MEMBUAT DESAIN ROK SESUAI KONSEP KOLASE B. ROK (SKIRT) 1. PENGERTIAN Menurut Ernawati (2008: 240) rok merupakan bagian pakaian yang berada pada bawah badan. Umumnya dipakai mulai dari pinggang melewati panggul sampai kebawah sesuai yang diingankan. Menurut Chodijah Rok merupakan bagian busana yang terletak ditubuh bagian bawah. Pratiwi (2001:59), berpendapat bahwa rok adalah bagian dari pakaian yang dipakai dari batas pinggang sampai ke bawah, panjangnya bervariasi. Berdasarkan pendapat diatas maka dapat disimpulkan bahwa rok merupakan salah satu bagian dari busana wanita yang dikenakan mulai dari pinggang hingga batas panjang yang diinginkan dan sesuai dengan model yang dikehendaki. 2. MACAM-MACAM JENIS ROK Macam-macam rok Menurut Joseph Amstrong (2008:231) berdasarkan dari panjang pendeknya, rok dibedakan menjadi: a. Rok micro, yaitu rok yang panjangnya sampai pangkal paha.
b. Rok mini, yaitu rok yang panjangnya sampai pertengahan paha atau 10 cm diatas lutut. c. Rok knee, yaitu rok yang panjangnya sampai lutut. d. Rok midi, yaitu rok yang panjangnya sampai pertengahan betis. e. Rok maxi, yaitu rok yang panjangnya sampai mata kaki.
f. Rok floor, yaitu rok yang panjangnya sampai menyapu lantai.
Macam-macam rok berdasarkan bentuk dasarnya: 1. Rok dasar yaitu rok dengan bentuk paling dasar dan sederhana tanpa kerut dan lipit 2. Rok Kerut yaitu rok yang dibuat dengan bahan persegi panjang yang dikerut dibagian pinggang berdasarkan ukuran pinggang. 3. Rok lingkar yaitu rok yang dibuat dari kain berbentuk lingkaran jika dibentangkan.
Menurut Porrie Muliawan (2006:33) berdasarkan silhouette dan pelebaran bahan rok, macammacam rok dibagi atas: 1. Rok dari pola dasar (rok suai) Menurut pola dasar rok dapat dibuat dengan ritsluiting disisi atau tengah belakang. Rok dengan modelnya seperti pola dasar tanpa lipit atau kerut. 2. Rok span merupakan rok yang bagian sisi bawahnya dimasukan 2-5 cm kedalam sehingga terlihat kecil kebawah 3. Rok semi span yaitu rok yang bagain bawahnya lurus atau lebarnya sama dengan lebar panggul.
4. Rok pias. Nama rok pias tergantung jumlah pias atau potongan yang dibuat misalnya rok pias 3, rok pias 4, rok pias 6 dan seterusnya. 5. Rok kerut merupakan rok yang dibuat dengan model kerutan dibagian pinggang atau dipanggul sehingga terlihat lebar dibagian bawahnya. 6. Rok kembang atau rok klok yaitu rok yang bagian bawahnya lebar. Rok ini dikenal sebagai rok kembang atau rok lingkar ½ dan rok lingkar penuh.
7. Rok lipit Rok lipit ialah rok yang mempunyai garis-garis lurus dari pinggang kebawah. Rok lipit ada tiga yaitu: a. Rok lipit pipih yaitu rok dengan lipitnya searah seperti rok pada siswa SD. b. Rok lipit hadap yaitu rok dengan lipitnya berhadapan baik pada bagian tengah muka, tengah belakang atau beberapa yang dibuat pada sekeliling pinggang. c. Rok lipit sungkup yaitu rok dengan lipinya dibuat berlawanan arah.
C. KOLASE 1. PENGERTIAN Kata kolase, berasal dari bahasa Inggris disebut “collage” yang berasal dari kata ”coller” dalam bahasa Prancis, yang berarti “merekat”. Secara umum, pengertian kolase adalah karya seni rupa yang dibuat dengan cara menempelkan bahan apa saja ke dalam satu komposisi yang serasi sehingga menjadi satu kesatuan karya. Sementara secara istilah, pengertian kolase adalah kreasi aplikasi yang dibuat dengan menggabungkan teknik melukis (lukisan tangan) dengan menempelkan
bahan-bahan tertentu. Namun, ada perbedaan pendapat dari para ahli mengenai pengertian kolase, yaitu: 1. kolase yang merupakan gambar yang dibuat dari potongan kertas atau material lain yang ditempel. 2. kolase sebagai seni menempel gambar atau pola menggunakan bahan-bahan yang berbeda, seperti kertas dan kain yang direkatkan pada latar belakang 3. kolase sebagai aplikasi yang dibuat dengan menggabungkan teknik melukis (lukis tangan) dengan menempelkan bahan-bahan tertentu Selanjutnya kolase dapat dipahami sebagai sebuah teknik seni menempel berbagai macam materi selain cat, seperti kertas, kain, kaca, logam, dan sebagainya, atau dikombinasikan dengan penggunaan cat atau teknik lainnya. kolase adalah sebuah teknik menempel berbagai macam unsur ke dalam satu frame sehingga menghasilkan karya seni yang baru; Sehingga dalam pembuatannya, kolase memerlukan kesabaran yang tinggi dan keterampilan dalam memadukan, menyusun, dan menempel bahan yang ada sehingga menjadi sebuah karya seni yang indah. Bagi seniman, membuat kolase menjadi sebuah tantangan yang terbilang sulit dibanding pembuatan karya seni rupa yang lainnya. Pasalnya membuat kolase dibutuhkan kreativitas, idem dan kesabaran untuk mencari, dan menemukan bahan yang khusus dan cocok untuk membuat kolase, kemudian bagaimana cara memadukan antara bahan yang satu dengan bahan yang lainnya. 2. JENIS KOLASE Karya kolase dapat dibedakan menjadi beberapa segi, yaitu segi fungsi, matra, corak dan material. Berikut penjelasannya; 1. Jenis Kolase Menurut Fungsi Dari segi fungsi, kolase dikelompokkan menjadi dua, yaitu seni murni (fine art) dan seni pakai (applied art). Seni murni adalah suatu karya seni yang dibuat semata-mata untuk memenuhi kebutuhan artistic. Orang menciptakan karya seni murni, umumnya, untuk mengekspresikan cita rasa estetis. Dan, kebebasan berekspresi dalam seni murni sangat diutamakan. Sedangkan, seni terapan atau seni pakai (applied art) adalah karya seni rupa yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan praktis. Aplikasi seni terapan umumnya lebih menampilkan komposisi dengan kualitas artistic yng bersifat dekoratif. 2. Jenis Kolase Menurut Matra Berdasarkan matra, jenis kolase dapat dibagi dua, yaitu kolase pada permukaan bidang dua dimensi (dwimatra) dan kolase pada permukaan bidang tiga dimensi (trimatra). 3. Jenis Kolase Menurut Corak Menurut coraknya, wujud kolase dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu representative dan nonrepresentatif. Representative artinya menggambarkan wujud nyata yang bentuknya masih dikenali. Sedangkan non-representatif artinya dibuat tanpa menampilkan bentuk yang nyata, bersifat abstrak, dan hanya menampilkan komposisi unsur visual yang indah. 4. Jenis Kolase Menurut Material Material (bahan) apapun dapat dimanfaatkan dalam pembuatan kolase asalkan ditata menjadi komposisi yang menarik atau unik. Berbagai material kolase tersebut akan direkatkan pada beragam jenis permukaan, seperti kayu, plastic, kertas, kaca, keramik, gerabah, karton, dan sebagainya asalkan relative rata atau memungkinkan untuk ditempeli. Secara umum, bahan baku kolase dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: bahan-bahan alam (daun, ranting, bunga kering, kerang, biji-bijian, kulit, batu-batuan dan lain-lain), dan bahan-bahan
bekas sintesis (plastic, seraat sintesis, logam, kertas bekas, tutup botol, bungkus permen atau cokelat, kain perca dan lain-lain). 3. UNSUR-UNSUR KOLASE Unsur-unsur seni rupa yang terdapat pada kolase antara lain adalah : 1. Titik dan Bintik Titik ialah unit unsur rupa yang terkecil yang tidak memiliki ukuran panjang dan lebar, sedang bintik adalah titik yang sedikit lebih besar. Unsur titik pada kolase bisa di wujudkan dari butir-butir pasir laut. Sedang bintik bisa di wujudkan dari lada atau biji-bijian yang berukuran kecil dan sejenisnya. 2. Garis Garis ialah perpanjangan dari titik yang mempunyai ukuran panjang namun relatif tidak mempunyai lebar. Ditinjau dari jenisnya garis dibedakan menjadi garis lurus, garis lengkung, garis putus-putus dan garis spiral. Unsur garis pada kolase bisa di wujudkan dari potongan kawat, lidi, batang korek, benang dan sebagainya. 3. Bidang Bidang ialah unsur rupa yang terjadi sebab pertemuan beberapa garis. Dan bidang dibedakan menjadi bidang horizontal, vertikal, dan melintang. Aplikasi unsur bidang pada kolase dapat berupa bidang datar (2D) dan bidang bervolume (3D). 4. Warna Warna ialah unsur rupa yang penting dan salah satu wujud keindahan yang bisa di cerap oleh indera penglihatan manusia, dan warna secara nyata bisa di bedakan menjadi warna primer, sekunder serta tertier. Unsur warna pada kolase bisa di wujudkan dari unsur cat, pita atau renda, kertas warna, kain warna-warni dan sebagainya. D. MEMBUAT DESAIN ROK SESUAI KONSEP KOLASE 1. Alat dan bahan pembuatan desain rok sesuai dengan konsep kolase Alat: Kolase atau moodboard sebagai sumber inspirasi untuk mendesain rok Pensil 2B Penghapus Penggaris Pensil warna Spidol Drawing marker Cetakan gambar proporsi tubuh Bahan: ➢ Kertas gambar 2. Prosedur pembuatan desain rok sesuai dengan konsep kolase Desain kolase pada busana adalah desain atau rancangan yang menggunakan metode seni rupa kolase pada busana. Dalam memudahkan membuat desain dengan konsep kolase, berikut langkah yang harus dilakukan. 1. Menyiapkan kolase yang terdiri dari potongan-potongan gambar maupun objek lainnya sebagai sumber ide. 2. Menentukan konsep desain rok berdasarkan kolase yang disajikan, yang terdiri dari tema, look, style, siluet, volume, warna, penentuan kain, teknik manipulating fabric, dll untuk diwujudkan pada desain rok. 3. Menggambar proporsi tubuh sesuai yang dibutuhkan. 4. Tuangkan konsep desain pada proporsi yang sudah disiapkan. 5. Selesaikan desain baru dengan pewarnaan.
Sumber: Gambar diakses dari Pinterest.com Materi diakses dari: Mustika, I. (2020). Desain busana SMK/MAK kelas xi. PT. Kuantum Buku Sejahtera, Malang Jawa Timur. http://eprints.uny.ac.id/66391/4/4.%20BAB%202.pdf https://hot.liputan6.com/read/4703407/pengertian-kolase-jenis-jenis-unsur-teknik-membuatnyadan-contohnya https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5856755/pengertian-kolase-dan-langkah-membuatnya https://tamanbelajar6.blogspot.com/2019/08/cara-membuat-desain-berdasar-konsep.html