The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Salus - Gereja St. Laurensius, 2022-01-09 09:15:54

Salus-18

Salus-18

18 / TAHUN VII /
JULI 2015

UNTUK KALANGAN SENDIRI

ANTIOKHIA MEMBANGUNKAN
JIWA SAYA!

PESONA PROSESI
BUNDA MARIA

02 SALUS 18
JULI 2015

Prosesi Bunda Maria dari
Gua Maria Penuh Rahmat
ke dalam Gereja Santo
Laurensius, pada Bulan
Mei 2015.

03SALUS 18

JULI 2015

Dapur Redaksi

Di sela-sela mempersiapkan penerbitan majalah Salus edisi ini, kami
berkesempatan mengikuti dua buah acara. Acara yang pertama adalah
Rekoleksi Seksi Komsos se-KAJ yang diadakan di Wisma Samadi Klender
Jakarta Timur, 20-21 Juni 2015. Perjumpaan dengan rekan-rekan penggerak
Komsos dari paroki-paroki lain tentunya menambah wawasan sekaligus
membangkitkan kembali semangat kami. Masing-masing paroki memiliki
tantangan dan kendala, namun itu semua tidak menyurutkan langkah kami
untuk terus berupaya menyampaikan pewartaan melalui media sosial, baik
cetak maupun digital.

Acara yang kedua adalah International Conference for e-Evangelization
di Hongkong, 26-29 Juni 2015. Acara ini menggagas terbentuknya komu-
nitas online bagi mereka yang bergerak di bidang pewartaan secara digital.
Dalam acara ini kami berjumpa dengan rekan-rekan penggerak Komsos dari
negara-negara lain, seperti dari Malaysia, Pakistan, Thailand, Filipina, Cina
dan tentunya dari Hongkong. Wawasan kami pun semakin terbuka lagi. Di
beberapa negara, kegiatan menggereja masih harus terbatasi dan tidak senyaman
yang boleh kita alami di Indonesia saat ini.

Kedua acara ini tentu memberi semangat baru buat kami. Tanpa terasa,
majalah Salus di bulan Juli 2015 ini menginjak usia tujuh tahun. Selama ini,
kami telah mencoba menjadi media yang mampu menceritakan perjalanan
dan dinamika umat di Paroki Santo Laurensius, sejak dari terbentuknya stasi
di tahun 2008, lalu menjadi paroki di tahun 2012 hingga kini. Apakah ada
kejenuhan selama tujuh tahun tersebut? Secara manusiawi, kadang kami
merasa jenuh. Namun, melihat semangat teman-teman di paroki-paroki lain,
dan juga di negara-negara lain, apa yang sudah kami lakukan selama ini terasa
belum ada apa-apanya dibandingkan dengan perjuangan mereka.

Dengan semangat baru inilah, kami juga ingin mengajak rekan-rekan
untuk bergabung bersama kami dalam melakukan pewartaan melalui media
sosial, baik cetak maupun digital. Mari bergabung bersama kami!

04 SALUS 18
JULI 2015

18 / TAHUN VII /
JULI 2015

UNTUK KALANGAN SENDIRI

ANTIOKHIA MEMBANGUNKAN
JIWA SAYA!

PESONA PROSESI
BUNDA MARIA

Disain cover: Erdiyanta DAFTAR ISI
Foto: Ariawan Hadi
06 Puncak Perayaan Syukur
REDAKSI SALUS Arah Dasar Pastoral 2011-2015
mengharapkan partisipasi Anda. Keuskupan Agung Jakarta
Kirimkan artikel dan berita lingkungan
atau kegiatan ketegorial ke email 08 Pengelolaan Sampah
[email protected] Butuh Terobosan Sistemik

12 Tiada Syukur Tanpa
Peduli Lingkungan Hidup

26 38

Penanggung Jawab: Antiokhia Membangunkan Jiwa Saya! Pesona Prosesi Bunda Maria
Dewan Paroki Santo Laurensius
20 Weekend Antiokhia
Pemimpin Umum: RD. Hieronimus Sridanto yang Mempesona
Aribowo Nataantaka
28 Usahakan Mencari Pasangan yang
Pemimpin Redaksi: Andre Budi Wiryawan Sehati Dan Seiman
Sekretaris: Alex Tan
Redaksi: Erwin Susilo, Imelda Njo 42 Pembekalan Iman Legioner Komisium
Desain dan Artistik: Dominikus Erdiyanto
Redaktur Foto: Iwan Saputra, Dasa Didjaya Maria Assumpta
Keuangan: Iin Pratiwi, Lina Huang, Kani Tjhin
Sirkulasi: Bekti
Alamat Redaksi: Gereja Santo Laurensius
Jl. Sutera Utama 2, Alam Sutera

Serpong - Tangerang

Fax: 021-53127225
Email: [email protected]

05SALUS 18

JULI 2015

LIPUTAN UTAMA

PUNCAK PERAYAAN SYUKUR
ARAH DASAR PASTORAL 2011-2015
KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA

Keuskupan Agung Jakarta • Syukur merupakan sebuah sikap
bakal menggelar puncak iman yang tepat untuk menang-
perayaan syukur Arah gapi penyelenggaraan Ilahi dalam
Dasar Pastoral 2011- perjalanan Arah Dasar Pastoral
2015 pada hari Sabtu, 7 November (Ardas) 2011-2015 KAJ.
2015, pukul 10.00 - 18.00 bertem-
pat di Hall A, Jakarta International • Perayaan bersama dalam satu
Expo, Kemayoran, Jakarta. Acara waktu dan tempat menjadi
akbar ini rencananya akan ditayang- penanda dan puncak Tahun
kan langsung melalui TV-Streaming Syukur yang melibatkan umat di
agar seluruh umat Keuskupan Agung seluruh KAJ sekaligus menutup
Jakarta dapat ikut serta. rangkaian Arah Dasar 2011-
Sekarang ini persiapan puncak 2015 dan menjadi titik awal
perayaan itu sudah mulai dilakukan menuju Arah Dasar 2016-2021.
dengan harapan pelaksanaanya dapat
berjalan lancar dan membuahkan • Perayaan ini akan memuat perja-
dampak kehidupan rohani yang lanan refleksi dan pokok-pokok
sangat baik. refleksi iman KAJ seiring dengan
Latar belakang penyelenggaraan Ardas 2011-2015 sekaligus
acara ini ialah: mensyukuri tahun Hidup Bakti
yang dicanangkan oleh Bapa Paus
Fransiskus.

06 SALUS 18
JULI 2015

LIPUTAN UTAMA

Pujilah Tuhan

• Juga menjadi ekspresi yang mena-
rik untuk merenungkan kembali
Surat Gembala Prapaskah 2015
“Tiada Syukur Tanpa Peduli” dari
Mgr. Suharyo. Termuat dalam
Surat Gembala tersebut, seruan
dari rasul paulus, yakni bahwa
“kita dipanggil untuk memulia-
kan Allah dalam segala sesuatu”
(1 Kor 10:31). Muara dari segala
perjuangan hidup kita adalah
memuliakan dan memuji Allah.

Adapun tujuan yang ingin dicapai ialah Mazmur 117:1-2 Pujilah “Sebab kasih-Nya hebat atas kita,
ialah: TUHAN, hai segala bangsa, megah-
• Bersyukur bersama seluruh umat kanlah Dia, hai segala suku bangsa! dan kesetiaan TUHAN untuk
Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan
KAJ atas perjalanan Arah Dasar kesetiaan TUHAN untuk selama- selama-lamanya. Halleluya!”
2011-2015 KAJ. lamanya. Haleluya!
• Mengajak umat beriman se-KAJ Ada dua elemen dasar yang
untuk berefleksi dan bersyukur “Pujilah Tuhan!” bisa kita timba dari Mazmur 117
bersama; mengingat kembali • Pujilah Tuhan! Merupakan seruan ini. Pertama, adanya seruan Pujilah
refleksi yang ditawarkan KAJ Tuhan yang didasari karena Kasih
dalam Arah Dasar 2011-2015 hati terdalam dari seorang pemaz- Allah yang hebat dan karena Kese-
setiap tahunnya. mur atas pengalaman pengalaman tiaan Allah untuk selama-lamanya.
• Membangun kebersamaan umat imannya yang hidup akan Allah. Kedua, pujian itu bermuara pada
beriman lintas paroki dan ke- Kini, dengan semangat yang seruan Halleluya.
lompok kategorial dalam sebuah sama, Pujilah Tuhan! pun ingin
momen refleksi bersama. dimazmurkan oleh Umat KAJ Dalam perayaan memuat juga
• Merayakan juga Tahun Hidup sebagai madah pujian syukur atas sebuah review atas seluruh perjalanan
Bakti yang dicanangkan oleh seluruh penyelanggaraan Allah Ardas dalam terang kemurahan hati
Bapa Paus Fransiskus bagi Gereja KAJ di dalam perjalanan Allah yang tampak dalam kasih dan
Ardas 2011-2015 Keuskupan kesetiaan-Nya.
Sedangkan tema yang dipilih Agung Jakarta.
Di dalamnya akan ada saat di
mana umat beirman diajak untuk
berefleksi tentang alasan kita me-
muji Allah. Bukan dengan sebuah
seruan-seruan umum, tetapi dengan
sebuah pengalaman iman personal
dan komunal.

Puncak perayaan syukur ini
akan menghadirkan 10-an ribu
undangan yang terdiri atas perwa-
kilan dari 65 paroki, para imam,
biarawan-biarawati, kategorial, dan
para pengisi acara.

07SALUS 18

JULI 2015

LIPUTAN UTAMA

Pengelolaan Sampah Butuh
Terobosan Sistemik

Penduduk Indonesia seka- dikelola dengan mesin pengelola sampah juga dapat mengubah pe-
rang berjumlah 250 juta sampah dengan kapasitas satu ton.” rilaku masyarakat.
jiwa. Jika per hari setiap
orang rata-rata mempro- Persoalan sampah memang Selama ini sebenarnya banyak
duksi sampah 0,7 kilogram, maka tidak dapat dianggap remeh. Oleh gerakan mengelola sampah agar tidak
secara nasional dalam sehari terkum- karena itulah, Presiden Joko Widodo menimbulkan masalah berkelanjutan
pul sampah sebanyak 17.000 ton. pun pada hari Selasa (26 Juni 2015) baik dalam segi kesehatan maupun
Sementara itu, pengelolaan sampah memimpin rapat kabinet terbatas kelestarian lingkungan termasuk
yang dilakukan di Indonesia boleh tentang pengolahan sampah. Presi- kesuburan tanah yang menjadi
dikatakan baru sebatas mengumpul- den mendesak agar dicari terobosan penopang kebutuhan pangan. Di
kan, mengangkut, dan menimbun. pengelolaan sampah yang bersifat berbagai tempat banyak terpampang
Padahal, jika akhir pembuangan terpadu dan sistemik. Dalam kesem- himbauan, semboyan, nasihat, dan
sampah hanya sebatas menimbun patan rapat itu, Presiden menyatakan kiat-kiat untuk peduli lingkungan
maka timbunan sampah ini dapat bahwa yang paling penting pengelo- terutama dalam hal mengelola sam-
mengakibatkan pencemaran terha- laan sampah harus memberi manfat pah. Di sekolah-sekolah pun banyak
dap air tanah. Sri Bebasari, Direktur ekonomi dan lingkungan. Dengan yang mengedukasi siswa untuk
Eksekutif Dana Mitra Lingkungan, regulasi yang tepat dan pembinaan membuang sampah secara terpilah,
dalam dengar pendapat umum yang baik diharapkan pengelolaan yang oraganik dipisahkan dari yang
Pansus RUU Pengelolaan Sampah di anorganik, menggunakan sampah
gedung DPR, Rabu (13 Juni 2015) untuk bahan kerajinan dan berbagai
menyatakan “Ibarat kanker, sampah kreativitas lainnya. Kelompok-ke-
di Indonesia sudah memasuki lompok keagamaan, termasuk Gereja
stadium IV, harus diamputasi. Secara pun, gencar mengedukasi umatnya
teknis, sampah di Indonesia harus untuk peduli lingkungan dan bijak
dalam mengelola sampah. Sembo-
yan kerennya, mengubah sampah
menjadi berkah.

Gaung semangat kesadaran dan
dampak perubahan perilaku masya-
rakat masih jauh asap dari pang-
gang. Di berbagai tempat sampah
bertebaran atau menumpuk, di parit
dan sungai sampah masih banyak
teroggok, tempat pembuangan akhir
sampah menggunung.

Edukasi terhadap masyarakat
akan efektif kalau disertai regulasi
yang jelas dan penegakan hukum
yang tegas.

Sekarang ini, banyak pemu-
kiman yang masyarakatnya telah

08 SALUS 18
JULI 2015

LIPUTAN UTAMA

yang menghasilkan manfaat ekono-
mis sangat baik, misalnya adanya
berbagai produk kerajinan atau
ornamen dari sampah, daur ulang
sampah menjadi barang-barang baru,
mengolah sampah menjadi kompos,
mendorong timbulnya bank sampah
atau dokter yang menerima bayaran
dalam bentuk sampah, dan aneka
macam hal lainnya. Memang sampah
benar-benar bisa menjadi berkah.

menyediakan tempat sampah dengan tahu. Dalam hal penggunaan plastik Peran Gereja
pembedaan warna merah, kuning, ini pun perlu kejelasan regulasi dan
dan biru dengan maksud warganya ketegasan penerapannya. Romo Andang Listyo Binawan
membuang sampah disesuaikan di kalangan umat sering lebih dikenal
dengan tempatnya. Namun, jika Sampah Menjadi Berkah sebagai Romo Sampah dibanding-
ujungnya pengambil sampah Semboyan mari mengubah kan sebagai Dosen. Romo Andang
menumpuk sampah tersebut ke menghadirkan dan menggaungkan
dalam satu truk secara campur aduk sampah menjadi berkah bukan isapan keprihatinan Gereja akan perilaku
kemudian menumpahkannya di jempol. Memang perlu berpikir cerdas masyarakat terhadap sampah. Setiap
Tempat Pembuangan Akhir begitu dan kreatif untuk dapat mengubah hari masyarakat membuang sampah.
saja, ya bagaimana nyambungnya? sampah menjadi berkah. Kalau perilaku manusia pembuang
Pemilahan sampah akan berguna sampah itu tidak sehat, tidak peduli,
jika pembuangannya juga memilah Sekarang ini di Palembang, maka banyak orang ikut mengalami
sesuai jenis sampah dan di TPA ada Sumatera Selatan, sedang dibangun akibatnya. Sebaliknya, jika perilaku
pengelolaan yang benar. Pembangkit Listrik Tenaga Sampah. manusia pembuang sampah itu
Pembangunan prasarana yang peduli akan lingkungan dan hidup
Penggunaan plastik menelan dana APBN sebesar 21 yang sehat maka masalah yang
Di beberapa negara sudah milyar rupiah ini ditargetkan sudah diakibatkan sampah akan berkurang.
mulai beroperasi pada Desember Kepeduliah Gereja akan lingkungan
membatasi penggunaan plastik seba- 2015. Diharapkan, pembangkit hidup yang antara lain dalam bentuk
gai kantong belanja. Ada yang meng- listrik tenaga sampah di Palembang memperlakukan sampah ini sangat
gantinya dengan kertas ada pula yang ini menghasilkan setrum sebesar 500 besar artinya bagi kehidupan. Jika
memberi harga cukup mahal jika kW. Semoga saja proyek yang digagas sekelompok umat sering berdiskusi
pembelanja meminta plastik sebagai oleh Kementerian Energi dan Sum- cara mengelola sampah dan kemu-
kantung barang yang dibelinya. ber Daya Mineral ini berhasil dengan dian mengimplementasikan hasil
Indonesia tidak ketinggalan dalam sangat baik sehingga daerah-daerah dikusi betapa banyak manfaat dan
mengurangi penggunaan plastik yang lain pun dapat mengembangkannya. perubahan perilaku yang akan terjadi.
dapat membahayakan kesuburan Jika sampah dapat dikelola untuk Semoga gaung semangat peduli
tanah karena plastik tidak mudah menghasilkan manfaat ekonomi Gereja terdukung oleh regulasi dan
terurai, yakni dengan menyediakan dan kelestarian lingkungan secara kebijakan-kebijakan yang akan dibuat
plastik yang lebih mudah terurai. Be- maksimal kiranya akan memperce- pemerintah sehingga membuahkan
rapa jauh bedanya waktu yang dibu- pat terjadinya perubahan perilaku perilaku peduli dan masyarakat yang
tuhkan untuk terurainya jenis plastik terhadap sampah. sehat.
yang sebelumnya dan yang banyak
digunakan sekarang tak banyak yang Selama ini, dalam skala kecil
dan menengah, pengelolaan sampah
menumbuhkan berbagai kreativitas

09SALUS 18

JULI 2015

LIPUTAN UTAMA

JADILAH AGEN dalam setahun, seluruh penghuni
PERUBAHAN bumi mematikan lampu, berapa
UNTUK PERILAKU besar energi yang dihemat di waktu
YANG LEBIH yang sesingkat itu? Apalagi, kalau
kita mau secara sadar menghemat
“HIJAU” energi di setiap kesempatan.

Peringatan Earth Hour PS mengadakan kegiatan Rosario Pada 12 Juni 2015, seminggu
dan Hari Lingkungan Earth Hour dengan iringan musik sesudah Hari Lingkungan Hidup
Hidup mungkin masih Taize. Kegiatan berlangsung pada Sedunia yang dirayakan setiap tang-
terasa asing buat sebagian malam hari di ruang terbuka lantai gal 5 Juni, kegiatan serupa diadakan
besar dari kita yang tinggal di kota 1 GKP pada hari Sabtu, 28 Maret kembali. Kali ini ada tambahan
besar seperti Jakarta dan sekitarnya, 2015. Pada acara itu, semua lampu Wanita Katolik RI yang membantu
termasuk bagi umat di Paroki dimatikan, sama halnya yang terjadi agar pesta Hari Lingkungan Hidup
Santo Laurensius. Apalagi, media di belahan dunia lain yang mera- lebih semarak.
di Indonesia belum secara gencar yakan Earth Hour. Lilin-lilin kecil
mempromosikan ke dua hal ini. dinyalakan, renungan terkait kepe- Untuk membuat umat makin
Akibatnya, dua kegiatan penting ini dulian terhadap lingkungan hidup sadar perlunya berperilaku ramah
berlalu tanpa meninggalkan kesan dibacakan dan musik Taize yang lingkungan, BPLH memfasilitasi
yang mendalam. tenang dikumandangkan membuat beberapa umat yang tergerak untuk
suasana terasa hikmat bagi para belajar menghias altar dengan tum-
Berangkat dari keprihatinan peserta. Tujuan dari Earth Hour buhan hidup yang diselenggarakan
terhadap perilaku yang masih sendiri sebenarnya untuk mengam- oleh KAJ. Umat dari Wilayah XIV
kurang ramah lingkungan, Bagian panyekan penghematan energi. juga diajak melakukan kunjungan ke
Pengelolaan Lingkungan Hidup Bayangkan, bila hanya satu jam saja Kebun Darling (Kebun Sadar Ling-
(BPLH) bekerja sama dengan PA/ kungan) milik KAJ di Pamulang. Di
situ, umat belajar bagaimana me-
manfaatkan lahan untuk pertanian
dan peternakan organik serta belajar
bagaimana mengelola sampah.

Masih banyak lagi gerakan
yang bisa kita lakukan untuk
menyelamatkan bumi. Tema hari
Lingkungan Hidup 2015 sungguh
sangat pas untuk kita realisasikan
dalam kehidupan nyata: “Seven bil-
lion dreams. One planet. Consume
with Care.” Tujuh milyar penduduk
dunia dengan segala macam keingi-
nannya menghuni hanya di 1 bumi.
Kalau kita tidak berhati-hati dalam
perilaku konsumsi kita, maka bumi
yang satu ini akan semakin rusak.
Marilah mulai diri kita dan jadikan
diri kita agen perubahan untuk
perilaku yang lebih ‘hijau’. Kita bisa!

(Joke Kusuma)

10 SALUS 18
JULI 2015

LIPUTAN UTAMA

KEBUN DARLING

Pada hari Sabtu 9 Mei 2015 merusak alam dengan melakukan soundsystem wireless yang digu-
yang lalu Paroki St. daur ulang. Kelima, pendidikan dan nakan sebagai sarana pelatihan di
Laurensius yang di- pelatihan kepada masyarakat umum sana. Bank Mandiri memberikan
wakili oleh wilayah 14 dan sekolah-sekolah. Demikian saung, komposter, mesin cacah dan
mengunjungi kebun Darling (sadar disampaikan oleh Ibu Sri widodo, konblok. Dinas PU menyumbang
lingkungan) yang dikelola Sie Ling- Seksi Lingkungan Hidup Paroki St. berupa bangunan dan tempat
kungan Hidup Paroki St. Barnabas, Barnabas, pada saat menyampaikan pengolahan sampah dan satu buah
Pamulang. Kebun ini menjadi sambutannya kepada rombongan motor pengangkut sampah. Paroki
ajang mereka untuk mempraktek- St. Laurensius yang didampingi oleh sendiri melakukan perbaikan dan
kan kegiatan-kegiatan yang ramah Bp. Andreas Darma. pemeliharaan terhadap semua
lingkungan. fasilitas yang ada. Dengan pihak
Pendidikan dan pelatihan Dinas Kebersihan, Pertamanan, dan
Ada lima kegiatan yang seka- mereka berikan setiap hari Rabu ke- Pemakaman (DKPP) pun dilakukan
rang sudah mereka jalankan di lahan pada siapa saja yang berminat tanpa kerja sama dalam hal menggerakan
sekitar 1.5 hektar ini, yaitu pertama, dipungut biaya. Tujuan utamanya pembuatan tong sampah non or-
pertanian atau bercocok tanam adalah untuk menyebarkan kesadar- ganik. Untuk mendukung kegiatan
yang berorientasi ramah lingkungan an tentang lingkungan hidup yang ini dibentuklah forum komunikasi
atau yang lebih dikenal sekarang sehat dan alami kepada masyarakat. sampah (forkas) yang dimotori oleh
ini pertanian non organik. Kedua, Sementara itu, selain hari Rabu me- ibu Emil.
peternakan ayam semi organik reka menerima tamu dan melakukan
karena masih menggunakan pakan pelatihan kepada orang yang telah Gerakan yang sangat positif ini
hasil pabrik. Ketiga, perikanan. Yang mengadakan janji terlebih dahulu, dimaksudkan sebagai gerakan untuk
sudah ada baru beternak lele. Keempat, dan untuk itu mereka dikenakan menginspirasi masyarakat agar sadar
pengolahan sampah yang tidak biaya Rp. 50,000.- per orang. Biaya lingkungan. Bumi kita sudah sangat
ini pun dialokasikan untuk makan tercemari oleh berbagai bahan yang
dan keamanan. kurang mendukung kehidupan yang
baik. Diharapkan, gerakan kecil ini
Program ini termasuk bagian akan menyebar dan menjadi suatu
dari perwujudan tema pastoral APP gerekan bersama.
KAJ tahun 2015, yakni Tiada syukur
tanpa peduli. Membangkitkan Paroki St. Laurensius yang di-
kesadaran masyarakat agar peduli motori Sie Lingkungan hidup pasti
lingkungan merupakan kepedulian bisa melakukan gerakan yang sama,
nyata Paroki St. Barnabas terhadap tegas Ibu Joke Kusuma. Bumi harus
lingkungan hidup. diselamatkan sebagaimana Tuhan
menghendakinya sejak awal; TU-
Di lahan milik keuskupan ini, HAN Allah mengambil manusia itu
Sie Lingkungan Hidup paroki St. dan menempatkannya dalam taman
Barnabas juga melakukan kerja- Eden untuk mengusahakan dan
sama dengan berbagai pihak. KAJ, memelihara taman itu.” (Kej 2:15).
melalui Romo Andang, memberi- Dan Allah berfirman (Kej 1:28)
kan dukungan berupa uang untuk penuhilah bumi dan taklukkanlah
membeli kambing dan satu buah itu. (Asden Situmorang)
mesin cacah daun serta seperangkat

11SALUS 18

JULI 2015

LIPUTAN UTAMA

TIADA SYUKUR TANPA
PEDULI LINGKUNGAN HIDUP
Banjir masih menjadi mo-
mok di kota Jakarta dan diserap tanah akan lebih banyak dapat ditimbulkan oleh genangan
sekitarnya, khususnya dibandingkan tanah tanpa lubang air seperti penyakit demam berdarah
sekitar bulan Januari resapan. Maka, banjir atau genangan dan malaria.
dan Februari. Namun, ternyata ada air akan dapat dikurangi!
cara yang mudah dan murah untuk Masih dalam rangka aksi nyata
mencegah banjir, sekaligus mengo- Tidak cuma itu! Lubang tema Aksi Puasa Pembangunan
lah sampah organik, yaitu membuat resapan biopori dapat juga berfungsi Tahun 2015 “Tiada Syukur Tanpa
lubang resapan biopori. sebagai media pembuatan kompos. Peduli”, Lingkungan St. Damianus
Lubang ini diisi dengan sampah melakukan gerakan pembuatan
Lubang resapan biopori adalah organik, seperti daun-daunan lubang resapan biopori. Gerakan
lubang silindris yang dibuat secara dan sisa makanan, untuk me- ini dimulai pada hari Sabtu pagi, 18
vertikal ke dalam tanah dengan dia- micu terbentuknya biopori. Biopori April 2015, beberapa warga ling-
meter 10 cm dan kedalaman sekitar adalah pori-pori berbentuk lubang
100 cm. Kedalaman lubang ini tidak (terowongan kecil) yang terjadi atau
boleh melebihi kedalaman muka dibuat oleh aktivitas fauna tanah
air tanah. Fungsi utama lubang ini atau akar tanaman. Jadi dengan
untuk menyerap air. Pembuatan membuat lubang resapan biopori,
lubang akan menambah jumlah bi- ada dua manfaat yang didapat, yaitu
dang resapan sebesar jumlah dinding meningkatkan daya resapan air dan
lubang tersebut. Dengan demikian, mengubah sampah organik menjadi
maka jumlah air yang mampu kompos. Manfaat tambahan lainnya
adalah mengatasi masalah yang

12 SALUS 18
JULI 2015

LIPUTAN UTAMA

kungan berkumpul di rumah Mely, Lubang resapan biopori juga Damianus. Secara berkala, warga
Ibu Ketua Lingkungan. Berbekal perlu dirawat, seperti diisi dengan berkumpul di hari Sabtu pagi, untuk
dua alat bor tanah, dimulailah pem- sampah organik sisa makanan, membuat lubang resapan yang baru
buatan lubang resapan di beberapa potongan sayur atau daun-daunan atau pun merawat lubang resapan
rumah warga yang bersedia. Alhasil, kering. Selang beberapa waktu, sam- yang sudah ada.
pada hari itu ada 15 lubang resapan pah yang sudah menjadi kompos
yang berhasil dibuat. juga perlu diambil, lalu diisi dengan Tertarik dan ingin tahu lebih
sampah organik yang baru. Karenanya, lanjut? Silakan berkunjung ke
Kegiatan ini berlanjut seminggu kegiatan pembuatan lubang resapan Lingkungan St. Damianus di cluster
kemudian. Kali ini dilakukan pem- biopori ini pun dicanangkan men- Sutera Delima, Alam Sutera. (Hartono
buatan penyangga lubang resapan jadi agenda rutin Lingkungan St.
biopori dari pipa paralon. Kebetulan Herlambang)

ada salah satu warga yang memiliki
sisa-sisa paralon bekas dan tidak
terpakai lagi. Pada dinding pipa
paralon dengan diameter 4 inchi
ini juga dibuat lubang-lubang kecil
menggunakan bor agar memiliki
pori-pori.

13SALUS 18

JULI 2015

LIPUTAN UTAMA

MENJADI GURU,
MODALNYA KEMAUAN

Minggu, 3 Mei 2015, di bawah pendampingan Ibu Ruth orang tuanya tak mengizinkannya
mulai jam 10:00 Solaiman. Ide awal pertemuan untuk menjadi relawan karena
pagi di dalam untuk menjalin kebersamaan para kehidupannya saat itu sudah mapan
Ruang Sukacita guru dan tenaga kependidikan di dan berkecukupan. Lantas karena
Gedung Karya Pastoral Paroki Santo Paroki. Nah, untuk menyegarkan dia ingin membalas kebaikan Tuhan
Laurensius ada suasana yang isti- dan memurnikan kembali panggilan maka ia tetap memutuskan untuk
mewa. Setelah misa, ruangan yang sebagai guru diajaklah anak-anak membalas kebaikan-Nya dalam
biasanya sepi itu, kali ini tidak. Ada muda yang sudah pernah menjadi karya pendidikan ini.
binar-binar wajah penuh sukacita relawan di Indonesia Mengajar,
yang sedang berkumpul di tempat rintisan Anies Baswedan (sekarang Tiga bulan pertama di daerah
itu; wajah umat Allah yang selama Menteri Pendidikan Nasional). Me- penempatan adalah proses adaptasi.
ini mengabdikan diri di dunia reka adalah Ika Martharia Trisnadi Betapa tidak, di daerah itu tak ada
pendidikan. Mereka adalah guru- dan Dedi Kusuma Wijaya, dengan kamar mandi, tak ada WC. Kalau
guru dan tenaga kependidikan di mengusung tema yang unik “Men- pun ada semua dalam kondisi yang
Paroki Santo Laurensius. Sebagaian jadi Guru 1M”. jauh dari layak. Bahkan, kalau ingin
besar yang datang adalah guru-guru mandi Ika selalu melakukannya di
yang sudah lama mengabdikan diri Jangan Mengutuk Kegelapan, malam hari. Tak ada tembok yang
di sekolah masing-masing. Dari Mari Nyalakan Lilin dan Bawa rapat. Hanya dari kayu yang sudah
wajah dan perilakunya, terpancar Perubahan! berlubang. Airnya pun mengandal-
kewibawaan, kebijaksanaan dan kan hujan. Sungguh suatu keadaan
kesederhanaan. Pagi ini mereka akan Kata-kata itulah yang mengins- yang sangat kontras dengan kehidu-
mendengarkan sharing pengalaman pirasi Ika mau bergabung menjadi re- pannya di Jakarta.
dari pengajar muda Indonesia yang lawan di Indonesia Mengajar. Setelah
tergabung dalam Indonesia Mengajar. melewati proses seleksi yang sangat Belum lagi ditambah jarak
ketat akhirnya gadis lulusan S2 Ko- dari rumah ke sekolah yang cukup
Pertemuan ini adalah perte- munikasi ini memenuhi panggilannya jauh. Hanya dengan jalan kaki.
muan pertama yang digagas Seksi sebagai guru di Fak-Fak, Papua Karena memang tak ada kendaraan
Pendidikan Paroki Santo Laurensius Barat, selama satu tahun. Awalnya, yang bisa lewat di daerah itu. Inilah
sebuah panggilan yang tak mudah
14 SALUS 18 bagi Ika yang biasa tinggal di Jakarta
JULI 2015 dengan segala kemudahannya.

Setelah tiga bulan, keadaan
mulai membaik karena Ika sudah bisa
beradaptasi dengan lingkungan baru.
Setiap kali ada masalah di daerah
penempatan ia tak pernah ceritakan
pada orang tuanya. Dia ingin agar
orang tuanya tak sedih memikirkannya.
“Cerita gembira saja yang aku ceri-
takan ke mama,” lanjutnya.

Lantas mengapa Ika mau

LIPUTAN UTAMA

melakukannya? Karena dia mau dan di daerah itulah, dia menyadari menjadi ujung tombak perubahan.
suka mengajar. “Ada begitu banyak bahwa menjadi guru ternyata tak Di tangan gurulah anak-anak muda
kebaikan yang Tuhan berikan pada mudah. Anak-anak yang diajarnya pada masa itu belajar. Menimba
saya, maka saya pun harus mengem- ternyata jauh dari harapan, Meskipun inspirasi, motivasi untuk mewujud-
balikannya pada sesama,” katanya. sudah kelas besar ternyata mereka kan cita-cita bersama, kemerdekaan
Inilah cermin anak muda Indonesi belum bisa berhitung. Dengan Indonesia. Di masa itu pula peran
yang lebih memilih peduli pada sabar dia membantu agar anak-anak Gereja sebagai kepanjangan tangan
‘Kristus’ yang mengejawantah dalam mempunyai harapan, mempunyai Allah berperan serta dalam misi
rupa anak-anak di daerah terpencil cita-cita lewat pelajaran berhitung. kemanusiaan, dia hadir bersama
yang membutuhkan sapaan dalam Suasana dialogis dalam pembela- masyarakat lewat karya di bidang
bentuk pendidikan yang baik dan jaran diterapkan sehingga anak- kesehatan dan pendidikan. Bicara
penuh inspirasi. Ika juga mengajak anak merasa dimanusiakan, diajak pendidikan tak akan lepas dengan
anak-anak muda lain untuk mela- berpikir dan mencari solusi. Karena Ki Hadjar Dewantara. Lawat aja-
kukan sesuatu terhadap negeri ini rasa tanggung jawab dan ingin me- rannya “Ing Ngarso Sung Tuladha,
dalam bentuk apa pun. Meskpun dia lunasi janji kemerdekaan itulah yang Ing Madya Mangun Karsa, Tut
harus berjuang untuk ‘menyalibkan’ mendorongnya untuk bertahan. Wuri Handayani” yang hingga kini
egonya demi kemanusiaan, namun dipakai dalam dunia pendidikan,
setelahnya dia merasakan bahagia Lantas apa yang menginspirasi para guru diajak merefleksikan
yang luar biasa. Dia bisa wujudkan Dedi mau bergambung dengan kembali panggilannya sebagai guru.
janji kemerdekaan untuk mencer- Indonesia Mengajar? Pada saat itu Mengapa? Guru saat ini dipandang
daskan kehidupan bangsa sekaligus Anies Baswedan menulis surat ter- sebagai sebuah profesi. Artinya, guru
bisa membayar kebaikan Tuhan. buka pada generasi muda Indonesia. semata-mata pekerjaan yang bisa
Ada kata-kata yang menyentuh menghasilkan uang. Meskipun tak
Pergilah Kamu Diutus hatinya sehingga ia terpanggil untuk sepenuhnya salah, namun lewat per-
menjadi bagian dari ‘lilin’ yang akan temuan ini guru diingatkan kembali
Setiap kali selesai misa kita mengusir kegelapan itu. Begitulah akan panggilannya. Bahwa menjadi
pasti mendengar kata-kata itu. Anies ‘menantang’ generasi muda guru harus bisa digugu dan ditiru.
Terasa biasa. Tapi tidak bagi Dedi. lewat kata-kata inspiratif, sehingga Guru harus bisa menjadi menjadi
Kata-kata tersebut seakan menjadi ada banyak anak muda yang teladan bagi orang lain. Menjadi
daya yang menggerakkannya untuk tergerak membantu dan bergabung guru bukan hanya di sekolah tapi
bergabung dalam gerakan Indonesia dalam Indonesia Mengajar. Ada juga di masyarakat. Masyarakat
Mengajar. Anak yang lahir dan ting- kebahagiaan yang tak bisa tergantikan masih menilai bahwa guru menjadi
gal di Jakarta ini berani ke luar dari ketika dia melihat anak-anak di panutan, menjadi teladan dan terang
zona nyaman untuk mengabdikan diri pedalaman itu tumbuh menjadi bagi orang lain.
di Kepulauan Tanimbar, Maluku. anak yang cerdas dan kreatif. Tugas
Lewat seleksi yang tak mudah, perutusan yang selalu didengarnya Anak-anak masa kini adalah
akhirnya dia diberangkatkan ke di akhir misa menjadi nyata dalam anak-anak yang hebat. Pengetahuan
daerah penempatan. Awalnya, orang kehidupannya. Menjadi motivator, mereka sangat luar biasa karena dito-
tuanya menentang keras karena inspirator pada anak-anak yang pang kecanggihan teknologi yang
ia anak sulung dan harus mencari sebelumnya tanpa harapan. memudahkannya untuk belajar. Un-
uang, bukan malah menjadi pekerja tuk itu, peran guru sebagai ‘teman’
sosial. Tiga bulan adalah saat yang Guru Sebagai Ujung Tombak bagi anak-anak menjadi penting.
paling menentukan karena di situ Inilah refleksi yang disampaikan
proses adaptasi dengan lingkungan Pendidikan Romo Danto di akhir acara ini.
baru dimulai. Dengan aneka tan-
tangan yang datang dari guru-guru Peran guru dalam dunia pendi- (Tri Hupadi)
senior sampai terbatasnya prasarana dikan sangat besar dan strategis. Di
tak meluruhkan semangatnya. Saat tangan gurulah wajah masa depan
bangsa dipercayakan. Sepanjang se-
jarah kemerdekaan Indonesia, guru

15SALUS 18

JULI 2015

LIPUTAN UTAMA

Pengantar dari Redaksi
Tulisan berikut adalah pengantar yang disampaikan oleh Pastor Kepala Paroki
RD. Yohanes Hadi Suryono pada saat Rapat Dewan Pleno Paroki tanggal 10 Mei 2015.
Kami memuat tulisan ini, agar umat dapat juga mengetahui dan lalu berjalan seiring bersama.

Pauperes Sunt Thesauri Ecclesiae
(St. Laurensius 225-258)
Sebuah Perjalanan Bersama
Menggereja

Selamat datang dan terima ka- kenyataan mengenai kelesuan pereko- Perlu sejenak kita refleksikan
sih kehadirannya dalam rapat nomian negara kita yang mau tidak bersama pula, panggilan murid-murid
Dewan Pleno ini. Terima ka- mau ikut mempengaruhi kehidupan Yesus berangkat dari “keseharian”
sih untuk pekerjaan bersama rumah tangga, bahkan merosotnya hidup dan pekerjaan mereka. Ada
kita selama empat bulan ini, terutama rasa kepercayaan pada pemerintah. yang nelayan, ada yang pemungut
dalam menyatukan, membimbing Ditambah lagi persoalan narkoba cukai, ada yang pandai dan ada yang
dan menyertai perjalanan lingkungan- yang membuat Gereja Katolik men- bodoh, ada yang muda, ada yang
lingkungan, seksi-seksi dan karya gambil sebuah sikap menolak huku- tua, ada yang pemberani dan nekad,
kategorial yang berada di bawah man mati. Dan ini menjadi sorotan ada yang sabar, ada yang manja. Dan
koordinasi Bapak/Ibu di wilayah atau pemerintah juga. Tuhan Yesus ingin menggunakan
bidang masing-masing. keadaaan mereka (kelebihan dan
Nah, bagaimana situasi ini mau kekurangan) dalam karya pewarta-
Bagi saya, ada banyak hal yang kita sikapi dalam konteks menggereja anNya. Dalam kebersamaan itulah
perlu kita syukuri di empat bulan di paroki ini yang sedang “berjuang”? Yesus “membentuk”mereka menjadi
terakhir ini, antara lain: Serah terima Situasi itu jangan melunturkan se- murid-muridNya.
estafet pelayanan dari para imam mangat untuk membangun “Gereja”
tarekat Ordo Salib Suci kepada para (fisik dan rohani); tetapi tentu sambil Dengan demikian, tugas kita di
imam Diosesan KAJ; Tahbisan Imam kita tetap menghargai dan memahami tahun ini dan tiga tahun ke depan,
CICM (yang mendadak); Perayaan “kebutuhan kehidupan keseharian tidak lebih ringan dari tahun lalu. Itu
Pra Paskah dan Paskah dengan segala keluarga-keluarga yang dirasa juga berarti bahwa para anggota Dewan
gerak dan dinamikanya, berbagai berat dan membebani (ini saya te- Paroki Pleno (Dewan Harian, Dewan
kegiatan yang luar biasa padat serta mukan dalam kunjungan ke beberapa Inti, Lingkungan, Seksi, Kategorial,
antusiasmenya; Seminar-seminar; keluarga dan misa lingkungan, dari Bidang dan Panitia-Panitia) yang
Tahun Syukur; Persiapan BKF; konsultasi pribadi di pastoran). Sekali terhormat ini, disadarkan/diingatkan
Persiapan Porseni; Persiapan HUT lagi itu jangan sampai membuat lupa untuk bersama-sama dalam kesatuan
Paroki dan Imamat bulan Agustus atau melarikan diri dari tugas kita dengan para Imam, bekerja lebih
mendatang; Pembukaan Bulan Maria bersama sebagai orang beriman serius dan fokus, untuk membangun
yang indah; Persiapan pergantian untuk “juga menghidupi” kebutuhan paroki ini. Perlu kita ingat pula, ba-
Dewan Harian; Penggalangan dana bahkan bertanggungjawab atas keber- hwa kita tidak hanya boleh menuntut
untuk pengembalian pembelian tanah langsungan Gereja/Paroki kita. Juga dan mengingatkan tanggungjawab
bagi pembangunan gereja di Gading jangan sampai membuat kita menjadi umat atas paroki ini, tetapi juga kita
Serpong serta segala usaha pendekatan orang-orang yang mudah mengeluh, para anggota dewan paroki Pleno
pada berbagai inastansi yang terkait menyalahkan, mengkritik tanpa dasar, ini dipanggil untuk membuat umat
dengan segala perjuangannya. atau mau menang sendiri. (Pokoknya di paroki ini pada akhirnya merasa
wilayah saya, pokoknya lingkungan “home sweet home” dan ikut merasa
Di awal tahun, kita disuguhkan saya. Pokoknya pendapat saya.) memiliki, ikut merasa membangun,
pada berbagai ramalan, bahkan

16 SALUS 18
JULI 2015

LIPUTAN UTAMA

merasa kerasan dan selalu merin- (Santa Monika) serta pengembang imam terkenal untuk sebuah kegiatan
dukan kehadiran dan kebersamaan PT. Alfa Goldland Realty. Bagaimana sehingga acara paroki itu menarik,
bukan hanya dalam bidang liturgi, kepanitiaan dan acara dilaksanakan, melainkan umat sendiri yang harus
tetapi juga persekutuan, pelayanan sedang dibicarakan setelah terbentuk melakukan “gerakan”. Juga penggalang-
dan pewartaan dan kesaksian (liturgia, Panitia Tetap. an dana ke paroki-paroki atau ke
koinonia, diakonia, kerygma dan donatur-donatur di luar paroki, dalam
martyria) dalam segala aspeknya di Kalau ada kendala jangan sam- upaya mewujudkan impian kita
paroki ini. pai patah semangat, saling menya- bersama membangun sebuah Gereja,
lahkan dan membuat tujuan utama sifatnya hanyalah “membantu”. Umat
Dalam semangat itulah, tidak hilang yakni rasa kebersamaan kita basis (paroki) sendirilah yang menen-
ada salahnya kalau mulai dipikirkan sebagai umat yang berjuang bersama tukan dan mengatur pembangunan
“membangun rasa kebersamaan” untuk paroki ini. Sambil menggarap Gerejanya (fisik dan rohani), sehingga
mengadakan Family Gathering tumbuhnya generasi-generasi muda ikut merasakan memiliki dan perjuan-
dalam acara Outbound. Tujuannnya: yang semakin bergairah di paroki ini, gan bersama. Kalaupun itu mem-
menjadikan Pengurus Dewan Pleno jangan pula melupakan jasa baik umat butuhkan waktu yang lama, jangan
satu team yang solid, dengan satu paroki yang telah ikut terlibat dalam putus harapan.
visi yang sama dalam tugas pang- perjalanan sebelum dan sejak awal
gilan pelayanan kegembalaan dalam berdirinya paroki ini. Selamat berkarya, selamat
kehidupan paguyuban umat beriman, bekerjasama, jangan mudah patah se-
dan akhirnya mencapai satu tujuan Insiprasi dari semua itu adalah mangat, belajar saling memahami satu
yang sama yakni kemuliaan nama Buku Pedoman Dasar Dewan Pa- dengan yang lain, menghargai adanya
Tuhan, membangun Geerja yang roki dan Perubahan Anggaran Dasar perbedaan pandangan dan pendapat,
hidup (umat) dan Gereja yang kokoh PGDP KAJ 2014 (menggantikan mau saling mendengarkan, baik umat
(gedung). One Team, One Vision, One PDDP 2008). maupun imamnya, jangan mudah
Goal. lemah dengan adanya kritikan, tetapi
Strategi yang dipakai dalam juga jangan mudah mencela.
Ke depannya, ada banyak tugas, rangka pemberdayaan umat basis
juga kegiatan-kegiatan yang lain yang adalah Pastoral Gembala-Baik. Yang Kiranya sabda Tuhan dalam Yo-
membutuhkan kerjasama kita. Dan Murah Hati, Semua (anggota Dewan hanes 3:30 “Biarlah ia menjadi besar,
tentunya Pembangunan Fisik Gereja Paroki Pleno) ikut serta menggemba- sedang aku semakin kecil” bisa men-
Gading Serpong. Dengan berbagai lakan. Tidak hanya memelihara, tetapi jadi salah satu semangat kita dalam
macam cara, ini sudah terus menerus juga mencari domba yang kurang karya pelayanan di ladang Tuhan. Te-
dicanangkan. Khusus HUT Paroki tersapa, dalam pelayanan paroki. tap bersemangat dalam membangun
Agustus nanti, kita lebih memfokus- Kita percaya, dalam bimbingan Roh Gereja yang hidup dan bangunan fisik
kan diri pada Perayaan Syukur Umat Kudus yang kita minta, kita akan gereja. Semoga spirit One Team, One
(dari umat, oleh umat, untuk umat melihat Kasih Tuhan yang indah pada Vision, One Goal boleh menjadi acuan
dan masyakakat setempat). waktunya untuk paroki ini. Dewan kita bersama dalam tugas panggilan
Pleno adalah pelayan atas “kebutuhan” pelayanan ini.
Yang penting adalah: melibatkan umat dan bukan tuan.
sebanyak mungkin umat/lingkungan/ Kita awali karya kita tahun ini
seksi-seksi/kelompok kategorial juga Dalam konteks pemberdayaan dengan mohon bantuan Tuhan, kita
anak-anak hingga lansia (terlebih yang umat basis, umat basis sendirilah yang mohon penyertaanNya selama tahun
selama ini kurang tersapa dan tidak harus “bergerak” (baik memenuhi ini dan kita syukuri kalau kita harus
kelihatan) sehingga umat tersapa dan kebutuhan fisik maupun rohani). mengakhiri pekerjaan ini juga di
ikut merayakan bersama. Jangan lupa Dewan Paroki Harian, Koordinator dalam nama Tuhan & semoga hanya
pula memberi perhatian pada para Wilayah dan Seksi-Seksi, hanyalah nama Tuhan semakin dimuliakan.
pendahulu kita yang telah berjasa membantu agar pelayanan bagi Amin.
pada awal-awal berdirinya paroki ini. seluruh umat terlayani dengan baik.
Juga Imam yang berkarya di paroki Dalam kegiatan-kegiatan seksi/
ini. Juga peran penting paroki induk wilayah/kategorial, bukan dengan
memanggil orang-orang terkenal atau

17SALUS 18

JULI 2015

LIPUTAN UTAMA

CAFFÈ SOSPESO

Pernah mendengar tentang maka orang tersebut dapat menik- juta rupiah dan berpesan, “Saya
Caffè Sospeso atau Suspended mati secangkir kopi secara gratis. bayar lebih. Mohon diterima, buat
Coffee (atau diterjemahkan orang yang membutuhkan bantuan
secara bebas menjadi Kopi Kisah yang agak serupa pernah berikutnya.”
Titipan)? Awalnya ini adalah sebuah terjadi di Paroki Alam Sutera.
tradisi di Italia di mana seseorang Alkisah ada seorang bapak yang Kisah ini disampaikan oleh Ke-
yang biasanya baru mendapatkan kehilangan motor. Padahal motor ini tua Seksi PSE Paroki Freddy Chan
keberuntungan-memesan secangkir menjadi tumpuan sang Bapak dalam ketika kami berbincang-bincang san-
kopi namun membayar untuk dua bekerja. Singkat cerita, Bapak ini tai seputar apa yang sudah dilakukan
buah cangkir atau bahkan lebih. Ke- lalu mendapat pinjaman dana dari oleh Seksi PSE, khususnya kepada
lebihan tersebut adalah amal untuk Seksi PSE Paroki untuk membeli mereka yang miskin secara materi.
nanti diberikan kepada siapa saja sepeda motor yang baru. Angsuran Santo Laurensius, yang menjadi
yang membutuhkan. Orang miskin setiap bulan selalu beliau bayarkan santo pelindung Paroki Alam Sutera,
yang kebetulan lewat dan membu- tepat waktu. Nah, yang menarik memberikan teladan ketika diminta
tuh secangkir kopi, dapat bertanya adalah saat Bapak ini menyerah- untuk menyerahkan harta Gereja,
apakah ada Kopi Titipan? Bila ada, kan angsuran yang terakhir, beliau alih-alih menyerahkannya kepada
menambahkan uang sebanyak dua penguasa, Santo Laurensius malah

18 SALUS 18
JULI 2015

LIPUTAN UTAMA

membagikannya kepada orang- Ada istilah lingkaran setan kemi- seperti seminar-seminar dan pem-
orang miskin. Dan kepada penguasa, skinan. Orang miskin tidak mampu bekalan kepada SKK Lingkungan,
Santo Laurensius membawa para menyekolahkan anaknya, akibatnya juga program kunjungan pastor
orang miskin ini dan mengatakan sang anak tidak mampu mencari paroki ke keluarga-keluarga. Tentu
bahwa inilah harta Gereja, “Paupe- pekerjaan yang layak karena tidak upaya ini tidaklah cukup. Peran
res sunt thesauri ecclesiae.” Sebagai memiliki pendidikan formal yang utama justru ada pada pasangan
akibatnya, Prefek Roma pun murka. cukup. Anak pun akhirnya tetap suami istri itu sendiri, mereka perlu
Santo Laurensius lalu dihukum mati hidup dalam kemiskinan, demikian berpartisipasi secara aktif. Syukur
dan menjadi martir bagi Kristus. lingkaran setan itu terus berputar. kalau para pasutri mau bergabung
Maka tidak salah, kalau hendak me- dalam komunitas seperti Couple for
Spiritualitas Santo Laurensius mutus rantai lingkaran kemiskinan Christ (CFC) atau gerakan Marriage
yang memandang kaum miskin tersebut adalah dengan memberikan Encounter (ME).
sebagai harta Gereja ini seakan men- bantuan pendidikan kepada mereka
jadi penyadaran bagi umat Paroki yang kurang mampu. Inilah yang Nah, kalau pun tidak sempat
Alam Sutera untuk senantiasa mem- menjadi dasar pemikiran dari Pro- mengikuti program-program yang
bangun kepedulian kepada kaum gram Ayo Sekolah Ayo Kuliah (atau diadakan oleh SKK atau komunitas
miskin. Penuh tantangan memang, disingkat ASAK). Melalui Program CFC dan ME, masih ada sebuah
karena ternyata kemiskinan itu ASAK diharapkan banyak anak-anak cara yang sangat sederhana dan mu-
relatif sekali. Ada yang benar-benar dari keluarga kurang mampu yang dah dilakukan untuk membangun
miskin, tidak mampu memenuhi ke- akhirnya dapat bersekolah, bahkan keluarga yang kristiani, yaitu berdoa
butuhan hidup sehari-hari, namun kuliah dan meraih pendidikan bersama dalam keluarga. Berdoa
ada juga yang merasa miskin karena tinggi. bersama ini bisa dilakukan sebelum
tidak mampu membeli rumah, tidak memulai makan misalnya, atau saat
mampu membeli mobil. Di sisi lain, ada juga bentuk- malam hari menjelang tidur. Ini pula
bentuk kemiskinan yang lain, yaitu yang mendasari team Tahun Syukur
Tidak dipungkiri kalau lalu miskin rohani, miskin semangat Paroki dengan membagikan kartu
ada umat yang menyalahgunakan hidup, juga miskin rasa cinta dalam Doa Keluarga kepada setiap ke-
“kebaikan” dari Seksi PSE ini. keluarga. Keharmonisan dalam luarga. Setidaknya, bila ada keluarga
Salah satunya adalah keberadaan keluarga ternyata menjadi kata yang masih bingung bagaimana cara
Poliklinik khususnya poli gigi. Ada kuncinya. Ada beberapa orang yang memulai doa keluarga bersama, ada
beberapa umat yang menggunakan menerima bantuan keuangan dari sebuah panduan rumusan doa yang
fasilitas tersebut, bukan karena tidak Seksi PSE Paroki, bila ditelusuri bisa dibaca bersama-sama. “Apa yang
mampu membayar, namun memilih balik, ternyata berasal dari keluarga dilakukan oleh Team Tahun Syukur
datang ke poliklinik karena gratis. yang tidak harmonis. Ada seorang Paroki dengan membuat kartu
Padahal, pasien poli gigi itu dibatasi ibu yang bercerai dengan suaminya. Doa Keluarga itu sangat baik,” kata
hanya delapan orang pasien saja. Mendadak ibu ini tidak memiliki Freddy Chan, “Semoga banyak ke-
Akibatnya, mereka yang memang harta benda, juga tidak memiliki luarga yang lalu memiliki kebiasaan
benar-benar membutuhkan pengo- pekerjaan. Selama ini, sang suamilah berdoa bersama. Keluarga yang ber-
batan (gigi) karena tidak mampu, yang mencari nafkah dan meng- doa bersama akan menjadi keluarga
seringkali menjadi tersisih dan tidak hidupi keluarganya. Lalu, ibu ini yang kokoh. Bila keluarga kokoh,
terlayani. Lalu, bukankah tindakan harus berjuang hidup, memulai lagi mudah-mudahan lebih sedikit juga
penyalahgunaan ini sebetulnya dari nol. Kisah ini mungkin tidak yang datang memohon bantuan ke
merupakan dosa sosial, karena telah harus terjadi, bila ada upaya-upaya Seksi PSE.” (Erwin Susilo)
menghalangi orang yang membu- membangun dan mempertahan-
tuhkan bantuan untuk mendapat- kan keharmonisan dalam keluarga.
kan haknya? Wajarlah kalau kemudian Seksi
Kerasulan Keluarga (SKK) Paroki
Kepedulian kepada orang banyak melakukan aneka kegiatan,
miskin sebetulnya tidak hanya
menjadi tugas dari Seksi PSE Paroki.

19SALUS 18

JULI 2015

TUNAS

WEEKEND ANTIOKHIA
YANG MEMPESONA

Waktu baru men- sebutan Mami-Papi. Weekend yang keluarga, dan sesamanya.
unjukkan pukul ke-3 ini juga berbeda dari weekend- Salah satu acara utama dari
05.45 WIB ketika weekend sebelumnya karena pengi-
sekelompok muda- napan tidak ditempatkan di rumah Antiokhia adalah presentasi dan
mudi berseragam polo hitam rapi retret, melainkan peserta akan live in sharing kelompok. Presentasi? Tentu
berbondong-bondong masuk ke at Alam Sutera. Tempat live in yang presentasi adalah kegiatan mem-
dalam gereja Santo Laurensius dan digunakan adalah rumah-rumah bosankan yang biasa ada di dalam
dengan khusyuk mengikuti misa umat Katolik yang tersebar di Sutera retret-retret, bukan? Tapi, tunggu
pagi yang dipimpin oleh Romo Hadi Lavender, Narada, Magnolia, Onyx, dulu…, disini presentasi adalah
Suryono. Selain merupakan misa ha- Aurora, hingga Palma. Melalui suatu hal yang istimewa. Pertama,
rian yang dengan rutin diikuti oleh konsep ini, diharapkan para peserta presentasi-presentasi dalam Antiok-
puluhan umat lainnya, misa pagi itu, dapat lebih mengenal dan merasakan hia dibawakan oleh para anggota tim
19 Juni 2015, juga bertujuan untuk kehidupan keluarga Katolik. yang tentunya seusia dengan para
memberkati tim Weekend Antiokhia peserta (kelas 10-12 SMA). Selain
ke-3 yang akan dimulai pukul 8 Acara tiga hari dua malam ini itu, presentasi juga mengangkat
nanti. dimulai dengan kata sambutan dari berbagai topik yang sangat menarik,
beberapa pihak, seperti Papi Mami penting, dan relevan dalam kehidu-
Kurang lebih 30 menit ke- serta kata pengantar dari salah satu pan para remaja, seperti Gambaran
mudian, dengan wajah berseri-seri pasang ketua tim Weekend Antiok- Diri & Gambaran Allah, Menjadi
dan penuh semangat, para anggota hia kali ini, yaitu Jennifer Trisha dan Orang Kristen, Karya Kristus, Be-
tim menuju Gedung Karya Pastoral Albert. Dalam pengantarnya, dijelas- kerja Untuk Kristus, Panggilan Allah,
(GKP) Gereja Santo Laurensius kan seluk beluk tentang Antiokhia, dan lainnya. Dan yang terakhir dan
untuk sarapan dan mempersiapkan hingga tema besar Weekend kali ini, terpenting, para presenter sudah di-
segala hal untuk menyambut teman- yaitu BIG HERO 3. Mengusung latih untuk membawakan presentasi
teman peserta. Kali ini, weekend tema tersebut, Antiokhia Santo secara menarik dan kreatif, seperti
Antiokhia diikuti oleh kurang Laurensius berharap agar seusai menyisipkan penampilan bakat me-
lebih 100 orang yang terdiri dari 61 Weekend, para peserta dapat menjadi reka dalam presentasi, menampilkan
peserta, 28 tim, dan 6 pasutri pem- pahlawan dalam kehidupan sehari- berbagai macam media, bahkan ada
bimbing atau yang dikenal dengan seharinya, terutama bagi Tuhan, yang mengenakan kostum biarawati

20 SALUS 18
JULI 2015

TUNAS

dalam presentasinya! pada malam ke-2, yakni rekonsi- penuh semangat oleh para tim dan
Setiap selesai mendengarkan liasi. Aula besar GKP yang terletak Papi-Mami. Dengan dikalunginya
di lantai 2, disulap cantik dengan peserta, maka menjadi resmilah me-
presentasi, para peserta diajak untuk susunan lilin-lilin, lampu, dan bunga reka menjadi Antiokhers. Yaay! Usai
masuk ke dalam kelompok kecil un- mawar yang menjadi satu-satunya misa, waktu yang ditunggu-tunggu
tuk mensharingkan berbagai penga- penerang dalam ruangan besar yang pun tiba, yaitu foto bersama Romo
laman rohaninya. Mentor kelompok, gelap gulita itu. Rekonsiliasi dimulai di depan altar. Dalam suasana gegap
yang merupakan anggota tim, akan dengan para peserta diajak untuk gempita, baik peserta, tim, maupun
memandu kegiatan sharing dengan menyanyikan lagu-lagu Taize, guna Papi-Mami berpose dengan tangan
memberikan pertanyaan-pertanyaan mencapai ketenangan batin. Setelah membentuk lambang ichtus dan
tentang kehidupan yang berka- itu, para peserta mulai diajak untuk Antiokhia, sembari tak ketinggalan
itan dengan presentasi yang telah merefleksikan relasi kita dengan menyunggingkan senyuman terbaik
didengar. Nah, disinilah saat dimana Tuhan, ayah, ibu, serta saudara. Pada mereka.
peserta bisa saling mendengarkan, akhirnya, kegiatan ini ditutup den-
membagikan, hingga meneguhkan gan pembakaran niat dan wujud doa, Pada akhirnya, Weekend pun
iman teman-teman sebayanya. penulisan surat kepada orang tua, tiba di penghujung acara, yaitu acara
serta pengakuan dosa yang dibantu penutupan yang berlangsung di
Selama Weekend, peserta juga oleh 7 orang Romo. Rekonsiliasi kali Aula lantai 2 GKP Santo Laurensius.
diajak untuk memuji Tuhan dengan ini memang berakhir hingga larut Acara tersebut ramai sekali diikuti
cara bernyanyi dan menari. Disini malam, namun hal ini tidak meny- oleh seluruh orang tua penginapan
para peserta yang tadinya malu- urutkan semangat anak-anak untuk atau host family, seluruh orang tua
malu, jadi ikut semangat dan berani, berusaha membersihkan hati mereka Antiokhers baru, bahkan hingga
melihat para tim dengan penuh dan siap menjadi pribadi baru yang Antiokhers dari Antiokhia Santa
semangat menari dan bernyanyi mampu berelasi lebih baik. Monika BSD dan Antiokhia Distrik
memuji Tuhan, ditambah lagi Jakarta. Seluruh rangkaian acara
dengan merasakan atmosfer ruangan Pada hari ketiga, tepat pukul dibuka dengan doa lalu dilanjutkan
yang benar-benar terasa positif dan 07.30, seluruh anggota Antiokhia dengan berbagai macam sambutan,
berenergi. Dan yang terakhir, salah kembali berkumpul di gereja untuk baik dari perwakilan Papi-Mami,
satu kegiatan yang sangat diantisipasi mengikuti misa kedua. Baik peserta, Antiokhia Distrik Jakarta, hingga
adalah pertunjukkan drama! Dalam tim, maupun Papi-Mami secara salah satu pasang ketua tim atau
kegiatan tersebut, peserta dibagi seragam mengenakan baju polo BIG yang lebih dikenal dengan sebutan
dalam beberapa kelompok lalu HERO 3! Para anggota tim dan Pak Lurah dan Bu Lurah (Palu dan
masing-masing menampilkan drama Papi-Mami mendapat kehormatan Bulu), yakni Ivan Sebastian dan
sesuai dengan ayat Kitab Suci yang menjadi koor pada misa pagi hari Vania Andriani. Penutupan juga
telah ditentukan. Tiap kelompok itu, sementara para peserta mendapat diramaikan dengan kehadiran Om
juga dengan bebas dapat berkreasi tempat duduk istimewa tepat di de- Joni dari seksi kepemudaan yang
dengan kertas koran yang disediakan pan Altar. Tepat sebelum misa selesai, bersedia memandu para Antiokhers
untuk dijadikan kostum atau alat- para peserta dilantik oleh Romo untuk berekonsiliasi singkat dengan
alat pendukung lainnya. Penampilan Hadi sendiri. Wah betapa bang- diri sendiri. Acara berlangsung sangat
tiap kelompok ini dilombakan dan ganya, bukan? Dengan disaksikan meriah dimana para Antiokhers dengan
dinilai oleh Mami-Papi. Hasilnya oleh ribuan pasang mata, satu per- penuh semangat mempersembah-
luar biasa! Setiap kelompok berhasil satu para peserta maju dan berbaris kan beberapa lagu untuk orang tua
membuat para penontonnya tertawa layaknya akan menerima Komuni. mereka. Akhirnya, acara pun ditutup
terbahak-bahak melalui akting para Namun begitu, bukan hosti yang dengan pembagian palancas atau
pemerannya, sekaligus terpukau me- mereka terima, melainkan kalung surat cinta singkat ala Antiokhia
lihat kekreatifan para peserta dalam salib Antiokhia. Tentu saja, sambil dan tak ketinggalan menyanyikan
menafsirkan ayat-ayat tersebut. diiringi lagu Welcome to the Family lagu kebangsaan Antiokhia, Mars
yang dinyanyikan dengan merdu dan Antiokhia:)
Puncak acara dari seluruh rang-
kaian kegiatan Weekend ini adalah

21SALUS 18

JULI 2015

Anggota PA-PS Santo Laurensius pada
tanggal 29 Juni-1Juli 2015 menempa
iman dan mengobarkan semangat
kebersamaan di Santa Monica camping
Ground, Pancawati, Bogor.

22 SALUS 18
JULI 2015

Gereja membutuhkan
Anda untuk menjadi
pewarta dinamika Umat
Gereja Santo Laurensius
melalui Majalah Salus.
Silahkan bergabung
menjadi redaktur atau
desainer Majalah Salus
Daftarkan diri Anda ke:
[email protected]

23SALUS 18

JULI 2015

BERITA GAMBAR

Tahun ini Paroki Santo Laurensius kembali
mengadakan Bible Kids Festival (BKF) yang
kedua. Tema BKF kali ini adalah “Jesus and
The Love Factory”. Tercatat ada 420 anak
usia SD yang mendaftar mengikuti acara ini.
Selama tiga hari, mereka bermain sekaligus
belajar bersama, dari tanggal 24 Juni hingga
26 Juni 2015. Didampingi oleh kakak-kakak
dan juga para frater dari tarekat CICM dan SJ,
anak-anak ini belajar mengenal iman
katolik dan bagaimana mewujudkannya dalam
tindakan kasih. Salah satunya adalah ketika
mereka belajar membuat burger dan kemudian
memberikan burger tersebut kepada orang
yang paling mereka kasihi.

24 SALUS 18
JULI 2015

BERITA GAMBAR

25SALUS 18

JULI 2015

TUNAS

ANTIOKHIA
MEMBANGUNKAN
JIWA SAYA!

Sejujurnya, ketika saya dita- tiga hari dua malam. Alasannya banyak, mereka tentang perjalanan imannya.
wari untuk menulis artikel seperti tidak ada teman, tidak bisa Kisah-kisah mereka begitu relevan
ini saya sangat bersemangat. pegang handphone, ketinggalan se- dan begitu “saya banget” sehingga
Gimana tidak? Ada begitu rial TV favorit, hingga malas bangun memelekkan mata hati saya untuk
banyak pengalaman dan pelajaran pagi saat hari libur. Namun begitu, kembali menengok kehidupan
berharga yang saya dapatkan selama untungnya saya mempunyai orang rohani saya. Melalui cerita-cerita
menjadi Antiokher tiga tahun ini, tua yang selalu tahu yang terbaik merekalah, saya menjadi sadar bahwa
dan betapa besarnya keinginan saya untuk anaknya. kejadian sederhana atau pencapaian
untuk segera membagikannya ke- kecil sekalipun tidak luput dari
pada jutaan muda-mudi di luar sana! Walau Weekend hanya campur tangan Tuhan. Dan pada
berlangsung tiga hari dua malam, saat itulah, iman saya yang telah
Awalnya, seperti kebanyakan namun cukup untuk memberikan lama mati suri kembali bangkit dan
anak muda, saya malas sekali ketika kesan yang mendalam. Saat itu saya siap tumbuh.
diajak untuk ikut Weekend Anti- merasa tersentak sekaligus kagum
okhia. Rasanya sayang sekali harus melihat anak-anak muda yang dengan Setiap usai presentasi, acara
mengorbankan waktu liburan saya berani dan terbuka mensharingkan dilanjutkan dengan kegiatan sharing
untuk ikut retret, sekalipun hanya pengalaman-pengalaman pribadi kelompok. Kegiatan ini merupakan

26 SALUS 18
JULI 2015

TUNAS

salah satu favorit saya, dimana selain kegiatan gereja. Melalui salah satu
bisa berinteraksi dengan teman- presentasinya, yaitu Bekerja untuk
teman sebaya, kegiatan ini juga Kristus, saya disadarkan bahwa
memperkaya kehidupan iman saya. Tuhan memanggil kita agar menggu-
Melalui sharing-sharing, saya men- nakan talenta yang kita miliki untuk
jadi sadar bahwa saya tidak sendiri melayani di ladang-Nya. (Nataasha)
karena banyak pengalaman iman
teman-teman yang serupa. Dari
situlah, kami secara sadar ataupun
tidak, berhasil saling meneguhkan
iman satu sama lain.

Meski Weekend ini ber-
langsung singkat, namun saya per-
caya bahwa Antiokhia menjadi pintu
gerbang bagi kaum muda zaman
sekarang untuk aktif dalam kegiatan-

27SALUS 18

JULI 2015

TUNAS

Usahakan Mencari Pasangan
yang Sehati dan Seiman

Minggu, 1 Februari 2015

Masa selebriti yang diselenggarakan untuk OMK ini untuk pergi ke tempat ibadah ber-
ruang kerjanya bertujuan untuk mengingatkan dan sama pasti berkurang karena adanya
lebih sempit saja mengarahkan OMK untuk mencari perbedaan iman tadi dan mungkin
bisa mendapatkan pasangan hidup yang sehati dan hal itu dapat membuat kita sebagai
pasangan yang sehati dan seiman, seiman. orang katolik untuk malas dan tidak
kalian orang muda tidak bisa?” Itu- pergi ke gereja. Belum lagi dalam
lah salah satu kalimat yang diucap- Romo Erwin memulai seminar proses menjalin sebuah keluarga
kan oleh Romo Erwin Santosa, MSF dengan bertanya, “Siapa yang datang dibutuhkan penyatuan antara dua
dalam sebuah seminar dengan tema dengan pasangannya?” Mulai dari keluarga, dimana kedua keluarga
‘Sehati dan Seiman’ pada tanggal pertanyaan yang sederhana itu, harus saling menyetujui pernikahan
1 Februari 2015 di Gedung Karya Romo Erwin mulai membahas ten- yang akan berlangsung nantinya,
Pastoral Gereja Santo Laurensius, tang pentingnya mencari pasangan terkadang perbedaan iman menjadi
Alam Sutera. Seminar yang dihadiri yang sehati dan seiman dengan kita. salah satu batu sandungan karena
oleh lebih dari 400 orang muda Romo Erwin mengatakan bukan tidak mendapat restu dari salah
katolik (OMK) ini diadakan oleh berarti Gereja melarang atau tidak satu keluarga. Romo Erwin juga
Antiokhia Alam Sutera. Hadir pula mengizinkan mempunyai pasangan mengatakan dengan menemukan
dalam seminar ini pasangan suami yang berbeda iman dengan kita, pasangan yang seiman, maka secara
istri selebriti yaitu Darius Sinathrya tetapi apabila hal itu terjadi maka tidak langsung kita sebagai orang
dan Dona Agnesia. Seminar yang mungkin akan banyak masalah yang katolik menambah jumlah populasi
timbul. Contohnya, kebersamaan

28 SALUS 18
JULI 2015

TUNAS

orang katolik yang ada di Indonesia. bagi Romo Erwin yaitu patah hati OMK. Dona mengatakan bahwa
Mengapa demikian? Karena jika di kalangan kaum muda. Romo Darius adalah satu-satunya pacar
kita menikah dengan pasangan yang Erwin mengatakan bahwa akhir- Dona yang seiman denganna, karena
seiman sudah pasti anak yang diper- akhir ini banyak remaja yang patah sebelumnya mantan pacar Dona
cayakan Tuhan nantinya kepada kita hati kemudian memutuskan untuk tidak ada yang beragama katolik.
akan terus tumbuh dibimbing, dan mengakhiri hidupnya. Menurut Sambil tertawa Dona mengatakan,
diarahkan dalam iman Katolik. Romo Erwin, hal itu bukanlah suatu jika di antara kalian ada yang belum
contoh yang dapat membuktikan memiliki pasangan yang seiman
Tak hanya mencari pasangan bahwa dalam hubungan tersebut berarti masih ada orang lain yang
yang seiman, tetapi Romo Erwin terdapat pasangan sehati. Patah hati mungkin akan menjadi pasangan
juga memberitahu kaum muda itu bukan masalah berat karena hidup kalian. Darius menambahkan
untuk mencari pasangan yang sebenarnya dengan patah hati, kita tidak cukup mencari pasangan yang
sehati dengan kita. Apa maksudnya membuktikan bahwa kita mampu seiman, tetapi harus juga sehati ka-
sehati? Sehati yang dimaksud adalah mencintai orang lain yang lebih baik rena dengan demikian masalah yang
mereka yang mau mengerti dan dari pasangan sebelumnya. Se- timbul dapat berkurang. Ia mem-
menerima kita apa adanya, karena harusnya apabila seorang pasangan berikan contoh bahwa sehati yang
tujuan dari sebuah hubungan adalah remaja putus dalam berpacaran, ber- dimaksud bukan memiliki pikiran
saling melengkapi satu sama lain. doalah dan berterimakasih kepada yang sama, ‘jika istri berkata A maka
Dalam membahas tema yang satu Tuhan, bukan malah sedih dan larut suami juga berkata A’. Tetapi yang
ini, ada hal yang menjadi ‘concern’ dalam kegalauan. Tuhan membuat dimaksud sehati adalah pasangan
pasangan remaja putus dengan tu- yang mau mencintai dan menerima
juan yang baik yaitu untuk mem- pasangannya dengan tulus apa
pertemukan kita dengan orang lain adanya, sama seperti yang diucapkan
yang lebih baik. Permasalahan dalam Romo Erwin. Darius memberikan
suatu hubungan harusnya disikapi contoh yang ada dalam hidup berumah
dengan kepala dingin dan baik-baik tangga mereka. Ia mengatakan
untuk menemukan solusi yang bahwa Dona adalah pasangan yang
tepat. Jika kita sebagai orang muda sehati dengannya, karena saat sedang
mampu melalui masalah dalam bekerja dan harus berakting dengan
hubungan dan mampu menerima perempuan lain, Dona tidak pernah
segala kelemahan serta kelebihan cemburu malah mendukung Darius.
orang yang kita sayang, disitulah kita Di sinilah contoh dari satu hati
mampu menemukan orang yang tersebut, yaitu adanya rasa saling
sehati dengan kita. percaya di antara pasangan. Dalam
talkshow itu, Darius dan Dona juga
Beberapa hal yang dikatakan berbagi cerita bahwa bukan berarti
Romo Erwin membuat para OMK dengan memiliki pasangan yang
yang hadir sungguh sadar betapa sehati dan seiman dengan kita, tidak
pentingnya untuk mencari pasangan akan ada masalah. Masalah pasti
yang sehati dan seiman. Hal ini akan ada di dalam suatu hubungan,
kembali diperkuat dengan kehadi- tetapi dengan memiliki pasangan
ran pasangan suami istri selebriti yang sehati dan seiman dengan kita,
Darius Sinathrya dan Dona Agnesia masalah dapat diselesaikan dengan
yang bersedia berbagi kehidupan baik. (Skolastika Cita)
pernikahan mereka selama ini.
Dalam sessi talkshow ini, Darius
dan Dona menceritakan banyak hal
yang dapat dijadikan contoh bagi

29SALUS 18

JULI 2015

TUNAS

Temu OMK Paroki St. Laurensius dan
Para Frater Seminari Tinggi
St. Yohanes Paulus II
dalam Rangka Minggu Panggilan

Pada Minggu pagi, tanggal dengan kecepatan tinggi. Acara ber- kelompok.
12 April 2015 setelah lanjut dengan beberapa permainan Acara selesai sekitar jam 13:00.
Misa Kerahiman Ilahi ketangkasan dan tebak cermat. Para
jam 08:30, Gedung Karya OMK sangat bersemangat mengi- Walaupun acara dalam pertemuan
Pastoral di Lantai 3 terasa meriah. kutinya. Para Frater pun berunjuk OMK dan Para Frater dari Seminari
Sekelompok Orang Muda Katolik kebolehan dalam bernyanyi, salah Tinggi St. Yohanes Paulus II ini
Paroki St. Laurensius berkumpul satu di antaranya menyanyikan lagu hanya berlangsung singkat namun
bersama dengan wajah yang ceria. kebesaran mereka, Hymne Seminari, jelaslah bahwa pertemuan itu sangat
Pertemuan yang berlansung dalam dengan gaya menarik. positif dan pantas diapresiasi, de-
suasana gembira ini merupakan per- mikian kata RD Sridanto Aribowo.
temuan antara OMK dan para Fra- Setelah itu, untuk melancarkan Beliau juga mengatakan, pertemuan
ter dari Seminari Tinggi St. Yohanes acara, para OMK dibagi dalam be- ini adalah sarana untuk kontak dan
Paulus II. Bapak Himawan, Ketua berapa kelompok, setiap kelompok komunikasi rohani para OMK. Me-
Komisi Panggilan, menuturkan ba- didampingi oleh seorang atau dua nurut hemat RD Sridanto, panggilan
hwa acara ini merupakan bagian dari orang Frater. Mereka diminta untuk menjadi imam bukannya sedikit,
kegiatan Minggu Panggilan. Beliau menyelesaikan puzzle bertema ro- banyak malahan, cuma kadang-
mengungkapkan kegembiraannya hani. Beberapa kelompok yang ber- kadang para OMK yang mempunyai
atas terjalinnya kerja sama yang hasil menyelesaikan puzzle dengan panggilan tidak mendapatkan
baik antara OMK dan para Frater sangat cepat menunjukkan wajah pengenalan secara memadai. Lebih
dari Seminari Tinggi St. Yohanes sumringah. Setelah menyelesaikan lanjut RD Sridanto mengatakan,
Paulus II. Dari sudut padang para puzzle mulailah tiap-tiap kelompok sarana dan bentuk lain untuk lebih
Frater, pertemuan ini merupakan masuk ke sessi sharing panggilan. menggalakkan panggilan mungkin
kesempatan mengasah keterampilan Dalam kesempatan ini, para Frater lewat “Live In” di seminari, tentunya
bersosialisasi sedangkan bagi para menjelaskan secara singkat apa itu harus dikemas sedemikain rupa
OMK pertemuan ini merupakan Seminari Tinggi. Dalam bentuk ko- sehingga para muda katolik ini
sarana untuk mengenal seminari. munikasi yang lebih luwes ini para dapat langsung menimba pengala-
OMK lebih mempunyai kesempatan man rohani sebagaimana kehidupan
Acara yang dimotori oleh 17 mengajukan pertanyaan-pertanyaan sesungguhnya di seminari itu. Ini
orang Frater ini berlangsung sangat secara lebih bebas ketimbang dalam bisa menjadi kekayaan pengalaman
dinamis dan energik. Untuk menga- pertemuan konvensional yang rohani yang hanya bisa ditemukan
wali pertemuaan ini, para OMK di- mengatur semua OMK duduk dalam Gereja Katolik.
minta membentuk sebuah lingkaran menghadap ke depan dan men-
besar dan diajak untuk melakukan 5 dengarkan para Frater berbicara di Frater Guntur, yang saat ini
ragam beat tepuk tangan yang me- depan mereka. Beberapa kelompok di tahun ke-4 di Seminari Tinggi
madukan kolaborasi gerak anggota terlihat cukup serius mendengar- St. Yohanes Paulus II, menyatakan,
tubuh tangan, pikiran, dan konsen- kan penjelasan para Frater. Sesekali “Kami tahu bahwa banyak OMK di
trasi dalam menangkap instruksi terdengar tawa para OMK di dalam St. Laurensius dan kami datang untuk
memberikan sharing pangilan.” Hal

30 SALUS 18
JULI 2015

TUNAS

yang senada perihal temu OMK dan OMK yang berminat memilih Semi- Kepemudaan dan Komisi Panggilan
para Frater ini disampaikan oleh nari Tinggi sebagai pilihan mereka. sehingga acara seperti ini bisa men-
Frater Linus, tahun ke-3 di seminari. jadi agenda bersama dan terseleng-
Frater Linus melukiskan temu muka “Acara hari ini sepatutnya kita gara lebih baik,” komentar Pak Joni,
ini layaknya ‘jemput bola’ sebagai hargai. Mudah mudahan di waktu pendamping Seksi Kepemudaan
upaya untuk menjemput adik-adik yang akan datang terjadi kerja sama Paroki. (Imelda Njo)
yang lebih baik antara KKS, Komisi

Seminari Tinggi St. Yohanes Paulus II,
Persemaian Imam Diosesan KAJ

Seminari Tinggi St. Yoha- Timur. Barangkali, pendampingan mereka ada juga yang sudah bekerja
nes Paulus II yang sering terhadap orang-orang Portugis itu beberapa tahun di bank atau sebagai
dikenal dari sebutan Wisma merupakan alasan Pastor Simon Vaz dosen di sebuah perguruan tinggi
Cempaka ini berada di Jalan masuk pertama kali ke Halmahera swasta. “Ini mungkin suatu fenomena
Cempaka Putih Timur XXV Nomor pada tahun 1534. Sayangnya, beliau yang sulit dijelaskan, namun tentunya
7-8 Jakarta Pusat. Seminari ini didi- terbunuh di Morotai setahun kemu- menggembirakan karena ternyata
rikan pada tahun 1987 dan sampai dian dan menjadi martir pertama Seminari Tinggi masih menarik minat
saat ini telah menghasilkan para di Indonesia. Perspektif yang lebih para kaum muda Katolik bahkan
imam diosesan Keuskupan Agung jelas tentang jejak-jejak karya imam mereka yang sudah memiliki jabatan
Jakarta. Para imam keusukupan biasa diosesan di Indonesia dapat didalami yang cukup mapan dalam kehidupan
dikenal kenal sebutan imam projo. Di dari buku “Mission Breakthrough, awalnya,” jelas RD Romanus.
belakang nama biasa ditulis Pr yang Narasi Kecil Imam Diosesan di Indo-
berarti Presbiterium. Belakangan, nesia” karangan RD Simon Petrus Lili Para calon yang berasal dari
banyak yang menggunakan sebutan Tjahjadi. lulusan SMA umum, diperlukan satu
RD di depan nama, arti singkatan tahun masa orientasi, lima tahun
RD ialah Reverendus Dominus atau Saat ini, di Seminari Tinggi pendidikan filsafat, satu tahun karya
bisa juga Romo Diosesan. Yohanes Paulus II ada kurang lebih pastoral dan lanjut dengan tiga tahun
36 orang frater yang sedang menjalani pendidikan lanjut Teologi. Ini bukan
Keberadaan imam-imam dio- pendidikan. Di antara para frater itu, jalan yang singkat tentunya namun
sesan di bumi Indonesia bukan dari ada dua frater yang berasal dari Paroki kalau Allah Bapa sudah mengetuk
kemarin sore, ternyata sudah ada dan Santo Laurensius, Alam Sutera. Sepa- hati, tidak ada yang akan mampu
berkarya sejak empat abad yang lalu. tutnyalah, kita merasa gembira atas mengelaknya. (Imelda Njo)
Imam diosesan pertama yang ikut kenyataan ini, semoga setiap tahun
merintis perjalanan Gereja Katolik makin banyak calon imam dari Paroki
di Indonesia ialah Pastor Simon Santo Laurensius.
Vaz, imam berkebangsaan Portugis.
Sebagaimana kita ketahui, dahulu RD Romanus Heri Santoso, Pastor
kala Belanda dan Portugis datang ke Unit Wisma Cempaka, menjelaskan
Indonesia untuk mencari rempah- bahwa bukan hanya lulusan SMA
rempah, terutama yang saat itu umum atau lulusan Seminari Menengah
banyak dijumpai di belahan Indonesia yang saat ini menjalani pendidikan
di Wisma Cempaka. Dari antara

31SALUS 18

JULI 2015

LITURGI

AMBO ATAU MIMBAR?

Ambo atau Mimbar kurang didengar, padahal umumnya tempat khusus untuk membacakan
merupakan dua istilah kata “ambo” lebih bermakna liturgis bacaan Kitab Suci.
yang sering kita dengar, daripada mimbar.
keduanya mempunyai Ambo merupakan warisan
pengertian yang sama, yaitu tempat AMBO berasal dari bahasa kuno, dimana pada jaman sebelum
berbicara. Istilah mimbar lebih Yunani “anabainein” yang artinya abad ke-14, ambo dibangun secara
sering kita dengar, berhubungan “naik” atau “bergerak dari bawah monumental: tinggi, cukup luas
dengan mimbar pidato, mimbar ke atas”. Hal ini sesuai dengan tata dan simbolis dekorasinya, lengkap
dakwah. Sementara kata “ambo” liturgi gereja kita, dimana petugas dengan perhitungan tata suara dalam
lektor maupun imam akan menaiki bangunan gerejanya.

32 SALUS 18
JULI 2015

LITURGI

Di dalam teologi Sabda: dalam gedung gereja mencerminkan orang, maksimal bisa untuk tiga
Allah berbicara kepada umat-Nya, martabat Sabda Allah yang agung. orang. Hal ini untuk menampung
yang menerima kekuatan untuk Keterkaitan yang erat antara altar petugas yang bertugas bersamaan,
menanggapi-Nya secara aktif dengan dan ambo membawa konsekuensi misalnya untuk membawakan Doa
penuh iman, harapan, dan cinta bahwa keduanya sudah sepantas- Permohonan, Membacakan Kisah
kasih melalui doa dan pemberian nya secara arsitektural ditampilkan Sengsara pada saat Minggu Palma
diri... dalam seluruh hidup kristiani sebagai berkesinambungan (paralel). atau menyanyikan Injil pada hari
mereka (OLM/Ordo Lectionum Akan lebih bagus lagi bila bahan Jumat Agung.
Missae, 48). Untuk itu perlu disedia- yang dipakai untuk ambo sama
kan tempat khusus, yaitu AMBO. dengan yang dipakai untuk altar. Hal-hal penting yang menun-
Bentuknya hendaklah berhubungan “Sebaiknya tempat pewartaan Sabda jang keberadaan Ambo adalah:
dengan altar, tanpa melalaikan itu berupa mimbar (ambo) yang 1. Lampu Penerangan
peran dan kepentingannya sen- tetap, bukannya “standar” yang 2. Mikrofon atau pengeras suara
diri. Hendaknya dipikirkan bahwa dapat dipindah-pindahkan (PUMR,
letaknya lebih mendekati umat dan No 309). Keduanya harus dipasang sede-
hendaknya memungkinkan mikian rupa sehingga tidak meng-
pelaksanaan perarakan dengan kitab Kalau diurutkan dengan ganggu pandangan umat maupun
Injil dan pemakluman Sabda penye- Tata Perayaan Ekaristi (TPE) yang menghalangi kelancaran pelaksanaan
lamatan. Ambo hendaknya sepadan berlaku, kegunaaan Ambo untuk tugas.
menurut kelayakan dan peranannya membawakan Bacaan-bacaan Kitab
yang suci, dan ditempatkan sede- Suci (Pertama dan kedua) oleh Misalnya: lampu penerangan
mikian rupa sehingga para pelayan lektor, Mazmur Tanggapan dan tidak terlalu redup atau tidak terlalu
upacara yang menggunakannya Bait Pengantar Injil oleh Pemazmur, terang yang bisa menyilaukan umat
dapat dilihat dan didengarkan dari Bacaan Injil dan Homili oleh Imam, yang memandang.
segenap penjuru bangku umat. (dapat juga) Doa permohonan oleh
Dalam PUMR no. 308 disebutkan: lektor dan juga Pujian Paskah (Exul- Sumber:
“hendaknya mimbar itu ditem- tet) pada waktu Malam Paskah. 1. “Simbol-Simbol Sekitar Perayaan
patkan sedemikian rupa, sehingga
pembaca dapat dilihat dan didengar Sementara Komentator, Solis, Ekaristi: Ambo”; Pamflet Li-
dengan mudah oleh umat beriman”. Pembaca pengumuman, dan Dirigen turgi M3 Mengalami, Merawat,
atau pemimpin paduan suara se- Menarikan Liturgi; diterbitkan
Berapa jumlah ambo yang baiknya tidak menjalankan tugasnya oleh ILSKI (Institut Liturgi Sang
seharusnya? Hanya ada satu ambo dari ambo Sabda, sebaiknya ada Kristus Indonesia)
dalam pengertian sebenarnya. tempat tersendiri. 2. “Pedoman Umum Misale Ro-
Seperti halnya hanya ada satu altar mawi”, diterjemahkan oleh Ko-
dalam satu gereja, maka ambo pun Untuk Dekorasi, ambo harus misi Liturgi KWI dari Institutio
demikian. Altar dan ambo ibarat- dihias secara pantas dan dihindar- Generalis Missalis Romani, editio
nya “dua meja kembar”. Satu altar kan dari penggunaan sebagai media typica tertia 2000, diberi appro-
melambangkan satu Kristus dan satu Slogan atau pesan tematis yang tidak batio oleh Konferensi Waligereja
Ekaristi. Maka, satu ambo berarti ada kaitannya dengan Sabda atau Indonesia, dalam sidang 23-26
satu Sabda Allah di mana Kristus benda-benda yang bersifat semen- April 2002.
Sendiri hadir. Satu-satunya ambo tara. 3. http://www.indocell.net/yesaya/
pustaka2/id183.htm
Biasanya ambo dibuat untuk
bisa menampung lebih dari satu

33SALUS 18

JULI 2015

ANTARKITA

KELUARGAKU
SUKACITAKU

Pada tanggal 6 Juni 2015 kecil di dalam komunikasi yang membuat hubungan di dalam keluarga men-
yang lalu, Marriage En- jadi kurang harmonis, bahkan tidak jarang hubungan pasutri menjadi hambar
counter (ME) St. Lauren- (Marriage Single).
sius menyelenggarakan
seminar dengan tema “Keluargaku Acara yang dipandu oleh Pasutri Agus-Nanie dimulai dengan lagu pujian
- Sukacitaku”. yang memberi semangat saling mengenal diantara para peserta seminar. Walau
sudah sepuh, RP Bambang Wiryo, dengan semangat anak muda memberi kata
Acara yang dilaksanakan di sambutan dan membuka acara seminar ini dengan ketukan tangan ke meja
Gedung Karya Pastoral, Gereja St. “Tok… Tok… Tok…” menandakan acara seminar resmi dibuka, kemudian
Laurensius ini dihadiri lebih dari 300 dilanjutkan sambutan dari Koordinator DME Distrik 1 Jakarta, Pasutri Ina-
umat dari berbagai paroki se-KAJ, Hardono dan RD Aloysius Yus Noron.
serta Koordinator ME Indonesia
(Kornas), Pasutri Endang-Agung Pada Sesi pertama, RP Hibertus Hartono, MSF membawakan tema
yang khusus datang dari Surabaya “Decalog”, tema yang jarang dijumpai tapi sangat berguna bagi kita semua untuk
untuk mengikuti acara seminar yang bisa meresapi isi semuanya dan melaksanakannya dalam kehidupan nyata di
menampilkan 2 orang pembicara, keluarga kecil kita.
yakni RP Hibertus Hartono, MSF
dan RP Alexander Erwin, MSF Decalog memiliki arti yang dalam yang dijabarkan dalam 10 perintah,
dimana misi pelayanannya adalah
berorientasi kepada keluarga.

Saya merasakan sekali bagus dan
bergunanya seminar ini bagi pasutri-
pasutri dalam merajut sebuah rumah
tangga, karena banyak sekali riak-riak

34 SALUS 18
JULI 2015

ANTARKITA

dimana kita diharapkan dapat berbicara dengan tepat dalam pikiran maupun membedah tema kedua. Tapi sebelum
hati, selalu memberi pelayanan iman dan doa dalam bentuk doa bersama dalam memasuki sesi kedua acara diawali
keluarga, dapat membangun persahabatan di dalam keluarga, baik dengan sharing dari Pasutri Endang-Agung
pasangan, dengan anak maupun dengan orangtua atau mertua. yang menyuguhkan cerita-cerita masa
lalu mereka, yang membuat mereka
Kita juga diharuskan selalu mencintai kehidupan ini dan membangun sering melakukan salah paham dan
intimitas (seks sebagai rencana Allah sebagai sebuah kesetiaan), mensyukuri ke- sukar untuk langsung berdamai. Pada
luarga yang kita miliki saat ini, selalu bersikap jujur dan tulus dengan sepenuh sharing kali ini tidak jarang umat
hati serta menjalani pola hidup sederhana. dibuat tertawa oleh Endang dengan
gaya Arek Suroboyo-nya yang lucu.
Bila semua itu bisa kita lakukan, niscaya hidup yang kita jalani akan lebih
ringan dan selalu baik, sehingga kita bisa mensyukuri apa yang kita dapat pada Selepas sharing dari Kornas
hari ini, seperti yang di-sharing-kan oleh Pasutri Christ-Lely yang mensyukuri ME, RP Alexander Erwin, MSF
kehidupan keluarganya dengan menjalani pesan dari tema decalog tersebut. melanjutkan pembahasan sesi kedua
yang bertemakan “5 Bahasa MAAF”,
Setelah istirahat 15 menit yang memberi kesempatan peserta untuk dimana isi dari tema tersebut menga-
makan, bergaya di kamar kecil serta menyumbangkan sebagian kecil uangnya rah kepada kata MAAF yang bukan
untuk membeli pernak-pernik hiasan maupun CD, acara dilanjutkan dengan hanya sebuah ucapan maaf saja, tapi
lebih kearah penyesalan diri, memper-
tanggungjawabkan sebuah kesalahan
dalam bentuk penebusan dan perto-
batan serta memohon pengampunan
dari kesalahan yang kita lakukan ter-
hadap orang lain, khususnya terhadap
pasangan kita, agar orang yang kita
mintai maaf benar-benar merasakan
kata maaf yang sesungguhnya (bukan
sekedar basa-basi).

Tema yang disajikan dengan
gaya anak muda yang kocak, mem-
buat umat tidak merasa ngantuk
setelah menikmati makan siang
dengan beberapa makanan kecil yang
disajikan oleh panitia.

Acarapun diakhiri dengan
tanya jawab dan lagu penutup yang
disajikan langsung oleh RP Alexan-
der Erwin, MSF yang piawai dalam
menyanyikannya. Sungguh indah
dunia ini apabila kita dapat berkomu-
nikasi dengan baik dan berjiwa besar
dalam memohon ampun atas segala
kesalahan yang kita lakukan. Semua
bisa dimulai dari keluarga kita sendiri
sehingga menjadikan keluargaku
adalah sukacitaku. (AL.)

35SALUS 18

JULI 2015

PERTEMUAN ANTAR PENGURUS WILAYAH 1

Rada aneh terdengarnya. yang telah delapan tahun melayani di Dewan Paroki mengajak para pengurus
Ada misa wilayah, namun untuk tetap semangat dan bersuka cita terlebih menyambut gembala yang baru
khusus hanya untuk yaitu Rm. Hadi Suryono, Rm. Sridanto dan Rm. Wiryo. Banyaknya kegiatan di
pengurus lingkungan lingkup Paroki diharapkan tidak menyurutkan aktivitas di lingkungan masing-
saja. Umat yang bukan pengurus masing. Alex juga mengingatkan agar rekan-rekan di Wilayah 1 mulai bersiap-
lingkungan tidak diharapkan keha- siap untuk mengemban tugas dari Paroki sebagai Panitia Natal 2015 dan Tahun
dirannya. Lho, kok aneh begitu? Ya, Baru 2016.
karena sejatinya acara ini adalah per-
temuan antar pengurus lingkungan di Diskusi kelompok menjadi agenda utama. Ada lima kelompok diskusi,
Wilayah 1. Pertemuan itu lalu ditutup masing-masing didampingi oleh seorang Ketua Lingkungan. Kelompok per-
dengan misa. Itu sebabnya, misa tama adalah kelompok Sekretaris Lingkungan. Reza, Sekretaris Lingkungan St.
wilayah kali ini memang berbeda. Bartolomeus, menjelaskan bahwa tugas-tugas sekretaris di antaranya memper-
siapkan agenda rapat dan membuat notulensi, memperbaharui data umat dan
Pertemuan pada hari Sabtu, membagikan hard copy Kartu Keluarga Katolik, serta bekerja sama dengan
14 Maret 2015 ini dimulai pukul 9 Sekretariat Paroki untuk surat-menyurat dan informasi dari Paroki. Kendala
pagi. Hadir sekitar 30 orang pengurus yang dihadapi adalah melayani umat yang sulit diajak bekerja sama dalam
dari enam lingkungan yang berada
di Wilayah 1. Acara diawali dengan
sambutan dari Koordinator Wilayah
1, Hedi Ming. “Selain sebagi ajang
keakraban antar-pengurus di Wilayah
1, melalui acara ini diharapkan para
pengurus juga dapat lebih mengerti
akan tugasnya masing-masing, serta
ajang sharing pengalaman, khususnya
dalam menghadapi kesulitan dan
kendala,” ujar Hedi Ming.

Selanjutnya, sambutan dari Alex
Tan selaku wakil dari Dewan Paroki
dan Pendamping Wilayah 1. Alex

36 SALUS 18
JULI 2015

memberikan informasi atau datanya sehingga sering terlambat dalam memper- Kelompok yang kelima adalah
baharui data umat. Seksi BIA/BIR/OMK dan Seksi
Kerasulan Keluarga. Darwis, Ketua
Kelompok kedua adalah kelompok Bendahara Lingkungan. Lydia, Lingkungan St. Cosmas menyam-
Bendahara Lingkungan St. Damianus, melaporkan tugas utamanya mengum- paikan betapa kompleks dan beragam
pulkan dana umat, mengelolanya dan membuat laporan yang jelas secara rutin. permasalahan yang dihadapi para
Mengumpulkan dana umat itu merupakan tantangan tersendiri. Ada umat keluarga, sedangkan Pastor Paroki
yang sulit ditemui, ada yang terus menunda-nunda memberikan dananya. Itu hanya tiga orang dan harus memberi-
sebabnya, sebagai Bendahara, dituntut untuk tetap sabar dan berpikir positif kan pelayanan kepada 3000 keluarga
agar tugas ini dapat dijalankan dengan baik. Ada juga ide-ide untuk melakukan lebih. Kelompok mengusulkan agar
pengumpulan dana dari sumber lain seperti bazar, pengumpulan barang bekas, dibentuk tim di Paroki yang dapat
dan lain sebagainya. siap sedia melayani umat yang sedang
menghadapi permasalahan keluarga.
Kelompok ketiga adalah kelompok Seksi Liturgi dan Seksi Pewartaan Alex Tan kemudian menanggapi
Lingkungan. Mira Arlina, Seksi Liturgi Lingkungan St. Nicholas, menghimbau bahwa untuk permasalahan keluarga,
agar para Ketua Lingkungan dapat memberikan kepercayaan penuh kepada SKK Paroki siap sedia membantu dan
Seksi Liturgi dan Seksi Pewartaan untuk menyusun sendiri jadwal pertemuan dapat menghubungi hotline SKK
lingkungan termasuk pemandu yang bertugas. Pemandu dari luar lingkungan yang tercantum di Warta Salus.
seringkali dapat memberikan suasana baru yang positif melalui sharingnya yang
meneguhkan. Kesulitan mencari tempat atau rumah untuk berkumpul menjadi Pertemuan lalu ditutup dengan
kendala utama, maka semangat pelayanan mesti tetap dijiwai. misa. Romo Hadi dalam homilinya
menyampaikan terima kasih kepada
Kelompok keempat adalah Seksi Sosial. Eka selaku Seksi Sosial Ling- pengurus yang hadir atas kesang-
kungan St. Bartolomeus memaparkan kegiatan sosial yang telah dilakukan gupan untuk melayani di lingkungan
yaitu kunjungan ke Panti Asuhan, Panti Jompo dan pembagian sembako ke masing-masing. Seperti perintah Yesus
kampung nelayan-pemulung Cilincing. Kendala yang dihadapi adalah sulitnya kepada Petrus, kita semua yang telah
mencari tempat tujuan untuk bakti sosial, khususnya yang membutuhkan menyatakan mengasihi Yesus juga
dana dan mudah dijangkau, terbatasnya sumber dana serta sulit melibatkan ditugaskan untuk mengembalakan
umat. Untuk mengatasi terbatasnya sumber dana, ada ide untuk mencari dana domba-dombaNya. Lebih lanjut,
dari luar lingkungan, misal kepada teman, saudara atau rekan kerja di kantor. Romo Hadi menjelaskan cara hidup
Para pengurus Seksi Sosial juga kemudian membentuk grup Whatsapp sebagai umat perdana yang berkumpul dalam
sarana untuk berkomunikasi. kelompok-kelompok untuk berdoa
bersama dan saling mendukung dalam
segala hal. Model ini diwariskan semen-
jak dari jaman para rasul hingga seka-
rang. Sebagai pengurus lingkungan,
semangat pelayanan yang kita miliki
hendaknya seperti api lilin yang tidak
akan berkurang bila dibagikan, seba-
liknya semakin menerangi kita semua
melalui nyala api-api lainnya. Homili
diakhiri dengan pembaharuan janji
pengurus lingkungan dan pemercikan
air suci. (Melyana Rosita)

37SALUS 18

JULI 2015

ANTARKITA

PESONA PROSESI
BUNDA MARIA

Pada hari Jumat tanggal bagikan lilin yang akan nanti dinyalakan.
1 Mei 2015 sekitar jam Tepat pukul 19:00 acara dimulai dengan dipimpin oleh Pastor Paroki,
18:00 halaman depan
Pastoran Gereja St. Lau- RD Hadi Suryono. Romo menjelaskan bahwa prosesi arak-arakan Bunda
rensius dipadati umat. Tak seperti Maria sebenarnya adalah hal yang biasa dilakukan dalam gereja Katolik
biasanya, misa Jumat Pertama yang dan ide ini muncul dengan pemikiran Paroki memiliki Gua Maria Penuh
biasa dimulai pukul 19:30 hari itu Rahmat yang begitu indah mengapa tidak diperkenalkan dan dimanfaatkan le-
akan dimulai pukul 19:00 karena bih jauh lagi. Ide ini disampakan kepada Ibu-Ibu Legio Maria dan ternyata
akan ada prosesi Patung Bunda Maria disambut baik oleh mereka. Acara dimulai dengan doa rosario bersama.
untuk mengawali Bulan Maria pada Menjelang peristiwa gembira ketiga arak-arakan mulai beranjak pelan
Bulan Mei 2015. Ibu-Ibu yang ter- menuju gereja dengan melewati halaman parkir gereja. Arakan dimulai
gabung dalam Legio Maria terlihat dengan patung Bunda Maria yang telah dihias begitu cantik yang diusung
sibuk menerima pendaftaran ketua dalam tandu oleh beberapa Putera Altar diiringi Para Prodiakon, Romo
Lingkungan atau yang mewakili Hadi, para wakil Dewan Harian Paroki, Ketua Lingkungan atau yang
untuk akan ambil bagian dalam mewakili dan diikuti umat. Arak-arakan penuh hikmat tersebut nampak
prosesi dimaksud sambil membagi- membentuk siluet memanjang yang indah karena setiap peserta prosesi
tersebut memegang lilin yang menyala di tengah gelapnya malam.

38 SALUS 18
JULI 2015

ANTARKITA

Animo umat dalam menyambut acara perdana perarakan Patung dekatnya kehadiran Bunda Maria
Bunda Maria sebagai penanda pembukaan Bulan Maria kali ini bisa mem- di tengah tengah kita dan Bunda
buktikan bagaimana Bunda Maria selalu dekat di hati para umat. Yang juga rindu anak-anaknya selalu
menarik untuk dicatat adalah saat dalam homily, Romo Hadi Suyono mence- datang kepadanya karena Bunda
ritakan bagaimana beliau menguatkan ibu-ibu panitia yang sudah begitu selalu siap mendengarkan segala
ketar-ketir karena 2-3 jam sebelum acara dimulai turun hujan lebat dan persoalan anak anaknya.” (Imelda Njo)
beberapa saat sebelum acara akan dimulai masih nampak sedikit gerimis
dan mendung dan panitia sudah mulai juga bersiap dengan plan B kalau
hujan benar-benar turun. Yang beliau katakan: “Jangan kawatir, Bunda
tahu anak-anaknya akan memuji dia dengan acara perarakan ini masa sih
hari akan hujan.” Dan terbukti apa yang dikatakan oleh Romo Hadi, acara
berjalan sesuai rencana, nuansa khidmatnya prosesi masih membekas
dalam benak. Kiranya tradisi prosesi perarakan Patung Bunda Maria ini
dapat dijadikan tradisi rutin di paroki kita di waktu yang akan datang.
Saluspun mengamini ucapan Romo Hadi: “Saat melihat dua Patung
Bunda Maria di dalam gereja tentunya membuat kita semakin merasakan

39SALUS 18

JULI 2015

ANTARKITA

Bakti Sosial Kelompok PA St. Margaretha

Dalam rangka mewujudkan tema APP 2015, “Tiada Syukur kesehatan yang dibawakan oleh
Tanpa Peduli”, Pendalaman Alkitab (PA) St. Margaretha Oma Elly Naiko dan Ibu Dewi Ka-
mengadakan baksos pada tanggal 19 Maret 2015 berupa tarina. Para lansia mengikuti gerakan
pembagian sembako kepada para lansia di wilayah Kelurahan tangan dan kaki untuk kesehatan
Medang serta pemberian obat fogging untuk pencegahan DBD di daerah tersebut dengan harapan mereka
tersebut. Bekerja sama dengan aparat RW dan RT setempat, total ada 60 dapat mengulanginya kembali di
bingkisan sembako yang dibagikan. rumah masing-masing.

PA St. Margaretha adalah komunitas pendalaman alkitab yang rutin Acara dilanjutkan dengan ma-
berkumpul setiap hari Kamis minggu pertama dan ketiga di Gading Serpong. kan siang bersama dan lalu ditutup
Dalam acara baksos kali ini, sejak pukul 9 pagi, sekitar 40 orang sudah dengan pembagian sembako. Ada
berkumpul di rumah Ibu Acen, yang lalu berangkat ke lokasi baksos dengan rasa sukacita ketika pulang dari acara
kendaraan pribadi masing-masing. ini dan kembali ke rumah masing-
masing.
Tiba di lokasi, tampak sejumlah lansia telah berkumpul. Kegiatan ini
lalu diawali dengan acara kebersamaan berupa bernyanyi dan berjoget ber-
sama dipandu oleh Ibu Ratna selaku MC. Juga ada olah raga ringan untuk

40 SALUS 18
JULI 2015

ANTARKITA

Lingkungan St. Nicholas
Ber-Rekoleksi agar Semakin Peduli
pada Sesama
Lingkungan St. Nicholas, yang berada di cluster Sutera Elok, me-
rupakan salah satu dari lingkungan perdana di perumahan Alam seorang pewarta dan pengajar Kursus
Sutera. Selain kegiatan rutin seperti Pendalaman Iman dan Doa Kitab Suci KAJ. Beliau membagikan
Rosario, Lingkungan ini juga konsisten mengadakan kegiatan besar materi ini ke dalam empat sessi,
tahunan. Di tahun 2015 ini, Lingkungan St. Nicholas kembali mengadakan yaitu (1) Ekaristi, (2) Kitab suci,
Rekoleksi, sebuah kegiatan yang rutin diadakan setiap tiga tahun sekali, (3) Doa, dan (4) Komunitas dan
bergantian dengan kegiatan lainnya, seperti kunjungan ke panti jompo atau Pelayanan. “Sejak awal, Yesus sudah
panti asuhan. Diadakan pada tanggal 18-19 April 2015, kegiatan rekoleksi menekankan agar kita peduli kepada
ini merupakan yang pertama kali di bawah kepengurusan Ketua Lingkungan orang lain, bukan lempar peduli ke
“Abah” Agus Susanto, menggunakan villa milik salah satu umat, yaitu pas- orang lain,” demikian kata Pak Harry
utri Rusfly dan Tasya, yang berada di Gunung Geulis. yang menyampaikan materinya
berdasarkan kisah Yesus memberi
Rekoleksi yang berasal dari kata “re” dan “koleksi” dapat diartikan makan lima ribu orang (Mat 14:13-21).
sebagai melihat-lihat atau memeriksa dan memilah-milah kembali “koleksi”
kita. Maka dalam rekoleksi, peserta diajak untuk mem- (Mira Arlina)
buka kembali apa-apa yang sudah pernah didengar atau
dipelajari sebelumnya, yang mungkin sudah terlupakan
atau bahkan sudah tidak diingat lagi. Mencoba menye-
laraskan diri dengan tema yang dicanangkan KAJ untuk
tahun 2015 “Tiada Syukur Tanpa Peduli”, maka tema
yang diangkat dalam rekoleksi kali ini adalah “Penyertaan
Tuhan yang Memampukan Kita untuk Bersyukur dan
Peduli pada Sesama”.

Rekoleksi dipandu oleh Bapak Harry Karnadi,

41SALUS 18

JULI 2015

ANTARKITA

PEMBEKALAN IMAN
LEGIONER KOMISIUM
MARIA ASSUMPTA

“Hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-

laki. Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana. Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak mem-

bawa minyak, sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.”

I(Mat 25:1-4) Odilia dan Paroki Santo Gregorius Agung. Doa Tessera bersama-sama yang
tulah penggalan ayat yang dipimpin oleh Sr. Eveline dan Sdri. Creasentia membuka acara ini, dilanjutkan
menjadi dasar biblis dari dengan sambutan Ketua Komisium Ibu Lies Hiendryani.
acara Pembekalan Iman Legi-
oner yang mengusung tema Legioner diharapkan dapat mencontoh pada gadis -gadis yang bijaksana
“Legioner Yang Beriman”, Selasa, 2 yang mempersiapkan diri dengan membawa lampu dan minyak dalam
Juni 2015 di Aula Gereja St. Lau-
buli-bulinya. Hal ini bisa diartikan kita harus selalu berjaga-jaga supaya ada
rensius. Renungan dibawakan oleh persiapan yang matang karena tidak seorangpun tahu kapan saatnya dia akan
RD. Alphonsus Satya Gunawan.
dipanggil untuk menghadap “Sang Mempelai ” yaitu Tuhan sendiri. Seperti
Dihadiri sekitar 500 orang legioner Yesus juga meminta kita untuk berjaga-jaga (bdk. Mat 24:44).
dari berbagai presidium di Komisi-
Minyak diumpamakan sebagai iman. Harus murni, tidak tercampur
um Maria Assumpta, berasal dari
dengan air atau yang lain, karena kalau tidak murni, tidak bisa menyalakan
Paroki Santo Laurensius, Paroki
lampu. Iman yang tidak murni tidak bisa membawa orang pada keselama-
Santa Maria Regina, Paroki Hati
tan. Bila minyak sudah tercampur menjadi tidak murni, mengambil istilah
Santa Maria Yang Tak Bernoda, Pa- Romo Gun, iman oplosan, sehingga tidak bisa menyalakan lampu dengan
roki Santo Agustinus, Paroki Santa baik artinya tidak mampu membawa terang bagi sesama. Dalam tantangan

42 SALUS 18
JULI 2015

ANTARKITA

dan masalah serta cara kita menghadapinya, di situlah iman kita dimurnikan. Bunda Maria sebagai tokoh iman
Rajin ke gereja, tetapi tetap ke dukun atau paranormal, merupakan contoh yang menyimpan segala perkara
iman yang tidak murni atau oplosan. dalam hati dan merenungkannya
dengan diam.
Iman saja tidak cukup, harus nyata dalam bentuk yang bisa dilihat.
Lampu menyala diartikan sebagai perbuatan. Iman akan kelihatan dalam Iman juga merupakan jawaban
perbuatan. Kita sebagai umat Kristiani, putra-putri Allah, dianugrahi potensi manusia atas wahyu Ilahi. Iman
yang besar dari surga. Terang merupakan berkat dan anugerah, cinta, kebi- Kristiani kita terjawab dan terwu-
jaksanaan, pengorbanan, kejujuran, keutamaan Ilahi yang ditanam dalam jud dalam Ungkapan Iman (dalam
hati setiap orang. Kasih dan pengorbanan bisa kita tunjukkan kalau kita doa-doa, doa rosario dan ibadat di
punya iman. Kita bisa berkarya, berbuat baik, kalau di dalamnya ada iman lingkungan) serta kita wujudkan
kepada Kristus Sang Mempelai. Iman kita juga harus dimurnikan setiap hari dalam perbuatan, misalnya mengun-
terlihat dari perbuatan kita menjawab tantangan-tantangan kehidupan dari jungi orang-orang sakit, orang-orang
kehadiran di dalam rapat-rapat presidium, menjalankan tugas-tugas diberikan yang dipenjara, berbagi kasih di
oleh presidium. panti asuhan, rumah jompo, berbuat
amal sebagai bentuk Wujud Iman
Sebagai anggota Legio Maria, bala tentara surgawi dalam menjalankan kita kepada Tuhan.
tugas perutusan dan berjanji setia sampai akhir, yang merupakan “janji
resmi” sebagai putra-putri Bunda Maria, kita diharapkan memiliki iman Ungkapan Iman dan Wujud
yang tegar, tidak tergoyahkan, tidak mudah marah, tersinggung, siap meng- Iman, menjadi satu dalam seluruh
hadapi segala sesuatu dengan hati yang lapang dengan mencontoh teladan aktivitas kita. Santa Maria, Bunda
yang suci dengan iman yang sangat
dalam, kepasrahan yang sangat
teruji menjadi teladan kita. Dalam
tantangan dan masalah serta cara
kita menghadapinya, berkorban,
tidak mudah sakit hati, itu adalah
pemurnian iman kita. Pengorbanan
itu membuat kita bahagia. Dengan
menjadi seorang legioner merupa-
kan tanda kita beriman kepada Yesus
yang wafat dan bangkit serta men-
jadi tanda terima kasih atas Yesus
yang telah berkorban dengan mati di
kayu salib bagi kita.

Acara Pembekalan Iman ini
lalu ditutup dengan Perayaan Eka-
risti oleh Romo Gunawan. Selamat
menjadi legioner yang semakin
beriman. Amin. (Imelda Hiu Pit Lan)

43SALUS 18

JULI 2015

KELUARGA

SURAT KELUARGA JULI 2015

REGENERASI

Tuhan itu baik kepada kita
Ada waktu untuk berkarya
Ada waktu untuk mendukung
Ada waktu untuk menikmati dukungan

Setiap orang diundang melayani telah dimulai dan berlangsung harus berhenti? Masih
Karena memberi yang terbaik dirindukan banyak pekerjaan dan bahkan semakin banyak yang
Mari memberi sambil memahami harus dilayani seiring jaman yang semakin menantang.
Setiap masa ada berkat tersendiri Masalah yang rumit dan modern tidak lagi dapat den-
gan mudah ditangani oleh para tenaga senior. Mereka
Keluarga dan para pemerhati keluarga tentu mempunyai keterbatasan mengatasi jaman digital
terkasih, ini. Para pasutri senior perlu dibantu agar tangan Tu-
Pelayanan kepada keluarga-keluarga han tetap menyentuh hidup kita semua.
adalah sesuatu yang semakin penting dan
kompleks. Panggilan pelayanan tidak hanya karena kita Seksi Kerasulan Keluarga (SKK) di paroki dan
mempunyai kemampuan, waktu, ketrampilan, serta lingkungan (SKKL) amat membutuhkan tenaga-
iman. Kita juga punya kekhasan dengan usia kita. tenaga muda, agar mereka merasa dilayani oleh “kawan
Tuhan tidak menuntut kita untuk selalu bekerja seperjalanan”. Tenaga-tenaga muda tidak dipungkiri
keras dengan tenaga, tetapi doa dan dukungan moral mempunyai ketangkasan dan kekuatan fisik serta “ke-
dibutuhkan-Nya pada karya-karya yang diharapkan- luwesan digital” yang lebih dibanding para senior yang
Nya. bersemangat itu. Kita sungguh membutuhkan tenaga-
tenaga muda di tingkat yang paling bawah (lingkungan)
Situasi pelayanan keluarga menuntut bukan maupun di tingkat paroki bahkan keuskupan.
hanya kemauan dan semangat melayani, tetapi juga
tenaga dan kesanggupan fisik serta pelayanan yang Keluarga-keluarga muda yang diberkati Tuhan,
tepat-jaman atau dengan terjemahan bebas disebut saya mengajak Anda semua, khususnya pasutri, untuk
updated service. Kita sangat berharap datangnya bergabung bersama laskar SKK di mana saja di Keuskupan
sukarelawan-sukarelawan baru yang masih muda Agung Jakarta ini. Kita bersama mau membesarkan
dan mempunyai kemauan serta kesanggupan untuk Kerajaan Allah melalui karya-karya sederhana kita.
melayani Gereja. Mulai dengan iman, doa, kemauan, membagi waktu,
dan mencari bidang yang dianggap dapat ditangani
Mengingat pelayanan para senior saat ini, kita dengan baik. Dari situ, kita dapat bekerja sama meng-
terharu, karena mereka begitu luar biasa dengan embangkan pelayanan pada keluarga-keluarga.
kesetiaan, semangat, dan kerja keras dari dulu sampai
sekarang. Mereka mendirikan, mengurus, mengorga- Sangat terhormat saya boleh menyampaikan hal
nisir, dan terus menyelenggarakan program-program ini. Penghargaan yang setinggi-tingginya pada para
dan melayani banyak keluarga dengan sukacita. Pelayanan senior, baik SKK maupun para senior di komunitas
seperti ini pasti mempunyai latar belakang iman dan kategorial, seperti Marriage Encounter, Couple For
hidup rohani yang baik. Tuhan telah dibantu oleh
tangan-tangan baik pasutri senior kita.

Bagaimana dengan kita yang masih yunior? Apa-
kah kita belum terpanggil? Apakah karya baik yang

44 SALUS 18
JULI 2015

KELUARGA

Christ, pengajar KPP (Kursus Persiapan Perkawinan), katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun
dan banyak komunitas yang bersahabat. Saya percaya, engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun
para senior dengan sukacita akan membimbing para yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kau sampaikan.”
yuniornya. Mereka dengan penuh kegembiraan akan (Yeremia 1:7). Semoga kita semua membawa kabar
memberi inspirasi bahwa melayani Tuhan itu mem- baik untuk memuliakan Tuhan dengan tangan dan
bawa berkat tersendiri dalam kehidupan keluarga. ide-ide kita yang segar dan membawa pembaruan. Saya
berdoa untuk pelayanan keluarga kita semua.
Panggilan Tuhan selalu samar-samar dan lembut.
Siapa yang mendengarkan panggilan-Nya akan Tahun-tahun belakangan dan khususnya tahun de-
bersukacita. Hakikat hidup manusia yang bermakna pan, akan dipenuhi dengan karya-karya serta program-
selalu karena ia merasa dipakai Tuhan melayani dan program keluarga yang semakin banyak. Kami siap
melakukan kehendak-Nya. Sungguh berbahagia orang- mendukung dengan masukan-masukan, pendam-
orang Kristiani yang membawa kabar baik dengan pingan-pendampingan, pendidikan, dan informasi yang
tangan dan keringatnya sendiri. Mari bergabung dalam akan berguna bagi pelayanan kita bersama di Keuskupan
pelayanan kita! Agung Jakarta tercinta ini. Tuhan memberkati

Melalui Kitab Nabi Yeremia dikatakan,“Janganlah

KSKEEEKLRSUAISAURGLAAN

Kolom yang diasuh oleh Tim SSK Paroki ini saya tidak bekerja, walau awalnya
dan didampingi oleh Pastor Paroki ini saya bekerja tetapi karena masalah
sengaja dibuat untuk umat yang mau bertanya sulitnya mencari pembantu yang awet
apa saja seputar keluarga. Tim SKK Paroki membuat saya memutuskan berhenti
adalah pasutri yang sudah mengikuti pelatihan Kera- bekerja. Dua bulan lalu kantor suami
sulan Keluarga dan Konseling Keluarga dari KAJ. Di saya mengalami persoalan keuangan
dalamnya juga terdapat psikolog profesional. Semua sehingga akan terjadi PHK dan yang
nama yang mengirimkan pertanyaan dirahasiakan oleh terkena adalah suami saya. Saya
redaksi. memakai KB alami untuk menjaga
kehamilan. Mengingat saat ini suami
Kriiing SKK, saya seorang ibu dari menganggur dan keuangan kami
dua anak. Perkawinan kami lancar- mulai terseok-seok. Kami berencana
lancar saja. Anak kami yang pertama untuk mengganti metode KB alami
putra berusia lima tahun dan yang dengan alat kontrasepsi sterilisasi.
kedua putri berusia dua tahun. Saat Hal ini kami sudah pikirkan matang-

45SALUS 18

JULI 2015

KELUARGA

matang karena kami sudah tidak tertutup dan tidak banyak cerita. Dia
ingin menambah anak lagi. Bagaima-
na pendapat tim SKK terhadap hal lebih banyak menghabiskan waktu di
ini?
kamar untuk bermain game. Lama
Jawab:
Puji Tuhan, Ibu mempunyai sepasang anak yang kelamaan saya melihat anak kami

tentunya sedang lucu-lucunya ya. Selain itu sungguh ini menjadi mulai kecanduan game.
bersyukur dianugerahi kesempatan sepenuhnya mera-
wat anak-anak Ibu sendiri, tanpa bantuan pembantu Syukurnya sampai saat ini pelajaran
atau baby sitter, di mana saat ini begitu banyak orang
yang merindukan kelahiran anak. Keputusan yang tepat di sekolah belum terganggu. Apa yang
pula bila selama ini Ibu telah menggunakan metode KB
Alami yang sangat disarankan oleh Gereja. bisa saya lakukan agar anak kami

Pertanyaan Ibu meminta pendapat dari kami kembali ceria seperti sebelum kami
untuk sterilisasi jawabannya adalah tegas kami sangat
tidak menganjurkan. Latar belakangnya adalah KB pindah ke Serpong dan tidak menjadi
(Keluarga Berencana) artinya manusia bekerja sama
dengan Allah untuk memenuhi panggilannya seba- kecanduan game?
gai manusia. Apa yang direncanakan? Sebelum dan
selama perkawinan begitu banyak yang direncanakan, Jawab:
misalnya masalah tempat tinggal, pekerjaan, cara Selamat datang dan bergabung dengan kami di
mendidik anak dan juga mengatur jumlah anak dan Serpong dan menjadi umat Paroki Santo Laurensius.
waktu kelahiran. Tetapi saat ini KB di kalangan umum Mengamati cerita Ibu, ada bagian yang kurang lengkap
dipahami sebagai kontrasepsi. Sehingga dalam perbin- yang ingin kami ketahui. Apakah saat ini putra Ibu
cangan sering kita mendengar, Ibu pakai KB apa? sudah mempunyai teman-teman dekat? Apakah di
lingkungan Ibu tinggal ada anak-anak yang sebaya dengan
Sebenarnya kontrasepsi berasal dari dua kata: kontra putra Ibu? Apakah anak Ibu ikut ambil bagian dari
dan konsepsi. Kontra artinya melawan dan konsepsi kegiatan paroki? Apakah anak Ibu mengikuti kursus
artinya pembuahan. Sehingga alat kontrasepsi dapat untuk menyalurkan hobinya.
diartikan sebagai suatu alat atau cara untuk melawan Bila semua pertanyaan itu dijawab tidak, maka analisa
terjadinya pembuahan. Sterilisasi termasuk salah satu sementara adalah putra Ibu kesepian. Putra Ibu mene-
alat atau cara yang dengan tegas dilarang oleh Gereja, mukan cara untuk menghilangkan kesepian tersebut
karena hal itu merusak karya Allah (tubuh manusia dengan bermain game. Hal ini dimulai dengan rasa
adalah karya Allah yang amat berharga Manusia dicip- asing karena hidup di lingkungan baru secara sekaligus,
takan serupa dengan Allah). yaitu lingkungan sekolah baru dan rumah yang baru.
Untuk itu Ibu perlu bicara terbuka kepada putra Ibu,
Percayalah pada kerahiman Allah, Dia yang untuk menyarankan mengikuti kegiatan yang bisa
memberi Dia juga yang akan membantu Ibu dan suami membantu putra Ibu mendapatkan dan bersosialiasi lebih
dalam tiap peziarahan hidup sesulit apapun. Teruskan banyak. Di paroki ada beberapa kegiatan yang bisa
memakai KB Alami! melibatkan putra Ibu, misalnya menjadi Putra Altar,
ikut OMK Wilayah tempat domisili Ibu.
Kriiing SKK, saya mempunyai seorang Ibu perlu membuat perjanjian dengan putra Ibu untuk
anak tunggal, putra berusia 12 tahun. meminta putra Ibu mengurangi waktu main gamenya.
Anak saya ini kelas 1 SMP. Karena Tentunya didahului dengan dialog seperti bagaimana
kami baru pindah di area Serpong, kerugian dari kecanduan bermain game bagi masa
bertepatan dengan masuknya putra depannya. Ibu juga bisa datang ke konselor sekolah,
kami ke SMP. Belakangan ini saya untuk meminta bantuan konselor agar memberikan
melihat anak saya menjadi pendiam, aktivitas yang melibatkan anak Ibu dengan teman-
temannya. Semoga saran ini dapat membantu Ibu.

46 SALUS 18
JULI 2015

KELUARGA

47SALUS 18

JULI 2015


Click to View FlipBook Version