The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Salus - Gereja St. Laurensius, 2022-01-09 09:17:24

Salus-16

Salus-16

DAFTAR ISI

Tata Pelayanan Partisipatif,

06Transformatif dan
Berbasis Data

Sekretaris “Plus-Plus”

08yang Strategis

Gereja yang Hadir dan

10Menjawab Kebutuhan

20Bible Kids Festival 2014

32Kasih Allah Hadir REDAKSI SALUS
Penuh Warna mengharapkan partisipasi Anda.

Kirimkan artikel dan berita lingkungan

atau kegiatan ketegorial ke email

[email protected]

Penanggung Jawab: Dewan Paroki Santo Laurensius Pemimpin Umum: RP. Herry Sailan OSC
Pemimpin Redaksi: Andre Budi Wiryawan Sekretaris: Alex Tan Redaksi: Erwin Susilo, Asden Situmorang,
Edward Sanusi, Monike Sanusi, Imelda, Angela Limawan, Engelberta Bong, Trihatmoko Desain dan Artistik:
Dominikus Erdiyanto Redaktur Foto: Iwan Saputra, Dasa Didjaya Keuangan: Iin Pratiwi, Lina Huang, Kani Tjhin
Sirkulasi: Bekti Alamat Redaksi: Gereja Santo Laurensius Jl. Sutera Utama 2, Alam Sutera Serpong - Tangerang
Fax: 021-53127225 Email: [email protected]

DAPUR Foto dan berita kegiatan Paroki Alam Sutera yang diunggah melalui
REDAKSI facebook banyak mendapat jempol apresiasi dan komentar. Banyak pula
orang yang membaca Warta Salus sebelum Misa dimulai. Ketika keluar
Disain cover: Erdiyanta dari gereja seusai Misa pun hampir setiap keluarga mengambil Warta Salus
Foto: Iwan Sautra untuk dibawa pulang. Kenyataan ini menandakan bahwa ada banyak umat
Santo Laurensius, melalui yang mengikuti atau ingin mengetahui informasi berbagai kegiatan Paroki
perhatiannya kepada orang-orang Alam Sutera. Majalah Salus juga merupakan salah satu sarana untuk menye-
miskin, hendak memulihkan setiap barluaskan informasi dan media untuk berbagi gagasan serta refleksi.
martabat yang terpuruk, supaya
mempunyai harapan. Selama ini, Salus masih tergolong miskin inspirasi yang dapat dibagikan.
Santo Laurensius, doakanlah kami, Padahal, ada banyak informasi, banyak diskusi yang dapat dibagikan dan did-
agar mampu berbelarasa dan alami, banyak orang yang kaya akan pengalaman hidup, dan banyak kekayaan
berguna bagi sesama. lainnya. Penyebab atas miskinnya inspirasi Salus antara lain kreativitas para
pengelola yang kurang tinggi, kemampuan mengatur waktu untuk menggali
narasumber, merekam dan melaporkan berita-berita penting, dan minimnya
kemampuan merekrut para penulis yang bisa mendukung berkembangnya
Salus. Redaksi merasa tidak puas, dan Anda yang membaca pun kurang me-
rasakan manfaat yang tinggi. Salus berusaha untuk tidak mati tetapi ternyata
tidak mudah pula untuk tampil mempesona dan sarat makna.

Redaksi berkeyakinan, di Paroki Alam Sutera ada begitu banyak penulis
dan orang yang rela berbagi ide, pengalaman rohani, dan pelbagai hal yang
dapat saling menginspirasi serta memotovasi dalam mengarungi peziarahan
hidup sebagai orang Katolik. Oleh karena itu, kami mengundang Anda
yang berkenan untuk bergabung menjadi redaktur ataupun relawan-relawan
untuk menulis entah berita, gagasan, ataupun pengalaman rohani. Silakan,
kami sambut dengan senang hati, semoga keterlibatan Anda menjadi sarana
pewartaan kasih Tuhan.

Keterlibatan Anda untuk berbagi di Salus akan membuat banyak orang
di Paroki Alam Sutera merasakan Anda sebagai rekan dalam perjalanan
hidup.

4 I SALUS SEPTEMBER 2014

Pemenang
Undian Kupon
Peduli Kasih
Pembangunan
Gereja SP Maria
Benteng Gading

Penarikan undian kupon Peduli
Kasih Pembangunan Gereja
SP Maria Benteng Gading,
Gading Serpong telah dilakukan
pada hari Minggu, 10 Agustus 2014.
Penarikan undian kupon dilakukan
sebagai bagian dari rangkaian
acara perayaan Pesta Nama Santo
Pelindung Paroki Santo Laurensius.

Hadiah utama sebuah mobil
Daihatsu Ayla diraih oleh Ibu Rini
Thanwijaya, warga perumahan BSD
Victoria River Park, Paroki Santa
Monika, Serpong. Ibu Rini mengaku
membeli kupon Peduli Kasih dari
teman kantornya, Bp. Ariawan Hadi,
Ketua Lingkungan St. Theresia di
Gading Serpong. Ketika ditanya
hendak diapakan hadiah mobil terse-
but, Ibu Rini menjawab belum tahu,
kemungkinan akan dipakai terlebih
dahulu. Yang pasti Ibu Rini merasa
terkejut dan senang ketika dihubungi
oleh panitia bahwa salah satu kupon
yang dibelinya mendapatkan hadiah
utama. “Senang karena diberi kado
mobil dari Tuhan,” katanya.

SALUS SEPTEMBER 2014 I 5

LIPUTAN UTAMA

Tata Pelayanan
Partisipatif,
Transformatif dan
Berbasis Data

(Catatan dari Sosialisasi Pedoman
Dasar Dewan Paroki KAJ bagi
Pengurus Lingkungan)

‘Dosa’ yang Membawa ‘Berkah’ wakilkan kehadirannya. Pembicara diresmikan tersebut. Setelah GKP
utama untuk sosialisasi tersebut diresmikan, ternyata masih menyisakan
Dengan semangat untuk adalah Bapak FELIX IWAN WIJA- ‘catatan’ bahwa ruangan di GKP
merealisasikan salah satu YANTO, seorang warga dari Gereja belum dapat dipergunakan untuk
tugas yang pernah dijan- St. Servatius (Paroki Kampung kegiatan gereja sampai awal bulan
jikan kepada para Ketua Ling- Sawah, Jakarta Timur) yang juga September karena masih adanya
kungan baru pada rapat pleno di sebagai Sekretaris Eksekutif Dewan kegiatan finishing yang dilakukan
bulan Februari 2014, yaitu salah Karya Pastoral KAJ. Pria berusia kontraktor. Karena surat undangan
satunya memberikan pembekalan 40 tahun ini selain salah satu resmi sudah terlanjur terdistri-
terkait Pedoman Dasar Dewan ‘slankers’ (penggemar grup musik busi, dan sempitnya waktu untuk
Paroki (PDDP) KAJ agar dapat Slank), pengagum berat ‘setan mencari ruangan pengganti, maka
direalisasikan dalam tugas pem- merah’ Manchester United FC, dengan segala kemurahan hati dari
berdayaan lingkungan, maka Tim juga sebagai salah satu dosen ilmu Pst. Sangker pada akhir kita semua
Pengembangan Wilayah Gereja komunikasi di Sekolah Tinggi Ilmu dapat ‘berkah’ untuk menggunakan
Santo Laurensius mengadakan sesi Komunikasi dan Sekretaris (STIKS) GKP sebagai lokasi kegiatan di atas.
pembekalan bagi Ketua, Wakil Tarakanita Jakarta. Salah satu karya Sehingga kegiatan ini dapat disebut
Ketua, Sekretaris dan Bendahara beliau adalah buku biografi Bapak sebagai kegiatan pertama yang
Lingkungan. Sesi pembekalan Kardinal Julius Darmaatmadja SJ menggunakan GKP sebagai lokasi
dan sosialisasi PDDP tersebut yang berjudul “Dalam Nama Yesus, kegiatan.
diadakan pada hari Minggu 24 Kutebarkan Jalaku”.
Agustus 2014 pukul 10.30 – Tata Pelayanan Paroki
13.30 di Gedung Karya Pastoral Sebenarnya ada satu ‘dosa’ Setelah dibuka dengan
(GKP) lantai 2 di ruang Suka yang dilakukan oleh Tim Pengem-
Cita. Dari 81 lingkungan, secara bangan Wilayah, yaitu salah prediksi wejangan singkat dari Pst. Sangker, lalu
absensi daftar hadir tercatat hanya ketika akan menggunakan ruangan pak Felix menyambung dengan
5 lingkungan saja yang tidak ter- “Suka Cita” di GKP yang baru penjelasan mengenai dasar pe-

6 I SALUS SEPTEMBER 2014

LIPUTAN UTAMA

layanan paroki yaitu “Spiritualitas nisme rapat pengurus lingkungan Sesi tanya jawab.
Gembala Baik dan Pelayanan yang dilaksanakan minimal 4 kali
yang Murah Hati”. Penjelasan ini setahun. Dalam sesi tanya jawab
dipadukan dengan diagram tata pe- muncul pertanyaan bagaimana
layanan yang bersifat parsitipatif di Hal lain yang juga penting pengurus lingkungan mengambil
antara para pelayan pastoral, lebih untuk membuat umat semakin ter- sikap terhadap warga yang pernah
menunjukkan cara bekerja sama, libat dalam kegiatan (partisipatif ) aktif di lingkungan pada masa lalu,
berkoordinasi, berkomunikasi dan adalah kreatifitas. Kreatifitas dalam tetapi untuk masa sekarang warga
bukan struktur hierarki kewenan- arti memikirkan dan menciptakan tersebut lebih cenderung memiliki
gan dan juga bukan sekadar posisi kegiatan yang mampu menarik kegiatan di tingkat paroki, baik
dan jabatan. umat, termasuk dalam hal ini umat dalam bentuk kategorial ataupun
yang kurang/tidak aktif. Hal yang salah satu seksi yang ada. Menang-
Tata pelayanan ini meliputi memungkinkan adalah dengan gapi pertanyaan ini, Pak Felix
proses perencanaan, pengambilan mempelajari peminatan (interest) memberikan ilustrasi bahwa pada
keputusan, pengorganisasian, ke- yang dimiliki oleh umat yang tidak dasarnya semua orang bisa memi-
pemimpinan dalam pelaksanaan, aktif tersebut. Selain peminatan, liki kesibukan di mana saja, baik
serta evaluasi kerja yang dilakukan sisi keahlian (expertise) umat yang dalam urusan pekerjaannya sendiri
secara : tidak aktif juga dapat menjadi jalan maupun dalam hal sosial lainnya,
1. Partisipatif: melibatkan kom- masuk bagi pengurus untuk menga- dan hal ini tidak menjadi masalah
jak mereka menjadi lebih aktif. Kre- yang besar bila kesibukan tersebut
ponen umat secara aktif dan atifitas ini dapat dipelajari, bahkan benar-benar kesibukan di jalur yang
dinamis. juga ditiru dari lingkungan lain dan benar. Yang lebih penting untuk
2. Transformatif: perbaikan terus- diterapkan dilingkungan kita dengan diperhatikan pengurus lingkungan
menerus menuju perubahan modifikasi dan penyesuaian tertentu adalah mencermati kegiatan
nyata. apabila memang dibutuhkan. ataupun kesibukan warga tersebut,
3. Berbasis data: fakta dengan data selama kesibukan tersebut baik di
dan analisanya. Unsur penting lainnya adalah kategorial maupun di seksi paroki
kaderisasi. Kaderisasi ini tidak benar-benar dilakukan dalam kon-
Dengan adanya tata pelayanan terbentuk dengan sendirinya dan teks yang benar, dalam arti kom-
ini, diharapkan nantinya terben- dalam waktu yang singkat, melain- petensinya dibutuhkan dan bukan
tuk umat lingkungan/paroki yang kan diperlukan suatu proses yang ‘melarikan-diri’ dari lingkungan,
semakin memperdalam imannya, hadir dari perencanaan yang serius. maka ada baiknya pengurus ling-
membangun persaudaraan sejati Kaderisasi yang sempurna akan kungan merelakan warga tersebut
dan semakin terlibat dalam pelaya- membuat suksesi kepemimpinan untuk meneruskan kegiatannya.
nan kasih di tengah masyarakat. di tingkat territorial (lingkungan)
berjalan dengan alami. Proses SALUS SEPTEMBER 2014 I 7
Perencanaan (planning) adalah kaderisasi ini harus muncul sejak
salah satu faktor yang penting bagi ketua lingkungan mulai bertugas
lingkungan. Diingatkan bahwa dari awal. Kader-kader yang dapat
segala kegiatan yang dilaksanakan memberikan partisipasinya bagi
oleh lingkungan harus melalui lingkungan dapat muncul bila
perencanaan dan bukan ide sesaat pembinaan berlangsung dengan
(dadakan) yang muncul dari Ketua baik dan juga suasana kerja-sama
Lingkungan sendiri. Perencanaan pengurus berlangsung dengan
ini merupakan salah satu hasil kompak dan bersinergi satu dengan
diskusi pengurus lingkungan secara yang lain.
bersama, dianalisa dan dicermati
dampaknya, kemudian diambil
keputusan secara kolektif untuk
menjadi salah satu program ling-
kungan. Untuk ini telah ada meka-

LIPUTAN UTAMA

sehingga dapat dilakukan analisa
yang tepat dan mendukung proses
pengambilan keputusan bagi para
pengurus lingkungan/paroki.

Pertanyaan lain adalah terkait hal tersebut dapat diminimali- Pertanyaan terakhir adalah
pembinaan anak berkebutuhan sasi dengan penggunaan aplikasi tentang adanya forum bagi pengu-
khusus yang sedikit menghadapi database umat yang ada. Sebagai rus (baca: ketua) lingkungan untuk
tantangan untuk mendapatkan informasi saat ini di KAJ ada lebih berdiskusi dan belajar dari penga-
sakramen baptis (dewasa) dan dari 5 aplikasi database umat yang laman ketua yang lain. Forum ini
komuni pertama. Menurut pak tiap aplikasinya digunakan oleh secara resmi tidak ada di tingkat
Felix, pertanyaan ini sangat spesifik lebih dari 3 paroki, dan dalam hal KAJ tetapi lebih terbentuk di ting-
dan pernah pula muncul dalam ini KAJ belum dapat menetapkan kat paroki. (Catatan penulis: Paroki
forum lain di kesempatan yang standar platform maupun aplikasi Laurensius telah memiliki forum
berbeda. Beliau memberikan saran mana yang akan dipergunakan, tersebut sejak beberapa tahun yang
bagi pengurus lingkungan untuk terkait dengan masih banyaknya lalu, dalam bentuk mailing-list).
melakukan diskusi langsung den- tantangan yang harus dipikirkan
gan seksi katekese di paroki untuk untuk menjadi suatu standar. (Soetrisno)
mencari solusi terkait hal tersebut. Untuk sementara, hal ini dikemba-
likan ke masing-masing paroki. Se-
Pertanyaan berikutnya terkait benarnya yang lebih penting adalah
dengan kebutuhan data statistik bukan terletak kepada aplikasinya,
umat yang selalu dibutuhkan melainkan pada tingkat keter-
oleh paroki setiap tahun, padahal baruan data (update) itu sendiri,

Sekretaris “Plus-Plus”
yang Strategis

Sekretaris lingkungan menda- 21-September-2014 pukul 09.30 – sekretaris lingkungan, petugas Sup-
patkan pelatihan dan pening- 16.00 di ruang Kasih, GKP Gereja port DUK (Database Umat Katolik)
katan skill dari Tim Pengem- St. Laurensius. Kali ini pelatihan Wilayah, atau perwakilan ling-
bangan Wilayah. Pelatihan yang menekankan kepada fungsi stra- kungan lainnya. Sebagai pembicara
dihadiri oleh sekitar 140 peserta tegis sekretaris lingkungan. Yang kali ini adalah Bp. Bayu Samudro
ini diadakan pada hari Minggu hadir dalam even ini terdiri dari (Sekretaris Dewan Paroki) untuk

8 I SALUS SEPTEMBER 2014

LIPUTAN UTAMA

sesi 1 dan Bp. Stefanus Erwin sualisasi video http://www.youtube. artinya tanpa database yang update
(Developer aplikasi Database Umat com/watch?v=OPrsaUIBDcI (terbarukan). Untuk itu pesan dari
Katolik) sebagai pembicara di sesi 2 sekretaris Dewan Paroki bagi ling-
dan sekaligus tutor pada sesi 3. DUK versi terbaru kungan untuk melakukan upload
Bp. Stefanus Erwin sebagai database lingkungan ke komputer
Sekretaris Plus-Plus sekretariat minimal 2x per tahun,
pembicara di sesi 2 memberikan yaitu dibulan Juni dan Desember
Sesi 1 disampaikan oleh update versi terbaru aplikasi DUK. (data untuk keperluan Raker dan
Bp. Bayu Samudro, dan beliau Beberapa feature yang terbaru pelaporan ke KAJ).
menekankan kepada fungsi sekre- semakin mempermudah sekretaris
taris lingkungan yang sekarang (operator) untuk menggunakan Database ‘murni’ Laurensius
sudah bergeser dari sekedar tugas aplikasi tersebut. Salah satu feature
administratif saja. Tantangan yang ada dapat mencetak format Sesi 3 yang sebenarnya
sekretaris saat ini adalah mela- isian yang dapat didistribusikan ke merupakan sesi teknis, dan tuto-
kukan fungsi strategis lingkungan, umat agar nantinya data umat ter- rial bagi petugas Support DUK
sebagai penghubung dengan
seksi lingkungan, seksi di sebut dapat diperbarui dan diisikan Wilayah, ternyata banyak
paroki, sekretariat pa- ke dalam aplikasi DUK. Feature juga diikuti oleh peserta lain
roki dan sekretaris Dewan lain seperti mutasi karena pindah yang non-support.
Paroki. Untuk itu diperlu- rumah, mutasi karena berpulang, Pak Erwin memberikan
kan perubahan paradigma dan juga mutasi karena berpindah tutorial instalasi aplikasi
dari sekretaris pasif yang agama. Feature foto umat yang DUK terbaru secara tahap
hanya ‘administratif ’ men- sekarang dapat dimasukkan ke demi tahap. Selain itu
jadi sekretaris proaktif yang dalam aplikasi dan foto juga dapat juga diberikan beberapa
memiliki fungsi strategis, diupload ke sekretariat. Feature la- setup yang wajib dilakukan
plus kemampuan kreatif, poran semakin lengkap dan mem- untuk membuat aplikasi ini
plus terampil dan tetap praktis. permudah pengurus lingkungan bekerja secara optimal dan
Karena sifatnya yang strategis dan untuk melakukan analisa umatnya. meminimalisir error.
banyaknya informasi sensitive yang Pencetakan format isian dan foto Secara lisan ada satu pesan
dimiliki, maka satu sikap yang juga umat merupakan salah satu feature dari Pak Erwin bagi lingkungan
wajib dimiliki sekretaris adalah yang dapat dimanfaatkan pengurus untuk melakukan instalasi DUK
kemampuan untuk menjaga rahasia untuk melakukan kunjungan ke versi terbaru ini (melalui dukungan
tersebut. Inilah yang dimaksud rumah umat di lingkungan. Support DUK Wilayah), dan juga
dengan fungsi plus-plus sekretaris melakukan update database terbaru
proaktif. Dengan semakin cang- sesegera mungkin. Hal ini karena
gihnya feature aplikasi, tetapi ada perbedaan mendasar database
Selain pembahasan fungsi semakin mempermudah operator lama yang masih ‘menginduk’
strategis sekretaris, juga diberi- pemakainya, tentunya tidak ada ke St. Monika (karena waktu itu
kan beberapa informasi praktis gereja masih stasi bagian dari
mengenai metoda penomoran St. Monika), dengan database
surat keluar, pembuatan kop surat sekarang yang telah ‘murni’
lingkungan, pembuatan logo ling- St. Laurensius. Bila tidak dilakukan
kungan, penempatan logo paroki, update database, maka ada ke-
penempatan kolom tanda tangan, mungkinan pesan error dan masa-
serta pembuatan stempel dan lah kompatibilitas pada saat upload
penggunaan stemple lingkungan data ke komputer sekretariat yang
secara tepat. Penggambaran fungsi saat ini telah menggunakan DUK
sekretaris plus-plus dapat dilihat vi- versi terbaru. (Soetrisno)

SALUS SEPTEMBER 2014 I 9

LIPUTAN UTAMA

GEREJA YANG HADIR DAN
MENJAWAB KEBUTUHAN

K“ alau mau dekat dengan yakan hari ulang tahun Paroki pelindung pada saat membentuk
masyarakat, gereja tak dan pesta nama pelidung, pastor paroki kita ini.
perlu mewah.” Kalimat ini mengingatkan kembali tentang se-
merupakan komentar atas foto mangat Santo Laurensius. Penyega- Dalam menghayati dan mengamal-
gereja Somohitan, Keuskupan ran itu tidak dimaksudkan sekadar kan Injil Tuhan, tentu saja Gereja
Agung Semarang. Komentar ini untuk mengingat kembali sejarah tidak harus membatasi diri dengan
menarik. Pertama-tama, pernya- pada masa lampau tetapi lebih- bentuk-bentuk dan cara yang sem-
taan itu mengingatkan kita tentang lebih untuk mendorong umat agar pit atau sangat khusus. Oleh karena
pentingnya Gereja dekat dengan mengobarkan semangat yang telah itu, yang penting bahwa semangat
masyarakat, baik umat Katolik dihayati Santo Laurensius sebagai santo pelindung dipahami, dihayati
maupun masyarakat beragama cara memahami pengutusan Tuhan dan diamalkan sebagai pengutusan
non-Katolik. Kedua, kalimat ini untuk ikut serta menyelamatkan Tuhan untuk memperjuangkan
juga mengingatkan kita akan umatNya. keselamatan umat manusia sesuai
pentingnya pendekatan yang sesuai dengan konteks zamannya supaya
agar dapat menjadi dekat dengan Santo Laurensius dikenal Gereja dapat hadir dan melibatkan
masyarakat. sebagai diakon yang sangat setia diri secara relevan dan memberi
dalam membela kaum miskin di arti yang signifikan.
Kata dekat merupakan relasi Roma. Alih-alih menyerahkan
yang didasari oleh penerimaan, harta benda duniawi yang dikelola Kelompok orang miskin yang
saling memahami dan saling Gereja kepada pejabat pemerin- dirujuk Santo Laurensius sebagai
menghargai. Kedekatan Gereja tah yang memerintahkannya, ia harta Gereja adalah mereka yang
dengan masyarakat atau sesama malah membawa kaum miskin di terlantar, tidak memiliki tempat
merupakan salah satu bentuk seluruh Roma dan menyatakan tinggal, tidak mempunyai pengha-
perwujudan nyata atas relasi inilah harta kekayaan Gereja. silan, nasibnya tidak jelas sehingga
yang dekat dengan Tuhan, Sang Sebagai akibatnya, ia pun dipaksa mereka menjadi kelompok yang
Penyelenggara Kehidupan umat menyerahkan dirinya untuk di- lemah dan tersisih. Kondisi mereka
manusia. Selanjutnya, perjuangan panggang hidup-hidup. Semangat menimbulkan banyak persoalan
dan buah-buah kedekatan dengan membela dan memperjuangkan yang menjadi beban berat untuk
masyarakat akan menjadi persem- orang miskin itukah yang juga mau hidupnta. Mereka membutuh-
bahan tak ternilai kepada Tuhan diperjuangkan oleh Paroki Alam kan belaskasihan. Kalau orientasi
yang kita jumpai secara istimewa Sutera? Mestinya, jawabnya “Ya” pelayanan ke kelompok masya-
dalam Ekaristi kudus. Motivasi dan sebagai konsekuensi dari memilih rakat seperti yang dilayani Santo
cara-cara pendekatan Gereja yang Santo Laurensius sebagai pelindung Laurensius, tidaklah mudah bagi
bertumpu pada kedekatan dengan paroki. Jika hendak mengelaknya, umat Paroki Alam Sutera untuk
Allah secara mendasar akan ber- tentu ada banyak alasan yang mu- menemukan keadaan serupa di
beda dari motivasi dan pendekatan dah ditemukan, tetapi jika diren- lingkungannya. Kalau demikian,
yang bersumber pada kepentingan ungkan secara tenang, kita dapat apakah berarti tidak perlu lagi
politik, bisnis atau kepentingan- memahaminya sebagai kehendak meneladan dan menghayati se-
kepentingan lainnya. dan pengutusan Tuhan sendiri mangat Santo Laurensius?
yang dinyatakan melalui pilihan
Dalam kesempatan mera- Mengapa Orang Miskin?

10 I SALUS SEPTEMBER 2014

Ketika mendengar kata orang menjadi tidak peduli terhadap LIPUTAN UTAMA
miskin, yang muncul di benak orang lain, menimbulkan sikap dan
kebanyakan orang adalah mereka tindak kekerasan, bahkan pelbagai faatnya oleh masyarakat sekitar. Di
yang meminta-minta, jarang dapat kejahatan. Kemiskinan dapat juga samping merasakan manfaat kese-
berganti pakaian, tinggal di kolong terjadi dalam aspek moral. hatan secara langsung, mereka pun
jembatan atau rumah-rumah merasakan semangat kemurahan hati
bedeng atau semacamnya. Mereka Di mana orang miskin berada? dan ketulusan pelayanan Gereja.
terpaksa melakoni hidup semacam Dapat diandaikan, tidak ada Meskipun tidak jauh dari gereja
itu karena tidak mempunyai peng- juga ada puskesmas yang layanan-
hasilan yang memadai. Keadaan umat Paroki Alam Sutera yang nya sangat membantu masyarakat,
yang jauh dari harapan hidup ini tergolong miskin secara ekonomis namun ternyata banyak orang yang
sebagai akibat pelbagai hal yang apalagi yang bersifat ekstrem. Na- dengan wajah gembira berdatangan
pada gilirannya akan melahirkan mun, masih ada keluarga-keluarga ke posko layanan kesehatan di ge-
pula keadaan yang jauh dari hara- yang dalam batas-batas tertentu reja. Perasaan gembira tidak hanya
pan hidup kebanyakan orang. memerlukan perhatian dan ban- dialami oleh masyarakat yang
tuan untuk dapat berkembang mendapatkan layanan tetapi juga
Kemiskinan membuat kebu- secara lebih baik, antara lain agar umat yang berbagi waktu, tenaga,
tuhan hidup layak tidak terpenuhi, dapat menyekolahkan anaknya. pikiran, dan dana untuk melayani
membuat orang merasa tidak Jika jumlah keluaga yang secara masyarakat yang membutuhkan.
mempunyai harga diri, akibatnya nyata membutuhkan perhatian Kenyataan ini meneguhkan kita
mereka cenderung berpikir pendek sangat sedikit, apakah kita hanya akan kehadiran Tuhan dalam per-
dan menempuh jalan pintas untuk akan membatasi ruang lingkup jumpaan antar-sesama yang saling
mempertahankan hidup. perhatian ke umat separoki? Jika memenuhi kebutuhan. Dengan
perhatian dapat diperluas, ke mana selesainya pembangunan gedung
Oleh karena itu, perhatian dan dengan batas-bastas macam karya pastoral, tentu saja layanan
terhadap orang yang didera ke- apa? kesehatan kepada masyarakat ini
miskinan merupakan sikap dasar akan terdukung sehinga menjadi
Tuhan sendiri yang menghendaki Untuk mengidentifikasi sarana pewartaan kabar gembira
setiap manusia mengalami hidup adanya umat yang membutuhkan yang lebih efektif.
layak sehingga mudah merasakan bantuan secara khusus, ketua-ketua
kehadiran Tuhan dan meng- lingkungan bersama seksi sosial Layanan pendidikan melalui
hidupi kededatan dengan Tuhan perlu terus memperbarui data agar gerakan Ayo Sekolah dan Ayo
itu dalam relasi dengan orang lain, Gereja dapat menjalankan misinya Kuliah juga mulai berkembang
lingkungan, dan dengan dirinya secara tepat sasaran. dan dirasakan manfaatnya oleh
sendiri. Kemiskinan dapat dengan beberapa keluarga yang memang
mudah menjadi pemicu munculnya Bentuk-bentuk layanan memerlukan bantuan. Dari layanan
aneka kejahatan dan kekerasan. Sejak masih berstatus sebagai ini, keluarga-keluarga yang dibantu
bukan sekadar merasakan teringan-
Apakah kemiskinan hanya stasi, Paroki Alam Sutera sudah kan bebannya tetapi lebih-lebih
berwajah kemelaratan ekonomis? banyak melakukan kegiatan sosial merasakan perintang “nasib”
Kalau menilik miskin sebagai ke- di lingkungan sekitar, bahkan ke baiknya dibuka oleh Tuhan melalui
melaratan ekonomis hampir pasti kelompok masyakarat yang jauh uluran tangan dan kemurahan hati
tidak dialami oleh sebagian besar dari Alam Sutera. Kegiatan-kegiat- yang tulus dari banyak umat.
umat Paroki Alam Sutera. Sayangnya, an sosial itu terus berjalan dengan
kemiskinan yang merong-rong makin memperkokoh bentuk- Aksi Donor Darah juga
semangat kehidupan tidak hanya bentuk layanan tertentu. merupakan salah satu media
berwajah kemelaratan ekonomis pelayanan sosial Gereja. Kegiat-
tetapi bisa jadi dalam bentuk Layanan kesehatan dilakukan an ini dilakukan secara periodik
egoisme yang menyebabkan orang secara rutin setiap hari Minggu. bekerjasama dengan PMI. Banyak
Layanan ini makin dirasakan man- orang mengakui bahwa mendonor-

SALUS SEPTEMBER 2014 I 11

LIPUTAN UTAMA

kan darah merupakan tindakan sadaran dan mendorong kehendak pihak, boleh jadi cara itu juga me-
yang sangat mulia karena secara umat untuk berbelaskasih dengan rupakan upaya menjajagi kehendak
langsung rela membagikan darah melakukan tindakan nyata. Ke- Tuhan terhadap umat manusia
yang sangat menentukan hidup- dekatan dengan Tuhan membuat dalam konteks yang tertentu.
nya demi kepentingan orang lain. orang jadi mudah berbuat baik.
Darah bukan kekayaan tetapi Jika identifikasi kebutuhan
bagian elemen tak terpisahkan dari Salah sisi pelayanan yang dapat dilakukan dan tidak menjadi
hidup. Meski kadangkala ada yang perlu dikembangkan ialah menang- serba merepotkan atau menambah
mempromosikan bahwa dengan kap kebutuhan orang yang dilayani beban tambahan terhadap beban
mendonorkan darah orang akan secara benar. Maksudnya, layanan yang sudah berat, mungkin akan
mengalami penyegaran darah di dilakukan tidak semata-mata lahir bentuk-bentuk pelayanan
dalam dirinya namun tidak mudah didasarkan kemauan berbuat baik yang berkaitan dengan lingkungan
bagi setiap orang untuk mem- tetapi juga memahami kebutuhan hidup, misalnya gerakan meman-
bagikan darahnya jika tidak ada subjek yang hendak dilayani. Per- faatkan sampah menjadi berkah di
kerelaan yang mendalam. Oleh nah terjadi di suatu tempat, ketika dalam masyarakat tanpa membatasi
karenanya, mendonorkan darah tim bantuan sosial memberikan di keluarga Katolik namun promo-
tidak dapat dipandang semata-mata bantuan paket sembako dengan tor dari Gereja dan mendapatkan
membagikan darah sebagai materi pengandaian bahwa keluarga itu dukungan yang memadai. Bentuk
tetapi kesediaan untuk mengorban- tampaknya perlu dibantu ternyata kegiatan lain bisa saja berupa pem-
kan sebagian hidupnya. ia menolaknya, “Maaf, berikan ke berdayaan masyarakat ekonomi
orang lain yang memerlukannya.” lemah: cara membuat kerajinan
Kegiatan-kegiatan kemasya- Alasan menolak bantuan ini bisa atau makanan dan menciptakan
rakatan juga berbentuk bantuan saja karena memang tidak mem- jaringan dan cara memasarkannya.
sosial dalam bentuk sembako butuhkan, terusik harga dirinya, Atau bisa juga, macam-macam ke-
terutama dalam masa paskah, hari atau merasa tidak mengenal siapa giatan lain yang bersifat menjawab
pangan, dan seputar natal. Aksi yang memberikan bantuan ini. kebutuhan nyata sebagai hasil dari
sosial juga selalu dilakukan saat- Pada kasus lain, ada tim bantuan mengidentifikasi kebutuhan secara
saat terjadi keadaan yang memer- sosial yang sudah menyediakan cermat.
lukan bantuan secara mendadak, banyak paket sembako untuk dijual
misalnya banjir atau bencana alam dengan harga sangat murah ke Pelbagai macam kegiatan,
lainnya. Gerakan ini tak pernah masyarakat dengan pengandaian bentuk dan caranya, akan muncul
sepi dari partisipasi umat entah mereka akan sangat terbantu, dan berkembang kalau sering
dalam bentuk bantuan barang dan ternyata ditolak mentah-mentah dijadikan perbincangan dalam
uang maupun kesiapsediaan oleh mereka. Pasalnya, mereka ber- forum-forum diskusi informal
mengelola dan menyalurkan prasangka bahwa bantuan itu ada dan ditindaklanjuti secara serius.
bantuan sampai ke tangan yang mengandung maksud-maksud yang Kesiapsediaan memikirkan dan
memerlukannya. disembunyikan. Kenyataan ini melakukan pelbagai kebaikan akan
mengingatkan kita akan perlunya menjadi pintu pengutusan Tuhan
Melayani Kebutuhan komunikasi yang baik agar iden- untuk mewartakan kabar baik-Nya
tifikasi kebutuhan yang dibantu dalam kehidupan umat manusia.
Rahmat Tuhan yang menyer- tidak salah.
tai Gereja membuat umat mudah
melibatkan diri dalam pelbagai Kesediaan mengidentifikasi
perbuatan baik kepada orang lain kebutuhan-kebutuhan secara jeli
tanpa memandang agama, suku untuk melakukan pelayanan Gereja
bangsa, atau pelbagai atribut lainnya. bisa saja dianggap mengada-ada,
Dengan demikian, kedekatan cari pekerjaan yang enggak-enggak,
dengan Tuhan membangkitkan ke- dan semacamnya. Tetapi di lain

12 I SALUS SEPTEMBER 2014

LIPUTAN UTAMA

Mgr. Antonius Subianto Bunjamin OSC
Sang Gembala dari Cicadas

Pada tahun 2003 seorang Anton mengucapkan kaul kekal pada Disamping menjabat sebagai
ibu memohon kepada Mgr. tanggal 28 Agustus 1994 dan ditah- Prior Provinsial OSC, Pastor Anton
Alexander Djajasiswaja, Uskup biskan sebagai imam pada tanggal 26 masih disibukkan sebagai Sekretaris
Bandung, “Bapak Uskup, tolong Juni 1996 di Paroki St. Laurentius, Yayasan dan Direktur Eksekutif
doakan anak saya supaya bisa jadi Sukajadi Bandung oleh Mgr. Alexan- Yayasan Salib Suci yang mempunyai
Uskup seperti Bapak Uskup”. Sebelas der Djajasiswaja (alm). 69 sekolah di wilayah Keuskupan
tahun kemudian anak tersebut ditah- Bandung, Sekretaris Dewan Pembina
biskan menjadi Uskup Bandung, Disamping sebagai imam, Yayasan Universitas Katolik Parahy-
dengan Penahbis Utama Mgr. Pastor Anton juga memberikan pe- angan dan baru saja terpilih sebagai
Ignatius Suharyo, Penahbis 1 Mgr. layanan sebagai dosen dan karena Pengawas APTIK (2014-2017).
Johannes Pujasumarta dan Penahbis 2 dianggap mampu oleh pimpinan
Mgr. Paskalis Bruno Syukur OFM maka ia dikirim untuk kuliah Selamat berkarya untuk meng-
Lisensiat Filsafat di Universiteit Kat- hadirkan Kristus di tengah kehidupan
Mgr. Anton lahir di Cicadas, holieke Leuven, Belgia pada tahun umat beriman, Mgr. Anton.
Bandung pada tanggal 14 Februari 1996-1998. Tidak hanya sampai di
1968. Anton muda masuk Biara No- situ, pada tahun 2004-2007 Pastor
visiat OSC pada tanggal 18 Juli 1988. Anton menyelesaikan Doktor Filsafat
Setelah melalui tempaan pendidikan di Pontificia Universita Lateranense,
sebagai calon imam akhirnya Frater Roma.

SALUS SEPTEMBER 2014 I 13

LIPUTAN UTAMA

Bersyukur
Atas
Gedung
Pastoral

Pastor Barnabas Nono Juarno bahwa Gereja tidak lain adalah kita bahwa gedung seluas 4500 meter
OSC secara mendadak diberi bersama. Dalam kebersamaan itu pesergi ini dibangun dengan biaya
mandat oleh Pastor Sangker ada orang-orang yang mendapat- sebesar tiga belas milyar rupiah.
Sihotang OSC untuk memimpin kan tanggung jawab lebih besar Biaya itu sudah termasuk genset
ibadat pemberkatan Gedung Karya dari yang lainnya. Pastor Sangker dan furniture. Sebagai ketua Pani-
Pastoral Paroki Alam Sutera setelah menyatakan terima kasih kepada tia Pembangunan Gedung Karya
Misa Pesta Nama Santo Laurensius semua pihak dan terutama kepada Pastoral, Bapak Tommy menya-
pada tanggal 10 Agustus 2014. Bapak Tommy Budiyanto beserta takan terima kasih kepada semua
Dalam ibadat ini Pastor Nono tim pembangunan Gedung Karya pihak yang telah dengan aktif
didampingi oleh Pastor Sangker, Pastoral. Gedung Karya Pasto- mendukung pendanaan, antara lain
Pastor Herry Sailan OSC dan ral akan mulai digunakan secara kelompok ME yang dimotori oleh
Pastor Anton Suprapto SSCC. normal pada bulan September pasangan Bapak Alex dan Ibu Desy,
2014. Beliau mengharapkan agar dan juga oleh kelompok-kelompok
Pastor Nono menerima tumbuh semangat yang positif lainnya.
mandat ini karena pada masa dalam menggunakan dan merawat
kepemimpinan beliaulah proyek gedung ini sehingga menghasilkan Adanya Gedung Karya Pasto-
pembangunan Gedung Karya buah-buah yang luar biasa. ral tentu akan sangat mendukung
Pastoral mulai dikerjakan tiga berbagai kegiatan yang sampai saat
tahun yang lalu, tepatnya mulai Pastor Nono menyatakan ini biasanya dilakukan di aula dan
3 Juli 2011 yang ditandai dengan bahwa Gedung Karya Pastoral di pastoran. Pertemuan-pertemuan
pemberkatan dan penancapan tiang dibangun untuk mendukung yang melibatkan banyak orang pun
pancang penopang bangunan. kegiatan-kegiatan pastoral. Gedung dapat diselenggarakan di tempat
Sementara itu, kehadiran Pastor ini dibangun dengan keterbatasan ini. Di samping itu, kelompok-ke-
Anton mengingatkan kita akan dana. Meskipun demikian, pantas- lompok yang dikoordinasikan De-
peran beliau sebagai pastor yang lah kita bersyukur karena ternyata wan Paroki dapat mulai berkantor
mendampingi PPG Santo Lauren- banyak orang yang berpartisipasi dan menjalankan fungsinya secara
sius pada sebelum dibentuknya untuk mendukung pembangunan lebih efektif.
Stasi Santo Laurensius. ini sehingga gedung dapat ter-
bangun dengan baik. Semoga keberadaan Gedung
Dalam sambutan singkat- Karya Pastoral ini semakin meng-
nya, Pastor Sangker menyatakan Bapak Tommy menjelaskan hadirkan berkat Tuhan.

14 I SALUS SAPERPTILE2M0B1E4R 2014

Integrity g learnersRespect Lifelon

Sekolah Makna

Accepts
students

from
2 yrs old

Opening Registration 2015-2016
Early Years & Primary

Challenging Engaging Re�ective

Designed by Australian-based award-winning Clarke Hopkins Clarke and is being
built to international PassivHaus and Indonesian Green Ship Platinum certi�cation standards

Respect Lifelong

Integrity learners

Paddington
Heights
Sekolah
Makna

Silkwood Mall
Residence Alam Sutera

Synergy
Building

Led by award-winning Principal

SALUS SEPTEMBER 2014 I 15
Lingkar Barat Kav./No.6 Alam Sutera, Tangerang 15325 Indonesia

021 - 2900 5 222E: [email protected] www.makna.sch.id

PASTORAL

Pesta Nama Paroki Santo Laurensius 2014

Makna Kekayaan Menurut Santo Laurensius

Pesta nama paroki adalah salah membebaskan seseorang dari pende- orang lain. Hartanya yang banyak
satu kegiatan rutin yang setiap ritaan. Hatinya akan terenyuh setiap membuat hidupnya tak berguna bagi
tahun dirayakan. Pesta nama kali berhadapan dengan orang-orang orang lain, bahkan bagi dirinya sen-
ini adalah pesta seluruh umat paroki. yang menderita. diri. Kenapa tak berguna bagi dirinya
Melalui perayaan rutin ini, kita di- sendiri? Hartanya telah membuat
ingatkan akan seorang yang istimewa Sikap Santo Laurensius ini dirinya sebagai orang yang bersedih.
dalam hal iman. Sejak jaman para lahir karena imannya kepada Yesus.
rasul (jemaat perdana), para jemaat Dalam beberapa peristiwa Injil, hati Banyak orang termotivasi
rutin berkumpul untuk beribadat. Yesus tergerak oleh belas kasihan untuk mengumpulkan harta benda
Dalam doa-doa yang mereka pan- ketika melihat orang menderita. sebanyak mungkin dengan harapan
jatkan, mereka mulai menyebut satu Santo Laurensius menghadirkan supaya hidup bahagia dan bermarta-
dua tokoh yang punya keistimewaan kembali sikap Yesus tersebut dalam bat. Namun orang muda yang kaya
iman, misalnya Bunda Maria, Santo kesehariannya. Iman Santo Lauren- menjadi orang yang tak bahagia dan
Stefanus Martir. Apa tujuannya? Me- sius kepada Yesus terwujud dalam ke- bermartabat karena ia pergi mening-
reka menunjukkan penghormatan, hadiran tindakan yang sarat belarasa. galkan Yesus dalam kesedihan. Orang
rasa syukur atas keteladanan iman Tindakan Santo Laurensius yang sedih akan berjalan menunduk.
orang-orang istimewa tersebut dan sungguh hadir dalam hidup orang- Menunduk karena kesedihan mem-
terutama supaya keteladanan iman orang miskin merupakan bukti nyata punyai makna simbolis sebagai tanda
orang-orang tersebut menjadi tiruan kesetiaannya pada Yesus Kristus. kemiskinan, tak berharga, bahkan
dan mendorong mereka untuk hidup tak bermartabat.
beriman yang lebih baik. Santo Laurensius hadir dalam
hidup orang-orang miskin dengan Santo Laurensius, melalui
Santo Laurensius menjadi hati dan seluruh miliknya (harta ben- perhatiannya kepada orang-orang
martir karena keteguhan imannya danya). Santo Laurensius memberi miskin, ia hendak memulihkan se-
sebagai anggota Gereja. Santo Lau- makna baru soal apa artinya menjadi tiap martabat yang terpuruk, supaya
rensius tampil beda khususnya dalam orang yang kaya. Orang kaya, dalam punya harapan. Laurensius senan-
hal memaknai “apa itu harta”. Bagi perspektif iman, berarti orang yang tiasa hadir dalam setiap pribadi yang
kebanyakan orang, harta itu adalah berguna bagi orang lain. martabatnya tergerus karena berbagai
benda yang berharga: uang, logam alasan. Laurensius berusaha jadi
mulia, rumah, tanah dan lain-lain. Apa yang dilakukan oleh Santo perpanjangan tangan Tuhan yang
Hal-hal ini adalah kategori yang Laurensius menjadi sangat kontras terus berjuang agar setiap orang bisa
umum. Namun Santo Laurensius dengan seorang pemuda kaya (bdk. berjalan tegak, bukan menunduk
menunjukkan kategori yang berbeda. Matius 19:16-22) yang datang dalam kesedihan.
Harta yang paling utama adalah kepada Yesus untuk memperoleh
justru yang dianggap tidak berharga kehidupan yang kekal. Pemuda itu Laurensius adalah pribadi
oleh kebanyakan orang, yaitu orang- adalah orang yang taat pada hukum yang istimewa. Kesetiaan kita untuk
orang miskin. taurat. Hartanya banyak dan mung- merayakan Pesta Paroki adalah salah
kin harta itu diperoleh dengan halal. satu cara kita mensyukuri kehadiran
Laurensius menunjukkan Namun satu hal, pemuda itu tidak pribadi istimewa dalam sejarah perja-
bahwa kekayaan atau harta yang tak mempunyai belarasa sepeti Santo lanan Gereja dan salah satu cara kita
ternilai dari manusia adalah belarasa Laurensius. Hidupnya tidak berguna untuk tetap menjaga api iman dalam
kepada sesama yang tertanam dalam- bagi orang lain. Oleh sebab itu orang keteladan hidup Santo Laurensius.
dalam pada hati. Belarasa mendo- muda itu pergi meninggalkan Yesus
rong seseorang untuk mengusahakan dengan kesedihan karena ketidak- (RP Sangker Sihotang OSC)
mauannya berbelarasa terhadap

16 I SALUS SEPTEMBER 2014

PESONA IMAN

Wawancara dengan

Pastor Herry Sailan OSC

Pastor Herry Sailan OSC yang
biasa disapa dengan Pastor
Herry ini sudah tidak asing lagi
bagi kita, umat Paroki St. Laurensius.
Suara yang lantang dengan artikulasi
yang jelas serta senyum yang lebar
adalah ciri khusus beliau setiap kali
menyapa umat atau pun pada saat
beliau memberikan homili di gereja.
Di tengah jadwal beliau yang padat,
Salus berkesempatan melakukan
wawancara dengan Pastor Herry
secara tertulis. Walaupun wawancara
ini sangat singkat, setidaknya kita
bisa mengetahui apa yang ada dalam

SALUS SEPTEMBER 2014 I 17

PESONA IMAN

pemikiran beliau. ma adalah ingin merayakan Perayaan harus dilakukan. Sesuatu yang seder-
Salus (S): Dari kaca mata iman, Ekaristi. Dalam Perayaan Ekaristi ini, hana, jika dilakukan akan membawa
umat rindu untuk berjumpa dengan dampak yang luar biasa. Contohnya
apa kesan Pastor di tahap tahap awal Tuhan. Oleh karena itu, Perayaan sikap jujur dan tidak munafik. Jika
pelayanan di Paroki St. Laurensius? Ekaristi harus dilakukan dengan cara hal itu bisa dilakukan, tentu sudah
yang baik dan benar, sehingga umat merupakan buah dari kegiatan rohani
Pst. Herry Sailan (HS): Kesan sungguh merasakan perjumpaan yang kita lakukan. Karena itu, jangan
pertama saya berpastoral di Paroki dengan Tuhan. Bagaimana supaya sampai kegiatan rohani yang kita
St. Laurensius sangat luar biasa. Saya Perayaan Ekaristi itu dapat berjalan lakukan hanya demi kesombongan
kagum dengan banyaknya kegiatan dengan baik dan benar? Pertama- rohani belaka. Ini tidak beda dengan
yang dilakukan oleh umat paroki: tama, kita sendiri punya niat hati orang-orang Farisi yang dikecam oleh
Legio Mariae, ME, CFC, Choice, untuk berdoa dan berjumpa dengan Yesus.
Kursus Evangelisasi Pribadi, Emmaus Tuhan; kedua, para petugas liturgi
Journey, PDKK Pagi dan Malam, (Lektor, Pemazmur, Putra Altar dan S: Bagaimana menjawab pesan
PDKK OMK, Antiokia, PAPS. Putri Sakristi, Prodiakon, Koor, tata ‘kesederhanaan’ sebagaimana yang
Belum lagi kegiatan di lingkungan- laksana) harus menjalankan tugas- sering diteladani Paus. Fransiskus?
lingkungan. Saya kagum karena umat nya masing-masing dengan baik
masih menyediakan waktu di sela-sela dan benar, ini memerlukan latihan HS: Pesan “Kesederhanaan”
kesibukannya untuk kegiatan rohani. yang terus menerus; ketiga, dari yang diwartakan Paus Fransiskus
Hal ini merupakan sesuatu yang luar pihak umat, menjaga suasana doa sangat luar biasa dan bagus. Pesan
biasa dan menjadi tanda bahwa umat dalam Gereja, misalnya tidak datang ini sungguh merupakan pesan yang
Paroki St. Laurensius sangat hidup terlambat, tidak bermain hp selama mendasar bagi setiap kaum religius.
dan bergairah. Semoga kegiatan- Misa Kudus berlangsung, berpakaian Namun yang menjadi pertanyaan
kegiatan rohani yang dilakukan juga yang sopan dan rapi, dan sebagainya. saya, “Apa itu kesederhanaan?” “Apa
berbuah nyata dalam kehidupan Semua ini hanya akan terjadi jika kita kriteria dasar bahwa seseorang itu
sehari-hari. semua menyadari diri bahwa keha- dikatakan sederhana?” Tentu banyak
diran saya dalam Misa Kudus adalah sekali jawaban untuk pertanyaan saya
S: Boleh tahu apa pelayanan untuk berdoa dan berjumpa dengan ini. Tetapi akhirnya yang menjadi
utama yang Pastor emban saat ini? Tuhan. Kesadaran inilah yang perlu penting adalah sejauh mana seorang
dibangun terus menerus. imam itu sungguh mau melayani
HS: Saat ini, tidak ada pelaya- umat dengan tulus dan gembira. Jika
nan khusus yang saya tangani, semua S: Ada kiat kiat Pastor untuk tanpa ketulusan dan kegembiraan,
tugas dikerjakan bersama dengan membangkitkan ‘passion’ umat saat maka bukan berkat Tuhan yang dia
Pastor Sangker. Hanya saja saya secara ini untuk lebih terlibat aktif dalam bawa dalam pelayanannya. Namun
pribadi mempunyai perhatian lebih kehidupan menggereja sehingga iman demikian, memang hendaknya
terhadap Liturgi. bukan hanya sesuatu yang sifatnya seorang imam harus hidup tanpa
hampa tapi sungguh menghidupkan glamour yang berlebihan dan tidak
S: Apa saja gagasan gagasan dan memberi pencerahan di tengah menuntut ini dan itu.
Jangka Pendek ataupun jangka pan- kehidupan masyarakat metropolis?
jang Pastor Herry ( katakanlah seta- S: Sampaikan dengan kalimat
hun ke depan, 3 tahun ke depan atau HS: Seperti saya katakan diawal, singkat harapan Pastor akan umat
5 tahun ke depan, dan seterusnya) bahwa umat paroki St. Laurensius Paroki St. Laurensius.
yang ingin Pastor capai? Katalah blue sudah sangat banyak mengikuti
print karya pelayanan sehingga estafet kegiatan rohani. Saat ini yang perlu HS: Harapan saya untuk Umat
pelayanan nantinya tak hilang arah? dikembangkan adalah bagaimana Paroki St. Laurensius, semoga umat
kegiatan-kegiatan tersebut sung- paroki semakin bertumbuh menjadi
HS: Apa yang menjadi agenda guh dilaksanakan dalam kehidupan pribadi yang beriman, berpenghara-
saya untuk paroki, saya ingin pada sehari-hari. Tidak mudah, tetapi pan, penuh cinta kasih, mampu ber-
saat ini dan saat yang akan datang, syukur dan dewasa serta berbelarasa.
kehidupan liturgi umat paroki sema-
kin mendalam. Mengapa? Karena
kehadiran kita di gereja, pertama-ta-

18 I SALUS SEPTEMBER 2014

SALUS SEPTEMBER 2014 I 19

TUNAS

Bible Kids Festival 2014
kegiatan BKF urung dilaksanakan.
Sebagai gantinya, agar memiliki per-
siapan yang lebih matang, maka Ibu
Grace Sugiarto, Ketua Subsie BIA
Santo Laurensius, bersama keluarga
mengikuti acara BKF yang diadakan
di Paroki Santo Yakobus, Surabaya.
Berbekal pengalaman mengikuti
BKF di Surabaya inilah, Ibu Grace
lalu lebih percaya diri bahwa acara
serupa dapat dilaksanakan di Paroki
Santo Laurensius.
Panitia BKF 2014 pun diben-
tuk dan terpilih sebagai Ketua Pani-
tia adalah Bapak Danny Ng, warga
Lingkungan St. Petrus Rasul, Gading

Paroki Santo Laurensius punya rencana kerja BIA Santo Laurensius, Serpong. Misa untuk pengukuhan
acara baru di bulan Juni 2014 yang pada awalnya akan dilaksana- panitia BKF 2014 dilaksanakan pada
lalu. Selama tiga hari, 25-27 kan pada masa liburan sekolah bulan hari Minggu, 23 Februari 2014.
Juni 2014, telah berlangsung Bible Juni 2013. Dalam khotbahnya, Pst. Sangker
Kids Festival (BKF). Kegiatan yang mengatakan bahwa anak-anak adalah
diadakan oleh Subsie Bina Iman Padatnya kegiatan di masa libu- masa depan Gereja, maka kegiatan
Anak (BIA) Paroki Santo Laurensius ran sekolah tahun 2013 lalu (saat itu semacam BKF ini sangat baik karena
ini diikuti oleh 300 anak usia kelas diselenggarakan Camping PAPS dan selain untuk menumbuhkan dan
1 SD sampai dengan 6 SD. Dengan Camping Festival, baca majalah Salus memperdalam iman, anak-anak juga
tema “Jesus Loves Me”, anak-anak edisi Agustus 2013) menyebabkan
diajak untuk mengenal pribadi Yesus
melalui gerak, lagu dan aneka per-
mainan, serta sessi-sessi pengajaran.

Ide penyelenggaraan Bible Kids
Festival ini berawal di bulan Oktober
2012. Saat itu, para Pembina BIA
Santo Laurensius bersama Pst. Sang-
ker Sihotang OSC pergi berziarah ke
Gua Maria Puh Sarang, Kediri, Jawa
Timur. Di sana, mereka bertemu
dan berkenalan dengan Pak Sunardi,
yang mempresentasikan kegiatan
semacam BKF dan telah diadakan di
beberapa paroki di Keuskupan Sura-
baya. Atas dukungan dari Pst. Sang-
ker, kegiatan ini lalu menjadi suatu

20 I SALUS SEPTEMBER 2014

TUNAS

diajak untuk memiliki semangat maka akhirnya panitia mendapat- dari mereka datang lebih awal di
pelayanan dalam Gereja sejak kecil. kan kesediaan para frater dari ordo hari kedua, padahal panitia masih
CICM, hanya 17 hari sebelum bersiap-siap. Bahkan alam pun turut
Tuhan Sendiri yang Berkarya hari H. Walaupun hanya memiliki mendukung. Hujan hanya sempat
Pendaftaran peserta dibuka. waktu persiapan yang sangat singkat, turun sebentar di hari ketiga, di sore
namun hal ini tidak mengurangi hari menjelang acara penutupan,
Dalam waktu relatif singkat, target kualitas dan kegembiraan yang dite- membuat suasana menjadi lebih
peserta yaitu 300 anak segera terca- rima oleh anak-anak dalam sessi-sessi sejuk dan nyaman.
pai. Tantangan justru dihadapi dalam pengajaran oleh para frater tersebut.
mengumpulkan 120 Orang Muda Tanggapan positif diberikan
Katolik (OMK) untuk menjadi pani- Tantangan lain yang diha- oleh anak-anak dan juga beberapa
tia dan pendamping peserta. Sedikit dapi oleh panitia adalah tempat orang tua. Ketika ditanya, anak-anak
demi sedikit, akhirnya terkumpul pelaksanaan acara, yaitu Gedung ingin acara BKF ini diadakan lagi
juga para OMK tersebut, hingga Karya Pastoral yang belum selesai tahun depan, bahkan ada yang ingin
total keseluruhan ada 202 orang sepenuhnya pada saat acara BKF diadakan setiap hari. Mereka merasa
menjadi panitia termasuk sembilan dilaksanakan. Salah satu kekuatiran senang karena mendapatkan banyak
orang frater. panitia adalah belum terpasangnya teman baru dan bisa membaca Kitab
railing balkon di lantai satu, yang Suci setiap hari. Beberapa orang tua
Mendapatkan bantuan dari tentu berbahaya karena anak-anak yang ditanya pun mengharapkan
sembilan orang frater ini pun penuh akan lalu-lalang di tempat tersebut. BKF bisa diadakan lagi tahun depan
dengan tantangan. Para frater ini Saat 14 hari menjelang hari H, dan sangat senang karena anak-anak
keadaan gedung masih banyak pe- mereka sukacita dan bisa mengisi
dibutuhkan untuk menyampaikan kerjaan yang belum selesai. Namun liburan dengan kegiatan yang bagus.
sejumlah sessi pengajaran. Awalnya, pembuatan railing akhirnya dapat
sudah sembilan ordo/tarekat dihu- terselesaikan berkat koordinasi dan Tanggapan senada juga dibe-
bungi, namun semuanya menolak kerja sama dengan pihak kontraktor rikan oleh para OMK yang terlibat
karena sudah mempunyai jadwal lain yang bersedia membantu memper- mendampingi anak-anak. Salah
pada tanggal BKF akan diseleng- cepat proses pemasangan railing seorang OMK mengatakan, “Terima
garakan. Dengan doa dan harapan tersebut. kasih atas tiga hari yang indah dalam
yang tidak putus serta keyakinan hidup saya, saya benar-benar senang.
bahwa Tuhan akan membantu, Banyaknya tantangan yang Jesus loves me!” Seorang yang lain
dihadapi oleh panitia di hari-hari berkata, “Memory yang indah ini
terakhir menjelang hari H ini justru akan menjadi kenangan yang tidak
membentuk dan menumbuhkan akan terhapuskan dalam hidup saya.”
iman para panitia. Muncul kesadaran
bahwa bila acara BKF ini bisa terlak-
sana dengan baik itu semata-mata
karena Tuhan sendirilah yang telah
berkarya. Termasuk ketika perolehan
dana dari sponsor yang melebihi
target itu pun juga disadari karena
Tuhan-lah yang telah menggerakkan
hati para donatur dan sponsor.

Kenangan yang Indah

Tiga hari penuh sukacita dan
keceriaan. Hal ini dialami baik oleh
peserta maupun panitia. Antusias
anak-anak terlihat ketika beberapa

SALUS SEPTEMBER 2014 I 21

TUNAS

Malam Puncak
Porseni OMK 2014 dan
Pesta Nama Santo
Pelindung Paroki

Selesai sudah acara Porseni 2014, kesenian yang berlangsung pada tang- satu per satu terbang membumbung
pekan olahraga dan kesenian ta- gal 9 Agustus 2014. ke angkasa karena udara panas yang
hunan yang melibatkan OMK dihasilkan dari nyala api. Sebagai pe-
dari seluruh wilayah di Paroki Santo Seluruh rangkaian acara Porseni nutup acara, penampilan DJ Anthony
Laurensius, Alam Sutera. Diantaranya pada tahun ini ditutup secara meriah seakan menjadi puncak kemeriahan
terdapat kompetisi cabang olahraga dalam Malam Puncak Porseni yang Malam Puncak Porseni 2014 ini.
yaitu basket, futsal, tenis meja dan berlangsung pada hari Sabtu, 9
catur. Untuk kesenian terdapat lomba Agustus 2014 mulai pukul 19:00 Tampil sebagai Juara Umum
vocal, dance dan stand-up comedy. setelah misa sore. Acara Malam Porseni 2014 adalah OMK Wilayah
Tahun ini adalah tahun pertama para Puncak Porseni tersebut diisi dengan 7 yang berada di perumahan Gading
OMK diberikan tugas dari Paroki un- berbagai acara, antara lain penampilan Serpong.
tuk menjadi panitia dan menjalankan dari band-band lintas paroki seperti
rancangan acara Porseni. OMK Paroki Santa Monika dan Paolo Denniosa, salah satu pani-
OMK Paroki Santa Helena, selain tia Porseni OMK 2014 menyatakan
Kegiatan Porseni pada tahun tentunya dari OMK Paroki Santo sangat senang dengan antusiasme dan
2014 ini dimulai pada bulan Mei Laurensius sendiri tentunya. Selain keterlibatan para OMK dalam Porseni
dengan babak penyisihan untuk pengumuman dan penyerahan hadiah OMK 2014 ini. Dia berharap penye-
cabang kompetisi olahraga. Pertan- kepada pemenang dari seluruh cabang lenggaraan Porseni OMK bisa tetap
dingan diadakan di tempat yang telah pertandingan dan perlombaan Porseni berlanjut di tahun-tahun berikutnya.
disepakati di antara kedua team yang 2014, ada suatu hal baru dan unik “Semoga Porseni OMK dapat senan-
bertanding. Pertandingan demi per- yang dipersiapkan oleh panitia, yaitu tiasa menjadi ajang bagi muda-mudi
tandingan berjalan hingga mencapai pelepasan 21 lentera sebagai simbolis untuk mengekspresikan minat dan
final yang diadakan pada awal bulan perwakilan setiap wilayah di Paroki bakat mereka, serta menjadi wadah
Agustus. Diikuti dengan kompetisi Santo Laurensius. Lentera-lentera itu bersatunya muda-mudi Paroki Santo
Laurensius,” katanya.

22 I SALUS SEPTEMBER 2014

Pesta Nama Paroki Santo Lauren- kupon peduli kasih Pembangungan TUNAS
Gereja SP Maria Benteng Gading,
sius Gading Serpong. dapat dinikmati seusai mengikuti
misa Minggu pagi. Umat juga dihibur
Malam Puncak Porseni ini men- Untuk memeriahkan acara ini, dengan penampilan dari beberapa
jadi rangkaian awal Pesta Nama Pa- panitia mengadakan bazaar berupa kategori pemenang lomba seni Por-
roki Santo Laurensius yang dirayakan stand makanan, minuman dan per- seni OMK, yaitu juara I dan II Vocal
pada hari Minggu, 10 Agustus 2014. mainan. Sebagai tanda sebuah pesta, Group, Solo vocal, dance group,
Bersamaan dengan Pesta Nama ini, panitia juga menyediakan makanan dance tunggal, stand up comedy
dilakukan pula pemberkatan Gedung dan minuman gratis bagi umat, yang serta penampilan dari anak-anak BIA
Karya Pastoral serta penarikan undian Paroki.

DATA PEMENANG PORSENI 2014

BASKET PUTRA SENIOR PUTRA JUNIOR PUTRI SENIOR PUTRI JUNIOR
Wil. 4 Wil. 13
Juara I Wil. 7 Wil. 4 & 8 Wil. 7 Wil. 16
Juara II Wil. 3 Wil. 18 Wil. 3 Wil. 6
Juara III Wil. 6 Wil. 1
PUTRI SENIOR PUTRI SENIOR
FUTSAL PUTRA SENIOR PUTRA JUNIOR Wil. 15 Wil. 13
Juara I Wil. 5 Wil. 6
Juara II Wil. 7 Wil. 7 Wil. 3 Wil. 1
Juara III Wil. 3 Wil. 19
Wil. 13 Wil. 1 PUTRI SENIOR PUTRI SENIOR
- Wil. 13
CATUR PUTRA SENIOR PUTRA JUNIOR - Wil. 19
Juara I - -
Juara II Wil. 19 Wil. 14
Juara III Wil. 6 Wil. 18 PUTRI SENIOR PUTRI SENIOR
Wil. 4 & 8 Wil. 19 Wil. 15 Wil. 6
Wil. 7 Wil. 13
TENIS MEJA PUTRA SENIOR PUTRA JUNIOR Wil. 19 Wil. 12
Juara I
Juara II Wil. 1 Wil. 5
Juara III Wil. 5 Wil. 1
Wil. 19 Wil. 18

DANCE SOLO GROUP
Juara I
Juara II Wil. 19 Wil. 15
Juara III Wil. 15 Wil. 19
Wil. 7

VOCAL SOLO GROUP
Juara I
Juara II Wil. 14 Wil. 3
Juara III Wil. 6 Wil. 19
Wil. 19 Wil. 7

STAND UP COMEDY

Juara I Sonia Oliviani

Juara II Pedro

SALUS SEPTEMBER 2014 I 23

BERITA GAMBAR

Liturgi ekaristi adalah
puncak ungkapan iman katolik.
Hendaknya kita melibatkan diri
sepenuh hati dengan sikap dan
perilaku yang layak.

24 I SALUS SEPTEMBER 2014

BERITA GAMBAR

SALUS SEPTEMBER 2014 I 25

LITURGI

Tertib dan Sopan dalam
Beribadat

Spanduk lebar yang terpam- apakah pakaian yang dikenakan disampaikan dengan berbagai bentuk
pang di dinding gereja Santo umat saat ke gereja sudah sopan; dan cara. Setiap kali misa ada saja
Laurensius membuat banyak ajakan untuk datang lebih awal orang-orang dewasa yang mengena-
orang terhenyak ketika memasuki sebelum misa dan pulang setelah kan celana pendek, kaus oblong,
kompleks gereja. Spanduk yang selesai misa; menon-aktifkan alat tank top, baju dengan belahan
terpasang sejak awal September komunikasi, tidak membuang tissue, punggung atau dada yang terlalu ke
2014 itu berisi tentang sopan santun dan sebagainya. Pastor pun bebe- bawah dan sejenisnya.
dalam mengikuti ibadat di gereja. rapa kali menyampaikan penjelasan
Himbauan ini dikeluarkan dalam pentingnya berpakaian dan bersikap Terhadap kenyaatan tersebut,
konteks bulan tertib liturgi. Perlu- yang sesuai dengan maksud beriba- ada orang yang merasa risih atau
kah himbauan harus sampai sangat dat. Berulangkali adanya himbauan mengomel di hati namun tidak sang-
mencolok seperti itu? sampai dipasangnya spanduk yang gup berbuat apa-apa karena tidak
lebar itu hendak menekankan ke- mau mengganggu privacy orang lain.
Spanduk himbauan sejenis rasnya nada himbauan atau harapan Ada pula yang merasa terusik namun
dengan ukuran yang lebih kecil yang disampaikan. berpadangan bahwa seharusnya
juga masih ada di pagar. Himbauan petugas tata laksanalah yang akan
dalam bentuk poster pun juga masih Dalam kenyataan, memang menegurnya. Sementara itu, orang
mudah dilihat di dalam aula. Ditam- masih ada sebagian umat yang yang mengenakan pakaian tersebut
bah pula flyer Bulan Tertib Liturgi cenderung kurang mempedulikan mungkin berpandangan bahwa men-
yang berisi ajakan untuk memeriksa himbauan-himbauan yang sudah gikuti misa itu yang penting adalah

26 I SALUS SEPTEMBER 2014

LITURGI

niat batinnya, bukan tampilan luar. untuk memilih pakaian yang bersih blazer atau scarf.
Bisa jadi, orang-orang itu tidak dan sopan sehingga sesuai untuk • Celana hipster dengan atasan
pernah diajari membedakan pakaian menghadap Tuhan.
yang selayaknya dikenakan ketika yang pendek akan mengganggu
pergi ke gereja. Misa di gereja merupakan perasaan orang yang ada di
kegiatan ibadat bersama banyak belakangnya terutama saat
Betapa pun pergi ke ge- umat. Oleh karena itu, minimal, ia berlutut atau duduk akan
reja setiap Minggu sudah menjadi kesadaran untuk berpakaian yang tampak bagian yang seharusnya
kebiasaan, namun tentu saja ketika layak seharusnya mendapat perha- tidak dipertontonkan.
bersiap pergi ke gereja ia menya- tian sewajarnya karena selain untuk • Baju tipis dengan kain transpa-
dari bahwa sedang menuju tem- menghormati orang lain juga menya- ran juga kurang pantas karena
pat beribadat. Tempat beribadat takan kehormatan dirinya sendiri. cenderung menjadi sarana
berbeda dengan tempat-tempat pada memamerkan pakaian dalam.
umumnya. Gereja adalah bait kudus, Sikap tertib dan sopan dalam • Sandal jepit termasuk alas kaki
bukan mall atau tempat yang biasa. mengikuti misa bukan tanpa makna yang dipandang kurang sopan
Kata kudus dalam bahasa Ibrani karena dalam misa dan ibadat liturgi untuk dikenakan saat ke gereja.
‘qadosh’, berarti dikhususkan. Ruang lainnya, kita menjalin perjumpaan Tindakan-tindakan yang
kudus berarti ruang yang disepakati dan berkomunikasi dengan Allah, hendaknya dihindari saat meng-
dan difungsikan secara khusus untuk Sang Pencipta dan Penyelamat. Sikap ikuti misa antara lain:
Tuhan. Maka, di tempat yang kudus tertib dan sopan mengungkapkan • Sibuk bercakap-cakap, sibuk
itu perilaku, penampilan dan segala rasa hormat dan bakti kepada Allah memeriksa hp, menerima pang-
peralatan yang digunakan juga dan sekaligus mendukung suasana gilan telepon, bermain games
disiapkan secara khusus. Pengertian khusuk yang diharapkan oleh setiap atau sejenisnya.
khusus di sini bukan berarti asal ber- orang yang hadir di gereja. • Menjadikan tempat berlutut
beda dari yang biasa, melainkan sengaja sebagai pijakan kaki bersepatu.
dipilih agar menjadi istimewa karena Beberapa jenis pakaian yang • Membiarkan anak untuk
khusus untuk Tuhan. hendaknya tidak dikenakan untuk bercanda, berteriak-teriak atau
mengikuti misa antara lain: sejenisnya.
Katekismus Gereja Katolik • Celana pendek dan kaus
(nomor 1387) menasihatkan supaya Dengan demikian, jelaslah
kita mempersiapkan diri secara layak oblong. Celana pendek dan bahwa sopan santun dan sikap tertib
untuk menerima Sakramen Ekaristi. kaus oblong memang nyaman dalam mengikuti ibadat sangat pen-
Umat beriman perlu memperhatikan kurang menggambarkan sikap ting untuk mendukung kekhusukan
pantang serta sikap (gerak-gerik, menghargai orang lain yang pribadi dalam berkomunikasi dengan
pakaian) selama beribadah sehingga hadir di sekitarnya, apalagi Tuhan dan sekaligus mendukung
terungkap penghormatan, misa merupakan liturgi puncak orang lain yang juga mengharapkan
kekhidma tan dan kegembiraan yang Gereja yang menjadi kesempat- dapat khusuk dalam beribadat.
sesuai dengan saat di mana Kristus an umat menyambut tubuh
bersatu dengan kita. Kristus menjadi Kristus.
tamu agung sekaligus tuan (bahkan • Baju perempuan yang terbuka
Tuhan) kita. pada bagian bahu dan mem-
perlihatkan tali bra. Baju yang
Sebelum berangkat ke gereja menutup pundak dan bahu
sebaiknya menyiapkan diri secara merupakan pakaian yang sopan.
lahir maupun batin. Anak-anak Tali bra tidak perlu diperlihatkan
pun perlu diberi penjelasan bahwa karena seharusnya berfungsi
mereka akan pergi ke gereja atau ru- sebagai pakaian dalam.
mah Tuhan untuk beribadat. Ketika • Tank top juga merupakan baju
memilih dan mengenakan pakaian yang tidak tepat untuk dikena-
pun anak-anak diajak menyadari kan pada saat ke gereja, kecuali
jika dikombinasikan dengan

SALUS SEPTEMBER 2014 I 27

LITURGI

28 I SALUS SEPTEMBER 2014

LITURGI

SALUS SEPTEMBER 2014 I 29

KATEKESE

Mengenang Rekoleksi

Suatu hari, dalam perjalanan bercakap-cakap sebagai saudara dalam pembimbing mangajukan beberapa
seorang karyawan senior men- peziarahan hidup. pertanyaan untuk diperbincangkan.
gisahkan pengalaman rekoleksi Pernyataan refleksi pengalaman pun
sepuluh tahun silam. Ia bersama Meski mereka membayangkan bermunculan. Semula mereka merasa
kebanyakan rekan sekantor berupaya makan bersama yang nikmat di tempat “dikerjain” namun kemudian menya-
mencari alasan untuk tidak hadir yang mereka tuju, namun belum juga dari adanya bantuan untuk mengenal
dalam acara rekoleksi. Terbanyang oleh jauh dari tempat berangkat peluh kecederungan-kecenderungan seperti
mereka bacaan kitab suci, pengarahan, mereka mulai bercucuran, langkah kaki mudah mengeluh, menyalahkan, me-
menyanyi dan juga sharing pengala- pun mulai gontai karena jarang berja- nilai orang lain, mudah marah dan se-
man. lan jauh. Barang-barang yang mereka bagainya. Dalam keadaan lelah, ter-
bawa, betapa pun makanan yang enak, nyata sapaan orang lain sangat berarti,
Pembimbing rekoleksi mela- buah yang segar, air yang sangat diper- padahal di kantor kecenderungan yang
kukan perjumpaan singkat beberapa lukan, kompor yang hendak dipakai terjadi bukan saling meneguhkan tetapi
hari sebelum dilaksanakannya rekoleksi untuk memasak, dan tape recorder un- saling menuntut. Jika dalam perjalanan
untuk mengenal secara singkat pribadi- tuk mengalunkan musik saat itu terasa yang dikejar dan diharapkan hanya ke-
pribadi yang akan menjalani rekoleksi sebagai beban yang sangat berat. senangan dan kenikmatan semata-mata
dan juga untuk mendengarkan hara- maka banyak hal bisa berubah menjadi
pan mereka. Pembimbing menyatakan Dalam perjalanan yang makin beban berat, maka perlu mensyukuri
bahwa acara rekoleksi akan diisi dengan terasa berat itu, canda ria mulai meng- pelbagai hal yang menyenangkan dan
acara bersenang-senang sambil menik- hilang, sebaliknya keluh kesah mulai menggali makna-makna dari setiap
mati suasana alam pegunungan. Peserta bermunculan. Udara segar, pepohonan pengalaman hidup. Saling mengenal
dipersilakan menyiapkan peralatan dan hijau dan kicauan burung pun tak dalam suasana informal di luar urusan
makanan seolah mereka hendak piknik dihiraukan. Sesekali mereka berpapasan pekerjaan ternyata banyak membantu
keluarga. Tawaran ini disambut riang dengan orang-orang yang turun dari untuk menumbuhkan empati dan
oleh peserta. Oleh karenanya, mereka Gunung Gede. Hampir semua orang kesediaan saling menolong. Dan masih
segera mengatur pembagian tugas dan yang berpapasan itu menyapa dan banyak pengalaman lain yang penuh
aneka makanan yang hendak dibawa. memberi semangat agar kuat dalam arti.
perjalanan.
Perjalanan bersama ini dilakukan Kenangan akan rekoleksi itu
dari Taman Cibodas ke Cibereum. Sampailah mereka di tempat muncul berulang kali dan berulang kali
Ketika tiba waktunya untuk mela- yang dituju. Perasaan lega pun terasa- pula diceritakan kepada orang lain den-
kukan perjalanan, para peserta dengan kan. Setelah istirahat sejenak, mencuci gan berbagai sudut pandang, kadang
merasa girang membawa aneka macam muka sambil mengamati indahnya air ditekankan kejadian-kejadian yang
buah, makanan, tikar, kompor, air, terjun mereka merasa segar kembali. lucu, kadang pula diceritakan tentang
tape recorder dan sebagainya. Karena Canda ria dan ejek-mengejek pun kesadaran batin yang diperoleh. Ia me-
berkobarnya semangat, ada peserta meluncur dengan mudah. Di tempat rasakan bahwa Tuhan menumbuhkan
yang membawa buah semangka yang ini acara terutama hanya makan kesadaran dengan cara yang sederhana
besar. Mereka tidak membayangkan bersama, berkomunikasi secara santai dan manusiawi, hanya memang perlu
jarak perjalanan yang bakal ditempuh sambil merasakan suasana alami yang ada orang yang membantu untuk
dan medan yang dilalui. tidak sehari-hari dapat dinikmati secara membaca pengalaman supaya tidak
leluasa. berhenti pada peristiwa belaka melain-
Saat mengawali perjalanan, kan menjadi pengalaman batin dan
pembimbing mengajak berdoa agar Setelah puas makan dan ber- perjumpaan dengan Allah yang aktif
Tuhan membimbing dan melindungi bincang-bincang, mereka kembali ke berkomunikasi dengan manusia. (Tri
semua peserta dalam perjalanan. Cibodas. Beban berupa barang sudah
Peserta diajak untuk berjalan secara berkurang, namun kaki terasa makin Budiyono)
santai, menikmati alam sekitar, sambil enggan untuk diajak melangkah den-
gan lincah. Sambil berjalan santai itu,
30 I SALUS SEPTEMBER 2014

RUMAH TINGGAL
JL. KELAPA PUAN TIMUR, KELAPA GADING

RUMAH TINGGAL
GADING RESIDENCE, KELAPA GADING

RUMAH TINGGAL RUMAH TINGGAL
SUTERA JELITA, ALAM SUTERA TAMAN BERDIKARI SENTOSA, RAWAMANGUN

Perum. Gading Serpong, Jl. Kelapa Kopyor IX Blok CB 10/14, Serpong, Tangerang
Phone : 021-707-99-580 H.P. : 0855-114-1258 Fax : 021-546-4478

SALUS SEPTEMBER 2014 I 31

ANTAR KITA

Kasih Allah Hadir Penuh Warna

Paroki Mahasiswa KAJ Unit Barat Merayakan Paskah Bersama

Ratusan mahasiswa dari 11 menyala dalam gelap, seolah kasih Allah hadir penuh warna. Semangat anak
KMK (Keluarga Mahasiswa muda dan imannya yang besar, itulah yang membawa mereka hadir untuk
Katolik) universitas yang merayakan Paskah Gabungan pada hari Sabtu 19 April 2014. Misa Malam
tergabung dalam Paroki Mahasiswa Paskah ini dipimpin oleh RP Agustinus Purwantoro SJ, RP Gratianus Bobby
Keuskupan Agung Jakarta (PMKAJ) OSC dan RP Agustinus Sigit Riyanto MSC.
Unit Barat berduyun-duyun datang
ke Universitas Pelita Harapan. Ke- Dengan mengusung tema “Melayani dalam Kasih Kebangkitan-Nya”,
sebelas KMK universitas itu adalah para anak muda diajak untuk turut serta di Tahun Pelayanan ini. Hal ini
Ukrida, Universitas Trisakti, Univer- berkaitan pula dengan dress code yang dikenakan, yakni future job.
sitas Pelita Harapan, KMK Maburo
(KMK wilayah Gading Serpong), “Kita melihat bahwa tahun ini adalah Tahun Pelayanan, jadi kita bisa
STT PLN, Budhi Luhur, Buddhi melayani sesama kita. Dress code-nya future job biar nanti saat kita sudah
Tangerang, Universitas Esa Unggul, punya pekerjaan masing-masing, kita bisa tahu bagaimana melayani sahabat-
Universitas Mercubuana, Universitas sahabat kita,” tukas Ricco Antonius, Ketua Panitia Paskah Gabungan 2014.
Atma Jaya dan Universitas Taruma-
negara. Hal ini terlihat dari beberapa mahasiswa yang mengenakan kemeja
rapi layaknya pengusaha, baju dokter, topi insinyur bahkan baju pemadam
Pukul 18.00 tepat, semua kebakaran. Ya, perayaan kebangkitan Isa Almasih ini berusaha menyatukan
lampu dimatikan. Hanya ada lilin para anak muda yang berada di wilayah Unit Barat dengan konsep seasyik
terang yang diarak ke depan altar. mungkin. Diharapkan, anak muda dapat membuktikan iman Kristiani agar
Semburat senja kemerahan di balik selalu siap melayani dengan semangat kasih kebangkitan Yesus Kristus. Entah
jendela seakan turut mengiringi itu di masa sekarang, maupun di masa depan.
perayaan itu. Light stick berwarna-
warni di tangan para anak pun muda Sebelum mendapat berkat di akhir misa, diadakanlah pelantikan Pengu-
rus PMKAJ Unit Barat yang baru. Semoga mereka yang mendapat tanggung
jawab ini bisa menjalani tugasnya dengan baik sehingga bisa bersama-sama
menumbuhkan iman di tengah mahasiswa.

32 I SALUS SEPTEMBER 2014

ANTAR KITA

Belum lengkap namanya kalau Sanata Dharma. Lia rela datang
acara ini tidak dilengkapi dengan jauh-jauh untuk mengikuti Paskah
kedekatan anak muda satu sama lain. Gabungan yang dinilainya dapat
Seusai misa, para anak muda diminta saling mengakrabkan satu sama lain.
untuk tetap tinggal di tempat. Bisa
dibilang, acara selanjutnya adalah Meski Perayaan Paskah sudah
upaya untuk mendekatkan diri den- berakhir, tetapi kasih Allah tetap
hadir di tengah-tengah kita. “Gue

gan anak muda lainnya. Entah itu dari angkatan, fakultas, ataupun kampus sebagai ketua, bahagia banget karena
yang berbeda. Acara yang dipandu oleh Gisela Niken dan Berthier Pandu ini Paskah Gabungan ini udah beres.
pun diselingi banyak canda tawa yang sungguh menghibur. Iringan musik Jadi sebenernya, tahun ini kita
pun membuat perayaan kian meriah. agak mepet baru dipilih sekitar dua
bulan sebelumnya. Tapi kita kerja
“Menurutku, Pasgab kemarin seru banget. Keseluruhan acaranya all out, Puji Tuhan semua berjalan
menarik. Hanya saja kemarin aku merasa alokasi waktunya condong untuk lancar, dan responnya positif dari
misa Malam Paskah-nya saja. Alokasi waktu untuk gathering dan dinamika temen-temen,” tutur Ricco tak kalah
bersama anak-anak PMKAJ Unit Barat dirasa kurang. Overall, kesiapan semangat. (Sintia Astarina)
panitia udah oke banget. Kelihatan profesional dalam menyelenggatakan
acara ini. Pokoknya, Pasgab kemarin seru banget, nggak nyesel deh jauh-jauh
dari Jogja,” ujar Aurelia Laksmi yang ternyata menuntut ilmu di Universitas

SALUS SEPTEMBER 2014 I 33

ANTAR KITA

Peranan WKRI
dalam Gereja dan Masyarakat

Pada tanggal 3 Mei 2014 telah Sebagai ormas, Wanita Katolik RI memang seharusnya lebih banyak
diadakan Konferensi Cabang bergerak di luar Gereja. Wanita Katolik RI adalah corong Gereja di
Wanita Katolik Republik masayarakat, sebagaimana disampaikan oleh RP Sangker Sihotang OSC
Indonesia (WKRI) Cabang Santo pada pelantikan Pengurus Cabang pada tanggal 12 Juli 2014. “Setiap
Laurensius di aula paroki. Ada dua anggota harus menyadari identitasnya sebagai Wanita Katolik RI. Dia
agenda utama yaitu pertanggung- harus mengetahui identitasnya, mengenal siapa dirinya serta menjalankan
jawaban kinerja pengurus periode perintah yang ditetapkan organisasi, yang ujung-ujungnya berpusat pada
2011-2014 dan pemilihan pengu- Tuhan. Setiap anggota diberi mandat untuk menjaga identitas tersebut,
rus baru. Terpilih sebagai Ketua juga supaya ia berbuah di dalam dan di luar organsisasi,” demikian kata
Cabang periode 2014-2017 adalah Pst. Sangker yang juga berperan sebagai Penasehat Rohani Wanita Katolik
Elisabeth Kuswari dengan wakil RI Cabang Santo Laurensius.
Elly Leo dan Lita Lestari.
Pst. Sangker juga berharap agar organisasi mempersiapkan anggotan-
Ke tiga orang ini bertanggung ya untuk siap terjun ke masyarakat dan menjadi supporting group yang
jawab untuk membawahi lima membantu Dewan Paroki dan Gereja. Dalam kenyataannya, Wanita Kato-
ranting dengan 170 orang ang- lik RI yang sepertinya hanya dikenal oleh umat di Gereja sebagai petugas
gota. Ranting Agatha, Brigitta dan kantin, sebenarnya telah melakukan tugas-tugas seperti yang diharapkan.
Elisabeth mempunyai wilayah kerja Di dalam Gereja, Wanita Katolik RI secara rutin menjaga klinik , mem-
di perumahan Gading Serpong, bantu sie PSE pada saat donor darah serta berpartisipasi dalam koor. Di
sedangkan Ranting Angela dan luar Gereja, Wanita Katolik RI sering melakukan bakti sosial dalam ben-
Bernadette di perumahan Alam tuk pengadaan pasar murah, pemberian nasi bungkus kepada orang yang
Sutera. Dalam kegiatannya, Wanita membutuhkan, memberi bantuan secara rutin ke posyandu dan posbindu,
Katolik RI menempatkan Ranting kunjungan ke panti asuhan maupun panti wredha dan sejenisnya. Bahkan
sebagai komunitas basis di mana sudah beberapa tahun terakhir ini, setiap bulan puasa (bulan Ramadhan),
pusat kegiatan berada. Setiap banyak Ranting yang melakukan kegiatan bukber , yaitu buka bersama
ranting berkegiatan sebulan sekali pekerja rumah tangga dan karyawan kompleks.
dengan berbagai variasi kegiatan
untuk perkembangan pribadi ang- Semoga dengan pembinaan yang tepat, Wanita Katolik RI Cabang
gota dan kepentingan masyarakat. Santo Laurensius bisa makin berperan dalam Gereja dan masyarakat, serta
Adapun Cabang pada prinsipnya mampu merealisasikan kabar gembira dalam kegiatannya. (Joke Kusuma)
membantu Ranting-Ranting untuk
kegiatan yang berskala lebih besar,
yang agak sulit bila ditangani oleh
Ranting secara sendirian.

34 I SALUS SEPTEMBER 2014

ANTAR KITA

SALUS SEPTEMBER 2014 I 35

ANTAR KITA

Jalan Sehat PAPS :

Perlu Sehat untuk Melayani Altar

Ternyata Putra Altar dan Puteri Sakristi (PAPS) gak cuma semangat
melayani Altar, mereka juga semangat kumpul pagi-pagi untuk jalan
sehat sambil chat sepanjang jalan. Seru kan?
Ya memang PAPS baru saja memulai rangkaian acara jalan Pagi
Sehat, hari Sabtu tanggal 26 Juli 2014. Sekitar jam 6 pagi mereka mulai
keliling Alam Sutera, berjalan sepanjang pedestrian dan jalur sepeda, me-
reka asyik jalan beriring memutari Alam Sutera sepanjang lebih kurang 5
km. Tidak kurang dari satu jam waktu dihabiskan, tapi tak terasa mereka
sudah sampai lagi di gerbang gereja.

Tidak ketinggalan Pastor Herry Sailan OSC dengan semangat juga
gabung sejak awal, hadir juga pak Bayu dan Ibu Margatetha, Ibu Ruth
dan juga para pendamping PAPS menambah lengkap peserta. Pastor
Sangker OSC? Iya pastor Sangker juga gabung saat santap bubur pagi di
akhir, lengkap sudah semua pastor hadir pagi itu.

Jalan Sehat PAPS adalah program tahunan PAPS supaya ikatan
PAPS semakin erat. Ketemunya gak hanya di sakristi sebelum Misa, di
sini mereka bisa bebas cerita banyak hal sambil jalan sehat, juga foto di
sana-sini. Tak ketinggalan oom Dasa pendamping PAPS sibuk jepret sana
sini. Foto-foto berikut adalah olahan beliau. Terima kasih oom Dasa!

Rencananya jalan pagi PAPS akan diadakan paling telat sebulan
sekali, untuk jalan pagi berikutnya mereka menyasar lokasi di sekitar
Gading Serpong, banyak yang usul di Pondok Hijau Golf, semoga bisa
mendapatkan izin.

Terima kasih kepada para relawan yang dengan senang hati menyiap-
kan santap bubur pagi, mie goreng, jagung rebus, kue lapis, dan sebagain-
ya. Juga untuk organizer acara ini Raynard Christian (PA) dan Silviani
Aprilia (PS). Semoga PAPS semakin sehat dan jadi lebih giat melayani
seputar Altar. (Antonius JT)

36 I SALUS SEPTEMBER 2014

ANTAR KITA

Gathering Karyawan Gereja

Gathering keluarga besar karyawan gereja diadakan agar para karyawan Pastor Herry, mewakili Dewan
dapat refreshing bersama sekaligus mempererat dan mengakrabkan Paroki, menyampaikan rasa terima
bersama para keluarga karyawan. Untuk gathering karyawan gereja kasih kepada semua karyawan serta
yang kedua ini (yang pertama di Anyer, Serang) dipilih pergi ke The Jungle, mengharapkan agar semua karya-
Bogor. wan tetap bersemangat dalam be-
kerja dan melayani umat. Ramli dan
Hari Rabu, 10 September 2014, rombongan bis berangkat dari gereja Supri, yang baru menjadi karyawan
Santo Laurensius tepat pukul 08:00 WIB diawali dengan doa pagi oleh Pst. gereja, merasa sangat berkesan den-
Sangker Sihotang. Suasana di dalam bis terasa akrab, ditemani oleh nasi gan acara ini, karena masing-masing
goreng sebagai menu sarapan. Pst. Herry yang duduk di samping anaknya bisa mengenal keluarga satu dengan
Lius menanyakan mengapa dia bisa hafal lirik lagu-lagu karaoke yang ada tv yang lain.
di bis? Dengan santainya anaknya Lius menjawab, “Iyalah Pastor, aku kan
bisa membaca! Jadi tinggal baca tulisan di tv itu.” Disisi lain Pst. Sangker Acara sore masih berlanjut
yang hobby menyanyi, menyalurkan hobby beliau dengan bersenandung ria dengan aneka permainan di The
(mungkin untuk menghilangkan rasa ngantuk kali ya…) Jungle Fest. Setelah makan malam
kami pun lalu ‘gelang sepatu ge-
Perjalan ditempuh sekitar 2 jam lebih. Sesampai di lokasi, terlihat se- lang’, pulang balik ke Serpong, siap
kali rona kegembiraan. Tidak hanya anak-anak saja, tetapi mereka yang tua untuk kembali bekerja, melayani
pun sudah tidak sabar untuk mencoba semua permainan air. Kami menyatu dengan senyum! (Yuyun)
dan asyik dengan permainan seluncuran dan ombak air, dilanjutkan dengan
permainan bola volly dimana group Cang (Chandra, Yuyun, Nunu dan
Lius) melawan group Cing (Pst .Sangker, Supri, Koban dan Ramli).

Sambil menikmati makan siang, kami melakukan diskusi untuk
mendapatkan kesan sekaligus evaluasi kerja karyawan. Pastor Sangker dan

SALUS SEPTEMBER 2014 I 37

ANTAR KITA

Membentuk Koor Lingkungan itu Mudah Kok

Sebuah Cerita Terbentuknya Koor St. Hieronimus

Di suatu malam di Ling- bsa dilakukan bersamaan dengan
kungan St. Hieronimus aktivitas kuliner tersebut. Ter-
(Cluster Harmoni, Alam cetuslah pembentukan Koor St.
Sutera), sayup-sayup terdengar Hieronimus. Kebetulan pula saat
dentang-denting bunyi piano dan itu, awal pertengahan tahun 2012,
tak lama kemudian terdengar pula sedang digalakkan pembentukan
suara sopran menyanyikan sepeng- koor di masing masing Ling-
gal lagu yang tiba-tiba berhenti. kungan. Latihan perdana pun dimulai di bulan Mei 2012. Dan setelah
Rupanya ada bagian lagu yang berlatih selama tiga bulan koor ini mendapat tugas perdana untuk tampil
harus diulang. Suara sang pelatih di gereja di bulan Agustus 2012 dengan formatur suara yang lengkap dari
sayup-sayup terdengar memberi sopran, alto, tenor dan bass. Penampilan perdana yang mendapat pujian
contoh olah vocal dan nada yang rupanya menjadi cambuk semangat untuk terus giat berlatih. Bonifasius P.
benar. Yah, begitulah rupanya ak- Sutrisno, sang pelatih, dengan sabar senantiasa memoles suara yang masih
tivitas latihan koor di Lingkungan terdengar kurang pas. Para anggota rupanya sangat menikmati aktivitas
St. Hieronimus. ini. Kini anggota koor sudah mencapai sekitar 30 orang dari 36 KK yang
ada di Lingkungan St. Hieronimus, suatu jumlah keterlibatan warga yang
Menurut Frans Azali, sang cukup tinggi.
Ketua Lingkungan, koor St. Kegiatan koor ini membawa warna baru bagi Lingkungan St. Hiero-
Hieronimus terbentuk berawal nimus. Selain dapat memuji Allah dengan keindahan suara, anggota koor
dari kesamaan hobby para warga dapat saling mengeratkan pertalian warga dengan bertemu dan bersama-
St. Hieronimus yang suka ber- sama berlatih olah vocal setiap minggunya. Juga seusai berlatih dilanjut-
kumpul untuk aktivitas kuliner. kan dengan menikmati panganan yang disediakan oleh para ibu. Para
Lalu terpikir mengapa tidak ibu ini ingin menyalurkan talenta masak-memasak dan mengolah kue,
dimulai suatu aktivitas yang juga katanya. Acara akan semakin seru apabila ada anggota koor yang
berulang tahun atau ada pasangan suami-istri yang merayakan ulang
38 I SALUS SEPTEMBER 2014 tahun perkawinan.
Saat tampil di gereja awal bulan Juni 2014 lalu, Koor St. Hieroni-
mus sudah semakin menampakkan kematangannya. Suara sudah semakin
kompak dan lebih menampilkan warna yang jelas. Maju terus dan sema-
kin kompak Koor St. Hieronimus! (Imelda Njo)

ANTAR KITA

SALUS SEPTEMBER 2014 I 39

KELUARGA

KRIIING SKK

SEKSI
KERASULAN
KELUARGA

Kolom yang diasuh oleh Tim SSK Paroki dan sangat marah dan mengancam akan
didampingi oleh Pastor Paroki ini sengaja dibuat un- menghentikan bantuan keuangan untuk
tuk umat yang mau bertanya apa saja seputar keluarga. keluarga kami. Apakah Gereja katolik
Tim SKK Paroki adalah pasutri yang sudah mengikuti percaya akan adanya guna-guna dan
pelatihan Kerasulan Keluarga dan Konseling Keluarga bagaimana kami menghilangkannya?
dari KAJ. Di dalamnya juga terdapat psikolog profesional.
Semua nama yang mengirimkan pertanyaan dirahasiakan Jawab
oleh redaksi. Ibu, kami bisa merasakan kebingungan dan

Kriiing SKK, saya sudah tidak tahan kegelisahan ibu saat ini. Hal yang dapat kami usulkan
lagi dan ingin segera bercerai. Permasa- adalah ajaklah suami dialog lagi dan libatkan pihak
lahan utama adalah suami saya ingin ketiga dalam hal ini orang yang dituakan oleh suami
menikah lagi dengan seorang pramu- Ibu. Bisa juga Ibu minta bantuan psikolog. Tidak
niaga sebuah supermarket yang berbeda perlu menduga-duga hal ini karena diguna-guna, se-
keyakinan dengan kami. Mengingat belum ada bukti nyata. Mungkin saja memang suami
kami sudah memiliki dua orang anak Ibu sedang sangat membutuhkan empati dan empati
kecil dan beragama katolik, maka saya itu bisa ditemukan dari diri sang pramuniaga tersebut.
masih berusaha untuk mempertahan- Bila kebutuhan empati didapat, maka hal fisik dimana
kan perkawinan ini. Saya merasa suami wajah kurang menarik dan agama berlainan tidak lagi
saya diguna-gunai oleh pramuniaga menjadi persoalan bagi suami Ibu.
ini. Karena secara fisik pramuniaga ini
sangat tidak menarik, tetapi memang Agama katolik mengakui bahwa ada praktek
tutur katanya sangat ramah dan penuh dukun di dunia ini. Bila memang ternyata suami Ibu
perhatian. Saat ini suami saya sedang terkena guna-guna, maka carilah pastor yang memang
tidak bekerja dan keuangan kami mempunyai keahlian untuk melawan “setan” ini.
didukung oleh keluarga besar kami.
Suami juga sudah mulai tidak ke gereja Semoga jawaban ini bisa sedikit membantu Ibu.
dan berencana akan pindah agama dan
sedang mengurus perceraian ke penga- Kriiing SKK, saya seorang bapak yang
dilan. Sejak kecil suami saya memang sudah menikah dan mempunyai seorang
selalu menghayal menjadi orang kaya anak. Saya bercerai sepihak karena
dan sering berpura-pura menjadi istri membawa anak saya kabur dan
orang kaya, sehingga buat saya menjadi mengurus perceraian sipil (status kami
aneh kalau suami saya tertarik pada sudah bercerai sipil). Saya tidak pernah
pramuniaga ini. Keluarga besar kami diizinkan menemui anak saya. Setelah
6 tahun saya berusaha merapatkan hu-
bungan lagi dengan istri tetapi akhirnya

40 I SALUS SEPTEMBER 2014

KELUARGA

istri telah menikah lagi. Akhirnya dalam Jawab.
perjalanan hidup saya ini saya bertemu
dengan seorang wanita katolik yang Bapak, ini suatu perjuangan hidup yang penuh
saleh dan saya jatuh cinta dan ingin liku yang Bapak hadapi. Perkawinan katolik adalah
melanjutkan ke jenjang perkawinan. Te- perkawinan yang tak terceraikan (unitas). Untuk
tapi calon istri saya ragu untuk menikah melakukan perkawinan katolik maka syaratnya adalah
karena setahu beliau perkawinan kato- kedua calon belum pernah menikah secara katolik
lik harus sama-sama belum menikah. (belum pernah menerima sakramen perkawinan).
Sebagai informasi waktu saya menikah
dahulu kami tidak menikah secara Bila meninjau cerita Bapak, harusnya Bapak dan
agama katolik karena saya beragama calon bisa melangsungkan perkawinan. Langkah yang
buddha dan istri beragama kristen. harus segera dilakukan adalah mencari pastor untuk
Apakah kami boleh dipersatukan dalam mendiskusikan persoalan dan mendapatkan solusi
perkawinan katolik? yang terbaik.

Syukur Atas Usia 2 Tahun ME
Paroki Santo Laurensius

Marriage Encounter (ME) Paroki Santo Laurensius menga- kuti Weekend Marriage Encounter.
Paroki Santo Laurensius, takan, “Pada awalnya, kami merasa Tentu saja semuanya tidak bisa
Alam Sutera, merayakan takut dan tidak siap untuk menjadi diukur dengan angka, tetapi lebih
ulang tahun yang ke-2 pada tanggal koordinator Marriage Encounter kepada perasaan “sukacita” ketika
5 September 2014. Perayaan diawali di paroki kami. Tetapi setelah kami melihat wajah para pasutri setelah
dengan misa syukur yang dipersem- jalani, kami merasa terpanggil untuk mereka kembali dari retret.”
bahkan oleh Pst. Chris Purba SJ. Tu- melayani di komunitas ini. Kami
rut hadir dalam perayaan ini pasutri hanya bisa bersyukur di usianya Semoga kesucian dan kesatuan
Ina-Hardono, selaku Koordinator yang baru 2 tahun, ME Lauren- dari perkawinan Katolik dapat terus
Distrik 1 Jakarta. sius berhasil menjaring sekitar 38 terjaga melalui Marriage Encounter.
pasutri dan 2 Pastor untuk mengi-
Desy-Alex, Koordinator ME SALUS SEPTEMBER 2014 I 41

KELUARGA

Drama Musikal
“Positif! Nada Untuk Asa”

Nada, satu dari sekian banyak Setelah keberhasilan drama drama musikal ini merupakan
orang yang hidup terasing- musikal “Selubung Perempuan” bagian dari gerakan Sahabat Positif
kan. Di tengah tubuh yang yang diadakan tahun 2013 lalu, yang ingin menanamkan kesadaran
melemah, Nada harus berdiri tegak Komisi Komunikasi Sosial bahwa kehidupan merupakan
dengan langkah positif, meski (Komsos) KAJ tahun ini kembali anugerah dari Tuhan yang patut
ditingkahi tatap negative. Orang- menggelar drama musikal dengan dihargai dan disyukuri. “Kami
orang di sekeliling selalu menga- judul “Positif! Nada Untuk Asa”, berharap pagelaran drama musikal
tasnamakan martabat, tetapi tega bekerja sama dengan tim sukarela- ini dapat menjadi sarana komu-
mengabaikan martabat manusia wan yang tergabung dalam Sahabat nikasi yang efektif dan kreatif
lainnya. Di mata mereka, Nada Positif. Pagelaran diadakan di Tea- dalam menanamkan pentingnya
adalah tiada. Keberadaannya bukan ter Jakarta, Taman Ismail Marzuki penghargaan terhadap harga dan
kehidupan. Nada pun berjuang pada tanggal 20-21 September martabat manusia,” demikian
untuk bangkit dan melantunkan 2014. paparan dari RD Steve Winarto se-
nada-nada cinta untuk Asa, pute- laku sutradara dan sekaligus ketua
rinya, setelah terenggut dalam satu Mengangkat tema “Menghor- panitia dari acara ini.
kata: Positif! mati Kehidupan dan Menghargai
Martabat Manusia”, pagelaran Drama musikal ini dimain-
42 I SALUS SEPTEMBER 2014

KELUARGA

kan oleh kelompok teater Teaterri kehidupan baik dari orang-orang judul serupa, “Positif! Nada Untuk
dengan bintang utama: Ria Probo, terdekat atau keluarga maupun di Asa”. Ditulis oleh Ita Sembiring,
Dona Arsinta, Fanny Rahmasari, kalangan umum, tetangga, teman seorang penulis yang sudah mem-
Wulan Tilaar, Tantri Moerdopo kerja dan sahabat lainnya. Se- buahkan sejumlah judul novel,
dan didukung pula oleh RD Yusti- mangat dari dua perempuan positif bahkan diantaranya merupakan
nus Ardianto, RD Suhardi Antara ini secara tidak langsung ingin novel best seller.
serta para pemain dan penari lainn- membuka pikiran kita untuk selalu
ya. Di antara para pemain tersebut berbuat positif dan menghargai SALUS SEPTEMBER 2014 I 43
ada 11 OMK Paroki Alam Sutera kehidupan.
yang ikut serta. Mereka adalah
Herliana Yusuf, Florensia Gisella “Tema ini dilatarbelakangi
Octaviani Johari, Isidora Stella Yu- oleh rasa keprihatinan yang
belia, Fransisca, Michael Riswandi, mendalam karena semakin mening-
Peter John, Johannes Patrick Surya, katnya jumlah kasus diskriminasi
Caroline Angela Wahju, Bianca dan kekerasan yang menyentak
Carmelita, Aldrin Gusti Putra dan kemanusiaan kita, terutama yang
Angelina Revi. menimpa kaum perempuan dan
anak-anak,” demikian disampaikan
Ide cerita drama musikal ini oleh RD Harry Sulistyo selaku
terinspirasi dari kisah nyata dua Ketua Komsos KAJ-Sahabat Positif.
wanita perempuan positif, yang
berjuang mengatasi segala tan- Cerita ini selain ditampilkan
tangan dan permasalahan di dalam dalam drama musikal, juga disaji-
kan dalam bentuk art-novel dengan

KELUARGA

44 I SALUS SEPTEMBER 2014

ANEKA

SALUS SEPTEMBER 2014 I 45

ANEKA

Hidroponik, Sehat dan Bernilai Ekonomis

Hidroponik adalah cara bertanam menggunakan
media air sehingga tidak memerlukan tanah
atau area yang luas. Secara sederhana,
hidroponik adalah metode budidaya tanaman dengan
menggunakan air yang diperkaya dengan nutrisi.
Tanaman hidroponik bebas herbisida dan pestisida
sehingga lebih ramah lingkungan sehingga sayuran
yang dihasilkan pun akan lebih sehat. Karena itu nilai
jualnya pun lebih tinggi dibanding sayuran non-orga-
nik lainnya.

Berikut cara menanam tanaman hidroponik den-
gan cara paling sederhana dan menggunakan barang
bekas:

1. Potong botol sesuai contoh di atas. Bahan dan cara membuat larutan nutrisi hidro-
2. Lubangi bagian atas (daerah leher botol) untuk ponik:

pemasangan sumbu dan aliran udara. • 1000 gr Pupuk Urea
3. Pasang sumbu pada bagian bawah botol. • 1000 gr Pupuk KCL
4. Masukkan bagian atas botol ke bagian bawah botol • 1000 gr Pupuk NPK
• 50 gr Pupuk daun Gandasil (Growmore)
dengan cara di balik. 1. Masukkan semua bahan yang telah ditimbang ke
5. Isi bagian atas botol dengan media tanam , bisa dalam ember volume 20 liter.
2. Tuangkan air sumur sebanyak 20 ltr ke dalam
rockwool, sponge, sekam bakar atau pecahan bata ember tersebut sedikit demi sedikit sambil diaduk-
merah. Pilih saja mana yang paling mudah didapat, aduk. Lanjutkan pengadukan hingga air mencapai
karena fungsi media ini hanya untuk pijakan akar volume 20 liter dan tidak ada lagi pupuk yang
agar tidak rebah. masih mengkristal (tidak ada endapan).
6. Tanam bibit atau taburkan 2-3 biji bibit tanaman 3. Tuangkan larutan pekatan tadi ke dalam bak pe-
ke dalam media tanam. nampungan/drum plastik volume 100 liter.
7. Siram dengan larutan nutrisi hidroponik. 4. Kucurkan air sumur/sungai ke dalam bak pe-
8. Simpan di tempat yang tidak terkena hujan tetapi nampungan sambil diaduk-aduk hingga penuh
masih bisa mendapat sinar matahari. (mencapai volume 100 liter). Air PAM tidak diper-
kenankan kecuali yang sudah diendapkan selama
46 I SALUS SEPTEMBER 2014 7-10 hari.
5. Larutan nutrisi siap digunakan.
Selamat mencoba. Untuk info lebih lengkap,
silakan lihat link berikut : http://justmyhobby.
wordpress.com/2014/02/19/cara-menanam-tana-
man-hidroponik-sederhana. (Joke Kusuma)

ANEKA

SALUS SEPTEMBER 2014 I 47


Click to View FlipBook Version