PENDAMPINGAN
Orang Muda Katolik
St. Laurensius
BE STRONG!
Catatan Seorang Peserta Camping Festival
Talk Show:
Menjadi Anugerah
Bagi Pasangan
DAFTAR ISI
PENDAMPINGAN
Orang Muda Katolik
06St. Laurensius
KERJA BUAT TUHAN 08
BE STRONG!
12Catatan Seorang Peserta Camping Festival
21PENGGANTIAN REDAKSI SALUS
mengharapkan partisipasi Anda.
PASTOR KEPALA
Paroki Santo Laurensius Kirimkan artikel dan berita lingkungan
TETESAN EMBUN atau kegiatan ketegorial ke redaksi.
DI PADANG GURUN
[email protected].
40Gathering Sie Katekese
Penanggung Jawab: Dewan Paroki Santo Laurensius Pemimpin Umum: Rm. Ferdinand Wijshijer, Pr
Pemimpin Redaksi: Andre Budi Wiryawan Sekretaris: Alex Tan Redaksi: Erwin Susilo, Asden Situmorang,
Edward Sanusi, Monike Sanusi, Imelda Desain dan Artistik: Antonius Vito Triantori, Dominikus Erdiyanto
Redaktur Foto: Iwan Saputra, Dasa Didjaya Keuangan: Iin Pratiwi, Lina Huang, Kani Tjhin, Lisadea
Sirkulasi: Bekti Alamat Redaksi: Gereja Santo Laurensius Jl. Sutera Utama 2, Alam Sutera Serpong - Tangerang
Fax: 021-53127225 Email: [email protected]
DAPUR Masih dalam suasana Lebaran, perkenankan kami memohon
REDAKSI maaf bila majalah Salus ini terlambat terbit selama lebih dari
sebulan. Menurut jadwal, harusnya majalah ini sudah terbit di
Disain Cover: Erdiyanta bulan Juli. Namun, kami rupanya kurang memperhitungkan adanya masa
Foto: Dasa Didjaya libur menjelang dan sesudah Lebaran, sehingga majalah Salus ini baru bisa
sampai di tangan pembaca di akhir bulan Agustus.
Setia beriman sepanjang masa
takkan terwujud tanpa pembinaan Di edisi kali ini, kami kembali mengangkat tema mengenai orang
sejak dini terutama di masa muda. muda. Mengapa orang muda? Karena orang muda merupakan populasi
yang cukup mendominasi di Paroki Santo Laurensius. Menurut data yang
4 I SALUS AGUSTUS 2013 ada di Sekretariat Paroki, ada sekitar 22% umat yang masuk dalam kategori
Orang Muda Katolik (OMK), yaitu mereka yang berusia antara 13 hingga
35 tahun dan belum menikah.Artinya hampir 50% anak-anak masuk dalam
kelompok OMK (kalau diasumsikan profile keluarga terdiri dari ayah, ibu
dan dua orang anak). Orang muda inilah yang nantinya akan mengisi wajah
Gereja untuk beberapa tahun ke depan. Maka, pembinaan dan pendam-
pingan kepada orang muda menjadi sesuatu yang bersifat sangat strategis
bagi perkembangan Gereja di masa mendatang.
Salah satu keprihatinan yang muncul adalah banyak orang muda yang
hidup “terpenjara” di dalam keluarga. Mereka tercukupi kebutuhannya
secara jasmani, namun tidak memiliki kebebasan dalam menentukan masa
depan mereka sendiri. Beberapa orang muda mengaku terpaksa mengambil
kuliah yang dijalaninya sekarang karena keinginan orang tua. Walau, tidak
sedikit juga orang muda yang mampu menjalin komunikasi yang akrab
dengan kedua orang tua-nya.
Maka pembinaan orang muda tidak bisa terpisahkan dengan pembi-
naan orang tua. Untuk itu, program kerja yang telah dan akan dikembang-
kan oleh Seksi Kepemudaan Paroki perlu berjalan seiring dengan program
kerja dari Seksi Kerasulan Keluarga. Keluarga menjadi pondasi utama bagi
pembinaan OMK. Seperti kata Ayah Edy, “Indonesian strong from home,”
maka Gereja yang kuat pun dimulai dari keluarga.
Tak lupa, kami sampaikan Selamat Pesta Nama Santo Laurensius
untuk kita semua!
EDISI 13 AGUSTUS 2013
Perkembangan
PPG Gading Serpong
Misa Penutupan Novena se Gading Serpong, 31 Oktober 2011
PPG Gading Serpong akan segera terbentuk! Sebuah perjalanan panjang yang telah dimulai sejak 15 tahun yang lalu.
Berikut adalah napak tilas perjalanan tersebut.
Tahun 1998. Muncul rencana pengembangan Paroki Serpong St. Monika ke daerah Gading Serpong dan sekitarnya,
yang kemudian mendapat tanah di kawasan Bonang, selanjutnya umat mulai berkegiatan dengan meminjam aula UPH,
menjadi Stasi St. Helena, menempati gedung sendiri di perumahan Permata dan akhirnya di tahun 2008 menjadi
Paroki Curug St. Helena.
Tahun 2004. Dibentuk “Tim 13” untuk menanggapi rencana hibah sebidang tanah dari pengembang di
Gading Serpong untuk pembangunan Gereja Katolik. Hasilnya, rencana hibah tersebut ditangguhkan untuk mencari
waktu dan kesempatan yang lebih tepat.
Tahun 2010. Pastor Pandoyo, yang belum lama menjabat sebagai Pastor Kepala Paroki Serpong St. Monika, melanjutkan
rencana pembangunan Gereja Katolik di daerah Gading Serpong, dengan melibatkan beberapa umat.
Tahun 2011. Paroki Serpong St. Monika membentuk TPG3S (Team Persiapan Gedung Gereja Gading Serpong) untuk
memulai rencana pembangunan gereja yang diawali dengan pencarian lokasi tanah dan penggalangan komitmen dana
dari umat. TPG3S selesai bertugas pada akhir Oktober 2011 dan ditugaskan secara terbatas Bp. Fransiskus Hartapa dan
Bp. Andreas Suryana (Andre) untuk terus menjajagi kemungkinan pemilikan tanah di kawasan Gading Serpong.
Tahun 2013. Paroki Serpong St. Monika dan Paroki Alam Sutera St. Laurensius berhasil membeli sebidang tanah
di kawasan perumahan Gading Serpong untuk pembangunan gereja. Selanjutnya KAJ memandatkan kepada
Paroki Serpong St. Monika untuk mendampingi Panitia Pembangunan Gereja (PPG) Gading Serpong.
PPG Gading Serpong terpilih:
Ketua Umum : Johanes Jany
Ketua I : Alex Hungkang Sutedja
Ketua II : Fransiskus Hartapa
SALUS AGUSTUS 2013 I 5
LIPUTAN UTAMA
PENDAMPINGAN
Orang Muda Katolik
St. Laurensius
Anak-anak dan orang muda belangsung selepas jam delapan ma- memulai pembinaan OMK secara
di paroki kita ini banyak lam ini untuk mengetahui apa yang sistematis dan komprehensif.
yang terkungkung oleh sedang dan akan dilakukan Paroki
orang tuanya sendiri. Banyak di Santo Laurensius terhadap OMK. Untuk melangkah ke sana, kita
antara mereka dijaga dan dilindungi harus berani mengakui kenyataan
secara berlebihan. Keinginan orang Siapa OMK? bahwa perhatian terhadap OMK
tua agar anaknya berhasil begitu Sebutan OMK mencakup secara memadai belum terlaksana
dominan sampai tidak peduli kalau secara memuaskan. Tidak berarti
anak merasakan dirinya menjadi semua orang muda katolik yang be- OMK luput dari perhatian sama
“boneka” di tangan orang tuanya. rumur 13-35 tahun dan belum me- sekali. Selama ini, dari kalangan
nikah. Orang muda katolik tersebut anak-anak, yang paling mendapat
Barangkali, kondisi ini tersebar dalam berbagai kelompok, perhatian adalah mereka yang
merupakan salah satu manifestasi antara lain: mereka yang mengikuti berada di kategori usia Bina Iman
mentalitas kaum urban yang justru Legio Maria, Putra Altar, Putri Sa- Anak. Di lingkungan-lingkungan
telah dan sedang mengalami kristi dan kelompok-kelompok lain, dan wilayah, kegiatan Bina Iman
perbaikan sosial ekonomi. Mereka termasuk juga mereka yang tidak Anak tumbuh subur. Dalam kegia-
cenderung berpandangan, selayakn- masuk dalam organisasi tertentu. tan besar paroki pun, keberadaan
ya anak-anak menikmati buah-buah mereka hampir selalu ditampilkan.
keberhasilan yang diperjuangkan. Perlu Berani Selain Bina Iman Anak, Putera
Di samping itu, ada pula perasaan Dari perbincangan ini, men- Altar dan Puteri Sakristi juga telah
tidak “tega” kalau anak-anak me- dikelola dengan baik, bahkan telah
rasakan pahit-getirnya kehidupan. cuat pernyataan betapa pentin- dimulai sejak cikal-bakal berdirinya
Maka, kenyamanan, kenikmatan gnya perhatian dan pembinaan Stasi Santo Laurensius. Kegiatan
dan berbagai kemudahan meleng- terhadap Orang Muda Katolik. lain di kalangan anak-anak makin
kapi proteksi fisik yang kebanyakan Tim Pendamping OMK meyakini bertambah dengan porseni, Legio
disediakan oleh orang tua kepada bahwa perhatian terhadap kaum Maria dan aneka kegiatan sosial.
anak-anak mereka. muda merupakan langkah strategis Berbagai kegiatan yang berkembang
yang harus dikelola dengan baik. ini perlu terus dikobarkan dan di-
Demikian, secercah lontaran Keberhasilan pendampingan kaum landasi dengan kesadaran akan arah
pandangan yang muncul dalam muda akan sangat mewarnai keber- pembinaan yang lebih kuat tanpa
bincang-bincang Tim Salus bersama langsungan Gereja pada masa depan memudarkan semangat anak-anak
pendamping Orang Muda Katolik dengan kualitas iman yang menja- yang memang mempunyai ciri dan
(OMK) yang dihadiri Joni Janto, wab tantangan zaman. Sebaliknya, kebutuhan yang khas.
Liani dan Romo Fe (Johan Ferdi- kegagalan pendampingan kaum
nand Wijshijer) pada hari Rabu, 15 muda bisa menjadi kenyataan pahit, Oleh karena itulah, makin di-
Mei 2013 di Pastoran St. Lauren- antara lain lunturnya iman di ten- rasakan perlunya konsep pembinaan
sius; sedangkan dari Salus hadir gah gelombang zaman dan bisa pula yang sistematis dan komprehensif.
Erwin Susilo, Asden Situmorang, makin banyak orang meninggalkan Sistematis maksudnya pembinaan
Ester dan Andre BW. Gereja. Oleh karenanya, tidak dapat yang mempunyai landasan dan arah
diabaikan perlunya keberanian yang jelas sehingga tidak bersifat
Bincang-bincang singkat yang
6 I SALUS AGUSTUS 2013
LIPUTAN UTAMA
“angin-anginan.” Dengan istilah dalam keluarganya. Anak-anak untuk menampung dan menjemba-
komprehensif maksudnya semua perlu berinteraksi dengan teman tani OMK dalam menumbuhkan
kelompok anak usia OMK terwa- baya. Dalam interaksi ini mereka persahabatan dan rasa percaya diri.
dahi dan terperhatikan dengan baik menemukan kesempatan untuk Kegiatan ini dilakukan dengan
sehingga tidak timbul persaingan mengekspresikan diri dan diterima pendekatan yang bersifat menan-
yang tidak sehat di kalangan orang oleh teman-temannya sehingga tang namun sekaligus menimbul-
muda, sebaliknya justru menjadi mereka makin merasa percaya diri. kan kegembiraan yang spontan ala
kekuatan dalam keanekaragaman Organisasi macam apa yang lebih Benteng Takeshi.
kegiatan yang mengindahkan minat tepat dan menimbulkan antusiasme
orang muda. itulah yang perlu diusahakan. Bentuk kegiatan lain yang
akan dilakukan adalah Ekristi Kaum
Romo Fe, yang mendapat Namun, bukanlah organisasi Muda. Kegiatan ini merupakan
mandat untuk melakukan pembi- yang utama, melainkan gerakan upaya untuk membuat orang muda
naan OMK, menyatakan bahwa yang terarah dan membuahkan makin akrab dengan Ekaristi. Ke-
Bapa Uskup menghendaki agar nilai yang kuat untuk kepribadian giatan ini dinilai penting mengingat
orang muda katolik harus berani dan iman yang lebih penting. Oleh Konsili Vatikan II pun menegaskan
“nggiwari” atau berani keluar dari karena itu, pembinaan OMK perlu bahwa Ekaristi merupakan jantung
yang biasa. Pada dasarnya kaum sinergi dengan kegiatan Seksi Kera- Gereja.
muda itu dinamis dan cenderung sulan Keluarga dan Seksi Panggilan.
mengikuti arus zaman, maka kalau Percobaan EKM yang te-
tidak berani membuat terobosan Untuk menyambut kebutuhan lah dilakukan memang menuai
dalam merancang kegiatan pendam- ini, Romo Fe menggagas Gerakan pro-kontra, ada yang setuju dan
pingan mereka tidak akan tertarik Pembinaan Generasi Muda, yang ada yang terbelalak. Wajar, kritik
mengikutinya. kemudian lebih dikenal dengan bertebaran di milis dan BlackBerry
istilah GenM. GenM merupakan Messenger karena EKM merupakan
Sebagai bagian dari Keuskupan gerakan pembinaan berbentuk retret kegiatan baru yang juga sedang
Agung Jakarta, pembinaan OMK dan kaderisasi yang biasa dilakukan mencari bentuk yang pas. Namun,
harus menginduk pada Arah Dasar oleh orang-orang muda Katolik. intinya ialah perlulah membuat
Keuskupan Agung Jakarta. Namun Kegiatan ini terbagi dalam tiga kaum muda makin menghayati Eka-
demikian, sangat diperlukan kebera- tahap, yaitu Retret Orientasi Hidup, risti. Untuk itu, memang perlu ada
nian untuk menemukan berbagai al- dilanjutkan dengan kegiatan Perintis pendekatan-pendekatan yang sesuai
ternatif kegiatan yang seusai dengan dan ditutup dengan Simpul Utama. dengan jiwa kemudaan mereka. Jika
ciri khas perkembangan orang muda (Baca juga tulisan berjudul Kerja dalam pelaksanaan EKM terdapat
dan kondisi warga. Untuk itu, ma- Buat Tuhan). Sebelum meluncurkan gaya yang menggajal dan dirasa
sukan dari para relawan, pemerhati gerakan ini, Romo Fe mengonsul- tidak sesuai dengan prinsip liturgi,
dan pakar yang berkecimpung da- tasikannya terlebih dahulu dengan sudah tentu para pendamping
lam pembinaan kaum muda sangat Bapa Uskup. Menurutnya, Bapa OMK terbuka terhadap kritik dan
dibutuhkan. Tentu saja, kaum muda Uskup juga menyatakan sangat saran perbaikan.
sendiri perlu bersuara lantang dalam prihatin terhadap gejala orang muda
memperjuangkan aspirasinya agar yang terlalu mengikuti trend dalam Para pendamping OMK men-
jangan sampai kegiatan OMK men- mengidolakan tokoh populer tanpa unggu partisipasi Anda untuk mem-
jadi kesibukan orang tua, dengan bobot kualitas. Kecenderungan itu buat harapan atas pendampingan
cara pandang yang jadul pula. dapat membuat mereka kehilangan OMK yang relevan dan menarik
orientasi hidup yang mendalam. makin nyata. (Team Salus)
Mencari Bentuk Kegiatan Oleh karena itu, Bapa Uskup
mendukung gerakan GenM sebagai
Joni menyatakan bahwa anak- bentuk pembinaan OMK.
anak muda sesungguhnya membu-
tuhkan wadah yang nyaman untuk Camping Festival merupakan
bertumbuh, selain di lingkungan salah satu kegiatan yang dipilih
SALUS AGUSTUS 2013 I 7
LIPUTAN UTAMA
KERJA BUAT TUHAN
Semua berawal dari kegiatan yang kami yakini, bahwa itu semua lingkungan Gereja, namun dalam
retret yang kami ikuti. Kami boleh terjadi karena adanya campur lingkungan masyarakat. Kedenga-
semua berjumlah 12 (dua be- tangan dari Tuhan, suatu penye- rannya sangat gampang, tapi proses
las) peserta, dengan didampingi oleh lenggaraan Ilahi. Dengan berbagai mencari ide tersebut membuat kami
relawan-relawan yang membimbing macam latar belakang itulah, kami semua jatuh bangun. Kami diberi
dan membina kami selama retret semua datang dan membawanya ke deadline sampai dengan tanggal 31
tersebut. Tahapan-tahapan retret dalam retret tersebut. Dan tercipta- Mei 2013, yang mana KBT harus
ini terdiri dari 3 (tiga) tahapan. lah suatu ikatan yang unik di antara dilaksanakan paling lambat pada
Pertama-tama diawali dengan Retret kami semua. tanggal tersebut.
Orientasi Hidup (disingkat ROH)
yang mendasari semua kagiatan Tahap demi tahap, retret Berbagai ide dari peserta tim-
kami selanjutnya. Tahap selanjut- tersebut kami ikuti. Setiap proses bul, setiap survey dilakukan, namun
nya disebut Perintis, di mana pada kami lalui. Dan tanpa terasa, ak- tetap saja ada hal-hal yang menjadi
tahapan ini kami mulai memasuki hirnya kami semua memasuki tahap kendala, sehingga ide-ide tersebut
inti dari retret yang kami ikuti. Dan terakhir, yaitu Simpul Utama, yang tidak dapat diwujudkan. Seiring
tahapan terakhir adalah Simpul disingkat SU. dengan proses pencarian ide untuk
Utama yang merupakan puncak dari KBT, kami juga diwajibkan untuk
seluruh kegiatan retret kami. Di dalam SU ini, terdapat sua- mencari donatur yang bersedia
tu kegiatan yang disebut Kerja Buat untuk membiayai kegiatan kami
Datang dari latar belakang Tuhan, disingkat KBT. Di dalam tersebut. Bahkan ide untuk mencari
yang berbeda-beda, baik dari segi KBT, peserta retret sebagai satu tim donatur juga tidak mudah. Namun,
keluarga, pendidikan, maupun pe- harus mencari suatu kegiatan yang puji Tuhan, dikarenakan adanya
rilaku – yang kesemuanya menjadi mana kegiatan tersebut dapat mem- salah satu peserta yang mempunyai
keunikan kami masing-masing – berikan pengaruh yang luas, tanpa koneksi dengan salah satu pelukis
kami terkumpul tanpa rencana da- mengatasnamakan Gereja, sehingga terkenal di Indonesia, Rudolf G.
lam retret tersebut. Namun, satu hal diharapkan pengaruh tersebut dapat Usman, kami diijinkan oleh beliau
mencakup bukan hanya dalam
8 I SALUS AGUSTUS 2013
LIPUTAN UTAMA
untuk memakai karya-karyanya da- Panti Rawinala, sebuah panti datang menghampiri kami dan
lam mencari dana. Selain itu, kami yang khusus menangani anak-anak memperkenalkan diri sebagai Kepala
juga mendapat bantuan di mana yang mempunyai keterbatasan Panti. Ibu Sundari namanya. Kami
kami diperkenankan menjual salah dalam penglihatan (tuna netra) dan menyampaikan maksud dan tujuan
satu majalah yang diterbitkan untuk keterbatasan mental (tuna grahita) kami untuk mengajak anak-anak
kalangan umat Katolik sendiri dan yang merupakan bawaan/akibat panti melakukan aktivitas di luar
hasil dari penjualan tersebut boleh dari tuna netra itu sendiri. Panti panti. Walaupun aktivitas apa yang
kami gunakan dalam melaksanakan Rawinala adalah sebuah panti yang akan dilakukan belum dapat kami
kegiatan KBT. cukup sederhana, baik dari bentuk sampaikan secara detail kepada
bangunan maupun dari fasilitas-fa- beliau, karena kami sendiri belum
Akhirnya dana sudah terkum- silitas yang digunakan untuk terapi memutuskan kegiatan apa yang
pul, namun ide kegiatan untuk anak-anak panti tersebut. Kesan kira-kira akan kami adakan bersama
KBT belum ketemu. Waktu berjalan pertama sewaktu memasuki areal anak-anak panti, namun Bu Sundari
dan semakin mendekati deadline. parkir panti tersebut yaitu tidak ada tetap menerimanya dengan positif.
Pertemuan-pertemuan pun sering yang spesial dengan panti tersebut. Kami juga diantar oleh beliau untuk
diadakan untuk membahas ide KBT bertemu dengan anak-anak panti
yang pada saat itu sedang menyan-
tersebut. Dan akhirnya, muncul Kami disambut dengan ramah oleh tap makan siang. Di ruang makan,
ide untuk mengajak anak-anak penjaga gerbang dan diantar untuk terdapat lima orang anak, dengan
yang mempunyai keterbatasan fisik menemui staff pengurus panti ter- diawasi oleh beberapa pengurus
(cacat) dan berkegiatan bersama sebut, Ibu Wiwiek namanya. Kami panti. Anak-anak tersebut dengan
dengan anak-anak biasa yang lebih menyampaikan maksud dan tujuan lahap menyendokkan makanan me-
beruntung dalam hal fisik dan kami berkunjung, dan ternyata reka ke mulut masing-masing dalam
psikis. Survey terhadap panti-panti maksud dan tujuan kami diterima keterbatasan mereka. Satu hal yang
pun mulai dilakukan. Kami men- dengan respon positif olehnya, mengagumkan adalah kemandirian
gumpulkan sejumlah nama panti. tinggal memperoleh ijin dari Kepala dan sikap tidak manja dari mereka.
Dengan sistem acak, kami mengun- Panti saja, yang kebetulan sedang Raut wajah anak-anak tersebut tidak
jungi panti-panti tersebut. Berbagai tidak ada di tempat. Namun, puji mencerminkan kesedihan, melain-
info dan rekomen dari berbagai Tuhan, tidak lama kemudian, Ke- kan keceriaan, seperti halnya anak-
pihak pun kami kumpulkan, dan pala Panti pulang bersama dengan anak biasa. Para pendamping anak
akhirnya kami menemukan sebuah anak-anak panti lainnya. Seorang panti hanya memberikan instruksi
panti yang terletak di daerah Kra- Ibu dengan perawakan sedang, kepada mereka dan baru akan turun
mat Jati, Jakarta Timur. sederhana dan tatapan ramah, tangan apabila ada hal-hal yang
dianggap tidak bisa ditangani oleh
anak-anak tersebut.
Kedisiplinan terlihat jelas
dalam cara mendidik anak-anak
panti. Hal tersebut terlihat dari
cara mereka merapikan kursi yang
telah mereka pakai dan mencuci
piring yang telah mereka gunakan,
sampai dengan meletakkan piring
yang telah dicuci tersebut ke lemari
pengering. Hal yang dilakukan
benar-benar sederhana bagi orang
normal, namun bagi mereka dengan
keterbatasan penglihatan, adalah hal
SALUS AGUSTUS 2013 I 9
LIPUTAN UTAMA
yang luar biasa. dipasangkan sampai berakhirnya ke- setelah melahap santapan yang telah
Hasil survey ke Panti Rawinala giatan. Dengan diawasi dan dibantu disiapkan oleh panitia, anak-anak
oleh tenaga-tenaga pendamping panti menunjukkan bakat mereka
lalu kami sampaikan kepada peserta yang disiapkan oleh pihak panti, dalam memainkan alat musik dan
retret yang lain. Kemudian, kami kami pun akhirnya mulai menuju tarik suara. Kepiawaian anak-anak
mulai mencari kegiatan-kegiatan ke tempat yang telah kami siapkan tersebut dalam bermain musik,
yang dapat anak-anak tersebut untuk mereka. Pasir Mukti, suatu dentingan nada keyboard, mengi-
lakukan. Anak-anak yang dimaksud kawasan wisata dengan nuansa alam ringi temannya dalam bernyanyi,
bukan hanya anak-anak panti, terbuka dimana para pengunjung kontan membuat semua yang hadir,
tapi juga anak-anak biasa, yang dapat bermain dan berinteraksi den- khususnya anak-anak biasa tersebut
mana mereka akan kami pasang- gan alam sekitar. Kegiatan-kegiatan terharu dan kagum melihat bakat
kan dan anak-anak biasa tersebut yang akan dijalankan telah kami yang mereka miliki. Anak-anak
harus membimbing, mendampingi atur dan sesuaikan dengan mereka panti berusaha menghibur kami
serta membantu anak-anak panti yang mana melibatkan indera-inde- semua pada saat istirahat makan
tersebut. Dalam mencari anak- ra lainnya selain indera penglihatan. siang. Dengan gembira mereka
anak biasa, kami terbentur dengan Anak-anak tersebut pun mulai memainkan musik dan bernyanyi
jadwal ujian yang akan diadakan mengikuti rancangan kegiatan yang untuk kami. Mayoritas orang yang
pada keesokan hari setelah kegiatan telah kami susun. Peranan anak- terkumpul disitu pun terajak untuk
KBT. Hal ini menyebabkan semakin anak biasa dalam mendampingi ikut menyanyi bersama mereka.
sedikitnya jumlah anak yang dapat anak-anak cacat mulai terasa, dari Setelah jam istirahat selesai, kegiatan
diajak serta dalam kegiatan KBT. memperkenalkan serta menjelaskan pun dilanjutkan. Nuansa akrab
Namun semua hal tersebut dapat hal-hal baru yang mereka temui mulai terlihat di antara anak-anak
dilewati juga, anak-anak biasa hingga sulitnya medan jelajah. Wal- tersebut. Gandengan erat mewarnai
terkumpul, demikian juga dengan aupun demikian, anak-anak tersebut setiap pasangan yang ada. Dengan
anak-anak panti. Dan akhirnya tetap setia dan sabar mendampingi sabar mereka menunjukkan kasih
tibalah tanggal 31 Mei 2013, KBT anak-anak panti. Namun, tetap dan menuntun anak-anak panti. Se-
kami dilaksanakan. terasa ada beberapa anak biasa yang tiap kegiatan dilakukan dengan tam-
masih agak “takut” dan menjaga pang bahagia oleh tiap anak. Waktu
Pukul 6 pagi, anak-anak biasa jarak dengan anak-anak panti. pun berlalu, hari sudah menjelang
mulai berkumpul di Sutera Palma, Namun perasaan dan sikap terse- sore, akhirnya kami pun tiba pada
Alam Sutera. Diawali dengan doa but berubah setelah jam istirahat penghujung kegiatan. Kepada setiap
yang dipimpin Romo Fe, kami pun siang. Pada saat jam istirahat siang, anak, panitia memberikan secarik
memulai perjalanan kami menuju
panti untuk menjemput anak-anak
panti di tempat yang telah diten-
tukan oleh Ibu Sundari. Akhirnya,
tibalah saat dimana anak-anak
tersebut saling ketemu. Tanpa ada
bayangan sebelumnya mengenai
kondisi anak-anak cacat tersebut,
terlihat jelas bahwa ada beberapa
anak-anak yang agak “kaget” dengan
anak-anak cacat tersebut. Dengan
sistem acak, anak-anak tersebut pun
mulai dipasang-pasangkan. Setiap
anak biasa diberi tanggung jawab
untuk mendampingi dan memper-
hatikan anak panti yang mereka
dampingi tersebut dimulai sejak
10 I SALUS AGUSTUS 2013
LIPUTAN UTAMA
kertas dan pena untuk menuliskan pingi anak-anak yang mempunyai dibawa dalam kehidupan yang akan
kesan dan pesan mereka. Bagi anak keterbatasan fisik, khususnya tuna dijalani kemudian, serta mengubah
panti, alat tulis khusus juga sudah netra. Demikian pula, terhadap sudut pandang, bukan hanya dari
disiapkan. Acara kami tutup dengan anak-anak Panti, Bu Sundari juga anak-anak biasa tersebut itu saja,
doa dan foto bersama. Tampang takjub dengan mereka, karena melainkan dari kami semua yang
letih dan cape sudah mulai ter- keterbatasan fisik mereka, yang terlibat dalam kegiatan ini. Kegiatan
pasang di tiap wajah anak-anak menyebabkan mereka seharusnya ini jelas memberi dampak dalam
tersebut. Namun, semangat mereka lebih cepat cape dari anak-anak kehidupan kami masing-masing.
masih terpancar dari cara mereka biasa, apalagi kegiatan yang kami Setidaknya, pada saat dimana kami
yang dengan setia mendampingi lakukan lumayan menguras tenaga akan menyerah terhadap suatu
serta interaksi-interaksi yang mereka fisik mereka, serta sudah melewati masalah, kami akan mengingat
lakukan. Bus yang kami tumpangi waktu, di mana anak-anak panti semangat perjuangan serta keceriaan
mulai melaju mengantar kami kem- tersebut seharusnya sudah istira- anak-anak panti dalam menghadapi
bali ke panti untuk melepas anak- hat, namun anak-anak panti tetap rintangan-rintangan dalam hidup
anak panti dan para pendamping. semangat dan gembira mengikuti mereka. Kami yang manusia sehat,
selesainya kegiatan sampai akhirnya baik fisik maupun mental, masa
Akhirnya, tibalah kami pada harus kalah semangatnya terha-
tiba saat berpisah. dap anak-anak yang mempunyai
saat perpisahan. Anak-anak yang Setelah perpisahan diucapkan, keterbatasan dalam fisik. Bukan
mendampingi mengiringi anak-anak hanya kami, tapi kita semua. Sudah
panti yang satu demi satu mulai kami pun melanjutkan perjalanan seharusnya kita patut malu terhadap
diantar kembali ke Panti dan rumah kembali menuju Sutera Palma, keluhan-keluhan yang dilontarkan
mereka masing-masing. Kami pun Alam Sutera. Dengan disambut terhadap masalah-masalah yang
berpamitan dengan bu Sundari dan oleh para penjemput yang sudah sepele, atau bahkan menyerah pada
pendamping-pendamping lainnya. menunggu anak-anak dan keluarga saat menghadapi suatu rintangan.
Bu Sundari menyampaikan rasa mereka, kami mengakhiri kegiatan Apa yang akan Anda lakukan
kekaguman mereka terhadap pen- KBT ini. Semua peserta kem- apabila Anda berada di posisi
dampingan anak-anak biasa kepada bali berkumpul bersama dengan anak-anak panti tersebut? Apakah
anak-anak panti yang dirasakan luar keluarga mereka masing-masing. menurut Anda, ini pilihan mereka?
biasa, apalagi setelah Bu Sundari Cape dan letih pasti dialami setiap Ataukah ini adalah hukuman yang
mengetahui bahwa anak-anak terse- peserta setelah mengikuti kegiatan Tuhan berikan kepada anak-anak
but belum pernah atau bahkan tidak KBT ini, namun pengalaman yang cacat tersebut? Apabila ini adalah
mempunyai pengalaman dan penge- tak ternilai yang telah mereka alami hukuman Tuhan, apakah kesalahan
tahuan khusus dalam hal mendam- hari itu, jelas akan melekat dan terus mereka sehingga mereka patut di-
hukum demikian? Dan apakah kita
tidak pernah melakukan kesalahan
dalam hidup? Renungkanlah betapa
besarnya rahmat Tuhan kepada kita
semua, dan Tuhan mengasihi kita,
dengan mengingatkan kita semua
melalui malaikat-malaikat kecil
tersebut.
(Leo, Benny, Maria, Louis,
Kevin, Nico, Ramos, Monic, Bella,
Reno, Cindy, Yenti)
SALUS AGUSTUS 2013 I 11
LIPUTAN UTAMA
BE STRONG!
Catatan Seorang Peserta Camping Festival
Jumat pagi (12 Juli 2013) saat Sekitar pukul 5 pagi, ketiga dan menampilkan yel-yel dari ma-
belum banyak orang yang bus yang telah diisi oleh masing- sing-masing kampung. Setelah di-
beraktivitas, aku dan ratusan masing anggota kampung – Babi- beri kesempatan untuk “memamer-
teman-teman Orang Muda Katolik lonia (Babel), Nazareth dan Roma kan” yel-yel kampung, dilakukan
(OMK) lainnya sudah berkumpul – memulai perjalanannya menuju pengundian tempat pendirian tenda
di halaman samping Gereja St. Sukabumi. Sarapan pagi pun kami bagi masing-masing kampung.
Laurensius. Hari itu merupakan lakukan di dalam bis dengan me-
awal dari penyelenggaraan Camping makan bekal nasi kotak yang telah Sesampainya di lokasi pendi-
Festival yang diselenggarakan di disediakan oleh panitia. Dengan rian tenda, setiap anggota kampung
Situgunung, Sukabumi. Terdapat satu kali pemberhentian untuk ke secara bersama-sama mendirikan
tiga bus pariwisata yang terparkir toilet, akhirnya seluruh rombongan tenda yang akan digunakan untuk
di sana, seakan melambangkan tiba di lokasi sekitar pukul 10:00. tempat istirahat kami selama disana.
ketiga kampung yang telah dibagi Setelah semua tenda berdiri, seluruh
sebelumnya. Sesampainya di lokasi, semua peserta camping kembali berkumpul
peserta diminta untuk berkumpul untuk mengikuti briefing mengenai
12 I SALUS AGUSTUS 2013
LIPUTAN UTAMA
acara “Romantika Tiga Kampung”. perang berlangsung. Nyawa peserta dan menjadi tawanan bagi kampung
Romantika Tiga Kampung merupa- dilambangkan dengan selembar yang menembaknya.
kan acara perang-perangan yang tissue yang ditempelkan pada se-
diadakan panitia dan wajib diikuti buah topi yang disebut dengan topi Perang dimulai setelah terdapat
oleh seluruh peserta kampung. Da- nyawa. Jika tissue tersebut bolong tanda bunyi peluit dari panitia.
lam briefing tersebut disampaikan maka peserta dengan topi tersebut Pada hari pertama, peserta lebih
mengenai garis besar permainan dianggap telah kehilangan nyawanya fokus pada perang air dibandingkan
dengan pencarian sandi ranzum.
serta peraturan-peraturan men-
genai apa saja yang boleh dan tidak
boleh dilakukan oleh peserta selama
permainan.
Masing-masing kampung telah
membagi anggotanya berdasarkan
tiga peran penting yaitu Pembela,
Penolong dan Pengasih. Pem-
bela bertugas untuk mencari sandi
ranzum; Penolong bertugas untuk
menolong pembela jika ada yang
tertembak; dan Pengasih bertugas
untuk menyediakan semua kebutu-
han pembela dan penolong dalam
SALUS AGUSTUS 2013 I 13
LIPUTAN UTAMA
Oleh karenanya, pada hari pertama berlangsung, Oom Joni mengham- berlindung di benteng mereka.
tidak ada kampung yang mendapat- piri tenda pleton masing-masing Berbeda dengan hari sebelumnya,
kan ranzum. Perang berakhir pada kampung dan kembali memberikan pada hari kedua para peserta mulai
pukul 6 sore. Dua jam dari waktu semangat dan nasehat bagi tiap memfokuskan strategi mereka pada
tersebut peserta diberikan waktu kampung. “100%, bukan 99%!” pencarian sandi ranzum. Ranzum
untuk mandi, beristirahat, makan teriaknya pada tiap peserta. Setelah yang ditemukan oleh peserta diolah
malam dan melakukan negosiasi acara performance tiap kelompok untuk kemudian dilombakan. Ke-
dengan kampung lain. Kesempatan selesai, peserta diperbolehkan untuk rena terlambat menemukan ramzum
negosiasi dimanfaatkan kampung kembali ke tenda mereka masing- mereka, kampung Babel tidak diper-
Nazareth untuk menghampiri masing untuk beristirahat. bolehkan mengikuti lomba masak.
kampung Roma, berusaha membe-
baskan tawanan sekaligus mengajak Keesokan harinya, setelah Setelah itu peserta diberi waktu
kampung Roma untuk bekerjasama senam pagi, seluruh peserta diberi untuk makan siang dan memper-
menyerang kampung Babel pada waktu untuk mandi, sarapan dan siapkan keperluan untuk pergi ke
perang hari berikutnya. mempersiapkan diri untuk pe- danau. Kampung pertama yang
rang hari kedua. Setelah kembali berhasil sampai ke danau adalah
Malamnya, setiap kampung mendengarkan briefing singkat dari kampung Babel, disusul oleh kam-
berkumpul di tenda pleton mereka panitia acara, perang hari kedua pun pung Roma dan terakhir kampung
masing-masing untuk melakukan dimulai. Nazareth. Di sana setiap kampung
performance tiap kelompok. Dari diwajibkan untuk membuat rakit
setiap performance yang ditam- Karena telah melakukan yang akan digunakan untuk mencari
pilkan, dipilih satu kelompok negosiasi sebelumnya, pada perang sandi terakhir yaitu sandi Gouden,
yang akan mewakili kampung di hari kedua kampung Roma dan Vlogel, Kogel.
untuk tampil pada malam berikut- Nazareth bekerjasama menyerang
nya. Sebelum acara performance kampung Babel, yang mana meng- Kampung Babel berhasil
haruskan kampung Babel untuk menjadi yang pertama mendapatkan
14 I SALUS AGUSTUS 2013
LIPUTAN UTAMA
sandi tersebut dan membaca isinya. untuk secepatnya menyebrang kem- Setelah acara malam itu,
Dalam sandi tersebut dikatakan bali ke pinggir danau agar tidak ada seluruh peserta kembali ke tenda
bahwa penemu sandi tersebut seorang pun teman yang tertinggal masing-masing untuk beristirahat.
diharuskan untuk membawa semua di pulau. Dengan target waktu Pagi harinya kami mengadakan misa
teman ke pulau. Awalnya kampung 30 menit, seluruh peserta berhasil bersama. Hujan yang turun tidak
Babel sempat ragu dalam menen- kembali menyebrang dengan waktu menghentikan misa pagi yang kami
tukan siapa yang dimaksud dengan hanya 23 menit, 7 menit lebih cepat jalani. Setelah misa selesai, acara
kata “teman” dalam sandi tersebut. dari waktu yang diberikan. yang diadakan selanjutnya adalah
Sampai akhirnya Babel mengajak acara pembagian pin. Pembagian
semua peserta camping – tanpa Selanjutnya para peserta ber- pin dibagi berdasarkan beberapa
kecuali – untuk menyebrang ke kumpul di aula untuk menampilkan kategori. Setelah pembagian pin dan
pulau dengan bekerjasama menggu- yel-yel dan performance perwakilan foto bersama, kami beserta seluruh
nakan rakit yang dimiliki semua kampung. Dalam performance panitia memulai perjalanan pulang
kampung. Semua peserta tidak kampung tersebut, semua kampung kami. Camping telah usai, seluruh
terkecuali berhasil sampai ke pulau. memilih Oom Joni sebagai sum- peserta pulang ke rumah masing-
Setelah semua peserta sampai di ber inspirasi. Tanpa direncanakan masing.
pulau, panitia kembali memberikan sebelumnya, seluruh kampung
kejutan. Panitia mengatakan bahwa menampilkan parodi Oom Joni. Terima kasih kepada Romo Fe
semua peserta harus kembali ke Malam itu menjadi malam yang serta para Oom dan Tante panitia
pinggir danau dalam kurun waktu menyenangkan dan penuh canda yang telah bekerjasama menyeleng-
30 menit. Seluruh peserta tidak lagi tawa. Romo Fe sempat mengatakan garakan Camping Festival ini bagi
mengkotak-kotakkan diri merka bahwa tujuan dari acara Camping kami para OMK. Banyak hal yang
berdasarkan kampung masing- Festival adalah untuk “Be Strong”, kudapat dari pengalaman camping
masing dan langsung bekerjasama menjadikan seluruh peserta menjadi ini, bahwa dengan bekerja sama
pribadi yang lebih kuat. kita dapat menjadi pribadi yang
”Be Strong”, dan bahwa seringkali
kita tidak berhenti “menembak”
orang-orang di sekitar kita hanya
untuk mendapatkan keinginan
kita. Namun, satu hal yang tidak
akan pernah aku lupakan, bahwa
camping ini telah memberiku pan-
dangan baru tentang arti keluarga.
Keluarga tidak hanya orang-orang
yang terkait hubungan darah den-
gan kita, tetapi orang-orang yang
ada di hidup kita dan menjadi kuat
bersama-sama, meskipun itu hanya
tiga hari kebersamaan. Semoga den-
gan berakhirnya camping ini bukan
berarti bahwa kedekatan antar
peserta juga berakhir. Aku sungguh
berharap bahwa kita semua dapat
kembali berkumpul dan menjadi
satu keluarga besar, keluarga OMK
St. Laurensius. (Jessica)
SALUS AGUSTUS 2013 I 15
LIPUTAN UTAMA
Camping PAPS:
Bergembira
Sambil
Memupuk Rasa
Tanggung Jawab
Retret, Camping atau Live- biaya yang besar, kami seperti Camping, Saat yang Ditunggu
in Ya? tahun-tahun sebelumnya berusaha Hari itu pun tiba, 27 Juni
Retret lagi, live-in lagi mencari dana dan di situ kami 2013, kami berkumpul di ge-
atau camping? Akhirnya “Cam- mengenal dan membentuk “PAPS reja pukul setengah enam pagi dan
ping”. Begitulah suasana ruangan Entrepreneurship”. Dengan “PAPS mengikuti Misa pagi yang dipimpin
rapat saat kami para pengurus dan Entrepreneurship” diharapkan para oleh Romo Sangker Sihotang OSC.
pendamping mengutarakan penda- PAPS dapat mengenal dunia nyata Setelah Misa, para peserta langsung
pat dalam rapat untuk membica- memenuhi kebutuhan kegiatannya diabsensi dan menaiki bus masing-
rakan dan mempersiapkan acara melalui kegiatan wirausaha disam- masing. Sekitar pukul 7 pagi kami
rutin tahunan PAPS St. Laurensius. ping bekerja melayani Tuhan di berangkat. Perjalanan kami lancar,
Bulatlah sudah keputusan untuk Altar. syukur kepada Tuhan. Kami hanya
Camping mengingat selama ini membutuhkan waktu kurang dari
kami belum pernah mengadakan Menjelang hajatan besar 2 jam untuk tiba di tempat tujuan
camping. tahunan, PAPS memang rajin cari camping kami di Wisma Kinasih,
dana, sebut saja pengumpulan koran Sukabumi.
Camping sudah kami jalani bekas, gelas plastik, berjualan minu- Camping kali ini bertema
tepatnya pada tanggal 27 hingga 29 man dan makanan setiap minggu di “Bertanggung Jawab Bukanlah hal
Juni 2013 yang baru lalu. Seperti halaman gereja, sampai mengadakan yang Sulit”. Suatu harapan agar
biasa kami memulai persiapan sejak nobar dengan bekerja sama dengan kami PAPS semakin menyadari
empat bulan sebelumnya sejak pihak Cinema XXI. Pencarian dana bahwa bertugas dengan penuh rasa
Februari 2013 mengingat persiapan paling berkesan adalah ketika kami tanggung jawab sangat dibutuhkan
camping bukanlah merupakan hal harus berjualan setiap Minggu pagi dan meyakinkan kami semua bahwa
yang mudah. Perlu banyak biaya, di halaman gereja, di mana kami itu bukanlah hal yang sulit.
perlu penghimpunan peserta, persia- merasakan bagaimana rasanya be- Secara garis besar acara dibagi
pan acara dan lainnya supaya cam- lajar berusaha mencari uang sendiri ke dalam 2 sesi, sesi hari pertama
ping bisa terlaksana dengan baik. untuk mewujudkan tujuan kami. acara dibawakan oleh team dari
Kinasih dengan segala permainan
Kami menyadari bahwa waktu Acara nonton bareng juga tak dan outbound yang mengkondisi-
akan cepat berlalu maka kami mem- kalah menyenangkan, selain selalu kan kami untuk tetap semangat dan
bentuk berbagai seksi untuk mem- memberikan masukan dana besar bertanggung dalam bertugas sebagai
bagi tugas dalam berbagai persiapan untuk kegiatan ini, kami para pani- Putra Altar dan Putri Sakristi Gereja
yang harus dilakukan. Mengingat tia nobar juga bisa ikut bergembira
camping ini akan membutuhkan dan menikmati hasil kerja kami.
16 I SALUS AGUSTUS 2013
LIPUTAN UTAMA
Santo Laurensius dan hari kedua
dengan acara didominasi oleh
PAPS.
Pada hari pertama , kami di-
beri sambutan hangat oleh fasilitator
dari pihak Kinasih, dipersilahkan
untuk menemukan dan meletakan
barang-barang kami di tenda kami
terlebih dahulu. Terlihat wajah-wa-
jah yang sangat ceria, bersemangat,
bahagia muncul dari para peserta
camping ini. Setelah sambutan
dan berbenah, kami langsung
disuguhkan acara games yang telah
disiapkan dengan baik. Di situ kami
langsung diajarkan untuk ber-
tanggung jawab, namun tetap fun.
Jam terus berjalan dan hari pertama
di Wisma Kinasih pun hampir usai,
kami bersiap-siap untuk menempati
rumah mini kami, tenda-tenda yang
berjajar rapi dan nyaman.
Pada hari kedua, saya ingin
mengatakan bahwa ini merupa-
kan hari klimaks dari camping
kami. Dimana pada hari ini Romo
Sangker Sihotang OSC yang turut
mendampingi kami juga melayani
sesi kami dengan mengisi wejangan
tentang apa berpacaran. Ini merupa-
kan pembekalan yang baik untuk
SALUS AGUSTUS 2013 I 17
LIPUTAN UTAMA
anak seusia kami dan tentunya mereka yang banyak, mereka mem- hari itu ditutup dengan Misa yang
pembekalan untuk masa depan. buat berlapis-lapis tembok untuk dipimpin oleh Romo Sangker Siho-
Terima kasih Romo atas wejangan menghalangi apapun yg dapat men- tang OSC.
dan semoga dapat menjadi bekal gancam lilin, ini cukup merepotkan
kami para PAPS. panitia. Luar biasa sikap, semangat Semua senang, camping kami
dan antusiasme anak-anak terhadap berjalan dengan lancar. Terima kasih
Panitia Camping PAPS meny- game tersebut. untuk kerja keras semua panitia
uguhkan acara game yang berisikan yang dipimpin oleh Stefanie Gabriel
12 pos yang tersebar di seluruh Sesampainya di api unggun (Gaby) dan Adhit, serta dibawah
wilayah Wisma Kinasih, di mana kami semua membuat lingkaran pendampingan Oom Dasa dan
peserta hanya diberikan map untuk besar dan bernyanyi bersama. Pihak Tante Vivi. Semoga setelah camping
menemukan setiap pos dengan uru- Kinasih mempunyai game yang kami betul-betul menyadari bahwa
tan yang benar. Hal berkesan pada cukup membuat kami heboh di memang bertanggung jawab dalam
hari itu adalah pada malam hari acara ini. melayani Tuhan sebagai PAPS tidak-
di mana para peserta harus mem- lah sulit. Semoga! (Andreas Barnas)
bawa lilin dari camping ground ke Setelah hari kedua berakhir,
tempat api unggun. Semua berjalan kami semua kembali beristirahat.
di dalam kegelapan di pandu pihak Pada hari ketiga, tampak wajah-
Kinasih. Tawa dan teriak ketakutan wajah lelah, memang kegiatan
tak putus sepanjang perjalanan. kami amat melelahkan. Pada hari
Mereka harus mempertahankan ketiga kami tidak mengadakan game
lilin itu tetap menyala dari terpaan yang melelahkan. Acara akhir yaitu
angin, di sisi lain panitia ditugaskan pengumpulan barang yang telah
untuk mematikan lilin itu. Hal itu masing-masing anggota pilih untuk
sangat amat membuat para peserta disumbangkan kepada pihak yang
menjadi kompak. Dengan jumlah membutuhkan. Lalu semua yang
kami lakukan selama dua setengah
18 I SALUS AGUSTUS 2013
LIPUTAN UTAMA
OMG! (OMK Satu
Gathering)
Peluh membasahi kening
Adi Ardanisworo pada hari Cindy yang juga dibantu oleh Oom sudah tercatat dalam database OMK
Minggu pagi 21 Juli 2013, Mamok, Oom Dian, Tante Kani, Satu sejak dulu dan baru bergabung.
tapi ada senyum puas yang terlihat dan Tante Monik juga terus menga-
pada wajahnya, karena persiapan dakan check dan recheck terhadap Acara ini dipersiapkan dengan
terakhir pada hari itu sudah siap semua persiapan gathering OMK waktu yang relatif singkat, yaitu
semua. Sound system checked. Alat Satu ini. Para koordinator lapangan kurang lebih selama dua minggu
permainan checked. Konsumsi di setiap cluster juga sibuk menyebar dengan didahului oleh sekitar lima
yang banyak dan enak-enak already undangan ke teman-teman yang kali rapat perencanaan oleh pengu-
checked. Spanduk dan buku tamu rus dan panitia inti.
siap menyambut teman-teman
Orang Muda Katolik Wilayah Satu Tujuan dari teman-teman
(OMK Satu) St. Laurensius, di Lake OMK Satu ini adalah untuk mem-
Club House, Alam Sutera. Ada pererat pertemanan di antara ang-
beberapa teman Adi yang tergabung gota setelah diresmikan pada medio
dengan panitia inti yang sudah Juni 2013 di Gereja St. Laurensius
bolak-balik sejak hari Sabtu 20 Juli dalam Misa OMK bersama dengan
2013 dalam rangka persiapan acara wilayah lain. Selain itu, acara ini da-
yang paling berkesan ini. Benito, pat memperkenalkan satu sama lain
Natasha, Marissa, Vincent, Celosia, dan diharapkan akan terlibat secara
aktif dalam kegiatan-kegiatan yang
akan diadakan selanjutnya.
Ice breaking diisi dengan
SALUS AGUSTUS 2013 I 19
LIPUTAN UTAMA
“Banana Dance” yang mencairkan peserta termasuk yang dewasa bila
suasana dan setelahnya dilanjutkan lalai atau kurang bersih dalam men-
dengan permainan-permainan seru cuci peralatan makan.
seperti Panjang-panjangan, Ular Air,
Spider Web, Volley Air, Ember Kaki, Pengarahan mengenai tahap-ta-
Petak Bom dan ditutup dengan per- hap pengembangan OMK Wilayah
mainan Ayat-ayat. Tawa dan canda Satu ini juga diberikan kepada
terus mewarnai wajah-wajah ang- peserta berikut para orang tua yang
gota OMK Satu selama mengikuti hadir sehingga kegiatan OMK juga
permainan dan sampai puncaknya diketahui dan didukung oleh orang
yaitu ketika harus menceburkan diri tua. Oom Mamok, Oom Dian dan
ke kolam renang untuk permainan Tante Kani memberikan beberapa
Ayat-ayat. arahan baik itu yang prinsip mau-
pun teknis dalam pengembangan
Tidak ketinggalan untuk OMK Satu. Singkatnya kegiatan-
mempertahankan stamina peserta kegiatan yang akan diadakan adalah Sungguh seru, menyenangkan
gathering maka telah disiapkan dari OMK, oleh OMK dan untuk dan juga mengharukan acara sepan-
makan siang yang terdiri dari menu OMK dengan tetap berlandaskan jang hari ini yang ditutup dengan
sayur asam, ayam goreng, tempe/ iman Katolik dan semata-mata un- “Posting Harapan” yang mana
tahu goring plus ikan asin maknyus. tuk memuliakan nama Tuhan. setiap peserta menuliskan kesan dan
Pada malam harinya untuk meng- harapan pada OMK Satu. Setiap
hangatkan tubuh peserta setelah Acara pada malam hari difo- isi kertas pesan langsung di-tweet
menceburkan diri ke dalam kolam kuskan pada bagaimana membina ke Twitter @omksatu dan juga di-
renang disediakan berbagai hidan- rasa persaudaraan dengan permainan tempel pada selembar karton besar.
gan barbeque yang dipersiapkan “Berkat dari Temanmu”. Pada Harapan kami ada rasa persaudaraan
oleh oom dan tante orang tua kesempatan ini juga dipakai untuk yang semakin erat pada setiap ang-
OMK Satu. Setiap kali selesai farewell anggota OMK, Kishi, yang gota OMK dan menjadikan OMK
acara bersantap maka setiap peserta akan melanjutkan sekolah ke luar Satu semakin kompak dan tekun
bertanggung jawab untuk member- negeri. Pada kesempatan yang sama dalam persekutuan dengan Tuhan.
sihkan peralatan makan dan minum diadakan juga komunikasi video Salam OMK Satu: Satu untuk
yang diawasi ketat oleh salah seorang jarak jauh dengan Skype video Semua! (Cindy)
panitia bernama Cindy. Cindy den- dengan Adhit, salah satu anggota
gan tegas tapi tetap santun menegur OMK yang sedang mempersiapkan
kuliahnya di pulau dewata.
20 I SALUS AGUSTUS 2013
LIPUTAN
Penggantian Pastor Kepala
Paroki Santo Laurensius
BRabu, 5 Juni 2013.
erita bahwa Pastor Bar-
nabas Nono Juarno OSC
dipindahtugaskan ke Paroki
Santa Helena, Curug terkesan begitu
mendadak dan mengejutkan. Tapi
itulah yang terjadi. Berikut kronologi
yang disampaikan oleh Pastor Nono
di Malam Perpisahan dengan Dewan
Pleno Paroki Santo Laurensius, hari
Rabu 5 Juni 2013.
Sepeninggalnya almarhum Pa-
stor Heribertus Kartono OSC, terjadi Saya pun menjawab, “Ya.” Waktu Wawan dan Ibu Unik. Ada rasa yang
kekosongan posisi Pastor Kepala di saya pindah dari Keuskupan Agung tercampur. Sedih, gembira, tawa dan
Paroki Santa Helena, Curug. Tanggal Medan, pilihan saya sebenarnya haru semua bercampur baur. Hadir
21 Mei 2013 Uskup Agung Jakarta bukan ke Santo Laurensius. Namun, juga dalam acara ini para Pastor dan
Mgr. Ignatius Suharyo mengajukan ternyata Provinsial memutuskan saya Dewan Paroki Harian dari Paroki
permintaan melalui email ke Pastor ke Alam Sutera dan dalam konteks Santa Monika, Serpong.
Anton selaku Provinsial OSC. Ber- ketaatan saya menjawab, “Ya.” Saat
dasarkan email tersebut, Pastor Anton itu ada kekuatiran dalam diri saya. Pastor Sangker Sihotang OSC,
menghubungi saya dan meminta Saya harus memimpin orang-orang yang ditunjuk oleh Bapa Uskup
kesediaan saya untuk menjadi Pastor yang biasa menjadi pemimpin (di sebagai pengganti Pastor Kepala
Kepala di Paroki Santa Helena. tempat kerjanya masing-masing). Itu Paroki Santo Laurensius, mengatakan
menjadi tantangan buat saya. Ada bahwa Pastor Nono ini seorang yang
banyak tantangan, namun itu bisa konsisten. Pastor Sangker kenal den-
dilalui dengan kebersamaan. Walau gan Pastor Nono sejak tahun 1994.
Paroki Santo Laurensius masih muda Walaupun wajahnya tidak begitu
namun kita bisa berjalan karena tampan namun dia sangat disenangi
kebersamaan. Terimakasih kepada oleh umat yang digembalakannya.
seluruh umat Paroki Santo Lauren- Terbukti setiap kali bertemu dengan
sius karena dengan bekerja sama kita umat di Paroki Tanjung Selamat, Me-
bisa berjalan bersama. dan (tempat tugas yang pertama dari
Pastor Nono), yang pertama ditanya
Malam Perpisahan dengan adalah bagaimana kabar Pastor Nono
Pastor Nono berlangsung pada hari bukan saya yang ada dihadapannya.
Rabu tanggal 5 Juni 2013. Hadir Setelah puas dengan informasi ten-
dalam acara tersebut para anggota tang Pastor Nono, baru menanyakan
Dewan Pleno Paroki Santo Lau- keadaan saya yang ada dihadapannya.
rensius. Acara dipandu oleh Pak Sedikit ada rasa cemburu tapi juga
SALUS AGUSTUS 2013 I 21
LIPUTAN
senang. Menurut Pastor Sangker, banyak menyampaikannya lewat ba- Kata sambutan disampaikan
Pastor Nono ini termasuk orang hasa tubuhnya. Jadi kita harus pintar oleh Bp. Effendy Lim selaku Wakil
yang terlalu cepat dewasa. Setiap membaca bahasa tubuhnya. Banyak Ketua DPH Santa Helena. Pak Ef-
pastor yang cepat dewasa akan besar umat sebetulnya tidak rela Pastornya fendy menyampaikan bahwa mereka
pula bebannya. Setiap umat yang pindah, tapi karena ketaatan pada masih dalam suasana duka karena
mengeluh pasti datangnya ke orang otoritas maka Pastor Nono tetap berpulangnya almarhum Pastor Heri-
yang dianggap dewasa dan itu berarti harus jalan. Semoga Pastor Nono di bertus Kartono OSC, Pastor Kepala
langsung menuju beliau. Kami yang tempat yang baru tetap menjalankan Paroki Santa Helena. Namun, di ten-
lain bisa lebih tenang. Pastor nono itu semangat yangg sama. gah suasana duka ini, kami mendapat
sosoknya tenang, bicaranya teratur. semangat baru dengan kehadiran
Walau tampangnya keras, namun Minggu, 9 Juni 2013. Pastor Nono yang akan mengganti-
hatinya lembut, sangat memperhati- Misa hari Minggu Biasa X kan posisi Pastor Heri sebagai Pastor
kan perasaan orang lain. Kepala Paroki Santa Helena.
pukul 08:30 menjadi tonggak sejarah
Hal yang senada juga diung- baru bagi perkembangan Paroki Kata sambutan dilanjutkan den-
kapkan oleh Romo Fe. Selama satu Santo Laurensius. Pada hari itu ber- gan Bp. Lukas Agung selaku Wakil
tahun bersama Pastor Nono di paroki langsung serah terima jabatan Pastor Ketua DPH Santo Laurensius. Pak
ini terasa bahwa romo yang satu Kepala Paroki dari Pastor Barnabas Lukas lalu meminta semua anggota
ini sangat kebapaan. Kalau Pastor Nono Juarno OSC kepada Pastor DPH Santo Laurensius untuk maju
Sangker menyatakan dirinya keibuan, Sangker Sihotang OSC. Misa dipim- dan diperkenalkan kepada umat Pa-
maka karena kamar saya berada di pin secara konselebrasi oleh Vikjen roki Santa Helena yang hadir. Sambil
antara mereka, maka saya adalah KAJ RD Yohanes Subagyo dengan berseloroh, Pak Lukas mengatakan
pastor yang kekanak-kanakan, demi- didampingi oleh para Pastor Paroki walaupun Pastor Nono memi-
kian canda Romo Fe ketika memberi Santo Laurensius, RP Barnabas Nono liki tampang galak seperti security,
sambutan dan spontan membuat Juarno, RD Johan Ferdinand Wijshi- namun sesungguhnya memiliki hati
hadirin tertawa. Romo Fe menam- jer dan RP Sangker Sihotang. Hello Kitty. Umat di Paroki Santo
bahkan bahwa Pastor Nono selalu Laurensius tentu merasa kehilangan
melihat segala hal dengan tenang Perayaan ini menjadi lebih beliau.
dan teliti, tidak menanggapi dengan spesial karena bertepatan juga dengan
tergesa-gesa. hari ulang tahun Pastor Nono. Pastor Bobby Harimaipen
Umat yang diberi kesempatan untuk OSC lalu memberikan kata sambu-
Perwakilan dari Dewan Paroki menyampaikan ucapan selamat jalan tan selaku pejabat sementara Pastor
Santo Laurensius disampaikan oleh kepada Pastor Nono seusai misa Kepala Paroki Santa Helena. Dalam
Bp. Lukas Agung dengan didampingi tersebut, juga sekaligus memberikan sambutannya ini, Pastor Bobby juga
seluruh anggota Dewan Paroki Hari- ucapan selamat ulang tahun. memperkenalkan para anggota DPH
an. Beliau menyampaikan rasa syukur Paroki Santa Helena. Tidak berlama-
atas kebersamaan dan penggembalaan Senin, 10 Juni 2013 lama, acara lalu dilanjutkan dengan
Pastor Nono di Santo Laurensius Sepuluh menit menjelang pukul penyerahan panji Santa Helena dari
sejak tahun 2008. Banyak yang sudah Pastor Bobby kepada Pastor Nono,
dilakukan dan ada banyak yang dite- tujuh malam, rombongan kendaraan serta penyerahan stempel paroki,
ladani tentang pelayanannya. Pastor mulai bergerak keluar dari area gereja tanda sahnya Pastor Nono sebagai
Nono sangat setia pada hirarki baik Santo Laurensius. Rombongan ini Pastor Kepala Paroki Santa Helena
di terekat maupun keuskupan. Beliau bergerak menuju gereja Santa He- yang baru.
sangat menghargai proses. Kadang lena, Curug. Di Paroki Santa Helena
kami sebagai DPH ingin mengam- sendiri telah dipersiapkan acara pen- Acara penyambutan ini lalu
bil jalan pintas, tapi beliau yang yambutan Pastor Kepala mereka yang ditutup dengan acara ramah tamah
lalu mengingatkan. Dengan penuh baru, Pastor Barnabas Nono Juarno yang telah dipersiapkan oleh ibu-ibu
kesabaran pastor Nono tidak mau OSC. Acara dimulai pukul 19:30 WKRI dari Paroki Santa Helena.
langsung mengoreksi orang tapi lebih tak lama setelah iringan mobil tiba di
Gereja Santa Helena. (Asden, Erwin)
22 I SALUS AGUSTUS 2013
LIPUTAN UTAMA
SALUS AGUSTUS 2013 I 23
BERITA GAMBAR
PORSENI
Tahun ini, Porseni dimulai
dengan format baru.
Melibatkan seluruh OMK,
dengan pembedaan usia
junior dan senior.
Waktu pelaksanaan yang
cukup panjang, perlu men-
jadi pertimbangan untuk
pelaksanaan berikutnya.
24 I SALUS AGUSTUS 2013
BERITA GAMBAR
HIJAUNYA
TAMANKU
Tanpa kepedulian bersama,
taman yang sudah hijau
tidak akan bertahan.
Mari kita memelihara taman
sebagai wujud kepedulian
kepada bumi tercinta.
SALUS AGUSTUS 2013 I 25
LIPUTAN
“YES GOD,
I DO!”
Catatan dari Cana Weekend 2013, Komunitas CFC
Tuhan, kami mohon agar dan merasa diri lebih tahu dari Dia, anggur, Bunda Maria berkata kepada
anakku yang paling besar bahkan sampai hal sekecil-kecilnya Putranya, “Mereka kehabisan ang-
diterima di sekolah yang pun kita sampaikan. Apakah hal ini gur.” (ayat 3). Hanya tiga kata yang
baik, juga agar anakku yang kedua salah? Mari kita belajar dari peristiwa sangat singkat yang disampaikan
bisa mengikuti ujian akhir dengan Perkawinan di Kana (Yoh 2:1-11). oleh Bunda Maria. Seandainya kita
baik dan mendapat juara kelas. Kami berada di dalam tempat pesta terse-
percaya bahwa Engkau Maha Kuasa Ketika terjadi kekurangan
mampu menjaga suamiku agar dapat
bekerja dengan baik dan agar presen-
tasi proyeknya hari ini berjalan lancar
dan tidak gagap dalam berbicara.
Bunda Maria, bantulah hambamu
ini agar lebih sabar, mau mengerti
akan kondisi dan kelemahan anak-
anak dan suamiku… “
Itulah sederetan litani per-
mohonan yang mungkin sering
kita ucapkan saat berdoa. Kita
seakan-akan mau mendikte Tuhan
26 I SALUS AGUSTUS 2013
SALUS AGUSTUS 2013 I 27
LIPUTAN
but dan mengetahui pihak pengantin Putranya tidak sia-sia. Ayat 7-8 Dalam peristiwa pesta di Kana ini
kehabisan konsumsi, akankah kita memperlihatkan bagaimana Yesus kita belajar bahwa tidak ada hal yang
seperti Bunda Maria yang hanya melakukan mukjizat untuk pertama mustahil terjadi. Hanya diperlukan
mengatakan dalam tiga kata saja? kalinya. Yesus berkata kepada para empat hal, yaitu:
Ataukah sederatan litani yang akan pelayan, “Isilah tempayan-tempayan 1. Mengundang Yesus masuk dalam
kita sampaikan? Di sini kita melihat itu penuh dengan air.” Dan mereka
betapa Bunda Maria begitu rendah pun mengisinya sampai penuh. Lalu hidup Anda dan keluarga.
hati. Walaupun sebagai bunda dari kata Yesus kepada mereka, “Seka- 2. Taat pada hal-hal sederhana.
Yesus, Bunda Maria tidak sok tahu rang cedoklah dan bawalah kepada 3. Berdoa dengan penuh iman dan
dan sok kuasa yang lalu meminta pemimpin pesta.” Lalu mereka pun
dengan detail agar Putranya mela- membawanya. percaya bahwa Yesus akan mela-
kukan sesuatu. Sebaliknya, Bunda kukan yang terbaik untuk Anda.
Maria percaya sepenuhnya bahwa Pernahkah kita dihadapkan 4. Lakukan suatu aksi untuk kepen-
Putranya akan melakukan yang ter- pada posisi sebagai para pelayan tingan orang banyak.
baik. Kita belajar dari Bunda Maria, tersebut? Berapa sering kesempatan
bagaimana kita berdoa. berbuat baik kita abaikan, hanya ka- Inilah sedikit oleh-oleh dari
rena keangkuhan hati kita? Mukjizat Cana Weekend yang diselenggara-
Lalu dalam Injil Yohanes Yesus yang pertama ini tidak akan kan oleh komunitas Couples For
diceritakan bahwa Yesus menjawab, terjadi seandainya para pelayan tidak Christ (Pasangan untuk Kristus)
“Mau apakah engkau dari pada-Ku, dengan rendah hati dan penuh per- pada tanggal 6 April 2013 lalu.
ibu? Saat-Ku belum tiba.” (ayat 4). caya serta taat melakukan apa yang Komunitas CFC setiap tahun selalu
Mari kita bayangkan apa reaksi kita dikatakan oleh Yesus kepada mereka. mengadakan acara pengayaan iman
bila menerima jawaban dari anak bagi para pasutri. Beberapa sharing
kita seperti jawaban Yesus tersebut? Kita sering ingin melihat hal- peserta atas refleksi dari peristiwa
Terdiam? Atau sebaliknya, marah hal spektakuler untuk percaya bahwa pesta perkawinan di Kana ini juga
dan memaksakan kehendak kita? mukjizat terjadi. Kita tidak mau taat menambah kaya para peserta. Salah
Perhatikan reaksi yang dilakukan dan setia untuk terus melakukan satu sharing yang sangat menyentuh
Bunda Maria atas jawaban Put- hal-hal yang biasa dalam hidup kita. adalah bagaimana seorang ibu yang
ranya tersebut. Kepada para pelayan, Kita ingin khotbah pastor mengge- sudah menikah selama kurang lebih
Bunda Maria mengatakan, “Apa legar baru merasa nyaman men- 30 tahun, tiba-tiba suaminya terkena
yang dikatakan kepadamu, buatlah gikuti ekaristi. Kita ingin menjadi stroke dan tidak bisa bicara. Ibu ini
itu!” (ayat 5). pemimpin di komunitas baru merasa hanya setia dan taat mendampingi
mempunyai andil. Namun, benar- suami tercinta dan percaya Yesus
Di sini kita melihat sebuah kah itu yang diinginkan oleh Yesus akan menyelesaikannya dengan ind-
teladan iman yang luar biasa dari dalam hidup kita? Peristiwa di Kana ah. Tidak mudah tentunya, namun
Bunda Maria! Bunda Maria sung- memperlihatkan bahwa ketaatan dengan iman hal ini bisa dilaluinya.
guh percaya bahwa Putranya akan terhadap hal kecil dan sederhana Apa yang dibagikan oleh ibu ini
menolong pasangan yang sedang berbuahkan mukjizat yang luar adalah sebuah teladan ketaatan, “Yes
berpesta tersebut. Bahkan Bunda biasa demi kebaikan banyak orang. God, I do!” (Ruth Solaiman)
Maria tidak meminta bantuan Maka, beranikah kita mulai sekarang
untuk dirinya sendiri tetapi untuk berkata kepada Yesus, “Yes God,
kebaikan orang lain. Bagaimanakah I do!” (Ya Tuhan, aku mau!) atau
dengan kita? Sudahkah kita juga mau masih terus berkata “Wait God…”
membantu orang lain? Sudahkah (Tunggu Tuhan…) aku menunggu
kita melepaskan ego kita? Beranikah hal-hal yang spektakuler terjadi lebih
kita mempunyai iman seperti Bunda dahulu?
Maria di kala keadaan terasa berada
di jalan buntu? Terakhir, maukah diri kita
diubah dari air menjadi anggur yang
Iman Bunda Maria terhadap luar biasa? Sanggupkah kita berubah?
28 I SALUS AGUSTUS 2013
SALUS AGUSTUS 2013 I 29
LIPUTAN
Talk Show:
Menjadi Anugerah
Bagi Pasangan
Pada hari Sabtu 20 Juli 2013,
Sie Kerasulan Keluarga Paroki Santo Laurensius. Pastor tanda kehormatan) bersentuhan
(SKK) bekerja sama dengan Sangker mengatakan bahwa keluarga dengan kaki para murid yang kotor
Wilayah 8 mengadakan Talk Show adalah Gereja kecil. Bila Gereja (lambang yang hina). Tindakan yang
bersama Romo Agung Prihartana kecilnya berantakan, maka Ge- merendahkan ini dilakukan oleh Ye-
MSF, pengarang buku “Menjadi reja besar pun demikian. Maka apa sus. Tindakan hina namun menjadi
Anugerah Bagi Pasangan”, yang juga pun perlu dilakukan agar keluarga mulia ini hanya bisa dilakukan oleh
menjadi tema acara hari itu. Hadir tetap bertumbuh dan berkembang orang yang telah mengenal dirinya,
sebagai peserta adalah para pasangan dalam iman kekatolikan. Di dalam mensyukuri dirinya dan mencintai
suami istri yang merayakan hari peristiwa perjamuan malam terakhir, dirinya. Maka, marilah kita belajar
ulang tahun pernikahan untuk pe- Yesus memberi teladan cinta kepada dari Yesus agar kita bisa mencintai
riode April sampai dengan Juli 2013. para murid dengan membasuh kaki pasangan dan menjadi anugerah
para murid. Tidak hanya itu, Yesus bagi pasangan.
Acara dibuka dengan kata juga mencium kaki para murid.
sambutan oleh Pastor Sangker Hidung Yesus (yang bagi sebagian Ibu Ruth Solaiman yang
Sihotang OSC selaku Pastor Kepala orang dianggap sebagai mahkota, menjadi moderator dalam talk show
hari itu, mengawali acara talk show
30 I SALUS AGUSTUS 2013
dengan sebuah pertanyaan, apakah Romo Agung kemudian membe- LIPUTAN
kita pernah menyesal dengan perni- rikan illustrasi resleiting. Ada sisi
kahan kita? Romo Agung menjawab yang menonjol dan ada sisi yang akhir tahun 2005 mereka mengala-
pertanyaan ini dengan menjelas- cekung. Kedua sisi tersebut tidak mi kesulitan ekonomi karena suami
kan bahwa banyak pasangan yang akan bisa bersatu kalau tidak ada kehilangan pekerjaan, lalu istri bisa
mengalami masa-masa indah ketika kepala resleiting-nya. Dalam perka- mencari pekerjaan untuk meno-
pacaran, namun sesudah menikah pang ekonomi keluarga. Saat ini,
banyak mengalami konflik, bahkan ketika kondisi ekonomi telah pulih
kemudian memutuskan bercerai. kembali, pasutri ini bertekad untuk
Padahal Allah membenci perceraian. membalas kebaikan Tuhan dengan
Sejatinya, perkawinan katolik itu cara aktif pelayanan.
sangat istimewa. Matius 22:2 men-
gatakan Kerajaan Sorga seumpama Pasutri Pascal dan Siok Lie
seorang raja yang mengadakan per- membagikan pengalaman ketika
jamuan kawin untuk anak-anaknya. sang istri mengalami krisis cinta
Maka, perkawinan katolik adalah dari pasangan, khususnya setelah
suatu peristiwa yang membahagia- melahirkan anak ke-4 (akhir tahun
kan dan membawa keselamatan, 2012). Suami pulang kerja lalu
seperti halnya Kerajaan Sorga. Lalu, sebentar pergi lagi untuk pelayanan.
sudahkah aku membawa keselama- Sang istri merasa suami kurang
tan untuk pasanganku? memberikan waktu untuk dirinya
dan keluarga. Ini lalu menjadi sum-
ber konflik. Hubungan komunikasi
itu bisa pulih kembali ketika sang
Menurut sebuah survey, winan, kepala resleiting itu adalah istri belajar menerima pasangannya
konflik dalam keluarga lebih sering Yesus Kristus, yang mempersatukan apa adanya dan mengesampingkan
terjadi karena penyebab intern (dari suami-istri, dengan segala perbeda- sikap menuntut.
dalam pasangan itu sendiri) yaitu annya. Hubungan antar suami istri
ketidakmampuan menerima dan harus bersifat saling melengkapi dan Acara talk show ini lalu
menghargai keunikan pasangannya. bukan kompetisi. Kita diciptakan ditutup dengan Misa Pembaharuan
Suami istri tidak harus selalu sama untuk menjadi penolong bagi pasan- Janji Perkawinan yang dibawakan
dan seragam. Kesamaan hanya gan kita. (Bdk Kej 2: 20-25) oleh Romo Agung. Para pasangan
akan menghasilkan sikap menuntut suami-istri itu diteguhkan kembali
kepada pasangan. Setiap orang me- Selain paparan oleh Romo bahwa mereka adalah anugerah bagi
miliki keunikannya masing-masing Agung, talk show ini juga dilengkapi pasangannya. (Erwin Susilo)
dan sebagai suami-istri perlu belajar dengan sharing dari dua pasang sua-
menerima perbedaan pasangannya. mi-istri. Pasutri Yoseph dan Caroline
menceritakan bagaimana ketika di
SALUS AGUSTUS 2013 I 31
LIPUTAN
Berkat dan Bisnis
Menutup agenda perte-
muan bulan Juli 2013 Mengawali homili, Pastor Herry terbit dan kembali saat matar-
sebelum libur Idul memberikan ilustrasi cerita yang hari sudah terbenam. Kearifan dan
Fitri, perhimpunan Perduki (Per- menarik perihal dua orang kakak kecerdasan jelas merupakan dasar
sekutuan Doa Usahawan Katolik beradik yang menerima wejangan utama keberhasilan dalam usaha.
Indonesia) Chapter Tangerang telah dari sang ayah yang sekarat. Sang
memilih tema yang menarik: “The Ayah memberikan pesan agar kedua Lalu mengambil bacaan Injil
Power of Blessing Your Business” puteranya tersebut dalam berbisnis dari kitab Yohanes 21:1-14, perihal
dalam wujud Misa Kudus yang jangan memberikan hutang kepada bagaimana Yesus muncul di danau
dipersembahkan oleh Pastor Herry orang lain dan jangan pernah mem- Tiberias, bisa menjadi suatu inspi-
Sailan OSC. Judul ini nampak biarkan diri terkena sinar matahari. rasi juga. Dalam bisnis yang dilihat
menarik karena dalam kehidupan Kedua pesan ini diterima dengan adalah “Peluang” sebagaimana yesus
sehari-hari tak kurang kita menden- persepsi yang bertolak belakang melihat peluang adanya banyak ikan
gar orang bertanya, apakah bisnis oleh kakak beradik tersebut. Selang di sisi sebelah kanan perahu. Bisnis
yang aku jalani ini diberkati oleh Al- beberapa tahun sang adik nyaris tak bisa terlepas dari usaha mencoba
lah? Lalu kenapa banyak kebuntuan bangkrut sementara sang kakak dan mencoba, sebagaimana para
dan hambatan? Lalu bagaimana semakin maju usahanya. Si adik murid yang sudah menunggu-
boleh mengalami berkat Tuhan yang membiarkan utangnya tak tertagih nunggu hasil tangkapan namun
tercurah dalam setiap usaha? dan kemana-mana pergi selalu me- tak menemukan ikan, tapi ketika
numpang taxi sementara sang kakak Yesus mengatakan tebarkan jala
Diawali dengan pujian-pujian tak memberikan hutang dan selalu di sisi kanan perahu, para murid
acara terus bergulir ke Misa Kudus. pergi usaha saat matahari belum kembali menebarkan jalanya tanpa
ragu mencoba. Selain itu adalah
32 I SALUS AGUSTUS 2013
keinginan mencoba sesuatu yang sebuah perjalanan yang cukup LIPUTAN
nampak mustahil. Para Murid panjang untuk mengakomodasi
Yesus adalah nelayan yang piawai, sebuah wadah bagi para usahakan jaan Allah dan kebenarannya, maka
ketika mereka menghadapi situasi katolik untuk bisa merasakan kasih semuanya itu akan ditambahkan ke-
tak mendapatkan hasil tangkapan, Allah. Persekutuan Doa Perduki padamu.” Inilah pedoman bagi para
mereka mau mencoba menebarkan Chapter Tangerang sendiri baru usahawan dan professional yang
jala sebagaimana yang diperintahkan berulang tahun yang ke-12 pada terlibat langsung dalam keputusan-
Yesus. Mencoba tanpa keraguan. keputusan bisnis bahwa berkat
Barangkali yang ingin disampaikan datang saat Allah di nomor satukan,
Pastor Herry, melihat peluang saja
tidaklah cukup kalau tidak disertai
dengan usaha dan keyakinan akan
keberhasilan walaupun nampak
mustahil selama berjalan bersama
Allah. Inilah yang mungkin bisa
dijadikan suatu momentum untuk
menginstrospeksi sudahkah kita
selalu melihat peluang, selalu
mau mencoba dan melihat suatu
kemuskilan menjadi suatu keberha-
silan. Tidak mudah memang. Jatuh bulan April yang lalu. Diharapkan saat Allah diberikan keleluasaan ikut
bangun selalu ada dalam berbisnis. para usahawan dan kaum professio- campur karena Allah menginginkan
Itulah suatu tantangan apakah kita nal bersama-sama bersekutu dalam semua anak-anak-Nya hidup dalam
selalu mau terus mencoba? wadah yang sama. Allah sendiri berkat kelimpahan. (Yoh 10:10b)
telah menjanjikan dalam Matius
Perhimpunan Perduki tak 6:33, “Tetapi carilah dahulu kera- (Imelda Njo)
terasa sudah berumur 28 tahun,
SALUS AGUSTUS 2013 I 33
REFLEKSI
WONG
DESO
MASUK KOTA
Untuk segala sesuatu ada Saya pun minggir dan hanya bisa melongok ke dalam dan menyaksi-
kepantasannya. Masih saya menonton teman-teman berenang kan suasana pesta dengan pakaian
ingat ketika saya di kelas karena saya tidak membawa pakaian jas dan kebaya. Saya mengurungkan
2 SD di desa terpencil di Sumatera renang. diri melangkah maju, sebaliknya
Utara. Suatu hari saya pakai sepatu saya mundur pelahan karena me-
tanpa kaos kaki ke sekolah karena Lain lagi kejadiannya ketika rasa tidak layak. Selain tidak cocok
hari sebelumnya kehujanan dan kaos saya menghadiri pernikahan salah dengan suasananya, saya berpikir
kaki yang basah itu satu-satunya satu teman. Waktu itu saya baru kehadiran saya akan mempermalu-
kaos kaki yang kupunya. Guru lulus kuliah. Sebagai teman dekat, kan teman saya.
menyuruh saya berdiri di depan saya diundang menghadiri pesta
kelas sementara teman-teman belajar perkawinan di salah satu hotel di Lain lagi pengalaman seorang
seperti biasa. Lalu ketika SMA saya Jakarta. Saya tahu dia dari keluarga teman yang baru masuk seminari
pindah ke kota. Sebagai orang desa kaya. Tetapi kesehariannya dia tinggi di Jakarta. Dia baru lulus
yang baru pertama kali masuk ko- sederhana, apalagi selama maha- SMA Seminari di Pematang Siantar,
lam renang, saya tanpa berpikir pan- siswa kami sering ikut yayasan yang Sumatera. Bulan pertama mema-
jang terjun ke kolam dengan celana mengurusi anak gelandangan jadi suki asrama frater, mereka disuruh
pendek berbahan jeans dan T shirt. pakaiannya sederhana dan terkesan mengikuti ekaristi setiap minggu di
Dengan wajah marah penjaga kolam gembel. Terbawa oleh kebiasaan Paroki yang berbeda agar mengenal
menghampiri saya dan menyuruh harian kami, saya datang dengan situasi di Jakarta. Setelah dua bulan,
saya keluar dari kolam. Dia menggi- pakaian sederhana. Sampai di meja dia sempatkan datang ke rumah saya
ring saya kepinggir dan mengatakan, penerima tamu, saya dipandang untuk sekedar berbagi cerita. Dia
“Kalau masuk kolam harus pakai pa- aneh oleh penjaga. Tapi karena saya mengawali ceritanya. “Aku susah
kaian renang!” Maklum di kampung bawa undangan maka saya tetap berdoa di kota Jakarta ini,” katanya.
saya kalau berenang di kali atau di diterima. Saat saya melangkahkan “Kenapa?” tanyaku. Lalu dia me-
tambak bisa berpakaian apa saja. kaki di pintu yang telah dihiasi lanjutkan, “Aku susah membedakan
dengan kembang yang semarak, saya orang yang mau ke gereja dan ke
34 I SALUS AGUSTUS 2013
LIPUTAN
SALUS AGUSTUS 2013 I 35
REFLEKSI
tempat perbelanjaan. Di kampung punggung wanita itu harus ke kali lagi. Jadi lebih baik mana, ke gereja
saya, kalau orang mau ke gereja saat mereka mandi. Hampir tidak dengan pakaian ke mall atau tidak
semua berpakaian rapi terutama ibu- ada kesempatan melihat kulit paha, ke gereja sama sekali?”
ibu biasanya pakai kebaya. Mungkin kerena mereka takut digigit nyamuk
karena satu-satunya hari di mana atau kena dedaunan yang gatal. Juga Dia hanya menjawab,
mereka bisa berpakaian rapi sepan- hampir tidak ada wanita memamer- “Ooo…”
jang minggu sedang hari lain mereka kan dadanya, mungkin karena
ke kebun.” “Ya, ya. Itu kan di desa, kulitnya tidak begitu mulus untuk Maka, marilah kita men-
teman,” jawabku. Tapi dia melanjut- dipertontonkan.” cukupkan syarat kepantasan bagi
kan, “Bagi saya sulit berdoa karena yang kita inginkan. Bahkan setiap
mataku belum terbiasa melihat Saya menenangkan dia den- kali misa, kita melakukan koreksi
pakaian mini. Aku malah terpancing gan mengatakan “Sebenarnya di batin agar pantas mengikuti ibadat.
untuk melihat keindahan-keindahan kota-kota pun mereka kalau mau Ada hukum kepantasan bagi segala
yang ada daripada konsentrasi ke gereja pasti memilih pakaian sesuatu, maka orang yang mem-
berdoa.” Aku tidak tahu harus men- yang pantas dan indah. Memang perbaiki diri akan menjadi pantas
jawab bagaimana. Secara bercanda ada beberapa orang yang seperti bagi kehidupan yang terperbaiki.
aku berkata, “Bukankah Yesus yang kamu katakan, tapi mereka tidak Kepantasan untuk berhasil selalu
tampil di salib besar di depan juga bermaksud demikian. Sebelum ke mendahului keberhasilan. Marilah
berpakaian mini?” Lalu kami sama- gereja mereka pergi ke mall, lalu kita berpikir, bersikap dan berlaku
sama tertawa. Dasar wong deso… ya waktu mereka pulang pas waktunya untuk memantaskan diri bagi apa
ndeso. Ini Jakarta bung!!! ke gereja mereka langsung ke gereja pun yang ingin kita capai.
dan tidak pulang terlebih dahulu
Lalu dia melanjutkan, “Di ke rumah. Karena kalau pulang (Asden Situmorang)
desa saya, kalau mau melihat kulit dulu maka tidak sempat ke gereja
36 I SALUS AGUSTUS 2013
SALUS AGUSTUS 2013 I 37
ANTAR KITA
Legio Maria – Pesona
Yang Selalu Memukau
Lalu lintas masih nampak tentunya merupakan suatu hal yang sangat menggembirakan. Kenapa Legio
sepi ketika penulis me- Maria cenderung menarik minat? Ya karena komunitas ini berkarya dengan
masuki kawasan Karawaci mengambil Bunda Maria sebagai panutan.
mengarah ke Gereja Santa Helena.
Namun saat memasuki area parkir Saat kita mendengar sebutan bunda dalam kehidupan sehari-hari tentu
Gereja Santa Helena, penulis me- dalam benak kita muncul figur seorang ibu yang penuh welas kasih, ibu
lihat kendaraan sudah penuh. Pagi yang selalu ada dan memperhatikan kebutuhan anak-anak dan selalu siap
itu, Selasa 12 Maret 2013, Misa menolong anak-anaknya apabila menemui kesulitan dan masalah. Banyak
Acies Kuria Maria Gratia Plena akan sekali anak-anak yang hanya bisa mampu berbicara kepada ibunya ketim-
dilaksanakan di Gereja Santa He- bang sang ayah. Ibu pula yang kerap kali menjadi perantara kepada sang
lena. Gereja sudah terlihat semarak ayah apabila anak-anak memohon sesuatu, semisal membeli motor baru.
oleh masing-masing presidium dan
setiap kelompok presidium nampak Analogi ini pula barangkali yang membuat Legio Maria menjadi
menempati tempat duduk yang pilihan banyak umat dalam berkarya dan berkomunitas. Bunda Maria, Sang
telah disediakan. Bendera masing- Bunda Welas Asih yang menjadi pilar penyangga Legio Maria sesungguhnya
masing Presidium menyembul di adalah daya tarik utama. Sangat banyak dijumpai umat, baik tua maupun
antara bangku-bangku gereja. Tepat muda, professional maupun bukan, berdevosi ke pada Bunda Maria lalu
jam 8 pagi misa dimulai, misa kon- bersatulah mereka dalam wadah yang menampung teman-teman dengan
selebran yang dipersembahkan oleh devosi yang sama. Coba bayangkan, saat Anda terbaring di rumah sakit
RP Barnabas Nono Juarno OSC lalu tiba tiba beberapa anggota Legio Maria dari presidium tertentu datang
dan RD Johan Ferdinand Wijshijer berkunjung dan mendoakan Anda. Ini tentu suatu sentuhan yang sangat
dari Paroki Santo Laurensius dan luar biasa, atau saat Anda berulang tahun tiba-tiba beberapa anggota Legio
RP Eduard Daeli OSC dari Paroki Maria presidium di mana Anda menjadi anggota aktif maupun auxilier
Santa Helena. Acara ini adalah tiba-tiba datang mengucapkan selamat ulang tahun atau datang mendo-
satu acara rutin Legio Maria setiap akan Anda. Ini tentunya suatu hal sederhana yang sangat menggembirakan.
tahun. Sejalan dengan tema yang di- Itulah mungkin sekilas aktifitas Legio Maria. Masih banyak aktifitas kema-
gaungkan KAJ, tahun ini Misa Acies nusiaan lainnya yang dilakukan jauh dari publikasi misalnya kunjungan
mengambil tema “Bersama Bunda kepada para lansia yang sedang sakit. Setiap minggu pada hari yang sama
Maria, Makin Beriman, Makin (pada hari yang sudah ditentukan) anggota aktif sebuah presidium berkum-
Bersaudara, Makin Berbelarasa.” pul untuk bersama-sama malakukan doa bersama dan memberikan laporan
kegiatan minggu sebelumnya. Di sinilah rasa persaudaraan dan keber-
Legio Maria (Legio Mariae), samaan dalam karya nyata bisa diwujudkan menjadi kemuliaan Allah. “Di
sebuah komunitas yang awalnya sini pulalah semangat disiplin ditempa, karena tugas bukan hanya sekedar
didirikan pada tahun 1921 oleh se- diucapkan tapi dilaksanakan dengan memberikan laporan dalam pertemuan
orang hamba Allah bernama Frank mingguan”, demikian penjelasan ibu Mulyana Atmaja, mantan bendahara
Duff di Dublin, Irlandia rupanya Presidium Ratu Rosari, Santo Laurensius.
sudah beranak-pinak di seluruh
dunia. Coba tengok di paroki kita Ibu Liany yang menjadi ketua Kuria Maria Gratia Plena dalam kata
saja sudah ada delapan Presidium sambutananya sempat merasakan kegalauan karena beberapa hari sebelum
termasuk tiga Presidium Junior. Ini hari H peserta yang memberikan konfirmasi untuk hadir dalam misa Acies
hanya sedikit. Namun sehari sebelum hari H, konfirmasi mengalir. Itulah
38 I SALUS AGUSTUS 2013 Legio Maria, semua serba praktis dan mengalir apa adanya.
Sebagaimana homili Pastor Nono dalam Misa Acies tersebut, “Apakah
ANTAR KITA
yang aku cari?” Pertanyaan ini menjadi inspirasi permenungan bahwa akti-
vitas dalam suatu komunitas bukan demi mencari suatu popularitas, bukan
mengutamakan keakuan sehingga akhirnya sebuah komunitas menjadi
wadah saling sikut dan gontok-gontokan, namun demi kemuliaan Allah
yang didapat lewat karya nyata dengan sentuhan kemanusiaan. Tujuan yang
mulia inilah yang menjadi pesona bagi Legio Maria. Pesona yang selalu
memukau dari masa ke masa. (Imelda Njo)
Seminar Mariologi percaya kita sebagai umat Katolik
akan pentingnya devosi kepada
Banyak umat Katolik bertanya apakah Bunda Maria mempunyai Bunda Maria. Semoga peserta semi-
anak selain Yesus? Apakah artinya Bunda Maria tetap perawan? nar ini dapat mengenal lebih dekat
Apakah dasarnya Maria diberi gelar Bunda Allah dan Bunda lagi kepada sosok Bunda Maria,
Gereja? Apakah Dogma Maria dikandung tanpa dosa? Dimana dapat dite- serta meneladaninya dalam menja-
mukan Dogma Maria diangkat ke surga? Apa itu Rosario dan darimana asal lani kehidupan sehari-hari.
mulanya? Bagimana sikap Gereja Katolik menanggapi penampakan Bunda
Maria di berbagai belahan dunia? Bagaimana umat katolik berdevosi yang (Ching-ching, Gunawan)
benar dan sehat terhadap Bunda Maria?
SALUS AGUSTUS 2013 I 39
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, maka PDKK Santo
Laurensius mengadakan Seminar Mariologi pada hari Sabtu, 8 Juni 2013,
bertempat di Aula Gereja Santo Laurensius, Alam Sutera, Tangerang
Selatan. Seminar ini dihadiri oleh kurang lebih 600 peserta yang berasal
dari berbagai paroki di sekitar Serpong dan Tangerang. Materi dibawakan
oleh dua orang pembicara, yaitu RD
Johan Ferdinand Wijshijer (Romo
Fe) yang merupakan salah satu Pastor
Paroki Santo Laurensius dan Bp.
Edward Christovani yang merupakan
pewarta dari BPK-PKK KAJ. Materi
seminar mengupas tuntas tentang
sejarah dari devosi kepada Bunda
Maria. Pak Christovani juga mem-
bagikan makalah singkat kepada para
umat yang hadir berisi silsilah Bunda
Maria dan Santo Yoseph.
Bunda Maria memang merupa-
kan sosok yang sangat dikagumi di
dalam komunitas Gereja Katolik.
Pembawaan dan sikapnya yang
sederhana menjadikannya teladan
bagi para umat Katolik. Sesi demi sesi
berlangsung dalam suasana hangat
penuh keingintahuan karena banyak
hal baru yang disampaikan oleh Pak
Christovani, yang menambah iman
ANTAR KITA
Tetesan Embun di Padang Gurun
Gathering Sie Katekese
Seperti tetesan embun di padang
gurun. Sejak menjalankan Tetesan embun yang pertama berupa doa pembuka oleh Eddy Badarudin,
program-program kerja Sie Ka- dilanjutkan sambutan panitia Lisa. Berikutnya sambutan-sambutan singkat dari
tekese yang dimulai dari pelantikan di Ketua Sie Katekese Vincentius Chandra dan Ketua Bidang Pewartaan Eddy
bulan Februari 2012, tibalah saatnya Badarudin. Inti sari dari kata sambutan yang disampaikan adalah rasa syukur
bagi Sie Katekese untuk menikmati dan sukacita kepada Sie Katekese yang dalam persaudaraan dan persekutuan
suasana hati dalam keceriaan, kebaha- telah memberikan waktu, tenaga, pikiran dan pelayanan kepada umat Paroki,
giaan dan kepuasan dalam keber- meski para pengurus dan anggota memiliki pergulatan dalam kesibukan rutin
samaan antar pengurus Sie Katekese dan tanggung jawab kepada keluarga masing-masing. Juga acara ini diimani
Paroki tercinta ini. Hadir juga di acara dan disyukuri sebagai berkat Perjamuan Tuhan kepada kita semua.
“Tetesan Embun” ini Ketua Bidang
Perwartaan Eddy Badarudin dan Tetesan embun berikutnya adalah permainan kelompok yang sederhana
Pastor Sangker Sihotang OSC selaku tapi meriah dan kompak tak lepas dari hal-hal lucu dan ketawa-ketiwi, selama
Moderator. +/- 15 menit. Masing-masing kelompok dan individu lalu menjelaskan hasil
kerja kelompok dalam permainan tadi dan memberi komentar-komentar yang
Tetesan embun kebersamaan ini membuat gelak ketawa semua yang hadir.
diadakan pada hari Minggu, 21 Juli
2013, jam 11:30 – 14:00 di Resto Tepat jam 13:00 tetesan embun melayani kebutuhan mulut dan perut
Remaja Kuring (BSD-Parung). Meski untuk santap siang. Dibuka dengan doa syukur oleh Pastor Sangker Sihotang,
ada beberapa teman sepelayanan yang dan lanjut berbaris mengambil piring sendok dan hidangan makan siang, suara
tidak dapat hadir, namun dengan 25 obrolan berganti dengan suara sendok beradu piring dan kriuk-kriuk gigitan
orang yang hadir, acara kebersamaan krupuk.
dapat berlangsung dengan baik. Rasa
kebersamaan dan sukacita sudah Tetesan embun selanjutnya berupa pemberian poster Paus Fransiskus
terbersit sejak dari mulai berangkat kepada salah satu kelompok permainan yang hasil kerjanya bisa dibanggakan
dari halaman gereja, saat tiba di lokasi dan mendapat pengakuan bagus. Dilanjutkan dengan pembagian door prize
acara dan dalam seluruh rangkaian yaitu 6 bingkisan kecil tipis berisi buku rohani. Pastor Sangker lalu memberi-
acara. Kegembiraan tersebut ditun- kan renungan singkat tentang suatu peristiwa dalam pelayanan umat, bahwa
jang dengan suasana alam yang hijau, dibutuhkan keberanian hati, sikap mau berbagi dan mensyukuri apa yang ada
teduh, sejuk dan asri, sangat mendu- dari para anggota yang melayani di Sie Katekese. Acara lalu ditutup dengan doa
kung suasana hati, pikiran dan badan dan berkat peneguhan oleh Pastor Sangker.
lepas dari kepenatan dan hiruk pikuk
kehidupan di tengah kota Tangerang Tetesan embun terakhir dan tak ketinggalan adalah aksi karaoke oleh Pa-
Selatan. Setelah datang ke lokasi dan stor Sangker bersama beberapa anggota membuat suasana makin ceria dan ba-
berkumpul di ruang acara dengan hagia. Acara diakhiri dengan foto bersama dan naik becak mini di area taman.
nuansa interior dan furniture tradi-
sional dan asri, duduk mengelilingi Tetesan embun sudah dinikmati dalam sukacita dan syukur, acara bubar
meja besar sambil ngobrol dan ngemil jalan jam 14:00 dan semua pulang dengan membawa semangat pelayanan yang
sajian cemilan didampingi seruputan baru. (Chandra)
teh hangat, kopi hitam, kopi susu,
sambil menunggu beberapa peserta
yang masih dalam perjalanan.
40 I SALUS AGUSTUS 2013
KATAKESE
MELAGUKAN
DOA TUHAN
7Awalnya suara itu ke dalam notasi angka perbaikan terakhir atas lagu ini,
September 2012, Pk. 10.00 terketik. Di Kemudian hari, Nico berkat seorang muda putra pak
menjelang siang, saya sedang (David Nicodemus Yanuar) murid Theo tadi, saya mulai perkenalkan
mengemudikan mobil di kelas 3 SMP Laurensia, putra pak lagu ini dalam misa-misa harian
tengah kemacetan sekitar Slipi, Theo ketua lingkungan Feronia dan misa lain yang saya pimpin
mulai terganggu dengan kemacetan memperbaiki beberapa not yang ke- untuk kelompok-kelompok kecil
saya membatinkan kesalehan Maria liru diketik setelah kami nyanyikan di Paroki St. Laurensius, khususnya
sambil mengulang-ngulang bahan bersama dengan iringan pianonya, dalam presidium Legio Maria yang
khotbah tentang Maria yang sema- usai suatu misa lingkungan di saya bimbing. Ketua Seksi Liturgi,
lam saya rancang untuk kelompok rumahnya. pak Andra sering ikut dalam misa
karyawan Gramedia. Misa karya- harian tersebut sehingga dengan
wan kali ini cukup mendebarkan Saat retret para imam diosesan, kemampuan musikal yang cukup
saya, membuat gugup karena akan saya memperkenalkan lagu Bapa berkat keterlibatan dalam koor
berjumpa dengan teman-teman Kami ini pada para imam yang gereja, cepat menguasai lagu ini.
wartawan Kompas juga. Meredam ikut retret di antaranya Rm. Susilo, Kemudian, kelompok koor St.
kemungkinan tertekan karena saat itu masih ketua KomLit KAJ Peter’s Choir, Paduan Suara Katedral
kemacetan, saya mencoba-coba dan juga Rm. Bagyo, Vikjen KAJ. asuhan Bp. Mulyadi mengiring
menggumamkan sebuah gubahan Bersama mereka, beberapa irama misa perkawinan Gaudi Agathon
lagu tentang Maria, tidak bisa! Gu- diperbaiki lagi dan kata amin di dan menjadi paduan suara yang
maman itu malahan melagukan doa akhir lagu dihilangkan. Rm. Bagyo pertama-tama menguasai lagu ini.
Bapa Kami, dan anehnya gubahan memberi semangat untuk memper- Beliau merasakan lagu ini sangat
dimulai dari gumaman atas akhir kenalkan lagu ini di kalangan umat membantunya berdoa, menurutnya
doa ini, ‘bebaskanlah kami dari yang paroki dahulu, jika membantu umat karena iramanya yang cukup klasik
jahat.’ berdoa pasti dengan sendirinya namun tidak kuno.
semakin meluas. Kemudian, tak
Esoknya malam Minggu, 8 tahu malu, saya rekam suara buruk Terpicu perbincangan majalah
September 2012 saya berjumpa saya dan sebarkan lewat media sosial HIDUP edisi 26, tanggal 30 Juni
dengan sekelompok orang muda, WhatsApp kepada umat, salah 2013, saya berinisitif memper-
diantaranya para pemazmur Emil satunya grup Romo Diosesan KAJ. kenalkan lagu Bapa Kami ini pada
dan Berth. Bertiga kami mencoba Berbagai komentar muncul, lagu ini Minggu, 28 Juli 2013, saat Injil
menyanyikan lagu Bapa Kami yang membuang merinding Rm. Danto, tepat berisi kisah Yesus mengajar
kemarin saya gumamkan. Beberapa saat itu pastor rekan Cikarang – saat para murid-Nya berdoa Bapa Kami.
usulan perbaikan dari pak Berth ini ketua KomLit KAJ, bahkan Beberapa catatan dalam majalah
dan Emil sempat saya terapkan. mengatakan mau membantu mem- tersebut misalnya, lagu harus men-
Saya merekamnya dengan sebuah buat chord lagu ini. gabdi pada doa dan liturgi, mendo-
smartphone, lalu minta tolong rong saya ikut terlibat memberikan
seorang bapak muda Ferdinand Tri, Mulai Sosialisasi pilihan tersebut. Lagu Bapa Kami
umat wilayah 7 menterjemahkan Semakin bersemangat setelah ini tidak merubah doa Bapa Kami
42 I SALUS AGUSTUS 2013
SALUS AGUSTUS 2013 I 43
KATAKESE maka saya terus melanjutkan sosia- baru diperkenalkan? 20 orang
lisasi yang makin meluas kepada menyatakan sangat menarik, 47
yang ditetapkan dalam Tata Pera- umat paroki. Semoga kita, anda dan orang menyatakan menarik dan
yaan Ekaristi dan lagunya bersifat saya semakin terbantu berdoa Bapa 45 orang menyatakan biasa saja.
meditatif, bukan pop. Menurut Kami. 2. Apakah lagu ini membantu anda
saya, lagu Bapa Kami ini mungkin dalam berdoa? 17 orang men-
dapat menjadi pilihan umat untuk Usai sosialisasi perdana yatakan sangat membantu, 57
melagukan doa Bapa Kami yang tersebut, sejumlah OMK mem- orang menyatakan membantu
semakin khusuk dan membantu bantu membuat evaluasi kecil sesuai dan 38 orang menyatakan biasa
berdoa. dengan kriteria mereka sendiri. Dari saja.
160 lembar angket yang dibagikan, 3. Sebanyak 53 orang menyatakan
Sampai pada saatnya sosiali- terkumpul kembali 124 angket. lagu Bapa Kami tersebut mudah
sasi perdana, 28 Juli 2013 tersebut, Dari pengumpulan itu 112 angket dipelajari, 35 orang menyatakan
sesuai saran Pastor Sangker OSC, diisi dan 12 angket kosong. biasa saja dan 24 orang menya-
Kepala Paroki, saya sekali lagi takan susah dipelajari. (Romo Fe)
bertanya pada Vikjen KAJ dan 1. Bagaimana menurut anda,
meminta pendapat dari Ketua Seksi melodi lagu Bapa Kami yang
Liturgi Paroki. Setelah menemukan
tidak ada keberatan dari mereka,
Proficiat atas Tahbisan Imamat
RD Antonius Yakin Ciptamulya
Mengucapkan selamat atas tahbisan imamat RD Antonius Yakin
Ciptamulya pada hari Kamis, 22 Agustus 2013. Tahbisan dilakukan
oleh Uskup Agung Jakarta Mgr. Ignatius Suharyo di Gereja St. Arnoldus
Janssen Bekasi. Dalam perayaan agung tersebut telah ditahbiskan 9 orang
imam yang terdiri dari 8 imam diosesan dan 1 imam CICM.
Romo Yakin adalah Imam Diosesan KAJ. Romo kelahiran tahun
1978 ini adalah anak dari pasangan Bp. Damianus Hindra Kumala dan
Ibu Damiana Sri Widianingsih Jonatan (Alm). Berasal dari Paroki
St. Thomas Rasul Bojong Indah, sekarang Bp. Hindra Kumala tinggal di
Sutera Feronia Park, perumahan Alam Sutera.
Kisah perjalanan panggilan imamat Romo Yakin dapat dibaca di
website Paroki Alam Sutera, dengan alamat http://www.santo-laurensius.
org/2013/08/22/refleksi-imamat-yakin/
Berikut sepenggal kalimat dari kesaksian beliau:
Selama menyetir, saya kembali teringat perkataan dan pesan terakhir mama. Saya sungguh merasakan kasih
mama melalui pesan yang membebaskan tersebut. Pesan itulah yang membuat saya semakin mencintai dan berani
memperjuangkan jalan panggilan ini. Sejak saat itu saya sungguh menghayati panggilan Tuhan ini
sebagai anugerah.
44 I SALUS AGUSTUS 2013
PASTORAL KELUARGA
KRIIING SKK
SEKSI
KERASULAN
KELUARGA
Kolom ini dibuat untuk para umat yang mau Kriiing SKK, saat ini saya merasa suami
bertanya apa saja seputar keluarga. Kolom ini mulai tidak tertarik dengan saya lagi.
diasuh oleh Tim SKK Paroki dengan pendam- Saya belum tahu apakah suami punya
ping Pastor Paroki. Tim SKK Paroki adalah para pasutri WIL. Tapi suami sering kali menegur
yang sudah mengikuti pelatihan Kerasulan Keluarga dan saya karena penampilan saya lusuh dan
Konseling Keluarga dari KAJ. Di dalamnya juga terdapat belakangan ini suami malas melakukan
psikolog professional. Semua nama yang mengirimkan hubungan intim.
pertanyaan akan dirahasiakan di tangan tim SKK. Sebenarnya permasalahannya adalah
saya mempunyai 3 orang anak yang
Pertanyaan dapat dikirimkan melalui email ke kon- masih kecil-kecil (paling besar 5 tahun)
[email protected] atau melalui hotline 0855-789-9986. tanpa pembantu. Semua saya urus
Jadwal konseling (gratis) setiap hari Minggu pertama dan sendiri , mulai dari ke pasar, masak,
ketiga, pukul 10:30 – 12:00 di Pastoran Paroki. antar dan jemput anak ke sekolah atau
les. Saya sangat capek, tetapi suami
Kriiing SKK, saya akan menikah dan tidak mau tahu seolah-olah itu sudah
bingung mengapa Gereja Katolik meng- merupakan kewajiban istri yang urus
haruskan kita mempunyai anak? anak dan rumah tangga. Saya lelah dan
ingin tinggalkan ini semua, cuma saya
Wow, pertanyaan yang menarik sekali! Terima kasih takut karena saya berjanji di altar di
atas pertanyaan ini. Mungkin kita harus kembali pada hadapan Allah untuk setia sampai maut
hakekat penciptaan manusia, dimana pada penciptaan memisahkan kita. Bagaimana ya agar
manusia Tuhan sudah memberikan izin kepada kita saya bisa keluar dari masalah ini?
untuk menaklukkan bumi demi kebahagiaan kehidupan
manusia . Ibu kami sangat paham dengan kondisi ibu. Melihat
kondisi rumah tangga ibu, satu kata yang ingin disam-
Bagaimanakah mungkin manusia bisa menakluk- paikan “salut” kepada ibu, yang memilih menjadi ibu ru-
kan bumi bila tidak ada keturunan dari satu generasi ke mah tangga sepenuhnya dan tidak bekerja di luar rumah.
generasi berikutnya? Hal itu juga sangat jelas dituliskan Hal ini harus kami apresiasi karena pekerjaan sebagai ibu
dalam kitab Kejadian 1:28 “… beranak cuculah” dan juga rumah tangga sangat luar biasa, tanpa jam kerja dan tanpa
janji Allah kepada Abraham bahwa akan memberikan ke- gaji.
turunan kepada Abraham seperti debu tanah banyaknya
(Kejadian 13:16). Saran kami, ibu perlu waktu sesaat untuk menarik
diri dari kesibukan yang melilit ibu dan mulai merawat
Jadi adikku yang akan menikah, pernikahan adalah diri dan memperhatikan penampilan. Supaya pada saat
sesuatu yang suci dan juga untuk menggenapi apa yang suami pulang kerja akan merasa senang melihat istrinya
sudah dituliskan dan direncanakan sejak awal. Semoga terlihat cantik dan segar. Usahakan juga untuk mengatur
adik bisa mendapatkan banyak keturunan dan siapa tahu
ada yang dipanggil menjadi pastor atau suster untuk
memimpin Gereja di masa depan.
SALUS AGUSTUS 2013 I 45
PASTORAL KELUARGA
waktu dan minta bantuan dari saudara agar ibu bisa pergi memperhatikan dalam misa.
berduaan dengan suami untuk mencari suasana baru dan Hal kreatif dan efektif yang dapat dilakukan
tentunya berkomunikasi untuk menyelesaikan masalah
ini. terangkum dalam satu kata kunci, yaitu LIBATKAN
anak untuk aktif memperhatikan dalam misa. Misalnya,
Mungkin baik juga bila ibu mencari pembantu un- pada ritus pembukaan, anak diminta untuk menghitung
tuk sedikit meringankan tenaga ibu dan ada waktu untuk berapa Putra Altar yang ada dan berapa yang berkacamata.
diri ibu sendiri dan untuk suami. Ajak suami beraktivitas Berapa Putri Sakritsti yang ada dan apakah rambutnya
bersama anak-anak untuk memberikan sedikit suasana diikat? Berapa banyak Prodiakon dan berapa yang - maaf
beda bagi ibu. - misalnya tidak berambut (Hal lucu ini pasti menyenang-
kan anak). Selain itu pada saat Pastor berkhotbah, kita
Di Paroki kita juga ada komunitas untuk keluarga, bias meminta anak untuk memperhatikan jubah Pastor
yaitu Couple For Chris (Pasangan untuk Kristus) dan ME atau mencari kata-kata yang paling disukai dari khotbah
(Marriage Encounter). Mungkin Ibu dan suami bisa ber- Pastor hari itu.
gabung dengan salah satunya agar relasi dan komunikasi
Ibu dan suami dapat lebih baik lagi. Sehabis misa Anda bisa mencocokkan hasilnya.
Sehingga seolah-olah anak bermain games bersama Anda.
Jika masih ada yang ingin Ibu sampaikan, silahkan Jangan lupa sekali-kali selipkan juga edukasi mengenai apa
datang kepada konseling kami di hari Minggu pertama tugas para Putra Altar, Putri Sakristi. Atau bahas bersama
dan ketiga, ajak juga suami Ibu agar kami bisa berbin- dalam konteks anak-anak mengenai khotbah Pastor.
cang-bincang dengan suami Ibu juga.
Percayalah hal ini akan menyenangkan karena
Kriiing SKK, mohon bantuannya anak merasa dilibatkan dan tidak duduk bengong saja.
karena saya merasa hal kecil ini lama Dan tentunya juga dibutuhkan kreativitas Anda untuk
kelamaan bisa menjadi api yang berko- membuat variasi tebakan sehingga tidak monoton tiap
bar dalam rumah tangga kami. Setiap minggunya. Selamat mencoba!
habis pulang misa pasti kami bertengkar
karena pasangan saya merasa saya tidak
bisa mengurus anak kami dalam misa.
Anak kami satu orang perempuan dan
berusia 4 tahun. Di dalam misa selalu
membuat keonaran misalnya minta ke-
luar karena mau pipis, memukul-mukul
orang disebelahnya, merengek minta
dibelikan makanan di kantin WK.
Intinya ingin segera keluar dari gereja.
Suami ingin agar anak kami duduk
manis tanpa suara seperti kita orang
dewasa dan saya yang selalu disalahkan.
Lama kelamaan saya tidak tahan juga
dan merasa tidak perlu ke gereja bila
tahu pasti akan bertengkar setelah sele-
sai misa. Bagaimana mengatasi ini?
Anak-anak usia 4 tahun memang usia yang masih
sangat aktif dan dinamis dan pasti sulit untuk duduk
tenang dalam misa selama 1½ jam. Karena secara psiko-
logi perkembangannya, anak-anak dalam usia ini rentang
konsentrasinya masih sangat rendah. Namun bukan ber-
arti anak-anak usia ini tidak bisa diajak kerjasama untuk
46 I SALUS AGUSTUS 2013
PASTORAL KELUARGA