The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by SMK thobiatluhur, 2023-08-14 02:20:58

BUKU SAKU (8,5 x 13)

BUKU SAKU (8,5 x 13)

45 memotong pembicaraan. 6) Santri mau mendengarkan curhatan santri lain dan memberikan nasihat yang baik bila diminta. 7) Santri menegur dengan perkataan yang baik bila ada teman yang menggunjingkan orang lain. “ Amal sholih tidak ghibah karena itu dosa”. 8) Santri tidak mengejek, menghina atau membully teman maupun orang lain, tidak memanggil teman dengan julukan yang dapat menyinggung perasaan. Contoh Membully; Mengejek temannya yang sedang piket/amal sholih, kafaroh. Mengejek asal daerah, kekurangan fisik, memanggil…” Hei…Bodoh, dll. Ini larangan. 9) Santri berbicara dan berperilaku yang baik dan sopan santun, tidak menyakitkan serta tidak membuat gaduh di lingkungan kos. Contoh: Saat melewati orang yang sedang duduk atau orang yang lebih tua, membungkukkan badan dan berkata: “Permisi atau ”nuwun sewu”. Tidak ramai MUJHI R U K U N


46 saat ada teman yang istirahat atau saat waktu istirahat. 10) Santri dalam bercanda dengan teman maupun guru tidak berlebihan yang bisa menyakiti fisik atau menyingung perasaan. 11) Santri tidak menggunjing (ngrasani) dan membicarakan kejelekan atau kekurangan teman maupun orang lain. 12) Santri tidak blok-blokan (geng-gengan). 13) Santri tidak menjahili santri lain seperti menakut-nakuti, menyembunyikan tas, topi, baju, sendal, sepatu santri lainnya. 14) Santri tidak menggunjing dan membicarakan kejelekan ataupun kekurangan santri yang lain. 15) Santri mengucapkan syukur atas kebaikan santri lainnya. 16) Santri membiasakan mengucapkan kalimat thoyibah saat mengomentari cerita santri lainnya. Misalnya…Subhanallah, Masya Allah, Insya Allah, dll. 17) Santri saling mengingatkan untuk mematuhi peraturan kos yang telah disepakati dan bisa MUJHI R U K U N


47 menerima bila diingatkan. 18) Santri saling mengingatkan dalam melaksanakan kewajiban sebagai santri (mengaji, sholat, amal sholih, dll) dan bisa menerima bila diingatkan. 19) Santri minta maaf bila menyakiti atau berbuat salah pada santri yang lain dan memaafkan kesalahan santri yang lain. 20) Santri mengambil makanan atau lauk sesuai jatah masing-masing. 21) Santri membantu teman yang membutuhkan bantuan. Contoh; Saat teman sakit diperhatikan dan dibantu keperluannya. 22) Santri membiasakan berbagi dengan teman kos. Contoh; Berbagi makanan, bila mendapatkan kiriman atau oleh-oleh makanan dari keluarga, dll. 23) Santri menjaga/tidak merusak, dan tidak menggunakan barang milik teman tanpa izin. Contoh: Saat teman sedang test, PSG/PKL, pulang karena sakit, dll, barang teman tersebut dijaga dengan baik. Tidak menggunakan tanpa izin barang milik MUJHI R U K U N


48 temannya seperti peralatan mandi, pakaian seragam, sepatu, handuk, dll. 24) Santri bisa menjaga kebersihan diri, merapikan perlengkapan pribadi sehingga tidak mengganggu orang lain. d) Praktik rukun di pondok 1) Santri selalu bersikap tawadhu’ atau rendah hati 2) Santri mengucapkan salam sebelum masuk dan keluar pondok. 3) Santri saling senyum, salam, sapa dengan sesama santri, Pengurus Santri, Pengurus Pondok maupun tamu di lingkungan pondok. 4) Santri saling bicara yang baik dan sopan santun dengan sesama santri, Pengurus Santri, Pengurus Pondok maupun tamu di lingkungan pondok, tidak menyakitkan serta tidak membuat gaduh di lingkungan pondok. 5) Santri mendengarkan saat ada yang sedang menyampaikan pendapatnya dan tidak memotong pembicaraan. 6) Santri mau mendengarkan curhatan santri MUJHI R U K U N


49 lain dan memberikan nasihat yang baik bila diminta. 7) Santri menegur dengan perkataan yang baik bila ada teman yang menggunjingkan santri lain. “ Amal sholih tidak ghibah karena itu dosa”. 8) Santri tidak mengejek, menghina atau membully teman maupun orang lain, tidak memanggil teman dengan julukan yang dapat menyinggung perasaan. Contoh Membully; Mengejek temannya yang sedang piket/amal sholih, kafaroh. Mengejek asal daerah, kekurangan fisik, memanggil…” Hei…Bodoh, dll. 9) Santri berbicara dan berperilaku yang baik dan sopan santun, tidak menyakitkan serta tidak membuat gaduh di lingkungan pondok. Contoh: Saat melewati orang yang sedang duduk atau orang yang lebih tua, membungkukkan badan dan berkata: “Permisi atau ”nuwun sewu”. Tidak ramai saat ada teman yang istirahat atau saat waktu istirahat. MUJHI R U K U N


50 10) Santri dalam bercanda dengan teman maupun guru tidak berlebihan yang bisa menyakiti fisik atau menyingung perasaan. 11) Santri tidak menggunjing (ngrasani) dan membicarakan kejelekan atau kekurangan teman maupun orang lain. 12) Santri tidak blok-blokan (geng-gengan). 13) Santri tidak menjahili santri lain seperti menakut-nakuti, menyembunyikan tas, topi, baju, sendal, sepatu santri lainnya. 14) Santri tidak menggunjing dan membicarakan kejelekan dan kekurangan santri yang lain. 15) Santri mengucapkan syukur atas kebaikan santri lainnya. 16) Santri membiasakan mengucapkan kalimat thoyibah saat mengomentari cerita santri lainnya. Misalnya…Subhanallah, Masya Allah, Insya Allah, dll. 17) Santri saling mengingatkan untuk mematuhi peraturan pondok yang telah disepakati dan bisa menerima bila diingatkan. 18) Santri saling mengingatkan dalam MUJHI R U K U N


51 melaksanakan kewajiban sebagai santri (mengaji, sholat, amal sholih, dll) dan bisa menerima bila diingatkan. 19) Santri minta maaf bila menyakiti atau berbuat salah pada santri yang lain dan memaafkan kesalahan santri yang lain. 20) Santri mengambil makanan atau lauk sesuai jatah masing-masing. 21) Santri membantu teman yang membutuhkan bantuan. Contoh; Saat teman sakit diperhatikan dan dibantu keperluannya. 22) Santri membiasakan berbagi dengan teman pondok. Contoh; Berbagi makanan, bila mendapatkan kiriman atau oleh-oleh makanan dari keluarga, dll. 23) Santri menjaga/tidak merusak, dan tidak menggunakan barang milik teman tanpa izin. Contoh: Saat teman sedang test, PSG/PKL, pulang karena sakit, dll, barang teman tersebut dijaga dengan baik. Tidak menggunakan tanpa izin barang milik temannya seperti peralatan mandi, pakaian seragam, sepatu, handuk,dll. MUJHI R U K U N


52 24) Santri bisa menjaga kebersihan diri, merapikan perlengkapan pribadi sehingga tidak mengganggu orang lain. e) Praktik rukun di masjid 1) Santri selalu bersikap tawadhu’ dan rendah hati 2) Santri saling senyum, salam, sapa dengan sesama santri, pengurus, jama’ah di lingkungan masjid. 3) Santri saat berjalan melewati jama’ah yang sedang duduk membungkukkan badan dan berjalan dengan santun. Contoh: Berjalan disela-sela jamaah dan tidak melompati jamaah. 4) Santri ketika masuk masjid mengambil posisi barisan yang masih kosong dan tidak menyela-nyela barisan yang sudah rapat. 5) Santri tidak menggangu kekhusukan orang beribadah. Contoh: Menarik/mendorong teman yang sedang sholat. Mengobrol, bercanda saat sholat sudah dimulai, dll. 6) Santri bersama jama’ah meluruskan MUJHI R U K U N


53 barisan/shof saat sholat berjamaah. 7) Santri saling bicara yang baik dan sopan santun dengan sesama santri, Pengurus, maupun Jama’ah di lingkungan masjid, tidak menyakitkan serta tidak membuat gaduh di lingkungan masjid. 8) Santri mendengarkan saat ada yang sedang menyampaikan pendapatnya dan tidak memotong pembicaraan. 9) Santri menegur dengan perkataan yang baik bila ada teman yang tidak mematuhi tata tertib. “ Amal sholih saat sholat ke masjid menggunakan kaos berkerah atau baju”. 10) Santri tidak bersuara keras (bengokbengok) yang tidak perlu saat berbicara. Karena bersuara keras (bengok-bengok) bisa mengganggu orang lain. 11) Santri tidak mengejek, menghina atau membully teman maupun orang lain, tidak memanggil teman dengan julukan yang dapat menyinggung perasaan. Contoh Membully; Memejek temannya yang sedang piket/amal sholih, kafaroh. Mengejek asal MUJHI R U K U N


54 daerah, kekurangan fisik, memanggil…” Hei…Bodoh, dll. Ini larangan. 12) Santri tidak menggunjing dan membicarakan kejelekan dan kekurangan santri yang lain. 13) Santri mengucapkan syukur atas kebaikan santri lainnya. 14) Santri tidak saur manuk saat mendengarkan penyampaian materi pengajian. 15) Santri mengutamakan kepada yang lebih tua dan perempuan untuk keluar masjid saat selesai pengajian baru yang laki-laki dan yang muda baru keluar. 16) Santri saat keluar masjid memakai sandal/alas kaki milik sendiri, tidak gasab sandal/alas kaki orang lain. 17) Santri tidak menginjak sandal/alas kaki orang lain. f) Praktik rukun di lingkungan 1) Siswa/santri selalu bersikap tawadhu’ atau rendah hati 2) Siswa/santri saling senyum, salam, sapa MUJHI R U K U N


55 dengan sesama santri maupun warga jama’ah saat bertemu atau berpapasan di jalan atau saat berada di tempat umum, pujasera, warung dan toko. 3) Siswa/santri saling bicara yang baik dan sopan santun dengan sesama santri dan warga jama’ah, tidak menyakitkan serta tidak membuat gaduh di jalan atau saat berada di tempat umum, pujasera, warung dan toko. 4) Siswa/santri menegur dengan perkataan yang baik bila ada Siswa ataupun Warga Jama’ah yang melanggar tata tertib contoh: “ Amal sholih jalannya dua-dua dan tidak bergerombol”. 5) Siswa/santri tidak mengejek, menghina atau membully teman maupun orang lain, tidak memanggil teman dengan julukan yang dapat menyinggung perasaan. Contoh Membully; Memejek temannya yang sedang piket/amal sholih, kafaroh. Mengejek asal daerah, kekurangan fisik, memanggil…” Hei…Bodoh, dll. MUJHI R U K U N


56 6) Siswa/santri tidak menjahili siswa/santri maupun warga jama’ah lain, seperti menakut-nakuti, menyembunyikan barang milik siswa/santri maupun warga jama’ah lainnya. 7) Siswa tidak menggunjing dan membicarakan kejelekan dan kekurangan siswa/santri maupun warga jama’ah yang lain saat di jalan atau saat berada di tempat umum, pujasera, warung dan toko. 8) Siswa mengucapkan syukur atas kebaikan siswa/santri ataupun warga jama’ah lainnya saat di jalan atau saat berada di tempat umum, pujasera, warung dan toko. 9) Siswa/santri membiasakan mengucapkan kalimat thoyibah saat mengomentari cerita siswa/santri ataupun warga jama’ah lainnya saat di jalan atau saat berada di tempat umum, pujasera, warung dan toko.. Misalnya…Subhanallah, Masya Allah, Insya Allah, dll. 10) Siswa/santri saling mengingatkan untuk mematuhi tata tertib di jama’ah yang telah MUJHI R U K U N


57 disepakati dan bisa menerima bila diingatkan. 11) Siswa/santri saling mengingatkan dalam melaksanakan kewajiban sebagai siswa ataupun warga jama’ah seperti; kewajiban mengaji, sholat, amal sholih dan bisa menerima bila diingatkan. 12) Siswa/santri minta maaf bila menyakiti atau berbuat salah terhadap siswa/santri maupun warga jama’ah yang lain dan bisa memaafkan kesalahan siswa/santri maupun warga jama’ah. 13) Siswa membantu kepada siswa/santri maupun warga jama’ah yang membutuhkan bantuan. 14) Siswa/santri tidak merusak tanaman, tidak menyakiti binatang peliharaan dan tidak merusak fasilitas umum. 15) Siswa/santri tidak berbicara yang melecehkan atau merendahkan peraturanperaturan yang ada. MUJHI R U K U N


58 E. KOMPAK 1. Definisi ▪ Dalam kegiatan-kegiatan yang telah menjadi hasil musyawarah dikerjakan bersama-sama dengan giat, senang gembira, holopis kuntul baris sak iyek sak eko proyo/se iya sekata. 2. Dalil ٰذَا َكانُ َوإ َو َرسُوٰل ٰه ٰا َّّلِلٰ َمنُوا ب ٰذي َن آ َّ ُمْؤ ٰمنُو َن ال ْ َما ال ٰنَّ إ وا ٰذنُوهُ ... ْ َحتَّى يَ ْستَأ َهبُوا ْم يَذْ لَ ٍ ْمٍر َجا ٰمع َ َعلَى أ َمعَهُ اية. ٔ KMUJHID الـ سورة النور: ٦۲ O M P A K


59 Sesungguhnya orang Iman itu orang-orang yang iman kepada Allah dan rosulNya. Dan Ketika mereka (orang Iman) beserta Nabi (nabi Muhammad) atas perkumpulan, mereka (orang Iman) tidak akan meninggalkan perkumpulan sehingga mereka minta izin kepada Nabi (nabi Muhammad). ُمْؤ ٰم ُن ْ ٰن ال يَشُدُّ بَ ْع ُضهُ بَ ْع ًضا. رواه ْنيَا ُمْؤ ٰم ٰن َكالبُ ْ ٰلل البخاري Orang iman terhadap orang iman yang lain sebagaimana bangunan yang bagian-bagiannya saling memperkuat. (HR. Bukhori). 3. Praktik Kompak a) Praktik kompak di kelas 1) Semua siswa melaksanakan piket sesuai jadwal yang merupakan hasil musyawarah kelas. 2) Bila berhalangan dalam melaksanakan piket bisa musyawarah dengan ketua kelas dan pengurus kelas untuk tukar hari dengan teman yang lain. MUJHIDK O M P A K


60 3) Membersihkan kotoran yang ada di laci, bawah kursi masing-masing secara serempak sesuai arahan dari guru sebelum memulai dan selesai pembelajaran. 4) Saat ketua menyiapkan “Mohon perhatian amal sholih semuanya duduk siap grak” semua siswa duduk siap dengan bersamaan. 5) Saat jam kosong, semua siswa mengadakan kegiatan literasi sesuai peraturan kelas. 6) Ketika mendapatkan tugas berkelompok. Semua siswa anggota kelompok aktif ikut menyelesaikan tugas. 7) Saat pelajaran semua siswa fokus memperhatikan penjelasan dari guru dan saat dibuka sesi tanya jawab saling antusias melakukan tanya jawab dan diskusi. 8) Siswa mengagungkan dan mentho’ati ketua kelas dan pengurus kelas yang ditunjuk sesuai hasil musyawarah kelas. MUJHIDK O M P A K


61 b) Praktik kompak di sekolah 1) Siswa menggunakan baju seragam sesuai dengan ketentuan sekolah. 2) Siswa berangkat ke sekolah bersama-sama dengan tepat waktu, berjalan maksimal berjajar dua dan tidak bergerombol. 3) Siswa membuang sampah pada tempatnya dan melakukan kegiatan bersih-bersih bersama memenuhi hasil musyawarah sekolah. 4) Siswa melakukan kegiatan ekstrakurikuler dengan semangat sesuai ketentuan sekolah. Contoh: Bermain bola atau futsal menggunakan kostum tertentu, dan selesai 30 menit sebelum adzan maghrib. 5) Mengikuti kegiatan Pramuka menggunakan seragam sesuai ketentuan. c) Praktik kompak di kos 1) Semua santri melaksanakan piket dan amal sholih kebersihan sesuai jadwal yang MUJHIDK O M P A K


62 merupakan hasil musyawarah kos. 2) Bila santri berhalangan dalam melaksanakan piket bisa musyawarah dengan ketua kos dan pengurus kos untuk tukar hari dengan santri yang lain. 3) Santri mengagungkan, mentho’ati dan mengikuti arahan pengurus kelompok maupun ketua muda-mudi sesuai keputusan musyawarah. 4) Santri mengagungkan, mentho’ati dan mengikuti arahan tuan kos, ketua kos yang ditunjuk sebagai koordinator kos dan MT kos sesuai keputusan musyawarah. 5) Santri melaksanakan musyawarah kos untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan kos dan bersama-sama melaksanakan hasil musyawarah. 6) Santri makan bersama pada waktu dan tempat yang telah disepakati. 7) Santri melaksanakan kegiatan sesuai jadwal secara bersama-sama. Contoh: Bangun malam untuk bisa bersama-sama do’a malam. Bangun subuh untuk bisa MUJHIDK O M P A K


63 melaksanakan sholat subuh berjama’ah di masjid. d) Praktik kompak di pondok 1) Semua santri melaksanakan piket dan amal sholih kebersihan sesuai jadwal yang merupakan hasil musyawarah pondok. 2) Bila santri berhalangan dalam melaksanakan piket bisa musyawarah dengan ketua kamar dan pengurus pondok untuk tukar hari dengan santri yang lain. 3) Santri mengagungkan, mentho’ati dan mengikuti arahan pengurus pondok, ketua kamar yang ditunjuk sebagai koordinator kamar, MT kamar pondok sesuai hasil musyawarah. 4) Santri melaksanakan musyawarah pondok untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan pondok dan bersama-sama melaksanakan hasil musyawarah. 5) Santri makan bersama pada waktu dan tempat yang telah disepakati. 6) Santri melaksanakan kegiatan sesuai jadwal MUJHIDK O M P A K


64 secara bersama-sama. Contoh: Bangun malam untuk bisa bersama-sama do’a malam. Bangun subuh untuk bisa melaksanakan sholat subuh berjama’ah di masjid. e) Praktik kompak di masjid 1) Santri menata sandal atau alas kaki dengan rapi menghadap keluar saat masuk ke masjid. 2) Santri melaksanakan piket dan amal sholih di lingkungan masjid sesuai jadwal yang merupakan hasil musyawarah. 3) Bila Santri berhalangan dalam melaksanakan piket bisa musyawarah dengan pengurus untuk tukar hari dengan santri yang lain. 4) Santri meluruskan dan merapatkan barisan/shof saat menunggu dimulainya sholat berjama’ah dan saat sholat berjama’ah. 5) Santri mengagungkan, mentho’ati dan mengikuti arahan pengurus dan mubalighMUJHIDK O M P A K


65 mubalighot sesuai hasil musyawarah. 6) Santri mempratikkan kompak saat KBM di masjid: Semua santri melaksanakan piket sesuai jadwal yang merupakan hasil musyawarah kelas. Bila berhalangan dalam melaksanakan piket bisa musyawarah dengan ketua kelas dan pengurus kelas untuk tukar hari dengan teman yang lain. Membersihkan sampah disekitar area pengajian secara serempak sesuai arahan dari guru ngaji sebelum memulai dan selesai pembelajaran. Santri mengagungkan dan mentho’ati ketua kelas dan pengurus kelas yang ditunjuk sesuai hasil musyawarah kelas. f) Praktik kompak di lingkungan 1) Siswa/santri melaksanakan amal sholih kerja bakti sesuai waktu yang telah ditentukan dalam musyawarah kelompok. 2) Bila siswa/santri berhalangan dalam MUJHIDK O M P A K


66 melaksanakan kerja bakti izin kepada pengurus kelompok. 3) Siswa/santri berjalan maksimal jajar dua dan tidak bergerombol. 4) Siswa/santri bersama-sama menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan umum, lingkungan pujasera, warung dan toko. 5) Siswa/santri membuang sampah pada tempat sampah yang disediakan saat di pinggir jalan, pujasera, warung dan toko. MUJHIDK O M P A K


67 F. KERJASAMA YANG BAIK 1. Definisi ■ Saling mendukung, saling membantu, saling menguatkan dalam melaksanakan hasil musyawarah (kesepakatan) sesuai amal sholih masing-masing dengan baik dan sampai selesai (tuntas). ■ Tidak saling menjegal, tidak saling menjatuhkan, tidak saling merugikan dan tidak saling memfitnah MUJHID-MUZHID K E R J A S A M A Y A N G B A I K


68 2. Dalil َعلَى َونُوا َوى َوََل تَعَا ٰ ٰ ر َوالتَّقْ ب ْ َعلَى ال َونُوا َوتَعَا ... ٰعقَا ٰب. ْ َّن ََّّللاَ َشٰديدُ ال ٰ ٰن َواتَّقُوا ََّّللاَ إ َوا عُدْ ْ َوال ٰم ْ ْْلٰث ا سورة المآئدة: ۲ “…dan tolong menolonglah atas kebaikan dan ketaqwaan dan jangan tolong menolong atas dosa dan permusuhan dan takutlah pada Allah. Sesungguhnya Allah berat siksaannya.” َس ََّّللاُ َر ٰب الدُّْنيَا، نَفَّ ٰم ْن كُ ْربَةً َس َع ْن ُم ْسٰلٍم كُ َم ْن نَفَّ َو َم ْن يَ َّس َر َعلَى َمٰة، ٰقيَا ْ َر ٰب يَ ْوٰم ال ٰم ْن كُ ْربَةً َعْنهُ كُ َر َو َم ْن َستَ ْْل ٰخ َرةٰ، َوا ْي ٰه فٰي الدُّْنيَا ُم ْع ٰسٍر، يَ َّس َر ََّّللاُ َعلَ َو ََّّللاُ فٰي ْْل ٰخ َرةٰ، َوا ْي ٰه فٰي الدُّْنيَا َر ََّّللاُ َعلَ َعلَى ُم ْسٰلٍم َستَ َما ْبٰد عَ ْ َعْو ٰن ٰخي ٰه. ال َ ْبدُ فٰي َعْو ٰن أ عَ ْ َكا َن ال رواه أبو داود “Barangsiapa menghilangkan dari seorang muslim satu kesedihan dari beberapa kesedihan di dunia, maka Allah pasti menghilangkan darinya satu kesedihan dari beberapa kesedihan di hari kiamat. Dan barangsiapa memudahkan atas orang yang kesulitan, maka Allah pasti memudahkan atas dirinya di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa menutupi aib/kekurangan seorang muslim, maka MUJHID-MUZHID K E R J A S A M A Y A N G B A I K


69 Allah pasti menutupi aib/kekurangannya di dunia dan akhirat. Dan Allah senang menolong hambanya yang senang menolong saudaranya.” 3. Praktik Kerjasama yang Baik a) Praktik kerjasama yang baik di kelas 1) Siswa bekerjasama mengkondisikan ruang kelas dalam hal kebersihan dan kenyamanan sebelum KBM dimulai. 2) Siswa mendengarkan serta perhatian saat guru menyampaikan pelajaran dan siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru hingga tuntas. 3) Siswa mengingatkan dengan irama baik ketika ada teman yang tidak memperhatikan pelajaran dari guru. 4) Ketika mendapatkan tugas berkelompok, semua siswa anggota kelompok aktif ikut menyelesaikan tugas sesuai pembagian tugasnya. 5) Ketua kelas mengatur dan mengkoordinir kegiatan piket kelas dengan adil dan baik MUJHID-MUZHID K E R J A S A M A Y A N G B A I K


70 sementara siswa yang lain menthoati dan mengerjakan sesuai tugasnya. Contoh pembagian tugas piket: Ada yang menyapu lantai, ada yang menghapus papan tulis, ada yang mematikan alat elektronik, ada yang membuang sampah dari ruangan kelas ke tempat sampah luar dan ada yang mengisi jurnal kelas. 6) Bila ada siswa yang melanggar aturan kemudian guru memberikan teguran dan konsekuensi dengan irama baik, maka siswa menerima teguran, menyesal dan mengerjakan konsekuensi dengan sungguhsungguh (berlaku dimanapun). Contoh: Siswa tidak memperhatikan saat pelajaran diminta meringkas bahan bacaan dan mengumpulkan ke guru. 7) Ketua kelas melaporkan selesainya pembelajaran dan guru menerima laporan dan mengucap syukur. b) Praktik kerjasama yang baik di sekolah 1) Siswa melaksanakan tugas belajar dan MUJHID-MUZHID K E R J A S A M A Y A N G B A I K


71 melakukan kegiatan dengan sungguhsungguh dan semangat sesuai perannya sebagaimana civitas akademika sekolah juga bekerja sesuai uraian tugas masingmasing dengan sakdermo dan semangat. 2) Siswa mentaati tata tertib sekolah. Bila ada siswa yang melanggar aturan kemudian petugas ketertiban memberikan teguran dan konsekuensi dengan irama baik maka siswa menerima teguran, menyesal dan mengerjakan konsekuensi dengan sungguhsungguh dan hati ridho. Contoh: Siswa terlambat masuk sekolah kemudian oleh petugas diarahkan dan diberi konsekuensi menyapu halaman atau membaca asmaul husna, maka siswa mengerjakan dengan sungguh-sungguh dan hati ridho. 3) Siswa menjaga nama baik sekolah dengan selalu berusaha berbuat baik dan menghindari perbuatan tercela. Contoh: menghindari tawuran, menghindari pelanggaran laki-laki dan perempuan, menghindari mengkonsumsi narkoba, dll. MUJHID-MUZHID K E R J A S A M A Y A N G B A I K


72 4) Melaksanakan tugas kepanitiaan kegiatan sekolah sesuai tugas masing-masing. c) Praktik kerjasama yang baik di kos 1) Santri melaksanakan kegiatan sesuai tugas masing-masing dengan sakdermo dan semangat. 2) Santri saling memberi semangat dalam menjalankan tugas masing-masing. 3) Santri mentaati peraturan kos. Bila ada santri yang melanggar aturan kemudian bapak ibu kos atau ketua kos memberikan teguran dan konsekuensi dengan irama baik maka santri menerima teguran, menyesal dan mengerjakan konsekuensi dengan sungguh-sungguh dan hati ridho. Contoh: Tidur lewat jam malam tanpa udzur oleh ketua kos diarahkan dan diberi konsekuensi membaca asmaul husna atau sesuai ketentuan yang berlaku. Kemudian santri mengerjakan dengan sungguh-sungguh dan hati ridho. 4) Saat amal sholih kebersihan mengerjakan MUJHID-MUZHID K E R J A S A M A Y A N G B A I K


73 tugas sesuai pembagian tugas yang diberikan. Misalnya: Ada yang menyapu, ada yang mengepel, ada yang membuang sampah, ada yang membersihkan kaca dan jendela. Masing-masing santri dengan semangat, sakdermo dan ridho mengerjakan amal sholihnya sampai selesai. 5) Santri membantu membangunkan teman untuk bisa bersama-sama do’a dan sholat malam. Santri membantu membangunkan teman untuk bisa melaksanakan sholat subuh berjama’ah di masjid. d) Praktik kerjasama yang baik di pondok 1) Santri melaksanakan kegiatan sesuai tugas masing-masing dengan sakdermo dan semangat. 2) Santri saling memberi semangat dalam menjalankan tugas masing-masing. 3) Santri mentaati tata tertib pondok. Bila ada santri yang melanggar aturan kemudian ketua kamar atau pengurus santri MUJHID-MUZHID K E R J A S A M A Y A N G B A I K


74 memberikan teguran dan konsekuensi dengan irama baik maka santri menerima teguran, menyesal dan mengerjakan konsekuensi dengan sungguh-sungguh dan hati ridho. Contoh: Pergi keluar pondok tanpa izin dari pengurus santri. Selanjutnya oleh pengurus santri diarahkan dan diberi konsekuensi membersihkan kamar mandi atau sesuai ketentuan yang berlalu. Kemudian santri mengerjakan dengan sungguh-sungguh dan hati ridho. 4) Saat amal sholih kebersihan mengerjakan tugas sesuai pembagian tugas yang diberikan. Misalnya: Ada yang menyapu, ada yang mengepel, ada yang membuang sampah, ada yang membersihkan kaca dan jendela. Masing-masing santri dengan semangat, sakdermo dan ridho mengerjakan amal sholihnya sampai selesai. 5) Santri membantu membangunkan teman untuk bisa bersama-sama do’a dan sholat malam. Santri membantu membangunkan MUJHID-MUZHID K E R J A S A M A Y A N G B A I K


75 teman untuk bisa melaksanakan sholat subuh berjama’ah di masjid. e) Praktik kerjasama yang baik di masjid 1) Santri melaksanakan kegiatan di masjid dengan khusuk dan semangat serta menjaga kehormatan masjid. Contoh kegiatan di masjid: menderes Al-Qur’an, mendengarkan nasihat, pengajian, sholat berjama’ah,dll. 2) Santri saling memberi semangat dalam menjalankan kegiatan di masjid. 3) Santri membangunkan temannya yang tidur saat mendengarkan nasihat. 4) Santri membantu menemani sholat temannya yang ketinggalan sholat berjama’ah. 5) Saat amal sholih di lingkungan masjid mengerjakan tugas sesuai pembagian tugas yang diberikan. Misalnya: Ada yang menyapu, ada yang mengepel, ada yang membuang sampah, ada yang membersihkan kaca dan jendela. MasingMUJHID-MUZHID K E R J A S A M A Y A N G B A I K


76 masing santri dengan semangat, sakdermo dan ridho mengerjakan amal sholihnya sampai selesai. 6) Santri mempraktikkan Kerjasama yang baik di KBM masjid: Santri bekerjasama mengkondisikan ruang kelas dalam hal kebersihan dan kenyamanan sebelum KBM dimulai. Santri mendengarkan dengan penuh perhatian saat guru menyampaikan pelajaran dengan semangat. Santri mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru hingga tuntas. Siswa mengingatkan dengan irama baik ketika ada teman yang tidak memperhatikan pemangkulan dari guru. Ketua kelas mengatur dan mengkoordinir kegiatan piket kelas dengan adil dan baik sementara siswa yang lain menthoati dan mengerjakan sesuai tugasnya. Contoh pembagian tugas piket: Ada yang menyapu lantai, ada yang menghapus papan tulis, ada MUJHID-MUZHID K E R J A S A M A Y A N G B A I K


77 yang mematikan alat elektronik, ada yang membuang sampah dari ruangan kelas ke tempat sampah luar dan ada yang mengisi jurnal kelas. Bila ada santri yang melanggar aturan kemudian guru memberikan teguran dan konsekuensi dengan irama baik maka siswa menerima teguran, menyesal dan mengerjakan konsekuensi dengan sungguh-sungguh dan hati ridho. Contoh: Santri terlambat masuk kelas kemudian oleh guru santri diberi amal sholih menata sandal. Santri mengerjakan amal sholih tersebut dengan sungguh-sungguh dan hati ridho. f) Praktik kerjasama yang baik di lingkungan 1) Siswa/santri melaksanakan kegiatan sesuai peran masing-masing dengan sakdermo dan semangat sesuai norma dan aturan yang berlaku. Contoh: Ketika pedagang di pujasera, warung dan toko semangat MUJHID-MUZHID K E R J A S A M A Y A N G B A I K


78 menjaga kualitas barang, masakan atau jasa, maka Siswa/santri bersama warga jama’ah dengan antusias membeli dagangan ataupun makanan tersebut ataupun juga menggunakan jasa tersebut. 2) Siswa/santri maupun warga jama’ah ketika memberikan masukan terhadap kualitas dan pelayanan di pujasera, warung dan toko maka para penjual atau pedagang bisa menerima dengan ridho dan memperbaiki kualitas dan pelayanannya. 3) Siswa/santri bersama warga jama’ah membantu mempromosikan barang, masakan atau jasa yang disediakan di pujasera, warung dan toko ke para tamu yang berkunjung ke pondok maupun kos atau rumah warga jama’ah. 4) Siswa/santri, pengelola maupun pedagang pujasera, pemilik warung dan toko menetapi ketentuan batasan waktu jam malam. MUJHID-MUZHID K E R J A S A M A Y A N G B A I K


79 BAB III PENUTUP Pada gilirannya nanti untuk meneruskan perjuangan Qur’an Hadist Jama’ah lestari ilaa yaumil qiyamah diperlukan generus unggul yang berkarakter dan berdaya juang tinggi sebagai pemegang tongkat estafet perjuangan. Disisi lain dalam mencari maisyah yang halal dan barokah untuk mencukupi kebutuhan hidup dan bekal perjuangan di era sekarang ini diperlukan sosok SDM yang berkarakter dan berdaya saing tinggi. Untuk dapat sukses dunia dan akhirat maka generus jama’ah perlu dibentuk menjadi sosok SDM unggul dan berkarakter 6 Thobiat Luhur yang merupakan SDM Profesional Religius yaitu SDM yang sisi kehidupan agamanya dan sisi kehidupan dunia profesinya atau pekerjaannya berjalan baik dan seimbang. Dalam hal ini perlunya siswa-siswi/santri di lingkungan Yayasan Pendidikan Budi Utomo Gadingmangu disiapkan menjadi sosok SDM unggul yang Profesional Religius. Kita menyadari bahwa membentuk siswa-siswi/santri menjadi generus unggul yang berkarakter 6 Thobiat Luhur tentulah tidak mudah, sebagaimana pepatah “seperti mengukir di atas batu”. Namun kita juga perlu optimis bahwa


80 membentuk siswa-siswi/santri menjadi generasi unggul bukanlah sesuatu yang mustahil. Membentuk siswasiswi/santri menjadi generus unggul yang berkarakter 6 Thobiat Luhur adalah sesuatu yang bisa diwujudkan, asalkan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan adanya kerjasama yang baik dari semua pihak terkait. Terutama niat baik dan kesungguhan dari masing-masing siswa-siswi/santri mulai dari menata niat karena Allah siap beramal sholih bekerja cerdas dalam menjalankan program pembiasaan karakter 6 Thobiat Luhur pada kehidupan sehari-hari. Selamat beramal sholih. Semoga Allah paring aman selamat lancar sukses barokah.


Click to View FlipBook Version