahwa tujuan lomba menulis untuk meningkatkan pemahaman dan wawasan generasi muda Indonesia tentang teknologi dan energi. Juga untuk meningkatkan pola pikir kritis generasi muda tentang teknologi dan energi khususnya di bidang ketenagalistrikan. Lomba ini merupakan yang kedua kalinya setelah sukses diadakan pada tahun 2022 lalu.”Kami mengundang para pelajar dari seluruh Indonesia untuk bergabung dan mengikuti lomba yang sangat bagus ini. Hadiah sangat menarik. Ada hadiah uang pembinaan total lebih dari Rp 40 juta. Khusus juara 1 – 3 akan diundang ke Jakarta mengikuti puncak acara peringatan Hari Listrik Nasional ke 78” kata Eman.29
Oleh Manerep Pasariburtificial Intelligence (AI) menjadi penggerak Autama untuk inovasi berkelanjutan. AI sejajar dengan penemuan listrik dan Mesin Uap dan Kereta Api 200 tahun yg lalu, sebagai teknologi untuk pemakaian aneka manfaat (general purpose technology). Dan sekarang, ada satu tren baru yang sedang menggemparkan dunia: Teknologi Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence. AI menjadi penggerak utama dalam inovasi masa depan dan menjanjikan untuk mengubah cara kita hidup dan bekerja. Bagaimana AI dapat meningkatkan produktivitas para innovator dan mengapa hal itu sangat penting pada era digital saat ini.Inovasi berperan kunci untuk mencipta perubahan positif di dunia ini. Dari penemuan listrik hingga internet, para inovator telah membawa kemajuan yang luar biasa bagi kehidupan umat manusia (Lee & Trimi, 2018). Seperti halnya penemuan listrik,mesin uap, kereta api dan mobil yang mengubah cara kita hidup, AI memiliki potensi yang sama besar untuk membawa perubahan revolusioner dalam berbagai industri. Dengan kecerdasannya yang luar biasa, AI mampu memberikan solusi kreatifdan efisien atas permasalah yang kompleks sekalipun.Pada dunia modern ini, inovasi berperan kunci sukses bagi para pelaku bisnis, entrepreneur dan bahkan layanan publik (Windrum & Koch, 2008). Mereka harus terus mencari terobosan baru untuk meningkatkan produk atau layanan agar tetap relevan di pasar yang kompetitif, serta turut meningkatkan pembangunan ekonomi. AI Menjadi Penggerak Utama Untuk Inovasi Kedepan RubrikPakar BerbagiARTIFICIAL INTELLIGENCE Meningkatkan Produktivitas Para Inovators30
AI berperan kunci sebagai salah satu penyelamat ut ama deng an kemampuannya da l am menganalisis data besar untuk memberi arah bagi inovasi. Dengan bantuan AI, siapa saja dapat menjadi inovator menemukan terobosan baru, karena inovasi mengndung semangat demokrasi (democratize innovation), dalam mencermati tren atau keperluan baru dari konsumen di pasar, ser ta mewujudkan permintaan konsumen dengan lebih baik. AI juga memberikan alat penting bagi para ilmuwan dan peneliti dalam mengembangkan penemuan baru di berbagai bidang seperti ilmu kedokteran, energi terbarukan, teknologi transportasi masa depan, pertokoan masa depan dengan pengiriman robot untuk mengirim pembelian pelanggan, dan banyak lagi. Apa Yang Dimaksud Dengan Al Serta Perannya? Dengan menggunakan metode pembelajaran m e s i n ( m a c h i n e l e a r n i n g ), A I d a p a t mempercepat membangun kemampuan, melakukan eksperimen dengan analisis data sehingga memungkinkan adanya terobosanterobosan baru yang sebelumnya sulit dicapai oleh manusia. Ar tificial Intelligence (AI) dikenal sebagai Kecerdasan Buatan. Konsep ini mengacu pada kemampuan mesin yang dapat meni ru kecerdasan manusia, untuk melakukan tugastugas yang biasanya membutuhkan intervensi manusia (Dobrev, 2004). AI tidak hanya tentang menciptakan robot cerdas seperti di film-film fiksi ilmiah, tetapi juga melibatkan penggunaan algoritma (proses kerja) komputer yang canggih untuk menganalisis data, mengidentifikasi pola, mengarahkan kegiatan, dan membuat prediksi. Dalam hal ini, AI dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas para innovator dalam berbagai bidang.Dengan adanya AI, para innovator dapat menghemat waktu dan tenaga dengan menggunakan teknologi otomatisasi, untuk penalaran dan prediksi. Misalnya, seorang peneliti medis menggunakan AI memproses ribuan data pasien secara simultan dan mengdiagnosis lebih akurat, tentang penyakit dan pengobatan pada pasien dalam program AI, sehingga membantu menyelamatkan nyawa manusia. Selain itu, AI bisa menjadi asisten virtual bagi para innovator dalam menjalankan tugas seharihari. Sebuah perusahaan teknologi telah menggunakan chatbot berbasis AI untuk membantu tim pengembangan produk dalam merespons per tanyaan pelanggan dan memberikan solusi dengan cepat. Hal ini tidak hanya meningkatkan responsifitas tim tapi juga membuka peluang baru bagi inovasi. Jadi AI memiliki potens i besar meningkatkan produktivitas para innovator dalam berbagai bidang yang ada di bisnis.AI: Teknologi Canggih Berkemamapuan Serba Guna. AI atau kecerdasan buatan, telah menjadi topik yang semakin populer di msyarakt dalam beberapa tahun terakhir. Teknologi canggih ini berkemampuan serba guna (Bieger DKK, 2016), antara lain dipakai oleh komputer sebagai mesin membantu individu, manager perusahaan, atau pejabat pemtintah untuk belajar pengetahuan baru (tanpa duduk dibangku sekolah), untuk pecahkan masalah baru yang luas, membantu memberi arah pada adaptasi terhadap tuntutan baru, dan melakukan tugas-tugas yang sseharusnya dilakukan oleh manusia. AI Berkapasitas sebagai General Purpose Atau “Omni-Use” TechnologyMenurut Klinger Dkk (2018), Teknologi berkemampuan serba bisa (General Purpose Technology atau GPT) atau “Omni-Use”, merujuk pada jenis teknologi yang memiliki kemampuan untuk mengubah cara kerja dan kehidupan manusia secara signifikan. Ia merupakan fondasi bagi berbagai inovasi dan transformasi di beragam sektor ekonomi. Dari bergerak secara fisik seperti pd Mesin Uap (1698) dan Listrik (1879), lalu bergerak secara digital (secara maya) pada Komputer(1946), Semi Konduktor (1947), internet (1987), dan AI (Sekarang) dengan kepandaian seperti pikiran manusia, yang disebut teknologi “deep learning” adalah c o n t o h t e k n o l o g i u m u m y a n g t e l a h mempengaruhi dunia kita (Perez, 2010) .31
32Pada masa lalu, mesin Uap adalah salah satu jenis teknologi umum (yang bergerak secara fisik) yang memberdayakan produksi massal dengan memanfaatkan mesin-mesin mekanistik. Hal ini membuka jalan bagi perkembangan industri selanjutnya pada manufaktur seperti otomotif, tekstil, dan elektronik. Kemudian ada tenaga listrik sebagai teknologi umum lainnya, dari sumberdaya aliran air secara fisik. Dari perkembangan masa lalu ke masa kini, penggunaan listrik sebagai sumber energi utama telah menghadirkan revolusi dalam transportasi, pencahayaan kota-kota besar, serta peternakan modern dengan peralatan canggih. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa General Purpose Technology adalah teknologi yang memiliki dampak luas dan dapat meningkatkan per tumbuhan ekonomi dan mensejahterakan masyarakat secara luas. Hal diatas diperkuat dengan Perusahaan Apple dan Amazon yg menyatakan bahwa AI dan Mesin Pembelajar (Machine Leaning) sebagai teknologi inti yg fundamental (core fundamental technologies) karena teknologi ini telah dapat membantu peningkatan pendapatan perusahaan melampau ekspektasi pasar, dan menargetkan hari-hari yg lebih baik di masa mendatang dengan bantuan kecerdasan buatan/AI ( The Jakarta Post,5 Agustus 2023).Kemudian perkembangan masa kini, Internet juga termasuk dalam kategori General Purpose Technology karena mampu menghubungkan orang-orang dari seluruh dunia melalui jaringan komunikasi digital. Hal ini berdampak besar pada bisnis e-commerce, pemasaran digital, pendidikan online, hingga “e-business” yang melancarkan arus pergerakan barang jasa pada logistik yang melibatkan banyak pemasok bisnis (Janssen & Sol, 2000).Selanjutnya perkembangan masa kini ke masa depan, kita juga menyaksikan perkembangan pesat Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan sebagai salah satu bentuk teknologi berkemampuan serba bisa terbaru. AI dapat digunakan dalam banyak bidang termasuk analisis data yang kompleks, pengambilan keputusan cerdas secara otomatis hingga implementasi robotika canggih. Mari kita lihat studi kasus berikut. Bagaimana suatu perusahaan telah meningkatkan produktivitas dengan menggunakan AI. Salah satu studi kasus menarik adalah penggunaan AI oleh sebuah perusahaan manufaktur terkemuka. Dalam upaya untuk mengoptimalkan proses produksi, perusahaan ini memutuskan untuk menerapkan sistem AI dalam rantai pasok (supply chain) mereka. Dengan bantuan AI, Misalnya, seorang inovator tidak lagi harus melakukan pekerjaan administratif yang membosankan secara manual. Dengan bantuan AI, mereka dapat menggunakan waktu mereka untuk fokus pada hal-hal yang lebih penting dan kreatif. AI juga dapat meningkatkan kolaborasi antara tim innovators. Dengan adanya sistem komunikasi terintegrasi dan penyelesaian masalah otomatis melalui chatbot atau asisten virtual cerdas, tim bisa bekerja sama dengan lebih efisien tanpa hambatan waktu dan ruang.Pelbagai Kegiatan Yang Dilakukan AI B a g a i m a n a A I d a p a t m e n i n g k a t k a n produktivitas? Ini adalah pertanyaan yang sering muncul ketika kita membicarakan peran kecerdasan buatan dalam dunia bisnis dan inovasi. AI adalah teknologi yang memungkinkan mesin untuk belajar (learning), berpikir (reasoning), melakukan pengamatan inteligen, untuk membantu manus ia meng ambil keputusan. Salah satu cara utama di mana AI dapat meningkatkan produktivitas adalah dengan otomatisasi tugas-tugas rutin.
4. N a t u r a l L a n g u a g e P r o c e s s i n g (NLP).Membantu komputer memahami 2. AI Berbasis Pembelajaran Mesin (Machine Learning-Based AI). Mesin ini menggunakan data historis untuk mempelajari pola dan prediksi untuk keputusan. Contoh aplikasinya t e r masuk de t e k s i spam email atau rekomendasi produk di situs e-commerce.3. Deep Learning. Mesin pembelajaran dengan menggunakan jaringan saraf tiruan dengan banyak lapisan neuron untuk memproses informasi secara lebih kompleks dan abstrak. Ini diterapkan dalam pengenalan wajah, pemrosesan bahasa alami, dan lainnya.Studi kasus lainnya seperti perusahaan besar seper ti Google dan Amazon menunjukkan bagaimana penggunaan AI telah memberikan layanan kepada konsumen lebih baik, serta meningkatkan produktivitas dan kepuasan pelanggan.Pelbagai Jenis AI1. AI Berbasis Aturan (Rule-Based AI). Jenis ini menggunakan aturan logika terprogram untuk mengambil keputusan. Contohnya adalah chatbot yang diatur dengan aturan tertentu untuk merespons pertanyaan pengguna.Ada beberapa jenis AI yang digunakan dalam berbagai bidang, dengan ciri dan fungsi yang berbeda.mereka dapat melakukan pemantauan real-time terhadap setiap langkah proses produksi, mulai dar i persediaan bahan mentah hingga pengiriman produk jadi kepada pelenggan. AI juga membantu identifikasi potensi kesalahan atau masalah kualitas yang mungkin terjadi selama proses produksi. Dengan adanya sistem prediktif berbasis AI, perusahaan dapat cepat merespons masalah tersebut dan mengambil tindakan pencegahan sebelum kerugian terjadi. Selain itu, dengan analisis data yang kuat dari AI, perusahaan dapat melihat tren dan pola baru operasional di lapangan. Hal ini memberikan wawasan berharga kepada tim inovasi internal tentang cara baru meningkatkan efektivitas operasional serta peluang baru bagi produk inovatif di masa depan.Saat ini kita berada dalam ekonomi digital. Dalam ekonomi digital, teknologi berkemampuan serba guna (General Purpose Technology/GPT) seperti mobile internet, Artificial Intelligence/AI, Internet of Things/IoT, Computing Cloud dll, menjadi motor penggerak utama (key driver technology) bagi peningkatan efisiensi, produktivitas, pertumbuhan ekonomi seperti ketika mesin Uap dan listrik ditemukan dua abad yg lalu ( Kotoror dkk, 2021; Schmidt, 2015).Dalam dunia yang terus berkembang atau berubah, kebutuhan akan inovas i dan produktivitas yang tinggi menjadi semakin penting. Dalam hal ini, Artificial Intelligence (AI) telah membuktikan sebagai salah satu alat yang paling efektif untuk meningkatkan produktivitas para innovator.bahasa manusia melalui pemrosesan teks, suara, dan ucapan serta menghasilkan respon yang relevan. Chatbot pintar seperti Siri atau Google Assistant menggunakan NLP untuk menjawab pertanyaan pengguna. Dengan adanya berbagai jenis AI ini, kita bisa melihat betapa luasnya potensi penerapan teknologi ini dalam berbagai industri dan aspek kehidupan. Intinya, saat kita melihat masa depan inovasi di era digital ini, tidak ada lagi keraguan Artificial Intelligence (AI) merupakan faktor kunci mempercepat dan meningkatkan produktivitas para innovators. ***Kesimpulan 33
PLTS TERAPUNG CIRATATekan Emisi Karbon 200 Ribu Ton/TahunPLTS Terapung Cirata hampir rampung. PLTS di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang diklaim mampu memproduksi 245 juta kWh energi bersih per tahun ini akan segera diresmikan. Selain mampu melistriki setara lebih dari 50 ribu rumah, PLTS ini akan menekan emisi karbon lebih dari 200 ribu ton per tahun.nergi surya merupakan salah satu teknologi Eenergi terbarukan yang berkembang dengan pesat dalam 20 tahun terakhir. Harga yang terus turun dan teknologi yang semakin maju membuat energi sur ya menjadi sangat kompetitif saat ini.PLTS Cirata memiliki kapasitas 145 MWac / 170 MWp DC. PLTS Cirata terbentang di area seluas 200 hektar yang terbangun dalam 13 blok PLTA cirata adalah salah satu pembangkit yang dimiliki PLN Nusantara Power yang memiliki luasan area yang besar sehingga membuka peluang untuk bisa dimanfaatkan sebagai basis untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya terapung, yaitu PLTS Terapung Cirata.Dengan nilai investasi mencapai Rp 1,7 triliun, proyek ini mampu menghasilkan pengembalian investasi yang menar ik, meningkatkan kepercayaan investor, sekaligus menjawab tantangan energi bersihdengan lebih dari 340 ribu solar panel. PLTS ini diklaim mampu memproduksi 245 juta kWh energi bersih per tahun dan mampu melistriki setara lebih dari 50 ribu rumah. Selain itu, akan menekan emisi karbon lebih dari 200 ribu ton per tahun.PLTS Cirata merupakan hasil kolaborasi antara subholding PLN Nusantara Power dengan perusahaan energi asal Uni Emirat Arab (UEA), yaitu Masdar. Melalui kolaborasi tersebut, proyek 34
• Untuk memanfaatkan lahan area waduk dari PLTA Cirata untuk mampu menghasilkan listrik diluar PLTAPLTA Cirata mampu menyerap lebih dari 1.400 tenaga kerja lokal. Dengan menerapkan teknologi canggih, PLTS ini juga turut melahirkan kompetensi baru bagi PLN.Proyek PLTS Terapung Cirata bertujuan sbb:• Untuk memenuhi meningkatnya permintaan akan listrik yang berasal dari Energi Terbarukan di sistem Jawa.• Untuk meningkatkan bauran energi nasional tentang EBT agar mencapai target 23% di tahun 2025• Sebagai trend setter dari PLTS skala besar di Indonesia yang memiliki tarif yang mampu bersaing dengan energi fosil.• Sebagai pilot proyek PLTS terapung skala besar di Indonesia dan di Kawasan (Asia Tenggara)• Untuk menambah portofolio dari PLN dalam kaitannya dengan pembangkit energi terbarukan.• Meningkatkan peran industri lokal dalam kaitannya dengan industri modul surya dan industri solar floater untuk mencapai fungsi National Capacity Building.• Sebagai sarana untuk meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dengan negara Timur Tengah khususnya UEA dalam kaitannya dengan pengembangan investasi di bidang energi. ***35
HLN ke-78 DAN ENLIT ASIA 2023 SIAP DIGELARDalam rangka mendorong akselerasi penciptaan s i s t em e n e rg i ya n g l ebi h be r s i h da n berkelanjutan, Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) bekerja sama dengan Enlit Asia menyelenggarakan “Hari Listrik Nasional ke-78 Enlit Asia 2023” dengan tema “Strengthening Asean Readiness in Energy Transition”, pada 14-16 November 2023 di Indonesia Convention Exhibition, BSD. ransisi energi menjadi penting untuk Tmenjawab tantangan perubahan iklim global. Indonesia sebagai bagian dari negara yang menandatangani Paris Agreement telah menetapkan target bauran Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sebesar 23% pada tahun 2025. Kebijakan ini selaras dengan komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi karbon hingga 29% pada tahun 2030. “Tahun ini, kami Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) bekerja sama dengan Enlit Asia menyelenggaraan Peringatan Hari Listrik Nasional ke-78 dengan menghadirkan forum diskusi, symposium, seminar dan ajang Seperti diketahui, pemerintah terus berupaya untuk mempercepat pencapaian transisi energi yang telah dituangkan dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN) dan Rancangan Umum Energi Nasional (RUEN). Inovasi dan kolaborasi menjadi kunci utama pencapaian target bauran energi di tengah kondisi global yang belum sepenuhnya pulih pasca pandemic. “Proses transisi energi membutuhkan penguatan kolaborasi dari seluruh stakeholders mulai dari pemerintah, swasta, dan masyarakat karena tantangannya tidaklah mudah. Indonesia sebagai negara kepulauan potensi pengembangan Energi Baru dan berjejar ing, dalam rangka memperkuat kemampuan dan kolaborasi untuk menghadapi tantangan energi masa depan, termasuk mencapai target Net Zero Emission (NZE) 2060. MKI sebagai partner strategis pemerintah mendorong akselerasi realisasi beragam program transisi energi yang dicanangkan pemerintah mulai dari jangka pendek, menengah hingga jangka panjang” ujar Sekretaris Jenderal Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia & Ketua Pelaksana HLN78, Arsyadany G Akmalaputri.In Partnership with:Formerly:36
Terbarukan (EBT)-nya besar tetapi lokasinya tersebar dengan tingkat pemahaman teknologi yang belum seragam sehingga dibutuhkan sosialisasi dan peningkatan literasi secara massif dan berkesinambungan agar penerimaan masyarakat pada pemanfaatan EBT terus meningkat, terutama mereka yang berada di sekitar pembangkit listrik berbasis EBT” tutur Ibu Sesditjen GATRIK Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Ibu Ida Nuryatin Finahari Ajang ini untuk memberikan update teknologi dan inovasi terbaru di industri energi dan kelistrikan dalam rangka mendorong transisi energi tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh ASEAN. Setiap tahun, Enlit Asia juga mendorong kolaborasi yang lebih besar di seluruh industri dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan di sektor energi ASEAN, Besarnya potensi EBT di tanah air tentu saja perlu dioptimalisasi. Oleh karenanya pemerintah sebagai regulator bersinergi dengan PT PLN (Persero) sebagai operator. Sinergi yang dibangun salah satunya dengan menghadirkan pengembangan pembangkit listrik EBT di luar perincian Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) Tahun 2019-2038. mulai dari pembuat kebijakan dan regulator hingga penyedia teknologi hingga konsumen dalam satu wadah.Dalam menghadapi transisi energi pada subsektor ketenagalistrikan, pemerintah Indonesia membuat beberapa perubahan kebijakan dan peraturan, salah satunya yaitu k eb i j a k a n m e n g e n a i p e n g e m b a n g k a n pembangkit listrik EBT di luar perincian Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) Tahun 2019-2038. Sesditjen GATRIK Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Ibu Ida Nuryatin Finahari mengatakan, “Pengembangan program untuk transisi energi di Indonesia memiliki beberapa tantangan. Misalnya saja, potensi energi baru terbarukan (EBT) yang dimiliki Indonesia cukup besar namun lokasinya tersebar. Selain itu, diperlukan sosialisasi dan edukasi yang sistemik dan berkesinambungan untuk meminimalkan resistensi masyarakat terhadap proyek pembangkit listrik berbasis EBT. Tantangan lainnya yang perlu diselesaikan terkait dengan keterbatasan infrastruktur pendukung. Tentunya persoalan ini memerlukan solusi oleh seluruh pemangku kepentingan.” 37
“Hari Listrik Nasional ke-78 Enlit Asia 2023 merupakan kesempatan terbaik bagi para ekshibitor untuk melakukan networking, mempertunjukkan perkembangan terbaru di bidang energi, dan mencari solusi inovatif guna menjawab tantangan transisi energi pasca pandemi. Ada lebih dari 150 pembicara akan terlibat di rangkaian kegiatan acara ini yang dapat diakses secara gratis di lantai pameran. Kami berharap melalui forum Hari Listrik Nasional ke-78 Enlit Asia 2023 bisa menjadi salah satu upaya untuk menyatukan komitmen antar berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung transisi energi di Indonesia dan kawasan ASEAN. Sebagai ajang pertemuan terbesar industri energi dan kelistrikan ini, kami menargetkan lebih dari 12.000 pengunjung yang hadir selama tiga hari mulai dari 14 hingga 16 November 2023” kata Portfolio Director Energy Clarion Events Asia, Simon Hoare. ***4. Iwan Agung Firstantara, President Director ofPT PLN EPI3. Edwin Nugraha Putra, President Director ofPT PLN Indonesia Power5. Ruly Firmansyah, President Director of PT PLN Nusantara Power and many more. Direktur Manajemen Risiko PT. PLN (Persero), Suroso Isnandar mengatakan, “PLN bersama Pemerintah telah menyusun Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) dalam rangka mendukung program transisi energi. PLN juga tengah berupaya untuk menjadikan energi hijau menjadi sebuah layanan bagi masyarakat melalui produk listrik hijau yang berasal dari listrik EBT. Selain itu, Hari Listrik Nasional ke-78 Enlit Asia 2023 yang merupakan event ber skala internasional di bidang energi dan kelistrikan, menjadi ajang bagi kami untuk terus mencari partner bertukar pikiran dan gagasan dalam rangka menjawab beragam perubahan dan tantangan di sektor energi tanah air.” 1. Darmawan Prasojo, President Director of PT PLN2. Chairani Rachmatullah, President Director ofPT PLN EngineeringK o m i t m e n P L N u n t u k m e n d u k u n g penyelenggaraan Hari Listrik Nasional ke-78 Enlit Asia 2023 turut diwujudkan dengan hadirnya narasumber kunci di berbagai forum dalam event tersebut, antara lain:38
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yudo Dwinanda Priaadi menjelaskan hidrogen hijau merupakan bahan bakar alternatif masa depan. Hidrogen hijau menjadi salah satu pilar utama dalam transisi energi untuk mencapai target Net Zero Emissions (NZE) di tahun 2060.GHP ini 100 persen bersumber dari Energi Baru Terbarukan (EBT) dan mampu memproduksi 51 ton hidrogen per tahun. Green hydrogen (hidrogen hijau) merupakan sumber energi bersih yang hanya mengeluarkan uap air dan tidak meninggalkan residu di udara atau menambah emisi karbon gas rumah kaca.“This is true breakthrough! Yang dilakukan PLN Ini terobosan luar biasa. Ke depan, hidrogen hijau Yudo juga menambahkan Indonesia memiliki peluang besar dalam pengembangan hidrogen hijau. Negara tetangga, Singapura bahkan telah menyatakan kebutuhan hidrogen hijau dan akan menyerap produksi dari Indonesia.ini adalah game changer dalam transisi energi. Pemerintah komit untuk mengembangkan ini dan terus melakukan kajian dan rumusan kebijakan yang lebih komperhensif untuk mendorong hidrogen hijau ini berkembang di Indonesia,” ujar Yudo dalam sambutannya.“Nantinya pengembangan harus terus dilakukan seperti membangun storage nya. Kebutuhan atas hidrogen hijau akan terus berkembang,” ujar Yudo.PLN PRODUKSI GREEN HYDROGEN100 PERSEN DARI EBTPT PLN (Persero) melalui subholding PLN Nusantara Power (PLN NP) meresmikan Green Hydrogen Plant (GHP) pertama di Indonesia yang berlokasi di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Muara Karang, Pluit, Jakarta, Senin (9/10).39
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan GHP ini merupakan hasil inovasi yang terus dilakukan PLN dalam menjawab tantangan transisi energi. Salah satu kegunaan hidrogen adalah untuk bahan bakar transportasi. Menurutnya, era masa depan transportasi tak hanya bergerak ke arah listrik namun juga ke arah hidrogen. Maka, PLN sebagai key player dalam transisi energi terus berpacu dalam menyediakan energi bersih bagi masyarakat.“Ini merupakan wujud nyata dari kolaborasi bersama Kementerian ESDM. Karya Inovasi ini kami lakukan dalam menjawab transisi energi. Memaksimalkan existing facility yang ada di PLTGU Muara Karang, kemudian kami lakukan inovasi dengan memanfaatkan 100% EBT menjadi green hydrogen,” tegas Darmawan.GHP besutan PLN Nusantara Power diproduksi dengan menggunakan sumber dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang terdapat di area PLTGU Muara Karang. Selain dihasilkan dari PLTS yang terpasang, hidrogen hijau ini juga berasal dari pembelian Renewable Energy Certificate (REC) yang berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang.Dari total produksi hidrogen 51 ton per tahun, sebesar 43 ton dapat dimanfaatkan untuk 147 mobil menempuh jarak 100 km setiap hari.“Jika saat ini emisi 10 kilometer kendaraan BBM sebesar 2,4 kg CO2, maka dengan menggunakan green hydrogen yang emisinya 0, artinya bisa menghindarkan emisi sebesar 1.920 ton CO2e per tahun,” ucap Darmawan.Selain untuk kendaraan, hidrogen ini juga dapat dimanfaatkan pada sektor industri seperti pembuatan baja, produksi beton, ser ta pembuatan bahan kimia dan pupuk.Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah menyampaikan arah perusahaan dalam produksi gas yang ramah lingkungan ini.“Pengembangan hidrogen hijau menjadi salah satu alter natif dalam usaha ber sama mengurangi gas rumah kaca. Peresmian hidrogen hijau pertama di Indonesia ini kami h a r a p k a n d a p a t m e n j a d i p i o n i r d a n memunculkan banyak hidrogen hijau di penjuru nusantara”, terang Ruly.Pemanfa a t an hidro gen hi j au ini a k an memudahkan berbagai sektor industri yang sulit dielektrifikasi seperti industri baja, penerbangan, kendaraan berat, dan perkapalan.“GHP di UP Muara Karang ini adalah sebuah starting point. Ke depan, kami berencana untuk mereplikasi ke pembangkit PLN Nusantara Power yang memiliki hydrogen plant di pulau Jawa. Sehingga potensi yang dihasilkan akan mencapai sekitar 150 ton per tahun,” tambah Ruly. ***40
Eksplorasi komprehensif mengenai teknologi energi bersih dan ramah lingkungan sangat penting bagi masa depan berkelanjutan Indonesia.amerindo Indonesia dan Masyarakat PKelistrikan Indonesia (MKI) menggelar Seminar “Energizing Indonesia: Exploring Clean Energy Technologies for a Sustainable Future” di Pre-function Hall D2, JIExpo Kemayoran, Jumat, 15 September 2023.Seminar ini merupakan sebuah sesi untuk mendalami lebih jauh tentang perkembangan teknologi dan inovasi energi terbarukan khususnya tentang transisinya ke sumber energi bersih, seperti penggunaan RDF (Refuse Derived Fuel), potensi hidrogen dan amonia, serta teknologi baru lainnya. Tampil sebagai pembicara, Bernard Ade Permatista (Kepala Strategi Perusahaan & Acara akan dimulai dengan sesi oleh PT. Siemens Energy Indonesia, yang membahas teknologi baru yang tersedia di pasar yang mendukung transisi energi kita. Sesi ini membahas tinjauan singkat mengenai lanskap energi Indonesia, keselarasan dengan NDC 2030 dan NZE 2060, serta menggali kematangan dan daya saing harga dari teknologi energi ramah lingkungan yang tersedia. Manajemen Hubungan, PT.Siemens Energy Indonesia) dan dr. Supriadi Legino ( Institut Teknologi PLN) dengan Moderator DR. Saiful B. Ibrahim (Masyarakat Ketenagalist r ikan Indonesia).EKSPLORASI TEKNOLOGI ENERGI BERSIH41
Pada seminar ini juga mengeksplorasi potensi hidrogen dan amonia sebagai pembawa energi ramah lingkungan, membahas metode produksinya, penerapannya di berbagai sektor, dan prospek masa depannya dalam hal teknologi, kematangan harga, dan kelayakannya untuk Indonesia.Selanjutnya, memperkenalkan konsep RDF CoFiring, dengan menyoroti definisi, manfaat, keberhasilan implementasi, dan kesesuaiannya untuk diintegrasikan ke dalam bauran energi Indonesia. Kegiatan seminar ini merupakan bagian kegiatan Electric Power Indonesia part of Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2023 dan special colocated exhibitions GIFA Indonesia & METEC Indonesia yang akan berlangsung mulai tanggal 13 – 16 September 2023 di JIEXPO Kemayoran. Pada pameran kali ini akan meliputi bidang energi dan engineering yang terdiri atas Mining Indonesia, Electric & Power Indonesia, Oil & Gas Indonesia, Construction Indonesia, Concrete Show Indonesia, Water Indonesia, beserta GIFA Indonesia & METEC Indonesia yang menjadikan kegiatan ini sebagai sebuah seri pameran dagang terlengkap dan terbesar di Asia Tenggara. ***42
CEC AJAK MKI DUKUNG CEPSI Ke-24MKI dan China Electricity Council (CEC) melakukan pertemuan di Kantor PLN Pusat, Jakarta, 18 September 2023. Pertemuan tersebut membahas event CEPSI ke-24 yang akan digelar pada 20 - 23 Oktober 2023 di Xiamen, Fujian, China.Sebagai Organizing Committee of 2022 – 2023 AESIEAP, CEC mengajak MKI mensupport dan berpartisipasi pada event CEPSI ke-24 pada 20 - 23 Oktober 2023 di Xiamen, Fujian, China, dengan tema “Low-carbon Energy” ser ta mempromosikan kepada semua anggota AESIEAP.elegasi EC yang hadir pada pertemuan Dtersebut adalah Yang Kun (Executive President of China Electricity Council), Ruan Qiantu (Chairman of State Grid Fujian Electric Power Co., Ltd), Xu Guangbin (Director General of Depar tment of International Cooperation0, Bi Xiangwei ( Director General ofDepartment of Membership & Enterprise Culture Building), Tian Qing (Director of Division ofMembership of Department of Membership & Enterprise Culture Building), Lv Zhuolin (Staff ofDepartment of International Cooperation).CEPSI 2023 dengan sub tema “Powering a Green Future”, akan bekerjasama anggota AESIEAP dan dunia internasional untuk mengeksplorasi prospek pengembangan energi dan solusi terhadap isu-isu utama, untuk berbagi ide dan pengalaman terkemukapertumbuhan industri ketenagalistrikan, dan membangun komunitas ketenagalistrikan dengan masa depan bersama di kawasan Asia Timurdan Pasifik Barat.CEC didirikan pada tahun 1988 dengan persetujuan Dewan Negara Tiongkok, adalah asosiasi perdagangan nasional nirlaba dan yang terdiri dari perusahaan dan institusi listrik Tiongkok.Sebelumnya CEC telah menyelenggarakan AESIEAP CEO Conference 2022 di Haikou pada bulan November 2022. 43
Pada awalnya CEC merupakan lembaga pemerintah yang dibawahi oleh Kementerian Energi dan Kementerian Ketenagalistrikan Keanggotaan CEC adalahPerusahaan, lembaga dan asosiasi yang bergerak di bidang tenaga listrik dan industri.CEC yang memiliki 1.278 anggota, dengan 315 anggota dewan dan 963 anggota tetap, saat ini CEC adalah Organizing Committee of 2022 – 2023 AESIEAP (Association of the Electricity Supply Industry of East Asia and the Western Pasicif).Partisipasi PLN – MKIPLN – MKI akan mengirimkan wakilnya yaitu : Andri Doni (Waketum IV, Bidang Kerjasama & Media, Pengembangan Organisasi, Pendidikan & Pelatihan MKI), Chairani Rachmatullah (Wakil Ketua Umum 1 MKI ), Evy Haryadi (Ketua Umum MKI) dan Darmawan Prasodjo (Ketua Dewan Pengawas MKI)Indonesia (PLN – MKI) sudah pernah menjadi tuan rumah CEPSI ke 19 pada 15 – 19 Oktober 2012 di Nusa Dua, Bali.Dalam keanggotaan AESIEAP, Indonesia diwakili oleh PLN sebagai Anggota Council yang mempunyai hak hadir di sidang CEO AESIEAP, sedangkan MKI adalah full member biasa. Sesuai Charter AESIEAP, hanya anggota council yg diperbolehkan hadi r dalam Sidang Council/CEO.Dalam sidang CEO AESIEAP yang juga diagendakan bersama CEPSI 2023, Darmawan Prasodjo dari PLN hadir sebagai wakil Indonesia karena PLN adalah salah satu pendiri AESIEAP. Hadir dalam sidang CEO AESIEAP adalah para CEO atau pejabat satu level dibawahnya karena dalam sidang tsb Sekjen AESIEAP akan melaporkan isu-isu regional dan keanggotaan organisasi. ***44
PENGEMBANG SWASTADUKUNG PROGRAM EKONOMI HIJAUPengembang swasta sangat mendukung komitmen Pemerintah melalui program Ekonomi Hijau. Untuk menjawab tantangan tersebut, pengembang swasta pun mengharapkan dukungan Pemerintah dan kerjasama PLN yang lebih baik.arapan tersebut disampaikan pengembang Hswasta dalam Diskusi antara MKI dengan INAGA, APINDO, dan AES di Auditorium PT PLN (Persero) Kantor Pusat Jakarta, (18/10). Diskusi tersebut bertujuan untuk memberikan kerangka kerjasama dan rekomendasi terobosan yang dapat diterapkan oleh para stakeholder untuk memajukan ker jasama PLN dan Pengembangan Swasta guna menjawab tantangan ketenagalistrikan di masa depan.Ÿ Regulator diharapkan dapat mendukung SME (Small – Medium Enterprise) untuk memenuhi kebutuhan l i s t r i k da l am menj a l ani keberlangsungan usaha mereka di urban area.Ketua Bidang 5 MKI, Dharma H. Djojonegoro mengatakan, ada 5 poin utama harapan pengembang swata yang disampaikan pada diskusi tersebut, yaitu : Ÿ Risiko kurs menjadi risiko yang sangat significant bagi pengembang proyek. Ÿ PLN diharapkan dapat membantu dalam proses pembangunan jaringan transmisi pada Pembangkit Geothermal yang akan dibangun di Taman Nasional Kerinci. Ÿ Harus ada pembagian risiko yang merata antara Off-taker dan pengembang, diikuti dengan dukungan regulasi sektoral maupun pusatŸ Perencanaan Social Safeguard Standard sehingga dapat dijadikan acuan bersama bagi p e n g e m b a n g u n t u k m e m b a n g u n transmission line.45
Eka Satria, Ketua Bidang Energi Sumber Daya Mineral APINDO, sangat mendukung program Ekonomi HIjau. Harapan dunia usaha atas komitmen Ekonomi Hijau Pemerintah adalah meningkatkan PDB dan lapangan kerja baru Indonesia. “Opportunity dari peluang Ekonomi Hijau adalah Pembangkitan EBT, manufaktur kendaraan listrik, dan hydrogen dengan total RP 9,4 T,” ujarnya.Ganda Yudha, Dewan Pengurus Harian Bidang Bidang Kebijakan & Regulasi, Teknologi, dan Pengembangan Industri Surya, Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) mengungkapkan, AESI masih kesulitan dalam memilih modul surya karena beberapa hal. Yakni, sesuai regulasi bahwa modul surya harus dari produsen dalam negeri, spesifikasi modul serya dalam negeri Eka Satria mengatakan, APINDO menyarankan agar ada perbaikan PPA untuk meningkatkan investasi EBT, yaitu :Fairness terhadap keekonomian IRR, penyesuaian terms PPA yang bankable, mekanisme Alokasi Nilai Ekonomi karbon (NEK), dan penjabaran menyeluruh atas proyek – proyek Ekonomi Hijau PLN.Empat hal yang diharapkan APINDO dari pemerintah, yaitu: Subsidi yang proper agar industry bisa massive, alokasi dana untuk Research and technology, tingkat suku bunga untuk proyek sustainability dapat disesuaikan, dan regulasi dan kebijakan yang konsisten dan tegas.AESI menyampaikan beberapa usulan perubahan isi PJBL Pengembang – PLN yaitu : Utility tetap membayar tariff saat Cur tailment; PLN mempersiapkan jaringan untuk menerima pembangkit intermitten; Pembatasan pembelian proyek agar tidak merugikan pengembang; Regulasi carbon credit bagi pengembang.masih sangat terbatas, harga modul surya dari Luar Negeri sangat murah, dan Financial Incentive Luar negeri lebih baik dibandingkan incentives dalam negeri.Terkaik dengan isu ekosistem geothermal, pemerintah perlu membuat regulasi terkait geothermal untuk mendukung ekosistem menjadi attractive, perkembangan teknologi Goethermal yang masih belum optimal, dan isu Supply Chain Management yang membatasi kelangsungan proyek komersial. Sementara itu Julfi Hadi, President of Indonesian Geothermal Association (INAGA – API) menyampaikan perlu terbentuknya ekosistem yang baik agar ekosistem geothermal dapat berkembang di Indonesia.Sedangkan tantangan dalam industri geothermal saat ini adalah masih rendahnya IRR Proyek dan Risiko selama eksplorasi yang sudah diprediksi, regulasi yang tidak konsisten, Longer time to COD, dan belum ada nya kenaikan harga oleh Pemerintah. ***46
MKI SUMBAR DUKUNG PENUH PROGRAM ENERGI HIJAUnsanul Kamil dikukuhkan sebagai Ketua IMasyarakat Ke¬listrikan Indonesia (MKI) Sumatera Barat (Sum¬bar) periode 2023-2027. Pengukuhan tersebut dilakukan pada Kamis (19/10) oleh GM PLN UID Sumbar, Eric Rossi Pri¬yo Nugroho bersama dengan Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar Herry Martinus, Direktur Eksekutif MKI Pusat Eman Priyono Wasito Adhi, dan Richard Manurung (Pusat Usaha Pelaksana Kegiatan DPP MKI).“Saya yakin pembentukan MKI di Sumbar akan membawa banyak dampak positif kepada seluruh mitra dan masyarakat, MKI diharapkan Eric Rossi Priyo Nugroho menyampaikan harapan terhadap kepenguruhan MKI Sumbar periode 2023-2027 agar dapat berkolaborasi dan memberikan masukan serta pandangan yang luas dan berkualitas, demi terwujudnya industri ketenagalistrikan yang ramah lingkungan, effisien, dan tangguh di Sumbar. Kepala Dinas ESDM Provinsi Sumbar Herry Martinus menyampaikan bahwa pemerintah d e n g a n h a d i r n y a M K I o p t i m i s b i s a memaksimalkan implementasi penggunaan atau penerapan energi baru terbarukan (EBT) di berbagai sektor hingga 2025.dapat mewarnai, memberikan masukan dan saran kepada seluruh stakeholders yang ada di Sumbar dalam hal kelistrikan, terutama dalam hal energi baru terbarukan,” Jelas Eric.Er ic menambahkan PLN siap bersama pemerintah dan MKI menjalankan implementasi dari komitmen Net Zero Emission (NZE) 2060, mendukung penuh program transisi energi melalui upaya menurunkan emisi karbon di Sumbar sehingga tercipta udara bersih untuk generasi yang akan datang.“Sampai saat ini Sumbar masih disebut lumbung energi hijau, Pemerintah Sumbar optimis menjadikan Sumbar menghasilkan dan 47
“MKI sebagai think tank yang lintas sektoral dan multi pihak, dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan tingkat kepuasan masyarakat terhadap sektor kelistrikan,”ujar Insannul Kamil.Wakil Rektor UNAND ini juga mengatakan k e s e p a k a t a n d u n i a u n t u k s e k t o r menggunakan energi hijau lebih banyak lagi beberapa tahun ke depan, Alhamdulillah energi dari PLN yang hampir 50%-nya EBT merupakan salah satu prestasi yang sangat kita banggakan, besar harapan kami dengan hadirnya MKI dapat memberikan ide terobosan bahkan solusi yang lebih maju lagi kedepan,” Jelasnya.Ketua MKI Sumbar Insannul Kamil yang dilantik bersama pengurus MKI Sumbar periode 2023-2027 l a innya meng a t a k an, kehadi ran kepengurusan MKI menjadi motivasi bagi m a s y a r a k a t k e t e n a g a l i s t r i k a n u n t u k mengampanyekan hadirnya listrik yang ramah lingkungan di saat isu perubahan iklim yang menjadi isu internasional saat ini.Pada acara pengukuhan tersebut digelar Diskusi Panel “Akselarasi Transisi Energi Menuju Net Zero Emission” yang diselenggarakan dalam rangka HLN-78 di Aula Unit Induk Distribusi PLN Sumatera Barat.“Dunia sudah mengkampanyekan untuk sektor ketenagalistrikan sudah Net Zero Emission. Sedangkan untuk Indonesia, komitmen pencapaian net zero emission pada tahun 2060, di mana nol emisi karbon merupakan kondisi di mana jumlah emisi karbon yang dilepaskan ke atmosfer tidak melebihi jumlah emisi yang mampu diserap oleh bumi,” pungkas Insannul.**ketenagalistrikan telah ditetapkan untuk Net Zero Emission pada tahun 2050. Jadi sudah saatnya transisi energi guna mewujudkan komitmen net zero emission menjadi program prioritas untuk penggunaan energi baru terbarukan. 48
49MKI JATENG & DIY GELAR SEMINAR NASIONAL TRANSISI ENERGI ukung Indonesia Bebas Emisi, Fakultas DTeknik Undip Bersama ERIC UGM dan MKI Wilayah Jateng & DIY Gelar Seminar Nasional tentang Transisi EnergiKamis, 19 Oktober 2023, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro bekerja sama dengan Engineering Research and Innovation Center (ERIC) Universitas Gadjah Mada dan Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Wilayah Jateng & DIY menggelar Seminar Nasional bertajuk “Perspektif Akademik menuju Indust r i Kelistrikan untuk Mendukung Transisi Energi”. Acara ini berlangsung di Engineering Hall, Gedung Prof. Ir. Eko Budihardjo, M.Sc, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.Seminar ini diadakan sebagai upaya untuk mendukung percepatan transisi energi dalam mencapai target Indonesia bebas emisi (net zero emission) pada tahun 2060. Sebagai sektor utama yang terlibat dalam transisi energi, diskusi terkait pertumbuhan industri kelistrikan perlu diadakan agar industri tersebut bisa tumbuh dengan sehat dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Dalam seminar ini, para akademisi dan praktisi di bidang ketenagalistrikan hadir untuk saling diskusi dan memberikan pandangannya terkait bagaimana cara mendorong industri kelistrikan yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia. Beberapa tokoh nasional yang hadir diantara adalah Direktur Manajemen Proyek & EBT PT PLN, Wiluyo Kusdwiharto, yang menyampaikan materi terkait kesiapan industri ketenagalistrikan dalam menyambut transisi energi. Selain itu, Guru Besar UGM, Prof. Ir. Tumiran, M.Eng, Ph.D dan Guru Besar Undip, Prof. Dr. Ir. Purwanto, DEA, juga ikut memberikan materi terkait transisi