The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E book ini berisi tentang keragaman suku di Indonesia, terutama suku Dayak, Dayak Bakumpai dan Dayak Banjar di Pulau Kalimanatan.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by joni jono, 2023-01-16 21:31:18

KEANEKARAGAMAN SUKU DI INDONESIA

E book ini berisi tentang keragaman suku di Indonesia, terutama suku Dayak, Dayak Bakumpai dan Dayak Banjar di Pulau Kalimanatan.

Keywords: suku dyak,tugas sekoalh,smpn 26 surabaya,kelas 7,suku di indonesia,dayak,bakumpai,banjar

KEBERAGAMAN SUKU DI INDONESIA 1. SUKU DAYAK 2. SUKU DAYAK BAKUMPAI 3. SUKU DAYAK BANJAR


Asal usul Suku Dayak : Dilansir dari laman Kemendikbud, Coomans (1987) mengungkap teori yang didukung oleh Inoue (1999) bahwa Suku Dayak adalah keturunan imigran dari Provinsi Yunnan di China Selatan, tepatnya di Sungai Yangtse Kiang, Sungai Mekong dan Sungai Menan. Ciri-ciri orang Dayak : Salah satu ciri yang tampak pada orang Dayak adalah ciri fisik yang mongoloid, wajah bulat, kulit putih/kuning langsat, mata agak sipit, rambut lurus, ada juga yang ikal serta relatif tidak tinggi, dan juga dikenal dengan keramah-tamahannya, orang Dayak sangat mudah membaur dengan sub suku lain.


Salah satu rumah adat yang berada di Kalimantan Tengah adalah rumah adat Betang. Rumah adat tersebut dihuni oleh masyarakat Dayak terutama di daerah hulu sungai yang menjadi pemukiman utama bagi masyarakat suku Dayak. RUMAH ADAT SUKU DAYAK


Kaharingan adalah kepercayaan/agama asli suku Dayak di Kalimantan, ketika agama-agama besar belum memasuki Kalimantan. Kaharingan artinya tumbuh atau hidup, seperti dalam istilah danum kaharingan. AGAMA SUKU DAYAK


Pakaian adat Kalimantan Timur selanjutnya adalah Ta'a dan Sapei Sapaq. Ini adalah baju adat yang berasal dari Suku Dayak Kenyah. Ta'a adalah sebutan untuk baju adat untuk para wanita. Sementara Sapei Sapaq adalah baju adat untuk kaum laki-laki. BAJU ADAT DAYAK


Tari Kancet adalah tarian tradisional masyarakat Dayak Kenyah di Kalimantan Timur. Tarian ini mempunyai berbagai jenis di antaranya adalah Kancet Papatai (tari perang), Kancet Ledo (tari gong), dan Kancet Lasan TARIAN ADAT DAYAK


1. Kue Dange 2. Juhu Singkah 3. Tempoyak Buah rasa Durian 4. Kue Lepet 5. Bangamat 6. Wadi 7. Kalumpe atau Karuang 8. Kue Tampi 9. Lemang atau Pulut 10. Botok Mengkudu MAKANAN SUKU DAYAK


CONTOH MAKANAN KHAS DAYAK Lemang atau Pulut Tempoyak


CONTOH KUE KHAS DAYAK Kue Tampi Kue Dange


Suku Dayak Bakumpai adalah : merupakan salah satu subetnis Dayak Ngaju Kalimantan yang beragama Islam. Suku ini terutama mendiami sepanjang tepian daerah aliran sungai Barito di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, yaitu dari kota Marabahan sampai kota Puruk Cahu, Murung Raya.


Pada mulanya mereka menganut agama nenek moyang yaitu kaharingan, Tapi sekarang hampir seluruh masyarakat Dayak Bakumpai beragama Islam sedangkan yang beragama Kristen hampir tidak ada dan relatif sudah tidak tampak religi suku. AGAMA SUKU BAKUMPAI


RUMAH ADAT SUKU BAKUMPAI Rumah Lanting adalah rumah apung di atas sungai bagi suku Bakumpai yang sebagian besar tinggal di tepi sungai Barito. menemukan keberadaan rumah lanting di sepanjang Sungai Barito di Kalimantan Tengah terancam punah. Pasalnya, bahan kayu log yang selama ini digunakan untuk pembangunan rumah maupun perbaikannya sudah semakin sulit didapat.


BAJU ADAT SUKU BAKUMPAI Baju sangkarut atau juga dikenal dengan baju basulau merupakan pakaian adat asal Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Baju sangkarut dibuat oleh suku Dayak Bakumpai yang bermukim di daerah Sungai Barito.


Tari Badewa diangkat dari upacara Suku Dayak Bakumpai yaitu upacara untuk menyembuhkan orang sakit baik itu dari gangguan roh halus. TARIAN ADAT SUKU BAKUMPAI


1. Juhu Umbut Rotan 2. Juhu Umbut Sawit 3. Kalumpe / Karuang 4. Wadi 5. Bangamat / Paing (kalong) MAKANAN SUKU BAKUMPAI


CONTOH MAKANAN KHAS BAKUMPAI JUHU UMBUT ROTAN BANGAMAT / PAING (KELELAWAR)


Suku Dayak Banjar adalah : Orang Banjar merupakan keturunan Dayak yang telah memeluk Islam kemudian mengadopsi budaya Jawa, Melayu, Bugis dan Cina. Menurut Denys Lombard, pada jaman kuna sebagian agung masyarakat Kalimantan Selatan (terutama kawasan Batang Banyu) merupakan keturunan pendatang dari Jawa. Ciri-ciri khas orang Banjar Orang Banjar terkenal mempunyai karakter agamis karena masyarakatnya dominan beragama Islam. Pada bulan Ramadhan, Maulid dan bulan Islam lainnya masyarakat Banjar selalu mempunyai kebiasaan mengadakan acara seperti tadarus Qur'an dll.


Mayoritas Suku Banjar menganut Agama Islam. Meski begitu, tradisi-tradisi yang sudah ada sejak zaman nenek moyang masih dipertahankan. "Demikian pula dalam praktik ritual. AGAMA SUKU BANJAR


RUMAH ADAT SUKU BANJAR Rumah Baanjung adalah nama kolektif untuk rumah tradisional suku Banjar dan suku Dayak Bakumpai. Suku Banjar biasanya menamakan rumah tradisonalnya dengan sebutan Rumah Banjar atau Rumah Bahari.


BAJU ADAT BANJAR Salah satu pakaian adat Banjar, yaitu baju taluk balanga yang biasanya digunakan oleh laki-laki. Pakaian adat Banjar ini berbentuk kemeja lengan panjang dengan leher baju bundar tanpa kerah.


Tari Baksa Kambang adalah tari tradisional khas suku Banjar. Tari ini dipentaskan saat penyambutan tamu yang Agung yang datang. Tari ini ditarikan oleh satu orang penari wanita atau beberapa penari wanita. Gerakan pada tarian ini menggambarkan sekelompok remaja putri dengan paras cantik yang bermain di taman bunga. TARIAN ADAT BANJAR


Makanan khas Banjar : 1. Soto Banjar. 2. Nasi Itik Gambut 3. Cacapan Asam 4. Lontong Orani 5. Ketupat Kandangan 6. Patin Baubar 7. Mandai 8. Gangan Paliat 9. Sate Tulang 10. Sop Mutiara Kue Khas Banjar : 1. Apam Barabai 2. Bobongko 3. Kue Masubah 4. Kue Bingka 5. Kokoleh 6. Amparan Tatak 7. Sarimuka 8. Lapis India 9. Kelepon Martapura 10. Wadai Rangai MAKANAN SUKU BANJAR


CONTOH MAKANAN KHAS BANJAR SOTO BANJAR NASI ITIK GAMBUT


CONTOH KUE KHAS BANJAR APAM BARABAI BOBONGKO


TERIMA KASIH


Di susun Oleh : 1. Salwa Syafaqoh Al-Dinayah (33) 2. Niha Manukan (23) SMPN 26 SURABAYA – KELAS 7A


Click to View FlipBook Version