KAPAN HARI JADI CIBIRU
Oleh : Dani Ramdhani, S.E.
Nama Cibiru diambil dari nama sebuah pohon yaitu “Pohon Biru”
konon katanya pernah tumbuh di daerah saat ini bisa di sebut RT
04 RW 07 Kampung Cibiru Tonggoh Desa Cibiru wetan
Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung. Dari akar pohon Biru
tersebut keluar mata air yang dapat dimanfaatkan oleh
masyarakat setempat dan sekitarnya.
Cibiru adalah kata mudah atau ejaan dari Bahasa sunda yang
artinya Cai – biru berarti air yang keluar dari mata air, sedangkan
pohon Biru bukan berarti air yang berwarna biru, melainkan
karena keberadaan mata air dari Tangkal / Pohon Biru tersebut
dinamakanlah Kampung Cibiru (yang sekarang disebut Cibiru),
sedangkan nama Cibiru selanjutnya berkembang menjadi nama
desa yaitu Desa Cibiru yang masuk wilayah Kecamatan Ujung
Berung Kabupaten Bandung, yang kemudian sesuai
perkembangan wilayah Kotamadya Bandung Cibiru dijadikan
nama Kecamatan dan Desa Cibiru lama berubah nama menjadi
Kelurahan Pasir Biru.
Dari peta Negorij Bandung 1726 belum ada nama Cibiru, dari
daftar wilayah districk Oedjoengbroeng kidoel tahun 1811 sudah
ada nama kampung Tjibiroe, akan tetapi di peta di tuliskan
Tjipiroe. Dan secara geografis lokasina lebih kearah selatan
dari geografis sekarang atau di sekitar Komplek panyileukan
dekat dengan jalan Tol sekarang. Belum jadi Onderdistrik 13
Februari 1813 resolusi karesidenan yang berlakunya pada saat
itu sedangkan pada 10 Agustus 1815. Menetapkan perubahan
tata Wilayah, Oedjoengbroeng jadi District Oedjoengbroeng
Kulon dan Distrik Oedjoengbroeng Wetan. 1870 muncul UU
reformasi agraria sedangkan di tahun berikutnya pada tahun
1871 muncul kebijakan Reorganisasi Priangan.
Dan pada beberapa tahun berikutnya atau tepatnya di 16
Oktober 1882 Muncul Ordinansi, salah satu isinya pembagian
Wilayah District Oedjoengbroeng Wetan menjadi 4
Onderdistrik :
1. Onderdistrik Oedjoengbroeng
2. Onderdistrik Tjibiroe
3. Onderdistrik Tjibeunjing
4. Onderdistrik Boehbatoe
Dari sumber yang di dapat tepatnya di tahun 2016, kesimpulan
sementara. Penetapan hari jadi Cibiru berlandaskan kepada
Ordinansi 16 Oktober 1882. Sama dengan kecamatan
Cibeunying & kecamatan Buah Batu.
Keberadaan Desa Cibiruwetan tidak bisa dilepaskan dari
makam keramat sesepuh desa dan penyi’ar agama islam di
wilayah Bandung Timur yang oleh sebagian besar masyarakat
sangat diyakini senantiasa mengayomi (Ngajaga Ngarikasa)
masyarakat dan wilayah Cibiru khususnya Desa Cibiruwetan. K
Keberadaan sesepuh desa masih dapat dibuktikan dengan
adanya beberapa makam keramat dan petilasan antara lain:
1. Situs Makam Keramat Embah Landros di Astana Gede RW 11
Kampung Warunggede.
2. Situs Pabeasan yang diyakini petilasan Nyi Mas Entang
Bandung di RW 11 Kampung Warunggede.
3. Situs Makam Keramat Eyang Sawi (Ibu Sawi) di RW 05
Kampung Jadaria.
Selain keberadaan makam keramat kekayaan potensi sejarah
dan wisata serta ziarah adalah keberadaan situs Haur Museur
di Kampung Garung RW 03 Cikoneng, dan wanawisata serta
situs Batu Kuda yang menurut keterangan para sesepuh
setempat batu berbentuk kudu duduk itu adalah jelmaan
seekor kuda tunggangan Prabu Layang Kusumah beserta
istrinya yang sampai akhir hayatnya bertapa di Gunung
Manglayang.
Beberapa nama yang pernah menjadi Kepala Desa Cibiru
diantaranya H.Asy’ari, M.Partaatmaja, Moh. Daud, M. Sukanda,
dan Endang. Pada masa kepemimpinan / Kepala Desa Endang
D. sekitar Tahun 1983/1984 dibentuk Tim Perumus Pemekaran
Desa (TPPD) yang bertugas merumuskan pemekaran Desa
Cibiru . maka sejak bulan April 1984 desa Cibiru resmi
dimekarkan menjadi dua desa yaitu Desa Cibiru Kulon sebagai
desa induk dan Desa Cibiru Wetan sebagai desa hasil
pemekaran.
Setelah diberlakukan PP. No. 16 Tahun 1987 Desa Cibiru Kulon berubah
nama menjadi Desa Pasir Biru yang masuk wilayah Kecamatan Cibiru
Kota Bandung. Nama Kecamatan Cibiru diadopsi dari nama Desa Cibiru
yang berasal dari kata Cai-Biru atau air dari Pohon Biru. Setelah
dilaksanakan pemekaran Desa Cibiru, maka sejak tanggal 30 Juli 1984
berdirilah satu Desa baru yang dinamakan Desa Cibiru wetan. Sebagai
pejabat sementara Kepala Desa Cibiru Wetan ditunjuk salah seorang
pamong desa dari desa induk yaitu Pak Usman (sebagai Juru Tulis Desa
Cibiru).
Berikut adalah cikal bakal nama
cibiru lokasi dan sejarah
penamaan cibiru, yang dimana
pada saat ini Cibiru menjadi Dengan argumentasi tersebut,
gerbang masuk ke Kota Bandung
dari arah. timur. Ada beberapa sangat dimungkinkan jika Cibiru ini
destinasi wisata yang berada di
daerah cibiru ataupun Bandung merupakan sisa-sisa peninggalan
Timur yang dimana tempat wisata
itu di topang dengan latar kepurbakalaan di Kecamatan Cibiru
belakang lahirnya budaya dan
peradaban di Cibiru.
Kota Bandung. Sebagai bahan
untuk penelitian lebih lanjut, perlu
sekiranya pemerintah dalam hal ini
dinas kebudayaan dan pariwisata
Kota Bandung mengeksplor lebih
dalam lagi dan menggali potensi
yang ada.