PGP Angk. 6 Lampung Timur
MODUL 1.4
BUDAYA POSITIF
Ruang Kolaborasi - Kegiatan Kolaboratif
CGP REKOGNISI ANGKATAN 6
KELOMPOK 4
BUNIAMIN FARAHAT, ST., MT
KMAS ARDANI AMALSYAH
RINO WILLIAMS WEKAN
Kasus 4
Anto dan Dino sedang bermain bersama di lapangan basket, dan tiba-tiba terlibat
dalam sebuah pertengkaran adu mulut. Dino pun menjadi emosi dan mengadakan
kontak fisik, menarik kemeja Anto dengan kasar, sampai 3 kancingnya terlepas. Pada
saat itu guru piket langsung melerai mereka, dan membawa mereka ke ruang kepala
sekolah. Ibu Suti sebagai kepala sekolah berupaya menenangkan keduanya, terutama
Dino. “Dino sepertinya kamu saat ini sedang marah sekali.” Mendengar itu, Dino pun
mengalir bercerita tentang kekesalan hatinya. Ibu Suti pun melanjutkan bahwa
membuat kesalahan adalah hal yang manusiawi, dan bahwa mempertahankan diri
adalah hal yang penting. Namun meminta Dino memikirkan cara lain yang mungkin
lebih efektif, karena saat ini Dino berada di ruang kepala sekolah.
Kasus 4
Ibu Suti melanjutkan bertanya tentang keyakinan sekolah yang disepakati, serta apakah
Dino bersedia memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan terhadap Anto? Dino pun
akhirnya perlahan mengangguk. Kemudian Ibu Suti balik bertanya kepada Anto, hal apa
yang bisa dilakukan Dino untuk memperbaiki masalah. Anto menjawab, “Saya perlu
kancing saya diperbaiki bu. Ibu saya akan sangat marah kalau melihat kancing baju
saya sampai copot 3 kancing begini.” Ibu Suti pun kembali bertanya ke Dino apakah
yang akan dia lakukan untuk menggantikan 3 kancing Anto yang terlepas?
Kasus 4
Dino berpikir sejenak, namun menjawab, “Wah tidak tahu bu, saya lem kembali mungkin
ya bu?” Ibu Suti berpikir sebentar dan menanggapi, “Kalau di lem akan mudah terlepas
kembali Dino. Bagaimana kalau kamu menjahitkan saja, bersediakah kamu?” Dino
tampak ragu-ragu dan menanggapi, “Menjahit? Mana saya tau bagaimana menjahit bu.”
Ibu Suti meneruskan, “Apakah kamu bersedia belajar menjahit?” Dino berpikir sejenak,
memandang kemeja Anto, dan menanggapi, “Yang mengajari saya siapa bu?” Dengan
cepat Ibu Suti menjawab, “Pak Irfan, guru Tata Busana”. Dino kembali diam sejenak,
memandang kemeja Anto yang tanpa kancing.
Kasus 4
Akhirnya Dino mengangguk tanda menyetujui dan sepanjang siang itu Dino belajar
menjahit dan memperbaiki kemeja Anto. Terakhir kali terlihat kedua anak laki-laki
tersebut, Dino dan Anto pada jam pulang sekolah, mereka sudah bercengkrama dan
bersenda gurau kembali.
Posisi kontrol apa yang telah dipraktikkan
oleh Kepala Sekolah Ibu Suti? Hal-hal apa
saja yang dilakukannya sehingga Anda
berkesimpulan demikian?
Dalam kasus tersebut, bagaimana Dino
dikuatkan, bagaimana Anto dikuatkan oleh
Ibu Suti?
Kira-kira nilai-nilai kebajikan (keyakinan
sekolah) apa yang dituju dalam kasus
tersebut? Jelaskan!
PEMBAHASAN
HASIL DISKUSI KASUS 4
KELOMPOK 4
POSISI KONTROL APA YANG TELAH DIPRAKTIKKAN OLEH KEPALA 01
SEKOLAH IBU SUTI? HAL-HAL APA SAJA YANG DILAKUKANNYA
SEHINGGA ANDA BERKESIMPULAN DEMIKIAN?
Indikasi posisi kontrol seorang manajer :
Mengajukan Apa yang diyakini? Apa yang Menguatkan
pertanyaan bisa dilakukan? pribadi
Posisi kontrol yang Murid sebagai individu yang Murid sadar Murid mengevaluasi
dipraktikkan oleh positif dalam dunia berkualitas memperbaiki keadaan cara memperbaiki diri
Kepala Sekolah Ibu Suti
adalah sebagai posisi
kontrol Manajer.
POSISI KONTROL APA YANG TELAH DIPRAKTIKKAN OLEH KEPALA 01
SEKOLAH IBU SUTI? HAL-HAL APA SAJA YANG DILAKUKANNYA
SEHINGGA ANDA BERKESIMPULAN DEMIKIAN?
Berdasarkan kasus yang diberikan, Ibu Suti telah memiliki
keterampilan sebagai seorang manajer. Sebagai seorang
manajer, Ibu Suti telah melakukan beberapa hal, yakni :
Mengajukan Mengajak mereka agar mempersilakan kedua siswanya membimbing
pertanyaan dapat menemukan Dino dan Anto diajak untuk kedua siswanya
solusi atas mempertanggung- menganalisis berkolaborasi
permasalahannya
sendiri jawabkan kebutuhan dirinya, memperbaiki
perilakunya kesalahan yang
ada
DALAM KASUS TERSEBUT, BAGAIMANA DINO DIKUATKAN, 02
BAGAIMANA ANTO DIKUATKAN OLEH IBU SUTI?
Dalam kasus ini Ibu Suti telah
melakukan segitiga restitusi.
DALAM KASUS TERSEBUT, BAGAIMANA DINO DIKUATKAN, 02
BAGAIMANA ANTO DIKUATKAN OLEH IBU SUTI?
Dino dikuatkan Ibu Suti dengan :
Ibu Suti menstabilkan identitas Dino
Ibu Suti sebagai kepala sekolah berupaya
menenangkan keduanya, terutama Dino. “Dino
sepertinya kamu saat ini sedang marah sekali.”
Ibu Suti pun melanjutkan bahwa membuat kesalahan
adalah hal yang manusiawi, dan bahwa
mempertahankan diri adalah hal yang penting
DALAM KASUS TERSEBUT, BAGAIMANA DINO DIKUATKAN, 02
BAGAIMANA ANTO DIKUATKAN OLEH IBU SUTI?
Dino dikuatkan Ibu Suti dengan :
Ibu Suti menanyakan keyakinan
Ibu Suti melanjutkan bertanya tentang keyakinan
sekolah yang disepakati
Apakah Dino bersedia memperbaiki kesalahan yang
telah dilakukan terhadap Anto?
DALAM KASUS TERSEBUT, BAGAIMANA DINO DIKUATKAN, 02
BAGAIMANA ANTO DIKUATKAN OLEH IBU SUTI?
Dino dikuatkan Ibu Suti dengan :
Ibu Suti memvalidasi tindakan yang salah
Apakah yang akan dia lakukan untuk menggantikan 3
kancing Anto yang terlepas?
DALAM KASUS TERSEBUT, BAGAIMANA DINO DIKUATKAN, 02
BAGAIMANA ANTO DIKUATKAN OLEH IBU SUTI?
Anto dikuatkan Ibu Suti dengan :
Ibu Suti menstabilkan identitas Dino
Ibu Suti sebagai kepala sekolah berupaya
menenangkan keduanya
DALAM KASUS TERSEBUT, BAGAIMANA DINO DIKUATKAN, 02
BAGAIMANA ANTO DIKUATKAN OLEH IBU SUTI?
Anto dikuatkan Ibu Suti dengan :
Ibu Suti menanyakan keyakinan
Ibu Suti bertanya kepada Anto, hal apa yang bisa
dilakukan Dino untuk memperbaiki masalah?
DALAM KASUS TERSEBUT, BAGAIMANA DINO DIKUATKAN, 02
BAGAIMANA ANTO DIKUATKAN OLEH IBU SUTI?
Anto dikuatkan Ibu Suti dengan :
Ibu Suti memvalidasi tindakan yang salah
Anto menjawab, “Saya perlu kancing saya diperbaiki
bu. Ibu saya akan sangat marah kalau melihat kancing
baju saya sampai copot 3 kancing begini.
KIRA-KIRA NILAI-NILAI KEBAJIKAN (KEYAKINAN SEKOLAH) 03
APA YANG DITUJU DALAM KASUS TERSEBUT? JELASKAN!
Nilai-nilai kebajikan (keyakinan sekolah) yang menjadi panduan hendaknya
bermuara pada Profil Pelajar Pancasila. Secara spesifik sesuai kasus yang
diberikan, maka nilai-nilai kebajikan diambil dari Petunjuk Seumur Hidup dan
Keterampilan Hidup, sebab nilai-nilai kebajikan dari acuan yang lain sudah
tertuang, dan bagian ini juga dapat dijadikan sebagai nilai dasar yang dapat
dipedomani sepanjang hayat.
KIRA-KIRA NILAI-NILAI KEBAJIKAN (KEYAKINAN SEKOLAH) 03
APA YANG DITUJU DALAM KASUS TERSEBUT? JELASKAN!
Nilai kebajikan yang dituju dalam kasus ini antara lain :
Pemecahan Masalah Berinisiatif
(Bagaimana masalah diselesaikan oleh Dino, (Ada inisiatif untuk mencari solusi terkait dengan
dengan menguatkan nilai-nilai yang mereka yakini)
kancing baju Anto yang terlepas)
KIRA-KIRA NILAI-NILAI KEBAJIKAN (KEYAKINAN SEKOLAH) 03
APA YANG DITUJU DALAM KASUS TERSEBUT? JELASKAN!
Nilai kebajikan yang dituju dalam kasus ini antara lain :
Persahabatan Kesabaran
(akhir dari peristiwa ini tetap mewujudkan sebuah (Anto yang menunjukkan kesabarannya
ikatan persahabatan yang serat) dalam kasus ini)
KIRA-KIRA NILAI-NILAI KEBAJIKAN (KEYAKINAN SEKOLAH) 03
APA YANG DITUJU DALAM KASUS TERSEBUT? JELASKAN!
Nilai kebajikan yang dituju dalam kasus ini antara lain :
Kehormatan Kerjasama
(sikap hormat-menghormati yang ditunjukkan ketika (kerjasama antara semua unsur yang terlibat untuk
berada dalam sebuah permasalahan) menyelesaikan masalah)
KIRA-KIRA NILAI-NILAI KEBAJIKAN (KEYAKINAN SEKOLAH) 03
APA YANG DITUJU DALAM KASUS TERSEBUT? JELASKAN!
Nilai kebajikan yang dituju dalam kasus ini antara lain :
Tanggung Jawab Keberanian
(bertanggung jawab untuk (keberanian untuk mengakui kesalahan)
menyelesaikan masalah yang dihadapi)
TERIMA KASIH