The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by pusdiklat.learning, 2021-08-31 05:07:03

Modul Peralatan Rescue

MODUL PERALATAN RESCUE

diangkat. Kapasitas dongkrak hidraulik manual ini dan
mengangkat beban hingga 20 ton, dongkrak manual ini
ukurannya tidak seperti ramjack yang bisa memanjang
sesuai ukuran. Dongkrak ini tidak akan bisa menjulur tinggi
kecuali bila ditambahkan denga 48ribbing atau kayu datar
sebagai alas duduk dongkrak untuk merih objek yang tinggi.
Alat hidraulik manual beroperasi pada yang sama prinsip
sebagai alat hidraulik bertenaga kecuali bahwa pompa
hidraulik manual didukung oleh penyelamat
mengoperasikan tuas pompa. Kelemahan utama dari alat
hidraulik manual bahwa mereka beroperasi lebih lambat dari
pada alat hidraulik bertenaga motor penggerak bensin.

2.3.4. Alat pengungkit
Pry Bar,Hux Bar, Crow Bar merupakan batang lurus yang memiliki
satu ujung miring. Digunakan untuk mengungkit yang memiliki titik
tumpu yang dapat disesuaikan di dalam alat. Batang tersebut juga
tersedia dalam berbagai desain dan Panjang. Prinsip operasi
pengungkitan melibatkan prinsip dasar fisika. Ketika gaya
ditransmisikan melalui alat pengungkit,pahat harus bertumpu pada
benda diam. Jika benda ini,titik tumpu (Fulcrum),terletak di tengah
pahat, gaya yang ditransmisikan ke sasaran sama dengan gaya
yang diterapkan di sisi berlawanan (gambar A). Semakin dekat titik
tumpu ke tujuannya, semakin besar keuntungan mekanis bagi
operator.Ketika titik tumpu digerakkan lebih dekat ke
tujuan,keuntungan mekanis meningkat (yaitu,gaya di ujung tujuan
dikalikan meskipun gaya diujung yang berlawanan tetap konstan).
Keuntungan mekanis dapat dengan cepat dihitung dengan
membandingkan Panjang pahat di setiap sisi titik tumpu. Misalnya,
jika titik tumpu ditempatkan dua pertiga Panjang pahat dari ujung
yang diberi gaya(Gambar B), keuntungan mekanisnya adalah dua

48

ke satu (2 : 1). Hal ini dikarenakan panjangnya pahat diantara titi
tumpu dan gaya adalah dua kali Panjang antara titik tumpu.

Gambar A. Ketika titik tumpu pahat ditempatkan pada jarak yang
sama antara benda yang dibongkar dan gaya yang dibeikan,gaya yang
ditransmisikan ke benda tersebut persis saa dengan gaya yang
diterapkan.

Gambar B. Jika titik tumpu dipindahkan ke titik sepertiga Panjang
pahat dan objek yang dibongkar,keuntungan mekanis menjadi dua kali
lipat.

Alat yang digunakan untuk mengungkit ,membuat celah atau
merenggangkan suatu objek sempit agar terbuka sehingga dapat
mendukung alat lainnya masuk atau bergeser ke tempat lain. Alat
pengungkit umumnya memili sumber tenaga manual dan hidraulik.
Alat pengungkit umunya yang terdapat di unit penyelamatan antara
lain :

▪ Hux bar

49

▪ Linggis / Pry Bar

▪ Claw bar

▪ Pinch Bar

▪ Baji Hydrolik (Wedges
Max. working pressure 720 bar
Cyilinder double acting
Max. Lifting height 50 mm
Spreading force 24 ton
Weight ready for use 11 kg

2.3.5. Alat Detektor
Berbagai pemantauan dalam situasi penyelamatan Peralatan
deteksi berbahaya hadir untuk menilai dan memantau suasana di
sekitar adegan penyelamatan. Salah satu bagian yang paling
penting dari kebutuhan informasi penyelamat adalah penilaian
yang akurat dari atmosfer dimana penyelam atan akan dilakukan.
Meskipun banyak berbagai macam jenis peralatan tersebut, yang
paling umum digunakan yaitu meliputi :
▪ Thermal Imaging Camera

50

Beberapa jenis kamera thermal imaging (TIC) digunakan
pemadam kebakaran dan penyelamatan. Kebanyakan TIC
menggunakan salah satu dari dua teknologi teknologi
microbolometer atau BST (barium, strontium, titanium)
teknologi. Terlepas dari teknologi yang digunakan, TIC
berfungsi untuk mendeteksi panas didalam ruanga terbakar
(radiasi termal) pada operasi pemadaman kebakaran. TIC
juga dapat digunakan pada operasi pencarian dan
penyelamatan dalam operasi pemadaman kebakaran yang
didalamnya terdapat asap pekat dimana jarak pandang
terbatas. Spesifikasi TIC berkualitas tinggi, yang telah dipilih
karena kekuatannya, tahan terhadap panas, air, dan
benturan.
Berfungsi : melihat menembus asap, mengidentifikasi dan
menyelamatkan korban, menemukan titik panas,dan
penyebaran api.

▪ Gas Detector

Gas Detektor adalah alat untuk mendetekasi adanya gas
pada suatu tempat.Banyak jenis/merk gas detector yang
digunakan pemadam kebakaran.
Ada 3 jenis gas yang bisa dideteksi, antara lain gas beracun,
penipisan oksigen, serta gas bisa menyulut api.Fungsi dari
gas detector yaitu Mendeteksi keberadaan gas yang

51

berbahaya seperti karbon dioksida dan gas lain yang
berbahaya untuk manusia serta mudah terbakar.
▪ Movement detector

Movement detector / Detektor Gerakan struktur
bangunan,adalah pemantau stabilitas yang mendeteksi
pergerakan struktur bangunan yang tidak stabil untuk
memperingatkan Tim Penyelamat selama melakukan misi
operasi.
Fungsi :
Memantau struktur bangunan yang terbakar, sruktur
bangunan pada penyelamatan BANGRUH,struktur jalan
raya yang rusak, penyelamatan parit, dan tanah longsor.

▪ Life detector

Life Detector USAR dirancang untuk mendeteksi korban
yang terkubur dan secara akurat menemukan posisi mereka
di bawah reruntuhan setelah bencana seperti gempa bumi.

52

Detektor seismik (peralatan pendengar) menggunakan
berbagai teknik seperti "filtrasi" tetapi juga lokasi korban
yang terkubur menggunakan metode "triangulasi" dan
"tumpang tindih sumbu.
Berfungsi :
Untuk mencari dan mendeteksi keberadaan korban di
rongga bangunan runtuh dengan menggunakan sistim
sensor getaran suara yang datang dari korban seperti
garukan,pukulan,teriakan,ketukan,dll.

Perangkat dari Life Detector :
Di lengkapi 2 Sensor :

➢ Sensor Seismik mendeteksi getaran suara yg di
hasilkan oleh gerakan atau kegiatan korban yg
berjalan melalui struktur bangunan

➢ Sensor Akustik mendeteksi getaran suara yg
merambat melalui ruang udara sekitarnya.sensor ini
delengkapi elemen mocrofon yang sangat sensitive.
Sensor akustik memungkinkan komunikasi dua arah
dgn korban menggunakan sistem interkom yg
terintegrasi.

Dilengkapi 2 Jenis dudukan sensor yaitu :
Dudukan Magnet dandudukan Paku

- Untuk memungkinkan penggunaan pada puing-puing
logam,

- Tanah gembur dll, dengan memperbaikinya ke dasar
sensor.

53

▪ Search cam

Alat kamera pencarian visual yang dilengkapi perangkat
pendengar untuk menemukan korban di ruang terbatas yang
tidak dapat diakses dan berinteraksi dengan mereka untuk
menilai bantuan dan pertolongan apa yang diperlukan
Fungsi :
Mampu melihat dan komunikasi dengan korban yang
terjebak
Dapat di masukkan kedalam air hingga kedalam 23 meter
Mampu merekam fideo dan mengambil foto yang disimpan
di dalam memoriI SDHC
▪ Snake Cam

Alat kamera pencarian visual dengan bahan selimut kabel
flexible yang bisa ditekuk atau menyesuaikan bentuk
rongga. Berfungsi untuk melihat suatu objek didalam
ruang/rongga sempit.

54

▪ Detektor Listrik (Voltage Detection)

Detektor tegangan adalah alat yang menentukan ada
tidaknya muatan listrik pada suatu benda. Detektor ini
memiliki Tegangan pengoperasian: 220 V hingga 400 V.
Tutup ujung heksagonal 12 mm pada tipe "C" datar untuk
pemasangan di tiang. Disampaikan dengan antena yang
dapat dilepas yang sesuai dengan tiang tipe Nevers. Lampu
LED merah dan sinyal kehadiran tegangan suara.Tombol uji
mandiri dengan lampu LED hijau dan merah serta sinyal
suara. Perumahan: polikarbonat abu-abu tua.
Selengkapnya tentang teks sumber iniDiperlukan teks
sumber untuk mendapatkan informasi terjemahan
tambahan. Beri kontribusiIni bisa berupa perangkat keras
pengujian sederhana berbentuk pena yang menunjukkan
keberadaan listrik atau alat canggih yang mendeteksi tingkat
tegangan yang tepat dalam sistem kelistrikan. Detektor ini
menggunakan isyarat visual atau audio untuk
memperingatkan pengguna jika ada tegangan. Jenis
detektor tertentu menggunakan lampu dan angka untuk
menunjukkan level tegangan. Detektor diuji dan diberi nilai
untuk digunakan dalam rentang tegangan tertentu.
Menggunakan detektor tegangan pada tegangan yang lebih
tinggi dari yang dirancang akan memberikan hasil yang tidak
akurat dan juga bisa berbahaya. Alat ini digunakan pada

55

saat melakukan operasi pemadaman dan penyelamatan,
menggunakan sumber tenaga listrik (baterai).
2.3.6. Alat Stabilisasi
Alat Stabilisasi merupakan komponen penting dari proses
pelepasan untuk memastikan bahwa kendaraan atau komponen
struktur tidak akan bergerak selama operasi penyelamatan
berlangsung. Pada saat melakukan Stabilisasi objek yang tepat
memberikan dasar yang kokoh untuk memulai proses ektrikasi,
yang menjamin keamanan bagi personel darurat serta korban dan
pengamat. Alat stabilisasi yang umum meliputi :
▪ Buttres tension strap / StabFast

Alat penopang strutur kendaraan, dan dilengkapi dengan
tali pengencang yang berfungsi untuk menstabilkan
kendaraan. Digunakan pada operasi Penyelamatan
kecelakaan kendaraan. Sumber tenaga Manual,Kelompok
Perkakas tangan (Hand -Tools)
▪ Shoring

56

Alat Penyanggah untuk menstabilkan bangunan berpotensi
runtuh. Berfungsi sebagai pilar buatan dan penyanggah
dinding bangunan.Shoring berbahan logam yang
digerakkan dengan tenaga Pneumatik hidraulik atau
Manual, mempermudah tugas tim penyelamatan untuk
mempercepat membebaskan korban yang terjebak. Dalam
komponen perangkat shoring berbahan logam tersebut
dalam penggunaanya tergolong praktis dan kokoh.
digunakan pada Operasi bangunan runtuh, Operasi
Penyelamatan kecelakaan kendaraan. Banyak peralatan
penyangga/shoring yang sudah dikembangkan oleh industri
yang memproduksi peralatan rescue. Tapi bagaimana bila
sebuah daerah tidak cukup untuk membeli perangkat
peralatan tersebut. Banyak bahan yang tersedia di
sekeliling kita yang dapat digunakan pada saat menyangga
struktur bangunan berpotensi runtuh dengan tenaga
manual, salah satunya yaitu bahan kayu,umumnya mudah
dicari ,tahan lama dan lebih besar. Ukuran kayu bisanya
yang digunakan untuk menyangga 6 x 6 inci (150 mm x 150
mm) atau lebih besar. Ketika digunakan untuk mendukung
dan menstabilkan struktur horizontal tiang bagian atas
(Header beam) dan tiang penapak (sole plate) sering
digunakan dalam hubungannya dengan komponen
penopang. Ketika digunakan untuk menstabilkan dinding
yang lemah dan benda-benda vertical lainnya, shoring
diletakkan untuk menyangga struktur tersebut dan
diperkuat dengan wedges, shims,cleat dan diagonal
bracing yang dipaku ke komponen penopang.

57

▪ Cribing

Balok berbahan kayu yang yang berfungsi untuk
mengangkat dan menahan beban berat dengan sistem box
cribbing. Berdasarkan NFPA 1006 membahas lima jenis
konfigurasi boks kotak kayu yang harus dipahami oleh
penyelamat teknis:

1. Garis silang dua bagian
2. Garis silang tiga bagian
3. Platform crosstie
4. Garis silang segitiga
5. Crosstie yang dimodifikasi

58

Pada penyelamatan kecelakaan kendaraan cribing sering
digunakan untuk menstabilkan kendaraan atau
menstabilkan objek tertentu pada situasi penyelamatan
lainnya. Kebanyak cribing terbuat dari bahan kayu, kayu
yang dipilih harus solid,lurus, dan bebas dari rapuh atau
pecah.Berbagai ukuran kayu dapat digunakan,namun yang
paling popular adalah 10 cm x10 cm (4x4inci) , 5 cm x 10cm
(2x4inci),5 cm x 5 cm (2x2 inci) dan 6 x 6 inci. Panjang
potongan dapat bervariasi umumnya antara 45 sampai 51
cm dan 0,9 m sampai 1,8 m, Menahan beban 10,886 kg.
Ujung-ujung balok dapat dicat warna yang berbeda untuk
memudahkan identifikasi ukuran. Permukaan cribing harus
bebas dari cat atau sejenisnya, karena hal tersebut dapat
membuat kayu licin, terutama bila basah. Dan insdustri
berkembang saat ini produksi cribing ada yang berbahan
plastik atau karet sintetis. Sistem penggerak Manual,
digunakan pada Operasi penyelamatan kecelakaan
kendaraan,Operasi Bangunan runtuh.

▪ Stepchocks

Wedges/Baji Yang berbentuk undakan tangga dengan
ukuran anak tangga masing-masing 5 inci dan digunakan
sebagai alat stabilisasi 4 titik untuk kendaraan. Sistem
penggerak : Manual,digunakan pada Operasi
penyelamatan kecelakaan kendaraan

59

Operasi Bangunan runtuh. Umumny terbuat dari bahan
bahan Alumunium,Kayu,Karet kasar,Plastik.
▪ Baji / Wedges

Alat stabilisasi yang digunakan untuk mengganjal
kendaraan atau memperkuat penyangga. Sistem
penggerak : Manual,digunakan pada operasi penyelamatan
kecelakaan kendaraan, Operasi Bangunan runtuh.
▪ Shims

Potongan kayu dengan demensi ukuran kecil yang dipotong
secara diagonal seperti baji digunakan untuk memberikan
efek penguat yang di selipkan pada baji (Wedges) yang
terpasang pada suatu objek.
Bahan kayu,Fiber, karet.

60

▪ Sheeting
Bahan dengan permukaan datar yang ditempatkan secara
langsung terhadap dinding parit untuk distabilkan. Sheeting
terbuat dari material papan dan lembaran kayu lapis dengan
ukuran 50mm x 200mm (2X8 inci) atau 100mm x 200 mm
(4x8inci) dan cukup Panjang yang dapat diletakkan dari
bibir atas parit sampai ke bawah.

2.3.7. Alat penarik
Penyelamat terkadang Ketika menghadapi situasi penyelamatan
harus menarik,menyeret material untuk membebaskan
korban/objek atau membuat tegang sebuah tali untuk mendapatkan
akses atau membebaskan korban dalam melakukan ekstrikasi.
Beberapa alat penyelamatan telah dikembangkan untuk membantu
dalam operasi ini. Berikut yang termasuk dalam alat penarik,
meliputi :
▪ Winches

61

kendaraan-yang dipasang derek (Winches) adalah alat
penarik baik. Mereka biasanya dapat digunakan lebih cepat
daripada yang lain mengangkat menarik perangkat. Derek
biasanya dipasang pada bumper depan, namun ada juga
yang terletak di bagian belakang kendaraan. Sumber
tenaga yang paling umum digunakan untuk derek adalah
listrik, hidrolik. rantai atau kabel baja (Sling), atau keduanya,
dapat digunakan untuk menarik Derek harus dilengkapi
dengan remote control perangkat operasi. Perangkat ini
memungkinkan operator untuk mendapatkan tampilan yang
lebih baik dari operasi dan berdiri jauh dari winch, jika
berada di dekat winch bisa berbahaya Ketika sling terhenti
dan beban masih terkait. Tim penyelamat harus
memposisikan winch dekat dengan objek ditarik , jika sling
terhenti, akan ada sling yang kendor Ketika ada beban
yang ditarik masih terkait dan berat.untuk itu hindari insiden.
Kabel winch tidak boleh terpasang langsung ke beban,
tetapi untuk selempang atau kalung yang melekat pada
beban (Gambar 3.82). Bila mungkin, tarik harus sesuai
dengan sumbu panjang kendaraan penyelamatan. Ketika
perubahan katrol arah yang diperlukan, itu harus tepat
dinilai untuk beban

PERHATIAN
Bila memungkinkan, operator winch harus tinggal jauh dari
winch dari panjang kabel dari winch ke beban.

62

▪ Kotrek (Come-along) / Lever block

Winch sling /rantai portable atau kata lainnya Kotrek
merUpakan alat yang digerakan oleh tuas roda ratchet yang
dapat dioperasikan secara manual. Dalam penggunaanya
alat tersebut diikatkan ke titik jangkar yang aman, dan kabel
sling ditarik ke obyek yang akan dipindahkan/dotarik.
Setelah kedua ujung terpasang,tuas dioperasikan untuk
menggulung kabel sling atau rantai yang menarik benda
bergerak menuju titik Anchor/jangkar. Ukuran beban yang
paling umum berkisar 1 sampai 10 ton. Berfungsi untuk
menarik dan mengangkat beban secara horizontal/vertical.
Golongan alat : Peralatan
Sumber tenaga : Manual
▪ Eye Webing sling

Anyaman bahan kuat yang ujungnya diberikan jahitan yang
membentuk lingkaran sebagai alat kait pengganti wire rope
sling untuk di Tarik/diangkat. Kapasitas angkat : 3 Ton

63

Fungsi :
- Menarik beban dari berbagai material
Golongan alat : Aksesoris
Sumber tenaga : Manual

▪ Rantai (Chainsets rescue)

Alat pendukung spreader /Perenggang yang berbentuk
Rantai berkualitas tinggi yang dapat digunakan secara
bersamaan untuk menarik suatu objek yang memiliki beban
berat.
Golongan alat : Aksesoris
Sumber tenaga : Manual

2.3.8. Alat penerangan Darurat (Emergency Lighting
Equipment)
Pencahayaan darurat diperlukan di semua insiden yang
terjadi pada malam hari, dalam kondisi cahaya redup , atau
melakukan pekerjaan di suatu ruangan bagian dalam di
mana pencahayaan normal tidak tersedia. Peralatan
tersebut meliputi :

64

▪ Generator listrik portable

Terkadang dalam operasional pemadaman dan
penyelamatan membutuhkan daya tambahan untuk
pencayahaan darurat dan menjalankan peralatan
listrik selama operasi baik itu pada malam hari.
Generator dapat menjadi portable atau tetap untuk
kendaraan operasional, dan mereka merupakan
salah satu sumber daya yang paling umum
digunakan untuk keadaan darurat. Generator
portable yang didukung oleh mesin bensin atau mesin
diesel memiliki stop kontak dan umumnya memiliki
kapasitas daya 110 - 220 volt. Sebagian besar
generator portable cukup ringan untuk dibawa oleh
dua orang. Generator sangat berguna bila daya listrik
yang dibutuhkan di daerah yang tidak dapat diakses
oleh sistem generator terpasang dikendaraan yang
biasanya memiliki kapasitas pembangkit listrik lebih
besar dari unit portable dan didukung power take-off
(PTO) sebagai sumber energi menghidupkan
generator.

65

▪ Lampu sorot

Alat yang digunakan untuk penerangan darurat.
Peralatan penerangan dapat dibagi menjadi dua
kategori : Portable dan Tetap (Lighting Night Scene)
Lampu portable digunakan di interior Gedung atau
area terpencil ditempat kejadian yang memiliki daya
berkisar 300 hingga 1000 watt dan biasanya memiliki
pegangan untuk mempermudah pembawaan dan
stabilitas.Beberapa dipasang pada dudukan
teleskop,yang memungkinkan dinaikkan dan
diarahkan secara lebih efektif.
Lampu tetap dipasang pada kendaraan dan
dihubungkan langsung kegenerator yang dipasang
dikendaraan atau sistem kelistrikan peralatan.
Mereka digunakan untuk memberikan pencahayaan
keseluruhan ditempat kejadian darurat. Lampu ini
biasanya dipasang pada tiang teleskop sehingga bisa
dinaikkan,diturunkan,atau diputar. Beberapa unit
terdiri dari Bank lampu yang dipasang pada boom
yang dioperasikan secara hidrolik. Bank lampu ini
memiliki kapasitas 500 hingga 1.500 watt per lampu.
Jumlah unit lampu tetap yang dipasang pada suatu
peralatan dibatasi oleh jumlah daya yang dapat
dihasilkan oleh generator yang dipasang di
kendaraan atau sistem kelistrikan peralatan.

66

Daya : 300 watt hingga 1000 watt (Portable)
500 watt hingga 1.500 watt (Tetap)

Fungsi :
Untuk memberikan pencahayaan keseluruhan
di tempat kejadian darurat

▪ Kabel roll (Electric extension cable)

Terminal listrik berbentuk teromol yang di bagian
tengahnya terlilit kabel ekstensi dengan ujung berupa
steker. Alat ini berfungsi untuk meneruskan aliran
listrik jika stopkontak tidak berada dalam jangkauan.
Spesifikasi : SNI/SPLN/LMK/CE
Panjang kabel 20 – 50 m
Catatan : Hanya boleh digunakan pada jangka waktu
tertentu,bukan untuk masa pakai lama.

2.3.9. Perlengkapan Pertolongan pertama (First Aid
Equipment)
Salah satu perlengkapan Tim penyelamat yang dibawa di
atas unit penyelamatan termasuk tas P3K, perangkat
trauma, perangkat luka bakar, tandu basket,bidai kayu
(Splint), perangkat imobilisasi, resusitator, dan Tandu papan
rata Panjang serta pendek (Long Spinal Board & Single
Spinal Board).

67

BAB III
PENGGUNAAN PERALATAN PENYELAMAT YANG AMAN

3.1. Pengenalan peralatan penyelamat
3.1.1. Prinsip dasar operasi peralatan
• Pengenalan fungsi & kegunaan peralatan dengan
perlengkapan (Attachment) nya.
• Pemilihan lingkup pekerjaan & medan.
• Pemilihan alat yang sesuai dengan aplikasinya.
• Pemahaman peraturan keselamatan kerja & peraturan lalu
lintas (untuk kendaraan).
• Pemahaman standard operasi alat sesuai dengan buku
petunjuk (Manual Book) yang diberikan pabrik pembuatnya.
• Penempatan petugas/operator yang menangani
pengoperasian peralatan sesuai dengan keterampilannya.
• Pengoperasian alat yang baik dan benar sesuai aturan
yang ada dalam buku petunjuk operasi.

3.1.2 Pengelolaan peralatan penyelamat
❖ Tersedianya Organisasi dan Sumber Daya Manusia (SDM)
yang handal, (kemampuan dan ketrampilan penguasaan
teknologi), sistim manajemen administrasinya.
❖ Adanya Standar Operasional Prosedur terhadap sistim
pelaksanaan, manajemen operasi lapangan, manajemen
administrasi, (mengatur bagaimana mengaplikasikan,
mengoperasikan peralatan & pemeliharaan serta
perbaikan).
❖ Pengendalian, lebih ditekankan pada keselamatan operasi
peralatan berdasarkan ketentuan dan Prinsip K3.

68

3.1.3. Standar Operasi Alat
Sebelum penggunaan peralatan hal-hal yang harus kita perhatikan,
anatara lain :

a. Persiapan peralatan sebelum operasi.
- Identifikasi jenis insidennya
- Tentukan tempat pementasan alat dan peralatan
(Staging Tools) dengan menggelar alas lembaran terpal
agar alat peralatan terjaga dari debu dan pasir atau
kotoran lainnya,penggunaan area pementasan alat
merupakan tempat menghimpun alat dan peralatan yang
dibutuhkan selama operasi sehingga akan membantu
menjaga alat dan peralatan lainnya diatur dan tersedia
selama operasi dimulai.
- Keluarkan alat dan peralatan yang akan digunakan sesuai
dengan kebutuhan jenis insidennya.

b. Tata cara sebelum operasi.
Sebelum memulai operasi periksa apakah alat pelindung diri
sudah digunakan agar tubuh terproteksi aman. Cek alat atau
peralatan yang akan digunakan dengan melihat sumber
tenaga atau bahan bakar.

c. Tata cara saat operasi.
Perhatikan hal-hal yang yang membahayakan alat ataupun
keselamatan diri. Pada saat memulai operasi dan
menggunakan alat di sarankan sudah mengikuti petunjuk
teknis yang terdapat di buku petunjuk. Dan pahami prosedur
pemakaian serta penggunaan yang telah diajarkan pada
proses pelatihan, guna menghindari suatu resiko yang
mengancam keselamatan diri dan keselamatan alat itu
sendiri.

69

d. Tata cara sesudah operasi
Setelah operasi selesai di pakai atau digunakan maka hal
penting yang harus dilakukan adalah selalu membersihkan
alat alat yang telah dipakai atau digunakan setelah
melaksanakan tugas operasional. Pemeliharaan dan
perawatan peralatan yang baik akan terciptanya suatu
kondisi peralatan yang baik dan siap pakai, sehingga
peralatan dapat disiagan Kembali untuk dapat digunakan
dalam situasi darurat lainnya.

Tips operasi yang aman :

✓ Pastikan Peralatan layak pakai;
✓ Laksanakan pengawasan;
✓ Laksanakan istirahat interval dan tiap 4 jam;
✓ Kenali Pengoperasian peralatan dengan beban kritis yang

akan timbul saat operasi;.
✓ Pastikan bahwa operator / tahu adanya bahaya ;
✓ Pastikan peralatan konstruksi dalam posisi aman saat

ditinggalkan selesai operasi;

3.2. Prosedur pengoperasian peralatan

Dalam materi peralatan penyelamat dikenalkan jenis-jenis alat dan
peralatan penyelamat berdasarkan fungsi dan kegunaannya serta prosedur
pengoperasian peralatan penyelamatan pada sesi praktek selama
DIselenggarakannya Diklat penyelamat kebakaran. Peralatan penyelamat
anatara lain :

1) Peralatan Detector
a. Pengindra suhu panas (Thermal Imaging Camera)
b. Life Detector
c. Movement Detector
d. Search Camera

70

2) Peralatan Pemotong
a. Chain Saw
b. Rotary Saw
c. Bolt Cutter

3) Peralatan bertenaga Hydraulik
a. Pompa Hydraulik
b. Cutter Hydraulik
c. Spreader Hydraulik
d. Ramjack Hydraulik
e. Rim Adafter Weber Rescue (pendukung hydraulik)

4) Peralatan Pengangkat
a. Kantung pengangkat bertekanan (Lifting Bag
System)
b. Farmjack

5) Peralatan Stabilisasi
a. Cribing (Box Cribing 2x2 dan 4x4)
b. Baji/Wedges/Stepchocks
c. Shimps

6) Peralatan penarik
a. Kotrek / Come A long / Lever Blok
b. Winch Sling
c. Chain Sets

7) Peralatan Pendobrak
a. Hooligan Tool
b. Pry Axe
c. Percusive Rescue Tool (PRT)
d. Palu
e. Galss Management

71

BAB IV

PEMELIHARAAN ALAT DAN PERALATAN PENYELAMAT

4.1. Pengertian dan Tujuan pemeliharaan peralatan penyelamat

Pemeliharaan adalah suatu bentuk tindakan yang dilakukan dengan sadar
untuk menjaga agar suatu peralatan selalu dalam keadaan siap pakai atau
tindakan melakukan perbaikan sampai pada kondisi peralatan tersebut dapat
bekerja kembali. Dalam pekerjaan sehari-hari di pos biasanya membutuhkan
rutinitas yang mencakup pemeliharaan fasilitas dan peralatan. Kegiatan dimulai
dengan membersihkan barak, dapur, ruang duduk, ruang peralatan, dan kantor.
Sopir kendaraan operasional sibuk memeriksa bahan bakar, oli, air, dan cairan
transmisi Unit. Anggota lainnya memeriksa perkakastangan,dan peralatan yang
digunakan pada sebagian besar kegiatan rutin. Tetapi bagaimana dengan
peralatan pelepasan/ekstrikasi, gergaji, generator, lampu, peralatan yang
dioperasikan dengan udara bertekanan, las dan peralatan pemotong, detektor,
peralatan tali-temali, peralatan selam, peralatan haz-mat, dan peralatan
penyelamat lainnya. Dari aktivitas piket jaga tersebut serangkaian kegiatan
tersebut dapat dibuatkan Daftar perencanaan pemeliharaan. Daftar tersebut juga
harus mencakup data peralatan kendaraan operasional yang di simpan di dalam
kendaraan atau diSistem data khusus.

Peralatan yang kurang terspesialisasi yang dimiliki suatu departemen, semakin
mudah untuk mengatur jadwal pemeliharaan. Depeartemen penyelamat dengan
lebih banyak peralatan dan perkakas harus menambah tugas harian dan beban
kerja untuk menyertakan jadwal yang memungkinkan waktu yang cukup untuk
memelihara jumlah perkakas dan peralatannya dengan benar. Jika jadwal
pemeliharaan sudah terencana dengan baik maka Departemen penyelamat
dapat melibatkan Seluruh crew atau seksi sektornya untuk mengikuti jadwal
tersebut dan seterunya bisa ditimbang terimakan kepada shift selanjutnya dalam
tindak lanjut pemeliharaan atau laporan hasil inspeksi peralatan.

72

Tujuan Pemeliharaan :

a. Memperpanjang usia pakai peralatan.

b. Menjamin peralatan selalu siap dengan optimal untuk mendukung kegiatan

kerja, sehingga diharapkan akan diperoleh hasil yang optimal pula

c. Menjamin kesiapan operasional peralatan yang diperlukan terutama dalam

keadaan darurat, adanya unit cadangan, pemadam kebakaran dan

penyelamat.

d. Menjamin keselamatan orang yang menggunakan peralatan tersebut.

4.1.1. Sistem Pemeliharaan Rutin

Untuk memenuhi prosedur pemeliharaan baku, harus disiapkan
data pemeliharaan seperti : peralatan yang perlu dipelihara, lokasi
penyimpanan alat.

a. Peralatan yang perlu dipelihara
Sebelum pemeliharaan terencana diterapkan, harus diketahui
peralatan apa saja yang sudah ada dan berapa jumlahnya.
Untuk itu, pekerjaan dapat dimulai dengan suatu daftar
inventaris yang lengkap untuk menjawab pertanyaan di atas

b. Penempatan tiap peralatan
Penempatan harus jelas sesuai dengan pengelompokannya
sehingga memudahkan dalam pencarian alat tersebut.

c. Lokasi penyimpanan alat
- Kompartemen khusus pada kendaraan operasional
Dalam kendaraan operasional peralatan penyelamat dapat
dimuat untuk mendukung operasional penyelamatan. Ukuran
dan bentuk kabin mempengaruhi jarak dan ukuran
keseluruhan komponen. Semakin banyak kompartemen
semakin banyak peralatan yang bisa dibawa.

73

- Panel alat (tool panel)
Banyak pekerja yang lebih senang mengguna-kan panel
alat untuk menyimpan dan meletakkan alat-alat. Pada
umumnya yang diletakkan pada panel alat adalah
sekelompok alat sejenis tetapi yang berbeda ukurannya

- Perangkat alat-alat (Tool Kit)
Perangkat alat-alat didesain untuk pekerja secara individual,
berisi sejumlah alat yang lengkap untuk suatu kegiatan
perbaikan/servis.

- Ruang gudang alat
Kadang-kadang tidak cukup dinding untuk meletakkan
panel alat tersebut. Disamping itu penggunaan panel alat
juga tidak sesuai dengan sifat alat karena ada alat yang
tidak baik untuk disimpan di udara terbuka.

4.1.2. Opsi Penjadwalan Pemeliharaan

Sistem kontrol inventaris yang lebih besar untuk memelihara dan
merawat peralatan dan perkakas dapat ditangani dengan berbagai cara.

a. Sistem Angka Kompartemen

Pendekatan ini memfasilitasi kontrol sistematis karena kom
partemen bernomor ditugaskan ke setiap shift/regu . Tata letak
skematis dari kompartemen bernomor juga dapat menjadi
mekanisme kontrol inventaris yang sangat baik. Salah satu pilihan
adalah menerapkan jadwal mingguan yang menetapkan shift
berbeda untuk mengurus kompartemen tertentu. Kompartemen
dan tugas shift yang bergantian memungkinkan semua personel
pada akhirnya bertanggung jawab atas seluruh inventaris selama
periode waktu tertentu dan memastikan bahwa semua peralatan
dirawat dengan benar. Saat menggunakan sistem kompartemen
bernomor, jadwalnya harus seimbang. Beberapa personel mungkin
diberi kompartemen yang menampung peralatan yang hanya

74

membutuhkan inspeksi visual, sementara yang lain mungkin harus
melakukan inspeksi visual dan operasional.
Cara lain untuk membagi jadwal kerja adalah dengan memberi
label pada kompartemen sesuai dengan lokasi pada peralatan
(misalnya, "sisi petugas", "di luar". "Sisi sopir," "di dalam"). Jadwal
harus diatur sedemikian rupa sehingga kompartemen yang terletak
di area tertentu menjadi tanggung jawab shift jaga.
b. Sistem Pengelompokan
Sistem lain yang dapat diikuti saat membuat jadwal pemeliharaan
adalah mengelompokkan peralatan dan peralatan dan
menjadwalkan tugas pemeliharaan untuk kelompok yang berbeda
pada hari yang berbeda, seperti yang ditunjukkan. dalam contoh
jadwal berikut :

75

JADWAL PEMELIHARAAN

Senin Selasa

Peralatan ekstrikasi,termasuk

Peralatan komunikasi (HT,RIG) dan semua komponen alat bertenaga

perangkat keselamatan pribadi hidrolik

Rabu Kamis

Peralatan Detektor,(Detektor gas,TIC,Life
penerangan,(Lampu,Generator,kabel Detector,Searc cam,Movement
rolladaptor,kabel ekstensi dan kotak
Detector)
sambungan
Jumat Sabtu

Peralatan bertenaga Pneumatik Alat pelindung pernafasan

,termasuk aksesorisnya (SCBA,Respirator air line) serta tali

dan peralatan tali temali (rigging

equipment).

Minggu

Peralatan khusus untuk unit tertentu (Bars,Haz-mat,perangkat

trauma,peralatan salvage)

Contoh gambar : Jadwal pemeliharaan peralatan harian berdasarkan
pengelompokan.

Prosedur operasional harus mensyaratkan bahwa semua peralatan
dan perkakas diperiksa setelah dan sebelum digunakan Kembali.
Jadwal harian,mingguan,atau dua mingguan harus mencakup
pemeriksaaan operasional sebagai tambahan dari inspeksi
visual.Hal-hal tersebut harus diperiksa level cairan,kondisi selang
pecah,retak,bengkok ,sambungan, baut,sekrup untuk
kekencangan, dan kebersihan umum,untuk memastikan bahwa
semua peralatan dalam kondisi siap dioperasikan dan baik.

76

4.2. Prosedur Pemeliharaan

Pemeliharaan preventif memerlukan suatu daftar seperti halnya pekerjaan
rutin, mencakup : jadwal pemeliharaan peralatan, data hasil pengetesan,
peralatan khusus (apabila diperlukan), keterangan pengisian pelumas, buku
petunjuk pemeliharaan, tingkat pengetahuan pekerja terhadap pekerjaan
tersebut. Prosedur pemeliharaan mencakup :

a. Penyimpanan peralatan berorientasi pada prinsip kebersihan dan
prinsip identifikasi. Kebersihan mencakup persyaratan sifat kering dan
tidak lembab. Rambu-rambu penyimpanan peralatan adalah sebagai
berikut :
• Peralatan percobaan disimpan menurut jenisnya (alat percobaan
Fisika, Kimia, dsb.)
• Peralatan percobaan yang bersifat umum sebagai alat aneka guna
disimpan di tempat khusus yang mudah dan cepat
mendapatkannya.
• Peralatan yang memerlukan perlindungan dengan lapisan cat atau
pelumas perlu selalu diperiksa fungsi pelapisannya.
• Peralatan yang mempersyaratkan kondisi kering harus selalu
diperiksa tentang kelembaban tempat peyimpanannya.
• Peralatan yang terbuat dari logam, plastic , atau kayu yang pipih
dan nstrume panjang disimpan dalam posisi terletak mendatar/tidur
untuk menghindari pelengkungan tetap.
• Peralatan yang berbentuk memanjang dan rapuh, dalam mobilitas
pemindahannya harus selalu dibawa dalam posisi tegak.

b. Perbaikan alat dibedakan antara perbaikan ringan yang dapat
dikerjakan sendiri oleh pekerja dan perbaikan khusus yang harus
dilakukan oleh ahlinya. Peralatan yang diketahui rusak harus
dipisahkan dan ditindaklanjuti.

c. Pemeliharaan dan pencegahan kerusakan dilakukan dengan
pemeriksan secara rutin dengan penjadwalan yang pasti. Dibedakan
antara pemeriksaan harian, mingguan, bulanan dan seterusnya.

77

Dengan pemeriksaan yang rutin dan terus menerus, maka setiap
gejala kerusakan akan segera dapat dideteksi dan ditindaklanjuti.
d. Pengadministrasian peralatan dilakukan untuk mempermudah
pengendalian dalam hal pemakaian/penggunaan, penyimpanan,
perbaikan, perawatan dan pengadaan peralatan baru. Pengendalian,
pengelolaan dan pengadmistrasian memerlukan perangkat istrument
yang berupa buku, lembar dan kartu, meliputi :
• Kartu stok ; warna kartu dibedakan untuk masing-masing jenis

peralatan sesuai dengan pengelompokkannya.
• Buku inventaris ; memuat nomor sandi, nama alat, ukuran,

merek/tipe, produsen, asal tahun, jumlah dan, kondisi
• Daftar peralatan ; memuat kode, nama alat, dan jumlah alat
• Buku harian ; digunakan untuk mencatat setiap kejadian yang

terjadi dan yang berkaitan dengan kegiatan di tempat kerja
• Label ; memuat kode alat, nama alat, jumlah dan kondisi alat.

Label dipasang di tempat penyimpanan alat dan format
permintaan alat.
Contoh : Daftar Catatan pemeliharaan

Daftar catatan penggunaan

78

4.2.1. Petunjuk umum pemeliharaan perkakas tangan dan peralatan

a. Tips pemeliharaan umum
• Alat harus ada urutan kerja (Prosedur pengoperasian), dan
memiliki tempat penyimpanan, serta siap digunakan kapan
saja pada waktu operasi.
• Alat dan perlengkapan harus dirawat untuk memastikan
kesiapan.
• Alat dan perlengkapan harus siap digunakan sebelum ada
panggilan darurat.
• Gunakan peralatan bertenaga hanya setelah Anda telah
dilatih sesuai prosedur penggunaannya.
• Gunakan peralatan hanya sesuai tujuan peruntukannya

b. Pemeliharaan perkaka tangan (Hand Tools)
• Lakukan perawatan rutin harian,mingguan/bulanan
• Sebelum digunakan lakukan pengecekan lihat kontruksinya
apakah ada yang cacat/rusak
• Jika sesuai, gunakan sabun dan air.
• Keringkan alat sepenuhnya
• Pertajam alat pemotong dengan di asah
• Periksa kerusakan
• Hindari alat melukis/cat
• Bersihkan alat dari debu/kotoran yang menempel dengan
kain lap yang dibasahkan
• Bersihkan Tempat meletakkan alat
• Laporkan ke atasan atau pimpinan bila teridentifikasi
kerusakan/cacat
• Sebaiknya penempatan perkakas disatukan dengan
perkakas lainnya jangan disatukan dengan peralatan
(Equipment)

79

• Setelah selesai digunakan, bersihkan alat dari kotoran dan
debu

• Letakkan pada tempatnya

c. Pemeliharaan peralatan
• Lakukan perawatan rutin harian,mingguan/bulanan
• Bersihkan Kotoran yang menumpuk, keausan umum,
kebocoran oli, komponen hilang / rusak.
• Cek fungsi peralatan berdasarkan jenis alat dan karakteristik
alat dengan cara mengaktifkan alat atau mengaktifkan
sistem alat tertentu guna menilai kinerja alat tersebut agar
berfungsi baik.
• Ikuti petunjuk teknis pada buku manual yang diterbitkan
pabrikan terkait perawatan.
• Pembersihan alat setelah penggunaan hilangkan
debu,kotoran,oli, jika memungkinkan gunakan sabun dan
air.
• Bersihkan tempat untuk meletakkan peralatan.Peralatan
yang baik akan terlihat jika tempat meletakkan peralatan itu
bersih dan tertata.
• Laporkan kerusakan Jika ada yang rusak,kepada atasan
langsung,agar segera di perbaiki.

4.2.2. Pemeliharaan peralatan bertenaga hidrolik

Sebelum dan sesudah pemakaian selalu lakukanpengecekan :

1) Pemeriksaan Visual : Pisau cutter,Spreaders Tips,Rams Grips
2) Handle Kontrol Operation
3) Selang penghubung.
4) Kebersihan kepala kopling
5) Tool in Safe Position

- Spreaders /Combi Tool: Tips nya harus dalam kondisi

80

sedikit merenggang.
- Cutters : Pisaunya harus dalam kondisi sedikit terbuka
- Rams : Pistonnya harus dalam kondisi sedikit keluar.
6) Pemeliharaan pompa hidrolik :
Setelah Digunakan Lakukan Pengecekan :
- Pemeriksaan Visual untuk mencari kemungkinan

kerusakan
- Semua yang termasuk cairan:

Bahan bakar.Minyak hidrolik ,oli mesin, Katup bahan bakar
dalam kondisi tertutup .
- Kopling di bersihkan dan di tutup dengan penutup kopling.
7) Pemeliharaan selang hidrolik
Setelah Digunakan Masing-Masing Di Cek Kembali:
- Pemeriksaan visual untuk kemungkinan kerusakan.
- Lekukan, goresan atau kerusakan lain pada pelindung luar
selang.
- Menjaga kebersihan kopling dan tempatkan selang pada
tempatnya.
- Bersihkan kotoran yang menempel di selang.
- Setiap selang yang rusak harus di ganti.
8) Pemeliharaan alat hidrolik
- Pemeriksaan visual untuk kemungkinan kerusakan
- Pisau potongnya dan alat pembukanya
- Menjaga kebersihan pegangan dan sambungan koplingnya

81

DAFTAR PUSTAKA
1. Fire Service Search and Rescue (Seventh Edition), IFSTA
2. The Rescue Company (Ray Downey)
3. Fire and Rescue Service Manual, Volume 2 Fire service operation, UK

(Inggris)
4. Essentials of Fire Fighting Chapter 10, IFSTA
5. Fundamental of fire fighting skill . Fire fighter tools and equipment
6. Buku Katalog Recue Equipment Holmatro, USA
7. Vehicle Rescue and Extrication: Principles and Practice
8. Katalog Rescue Product,Savatech
9. Katalog Weber Rescue

1


Click to View FlipBook Version