SESI 3
ANALISIS SKL, CAPAIAN
PEMBELAJARAN, DAN KAITANNYA
DENGAN MODEL PEMBELAJARAN
1
MATERI 3
ANALISIS SKL, CAPAIAN PEMBELAJARAN, DAN
KAITANNYA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN
Capaian Pembelajaran
1. Tujuan
Tujuan mengikuti materi ini peserta bimtek dapat
memahami konsep Standar Kompetensi Lulusan,
kompetensi inti, kompetensi dasar, merumuskan
IPK/Capaian Pembelajaran, Tujuan Pembelajaran, Alur
Tujuan Pembelajaran dan uraian model pembelajaran yang
dirancang berbasisaktivitas.
2. Indikator Keberhasilan
Setelah mengikuti bimtek ini, peserta dapat:
a. Menganalisis Standar Kompetensi Lulusan sesuai jenjang
yang meliputi dimensi sikap, pengetahuan dan
keterampilan.
b. Menentukan deskripsi kompetensi inti sesuai dengan
standar kompetensi lulusan yang meliputi aspek sikap
spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan keterampilan.
c. Menentukan deskripsi kompetensi dasar sesuai
kompetensi inti aspek sikap spiritual, sikap sosial,
pengetahuan dan keterampilan.
d. Menganalisis kompetensi dan konten yang harus dicapai
pada setiap fase dalam capaian pembelajaran.
2
e. Menentukan model pembelajaran yang dirancang
berbasis aktivitas.
Pokok-Pokok Materi
1. Standar Kompetensi Lulusan
2. Kompetensi Inti
3. Kompetensi Dasar
4. Capaian Pembelajaran
Uraian Materi
1. Standar Kompetensi Lulusan
Standar Kompetensi Lulusan merupakan salah satu dari
delapan Standar Nasional Pendidikan sebagaimana yang
ditetapkan dalam Pasal 35 Ayat (1)Undang-Undang Nomor
20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan
lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan
keterampilan, yang akan menjadiacuan bagi pengembangan
kurikulum dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan
nasional.
Standar Kompetensi Lulusan adalah kriteria mengenai
kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap,
pengetahuan, dan keterampilan.
Standar Kompetensi Lulusan digunakan sebagai acuan
utama pengembangan standar isi, standar proses, standar
3
penilaian pendidikan, standar pendidik dan tenaga
kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar
pengelolaan, dan standar pembiayaan.
Ruang Lingkup Standar Kompetensi Lulusan terdiri atas
kriteria/ kualifikasi kemampuan peserta didik yang
diharapkan dapat dicapai setelah menyelesaikan masa
belajarnya di satuan pendidikan pada jenjang pendidikan
dasar dan menengah.
Rumusan Standar Kompetensi lulusan SD/MI/SDLB/Paket A;
SMP/MTs/SMPLB/Paket B; dan SMA/MA/SMALB/Paket C
yang meliputi dimensi sikap, pengetahuan dan keterampilan
adalah sebagai berikut:
Dimensi Sikap
SD/MI/SDLB/ SMP/MTs/SMPLB SMA/MA/SMALB
Paket A / Paket B / Paket C
Memiliki perilaku Memiliki perilaku Memiliki perilaku
yang yang yang
mencerminkan mencerminkan mencerminkan
sikap: sikap: sikap:
1. beriman dan 1. beriman dan 1. beriman dan
bertakwakepada bertakwakepada bertakwa kepada
Tuhan YME, Tuhan YME, TuhanYME,
2. berkarakter, 2. berkarakter, jujur, 2. berkarakter,
jujur, danpeduli, danpeduli, jujur,dan peduli,
3. bertanggung 3. bertanggung 3. bertanggung
jawab, jawab, jawab,
4. pembelajar 4. pembelajar sejati 4. pembelajar
4
SD/MI/SDLB/ SMP/MTs/SMPLB SMA/MA/SMALB
Paket A / Paket B / Paket C
sejati sepanjang sepanjang hayat, sejati sepanjang
hayat, dan dan hayat, dan
5. sehat jasmani 5. sehat jasmani 5. sehat jasmani
danrohani sesuai dan rohani sesuai danrohani
dengan dengan sesuai dengan
perkembangan perkembangan perkembangan
anak di anak di lingkungan anak dilingkungan
lingkungan keluarga, sekolah, keluarga, sekolah,
keluarga, masyarakat dan masyarakat dan
sekolah, lingkungan alam lingkungan alam
masyarakat dan sekitar,bangsa, sekitar, bangsa,
lingkungan alam negara, dan negara,kawasan
sekitar,bangsa, kawasan regional. regional, dan
dan negara internasional.
Dimensi Pengetahuan
SD/MI/SDLB/ SD/MI/SDLB/ SD/MI/SDLB/
Memiliki Memiliki Memiliki
pengetahuan pengetahuan pengetahuan
faktual, faktual,konseptual, faktual,
konseptual, prosedural, dan konseptual,
prosedural, dan metakognitif pada prosedural, dan
metakognitif pada tingkat teknis dan metakognitif pada
tingkat dasar spesifik sederhana tingkatteknis,
berkenaan berkenaan spesifik, detil, dan
dengan: dengan: kompleks
1.ilmu 1.ilmu berkenaan
5
SD/MI/SDLB/ SD/MI/SDLB/ SD/MI/SDLB/
pengetahuan, pengetahuan, dengan:
2.teknologi, 2.teknologi, 1.ilmu
3.seni, dan 3.seni, dan
4.budaya. 4.budaya. pengetahuan,
2.teknologi,
Mampu Mampu 3.seni,
mengaitkan mengaitkan 4.budaya, dan
pengetahuan di pengetahuan di 5.humaniora.
atas dalam atas dalam
konteks diri konteks diri Mampu
sendiri, keluarga, sendiri, keluarga, mengaitkan
sekolah, sekolah, pengetahuan di
masyarakat dan masyarakat dan atas dalamkonteks
lingkungan alam lingkungan alam diri sendiri,
sekitar,bangsa, sekitar, bangsa, keluarga,
dan negara. negara, dan sekolah,
kawasanregional. masyarakat dan
lingkungan alam
sekitar,bangsa,
negara, serta
kawasan regional
dan internasional.
Dimensi Keterampilan
SD/MI/SDLB/ SMP/MTs/SMPLB/ SMA/MA/SMALB/
Paket A Paket B Paket C
Memiliki Memiliki Memiliki
keterampilan keterampilan keterampilan
berpikir dan berpikir dan berpikir dan
6
SD/MI/SDLB/ SMP/MTs/SMPLB/ SMA/MA/SMALB/
Paket A Paket B Paket C
bertindak: bertindak: bertindak:
1. kreatif, 1. kreatif, 1.kreatif,
2. produktif, 2. produktif, 2.produktif,
3. kritis, 3. kritis, 3.kritis,
4. mandiri, 4. mandiri, 4.mandiri,
5. kolaboratif, dan 5. kolaboratif, dan 5.kolaboratif, dan
6. komunikatif 6. komunikatif 6.komunikatif
melalui melalui pendekatan melalui
pendekatan ilmiah lmiah sesuai pendekatan ilmiah
sesuai dengan dengan yang sebagai
tahap dipelajari di satuan pengembangan
perkembangan pendidikan dan dari yang dipelajari
anak yang relevan sumbeain secara di satuan
dengan tugas mandiri pendidikan dan
yangdiberikan sumber lain secara
mandiri
2. Kompetensi Inti
Kompetensi inti pada kurikulum 2013 merupakan tingkat
kemampuan untuk mencapai standar kompetensi lulusan
yang harus dimiliki seorang peserta didik pada setiap tingkat
kelas.
Isi kurikulum 2013 dikembangkan dalam bentuk Kompetensi
Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD). Kompetensi Inti
dikembangkan dari Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan
7
merupakan kualitas minimal yang harus dikuasai peserta
didik di kelas untuk setiap mata pelajaran. Kompetensi Inti
tidak memuat konten khusus mata pelajaran tetapi konten
umum yaitu fakta, konsep, prosedur, metakognitif dan
kemampuan menerapkan pengetahuan yang terkandung
dalam setiap mata pelajaran.
Perluasan penerapan kompetensi yang dipelajari dinyatakan
dalam KI, dimulai dari lingkungan terdekat sampai ke
lingkungan global. Dalam desain Kurikulum 2013,
Kompetensi Inti berfungsi sebagai pengikat bagi
Kompetensi Dasar. Oleh karena itu, setiap Kompetensi Dasar
yang dikembangkan harus mengacu kepada Kompetensi
Inti.
Kompetensi Inti terdiri atas empat dimensi yang satu sama
lain saling terkait. Keempat dimensi tersebut adalah: sikap
spiritual (KI 1), sikap sosial (KI 2), pengetahuan (KI 3), dan
keterampilan (KI 4), yang tercantum dalam pengembangan
Kompetensi Dasar, Silabus, dan RPP. Dalam proses
pembelajaran, KI 1 dan KI 2 dikembangkan di setiap kegiatan
sekolah dengan pendekatan pembelajaran tidak langsung
(indirect teaching). Sedangkan KI 3 dan KI 4 dikembangkan
oleh masing-masing mata pelajaran dengan pendekatan
pembelajaran langsung (direct teaching). Kompetensi Inti 3
(KI 3) menitikberatkan pada pengembangan pengetahuan
(faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif) dalam
jenjang kemampuan kognitif dari mengingat sampai
mencipta. Sedangkan KI 4 merupakan penerapan dari apa
yang dipelajari pada KI 3 dalam proses pembelajaran yang
terintegrasi ataupun terpisah. Pembelajaran terintegrasi
8
mengandungmakna bahwa proses pembelajaran KI 3 dan KI
4 dilakukan pada waktu bersamaan baik di kelas,
laboratorium maupun di luar sekolah. Pembelajaran terpisah
mengandung makna bahwa pembelajaran mengenai KI 3
terpisah dalam waktu dan/atau tempat dengan KI 4.
Selanjutnya, setiap KI dijabarkan dalam bentuk Kompetensi
Dasar (KD). Kompetensi Dasar (KD) dari masing-masing KI
menjadi rujukan guru dalam pengembangan Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP merupakan rencana
kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan
atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk
mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam
upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD).
3. Kompetensi Dasar
Kompetensi dasar merupakan kemampuan dan materi
pembelajaran minimal yang harus dicapai peserta didik
untuk suatu mata pelajaran pada masing-masing satuan
pendidikan yang mengacu pada kompetensi inti.
Kompetensi Dasar (KD) adalah kemampuan untuk mencapai
Kompetensi Inti yang harus diperoleh peserta didik melalui
pembelajaran. Kompetensi Dasar setiap mata pelajaran
dikembangkan dengan merujuk kepada Kompetensi Inti dan
setiap KI memiliki KD yang sesuai. Dengan perkataan lain, KI
1 memiliki KD yang berkaitan dengan sikap spiritual, KI 2
memiliki KD yang berkaitan dengan sikap sosial, KI 3
memiliki KD yang berkaitan dengan pengetahuan dan KI 4
memiliki KD yang berkaitan dengan keterampilan. KI-1, KI-2,
9
dan KI-4 dikembangkan melalui proses pembelajaran setiap
materi pokok yang tercantum dalam KI-3. KI-1 dan KI-2 tidak
diajarkan langsung, tetapi indirect teaching pada setiap
kegiatan pembelajaran.
Setiap kompetensi berimplikasi terhadap tuntutan proses
pembelajaran dan penilaian. Hal ini bermakna bahwa
pembelajaran dan penilaian pada tingkatyang sama memiliki
karakteristik yang relatif sama dan memungkinkan
terjadinya akselerasi belajar dalam 1 (satu) tingkat
Kompetensi. Selain itu, untuk tingkat kompetensi yang
berbeda menuntut pembelajaran dan penilaian dengan
fokus dan penekanan yang berbeda pula.
4. Capaian Pembelajaran
Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kompetensi
pembelajaran yang harus dicapai murid pada setiap fase
perkembangan, yang dimulai dari fase Fondasi pada PAUD.
Capaian Pembelajaran mencakup sekumpulan kompetensi
dan lingkup materi, yang disusun secara komprehensif
dalam bentuk narasi. Capaian pembelajaran memuat
sekumpulan kompetensi dan lingkup materi yang disusun
secara komprehensif dalam bentuk narasi.
Pemerintah menetapkan Capaian Pembelajaran (CP) sebagai
kompetensi yang ditargetkan. Namun demikian, CP tidak
cukup konkret untuk memandu kegiatan pembelajaran
seharihari. CP perlu diurai menjadi tujuan-tujuan Pendidik
dapat (1) mengembangkan sepenuhnya alur tujuan
pembelajaran dan/atau perencanaan pembelajaran, (2)
10
mengembangkan alur tujuan pembelajaran dan/atau
rencana pembelajaran berdasarkan contoh-contoh yang
disediakan pemerintah, atau (3) menggunakan contoh yang
disediakan. Pendidik menentukan pilihan tersebut
berdasarkan kemampuan masing-masing. Dalam Platform
Merdeka Mengajar, pembelajaran yang lebih operasional
dan konkret, yang dicapai satu persatu oleh peserta didik
hingga mereka mencapai akhir fase. Proses berpikir dalam
merencanakan pembelajaran ditunjukkan dalam Gambar 2
di bawah ini.
pemerintah menyediakan contoh-contoh alur tujuan
pembelajaran, rencana pelaksanaan pembelajaran atau yang
sering dikenal sebagai RPP, dan modul ajar. Dengan kata
lain, setiap pendidik perlu menggunakan alur tujuan
pembelajaran dan rencana pembelajaran untuk memandu
mereka mengajar; akan tetapi mereka tidak harus
mengembangkannya sendiri. Proses perancangan kegiatan
pembelajaran dalam panduan ini dibuat dengan asumsi
bahwa pendidik akan mengembangkan alur tujuan
pembelajaran dan rencana pembelajaran secara mandiri,
tidak menggunakan contoh yang disediakan pemerintah.
Oleh karena itu, apabila pendidik menggunakan contoh,
11
proses ini perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Dengan kata
lain, proses dalam Gambar 2 tidak harus dilakukan secara
lengkap oleh seluruh pendidik.
Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kompetensi
pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap
fase, dimulai dari fase fondasi pada PAUD. Jika dianalogikan
dengan sebuah perjalanan berkendara, CP memberikan
tujuan umum dan ketersediaan waktu yang tersedia untuk
mencapai tujuan tersebut (fase). Untuk mencapai garis finish,
pemerintah membuatnya ke dalam enam etape yang
disebut fase. Setiap fase lamanya 1-3 tahun.
Berikut ini adalah beberapa contoh pemanfaatan fase-fase
Capaian Pembelajaran dalam perencanaan pembelajaran:
a. Pembelajaran yang fleksibel. Ada kalanya proses belajar
berjalan lebih lambat pada suatu periode (misalnya,
ketika pembelajaran di masa pandemi COVID-19)
sehingga dibutuhkan waktu lebih panjang untuk
mempelajari suatu konsep. Ketika harus “menggeser”
waktu untuk mengajarkan materi-materi pelajaran yang
sudah dirancang, pendidik memiliki waktu lebih panjang
untuk mengaturnya.
b. Pembelajaran yang sesuai dengan kesiapan peserta
didik. Fase belajar seorang peserta didik menunjukkan
kompetensinya, sementara kelas menunjukkan
kelompok (cohort) berdasarkan usianya. Dengan
demikian, ada kemungkinan peserta didik berada di kelas
III SD, namun belajar materi pelajaran untuk Fase A (yang
umumnya untuk kelas I dan II) karena ia belum tuntas
12
mempelajarinya. Hal ini berkaitan dengan mekanisme
kenaikan kelas yang disampaikan dalam Bab VII
(Mekanisme Kenaikan Kelas dan Kelulusan).
c. Pengembangan rencana pembelajaran yang kolaboratif.
Satu fase biasanya lintas kelas, misalnya CP Fase D yang
berlaku untuk Kelas VII, VIII, dan IX. Saat merencanakan
pembelajaran di awal tahun ajaran, guru kelas VIII perlu
berkolaborasi dengan guru kelas VII untuk mendapatkan
informasi tentang sampai mana proses belajar sudah
ditempuh peserta didik di kelas VII. Selanjutnya ia juga
perlu berkolaborasi dengan guru kelas IX untuk
menyampaikan bahwa rencana pembelajaran kelas VIII
akan berakhir di suatu topik atau materi tertentu,
sehingga guru kelas IX dapat merencanakan
pembelajaran berdasarkan informasi tersebut.
Rangkuman
1. Standar Kompetensi Lulusan adalah kriteria mengenai
kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap,
pengetahuan, dan keterampilan.
2. Kompetensi inti pada kurikulum 2013 merupakan tingkat
kemampuan untuk mencapai standar kompetensi lulusan
yang harus dimiliki seorang peserta didik pada setiap tingkat
kelas. Kompetensi inti yang dimaksud terdiri atas:
kompetensi inti sikap spiritual; kompetensi inti sikap sosial;
kompetensi inti pengetahuan; dan kompetensi inti
keterampilan.
3. Kompetensi dasar yakni kemampuan dan materi
13
pembelajaran minimal yang harus dicapai peserta didik
untuk suatu mata pelajaran pada masing- masing satuan
pendidikan yang mengacu pada kompetensi inti.
4. Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kompetensi
pembelajaran yang harus dicapai murid pada setiap fase
perkembangan, yang dimulai dari fase Fondasi pada PAUD.
Capaian Pembelajaran mencakup sekumpulan kompetensi
dan lingkup materi, yang disusun secara komprehensif
dalam bentuk narasi. Capaian pembelajaran memuat
sekumpulan kompetensi dan lingkup materi yang disusun
secara komprehensif dalam bentuk narasi
5. Model pembelajaran adalah seluruh rangkaian penyajian
materi ajar yangmeliputi segala aspek sebelum dan sesudah
pembelajaran yan dilakukan guru serta segala fasilitas yang
terkait yang digunakan secara langsung atau tidak langsung
dalam proses belajar mengajar.
Tugas
Untuk meningkatkan pemahaman terhadap materi 2:
Analisis SKL, Capaian Pembelajaran, dan kaitannya dengan
Metode Pembelajaran, maka peserta menjawab pertanyaan
berikut:
Jelaskan komponen yang harus dipertimbangkan sebelum
memilih model pembelajaran!
14
Umpan Balik dan Tindak Lanjut
Setelah menyelesaikan latihan dan tugas dalam modul,
melalui Reflective Thinking, peserta diminta menuliskan pada
selembar kertas tentang apa hubungan model pembelajaran
dengan SKL, KI dan KD.
Link Pendukung
Sebagai bahan pendalaman terhadap materi ini, berikut
beberapa link referensi yang bisa diakses, di antaranya:
1. https://kurikulum.kemdikbud.go.id/wp-
content/unduhan/CP_2022.pdf
2. https://jdih.kemdikbud.go.id/sjdih/siperpu/dokumen/salina
n
3. https://guru.kemdikbud.go.id/kurikulum/perkenalan/cp-
atp/pengertian-capaian-pembelajaran/
4. https://www.youtube.com/watch?v=LXiAYRHV4eU
15