i
KATA PENGANTAR
Alhamdullah, segala puja dan puji marilah senantiasa kita ucapkan atas limpahan rahmat
dan nikmatnya sehingga kami dapat menyelesaikan Modul ini.
Sholawat bersamaan dengan salam juga mari hadiahkan kepada baginda nabi kita
Muhammad SAW. Semoga kita, orang tua kita, nenek dan kakek kita, guru-guru dan orang
terdekat kita mendapat syafaat Beliau di Yaumil Mahsyar kelak. Amin ya Rabbal „Alamin.
Adapun tujuan utama penyusunan Modul ini adalah untuk bekal kami setelah selesai
melaksanakan PPG Daring 2021 dan judul Modul ini adalah “MATERI AJAR BERBASIS
PROBLEM BASED LEARNING BIDANG STUDI IPS KB 1 MANUSIA, TEMPAT
DAN LINGKUNGAN”.
Kami ucapkan terima kasih kepada bapak Dosen yang telah memberikan arahan , dan
kepada semua pihak yang sudah membantu dalam penyusunan Modul ini .
Kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penulisan dalam modul ini, dan kami
juga sangat mengharapkan kritik serta saran dari para pembaca untuk bahan pertimbangan
perbaikan.
Huta Tinggi, 04Juni 2021.
RENY AFRIANI,S.Pd
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................................................. ii
DAFTAR ISI................................................................................................. iii
A. PENDAHULUAN.................................................................................... 1
1. Peta Konsep .................................................................................... 1
2. Deskripsi Singkat .................................................................................... 2
3. Capaian Pembelajaran ............................................................................ 2
B. Uraian Materi ...................................................................................... 4
4
1. Manusia ......................................................................................... 5
5
a) Manusia Sebagai Makhluk Individu ......................................... 6
7
b) Manusia Sebagai Makhluk Sosial ............................................ 7
7
c) Manusia Sebagai Makhluk Budaya........................................... 8
9
2. Tempat .......................................................................................... 10
13
a) Ruang ....................................................................................... 13
14
1) Ruang dalam Geografi ......................................................... 16
17
2) Ruang menurut Ekologi ....................................................... 18
3) Ruang menurut Ilmu Wilayah .............................................
b) Tempat ......................................................................................
3. Lingkungan ...................................................................................
1) Penduduk ..................................................................................
a) Dinamika Penduduk .............................................................
b) Persebaran Penduduk Tidak Merata ....................................
c) Kualitas Penduduk ..................................
C . Tugas ........................................................................................................
D. Forum Diskusi ........................................................................................ 18
E. Rangkuman ........................................................................................ 18
iii
F. Tes Sumatif................................................................................................20
G.Kunci Jawaban............................................................................................23
H.Daftar Pustaka ............................................................................................24
iv
A. PENDAHULUAN
1. Peta Konsep
1
2. Deskripsi Singkat
Dalam materi ajar ini akan menguraikan materi pembelajaran IPS yang
mengalami miskonsepsi pada pembelajaran mandiri pada bahasan
manusia, tempat dan lingkungan. Adapun materi yang mengalami
miskonsepsi adalah sebagai berikut :
1. Perbedaan tempat dan ruang
2. Perbedaan antara penduduk dan masyarakat.
Adapun topik bahasan yang dibahas sebagai berikut :
(1) Manusia, yang terdiri atas:
a. Manusia sebagai makhluk individu;
b. Manusia sebagai makhluk sosial;
c. Manusia sebagai makhluk budaya;
(2) Tempat, yang terdiri atas:
a. Ruang;
b. Tempat;
(3) Lingkungan, yang terdiri atas:
a. Penduduk.
Lingkungan merupakan ruang dimana manusia bertempat tinggal dan
melakukan fungsi hidupnya. Lingkungan merupakan sumber daya alam
yang dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk mmenuhi kebutuhan
hidupnya. Dengan menyadari hakikat manusia sebagai makhluk individu,
makhluk sosial, dan makhluk budaya, manusia berinteraksi dengan
manusia yang lain untuk memanfatkan lingkungan alam dengan sebaik
mungkin.
3. Capaian Pembelajaran
Capaian pembelajaran yang diharapkan pada materi ajar ini adalah
mampu menguasai teori dan aplikasi mencakup muatan materi manusia,
tempat, dan lingkungan.
Sub Capaian Pembelajaran
Sub capaian pembelajaran yang diharapkan adalah menguasai ruang
lingkup materi manusia, tempat dan lingkungan serta aplikasinya dalam
2
pembelajaran di SD. Dengan mempelajari sub capaian ini diharapkan
mampu:
1. Mengaplikasikan materi manusia sebagai makhluk individu, manusia
sebagai makhluk sosial dan manusia sebagai makhluk budaya dalam
kehidupan sehari-hari.
2. Menganalisis perbedaan ruang dan tempat.
3. Menguasai materi lingkungan alam yang terdiri dari bumi dan
penduduk.
3
B. URAIAN MATERI
1. Manusia
Drs. Ruswandi Hermawan, M.Ed, (2019: 4) “Manusia diberi gagasan
untuk berpikir dan menyadari bahwa manusia berbeda dengan
makhluk lain, oleh karena itu manusia adalah makhluk yang
sempurna”. Melalui kemampuan nalar ini, manusia memiliki
kemampuan untuk mengetahui “apa yang telah, sedang, dan apa yang
akan dilakukan”, terutama yang berkenaan dengan lingkungan alam
tempat manusia hidup. Dengan kata lain jika manusia mampu
beradaptasi dan membiasakan diri dengan lingkungan alamnya maka
manusia juga dapat memanfaatkan lingkungan alam tersebut untuk
kelangsungan dan kesejahteraan manusia itu sendiri, karena manusia
adalah “makhluk yang cerdas (mampu mengendalikan makhluk lain)”.
(https://kbbi.web.id/manusia )
Menurut Din Wahyudin (2008: 1.4) “Manusia adalah makhluk yang
bertanya, ia memiliki keinginan untuk mengetahui segalanya”.
Bermacam kesamaan yang menjadi ciri esensial tiap manusia ini
disebut pula selaku hakikat manusia, karena dengan ciri esensialnya
seperti itu manusia memiliki martabat khusus selaku manusia yang
berbeda dari yang yang lain.
Manusia
sebagai
makhluk
individu
Manusia
Manusia Manusia
sebagai sebagai
makhluk makhluk
berbudaya sosial
Bagan peta konsep materi manusia
4
a. Manusia Sebagai Makhluk Individu
Manusia sebagai individu atau sebagai pribadi yang mewakili
yang paling riil dalam kesadaran manusia. Sebagai individu,
manusia adalah satu kesatuan yang tak dapat dibagi, memiliki
perbedaan dengan manusia yang lain sehingga bersifat unik dan
merupakan subjek yang otonom. Manusia sebagai individu artinya
sebagai “orang atau seorang; pribadi orang (terpisah dari yang
lain) ”( http://kbbi.web.id/individu ) yang merupakan suatu
keutuhan yang tidak dapat dibagi-bagi yaitu individu sebagai
pribadi yang berbeda dari yang lain. Oleh karena itu, manusia
adalah subjek dan tidak boleh dipandang sebagai objek sebagai
objek. Berkenaan dengan hal ini, Theo Huijbers menyatakan
bahwa "manusia mempunyai kesendirian yang ditunjukkan dengan
kata pribadi" (Soerjanto P. dan K. Bertens, 1983); adapun Iqbal
menyatakannya dengan istilah individualitas atau khudi (K.G.
Syaiyidain, 1954).
b. Manusia Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Manusia adalah makhluk individu, namun tidak mungkin bagi
manusia untuk hidup sendiri, dan tidak hanya untuk dirinya
sendiri. Manusia hidup saling terkait satu sama lain. Selain itu,
setiap individu memiliki tujuan hidupnya masing-masing. Selain
kesadaran diri, ada juga kesadaran sosial pada manusia. Melalui
hidup bersama, manusia akan mampu memperkuat eksistensinya.
Dalam hubungan ini, Aristoteles menyebut manusia sebagai
makhluk sosial atau makhluk sosial (Ernst Cassirer, 1987).
Ada hubungan pengaruh timbal balik antara individu dan
masyarakat. Ernst Cassirer menyatakan: “manusia tidak akan
menemukan dirinya sendiri, manusia tidak akan menyadari
individualitasnya, kecuali melalui pergaulan”.
5
c. Manusia Sebagai Makhluk Budaya
Menurut Dinn Wahyudin, dkk (2008), manusia memiliki inisiatif dan
kreatif dalam menciptakan budaya, hidup berbudaya, dan berbudaya.
Menurut C. A. Van Peursen, maka “manusia tidak bisa lepas dari
budaya, bahkan manusia baru menjadi manusia karena dan dengan
budayanya”. Manusia dikatakan makhluk budaya karena budaya itu
sebenarnya dipelajari dan diwariskan dari satu generasi ke generasi
berikutnya dalam suatu masyarakat. Hal-hal yang dianggap baik,
perlu dipertahankan dan diwariskan kepada generasi penerus dan
mungkin suatu masyarakat menganggap ada hal-hal tertentu yang
perlu diubah atau diperbaiki dalam budaya.
6
2. Tempat
a. Ruang
Menurut istilah geografi umum, seluruh permukaan bumi
merupakan ruang (space) yang merupakan lapisan biosfer (lapisan
hidup), tempat tumbuhan, hewan, dan manusia hidup. Dengan kata
lain, ruang adalahwadah yang meliputi ruang darat, ruang laut, dan
ruang udara sebagai satu kesatuan wilayah, tempat manusia dan
makhluk lain hidup serta melakukan kegiatan dan
mempertahankan kelangsungan hidupnya. Pengertian ruang
menjadi berbeda, tergantung dari sudut pandang ilmiah. Disini
akan dibahas pengertian ruang menurut geografi, menurut ekologi,
dan menurut ilmu wilayah
1. Ruang menurut geografi
Ruang dalam padangan geografi dapat dinamai berdasarkan topik,
aktivitas manusia, dan regional. Atas dasar itu, kelak dalam ilmu
geografi akan menggunakan pendekatan keruangan dalam
berbagai studinya.
Gambar : Ruang dalam geografi
Sumber : http://www.gispedia.com/2016/02/ruang-dan-geografi- definisi-
beberapaistilah-terkait-ruang-dalam-geografi.html
7
Pengungkapan aktivitas penduduk dilihat dari persebarannya,
komunikasi, dan penggambarannya dengan berbagai manifestasi
terkait dengan latihan tersebut. Dalam pandangan dan peredaran,
kita akan mengenali jenis kegiatan yang dirujuk menurut mata
pencaharian yang dilakukan oleh penduduk. Apakah pergerakan
terjadi di daerah berbatu, terlepas dari apakah di rawa-rawa, dekat
saluran air, jauh dari sungai, di pantai, dll.
Dari penyampaian latihan populasi, kita juga dapat mengungkap
keterkaitannya dengan kondisi kematangan tanah, dengan kondisi
hidrografi, dengan kondisi korespondensi transportasi, dengan
kondisi permukaan dan dataran rendah, dan dengan elemen
geologi lainnya. Sejalan dengan itu, kita juga dapat
menggambarkan aktivitas masyarakat yang bergantung pada
transportasi mereka di ruang angkasa, dan bergantung pada
hubungan spasial mereka dengan keajaiban yang berbeda dan
dengan isu-isu sebagai kerangka spasial mereka.
2. Ruang menurut ekologi
Secara ekologi, ruang adalah jenis sistem ekosistem karena
hubungan dan perubahan antara penyebaran dan aktivitas manusia
dan keadaan mereka saat ini di suatu wilayah atau wilayah
tertentu. Jadi untuk situasi ini, hubungan antara manusia dan
habitat umum di sekitar mereka diperiksa tergantung pada konsep
dan prinsip ekologi, atau dengan demikian menggunakan
metodologi alami.
Sebagai suatu ekosistem, ruang dipandang atau ditujukan pada
hubungan antara manusia sebagai makhluk hidup dan habitat
aslinya. Dalam pendekatan ekologi, pemukiman dipandang
sebagai jenis sistem ekosistem yang dihasilkan dari hubungan
interaksi manusia dan peredarannya dengan habitat umum..
8
Demikian pula jika kita mengkaji daerah pertanian, daerah
perindustrian, daerah perkotaan dan lain-lain sebagainya.
3. Ruang menurut ilmu wilayah
Apabila suatu satuan alamiah permukaan bumi menunjukkan
karakteristik yang relatif sama,maka dinamakan ruang geografis
(space). Ciri-ciri yang relatif serupa itu, misalnya seragam dalam
hal kondisi fisik permukaan, budaya masyarakatnya memiliki ciri
khas, dan ruang menunjukkan suatu sistem kehidupan dalam
keterikatan yang jelas. Ruang geografis yang memiliki ciri
tertentu disebutkawasan.
Definisi Ruang
Menurut Geografi Menurut Ekologi Menurut Ilmu
wilayah
1. Berdasarkan Berhubungan dengan
topik interelasi antara Ruang permukaan
manusia dengan bumi dibatasi oleh
2. Aktivitas lingkungannya yang keadaan fisik, sosial,
Manusia membentuk suatu dan batas administrasi
sistem ekologi atau pemerintahan.
3. Regional ekosistem.
Tabel 1. Definisi ruang
9
b. Tempat
Tempat dapat mencerminkan karakter fisik dan sosial suatu
daerah. Tempat dibentuk oleh karakterk fisik (iklim jenis tanah,
tata air, morfologi, flora dan fauna) dan manusia yang hidup di
dalamnya (jumlah penduduk, kepadatan, perkembangan
penduduk, pendidikan, pendapatan dan kebudayaannya). Tempat
dapat mencerminkan kondisi umum berdasarkan prinsip
persamaan fisik atau manusia, gurun, dataran tinggi, dataran,
pertanian hortikultura, perkebunan, hutan, desa, metropolitan dll.
Tempat dapat dirumuskan untuk memberikan pemahaman tentang
bentuk tanah dan aktivitas manusia di permukaan bumi.
Menurut Epon Ningrum dkk (2006) menjelaskan bahwa perintis
pemukiman di suatu pedesaan atau perkampungan dalam
menentukan dan memilih tempat setidaknya didasarkan pada:
a. Kemudahan dalam mendapatkan air karena semua orang butuh
air. Pola pemukiman yang tampak sekali mendekati sumber
mata air adalah di daerah gurun karena pemukimannnya
mengelilingi oase.
b. Terdapat tanah-tanah yang subur, misalnya di sekitar lahan
lahan pertanian yang subur karena terkait dengan pemenuhan
bahan pangan penduduknya.
c. Dekat dengan lahan-lahan garapannya. Ada tiga pola
pemukiman yang dekat dengan lahan garapannya yaitu:
(1) bergerombol berdekatan dengan tanah pertanian;
(2) memanjang sungai dengan lahan pertanian di belakang
pemukiman;
(3) pemukiman tersebar di daerah pertanian.
d. Tidak ada faktor penghalang untuk mendirikan bangunan,
misalnya daerah yang relatif datar.
e. Mudah melakukan mobilitas termasuk ke tempat
pekerjaannya.
10
f. Memiliki beberapa fasilitas sosial seperti pendidikan, rumah
sakit dan sarana hiburan.
g. Harga yang murah menjadi pertimbangan untuk memilih
tempat tinggal. Bagi sebagian besar penduduk masih
menggunakan ukuran harga sebagai pertimbangan utama
untuk menentukan pilihan tempat tinggal meskipun faktor
yang lainnya kurang mendukung.
h. Pengaruh dari berbagai macam aturan tata ruang di perkotaan.
Pemukiman di perkotaan banyak dipengaruhi oleh aturan tata
ruang, artinya alasan orang bermukim pada suatu daerah bisa
jadi akibat adanya aturan tata ruang. Di perkotaan tumbuh
pemukiman pemukiman yang sengaja ditempatkan melalui
kebijakan tata ruang kota. Karena itu persebaran pemukiman
di perkotaan sebenarnya banyak dipengaruhi oleh aturan
kebijakan tersebut.
Gambar Pola Pemukiman Penduduk
Sumber:https://brainly.co.id/tugas/9145359
11
Perkampungan yang memusat selain disebabkan oleh karena
mendekati tempat pekerjaannya, tetapi juga oleh karena ada
sumber alam yang menguntungkan misalnya:
a. Dekat dengan tanah-tanah subur dan dapat mengikat tempat
kediaman penduduk dalam satu kelompok.
b. Daerah-daerah yang dijadikan tempat permukiman memiliki
topografi atau relief yang sama misalnya di dataran rendah
yang tidak terputus oleh sungai yang besar atau bukit yang
tinggi.
c. Mendekati sumber air yang sama dan mudah didapatkan.
d. Daerah-daerah yang keamanannya rawan atau belum dapat
dipastikan maka mereka akan bergerombol untuk saling
membantu.
e. Sedangkan perkampungan yang terpencar dapat terjadi akibat
berbagai faktor yaitu:
1) Di daerah-daerah banjir. Penduduk akan mencari tempat-
tempat yang agak tinggi dan biasanya terpencar-pencar,
sehingga pola permukiman yang disusun akan terpencar.
2) Daerah-daerah dengan topografi yang kasar atau berbukit-
bukit terjal, menyebabkan penduduk akan membuat rumah
secara tersebar
3) Permukaan air tanah yang dangkal atau mudah dibuat,
sehingga penduduk akan mecari daerah-daerah sesuai
kehendaknya. Berbeda dengan keadaan air tanah yang
dalam, (karena membuat sumur banyak biayanya) maka
mereka akan berkumpul (tidak menyebar).
12
c. Lingkungan
Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup
keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral,
serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam
lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti
keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut.
Lingkungan juga dapat diartikan menjadi segala sesuatu yang ada di
sekitar manusia dan mempengaruhi perkembangan kehidupan
manusia. (https://id.wikipedia.org/wiki/Lingkungan). Lingkungan
terdiri dari komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik adalah
segala yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim,
kelembaban, cahaya, bunyi. Sedangkan komponen biotik adalah
segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia dan
mikro-organisme (virus dan bakteri). Oleh karena yang menjadi
cakupan lingkungan sangat luas, maka dalam materi ajar ini hanya
akan membahas materi yang mengalami miskonsepsi yakni tentang
manusia terutama pada konsep penduduk.
1. Penduduk
Salah satu unsur biotik lapisan biosfer adalah manusia. Dalam
hidupnya, manusia menjalin hubungan sosial dengan manusia lain
dalam masyarakat.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) penduduk adalah
“orang atau orang-orang yang mendiami suatu tempat (kampung,
negeri, pulau, dan sebagainya)” (https://kbbi.web.id/penduduk).
Penduduk atau warga suatu negara atau daerah bisa didefinisikan
menjadi dua: (1) Orang yang tinggal di daerah tersebut; (2) Orang
yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata
lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ.
Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah
lain. (https://id.wikipedia.org/wiki/Penduduk).
13
Sedangkan pengertian masyarakat menurut KBBI adalah sejumlah
manusia dalam arti seluas-luasnya dan terikat oleh suatu kebudayaan
yang mereka anggap sama, (https://kbbi.web.id/masyarakat).
“Masyarakat adalah sekelompok manusia yang terjalin erat karena
sistem tertentu, tradisi tertentu, konvensi dan hukum tertentu yang
sama, serta mengarah pada kehidupan kolektif. Sistem dalam
masyarakat saling berhubungan antara satu manusia dengan manusia
lainnya yang membentuk suatu kesatuan. Masyarakat berfungsi
sebagai khalifah dimuka bumi. Masyarakat terbagi menjadi dua
golongan utama, yakni penguasa atau pengeksploitasi dan yang
dikuasai atau yang dieksploitasi. Kepribadian masyarakat terbentuk
melalui penggabungan individu-individu dan aksi-reaksi budaya
mereka”. https://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat.
a) Dinamika Penduduk
Dinamika penduduk adalah data yang menampilkan statistika
penduduk untuk memperoleh hasil perhitungan persebaran
penduduk. Selain itu, dinamika penduduk digunakan sebagai
analisis untuk mengetahui jumlah penduduk di suatu wilayah.
Penyajiannya berupa tabel, grafik, dll. Bagan di bawah ini adalah
bagan untuk membantu perhitungan penduduk di suatu wilayah.
Bagan Dinamika Penduduk
Sumber : http://sugengips37.blogspot.com/2016/11/bab-2-
dinamika-penduduk.html
14
Pada grafik di atas dapat dilihat bahwa imigrasi (migrasi penduduk
dari luar negeri ke dalam negeri) dan kuartalan (kelahiran) dapat
meningkatkan jumlah penduduk, sedangkan mortalitas (kematian)
dan emigrasi (perpindahan penduduk dari dalam negeri ke luar
negeri) dapat mengurangi populasi. .
Data kependudukan diperoleh melalui sensus penduduk, registrasi
penduduk, dan survei kependudukan. Sensus Penduduk atau sensus
jiwa, yaitu penghitungan jumlah penduduk oleh Pemerintah dalam
kurun waktu tertentu secara bersamaan.
Sensus penduduk terdiri dari dua, yaitu:
1) Sensus de facto yaitu penghitungan/pencacahan terhadap setiap
penduduk yang berada di suatu wilayah ketika sensus
dilaksanakan.
2) Sensus de yure yaitu penghitungan/pencacahan terhadap
penduduk yang benar-benar bertempat tinggal di wilayah
pelaksanaan sensus.
Cara yang digunakan dalam dinamika penduduk, yaitu:
1) Kelahiran (Fertilitas)
Kelahiran adalah jumlah lahirnya penduduk di suatu wilayah
dan perwilayahan dalam kurun waktu tertentu. Nama lain
kelahiran dalam istilah demografi disebut sebagai fertilitas.
2) Kematian (Mortalitas)
Kematian adalah hilangnya nyawa atau ruh dari seseorang
yang telah meninggal. Kematian dapat disebabkan oleh
beberapa hal seperti sakit, kecelakaan lalu lintas, kecelakaan
kerja, overdosis obat-obatan, bunuh diri dan lain sebagainya.
Dalam istilah demografi, kematian disebut dengan arti
mortalitas. Dinamika penduduk dari mortalitas digunakan
untuk menyeimbangkan jumlah penduduk berdasarkan angka
kelahiran.
15
3) Migrasi
Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke
tempat yang lain, dari tempat yang padat penduduk menuju
kawasan jarang penduduk. Sifat migrasi biasanya menetap, ada
pula yang hanya sementara. Menurut klasifikasinya, migrasi
dibagi atas transmigrasi, urbanisasi, ruralisasi, imigrasi,
emigrasi dan remigrasi.
4) Pertumbuhan Penduduk
Pertumbuhan penduduk adalah bertambahnya jumlah
penduduk di suatu tempat karena kelahiran tidak berbanding
seimbang dengan adanya kematian dan migrasi yang masuk
tidak sebanding dengan migrasi yang keluar. Pertambahan
penduduk seperti ini dapat menyebabkan sulitnya mengontrol
kehidupan manusia.
Ada dua faktor yang menambah jumlah penduduk.
a) Faktor alami (natural increase)
Pertumbuhan penduduk alami yaitu pertumbuhan
penduduk yang dapat di hitung jumlahnya berdasarkan
selisih antara tingkat kelahiran dan tingkat kematian.
b) Faktor sosial (social increase)
Yaitu pertambahan penduduk yang disebabkan yang
diperoleh dari selisih jumlah kelahiran dengan jumlah
kematian ditambah selisih jumlah imigrasi dengan jumlah
emigrasi.
5) Kepadatan Penduduk
Kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk di suatu tempat
berdasarkan luas suatu wilayah. Kepadatan penduduk dihitung
dengan cara jumlah penduduk dibagi dengan luas wilayah
dikali 100%.
b) Persebaran Penduduk Tidak Merata
Pengertian persebaran penduduk tidak merata adalah kondisi
tentang kesenjangan jumlah masyarakat yang tinggal di daerah
perkotaan dan perdesaan dalam segi kuantitas, permasalahan
16
seperti ini sering terjadi di negara berkembang.
Dampak yang ditimbulkan dari persebaran penduduk tidak merata,
antara lain:
1) Pembangunan berkelanjutan akan terhambat, salah satu
alasannya ialah terjadinya perpindahan masyarakat secara
signifikan sehingga mengurangi SDM (Sumber Daya
Manusia) yang berkualitas.
2) Kemiskinan di perkotaan bertambah.
3) Kriminalitas meningkat akibat dari menumpuknya jumlah
penduduk yang tidak merata.
4) Semakin lunturnya kebudayaan daerah
c) Kualitas Penduduk
Kualitas penduduk dapat dikatakan sebagai mutu penduduk atau
mutu sumber daya manusia yang dapat dibedakan menjadi dua,
yaitu: kualitas fisik penduduk yang mencakup pemenuhan gizi,
kesehatan, kematian dan harapan hidup pada waktu lahir; dan
kualitas nonfisik penduduk yang mencakup pendidikan, latihan
kerja dan sikap (keinginan atau dorongan). Kualitas penduduk
sangat berkaitan dengan kemampuan yang dimiliki oleh penduduk
untuk dapat mengolah dan memanfaatkan sumber daya alam yang
ada di sekitarnya, guna memenuhi kebutuhan hidup serta
meningkatkan kesejahteraannya.
Indikator yang digunakan untuk mengetahui kualitas atau mutu
dari sumber daya manusia dapat dilihat dari beberapa aspek
seperti; tingkat pendapatan, tingkat pendidikan dan tingkat
kesehatan. https://dosengeografi.com/kualitiaspenduduk/;Bagja
Waluya (2009). Penjelasan dari indikator tentang kualitas
penduduk adalah sebagai berikut:
1) Tingkat Pendapatan Penduduk
Tingkat pendapatan penduduk biasanya diukur dari
17
pendapatan per kapita. Pendapatan per kapita ialah rata-rata
pendapatan yang diperoleh penduduk dalam waktu satu tahun.
2) Tingkat Kesehatan.
Kualitas penduduk ditinjau dari tingkat kesehatan adalah
factor yang berpengaruh pada kinerja dan produktivitas
seseorang. Tinggi-rendahnya tingkat kesehatan penduduk
suatu Negara bisa dilihatdari besarnya angka kematian bayi
dan ibu pada saat melahirkan. Semakin rendah angka kematian
bayi dan ibu pada saat melahirkan, artinya semakin baik
tingkat kesehatan penduduk.
C. Tugas
a) Bacalah kembali materi ajar Manusia, Tempat, dan Lingkungan
dengan teliti dan seksama.
b) Buatlah laporan dalam bentuk intisari materi dari materi ajar .
c) Selamat bekerja
D. Forum Diskusi
Coba diskusikan dengan teman-temanmu, tentang perbedaan dari tempat
dan ruang, serta perbedaan dari masyarakat dan penduduk.
serta diskusikan juga perihal faktor yang mempengaruhi persebaran
penduduk yang tidak merata.
E. Rangkuman
1) Manusia sebagai individu sekaligus juga sebagai makhluk sosial sulit
dipisahkan dengan manusia lainnya sejak lahir sampai dewasa selalu
bergantung dan membutuhkan orang lain.
2) Manusia juga merupakan makhluk budaya karena budaya dipelajari dan
diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya sebagai cara
mempertahankan dan meneruskan sesuatu yang dianggap baik.
3) Ruang adalah wadah yang meliputi ruang daratan, ruang lautan, dan
ruang udara sebagai satu kesatuan wilayah, tempat manusia dan makhluk
18
lainnnya hidup dan melakukan kegiatan serta memelihara kelangsungan
hidupnya.
4) Tempat dapat mencerminkan karakter fisik dan sosial suatu daerah.
Tempat dibentuk oleh karakterk fisik (iklim jenis tanah, tata air,
morfologi, flora dan fauna) dan manusia yang hidup di dalamnya
(jumlah penduduk, kepadatan, perkembangan penduduk, pendidikan,
pendapatan dan kebudayaannya).
5) Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup
keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta
flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan,
dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan
bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut.
6) Pengertian masyarakat menurut KBBI adalah sejumlah manusia dalam
arti seluas-luasnya dan terikat oleh suatu kebudayaan yang mereka
anggap sama
7) Masyarakat adalah sekelompok manusia yang terjalin erat karena sistem
tertentu, tradisi tertentu, konvensi dan hukum tertentu yang
sama, serta mengarah pada kehidupan kolektif. Tempat di permukaan
bumi dibentuk oleh karakter fisik dan makhluk hidup yang hidup di
tempat itu.
8) Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) penduduk adalah
“orang atau orang-orang yang mendiami suatu tempat (kampung, negeri,
pulau, dan sebagainya)”.
9) Penduduk atau warga suatu negara atau daerah bisa didefinisikan
menjadi dua: (1) Orang yang tinggal di daerah tersebut; (2) Orang yang
secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut.
10) Dalam mengkaji tempat, aspek site dan situasi melekat di dalamnya yaitu
kondisi internal tempat itu dan kondisi eksternal dari tempat itu.
11) Lingkungan diartikan segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi.
12) Manusia adalah salah satu makhluk hidup yang ada di permukaan bumi.
13) Penduduk yang mendiami wilayah suatu negara sering memunculkan
berbagai macam dinamika kependudukan.
19
F. Tes Formatif
Pililah salah satu jawaban yang dianggap paling sesuai!
1) Manusia saling berinteraksi satu sama lain. Hubungan ini menjadi
bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia sebagai
makhluk sosial. Segala tindakan dan perilaku manusia yang ada di
masyarakat ini tertuju untuk mendapatkan hubungan sosial berupa ….
A. pertahanan hidup
B. saling berkomunikasi
C. kepuasan pergaulan dengan orang lain
D. bantuan dari orang lain
E. pemenuhan pangan, sandang dan papan
2) Berkas dan catatan kependudukan bagian dari dokumen penting suatu
wilayah. Petugas mendata setiap komponen yang terkait dengan
penduduk. Sensus de jure yang dilakukan petugas ini adalah bagian
dari sensus terhadap....
A. warga negara asing yang dijumpai petugas
B. warga masyarakat yang dijumpai petugas sensus
C. setiap penduduk berdasarkan data wilayah
D. semua penduduk yang dijumpai petugas sensus
E. semua penduduk suatu daerah sesuai dengan KTP
3) Manusia berinteraksi dengan yang lainnya. Keterjalinannya membentuk
hubungan timbal balik yang saling menguntungkan. Terpenuhi segala
kebutuhan adalah bagian dari keterhubungan ini. Keterhubungan ini
terjalin atas ….
A. asas moralitas
B. asas sosialitas
C. asas individualitas
20
D. asas potensialitas
E. asas humanitas
4) Setiap orang menempati suatu wilayah dalam jangka waktu tertentu.
Aturan dan hukum yang berlaku di dalamnya bagian dari keterikatan
yang harus diikuti. Setiap gerak dan perilakunya dibatasi oleh
kepentingan orang lain yang telah diatur dalam aturan hukum tertentu.
Hal ini merupakan bagian dari konsep ....
A. masyarakat
B. penduduk
C. warga Negara
D. diplomat
E. rakyat
5) Kesehatan penduduk terperhatikan dengan baik. Tingkat kemiskinan
sedikit demi sedikit tertangani secara komprehensif. Produktivitas
pembangunan pun berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan.
Kondisi inilah bagian dari gambaran pertumbuhan penduduk yang baik
di suatu wilayah yang ditandai dengan adanya....
A. banyaknya angka kematian
B. banyaknya angka kelahiran
C. meningkatnya migrasi
D. pengendalian jumlah kematian
E. persebaran yang merata
6) Kualitas sumber daya manusia merupakan bagian dari sumber data
kependudukan. Penyebarannya tercatat secara rinci dalam data
kependudukan. Pekerjaan, pendidikan serta jumlah anggota keluarga
menjadi bagian yang tercatat dan terdata secara lengkap dan akurat. Ini
adalah bagian dari ....
A. registrasi penduduk
B. sensus penduduk
C. survey penduduk
D. pencacahan penduduk
21
E. sampel penduduk
7) Wadah yang meliputi ruang daratan, ruang lautan, dan ruang udara
sebagai satu kesatuan wilayah, tempat manusia dan makhluk lainnnya
hidup dan melakukan kegiatan serta memelihara kelangsungan
hidupnya. Merupakan pengertian dari …
A. tempat
B. ruang
C. wilayah
D. daerah
E. regional
8) Pertumbuhan penduduk dari tahun ke tahun mengalami perubahan.
Bertambahnya generasi muda dan berkurangnya jumlah generasi tua
adalah bagian dari dinamika yang tidak dapat dihindari. Fenomena
pertambahan penduduk pada kondisi tersebut adalah bagian dari
konsep....
A. migrasi
B. kematian
C. kelahiran
D. urbanisasi
E. kesehatan
9) Kemampuan manusia dalam bersosialisasi, kesadaran akan tujuan hidup
dan kemampuan mempertahankan hidup tidak dimiliki ketika manusia
itu lahir akan tetapi diperoleh melalui....
A. proses politik
B. proses ekonomi
C. proses akulturasi budaya
D. proses sosialisasi
E. proses hokum
10) Penduduk berkumpul di suatu tempat karena faktor pendukung
kehidupan berada di sana. Keberadaan penduduk secara terpusat pun
pada daerah tertentu menyebabkan di daerah yang lain mengalami
22
kekurangan penduduk. Kondisi ini menimbulkan masalah baru.
Banyak program kemajuan daerah menjadi terhambat. Kemiskinan pun
bertambah. Jumlah kriminalitas meningkat signifikan. Berbagai
program terus dikembangkan untuk menangani masalah ini. Namun tak
kunjung terselesaikan. Penyebab utama kegagalan ini adalah ....
A. Persebaran penduduk tidak merata
B. tergerusnya sumber daya alam
C. program tidak tepat sasaran
D. berkurangnya dana pembangunan
E. berkurangnya sumber daya manusia berkualitas
G. Kunci Jawaban
Kunci Jawaban Tes Formatif
1. E
2. C
3. B
4. C
5. E
6. B
7. B
8. C
9. D
10. E
23
H. Daftar Pustaka
Hermawan, Ruswandi (2019) Pendalaman Materi Ilmu Pengetahuan
Sosial. Jakarta:Kemdibud
Sumantri, Muhammad S. (2009) Pengantar Pendidikan. Jakarta:
Universitas Terbuka
Tim GTK Dikdas (2021) Modul Belajar Mandiri Calon Guru. Kemdikbud
Winataputra, Udin S., dkk (2009) Materi dan Pembelajaran IPS SD.
Jakarta: Universitas Terbuka
https://www.mariyadi.com/
https://www.mariyadi.com/2021/05/susunan-materi-ajar-dan-download-
contoh.html
https://kbbi.web.id/manusia
http://kbbi.web.id/individu
http://www.gispedia.com/2016/02/ruang-dan-geografi- definisi-
beberapaistilah-terkait-ruang-dalam-geografi.html
https://brainly.co.id/tugas/9145359
https://id.wikipedia.org/wiki/Lingkungan
https://kbbi.web.id/penduduk
https://id.wikipedia.org/wiki/Penduduk
https://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat
http://sugengips37.blogspot.com/2016/11/bab-2- dinamika-penduduk.html
https://dosengeografi.com/kualitaspenduduk
24