PERANGKAT PEMBELAJARAN PILIHAN SMK TATA BUSANA FASE F (KELAS XII) PAINTING PRODUK BUSANA SMK NEGERI 8 SURABAYA 2023 MODUL AJAR
1 A IDENTITAS MODUL Judul Elemen Painting di Produk Busana ▪ Capaian Pembelajaran Pada akhir fase F, peserta didik mampu membuat desain produk yang dibuat, menyiapkan alat dan bahan untuk pembuatan painting, membuat painting di kaos/baju, membuat painting di topi, membuat painting di kain, membuat painting di sepatu dan membuat painting di tas ▪ Jenjang Sekolah SMK ▪ Program Keahlian TATA BUSANA ▪ Fase / Kelas Fase F / XII (Dua Belas) ▪ Semester I (Gasal) ▪ Alokasi Waktu 1 TM (6 JP) 6 x 45 menit = 270 menit ▪ Nama Penyusun JIHAN BILQIS ▪ Institusi SMK NEGERI 8 SURABAYA ▪ Tahun Pelajaran 2023/2024 B KOMPETENSI AWAL ▪ Konsep Painting ▪ Teori Warna C PROFIL PELAJAR PANCASILA Pada kegiatan pembelajaran ini akan dilatihkan dimensi profil pelajar pancasila tentang: 1. Beriman bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, dengan cara melatih peserta didik berdoa sebelum dan sesudah belajar. 2. Mandiri, dengan cara sadar diri dan tidak ketergantungan pada teman saat melaksanakan kegiatan pembelajaran. 3. Bernalar kritis, dengan cara melatih peserta didik dengan pertanyaan-pertanyaan dalam peristiwa kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan topik materi. D SARANA DAN PRASARANA ▪ Sarana Ruang Kelas ▪ Alat dan Bahan a. Alat : Handphone, Kuas, Pensil, Palet, Penggaris, Lakban Kertas b. Bahan : Totebag Kanvas, Pewarna (Cat Tekstil, Cat Akrilik), Penghapus, Kertas HVS ▪ Media PPT, Handout, dan LKPD ▪ Sumber Belajar Modul Ajar, Internet (Google, Pinterest), Buku Ajar E TARGET PESERTA DIDIK MODUL AJAR PAINTING TOTEBAG
2 ▪ Peserta Didik Pencapaian Tinggi ▪ Peserta Didik Reguler ▪ Peserta Didik Kesulitan Belajar F MODEL PEMBELAJARAN ▪ Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) ▪ Moda Pembelajaran Tatap Muka ▪ Metode Ceramah, Tanya Jawab, Project G TUJUAN PEMBELAJARAN ▪ Membuat rancangan desain produk painting yang akan dibuat dengan teliti ▪ Menyiapkan alat dan bahan untuk membuat painting dengan benar ▪ Membuat produk painting pada tas sesuai desain yang telah disiapkan dengan tepat H PEMAHAMAN BERMAKNA ▪ Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta didik dapat membuat rancangan desain produk painting yang akan dibuat ▪ Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta didik dapat memahami alat dan bahan untuk membuat painting pada produk ▪ Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta didik mampu menerapkan desain painting pada produk tas yang telah disiapkan I PERTANYAAN PEMANTIK ▪ Teknik menghias kain apa saja yang dapat diterapkan pada tas (totebag)? J KEGIATAN PEMBELAJARAN PENDAHULUAN (15 Menit) • Guru memberi salam • Housekeeping / pengkondisian ruang belajar • Guru meminta ketua kelas memimpin doa sebelum memulai pembelajaran • Guru melakukan presensi • Apersepsi : Guru mengajak peserta didik mengingat kembali materi yang berkaitan dengan materi hari ini • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: 3.1 Membuat Rancangan Desain Painting Produk Tas 3.2 Menyiapkan Alat dan Bahan Painting • Peserta didik menjawab salam • Peserta didik merapikan tempat duduk • Peserta didik berdoa bersama • Peserta didik menjawab presensi • Peserta didik menjawab pertanyaan guru dengan antusias • Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai materi pembelajaran hari ini
3 3.7 Membuat Painting pada Produk Tas Sesuai Desain KEGIATAN INTI (230) Menit) Sintaks 1 PjBL (Penentuan Pertanyaan Mendasar) Guru menyampaikan topik dan mengajukan pertanyaan bagaimana cara memecahkan masalah mengenai materi : 1. Perencanaan desain painting produk tas 2. Pembuatan painting pada tas • Peserta didik menjawab pertanyaan pemantik • Peserta didik mengakses media, bahan ajar dan LKPD yang telah disiapkan • Peserta didik menyimak penjelasan guru Sintaks 2 PjBL (Mendesain Perencanaan Proyek) • Guru meminta ketua kelas membagikan Handout dan LKPD Painting produk tas • Guru menyampaikan proyek atau tugas yang akan dilaksanakan sesuai LKPD mengenai pembuatan painting pada produk tas dalam waktu 6 JP dengan tahapan : 1. Membuat desain rancangan painting 2. Mewarnai desain painting menggunakan cat kain/ cat akrilik 3. Mempresentasikan hasil painting di produk tas • Ketua kelas membagikan handout dan LKPD • Peserta didik memperhatikan penjelasan guru Sintaks 3 PjBL (Menyusun Jadwal) • Guru dan siswa menyusun jadwal pelaksanaan proyek yang terdiri dari: 1. Peserta didik mengerjakan tes formatif (15 menit) 2. Peserta didik Menyiapkan alat dan bahan (5 menit) 3. Peserta didik mengeksplorasi sumber inspirasi desain painting di internet (pinterest) (15 menit) 4. Peserta didik membuat desain rancangan painting pada kertas HVS (15 menit) 5. Peserta didik menjiplak atau menggambar desain painting diatas tas (10 menit) 6. Peserta didik mewarnai desain yang telah digambar dengan teknik pewarnaan basah • Guru dan peserta didik menyusun jadwal pelaksanaan proyek yang terdiri dari: 1. Peserta didik mengerjakan tes formatif (15 menit) 2. Peserta didik Menyiapkan alat dan bahan (5 menit) 3. Peserta didik mengeksplorasi sumber inspirasi desain painting di internet (pinterest) (15 menit) 4. Peserta didik membuat desain rancangan painting pada kertas HVS (15 menit) 5. Peserta didik menjiplak atau menggambar desain painting diatas tas 10 menit) 6. Peserta didik mewarnai
4 menggunakan cat tekstil atau akrilik dan tahap pengeringan (110 menit) 7. Peserta didik mempresentasikan hasil painting didepan kelas (25 menit) desain yang telah digambar dengan teknik pewarnaan basah menggunakan cat tekstil atau akrilik dan tahap pengeringan (135 menit) 7. Peserta didik mempresentasikan hasil painting didepan kelas (25 menit) Sintaks 4 PjBL (Memonitor Pelaksanaan Proyek) • Guru meminta peserta didik mengerjakan LKPD • Guru berkeliling memonitor pekerjaan peserta didik sesuai dengan langkahlangkah jadwal perencanaan • Guru memberikan kesempatan peserta didik untuk bertanya jika mengalami kesulitan • Peserta didik mengerjakan LKPD dan mulai praktik membuat painting produk tas • Peserta didik secara berkala menunjukkan proses praktik membuat painting produk tas kepada guru Sintaks 5 PjBL (Menguji Hasil) • Guru meminta peserta didik mempresentasikan hasil painting pada produk tas • Guru melakukan penilaian terhadap hasil painting sesuai rubrik penilaian • Peserta didik mempresentasikan hasil dari praktik painting produk tas PENUTUP ( 2 5 M e n i t ) Sintaks 6 PjBL (Evaluasi) ▪ Guru memberikan solusi dan membimbing peserta didik untuk membuat kesimpulan dari hasil percobaan ▪ Guru mengajak dan memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan refleksi pembelajaran hari ini ▪ Penguatan materi (kesimpulan) oleh guru ▪ Guru menyampaikan kegiatan pertemuan berikutnya ▪ Guru meminta peserta didik melakukan kebersihan mandiri merapikan alat dan bahan yang telah digunakan ▪ Guru mengajak peserta didik berdoa bersama untuk mengakhiri pembelajaran • Peserta didik mengkomunikasikan kendala yang dimiliki dan mengajukan pertanyaan yang belum dimengerti • Peserta didik menyampaikan refleksi kegiatan pembelajaran • Peserta didik mendengarkan penguatan materi dan kegiatan oleh guru • Housekeeping, peserta didik membersihkan tempat kerjanya • Ketua kelas memimpin doa dan mengucapkan salam kepada guru
5 K ASESMEN Jenis Asesmen ▪ Asesmen Diagnostik ▪ Asesmen Formatif Aspek Penilaian Objek Penilaian Teknik Penilaian Instrumen Penilaian Keterampilan (Skill) Performa kerja Tes Performa Lembar Observasi Performa, Lembar Kerja Sikap (Attitude) Budaya kerja Observasi Lembar Observasi Sikap Pengetahuan (Knowledge) Pengetahuan teoritis Tes Tertulis Daftar PertanyaanTulis L PROGRAM PENGAYAAN Pengayaan bagi peserta didik yang sudah mencapai nilai ketuntasan, yaitu peserta didik yang sudah memiliki nilai sama dengan dan diatas nilai KKTP. Peserta didik diberikan materi melebihi cakupan materi pembelajaran dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan M PROGRAM REMIDIAL ▪ Pembelajaran remidial dilakukan bagi peserta didik yang capaian pembelajarannya belum tuntas ▪ Tahapan pembelajaran remidial dilaksanakan dengan langka-langkah : 1. Mengumpulkan peserta didik yang remidi untuk mengulang materi yang diajarkan 2. Mengerjakan kembali materi yang belum dimengerti oleh peserta didik 3. Menyiapkan soal-soal untuk peserta didik 4. Peserta didik diminta untuk mengerjakan soal-soal yang telah disiapkan 5. Peserta didik yang memperoleh nilai ≥ 75 melaksanakan tutor sebaya 6. Peserta didik yang memperoleh nilai < 75 dinyatakan belum kompeten dan diberi tugas atau soal-soal yang disiapkan
6 LAMPIRAN 1 LATIHAN SOAL DIAGNOSTIK 1. Apa saja teknik menghias di atas kain yang kalian ketahui? 2. Apakah kalian menyukai kegiatan menghias painting di produk busana? Jelaskan 3. Jika seandainya produk painting anda diminati pembeli, apakah anda mau menekuni kegiatan painting pada produk busana? RUBRIK ASSESMEN DIAGNOSTIK Kriteria Mulai Berkembang Sudah Berkembang Mahir Sangat Mahir Pengetahuan atau pengalaman tentang painting di produk busana <50% peserta didik memiliki pengetahuan atau pengalaman tentang painting di produk busana 50%-70% peserta didik memiliki pengetahuan atau pengalaman tentang painting di produk busana 70%-80% peserta didik memiliki pengetahuan atau pengalaman tentang painting di produk busana >90% peserta didik memiliki pengetahuan atau pengalaman tentang painting di produk busana Minat tentang painting di produk busana <50% peserta didik memiliki minat tentang painting di produk busana 50%-70% peserta didik memiliki minat tentang painting di produk busana 70%-80% peserta didik memiliki minat tentang painting di produk busana >90%peserta didik memiliki minat tentang painting di produk busana Pendapat tentang tantangan yang akan dihadapi pada penyelesaian painting di produk busana >90% peserta didik memiliki kekhawatiran tentang tantangan yang akan dihadapi pada penyelesaian painting di produk busana 70%-80% peserta didik memiliki kekhawatiran tentang tantangan yang akan dihadapi pada penyelesaian painting di produk busana 50%-70% peserta didik memiliki kekhawatiran tentang tantangan yang akan dihadapi pada penyelesaian painting di produk busana <50% peserta didik memiliki kekhawatiran tentang tantangan yang akan dihadapi pada penyelesaian painting di produk busana PERANGKAT ASESMEN A. ASSESMEN DIAGNOSTIK
7 REKAPITULASI ASSESMEN DIAGNOSTIK No Nama Kriteria Pengetahuan atau pengalaman tentang painting di produk busana Minat tentang painting di produk busana Pendapat tentang tantangan yang akan dihadapi pada penyelesaian painting di produk busana 1. 2. 3. 4.
8 JOB SHEET SMK NEGERI 8 SURABAYA JOBSHEET PEMBUATAN PAINTING PADA PRODUK TAS (TOTEBAG) A. Capaian Pembelajaran Pada akhir fase F, peserta didik mampu membuat desain produk yang dibuat, menyiapkan alat dan bahan untuk pembuatan painting, membuat painting di kaos/baju, membuat painting di topi, membuat painting di kain, membuat painting di sepatu dan membuat painting di tas B. Tujuan Pembelajaran 3.1 Peserta didik mampu membuat rancangan desain produk painting yang akan dibuat dengan teliti 3.2 Peserta didik mampu menyiapkan alat dan bahan untuk membuat painting dengan benar 3.7 Peserta didik mampu membuat produk painting pada tas sesuai desain yang telah disiapkan dengan tepat. C. Petunjuk Belajar a. Baca dengan cermat dan teliti dalam mengerjakan tugas. b. Baca literatur lain selain yang ada dalam handout. c. Kerjakan sesuai dengan tugas yang telah dibeikan. d. Kerjakan dengan baik secara berkelompok e. Selesaikan tugas sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan dan dikumpulkan. D. Alat ➢ Pensil ➢ Penghapus ➢ kertas ➢ Kuas ➢ Pallete ➢ Alat pengering (setrika, kipas angin, cahaya matahari, hair dryer, dll) ➢ Lap/tisu E. Bahan ➢ Tas kanvas (warna putih) ➢ Cat tekstil ➢ Air F. Keselamatan Kerja 1. Menggunakan celemek untuk melindungi pakaian B. ASSESMEN FORMATIF
9 2. Merapikan meja kerja, tidak menaruh barang selain yang digunakan untuk membuat painting diatas meja 3. Tangan harus dalam keadaan bersih. 4. Persiapkan pensil dalam keadaan runcing dan penghapus yang bersih. 5. Pada saat menggambar posisi duduk sikap badan harus tegak tidak membungkuk. 6. Menggambar dalam keadaan pencahayaan yang cukup LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) ELEMEN PAINTING PRODUK BUSANA ANGGOTA KELOMPOK : 1. 2. 3. 4. 5. KELAS : ……………………………… HARI DAN TANGGAL :……………………………….. ALOKASI WAKTU : 15 menit A. MATERI • Rancangan desain painting di produk busana • Alat dan bahan painting di produk busana • Proses pembuatan painting di produk busana B. TUJUAN PEMBELAJARAN • Setelah mempelajari painting di produk busana peserta didik mampu membuat rancangan desain produk painting yang akan dibuat dengan teliti • Setelah mempelajari painting di produk busana diharapkan peserta didik mampu menyiapkan alat dan bahan untuk membuat painting dengan benar • Setelah mempelajari proses pembuatan painting di produk busana diharapkan peserta didik mampu membuat produk painting pada tas sesuai desain yang telah disiapkan dengan tepat. C. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN 1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan 2. Campurkan cat pewarna tekstil sesuai kebutuhan 3. Ikutilah langkah kerja tahapan melukis di atas tas (totebag), serta teknik melukis yang tersedia di handout 4. Setelah selesai mewarna, tunggu cat mengering dengan bantuan sinar matahari atau alat pengering lainnya. D. SOAL KETERAMPILAN 1. 2. Buatlah rancangan desain produk painting pada kertas HVS! Aplikasikan rancangan desain painting yang telah dibuat pada produk tas kanvas, menggunakan teknik perwarnaan basah!
10 E. SOAL PILIHAN GANDA Jawablah pertanyaan berikut ini dengan tepat! 1. Alat apa yang digunakan untuk melukis di atas kain? a) Gutta resist b) Pensil mekanik c) Kuas cat tekstil d) Pallete 2. Apa manfaat penggunaan hair dryer dalam melukis hand painting? a) Membuat cat lebih tebal b) Membantu mengeringkan cat dengan cepat c) Mengubah warna cat d) Meratakan permukaan kain 3. Bagaimana cara pemeliharaan yang tepat untuk hasil lukisan hand painting? a) Menjemur di bawah sinar matahari langsung b) Menyimpan dalam wadah tertutup rapat c) Menyetrika lukisan pada suhu tinggi d) Mencuci dengan lembut dan perlahan menggunakan tangan 4. Fungsi dari spanraam dalam melukis hand painting adalah? a) Alat untuk membentangkan kain saat melukis b) Mengeringkan lukisan c) Menghalangi pewarna menyerap pada kain d) Membantu mencampur cat 5. Bagaimana cara memilih jenis kain yang cocok untuk melukis hand painting? a) Kain berwarna gelap b) Kain dengan serat tipis c) Kain yang kasar d) Kain yang menyerap cat dengan baik 6. Apa yang harus diperhatikan saat bekerja dengan cat tekstil? a) Menggunakan tangan basah b) Mencampur cat dengan minyak c) Melukis dengan tangan langsung d) Menghindari kontak langsung dengan tangan 7. Bagaimana posisi yang benar saat memegang kuas? a) Memegang kuas diantara jari telunjuk dan jari tengah b) Memegang kuas pada bagian belakang kuas untuk kenyamanan c) Memegang kuas seperti memegang pena d) Memegang kuas sedekat mungkin dengan ujungnya 8. Apa yang dihasilkan dari pencampuran pewarna tekstil merah dan biru?
11 a) Warna ungu b) Warna oranye c) Warna hijau d) Warna cokelat 9. Langkah awal yang perlu diperhatikan sebelum melukis pada tekstil adalah? a) Menggantung kain di bawah sinar matahari b) Menyemprotkan pewangi pada kain c) Merendam kedalam air panas selama beberapa jam d) Mencuci kain menggunakan sabun untuk membersihkan lilin, debu dan kotoran 10. Apa yang dimaksud dengan gutta resist dalam konteks hand painting? a) Teknik mencampur cat b) Bahan penghalang pewarna c) Pewarna tekstil warna merah d) Teknik mengeringkan lukisan 11. Kuas dengan ujung bulat (round brush) digunakan untuk? a) Mengecat bidang besar b) Membuat garis tebal c) Membuat garis halus dan detail d) Memberikan efek tekstur 12. Apa alat yang digunakan untuk mengeringkan lukisan hand painting dengan cepat? a) Setrika b) Hair dryer c) Microwave d) Oven 13. Apa tujuan dari pemeliharaan lukisan hand painting dengan cara disetrika dari bagian belakang kain? a) Membuat warna lebih pekat b) Mengeringkan cat dan fiksasi c) Mencegah cat luntur d) Menghilangkan cat yang berlebih 14. Pada alat apa cat tekstil biasanya dicampur dan diaduk sebelum digunakan? a) Pallete b) Spanraam c) Kuas cat tekstil d) Hair dryer 15. Bagaimana cara yang tepat untuk menyimpan kain yang telah selesai dilukis? a) Digantung di luar rumah b) Disimpan di tempat yang lembap c) Dibungkus dengan plastik tanpa udara d) Dilipat dan disimpan di tempat kering
12 E. Kunci Jawaban 1. C 2. B 3. D 4. A 5. D 6. D 7. C 8. A 9. D 10. B 11. C 12. B 13. B 14. A 15. C
13 PENILAIAN PENGETAHUAN ELEMEN : Painting di Produk Busana (Tas Totebag) NAMA : ………………………………………. KELAS : ………………………………………. HARI DAN TANGGAL : ……………………… RUBRIK PENILAIAN PENGETAHUAN Rincian Soal Pedoman Perhitungan Soal pilihan ganda no 1-15 ℎ 100 = ℎ Benar semua 100
14 PENILAIAN KETERAMPILAN ELEMEN : Painting di Produk Busana (Tas Totebag) NAMA : ………………………………………. KELAS : ………………………………………. HARI DAN TANGGAL : ……………………… Tugas 1. Buatlah rancangan desain produk painting pada kertas HVS! 2. Aplikasikan rancangan desain painting yang telah dibuat pada produk tas kanvas, menggunakan teknik perwarnaan basah! Rubrik Penilaian Portofolio No. Kategori Skor Bobot 5 4 3 2 1 0 1. Persiapan • Kelengkapan alat dan bahan • Perancangan desain painting 20% 2. Pelaksanaan • Performa kerja • Teknik painting • Teknik perpaduan warna • Komposisi bentuk objek 40% 3. Hasil Jadi • Finishing (Kerapihan, Kebersihan, dan Hasil akhir) • Presentasi 40% Jumlah Skor 100%
ii HANDOUT DI PRODUK BUSANA SMK TATA BUSANA FASE F (KELAS XII) MK NEGERI 8 SURABAYA PAINTING
MATERI AJAR PENDAHULUAN A. Kompetensi Dasar Painting di Produk Busana B. Deskripsi Handout ini merupakan bahan ajar dalam mempelajari salah satu teknik menghias, yaitu melukis di kain atau biasa disebut dengan hand painting. Di dalam handout ini diuraikan tentang konsep hand painting, konsep warna dan desain, langkah-langkah pembuatan hand painting serta teknik yang digunakan. Hand painting merupakan karya seni lukis yang mengapresiasikan kreativitas seseorang melalui bidang dua dimensi (diatas kain). Hand painting dilakukan menggunakan teknik lukis manual (dengan tangan dan kuas sebagai alatnya), menghasilkan hiasaan lukisan pada suatu benda sebagai bentuk dari kerajinan tangan. Orang-orang telah melukis di atas kain selama ribuan tahun, dan seniman di tempat-tempat seperti Asia dan India mengembangkan banyak metode lukisan kain khusus. Lukisan kain dapat digunakan untuk mendekorasi segala sesuatu mulai dari pakaian hingga perabot rumah seperti tirai dan taplak meja. Hal ini membuka segala macam kemungkinan untuk menuangkan ide kreativitas dengan membuat karya seni unik, yaitu melukis di kain. C. Prasyarat Untuk mempelajari modul ini, prasyarat yang harus dimiliki oleh peserta didik adalah sudah memahami dan menguasai unsur desain, prinsip desain, serta menggambar desain motif. Sehingga peserta didik tidak mengalami kesulitan ketika mempelajari handout ini. D. Materi Pokok Pembelajaran Materi pokok pembelajaran ini adalah sebagai berikut: 1. Konsep hand painting 2. Teori warna 3. Macam-macam alat dan bahan hand painting 4. Teknik dan langkah-langkah pembuatan hand painting E. Manfaat Handout Bagi Peserta didik Materi ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan bagi peserta didik dalam hal teknik menghias suatu benda dan bisa menerapkannya pada produk, seperti busana maupun lenan rumah tangga, sehingga menambah nilai estetika dari benda yang dilukis. F. Petunjuk Penggunaan Handout Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam mempelajari handout pelatihan ini adalah sebagai berikut;
4 a. Pelajarilah handout ini secara cermat, pahami setiap materi yang disajikan. b. Jika ada informasi yang kurang jelas atau mengalami kesulitan dalam pembahasannya segera tanyakan dan konsultasikan kepada instruktur pelatihan. c. Untuk membantu anda memahami isi, anda diminta mengerjakan semua pertanyaan-pertanyaan yang diberikan. d. Kerjakan soal evaluasi tanpa melihat uraian pada handout. G. Tujuan Akhir Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta didik mampu: a. Peserta didik mampu menjelaskan konsep hand painting b. Peserta didik mampu memahami teori warna c. Peserta didik mampu memahami peralatan melukis di kain (hand painting) d. Peserta didik mampu memahami bahan-bahan dalam melukis di kain (hand painting) e. Peserta didik mampu menjabarkan prosedur teknik melukis di atas kain (hand painting) f. Peserta didik mampu membuat lukisan di atas kain (hand painting) sesuai desain
5 MATERI AJAR TEKNIK DASAR HAND PAINTING A. Tujuan Pembelajaran Setelah mempelajari materi ini, Peserta didik mampu: • Merancang desain sketsa painting pada produk busana • Menjabarkan prosedur teknik melukis di atas kain (hand painting) • Membuat lukisan di atas kain (hand painting) sesuai desain B. Uraian Materi Teknik Dasar Hand Painting 1. Teknik Dasar Memegang Kuas Menurut Garnadi (2006:36) cara memegang kuas adalah dengan teknik sebagai berikut: 1) Memegang kuas tidak boleh terlalu dekat dengan ujung kuas, kecuali untuk mencapai hasil maksimum pada bidang kecil yang perlu dikontrol. Selain itu dapat menyebabkan kelelahan pada jari. Gambar 3.1 Cara memegang kuas (Sumber: Garnadi, 2006:36) 2) Jarak memegang kuas adalah antara bagian tengah tongkat kuas. Gambar dibawah ini adalah contoh teknik memegang kuas yang nyaman.
6 Gambar 3.2 Cara memegang kuas (Sumber: Garnadi, 2006:36) 3) Posisi tangan seperti gambar dibawah ini tidak disarankan, kecuali jika ingin melukis dengan posisi yang relaks. Gambar 3.3 Cara memegang kuas (Sumber: Garnadi, 2006:36) 2. Sapuan Kuas Menurut Garnadi (2006:36) beberapa cara menyapukan kuas, diantaranya dengan teknik sebagai berikut: a) Kuas jenis bristle (bulu sintetis) dengan ujung pipih berurukuran nomor besar ini disapukan secara vertical ke bawah. Bida menyapukan kuas saat masih basah kemungkinan akan mendapatkan warna pencampuran seperti ungu pada contoh di gambar 3.4. b) Menggunakan kuas jenis sable (bulu asli) dan berujung bulat. Bila ingin menciptakan efek semak-semak seperti contoh di gambar 3.4. Gambar 3.4 Contoh sapuan kuas (Sumber: Garnadi, 2006:37) c) Contoh garis hasil sapuan kuas sable berujung lancip dengan ukuran kecil pada gambar 3.5. d) Contoh garis hasil sapuan kuas berujung pipih bernomor kecil pada gambar 3.5. e) Tiga contoh garis yang dihasilkan dari kuas berujung pipih dengan bulu sintetis putih berukuran sedang pada gambar 3.5.
7 f) Contoh tarikan garis dari kuas berujung bulat dengan bulu sintetis warna cokelat berukuran sedang pada gambar 3.5. Gambar 3.5 Contoh sapuan kuas (Sumber: Garnadi, 2006:37) g) Contoh garis yang diperoleh dari jenis kuas yang berujung bulat dan dengan cat yang encer. Kuas yang digunakan berukuran sedang. Gambar 3.6 Contoh sapuan kuas (Sumber: Garnadi, 2006:37) h) Contoh garis yang berasal dari kuas berujung pipih dengan bulu kuas sintetis.
8 Gambar 3.7 Contoh sapuan kuas (Sumber: Garnadi, 2006:37) i) Untuk memperoleh hasil sapuan kuas seperti foto di atas, dibuat dengan cara menekan kuas apada tarikan garis awal dan berangsur-angsur tekanan dikurangi sehingga garis akhir menipis. Gambar 3.8 Contoh sapuan kuas (Sumber: Garnadi, 2006:38) j) Hasil tarikan ini diperoleh dengan cara menyapukan kuas dua kali. Setelah sapuan pertama agak mengering kemudian timpa kembali dengan sapuan ke dua sehingga menghasilkan ketebalan cat. Gambar 3.9 Contoh sapuan kuas (Sumber: Garnadi, 2006:38) k) Untuk memperoleh hasil sapuan ini, menggunakan kuas berujung pipih. Membentuk garis lengkung tanpa mengubah posisi memegang kuas. Hal ini menghasilkan efek tekanan yang berbeda saat kuas berada pada titik lengkung.
9 Gambar 3.10 Contoh sapuan kuas (Sumber: Garnadi, 2006:38) l) Untuk membuat variasi yang menarik dengan cara menggabungkan 2 buah kuas berujung lancip bernomor kecil maka akan mendapatkan berbagai tarikan garis yang unik. Gambar 3.11 Contoh sapuan kuas (Sumber: Garnadi, 2006:38) m) Kuas yang digunakan adalah kuas berujung lancip bernomor kecil. Kuas disapukan dengan tarikan garis bebas. Sebelumnya kuas dimasukkan sebentar ke dalam air sehingga pada akhir garis dapat menimbulkan efek cat encer. Gambar 3.12 Contoh sapuan kuas (Sumber: Garnadi, 2006:39)
10 n) Masih menggunakan kuas berujung lancip bernomor kecil, kuas disapukan dengan tarikan vertical. Untuk memperoleh efek cat seakan-akan habis atau menipis, kuas yang telah diberi cat dikeringkan dengan meniriskan catnya. Gambar 3.13 Contoh sapuan kuas (Sumber: Garnadi, 2006:39) o) Kuas yang digunakan adalah kuas berujung bulat dengan nomor besar. Menggunakan cat agak encer, kuas disapukan dengan arah vertikal dan diagonal sehingga menghasilkan efek detail tarikan kuas. Gambar 3.14 Contoh sapuan kuas (Sumber: Garnadi, 2006:39) p) Masih dengan kuas berujung bulat dan bernomor besar, kuas disapukan dengan tarikan melengkung atau berkelok-kelok. Cat dibuat sangat encer sehingga warnanya menjadi muda dan menghasilkan efek cat air. Gambar 3.15 Contoh sapuan kuas (Sumber: Garnadi, 2006:39) 3. Persiapan Dasar Melukis
11 a. Mempersiapkan kain Kain yang digunakan untuk melukis sebaiknya dicuci terlebih dahulu. Pada umumnya untuk jenis kain katun, kaos dan nylon dicuci dengan sabun cuci (detergen) dan menggunakan air hangat kurang lebih 60oc. sementara untuk kain sutra dicuci dengan sabun khusu sutra atau shampoo (hal ini karena serat sutra sehalus rambut). Tujuan kain dicuci ini untuk menghilangkan kotoran atau kanji yang melekat di atasnya. Pilih jenis kain untuk melukis yang mudah menyerap cat seperti katun, linen, belacu, kanvas, kaos dan sejenisnya yang cukup lembut dan tebal seratnya. Hal ini agar dilakukan agar saat melukis lebih mudah mengendalikan cat dan tidak memerlukan campuran air yang banyak. b. Mempersiapkan alas kerja Alas kerja yang digunakan untuk persiapan melukis adalah meja dengan permukaan yang rata yang dilapisi plastik, hal ini bertujuan agar meja tidak ternodai tetesan pewarna. c. Mencampur cat tekstil dengan air Cat tekstil pada dasarnya dapat digunakan langsung, namun bila ingin mencampur 2 warna pada cat tekstil, perhatikanlah teknik dibawah ini; Contoh: Membuat campuran warna jingga Yang harus disiapkan; • Cat tekstil warna kuning dan merah • Wadah cat (pallete) • Air matang • Sendok teh • Takaran Pelaksanaan: • Satu sendok teh pewarna tekstil warna merah yang kental, kemudian dicampur dengan 10cc air matang pada wadah A. • Satu sendok teh pewarna tekstil kuning, kemudian dicampur dengan 10cc air matang pada wadah B. • Kemudian campur ke dua warna pada salah satu wadah, maka akan mendapatkan satu warna baru yaitu warna jingga. Catatan: • Selalu menggunakan air matang sebagai campuran cat tekstil, tujuannya agar ketika cat tekstil tersisa dan hendak menyimpannya, maka cat tidak akan menimbulkan bau yang menyengat. • Sebelum memulai melukis di atas kain, coba dulu menguaskan cat tekstil pada kain yang tidak terpakai lagi (kain perca dari bahan sejenis). • Kenali sifat cat tekstil sebelum mulai bekerja dengan melakukan percobaan dan latihan.
12 • Saat bekerja dengancat, gunakan pakaian lama atau celemek untuk melindungi pakaian yang sedang dikenakan. d. Teknik pengeringan atau fiksasi Setelah selesai melukis, tunggu sampai cat mengering kurang lebih 1 jam. Kemudian kain disetrika pada bagian belakang kain. Selain alat setrika, sinar matahari, pengering rambut dan kipas angin dapat menjadi alternatif untuk membantu proses pengeringan. e. Teknik pemeliharaan 1) Setelah cat mengering, disetrika pada bagian belakang kain (bagian buruk kain) dengan meletakkan selembar kertas atau kain perca dia atas kain yang telah kering lukisannya. 2) Bila akan mencuci pakaian yang telah selesai dilukis cukup dibilas lembut dan perlahan dengan tangan. 3) Bila ingin dicuci dengan mesin cuci, putaran diatur pada kondisi gentle atau pelan. 4. Langkah-langkah Pembuatan Hand painting (Teknik melukis langsung pada tas kanvas) a. Sebelum bekerja, biasakan untuk mencuci terlebih dahulu tas kanvas yang digunakan dengan sabun cuci. Setelah kering, berilah alas seperti kertas tebal atau plastic agar cat tidak tembus ke bagian belakang tas Gambar 3.16 Memberi alas di dalam tas (Sumber: Garnadi, 2006:54) b. Langkah awal yaitu membuat rancangan desain painting pada kertas HVS Gambar 3.17 Membuat rancangan desain (Sumber: Garnadi, 2006:54)
13 c. Selanjutnya yaitu mengaplikasikan rancangan desain pada tas, dengan cara menggambar langsung ataupun menjiplak desain dari kertas ke permukaan tas kanvas seperti gambar dibawah ini. Gambar 3.18 Menggambar sketsa pada tas (Sumber: Garnadi, 2006:62) d. Setelah selesai, siapkan warna cat yang akan diaplikasikan pada tas. Mulai dengan membuat garis batas (outline) pada sketsa. Gambar 3.19 Melukis outline gambar (Sumber: Garnadi, 2006:62) d. Mewarnai seluruh gambar sesuai dengan rancangan desain painting yang telah dibuat menggunakan cat kain/ cat akrilik Gambar 3.19 Painting pada tas kanvas (Sumber: Garnadi, 2006:63) e. Setelah selesai melukis, jemur di bawah sinar matahari atau keringkan secara alami selama ± 2 jam. Bila cuaca mendung, gunakan pengering rambut unutk
14 mempercepat proses pengeringan lukisan. Jarak antara pengering rambut dari permukaan kain ± 15 cm. Gambar 3.20 Proses pengeringan (Sumber: Garnadi, 2006:63) f. Setelah mengering, keluarkan styrofoam secara perlahan dan setrika pada bagian belakang kain untuk mengikat pewarna agar menempel pada permukaan bahan tas kanvas sekitar 5 menit. C. Rangkuman Teknik dasar hand painting yang harus dipelajari adalah teknik memegang kuas, teknik sapuan kuas, dan persiapan dasar melukis mulai dari persiapan kain, persiapan alas kerja, mencampur cat tekstil dengan air, teknik pengeringan atau fiksasi sampai pada teknik pemeliharaan hasil lukisan yang telah dibuat. M BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK • Bahan bacaan guru untuk materi pembuatan produk painting pada tas yaitu dengan menambah literasi dari Google, Pinterest, buku seni budaya painting • Peserta didik dapat menambah pengetahuan melalui berbagai buku painting di perpustakaan sekolah maupun di luar sekolah N GLOSARIUM • Bristle, Kuas bulu sintetis • Center of interest, Pusat perhatian yang pertama kali membawa mata pada sesuatu yang penting dalam suatu rancangan • Dyestuff, Jenis pewarna yang harus ditimbulkan atau dikuatkan dengan cara di uap atau dengan panas tinggi • Fiksasi, Proses menimbulkan warna dan melekatkan cat ke kain dengan cara dipanaskan • Flat brush, Kuas yang memiliki ujung pipih • Gutta resist, Alat yang digunakan untuk membuat garis pingir atau garis batas warna (outline) • Hue, Suatu istilah yang dipakai untuk membedakan suatu warna dengan warna yang lainnya • Pallete, Wadah untuk menempatkan cat • Round brush, Kuas yang memiliki ujung bulat • Sable, Kuas bulu asli • Spanraam, Alat bentangan untuk melukis di atas kain • Spotter brush, Kuas yang memiliki ujung kecil dan lancip
15 DAFTAR PUSTAKA Echols. John. M and Shadily, Hasan. 2000. Kamus Inggis-Indonesia. Jakarta: PT Gramedia. Ernawati, dkk. 2008. Tata Busana Jilid 2. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. Ernawati, dkk. 2008. Tata Busana Jilid 3. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. Garnadi, Yati. 2006. Melukis di Atas Kain. Jakarta Utara: Dian Rakyat.