The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Majalah Salus - Edisi 32 / Tahun VIII
Juni 2018

Media Komunikasi Paroki Alam Sutera
Gereja St. Laurensius
Tangerang, Banten
Indonesia

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Salus - Gereja St. Laurensius, 2022-01-18 00:25:16

Majalah Salus 32

Majalah Salus - Edisi 32 / Tahun VIII
Juni 2018

Media Komunikasi Paroki Alam Sutera
Gereja St. Laurensius
Tangerang, Banten
Indonesia

Keywords: paroki alam sutera,kaj,salus,majalah,laurensius

32 / TAHUN VIII
JUNI 2018

UNTUK KALANGAN SENDIRI

KAJ PANEN

Menjadi Imam adalah keputusan keempat orang muda Gereja ini. Panggilan
membiara, merupakan sebuah proses panjang yang melewati pengalaman hidup

yang sangat biasa, namun mereka tanggapi dengan luar biasa.



JUNI 2018 3

DAPUR Pada Tahun Persatuan 2018 ini, kita
REDAKSI menetapkan tema “Amalkan Pancasila:
Kita Bhineka, Kita Indonesia” dan
memulai kegiatan 2018 dengan
membentuk Panitia Penggerak
Tahun Persatuan 2018. Tugas Panitia Penggerak
ini adalah untuk bersinergi, bekerjasama dan
menggerakkan lingkungan, wilayah dan Paroki
untuk mempertahankan Persatuan Indonesia”.

Dalam edisi Salus di masa Prapaskah ini, kita
juga mengenal lebih jauh profil Pastor Bambang
yang setia dalam imamatnya selama 40 tahun,
waktu yang sangat panjang dengan perjalanan yang
penuh lika liku.

Sakramen Imamat yang melekat bukan sesuatu
yang mudah untuk diemban, tugas tanggung
jawab yang begitu beragam dan berat dari sisi
manusiawi menjadi mungkin karena kepasrahan
menjadi pengikut Kristus. Untuk lebih memahami
peran Imam, di edisi ini Salus menampilkan tulisan
tentang apa itu Sakramen Imamat.

Salah satu kekayaan gereja Katolik adalah
adanya sakramen, apa sebenarnya sakramen
ini, akan ditampilkan secara berturut-turut pada
terbitan majalah Salus mulai tahun 2018 ini.

Selamat memasuki masa pertobatan,
menyiapkan jiwa dan raga untuk lebih layak di
hadapan Tuhan dan sesama.

4 JUNI 2018

DAFTAR ISI

4 KAJ PANEN

12 PELITA-PELITA KECIL
PEMBIMBING HIDUP PARA DOMBA

Penanggung Jawab: 14 CUKUPKAH DENGAN BAPTIS KITA
DPH Paroki Alam Sutera, Serpong Utara MENJADI KATOLIK?
20
Pemimpin Umum: 22 34
RD Hieronymus Sridanto A. Nataantaka
RUMAH SEORANG MISIONARIS:
Pemimpin Redaksi:
Elisabeth Wong SEBUAH REFLEKSI TERHADAP
PERUTUSAN TOP DI JAKARTA
Redaksi:
Andre Budi Wiryawan, Antonius Harry “DOA” KAUM SUAMI
Purwono, Antonius R. Soetrisno, Erwin Susilo, LINGKUNGAN JOHANES DE BRITTO
Imelda Njo, Jodi Barnas, Orchieyadi, Regina NONTON BARENG UBK
Anastasia, Tan Yusuph

Desain & Artistik:
Carla Safira, Erdiyanta, Libertus Anwar

Redaksi Foto:
Dasa Didjaja, Kendrick Nathanael Rolin,
Salus Photography Club

Usaha/Keuangan:
Lina Soedjoto, Eleonora Brigita Paurina

Sirkulasi:
Ignasius Bambang Bekti Sugiyo W.

Alamat Redaksi:
Gereja Santo Laurensius
Jl. Sutera Utama 2, Alam Sutera,
Serpong Utara, Tangerang Selatan
Email: [email protected]

REDAKSI SALUS 30 Bonifasius
mengharapkan partisipasi Anda. HO FUDIANTO
Kirimkan artikel dan berita lingkungan
atau kegiatan ketegorial ke email
[email protected]

www.santolaurensius.org twitter@santolauresius instagram@santolauresius @gerejasantolaurensius
JUNI 2018
5

LIPUTAN UTAMA

KAJ PANEN

6 JUNI 2018

LIPUTAN UTAMA

Sukacita Selasa, 8 Mei ‘ladang Ilahi’ secara total tuntutan jaman.
2018 melingkupi Keuskupan sampai batas waktu. Mgr. Bangga dan haru juga
Agung Jakarta. Betapa tidak, Ignatius Suharyo, Uskup
setelah kurang lebih 13 thn Keuskupan Agung Jakarta terpancar pada wajah
di’godhok’ dalam ‘kawah berkenan menahbiskan para orangtua mereka.
candradimuka’-nya KAJ, 4 mereka berempat di Gereja Keyakinan dan kemantapan
imam baru muncul dengan Santo Laurensius, Paroki sang putra dalam memilih
binar cahaya abdiNya. RD. Alam Sutera, Tangerang. jalan melayani Allah secara
Nemesius Pradipta, RD. Jadilah mereka menambah total, membuat mereka
Bonifasius Lumintang, RD. barisan ‘bala imam’ rela melepas dan turut
Ambrosius Lolong, dan diosesan KAJ untuk semakin serta mempersembahkan
RD. Yosef Purboyo Diaz mampu membangun Gereja putra terbaiknya ke altar
memilih menjadi abdi di agar kian mandiri sesuai untuk meyerahkan diri.
Bahagia mereka, adalah
bahagia KAJ, bahagia Gereja
Universal.

Menjadi Imam adalah
keputusan keempat orang
muda Gereja ini. Panggilan
membiara, merupakan
sebuah proses panjang
yang melewati pengalaman
hidup yang sangat biasa,
namun mereka tanggapi
dengan luar biasa.

JUNI 2018 7

LIPUTAN UTAMA

RD. Bonifasius Lumintang RD. Yosef Purboyo Diaz

RD. Nemesius Pradipta RD. Ambrosius Lolong

8 JUNI 2018

LIPUTAN UTAMA

RD. Nemesius Pengalaman- mama. Namun demikian,
Pradipta, dalam sukacita pengalaman sederhana keriangan masa kecil
panggilannya mengalami itulah yang membuatnya sangat melekat erat dalam
pengalaman sederhana samar-samar mendengar benaknya. Kegembiraan
melalui kebiasaan yang panggilan Tuhan untuk inilah yang membawanya
ditanamkan orangtuanya menjadi imam. Tanpa pada ungkapan syukur
yang menekankan betapa ragu akhirnya Dipta karena boleh mengalami
pentingnya ke Gereja muda mendaftarkan diri cinta Tuhan di dalam
setiap minggu. Dipta kecil untuk masuk seminari. keluarga dan perjalanan
sangat menantikan dengan Dalam seluruh prosesnya, hidupnya, dan membuat
gembira saat menerima semakin hari semakin tumbuh benih-benih
berkat saat komuni, karena dirasakannya kehadiran kerinduan menjadi seorang
dia tahu bahwa saat itu Allah yang menghantarnya imam. Kerinduan itu tak
artinya misa hampir masuk dalam keindahan berjalan mulus, karena
selesai. Dan itupun berarti, misteriNya. Dalam Boni cilik ini sulit diajak
waktunya semakin dekat belas kasih Allah, ia untuk mengikuti kegiatan
untuk dapat menikmati mengalami bahwa hidup gereja. Namun pengalaman
bakpao hangat nan lezat yang dimilikinya sangat perjumpaan dengan Mgr.
yang dijual di depan menakjubkan. Petrus Turang dalam
gerejanya. sebuah misa di wilayahnya,
“Percayalah dan membuatnya terus
Sewaktu kecil, kisah Bersukacitalah dalam berjuang untuk menjadikan
tokoh-tokoh beriman dari Kristus”, demikian moto perkataan Uskup Agung
Kitab Suci yang sering RD. Nemesius Pradipta, Kupang saat itu menjadi
diceritakan orangtuanya, yang semoga dapat terus karakternya, “Kamu adalah
menghantarnya mengenal ditularkannya dalam anak yang baik” kalimat
tokoh-tokoh Kitab Suci dan seluruh tugas panggilannya. indah yang dibisikkan
Yesus Imam Sejati. Mgr. Petrus Turang saat itu
RD. Bonifasius sambil memberinya sebuah
Bahkan dalam Lumintang mempunyai apel manis. Pengalaman itu
kegiatan beladiri THS/ kisahnya sendiri. Panggilan semakin membuatnya yakin
THM di parokinya, ini diyakininya adalah bahwa seorang romo adalah
seorang Dipta muda sungguh karena Kasih orang yang baik, dan ia
mengalami peneguhan SetiaNya. Sewaktu kecil, ingin menjadi seperti romo.
iman dalam perjumpaan Boni, (sapaan akrabnya)
dan pendalaman iman dikenal sebagai anak yang Dalam kekuatan &
yang rutin diadakan dalam tak dapat jauh dari sang kelemahannya, dengan
komunitas ini. Hal ini juga mama. Perawakannya setia Bonifasius Lumintang
menghantarnya ambil yang kecil dan ditambah menjalani seluruh proses
bagian dalam kegiatan predikatnya sebagai si yang ada. Kitab 2 Kor 4:7
menggereja, semakin bungsu, membuatnya tak menjadi kekuatan dan
mengenal para imamnya merasa malu pada teman- syukurnya: “Tetapi harta ini
yang ramah dan dekat temannya jika harus kami punyai dalam tanah
dengan orang muda. sering ‘menempel’ pada liat, supaya nyata, bahwa

JUNI 2018 9

LIPUTAN UTAMA

kekuatan yang berlimpah- pengalamannya berkunjung putih seorang romo dan
limpah itu berasal dari ke rumah pastor parokinya kasulanya yang melambai-
Allah, bukan dari diri kami (RD. Martinus Hadiwijaya) lambai, berdiri di altar
sendiri”. untuk menjenguk ibunya dan dilihat banyak orang,
yang sedang sakit. Usai minum anggur, sebuah
Belajar menjadi berdoa, Ibunda Romo ketertarikan tersendiri
Pembawa Berkat, adalah Hadiwijaya memberinya baginya. Keterlibatan aktif
pengalaman nyata dan berkat tanda salib di dahi kedua orangtuanya dalam
dekat dalam kehidupan sambal berucap,”Besok kehidupan menggereja
RD. Ambrosius Lolong, jadi romo ya, gantikan juga memberinya teladan
anak tunggal dari pasangan anak saya”. Ternyata nyata untuk ambil bagian
Laurensius Lewo & kata-kata itu menjadi doa dalam pertumbuhan dan
Veronica Endang. Dari baginya. Menjadi bagian perkembangan Gereja.
kecil, ia dididik untuk dari anak-anakNya yang Dalam seluruh proses
peduli dan berbagi pada membagikan berkat bagi dan tugas perutusannya
orang lain. Kebiasaan umatnya. Kata-kata Rasul selalu dijalaninya dengan
untuk mengirimkan Paulus dalam Kis 16:1 setia dan sukacita, karena
‘berkat’ (hantaran nasi “Percayalah kepada Tuhan percaya akan penyertaan
dalam acara selamatan) Yesus Kristus dan engkau Allah dalam setiap langkah
kepada para tetangga, akan selamat, engkau dan hidupnya. Allah yang telah
ternyata terpatri dalam seisi rumahmu”, menjadi memanggil tidak akan
hidupnya, bahwa hidup andalan baginya yang pernah meninggalkannya
ini harus menjadi berkat menghantarnya sampai sendirian. Allah terus
bagi yang lain. Pendidikan pada pilihan menjadi imam menerus menyertai dalam
yang sangat disiplin, baik bagi GerejaNya. berbagai macam cara,
dalam hidup harian dan dengan berbagai macam
doa semakin meneguhkan RD. Yosef Purboyo pengalaman. Dan tanda
pemahamannya akan merupakan satu dari bahawa ia percaya pada
hidup harus membawa keempat imam baru KAJ penyertaan Allah ialah
berkat bagi sesama. tahun ini. “Percaya dan sukacita. Semoga setia dan
Keterlibatannya sebagai Bersukacitalah dalam terus dalam sukacita Allah.
putera altar di parokinya Kristus” menjadi motto
menjadi tempat baginya tahbisannya. Dengan Selamat kepada para
untuk membawa berkat menjadi putera altar di Romo baru, setia terus dan
itu. Sesuatu yang parokinya, Yosef Purboyo panjang imamatnya.
menggembirakan saat Diaz semakin melihat sosok
bertugas setiap minggu, seorang romo dengan Salam Panggilan,
bahkan terkadang sampai lebih dekat. Keluarga
bertugas tiga kali. Meski juga menjadi seminari Caroline Idham (disadur dari buku
aktif dalam melayani, dasar yang pertama- kenangan Tahbisan Imamat KAJ
tidak serta merta tama menanamkan benih 2018)
keinginan menjadi imam panggilan di dalam dirinya.
ada di benaknya. Hingga Tertarik melihat jubah

10 JUNI 2018

LIPUTAN UTAMA

JUNI 2018 11

LIPUTAN UTAMA

Pelita-Pelita Kecil
Pembimbing
Hidup Para Domba

“Kita sering seraya bercakap-cakap sangat efektif.
menemukan diri kita di mengenai Yesus yang telah Pengembangan iman
persimpangan jalan, tidak disalibkan. Murid-murid
tahu jalan mana yang harus itu tidak dapat mengenali ini diharapkan selaras
dipilih. Disaat seperti itulah, Yesus yang turut berjalan dengan Arah Dasar
jangan lupakan bahwa bersama mereka. Kita pun Keuskupan Agung Jakarta,
Kristus satu-satunya jalan sering tidak menyadari dimana umat sungguh
terbaik, yang membawa kita bahwa Tuhan selalu terlibat aktif dalam kegiatan
menuju kebahagiaan yang berjalan bersama kita, menggereja, yang dimulai
penuh dan abadi” – Beato menemani dikala kita dari lingkup terkecil yaitu
Yohanes Paulus II senang, maupun sedih. keluarga. Hubungan antar
individu di dalam keluarga
Perjalanan hidup kita Untuk membangun harus sangat baik. Hal ini
sebagai umat beriman kepekaan agar kita dapat mungkin terwujud dengan
sangatlah tidak mudah. menyadari bahwa Tuhan kehadiran rutin mereka
Seringkali kita jatuh dan begitu dekat, sebenarnya dalam perayaan ekaristi
merasa lelah dengan merupakan sebuah tiap minggu. Dengan
banyaknya masalah dalam tantangan bagi Gereja. dasar yang baik ini, Gereja
hidup kita. Pada saat- Gereja menjawab tantangan khususnya seksi KKS
saat itulah sebenarnya ini dengan menghadirkan berharap setiap individu ini
Tuhan memanggil kita Seksi Kerasulan Kitab terpanggil untuk membawa
untuk mendekat kembali Suci (KKS). Seksi KKS lebih banyak umat kepada
dan menyerahkan memiliki tanggung jawab Kristus.
seluruh permasalahan yang berkesinambungan
hidup kita kepada-Nya. untuk membawa sebanyak Seksi KKS setiap paroki
Namun, bagaimanakah mungkin umat agar bergiat memiliki kebebasan untuk
cara kita mencari-Nya? aktif dalam komunitas, menyediakan wadah
Bagaimanakah cara kita yang diawali dari dalam sebagai sarana untuk
sungguh menyadari gereja domestik (keluarga), menumbuhkan iman. Di
kehadiran-Nya? lingkungan, dan paroki. Paroki Alam Sutera terdapat
Seksi KKS menyadari Emaus Journey (EJ), Kursus
Kita seringkali hidup bahwa komunitas adalah Evangelisasi Pribadi (KEP),
dan berjalan seperti murid- wadah pengembangan dan Kursus Kitab Suci KAJ, dan
murid Yesus yang ketika pemeliharaan iman yang Pendalaman Alkitab (PA)
itu berjalan menuju Emaus Margaretha. Setiap wadah

12 JUNI 2018

LIPUTAN UTAMA

ini memiliki karakteristik di lingkungan. Melalui Kesibukan selalu menjadi
masing-masing, namun Pendalaman Iman, umat di alasan dan penghalang bagi
pokok dari setiap wadah ini lingkungan juga diharapkan umat untuk mau terlibat
adalah umat diajak untuk terpanggil untuk bisa ikut aktif dalam Gereja dan
mengenal firman Tuhan melayani, sebagaimana komunitas. Oleh karena itu,
lebih dalam lagi. perintah Kristus seksi KKS kini mendorong
“Bertolaklah ke tempat yang agar penggiat-penggiat
Emaus Journey dalam dan tebarkanlah membentuk pelayanan
memiliki bobot jalamu untuk menangkap yang seimbang. Dimana
pembelajaran Kitab ikan”. Semakin banyak dan porsi antara keluarga
Suci yang lebih dalam, luas firman ditaburkan, kita dan komunitas haruslah
sedangkan Kursus berharap dapat menarik seimbang. Mereka juga
Evangelisasi Pribadi lebih lebih banyak umat untuk diharapkan untuk selalu
banyak mempelajari dogma- berani ikut melayani. kembali ke dalam keluarga
dogma. Kursus Kitab Suci dan lingkungan.
yang diadakan bekerjasama Perjalanan seksi KKS
dengan Keuskupan Agung tidaklah mudah. Namun, Saat ini seksi KKS juga
Jakarta dan Pendalaman pribadi para alumni dari memiliki sasaran untuk
Alkitab Margaretha wadah pembelajaran Kitab menarik lebih banyak
terbentuk dari umat-umat Suci terbentuk setelah orang muda. Dimana
di wilayah yang ingin mengetahui bagaimana dengan mengenal Kitab
bersekutu mempelajari karya-karya Kristus yang Suci, mereka baru akan
Firman Tuhan. Wadah- begitu mengagumkan. Hal mengenal seluruh ajaran
wadah pembelajaran inilah yang menjadikan Kristus dan berusaha
ini membantu umat panggilan untuk melayani untuk meneladani-Nya.
berproses lewat partisipasi dan mengajak umat Hendaknya perjuangan
dalam komunitas untuk mempelajari Kitab Suci seksi KKS untuk
membentuk spiritualitas. semakin berkobar. membimbing dan mengajak
umat mengenal Kristus
Umat yang telah ikut Seksi KKS juga terus berkobar serta
serta dalam pembelajaran sangat berharap agar menjadi penerang jalan
mengenai Kitab Suci umat mau terlibat aktif bagi umat yang masih
diberi kesempatan untuk dalam komunitas rohani. berjuang mencari Kristus.
menjadi pembimbing dalam Komunitas ini dipercaya (Regina Anastasia)
kegiatan Pendalaman Iman dapat memelihara iman
umat, serta sebagai tempat
untuk mempraktekkan
kasih. Perselisihan dan
permasalahan seringkali
muncul di dalam
komunitas. Disaat seperti
itulah kita akan diuji untuk
menjalankan perintah
Kristus tentang kasih.

JUNI 2018 13

KATEKESE

Cukupkah dengan baptis
kita menjadi Katolik?

Menjadi seorang Katolik sakramen Krisma padahal mempersatukan pribadi
membutuhkan waktu lama, sudah lama mendapat yang bersangkutan dengan
seringkali masalah waktu Komuni Pertama, banyak Kristus dan GerejaNya).
mengikuti pelajaran agama dari kita yang dibaptis sejak Pembaptisan juga membuat
ini menjadi hambatan bayi dan menerima Komuni penerimanya mengambil
seseorang untuk dapat Pertama pada usia remaja, bagian dalam imamat
dibaptis dan menjadi tetapi tidak merasa perlu Kristus dan merupakan
Katolik. Menjadi seorang untuk menerima sakramen landasan komunio
Katolik adalah suatu proses, Krisma yang seharusnya (persekutuan) antar semua
melalui tahap demi tahap. melengkapi inisiasi seorang orang Katolik.
Proses ini disebut dengan menjadi Katolik penuh.
sakramen inisiasi, kata Seseorang sudah merasa Ada 3 tahap yang perlu
inisiasi berasal dari bahasa menjadi Katolik karena diikuti setiap calon di dalam
latin ‘initium’ yang berarti sudah dibaptis dan Komuni proses Inisiasi Katolik,
masuk atau permulaan, Pertama, hingga setiap yaitu:
secara harafiah berarti mengikuti misa boleh 1. Masa pra-katekumenat/
masuk ke dalam atau menerima komuni, dan
memasukkan/menerima itu yang membedakan dari simpatisan menjadi
seseorang ke dalam suatu dengan yang belum menjadi Katekumen; masa
kelompok tertentu. Di Katolik. pemurnian motivasi
dalam gereja Katolik calon, dituntut pertobatan
sakramen inisiasi terdiri Sakramen Baptis dan dan iman.
dari: pemberian Komuni Pertama 2. Masa katekumen menjadi
1. Sakramen Baptis atau calon baptis; masa
Sakramen Baptis adalah perkembangan iman
Permandian sakramen pertama yang calon baptis, merupakan
2. Sakramen Ekaristi diawali diterima oleh seseorang masa pengajaran dan
yang hendak menjadi pembinaan iman.
dengan penerimaan anggota Gereja Katolik. 3. Masa calon baptis menjadi
Komuni Pertama, dan Sakramen ini membebaskan Baptisan Baru; masa
3. Sakramen Krisma atau penerimanya dari dosa asal persiapan baptisan dan
sakramen Penguatan pribadi dan dari hukum penerimaan menjadi
akibat dosa-dosa tersebut, anggota Gereja Katolik.
Seseorang dikatakan serta membuat orang yang
menjadi Katolik penuh dibaptis mengambil bagian Sesudah dibaptis, para
setelah menerima ketiga dalam kehidupan Tritunggal baptisan baru menerima
sakramen ini. Namun Allah melalui “rahmat atau mengalami masa
kenyataannya ada banyak yang menguduskan” pembinaaan iman sebagai
umat dewasa di gereja kita (rahmat pembenaran yang baptisan baru yang disebut
yang belum menerima mistagogi. Untuk dibaptis,

14 JUNI 2018

KATEKESE

seseorang harus percaya bila diri seseorang tersebut anak (di bawah 14 tahun),
dan beriman kepada masih lebih mengandalkan orang muda (14 – 21 tahun)
Kristus. Percaya kepada kekuatan akal pikiran dan dewasa (di atas 21
Kristus berarti hidup sesuai dan kekuatan fisik untuk tahun).
dengan ajaran Kristus bisa menyelesaikan
dalam kehidupan sehari- permasalahan, maka Kelas Katekumenat
hari. Melalui sakramen orang tersebut belumlah Dewasa 2017 dengan
baptis seseorang dilahirkan dewasa secara iman. Katekis Pak Boy Lesmana
kembali dalam air dan Penerimaan Sakramen
roh. Lilin bernyala yang Krisma melengkapi (kaos kuning) di Ruko
diterima oleh baptisan baru rahmat pembaptisan Nobel, Gading Serpong
dalam upacara sakramen dan menyempurnakan
baptis merupakan lambang inisiasi. Melalui Sakramen Salus menemui salah
baptisan baru yang sudah Krisma, seseorang diikat satu alumni kelas Ruko
diterangi oleh Kristus dan secara lebih kuat dan Nobel Gading Serpong
harus senantiasa berusaha sempurna dengan Gereja yang dibaptis saat Natal
hidup dalam terang Kristus. serta diperkaya dengan 2015 lalu, dia adalah
daya kekuatan Roh Inge Ongkowibowo.
Sakramen Krisma atau Kudus. Konsekuensi dari Anak bungsu dari tiga
Penguatan diberikan oleh sakramen Krisma adalah bersaudara yang kedua
Uskup tanggung jawab iman orang tuanya beragama
dan semakin wajib untuk Budha. Ketertarikannya
Sakramen Krisma atau menyebarluaskan dan akan agama Katolik dimulai
juga dikenal Sakramen membela iman sebagai ketika bersekolah di SMP
Penguatan merupakan saksi Kristus. Katolik, sejak itu Inge rajin
tanda kedewasaan ke gereja hingga lulus
iman seseorang. Ukuran Paroki Alam kuliah dan bekerja. Selama
kedewasaan iman bukan Sutera, dengan rutin itu dia rajin ke gereja tetapi
didasarkan pada berapa menyelenggarakan kelas merasa hampa, belum
lama diri seseorang katekumenat bagi umat dibaptis membuatnya
beriman kepada Kristus, yang akan dibaptis dan tidak dapat ikut komuni;
atau seberapa sering menerima komuni pertama. ibarat cuma bisa menjadi
diri seseorang mengikuti Kelas diadakan 2 kali simpatisan tanpa memiliki
aktifitas di gereja. Ukuran setiap tahun yaitu pada kewajiban dan hak
kedewasaan iman periode Paskah dan Natal, sebagai anggota dari suatu
memang berkaitan dengan di Ruko Nobel Gading organisasi.
bagaimana upaya seseorang Serpong dan di GKP Gereja
untuk selalu dekat dengan St. Laurensius. Sementara Ketika ditanya apa
Tuhan, dan menempatkan kelas persiapan untuk suka dukanya selama
Firman Tuhan sebagai menerima sakramen mengikuti kelas katekumen,
pelita hidup yang Krisma diadakan setahun Inge mengatakan waktu
menerangi seluruh alur sekali di bulan November. pengajaran yang panjang
kehidupan. Meskipun sudah Kelas pengajaran dibedakan (46 pertemuan, seminggu
lama percaya dan beriman menurut kelompok usia, sekali) seringkali dirasakan
kepada Kristus, namun sangat lama, sehingga
sering timbul rasa malas,
untungnya pengajaran

JUNI 2018 15

KATEKESE

dilakukan dengan interaksi kegiatan gereja setelah berinisiatif belajar agama
dua arah dan selingan, menjadi Katolik, rupanya Katolik di gereja. Api
menjadikan kelas tidak telah menjaga nyala api semangat ini perlu terus
membosankan. Bila Roh Kudus dalam dirinya dikobarkan sehingga
awalnya Inge memandang untuk terus melayani Tuhan dapat menumbuhkan
agama Katolik terlalu di dalam kehidupan Inge, jiwa pelayanan di dalam
kaku dan ketat dalam hal yang sama juga telah kehidupan mereka
menjalankan doktrin dan dialami oleh mereka yang sebagai pengikut Kristus.
peraturan, perlahan dia dibaptis dan menerima
mengerti pentingnya itu Roh Kudus untuk tugas (Ditulis oleh MTB,
semua untuk menjaga perutusan. sumber: Fransiscus Boy
keteraturan dalam Lesmana - Katekis Paroki
perjalanan beragama. Kalau Banyak yang menerima Alam Sutera)
dari sisi sukanya, Inge sakramen Baptis dan
merasakan kebersamaan Komuni Pertama di usia
dalam kelompok kelasnya remaja. Mereka mendapat
yang terdiri dari 20 orang pelajaran agama Katolik
sangat dekat dan kompak, di sekolah Katolik maupun
mereka sering kumpul di gereja yang diberikan
bersama setelah kelas oleh para guru agama/
usai. Bersama, mereka katekis bagi anak-anak
saling menguatkan untuk yang bersekolah di sekolah
terus rajin mengikuti kelas non Katolik. Pengajaran
sampai akhirnya dibaptis yang diberikan ini untuk
dan menyambut komuni terus mengisi iman mereka
pertama. dan menjadi pengikut
Kristus yang mengerti
Saat ini Inge aktif akan firman Tuhan dan
sebagai lektris paroki dan menjalankannya.
membantu lingkungan
Fransiscus Xaverius sebagai Kelas pelajaran agama
sekretaris. Tidak itu saja, Katolik di GKP Gereja Alam
setelah selesai mengikuti Sutera, diberikan untuk
Mistagogi pasca Komuni anak yang bersekolah di
Pertama, pencarian sekolah non Katolik
akan pribadi Yesus terus
berlanjut dan membawanya Kita perlu mengangkat
untuk ikut Emmaus Journey, jempol kepada anak-anak
dan menjadi panitia yang memiliki motivasi
penyelenggara KEP (Kursus diri untuk dapat terus
Evangelisasi Pribadi) dan mendengar firman Tuhan.
KEP Lanjutan. Walaupun pelajaran agama
tidak didapat dari sekolah
Dengan aktif mengikuti mereka (yang sekolah
non Katolik), mereka

16 JUNI 2018

KATEKESE

JUNI 2018 17

ANTARKITA

WASPADA

BUKANLAH TAKUT

Hari minggu tanggal 13 Mei menjadi hari yang gereja ini dilakukan lewat
menyedihkan ketika terjadi bom bunuh diri di 3 gereja di medsos yang ada di paroki
Surabaya, dilanjut dengan ledakan bom di rusunawa di dan untuk diteruskan
Surabaya pada malam harinya. Belum hilang kekagetan kepada umat gereja. Kondisi
terhadap aksi bom bunuh diri tersebut, Senin esok harinya ini tentunya membuat
kembali terjadi serangan bom bunuh diri di kantor polisi. kenyamanan umat sedikit
Hampir sebagian besar kepolisian di kota-kota di Indonesia terganggu, dan muncul pula
melakukan status siaga. komplain dari sebagian kecil
umat, tetapi hal tersebut
Pada hari Minggu itu juga petugas dari pihak kepolisian harus dilakukan demi
(diwakili oleh 1 petugas) dan TNI (diwakili oleh 2 petugas) terciptanya keamanan.
langsung hadir di kompleks gereja St. Laurensius, untuk
membantu pengamanan kompleks dan proses misa yang Setelah hari raya
ada. Petugas tersebut menemui RD Yohanes Hadi Suryono, Pentakosta berlangsung
di sela-sela Rapat Pleno Paroki, dan berdiskusi singkat dengan kondusif, maka
yang intinya mereka membantu pengamanan gereja, dan bagian keamanan dan
berharap pihak gereja meningkatkan kesiagaan secara perparkiran melakukan
serius dan juga melakukan segala antisipasi terhadap situasi evaluasi terhadap status
yang kurang kondusif saat itu, di mana salah satu sarannya keamanan yang berlaku,
adalah dari sisi parkir dan keamanan. dan hasilnya adalah
pembukaan area gereja dari
Merespon masukan dari pihak kepolisian dan TNI, pagi hari sampai dengan
maka bagian keamanan dan perparkiran gereja segera pukul 18.00 di hari kerja,
melakukan konsolidasi dan menetapkan langkah-langkah sedangkan untuk hari
siaga yang diperlukan dan dapat dilaksanakan sesegera Sabtu dan Minggu tetap
mungkin. Salah satu hal yang dilakukan adalah menjadikan dilakukan sterilisasi seperti
gereja yang steril dari kendaraan bermotor dan juga semula. Kondisi sementara
penutupan pintu gerbang gereja, di mulai sejak Rabu 16 Mei ini tetap akan dievaluasi
2018. setiap periode tertentu,
sampai kondisi benar-benar
Selain karena saran dari pihak keamanan, sebenarnya kondusif. (bupunsu)
alasan utama peningkatan status keamanan gereja ini
adalah karena gereja tidak ingin kecolongan dengan aksi
negatif tersebut, dan juga untuk menghindari korban
terluka/ jiwa (zero victim), dan sama sekali bukan karena
perasaan takut. Sosialisasi terhadap perubahan kondisi

18 JUNI 2018

ANTARKITA

LUKAS AGUNG PRASOJO
Wakil Ketua DPH

“Kami memohon maaf karena kenyamanan umat yang
terganggu, bukan karena kami takut, tetapi demi menghindari
korban yang lebih utama. Hal ini juga menjadi perhatian
bersama dengan pihak Polsek dan pihak Koramil. Gereja tetap
terbuka seperti biasa, dan menerima kehadiran umat yang
akan mengikuti misa, berkegiatan, dan berdoa seperti biasa.”

VINCENT GUNAWAN RUSLI
DPH pendamping Bagian Keamanan dan Perparkiran.

“Dimohon kesadaran umat agar dapat tertib mengikuti
arahan petugas (baik petugas gereja maupun petugas estate),
baik terkait pemeriksaan keamanan (bila dibutuhkan),
ataupun pengaturan lokasi parkir. Hal ini supaya terjadi
situasi yang kondusif, dan situasi yang menenangkan warga
lain yang juga tinggal di sekitar gereja kita. Umat dimohon
meredam ego sendiri dan tetap mengedepankan sifat rendah
hati.”

Senin, 21 Mei 2018 Presidium Ratu Rosari merayakan Hari Ulang
Tahunnya yang ke 11 dengan rekoleksi bersama Sr. Pia OSU. Dalam
rekoleksi ini para legioner mendalami dan mengalami meditasi kristiani.

Melalui kegiatan ini, para legioner ingin menjadi semakin mampu
mengolah kehendak Allah di dalam dirinya, dan semakin setia serta
rendah hati dalam melaksanakan tugas pelayanannya sebagai Laskar
Maria. Semoga.

“Selamat UlangTahun Presidium Ratu Rosari”
Salam Legioner, (Caroline Idham)

JUNI 2018 19

ANTARKITA

“Doa” Kaum Suami
Lingkungan Johanes de Britto

“Rp. 100.000 bisa dapat apa?” Celoteh nyinyir macam pemberkatan rumah, ulang
itu sering terdengar di pelbagai kesempatan. Faktanya uang tahun perkawinan ataupun
seratus ribu rupiah terasa kurang bernilai. pertemuan lainnya hampir
selalu dalam suasana doa-
Namun, jika meniliknya dari sudut jendela yang lain, mendoa. Kaum suami ingin
uang 100 ribu ternyata dapat menghasilkan manfaat yang juga suasana lain yakni
luar biasa banyak. pertemuan yang lebih

Kenyataan ini dialami oleh kaum suami warga

Lingkungan Johanes de Britto. Sejak tahun 2006, setiap berwarna canda-ria.
hari Minggu pertama dalam bulan, kaum suami warga Tanpa banyak
lingkungan Johanes de Britto berkumpul melakukan
“arisan” uang sebesar seratus ribu rupiah. Dari dulu sampai perencanaan dan aturan,
sekarang, jumlahnya tetap seratus ribu rupiah, tidak peduli bergulirlah pertemuan
kurs rupiah terhadap Dollar Amerika telah naik turun arisan itu sampai sekarang.
berkali-kali hingga nilai 100 ribu rupiah hanya sama dengan Tak dinanya, perkumpulan
7.5 dollar. Jumlah seratus ribu itu tidak dipandang sebagai itu sudah berumur 11
tujuan, hanya semata-mata sebagai sarana pengikat untuk tahun. Nah itu, kan, 100
berkumpul secara rutin. ribuan rupiah ternyata
menumbuhkan tali
Gagasan kaum suami sepakat berkumpul sebulan persaudaraan dan aneka
sekali ini ialah untuk meningkatkan gairah bersilaturahmi dampak positif di antara
dalam situasi relaks. Pasalnya, pertemuan-pertemuan warga.
yang dilakukan di lingkungan hampir selalu berbingkai
doa, entah itu doa rosario, pendalaman iman, misa, Dalam setiap arisan,
dua orang mendapat

20 JUNI 2018

ANTARKITA

giliran memperoleh uang discussion apalagi kalau menyentuh persoalan politik. Ada
arisan. Salah satu dari kalanya, forum arisan ini juga mengundang narasumber
mereka yang menerima untuk memberi pencerahan tentang masalah aktual untuk
uang arisan berkewajiban membantu agar bijak dalam bersikap dan menentukan
menjadi tuan rumah pilihan-pilihan yang baik sesuai dengan anjuran Gereja.
untuk arisan berikutnya. Pernah pula mengundang narasumber untuk sharing
Kebijakan ini membuat persoalan finansial.
warga saling bertandang
ke rumah warga arisan Selain untuk perbincangan ringan, pertemuan dipakai
tanpa canggung. Padahal, pula untuk menghangatkan kenangan masa muda dengan
biasanya orang merasa melatunkan tembang-tembang lawas meski dengan alat
sungkan untuk bertamu ke musik seadanya dan dengan nada sumbang. Bagaimanapun
rumah sahabatnya jika tidak riuhnya, yang penting tersembullah suasana gembira dalam
mempunyai kepentingan gelak tawa persaudaraan.
yang jelas dan mendesak;
bahkan, kalaupun bertamu Untuk menghindari kejenuhan, sesekali pertemuan
acapkali hanya diterima di dilakukan di pizza hut atau warung makan yang
depan pagar rumah sambil menyediakan sambal ‘setan’.
berdiri.
Jika menengok perjalanan panjang arisan seratus
Dalam pertemuan ribuan ini, ternyata arisan tak sekadar menjadi ajang
arisan ini, selalu ada acara pertemuan rutin sambil gelak tawa di sela menyeruput kopi,
minum kopi. Kopi menjadi tetapi merupakan kesempatan yang menghasilkan buah
minuman wajib untuk yang tak ternilai yakni terjadinya perjumpaan antarpribadi
dihidangkan, syukurlah unik yang masing-masing mempunyai kekayaan
adakalanya juga “kopi pengalaman hidup, gagasan, dan nilai-nilai. Mengingat
encer” untuk penyegar masing-masing peserta arisan ini hidupnya bertumpu pada
jiwa. Makanan apapun iman maka perjumpaan ini pun menjadi doa peziarahan
yang menyertai kopi tidak hidup bersama. Dari “perjumpaan” ini tumbuhlah sikap
pernah dibahas, tetapi saling menghargai dan peduli, suatu nilai yang diharapkan
langsung dilibas dengan mampu mendorong tumbuhnya empati.
penuh semangat. Pada
umumnya, pembicaraan Tumbuhnya persahabatan dan persaudaraan yang
yang terjadi hanya bersifat tulus dan mendalam dari akar kesatuan dengan Tuhan
“ngalor-ngidul” tanpa tema diharapkan menjadi komunitas yang sehati dan sejiwa, rela
khusus. Meskipun demikian, saling mendukung dan membantu untuk teguh dalam iman
tak jarang pembicaraan dan pengabdian kepada Tuhan dalam kehidupan sehari-
mengerucut ke persoalan- hari.
persoalan yang sedang
hangat di masyarakat, “Doa” arisan ini niscaya makin menumbuhkan sikap
bahkan berkembang saling menghargai dan mendukung antarwarga yang tentu
menjadi diskusi amat juga membuat kaki lebih ringan untuk melangkah hadir ke
serius seakan sedang doa-doa bersama di lingkungan.
berada dalam focus group
Ternyata Tuhan memang tiada henti-hentinya
menggandakan lima roti dan dua ikan (Mrk 6:30-52) di
tengah kehidupan kita. Tidak sia-sialah seratus ribu rupiah
karena terbukti menghasilkan buah berlimpah. [abw]

JUNI 2018 21

ANTARKITA

UBKNonton Bareng

“Kita Bhinneka Kita Indonesia” motto arah dasar Paroki Alam Sutera ingin
pastoral yang harus diwujudkan untuk berbagi dengan menanamkan rasa empati
sesama. Mengajak nonton bareng (nobar) Umat umatnya terhadap UBK,”
Berkebutuhan Khusus (UBK) bermain, dan misa bersama, papar pembakti KOMPAK
itulah yang dilakukan panitia dari Kursus Pendidikan Anna Sofia kepada Berita
Kitab Suci (KPKS) St Paulus Cabang
Tangerang Angkatan 1 bersama
Putra Altar dan Putri Sakristi (PAPS)
Alam Sutera Gereja Santo Laurensius,
Tangerang.

Acara yang diadakan pada
Minggu, 6 Mei 2018 diikuti sekitar 284
UBK dari para pembakti yang tersebar
di kawasan Bogor, Tangerang, dan
Jakarta. Ada 80 UBK Kumpulan Orang
Mau Pelajari Ajaran Kristus (KOMPAK)
Jakarta dan Bogor secara khusus yang
diundang panitia. Bersama dengan
234 Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)
Kharis dari Gereja Santa Monika
Paroki Serpong, ABK God’s Little
Hand dari Gereja Yohanes Penginjil
Paroki Blok B, Yayasan Bhakti Luhur
(Pamulang dan Citra Raya) dan
sejumlah komunitas ABK lainnya
turut meramaikan nobar di Cinema
XXI Alam Sutera.

Tujuan nobar ini adalah untuk
berbagi dan peduli pada UBK. KPKS
St Paulus Cabang Tangerang dan

22 JUNI 2018

ANTARKITA

Umat, Komsos BMV Katedral dengan pasangan hidup dan sahabat, terutama dalam
Bogor. kesulitan/keterpurukan. 4) Sahabat akan selalu ada disisi
kita “Anda dan saya selalu ada”. 5) Mencintai seseorang apa
“Setiap UBK (tunanetra, adanya, dengan seluruh kekurangan dan kelebihan yang
tunadaksa, tunarungu dan dimiliki, haruslah saling memaklumi dan menyeimbangkan
tuna grahita) didampingi satu sama lain agar selalu dapat bersama.
oleh para pembakti,”
Sedangkan ABK (Autis-Down Bornado menambahkan, film tersebut memberikan
Syndrome) didampingi para semangat pada dirinya, bahwa keterbatasan bukan menjadi
pembakti dan orang tua, penghalang seseorang untuk maju. “Film ini tepat dan bagus
sehubungan dengan adanya ditonton, khususnya untuk UBK, saya mengucapkan terima
penyetaraan tata suara kasih kepada KOMPAK dan panitia yang telah memfasilitasi
beserta penerangan. acara ini,” ujarnya.

Acara nobar membawa Tak hanya tunanetra, UBK tunagrahita-Richard juga
kesan tersendiri bagi para mengaku senang bisa menonton film tersebut. Kepada
UBK. Juliana dan Bonardo pembakti KOMPAK, Theresia Sirait, dia menyampaikan rasa
(UBK tunanetra), merasa girangnya. “Seneng banget bisa nonton film bersama,” kata
tersentuh dengan film “The Richard.
Greatest Showman” yang
diputar hari itu, dengan Usai nobar, UBK KOMPAK bersama pembakti dan
bantuan para pembakti yang Yayasan Bhakti Luhur menikmati kebersamaan menggelar
bertugas sebagai pembisik, games yang dipandu oleh panitia dan RP Yohanes Haris
mendeskripsikan jalannya Andjaja, OSC dari Paroki Serpong, Gereja Santa Monika BSD.
cerita dalam film itu, Mereka tampak bersukacita, bernyanyi dan berjoget ria, di
membuat mereka mampu GK P St Laurensius.
mengikuti dan memahami
kisahnya. Bahkan penuturan Tanpa terasa waktu terus berjalan. Saat jam
dari seorang Ibu melalui menunjukkan pukul 14.00 WIB, seluruh UBK, pembakti dan
pesan singkat kepada panitia memasuki Aula Gereja Santo Laurensius untuk misa
panitia: ABK Armando: bersama. RP Herman Joseph Bataona, CMF (Pastor di Rumah
“Tiket jangan dibuang, bila Singgah) dan RP Faustinus Sirken, OSC (Pastor Rekan Paroki
Armando makan tiket terus Serpong, Gereja Santa Monika), serta RP Lukas Sulaiman,
diliatin sambil cerita ke OSC (Kepala Sekolah KPKS St Paulus Cabang Tangerang dan
kakak-adiknya“. Kepala Paroki Curug Gereja St Helena) mempersembahkan
misa. Dalam khotbahnya, Pastor Lukas mengingatkan umat
Banyak makna yang untuk mengutamakan kasih dan kepedulian terhadap
dapat diambil dalam film sesama. Pastor Herman juga meminta agar para UBK tetap
tersebut: 1) Peran/dukungan semangat meskipun memiliki keterbatasan. “Semoga film
keluarga menjadi semangat The Greatest Showman mampu menginspirasi dan memberi
kualitas hidup bernilai lebih semangat kita untuk menjalani kehidupan ini,” tuturnya.
baik dari hari ke hari. 2)
Mensyukuri apa yang kita Shalom Aleichem dan Emmanuel, panitia Nobar Plus
punya dan terus berusaha bersama UBK: KPKS St Paulus Cabang Tangerang Angkatan
menjadi orang yang lebih 1 dan PAPS St Laurensius Paroki Alam Sutera
baik lagi. 3) Kesetiaan
“...Kita Bhinneka Kita Indonesia...Undanglah orang-
orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan
orang-orang buta....” (Lukas 14:13). (byariecahyanas)

JUNI 2018 23

BERITA GAMBAR
24 FEBRUARI 2018

BERITA GAMBAR

Mgr. Ignatius
Suharyo, Uskup
Keuskupan Agung
Jakarta berkenan
menahbiskan
mereka berempat
di Gereja Santo
Laurensius,
Paroki Alam
Sutera,
Tangerang.

FEBRUARI 2018 25

ANTARKITA

Catatan Pasca Teror Surabaya

Medsos tidak Cukup,
Mari Berdialog!

Pasca serangan teror diteruskan ke anak-anak agama, ramah tamah dengan
3 gereja di Surabaya pada kecil. Mereka, yang Tuhan FKUB dan pemerintah, serta
Minggu pagi (13/5/2018), Yesus sebut sebagai yang berbagai acara bernada
ledakan di Sidoarjo, dan berhati murni, yang empunya kebangsaan lainnya.
dua serangan lagi ke kantor Kerajaan Sorga, kini oleh Lagu “Indonesia Raya”
kepolisian, media sosial para teroris biadab dijadikan dan “Kita Bhinneka Kita
pun ramai dengan tagar mesin pembunuh. Indonesia” semakin sering
#KAMITIDAKTAKUT. Respon berkumandang sebelum atau
yang sudah digunakan Apakah benar bahwa setelah misa. Lukisan Bunda
warganet sejak Bom Sarinah kita tidak takut? Meskipun Maria Bunda Segala Suku
(14 Jan 2016). Kini, hingga Presiden Jokowi, Bapak serta patung Garuda Pancasila
2 tahun kemudian, respon Uskup, para pastor, banyak terpampang di mana-mana di
warganet masih senada. tokoh politik dan polisi lingkungan gereja. Tak lupa
Pertanyaannya, apakah tagar meminta umat Kristiani untuk doa rosario merah putih juga
#kamitidaktakut ‘andalan’ tidak panik, tapi dalam hati terus didengungkan.
warganet itu cukup untuk kita, sebenarnya tetap ada
mengalahkan terorisme? kekhawatiran. Namun faktanya, teror
tetap terjadi. Salah seorang
Jawabannya tentu Bagaimana mungkin terduga teroris ditangkap di
tidak! Meskipun ada ratusan tidak? Seringkali kita melihat Pinang, berjarak hanya 2 km
ribu warganet men-tweet ajaran kebencian sebegitu dari Gereja St. Laurensius.
menyatakan siap melawan bebasnya disebarkan di Jika begitu, sebenarnya apa
terorisme, ada ribuan media sosial, tempat ibadah, sih yang kurang? Apa yang
akun radikal dihapus oleh kampanye politik, dan harus umat Kristiani perbuat
Menkominfo, dan puluhan di segala lini kehidupan. untuk memerangi kebencian,
teroris ditangkap oleh POLRI, Masyarakat cenderung tak jika tagar di media sosial, aksi-
kita tahu bahwa bisa jadi itu kuasa membendung arus aksi kebangsaan di gereja dan
semua tidak cukup. kebencian yang menjadi-jadi. lagu-lagu nasional tampaknya
tidak cukup?
Sebab kita tahu bahwa Dari sinilah, tahun
budaya kematian beriming- ini Keuskupan Agung Pertanyaan ini
iming “surga” dengan cara Jakarta memilih tema: “Kita mengganggu hatiku selama
memerangi yang berbeda, Bhinneka, Kita Indonesia”. setahunan terakhir. Namun
tidak hilang dengan tewasnya Gereja-gereja di wilayah KAJ lewat tulisan ini, aku tak ingin
teroris. Hati nurani kita berusaha mewujudkan tema memberi jawaban mutlak.
sangat teriris saat diketahui itu dengan menyelenggarakan Aku hanya ingin berbagi
bahwa paham biadab itu banyak acara: aksi baksos, pengalaman pribadi yang
acara gerak jalan lintas-

26 JUNI 2018

ANTARKITA

telah menjawab kegundahan aku punya ketidaksukaan menyimpulkan satu
hatiku itu. tersendiri dengan wanita hal penting yang sering
bercadar. Baru setelah kulupakan sebelumnya. Yaitu
Pada tanggal 4-6 Mei 2018 mendengar kisah mereka, pentingnya dialog antar iman,
lalu, aku mengikuti Camp pandanganku berubah. Aku dari hati ke hati. Kebencian
Perdamaian Antar-agama juga belajar dari mereka seringkali dimulai dari hoaks
Wilayah Jabodetabek yang tentang ketaatan kepada dan fitnah, yang muncul
diselenggarakan oleh Youth Allah, dan bagaimana karena orang tak kenal
Interfaith Peace Community mengasihi sesama, termasuk satu sama lain, tak pernah
(YIPC) Indonesia. Camp ini kepada yang berbeda iman. berdialog. Namun melalui
diikuti 30 mahasiswa, 15 keterbukaan dan perjumpaan
Muslim dan 15 Kristiani. Aturan paling menarik antar hati, barulah kita bisa
Di sini, kami belajar nilai- adalah setiap waktu sholat, mengasihi sebagai saudara
nilai perdamaian dan cara para peserta Kristen tidak dalam perbedaan.
membangun hubungan dialog boleh berdiam saja menunggu
Islam-Kristen yang damai. yang muslim. Semua Oleh karena itu, dialog
peserta Kristen juga wajib antar-agama tidak cukup
Ada banyak momen berkumpul untuk berdoa dan dilakukan hanya oleh pastor
berharga yang kualami. Kami merenungkan Alkitab. Di sesi paroki, tokoh agama, dan
banyak berdiskusi mengenai doa pertama kami, masing- pemerintah saja. Menjaga
ajaran Islam-Kristen dan masing berkesempatan dialog adalah tugas kita
bahkan isu sensitif seperti men-sharingkan motivasinya semua, yang ingin Indonesia
tuduhan Kristenisasi, arti untuk mengikuti camp ini. tetap satu. Tempat dialog
kata jihad, kafir, cadar, tidak juga terbatas di
keabsahan Alkitab, dan masih Ada seorang peserta lingkungan gereja, namun
banyak lagi. Menariknya Katolik, Bang Willem, yang di sekitar perumahan kita,
tak ada yang tersinggung, adalah OMK dan juga relawan di sekolah, di kantor, dan di
masing-masing pihak (Islam- YOUCAT (Katekismus Populer) mana-mana. Aku yakin, setiap
Kristen) mencoba menjawab Indonesia. Sharingnya sangat orang berbeda iman yang
tuduhan tanpa tersulut emosi. kuingat: kita temui adalah jalan untuk
Dan seiring kami saling membangun persaudaraan
memahami satu sama lain, “Umat Kristiani sudah sejati. Kesempatan untuk
prasangka buruk pun hilang. terlalu lama berada di zona mengasihi, untuk mengetuk
Kami disadarkan bahwa nyaman, aktif di dalam gereja tembok-tembok kebencian
ada yang lebih besar diatas saja dan tidak berani keluar yang sudah mengakar akibat
kecurigaan kita, yakni tugas menembus sekat-sekat di ketidakpedulian. Lewat
merajut persaudaraan sejati. masyarakat. Padahal umat senyuman, salam, perkataan,
Kristen dipanggil menjadi dan perbuatan kita, satu
Aku mendapat garam dan terang dunia. demi satu orang, mari kita
banyak sahabat baru, dua Jika di Indonesia, ya bergaul semua menjadi bagian dari
diantaranya adalah Kak dengan yang berbeda iman usaha mewujudkan Indonesia
Wulan yang bercadar (lihat itu sudah seharusnya jika damai. Shalom peace salam!
foto), dan Kak Renni yang mau menjaga kebhinekaan,”
berhijab syari. Sebelum demikian kira-kira katanya. (Patricia Natasha Natio, SMA
aku membuka diri untuk Tarakanita GS, Lingk. St Ambrosius)
berdialog dengan mereka, Melalui pengalaman
ini, aku mungkin bisa

JUNI 2018 27

TUNAS

ST. VERENA–SEKOLAH BINA IMAN PERDANA DI ST. LAURENSIUS

BIBIT BIBIT
YANG KINI BERTUNAS

Amsal 2: 6 “Karena

Tuhanlah yang memberikan

hikmat, dan dari mulutNYA padam) saya sebagai organis dalam misa
datang pengetahuan dan memperhatikan pemberkatan malam itu.
kepandaian“ seluruh ruangan
Ingatan saya kembali ke
yang rapi dan tahun 1997 ketika beberapa
ibu dari Lingkungan
Kamis, 05 April 2018 tampak lebih luas karena St. Laurensius (baru
ada 1 lingkungan, yaitu
sekitar jam 19:00 saya ada sekat ruang yang Lingkungan St. Laurensius
masih di bawah Gereja
kembali ke Sekolah Bina dihilangkan. Bersyukur St. Monika) berinisiatif
membentuk Sekolah Bina
Iman St. Verena di Sutera listrik segera menyala, Iman St. Laurensius.
Berawal di rumah kediaman
Cemara VI / 24 setelah membuat saya lebih Pak Lisman/Ibu Onni di
Sutera Cemara, lalu ke
hampir 1 dasawarsa saya leluasa melihat sekitar. Ada Sutera Jelita di kediaman
rumah ibu Linda sampai
tinggalkan. Kali ini saya perasaan suka cita yang akhirnya pindah ke Sutera

datang ke sana bukan meliputi hati saya saat

untuk mengajar tapi untuk bersua dengan beberapa

memenuhi undangan pengajar lama, dan yang

pemberkatan SBI St. Verena lebih menggembirakan

setelah selesai direnovasi. adalah ada 2 orang mantan

Dibalik kondisi yang sedikit murid saya yang juga hadir.

temaram (saat itu listrik Bahkan ada yang bertugas

28 JUNI 2018

TUNAS

Elok selama beberpa tahun cukup banyak namun harus mengalah sama
sampai akhirnya mendapat jumlah guru yang belum teman di sekolah kalau
tempat yang permanen di cukup, kita hanya membagi dia selalu jahatin aku, aku
Sutera Cemara VI /24, atas anak-anak menjadi 3 kelas. tendang saja ya Bu?”
kemurahan hati sebuah Kelas pertama untuk anak-
keluarga di Sutera Harmoni. anak yang belum genap Semua dengan
dua tahun sampai kelas TK kepolosan anak-anak
Pada perkembangannya, besar, kita namakan kelas tentunya.. pertanyaan
SBI St. Laurensius ini Petrus. Kelas untuk anak yang membuat guru
menelurkan SBI lain; dari kelas 1 sampai kelas harus saling memandang
St. Bernardus di cluster 4 SD kita namakan kelas karena belum tahu harus
Sutera Jelita/Kirana, dan Paulus dan kelas untuk Bina menjawab apa. Tapi kami
lainnya sampai akhirnya Iman Remaja dari kelas percaya Roh Kudus akan
setelah Gereja St. 5 keatas. Saya mengajar selalu menuntun kami
Laurensius – Paroki Alam di kelas Paulus sampai pada jawaban yang paling
Sutera terbentuk, SBI St. pertengahan 2009. bijak. Selama 1-2 jam
Laurensius harus berganti bersama mereka, kami
nama, saat itu dipilih nama Saya ingat murid bukan hanya mengajar tapi
ST. Verena. Murid SBI sudah termuda saat itu berumur kamipun belajar kepolosan
belum genap dua tahun & kejujuran dari mereka.
usianya. Ketika saya tanya Itulah kesan yang saya
apa yang mendorong dapatkan selama mengajar.
sang bunda membawa
putrinya ke sekolah bina Selesai acara saya
iman, jawabnya, “Saya bertemu dengan seorang
ingin puteri saya mengenal mantan murid saya
Yesus sedini mungkin.” yang ternyata sedang
Hal lain yang tak pernah mempersiapkan diri untuk
saya lupa adalah saat akhir kuliah di bidang Design
tahun pelajaran. Para guru Komunikasi Visual. Saya
selalu meminta anak-anak juga bertemu dengan salah
menuliskan kesan yang seorang orangtua mantan
ingin disampaikan lalu murid saya, ternyata
membacakannya di depan anak tersebut kini sedang
kelas, beberapa diantaranya: menuntut ilmu di Belanda
mempelajari tentang nano
“Ibu guru maafkan saya, teknologi.
saya masih suka nakal, saya
masih suka membuat mama …Sungguh sebuah
sedih“ sambil terisak-isak. kegembiraan luar biasa bisa
turut menyaksikan bibit-
“Ibu guru, saya tidak bibit yang kini bertunas…
mau pindah ke kelas besar,
saya mau tetap di kelas ini (Imelda Njo)
saja sampai kapanpun.”

“Ibu guru kenapa aku

JUNI 2018 29

PROFILE

Mengenal
Lebih Jauh
Ketua Seksi
Kerasulan
Kitab Suci
Paroki
Alam Sutera:

Bonifasius Pembaca Salus yang terkasih, setiap tahun
Ho Fudianto lingkungan-lingkungan melakukan Pendalaman
Iman. Panduaan dan materi pendalaman Iman
memang disediakan oleh Keuskupan, namun
tim Seksi Kerasulan Kitab Suci Paroki (KKS)
yang dipimpin oleh Fudi dengan tekun melayani dengan
mensosialisasikan panduan dan materi pendalaman iman
untuk dijalankan di tiap-tiap lingkungan. Mendukung

30 JUNI 2018

PROFILE

penyelenggaraan membuat Sabda Allah pembaptisan istrinya, yang
Pendalaman Iman di yang tertulis dalam Kitab awalnya adalah seorang
lingkungan-lingkungan Suci dapat berperan dalam Kristen Bethel. “Awalnya
adalah salah satu peran kehidupan semua orang saya adalah umat yang
seksi KKS. beriman Kristiani, agar sangat awam, dan ke gereja
dapat juga membantu orang bukan menjadi prioritas
Seksi KKS Paroki untuk berjumpa dengan hidup saya, bahkan sering
dengan berbagai kegiatan Allah Bapa dalam SabdaNya. bolong-bolong”, beliau
dan programnya bertujuan Tujuan utamanya, supaya menambahkan. Awal karya
umat benar-benar percaya beliau adalah saat pertama
kepada Kristus dan disodori untuk mengikuti
memperoleh keselamatan. program Emmaus Journey
pada tahun 2006 dan itulah
Sekilas Tentang Fudianto komunitas awalnya di luar
Lahir di Palu – Sulawesi lingkungan.

Tengah, tanggal 7 Februari Pada awalnya hanya
1967, bapak yang biasa sebagai peserta, namun
disapa Fudi ini suka setelah selesai kemudian
musik light jazz dan blues, didorong untuk menjadi
audiophile dan merakit fasilitator. “Mulanya saya
home audio elektronik. tolak keras karena tidak
Beliau mengenyam punya bakat untuk itu,
pendidikan di Fakultas namun entah kenapa dan
Ekonomi Universitas sampai sekarang tetap
Surabaya, menikah dengan menjadi misteri bagi saya,
Angela Anggeriani Ashari saya bisa dihantarkan untuk
dan dikaruniai dua orang hadir dalam pembekalan
anak yaitu Felicia Grimaldi fasilitator, dan dari situ
Honori dan Grace Michelle saya terlibat aktif dalam
Honori. Warga lingkungan pelayanan dengan menjadi
Santo Filipus Rasul wilayah fasilitator EJ”, kenang
15 ini bekerja di PT Stahl beliau. Melalui karya
Chemicals Indonesia dan di EJ ini, beliau banyak
tinggal di Sektor 7C, Gading mengenal, mendengar dan
serpong. mengalami Tuhan melalui
rekan-rekannya di dalam
Bermula di Emmaus kelompok. Itu semakin
Journey menguatkan beliau dalam
karya di EJ yang terus
Fudi bertumbuh dari berlangsung hingga saat ini.
keluarga yang menganut
ajaran Kong Hu Cu dan “Dengan terus
dibaptis saat akan menikah mengikuti EJ, saya dapat
berbarengan dengan berkutat dengan kitab suci.

JUNI 2018 31

PROFILE

Melalui masa pembentukan hingga saat ini. berubah menjadi pribadi
di EJ, mulai pula terbentuk yang aktif adalah hal yang
pola hidup menggereja saya Untuk Semakin Banyak menggembirakan”, tutur
dengan diawali prioritas Umat Bergiat di Komunitas beliau. “Dukanya bila ada
untuk rutin mengikuti misa, tanggapan yang kurang
turut berpartisipasi dalam “Tugas dan sasaran dari lingkungan, khususnya
kegiatan lingkungan dengan seksi KKS lebih bersifat tetap dalam pembekalan materi-
menjadi humas, kemudian dan berkesinambungan”, materi Pendalaman Iman”,
juga menjadi pemandu beliau menjelaskan kepada beliau menjelaskan.
PI di lingkungan”, beliau Salus. Tampak dalam
menceritakan awal mula rencana kerja tahunan Diutarakannya,
keterlibatannya dalam seksi, program rutin seperti banyak lingkungan tidak
kehidupan menggerejanya. Pembekalan Pendalaman hadir karena kesibukan
Iman Prapaskah dan Bulan pengurusnya. “Sebenarnya
RP Nono Juarno OSC Kitab Suci kepada ketua- sosialisasi PI bisa diwakili
menunjuk beliau sebagai ketua lingkungan, program seksi terkait kalau ketua
ketua seksi Kerasulan Kitab acara EJ dan lainnya lingkungan berhalangan”,
Suci (KKS) saat paroki ini menjadi program yang lanjutnya. Diungkapkan
masih berbentuk stasi. disasar. “Poin terpenting bahkan ada lingkungan yang
Lalu melalui karya di KKS dari sasaran yang ingin di undangan sosialisasinya
membawa beliau untuk capai adalah membawa tidak diambil di kotak
mengikuti seluruh program- sebanyak mungkin umat surat sekretariat. Seksi
program yang ada di KKS untuk bergiat aktif di dalam KKS sekarang memberikan
dengan ikut KEP (Kursus komunitas, yang diawali di materi PI kepada lingkungan
Evangelisasi Pribadi), dalam gereja domestik yaitu yang menghadiri sosialisasi
Kursus Kitab suci paket KAJ di keluarga, lingkungan dan PI.
dan lainnya. “Ini semakin paroki. Karena dirasakan
membawa saya lebih aktif bahwa komunitas adalah Membalance dengan
di dalam karya pelayanan. wadah penggodokan Pendalaman Iman
Dan saya merasakan ini juga dan pemeliharaan iman Lingkungan
membawa dampak sangat yang sangat efektif.
positif bagi keluarga saya, Melalui komunitas, telah Untuk pelaksanaan
khususnya saat istri saya menghantarkan banyak Pendalaman Iman di
juga ikut menjadi peserta EJ penggiat di KKS terlibat aktif lingkungan-lingkungan,
dan juga menjadi fasilitator di lingkungan dan paroki”, beliau melihat respon
EJ”, tambahnya. Pada tahun tambahnya. umat tidak sebesar doa
2017 saat Keuskupan Agung Rosario lingkungan.
Jakarta mengusung EJ untuk Suka Duka Ditekankannya bahwa
masuk ke dalam Komisi K3S Beliau melihat, dengan menghadiri Pendalaman
KAJ, beliau diminta untuk Iman di lingkungan juga
memimpin EJ Center yang berkomunitas iman umat penting. “Dalam Rosario
berfungsi sebagai motor bisa menjadi lebih kuat. kita berdoa dan memohon,
penggerak EJ di seluruh “Bilamana ada umat tapi dalam Pendalaman
paroki dalam payung KAJ yang tadinya sama sekali Iman kita balance dengan
tidak atau kurang aktif, mendengarkan Sabda

32 FEBRUARI 2018

PROFILE

dan perintah Tuhan sudah dicoba berbagai Hadi yang selalu berpesan

juga”, tambahnya. Wadah metoda tampaknya supaya mereka yang giat

semacam EJ dan KEP memang belum banyak dikepengurusan gereja agar

menurut beliau, selain umat yang terpanggil hadir mau kembali ke lingkungan.

memberikan wawasan, juga di PI”. Beliau percaya Beliau juga menghimbau

membuat balance dengan komunitas semacam EJ, agar semakin banyak

tidak hanya memohon KEP dan sejenisnya adalah anggota Dewan Paroki yang

dan meminta, tetapi cara efektif membangun ikut dalam komunitas-

juga mendengar Firman kecintaan terhadap Kitab komunitas semacam EJ,

Tuhan. Diceritakannya Suci. Beliau mengutip KEP dan lainnya sejalan

tentang salah seorang apa yang dikatakan Santo dengan pandangan beliau

anggota EJ yang dulunya Hieronimus bahwa jika kita akan efektifitas komunitas-

umat biasa yang tidak tidak mengenal Kitab Suci komunitas ini.

ikut kegiatan menggereja, maka kita tidak mengenal Beliau gembira

sekarang menjadi pemandu Allah. Ungkapan ini benar, melihat sejauh ini buah-

pendalaman iman karena tentu dalam konteknya agar buah kegiatan menggereja

terbiasa sharing di EJ. umat senantiasa membaca di Paroki Alam Sutera

Menurut beliau, di EJ porsi Kitab Suci. bertumbuh baik. Semakin

pembahasan “Dalam Rosario kita berdoa banyak umat
aktif dalam
kitab suci

memang dan memohon, tapi dalam kehidupan
besar. menggereja
yang dilihatnya
Terhadap Pendalaman Iman kita balance

relatif dengan mendengarkan Sabda dan juga sebagai
kurangnya andil pelayanan-

minat perintah Tuhan juga” pelayanan dalam
mengikuti komunitas

pendalaman seperti EJ, KEP

iman di lingkungan Lebih lanjut beliau dan sejenisnya.

dibandingkan doa rosario, berharap umat untuk mau “Bilamana semakin

beliau memaparkan bahwa melayani. “Umat yang jadi banyak umat yang

sebenarnya KAJ sudah umat mingguan diharap membawa umat lain di

mencoba membuat variasi tidak hanya melatih iman lingkungannya untuk

metoda pelaksanaan pribadinya tetapi juga ikut terlibat dalam kehidupan

pendalaman iman di mengembangkan iman menggereja, maka ini

lingkungan. Disebutkannya orang lain”, sambungnya. adalah resolusi besar yang

variasi semacam 7 Langkah sejalan dengan resolusi

Pendalaman Iman, Lectio Dukungan Pastor Raroki besar Kristus juga, dengan

Divina, permainan- Fudi mengapresiasi para dorongan-dorongan

permainan diluar metode pastor dalam mendukung untuk mengabarkan

Ibadat Sabda seperti yang program-program sie KKS Injil ke seluruh mahluk”,

selama ini dilakukan sudah khususnya disebutkan tambahnya. (antonio)

dilaksanakan. “Walaupun dukungan dari Pastor

JUNI 2018 33

REFLEKSI

RUMAH SEORANG MISIONARIS:

SEBUAH REFLEKSI
TERHADAP
PERUTUSAN TOP
DI JAKARTA

Julius Caesar dengan pelajari atau kita ketahui mengubah apa yang sudah
semboyannya: Veni, Vidi, belum tentu kita jalankan baik tetapi untuk belajar
Vici (saya datang, saya dengan sukses. Saya secara besar-besaran
melihat, saya menaklukkan) salah seorang yang sering dari semua hal yang
digunakan dalam sebuah gagal dalam menjalankan menampakkan diri padanya.
surat kepada Senat Romawi semboyan ini, namun hal Ia berjalan kemana saja, tak
sekitar 46 SM setelah ia yang tidak kalah penting pernah bosan karena selalu
meraih kemenangan cepat adalah mempunyai menjumpai hal-hal baru.
dalam perang singkat komitmen untuk berusaha. Bagi seorang misionaris
melawan Pharnaces II dari bukan soal seberapa jauh
Pontus di pertempuran Sebagai misionaris seseorang melangkahkan
Zela. Semboyan ini bukan muda, gelora berkelana kaki tapi perihal bagaimana
lahir dari kreasi rasio, tapi ke pelbagai tempat seorang melihat kenyataan
terlebih karena pengalaman membuncah dalam diri. dan menaklukan apa
empiris. Banyak orang Namun gelora ini miskin yang perlu ditaklukan
membatinkan semboyan karena datang hanya untuk dengan strategi yang baik,
ini sebagai spirit untuk melihat apa yang dicari. efisien & efektif. Seorang
mencapai cita-cita, namun Padahal seorang misionaris misionaris adalah orang
banyak pula yang gagal. datang untuk melihat apa yang selalu bongkar pasang
Kebanyakan kegagalan yang menampakkan diri, ide & rencana, tidak kaku
terletak di vici. Mengapa? melihat kenyataan sekitar dihadapan kenyataan yang
Jawabannya karena mereka & menjawab pelbagai ia lihat demi mencapai
bukan Caesar. Caesar dan tantangan, bukan hanya tujuan pelayanan. Ia
semboyannya berkisah sekadar apa yang ia cari. bahkan dapat memperoleh
tentang pengalaman Seorang misionaris adalah keuntungan dari apa
pribadinya. Apa yang kita seorang penemu sejati. yang tidak ia suka. Sebab
Ia datang bukan untuk

34 JUNI 2018

REFLEKSI

seorang misionaris selalu Ada yang harus menangis mudah sebagaimana saya
berkeyakinan “something sepanjang jalan karena alami sebelum menerima
that I don’t expect, brings a harus menyaksikan orang setiap keputusan perutusan.
surprise”. yang dikasihinya menderita, Kata “siap” penting
seperti Maria, Ibu Yesus. karena menunjuk pada
Something that I don’t Banyak tokoh kaum beriman kematangan, ketangguhan
expect, brings a surprise. yang melangkahkan kaki ke untuk menaklukan
Ini yang saya alami, saya tempat yang tidak mereka pelbagai tantangan. Maka
kagum dengan pelbagai inginkan. Namun dibalik saat seorang misionaris
pengalaman yang awalnya apa yang mereka tidak diutus ia tentu tidak hanya
tidak suka & saya tolak suka itu justru karya-karya sekadar siap berpindah
dengan beragam alasan. besar mereka bertumbuh rumah (fisik) tetapi juga
Usai SMA di Pulau Timor, menginspirasi kaum psikis (kenyamanan,
saya putuskan masuk beriman. Dengan lain kehangatan) menuju suatu
seminari. Pilihan yang kata, kesuksesan terbesar rumah yang belum tentu
tidak didukung keluarga didapatkan dari hal-hal menyediakan kehangatan,
karena mereka yakin baru yang mereka kagumi kenyamanan yang sama.
saya tidak kuat. Jika seumur hidup. Singkat Bahkan acapkali, rumah
melihat ke belakang, cerita, pelbagai pengalaman bagi seorang misionaris
memang panggilan ini ini menguatkan saya yang itu bukan yang fisik dan
berat. Saat di seminari & banyak komplain untuk lahiriah tetapi adalah
mulai kuliah di Fakultas tetap menjalani panggilan kehangatan, kenyamanan
Filsafat, Universitas Katolik saya kemana pun saya batin. Maka tidak heran jika
(Unika) Widyamandira, diutus untuk membawa para misionaris dari tempat-
Kupang, saya diutus untuk Allah kepada banyak orang tempat yang elit dan maju,
melanjutkan studi di dan kemudian membawa (Eropa, USA, dll) merasa
Fakultas Teologi Wedhabakti banyak orang kembali betah bermisi di kampung.
(FTW), Universitas Sanata kepada Allah. Pengalaman Atau juga sebaliknya seperti
Dharma, Yogyakarta. perutusan ke tempat baru saya yang diutus dari
Penolakan besar muncul selalu membuat saya kampung, ke kota Kupang,
karena saya baru semester terpesona. Yogyakarta dan saat ini
3 di Unika dan harus sedang diutus menjalankan
mengulang dari semester Menemukan rumah dalam Tahun Orientasi Pastoral
satu di FTW. Banyak alasan Perjalanan (TOP) di LSM FAKTA di
menolak keputusan ini Jakarta. Saya merasa
namun saya dikuatkan Saya bersyukur nyaman bukan saja karena
dengan kisah para nabi diutus untuk belajar di bangunan fisik yang baik,
seperti: Yesaya, Abraham kota gudeg, Yogyakarta. atau fasilitas publik, tapi
yang berjalan ke daerah Semua pengalaman di sana terlebih kenyamanan batin,
yang tidak pernah ia ketahui membantu saya memahami kehangatan, kedamaian dari
namun akhirnya menjadi karakter seorang misionaris; orang-orang yang dilayani
bapa para bangsa, atau orang yang siap diutus. dan dijumpai. AND ALL
Yunus yang harus pergi ke Namun menjadi orang THESE WE MAY CALL IT
tempat yang paling ia takuti. yang siap diutus tidaklah

JUNI 2018 35

REFLEKSI

HOME not HOUSE. Maka menghadapi teriakan orang cincin. Makanya bangsa
dalam perjalanannya, ia yang keras dan kasar, dan China meyakini bahwa
menemukan rumah (home) sebagainya. Bagaimana ketika seseorang mulai
yang justru jauh dari saya memahami kenyataan berlangkah dan semakin
rumah itu sendiri (tempat kota yang terbelah dunia jauh, ia semakin dekat
asalnya) dalam beragam yakni ada kumpulan orang dengan langkah awalnya.
bentuk (cinta, teman, kaya raya tetapi juga ada Dengan lain kata, semakin
sahabat, keluarga dan lain kumpulan orang miskin di jauh seorang berkelana ia
sebagainya). sisi yang lain. Hal ini tentu harus makin mengenal diri,
berbeda dengan situasi di semakin masuk ke dalam
Di sini kita juga dapat kampung saya yang semua dirinya. Hal ini seperti
memahami apa yang penduduknya tidak kaya para traveler yang sering
dikatakan oleh Yesus Sang juga tidak miskin. gaungkan tujuan dari
Misionaris pertama dan sebuah perjalanan sebagai
utama “Serigala mempunyai Di sisi lain saya sebuah jalan menemukan
liang, burung mempunyai menemukan segelintir orang diri sendiri. Menemukan
sarang tetapi anak yang peduli dan berkualitas diri sendiri itu adalah
manusia tidak mempunyai dalam membangun menemukan sebuah rumah
tempat untuk meletakkan persaudaraan. Ini yang yang sesungguhnya, yang
kepalaNya”. Ketika Yesus paling saya syukuri, bahwa membuat seseorang merasa
diutus, Ia keluar dari tahta di tengah kota yang merasa tidak asing di mana saja ia
kemuliaanNya, rumahNya, takut dengan orang asing, berada, bahkan di tempat
Ia mencari orang yang mau individual, tetap masih asing sekalipun. Maka
mendengarkan sabdaNya menyimpan orang baik yang semakin panjang perjalanan
tentang kerajaan Allah dan peduli dalam membantu seorang misionaris, ia harus
orang yang mendengarkan & menolong orang lain. sampai menemukan dirinya
& melaksanakannya, dia Semua pengalaman ini yang (kembali ke dalam diri
adalah sahabat Yesus. menjadikan TOP saya bukan sendiri). Tentu perjalanan
This is home. Yesus tidak hanya sekadar datang, yang dimaksudkan bukan
membangun rumah melihat tetapi untuk belajar. sekadar perpindahan
(house), tetapi membangun Belajar bagaimana orang tempat (banyak tempat)
persaudaraan, kekeluargaan, kota berjuang untuk hidup, tetapi lebih penting seberapa
persahabatan (home). bergaul dan bersolider. TOP lama saya berlangkah dan
di kota Jakarta membantu tetap bertahan di dalamnya.
TOP di Jakarta bukan saya untuk mengenal diri, Inilah yang akan membawa
hal yang mudah bagi saya. untuk menemukan rumah saya untuk menemukan diri
Beradaptasi di kota dengan yang sesungguhnya. sendiri.
beragam suku, agama & ras
adalah sebuah tantangan; Jauh berlangkah untuk Kembali lagi, bahwa
bagaimana menggunakan kembali ke dalam diri jika seorang traveler yang
fasilitas publik, menghadang berjalan hanya untuk
macet, berkejaran dengan Lao Tzu, filsuf melihat, menikmati
waktu, terbiasa dengan dan pendiri Taoisme sebentar lalu pulang dan
kesendirian di tengah mengatakan bahwa bisa menemukan diri
keramaian, kesabaran untuk kehidupan manusia seperti

36 JUNI 2018

REFLEKSI

sendiri, mengenal diri masuk dalam keheningan tempat asing sekalipun.
lebih dalam di hadapan diri dalam beragam cara, Para teroris melakukan
realitas maka seharusnya mengenali kekurangan
seorang misionaris pun diri, mensyukuri kelebihan pelbagai tindakan keji
harus mengalami hal ini. diri, koreksi diri dan karena mereka tidak
Sebab menjadi seorang lain sebagainya dengan menemukan rumah di
misionaris tidak hanya memohon bantuan Tuhan. dunia, mereka tidak
sekadar datang, melihat And we may call it prayer. menemukan rumah dalam
tetapi juga menjadi bagian Singkatnya menjalani dirinya, tidak menemukan
dari realitas, mengakar TOP di Jakarta menjadi tempat di mana ia bisa
bersama apa yang dijumpai. momen yang baik untuk menaruh hatinya. Ketika
Mengakar bersama realitas discernment hidup dan kita tidak menemukan
membuat saya sadar bahwa panggilan. rumah di dunia ini, bukan
saya bukanlah siapa-siapa di tidak mungkin kita akan
tengah dunia, apalagi di kota Kita adalah misionaris melakukan pelbagai
metropolitan, menyadari Ketika kita mengikuti tindakan brutal terhadap
kekurangan tetapi juga kehidupan. Rumah adalah
memampukan saya untuk perayaan ekaristi, pada ruang untuk melindungi
menggali potensi diri lebih bagian ritus penutup ada kehidupan. Rumah bukan
dalam dan serius. Kenyataan berkat perutusan, “Marilah perkara bangunan fisik
di kota membuat seseorang pergi, kita diutus”. Dengan semata tetapi lebih dari itu
harus bertindak mengatasi kalimat ini kita semua adalah bangunan batin,
pelbagai keterbatasannya. adalah misionaris. Lebih di mana kehangatan,
Inilah pengalaman tepatnya ketika kita dibaptis persaudaraan, kasih dan
perjumpaan saya bersama kita mengambil bagian, sikap altruisme dibangun.
warga pinggiran di Jakarta berpartisipasi dalam tugas Maka menjadi misionaris
Timur. misioner Kristus. Dalam dimanapun, dengan
tugas perutusan ini, kita status apapun, kita harus
Namun sebagai bukanlah orang. Sebab membangun rumah batin
misionaris di tengah kota ketika kita membangun bagi diri sendiri, dengan
yang hingar-bingar, saya persaudaraan, kekeluargaan, dan bagi siapapun. Sebab
mengingat Paus Fransiskus persahabatan di mana itu adalah modal untuk kita
yang berpesan bahwa kita saja kita berada di sana tidak merasa asing di tengah
semua dipanggil untuk kita berada di rumah kita dunia yang ramai, sibuk dan
menjadi mistikus (pendoa). sendiri. Bahkan semakin serba cair ini.
Berdoa adalah identitas jauh kita berlangkah
seorang misionaris (berjalan, dalam tugas misioner, kita Itho Nurak, CMF (Misionaris
menemani & berdoa). Inilah menemukan identitas diri Claretian yang sedang menjalani
sisi yang membedakan sendiri, yang akan menjadi Tahun Orientasi Pastoral di LSM
misionaris dengan orang tempat dimana kita merasa FAKTA, Jakarta Timur).
lain, para traveler, tourist, beres dengan diri, nyaman,
aktivis, wartawan dsb. Maka sekalipun kita jauh dari
semakin lama saya berjalan rumah kita bahkan di
seharusnya semakin mantap

JUNI 2018 37

CUKUPKAH
TANPA
TINDAKAN?

Pada beberapa dari sarana gadget yang yang dianggap penting tapi
pertemuan sesama sahabat dimilikinya itu. Bahkan Andi sebenarnya “tidak bermutu.”
komunitas spiritual sempat berpikir, sebenarnya
ataupun lingkungan, Andi, apa manfaat dengan dia Membaca & mendengar
(seorang wiraswasta) sering menerima semua renungan tanpa memahami maknanya
mendengar tentang sharing. itu (yang sering juga saya alami saat mulai
Sharing mengenai pekerjaan dilengkapi gambar atau membaca dan mencintai
sampai dinamika kehidupan video) yang tentu akan Kitab Suci 3 tahun lalu.
rumah tangga. Terkadang mengurangi kuota pulsanya. Kesulitan dalam memahami
ada beberapa pesan makna ayat Kitab Suci tanpa
moral yang disampaikan Membaca & mendengar pembimbing menimbulkan
terkait pengalaman rohani saja ternyata belum cukup rasa jenuh. Untuk mengatasi
dari permasalahan yang memberi jaminan dan kendala itu, saya berusaha
dihadapi, dan tentunya keyakinan untuk membuat untuk menghadiri misa lebih
pesan moral yang Andi berubah menjadi awal hingga bisa duduk di
bersifat membangun dan lebih baik, meneladani depan & menyimak homili
menguatkan bagi yang semua isi dari renungan lebih fokus & produktif.
mendengar. maupun artikel yang Saat itu yang terpikir hanya
diterimanya. Jadi semua ingin mendapatkan sesuatu
Selain hal diatas, dalam berita itu hanya dihapus yang berarti dari Injil yang
beberapa grup whatsapp atau clear chat, entah dibacakan.
Andi setiap hari dikirimkan karena kurang menarik
renungan rohani dan artikel atau sekedar bosan. Dengan Keinginan membaca
yang menarik tentang perkembangan media Kitab Suci dan pertumbuhan
keluarga, pekerjaan dan sosial digital yang demikian iman, saya alami sejak
hal lain yang positif. Dari pesat, maka banyak berita Juli 2015, saat mengikuti
sekian banyak renungan & yang diviralkan tanpa kegiatan Emmaus Journey
artikel yang diterima, Andi dianalisa kebenarannya. (komunitas spiritual
belum merasakan mendapat Mungkin kitapun juga yang membuatku mulai
sesuatu yang bermakna, sering melakukan hal yang membuka & membaca Kitab
kecuali hanya sekedar sama, cenderung mudah Suci lebih sering). Tanpa
membaca dan mendengar melakukan copy paste berita dipungkiri, inilah awal
yang mengubah kehidupan
38 JUNI 2018

spiritualitasku secara (Mat 6:21) tidak bisa bagi Tuhan?!”
signifikan. Sempat timbul keraguan Saya bersyukur bisa sabar
& percaya bahwa waktu
Rasa ingin tahu untuk untuk mundur saat Tuhan beda dengan kita.
mendalami Kitab Suci ini menghitung keuangan yang Saat ini saya menyimpulkan,
berlanjut hingga pada terus berkurang dari waktu bila saat butuh sesuatu tapi
suatu keputusanku untuk ke waktu, beberapa kali Tuhan katakan “Belum”
meninggalkan pekerjaan muncul pertentangan: “Mau maka jangan memaksa
sebagai professional pada dapat uang banyak setiap mengikuti kemauan sendiri,
akhir 2015 & mulai merintis akhir bulan atau mencari mungkin berhasil tapi
bisnis pribadi dengan kebahagiaan melalui Kitab hasilnya tidak sebanding
harapan mempunyai Suci?” Apalagibeberapa bila mengikuti waktu yang
kebebasan waktu dalam tawaran kerja begitu Tuhan tentukan.
belajar. Suatu keputusan menarik.
yang sangat beresiko Beberapa orang yang
(khususnya dalam hal Saat itu saya belum menghadapi masalah
finansial) karena merintis mengenal “discernment”, kemudian percaya dan
bisnis baru bukan suatu Discernment Kehadiran meyakini bahwa Tuhan pasti
yang mudah. Saya Allah, Gerak Batin, Makna akan membantu memberi
mempunyai kebebasan & Discernment Kehendak solusi (apalagi bila masalah
waktu yang sangat leluasa; Allah yang saya baca dari yang dihadapi sudah lama
hingga dapat mengikuti buku A Prayer Companion dan didoakan setiap hari).
beberapa seminar & to Ignatian Spirituality oleh Kita tidak tahu rencana
aneka kursus spiritualitas Ramon Maria Luza Bautista, Tuhan dalam hidup kita dan
pendalaman Kitab Suci, SJ. Melalui kursus Schooled apa yang Tuhan berikan
namun dalam hal keuangan by the Spirit, membuat pada kita, sehingga kita
agak sedikit bermasalah keputusanku murni cenderung menilai bahwa
karena bisnis baru yang hanya mengikuti hasil apa yang kita rencanakan
belum efektif. Butuh dari perenungan secara dan harapkan adalah
pengorbanan & kesiapan manusiawi dan iman yang yang terbaik. Kondisi ini
mental menghadapi diyakini bahwa mengikuti sebenarnya menggoyahkan
kondisi ini, tapi Tuhan jalan Tuhan adalah “tidak iman, karena timbul rasa
sangat baik karena hikmah mungkin salah.” kecewa dari ekspektasi
lain peristiwa ini saya atau harapan bila belum
dikembalikan pada titik Setelah dijalani selama 6 terpenuhi. Seiring waktu,
nol; artinya saya tidak bisa bulan, ternyata Tuhan tidak kita memahami bahwa
mencapai tujuan mencintai bohong karena beberapa ternyata hambatan atas
& memahami makna Kitab ayat yang saya baca dan terkabulnya keinginan itu
Suci tanpa mengubah gaya imani terbukti terjadi secara karena memang bukan yang
hidup saat ini: mencintai nyata. Masalah keuangan terbaik dari Tuhan untuk
kedaginganku! Seperti sirna tepat pada waktunya, kita.
tertulis dalam ayat “Karena bisnis berjalan luar biasa,
dimana hartamu berada, hingga membuat bingung Bukan hal yang mudah
disitu juga hatimu berada beberapa rekan: “Koq bisa untuk melakukan tindakan
ya?” Sebenarnya mudah saja yang menyenangkan hati
jawabnya: “Apa sih yang

JUNI 2018 39

Tuhan, banyak tantangan namun bukan sekedar dari tahap:
dan hambatan yang dialami. kata-kata saja melainkan 1. Perubahan pribadi
Contoh sederhana: saat juga perbuatan. 2. Perubahan tingkah laku
kita ingin membaca Kitab 3. Perubahan komunitas
Suci. Ada saja tantangan / Saya menjalani
godaan, mulai dari teman kehidupan kristiani mulai Tahap demi tahap
yang datang ke rumah lalu di bangku SMP. Sebelumnya dalam “perubahan” ini tidak
bergosip, teman mengajak mengikuti kepercayaan mudah, butuh komitmen
pergi, anak minta diantar orangtua dan menerima dan konsistensi. Sesuatu
ke rumah teman, isteri ajak pembaptisan katolik di usia yang baru hanya sulit di
ke mal dan godaan yang 23 tahun di Kalimantan awal, bila sudah dijalani
paling umum adalah rasa Timur saat ditugaskan akan terasa mudah. Namun
kantuk yang tidak tertahan. selama 3 tahun. Suatu jangan lengah karena pada
Semua godaan itu sifatnya peristiwa yang unik, tinggal titik tertentu kita akan
hanya nyaman sesaat lama di sekolah dengan jenuh, inilah yang disebut
tapi mempunyai resiko. banyak teman katolik di kondisi “disolasi” (kondisi
Membaca Kitab Suci tidak Surabaya namun dibaptis di yang membuat apa yang
mempunyai resiko apapun, Balikpapan? Saat ini baru dilakukan terasa sia-sia).
tidak percaya… silakan coba. kupahami bahwa salah Kondisi ini harus dihadapi
menilai kelompok teman hingga kita kembali ke
Janji Tuhan adalah dalam pergaulan. Banyak kondisi “konsolasi” (sebagai
pasti, maka tidak perlu ada teman yang beragama kebalikannya).
keraguan dalam mengikuti katolik namun ternyata
jalan Tuhan. Memang tidak bermakna dalam Siklus disolasi~konsolasi
kita tidak mengetahui pertumbuhan iman, karena kita alami bergantian.
rencana Tuhan, namun kita hanya identitasnya saja Jangan kita jatuh pada
bisa merasakan adanya yang katolik namun tingkah saat kondisi disolasi,
kelancaran dalam banyak lakunya tidak menunjukkan karena hanya sesaat tapi
hal yang menyelamatkan, sebagai seorang katolik dampaknya akan merugikan
yakinlah bahwa semua yang sebenarnya. Iman diri sendiri. Semoga hidup
kemudahan yang diperoleh kita dapat tumbuh lebih kita akan lebih baik secara
bukan merupakan suatu baik bila kita berada di rohani & jasmani. Amin
kebetulan, melainkan lingkungan yang tepat.
jalan yang memang Tuhan Tanpa adanya bimbingan, (Hoesing Prajogo, Lingkungan
berikan untuk kita. Bagi maka pertumbuhan iman
orang yang kurang percaya, akan menjadi kurang Theresia Avilla)
semua kemudahan yang optimal. Saya bersyukur saat
terjadi adalah suatu ini berada di lingkungan
kebetulan, bahkan menjadi mayoritas orang yang
sombong karena diakui cukup tepat. Tuhan
sebagai kepandaiannya. mengubah komunitas dalam
pergaulanku.
Menurut seorang romo,
tujuan hidup adalah memuji Perubahan yang saya
dan memuliakan Tuhan, hadapi terjadi dalam 3

40 JUNI 2018

JUNI 2018 41

MARI, KITA SALING
MENGASIHI!

Masih ingat kejadian
bom di tiga gereja Surabaya
beberapa waktu lalu? Tentu
kita masih ingat. Bahkan,
mungkin sebagian besar
dari kita masih menyimpan
rasa sedih, kecewa, kesal,
dan benci dalam hati.
Terhadap para pelaku,
kita pun menaruh emosi
yang berkesan negatif.
Bagaimana tidak? Saudara-
saudara kita gugur, padahal
kita yakin mereka bukan
orang yang bersalah.

Itu hal yang sangat
wajar. Artinya, kita masih
manusia: memiliki hati
nurani dan emosi. Begitulah
seharusnya.

Namun, melalui
permasalahan itu, justru
Tuhan Yesus menginginkan
agar kita mau memaafkan
dan mengampuni kesalahan
para pelaku. Loh, kok?

“Tetapi Aku berkata
kepadamu: Kasihilah

42 JUNI 2018

musuhmu dan berdoalah pada masing-masing orang dan perdamaian sebagai
bagi mereka yang yang kita jumpai, yang puncaknya.
menganiaya kamu,” (Mat memiliki sifat dan karakter
5:44) yang bermacam pula. Di zaman yang
serba maju ini, salah
Tuhan Yesus Tuhan Yesus mengajak satu bahaya yang dapat
menginginkan kita agar kita untuk mensyukuri menyerang insan adalah
kita mau mengatasi semua pengalaman itu. menjadi makhluk yang
perasaan manusiawi yang Orang-orang di sekitar kita individualistis. Manusia
kita miliki. Hal ini pasti adalah guru kita sendiri. menjadi lupa: bahwa ia
tidak mudah. Namun, Jika mereka menyukai tinggal bersama. Hidup
sebagai umat katolik sejati, dan memahami dengan bersama orang lain maupun
yang menempatkan kasih apa yang kita lakukan, lingkungan di sekitarnya.
sebagai hukum utama, artinya kita harus tetap Di sinilah tantangan kita
pengampunan dan sikap mempertahankan tindakan sebagai umat katolik teruji.
memaafkan mau tidak itu. Namun bila yang terjadi Apakah kita mau menjadi
mau siap menjadi bukti justru sebaliknya, mereka diri yang sendiri? Perlu kita
kepenuhan kasih itu memberi kita kritik dan tanyakan dalam benak kita
sendiri. saran demi kebaikan kita, masing-masing.
kita tidak boleh marah.
Biarlah perasaan benci Kita harus rendah hati Maka, baiklah, kita
dan kesal yang spontan kita dan melunakkan hati kita, memulai menaruh kasih
alami itu tetap mengalir. mengucap maaf dan segera kepada sesama kita, baik
Memang perlu ada proses dengan perlahan mengubah mereka yang kita cintai
untuk mengampuni orang sikap maupun tindakan maupun mereka yang
lain, namun bersyukur kita. membuat kita kesal. Mari
sekali, akan menjadi utuh kita saling mengasihi tanpa
bila perasaan negatif datang Itulah kasih. Itulah memandang bulu, sebab,
sebagai awalnya. yang diharapkan Tuhan di mata Tuhan kita adalah
Yesus kepada kita seluruh istimewa dan khas. Kita
Selama peziarahan umat manusia, tanpa memiliki keunikan masing-
hidup kita, sebagai anak, terkecuali. Sebagai anak, masing, yang bermacam
remaja, dewasa, orang tua kita tidak boleh menjadi dan beragam, dan di mata
hingga usia renta, tentu “lebih tua” dari pada orang Tuhan, yakinlah, semua itu
kita mempunyai banyak tua kita. Ingat, mereka, baik adanya.
sekali pengalaman, entah para orang tua, memiliki
itu pengalaman yang pengalaman yang lebih “Hendaklah kasih
menyenangkan atau yang kaya dan beragam. Sebagai persaudaraan tetap ada di
tidak mengenakkan. No orang tua, tentu diharapkan antara kamu,” (Ibr 13:1)
man is an island. Sebagai tetap memiliki kesabaran
makhluk sosial, kita tidak dan kelembutan hati dalam Andika Suryaputra, Seminaris
pernah hidup tanpa ada mendidik dan membimbing Seminari Menengah St. Petrus
orang lain di sekitar kita, buah hati. Begitulah. Kanisius, Mertoyudan
sehingga, pengalaman Pada akhirnya, kasih itu
itu membawa kita pada menggapai kerukunan
perasaan yang bermacam

JUNI 2018 43

KELUARGA

Seksi Kerasulan olom yang diasuh oleh Tim SSK Paroki dan
Keluarga didampingi oleh Pastor Paroki ini sengaja
dibuat untuk umat yang mau bertanya apa
saja seputar keluarga. Tim SKK Paroki adalah

Kpasutri yang sudah mengikuti pelatihan

Kerasulan Keluarga dan Konseling Keluarga dari KAJ. Di
dalamnya juga terdapat psikolog profesional. Semua nama
yang mengirimkan pertanyaan dirahasiakan oleh redaksi.

Kriiing SKK,… saya seorang ibu Saran kami, pertama tingkatkan komunikasi
dengan 2 anak (anak pertama terbuka dan intens terus-menerus dengan
perempuan (16 th) , SMA kelas 1 anak-anak, dan ajak diskusi positif dan
& adiknya laki-laki, SMP kelas 2 negatif dari hal-hal yang dilakukan mereka.
usia 14 th). Zaman ini, anak-anak tidak dapat dipaksa
Kami (saya dan suami) adalah pasangan yang lagi, tapi harus keluar dari kesadaran
berkerja. Seperti umumnya keluarga saat ini, mereka sendiri. Ajak orang tua lain; guru
anak-anak di rumah dijaga omanya (mama dan pihak pendamping komunitas gereja
saya) dan seorang asisten rumah tangga. untuk meningkatkan komunikasi terbuka
Sejauh pantauan saya selama ini anak saya dengan anak-anak dan menimbulkan
bergaul dengan anak baik-baik bahkan aktif kesadaran terhadap banyak hal yang akan
di kegiatan gereja. Di sekolah juga tidak ada dihadapi anak-anak. Libatkan psikolog
masalah. Pulang ke rumah selalu dijemput sekolah, dan baik bia minta sekolah
supir dan pergi les (sesuai jadwal). Hal yang mengadakan kegiatan-kegiatan ekstra yang
mengejutkan, saya menemukan rokok elektrik terus-menerus menyadarkan siswa terhadap
di kamar anak laki-laki dan buku porno banyak hal kurang baik yang akan dihadapi
di kamar anak perempuan. Setelah kami anak-anak kita kedepannya.
diskusikan, menurut pengakuan anak kami; Prinsip utama, anak harus dekat kepada
hal ini sangat umum dilakukan oleh teman- Tuhan dan orang tua, bantu anak untuk
teman sepergaulannya baik di komunitas mampu menolak hal-hal yang kurang baik
sekolah maupun di komunitas gereja. dengan kesadaran penuh dari dirinya
Pertanyaan saya, apa yang kami (orang tua) sendiri.

lakukan untuk menyadarkan anak-anak ini?

Jawab:
Ibu yang baik, kami paham akan kegelisahan
ibu terhadap pergaulan remaja saat ini. Ibu
berpikir dengan berteman dengan anak-
anak di dalam komunitas gereja sudah
aman, ternyata masih juga “kecolongan”.
Ibu harus bersyukur karena ada komunikasi
terbuka antara ibu & anak, sehingga ibu
memahami lingkungan pergaulan anak ibu.

44 JUNI 2018



46 JUNI 2018




Click to View FlipBook Version