Bahasa Indonesia
Teks Cerita Fabel
Avi Nirmala Chandra Pratiwi SMP/MTS
Kelas
VII
2
Kata Pengantar
Puji syukur atas kehadirat Tuhan yang Maha Esa
yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya
sehingga flipbook ini dapat diselesaikan dengan baik.
Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada
dosen pembimbing yang telah membimbing dan
membantu saya dalam penyusunan flipbook ini.
Selain itu, saya juga mengucapkan terima kasih
kepada para penulis yang tulisannya kami kutip sebagai
bahan rujukan. Saya berharap semoga flipbook ini dapat
menambah wawasan bagi penulis sendiri maupun
pembaca. Semoga flipbook ini dapat bermanfaat bagi
pembaca umumnya dan saya sendiri khususnya. Saya
menyadari bahwa penyusunan flipbook ini masih
banyak kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran
yang membangun sangat saya harapkan.
Penulis
Yogyakarta, 21 September 2022
3
Daftar Isi
Kata Pengantar.......................................................................................2
Daftar Isi...................................................................................................3
Petunjuk Penggunakan flipbook.....................................................4
Kompetensi Inti.....................................................................................5
Kompetensi Dasar................................................................................6
Kegiatan Belajar 1 Belajar Mengidentifikasi Informasi
Teks Fabel................................................................................................7
Aktivitas Pembelajaran 1.....................................................................8
A. Mengidentifikasi Informasi Teks Fabel..........................8
Kegiatan Belajar 2 Belajar Merancang Isi Teks Fabel...............14
Aktivitas Pembelajaran 2....................................................................15
A. Merancang Isi Teks Fabel.................................................15
B. Menceritakan Kembali Teks Fabel.................................17
Kegiatan Belajar 3 Belajar Mengidentifikasi Struktur dan
Kaidah Kebahasaan Teks Fabel.......................................................21
Aktivitas Pembelajaran 3....................................................................22
A. Menguraikan Struktur dan Unsur Kebahasaan
Teks Fabel...............................................................................22
Kegiatan Belajar 4 Belajar Memerankan Isi Teks Fabel............31
Aktivitas Pembelajaran 4.....................................................................32
A. Merancang Isi Teks Fabel..................................................32
B. Memerankan Isi Teks Fabel.............................................33
Daftar Pustaka.........................................................................................37
4
PETUNJUK PENGGUNAAN FLIPBOOK
Petunjuk penggunakan flipbook agar memperoleh
prestasi belajar secara maksimal, yaitu sebagai berikut.
1. Bacalah dan pahami kompetensi inti dan
kompetensi dasar.
Bacalah dan pahami materi yang ada di
2. kegiatan belajar. Bila ada materi yang
belum jelas, siswa dapat bertanya kepada
guru.
3. Kerjakan latihan soal pada setiap kegiatan.
4. Klik link yang ada di flipbook untuk dapat
mengakses latihan soal ataupun contoh-
contoh teks fabel.
5. Untuk memperlancar akses terhadap
flipbook, pastikan kuota cukup dan sinyal
kuat.
5
KOMPETENSI INTI
KI 1 Menghargai dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya.
Menghargai dan menghayati perilaku jujur,
KI 2 disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi,
gotong royong), santun, percaya diri, dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan
sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan
dan keberadaannya.
KI 3 Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan
prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya
terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah
KI 4 konkret (menggunakan, mengurai,
merangkai,memodifikasi, dan membuat) dan
ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung,
menggambar, dan mengarang) sesuai dengan
yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang
sama dalam sudut pandang/teori.
6
KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
KOMPETENSI DASAR INDIKATOR
3.15 Mengidentifikasi informasi tentang 3.15.1 Mengetahui informasi tentang fabel/
fabel/legenda daerah setempat legenda daerah setempat yang
yang dibaca dan didengar. dibaca dan didengar
3.15.2 Menjelaskan informasi tentang fabel/
legenda daerah setempat yang
dibaca dan didengar
4.15 Menceritakan kembali isi cerita 4.15.1 Merancang isi cerita fabel/legenda
fabel/legenda daerah setempat daerah setempat yang dibaca/
yang dibaca/didengar didengar
4.15.2 Menceritakan isi cerita fabel/legenda
daerah setempat yang dibaca/
didengar
3.16 Menelaah struktur dan kebahasaan 3.16.1 Menguraikan struktur dan kebahasaan
fabel/legenda daerah setempat fabel/legenda daerah setempat yang
yang dibaca dan didengar dibaca dan didengar
3.16.2 Menelaah dan kebahasaan
fabel/legenda daerah setempat yang
dibaca dan didengar
4.16 Memerankan isi fabel/legenda 4.16.1 Merancang isi fabel/legenda daerah
daerah setempat yang dibaca dan setempat yang dibaca dan didengar
didengar
4.16.2 Memerankan isi fabel/legenda
daerah setempat yang dibaca dan
didengar
7
KEGIATAN BELAJAR 1
BELAJAR MENGIDENTIFIKASI INFORMASI
TEKS FABEL
Pernahkah Ananda melihat cerita binatang-
binatang di televisi ataupun di media sosial?
Banyak cerita yang menceritakan binatang yang
mempunyai sifat yang mirip dengan manusia,
watak yang diceritakan biasanya baik dan buruk.
Ada banyak cerita-cerita fabel yang sering kita lihat
seperti cerita kancil yang cerdik, harimau yang
pandai, kera yang
sakti, dan lain-lain. Cerita dengan tokoh binatang tersebut disebut
cerita fabel. Fabel termasuk jenis cerita fiksi, bukan kisah tentang
kehidupan nyata. Fabel sering juga disebut cerita moral karena pesan
yang ada di dalam cerita fabel berkaitan erat dengan moral.
Teks cerita fabel tidak hanya mengisahkan kehidupan binatang,
tetapi juga mengisahkan kehidupan manusia dengan segala
karakternya. Cerita fabel menjadi salah satu sarana yang potensial
dalam menanamkan nilai-nilai moral. Tujuan dari teks fabel yaitu kita
dapat belajar dan mencontoh karakter-karakter yang baik dari
binatang itu agar kamu memiliki sifat terpuji. Pada Kegiatan Belajar 1
ini, Ananda akan mengenal teks fabel, jenis-jenis teks fabel, dan ciri-ciri
umum yang terdapat di dalam teks fabel.
AKTIVITAS PEM8 BELAJARAN 1
A. Mengidentifikasi Informasi Teks
Fabel
Sebelum mengenal lebih lanjut bacalah teks fabel di bawah ini !
Teks Fabel 1
Kupu-kupu Berhati Mulia
Pada suatu hari ada seekor semut berjalan-jalan di taman. Ia sangat
gembira bisa berjalan-jalan melihat taman yang indah. Sang semut
berkeliling taman sambil menyapa binatang-binatang yang berada di
taman tersebut.
Semut melihat sebuah kelompok di atas pohon, lalu ia mengejek
bentuk kepompong yang jelek dan tidak bisa pergi kemana-mana.
"Hei kepompong, alangkah jelek nasibmu. Kamu hanya bisa
menggantung di ranting itu. Ayo kita jalan-jalan, lihat dunia yang luas ini.
Bagaimana nasibku jika ranting itu patah?". Sang semut selalu
membanggakan dirinya, ia bisa pergi ke tempat yang ia suka dan bahkan
kuat mengangkat beban yang lebih besar dari tubuhnya. Ia merasa
bahwa dirinya adalah binatang yang terhebat. Si kepompong hanya
diam mendengar perkataan semut tersebut. Pada suatu hari, sang
semut kembali berjalan-jalan ke taman itu. Karena hari itu hujan,
terdapat genangan lumpur. Lumpur yang licin membuat ia terjatuh ke
dalam lumpur. Sang semut hampir tenggelam dalam genangan itu, lalu
ia berteriak sekencang-kencangnya untuk meminta bantuan "Tolong
bantu aku! Aku mau tenggelan, tolong,,,, tolonggg!."
9
Beruntunglah sang semut saat itu ada seekor kupu-kupu yang
melihat. Kemudian, kupu-kupu menjulurkan sebuah ranting ke arah
semut.
"Semut, peganglah erat-erat ranting itu! Nanti aku akan mengakatnya."
Lalu, semut itupun memegang erat ranting tersebut. Si kupu-kupu
mengangkat ranting itu dan menurunkannya ke tempat yang aman.
Kemudian, sang semut berterima kasih kepada kuu-kupu karena telah
menyelamatkannya. Ia memuji kupu-kupu sebagai hewan yang hebat
dan baik hati. Mendengar pujian itu, kupu-kupu berkata kepada semut
"Aku adalah kepompong yang penah kamu ejek,"
Ternyata kepompong yang dulu ia ejek sudah menyelamatkan
dirinya. Akhirnya, sang semut berjanji kepada kupu-kupu bahwa ia tidak
akan menghina semua makhluk ciptaan Tuhan.
Sumber: https://www.materibindo.com/2018/06/contoh-teks-cerita-fabel-singkat.html?m=1
Cerita seperti contoh di atas termasuk teks fabel karena cerita di
atas merupakan cerita tentang kehidupan binatang yang berperilaku
menyerupai manusia. Pelaku dalam cerita di atas adalah kupu-kupu dan
semut. Teks di atas menceritakan seekor kupu-kupu yang memiliki sifat
rendah hati, walaupun semut mengejek kepompong kupu-kupu, kupu-
kupu tetap menolong semut yang sedang kesusahan. Oleh karena itu,
teks fabel adalah cerita fiksi berupa dongeng yang menggambarkan
budi pekerti manusia yang diibaratkan pada binatang.
Pada teks fabel di atas tentu saja memiliki ciri-ciri tertentu. Dilihat
dari contoh teks fabel, teks fabel di atas menceritakan binatang yang
memiliki sifat seperti manusia yaitu rendah hati. Selain itu, rangkaian
peristiwa yang terjadi runtut dari adanya konflik sampai penyelesaiannya.
Oleh karena itu, teks fabel memiliki ciri-ciri yaitu, fabel mengambil tokoh
para binatang, watak tokoh para binatang digambarkan ada yang baik
dan ada yang buruk (seperti watak manusia), tokoh para binatang bisa
berbicara seperti manusia, ceritanya memiliki rangkaian peristiwa yang
menunjukkan kejadian sebab-akibat (rangkaian sebab-akibat diurutkan
dari awal sampai akhir), cerita fabel menggunakan latar alam (hutan,
sungai, kolam, dan lain-lain), dan memiliki amanat atau pesan moral.
10
Dari contoh teks fabel "Kupu-kupu Berhati Mulia" Ananda dapat
mengetahui tokoh yang terlibat, latar, alur, perwatakan, dan lain-lain.
Untuk memperdalam pemahaman Ananda terhadap teks fabel.
Simaklah video berikut ini !
https://youtu.be/EVtv1OtcdFo
https://youtu.be/EVtv1OtcdFo
Setelah Ananda menyimak video di atas Ananda dapat membedakan
isi cerita dalam video di atas dan teks cerita sebelumnya. Dilihat dari
paparan watak tokohnya serta kemunculan pesannya tentu saja memiliki
perbedaan. Dari segi paparan watak tokohnya teks fabel sebelumnya
menggambarkan watak tokoh dan latar dengan mengubah watak aslinya
pada dunia nyata, seperti pada teks fabel "Kupu-kupu Berhati Mulia"
watak tokoh kupu-kupu yang baik hati dan semut yang sombong seperti
mengubah watak aslinya, biasanya semut memiliki watak yang suka
menolong dan selalu bekerja sama, namun di cerita tersebut semut
memiliki watak yang sombong, serta latarnya juga tidak sesuai dengan
alam yang nyata, sedangkan dalam video di atas menggunakan watak
tokoh binatang seperti pada kondisi alam yang nyata, seperti perwatakan
semut yang selalu bekerja sama untuk saling membantu dalam mencari
makanan. Hal tersebut tentu saja tampak seperti tokoh binatang pada
kondisi alam yang nyata.
Dengan kerja sama pekerjaan menjadi ringan
11
Agar Ananda dapat lebih jelas memahami perbedaan kedua
cerita fabel di atas, datalah perbedaan dalam tabel berikut ini !
Bacalah dan simaklah teks fabel dan video yang disajikan pada
halaman sebelumnya .
Daftarlah perbedaan watak tokoh binatang dan kondisi asli
dalam kehidupan nyata !
Teks 1
Watak Tokoh dalam Cerita Kondisi Tokoh dalam
Kehidupan Nyata
Video 1 Kondisi Tokoh dalam
Watak Tokoh dalam Cerita Kehidupan Nyata
Daftarlah latar cerita (tempat terjadinya cerita)
Teks 1 Video 1
12
Untuk memperjelas pemahaman Ananda terhadap tokoh, latar,
alur, penokohan, amanat atau pesan moral, dan lain-lain, bacalah
penjelasan berikut ini !
1.Tokoh: orang/ hewan yang menjadi pelaku dalam cerita
(tokoh protagonis, atau antagonis, tokoh utama atau tokoh
pembantu).
2.Ciri tokoh utama adalah (1) sering dibicarakan; (2) sering
muncul; dan (3) menjadi pusat cerita (menggerakkan jalan
cerita). Tokoh pembantu adalah tokoh tambahan.
3.Penokohan: pemberian karakter pada tokoh. Karakter bisa
bersifatprotagonis/yang disukai atau tokoh antagonis/yang
tidak disukai.
4.Watak tokoh dapat disimpulkan dari penggambaran fisik,
penggambaran tindakan tokoh, dialog tokoh, monolog, atau
komentar/ narasi penulis terhadap tokoh.
5.Setting atau latar adalah tempat dan waktu kejadian serta
suasana dalam cerita. Ada tiga jenis latar, yaitu latar tempat,
latar waktu, dan latar sosial.
6.Tema adalah gagasan yang mendasari cerita. Tema dapat
ditemukan dari kalimat kunci yang diungkapkan tokoh, atau
penyimpulan keseluruhan peristiwa sebab-akibat pada
cerita
7.Amanat adalah pesan yang disampaikan penulis secara
tidak langsung. Amanat disimpulkan dari sikap penulis
terhadap permasalahan yang diangkat pada cerita.
13
Jenis-jenis Teks Fabel
A. Berdasarkan paparan watak tokoh
Fabel alami
1. Fabel yang menggunakan watak tokoh binatang seperti pada
kondisi alam yang nyata.
Fabel adaptif
2. Fabel yang memberikan watak tokoh dan latar dengan
mengubah watak aslinya pada dunia nyata.
B. Berdasarkan kemunculan pesannya
Fabel dengan koda
1. Fabel dengan koda berarti fabel dengan memunculkan secara
eksplisit pesan pengarang di akhir cerita.
Fabel tanpa koda
2. Fabel tanpa koda tidak memberikan secar eksplisit pesan
pengarang di akhir cerita.
LATIHAN
Kerjakan soal latihan dalam link berikut ini !
https://quizizz.com/join
Link tersebut merupakan latihan untuk memperdalam
pemahaman Ananda pada kegiatan belajar 1.
Kerjakan soal latihan dengan jujur dan selesaikan sesuai
dengan waktu yang telah ditentukan.
14
KEGIATAN BELAJAR 2
BELAJAR MERANCANG INFORMASI
TEKS FABEL
Selamat Ananda berhasil mengerjakan semua tugas dan
latihan di aktivitas pembelajaran pada kegiatan belajar 1.
Selanjutnya, pada kegiatan belajar 2 ini, Ananda akan belajar
merancang informasi teks fabel. Setelah itu, pada kegiatan belajar
2 ini Ananda juga akan menceritakan kembali teks fabel.
Diharapkan Ananda bisa mengerjakan tugas-tugas yang diberikan
dengan baik dan mengumpulkan tepat waktu. Sebelum Ananda
menceritakan kembali teks fabel, Ananda perlu untuk melakukan
rancangan atau merancang teks fabel yang akan diceritakan
kembali. Rancangannya meliputi tokoh, perwatakan tokoh, latar,
urutan peristiwa, dan harus mengetahui pesan moral yang akan
disampaikan kepada orang lain.
AKTIVITAS PEM15 BELAJARAN 2
A. Merancang Isi Teks Fabel
Sebelum merancang isi teks fabel, bacalah teks fabel 2 berikut ini.
Gajah yang Baik Hati
Siang hari itu suasana di hutan sangat terik. Tempat tinggal si Kancil,
Gajah, dan hewan lainnya seakan terbakar. Kancil kehausan sambil terus
berjalan mencari air.
Di tengah perjalanan dia melihat kolam air yang sangat jernih.
Tanpa pikir panjang dia langsung terjun ke dalam kolam. Tindakan Kancil
sangat ceroboh, dia tidak berpikir bagaimana cara ke atas. Beberapa kali
Kancil mencoba untuk memanjat, tetapi ia tidak bisa sampai ke atas. Si
Kancil tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya berteriak meminta tolong.
Teriakan si Kancil ternyata terdengar oleh si Gajah yang kebetulan
melewati tempat itu. ‘’Hai, siapa yang ada di kolam itu?’’
‘’Aku ... Si Kancil, sahabatmu.’’
Kancil terdiam sesaat, mencari akal agar Gajah mau menolongnya,
“Tolong aku mengangkat ikan ini.’’
“Yang benar kau mendapat ikan?’’
“Bener … benar! Aku mendapatkan ikan yang sangat besar.’’
Gajah berpikir sejenak. Bisa saja ia turun ke bawah dengan mudah tetapi
bagaimana jika naiknya nanti.
“Kau mau memanfaatkanku ya, Cil? Kau akan menipuku untuk
kepentingan dan keselamatanmu?’’ tanya Gajah.
Kancil hanya terdiam, “Sekali-kali kamu harus diberi pelajaran,’’ kata
Gajah sambil meninggalkan tempat itu. Gajah tidak mendengarkan
teriakan Kancil. Ia mulai putus asa.
Semakin lama berada di tempat itu, Kancil mulai merasa kedinginan.
Hingga menjelang sore tidak ada seekor binatang yang mendengar
teriakannya.
16
“Aduh gawat! Aku benar-benar akan kaku di tempat ini,” dia berpikir
apakah ini karma karena dia sering menjaili teman-temannya.
Tidak lama kemudian, tiba-tiba Gajah muncul kembali.. Kancil meminta
tolong kembali.
“Tolong aku, aku berjanji tidak akan jail lagi.”
“Janji?” Gajah menekankan.
“Sekarang apakah kamu sudah sadar? Dan akan berjanji tidak akan
menipu, jahil, iseng dan merugikan binatang lain?’’
“Benar Pak Gajah, saya benar-benar berjanji.’’ Gajah menjulurkan
belalainya yang panjang untuk menangkap Kancil dan mengangkatnya
ke atas.
“Terima kasih, Pak Gajah! Saya tidak akan pernah melupakan
kebaikanmu ini” ujar kancil saat sudah sampai di atas.
Sejak itu, Kancil menjadi binatang yang sangat baik. Ia tidak lagi
berbuat iseng seperti yang pernah ia lakukan pada binatang lain.
Memang kita harus berhati-hati kalau bertindak. Jika tidak hati-hati akan
celaka. Jika kita hati-hati kita akan selamat. Bahkan bisa menyelamatkan
orang lain.
Sumber: https://www.ruangguru.com/blog/contoh-cerita-fabel
Dalam kegiatan 2 ini, Ananda diharapkan mampu menceritakan
kembali teks fabel yang sudah disajikan. Namun, agar Ananda lebih
mudah untuk menceritakan kembali teks fabel, Ananda harus
menentukan tokoh dan watak tokohnya. Perhatikan contoh berikut !
Nama Tokoh Watak
Kancil Penipu, jail, dan iseng
Gajah Baik hati, suka menolong
17
B. Menceritakan Kembali Isi Teks Fabel
Seteleh mendaftar tokoh dan perwatakannya, Ananda juga perlu
mengetahui pesan moral yang terdapat di dalam teks fabel. Kemudian
Ananda perlu menentukan rangkaian peristiwa yang ada dalam teks
fabel. Perhatikan contoh rangkaian peristiwa pada teks fabel berjudul
"Gajah yang Baik Hati".
l
Awalnya, tempat tinggal si Kancil, Gajah, dan hewan lainnya
seakan terbakar. Kancil kehausan sambil terus berjalan mencari
air.
Tiba-tiba, di tengah perjalanan kancil melihat kolam air yang
sangat jernih. Tanpa pikir panjang dia langsung terjun ke dalam
kolam. Tindakan Kancil sangat ceroboh, dia tidak berpikir
bagaimana cara ke atas. Beberapa kali Kancil mencoba untuk
memanjat, tetapi ia tidak bisa sampai ke atas. Si Kancil tidak
bisa berbuat apa-apa. Ia hanya berteriak meminta tolong.
Lalu, teriakan kancil terdengan oleh Gajah. Kancil memohon
pertolongan kepada Gajah dengan alasan Kancil mendapatkan
ikan yang sangat besar. Tetapi, Gajah tidak percaya perkataan
Kancil karena sela ini Kancil suka menipu, jail, bahkan iseng.
Gajah pun enggan menolong Kancil.
Kemudian, Kancil merasakan kedinginan, Gajah juga kembali
mengampiri Kancil. Kancil pun memohon pertolongan kepada
Gajah dan berjanji akan berubah menjadi lebih baik lagi dan
tidak akan mengulangi perbuatannya.
Akhirnya, Sejak itu, Kancil menjadi binatang yang sangat baik.
Ia tidak lagi berbuat iseng seperti yang pernah ia lakukan pada
binatang lain
18
Simaklah video berikut ini sebelum Ananda melakukan
penugasan untuk menceritakan kembali teks fabel.
https://youtu.be/uYKJbB0pkl4
Video tersebut merupakan contoh menceritakan kembali teks
fabel. Oleh karena itu, marilah kita berlatih untuk menceritakan
kembali teks fabel. Perhatikan tugas berikut ini !
LATIHAN
1. Bacalah teks fabel berikut !
Sesama Saudara Harus Berbagi
Suatu pagi indah dengan matahari yang cerah, Pak Tua Rusa
mengunjungi kediaman keluarga Pip si Tupai di sebuah desa.
“Pagi, Ibu Tupai,” salam Pak Tua Rusa kepada Ibu Pip. “Kemarin,
keponakanku mengunjungiku. Dia membawakan oleh-oleh yang
cukup banyak. Aku ingin membaginya untuk para sahabatku. Ini
kacang kenari spesial untuk keluargamu.”
“Terima kasih, Pak Tua Rusa,” ucap Ibu Pip.
19
Sepeninggal Pak Tua Rusa, Ibu Pip masuk ke dalam rumah dan
memanggil anak-anaknya. “Anak-anak, lihat kita punya apa?
Kalian harus membaginya sama rata, ya.”
“Asyiiik,” girang Pip dan adik-adiknya.
“Ibu taruh sini, ya.”
Setelah itu, Ibu Tupai mengurus rumah kediamannya. Sementara
itu, adik-adik Pip ingin mencicipi kacang itu.
“Ini aku bagi,” kata Pip.
Dari sepuluh butir kacang, dia memberi adiknya masing-masing
dua butir.
“Ini sisanya untukku, aku ‘kan paling besar.”
“Tapiii … Ibu ‘kan pesan untuk membagi rata,” kata Titu, salah satu
adik kembar Pip (diiringi tangisan Puti) kembar satunya.
Mendengar tangisan Puti, Ibu Pip keluar dan bertanya. Sambil
terisak, Puti menceritakan keserakahan kakaknya. “Tak boleh
begitu, Pip. Ibu tadi sudah bilang apa,” tegur ibu Pip.
“Kamu tidak boleh serakah.”
“Tapi Buuu, aku ‘kan lebih besar. Perutku juga lebih besar,”
sanggah Pip.
Ibu Pip berpikir sejenak, “Baiklah, Pip. Kamu memang lebih besar.
Kebutuhan makanmu juga lebih banyak. Tapi, kalau cuma
menurutkan keinginan dan perut, kita akan selalu merasa tidak
cukup.”
“Kalau begitu, Ibu saja yang membagi, ya? Memang tidak akan
memuaskan semuanya. Ini, Ibu beri empat untukmu, Pip, karena
kau lebih besar dan si Kembar kalian masing-masing mendapat
tiga.”
20
“Kalian harus mau berbagi ya, anak-anak walaupun menurut
kalian kurang, ini adalah rezeki yang harus disyukuri,” lanjut Ibu
Pip. “Berarti enak dong, Bu, jadi anak yang lebih besar. Selalu
mendapat lebih banyak,” iri Puti.
“Ya, tapi perbedaannya ‘tak terlalu banyak, kan? Lagipula kakakmu
memiliki tugas yang lebih banyak darimu. Dia harus mengurus
rumah dan mencari makan. Apa kau mau bertukar tugas dengan
Kak Pip?” tanya Ibunya.
Puti dan Titu membayangkan tugas-tugas Pip. Lalu mereka
kompak menggeleng.
“Nah, begitu. Sesama saudara harus akur ya, harus berbagi.
Jangan bertengkar hanya karena masalah sepele,” kata Ibu Pip.
“Iya, Bu,” angguk Pip.
“Yuk, kita makan kacangnya bersama,” ajak Pip pada kedua
adiknya. Ibu Pip tersenyum melihat anak-anaknya kembali rukun.
Sumber: https://www.ruangguru.com/blog/contoh-cerita-fabel
2. Setelah Ananda membaca teks fabel berikut, tentukanlah watak,
penokohan, pesan moral, latar, serta urutan peristiwa teks fabel
berikut.
3. Ceritakan kembali teks fabel berikut di depan kelas.
21
KEGIATAN BELAJAR 3
BELAJAR MENGIDENTIFIKASI STRUKTUR DAN
KAIDAH KEBAHASAAN TEKS FABEL
Selamat Ananda berhasil mengerjakan semua tugas dan
latihan di aktivitas pembelajaran pada kegiatan belajar 2.
Selanjutnya, pada kegiatan belajar 3 ini, Ananda akan belajar
menguraikan struktur dan unsur kebahasaan teks fabel. Selain iti,
Ananda juga akan menelaah struktur dan unsur kebahasaan teks
fabel. Diharapkan Ananda bisa mengerjakan tugas-tugas yang
diberikan dengan baik dan mengumpulkan tepat waktu. Struktur
dan unsur kebahasaan ini menjadi komponen yang sangat
penting dari penulisan teks fabel. Agar teks fabel mudah untuk
dipahami oleh pembaca maka kita perlu mengetahui struktur dan
unsur kebahasaan teks fabel.
22
AKTIVITAS PEMBELAJARAN 3
A. Menguraikan Struktur dan Unsur K
ebahasaan Teks Fabel
Struktur dan unsur kebahasaan menjadi komponen terpenting
dalam teks fabel. Fabel memiliki empat struktur, yaitu sebagai
berikut.
Orientasi Komplikasi
Koda Resolusi
a. Orientasi
Bagian awal dari suatu cerita yang berisi pengenalan tokoh, latar
tempat, dan waktu.
b. Komplikasi
Konflik atau permasalahan antara satu dengan tokoh yang lain.
Komplikasi menuju klimaks.
c. Resolusi
Bagian yang berisi pemecahan masalah.
d. Koda (boleh ada boleh tidak)
Bagian terakhir fabel yang berisi perubahan yang terjadi pada
tokoh dan pelajaran yang dapat dipetik dari cerita tersebut.
23
Agar Ananda lebih memahami struktur teks fabel, perhatikan ciri-
ciri struktur teks fabel berikut.
Orientasi ciri isi: pengenalan tokoh, latar, watak
tokoh, dan konflik
Komplikasi ciri isi:
Hubungan sebab akibat sehingga muncul
masalah hingga masalah itu
memuncak.
Komplikasi dimulai dari munculnya
masalah sehingga masalah mencapai
komplikasi/ klimak (masalah memuncak)
Resolusi ciri isi
Penyelesaian masalah
Koda ciri isi
Nilai moral yang diungkapkan pengarang
secara impisit pada akhir cerita
24
Untuk dapat memahami unsur teks fabel, perhatikan contoh
berikut. Singa d
an Tikus
Orientasi
Suatu ketika, seekor singa tengah tertidur di hutan dengan pose
kepalanya yang besar bertumpu pada kedua cakarnya. Tiba-tiba,
seekor tikus kecil yang pemalu tidak sengaja menghampirinya.
Komplikasi
Dengan ketakutan dan tergesa-gesa untuk melarikan diri, ia malah
berlari melintasi hidung Sang Singa. Sontak akhirnya singa pun
bangun karena hidungnya terasa gatal. Terbangun dari tidurnya,
Singa itu dengan marah meletakkan kakinya yang besar di atas
makhluk kecil itu.
“Ampuni aku wahai Singa!” pinta Tikus yang malang itu.
“Tolong biarkan aku pergi dan suatu hari aku pasti akan membala
budimu.”
Singa itu lalu tertawa terbahak-bahak karena berpikir bahwa Tikus
itu tidak mungkin dapat membantunya.
“Memangnya makhluk sekecil kamu bisa bantu apa?” ucap Singa
sambil tertawa. Namun karena iba, sang Singa akhirnya tetap
melepaskan Tikus itu.
Resolusi
Beberapa hari kemudian, saat sedang mengintai mangsanya di
hutan, Singa tersebut ternyata masuk ke dalam jebakan seorang
pemburu. Ia tidak dapat membebaskan dirinya sendiri, dan
meraung karena marah. Tikus dengan segera mengetahui suara
itu dan berhasil menemukan Singa yang terperangkap di jaring
pemburu.
25
Sang tikus berlari skaemspalaaihtesraptuutu
tashli , besar yang mengikatnya, dia
menggerogotinya dan dengan segera Singa itu
dapat bebas.
“Kamu tertawa saat kubilang aku akan membalas budi kamu,” kata
Tikus.
“Sekarang kamu tahu kan, bahwa Tikus pun dapat membantu
seekor Singa.”
Koda
Sekecil apa pun itu kebaikan tetaplah kebaikan. Bahkan meskipun
tampaknya kecil seperti tikus jika dibandingkan dengan singa,
kebaikan itu tak akan pernah berujung sia-sia.
Sumber: https://www.google.com/amp/s/serupa.id/contoh-cerita-fabel/
Contoh di atas merupakan salah satu contoh teks fabel beserta
strukturnya. Jadi daoat disimpulkan bahwa struktur teks fabel
yaitu orientasi, komplikasi, resolusi, dan koda.
26
Pada halaman sebelumnya sudah dijelaskan struktur dari teks
fabel, lalu untuk materi ini akan dibahas unsur kebahasaan teks
fabel. Unsur kebahasaan ini tidak kalah pentingnya dari struktur
teks fabel. Unsur kebahasaan atau kaidah kebahasaan adalah ciri-
ciri berdasarkan dari bahasa yang digunakan pada sebuah teks
cerita fabel. Untuk lebih jelasnya simaklah penjelasan berikut ini.
Unsur Kebahahasaan teks fabel sebagai berikut.
Penggunaan kata sandang si dan sang pada fabel
Kata sandang merupakan sejenis kata penentu atau pembatas
yang letaknya di depan kata benda atau kata sifat. Kata
sandang yang masih dipakai dalam Bahasa Indonesia,
misalnya: si dan sang. Penulisan pada fabel nama binatang
biasanya digunakan sebagai nama tokoh sehingga ditulis
dengan huruf besar
Penggunaan Kata Keterangan Tempat dan Waktu
Untuk menghidupkan suasana pada teks cerita fabel, biasanya
selalu menggunakan kata keterangan tempat dan juga kata
keterangan waktu. Pada keterangan tempat sering
menggunakan kata depan “di” dan pada keterangan waktu
sering menggunakan kata depan “pada, informasi waktu, dan
lain-lain”.
Penggunaan Kata Hubung Lalu, Kemudian, dan Akhirnya
Kata dari “lalu” dan “kemudian” mempunyai arti yang sama,
dimana kata-kata tersebut sering digunakan sebagai kata
penghubung antar-kalimat dan juga sebagai penghubung
intra-kalimat. Berbeda dengan kata “akhirnya”
yang sering digunakan dalam penyimpulan serta
pengakhiran informasi pada paragraf maupun
pada teks, baik itu teks cerita fabel ataupun
teks cerita lainnya.
27
Penggunaan Sinonim dan Antonim pada Fabel
Sinonim merupakan persamaan arti, sedangkan antonim
adalah lawan kata. Sinonim dan antonim ini sering dipakai
dalam penulisan teks fabel. Fabel menggunakan variasi kata
untuk menggambarkan atau mendeskripsikan sifat. Baik sifat
tokoh maupun sifat benda dan keadaan. Meskipun memiliki
arti yang sama, akan tetapi diksi atau pilihan kata yang tepa
untuk mendeskripsikan sifat tokoh dapat mempengaruhi nilai
rasa pada pembaca.
Penggunaan Kalimat Langsung
Kalimat langsung adalah kalimat yang diucapkan secara
langsung kepada orang yang dituju. Kalimat langsung ditandai
dengan pemakaian tanda petik (“…”). cara penulisan kalimat
langsung yaitu sebagai berikut.
1. Bagian kalimat langsung diapit oleh tanda petik dua (“)
bukan petik satu (‘).
2. Tanda petik penutup ditaruh setelah tanda baca yang
mengakhiri kalimat petikan.
Contoh:
Andi mengatakan, “Aku akan pergi ke sekolah besok”.
3. Kalimat pengiring harus diakhiri dengan satu tanda
koma dan satu spasi apabila bagian kalimat pengiring
terletak sebelum kalimat petikan.
Contoh:
Ulu berkata, “ Biarlah saya bernyayi sendiri.”
28
4. Kalimat pengiring harus diakhiri dengan satu tanda
koma dan satu spasi apabila bagian kalimat pengiring
terletak setelah kalimat petikan.
“Ulu, aku tidak suka dengan hujan,” kata Semut lirih.
5. Jika ada 2 kalimat petikan, huruf awal pada kalimat
petikan pertama menggunakan huruf kapital.
Sedangkan pada kalimat petikan kedua menggunakan
huruf kecil kecuali nama orang dan kata sapaan.
Contoh
“Coba saja minta sama ayah,” kata ibu, “dia pasti akan
memberikannya.
6. Tanda koma TIDAK dipakai untuk memisahkan petikan
langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam
kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda
tanya atau tanda seru.
29
LATIHAN
Kerjakan soal berikut dengan jujur dan kumpulkan tepat waktu !
Bacalah kutipan teks fabel berikut ini untuk menjawab soal no. 1
dan 2!
Kupu-Kupu Berhati Mulia
(1) Pada suatu pagi sang Semut kembali berjalan ke taman itu.
Karena hujan, genangan lumpur terdapat di mana-mana.
Lumpur yang licin membuat semut tergelincir dan jatuh
ke dalam Lumpur. Sang Semut hampir tenggelam dalam
genangan lumpur itu. Semut berteriak sekencang mungkin
untuk meminta bantuan.
“Tolong, bantu aku! Aku mau tenggelam, tolong..., tolong...!”
(2) Untunglah saat itu ada seekor Kupu-kupu yang terbang
melintas. Kemudian, kupukupu menjulurkan sebuah ranting
ke arah semut. “Semut, peganglah erat-erat ranting itu!
Nanti aku akan mengangkat ranting itu.” Lalu, sang semut
memegang erat ranting itu. Si kupu-kupu mengangkat
ranting itu dan menurunkannya di tempat yang aman.
1. Kutipan teks cerita bernomor (1) tersebut termasuk ke dalam
struktur teks fabel pada
bagian….
A. orientasi
B. komplikasi
C. resolusi
D. koda
30
2. Kutipan teks cerita bernomor (2) tersebut termasuk ke dalam
struktur teks fabel pada bagian….
A. orientasi
B. komplikasi
C. resolusi
D. koda
3. Kutipan teks cerita bernomor (2) tersebut termasuk ke dalam
struktur teks fabel pada bagian….
A. orientasi
B. komplikasi
C. resolusi
D. koda
4. Kura-kura berkata, aku tidak mau pergi ke sana!
Penulisan kalimat aktif yang tepat pada kalimat tersebut
adalah . . .
A. Kura-kura berkata, “Aku tidak mau pergi ke sana!”
B. kura-kura berkata, Aku tidak mau pergi ke sana!
C. Kura-kura berkata, “aku tidak mau pergi ke sana!”
D. “Kura-kura berkata, Aku tidak mau pergi ke sana!”
5. Kalimat yang menyatakan keterangan tempat berikut ini
adalah…
A. Belalang melihat pohon tua yang ada di hadapannya.
B. Belalang merapikan sarangnya setiap bangun tidur.
C. Burung Hantu Tua melirik ke arah belalang yang tak
menghiraukannya.
D. Dia menggeliat dan berkedip dari lubang pohon tua.
31
KEGIATAN BELAJAR 4
BELAJAR MEMERANKAN ISI TEKS FABEL
Pada kegiatan sebelumnya Ananda telah mendiskusikan
cara menceritakan kembali teks fabel. Oleh karena itu, pada
kegiatan ini Ananda diharapkan mampu memerankan isi teks
fabel. Sebelum Ananda memerankan isi teks fabel, Ananda perlu
untuk merancang terlebih dahulu. Dalam kegiatan ini kerja sama
dan kekompakan sangat dibutuhkan karena akan dilakukan
secara berkelompok saat memerankan teks fabel.. Dalam
memerankan teks fabel, Ananda perlu merancang tokoh, watak,
dialog, latar sesuai isi fabel yang dibaca, menentukan urutan
cerita, dan merancang pemeran dari fabel yang sesuai. Setelah itu,
Ananda juga perlu berlatih untuk memrankan isi teks fabel agar
mendapatkan hasil yangmemuaskan.
AKTIVITAS PEM32 BELAJARAN 4
A. Merancang Isi Teks Fabel
Pada aktivitas pembelajaran ini Ananda akan diajak
berkelompok untuk merancang isi teks fabel. Sebelum
memerankan isi teks fabel, ada beberapa tahapan yang harus
dilalui. Tahapan-tahapan tersebut akan dijelaskan dalam
penjelasan berikut ini.
1. Merancang tokoh, watak, dialog, latar sesuai isi fabel
yang dibaca
2. Menentukan urutan peristiwa
3. Merancang pemeranan dari fabel yang dibaca
Rancanglah kalimat narasi, dialog-dialog tokoh, dan musik
pengiring/suasana/ properti yang sesuai isi fabel
4 Melakukan adu kreatif pemeranan fabel
Penjelasan di atas merupakan tahapan yang harus
dilakukan sebelum memrankan isi teks fabel. Tahapan
tersebut harus diikuti agar Ananda dapat memerankan isi
teks fabel dengan baik.
33
B. Memerankan Isi Teks Fabel
Pada kegiatan ini, Ananda akan memerakan isi teks fabel
secara berkelompok. Sebelum An
anda memerankan isi teks fabel,
Ananda bisa menyimak contoh memerankan teks fabel pada link
berikut ini.
https://youtu.be/gp_zOxfR8-Y
Video di atas merupakan salah satu contoh dalam
memerankan isi teks cerita fabel. Dalam memerankan isi fabel,
pembicara akan dihadapkan pada kegiatan berbicara. Oleh karena
itu, sebagai pembicara atau pemeran perlu memahami isi cerita
fabel. Dalam menyusun isi teks fabel, Ananda harus
memperhatikan struktur dari teks fabel, yaitu orientasi, komplikasi,
resolusi, dan koda. Selain itu Ananda juga harus memperhatikan
judul ceritanya. Saat Ananda memerankan isi fabel Ananda harus
memperhatikan penguasaan cerita, penghayatan, penokohan,
penguasaan alur cerita, menjalin kontak mata, dan penggunaan
alat peraga.
34
Latihan
1. Amatilah gambar berikut ini !
Kelinci menantang tikus untuk lomba lari.
1.
Di tengah perjalanan kelinci menjebak kura-kura.
2
.
35
Karena kesombongannya kelinci terjebak oleh
jebakannya sendiri.
3.
Kura-kura menolong kelinci
4.
36
Kelinci meminta maaf kepada kura-kura. Dan akhirnya
mereka bersahabat.
5
2. Tentukan judul, tokoh, perwatakan, dialog, dan latar yang sesuai.
3. Tentukan urutan ceritanya.
4. Rancanglah pemeranan dari fabel yang dibaca.
5. Diskusikan denan kelompokmu dan kumpulkan tepat waktu.
37
Daftar Pustaka
Hasiasti, Titik, Agus Trianto, dan E. Kosasih. 2017. Bahasa
Indonesia SMP/MTS Kelas VII.
Asiati, Seni, Fatwa Alami. 2020. Modul SMP Terbuka Bahasa
Indonesia Kelas VII.
https://www.ruangguru.com/blog/contoh-cerita-fabel
ruangguru.com/blog/pengertian-ciri-serta-contoh-fabel-dan-
legenda
https://roboguru.ruangguru.com/question/fabel-alami-dan-fabel-
adaptasi-merupakan-jenis-fabel-berdasarkan-_glmBlxKHady
https://www.pelajaran.co.id/pengertian-fabel/