Pada suatu hari yang terik, ada seekor burung
gagak terbang dengan kelelahan dan sangat
kehausan. Ia berusaha mencari air untuk melepas
rasa hausnya. Itu adalah hari yang melelahkan
bagi Gagak itu.
Kemudian si Gagak
mencoba untuk terbang
lebih rendah dengan
harapan menemukan air.
Dan akhirnya, “ A HA,
ada air!,” seru sang
Gagak girang sambil
melihat air pada sebuah
teko yang terbuat dari
gelas.
Sang gagak pun menghampiri teko gelas tersebut. “Air...Air..
akhirnya aku mendapatkan air!” seru Gagak yang sudah tidak
sabar lagi. Akan tetapi, air dalam teko gelas hanya sedikit, dan
paruh sang Gagak tak cukup untuk bisa masuk kedalamnya.
“Oh bagaimana aku bisa meminumnya?” keluh sang Gagak
sedih.
Andai saja airnya penuh, aku
pasti bisa meminum air dari
teko gelas ini!” ucap sang
Gagak yang resah sambil
memandang air di dalam
teko gelas yang teramat
dalam. “ ah tidak, aku harus
mencari ide, bagaimana
caranya agar aku bisa
meminum air yang ada di
dalam teko gelas ini!”, sang
Gagak pun berfikir keras
mencari ide.
Tanpa putus asa, sang
Gagak mencari akal
sambil melihai-lihat
sekelilingnya, siapa
tahu ia menemukan
sesuatu untuk dijadikan
alat agar Gagak bisa
minum air dari teko
gelas itu.
“A HA, aku melihat batu-batu kecil!” seru Gagak seperti
mendapatkan ide. “bila batu-batu itu dimasukkan ke
dalam teko gelas ini, air yang ada dalam teko gelas ini
pasti akan naik, dan aku bisa meminumnya,” kata Gagak.
Sang Gagak pun terbang mengambil batu-batu kerikil
yang ada disekitarnya untuk dimasukkan satu persatu ke
dalam teko gelas. “Aku mulai dengan batu ini! Kata
Gagak semangat.
“Baiklah, itu adalah batu
yang kesekian kalinya aku
masukkan kedalam gelas
teko itu. Dan aku akan
mengambil batu lagi
sampai airnya penuh!”
Dengan usahanya yang
keras, air yang ada di
dalam teko gelas itu
sedikit demi sedikit naik. “
Ayo Burung Gagak,
perjuanganmu mulai
memperlihatkan hasilnya,
lakukan lagi jangan putus
asa!” ucap Gagak mencoba
menyemangati dirinya
sendiri.
Dengan sabar, sang
Gagak masih
mengambil batu-batu
kerikil untuk
dimasukkan ke dalam
teko gelas. Dan
akhirnya “Yup, ini
adalah batu terakhir
yang aku ambil!”
semangat Gagak.
Setelah batu yang
terakhir tadi masuk ke
dalam teko gelas,
airnya jadi meluap.
Akhirnya paruh sang
Gagak bisa menyentuh
air yang ada di dalam
teko gelas itu. Karena
usahanya berhasil,
sang Gagak menari-
nari dengan riang
gembira. Karena kali
ini ia bisa meminum air
dengan sepuasnya.
Pada teko gelas itu, sang Gagak memasukan paruhnya ke
dalam air yang meluap dan mulai meminumnya. “ Oh, betapa
segarnya air ini!” ucap Gagak lega karena hausnya hilang!”
Kalau kita mau mencoba
dengan berusaha keras
pada segala sesuatu
yang kita anggap susah,
kita akhirnya pasti
berhasil dan bisa
menikmati hasil dari
perjuangan kita seperti
burung Gagak tadi.