Materi Haji
Oleh:
[email protected]
MATERI
1. Pengertian
Haji
2. Hukum Haji
3. Syarat Wajib
Haji
4. Rukun Haji
5. Larangan
Haji
Pengertian Haji
Pengertian haji menurut bahasa adalah
menyengaja atau menuju. Sedangkan, pengertian
haji menurut istilah adalah menyengaja pergi ke
tanah suci yaitu Mekkah, untuk melakukan
ibadah, menjalankan tawaf, sa‟I dan wukuf di
Arafah, serta menjalankan semua ketentuan
ibadah haji, dengan waktu yang sudah
ditentukan dan wajib dilakukan dengan tertib.
ِْْْْاَ ََّٔياٌَِْْق ْرْاِْْْوَْجاِطَ َْبع ِّْٰٓهش ََشُ ٖااْْاَْىْ ْنْبَ َب ْيُيْي ِت َصَْت َهًّيْْ َيْْىَثنِْاهبََٔ َتْعطَّ ۤاْ ِِٕٓىنِّ ْهذِف َََُّْيْااْ َاٍِْ ٰن ِسْْْىََْٔٔااِاَْن ْب ْٰٰيعشُكِْاِْْٖف َْئَىْاْتٍَََّْٔاِ ِاخنْ ُْزصَٔ ْٔاُّٰاضًنْ ُِّشعُج ِْيي َّكْٕ َِْعٍمْْْد
“Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah
(Ka‟bah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi
manusia. Dan jadikanlah makam Ibrahim itu tempat
sholat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim
dan Ismail, “Bersihkan lah rumah-Ku untuk orang-
orang yang tawaf, orang yang iktikaf, orang yang rukuk
dan orang yang sujud!”
Hukum Melaksanakan
Ibadah Haji
Hukum haji dituliskan dalam Al-Quran dan juga hadits.
ٍْْْعBََ e ْياrًَِطikَ َتهuٰصعtْ ْنaْااdٍِْْ aٍِْ lَعa َيhْْتِْْيsuُِrغ ْيaَْن َبtْْااyَْْجلaُّٰ لnِّحgٌَّْْ ْmْف ِا ِسeَ nَْاْشeََُّفrنaاَكnْْىgٍْْ kَيaَعهnََٔ ْْkِْْلeِْٰلwِبَٔ ْيِلaْصjَ iْbاaُِِّْْيnْٰياhٌَْْنaِ َاjiا, َكyْaّْitَهu َخs َدuْrٍْaْ t َيAَٔ liْ-ْەimْْ َىraْ ْيnِ a ٰشyاِ ْبaْt ُْو9ا7 َقy َّيaْnْتg ُbٰ ِّيe َبrْbْتun ٰيyْ ٰاi,ِّْ فِ ْي
“Di sana terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) maqam Ibrahim. Barang siapa memasukinya
(Baitullah) amanlah dia. Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan
ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barang
siapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Maha kaya (tidak memerlukan
sesuatu) dari seluruh alam.”
Adapun hadits yang menjelaskan kewajiban ibadah haji yaitu, Diriwaytkan dariBukhari dan Muslim, Nabi
ْْىْياSَّ ذAِ ًَّهWن َّحَُ ْ ِبضb ُُيياeَْْٔتrُ ٌَّsِْسaا ْأَعbَٔ ً َِخdْصهaُنل َُب,ْ ْاال:ُِْ َّْ َِٔض َش َص ََيٓ ْْٕاا َِدولْ ِلة َُسْهأَْ َي َْعٌ ُْْ َضل ُآاَْ ًٌََْإِانَ)ْ َّ ََقسْاإَِٔلالا:،بْ َع ٍَِٔهَْاَحنى ّْجِ َخْاَخنطَّ ْبًَا ْيبِْتِشْ َس،ْْْ ُبْْ ُِا َٔلإِل ْيَِهي َتْْاْبا ِءل ِْإٍِاْن ْ َُّصزع َكًَلَا َشُِوة،لَ ْب ِة(ِذ: َْٔ ِذَْٔ َاإِصن َهقَّ َّشا َى ِْوحْْيَاًَ ُقن ٍِْْٕ َّص ُْل َع،َصهَّى َسَْعالٍُْصلُْهْإَْٔبِ َُلعْهَْايْيْللَِّعِهْ ْب
Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu „anhuma dia berkata: ”Rasulullah SAW bersabda: ”Islam itu
dibangun di atas lima dasar: persaksian (syahadat) bahwa tidak ada sesembahan yang berhak
disembah kecuali Allah SWT dan Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan
zakat, haji (ke Baitullah) dan puasa di bulan Ramadhan.”
Syarat Wajib Haji
Syarat haji adalah syarat yang harus
dipenuhi seseorang untuk menunaikan
ibadah haji. Jika seseorang tersebut tidak
memenuhi syarat haji, maka ia tidak
diwajibkan untuk melakukan ibadah haji
Berikut adalah syarat-syarat haji:
1. Beragama Islam
2. Berakal sehat
3. Sehat secara jasmani dan rohani.
4. Baligh, mencapai usia dewasa
5. Merdeka, bukan seorang budak
6. Mampu, baik secara fisik, mental dan juga Materi
Rukun Haji
1. Ihram
Ihram adalah nama yang diberikan untuk
keadaan khusus, keadaan suci yang
menandai dimulainya ritual haji untuk setiap
jamaah. Ihram dimulai dengan membaca niat
dan mengenakan pakaian serba putih untuk
melambangkan kesucian, kebersihan. Untuk
laki-laki diharuskan mengenakan dua kain
putih yang satunya dililitkan di pinggang
sampai ke bawah lutut dan yang satunya
disampirkan di bahu kiri. Untuk perempuan,
bisa menggunakan pakaian biasa yang
menutup aurat, namun wajah dan tangan
tidak boleh tertutup.
Pakaian Ihram
1. Bagi Laki-Laki:
Pakaian ihram bagi laki-laki adalah 2
lembar kain yang tidak berjahit yang
dipakai untuk bagian bawah menutup
aurat, dan kain satunya lagi
diselendangkan.
2. Bagi Perempuan:
Sedangkan pakaian wanita ihram
adalah menutup semua badannya
kecuali muka dan telapak tangan
(seperti pakaian ketika sholat).
Warna pakaian ihram disunatkan
putih.
2. Wukuf
Wukuf adalah ritual untuk berdiam
diri. Tidak hanya berdiam dan tidak
memikirkan apapun. Namun ketika
masa wukuf hendaknya selalu
berzikir dan berdoa di Padang
Arafah dari matahari terbenam
sampai matahari terbit. Wukuf akan
dilaksanakan pada tanggal 9
Dzulhijjah sampai 10 Dzulhijjah.
3. Tawaf
Tawaf adalah mengelilingi Ka‟bah sebanyak tujuh
kali, dimulai dari Hajar Aswad dan diakhiri di
Hajar Aswad pula. Tawaf dilakukan berlawanan
dengan arah jarum jam sehingga posisi Ka‟bah
ada di sebelah kiri jamaah. Syarat sah tawaf:
Niat Menutup aurat Suci Dilakukan sebanyak 7
kali Dimulai dan diakhiri di Hajar Aswad
Berlawanan arah jarum jam (Ka‟bah di sisi kiri
badan) Dilaksanakan di Masjidil Haram
Menurut para ulama, ada tiga macam tawaf,
yaitu: Tawaf qudum: dilakukan ketika jamaah haji
baru tiba di Mekah Thawaf ifadhah: tawaf ini
hukumnya wajib, apabila ditinggalkan maka
hajinya tidak sah. Tawaf ifadhah dilakukan pada
hari kurban setelah lempar jumrah aqabah.
Thawaf wada': dilakukan saat jamaah hendak
meninggalkan Mekah, karena itu sering disebut
sebagai tawaf perpisahan.
4. Sa’i
Sa‟i adalah berlari-lari kecil dan dilakukan di
antara bukit Safa dan Marwah setelah tawaf
ifadhah atau tawaf qudum. Sa‟i dilakukan
sebanyak tujuh kali, dimulai dari bukit Safa dan
berakhir di bukit Marwah.
5. Tahallul
Tahallul adalah keadaan ketika jamaah
kembali diperbolehkan melakukan hal yang
sebelumnya dilarang selama ibadah haji.
Tahallul ditandai dengan mencukur atau
menggunting rambut kepala, boleh
sebagian atau seluruhnya, minimal tiga
helai rambut
6. Tertib
Melaksanakan Rangkaian Ibadah Haji secara
Berurutan
Larangan Haji:
1. Bagi Laki-Laki
Orang yang berihram tidak boleh memakai baju, ikat kepala,
topi, celana, kain yang dicelup dengan sesuatu yang harum,
dan sepatu, melainkan jika tidak mempunyai terompah, maka
ia boleh memakai sepatu, hendaklah sepatunya itu dipotong
sampai di bawah mata kaki." (H.R Bukhari-Muslim)
2. Bagi Perempuan
Sementara itu, larangan haji bagi jamaah perempuan terdapat
dua larangan. Di antaranya adalah berkaus tangan dan
menutup muka atau menggunakan cadar. Hal tersebut
terdapat pada hadist Bukhari dan Ahmad.
"Dari Ibnu Umar r.a Nabi Saw. telah bersabda 'Tidak boleh
seorang perempuan yang ihram memakai tutup muka (cadar)
dan tidak boleh pula memakai sarung tangan'." (H.R Bukhari-
Ahmad)
3. Bagi Laki-Laki dan Perempuam
memakai wangi wangian, memotong kuku dan mencukur atau
mencabut bulu badan, sengaja memburu atau menggangu dan
membunuh binatang, kawin dan mengawinkan atau meminang
wanita untuk dinikahi, dilarangnya bersetubuh, dan dilarang
memotong atau mencabut pepohonan.